You are on page 1of 29

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Etnografi merupakan penelitian yang bersifat kualitatif. Dalam tradisi
penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, Etnografi dikenal sebagai
salah satu tradisi kualitatif selain penelitian biografi, fenomenologi, grounded
research, dan studi kasus. Penelitian ini diidentikan dengan kerja antropologi,
dengan dasar selain sebagai founding father, penentu cikal bakal lahirnya
antropologi, juga karena karakter penelitian Etnografi yang mengkaji secara
alamiah individu dan masyarakat yang hidup dalam situasi budaya tertentu.
Karena itupula Etnografi dikenal sebagai naturalistic inquiry.
Etnografi adalah uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok
sosial. Peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku,
kebiasaan dan cara hidup. Etnografi adalah sebuah proses dan hasil dari sebuah
penelitian. Sebagai sebuah proses, Etnografi melibatkan pengamatan yang cukup
panjang terhadap suatu kelompok, sehingga peneliti memahami betul bagaimana
kehidupan keseharian subjek penelitian tersebut (Participant observation, life
history), yang kemudian diperdalam dengan indepth interview terhadap masingmasing individu dalam kelompok tersebut. Dengan demikian penelitian Etnografi
menghendaki etnografer /peneliti untuk : (1) mempelajari arti atau makna dari
setiap perilaku, bahasa, dan interaksi dalam kelompok dalam situasi budaya
tertentu, (2) memahami budaya atau aspek budaya dengan memaksimalkan
observasi dan interpretasi perilaku manusia yang berinteraksi dengan manusia
lainnya, (3) menangkap secara penuh makna realitas budaya berdasarkan
perspektif subjek penelitian ketika menggunakan simbol-simbol tertentu dalam
konteks budaya yang spesifik.
1.2 Rumusan Masalah
1.

Apakah pengertian penelitian Etnografi ?

2.

Bagaimana karakteristik Etnografi sebagai metodologi penelitian?

3.

Apa saja prinsip-prinsip Etnografi sebagai metode penelitian?

1

4.

Apa saja jenis-jenis Etnografi?

5.

Bagaimana prosedur Penelitian Etnografi?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut:
1. Memenuhi salah satu tugas mata kulian Metodologi Penelitian.
2. Memberikan pengetahuan tentang pengertian, karakteristik dan jenis-jenis
Etnografi.
3. Memaparkan prinsip-prinsip dan prosedur Etnografi sebagai metodologi
penelitian
1.4 Metode Penulisan
Metode penulisan yang penulis pergunakan adalah sebagai berikut:
1.

Studi Pustaka
Penulis mencari beberapa buku sumber untuk memperkaya serta memperluas
wawasan mengenai Etnografi dan hal-hal yang berhubungan serta

mendukung materi yang akan disajikan.
2. Searcing Internet
Selain sumber literatur dari buku, penulis juga mencari sumber lainnya ke
berbagai situs, web, serta blog dari internet berkenaan dengan materi yang
akan disajikan.
1.5 Manfaat Penulisan
1. Mengetahui dan memahami pengertian, karakteristik, dan jenis-jenis Etnografi.
2. Mengetahui prinsip-prinsip dan prosedur Etnografi sebagai metodologi
penelitian

2

Yang berarti tulisan mengenai kelompok budaya. Selanjutnya menurut Lodico maksud penelitian Etnografi adalah untuk menggali atau menemukan esensi dari suatu kebudayaan dan keunikan beserta kompleksitas untuk bisa melukiskan interaksi dan setting suatu kelompok. Etnografi berasal dari bahasa Yunani ethos dan graphos.BAB II PEMBAHASAN 2. Penelitian kualitatif dengan pendekatan ini kemudian banyak diterapkan dalam meneliti lingkungan pendidikan atau sekolah. Etnografi adalah suatu desain kualitatif dimana seorang peneliti menggambarkan dan menginterpretasikan pola nilai. Spaulding & Voegtle. Mills dan Airasian. New York. penelitian Etnografi adalah suatu studi mengenai pola budaya dan perspektif partisipan dalam latar alamiah. Sedangkan Menurut Le Clompte dan Schensul Etnografi adalah metode penelitian yang berguna untuk menemukan pengetahuan yang terdapat atau terkandung dalam suatu budaya atau komunitas tertentu. Penelitan Etnografi di bidang pendidikan diilhami oleh penelitian sejenis yang dikembangkan dalam bidang sosiologi dan antropologi. Seorang etnografer meneliti pola yang diikuti satu kelompok misalnya oleh sejumlah lebih dari 20 orang. Penelitian Etnografi pernah dilakukan oleh peneliti bernama Jonathan Kozol. Namun bisa juga lebih sedikit misalnya sejumlah guru dalam suatu sekolah namun tetap dalam lingkup keseluruhan kelompok besar (dalam hal ini sekolah). perilaku.1 Pengertian Penelitian Etnografi Penelitian Etnografi adalah termasuk salah satu pendekatan dari penelitian kualitatif. jumlah yang lebih besar daripada yang biasa diteliti dalam grounded theory. dalam rangka melukiskan perjuangan dan impian para warga kulit hitam dalam komunitas yang miskin dan terpinggirkan di daerah Bronx. Menurut Gay. kepercayaan dan bahasa yang dipelajari dan dianut oleh suatu kelompok budaya. 3 . Menurut Cresswell Etnografi berfokus pada keseluruhan kelompok. Menurut Haris seperti yang dikutip oleh Cresswell. Menurut Miles & Hubberman seperti yang dikutip oleh Lodico.

Ini pada gilirannya menghasilkan tiga jenis data: kutipan. dan partisipasi yang mungkin. menggunakan informasi dari informan-informan sebelumnya untuk memancing klarifikasi dan tanggapan yang lebih mendalam terhadap wawancara ulang. dan dokumen. Studi intensif suatu bidang atau domain tunggal. dan menafsirkan pola 4 . juga memerhatikan pekerjaan. Para etnografer ini sering bekerja dalam tim multidisipliner. dan artefak tambahan yang membantu penceritaan (to tell “the story”). Etnografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosilogi melalui observasi tertutup dari fenomena sosiokutural. uraian. observasi. pemilihan informan yang mengetahui yang memiliki suatu pandangan/pendapat tentang berbagai kegiatan masyarakat. menghasilkan dalam suatu produk: uraian naratif ini sering meliputi tabel. dan wawancara. menganalisa. Menurut Hammersley. Biasanya para peneliti Etnografi menfokuskan penelitiannya pada suatu masyarakat (tidak selalu secara geografis. pengangguran. dan kutipan dokumen. Jadi bisa disimpulkan penelitian Etnografi adalah penelitian kualitatif yang meneliti kehidupan suatu kelompok/ masyarakat secara ilmiah yang bertujuan untuk mempelajari. tidak hanya pengamatan. sebagaimana Emzir. pengalaman pribadi. observasi. Titik focus (focal point) Etnografi dapat meliputi studi intensif budaya dan bahasa. oleh para peneliti yang terlatih dalam seni Etnografi. diagram. Para informan tersebut diminta untuk mengidentifikasi informan-informan lainnya yang mewakili masyarakat tersebut. Informan-informan tersebut diwawancarai berulang-ulang. Penelitian Etnografi khusus menggunakan tiga macam pengumpulan data: wawancara. Penelitian ini sangat percaya pada ketertutupan (up-close). menggunakan sampling berantai untuk memperoleh suatu kelengkapan informan dalam semua wilayah empiris penyelidikan. Proses ini dimaksudkan berhubungan dengan fenomena yang sedang diteliti. mendeskripsikan. dan masyarakat lainnya). Pemahaman-pemahaman sebjektif bahkan kolektif tentang suatu subjek ini sering diinterpretasikan menjadi lebih berarti daripada data objektif (misalnya perbedaan pendapat).Menurut Emzir (2012:18). Etnografi adalah suatu metode penelitian ilmu sosial. serta gabungan metode historis.

