You are on page 1of 16

BAB I

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah dengan judul “INSPEKSI JARINGAN TEGANGAN MENENGAH
(AKENO-JALAN BUNGA COKLAT)” dengan lancar. Makalah ini disusun
dalam rangka memenuhi tugas Instalasi Tegangan Menengah.
Dalam menyusun makalah ini penulis banyak memperoleh bantuan serta
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan
ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Heri Sungkowo, ST., MT selaku Dosen Pembimbing Mata Kuliah
Jaringan Tegangan Menengah I.
2. Orang tua tercinta yang selalu mendukung, mendoakan dan memberikan
bantuan baik moril maupun materil.
3. Seluruh teman-teman yang telah banyak membantu penulis.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Tak lupa juga bagi kampus penulis, POLITEKNIK NEGERI MALANG agar terus
mengadakan program-program yang baik supaya dapat meningkatkan kualitas
kerja mahasiswa.
Malang, 2 Mei 2016

Penulis

1

Rohim Makhluqi 2. Setelah itu kelompok mengambil gambar yang diperlukan secara detail agar nantinya bisa dianalisa dengan baik peralatan apa saja yang ada di tiang-tiang Saluran Udara Tegangan Menengah dan kekurangan – kekurangan dalam pemasangannya. Satria Lutfi H 3. Menganalisa kekurangan dan kelebihan pemasangan Saluran Udara Tegangan Menengah yang sudah diterapkan khususnya di daerah perempatan AKENO Jl Bunga Coklat ( peremptan soehat) 1. Yeri Indra Sukmana 2 .40 – 11-00 Metode pelaksanaan inspeksi dilakukan dengan penentuan titik awal jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah.Tri Cahya Ramadhana 4.3 Peserta Inspeksi Peserta Inspeksi adalah Mahasiswa Kelas 2A D4 Sistem Kelistrikan yang bernama sebagai berikut : 1.2 Metode dan Waktu Pelaksanaan Proses inspeksi diaksanakan 20 Mei 2016 mulai pukul 08.1 Tujuan 1. 1. Kemudian mengisikan data – data yang telah diperoleh di lapangan di blanko inspeksi yang telah isediakan.1. Mengetahui jenis jenis Saluran Udara Tegangan Menengah 2. Mengetahui pemasangan Saluran Udara Tegangan Menengah di lapangan 3.

1 Dasar Teori 2.1 Pengertian.1. baik dilihat dari fungsinya maupun dilihat dari anggaran biaya yang diperlukan.2 Inspeksi Rutin. maka guna untuk mendukung pemeliharaan tsb. 2. Inspeksi darurat (Emergency Inspection). Untuk mendukung perencanaan pemeliharaan sesuai dengan SE : 040. Dari tahun ke tahun bidang pemeliharaan distribusi diperkirakan menempati kedudukan yang cukup tinggi. merupakan inspeksi rutin dan ini suatu usaha atau kegiatan yang dimaksudkan untuk 3 . Inspeksi korektif (Corrective Inspection). c. Inspeksi rutin (Preventive Inspection). Keadaan ini dapat terjadi karena sistem distribusi terus semakin bekembang. Jenisinspeksi yang direncanakanterus – menerussecaraperi-odik.BAB II Pembahasan 2. b.1. Pada hakekatnya inspeksi merupakan suatu pekerjaan yang dimaksud-kan untuk mendapatkan suatu data dari sistem / peralatan jaringan distribusi yang dipakai sebagai bahan untuk perencanaan pemeliharaan dan perencanaan anggaran JAR – DIST. Oleh karena luas dan kompleksnya keadaan jaringan distribusi dan peralatan distribusi yang perlu diinspeksi. inspeksi ini dapat dikelompokan menjadi : a.E/152/DIR/1999tersebut diadakan pemeriksaan (inspeksi) agar mendapatkan data – data yang sangat akurat.

2.mempertahankan kondisi sistem agar dalam keadaan baik dan daya guna yang optimal. - Inspeksi rutin sistematis. Pekerjaan dalam kegiatan pemeriksaan rutin sistematis akan lebih luas jangkauanya dana kan lebih teliti. 2. 2. Inspeksi sistematis adalah pekerjaan pemeriksaan yang dimaksud untuk menemukan kerusakan atau gejala kerusakan yang tidak ditemukan pada waktu pelaksanaan inspeksi rutin yang kemudian disusun saran – saran untuk perbaikan. Inspeksi rutin adalah pekerjaan pemeriksaan yang di-laksanakan dengan cara pemeriksaan secara visual yang diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan yang sesuai dengan saran – saran (rekomondasi) dari hasil inspeksi.3 Inspeksi rutin .1.1. bisa sampai bongkar – pasang jaringan. Dalam prakteknya kegiatan inspeksi rutin dikelompokan dalam dua jenis inspeksi yaitu : - Inspeksi rutin.1.4 Inspeksi sistematis.5 Inspeksi Korektif. Adapun hasil yang diharapkan dari pekerjaan inspeksi rutin ini adalah dapat ditemukannya kelainan – kelainan yang dikawatirkan dapat menyebabkan terjadinya gangguan sebelum periode inspeksi rutin berikutnya diselenggarakan. 4 . Inspeksi korektif (corrective Inspection) merupakan suatu pekerjaan pemeriksaan yang dimaksudkan untuk memeriksa kerusakan atau untuk mengadakan perubahan / penyempurnaan.

