You are on page 1of 9

Efek Tahanan pada Saluran Pernapasan terhadap Sistem Pernapasan

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta
Alamat Korsepondensi: Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta Barat 11510, Indonesia

Kelompok C3
102011001 Nurul Widya Effrani
102012226 Melisa
102013436 Fransisca Angelia
102015076 Edrick Ocerio
102015111 Vanessa Malise Lisandra
102015170 Dewi Kusuma Wangsa
102015223 Muhamad Aiman Bin Ismail
102015206 Aina Naimah Binti Razak

Abstrak
Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai macam sistem dengan mekanisme kompleks yang
saling berkaitan erat antara satu sama yang lain. Salah satu sistem terpenting untuk bertahan

Bernapas merupakan aktifitas menghisap dan mengeluarkan napas. Sistem ini mempunyai 4 bagian utama. 3 Tujuan makalah ini adalah untuk menelaah lebih lanjut anatomi dan histologi organ paru-paru. bronkus. Sistem pernapasan merupakan sekumpulan organ dan jaringan yang membantu manusia untuk bernapas. blood. Jalur masuk udara . These organs are nose. bronkiolus. lungs. yaitu sistem pernapasan. Organ-organ tersebut adalah hidung. perpindahan udara serta kerja otot. breathing can happen. larynx. darah. Keywords : respiratory tract. diffusion Pendahuluan Manusia membutuhkan O2 untuk kelangsungan hidupnya. Also with the help of respiratory muscles. Proses difusi merupakan mekanisme pernapasan yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan dalam alveolus. mekanisme pernapasan. Saluran pernapasan adalah serangkaian organ yang dilalui udara sebelum dapat berdifusi di alveolus di paru-paru. trachea. and alveolus. dan jaringan. Sistem ini mempunyai 4 bagian utama.hidup adalah sistem respirasi. and respiration muscles. dan otot. 1 Arti lain dari bernapas adalah untuk memindahkan O 2 ke dalam dan ke luar paru-paru : menghirup dan menghembuskan napas. faring. yaitu saluran pernapasan.2 Kegiatan menghirup dan menghembuskan napas ini dikontrol oleh sebuah sistem. difusi Abstract There are many systems with complexity which are related to other systems in the human body. trakea. paru-paru. vascular tissue. bronchus. Respiratory tract is a group of organs traversed by air before it diffuses in the lungs’ alveolus. O2 dapat didapatkan melalui suatu kegiatan bernapas. perngatur pernapasan. Dengan bantuan otot-otot pernapasan. laring. and tissue. Kata kunci : saluran pernapasan. yaitu saluran pernapasan. dan alveolus. volume pernapasan yang biasanya diukur dan efek tahanan jalan napas terhadap volume pernapasan. jaringan pembuluh darah. jaringan pembuluh darah. paru-paru. pharynx. paru-paru. aktifitas pernapasan pun dapat berlangsung. One of the most important systems to survive is the respiration system. This particular system has 4 main parts namely respiratory tract. lungs. bronchioles. dan otot. The diffusion process is the respiratory mechanism that occurred because of the pressure diversity in alveolus.

Paru-paru kanan terbagi menjadi 10 segment dan paru-paru kiri menjadi 8 segment. maka udara dapat diteruskan ke paru-paru.7 Sebagai salah satu organ vital. Pada ujungnya terdapat bronkiolus terminal yang nantinya terbagi menjadi bronkiolus respiratorius. paru-paru dilindungi oleh 2 selaput yang disebut pleura visceral dan pleura parietal. Keduanya terletak sangat dekat namun tidak sampai menempel sehingga membentuk sebuah ruang yang dikenal sebagai ruang intrapleural. Bronkus (jamak. Pleura parietal merupakan selaput yang tumbuh menjadi satu dengan jairngan paru-paru sementara pleura visceral melapisi pleura parietal.Sebelum udara mencapai paru-paru. tunggal = bronki) ada disusun oleh jaringan kartilago dan ada dua. Dari laring. Trakea bercabang menjadi bronkus. inferior). sementara udara mengalir melalui berbagai ruang di dalam rongga hidung.4 Paru-paru Mayoritas thoraks berfungsi sebagai pelindung paru-paru. 5 Organ ini terbagi menjadi beberapa lobus. bronkus ini akan bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Fungsinya adalah untuk tempat transfer O2 dengan cara berinteraksi dengan darah serta menjaga tingkat keasaman darah (pH). Disinilah udara mengalami difusi. udara mengarah ke faring tempat jalur udara dan makanan saling bersilangan. dan kantung alveolus.6 Nantinya lobus-lobus ini terbagi lagi menjadi beberapa segment. laring (bagian atas saluran respirasi) bergerak ke atas dan merebahkan epiglotis di atas glotis (pembukaan pada batang tenggorokan) sehingga makanan dapat turun ke esofagus dan lambung. Lobus-lobus ini dipisahkan oleh fisura. Kemudian udara tersebut disaring oleh rambut. Selanjutnya. media. udara melalui bronkus dalam perjalanannya menuju jaringan. paru-paru kanan menjadi 3 lobus (superior. inferior) dan paru-paru kiri 2 lobus (superior. udara lewat ke dalam trakea atau batang tenggorokan. ia masuk melalui lubang hidung.9 Seperti yang dikatakan pada paragraf sebelumnya. dilembapkan. Bronkus kanan lebih lebar dan pendek dan . Dari rongga hidung. apabila glotis dalam keadaan terbuka. Ketika makanan ditelan.8 Ruang ini berisi cairan serosa yang berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan dalam proses respirasi. Namun. dan diperiksa apabila ada bebauan. Masing-masing menuju belahan tiap paru-paru. dihangatkan. Pada paru-paru kanan. lobus superior dan media dipisahkan oleh fisura horizontal sementara lobus media dan inferior dipisahkan oleh fisura oblikus. Lobus superior dan inferior pada lobus kiri dipisahkan oleh fisura oblikus.