kepercayaan. 1. dia juga ikut tinggal di sana selama beberapa bulan untuk bisa menyelami kehidupan mereka. bahasa dan pandangan yang dianut bersama. Mereka pun mulai percaya pada Kozol dan mau berbagi mengenai perasaan terdalam mereka dan pandangan mereka tentang kemiskinan dan perbedaan warna kulit. Seperti contoh etnografer Jonathan Kozol di atas. karena bisa jadi peneliti belum familiar terhadap karakteristik mereka. di mana seorang peneliti melakukan eksplorasi terhadap kegiatan hidup sehari-hari dari objek kelompoknya. 2. melakukan pengamatan dan mewawancarai anggota kelompok dan terlibat di dalamnya. Selain itu seorang etnografer harus mempunyai sensitivitas tinggi terhadap partisipan yang sedang ditelitinya.2 Karakteristik dan Asumsi Dasar Penelitian Etnografi Dalam menjalankan penelitiannya seorang etnografer harus membangun hubungan yang dekat dengan partisipan dari objek komunitas penelitiannya. Penelitian Etnografi meneliti suatu proses dan hasil akhir. Berlatar alami bukan eksperimen di laboratorium 2. Mills dan Airasian. Sebagai penelitian suatu proses. Mengambil data utama dari pengalaman di lapangan 5 . untuk meneliti komunitas kulit hitam di Bronx. seorang etnografer melakukan participant observation. Peneliti meneliti tema-tema budaya tentang peran dan kehidupan sehari-hari seseorang 3. Untuk keperluan penelitian ini seorang etnografer memelukan seorang key informant atau gatekeeper yang bisa membantu menjelaskan dan masuk ke dalam kelompok tersebut. Akhir dari penelitian adalah membuat tulisan yang kaya akan gambaran detail dan mendalam mengenai objek penelitan (thick description).budaya suatu kelompok tersebut dalam hal perilaku. Berikut ini aspek atau karakteristik Etnografi baik yang dirangkum dari Wolcott dan Gay. Participant obeservation juga berarti bahwa peneliti ikut terlibat dan ikut berperan dalam pengamatan. Interaksi yang dekat dan tatap muka dengan partisipan 4.

Analisis datanya bercorak menyeluruh (holistik) yaitu menghubungkan antara suatu fenomena budaya dengan fenomena budaya lainya atau menghubungkan antara suatu konsep dengan konsep lainnya. Menurut Nur Syam. Peneliti tinggal di lapangan untuk belajar tentang budaya yang dikajinya. organisasi formal. Asumsiasumsi itu menurut menurut Emzir (2012) dapat diuraikan sebagai berikut : 1. artifak dan material visual.5. Artikel diakhir dengan sebuah pertanyaan. Menekankan untuk mengekplorasi fenomena sosial bukan untuk menguji hipotesis. 2. Terdapat suatu kemungkinan bahwa focus Etnografi akan mempertiimbangkan secara berlebihan peran persepsi budaya dan tidak mempertimbangkan peran kausal kekuatan-kekuatan objektif. Peneliti menyajikan ceritanya secara informal seperti seorang pendongeng 8. Menggunakan berbagai metode pengumpulan data seperti wawancara. pengalaman warga pribumi (emic view) 2. 9. 6. 4. Memanfaatkan metode wawancara mendalam dan observasi terlibat. ciri-ciri penelitian Etnografi adalah : 1. Deskripsi Etnografis sepenuhnya disusun sesuai dengan pandangan. Etnografi mengasumsikan kepentingan penelitian yang prinsip terutama dipengaruhi oleh pemahaman cultural masyarakat. Metodologi secara sungguhsungguh menjamin bahwa pemahaman cultural umum akan diidentifikasi untuk kepentingan peneliti di tangan. Dalam banyak latar. analisis dan interpretasi 10. 3. pengamatan. Peneliti menggunakan deskripsi dan detail tingkat tinggi 7. Karakter khas dari metode Etnografi semakin menjadi jelas. Format keseluruhannya adalah deskriptif. Interpretasi tepat menempatkan tekanan besar pada kepentingan kausal dari pemahaman kultual seperti itu. Masyarakat. kelompok non formal dan persepsi tingkat local 6 . Etnografi mengasumsikan suatu kemampuan mengidentifikasi masyarakat secara relevan dari kepentingan. ini mungkin menjadi sulit. ketika asumsiasumsi yang dibangun dan dimiliki Etnografi mengarah pada pemahaman terhadap keberadaan/peran/makna budaya dalam sebuah masyarakat. dokumen.

dan bahwa ini hanya dapat diperoleh melalui kontak langsung dengannya. karena mencari untuk mengurangi makna terhadap apa yang dapat diamati. 3. sebagaimana dikutip oleh Emzir. tempat dan masalah. pemahaman. Etnografi mengasumsikan peneliti mampu memahami kelebihan cultural dari masyarakat yang diteliti. karena bersandar pada studi latar artifisial dan atau pada apa yang dikatakan orang bukan pada apa yang dilakukan mereka. Terdapat suatu kemungkinan bahwa focus Etnografi mungkin secara berlebihan memandang peran budaya masyarakat dan tidak memberikan pandangan pada peran kausal dari kekuatan psikologis individual atau bagian masyarakat. dan penemuan. Prinsip-prinsip ini juga merupakan dasar bagi sebagian besar kritik tentang kegagalan penelitian kuantitatif menangkap kebenaran hakikat perilaku sosial manusia. karena reifers fenomena sosial dengan memperlakukannya sebagai terdefinisikan lebih jelas dan lebih statis dari yang seharusnya. dan kepentingan ini mungkin bervariasi menurut waktu. dan memiliki temuan yang didasarkan pada pengetahuan komprehensif dari budaya tersebut. Ketiga prinsip tersebut dapat dirangkum di bawah judul naturalisme. Naturalisme. 2. 1. Ini merupakan pandangan bahwa tujuan penelitian sosial adalah untuk menangkap karakter perilaku manusia yang muncul secara alami.semuanya mungkin memainkan peran dalam banyak subjek yang diteliti. Terdapat suatu bahasa bahwa peneliti mungkin memasukkan bias terhadap pandangan budayanya sendiri. dan sebagai produk mekanis dari faktor-faktor sosial dan psikologis. 4. penelitian Etnografi lintas budaya yang menghindari risiko asumsi yang keliru bahwa pengukuran yang ada memiliki makna yang sama lintas budaya. 7 . bukan melalui inferensi dari apa yang dilakukan orang dalam latar buatan seperti eksperimen atau dari apa yang mereka katakan dalam wawancara tentang apa yang mereka lakukan. menguasai bahasa atau jargon teknis dari kebudayaan tersebut. mengemukakan tiga prinsip metodologis yang digunakan untuk menyediakan dasar pemikiran terhadap corak metode Etnografi yang spesifik.3 Prinsip-Prinsip Metodologis Penelitian Etnografi Hammersley (1990). Sementara tidak inheren bagi metode.

