You are on page 1of 23

STUDI PENGETAHUAN SISWA(I) TENTANG BAHAYA

HIV/AIDS DI KELAS XI IA 3 SMAN 3
PALANGKA RAYA

Proposal ini diajukan sebagai
Salah satu syarat untuk memenuhi mata kuliah
RISET KEPERAWATAN

OLEH:
IRMA YUNITA
NIM. PO.62.20.1.07.061

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN PALANGKA RAYA
JURUSAN KEPERAWATAN
2010

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dikatakan bahwa segala upaya dalam
pembangunan kesehatan di Indonesia diarahkan untuk mencapai derajat kesehatan
yang lebih tinggi, yang memungkinkan orang hidup lebih produktif, baik sosial
maupun ekonomi. SKN pada hakikatnya merupakan tatanan yang mencerminkan
derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu perwujudan kesejahteraan umum
seperti yang tercantum.
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan
tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik,
emosi, sosial dan spiritual.
Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan
yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari
penyakit atau kelemahan dalam pembukaan UUD 1945.
UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif
secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat
sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan
di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Masalah pergaulan bebas, obat-obatan, kehamilan remaja sejak dulu
merupakan bahaya yang sudah sering terjadi di kalangan remaja yang kurang

dan ketakutan untuk ditolak oleh masyarakat terutama kalangan sebayanya sangat mewarnai pertumbuhan karakter dan perubahan perilaku seorang remaja. ajakan untuk minum alkohol atau merokok. AIDS ternyata mengancam seluruh lapisan masyarakat. hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS. Kebanyakan remaja berada pada usia belasan atau duapuluhan tahun. . tak terkecuali generasi muda kita. tidak mempan atau tidak akan dikenai penyakit apa pun. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah sindrom dengan gejala penyakit infeksi oportunustik atau kanker tertentu akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Periode ini adalah masa-masa di mana seseorang merasa tubuhnya kuat. Padahal pada masa inilah seorang remaja cenderung untuk mengumbar berbagai nafsu dan energi yang meluap-luap. amat mudah terpapar pada pergaulan modern beserta ekses-eksesnya. Dan kini AIDS menambah pada sejumlah ancaman itu. segar. Pemahaman yang keliru mengenai kekebalan atau ketahanan remaja itu ditambah dengan faktor-faktor lain yang pada akhirnya membuat para remaja mudah terpapar atau nekad menempuh risiko-risiko sehingga dapat mengakibatkan kecepatan lalu lintas karena ngebut. kehamilan yang tak diinginkan.mendapat bekal keimanan dan pedoman hidup yang cukup. Masalah AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang merebak akhirakhir ini sudah tidak dapat dianggap enteng lagi. Setiap masalah tersebut merupakan kerugian yang cukup besar bagi individu. keluarga dan masyarakat. Dorongan nafsu yang mudah terangsang. Akan tetapi AIDS mempunyai suatu kekhususan yang membuat kita perlu memberikan perhatian tersendiri. Mahasiswa / siswa terlebih yang berada di kota besar.

penggunaan jarum suntik pecandu narkotik dan free sex serta orang-orang yang mengabaikan nilai-nilai moral. dengan akibat turunnya/hilangnya daya tahan tubuhnya sehingga mudah terjangkit dan meninggal karena penyakit infeksi. dan agama.HIV/AIDS dan permasalahannya : 1) AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang mudah menular dan mematikan. telah menyebabkan perubahanperubahan nilai kehidupan yang cenderung mengabaikan nilai-nilai moral. termasuk nilai-nilai hubungan seksual antar individu. 5) Permasalahan lain yang berdampak sangat tinggi bagi penularan virus AIDS adalah remaja yang meninggalkan rumah/minggat menjadi anak jalanan. Virus tersebut merusak system kekebalan tubuh manusia. etik. Dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin pencegahnya atau obat untuk penyembuhannya. usia produktif. promiskuitas. kanker lainnya. 2) Menurut perhitungan WHO (1992) tidak kurang dari 3 orang di seluruh dunia terkena infeksi virus AIDS setiap menitnya. 4) Pola dan gaya hidup barat sebagai konsekuensi modernisasi. etik. dan tuna susila yang melakukan seksual aktif dan pecandu narkoba secara bebas dan tidak terjaga kebersihan/kesehatannya. Dan yang mengerikan adalah jumlah penderita 70% adalah kalangan pemuda. . 3) Kelompok resiko tinggi terjangkitnya penyakit bahaya ini adalah homoseksual. industrialisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. heteroseksual. dan agama (khususnya para remaja/generasi muda usia 13-25 tahun).

