You are on page 1of 8

SINDROM SEROTONIN

A. PENDAHULUAN
Serotonin atau senyawa 5-hydroxytryptamine (5-HT) merupakan salah satu
neurotransmitter yang terdapat di otak. Serotonin dalam otak disebut sebagai serotonin
sentral. Pada otak manusia, saraf serotonergik pertama kali ditemukan pada usia
kehamilan lima minggu dan meningkat secara cepat sampai minggu ke-10 kehamilan.
Pada minggu ke-15 kehamilan, sel saraf serotonergik sudah terintegrasi dalam berbagai
struktur otak. Serotonin disintesa dari beberapa proses enzimatik dengan proses pertama
dimulai dengan enzim tryptophan hydroxylase. Bahan bakunya adalah asam amino
triptofan. Maka, konsentrasi triptofan dalam tubuh merupakan substrat yang penting
sebagai prekursor pembentukan serotonin. Serotonin dimetabolisme oleh monoamine
oxidase menjadi 5-hydroxyindoleacetic acid (5-HIAA). Hanya 1-2% konsentrasi
serotonin yang terdapat dalam otak dan selebihnya terdapat dalam platlet, sel mast, dan
sel enterokromaffin di mukosa intestinal. Oleh karena serotonin tidak dapat menembusi
sawar otak, maka otak harus mensintesa sendiri neurotransmitter ini.
Di   dalam   otak,   serotonin   mempunyai   2   fungsi.   Pada   orang   dewasa,   serotonin
berfungsi sebagai neurotransmitter. Neurotransmiter serotonin disintesis oleh sel saraf
serotonergik   presinaps,   disimpan   dalam   vesikel,   kemudian   dilepaskan   melalui   celah
sinaps. Pada membran post­ sinaps, serotonin berikatan dengan reseptor yang spesifik.
Setelah digunakan sebagai neurotransmiter, serotonin dalam sinaps diambil kembali oleh
suatu sistem transpor membran yang spesifik, dan disimpan kembali dalam vesikel saraf
pre­sinaps.
Pada orang dewasa, hilangnya saraf serotonergik menyebabkan hilangnya sinaps dan
penurunan kadar protein. Sel saraf kembali menjadi imatur dan tidak dapat berfungsi
kembali. Kekurangan neurotransmiter serotonin menyebabkan berbagai gejala perilaku
dan  perubahan biologis, misalnya agresi,  kesulitan  belajar, perubahan  fungsi seksual,
gangguan atensi, perubahan nafsu makan, gangguan irama pernapasan, gangguan tidur,
gangguan   sekresi   steroid,   dan   aliran   darah.  Berbagai   gangguan   psikiatrik   juga   dapat
timbul   misalnya   depresi,   skizoprenia,   sindrom   Down,   Alzheimer,   gangguan   autistik,
ADHD dan lain­lain. 
Terdapat beberapa subtipe untuk reseptor serotonin. Pertama reseptor 5-HT 1A yang
banyak letaknya di post sinaps hipokampus. Pada hewan coba, dibuktikan bahwa
stimulasi pada reseptor ini akan menyebabkan respon adaptif dan protektif terhadap
stimulus yang tidak disukai. Selain itu dikatakan juga reseptor ini turut berperan dalam
sikap seksual seseorang (sexual behavior). Subtipe yang lain adalah 5-HT 1B ang
lokasinya lebih banyak di presinaps substansia nigra dan globus pallidus. Apa bila