laporan menceritakan penelitian dari sudut pandang orang pengamatan partisipan. dan pandangan mereka. 3. para ahli banyak menyatakan mengenai beragam jenis penelitian Etnografi. Itu beralasan bahwa jika seseorang mendekati suatu fenomena dengan suatu set hipotesis. Kadang-kadang tanggapan ini mencerminkan penolakan yang lengkap terhadap konsep kausalitas sebagai tidak dapat diterapkan dalam dunia sosial. Dalam Etnografi realis ini: a. Penemuan. Pemahaman.2. dan desakan tegas atas karakter yang dibangun secara bebas dari tindakan manusia dan institusi. bahkan dari makhluk lainnya: tindakan tersebut tidak hanya berisi tanggapan stimulus. Etnografi realis adalah pandangan obyektif terhadap situasi. 2012:464). Penjelasannya sebagai berikut : 2. Etnografer tidak menuliskan pendapat pribadinya dalam laporan 8 . Yang sentral di sini adalah alasan bahwa tindakan manusia berbeda dari perilaku objek fisik. mungkin dia gagal menemukan hakikat fenomena tersebut sebenarnya dibutakan oleh asumsi yang dibangun ke dalam hipotesis tersebut. tetapi meliputi interpretasi terhadap stimulus dan konstruksi tanggapan. Dijelaskan oleh Van Maanen dalam Creswell (2012: 464) Etnografi merefleksikan sikap tertentu yang diambil oleh peneliti terhadap individu yang sedang dipelajari. biasanya ditulis dalam sudut pandang orang ketiga. Etnografer ketiga. Corak lain dari pemikiran Etnografi adalah konsepsi proses penelitian sebagai induktif atau berdasarkan temuan. melaporkan secara obyektif mengenai informasi yang dipelajari dari para obyek penelitian di lokasi (Creswell. namun Creswell sendiri membedakannya menjadi 3 bentuk yang paling popular yaitu Etnografi realis. daripada dibatasi pada pengujian hipotesis secara eksplisit.1 Etnografi realis Etnografi realis adalah pendekatan yang populer digunakan oleh para antropolog budaya.4 Jenis Penelitian Etnografi Menurut Creswell.4. 2. studi kasus dan Etnografi kritis.

Studi kasus merupakan salah satu bagian penting dari Etnografi. atau individu) berdasarkan pengumpulan data luas (Creswell. 1998). meskipun berbeda dari Etnografi dalam beberapa hal tertentu. 2007). Para etnografer bersama-sama melakukan pencarian yang berkembang sebagai sebuah kelompok yang berinteraksi dari waktu ke waktu. atau batas-batas fisik. Etnografer menghasilkan pandangan partisipan melalui kutipan yang diedit tanpa merubah makna dan memiliki kesimpulan berupa interpretasi dan penyajian budaya (Van Maanen dalam Creswell. yang lain menganggapnya sebagai suatu prosedur penyelidikan (misalnya. Peneliti studi kasus terfokus melibatkan pada program. mereka mungkin lebih tertarik dalam menggambarkan kegiatan kelompok bukannya mengidentifikasi pola-pola perilaku yang ditunjukkan oleh kelompok. jaringan sosial. 2012: 464). Saat peneliti melakukan penelitian kelompok. b. Dengan demikian. kejadian. Bounded berarti bahwa kasus tersebut terpisah dari halhal lain dalam hal waktu. Merriam. Peneliti dapat menggambarkan kehidupan sehari-hari secara detail antara orang-orang yang diteliti. peneliti cenderung mengidentifikasi tema budaya. acara. Meskipun beberapa peneliti mengidentifikasi "kasus" sebagai objek studi (Stake dalam Creswell. tidak terkontaminasi oleh bias.2012:465). Peneliti melaporkan data objektif dalam sebuah bentuk informasi yangterukur. Studi kasus merupakan eksplorasi mendalam tentang sistem terbatas (misalnya. 9 .penelitian dan tetap berada di belakang layar sebagai reporter yang meliput tentang fakta-fakta yang ada. Etnografer juga menggunakan kategori standar untuk deskripsi budaya (misalnya kehidupan keluarga. dan sistem status).2 Studi Kasus Istilah studi kasus sering digunakan dalam hubungannya dengan Etnografi. proses. 2012: 465).4. c. kegiatan. kehidupan kerja. Di awal penelitiannya. tempat. tujuan politik. dan penilaian pribadi. 2. atau kegiatan yang individu dan bukan merupakan kelompok (Stake dalam Creswell.

2) Kasus instrumental (instrumental case). kegiatan. kliping. gambar. Sebuah kasus dipilih untuk diteliti karena itu sesuatu yang tidak biasa dan memberi manfaat.hasil penelitian yang diperoleh hanya berlaku bagi obyek yang diteliti dan tidak dapat digeneralisasi pada obyek yang lain meskipun masih sejenis. 3) Kasus kolektif (collective case). Apakah kasus tersebut dialami oleh satu individu. program. proses kurikulum perguruan tinggi) yang membentuk suatu urutan kegiatan. beberapa individu secara terpisah atau dalam kelompok. adalah dimana beberapa kasus dijelaskan dan dibandingkan dengan memberikan wawasan tentang masalah. Sebuah studi kasus peneliti mungkin memeriksa beberapa sekolah untuk menggambarkan pendekatan alternatif untuk pilihan sekolah bagi siswa. beberapa guru. guru. apabila kasus yang dipelajari secara mendalam mengandung hal-hal menarik untuk dipelajari berasal dari kasus itu sendiri. video. hal tersebut karena peneliti memiliki keterbatasan 10 . minat untuk mempelajarinya berada di luar kasusnya atau minat eksternal (external interest). apabila kasus yang dipelajari secara mendalam karena hasilnya akan dipergunakan untuk memperbaiki atau menyempurnakan teori yang telah ada atau untuk menyusun teori baru. “Kasus” tersebut merupakan proses yang terdiri dari serangkaian langkah-langkah (misalnya. atau dapat dikatakan mengandung minat intrinsik. c. b. Hal ini dapat dikatakan studi kasus instrumental. antara lain: a. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman yang mendalam tentang beberapa syarat kasus yang baik untuk dipelajari. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis kasus yang akan dipelajari dalam penelitian kualitatif. 4) Peneliti berusaha untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang kasus dengan mengumpulkan berbagai bentuk data (misal. atau kegiatan (misalnya. atau penerapan program matematika baru). dan e-mail). berikut ini pembagiannya : 1) Kasus intrinsik (intrinsic case).

