You are on page 1of 18

JOURNAL READING

Perbandingan Penggunaan Triamcinolone Acetonide Dan
Lidocaine Pada Pipa Endotrakea Terhadap Angka Kejadian Nyeri
Tenggorok Pasca Intubasi Pada Anestesi Umum
Erwin Ferdian, Soenarjo, Uripno Budiono
Bagian Anestesi dan Terapi Intensif FK Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang
(Jurnal Anastesiologi Indonesia 2014;6:182-92 )

Kristiana Natalian
030.11.159

4% KASUS: KELUHAN DI TENGGOROK BATUK SUARA SERAK NYERI TENGGOROK POST (Post Operative Sore Throat) .Pendahuluan INTUBASI KOMPLIKASI PASCA OPERASI 45.

Durasi pemakaian ETT Sukar tidaknya proses intubasi FAKTOR RESIKO Ukuran dan jenis ETT Pergeseran ETT saat operasi Proses ekstubasi Trauma mukosa jalan nafas .

LIDOCAINE TRIAMCINOLONE NYERI TENGGOROK .

Triamcinolone acetonide • Merupakan steroid potensi lemah. • Berkhasiat antiinflamasi-> nyeri tenggorok Lidocain • Mengurangi nyeri tenggorok -> anastesi lokal .

Metode Penelitian KELOMPOK 1 Triamcinolone 58 Pasien di RSUP Kariadi Semarang Memenuhi kriteria inklusi KELOMPOK 2 Lidocaine jelly .

Subjek Penelitian Kriteria Inklusi Kriteria Eksklusi Usia 15-16 tahun Status fisik ASA I-II Lama operasi >60 menit Mallampati I-II Pasien yang menjalani operasi daerah kepala dan leher • Setuju berpartisipasi dalam penelitian • Riwayat infeksi saluran pernapasan dan nyeri tenggorok pre operasi • Penggunaan analgetik dan steroid pre operasi • Pasien yang memerlukan usaha intubasi lebih dari satu kali • Pasien yang terpasang NGT • • • • • .

6 mg/kgBB iv dan fentanyl 1 mcg/kgBB Induksi Intubasi • Pipa ETT non kinking dengan ukuran 7.0 untuk perempuan dan 7.5 untuk laki-laki • Pemberian : Triamcinolone acetonide in orabase 0.Metode Penelitian • Propofol 2 mg/kgBB iv.5 cc Eksperimen .1% pada K1 dan Lidocaine jelly 0. rokuronium 0.

Rumatan anestesi: isofluran 1-1.5 % dalam O2 dan N2O 50% dan pelumpuh otot rokuronium intermiten Analgetik diberikan ketorolak 30 mg dan tramadol 2 mg/kgBB iv Dilakukan observasi nyeri tenggorokan 1 jam. 6 jam dan 24 jam setelah ekstubasi .

.

suara serak dan nyeri tenggorok pada pemberian triamcinolone lebih rendah pada 1. . batuk. dan suara serak. 6.4%) • Selvaraj dan Dhanpal: steroid gel lebih baik dibanding lidokain gel dalam mengatasi nyeri tenggorok.Pembahasan Hasil: Kejadian batuk.9%:41. dan 24 jam (6.

leukotrin. dan Siklooksigenase2 pada inflamasi .Pembahasan Keberhasilan penggunaan steroid untuk mengurangi nyeri tenggorok pasca intubasi memperkuat dugaan bahwa nyeri tenggorok -> inflamasi Kortikosteroid mengurangi sintesa sitokin dan mediator inflamasi Menghambat Fosfolipase A2.

2-7.7 mg prednisone Efektif mengurangi nyeri tenggorok .Pembahasan Stride dkk: Mengoleskan 1% Hidrokortison krim pada ETT Sumathi dan Ayoub: mengoleskan Bethamethasone yang setara 4 dan 3 mg pada ETT Tidak efektif mengurangi nyeri tenggorok Steroid setara 5.

Pembahasan Kortikosteroid IV • Bagchi dkk: 0.2 mg/kgBB dexamethasone IV • Beevi dkk: Dexamethasone 8 mg IV Mengurangi nyeri tenggorok • Tabari dkk: Dexamethasone v ataupun bethametasone gel efektif .

dkk Intubasi Mukosa tertekan ETT Lidocaine Iskemia dan trauma Analgetik dan Vasodilatasi Inflamasi Menurunkan angka nyeri tenggorok .Pembahasan Menurut penelitian yang dilakukan Nurdin.

.Pembahasan • Tingginya angka nyeri tenggorok pada kelompok lidokain gel mungkin karena durasi pemakaian endotracheal tube (lebih dari 2 jam) melebihi duration of action lidokain gel.

Kesimpulan • Nyeri tenggorok pasca intubasi pada K1 (Triamcinolone) lebih rendah dibanding K2 (Lidocaine) • Triamcinolone jelly lebih baik dalam mengurangi nyeri tenggorok pasca intubasi pada anestesi umum .

TERIMA KASIH!  .