You are on page 1of 21

PRESENTASI KASUS

SEORANGPEREMPUAN 22 TAHUN DENGAN


OSTEOMYELITIS KRONIK SYMPHISIS PUBIS
POST REMOVAL OF INPLATE (ROI) DAN
DEBRIDEMENT
Oleh:
Irsalina Nur Shabrina
G99141108

Pembimbing:
dr. Udi Herunefi H., Sp.B., Sp.OT

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH ORTHOPEDI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR. MOEWARDI
SURAKARTA
2016

STATUS PASIEN

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. W
Umur : 22tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : IbuRumahTangga
Alamat : Ngemplak, Boyolali, Jawa
Tengah
No. RM : 01166315
Pemeriksaan : 11 Februari2016

ANAMNESA
Keluhan Utama
Luka yang tidak sembuh pada perut
bagian bawah

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke Poliklinik Bedah Orthopaedi RSDM dengan
keluhan luka yang tidak kunjung sembuh pada daerah
perut bagian bawah. Luka disertai dengan rasa nyeri. Nyeri
dirasakan terus-menerus, sejak kurang lebih 2 tahun yang
lalu. Nyeri dirasakan berkurang dengan pemberian obat
anti nyeri dan dirasa memberat ketika pasien beraktifitas
berat. Pasien tidak mengeluhkan demam, mual dan
muntah.
Pasien juga mengeluhkan keluar nanah pada lukanya.
Kurang lebih 2,5 tahun yang lalu pasien mengalami
kecelakaan lalu lintas. Saat itu pasien dibonceng suaminya
dengan sepeda motor, kemudian motor yang
ditumpanginya ditabrak sepeda motor lain dari arah
berlawanan. Posisi jatuh pasien tidak diketahui.
Saat ini pasien merasakan nyeri hebat pada daerah perut
bagian bawah, pusing (-), mual (-), muntah (-) dan pingsan
(-). Lalu pasien dibawa ke IGD RSDM dan dilakukan operasi.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riw. KeluhanSerupa : disangkal
Riw. Hipertensi
: disangkal
Riw. DM
: disangkal
Riw. AlergiObat/Makanan : disangkal
Riw. Mondok
: (+) 2x
*6 Okt 2013/RSDM/Pemasangan C clamp aiopen
symphisiolisis APC II hemodinamik unstable - 21
Okt 2013: pelepasan c clamp + pemasangan
ORIF symphysis 4 Nov 2013: Debridement +
repair vulnusaidehisense + plate expose region
suprapubic
*3 Feb/RSDM/Pelepasan ORIF symphysis +
debridement + kultur

Riwayat Penyakit Keluarga


Riw. Keluhan Serupa
: disangkal
Riw. Hipertensi
: disangkal
Riw. DM
: disangkal
Riw. Alergi Obat/Makanan : disangkal

Riwayat Kebiasaan
Merokok
: disangkal
Minum Alkohol
: disangkal
Obat-obatan
: disangkal
Olahraga
: disangkal
Menjaga kebersihan daerah
selangkangan: kurang

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien adalah seorang ibu rumah
tangga, 22 tahun, yang tinggal
bersama suami dan seorang anak
perempuannya. Saat ini pasien
berobat dengan menggunakan
fasilitas BPJS.

Anamnesa Sistemik

Kepala
: pusing (-)
Mata
: pandangankabur(-/-), pandangandobel (-/-)
Hidung : pilek (-/-), mimisan (-/-), hidungtersumbat (-)
Telinga
: pendengaran kurang(-/-), keluar cairan(-/-), telinga
berdenging (-/-)
Mulut
: mulut kering (-), bibir biru (-),sariawan (-),gusi berdarah
(-), bibir pecah-pecah (-)
Tenggorokan : nyeri telan (-)
Respirasi
: sesak (-), batuk (-), mengi (-)
Cardiovascular
: nyeri dada (-), pingsan (-), kaki bengkak (-), keringat
dingin(-), berdebar (-)
Gastrointestinal : mual (-), muntah (-), perut terasa panas (-), kembung
(-), sebah (-), muntah darah (-), BAB warna hitam (-), BAB lendir darah (-),
BAB sulit (-)
Genitourinaria
: BAK warna kuning jernih, nyeri saat BAK (-)
Muskuloskeletal : nyeri otot (-), nyeri sendi (-), bengkak sendi (-), nyeri
dan luka pada perut bagian bawah (+)
Ekstremitas
Atas: pucat (-/-), nyeri (-/-),bengkak (-/-),luka (-/-), terasa dingin (-/-)
Bawah : pucat (-/-), nyeri (-/-), bengkak (-/-), luka (-/-)terasa dingin
(-/-)

