You are on page 1of 19

Terapi Antihipertensif Oral untuk Hipertensi Berat pada Kehamilan dan

Postpartum: Sebuah Tinjauan Sistematis
T Firoz,a,b LA Magee,c,d K MacDonell,e BA Payne,b,c R Gordon,c M Vidler,b,c P von
Dadelszen,b,c untuk Kelompok Kerja Community Level Interventions for Preeclampsia (CLIP)

Latar Belakang : Wanita hamil dan postpartum dengan hipertensi berat memiliki
risiko yang besar terhadap stroke dan membutuhkan penurunan tekanan darah.
Antihipertensi parenteral sudah banyak diteliti, namun agen oral ideal untuk
digunakan pada kondisi yang sibuk dan mendesak.
Tujuan : Untuk membahas secara sistematis mengenai efektivitas agen
antihipertensi oral untuk pengobaan hipertensi berat pada kehamilan dan
postpartum.
Metode pencarian : Dilakukan pencarian sistematis dari MEDLINE, EMBASE,
dan Cochrane Library.
Kritera pemilihan :

Penelitian random terkontrol pada kehamilan dan

postpartum dengan setidaknya salah satu pilihan yang terdiri dari satuagen
antihipertensi oral untuk mentatalaksana tekanan sistolik ≥ 160 mmHg dan/atau
tekanan diastolik ≥ 110 mmHg.
Pengumpulan data dan analisis : Cochrane Revman 5.1 digunakan untuk
menghitung Relative Risk (RR) dan weighted mean difference dengan efek
random.
Hasil utama : Kami mengidentifikasi 15 penelitian random terkontrol (915
wanita) dari kasus kehamilan dan satu penelitian untuk kasus postpartum.

85 95% CI 0.1-3 Hipertensi . 95% confidence interval [95% CI] 0. 95% CI 0.1471-0528. Nifedipin mencapai kesuksesan pengobatan pada sebagian pasien.1219 pada edisi ini.12738. LATAR BELAKANG Pedoman internasional mendefinisikan hipertensi berat pada kehamilan sebagai tekanan darah sistolik/ systolic blood pressure (sBP) ≥ 160-170 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik/ diastolic blood pressure (dBP) ≥ 110 mmHg. kehamilan. merupakan opsi yang sesuai sebagai terapi untuk hipertensi berat pada kehamilan/ postpartum. Untuk melihat komentar http://dx.doi.02.98-1. RR 1. tersebut Artikel silahkan ini kunjungi didiskusikan pada kelompok jurnal oleh Duffy JMN. sama dengan hidralazin (84% dengan nifedipin. p.17) atau labetalol (100% dengan nifedipin. biasanya hidralazin atau labetalol parenteral.07. Kesimpulan : Nifedipin oral.09).95-1.Sebagian besar penelitian pada kasus kehamilan membandingkan kapsul nifedipin oral/ sublingual (8-10 mg) dengan agen yang lain. Artikel terkait : Artikel ini dikomentari oleh Norton ME. hipertensi berat. RR 0. agen oral. Kata kunci : Terapi antihipertensif. hypertensive disorders of pregnancy. Target tekanan darah tercapai ~ 50% kasus dengan labetalol oral (100 mg) atau metildopa (250 mg) (47% labetalol versus 56% metildopa.54-1. Tidak terdapat perbedaan pada efek yang merugikan baik pada ibu maupun janin.1111. Kurang dari 2% pasien yang diterapi dengan nifedipin mengalami hipotensi. dan kemungkinan labetalol dan metildopa.33). relative risk [RR] 1. p 1220 pada edisi ini.org/10.

