You are on page 1of 7

RS “Amanah” DIY

ASUMSI ANALISIS KEUANGAN
Berikut berbagai asumsi yang mendasari analisis keuangan terhadap
investasi:
1. Estimasi bersifat konservatif (pendapatan cenderung pesimistik, biaya
cenderung optimistik).
2. Pendapatan Rawat Jalan:
a. Jumlah hari pelayanan = 300 hari dalam setahun.
b. Pada tahun pertama:
i. Klinik Bedah = 8 pasien per hari dengan 2 dokter spesialis.
ii. Klinik Penyakit Dalam = 30 pasien per hari dengan 2
dokter spesialis.
iii. Klinik Obsgyn = 30 pasien per hari dengan 2 dokter
spesialis.
iv. Klinik Anak = 30 pasien per hari dengan 2 dokter spesialis.
v. Klinik Syaraf = 5 pasien per hari dengan 1 dokter spesialis.
vi. Klinik THT = 5 pasien per hari dengan 1 dokter spesialis.
vii. Klinik Mata = 5 pasien per hari dengan 1 dokter spesialis.
viii. Klinik Kulit = 5 pasien per hari dengan 1 dokter spesialis.
ix. Klinik Jantung = 5 pasien per hari dengan 1 dokter
spesialis.
x. Klinik Rehab Medik dan Fisioterapi = 8 pasien per hari
dengan 1 dokter spesialis dan 2 orang fisioterapis.
xi. Klinik Gigi Umum dan Spesialis = 6 pasien per hari dengan
2 dokter gigi.
xii. Klinik Penyakit Jiwa = 2 pasien per hari dengan 1 dokter
spesialis.
xiii. UGD = 10 pasien per hari dengan 2 dokter jaga.
c. Kenaikan jumlah kunjungan per tahun rata-rata 10% -20%.
d. Probabilitas pasien yang memperoleh tindakan (sederhana,
sedang, besar dan khusus), pemeriksaan laboratorium, dan
barang farmasi (obat-obatan) sesuai dengan persentasi yang
ditunjukkan pada tabel proyeksi.
e. Tarif konsultasi sebesar Rp 125.000,- dgn kenaikan berkala
sebesar 10% - 20%.
f. Tarif tindakan berkisar antara Rp 75.000,- sampai dengan Rp
350.000,-.
g. Tarif pemeriksaan laboratorium berkisar antara Rp 50.000,sampai dengan Rp 65.000,- per pasien per kunjungan rawat
jalan.
h. Pendapatan penjualan barang farmasi (obat-obatan) berkisar
antara Rp 70.000,- sampai dengan Rp 100.000,- per pasien per
kunjungan rawat jalan.

Asumsi

Analisis

Keuangan

Halaman 6

000. iv.per visite. Pendapatan jasa farmasi.per visite.. ii.000.. Kelasi Isolasi = Rp 500.. Pendapatan Rawat Inap: a. Kelas II = Rp 60.000. vii.. vi.per tindakan. v.per hari rawat.. Kelas III = Rp 50. iii.000.per tindakan.per tindakan.. Kelas III = Rp 50.per hari. vi.. b.. vi. d. Tarif tindakan adalah sebagai berikut: i. Asumsi Analisis Keuangan Halaman 6 . Pendapatan jasa laboratorium. iv. ICU/ICCU = Rp 500.per hari.per hari rawat.. Kelas VIP = Rp 85.000. 3.000. ii.per visite. iii.000. Kelas VIP = Rp 100. Kelas VIP = Rp 50... f. v..per visite. Kelas Isolasi: Kapasitas 4 TT (setara dengan Kelas 1). e.000.per tindakan. iv.per hari.000. vi. iv. Kelas III = Rp 100.000. Kelas 2: Kapasitas 50 TT (1 Ruang berisi 2 TT).per hari.000.000. v. ii. Tarif jasa akomodasi (tarif kamar) per hari adalah sebagai berikut: i. Tarif visite adalah sebagai berikut: i. ICU/ICCU: Kapasitas 6 TT. Kelas II = Rp 50. Kelas 1: Kapasitas 26 TT (1 Ruang berisi 1 TT). Kelas SVIP: Kapasitas 6 TT (1 Ruang berisi 1 TT). Kelas SVIP = Rp 100.000. Pendapatan jasa visite.000...000. iv.. ii.. Pendapatan jasa akomodasi dari tarif kamar. Kelasi I = Rp 80.per tindakan.per hari. ii. Kelas 3: Kapasitas 50 TT (1 Ruang berisi 5 TT). Pendapatan rawat inap terdiri dari: i. Kelas VIP: Kapasitas 4 TT (1 Ruang berisi 1 TT). Kelas III = Rp 40..per visite.per visite. ICUUtama = Rp 80. Kelas II = Rp 60. Kenaikan tarif laboratorium dan barang farmasi secara berkala sebesar 10%. Pendapatan jasa tindakan. Kelasi SVIP = Rp 1.per hari. v.000.000.. terdiri dari: i. iii. iii. Kelasi I = Rp 75.. Kelas SVIP = Rp 100.per hari rawat.000..000.000. Kelas II = Rp 250.. vii. Kelas VIP = Rp 750.000.000.i.. v. ICU Utama = Rp 100.000.per hari. Kelasi I = Rp 50.000. iii. Kelasi I = Rp 500. c.. Tarif konsumsi barang farmasi per hari rawat adalah sebagai berikut: i. ii. iv.per hari rawat. iii.per tindakan. Jumlah tempat tidur (TT) total adalah 146 TT.