- Pemeriksaan bushing trafo yang rusak. - Mengetahui bahwa mutu dan keandalan tenaga listrik yang baik. - Mengetahui peralatan sistem distribusi yang aman. baik bagi personil maupun bagi masyarakat umum. angin rebut dan sebagainya yang sifatnya mendadak dan perlu segera dilaksanakan pekerjaan dan tidak direncanakan. Yang perlu diperhatikan dari Jaringan Distribusi tersebut yaitu: 5 . - Dsb. - Pemeriksaan JTM yang putus.Pemeriksaan kerusakan dalam hal ini dimaksudkan suatu usaha untuk memeriksa kondisi sistem atau peralatan yang mengalami gangguan / kerusakan sampai dalam keadaan semula. - Pemeriksaan tiang yang tertabrak / patah. Inspeksi darurat adalah pekerjaan pemeriksaan yang dimaksud-kan untuk perbaikan kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam seperti gempa bumi banjir. - Mengetahui umur peralatan sistem distribusi.1. tujuan utama dari pelaksanaan inspeksi JAR – DIST adalah : - Mendapatkan data sistem / peralatan distribusi secara benar. Dengan dasar maksud diadakan kegiatan inspeksi JAR – DIST . Pekerjaan – pekerjaan yang termasuk inspeksi korektif diantara-nya adalah - Pemeriksaan mof kabel atau sambungan kabel yang rusak. 2.6 Inspeksi Darurat.

d. Sedang untuk Dead-and menggunakan Dead-and clamp/strain clamp dan Preformed grip spiral. Jarak antara konduktor TR 380/ 220 V terhadap tanah minimal 6 meter. 6 . b. sedang jarak saluran TM pada tiang terpisah adalah 2 meter. Pada formasi vertical menggunakan suspension. g. c. / String isolator berjarak 950 mm. e. Jarak Antara Konduktor Sejajar/Double Sirkit SUTM. Isolator.a. Untuk formasi horisontal dead and menggunakan suspension isolator berjarak 1100 mm. Jarak Antar Konduktor. Pada formasi horizontal menggunakan Pin Isolator antar fasa 800 mm. Jarak Aman Terhadap Tanah. Jarak saluran pada tiang yang sama/sejajar pada tiang yang sama 1 meter. Isolator Dead-and menggunakan Isolator penegang / Suspesion isolator /string isolator. f. Sambungan pada konduktor menggunakan Tension Joint-Sleve. Sambungan jembatan menggunakan Line tap conector/parallel Group. Sambungan Konduktor. Sebagai pengikat konduktor pada isolator Pin type menggunakan Prefomed Top Ties atau Side Ties serta menggunakan allumunium bending wire. Isolator tumpu pada SUTM menggunakan Pin-Isolator/Pin-Post/Post saluran. Jarak Rata-Rata Gawang Maksimum. Pengikat Konduktor. Jarak antara konduktor TM 20 KV terhadap tanah minimal 7 meter.

2.Jarak antar gawang maksimum 60 meter menggunakan konstruksi Pin type sedangkan untuk konstruksi Dead-and jarak maksimum 100-200 meter menggunakan konstruksi khusus (Konstruksi tiang double).2 Gambar dan Penggolongan SUTM N o Gambar Keterangan 1 TM A1 2 TM A2 7 .

3 TM A3 4 TM A4 5 TM A5 8 .

DINOYO P.6 TM A6 7 GTT UP.MAWAR T-1095 8 TM A8 TM A7 9 .

9 TM A9 10 TM A10 10 .

11 TM A11 GTT 12 TM A12 13 TM A13 11 .

14 TM A14 GTT 15 TM A15 12 .

16 TM A16 17 TM A17 13 .

18 TM A18 GTT 19 TM A19 20 TM A20 2.3 Analisa Hasil Inspeksi 14 .

Banyak segel APP yang sudah rusak dan perlu diganti yang baru. e. Masih banyak tiang SUTM yang tidak ada nomor tiangnya karena tertutup brosur dan hilang. dapat dianalisa sebagai berikut : a. b. Beberapa tiang dan penghantar terdapat pohon yang perlu dirampas 15 . Ada beberapa tiang yang perlu perawatan ulang baik di cat maupun dibersihkan c.Berdasarkan data hasil inspeksi lapangan yang diperoleh. f. Untuk JTR masih banyak yang sudah dekat bahkan didalam dedaunan pohon. d. LV Panel kotor dan berkarat sehingga perlu dicat kembali dan dibersihkan.

BAB III PENUTUP 3. didapatkan data yang akan direkomendasi untuk tindak lanjut perbaikan jaringan distribusi. 2. Dengan praktek inspeksi lapangan. Saat praktek inspeksi perlu menggunakan alat – alat yang memadai. Pembekalan materi / teori yang didapatkan sangat membantu dalam praktek inspeksi lapangan dan dapat menjadi acuan sesuai standar yang ditetapakan.2 Saran – saran 1. Perlunya teori yang sedetail mungkin agar mahasiswa mampu menggolongkan jenis tiang dan kelengkapannya 3. Teori yang memadai diperlukan mahasiswa agar mampu menggolongkan jenis tiang dan kelengkapannya.1 Kesimpulan Dari hasil inspeksi jaringan distribusi ini dapat disimpulakan beberapa hal sebagai berikut : 1. 16 . 3. 2.