Jumlah ini jauh dari estimasi Depkes pada 2006. sekitar 40 juta orang terjangkit HIV dan 4. Tahun 2008 tercatat empat orang yang positif. Meningkatnya infeksi HIV jelas ditemukan di Asia Timur dan Tengah serta di Eropa Pada akhir tahun 2002. 19. Menurut laporan terakhir Program AIDS dari PBB. Rentang tahun 2002 – 2008 tercatat 126 orang positif mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus).2 juta anak dibawah usia 15 tahun. Di wilayah itu.000 penderita. Departemen Kesehatan (Depkes) mencatat sampai November 2008. ada 18. Di akhir penghujung tahun 2008 ini. yakni 193.Jumlah orang yang tertular penyakit AIDS tetap meningkat di seluruh dunia. hidup hampir dua pertiga dari seluruh jumlah penderita Aids di dunia. tercatat 7 orang dinyatakan menderita AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).963 orang tertular HIV.000 ODHA di Indonesia pada tahun 2008.2 juta diantaranya perempuan dan 3. . UNAIDS mengestimasi ada 270. Sumber: Harian Kalteng Pos (24 November 2008). Jumlah pengidap HIV/AIDS di Propinsi Kalimantan Tengah dari tahun ke tahun makin meningkat.3 juta di antaranya baru tertular. tahun 2007 117 sampel posotif tujuh orang. Menurut survei oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya tahun 2006 492 sampel positif empat orang. Penyakit yang menyebabkan melemahnya kekebalan tubuh itu tetap paling banyak ditemukan di wilayah Afrika di Sahara Selatan. Bahkan. UNAIDS memperkirakan diseluruh dunia terdapat 42 juta orang yang hidup dengan HIV(Odha).

Mengetahui tingkat pengetahuan siswa(i) tentang bahaya HIV/AIDS dikelas XI IA 3 SMAN 3 Palangka Raya 2. 1985). maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana gambaran pengetahuan siswa(i) tentang bahaya HIV/AIDS di kelas XI IA 3 SMAN 3 Palangka Raya? 1.4. 1. Mendapatkan gambaran pengetahuan siswa(i) tentang bahaya HIV/AIDS dikelas XI IA 3 SMAN 3 Palangka Raya .2. Tujuan Penelitian Tujuan Umum : 1. 1.3. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang. peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai studi pengetahuan siswa(i) tentang bahaya HIV/AIDS di kelas XI IA 3 SMAN 3 Palangka Raya. Apakah siswa(i) SMAN 3 Palangka Raya kelas XI IA 3 mengetahui tentang bahaya HIV/AIDS dikalangan remaja? 2.Berdasarkan masalah diatas. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah “Cross Sectional” artinya subyek diobservasi hanya satu kali dan pengukuran varibel independen dan dependen dilakukan pada saat pengkajian data (Sastro Asmoro dan Ismail.

