You are on page 1of 23

Kontrol dan

PENGENDALIAN KOLOM DISTILASI BINER
MENGGUNAKAN METODA INTERNAL MODEL CONTROL(IMC)

Proposal Tugas Akhir

Oleh:
BAYU BAGAS WARA
21060112120012

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG 2016

Proposal Tugas Akhir
PENGENDALIAN KOLOM DISTILASI BINER
MENGGUNAKAN METODA INTERNAL MODEL CONTROL(IMC)
Yang diajukan oleh
Bayu Bagas Wara
21060112120012
Kepada
Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro
Telah disetujui oleh
Pembimbing I

Pembimbing II

Budi Setiyono, ST, MT

Dr.Wahyudi, ST, MT

NIP. 197005212000121001

NIP 196906121994031001

Tanggal: ____________________

Tanggal: ____________________

Mengetahui,
Koordinator Tugas Akhir

Budi Setiyono, ST, MT
NIP 197005212000121001
Tanggal: __________________

Hal ini disebabkan kolom distilasi berhubungan dengan kemurnian dan kualitas hasil produk industri yang disebutkan. Melihat karakteristik yang dimiliki kolom distilasi yang demikian. Penerapan metoda Internal Model Control(IMC) dengan skenario IMC dasar. ketidakpastian termodinamika yang besar dan pengukuran komposisi dengan waktu tunda membuat kontrol dari proses distilasi sangat menarik dan menantang untuk dipelajari. Kehadiran Internal Model Cotrol menjadi sesuatu yang sangat baru dan menguntungkan apabila diimplementasikan ke dalam kolom distilasi. Distilasi merupakan bagian yang sangat penting dalam industri petrolum dan petrokimia. maka diperlukan suatu metoda pengontrolan yang mampu membuat kolom distilasi bekerja dengan baik. Keyword : Kontrol proses. IMC juga memungkinkan tracking set point yang baik bersamaan dengan penolakan terhadap gangguan yang muncul khususnya untuk proses dengan waktu-delay kecil atau rasio waktu-konstan. Suatu sistem pengendalian yang robust adalah sistem pengendalian yang aman pada perubahan proses dinamik. Kolom Distilasi. karena Internal Model Control (IMC) adalah metode pengendalian yang berdasarkan pada ketepatan suatu model dari suatu proses yang menjadi pedoman untuk mendesain sistem pengendalian yang stabil dan robust.ABSTRAK Kontrol kolom distilasi adalah hal paling menarik untuk dipelajari dalam kontrol proses dan kimia proses. Dinamika yang nonstationer. Lead-lag IMC dan Modified IMC pada kolom distilasi diharapkan memberikan hasil respon sistem yang lebih baik jika dibandingkan dengan metode kontrol konvensional. Internal Model Control .

ketidakpastian termodinamika yang besar dan pengukuran komposisi dengan waktu tunda membuat kontrol dari proses distilasi menjadi sebuah masalah yang menantang dan menarik untuk dipecahkan[1][2][3]. Dinamika yang nonstationer. Kondensor digunakan untuk mengkondensasi uap distilasi dan reboiler digunakan untuk menyediakan panas proses distilasi. Namun karena fluktuasi tekanan. Skema kolom distilasi biner dengan struktur pengontrolan L-V (LiquidVapour) dapat dilihat pada gambar 9. Dalam hal ini kolom distilasi tidak hanya digunakan untuk pemisahan suatu komponen tetapi juga digunakan untuk meningkatkan perpindahan massa dan mentransfer energi panas[4][5]. sulit untuk mempertahankan stabilitas sistem dan menjaga kemurnian suatu produk hasil distilasi[6][7]. Struktur L-V (Liquid-Vapour) dikenal sebagai struktur keseimbangan energi dan dapat dianggap sebagai struktur kontrol standar untuk sebuah kolom distilasi biner. XB (bawah) dan XD (distilat) karena gangguan F (aliran masukan) dan XF (konsentrasi masukan)[8] [9]. Biasanya kontrol distilasi didasarkan pada asumsi tekanan konstan. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga konsentrasi produk yaitu. Uap terkondensasi dikumpulkan di refluks drum dan membutuhkan jumlah tertentu untuk digunakan sebagai refluks. Distilasi adalah teknologi pemisahan yang paling sering digunakan dalam industri petrolum dan petrokimia untuk pemurnian dan menjaga kualitas produk akhir. Sebuah kolom distilasi umumnya terdiri dari kolom vertikal yang terpecah menjadi beberapa tray dan digunakan untuk meningkatkan komponen yang dipisahkan.Judul :“Pengendalian Kolom Distilasi Biner Menggunakan Metoda Internal Model Control (IMC)” Konsentrasi dan Keilmuan : Kontrol dan Instrumentasi Latar Belakang Masalah Pengontrolan kolom distilasi adalah hal yang paling dipelajari dalam kontrol proses maupun kimia proses. Dalam konfigurasi kontrol ini laju aliran Uap (V) dan laju aliran cairan (L) adalah variabel kontrol yang dimanipulasi. .