4. e. dengan rincian sebagai berikut: 1. Kelas kamar pada waktu pasien memperoleh pelayanan rawat inap sebelum operasi. 20% dari pasien kelas I. c. ii. Kelas SVIP = Rp 80. Tarif operasi dan bersalin (tabel terlampir dalam perhitungan) tergantung pada dua hal. dan 40% dari pasien kelas III). 20% dari pasien kelas I. iii. yakni: i. Utilitas pelayanan operasi pada tahun pertama diasumsikan sebagai berikut: i. 30% dari pasien kelas II. Operasi Khusus 2. Operasi Besar = 1 operasi per hari (dengan distribusi 10% dari pasien kelas VIP. Persalinan Normal b. 30% dari pasien kelas II. Kelas SVIP = Rp 100. iii. Kapasitas kamar bersalin = 3 TT.v. Operasi Khusus = 1 operasi per dua hari (dengan distribusi 10% dari pasien kelas VIP.per hari rawat.per hari rawat. Operasi Besar d.per hari rawat.per hari rawat. 20% dari pasien kelas I. Kelasi I = Rp 75. 30% dari pasien kelas II. Tingkat kesulitan operasi: a. Pendapatan Kamar Operasi dan Kamar Bersalin dihitung berdasarkan asumsi sebagai berikut: a..per hari rawat. Bed Occupancy Rate (BOR) dimulai dengan 30% pada tahun pertama dan berangsur naik sampai menjadi 80% dan 90%. vi..per hari rawat. Perhitungan hari rawat = Jumlah TT x 360 hari x BOR.000. Operasi One-Day Care = 3 operasi per hari. ICU Utama = Rp 80. Persalinan dengan Penyulit c. h. ICU Utama = Rp 100.per hari rawat.. Kamar operasi minor = 1 kamar.. g. iv. Kelas VIP = Rp 100.000.. Asumsi pelayanan operasi dalam setahun adalah 300 hari.000. i. Tingkat kesulitan operasi atau persalinan. ii. Operasi Sedang = 3 operasi per hari (dengan distribusi 10% dari pasien kelas VIP. Kamar operasi mayor = 3 kamar. vi. dan 40% dari pasien kelas III). Operasi Sedang c. d. v. b. Operasi One-Day Care b. Sectio Caesaria ii. Asumsi Analisis Keuangan Halaman 6 . Tarif pemeriksaan laboratorium adalah sebagai berikut: i.000. Tingkat kesulitan persalinan: a.000.. Kelas III = Rp 30.. iv. Kapasitas kamar operasi: i.per hari rawat. Kelas II = Rp 50.. dan 40% dari pasien kelas III).000.000. ii.000.