namun pada kasus berat bisa terjadi delirium. dan mirtazapine juga dapat menyebabkan SS dalam beberapa kasus. ia akan menghabat pelepasan serotonin dan berfungsi dalam negative feedback. ETIOLOGI3. narkoba. . dan hipertermia yang dapat menyebabkan kematian. Studi in-vitro dan in-vivo membuktikan aktivasi pada reseptor ini menyebabkan inhibisi terhadap pelepasan dopamine di striatal dan system mesolimbik. dan obat anti depresan lain seperti trazodone. dan merupakan dan merupakan reseptor postsinaps di striatum.4 SS juga dikenal dengan keracunan serotonin. Reseptor ini juga juga terdapat di beberapa region lain di otak dan ia dikatakan berperan dalam penyebab anxietas dan kenaikan nafsu makan.distimulasi. SS sering ditandai dengan tiga gambaran klinis yaitu perubahan status mental. B. obat yang menstabilisasi mood.3 Norepinephrine-Dopamine reuptake inhibitor (NDRIs). TINJAUAN PUSTAKA a. dan obat anti hipertensi. dan abnormalitas neuromuscular. obat relaksan otot. obat-obatan herbal. Beberapa obat yang berhubungan dengan SS yaitu monoamine oxidase inhibitors (MAOIs). serotonin-norepinephrin reuptake inhibitors (SNRIs). obat anti migrain. seperti bupropion. korteks frontal. Biasanya. Reseptor 5HT2 terdapat di postsinaps di hipokampus. SS merupakan masalah klinis yang penting seiring dengan ditemukannya banyak anti depresan baru. Stimulasi pada reseptor ini berfungsi untuk regulasi sintesa dan komposisi cairan serebrospinal. Tanda dari kelebihan jumlah serotonin bermula dari tremor dan diare. SS timbul setelah peningkatan dosis obat atau mengkonsumsi obat baru. nefazodone. selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI). obat anti emetik. obat batuk yang dibeli tanpa resep dokter.3 Sindrom Serotonin (Serotonin Syndrom (SS)) sindrom serotonin didefinisikan sebagai aktivitas serotonergik berlebihan dalam sistem saraf pusat dan perifer. dan makanan tertentu seperti keju dan anggur merah yang dikenal dengan aktifitas serotogeniknya karena mengandung serotonin. Bahkan penggunaan SSRI dosis tunggal dapat menyebabkan SS. tricyclic antidepressants (TCAs). obat anti virus. hiperaktifitas otonom. Antagonis yang selektif untuk reseptor ini menyebabkan slow-wave-sleep pada manusia manakala agonis untuk reseptor ini memberikan efek stereotype behavior. kekakuan neuromuscular. Terdapat juga subtipe 5-HT1C yang merupakan satu-satunya reseptor serotonin yang terdapat di pleksus koroidus. 5-HT1D pula merupakan autoreseptor yang menghambat pelepasan serotonin. DEFENISI2. analgesik opiat/antinyeri. dan medulla spinalis.2 b. Untuk reseptor 5-HT3 reseptor ini mempunyai daya affinitas yang lemah terhadap serotonin dan agonisnya tetapi tetapi kuat pada zat antagonis serotonin.

187 pasien dengan kondisi sedang sampai buruk. 93 diantaranya meninggal. EPIDEMOLOGY2-7 Kasus SS pertama kali ditemukan pada tahun 1950. untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih tentang kondisi ini. Serotonin berperan sebagai .204 kasus karena paparan SSRI.3-7 d. dan pada tahun 2004 sebuah laporan dari The Exposure Surveillance System bahwa dari 48. terutama psikiater.3 Pada tahun 2002 Boyer dan Shannon mengutip laporan yang mengungkapkan bahwa dari 7. disimpan atau dinonaktifkan secara cepat oleh monoamine oxidase (MAO).Table 1. karena kesalahan penggunaan anti depresan MAOI dan tryptophan. referensi 4 c. Serotonin tidak dapat menembus sawar darah otak oleh karena itu serotonin akan disintesa oleh asam amino L-tryptophan. Medications that May Contribute to Serotonin Syndrome5 Amphetamines and derivatives    3. dan 103 pasien meninggal. 8. Diperkirakan 14% -16% dari mereka yang overdosis SSRI menunjukkan gejala SS. John’s wort (Hypericum  perforatum)                                Tricyclic antidepressants  Metoclopramide (Reglan)    Ondansetron (Zofran)  Antimigraine drugs  Carbamazepine(Tegretol)                      Ergot alkaloids Triptans Valproic acid (Depakene)  Miscellaneous                   Cocaine                     Dextromethorphan                    Linezolid (Zyvox) L­tryptophan            5­hydroxytryptophan  sumber .349 kasus SS.3.5-HT7A).4­methylenedioxymethamphatamine  (Ecstasy)                 Dextroamphetamine  Methamphetamine                 Sibutramine (Meridia)  Analgesics                   Cyclobenzaprine (Flexeril)           Fentanyl (Duragesic)            Meperidine (Demerol)              Tramadol (Ultram)  Antiemetics               Antidepressants/mood stabilizers Buspirone(Buspar) Lithium Monoamine oxidase inhibitors  Selective serotonin reuptake inhibitors  Serotonin­norepinephrine reuptake  inhibitors                                         Serotonin 2A receptor blockers           St. Angka kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya bagi dokter. Serotonin adalah 1 dari 3 monoamine neurotransmitter yang sangat berhubungan dengan gejala-gejala depresi. Tidak sampai tahun 1982 kasus tersebut kemudian dirilis sebagai SS. tetapi ada lebih dari 7 subtipe reseptor serotonin yang bisa ditemukan di seluruh tubuh pada berbagai sistem organ selain SSP (5-HT1A .6 Serotonin adalah neurotransmitter yang bertanggung jawab atas berbagai peran dalam tubuh. Setelah terbentuk. PATOFISIOLOGI2. Meskipun serotonin umumnya terkait dengan depresi.