5. 3. 2. Bagi Sekolah (SMAN 3 Palangka Raya) Memperoleh informasi gambaran pengetahuan tantang bahaya HIV/AIDS dikalangan siswa(i) SMAN 3 Palangka Raya khususnya di kelas XI IA 3. Bagi Profesi Keperawatan Diharapkan agar proposal ini dapat menjadi bahan masukan dan informasi bagi profesi keperawatan serta menambah pengetahuan tentang HIV/AIDS dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan HIV/AIDS . Bagi Institusi Pendidikan Memberikan masukan dan sumber informasi bagi institusi Politeknik Kesehatan Palangka Raya dan sebagai perbandingan bagi mahasiswa (i) dalam pembuatan proposal yang akan datang. Manfaat Penelitian 1.Tujuan Khusus: 1) Mengetahui gambaran pengetahuan siswa(i) tentang pengertian HIV/AIDS di dikelas XI IA 3 SMAN 3 Palangka Raya 2) Mengetahui gambaran pengetahuan siswa(i) tentang penyebab HIV/AIDS di dikelas XI IA 3 SMAN 3 Palangka Raya 3) Mengetahui gambaran pengetahuan siswa(i) tentang cara penularan HIV/AIDS dikelas XI IA 3 SMAN 3 Palangka Raya 4) Mengetahui gambaran pengetahuan siswa(i) tentang faktor resiko HIV/AIDS dikelas XI IA 3 SMAN 3 Palangka Raya 1.

1.6. 4. Bagi Peneliti Sebagai media belajar untuk manambah pengetahuan dan pengalaman serta menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Palangka Raya.serta sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat terhadap profesi di masyarakat. Ruang Lingkup Penelitian ini dilakukan di kelas XI IA 3 SMAN 3 Palangka Raya. .

1. FIV.1. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah sindrom dengan gejala penyakit infeksi oportunustik atau kanker tertentu akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Definisi HIV adalah (Human Immunodeficiency Virus) yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun. .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dan lain-lain).1 HIV/AIDS 2.  Acquired : Didapat. Bukan penyakit keturunan  Immune : Sistem kekebalan tubuh  Deficiency : Kekurangan  Syndrome : Kumpulan gejala-gejala penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV.

Smetzler dan Barbara G. (Suzane C. (Center for Disease Control and Prevention) HIV/AIDS adalah penyakit menular yang sangat berbahaya dimana ia telah mengancam eksistensi manusia di dunia dan dapat menimpa siapa saja tanpa memandang jenis umur dan profesi. seorang ilmuan prancis (Institute Pasteur. mulai dari kelainan ringan dalam respon imun tanpa tanda dan gejala yang nyata hingga keadaan imunosupresi dan berkaitan dengan berbagai infeksi yang dapat membawa kematian dan dengan malignitas yang jarang terjadi. Pada penelitian lebih lanjut dibuktikan bahwa kedua virus ini sama. USA 1984) menemukan virus HTLV-III (human T Lymphotropic Virus) yang juga adalah penyebab AIDS. HIV/AIDS dinilai sebagai (bahaya global). Etiologi AIDS disebabkan oleh virus yang disebut HIV. AIDS diartikan sebagai bentuk paling hebat dari infeksi HIV. 2. yang mengisolasi virus dari seorang penderita dengan gejala limfadenopati.1. Gallo (National institute of health. sehingga paa waktu itu dinamakan Lymphadenopathy Associated Virus (LAV). Paris 1983).2.AIDS diartikan sebagai bentuk paling erat dari keadaan sakit terus-menerus yang berkaitan dengan infeksi Human Immunodeficiency Virus ( HIV). Pada tahun 1986 di Afrika ditemukan virus lain yang dapat pula .Bare). Virus ini diketemukan oleh Montagnier. sehingga berdasarkan hasil pertemuan international committee on taxonomy of viruses (1986) WHO memberikan nama resmi HIV. Karenanya.