rekomendasi dinyatakan sebagai ‘strong’ oleh World Health Organization (WHO).7-9 Obat-obat ini telah banyak diteliti dalam penelitian random terkontrol/ randomized controlled trials (RCTs). Biasanya. yang merupakan hipertensi dalam kehamilan/ hypertensive disorders of pregnancy (HDP). 10-11 Agen-agen parenteral membutuhkan sumber daya lebih banyak dibanding agen . Bagaimanapun. maka tekanan darah harus diturunkan dalam hitungan jam (dan harus dalam 24 jam pertama).berat adalah satu-satunya komplikasi preeklampsia yang dapat dimodifikasi. kegagalan dalam menatalaksana hipertensi berat diidentifikasi sebagai penyebab tersering dari kematian pasien preeklampsia di UK. 5 12 dari 18 wanita yang meninggal akibat preeklampsia ternyata mengalami perdarahan intraserebral atau infark serebral yang terkait hipertensi berat. Semua pedoman internasional mengenai HDP merekomendasikan tatalaksana segera terhadap hipertensi berat pada kehamilan. meskipun tinjauan sistematis masih gagal dalam menjelaskan perbedaan di antara kedua obat tersebut. dan dapat timbul baik pada antenal. dan ini dapat dicapai dengan terapi antihipertensi oral atau parenteral. maupun postpartum.6 Karena hipertensi berat dalam kehamilan merupakan hipertensi urgensi yang membutuhkan tatalaksana segera. intrapartum. yang paling sering yaitu hidralazin atau labetalol intravena. Telah diterima secara luas bahwa wanita dengan hipertensi berat memiliki peningkatan risiko stroke dan karena itu tekanan darahnya harus diturunkan.4. hipertensi berat dapat timbul akibat HDP manapun.5 Dalam laporan terbaru dari Center for Maternal and Child Enquiries (CMACE) di UK (2006-08). hipertensi berat saat ini ditatalaksana dengan agen antihipertensi kerja singkat parenteral.

dalam hal peralatan (misalnya kateter intravena. Cochrane Central Register of Controlled Trials (CCRCT). Tujuan dari tinjauan sistematis ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi antihipertensi oral dalam menatalaksana hipertensi berat pada kehamilan atau postpartum dengan meninjau bukti RCT yang relevan. agen-agen parenteral juga membutuhkan pemantauan dan supervisi yang lebih karena sifatnya yang bekerja cepat dan memiliki potensi menurunkan tekanan darah dalam hitungan menit dan menyebabkan hipotensi maternal dan membahayakan janin. Untuk penelitian selain kasus kehamilan. Terapi oral terutama akan lebih berguna di komunitas atau tempat pengobatan sementara dalam menatalaksana hipertensi berat (sambil mempersiapkan transportasi ke fasilitas lain) atau di tempat dengan kondisi sumber daya yang terbatas. dan Database of Abstracts of Reviews (DARE) hingga 9 Juli 2012. Excerpta Medica Database (Embase). Kemudian. abstrak tanpa artikel keseluruhannya juga dimasukkan jika memang . tanpa membatasi tahun publikasi. Kemudian. METODE Kami melakukan pencarian komprehensif dari berbagai RCTs mengenai antihipertensi oral untuk hipertensi berat pada kehamilan atau postpartum. syringe dan jarum) dan tenaga kesehatan (prosedurnya dilakukan oleh perawat.antihipertensi oral. Cochrane Database of Systematic Reviews (CDSR). atau lebih sering dokter). kami juga melakukan pencarian dari kepustakaan artikel-atikel dan dokumen personal peneliti. Strategi pencarian antara lain dengan mengakses database: Medline menggunakan Pubmed.

untuk mengidentifikasi RCTs. ‘oral atau sublingual’. Kondisi maternal dalam kehamilan dan postpartum yang termasuk yaitu persalinan dengan seksio sesarea.10 Kami mendefinisikan periode postpartum hingga 42 hari setelah persalinan. terminologi pencarian yang digunakan antara lain: ‘agen antihipertensi’. Kriteria inklusi yaitu hipertensi berat (didefinisikan sebagai sBP ≥ 160 mmHg. postpartum. dBP ≥ 110 mmHg. ‘ensefalopati hipertensi’. penggunaan terapi antihipertensi oral atau sublingual sebagai salah satu pilihan terapinya. dan ‘penelitian random terkontrol’. dan alih rawat di neonatal intensive care . seperti yang dinyatakan dalam semua pedoman bahwa tekanan darah harus segera diturunkan dalam kurun waktu tersebut. Singkatnya. lahir mati. Data hasil diadaptasi dari tinjauan sistematis yang sudah dipublikasi: Cochrane Pregnancy & Childbirth Group for trials in pregnancy/ postpartum. ‘hipertensi urgensi’. solusio plasenta dan komplikasi organ target yang terkait preeklampsia (dan juga eklampsia). dan nifas’. skor Apgar pada menit pertama dan kelima. dan/atau mean arterial blood pressure (MABP) ≥ 127 mmHg. Pencarian dibatasi untuk ‘kehamilan. dan setidaknya satu kali pengukuran yang relevan efektifitasnya dalam 24 jam setelah pemberian obat. Strategi pencarian secara lengkap dirangkum dalam Tabel 1. Semua kasus HDP dimasukkan dalam pencarian dan tidak dibatasi dari segi bahasa.memenuhi kriteria inklusi. ‘hipertensi’. dan Brazilian Cochrane Centre for treatment of hypertensive urgencies (lihat tabel S1). Penelitian dengan quasi-randomisation dieksklusikan dari pencarian. ‘hipertensi emergensi’. kematian neonatus. Kondisi perinatal yang termasuk yaitu efek buruk pada detak jantung janin. baik sebagai kriteria inklusi maupun sebagai data tekanan darah saat pendaftaran).

