You are on page 1of 35

REFRAT

KEGAWATAN DIABETES MELITUS

Diajukan Oleh :
Agus Kresna Hardikha, S.Ked
J510155023

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015

Hipoglikemia

Kegawatan
Diabetes Melitus

HONK

KAD

Hipoglikemia

Keadaan yang menunjukkan kadar
glukosa darah di bawah normal
(<50mg/dL)

Hipoglikemia terjadi kadar glukosa yang rendah yaitu kurang
dari 50 mg/dl(2,8 mmol/L) atau bahkan kurang dari 40 mg/dl
(2,2 mmol/L).
Kadar glukosa darah keseluruhan (whole blood) lebih rendah
10% dibandingkan dengan kadar glukosa plasma dikarenakan
eritrosit memiliki kadar glukosa yang relatif rendah

dan sekitar 90% pasien dgn insulin DM tipe 2. pasien DM tipe 2 ririsko hipoglikemi berat rendah dalam tahun pertama (7%) ↓ 25 % (↑) dalam perjalanan DM . 20x lipat lebih tinggi dari pada DM tipe 1  Pengobatan Insulin Studi di Inggris.EPIDEMIOLOGI hipoglikemi ditemukan pada pasien DM.

ETIOLOGI hiperinsulinemia Intoleransi fruktosa herediter Pasca makan galaktosemia Hipoglikemia Puasa idiopatik Rawat inap .

.

karena gangguan kognitif • membutuhkan terapi parenteral (glukosa IV atau IM) • Disertai koma atau kejang . dapat diatasi sendiri • Tidak ada gangguan aktivitas sehri-hari • Simptomatik.Ringan • Simptomatik. dapat diatasi sendiri • Menimbulkan gangguan aktivitas Sedang Sedang Berat • Tidak selalu simptomatik.

.

 Gangguan fungsi otak sudah dapat terjadi pada kadar glukosa 55mg/dL  apabila terjadi berulang  merusak mekanisme proteksi endogen thd hipoglikemi yg lebih berat .Manifestasi Klinis  Hipoglikemia ditegakkan bila kadar glukosa <50mg/dL.

jangan memberikan minuman atau makanan  resiko aspirasi .Manajemen hipoglikemia menurut Soemadji (2009) tergantung pada derajat hipoglikemia. madu • Bila tidak membaik dlm 15 menit ulangi • Tidak dianjurkan untuk memberikan makanan tinggi kalori (cokelat.ice cream) Hipoglikemia berat • Tergantung dengan tingkat kesadaran pasien • Bila tidak sadar.kue. yaitu : Hipoglikemia ringan • Diberikan 150-200 ml minuman manis.

Terapi Medikamentosa Glukosa oral Glukosa intravena Glucagon (SC/IM) Thiamine 100 mg (SC/IM) pada pasien alkoholisme Monitoring .

Kadar Glukosa (mg/dL) Terapi Hipoglikemia < 30 mg/dl Injeksi IV dextrose 40 % (25 cc) bolus 3 flakon 30-60 mg/dl Injeksi IV dextrosa 40 % (25 cc) bolus 2 flakon 60-100 mg/dl Injeksi IV dextrosa 40 % (25 cc) bolus 1 flakon Follow up :  Periksa kadar gula darah 30 menit setelah injeksi.  Setelah 30 menit pemberian bolus 3 atau 2 atau 1 flakon dapat diberikan 1 flakon lagi sampai 2-3 kali untuk mencapai kadar glukosa darah 120 mg/dl. .

...PENCEGAHAN HIPOGLIKEMIA  Edukasi mengenai penggunaan obat antidiabetik oral maupun insulin  Pola makan Aktivitas sehari-hari  Konsumsi alkohol Rencana pengelolaan diabetes ...

Penderita DM : Penyebab hipoglikemi bersifat simtomatik dan segera diobati  dubia et bonam Bukan penderita DM : Tidak memiliki prognosis relevan dapat bersifat baik maupun buruk untuk jangka panjang. ..PROGNOSIS...

HONK KAD Hiperglikemia .

Definisi KAD Ketoasidosis diabetik adalah keadaan dekompensasi-kekacauan metabolic yang ditandai oleh trias hiperglikemia. asidosis. . terutama disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relatif. dan ketosis.

kadar glukosa darah awal yang tinggi. syok berat. pasien usia lanjut. infark miokard akut yang luas.EPIDEMIOLOG I Angka kematian pasien dengan KAD di negara maju mencapai 9-10% Sedangkan di klinik dengan sarana sederhana dan pasien usia lanjut angka kematian dapat mencapai 25 – 50% Angka kematian menjadi lebih tinggi pada beberapa keadaan yang menyertai KAD. seperti sepsis. uremia dan kadar keasaman darah yang rendah .

pheochromocytoma ETIOLOGI .infeksi cerebrovascular accident alcohol abuse pankreatitis infark jantung trauma obat DM tipe 1 yang baru diketahui dan diskontinuitas (kepatuhan) atau terapi insulin inadekuat.

