You are on page 1of 4

AKUNTASI KEBERLANJUTAN

Definisi Social Responsibility
Responsibility of an organization for the impacts of its decisions and activities on society and
the environment, through transparent and ethical behavior that;
 contributes to sustainable development, health and the welfare of society;
 takes into account the expectations of stakeholders;
 is in compliance with applicable law and consistent with international norms of
behavior;
 and is integrated throughout the organization and practiced in its relationship.

Dasar Penerapan
Menentukan konteks keberlanjutan organisasi:
 Identifikasi isu
 Identifikasi stakeholders

Manfaat SR
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Winning new businesses Enhanced
Relationship with Stakeholders Attracting, Retaining and Maintaining a happy workforce
Media interest and good reputation
Access to funding opportunities
Differentiating yourself from the competitor
Enhancing your influence in the industry
Saving money on energy and operating cost
Increase in customer retention

Fredrick. and Clarence C. Pyramid of CSR (1990s) . McGuire. etc.CSR in History  1920’s what is responsibility of business?  1930’s  AA Berle & Merrick Dodd started argument about role of managers. Walton. Milliam C. Joseph W.  1953  “Social Responsibilities of the Businessman” by Bowen  1960’s  Keith Davis.

dan oleh karena itu.The role of CSR: • CSR Risk : Value protection • CSR Opportunities and Innovation: Value creation Corporately responsible creates a more profitable and sustainable company Definisi stakeholder kelompok atau individu yang dukungannya diperlukan demi kesejahteraan dan kelangsungan hidup organisasi Stakeholder Identification Prinsip konsep materialitas GRI-G4 Principle: Laporan harus mencakup Aspek yang: Ÿ Mencerminkan dampak ekonomi. sudah seharusnya berpotensi pantas disertakan dalam laporan . lingkungan. lingkungan dan sosial organisasi atau memengaruhi keputusan pemangku kepentingan. atau Ÿ Secara substantial memengaruhi asesmen dan keputusan pemangku kepentingan Topik-topik yang relevan adalah yang secara wajar dapat dianggap penting untuk mencerminkan dampak ekonomi. dan sosial yang signifikan dari organisasi.

sistem manajemen operasional. masyarakat sipil) • Ÿ. pemangku kepentingan. risiko. atau oleh badan ahli yang kredensial • Ÿ Kepentingan dan topik utama keberlanjutan dan Indikator yang disampaikan oleh pemangku kepentingan (seperti kelompok rentan dalam masyarakat lokal. dan target utama organisasi • Ÿ. dan pemasok) • Ÿ. • Aspek Material tersebut seringkali memiliki dampak finansial jangka pendek atau jangka panjang yang signifikan pada organisasi • Aspek juga relevan bagi para pemangku kepentingan yang sangat berfokus pada kondisi keuangan organisasi. kemiskinan) yang diidentifikasi melalui penelitian yang memadai oleh orang-orang dengan keahlian yang telah diakui. • Nilai. • Menentukan materialitas untuk laporan keberlanjutan juga termasuk mempertimbangkan dampak ekonomi. Kepentingan dan harapan para pemangku kepentingan diinvestasikan secara khusus pada keberhasilan organisasi (seperti karyawan. atau koda sukarela yang relevan dengan kepentingan strategis bagi organisasi dan para pemangku kepentingan. Topik utama dan tantangan di masa mendatang untuk sektor dilaporkan oleh rekan kerja dan kompetitor • Undang-Undang. Risiko yang signifikan bagi organisasi • Faktor penting yang memungkinkan keberhasilan organisasi • Kompetensi utama organisasi dan cara organisasi berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan . sasaran. atau kesempatan keberlanjutan yang dapat diperkirakan secara masuk akal (misalnya pemanasan global. kebijakan. organisasi harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut: • Dampak. perjanjian internasional. peraturan.Definisi Materialitas Materialitas adalah ambang batas di mana Aspek menjadi cukup penting untuk dilaporkan.dan sosial yang melewati ambang dalam memengaruhi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Pengujian material Dalam menentukan Aspek Material. lingkungan. HIV-AIDS. strategi.