PEMERIKSAAN FISIK
Primary Survey
Airway : bebas
Breathing : spontan, pengembangan dada kanan
sejajar dengan pengembangan dada kiri, fremitus
raba kanan sama kuat dengan fremitus raba kiri,
sonor/sonor, suara dasar: vesikuler/vesikuler, suara
tambahan: -/-, RR:20 x/menit
Circulation : Tekanan darah : 120/80 mmHg, Nadi 88
x/menit
Disability : GCS E4V5M6, reflek cahaya (+/+), pupil
isokor (3 mm/3 mm)
Exposure : suhu 36.8C, kelainan lihat status lokalis

Secondary Survey
Keadaan Umum
Keadaan umum
: tampak sakit ringan
Derajat kesadaran : compos mentis
Derajat gizi
: underweight (BB: 45 kg, TB: 160 cm, IMT:17,58)
Kulit
Kulit sawo matang, kering, ujud kelainan kulit (-), hiperpigmentasi
(-)
Kepala
Bentuk mesosefal, rambut warna hitam, sukar dicabut.
Wajah
Edema (-)
Mata
Oedema palpebra (-/-), konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-),
refleks cahaya (+/+), pupil isokor (3mm/3mm)
Hidung
Napas cuping hidung (-), sekret (-/-), darah (-/-), deviasi (-/-)
Mulut
Mukosa basah (+), sianosis (-), pucat (-), kering (-)
Telinga
Normotia, sejajar, sekret (-)

Tenggorok
Uvula di tengah, mukosa pharing hiperemis (-), tonsil T1 - T1
Leher
Bentuk normocolli, limfonodi tidak membesar, glandula thyroid tidak membesar,
kaku kuduk (-), gerak bebas, deviasi trakhea (-), JVP tidak meningkat
Toraks : simetris, retraksi (-)
Cor :
Inspeksi : iktus kordis tidak tampak
Palpasi : iktus kordis tidak kuat angkat
Perkusi
: batas jantung kesan tidak melebar
Auskultasi
: BJ I-II intensitas normal, reguler, bising (-)
Pulmo :
Inspeksi : Pengembangan dada kanan = kiri
Palpasi : Fremitus raba dada kanan = kiri
Perkusi : Sonor di seluruh lapang paru
Auskultasi
: Suara dasar vesikuler (+/+), Suara tambahan (-/-)
Abdomen
Inspeksi :
Perut distended(-), luka di region suprapubik (+)
Auskultasi
:
Bising usus (+) normal 10x/menit
Perkusi :
Timpani
Palpasi :
Supel, NT (+) di region suprapubic, Hepar dan lien tidak teraba
Ekstremitas
Akraldingin (-), Edema (-)

Genitalurinaria
BAK warna kuning jernih, nyeri saat BAK (-), luka (-)

Status Lokalis
Regio Suprapubik (Pelvis)
Look : Skar Post OP hipertrofik (+) dan
hiperpigmentasi (+), minimal pus (+) pada
luka Post jahitan yang belum kering (15
simpul simple interrupted)
Feel : NVD (-), NT (+) pada luka Post jahitan,
arteri femoralis d/s terabakuat, suhu teraba
seperti jaringan sekitar
Movement : ROM hip full

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil Laboratorium Darah
(03 Feb 2016 di RSUD Dr.Moewardi)
Hb : 10.5 g/dl
Hct
: 31 %
AL : 10.3ribu/ul
AT : 255ribu/ul
AE : 4.67juta/ul
Golongan darah : B
PT : 12.7 detik
APTT : 29.6 detik
INR
: 0.960
GDS : 101 mg/dl
SGOT : 31 u/l
SGPT : 20 u/l

Foto Pelvis AP (03 Feb 2014 di RSUD


Dr.Moewardi)
Kesimpulan:
Tampak lesi litik pada simpisis pubis
Korteks inferior sisi kiri tidak intact
Korteks inferior sisi kanan intact

Mikrobiologi Klinik (Kultur &


Sensibilitas AB)
(29 Des 2015 di RSUD
Dr.Moewardi)
Organisme: Kocuria Kristinae
AB yang sensitive:
Amoxicillin/Clavulanic Acid,
Cotrimoxazole, Vancomycin,
Linezolid, Gentamycin, Amoxicillin,
Amphicillin, Ciprofloxacin,
Erythromycin, Levofloxacin,

Mikrobiologi Klinik (Kultur &


Sensibilitas AB)
(03 Feb 2016di RSUD
Dr.Moewardi)
Organisme: No growth

ASSESMENT
Osteomyelitis kronik symphysis pubis post ROI
+ debridement

PLANNING
Medikasiluka/2hari
Edukasiuntukmenjagakebersihan area luka
post op
Edukasiuntukmakanmakanantinggi protein
Co-Amoxiclav 3x1tab

Foto Status Lokalis (region


suprapubic)