P A T O G E E S I S .

• Kadang-kadang disertai hipovolemia sampai syok.Gejala Klinis KAD • Pernapasan cepat dan dalam (kussmaul). demam. Bau aseton dari hawa napas tidak selalu mudah tercium. Derajat kesadaran pasien bervariasi. • Keluhan poliuria dan polidipsi seringkali mendahului KAD • Riwayat berhenti menyuntik insulin. atau infeksi. . lidah dan bibir kering). mulai dari kompos mentis sampai koma. • Berbagai derajat dehidrasi (turgor kulit berkurang.

dan status hidrasi Pemeriksaan laboratorium yang paling penting dan mudah adalah pemeriksaan kadar glukosa darah dengan glucose sticks dan pemeriksaan urine dengan menggunakan urine strip untuk melihat secara kualitatif jumlah glukosa.DIAGNOSIS anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cepat dan teliti terutama memperhatikan patensi jalan napas. status ginjal dan kardiovaskular. anion gap. . dan leukosit dalam urine. status mental. nitrat. pH darah dan juga idealnya dilakukan pemeriksaan kadar AcAc dan laktat serta 3HB. Pemeriksaan laboratorium lengkap untuk dapat menilai karakteristik dan tingkat keparahan KAD meliputi kadar HCO3. keton.

Kriteria diagnostik KAD menurut American Diabetes .

TERAPI Terapi cairan • Resusitasi cairan hendaknya dilakukan secara agresif. Targetnya adalah penggantian cairan sebesar 50% dari kekurangan cairan dalam 8 – 12 jam pertama dan sisanya dalam 12 – 16 jam berikutnya Terapi terhadap infeksi yang menyertai • Antibiotika diberikan sesuai dengan indikasi. terutama terhadap faktor pencetus terjadinya KAD .

Komplikasi Akibat Penatalaksanaan KAD .

Diagnosis banding HHS (Hyperglicemic Hyperosmolar State) Asidosis laktat .

Edukasi Pengontrolan kadar gula darah Pemantauan kadar gula darah Pencegahan .

tergantung dalam jumlah kecil sekitar pada usia.Prognosis Prognosis pada KAD masih Kematian pada penyakit ini tergolong dubia. adanya infark 5%. syok . miokard akut. sepsis.

kejang dan suatu keadaan yang disebut koma . yang bisa menyebabkan kebingungan mental.Hiperglikemia Hiperosmolar Non Ketotik (HONK) DEFINISI Suatu komplikasi akut dari diabetes melitus di mana penderita akan mengalami dehidrasi berat. pusing.

Kadar CO2 normal. Manifestasi Klinis HONK . Osmolaritas serum tinggi dengan gejala SSP minimal Kerusakan fungsi ginjal. Hipernatremia. Kadar HCO3 kurang dari 10 mEq/L. Asidosis ringan.Agak mengantuk. Tidak ada ketonemia. Poliuria selam 1-3 hari sebelum gejala klinis timbul. insiden stupor atau sering koma. hipovolemi Glukosa serum mencapai 6002400 mg/dl. Kadang terdapat gejala gastrointestinal. Kalium serum biasanya normal. Tidak ada hiperventilasi dan tidak ada bau napas. Dehidrasi.

Gagal jantung Koma Komplikasi Gagal ginjal Gangguan hati .

Rehidrasi dengan mengunkan cairan Hindari infeksi sekunder Terapi Kalium Insulin .

