You are on page 1of 7

II.

ANALISA DATA
DATA
Data Subyektif:
a. An. Ld mengatakan ia menggunakan waktu
luangnya untuk menonton TV, main game,
internet, dan tidur.
b. An. Ld mengatakan ia lebih senang mengisi
waktu luangnya di dalam rumah.
c. An. Ld mengatakan jika pulang sekolah ia
harus langsung pulang dan istirahat di rumah.
d. An. Ld mengatakan ia lebih banyak
menghabiskan waktunya di rumah,
e. An.Ld mengatakan ia tidak pernah bergaul
dengan teman sebaya yang ada di lingkungan
tempat tinggalnya.
f. An. Ld mengatakan ia malas bergaul dengan
teman sebayanya dan lebih enak main game di
rumah.
g. An. Ld mengatakan hal tersebut tidak membuat
dia merasa asing ataupun merasa dikucilkan
oleh teman sebaya di lingkungannya.
h. An. Ld mengatakan aturan yang menekankan
bahwa setelah pulang sekolah anak-anak harus
langsung pulang ke rumah. tersebut kadangkadang membuat ia kesal, karena ia juga ingin
sekali merasakan jalan bersama temantemannya.
i. Bpk L dan ibu S mengatakan mereka tidak
melarang anak-anaknya untuk bergaul dengan
teman-teman sebaya dilingkungannya, tetapi
An.Ld yang malas bergaul
Data Obyektif:
a. A. Ld tampak sedang main game ketika
beberapa kali perawat datang melakukan
kunjungan rumah
b. An. Ld tampak menjawab dengan santai dan
seperti tidak menganggap sebagai suatu
masalah ketika perawat menanyakan
ada/tidaknya teman sebaya yang ia miliki di
lingkungan rumahya
c. An. Ld tampak sedikit bingung dan bertanya
kepada Ibu S ketika perawat menyebut
beberapa nama anak remaja yang tinggal
dekat rumahnya.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan interaksi sosial pada
keluarga Bp.L khususnya pada An.
Ld

Ld malah ngambek dan tetap tidak mengerjakan. An.identitas diri pada keluarga Bp.L khususnya Bp. Ld sangat manja dan menyerahkan semua urusannya kepada ibunya. c. Tampak An. Data subyektif: a. Ibu S mengatakan An. hal ini dikarenakan An.L khususnya An. b. Ibu S mengatakan ia melarang anak-anaknya untuk memiliki aktifitas diluar sekolah. akhirnya Ibu S mengerjakannya sendiri. seperti pakaian. Ibu S mengatakan ia masih menyiapkan semua keperluan anak-anaknya.Data Subyektif: a. Ibu S mengatakan ia akan marah dan Pola komunikasi tidak efektif pada keluarga Bp. Bpk. h. Ibu S mengatakan An. Ibu S mengatakan An. e.S tidak ada dan kedua kakaknyapun pulang sudah malam. Ld tak jarang masih disuapin jika makan. Wajah Ibu S tampak sangat lelah sehabis merapikan rumah ketika perawat datang. Ld jarang mengerjakan tugas yang diberikan oleh Ibu S kepadanya. Ld mengatakan ia terkadang tidak suka dengan aktifitas Ibu S yang banyak mengikuti kegiatan di masyarakat. Ld bila ia tidak mengerjakan tugasnya. ia selalu meminta ibunya untuk mengambil keputusan jika ia menemukan masalah Gangguan konsep diri. tapi seringkali An. f. Ld merasa kesepian di rumah.Ld Data Obyektif: a. bahkan merapikan buku serta kamar.Ld duduk di depan komputer main game ketika Ibu S sedang menyetrika pakaian. makanan. b. b. d. Ld mengatakan ia tidak dapat berbicara bebas mengemukakan pendapat atau keinginannya kepada orangtuanya. kuliah atau kerja tanpa seiijin dan sepengetahuannya.L dan Ibu S . Ibu S mengatakan ia sering menegur An. Ld mengatakan ia hampir tidak pernah mengambil keputusan sendiri. An. An. g.