3 Etnografi kritis Dewasa ini populer juga etnograi kritis. Seperti telah kita bahas di atas bahwa Etnografi menggambarkan suatu kelompok budaya dengan mengekloprasi kepercayaan. Studi kasus Etnografi: analisis kasus dari seseorang. 2. 5. bahasa dan perilaku (Etnografi realis). Etnografi postmodern: suatu Etnografi yang ditulis untuk menyatakan keprihatinan mengenai masalah-masalah sosial terutama mengenai kelompok marginal.4.5 Prosedur Penelitian Etnografi Menurut Creswell. 6. Etnografi Konfensional: laporan mengenai pengalaman pekerjaan lapangan yang dilakukan etnografer. AutoEtnografi: refleksi dari seseorang mengenai konteks budayanya sendiri. status quo. 2.waktu untuk mengabdikan serta menjelajahi kedalaman sebuah kasus yang akan diteliti. MikroEtnografi: studi yang memfokuskan pada aspek khusus dari latar dan kelompok budaya. kekuasaan. atau juga mengkritisi isu-isu mengenai kekuasaan. kegiatan dalam perspektif budaya. Menentukan apakah masalah penelitian ini adalah paling cocok didekati dengan studi etnogafi. Jenis-Jenis Etnografi lainnya diungkapkan Gay. pemerataan dan lain sebagainya. 11 . Mills dan Aurasian sebagai berikut: 1. 4. Etnografi feminis: studi mengenai perempuan dalam praktek budaya yang yang merasakan pengekangan akan hak-haknya. walau tidak ada satu cara saja dalam menititi Etnografi namum secara umum prosedur penelitian Etnografi adalah sebagai berikut: 1. kejadian. Pendekatan Etnografi kritis ini penelitian yang mencoba merespon isu-isu sosial yang sedang berlangsung misalnya dalam masalah jender/emansipasi. ketidaksamaan hak. perlawanan dan dominansi (Etnografi kritis). 3. 2.

pengukuran.pemetaan dan penelitian jaringan. audiovisual. dan menggunakan umpan balik dari setiap pengamatan untuk memodifikasi informasi awal. memeriksa arah matahari. 6. selanjutnya memulai penyelidikan satu arah baru. Penjelajah memulai dengan suatu masalah umum. Apakah Etnografi realis ataukah Etnografi kritis. peneliti Etnografi ingin mendeskripsikan wilayah kultural. 5. 4. Setelah data terkumpul data tersebut dipilah-pilah dan dianalisa. Kumpulkan informasi dari lapangan mengenai kehidupan kelompok tersebut. survei. Hal ini melibatkan analisis dari kelompok budaya. Mengidentifikasi dan menentukan lokasi dari kelompok budaya yang akan diteliti. penjelajah mungkin berjalan mengelilinginya. Pada penemuan sebuah danau di tengah sebuah hutan berpohon-pohon besar. Penjelajah akan sering membaca kompas. Kemudian penjelajah mulai mengumpulkan informasi. kemudian barangkali menyelidiki rute tersebut. Setelah beberapa minggu penyelidikan. membuat catatan tentang tanda-tanda yang menonjol. Kelompok sebaiknya gabungan orang-orang yang telah bersama dalam waktu yang panjang karena disini yang akan diteliti adalah pola perilaku. mengidentifikasi ciri-ciri utama dari wilayah tersebut. penjelajah mungkin mengalami kesulitan menjawab pertanyaan “Apa yang telah kamu temukan?” Seperti seseorang peneliti Etnografi. kemudian berjalan melewati daerah yang sudah dikenal untuk mengukur jarak danau dari tepi hutan tersebut.2. analisa konten. Peneliti Etnografi secara umum mempunyai kesamaan dengan seseorang penjelajah yang mencoba memetakan suatu wilayah hutan belantara. 3. menapak berjalan pertama satu arah. Yang terakhir tentunya tulisan tentang gambaran atau potret menyeluruh dari kelompok budaya tersebut baik dari sudut pandang partisipan maupun dari sudut pandang peneliti itu sendiri. pikiran dan kepercayaan yang dianut secara bersama. Pilihlah tema kultural atau isu yang yang akan dipelajari dari suatu kelompok. 12 . penjelajah mencari untuk mendeskripsikan suatu area hutan belantara daripada berusaha menemukan sesuatu. Data yang dikumpulkan bisa berupa pengamatan. wawancara. Tentukan tipe Etnografi yang cocok digunakan untuk memlajari konsep budaya tersebut.

Semua detail dari penelitian mereka tidak perlu dipertimbangkan untuk mengikuti urutan linear dari aktivitas ringkas berikut. Urutan Linear dalam Penelitian Ilmu Sosial (Spradley : 1980) Mereka menyusun suatu prosedur penelitian untuk melihat apakah model peranan orang tua memengaruhi anak-anak untuk mengatasi perilaku kriminal atau menghindari perilaku tersebut.Menurut Spradley (1980) dalam praktik bagaimana dikutip oleh Emzir. peneliti Etnografi cenderung mengikuti pola “siklus”. perilaku. Tahap pertama. Merumuskan hipotesis. Mc. 1. mengikuti prosedur urutan linear (gambar 1). Peneliti merumuskan sejumlah hipotesis penelitian tentang hubungan antara sikap orang tua. penelitian nyata perbedaan ini dapat diungkapkan dalam dua pola penelitian. Urutan Linear dalam Penelitian Ilmu Sosial McCord & McCord (1958) dalam penelitiannya tentang kriminalitas. Tahap kedua. Mendefinisikan suatu masalah penelitian. Mari kita lihat secara singkat pada contoh urutan linear dalam penelitian ilmu sosial. Sementara para peneliti ilmu sosial cenderung mengikuti penyelidikan pola “linear”. Cord mulai dengan mendefinisikan masalah penelitian sebagai hubungan antara lingkungan keluarga dengan penyebab kejahatan. Gambar 1. setelah itu baru kita diskusikan pola “siklus”yang digunakan peneliti Etnografi. dan disiplin terhadap aktivitas kriminal (atau absen dari aktivitas tersebut) dari anak13 .

Penelitian menggunakan data yang telah dikumpulkan sebelumnya dari wawancara dan observasi. dan “anak-anak akan meniru orang tua laki-laki yang menyimpang. Data kemudian dipertentangkan dengan hipotesis dan diuji untuk temuan baru yang tidak berhubungan dengan hipotesis. dan kesimpulan sudah digambarkan. Bila analisis sudah lengkap. penyimpangan mahasiswa tercermin dalam perilaku kriminal di kalangan anak-anak. seperti terlihat dalam gambar 2. Mengumpulkan data. Berikut akan dibicarakan masing-masing aktivitas utama dalam siklus ini. Ini dilakukan dengan menggunakan satu kelompok rater independen. penyimpangan mereka akan tercermin dalam kriminalitas di antara anak-anak. selalu mengulangi. Banyak kesimpulan ditarik dari penelitian. Sebagai contoh. frase seperti “penyimpangan” dan “model peran orang tua” dalam istilah-istilah spesifik yang memungkinkan peneliti setuju bila mereka mengidentifikasi perilaku menyimpang. jika orang tua laki-laki menunjukkan rasa kasih sayang terhadap mereka.anak. Tahap kelima. termasuk. McMord kemudian menulis hasilnya untuk publikasi. Tahap keempat Merancang instrumen penelitian. Instrument tidak dapat dirancang hingga tahap satu sampai tahap tiga dilakukan. 14 . sebagai contoh.” Tahap ketiga Membuat definisi operasional. Menggambarkan kesimpulan. Tahap ketujuh. kacau). Tahap keenam. Penelitian mendefinisikan kata-kata. Tahap kedelapan. mereka menghipotesiskan bahwa jika orang tua laki-laki menyimpang (kriminal. Menganalisis data. Instrumen utama pada saat penelitian adalah suatu set instruksi peringkat yang digunakan oleh “rater” yang membaca lewat data awal ini. tugas-tugas utama mengikuti semacam pola siklus. Melaporkan hasil. Penelitian Etnografi jarang menggunakan prosedur linear semacam ini.