meperidine. buspirone) 4) Peningkatan pelepasan serotonin (misalnya. Tipe 5-HT2A berhubungan dengan hipertermia. terutama 5-HT1A yang dapat menyebabkan hiperaktifitas. delirium berat. Setelah terikat pada reseptor serotonin postsinaps. antagonis reseptor N-methyl-d-aspartat.rone. mual. Jumlah serotonin yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup. Ada 4 cara berbeda dari obat-obat proserotonergik yang dapat menyebabkan aktivasi berlebihan dari reseptor serotonin tipe 5-HT1A dan 5-HT2A: 1) Penurunan pemecahan serotonin (misalnya. penyebab lain yang dapat memberikan gambaran seperti SS harus disingkirkan. DIAGNOSIS2-4. dan kecemasan. methylphenidate. SSRI. Wort. tidur. "ekstasi"). seperti Hunter Serotonin Toxicity . metadon. akan tetap berfungsi sampai dilepaskan dari sinaps dengan pompa reuptake atau didegradasi oleh enzim MAO-A. hyperrefleksi. buspi. lithium) e. dan telah terbukti bahwa neurotransmitter lain juga dapat mengambil alih.4-methylenedioxymethamphetamine (MDMA. reserpin. amfetamin. Los Angeles pertama kali menjelaskan SS dalam artikel yang diterbitkannya. Serotonin diproduksi di neuron presinaps dalam SSP terutama di pons dan batang otak bagian atas. 3. dan keracunan antikolinergik. dan asupan makanan (nafsu makan). kokain. Penyebab SS adalah stimulasi berlebihan dari reseptor serotonin postsinaps dalam SSP. perilaku afektif. neurotransmitter monoaminergik. muntah. intoksikasi saraf simpatis. riwayat pengobatan. linezolid) 2) Penurunan reuptake serotonin (misalnya. SNRIs. gejala. MAOIs. namun jika jumlahnya berlebihan dapat menimbulkan efek yang buruk. John St. sindrom neuroleptic maligna (SNM). obat antimigren. MDMA. dan asam γ-aminobutyric juga dinyatakan dapat mempengaruhi perkembangan SS. Stimulasi berlebihan dari reseptor 5-HT1A di substansia grisea dan medulla merupakan penyebab gejala utama dari SS.neurotransmitter yang mempengaruhi suasana hati. perilaku seksual. sepsis berat. seorang professor psikiatri dari Universitas California. Selanjutnya ada beberapa kriteria yang dikembangkan untuk menunjang diagnosis. inkoordinasi.6 Tidak ada uji laboratorium spesifik untuk mendiagnosis SS. kokain. lysergic diethylamide asam. fentanyl. yang memicu peningkatan kesadaran dan kepentingan tentang sindrom ini. L-tryptophan. dan bentuk dari gangguan neurologic lainnya seperti Meningoechepalitis. Sebelum diagnosis SS ditegakkan. TCA. kepribadian. pengaturan hormon. dekstrometorfan) 3) Peningkatan prekursor atau agonis serotonin (misalnya. pengaturan suhu. Sejak saat itu Sternbach’s criteria digunakan untuk menjelaskan sebagian besar kasus SS dalam literatur. sehubungan dengan itu diagnosis murni berdasarkan gambaran klinis dari pasien. Harvey Sternbach. Pada tahun 1991. pemeriksaan fisis. heat stroke. kemudian dilepaskan melalui celah sinaps. sadar/terjaga. Diagnosis tidak dapat ditegakkan tanpa mengidentifikasi penyebab utamanya. hipertermi maligna. kognisi. riwayat pasien. tramadol. dan pengaktifan neuromuskuler. persepsi nyeri. amfetamin.