Pada saat sel T4 terinfeksi dan ikut dalam respon imun. Human Immunodeficiency virus (HIV) menginfeksi sel lewat pengikatan dengan protein perifer CD 4. geja-geja infeksi (herpes zoster dan jamur oportinuistik) muncul.menyebabkan AIDS. 2-3 tahun setelah infeksi. Selama waktu ini.3 Patofisiologi Sel T dan makrofag serta sel dendritik/langerhans (sel imun) adalah sel-sel yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan terkonsentrasi dikelenjar limfe. jumlah sel T4 dapat berkurang dari sekitar 1000 sel per ml darah sebelum infeksi mencapai sekitar 200-300 per ml darah. Untuk memudahkan. HIV-2 dianggap kurang patogen dibandingkan dengan HIV-1.1. dan berbeda denga HIV-1 secara genetik maupun antigenetik. kedua virus itu disebut sebagai HIV saja. Dengan menurunnya jumlah sel T4. jumlah T4 kemudian menurun akibat timbulnya penyakit baru akan menyebabkan virus berproliferasi. maka Human Immunodeficiency Virus (HIV) menginfeksi sel lain dengan meningkatkan reprouksi dan banyaknya kematian sel T4 yang juga dipengaruhi respon imun sel killer pejamu. dalam usaha mengeliminasi virus dan sel yang terinfeksi. 2. Seseorang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dapat tetap tidak memperlihatkan gejala (asimptomatik) selama bertahun-tahun. disebut HIV-2. lima dan sumsum tulang. Akhirnya terjadi infeksi yang parah. Seorang . dengan bagian virus yang bersesuaian yaitu antigen grup 120. maka system imun seluler makin lemah secara progresif. Sewaktu sel T4 mencapai kadar ini. Diikuti berkurangnya fungsi sel B dan makrofag dan menurunnya fungsi sel T penolong.

4. kanker atau dimensia AIDS. 2.didiagnosa mengiap AIDS apabila jumlah sel T4 jatuh dibawah 200 sel per ml darah.1. atau apabila terjadi infeksi oportinuistik. Manifestasi Klinis Gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS : Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi) : Gejala Mayor : 1) Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan 2) Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan 3) Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan 4) Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis 5) Demensia/ HIV ensefalopati Gejala Minor : 1) Batuk menetap lebih dari 1 bulan 2) Dermatitis generalisata 3) Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang 4) Kandidias orofaringeal 5) Herpes simpleks kronis progresif 6) Limfadenopati generalisata 7) Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita 8) Retinitis virus sitomegalo Kasus Dewasa: Bila seorang dewasa (>12 tahun) dianggap AIDS apabila menunjukkan tes HIV .

2. Kategori klinis A Mencakup satu atau lebih keadaan ini pada dewasa / remaja dengan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang sudah dapat dipastikan tanpa keadaan dalam kategori klinis B dan C. a. 4) Ibu yang terinfeksi kepada janin yang dikandungnya atau disusuinya HIV tidak ditularkan melalui : jabatan tangan. oral. Klasifikasi Sejak 1 januari 1993. 2) Transfusi darah atau penggunaan jarum suntik secara bergantian.6. sentuhan. menggunakan peralatan makan/minum yang sama.1. memakai jamban yang sama atau tinggal serumah. Cara Transmisi HIV dapat ditularkan melalui 3 cara. pelukan. dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV. gigitan nyamuk.1. ciuman. orang-orang dengan keadaan yang merupakan indicator AIDS (kategori C) dan orang-orang termasuk didalam kategori A3 atau B3 dianggap menderita AIDS. 3) Melalui Alat Suntik.positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang-kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor. 1) Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang simptomatik . 2.5. yaitu : 1) Hubungan seks (anal. vaginal) yang tidak terlindungi dengan orang yang telah terinfeksi HIV.