Siklus Penelitian Etnografi Menurut Spradley (1980). Studi Hicks tentang Little Valley (1976) difokuskan pada penyelesaian yang berbeda dengan populasi total standar 1300 orang. Ruang lingkup penelitian dapat berjarah sepanjang satu kontinum dari Etnografi makro ke Etnografi mikro. Berikut uraiannya masingmasing. melakukan penelitian Etnografi pada suatu daerah kecil perkotaan (Spradley dan Mann. 1980) 2. a.Gambar 2. Wolcott (1967) memilih desa Kwakiutl di British Columbia dengan sebuah populasi standar 125 orang. Orcar Lewist mengahabiskan beberapa tahun meneliti sebuah keluarga tunggal (1963). (5) analisis data Etnografi. (4) pembuatan suatu rekaman Etnografi. b. (2) pengajuan pertanyaan Etnografi. Spradley dkk. Siklus Penilaian Etnografi (Spradley. bukan bersifat urutan linear dalam penelitian ilmu sosial. Pengajuan Pertanyaan Etnografi Pekerjaan lapangan Etnografi dimulai ketika Anda mulai mengajukan pertanyaan Etnografi. dan (6) penulisan sebuah Etnografi. (3) pengumpulan data Etnografi. Pemilihan Suatu Proyek Etnografi Siklus dimulai dengan pemilihan suatu proyek Etnografi. Barangkali yang pertama peneliti Etnografi mempertimbangkan ruang lingkup dari penyelidikan mereka. sebagaimana dikutip oleh Emzir prosedur penelitian Etnografi bersifat siklus. 1975). Prosedur siklus penelitian Etnografi mencakup enam langkah: (1) pemilihan suatu proyek Etnografi. Itu memperlihatkan bukti yang cukup ketika pelaksanan 15 .

Pertanyaan selalu mengimplikasikan jawaban. Para peneliti dari suatu pandangan budaya tertentu (ilmu sosial professional) menggambarkan pada kerangka referensi. Tanpa merealisasikannya merka cenderung berasumsi bahwa pertanyaan dan jawaban merupakan unsure-unsur yang terpisah dalam pemikiran manusia. Anggap untuk sementara Anda mulai menaiki sebuah bis kota sebagai seseorang Etnografi. Masing-masing di antara mereka pergi ke tiga tempat duduk kosong terpisah dan semua memilih tempat dekat pintu”. bahkan ketika pertanyaan atau jawaban tidak dinyatakan. pertanyaan yang diajukan oleh peneliti cenderung datang dari luar pemandangan budaya. 16 . Dalam format penelitian sosial yang paling umum. pertanyaan Anda ajukan tanpa realisasinya. Dalam melakukan observasi partisipan untuk tujuan Etnografi.wawancara. pintu tertutup. Ini benar. Bis berhenti pada sebuah persimpangan yang sibuk dan Anda mengamati sebagai orang pemilik bis. Mereka kamudian memandang budaya yang lain untuk melakukan wawancara atau observasi. Mereka untuk merumuskan pertanyaan. Pertanyaan dari jenis apa pun selalu mengimplikasikan pertanyaan. 1) Siapa yang naik bis? 2) Apa jenis kelamin dan berapa usia penumpang yang baru? 3) Apa yang mereka lakukan setelah naik bis? 4) Di mana setiap orang duduk? Sebagai pengganti pertanyaan di atas Anda dapat mengajukan pertanyaan sperti: “berapa tinggi setiap penumpang baru? Apa yang diapaki oelh setiap penumpang? Di mana setiap orang terlihat bergerak turun ke jalan? Pertanyaan ini akan menuntun ke arah entri yang berbeda dalam catatan lapangan Anda. Anda menunggu hingga setiap orang mendapat tempat duduk. dan pengemudi mengarahkan bis memasuki persimpangan tersebut. seorang wanita dan dua anak laki-laki. kemudian mencatat pertanyaan berikut dalam catatan Anda: “Tiga orang naik bis di halte bis Snelling Avenue. sebaik mungkin. kedua pertanyaan dan jawaban harus ditemukan dalam situasi sosial yang akan diteliti. Anda dapat menjawab beberapa pertanyaan implicit. tetapi obsevasi yang sangat sederhana dan entri catatan lapangan pun melibatkan pengajuan pertanyaan.

Apakah domain cultural yang muncul dari studi situasi tersebut? (Melakukan analisi domain) 6. Apa komponen-komponen yang muncul dari observasi tersebut? (Melakukan analisis komponen) 9. Sebagai alternative subpertanyaan topical ini dapat mencerminkan 12 langkah Spradley dalam Decision Research Sequencenya sebagai berikut: 1. Apa situasi sosial yang akan diteliti? (Memilah suatu situasi sosial) 2. observasi apa yang dapat dilakukan? (Melakukan observasi selektif) 8. Apakah lebih spesifik. Dalam sebuah Etnografi seseorang dapat mengajukan seub-sub pertanyaan yang berhubnungan dengan (a) suatu deskripsi tentang konteks. Semua jenis Etnografi mulai dengan “pertanyaan deskriptif” umum/luas seperti “Siapa orang yang ada di sini?” “Apa yang mereka lakukan?”. Apakah yang sudah terekan tentang situasi tersebut? (Membuat rekaman Etnografi) 4. Bagaimana seseorang melakukan observasi terhadap situasi tersebut? (Melakukan observasi partisipan) 3. dalam Creswell. setelah penggunaan jenis pertanyaan ini untuk menuntun observasi anda. (b) analisis tentang tema-tema utama. Apa inventori cultural yang tampak? (Mengambil inventori cultural) 17 . dan “Apa latar fisik dari situasi sosial ini?” Kemuadian. observasi terfokus dapat dibuat? (Melakukan analisis taksonomi) 7. dan setelah analisis data awal.Terdapat tiga jenis utama pertnyaan Etnografi. Ini akan membimbing Anda membuat observasi lebih terfokus. 1998). Apakah yang sudah teramati tentang situasi tersebut? (Melakukan observasi deskriptif) 5. Melihat secara lebih selektif. Anda akan menggunakan “pertanyaan structural” dan “pertanyaan kontras” untuk penemuan. dan (c) interpretasi perilaku kultural (Wolcott. masing-masing mengarah pada jenis observasi yang berbeda di lapangan. Apa tema-tema yang tampak? (Melakukan observasi selektif) 10. 1994.