model kontrol dihubungkan secara paralel dengan proses yang sebenarnya. Internal Model Control (IMC) adalah teknik yang umum digunakan yang menyediakan model transparan dalam merancang dan tuning berbagai jenis arsitektur kontrol. Pada Internal Model Control.Dengan melihat karakteristik yang dimiliki kolom distilasi diperlukan suatu metode kontrol yang mampu mengendalikan kolom distilasi sehingga memberikan hasil produk yang baik. Dimana. Internal Model Control (IMC) adalah metode pengendalian yang berdasarkan pada ketepatan suatu model dari suatu proses. Lead-lag IMC dan Modified IMC pada kolom distilasi diharapkan memberikan hasil respon sistem yang lebih baik jika dibandingkan dengan metode kontrol konvensional. suatu sistem pengendalian yang robust adalah sistem pengendalian yang aman pada perubahan proses dinamik Internal Model Control adalah teknik kontrol terkemuka di mana model proses digunakan untuk menghitung nilai variabel kontrol. salah satunya adalah IMC. dengan cara ini kita bisa membandingkan kedua proses[9][10][11]. 2. IMC juga memungkinkan tracking set point yang baik bersamaan dengan penolakan gangguan yang muncul khususnya untuk proses dengan waktu tunda kecil atau rasio waktu-konstan. yang menjadi pedoman untuk mendesain sistem pengendalian yang stabil dan robust. Batasan Masalah Agar tidak menyimpang dari permasalahan. Penerapan metoda Internal Model Control(IMC) dengan skenario IMC dasar. maka pembatasan masalah tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Simulasi pengendalian kolom distilasi biner menggunakan metoda IMC dilakukan dengan simulink MATLAB. . Fungsi alih kolom distilasi biner didapatkan dari respon dinamis sistem hasil simulasi menggunakan software ASPEN dan didekati dengan metoda FOPDT. Hal ini akan dapat dilihat dari performasi respon sistem terhadap input step dan harga IAE.

Lead-lag IMC dan Modified IMC berdasarkan respon transient dan harga IAE. Alsadiq. Kajian Pustaka 1. dan Modified IMC sehingga dapat diamati respon sistem terhadapa aksi pengontrolan yang diberikan dan dapat dianalisa stabilitas sistem berdasarkan respon transient dan harga IAE. Meneliti respon kolom distilasi menggunakan metoda fuzzy dengan tunning Simulated Anealing Algorithm. Tujuan Penelitian Tujuan dari tugas akhir ini adalah merancang pengendalian kolom distilasi biner menggunakan metoda Internal Model Control (IMC) dengan skenario IMC dasar. 4. Variabel yang dikontrol adalah fraksi mol distilat(XD) dan fraksi mol produk bawah(XB) dengan varibel yang dimanipulasi adalah laju aliran refluks (L) dan laju panas reboiler(Qr) dan gangguan disebabkan oleh laju feed (F) dan fraksi mol feed(XF). Berikut beberapa penelitian terdahulu tentang IMC dan kolom distilasi .2007[12]. Strategi Internal Model Kontrol adalah kontrol baru yang digunakan dalam proses kontrol.3. Merancang beberapa metoda untuk kolom distilasi adalah tantangan besar dalam bidang instrumentasi dan kontrol proses. Ada keuntungan dan kerugian yang berbeda menggunakan berbagai metode kontrol dalam kontrol proses industri. Lead-lag IMC.2014[13]. Pembahasan dari tugas akhir ini adalah hasil implementasi pengontrolan IMC dengan skenario IMC dasar. Kajian hasil penelitian terdahulu Pada kolom distilasi biner ada beberapa metode kontrol digunakan untuk mengontrol proses output dan mengurangi gangguan. Melakukan pengendalian kolom distilasi menggunakan metoda MPC. Ahmad dan Wahid. hasil penelitian tersebut memberikan respon yang lebih baik apabila dibandingkan dengan metoda pengendalian P/PI. Hasilnya memberikan perbaikan .