intervensi yang diberikan. . Data diabstraksi secara independen oleh dua peninjau (LAM dan TF) kemudian perbedaan data diselesaikan dengan diskusi. kami menjelaskannya dengan memeriksan perbedaan pada desain penelitian. Sebagai variabel kontinyu. Kemudian. termasuk yang tidak memiliki laporan kasus pada pilihan terapinya. Kualitas dari masing-masing penelitian dievaluasi secara independen oleh dua peninjau menggunakan Cochrane Risk of Bias assessment tool (Tabel 2). yaitu sebuah nilai dari efek absolut yang sensitif terhadap perbedaan antar penelitian dalam jumlah kasus dan mencakup data dari semua penelitian. dan/atau definisi hasil. Ketika heterogenitas di antara penelitian-penelitian tersebut ditemukan. Kami menentukan heterogenitas di anata penelitian-penelitian dengan: memeriksa forest plot (dari relative risk [RR] dari masing-masing penelitian) dan menggunakan statistik I2. Penelitian-penelitian yang diinklusikan kami sajikan secara deskriptif dan Cochrane Review Manager 5. Data dimasukkan berdasarkan subkelompok sesuai jenis antihipertensi dari masing-masing pilihan pengobatan. Untuk publikasi yang terduplikasi. Semua hasil yang diperoleh didokumentasikan dalam suatu abstraksi data dan dianggap sebagai sumber potensial dari variasi hasil. digunakan weighted mean difference dan 95% CI (model efek random).unit. Rangkuman statistik yaitu RR (dan 95% confidence interval [95% CI]) dengan model efek random. Manuskrip dipersiapkan sesuai checklist PRISMA.1 digunakan untuk analisis statistik. maka dipilih data yang paling lengkap sebagai hasilnya. wanita yang terdaftar sebagai sampel. kami menghitung perbedaan risiko/ risk difference (RD).11 Protokol dari tinjauan sistematis tidak dipublikasi.

Tabel 1. Kualitas penelitian . Strategi pencarian Tabel 2.

sebagian besar preeklampsia berat. Dua abstrak kemudian dipublikasikan sebagai penelitian lengkap.HASIL Kehamilan dan pospartum Dari 465 artikel yang diidentifikasi.34. 16 artikel yang dipublikasi dari 1982 hingga 2011 memenuhi kriteria: 15 untuk kasus kehamilan12-29 (914 wanita). 32 kegagalan untuk mengidentifikasi satu pengobatan antihiperteni yang diberikan secara oral atau parenteral.31 pasien wanita dengan hipertensi yang tidak berat.33 dan ketidakmampuan untuk memperoleh abstrak untuk tinjauan (meskipun telah menghubungi perpustakaan lokal kami dan Cochrane library). salah satunya merupakan three-armed tria. dengan onset < 34 minggu usia . Terdapat rentang yang besar dari tipe HDP yang dimasukkan.29 Kriteria eksklusi antara lain: tanpa randomisasi.35 Penelitian-penelitian tersebut secara umum berukuran kecil dengan median 50 wanita (kisaran 20-150).l26 dan satu penelitian mengenai kasus postpartum (38 wanita)24 (Gambar 1).28. 30.