Fungsinya untuk menjamin tersedianya O2 untuk kelangsungan metabolisme sel-sel tubuh serta mengeluarkan karbondioksida hasil metabolisme sel secara terus-menerus. yang melanjutkan udara ke bronkiolus respiratorius.12 Di dalam sistem respirasi. dimana tekanan O 2 rendah dan CO2 tinggi.7 Proses difusi berawal dari udara yang dihirup sampai pada alveoli. darah yang kembali dari jantung sekarang memiliki tekanan O 2 yang tinggi dengan tekanan CO 2 yang . Keduanya diatur oleh sebuah sistem yang dikenal sebagai sistem respirasi. terdapat aktifitas pertukaran gas yang mencangkup dua proses. yaitu pernapasan internal dan pernapasan eksternal. Di alveoli. Diujung bronkiolus respiratorius terdapat kantung-kantung udara atau alveolus. Kedua bronkus kemudian bercabang menjadi percabangan yang lebih halus yang disebut bronkiolus. Dalam pernapasan eksternal. Sel tipe 1 (pneumosit skuamosa) adalah sel yang membentuk 95% luas permukaan dinding alveolus. Sel tipe 2 (pneumosit grandular) mensekresi surfaktan yang berfungsi untuk membantu pertukaran gas dengan menurunkan tekanan. Sementara itu. Keduanya proses tersebut terjadi mellaui difusi (perpindahan gas dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat dengan konsentrasi yang lebih rendah). darah di dalam kapiler pulmonar mempunyai tekanan O 2 dan CO2 yang terbalik dengan alveoli. terdapat bronkiolus paling ujung.9-11 Sistem respirasi Inspirasi dan ekspirasi merupakan kegiatan yang berhubungan erat dengan fungsi sirkulasi dalam tubuh. Sistem respirasi merupakan gabungan aktivitas mekanisme yang berperan dalam proses suplai O 2 ke seluruh tubuh dan pembuangan karbondioksida (hasil dari pembakaran sel). Alveolus berukuran sangat kecil sehinga memungkinkan pertukaran O2 dan karbondioksida. Di dinding alveolus yang tipis terdapat 2 jenis tipe sel. bagian yang mampu melakukan pertukaran gas.terletak lebih vertikal sehingga benda asing cenderung masuk ke bronkus kanan dibandingkan dengan bronkus kiri. perbedaan tekanan ini menyebabkan difusi gas. Pernapasan internal merupakan pertukaran gas antara alveoli dengan aliran darah sementara pernapasan eksternal merupakan pertukaran gas antara kapiler dalam tubuh (selain dalam paru-paru) denagn sel-sel tubuh. berbentuk tipis dan datar serta terbentuk dari sel epitel. surfaktan juga mencegah alveolus kolaps. bronkiolus terminal. Selain itu. tekanan O 2 tinggi dan tekanan CO2 rendah. Nantinya. Hasilnya. Di sel inilah difusi gas terjadi.