Javadi[15]. Melalukan pengendalian kolom distilasi dengan metoda NN-IMC hasil yang didapatkan memperlihatkan s=kestabilan sistem yang cukup baik dan harga IAE yang kecil.2005[9]. Melakukan pengendalian kolom distilasi menggunakan algoritma genetika dan dipadukan dengan MPC. Mengontrol kolom distilasi dengan perpaduan metoda fuzzy logic dan PI hasilnya respon sistem memberikan hasil yang baik jika deibandingkan dengan fuzzy atau PI saja. hasil yang diperoleh kurang maksimal sistem mengalami fluktuasi dan tidak mencapai kestabilan akan tetapi hasil ini lebih baik dari pengendalian PID Ziegler Nichols.2010[16]. Melakukan pengendalian kolom distilasi menggunakan metode neural-network berdasarkan fungsi nonlinier hasilnya diaplikasikan dengan baik terhadap proses kimia tersebut. Feng Li. kontroller dapat . Totok. Anna Vasikanova.2013[14].NN. Gydha. Rakhes Khumar.fuzzy. Lead-lag IMC dan Modified IMC untuk mengendalikan komposisi kolom distilasi biner dengan menggunakan model fungsi alih Wood and Berry serta fungsi alih orde dua dari kolom distilasi. Hasilnya bahwa Lead-lag IMC dapat memberikan respon penolakan gangguan yang sangat baik jika dibandingkan dengan penontrolan lainnya.2011[17].Adaptif dan Neuro-fuzzy. Hasilnya Neurofuzzy memilik hasil yang paling baik dibandingkan dengan aksi pengontrolan lainnya.2013[11]. Menuliskan thesis tentang pengimplementasian IMC.R.respon terhadap pengendalian kolom distilasi dengan fuzzy akan tetapi algoritma ini membuat membership function dari fuzzy controller menjadi lebih rumit. Namun pada hasil produk bawah terjadi sedikit fluktuasi yang menyebabkan kenaikan konsentrasi hasil produk bawah. Melakuakan perbandingan pengontrolan kolom distilasi biner menggunakan metoda PID.Biyanto.

Landasan Teori 2.1. Kontrol kolom distilasi adalah suatu masalah yang menantang untuk dipecahkan dikarenakan nonlinear. dimana dua tujuan lain yang diperlukan untuk kelayakan operasional (yaitu untuk mencegah banjir dan mengeringnya refluks drum dan dasar kolom). Dinamika tanggapan dari kontrol loop 3 dan 4 biasanya jauh lebih cepat dari respon dinamis loop kontrol lainnya[18]. Kolom distilasi biner biasanya memiliki tujuan paengontrolan dibawah ini: · Kontrol komposisi distilat · Kontrol komposisi produk bawah · Kontrol tingkat refluks drum · Kontrol tingkat cairan di dasar kolom Dua tujuan pengendalian pertama mengkarakterikstikkan dua produk streams. Pendahuluan Distilasi adalah salah satu unit operasi yang paling penting dalam teknik kimia.1. Kontrol yang efektif dari kolom distilasi mengarah ke kualitas produk yang lebih baik dan fleksibilitas produksi. dan tingkat gangguan yang sangat tinggi. Prinsip fisika pemisahan dalam distilasi adalah perbedaan dalam volatilitas komponen.1. perilaku non- stasioner. Kolom Distilasi 2. Interaksi multivariabel. Tujuan dari kolom distilasi adalah digunakan untuk memisahkan campuran komponen menjadi dua atau lebih produk dengan komposisi yang berbeda. energi yang di konsumsi rendah dan polusi rendah. Tipikal dua produk kolom distilasi yang diambil sebagai model penelitian yang mengindikasi loops yang paling penting pada distilasi biner ditunjukkan oleh gambar 1. .2.