Kemudian setelah perekaman dan analisis data awal Anda. karakteristik fisik situasi sosial. Anda akan selalu melakukan observasi deskriptif umum hingga akhir studi lapangan Anda. jenis observasi akan berubah. Dalam penelitian Etnografi. Bagaimana seseorang dapat menulis Etnografi? (Menulis sebuah Etnografi) (Creswell. Selama pelaksanaan pekerjaan lapangan. apakah seseorang mempelajari sebuah desa suku tertentu untuk satu tahun atau pramugari pesawat udara untuk beberapa bulan. pembuatan peta. Anda dapat mempersempit penelitian Anda dan mulai melakukan observasi ulang di lapangan. dan apa yang akan menjadi bagian dari temat kejadian. Memang. Pengumpulan Data Etnografi Tugas utama kedua dalam siklus penelitian Etnografi adalah pengumpulan data Etnografi. Rekaman Etnografi ini membangun sebuah jembatan antara observasi dan analisis. e. Analisis Data Etnografi Langkah berikutnya dalam siklus tidak dapat menunggu hingga terkumpul banyak data. Anda akan mulai dengan melakukan observasi akan berubah. Pengambilan foto. 1980). analisis merupakan suatu proses penemuan pertanyaan. Tahap ini mencakup pengambilan catatan lapangan. mencoba memperoleh suatu tinjuan terhadap situasi sosial dan yang terjadi di sana. Anda akan mulai dengan melakukan observasi deskriptif secara umum. dan penggunaan cara-cara lain untuk merekam observasi Anda. 1998: 104 dan Spradley. Sebagai pengganti datang ke lapangan dengan pertanyaan 18 . Anda akan mempu mempersempit penyelidikan Anda untuk melakukan observasi selektif.11. Walaupun observasi Anda semakin terfokus. c. sebagian besar analisis Anda akan sangat tergantung pada apa yang telah Anda rekam. d. Tiga jenis observasi ini berhubungan dengan tiga jenis pertanyaan Etnografi. Anda akan mengamati aktivitas orang. Dengan cara observasi partisipan. Pembuatan Rekaman Etnografi Langkah berikutnya dalam siklus penelitian Etnografi adalah membuat rekaman atau catatan Etnografi.

f. Melalui pertanyaan umum dan pertanyaan rinci peneliti menemukan berbagai kategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Seorang peneliti Etnografi berpengalaman dapat melakukan bentuk-bentuk analisis berbeda ini secara simultan selama periode penelitian. pengumpulan data. Semakin banyak domain yang dipilih. Observasi partispan dan perekaman catatan lapangan. yaitu analisis domain. belajar melakukan masing-masing dalam putaran sebelum bergerak ke analisis berikutnya. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengamatan yang lebih terfokus. analisis komponen. Penulisan Sebuah Etnografi Tugas utama terakhir dalam siklus penelitian Etnografi muncul ke arah akhir dari proyek penelitian. yaitu menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahui struktur internalnya. catatan lapangan. semakin banyak waktu yang diperlukan untuk penelitian. Peneliti pemula dapat melakukannya dalam urutan. itu dapat pula mengarah pada 19 . selalu diikuti oleh pengumpulan data. Anda perlu menganalisis catatan-catatan lapangan Anda setelah setiap periode pekerjaan lapangan untuk mengetahui apa yang akan dicari dalam periode berikutnya dari obsevasi partisipan. analisis taksonomi. Analisis domain. yaitu memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitian atau situasi sosial. Analisis tema budaya. peneliti Etnografi menganalisis data lapangan yang dikumpulkan dari observasi partisipan untuk menemukan pertanyaan. Analisis taksonomi.spesifik. dan analisis tema. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan. Walupun demikian. yaitu mencari cirri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antarelemen. yaitu mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan. Terdapat empat jenis analisis. dan analisis data lebih lanjut. Analisi komponensial. yang mengarah pada penemuan pertanyaan Etnografi baru. Demikianlah siklus berlanjut hingga proyek penelitian mendekati sempurna. yang selanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.

Peneliti Etnografi hanya dapat merencanakan dari awal perjalanan penyelidikan mereka dalam pengertian yang paling umum. 20 . seseorang tidak dapat mengajukan pertanyaan ini karena sulit atau tidak mungkin kembali ke lapangan. Jika Anda kacaukan Etnografi dengan pola penelitian linear yang lebih tipikal dalam ilmu sosial. Melakukan observasi partisipan secara cepat menceburkan peneliti dalam suatu data primer yang luas. Peneliti Etnografi yang menghabiskan beberapa jam sehari melakukan observasi partisipan secara proporsional akan memiliki sejumlah besar data lapangan. Mereka sulit mengetahui kapan mereka memiliki informasi yang cukup pada suatu topik. Orang yang berpikir tentang Etnografi sebagai urutan linear cenderung mengumpulkan catatan lapangan minggu demi minggu dan segera menjadi berlimpah dengan kumpulan data yang tidak tersusun.memerlukan umpan balik yang konstan untuk memberikan arah penelitian. Kesadaran terhadap siklus penelitian Etnografi dapat memelihara Anda dari kehilangan jalan bahkan dalam proyek penelitian yang sangat kecil. Penulisan sebuah Etnografi memaksa penyelidik ke dalam suatu jenis analisis yang lebih intensif. Jurang dalam informasi muncul tanpa jalan untuk mengisi data yang hilang. Setiap tugas utama dalam tindakan siklus penelitian sebagai sebuah kompas untuk memelihara Anda di perjalanan. Anda akan berhadapan dengan masalah yang tidak diperlukan. Itu tidak umum bagi mahasiswa pascasarjana yang melaksanakan hanya beberapa jam seminggu untuk mengumpulkan sepuluh sampai lima belas halaman catatan lapangan setiap minggu. Dan bahkan masalah yang lebih besar muncul ketika mereka menunggu semua data terkumpul sebelum mulai menganalisis secara intensif.pertanyaan-pertanyaan baru dan observasi-observasi lebih lanjut. Penelitian Etnografi melibatkan suatu open-ended inquiry. Pertanyaan baru muncul dari data.

Saran C. E. Deskripsi Teoritik yang Berkaitan Dengan Fokus B. 3. 1. D. B. maka penelitian Etnografi juga memafaatkan teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian 21 . Penelitian yang relevan BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Fokus dan Sub Fokus Masalah Rumusan Masalah Kegunaan Penelitian BAB II. D. E.6 Instrumen Pengumpul dan Paparan Data Etnografi Sebagaimana layaknya penelitian kualitatf yang mengedepankan naturalitik dalam mendapatkan data yang sifat deskriptif. Implikasi 2. KERANGKA TEORITIK A. C. Kesimpulan B. PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. C. 2.Adapun format proposal untuk penelitian Etnografi ini sebagai berikut: BAB I . Deskripsi Data B. Deskripsi Teoritik yang Berkaitan Dengan Sub Fokus C. B. PENUTUP A. Pembahasan BAB V. Pertanyaan Penelitian Tujuan Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Metodologi Penelitian Data dan Sumber data Teknik Pengumpulan data Validitas dan Reliabilitas Data Analisis Data BAB IV.