Ibu S mengatakan ia lebih sering banyak kontak dengan anak dan kadang sampai dibilang terlalu cerewet jika terlalu banyak mengatur anaknya. An. d. L mengatakan ia sering memarahi anaknya dengan suara keras yang membuat anak-anak semakin takut. Bpk. j. l. Ibu S mengatakan ia dan ketiga anaknya sering jalan-jalan ke mal ataupun makan di . walaupun jarang bertemu dan berkomunikasi dengan Bpk. Ld mengatakan ia tidak merasakan kehilangan ataupun sedih. L ataupun saling bertukar cerita tapi hal itu tak pernah bisa ia lakukan. Ld mengatkan ia sangat segan kalau bicara langsung kepada Bpk. mengomel pada anak-anaknya jika tidak mematuhi aturan yang dibuat. Ld yang terakhir kurang baik. berteman. walau mereka juga sering merasakan tidak nyaman. An. misalnya dalam memilih sekolah. f. D. Ibu S mengatakan hasil UTS An. k. L mengatakan ia jarang berkomunikasi dengan anak-anaknya karena sering dinas luar dan kalau ada di rumahpun lebih banyak digunakan untuk istirahat tidur. L dan Ibu S mengatakan mereka sering membicarakan masalah keluarga berdua tanpa melibatkan anak-anaknya. L. Bpk. N dan Ld mengatakan mereka selalu mengikuti apa yang diperintahkan orangtuanya tanpa berani membantah sedikitpun.c. Ld mengatakan ia tidak pernah cerita secara terbuka kepada kedua orangtuanya. e. i. An. h. g. L. Jika menemukan masalah dan sifatnya pribadi misalnya ia merasa kesepian. Ld mengatakan sebenarnya ia juga ingin ditanya tentang keadaan dirinya oleh Bpk. semuanya tidak pernah ia ceritakan kepada siapapun. dsb. jika anaknya melakukan kesalahan An. Bpk. ada nilai 5 dan hal tersebut membuat dirinya marah besar i. ia mulai suka dengan lawan jenis. An.

An.luar rumah bersama.Ld tampak acuh dan tidak mengindahkan kedatangan ayahnya yaitu Bpk. An. Bpk. Ld  . An.L b. Data Obyektif: a. tetapi anakanaknya sering telat makan. Ld tampak cemberut ketika Ibu S meceritakan tentang dirinya kepada perawat Data Subyektif : a. menggosokan perut yang sakit dengan minyak hangat dan menyuruh An.L . c. j. ada nilai 5 dan hal tersebut membuat dirinya marah besar. Ibu S mengatakan ia selalu mengingatkan anak-anaknya untuk tidak telat makan dan tidak jajan sembarangan. Ibu S tampak memberikan air hangat. Ld tampak meringis kesakitan memegang perutnya b. Prioritas Masalah Gangguan   rasa   nyaman   nyeri   pada keluarga Bp. khususnya An. Ibu S mengatakan hasil UTS An. Ld istirahat C. d. An. L jarang berinteraksi dengan ketiga anak-nya. Data Obyektif: a. An. Ld mengatakan ia tadi pagi tidak sarapan karena kesiangan dan di sekolah tidak makan karena malas ke kantin. An.tetapi suaminya tidak pernah ikut karena kesibukannya. dengan alasan masih kenyang. Ld yang terakhir kurang baik. Ld tampak sedih ketika bercerita bahwa Ibu S memarahinya karena hasil UTSnya yang kurang baik c. Ld mengatakan nyeri tekan dan mual akibat gastritis kambuh b.

Setiap masalah yang An. Menonjolnya masalah : Ada masalah. Ibu S juga mengatakan ia merasa apa yang dilakukan An. tapi tidak perlu segera ditangani 1/2 X 1 1/2 An. saat ini An. sehingga remaja dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.identitas diri pada keluarga Bp. karena ia sekolahnya jauh sehingga sampai rumah perlu istirahat. Ld memiliki kelompok teman sebaya yang dapat membentuk identitas dirinya sebagai remaja. Gangguan konsep diri.Ld masih dalam fase remaja yang membutuhkan perhatian dan komunikasi yang efektif dalam mengungkapkan masalahnya. Ld hadapi. Ld untuk memiliki teman di lingkungannya jika ia mau membuka diri Potensial masalah dapat dicegah :Rendah 1/3 X 1 1/3 Walaupun Ibu S sangat aktif di masyarakat. L dan Ibu S jarang sekali menanyakan tentang masalahmasalah pada An. Tetapi. Ld terlebih dahulu.Ld wajar. Bpk. Ld untuk berinteraksi dengan teman-temannya di lingkungannya.Ld Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran Sifat Masalah : Ancaman Kemungkinan 2/3 X 1 2/3 Masalah merupakan ancaman. Gangguan interaksi sosial pada keluarga Bp. tetapi Ibu S tidak pernah mendorong An. Ld Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran Sifat Masalah : Kurang sehat 3/3 X 1 1 Masalah adalah kurang sehat.Ld khususnya An. An. Ld juga tidak memiliki keinginan untuk lebih mengenal teman-teman di lingkungannya. Kemungkinan masalah dapat diubah : sebagian 2/2 X 2 2 Ibu S sangat aktif dengan berbagai kegiatan dimasyarakat dan memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat.Orang tua harus mampu memfasilitasi kebutuhan remaja tersebut. Total 3 5/6 2.L khususnya pada An. 1/2 X 2 1 Pengaruh budaya Jawa yang sangat kuat dalam . mereka lah yang lebih sering memutuskan tanpa menanyakan pendapat An. Ld.Ld berada dalam fase remaja yang seharusnya pada masa tersebut An.1. sehingga mudah baik An.Ld juga mengatakan ia tidak merasa terasing dilingkungannya walau ia tidak pernah berinteraksi dengan teman-temannya. saat ini An.