1.G ambar 1 Kolom Distilasi Biner[18] 2. Kolom Distilasi terdiri dari shell vertikal dengan sejumlah tray yang lebarnya sama di dalam kolom. Kondensor digunakan untuk mendinginkan dan memadatkan uap yang meninggalkan kolom dari atas kolom.2. Shell vertikal bersama-sama dengan kondensor dan reboiler merupakan kolom destilasi yang sempurna[7][11]. vertikal shell terhubung dengan pipa yang bersesuaian dengan alat pemanas yang disebut reboiler. . Cairan mengalir sesuai gravitasi dari setiap tray ke tray lainnya ke bawah. Reflux drum untuk menahan uap kondensor dari bagian atas kolom sehingga cairan (reflux) dapat didaur ulang kembali ke kolom. Reboiler adalah bagian dari kolom destilasi yang menyediakan penguapan untuk proses distilasi. Kelengkapan Kolom Distilasi Diagram skematik dari kolom distilasi tipikal ditunjukkan gambar 2.

Tujuan utamanya adalah untuk menjaga konsentrasi produk yaitu.2.Dalam konfigurasi kontrol ini laju aliran Uap (V) laju aliran cair (L) adalah input kontrol.atau 3 (1) .Gambar 2 Skematik Kolom Distilasi[11] Biasanya kontrol distilasi didasarkan pada asumsi tekanan konstan. Namun karena fluktuasi tekanan. sulit untuk mempertahankan stabilitas sistem dan menjaga kemurnian. XB (bawah) dan XD (distilat) karena gangguan F (aliran umpan) dan XF (konsentrasi masukan)[5][19][20]. Oleh karena itu kita dapat mengasumsikan bahwa fungsi alih kolom distilasi dapat diberikan dalam bentuk[11][13]. Sebagian besar kolom distilasi diberikan oleh alih fungsi alih orde satu dan orde kedua dengan waktu mati dan gain steady-state. G ( s )= K e−Ds n (τs+ 1) n=1. Struktur L-V (Liquid-Vapour) dikenal sebagai struktur keseimbangan energi dan dapat dianggap sebagai struktur kontrol standar untuk sebuah kontrol destilasi komposisi ganda.

sumber pemanas mungkin aliran output kolom lainnya. meskipun di sebagian besar pabrik kimia biasanya berupa steam. Cairan ini didaur ulang kembali ke atas kolom disebut refluks. Uap dinaikkan di reboiler tersebut dan kembali dimasukkan ke dalam unit di bagian bawah kolom. ada arus internal uap dan cairan dalam kolom serta eksternal arus feed dan aliran produk. Dengan demikian. Panas dipasok dari reboiler untuk menghasilkan uap. didinginkan oleh kondensor. Feed yang mengalir turun dalam kolom dikumpulkan di bawah untuk di panaskan ulang. Di kilang. dan saat keluar di bagian atas.G ( s )= K e−Ds τ s+ 1 τ s+1 ( 1 )( 2 ) n=1 atau 2 (2) 2. yang ditunjukkan oleh gambar 3 dan 4. Cairan yang hilang dari reboiler dikenal sebagai bottom produk. Feed tray membagi kolom menjadi bagian atas dan bagian bawah stripping. masuk dan keluar dari kolom distilasi[11] [21].1. Gambar 3 Bagian Rectification[11] . Uap bergerak naik di dalam kolom. Cairan kental yang dikeluarkan dari sistem ini dikenal sebagai distilat atau produk atas.3. Cairan kental disimpan dalam sebuah penampungan dikenal sebagai drum refluks. Sumber masukan panas dapat di cocokkan dengan jenis cairan. Terminologi dan Operasi Dasar Campuran cairan yang akan diproses dinamakan sebagai feed dan biasanya dimasukkan di suatu tempat dekat tengah kolom yang kemudian disebut sebagai feed tray.