Risiko bias yang tidak jelas terlihat pada sebagian besar penelitian yaitu sequence generation (8 dari 15). > 28 minggu (empat penelitian). Nifedipin Duabelas RCTs membandingkan kapsul atau tablet nifedipin oral/ sublingual (5-10 mg. 100 wanita). Sebagian besar membandingkan nifedipin dengan hidralazin intravena (5-20 mg.14. dan yang tidak dicantumkan (dua penelitian).19-21 atau labetalol intravena (20 mg.17. target tekanan darah sebagian besar dBP < 110 mmHg (tujuh penelitian) atau < 100 mmHg (tiga penelitian). beberapa penelitian memiliki jumlah lebih sedikit dengan kasus HDP manapun (tiga penelitian). 350 wanita)13. ≥ 24 minggu (empat penelitian). dan masking (10 dari 15). gestational hypertension (dua penelitian) atau HDP yang tidak spesifik (satu penelitian). dua penelitian.12 atau 120 menit. Nilai median tekanan darah pada saat pendaftaran di kelompok intervensi dan kelompok kontrol yaitu 167/109 mmHg versus 169/114 mmHg.15 90 menit. yang dicapai dalam jangka waktu singkat: 20 menit. allocation concealment (9 dari 15).12 prazosin oral 1 mg (satu penelitian)22 atau klorpromazin 12. 724 wanita) dengan agen lainnya. tujuh penelitian. < 36 minggu (dua penelitian).5 mg intravena/ intramuskular (satu . < 34 minggu (satu penelitian). dan data hasil yang tidak lengkap (14 dari 15). Setelah dispesifikasi.kehamilan. secara berurutan yaitu: > 20 minggu (dua penelitian). Usia kehamilan pada saat pendaftaran juga bervariasi.21 Kualitas masing-masing penelitian hanya pada level sedang (Tabel 2).16. atau dengan komplikasi eklampsia (sembilan penelitian).23 Penelitian lain membandingkan nifedipin kerja cepat dengan nifedipin oral 10 mg tablet prolonged action (PA) (satu penelitian).13.18.

enam penelitian). satu penelitian. 95% CI 0. atau kebutuhan akan dosis ulangan antihipertensi (51% versus 55%. dimana tingkat kejadian hipotensi maternal yaitu 3/158 wanita (nilai absolut 1. RR 1. 246 wanita). RD 0.98-1.46. 64 wanita). satu sebagai perbandingan antara kapsul versus tablet). Ketika nifedipin kerja cepat dibandingkan dengan hidralazin intravena pada kehamilan.50-1.03. Kapsul nifedipin (10 mg per oral). waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target tekanan darah (weighted mean difference – 1. ditelan utuh (n=1). berhubungan dengan lebih banyak kejadian hipotensi maternal (<110/80 mmHg) setelah 90 menit (35% versus 9%.18 RCT postpartum (38 wanita) membandingkan nifedipin sublingual dengan hidralazin intravena. RD 0. tidak terdapat perbedaan dalam efektifitas. atau dengan metode yang tidak jelas (n=3).17.00 95% CI – 0.03.02 hingga 0.26.01.14).12 Tidak ada kematian janin yang dilaporkan dari masing-masing kelompok. 246 wanita) . Nifedipin dikonsumsi dengan digigit (n=4). Hipotensi maternal tidak biasa terjadi dan tidak berbeda antar kelompok yang diteliti (1. Nilai absolut dari kejadian hipotensi dengan kapsul nifedipin pada penelitian ini (35%) lebih tinggi dibanding yang terlihat dari enam penelitian lain yang menggunakan kapsul nifedipin dengan dosis yang sama (8-10 mg). dibandingkan dengan tablet nifedipin PA (10 mg per oral).64 hingga 4. RD 0.36 jam. seperti yang terlihat: pencapaian target tekanan darah (84% [nifedipin] versus 79% [hidralazin].24 Nifedipin diberikan dalam bentuk kapsul (delapan penelitian). empat penelitian. tablet (tiga penelitian.97 95% CI 0.02 hingga 0.90%. 273 wanita). 95% CI – 0.07-0.07 95% CI 0. 95% CI – 6. empat penelitian.6% versus 0%.penelitian). RR 0.88. lima penelitian. atau dalam sediaan yang tidak dijelaskan (dua penelitian).