Adapun instrumen pengumpul data pada penelitian Etnografi sebagai berikut: 1. maka bentuk pertanyaan atau wawancara yang dilakukan merupakan pertanyaan terbuka dan sifatnya mengalir. sehingga tidak ada keraguan dan hambatan bagi subjek untuk berperilaku alami. Ketiga.kualitatif pada umumnya. Dalam konteks memperdalam data. meski demikian untuk menjaga focus penelitian ada baiknya seorang peneliti memiliki panduan wawancara yang sifatnya fleksibel. Observasi partisipan (participant observation). 2. Menjadi orang dalam memberikan akses yang luar biasa bagi peneliti untuk “menguak”semua hal tanpa sedikitpun halangan. menjadi orang dalam melalui kegiatan observasi partisipan tidak menjadikan peneliti larut hingga tidak bisa membedakan dirinya dengan diri subjek penelitian. Menjadi “orang dalam” akan memberi keuntungan peneliti dalam menghasilkan data yang sifatnya natural. kegiatan wawancara akan selalu menghasilkan pertanyaan baru yang sifatnya memperdalam apa yang telah diterima dari subjek penelitan. Diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion). kebiasaan – kebiasaan yang dilakukan keseharian. Kedua. 3. Dalam 22 . hingga pada pemahaman terhadap symbol-simbol kehidupan subjek penelitian dalam keseharian yang bisa jadi orang lain tidak memahami apa sebenarnya symbol itu. Setiap wawancara yang dilakukan. wawancara mendalam (indepth interview) merupakan serangkaian pertanyaan yang diajukan peneliti kepada subjek penelitian. namun ada beberapa teknik yang khas. Posisi inilah yang harus benar-benar dijaga dalam melakukan riset Etnografi. merupakan kegiatan diskusi bersama antara peneliti dengan subjek penelitian secara terarah. prilaku keseharian. Peneliti akan mengetahui dan memahami apa saja yang dilakukan subjek penelitian. proses wawancara dapat dilakukan secara spontan maupun terencana. Untuk mengetahui secara detail langsung bagaimana budaya yang dimiliki individu atau sekelompok masyarakat maka seorang peneliti eEtnografi harus menjadi “orang dalam”. Mengingat karakter Etnografi yang naturalistic. sebagaimana layaknya dia hidup dalam keseharian. Pertama. peneliti harus memperdalamnya dengan cara membuat catatan hasil wawancara dan observasi. Namun demikian. Karena itu. karena subjek penelitian akan merasa kehadiran peneliti tak ubahnya sebagai bagian dari keluarganya.

ataupun dapat saja dilakukan dengan secara acak. Dengan penetapan ini. Analisis dokumen diperlukan untuk menjawab pertanyaan menjadi terarah. Melalui catatan sejarah hidup ini peneliti Etnografi akan memahami secara detail apa saja yang menjadi kehidupan subjek penelitian dan factor-faktor yang mempengaruhinya termasuk budaya yang ada di lingkungannya. Mengingat dilokasi penelitian tidak semua memiliki dokumen yang tersedia. analisis dokumen (Document analysis). sehingga tergambar dengan jelas bagaimana “jalan” kehidupan subjek penelitian dari lahir hingga dewasa sehingga terketemukan peristiwa-peristiwa penting yang menjadi titik balik (turning point) dalam sejarah kehidupan subjek penelitian. 4. Catatan sejarah hidup. Kemudian. maka ada baiknya seorang peneliti mengajukan pertanyaan tentang informan-informan yang dapat membantu untuk memutuskan apa jenis dokumen yang mungkin tersedia. merupakan catatan panjang dan rinci sejarah hidup subjek penelitian. dilanjutkan dengan tema yang akan diusung peneliti. namun terdapat perbedaan terutama pada upaya yang lebih kuat dalam penulisan untuk menghindari subjektivitass penulis. Diskusi kelompok terarah ini bisa diawali dengan pemilihan anggota diskusi yang telah ditetapkan sebelumnya oleh peneliti. mengemasnya dan kemudian mendiskusikan serta mengelola diskusi itu menjadi terarah dalam arti proses diskusi tetap berada dalam wilayah tema dan tidak terlalu melebar apalagi sampai menyertakan emosi subjek secara berlebihan menjadi kata kunci dari proses FGD yang baik. Meski hampir sama dengan pola autobiografi. Dengan kata lain kebutuhan dokumen 23 . Sejarah hidup (Life history). mulai dari tingkat pendidikan. Kelima. disamping menambah pemahaman dan informasi penelitian. dan diskusikan secara bersama. Proses inilah yang kemudian oleh peneliti dicatat secara rinci untuk kemudian dijadikan dasar pijak untuk memperdalam dan memperkaya data Etnografi. pengalaman bahkan keseimbangan gender. 5. intelektualitas. menghendaki kemampuan peneliti untuk jeli dalam melihat setiap detail kehidupan seseorang. namun tetap memperhatikan “kekuatan” masing-masing peserta diskusi.konteks ini sebenarnya kemampuan peneliti untuk menyajikan isu atau tema utama. Keempat. merupakan langkah untuk menghindari ketimpangan atau dominannya satu kelompok atau individu dalam sebuah diskusi.

(2) social science descriptions digunakan untuk studi yang terfokus secara teoritis pada uji hipotesis. Mereka yang melakukan studi ini akan mengamati secara mendetail kehidupan seseorang dan proses yang menunjukkan bagian penting dari budaya tersebut. seorang anggota masyarakat yang dibudayakan menulis Etnografi dalam bahasa aslinya. Semua dicatat dalam bahasa asli. 2. (5) life histories adalah salah satu bentuk deskripsi yang menawarkan pemahaman terhadap budaya lain. Ada enam bentuk laporan Etnografi yang dapat disajikan peneliti. Masyarakat dan cara berperilaku dikarakteristikkan secara stereotipe. serta (6) ethnographicnovels. Etnografer secara hati-hati membawa sistem semantis bahasanya dan menterjemahkan ke dalam bahasanya. yang mungkin dapat membantu pemahaman. bagaimana upaya peneliti dalam mendapatkan dan menghasilkan data Etnografi yang rinci dan utuh. dan bisa jadi peneliti mencoba memahami dokumen yang tersedia. maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan peneliti adalah membuat laporan Etnografi. yaitu : (1) ethnocentric descriptions adalah studi yang dibentuk dengan tidak menggunakan bahasa asli dan mengabaikan makna yang ada. Berbagai teknik pengumpulan data yang terpapar tersebut bisa digunakan peneliti secara bersamaan atau dipilih peneliti berdasarkan kebutuhan dan juga bergantung peneliti dalam memaksimalkan instrument tersebut. kemudian diterjemahkan dan disajikan dalam bentuk yang sama sesuai dengan pencatatan.bergantung peneliti. 24 .7 Kelebihan dan kelemahan Etnografi Gall (2003:494-495) menemukan beberapa kelebihan dan kelemahan dari penelitian Etnografi. Studi ini juga menyesuaikan kategori analitisnya pada budaya lain. namun peneliti harus menyadari keterbatasan dokumen. Setelah melakukan proses penggalian data dan menganalisisnya. (4) monolingual ethnographies. Yang jelas. (3) standard ethnographies menggambarkan variasi luas yang ada pada penutur asli dan menjelaskan konsep asli.