difusi kembali terjadi antara O 2 di dalam darah dengan yang di dalam jairngan. Pada pernafasan biasan. otot-otot pernapasan dibedakan menjadi otot untuk inspirasi (inspirasi utama dan tambahan) dan ekspirasi tambahan. Selanjutnya. disebut juga sebagai behavious-related control of breathing. tentu saja dibutuhkan kerja dari otot-otot pernapasan. pons berupa apneustic center (bekerja melalui penghambatan inspirasi) dan pneumotaxic center (bekerja berdasarkan stimuli hipoksia. Kini darah yang akan kembali ke jantung memiliki kandungan O 2 yang rendah dengan CO2 yang tinggi.13 Mekanisme kerja otot-otot pernapasan Untuk melakukan kegiatan respirasi. Pusat pernapasan pada korteks juga berperan penting dalam mengatur pernapasan ketika bicara. Menurut kegunaannya. menyanyi. Tekanan O 2 yang rendah disebabkan oleh penggunaan O2 secara kontinu dalam pernapasan sel yang menghasilkan CO2. ekspirasi tidak membutuhkan kegiatan otot. apabila kadar CO2 tetap tinggi. dan korteks sebagai pengatur pernapasan voluntary (disadari). dan inflasi paru). Tetapi.7 Pusat kontrol dan sensor pernapasan Pusat kontrol pernapasan (breathing control system) berlokasi di beberapa tempat.rendah. Kemoreseptor adalah sensor yang distimulasi dengan adanya perubahan di dalam konsentrasi gas-gas dan ion. Kemudian. Medula oblongata berfungsi untuk pernapasan spontan (involuntary). maka kemoreseptor perifer akan merangsang pusat pernafasan di medula sehingga ventilasi meningkat.11 Sensor pernapasan terdiri dari kemoreseptor sentral dan perifer serta reseptor sensoris di dinding dada dan paru. . O2 berdifusi dari darah ke cairan jaringan serta CO 2 berdifusi dari cairan jaringan ke dalam darah. Kemoreseptor perifer. Namun. dan mengedan. Apabila terangsang. terletak di badan-badan karotid dan aortik. hiperkapnia. berespons terhadap perubahan kadan tekanan O 2. Kemoreseptor sentral terletak di medula dan memberikan respons berupa peningkatan ventilasi apabila kadar CO2 dan pH mengalami penurunan. maka rangsangan hilang. darah yang kaya akan O2 ini akan dipompa menuju sel tubuh dan cairan jaringan yang memiliki tekanan O2 rendah dengan tekanan CO2 yang tinggi. Otot inspirasi utama disebut juga sebagai principal dan otot inspirasi tambahan atau accessory respiratory muscle sering disebut sebagai otot bantu napas. yaitu di batang otak (pons dan medula oblongata) serta di korteks.

cadangan inspirasi (Inspiration Reserve Volume-IRV). Berikut adalah tabel nama otot beserta fungsinya (lihat tabel 1). kapasitas vital (Vital Capacity-VC). kapasitas inspirasi (Inspiration Capacity-IC). tes fungsi paru-paru akan menggunakan alat spirometri untuk mengukur beberapa volume pernapasan antara lain alun napas (Tidal Volume-TV). otot-otot ekspirasi juga berfungsi sebagai pengatur pernafasan ketika bicara. residu (Residual Volume-RV). pemeriksaan diagnosis dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori dan salah satunya adalah metode fiologis. dan mengedan saat buang air besar atau saat bersalin. Otot-otot pernapasan Untuk mendeteksi penyakit paru-paru. Di metode fisiologis. Berikut adalah tabel volume pernapasan yang biasanya diukur (Tabel 2).11 Inspirasi utama Nama otot (Muskulus) Interkostalis eksternus Interkatillaginus parasternalis Diafragma Fungsi Mengangkat iga Mengangkat iga Kubah diafragma turun akan menambah panjang dimensi longitudinal rongga dada dan Inspirasi tambahan Sternokleidomastoideus Skalenus : mengangkat iga bagian bawah Mengangkat sternum Mengangkat dan memfiksasi -anterior iga bagian atas -medius Ekspirasi Volume-volume pernapasan -posterior Interkostalis internus Rektus abdominis Oblikus abdominis Internus abdominis Transversus abdominis Menekan iga Menekan iga bagian bawah dan mengecilkan rongga abdomen Tabel 1. kapasitas residu fungsional (Functional Residual Capacity-FRC).12 Volume Definisi Nilai normal . menyanyi. maka dibutuhkan kontribusi otot-otot ekspirasi. Selain itu. bersin. cadangan ekspirasi (Expiration Reserve Volume-ERV). batuk.apabila ada serangan asma. dan kapasitas paru-paru total (Total Lung Capacity-TLC).