Gambar 4 Bagian Stripping[11] 2. Kesetimbangan massa dan panas pada kondensor dan reflux drum Gambar 5 Kesetimbangan massa pada kondensor dan reflux drum[9] Neraca masa total : d Md =V NT −L NT +1−D dt (3) Neraca massa komponen: d ( M D X D) =V NT X NT −( L NT + D) X D dt Neraca Panas: (4) .1.4. Model Matematika Kolom Distilasi Biner Kolom distilasi biner mempunyai kesetimbangan massa dan energi yang dapat diterangkan sebagai berikut: a.

Kesetimbangan massa dan panas pada tray umpan (n = NF) (6) . Kesetimbangan massa dan panas pada tiap tray Neraca masa total : d MN =Ln+1−Ln +V n −1 −V n dt Neraca massa komponen: d ( M n X n) =Ln+1 X n +1−Ln X n +V n−1 Y n−1 −V n Y n dt (7) Neraca Panas: d ( M n h n) =Ln+1 hn +1−Ln hn +V n−1 H n−1 −V n H n dt (8) Gambar 6 Kesetimbangan massa pada tiap tray[22] c.d ( M D hD) =V NT H NT −L NT +1 −Dh D −Qc dt hNT +1 (5) b.

Gambar 7 Kesetimbangan massa pada tray umpan[22] Neraca masa total : d M NF =L NF+1−L NF + F +V NF−1−V NF dt (9) Neraca massa komponen: d ( M NF X NF ) =LNF+1 X NF+1−L NF X NF +V NF−1 Y NF−1−V NF Y NF + F z X F dt (10) Neraca Panas: d ( M NF hNF ) =LNF+1 h NF+1−L NF h NF + V NF−1 H NF−1−V NF H NF + F z h F dt (11) d. Kesetimbangan massa dan panas pada reboiler dan base kolom Neraca masa total : d Mn =L1−V RB−B dt Neraca massa komponen: (12) .

Spesifikasi perancangan sistem ditunjukkan pada Tabel 1 Tabel 1.d ( M B XB) =L1 X 1−V RB Y B−B X B dt (13) Neraca Panas: d ( M B hB ) =L1 h1−V RB H B −B hB +Qr dt (14) Gambar 8 Kesetimbangan massa pada Reboiler dan base kolom[9] 2.mol/menit Laju produk bawah(B).5.000 22.500 22. mol/menit Laju distilat(D).1 30 .1.02 1.98 0. Data steady state kolom distilasi metanol –air[9] Diskripsi Variabel Laju umpan (F). Struktur Pengendalian L-V Penelitian ini menggunakan model pemisahan sistem methanol-air dalam kolom distilasi tunggal dengan menggunakan struktur pengendalian L-V.fraksi mol methanol Perbandingan refluks Jumlah tray Nilai 45.mol/menit Komposisi umpan(Xf).fraksi mol methanol Komposisi distilat(XD).500 0.5 0.fraksi mol methanol Komposisi produk bawah(XB).

variabel yang dikendalikan adalah fraksi mol methanol pada produk bawah(XB).1 x 104kcal/menit[9] .104 kcal/menit 5 1 35 35 Kolom tunggal dirancang dengan basis perbandingan refluks sebesar 1. Konsumsi energi panas untuk reboiler adalah sebesar 35.1 kali perbandingan refluks minimum.104 kcal/menit Beban reboiler. Sistem yang digunakan adalah methanol-air pada tekanan 1 atm. Sedangkan variabel yang dimanipulasi adalah laju refluk (L) dan laju panas pada reboiler (Qr) dengan gangguan laju Feed (F ) dan fraksi Feed (XF). . Kemurnian produk adalah 99% fraksi mol metanol pada distilat dan 1% frsksi mol metanol pada produk bawah.Struktur kolom distilasi dengan struktur L-V[9] Pada penelitian ini. dan fraksi mol methanol pada distilat(XD). Sistem proses yang digunakan ditunjukkan pada gambar diatas. Gambar 9.Letak tray umpan Tekanan operasi(atm) Beban condensor.