2) Limpanodenopati generalisata yang persisten (PGI : Persistent Generalized Limpadenopthaty) 3) Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) primer akut dengan sakit yang menyertai atau riwayat Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang akut. Kategori klinis C Contoh keadaan dalam kategori pada dewasa dan remaja mencakup : 1) Kandidiasis bronkus. Kategori Klinis B Contoh-contoh keadaan dalam kategori klinis B mencakup : 1) Angiomatosis Baksilaris 2) Kandidiasis Orofaring / Vulvavaginal (persisten. trakea / paru-paru. khusus dengan abses Tubo Varii c.5oC ) atau diare lebih dari 1 bulan 5) Leukoplakial yang berambut 6) Herpes zoster yang maliputi 2 kejadian yang berbeda / terjadi pada lebih dari satu dermaton saraf 7) Idiopatik Trombositopenik Purpura 8) Penyakit inflamasi pelvis. b. esophagus 2) Kanker serviks inpasif 3) Koksidiomikosis ekstrapulmoner / iseminata 4) Kriptokokosis ekstrapulmoner .frekuen / responnya jelek terhadap terapi 3) Displasia Serviks (sedang / berat karsinoma serviks in situ) 4) Gejala konstitusional seperti panas ( 38.

HPV oral. karena reaksi terapeutik. gingivitis. disfasia dan isolasi sosial. hipoglikemia. 3) Infark serebral kornea sifilis meningovaskuler. peridonitis Human Immunodeficiency Virus (HIV). total / parsial. bronchitis. lien. sarcoma kaposi. ketidakseimbangan elektrolit.7. meningitis/ensefalitis. hipotensi sistemik. dan meranik endokarditis 4) Neuropati karena inflamasi demielinasi oleh serangan .5) Kriptosporiosis internal kronis 6) Cytomegalovirus (bukan hati. nutrisi. atau kelenjar limfe) 7) Refinitis Cytomegalovirus (gangguan penglihatan) 8) Enselopathy berhubungan dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) 9) Herpes simpleks (ulkus kronis. kelemahan. dehidrasi. pneumonitis / esofagitis) 10) Histoplamosis (diseminata / ekstrapulmoner ) 2. Oral lesi Karena kanididia.1. Neurologis 1) Kompleks dimensia AIDS karena serangan langsung Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada sel syaraf. hipoksia. keletihan dan cacat. 2) Enselophaty akut. penurunan berat badan. berefek perubahan kepribadian. Komplikasi a. malaise demam. herpes simplek. kerusakan kemampuan motorik. leukoplakia oral. b. Dengan efek: sakit kepala. paralise.

d. limpoma. Respirasi Infeksi karena Pneumocystic Carinii. 2) Hepatitis karena baketeri dan virus. infeksi sekuner dan sepsis. ikterik. Dengan efek. gatal-gatal dan diare. virus influenza. malabsorbsi. an dekubitus dengan efek nyeri. . anoreksia. alkoholik. reaksi otot. dermatitis karena xerosis. f. e. pertumbuhan cepat flora normal. mual muntah.Immunodeficiency Virus (HIV). obat illegal. ulkus dan inflamasi perianal yang sebagai akibat infeksi. limpoma. Gastrointestinal 1) Diare karena bakteri dan virus. pneumococcus dan strongyloides dengan efek nafas pendek. dan sarcoma kaposi. dan dehidrasi. citomegalovirus. batuk. dengan efek inflamasi sulit dan sakit. kehilangan pendengaran dengan efek nyeri. sarcoma kaposi. nyeri rectal. nyeri. 3) Penyakit Anorektal karena abses dan fistula. demam atritis. c. nyeri abdomen. Sensorik Pandangan : sarkoma kaposi pada konjungtiva berefek kebutaan Pendengaran : otitis eksternal akut dan otitis media. rasa terbakar. lesi scabies/tuma. penurunan berat badan. gagal nafas. Dermatologik Lesi kulit stafilokokus : virus herpes simplek dan zoster. hipoksia. keletihan. Dengan anoreksia. gatal. demam.

karena telah terbentuk antibody terhadap HIV 4) Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun. misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh. diare terus menerus. umumnya berkisar 2 minggu . dan lain-lain. tergantung daya tahan tubuhnya 4) Tahap 4: AIDS .8. tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek 3) Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) 1) Sistem kekebalan tubuh semakin turun 2) Mulai muncul gejala infeksi oportunistik.6 bulan 2) Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun 1) HIV berkembang biak dalam tubuh 2) Tidak ada tanda-tanda khusus.Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat 3) Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini 4) Tahap ini disebut periode jendela.2. penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat 3) Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang. sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah 2) Tidak ada tanda-tanda khusus. Tahapan HIV Menjadi AIDS Ada beberapa tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS: 1) Tahap 1 : Periode Jendela 1) HIV masuk ke dalam tubuh.1. flu.