d.080 persalinan.000. h. i. k. Kenaikan tarif persalinan juga dilakukan setiap tahun berkisar antara 7% sampai dengan 10% dari tarif tahun sebelumnya. Asumsi Analisis Keuangan Halaman 6 . Persalinan Normal = 60% atau sama dengan 648 persalinan setahun (dengan distribusi 25% dari pasien kelas VIP. Pendapatan Mini Market pada tahun pertama adalah sebesar Rp 15.. 6. dan 25% dari pasien kelas III). ii. Perhitungan Harga Pokok dari Pendapatan Operasional dan Pendapatan Non Operasional adalah sebagai berikut: a. Pendapatan Jasa Administrasi Rawat Jalan adalah Rp 10.000.000.-. dan 25% dari pasien kelas III).dikalikan dengan jumlah kunjungan dalam setahun. 5. g. 25% dari pasien kelas II.000. b. Utilitas pelayanan persalinan per hari adalah 3 persalinan. dan terdistribusi sebagai berikut: i. j.000. Pendapatan Jasa Home Care pada tahun pertama adalah sebesar Rp 3. Kenaikan utilitas kamar operasi per tahun diperkirakan sebesar 10% dari tahun sebelumnya. sehingga total persalinan pada tahun adalah 1.per bulan. Pendapatan Cafetaria pada tahun pertama adalah sebesar Rp 15. Pendapatan Jasa Administrasi Rawat Inap adalah 3% dikalikan dengan jumlah tagihan rawat inap dalam setahun.per bulan. 25% dari pasien kelas II. 25% dari pasien kelas II. Harga Pokok dari Pendapatan Rawat Jalan adalah sebesar 45% dari nilai pendapatannya.. 25% dari pasien kelas I.per bulan. Kenaikan tarif operasi juga dilakukan setiap tahun berkisar antara 7% sampai dengan 10% dari tarif tahun sebelumnya. Pendapatan Non Operasional diperhitungkan dengan berdasarkan asumsi-asumsi berikut ini: a. Asumsi pelayanan persalinan dalam setahun adalah 360 hari. dan 25% dari pasien kelas III). g. Persalinan dengan Sectio Caesaria = 20% atau sama dengan 270 persalinan setahun (dengan distribusi 25% dari pasien kelas VIP. f..000. iii. 25% dari pasien kelas I.. e.per bulan.000. Pendapatan Jasa Ambulans pada tahun pertama adalah sebesar Rp 5. Pendapatan Medical Check-Up diperoleh dari pelayanan terhadap 5 customer per hari selama 300 hari dalam setahun dengan tarif rata-rata pelayanan per customer sebesar Rp 300. Kenaikan utilitas persalinan per tahun diperkirakan sebesar 10% dari tahun sebelumnya. Persalinan Dengan Penyulit = 20% atau sama dengan 270 persalinan setahun (dengan distribusi 25% dari pasien kelas VIP.f.000. c.000. 25% dari pasien kelas I.000.

000. Tunjangan Kesehatan dianggarkan sebesar Rp 100. f. namun jasa medik untuk dokter telah diperhitungkan dalam harga pokok pelayanan). Tunjangan Makan sebesar Rp 10. ii. j. Harga Pokok dari Pendapatan Jasa Home Care adalah sebesar 50% dari nilai pendapatannya. d.000 per bulan per orang untuk 256 orang. Harga Pokok dari Pendapatan Jasa Medical Check-Ups adalah sebesar 70% dari nilai pendapatannya. Harga Pokok dari Pendapatan Jasa Administrasi Rawat Jalan adalah sebesar 50% dari nilai pendapatannya. Harga Pokok dari Pendapatan Jasa Administrasi Rawat Inap adalah sebesar 30% dari nilai pendapatannya. Pada tahun pertama jumlah SDM adalah sebesar 50% dari Daftar Kebutuhan SDM dan berangsur-angsur meningkat 10% setiap tahunnya. d. Harga Pokok dari Pendapatan Rawat Inap adalah sebesar 30% dari nilai pendapatannya. e. Harga Pokok dari Pendapatan Mini Market adalah sebesar 85% dari nilai pendapatannya. i. dan berangsurangsur meningkat sebesar 10% setiap tahunnya.000 per orang per hari kerja (12 bulan x 30 hari untuk 256 orang). Tunjangan (Makan dan Kesehatan) diperhitungan dengan asumsi berikut: i. Gaji dan THR (1 x kali gaji) sesuai dengan Skema Remunerasi dan Daftar Kebutuhan SDM dimana tahun pertama jumlah SDM adalah sebesar 50% dari Daftar Kebutuhan SDM.000. h. Harga Pokok dari Pendapatan Cafetaria adalah sebesar 50% dari nilai pendapatannya. Pada tahun pertama jumlah SDM adalah sebesar 50% dari Daftar Kebutuhan SDM dan berangsur-angsur meningkat 10% setiap tahunnya. Jasa Medik belum diperhitungkan (sedang dicari pola yang paling memotivasi kerja karyawan. Seragam dan Sepatu Kerja dianggarkan sebesar Rp 1.per orang per tahun untuk 238 orang karyawan (tidak termasuk dokter tamu). c. b. g. Pada tahun pertama jumlah SDM adalah sebesar 50% dari Daftar Kebutuhan SDM dan berangsur-angsur meningkat 10% setiap tahunnya. c. Perhitungan Biaya Pemasaran dan Administrasi & Umum didasarkan pada asumsi-asumsi berikut: a. Asumsi Analisis Keuangan Halaman 6 .b. Harga Pokok dari Pendapatan Pelayanan Operasi dan Persalinan adalah sebesar 40% dari nilai pendapatannya. dimungkinkan untuk diharmonisasi dengan pola bonus. 7. Harga Pokok dari Pendapatan Jasa Ambulans adalah sebesar 70% dari nilai pendapatannya.

Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Gedung diperkirakan sebesar Rp 3. n. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Inventaris Non Medik diperkirakan sebesar Rp 3..000 per bulan. o.000 per bulan. m. Biaya Energi dan Air diperkirakan sebesar Rp 80. w. Biaya ATK. Asumsi Analisis Keuangan Halaman 6 ..per bulan.000 per bulan. Biaya Asuransi diperkirakan sebesar Rp 50.dengan rincian sebagaimana terlampir. Biaya Penyusutan Kendaraan diperkirakan 20% dari nilai perolehan (taksiran umur eknomis = 5 tahun).000.000. Biaya Penyusutan Non Medik diperkirakan 20% dari nilai perolehan (taksiran umur eknomis = 5 tahun).000.000. z.per bulan. h. Biaya Konsultasi diperkirakan sebesar Rp 10.000.per bulan f.000. x.000.000. l. r.000. tergantung pada keputusan Yayasan Amanah Ibu dan juga berapa penghematan pajak yang akan dilakukan. Cetakan dan Foto Copy diperkirakan sebesar Rp 10.per bulan.000.per tahun.000.000. Biaya tahun ketiga diperkirakan sebesar Rp 20. k..000. Biaya Pengolahan Limbah diperkirakan sebesar Rp 10.per bulan..000. 9. Promosi dan Sponsorship diperkirakan sebesar Rp 300. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Inventaris Medik pada tahun pertama dan tahun kedua masih dalam garansi supplier.e. p. Pajak Bumi dan Bangunan diperkirakan sebesar Rp 100. s.000. Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Kendaraan diperkirakan sebesar Rp 3..000.000 per bulan. Biaya Amortisasi Preopening Cost adalah sebesar 20% dari total preopening cost.5% dari nilai perolehan (taksiran umur eknomis = 8 tahun). Biaya Pos dan Komunikasi diperkirakan sebesar Rp 10. Biaya Direksi diperkirakan sebesar Rp 3. t.000.000.000. i.000. q.000.pada tahun pertama. Biaya Iklan.000. y.. g.000.per bulan. Total nilai investasi awal diperkirakan sebesar Rp 160. u..000. Biaya Diklat dan Kepustakaan diperkirakan sebesar Rp 300.000.pada tahun pertama.-pada tahun pertama. j. Biaya Pengabdian Masyarakat masih belum diperhitungkan.per bulan.per bulan. Biaya Penyusutan Gedung diperkirakan 5% dari nilai perolehan (taksiran umur eknomis = 20 tahun). Biaya Penyusutan Inventaris Medik diperkirakan 12.000. Biaya Jasa dan Sewa diperkirakan sebesar Rp 2. Semua komponen biaya pada butir nomor 8 di atas akan meningkat sebesar 10% dari tahun sebelumnya.000.210.000.000. Biaya Perijinan diperkirakan sebesar Rp 3. 8.. v.000.

-o0o- Asumsi Analisis Keuangan Halaman 6 .