Gm adalah fungsi alih forward model. yang menjadi pedoman untuk mendesain sistem pengendalian yang stabil dan robust.maka hanya sinyal U1 yang masuk ke dalam komparator . Gu adalah fungsi alih disturbance. Dimana.[9][23] Hubungan antara Gc dan Gi ditunjukkan pada persamaan: Gc= Gi 1−GiGm (15) Untuk struktur yang ditunjukkan pada gambar 10. Dimana Gp adalah fungsi alih plant.2. Gc adalah fungsi alih pengendali. . suatu sistem pengendalian yang robust adalah sistem pengendalian yang aman pada perubahan proses dinamik. Gi adalah fungsi alih inverse model. U1 adalah output plant yang disebabkan perubahan disturbance dan C adalah control variable. Blok diagram untuk feedback controller dan struktur pengendali IMC pada gambar 10. U adalah disturbance. Metoda Internal Model Control (IMC) Internal Model Control (IMC) adalah metode pengendalian yang berdasarkan pada ketepatan suatu model dari suatu proses.menunjukkan bahwa : C=U 1 + GG1 [ R−U 1 ] 1+G1 (G−Gm) (16) Jika model tepat sama dengan proses (Gm = Gp). Ketika U1 tidak menghasilkan proses apapun oleh fungsi transfer pada loop forward. R adalah setpoint. U1 bukan merupakan sinyal feedback tetapi sinyal bebas yang equivalent dengan R dan menghasilkan keluaran C.2.

sebagai filter (persamaan 19) agar dapat menjadi pengendali yang cukup robust untuk gangguan beban dan set point karena harga fungsi transfer pada model plant dan inversenya sesuai dengan persamaan (17) dan (18)[23]. maka akan juga menghasilkan persamaan yang sama dengan persamaan (15) dan (16). Kajian Pustaka Metode ini dilakukan dengan mempelajari buku-buku acuan. makalahmakalah. Lead- . f ( s )= 1 λs +1 (19) Metoda Penelitian Beberapa metode penelitian yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Merancang kontrol IMC dengan skenario IMC dasar. jika hanya terjadi perubahan set point (U1 =0) dapat dilihat dari gambar 10 atau persamaan 16 bahwa Gi. pendekatan ini menggunakan metode kurva proses reaksi dan metode FOPDT.Gambar 10 Struktur IMC[9] Pada gambar . IMC hanya membutuhkan satu parameter pengendali λ. maka: GI Gm=1 (17) GI =1/Gm (18) Untuk kasus perubahan gangguan load U1. serta dokumentasi dari Internet tentang kolom distilasi dan Internal Model Control yang mendukung penyusunan Tugas Akhir ini. Jika Gi dan Gm stabil. Idealnya. dimana R = 0 dan harga keluaran C stabil. maka sistem pengendalian stabil. Perancangan Program Penentuan fungsi alih plant kolom distilasi biner dilakukan dengan melakukan pendekatan empiris respon dinamis system hasil simulasi menggunakan software ASPEN berdasarkan parameter steady state yang diketahui. 2.G = 1 (Gp = Gm).stabilitas dari sistem pengendalian bergantung hanya pada Gi dan Gm.

Jadwal perencanaan tugas akhir Kegiatan 1 Review Literatur 2 Perancangan model plant dengan pendekatan empiris kurva proses reaksi dan Bula n1 Bulan Bulan Bulan Bulan 2 3 4 5 Bulan 6 . Analisis Pada tahap ini melakukan analisis terhadap hasil simulasi yang telah dilaksanakan yaitu berupa analisa secara grafikal dengan melihat karakteristik respon transient output berupa overshoot . Jadwal Penelitian Tabel 2. Penyusunan Laporan Hasil penelitian dan analisis dituangkan dalam bentuk laporan tugas akhir dan makalah. 4.lag IMC dan Modified IMC untuk diaplikasikan pada plant menggunakan software MATLAB. Gambar 11 Blok diagram pengontrolan IMC 3.settling time dan juga nilai IAE.