. Mencegah kontak dengan alat-alat tercemar dengan prinsip “universal Precaution” e. Memeriksa adanya virus paling lambat 6 bulan setelah hubungan seks terakhir yang tidak terlindungi c. Melakukan abstinensi seks / melakukan hubungan kelamin dengan pasangan yang tidak terinfeksi b.1) Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah 2) Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah 2. d. Program pencegahan penularan ibu keanak Apabila terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) maka terapinya yaitu : a. Tidak memakai Napza apalagi dengan cara menyuntik f. mengendalikan. Pencegahan pada tranfusi darah dengan skrining g.1. dan pemulihan infeksi opurtunustik. Pengendalian infeksi opurtunustik Bertujuan menghilangkan.9. Pencegahan Belum ada penyembuhan untuk AIDS. jadi perlu dilakukan pencegahan Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk mencegah terpajannya Human Immunodeficiency Virus (HIV) bisa dilakukan dengan : a. Menggunakan pelindung jika berhubungan dengan orang yang tidak jelas status Human Immunodeficiency Virus (HIV) nya. nasokomial atau sepsis. Tindakan pengendalian infeksi yang aman untuk mencegah kontaminasi bakteri dan komflikasi penyebab sepsis harus dipertahankan bagi pasien dilingkungan perawatan klinis.

Terapi AZT (Aziotimidin) Disetujui FDA (1987) untuk pengunaan obat antiviral AZT yang efektif terhadap AIDS. maka perawat unit khusus perawatan kritis dapat menggunakan keahlian dibidang proses keperawatan dan penelitian untuk menunjang pemahaman dan keberhasilan terapi AIDS. alkohol dan obat-obatan yang . e. Obat-obat ini adalah :  Didanosine  Ribavirin  Diedoxycytidine  Recombinant CD 4 dapat larut d. Terpai Antiviral Baru Beberap antiviral baru yang meningkatkan aktivitas system imun dengan menghambat replikasi virus / memutuskan rantai reproduksi virus pada prosesnya. obat Immunodeficiency ini menghambat replikasi antiviral Human Virus (HIV) dengan menghambat enzim pembalik traskriptase. makan-makanan sehat. hindari stress. Pendidikan untuk menghindari alkohol dan obat terlarang. gizi yang kurang. AZT tersedia untuk pasien AIDS yang jumlah sel T4 nya <>3. Sekarang.b. Vaksin dan Rekonstruksi Virus Upaya rekonstruksi imun dan vaksin dengan agen tersebut seperti interferon. AZT tersedia untuk pasien dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif asimptomatik dan sel T4 >500 mm3 c.

f.mengganggu fungsi imun. Menghindari infeksi lain. . karena infeksi itu dapat mengaktifkan sel T dan mempercepat reflikasi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

1 Kerangka Konsep Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyakit malaria serebral terhadap tingkat kecerdasan anak.BAB III KERANGKA KONSEP 3.2 Definisi Operasional . namun dalam penelitian ini dipilih beberapa variable saja yang diteliti oleh karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan peneliti. Maka berdasarkan landasan teori yang ada dapat dibuat kerangka konsep sebagai berikut: 3.

.

Jakarta : PT Rineka Cipta Yunihastuti. 2003. AIDS & PMS dan Perkosaan. Infeksi HIV Pada Kehamilan.dkk. Ronald. Jakarta : FKUI Hutapea SKM. Jakarta : FKUI . Ph.DAFTAR PUSTAKA Daili. dkk. Sjaiful Fahmi. Dr. Penyakit Menular Seksual. Evi. 2003. 1995.D.