You are on page 1of 10
BPSMB PKY INTERVAL WAKTU KALIBRASI By Farid Arfianto Panduan ILAC – OIML tentang Penetapan Interval Kalibrasi : [ILAC G 24] pemilihan interval kalibrasi awal  rekomendasi pabrik  tingkat penggunaan yang diharapkan oleh pemilik  pengaruh lingkungan dimana standar atau alat ukur akan digunakan  kesalahan terbesar yang diijinkan atau dipersyaratkan oleh metode atau regulasi  adjustment  pengaruh dari besaran yang diukur  data yang ada dari jenis standar atau peralatan yang sama Panduan ILAC – OIML tentang Penetapan Interval Kalibrasi : [ILAC G 24]orkaji ulang(calendar-time) interval kalibrasi Metode 1: Automatic adjustment “staircase” Setiap kali peralatan direkalibrasi sesuai jadwal yang ditetapkan, interval kalibrasi berikutnya diperpanjang bila hasil kalibrasi terakhir menunjukkan pergesaran sejak kalibrasi sebelumnya di dalam 80% dari batas keberterimaan yang ditetapkan, dan interval kalibrasi berikutnya harus diperpendek bila hasil kalibrasi terakhir menunjukkan hasil sebaliknya Metode ini dapat memberikan kajian interval kalibrasi satu peralatan atau sekelompok peralatan dengan jenis, tipe dan penggunaan yang sama dengan menggunakan jumlah peralatan yang mewakili seluruh kelompok yang riwayat kalibrasinya direkam dan dievaluasi setiap kali direkalibrasi Implementasi metode ini memerlukan evaluasi penggunaan peralatan sepanjang interval kalibrasinya, dan juga rencana penggunaan pada interval berikutnya. Resiko dari implementasi metode ini adalah bila pada hasil kalibrasi terakhirnya ditunjukkan adanya pergeseran yang jauh lebih besar dari batas keberterimaan akan memiliki konsekuensi penarikan sertifikat dan hasil kalibrasi atau bahkan harus mengulangi pekerjaan kalibrasi yang hasilnya tidak dapat diterima. Panduan ILAC – OIML tentang Penetapan Interval Kalibrasi : [ILAC G 24] kaji ulang interval kalibrasi Metode pengaturan otomatis (automatic adjustment) – contoh penerapan: • bandingkan hasil kalibrasi sekarang dengan hasil kalibrasi sebelumnya • hitung perbedaan antara hasil kalibrasi sekarang dengan sebelumnya; Δ=Cnow-Cprev • hitung rasio; r = Δ/MPE, dimana MPE adalah batas kesalahan terbesar • tentukan interval kalibrasi baru; I = (1/r) x I0, dimana Io adalah interval kalibrasi awal Panduan ILAC – OIML tentang Penetapan Interval Kalibrasi : [ILAC G 24] kaji ulang interval kalibrasi Metode 2: Control chart (calendar-time) Control chart merupakan metode yang umum digunakan sebagai bagian dari pengendalian mutu internal (statistik) Prinsip kerjanya dilakukan dengan memilih cek standar yang tepat (yang mewakili karakteristik peralatan terbaik yang dapat dikalibrasi oleh laboratorium dan dinyatakan dalam lingkup akreditasinya atau standar yang sama dengan standar acuan laboratorium) untuk dikalibrasi sesuai dengan program yang telah ditetapkan Berdasarkan plot hasil kalibrasi berdasarkan waktu, sebaran hasil dan juga pergeseran hasil dapat dianalisis dari control chart. Interval kalibrasi awal dapat diperpanjang bila dalam selama interval kalibrasi tersebut pergeseran dan sebaran hasil kalibrasi tidak lebih besar dari 80% MPE yang ditetapkan, dan harus diperpendek atau segera direkalibrasi pada saat pergeseran nilai standar teramati di luar action limit control chart. Metode ini memerlukan investasi cek standar atau standar yang setara dengan standar yang digunakan oleh laboratorium yang khusus digunakan sebagai cek standar (tidak digunakan dalam pekerjaan rutin di laboratorium) Metode ini memadai untuk diterapkan bagi laboratorium yang mengehendaki kemampuan kalibrasi dan pengukuran dengan ketidakpastian atau rasio (BMC:ketidakpastian standar) yang kecil