(Gambar 2).35 Ketika nifedipin kerja cepat dibandingkan dengan labetalol intravena (dua penelitian. efek terhadap detak jantung janin. ataupun kelahiran mati) (lihat Table S2). Dengan catatan. LABETALOL DAN METILDOPA Terdapat satu penelitian (74 wanita) yang membandingkan labetalol oral 100 mg empat kali sehari dengan metildopa oral 250 mg empat kali sehari.09.03. kematian perinatal. kematian neonatus. 38 wanita).02. dua penelitian. RR 0.53. skor Apgar < 7 pada menit kelima.40. Tidak terdapat kematian ibu yang dilaporkan (RD 0.18. Kapsul nifedipin. 95% CI 0. 100 wanita). 96 wanita). berhubungan dengan tindakan seksio sesaria yang lebih sedikit (64% versus 70%. Satu RCT (38 wanita) membandingkan nifedipin sublingual dengan hidralazin intravena pada postpartum.02-1. Tidak terdapat perbedaan dari kondisi perinatal yang dilaporkan (seksio sesarea. tiga penelitian.03 hingga 0. RR 0.07-0. tidak terdapat perbedaan pada kondisi akhir maternal dan perinatal (lihat Tabel S3).90. 95% CI 0.95-1. dengan tidak adanya perbedaan di antara kelompok-kelompok terkait kebutuhan akan terapi antihipertensi tambahan (5% versus 28%.25 Tidak . 100 wanita). 95% CI 0. 150 wanita). satu penelitian. tidak terdapat perbedaan dalam pencapaian kesuksesan terapi (RR 1. dibandingkan dengan prazosin oral. Meskipun tidak signifikan secara statistik. terdapat lebih sedikit kasus lahir mati pada kelompok nifedipin (6/75) dibandingkan pada kelompok prazosin oral (13/74).00 95% CI – 0.

27 .30) atau kematian perinatal (5% versus 0%. RR 0.14.58) meskipun terdapat lebih sedikit tindakan seksio sesarea pada kelompok isosorbid sublingual (16% versus 89%.53).26 Penelitian ini tidak melaporkan efektifitasnya dalam menurunkan tekanan darah.56-1.01-2.14).19. RR 0.54-1.05 95% CI – 0. 95% CI 0.85. Tidak terdapat perbedaan di antara kedua grup terkait tindakan seksio sesarea (50% versus 59%. 95% CI 0. 95% CI 0.85 95% CI 0. RR 0.33) meskipun waktu ketika tekanan darah berhasil diturunkan tidak dicantumkan.terdapat perbedaan dalam pencapaian target tekanan darah (47% versus 56%.03 hingga 0. RD 0. RR 0. Sebuah three-arm trial membandingkan metildopa oral dengan atenolol oral (50-200 mg) atau ketanserin (80-120 mg).07-0. Kondisi perinatal tidak berbeda di antara masing-masing kelompok (lihat Tabel S4). Agen antihipertensi lainnya Satu penelitian kecil (36 wanita) membandingkan isosorbid sublingual dengan magnesium sulfat parenteral dan tidak mendapatkan perbedaan di antara kedua kelompok terkait kebutuhan akan terapi antihipertensi tambahan (0% versus 17%.

Gambar 1. Hasil pencarian literatur .

dibandingkan dengan hidralazin parenteral atau labetalol. Hipotensi maternal DISKUSI Temuan Utama Berdasarkan RCTs pada kasus kehamilan dan postpartum. kami menemukan bahwa satu agen oral dapat secara adekuat menurunkan tekanan darah ketikadibandingkan dengan agen parenteral. dengan: tingkat kesuksesan yang sama tingginya (setidaknya 84%). tingkat . Terutama nifedipin oral (10 mg). merupakan agen oral yang cocok untuk terapi hipertensi berat pada kehamilan dan postpartum.Gambar 2.

