You are on page 1of 10

“Zak.” jawab Zaki. Waktu yang sangat singkat.” . Semoga aja nggak menular ke aku. “Alhamdulillah aku nggak kena ya. Tapi. Waktu hari itu.Bulan Ramadhan Hari itu adalah hari ke 22 pada bulan ramadhan. masih 8 hari lagi untuk menuju hari kemenangan. terus aku juga belum pernah kena penyakit itu. adik kamu sakit apa ?” “Sakit cacar air. sama seperti aku kemaren. dan aku juga belum pernah sakit di bulan ramadhan. aku lagi bicara dengan keponakanku. dalam 8 hari itu aku mendapatkan sesuatu yang belum pernah aku alami.

. Sebelum makan.. aku membantu ibunya Zaki untuk menyiapkan makanan dan minuman. Hehehehe. Ketika bangun udah adzan. terus tadarus Al-qur’an. terus tidur. Sebelum berbuka puasa. Jam 4 aku bangun lalu mandi.“Ia.. karna kalau makan dulu aku takut kekenyangan. aku do’ain. Waktu buka puasa telah tiba. aku ada temennya untuk salat taraweh. tapi kepalaku pusing dan badanku panas. Rasanya segar sekali. Jadi kan. supaya mba Ani nggak sakit. aku nonton tv terus ketiduran.. aku salat dulu.” jawab Zaki Setelah itu aku salat. Ini adalah waktu yang aku tunggu pada bulan ramadhan. ayo salat taraweh?” ajak Zaki . Setelah itu. “Mba Ani. aku baca do’a lalu minum segelas air putih.

Selesai salat aku pulang. karana kepala mba Ani pusing banget. mba Ani nggak salat. Sebenarnya selain ngantuk kepalaku juga pusing. aku nggak ada temenya. maaf ya Zak. tapi kan.. please?” mohon Zaki “ Ya udah. kepalaku aku lagi pusing. mba Ani salat.“Emm. “Ani bangun. Terus Orang yang disampingku bilang begini “kenapa An. Sampai dirumah. mukanya marah sama aku.. karna kepalaku pusing. Tapi.. Zaki masuk kamar. Aku pun nggak mau. Aku merasa bersalah. Bunda Zaki “Iya mba Oni. udah jam ½ 4”.. iya”. cepetan!” jawab Zaki Ketika salat aku nggak konsen.” Jawab aku . tungguin ya?” jawab Ani “Ya. Zaki meminta agar aku mendengarkan ceramah. Terus Zaki marah sama aku.” Jawab Ani “Ayolah. Tapi. kamu ngantuk?” terus aku jawab “hmm. sebentar.

aku nggak berangkat sekolah. Zaki nggak salat. Ketika . Sampai disana. Ketika imsak aku minum sedikit.” Jawab Ani “Ya udah. semoga aja sembuh. tetapi nggak pusing. Tapi. kepalaku pusing. mau salat subuh?” tanya Zaki “Mba Ani salatnya dirumah.” Jawab Zaki Jam 5 aku bangun terus salat subuh lalu tadarus Al-qur’an. Jam 6 kurang aku bangun. nasinya juga sedikit. “Mba Ani. badanku panas lagi. setelah itu aku tidur lagi. terus tenggorokanku kering. terus tidur lagi. Sebelum tidur aku berniat kalau sampai pagi nggak sembuh. Selesai makan aku tidur di depan TV. Waktu makan aku lemas banget. Aku berangkat jam 6 lebih 40 menit. alhamdulillah kepalaku udah nggak pusing.Ketika aku bangun.

” “Hmm. Bel pulang kita masuk ke kelas. kalau masuk kekelas nanti kamu tambah panas. Ya udah. bangun jam 4 lebih..” “Nanti ke UKS yuh?” “Ngapain?” “Tiduran. “An. jam 4.2 dan 3 aku masuk. Kamu lagi sakit.” Di UKS aku tidur.mengikuti pelajaran aku nggak konsen.. mau taraweh?” tanya Zaki . yah?” “Nggak tahu.” tanya Fara “Belum. Terus aku pulang naik becak. panas nggak?” “Panas. kamu udah bayar SPP? Aku mau bayar. aku makan lalu minum obat. pegang tanganku. Sampai di rumah.” “Far. Jam pelajaran ke 1.5 dan 6 aku ke UKS sama Fara. “Mba Ani. sebentar aku mau ambil kartunya. Malam ini aku nggak taraweh. Sehabis itu aku tidur. An.

badanku panas lagi. “An. besok kedokter yuh?” “Besok. rasanya nggak enak.” Sore harinya. Zak. aku nyesel bilang seperti itu.. Hari itu aku juga nggak puasa. “Mba Ani tadi nggak berangkat sekolah. Gimana rasanya. Ketika Zaki pulang..” “Mba Ani itu sembuhnya lama loh? Kira-kira satu minggu. kanapa?” tanya Zaki “Mba Ani sakit Zak. mba Ani jangan bilang belum pernah sakit di bulan Ramadhan. ya udah ngga apa-apa.“Nggak. jam berapa?” .” “O. karna aku takut seperti kemaren.” “Sakit apa?” “Nggak tahu sakit apa.” “Makanya.” Keesokan paginya. enak apa nggak?” “Iya juga sih. bibiku menyarankan aku supaya di bawa kedokter. Sekarang udah merasakan. aku tahu.” “Iya. mungkin seperti Bimo. seperti biasa aku ngbrol sama Zaki. aku nggak sekolah.

kakaku juga kedokter. Siang harinya aku minum obat. udah sembuh?” tanya Bimo “Udah lumayan. Jam ½ 4 kita semua sahur. Bim. mau. Bimo udah sembuh?” “Bimo udah donk. “Mba Ani.. karna kakaku juga sama kaya aku. terus kenapa?” “Nggak apa-apa. kedua oang tuaku sampai dirumah.“Jam 6 pagi. Dua hari kemudian. Mba Ani seneng kan?” “Itu udah pasti. Mau nggak?” “Hmm. Obatnya banyak banget. Mba Ani. Tapi. Mereka membawa banyak barang.. akukan belum pernah makan obat sebanyak itu. nanti malam mamahnya mba Ani pulang kan?” “Iya. itu tetap harus aku makan.” Sekitar jam ½ 2 malam. . aku udah agak sehat. besar-besar lagi.” Besok paginya aku kedokter.

Jadi. Sekitar jam 3 sore aku sama mamahku ke pasar. saudaraku datang kerumah. Sehabis itu keluarga dan tetanggaku datang kerumah untuk silaturahmi. Ternyata pakdhe dan budhe pulang. Lebaran tahun ini cukup menyenangkan dan menyedihkan. Selesai salat kita pulang lalu makan ketupat. aku nggak tahu gimana keadaan waktu malam takbiran. Pulang jam ½ 6 sore. Aku kira nggak pulang. . aku makan bakso. Kira-kira jam 6 kurang aku sama keluarga salat ID di masjid Agung. Jam ½ 3 malam aku bangun.Dua hari kemudian. Sehabis azan subuh aku mandi lalu salat. aku kasih sambal banyak banget. terus kepalaku pusing. Sedih rasanya. Ketika malam takbiran aku Cuma tertidur pulas di kamar. Sehabis makan bakso. Pulang pasar. perutku sakit. mules.

. Sedangkan menyedihkanya aku sakit.Menyenangkan karena keluarga aku kumpul.