You are on page 1of 30

Peripheral Arthery Disease

Latar Belakang
PAP dapat terjadi oleh karena adanya perubahan
struktur ataupun fungsi dari pembuluh darah.20 PAP
sering kali merupakan bagian dari proses penyakit
sistemik yang berpengaruh terhadap kelainan arteri
multipel.
Adanya PAP pada satu arteri menjadi prediktor kuat
adanya PAP pada arteri lainnya, termasuk pada
pembuluh darah koroner, karotis dan serebral
Pasien dengan PAP kemungkinan mengalami banyak
masalah, seperti klaudikasio intermiten, critical limb
ischemia (CLI), ulserasi iskemik, rawat inap berulang,
revaskularisasi, dan amputasi anggota tubuh. Hal ini
menyebabkan kualitas hidup pasien menjadi buruk dan
meningkatkan kejadian depresi pada pasien.

TINJAUAN PUSTAKA

arteri mesenterika.DEFINISI Penyakit arteri perifer (PAP) adalah semua penyakit yang terjadi pada pembuluh darah non sindroma koroner akut setelah keluar dari jantung dan aortailiaka. aorta abdominalis. arteri karotis. sehingga pembuluh yang dapat menjadi lokasi terjadinya PAP adalah pembuluh pada keempat ekstremitas. dan semua pembuluh cabang yang keluar dari aortailiaka. . arteri renalis.

.

Faktor Resiko .

Patogenesis .

Diagnosis .

.

ulkus iskemik atau gangren • Tidak ada penyakit autoimun • Emboli roksimal disingkirkan • Penemuan arteriografi yang konsisten . nyeri saat istirahat.Diagnosis • • • • Kriteria Shionoya Riwayat Merokok Usia <5o Tahun Memiliki riwayat oklusi arteri infrapopliteal • Flebitis migrans pada salah satu ekstremitas • Tidak memiliki faktor aterosklerosis lain selain merokok • • • • Kriteria Ollin Umur 20-40 Tahun Merokok Ditemukan iskemi ekstremitas distal ditandai dengan klaudikasio.

Pemeriksaan Penunjang .

Tatalaksana .

Tatalaksana Bedah Non Bedah • Simpatektomi • Penyisipan kawat kirschner • Operasi Bypass Arthery • • • • • • Berhenti merokok Analog Prostasiklin CCB Siklofosfamid Analgetik Vascular Endothelial Growth Factors • Stem Cell Theraphy .

LAPORAN KASUS .

Bener Meriah No. RM : 1-08-58-12 Agama : Islam Status Perkawinan : Kawin Tanggal masuk : 4 April 2016 Tanggal pemeriksaan : 21 April 2016 . EN Tanggal lahir/umur : 1 April 1973/43 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Alamat : Bale Atu.Biodata pasien • • • • • • • • • Nama : Tn.

Pasien mengaku awalnya terdapat luka kecil di kaki akibat terkena seng saat bekerja. Luka tersebut mulai menghitam diikuti jari-jari lainnya di kedua kaki serta mulai berbau busuk. Hal ini membuat pasien datang ke rumah sakit dengan tujuan ingin agar kakinya diamputasi. .Anamnesis • KU : Hitam di Kedua kaki • Telaah : Hal ini sudah dialami pasien sejak 3 Tahun belakangan. Sejak 6 Bulan Terakhir. Kemudian luka tersebut tidak kunjung sembuh dan terasa nyeri.

. Kakinya akan terasa sangat nyeri dan jika pasien beristirahat maka akan kembali normal. pasien sudah mulai mengkonsumsi obatobatan. Riwayat Kelainan lainnya tidak dijumpai • Riwayat Penggunaan Obat : Sejak Pasien sulit berjalan. Namun pasien lupa nama obat tersebut.Anamnesis • RPD : Sejak 10 Tahun terakhir. Hal ini dikarenakan jika pasien berjalan lebih dari 50 meter. • Riwayat Penyakit Keluarga : Ayah Pasien meninggal karena Penyakit gagal jantung kongestif. Pasien mengaku tidak mampu berjalan jauh.

6 C .Vital Sign • • • • • Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 130/70 mmHg Nadi : 82 kali/menit Pernapasan : 20 kali/menit Suhu : 36.

Sklera Ikterik (-/-) Refleks cahaya (+/+) Pupil isokor kiri dan kanan • T/H/M : Sekret (-) Darah(-) • Leher : Pembesaran KGB (-). 1 com midclavicula sinistra • Kanan : Intercosta dextra IV Parasternalis dextra .Pemeriksaan Fisik Kepala • Mata: Konjungtiva anemis (-/-). Kesan normal • P: Sonor Pada kedua lapangan Paru • A : Vesikuler (+/+) • Batas Jantung • Atas : Intercosta sinistra I • Kiri : Intercosta sinistra V. Pembesaran Tiroid (-) Thorax • I : Simetris fusiformis • P : SF Kanan = SF Kiri.

Tibialis Posterior(-) • M : ROM Bebas I : Distensi (-). kesan basah. Skar (-) P: Soepel P: Timpani A: Peristaltik (+) . Dorsalis pedis (-). Teraba pulsasi a. a. Poplitea (+1). Jaringan nekrotik (+) • F : Nyeri.Pemeriksaan Fisik Abdomen Ekstremitas • • • • • L :Tampak luka tertutup verban.

4 4.Hemoglobin Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit BT CT APTT Pasien Kontrol D-dimer HBsAg Protein Total Albumin Globulin Natrium Kalium Klorida GDS Ureum Kreatinin Nilai Satuan 10.9 14.4 37.0 141 4.4 3.9 .4 565 2 7 g/dL % 106mm3 103mm3 103mm3 menit menit 39.2 440.4 32 3.5 102 246 35 0.75 Negatif 7.

Foto Thorax • Kesan : Cor dan Pulmo dalam Batas normal .

Elektrokardiografi .

Arteriografi .

Foto Klinis .

Diagnosis • Buerger Disease bilateral .

Sharox 1.5 gr/ 12 Jam Inj. Ranitidin 50 mg/12 Jam Drip Paracetamol 1 gr/ 8 Jam Drip Heparin 300 UI/Jam .Terapi • • • • • IVFD Ringer laktat 20 gtt/i Inj.

Kesimpulan .

pemeriksaan fisik. Berdasarkan hasil anamnesis.Kesimpulan • Tn. En. . 43 Tahun datang ke RSUDZA dengsn keluhan kehitaman pada kedua kaki. dan pemeriksaan penunjang Os didiagnosa dengan Buerger Disease dan pada pasien direncanakan tindakan debridement + Amputasi digiti.

Terima Kasih .