Buku ajar ilmu penyakit dalam. Philip E.com/w/page/17680209/Hypoglycemia%20During%20Therapy%20of %20Diabetes%20> diakses pada Kamis 3 Oktober 2013 21. Diabetic Acidosis.22. California: Lucile Packard Children’s Hospital.lpch. 3rd ed.168(7): p. Philip E. In: LeRoith D. available at {http://www. Hyperosmolar Coma.1438-49.DAFTAR PUSTAKA Alberti KG. American Diabetes Association. Hyperglycemic Crisis in Diabetes. Elsevier’s Integrated Physiology.com/w/page/17680209/Hypoglycemia%20During%20Therapy%20of %20Diabetes%20> diakses pada Kamis 3 Oktober 2013 21.pbworks. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Diabetes Care 2004. editors. Cryer.pbworks.27(1):94.859-66. Hypoglicemia During Therapy of Diabetes. p. Hypoglycemia (Low Blood Sugar). 2013. Edisi ketiga.22. Jakarta: balai penerbit FKUI. 2nd ed. 2011. Robert G. p. editor.. Hypoglicemia During Therapy of Diabetes. Chiasson JL. Diagnosis and Treatment of Diabetic Ketoacidosis and The Hyperglycemic Hyperosmolar State.html} diakses 7 Oktober 2013 pukul 19:00 Asman. and Lactic Acidosis. Olefsky JM. Diabetic Ketoacidosis and The Hyperglycemic Hyperosmolar Syndrome. Cryer. Tersedia di <http://diabetesmanager. 2011. Diabetes mellitus a fundamental and clinical text. . . Ennis ED.2000.102. 1996. In: Becker KL. 2004. 2007. Philadelphia: Mosby Elsevier. Anonymous.336-46. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Kreisberg RA. Carrol. Canadian Medical Association Journal 2003.org/DiseaseHealthInfo/HealthLibrary/diabetes/hypo. Tersedia di <http://diabetesmanager. Principles and practice of endocrinology and metabolism. Taylor SI.

Diabetes Mellitus.2006. 2006. editor. The medical student forum. Jakarta: EGC. Epistaxis. Masharani U. Diabetic Ketoacidosis. O.1111-5. Dyspneu. In: McPhee SJ. Sylvia Anderson. McGraw-Hill Medical Publishing Divison. Harrison’s endocrinology.nih.gov/pubmed/17167310} diakses 12 Juli 2015. 1995.109(10):453-4. Edisi 3.com. 49th ed.www.. Hamdy. 2011. Bicarbonate Therapy in Diabetic Ketoacidosis. Price. editors.medkaau. 2010. Sucher. Available at: http//.nlm. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit.com/article/122122-overview#aw2aab6b2b6 Kitabachi AE. 2000. New York: McGraw-Hill. Jakarta: Media Aesculapius. Powers AC. Mansjoer. Marcia. et al. Incidence and prognostic significance of hypoglycemia in hospitalized nondiabetic elderly patients. US: Harvard Medical Schoolavailable at {http://emedicine. Longo. Kathryn P. In: Jameson JL.ncbi. Bratisl Lek Listy 2009. Management of Diabetic Ketoacidosis. Guralp I. p. Belmont: Thomson Learning Inc. 2012.Guneysel O. Diabetic Ketoacidosis. Wall BM. Onur O.medscape. Manucci et al. Accessed on: September 23rd. Harrison’s Principles of Internal Medicine 18th Edition. Papadakis MA. New York: Lange.. USA: NCBI available at {http://www. Dan L. Nutrition Therapy and Pathophysiology. Nelms.. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 4. New York. Hypoglycemia. 2013. Lange current medical diagnosis and treatment. 2007. Arif.60:455-64. .283-332. NN. dan Sara Long. Sepsis.p. American Family Physician 1999.

Setiati S. Ketoasidosis Diabetik. p. editors. Diagnosis and Management of Diabetic Ketoacidosis in Adults.97(12):773-80. In: Sudoyo AW. BukuAjarIlmuPenyakitDalam. Setiyohadi B. DjokoWahono. Alwi I. Diabetes Spectrum 2002. Van Zyl DG.15(1):28-35. 2010. Sperling MA. Umpierrez GE. 4th ed. Stefan. Murphy MB. New York: Thieme. dan Florian Lang. Wallace TM. Diabetic Ketoacidosis in Infants. Simadibrata M. Diabetes Care 2006. Hospital Physician 2008. Children. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. 2000. p. Epps KC.29(5):1150-6. and Adolescents. Yehia BR. Recent Advances in The Monitoring and Management of Diabetic Ketoacidosis. Dwi. Matthews DR. Trachtenbarg DE. Glaser N.1874-7. Diagnosis and Treatment of Diabetic Ketoacidosis. Diabetic Ketoacidosis and Hyperglycemic Hyperosmolar Syndrome. Jakarta: Interna Publishing Soewondo P.Silbernagl. Wolfsdore JW. Edisi V. Golden SH. 21-35.Soemadji. Diabetic Ketoacidosis. Sutanegara. Kitabachi AE. Q J Med 2004. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.50:39-49. 2009. SA Fam Prac 2008. The epidemiology and management of diabetes mellitus in Indonesia. American Family Physician 2005. Color Atlas of Pathophysiology 2nd Ed. .71(9): 1705-14. 2006.

.Alhamdulillah..