.FOPDT 3 Perancangan kontroller IMC dengan MATLAB Analisa Hasil Simulasi secara grafis untuk melihat 4 kestabilan sistem berdasarkan respon sistem terhadapa sinyal uji STEP dan harga IAE 5 Penulisan Jurnal dan Laporan Penutup Proposal tugas akhir ini dibuat belum dalam format yang sebenarnya. sehingga masih sangat memungkinkan adanya perubahan yang disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Morilla. [12] A. 2009. vol. pp. “Model Predictive Control of a Kaibel Distillation Column.NewYork. 105– 111. pp.Ntnu. [7] Kister. vol. Duro and F.” pp. Imc.“Distillation Design”.” J. V. 2010. [11] Khumar. T. 2014. 288–303.” vol. no. [9] Totok R.” Energy. 1–14. 2009. Selatan. Ahmad and A. “Slovak University of Technology in Bratislava Institute of Information Engineering . Abdul Rani. Minh and A. Barroso. “IMPLEMENTATION OF INTERNAL MODEL CONTROL ( IMC ) IN CONTINUOUS DISTILLATION COLUMN. July.1992.Neural Network (NN) Gain Scheduling untuk Pengendalian Kolom Distilasi. and Mathematics Mathematical Modeling and Implementation of the Airship Navigation. “APPLICATION OF MODEL PREDICTIVE CONTROL ( MPC ) TUNING STRATEGY IN MULTIVARIABLE . Kothare. N. [4] M. K. 5.McGraw Hill inc. Sunori. and P. Muhammad.” 17th Int. 1. 6.” no. “Internal Model Control (IMC) . Pinang. S. [3] N. M.” 2013. Eng. E. “DESIGN OF AN INTERNAL MODEL CONTROLLER FOR BINARY DISTILLATION COLUMN DESIGN OF AN INTERNAL MODEL CONTROLLER. [8] V.R. Aziz. Wahid. A. P.[1] F.” 2009. pp. [2] S. no. Probl. and I.” Nt. pp. “Modeling and Control of Binary Distillation. 978–981. 73–79.No. Z.. Tek.Henry Z. pp. Smets. no. “A modelling methodology for distillation columns using dymola and simulink. Automation . [10] D. Wouwer. P. Elektro. 186–190. “Comparative Performance Analysis of Fuzzy Logic Based Controller and PID Controller for Multivariable Distillation Column. Conf.M. 2005. [5] I. and A. 2009. Engineering. 2003. 2009. 2. Campus. Tade. Sharma. Ahmad. M. “Modeling and Intelligent Control of a Distillation Column. Process Control 2009.” Math. “Modeling and Control of Distillation Column in a Petroleum Process. Jelenčiak. 2015. [6] J. Biyanto. Juneja.

[23] Brosilow. “Development of a Fuzzy Logic Controller for a Distillation Column Using Rockwell Software by Master of Applied Science. and D. M. no.” Intell. E. 383–387. no. 2007. El-shimy. Dorrah. Control Autom. Intell.” Proc. vol. Javadi. [18] S. Electr. 04. “© I A E M E.” vol. “Dynamic Neural Network Based Nonlinear Control of a Distillation Column. A.” vol. 6. 1. [22] Totok R. 31. Alsadiq. and V. Middle East Power Syst. 2010. Elektro. [21] D. pp. Eng. [15] S.” Int. pp. [16] “Slovak Society of Chemical Engineering Institute of Chemical and Environmental Engineering Slovak University of Technology in Bratislava Neural network predictive control of a distillation column. Biyanto. 35–41. J. Almusthaliba. pp. 181–188. 2. [19] H.2002. 43–49. “Design of PSO-Based Optimal Fuzzy PID Controllers for the Two-Coupled Distillation Column Process. A. Composition. Tek. A."Techniques of Model Based . Column. C. Conf. Innov. 14th Int.Prentice Hall. 7. [17] F. Meenakshi. Energy Manuf.” pp. 2011. Electron. “A Comprehensive Tuning of Distillation Column Composition Controllers using Simulated Annealing Algorithm (SA). 2010. Control Eng. El-garhy. pp.. 02. 2013. Conf. and M.CONTROL OF DISTILLATION COLUMN.” pp. pp... no. 66–70. vol. “Algoritma Genetika untuk Mengoptimasi Konsumsi Energi pada Proses Kolom Distilasi Metanol-Air. M. Res. 79–85. Instrum. Of.Coleman and Control". 145–152. S. [13] Y. “MIMO Identification and Controller design for Distillation Column. Li. 44–48. Artif. Nizami.Babu. “Neuro-Fuzzy Controller for Methanol Recovery Distillation Column.. [20] M. “Control of Binary Distillation Column Using Fuzzy PI Controllers. J. 11.” Int. Vijayageetha.” pp.” 2011. vol.” J. [14] G. pp. 2007. 2014. Jaid. no. 683–692. T. 2. 2014. 2013.