sedang (moderate). Meskipun. Tidak ada pemeriksaan laboratorium khusus untuk SS. dan penurunan natrium. ada Sternbach Criteria. dan kalsium merupakan gangguan elektrolit ditemukan pada SS yang parah. gold standar diagnosis adalah pemeriksaan oleh ahli toksikologi. dan abnormalitas neuromuscular. magnesium.Criteria dan Seritonin syndrome scale untuk membantu kesulitan mendiagnosis SS. . Namun. SS pada umumnya ditandai dengan gejala perubahan status mental. dan parah (severe) disimpulkan di table 4. evaluasi laboratorium lengkap diperlukan untuk menyingkirkan penyebab lain dari gambaran klinis yang berkaitan dengan SS. myoglobin sekunder pada kerusakan otot dari aktivitas atau kekakuan otot. hiperaktifitas otonom. Peningkatan CPK terdapat pada rhabdomyolisis. Tanda dn gejala SS Ringan (mild).

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS3. kulit berbintik. kaku otot. kulit memerah. takupneu.5  Sindrom Antikolinergik Tanda vital : takikardi.sumber : referensi 3 sumber : referensi 3 4 sumber : referensi 4 f. hipertermi (390 below) Gejala klinis : mulut kering. agitasi. agitasi/delirium. takipneu. bising usus meningkat  Hyperthermia maligna Tanda vital : Hipertensi. midriasis. bising usus meningkat. hiperefleksi . pengelihatan kabur. hipertermia (up to 460) Gejala klinis : Berkeringat. takikardi.

The Serotonin Syndrome. Boyer.mengobati faktor penyebab .paralysis (vecuronium) . takikardi. Frank. Boston: 1112-20.Benzodiazepin untuk agitasi Moderate . PENATALAKSANAAN7 TINGKAT KEPARAHAN TERAPI Mild . Syracuse:310-318. Christopher.Ables. Universitas Sumatra Utara. 2006. bising usus normal namun bisa meningkat. mutism. Prevention. Sumatra utara : USU. Efek penggunaan ekstasi. Bettina. 2008. and Management of Serotonin Syndrome. Sindrom neuroleptik maligna Tanda vital : Hipertensi. W. lead pipe rigidity. Mohammad DKK. M. berkeringat. hipertermia (above 410) Gejala klinis : hipersalivasi. 2010. Spartanburg : 1139-1142 6.selimut dingin . Overview of Serotonin Syndrom. g. 102-105 .Benzodiazepin untuk agitasi .terapi cairan . Michael S. Diagnosis. 2012.sedative agents Severe DAFTAR PUSTAKA 1. pucat. Z.Iqbal. Edward. 2013. 4. takipneu. bradiflexia.intubasi .terapi cairan . 2005.terapi cairan . 2. Prator. Adrienne.Chyproheptadine dosis: dosis awal 12mg.muscle relaxants (dantorlene) .Benzodiazepin untuk agitasi . kemudian dilanjutkan dengan 2mg per 2 jam jika gejala berlanjut maintenance: 8mg per 6 jamsetelah pasien stabil Cholrpomazine Dosis: 50-100mg IM 1x (jika tensi baik) Olanzapine Dosis: 10mg SL 1x . Serotonin Syndrome. Recognition and Treatment of Serotonin Syndrome . coma. 5. 3.988-92.mengobati faktor penyebab . stupor.mengobati faktor penyebab .

Alexander. 2007. .7. 2013. Hardiono. 15-30. Earnest DKK. 8. Pusponegoro. Peran Serotonin pada anak dengan gangguan Akustik 9. Serotinin Syndrome : Recognition and Treatment.