P : 3200 ml paru selama pernapasan.P : 1900 ml paru pada inspirasi maksimal Expiration reserve volume setelah inspirasi secara biasa.Tidal volume Volume udara yang mengalir L : 500 ml ke dalam dan ke luar paru.P : 4200 ml paru Tabel 2. Volume udara yang dapat L : 1200 ml dikeluarkan secara aktif dari P : 800 ml dalam Residual volume paru-paru ekspirasi biasa Volume udara yang masih L : 1200 ml tersisa Inspiration capacity setelah dalam paru-paru P : 1000 ml setelah ekspirasi maksimal Volume udara yang dapat L : 3600 ml dimasukkan ke dalam paru.P : 2400 ml paru setelah akhir ekspirasi Functional residual capacity secara biasa Volume udara di dalam paru. Volume pernapasan14 .P : 400-500 paru pada pernapasan biasa Inspiration reserve volume dalam keadaan istirahat Volume udara yang masih L : 3100 ml dapat masuk ke dalm paru. inspirasi Total lung capacity satu yaitu siklus setelah maksimal dan eskpirasi maksimal Volume udara maksimal yang L : 6000 ml masih dapat berada pada paru.L : 2400 ml paru setelah ekspiasi biasa Vital capacity P : 1800 ml Volume uadara maksimal yang L : 4800 ml dapat masuk dan keluar paru.

dan jaringan. Kbbi. benda asing (mainan kecil.h.h. Jakarta: Erlangga. dan lain-lain. dan laring. 5th ed. 5.web. Campbell N. Herman I. Arti kata napas . Contoh obstructive pulmonary disease adalah asma sementara upper airway obstruction terjadi di daerah trakea.9 4. Terdapat berbagai macam hal yang dapat menyebabkan hal tersebut seperti reaksi alergi.Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online [Internet]. 2007. penderita bisa saja kekurangan napas jika tidak segera ditangani. Kuala Lumpur: ITBM. Reece J.62-3 5. Diunduh dari: http://kbbi.web.h. Definition of BREATHE [Internet]. pada paru-paru penderita juga dapat terdengar suara wheezing. 2015.622 . 3 Ed. bronkiolus. Tubuh Manusia. Merriam-webster. Pada pemeriksaan. Akibatnya. faring. Mitchell L. [Dikutip 16 May 2016]. Mustafa Z. udara harus melewati beberapa organ. kesusahan bernapas. Physics of the human body. difusi oksigen dan karbon dioksida terjadi dari paru-paru ke darah kemudian nantinya terjadi difusi lagi antara gas-gas di darah dan jaringan. laring.com/dictionary/breathe 3.com. Upper airway obstruction memiliki persentase kemungkinan terjadi lebih besar dibandingkan obstructive pulmonary disease. makanan).id/napas 2.Obstruksi saluran pernapasan Obstruksi saluran pernapasan terjadi ketika saluran pernapasan atas menyempit atau tertutupi benda sehingga penderita kesulitan untuk bernapas. whistling). serta alveolus. Di dalam paru ada dua macam obstruksi terhadap pergerakan udara. darah. Proses tersebut dapat terjadi karena adanya perbedaan tekanan di paru-paru. Biologi Jl.15 Kesimpulan Udara yang dihirup melalui hidung nantinya akan mengalami proses difusi di alveolus. 2016 [Dikutip 16 May 2016]. Gejala yang muncul juga dapat bermacam-macam seperti tersedak. bronkus. Di alveolus.merriam-webster. Sebelum sampai di alveolus. Daftar Pustaka 1. Apabila terjadi obstruksi atau penyempitan pada saluran pernapasan. yaitu obstructive pulmonary disease dan upper airway obstruction. infeksi saluran pernapasan atas. Berlin: Springer. trakea. Diunduh dari: http://www. dan perubahan suara pernapasan (wheezing. maka proses difusi pun terganggu karena suplai udara yang masuk berkurang. yaitu lubang hidung. faring. Setiawan E.id. 2004.

Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Keperawatan Medikal Bedah. Mintz M. 29 12. 2003. Fisika Kedoktera. Farmakologi.h. Blockage of upper airway: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet].h. Ali SYang G.h.htm dari: . Jakarta: EGC. Heller a.6.: Humana Press. 14-6 8. 71 7. Kee J Hayes E. Respirologi.h. 1996. 21 10.gov/medlineplus/ency/article/000067. Jakarta: EGC.gov. 1-2. Disorders of the respiratory tract. Somantri I.nih. Jakarta: EGC. 2012. 2009.nih. Totowa. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Shields T. Jakarta: EGC. 2005. 2007. 21 15.h. 327 11. Illustrated manual of nursing practice. 55 9.nlm. Nlm.h. 9-10. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Jacob L. 1996. Diunduh https://www. N.J. General thoracic surgery. Djojodibroto R. Gabriel J. [Dikutip 23 Mei 2016]. 18-9 13. Jakarta: Salemba Medika. Gede Yasmin Asih NEffendy C. 8. 2006. Lung and mediastinum cytohistology.h.h. 2002. Cambridge: Cambridge University Press. 422 14.h.