Bahkan keterbatasan ini adalah kritik umum dari penelitian Etnografi. melainkan yang terkandung dalam hal yang nampak tersebut b. hubungan. Karena peneliti berada untuk waktu yang lama. Tidak hanya membutuhkan waktu lama untuk melakukan kerja lapangan. tetapi juga memakan waktu lama untuk menganalisis materi yang diperoleh dari penelitian. c. penelitian ini hanya mengarah ke pengetahuan yang 25 . penjelasan yang spesifik dan rinci d. organisasi. Menghasilkan deskripsi yang kaya. Peneliti lapangan mengembangkan keakraban yang intim dengan dilema. peneliti melihat apa yang dilakukan orang serta apa yang mereka katakan. Kekuatan yang mendalam dari Etnografi adalah yang paling “mendalam” atau “intensif”. 2.1 Kelebihan Salah satu aspek yang paling berharga yang dihasilkan dari penelitian Etnografi adalah kedalamannya. Membantu kemampuan beinteraksi karena menuntut kemampuan bersosialisasi dalam budaya yang ia coba untuk dijelaskan. dan risiko yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.2 Kelemahan Salah satu kelemahan utama penelitian Etnografi adalah bahwa dibutuhkan lebih lama waktu daripada bentuk penelitian lainnya. Etnografi sebuah studi biasanya hanya satu organisasi budaya. Kelemahan lain dari penelitian Etnografi adalah bahwa lingkup penelitiannya tidak luas. Peneliti berinteraksi langsung dengan masyarakat sosial yang akan diteliti.7. Mendapatkan atau memperoleh data dari sumber utama yang berarti memiliki tingkat validasi yang tinggi.2. Karena yang dicari dalam penelitian ini bukan hal yang tampak. Menghasilkan pemahaman yang mendalam. Bagi kebanyakan orang. ini berarti tambahan waktu. Dari pengetahuan tentang apa yang terjadi di lapangan dapat memberikan informasi penting untuk perumusan asumsi penelitian. sebagai berikut: a. Secara singkat kelebihan pengunaan penelitian Etnografi dijelaskan di bawah ini. Peneliti dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang orang-orang. rutinitas. dan konteks yang lebih luas.7. frustrasi. e.

Pengaruh budaya yang diteliti dapat mepengaruhi psikologis peneliti. BAB III PENUTUP 3. 2.mendalam konteks dan situasi tertentu. Penelitian Etnografi adalah . penelitian kualitatif yang meneliti kehidupan suatu kelompok/ masyarakat secara ilmiah yang bertujuan untuk mempelajari. Perspektif pengkajian kemungkinan dipengaruhi oleh kecenderungan budaya peneliti. 2. Peneliti yang tidak memiliki kemampuan sosialisasi. 1 Kesimpulan 1. d. Judul penelitian : “PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB KOMUNIKATIF DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI MAKN BANDAR LAMPUNG”. Judul penelitian : “ETNOGRAFI KEBUDAYAAN SUKU BUGIS”.8 Contoh Penelitian Etnografi 1. c. dari masyarakat yang akan diteliti. Membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk mengumpulkan data dan mengelola data. sebagai berikut: a. Secara singkat kelemahan pengunaan penelitian Etnografi dijelaskan di bawah ini. b. terdapat kemungkinan penolakan. ketika peneliti kembali kebudaya asalnya. 26 .

menganalisa. bahasa dan pandangan yang dianut bersama. tempat. cara sampai ke tujuan. b. yaitu pertanyaan yang menyangkut keseluruhan dari analisis domain. h. f. dan menafsirkan pola budaya suatu kelompok tersebut dalam hal perilaku. yaitu dengan membuat catatancatatan refleksi dan menghubungkannya dengan catatan-catatan lainnya untuk memperoleh kesamaan. lokasi tindakan. waktu. urutan dan atribut. sebab akibat. apa saja jenis keseluruhan perkawinan di desa ini. Membuat catatan Etnografis melalui catatan harian hasil wawancara (nama informan. 27 . Mengajukan pertanyaan kontras. yaitu: jenis. Mengajukan pertanyaan struktural. Melakukan analisis wawancara Etnografis. i. d. Pemenuhan hasrat seksual. Membuat analisis taksonomis: pada analisis ini sudah difokuskan pada fenomena budaya yang diteliti. kategori sementara dan sebagainya. g. Menetapkan seorang informan. fungsi. rasional. Misalnya apakah ada yang berbeda pendapat dalam menanggapi fungsi kawin sirri tersebut. Membuat analisis domain (diperoleh dari grand tour observation) yaitu melalui universal semantic relationship. kepercayaan. misalnya pada domain fungsi (kawin sirri). yaitu wawancara mendalam untuk mengetahui tentang fenomena yang diteliti. jadi pada domain tertentu. Misalnya. yaitu pertanyaan untuk mengungkap adanya kontras di setiap elemen di dalam domain. Langkah-langkah penelitian Etnografi adalah sebagai berikut : a. Masing-masing akan memiliki subfungsi yang akan berkembang sesuai dengan penelusuran wawancara dan dikategorikan sesuai dengan kesamaannya. e. yaitu pertanyaan tentang fenomena budaya yang diteliti. Mengajukan pertanyaan deskriptif. 2. Melakukan wawancara dengan informan-informan. menolong kesulitan ekonomi. Hubungan semantis tersebut terkategori. ruang. pemenuhan aktualisasi diri. c. catatan hasil wawancara dan catatan refleksi). Untuk ini buatlah lembaran analisis domain. tanggal.mendeskripsikan.

bahasa informal. 3. Analisis komponensial: yang dibidik oleh analisis komponensial adalah adanya perbedaan-perbedaan di setiap elemen dalam analisis domain. Norman K Denzin & Yvonna S. Menulis laporan Etnografis. yang darinya dapat diketahui apa tema budaya yang ada di masyarakat tersebut. DAFTAR PUSTAKA Atkinson. Melalui contrast questions maka akan diperoleh dimensi-dimensi kontras di dalam setiap domain. yaitu memahami tema budaya apa yang dominan dari suatu entitas budaya pada masyarakat. 1998). segala bentuk informasi hasil penelitian Etnografi digunakan untuk peningkatan taraf hidup manusia yang ada didunia. Inc. Dari setiap domain tersebut tentunya terdapat domain penting dan dominan. dan sebagai penyambung informasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lainnya. Martyn. Misalnya: pemenuhan kebutuhan seksual vs bukan pemenuhan kebutuhan seksual dan sebagainya. Etnography and Participant Observation. yaitu berperspektif personal voice. 28 . menerima kaidah-kaidah bahasa kualitatif. Strategies of Qualitative Inquiry ed. Lincoln. Analisis tema budaya. (California:SAGE Publication. l.j.2 Saran Semoga dengan adanya makalah tentang metode penelitian Etnografi ini tersebar luaslah informasi yang berkaitan tentang Etnografi. k. Paul & Hammersley.

(California: Sage Publications. Mills & Airasian. (San Fransisco: Jossey Bass.R. Marguerite G. hal. Mills. Nur. Gay. hal. Educational Research: Competencies for analysis and application-9th. Ed. L. 2006). (California: Sage Publications. Creswell. Spaulding. Emzir. (New Jersey: Merril-Pearson Education. John W. Marguerite G.Creswell. (San Fransisco: Jossey Bass. (New Jersey: Merril-Pearson Education. Choosing Among Five Approch. Qualitative Inquiry & Research Design.. 268. L. 2007). Syam. Ed.Lodico. Penelitian Etnografi Bidang Hukum Islam. 2011). Lodico. 2009). Gay. Choosing Among Five Approch . hal. Dean T.sunan-ampel. Katherine H. (Jakarta: Raja Grafindo. John W. Geoffrey E. Methods in Educational Research From Theory to Practice. Methods in Educational Research From Theory to Practice. 68.R. Katherine H. Spaulding. 2006). & Airasian.http://nursyam.id. Voegtle. 2007). Geoffrey E. 404. Voegtle. tanggal akses : 5 Mei 2016 29 . Educational Research: Competencies for analysis and application-9th. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. Qualitative Inquiry & Research Design. 2009). Dean T.ac.