sehingga sangat besar juga kemampuannya untuk dapat berkomunikasi dengan anak-anaknya. ia juga ingin merubah apa yang sudah ia lakukan kepada anak-anaknya jika yang selama ini ia terapkan ternyata salah. Gangguan rasa nyaman nyeri pada keluarga Bp. Ld  Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran . Menonjolnya masalah : Ada masalah dan perlu segera ditangani 2/3 X 1 2/3 2/2 X 1 1 Total Ibu S menyadari anak-anaknya tidak banyak bercerita kepada dirinya dan suaminya.L khususnya Bp. Potensial masalah dapat dicegah : Tinggi 3/3 X 1 1 Ibu S dan anak-anaknya sudah memiliki kebiasaan jalan-jalan bersama.L . Ibu S juga sangat kooperatif.masalah dapat diubah : sebagian menerapkan sisitem komunikasi di dalam keluarga membatasi komunikasi antara anak dan orangtua ataupun antara anak yang satu dengan yang lainnya. Menonjolnya masalah : Ada masalah dan perlu segera ditangani 2/2 X 1 1 Ibu S mengatakan anaknya sudah semakin besar dan memerlukan perhatian sesuai masa pertumbuhannya supaya An. Ld dan kedua kakanya dapat berperilaku dan bergaul dengan baik di dalam dan luar rumah.L mudah bergaul dimasyarakat. 3 1/3 3. Potensial masalah dapat dicegah : Tinggi Ibu S dan Bpk. Total 4 2/3 4. L dan Ibu S tidak memberikan kepercayaan penuh pada anakanaknya. Ibu S menginginkan agar anak-anaknya mau terbuka dengan dirinya. Bp. Pola komunikasi tidak efektif pada keluarga Bp. sehinggga mudah bagi Ibu S dan anak-anak untuk menjalin kebersamaan dan meningkatkan kualitas komunikasi diantara mereka . Kemungkinan masalah dapat diubah : mudah 2/2 X 2 2 Ibu S merasa ingin tahu lebih banyak tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja. sehingga mudah bagi perawat untuk melakukan asuhan kepada keluarga.L dan Ibu S Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran Sifat Masalah : Ancaman 2/3 X 1 2/3 Masalah merupakan ancaman. khususnya An. sehingga anak-anaknya merasa terlalu diatur dan dibatasi dalam bergaul.

L  . Ld (skore: 3 5/6) 3. L adalah sebagai berikut: 1. Pola komunikasi tidak efektif pada keluarga Bp.Ld (skore: 3 1/3) 4.Ld juga cukup tinggi.L dan Ibu S ( skore: 4 2/3) 2. Hanya saja untuk merubah perilaku perlu waktu yang agak lama. Perhatian Ibu S terhadap sakit yang dirasakan An.   khususnya  An. karena An.L khususnya Bp. Gangguan konsep diri. Ld untuk segera senbuh.Ld khususnya An. Ld merasa perutnya sakit karena terlambat makan dan punya kebiasaan makan tidak teratur walaupun makanan sudah disiapkan.L khususnya pada An. Ld tidak pernah berubah walau sudah dikasih tahu berkalikali Potensial masalah dapat dicegah : cukup 2/3 X 1 2/3 Ada kemauan dari An. Kemungkinan masalah dapat diubah : sebagian 1/2 X 2 1/2 Ibu S dan An. Ld dan ingin sekali disembuhkan. jika An. Menonjolnya masalah : Masalah perlu segera ditangani 2/2 X 1 1 Ibu S mengatakan nyeri karena gastritis sangat mengganggu An. Ld telat makan atau makan/jajan sembarangan setelah tidak berapa lama pasti penyakit gastritisnya kambuh. Gangguan   rasa   nyaman   nyeri   pada   keluarga   Bp. Gangguan interaksi sosial pada keluarga Bp. Ld sangat menyadari.   Ld (skore: 3 1/6) .identitas diri pada keluarga Bp.Sifat Masalah : Kurang/tidak sehat 3/3 X 1 1 Masalah merupakan suatu yang tidak sehat. Tapi perilaku An. Total 3 1/6 Dari skoring di atas diagnosa keperawatan pada keluarga Bp.