juga. Kelemahan Kelemahan pertama dari tinjauan kami adalah kami meninjau banyak RCTs mengenai perbandingan nifedipin versus antihipertensi lainnya (terutama . 1. Beberapa penelitian lain berskala kecil yang membandingkan agen-agen hipertensi lain pada kehamilan/ postpartum masih belum dapat memperoleh kesimpulan yang mantap. nilai absolut kejadian hipotensi tinggi pada kedua kelompok di penelitian ini (35% pada kelompok kapsul dan 9% pada kelompok tablet 10 mg) dibandingkan dengan enam penelitian lain yang menggunakan kapsul nifedipin dengan dosis yang sama (3/158. 3/158 wanita dalam enam penelitian yang membandingkan nifedipin dengan hidralazin atau labetalol intravena). kelahiran mati. Namun. Perlu diberikan perhatian lebih pada pemberian prazosin oral menimbang hubungannya dengan tindakan seksio sesarea dan kemungkinan. kejadian hipotensi tersebut tidak berhubungan dengan efek klinis yang tidak diinginkan. Kami juga menentukan dan menyajikan nilai absolut dari kesuksesan pengobatan. dengan pencarian dari berbagai sumber dan tidak membatasi bahasanya. Kekuatan Kami mempelajari banyak penelitian mengenai terapi antihipertensi oral pada hipertensi berat pada kehamilan/ postpartum.hipotensi maternal yang rendah (<2%. dan kondisi akhir maternal dan perinatal yang sama.90%). Meskipun terdapat satu penelitian yang membandingkan kapsul nifedipin 10 mg versus tablet PA nifedipin 10 mg yang melaporkan lebih banyak kasus hipotensi pada sediaan kapsul. data yang terbatas ini menunjukkan bahwa labetalol oral dan metildopa mungkin efektif pada sekitar 50% wanita hamil.

Pada panduan preeklampsia regional dari Yorkshire. Kedua.10 Di luar kehamilan.1 mmHg pada sBP dan 5. Interpretasi Dari pengamatan kami. tetapi kesulitan untuk menemukan perbedaan penting antar masing-masing kelompok dalam hasil penelitian karena terbatasnya ukuran dan jumlah penelitian. Namun. dengan dosis ulangan jika tidak terlihat respon setelah 30 menit. 36 Pada kehamilan. terdapat juga penelitian meta-analisis lain mengenai agen parenteral kerja cepat yang memasukkan nifedipin oral pada kehamilan/ postpartum. labetalol 200 mg diberikan secara oral sebelum dilakukan pemasangan jalur intravena.37 dan potensi bahaya bagi janin jika tekanan darah diturunkan terlalu cepat. memulai terapi antihipertensi dengan satu agen mungkin lebih sesuai menimbang adanya deplesi volume intravaskular yang terkait hipertensi berat dan preeklampsia.9. 38 UK National . ini adalah tinjauan sistematis pertama yang secara spesifik mempelajari terapi antihipertensi oral untuk hipertensi berat dalam kehamilan dan postpartum. hasil kami terbatas karena kualitas penelitian yang buruk hingga sedang.5 mmHg pada dBP yang dicapai setelah pemberian satu antihipertensi saja. UK.hidralazin intravena pada kehamilan). Rekomendasi ini didasarkan pada fakta bahwa banyaknya faktor yang menyebabkan kenaikan tekanan darah serta keterbatasan (tetapi bervariasi) ratarata penurunan tekanan darah sebesar 9. dan hasil dari subkelompok nifedipin oral versus subkelompok hidralazin parenteral terlihat konsistden dengan hasil analisis kami. American guidelines merekomendasikan terapi antihipertensi dimulai dengan dua agen oral untuk tatalaksana hipertensi berat.