Panduan ILAC – OIML tentang Penetapan Interval Kalibrasi : [ILAC G 24] kaji ulang interval kalibrasi Metode peta kendali (control chart) – penerapan: • amati pola control chart dari proses yang melibatkan alat ukur atau standar yang interval kalibrasinya sedang dikaji • perhatikan pergeseran nilai rata-rata peta kendali; Δ=meani-mean0 • segera lakukan rekalibrasi standar atau alat tersebut bila Δ > MPE (drift yang ditetapkan dalam uncertainty budget laboratorium untuk jenis kalibrasi yang relevan) Contoh Control Chart/Peta Kendali calibration interval reliable measurement questionable measurements Panduan ILAC – OIML tentang Penetapan Interval Kalibrasi : [ILAC G 24] kaji ulang interval kalibrasi Metode 3: Waktu Penggunaan (In-use time) Interval kalibrasi dinyatakan dalam jam penggunaannya, bukan bulan kalender Peralatan diberi indikator waktu penggunaannya dan direkalibrasi pada saat indikator waktu penggunaan mencapai jumlah jam yang ditetapkan Metode ini dapat diterapkan, sebagai contoh untuk termokopel yang digunakan pada temperatur ekstrim, DWT gas, dan jenis peralatan mekanik yang potensial mengalami perubahan karena pemakaian Keuntungan dari metode ini adalah waktu rekalibrasi bergantung pada jumlah jam penggunaan peralatan sehingga biaya rekalibrasi dapat ditetapkan sebagai presentase dari pemasukan yang diperoleh dari penggunaan peralatan tersebut Kelemahan dari metode ini antara lain – tidak dapat digunakan untuk passive instruments (seperti attenuator), atau standar (seperti resistance, capacitance, dll), tidak dapat digunakan untuk jenis peralatan yang mengalami pergeseran atau deteriorasi karena life-time nya sendiri Panduan ILAC – OIML tentang Penetapan Interval Kalibrasi : G 24] kaji ulang interval kalibrasi Metode 4: In service[ILAC checking, or “black-box” testing Merupakan variasi dari metode “automatic adjustment” dan “control charting” Sesuai untuk peralatan yang compleks atau sistem pengujian Parameter kritis diperiksa dengan interval yang cukup dekat dengan sistem portable atau “black-box” yang dibuat khusus untuk parameter kritis Bila hasil pengujian terhadap “black-box” memberikan nilai di luar “maximum permissible error” peralatan segera direkalibrasi Keuntungan metode ini adalah memberikan kemungkinan waktu penggunaan terbesar kepada pengguna, sangat tepat untuk peralatan di lokasi yang jauh dari leaboratorium kalibrasi, sehingga rekalibrasi penuh hanya dilakukan bila diperlukan berdasarkan hasil pengujian “black-box” Kelemahan metode ini adalah kemungkinan biaya yang tinggi untuk membeli atau menyiapkan “black-box” yang sesuai dengan peralatan, kemungkinan pergeseran karakteristik “black-box” itu sendiri Metode ini, sebagai contoh, dapat digunakan untuk density meter (tipe resonansi), Platinum-Resistance thermometer (dikombinasikan dengan metode waktu kalender), dosimeter (termasuk sumber), dan sound level meter (termasuk sumber) Interval Kalibrasi yang Direkomendasikan bahwa peralatan tersebut mempunyai mutu yang baik dan mempunyai kestabilan yang dapat dibuktikan bahwa laboratorium memiliki kemampuan peralatan yang memadai dan keahlian staf untuk melaksanakan pengecekan antara bahwa bila terdapat kecurigaan atau indikasi bahwa peralatan mengalami pembebanan berlebih atau kesalahan penanganan, peralatan tersebut diperiksa dengan segera, dan kemudian dilakukan pengecekan dalam interval yang pendek sampai dapat dibuktikan bahwa kestabilan peralatan tidak terganggu. bila kriteria di atas tidak dapat dipenuhi maka interval kalibrasi yang lebih pendek harus digunakan oleh laboratorium SR – 05 Persyaratan Tambahan untuk Akreditasi Laboratorium Kalibrasi