46 Terakhir.Institute for Health and Clinical Excellence (NICE) Hypertension in Pregnancy Guideline tahun 2010 merekomendasikan labetalol atau nifedipin oral sebagai terapi untuk hipertensi berat pada wanita selama kehamilan atau setelah persalinan. berdasarkan efektifitasnya yang telah terbukti untuk pengobatan hipertensi berat . pilihan untuk terapi antihipertensi oral yang tersedia. Contohnya. 45 Semua pengobatan ini termasuk dalam daftar obat-obatan esensial dari sebagian besar negara-negara dengan penghasilan rendah hingga sedang.42-44 Kedua. terdapat penelitian yang sudah dipublikasi mengenai morbiditas/ mortalitas kardiovaskular yang meningkat terkait dengan penggunaan nifedipin kerja cepat di luar kehamilan. yang termasuk di dalamnya metildopa dan hidralazin sebagai agen antihipertensi. Pertama.39.40 serta blokade neuromuskular seiring dengan penggunaan magnesium sulfat dan nifedipin pada kehamilan (meskipun risikonya diperkirakan < 1% dalam suatu penelitian yang menyatukan data dari berbagai RCT). karena bisa saja terdapat kontraindikasi terhadap penggunaan obat tertentu (atau pasien sudah mendapat obat oral dosis tinggi ketika pertama kali datang dengan hipertensi berat).2 Tinjauan kami mengemukakan opsi yang memungkinkan untuk terapi antihipertensi oral dalam menatalaksana hipertensi berat pada kehamilan dan postpartum.41 Penggunaan beta bloker terbatas pada daerah dengan prevalensi penyakit saluran nafas yang cukup sering dan kualitas udara yang buruk (misalnya Pakistan). berdasarkan Priority Medicines for Mothers and Children tahun 2012 yang mengeluarkan daftar obat-obatan esensial untuk life-saving untuk wanita dan anak-anak. pilihan-pilihan tersebut merupakan kunci. dan nifedipin juga dicantumkan (walaupun sebagai tokolitik).

. Agen-agen oral teruta. Agen antihipertensi oral yang telah terbukti dapat menjadi pengobatan hipertensi berat pada kehamilan/ postpartum yaitu nifedipin (10 mg). dan dikenal sebagai agen yang efektif untuk hipertensi berat di luar kehamilan. dipilih atas beberapa pertimbangan. kemanjurannya. Pilihan agen antihipertensi oral yang akan diberikan kepada pasien. kompatibilitas dengan magnesium sulfat. durasi kerja obat. seperti pengalaman klinisi. Penelitian-penelitian yang akan datang harus fokus terhadap perbandingan satu lawan satu dari agen-agen oral. Contohnya. seperti pada keadaan penuh karena pasien yang terlalu banyak pada negara-negara dengan pendapatan yang tinggi. atau pada kasus-kasus dimana terdapat keterbatasan sumber daya. dan tidak adanya kontraindikasi yang penting terkait dengan pemberian obat bersamaan.47. atau fasilitas yang kurang pada negara dengan penghasilan rendah-sedang dimana mayoritas terjadi komplikasi maternal terkait HDP. kaptopril dapat digunakan selama menyusui. risko terhadap hipotensi maternal. dan metildopa. mungkin saja terdapat pilihan pengobatan lain yang belum diteliti untuk kasus kehamilan dan postpartum.a dapat digunakan pada pasien rawat jalan sambil mempersiapkan transfer ke rumah sakit. terutama nifedipin.di luar kehamilan. Labetalol (100 mg) dan metildopa (250 mg) merupakan pilihan kedua karena lebih terbatasnya data penelitian yang tersedia.48 KESIMPULAN Hipertensi berat dalam kehamilan dan postpartum harus ditatalaksana untuk menurunkan risiko stroke maternal. labetalol.

.org). KM. Kontribusi penulisan TF dan LAM bertanggung jawab untuk abstraksi data. Pembiayaan Penelitian ini merupakan bagian dari inisiasi University of British Columbia Preeclampsia-Eclampsia. terutama di negara-negara dengan pendapatan rendah-sedang. pemasukan data. dan eksekusi manuskrip. Disclosure of interest Tidak ada. sehingga pengesahan etik tidak dibutuhkan. Detail dari pengesahan etik Ini merupakan tinjauan sistematis dari literatur yang dipublikasi. Penelitian juga harus difokuskan terhadap terapi awal dari hipertensi berat di komunitas. University of British Columbia.satu penelitian sejenis sedang berlangsung (http://gynuity. melakukan pencarian literatur. Monitoring. dimana sering terjadi keterlambatan transport. Prevention and Treatment (PRE-EMPT) yang didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation. petugas perpustakaan PSBC. Semua penulis meninjau dan mengedit manuskrip. TF didukung oleh Clinician Investigator Program. sehingga terapi antihipertensi menjadi sangat penting untuk pencegahan stroke.