You are on page 1of 4

Nama : ISTIANA

(A.2.4.14.011)
SRI RAHAYU (A.2.4.14.017)
Makul : Bank Dan Lembaga Keuangannya
BAB 14.KEUANGAN INTERNASIONAL
1.BANK PEMBANGUNAN ASIA (ASIAN DEVELOPMENT BANK)
A. Sejarah Bank Pembangunan Asia
Pada pertengahan 1960-an negara-negara di Asia sangat membutuhkan bantuan Ekonomi
untuk membiayai pertumbuhan dan pembangunan. Dari berbagai penjuru dunia datang bantuan
untuk negara-negara Asia, baik berupa dukungan politis maupun bantuan ekonomi. Semula
bantuan ini diharapkan dan datang dari negara-negara Barat, namun dengan adanya
perkembangan rasa nasionalisme -terutama setelah selesai Perang Dunia II- mendorong rasa
kerja sama diantara negara-negara Asia sendiri. Kesemuanya ini tercermin dalam pembentukan
berbagai organisasi Asia, seperti Economic Commission for Asia and the Far East ( ECAFE)
yang terdiri dari negara-negara Asia yang telah menjadi anggota PBB pada saat itu, SEATO dan
lain-lain. Dalam suasana seperti inilah, ADB lahir dan berkembang
B. Pengertian Bank Pembangunan Asia
Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank, ADB) adalah sebuah institusi
finansial pembangunan multilateral didedikasikan untuk mengurangi kemiskinan di Asia dan
Pasifik. Bank Pembangunan Asia (BPA) didirikan pada tahun 1966 dengan tujuan mendukung
perkembangan sosial dan ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik. Dana bersumber dari negaranegara anggota, pinjaman dari pasar modal dunia, dan dari pendapatan Bank sendiri.
C.

Tujuan Bank Pembangunan Asia


Tujuan bank pembangunan asia, lebih didasarkan dalam rangka kerja sama ekonomi dan
pembangunan akibat sulitnya memperoleh bantuan dari negara-negara maju. Tujuan bank
pembangunan asia didirikan untuk berfungsi dan mencapai tujuan-tujuan sebagai berikut:
1.
Menyokong investasi modal pemerintah maupun swasta di wilayah Asia untuk tujuantujuan pembangunan.
2.
Memanfaatkan sumber-sumber daya yang tersedia untuk membiayai pembangunan, dengan
memprioritaskan wilayah dan sub-wilayah Asia, berupa berbagai proyek dan program regional
yang berperan secara efektif terhadap pertumbuhan ekonomi yang selaras di wilayah tersebut
secara keseluruhan. Dan yang sangat diutamakan adalah kebutuhan dari negara-negara kecil atau
negara-negara yang sulit berkembang di wilayah Asia.
3.
Memenuhi permintaan negara-negara anggota untuk membantu mereka dalam
mengkoordinasikan kebijakan-kebijakan dan rencana pembangunan mereka dengan tujuan untuk
lebih memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimiliki, menyehatkan perekonomian, dan
meningkatkan ekspansi perdagangan luar negeri, terutama di antara negara-negara Asia sendiri.
4.
Memberikan bantuan teknis (technical assistance) untuk menyiapkan, membiayai, dan
melaksanakan berbagai program dan proyek-proyek pembangunan, termasuk memformulasikan
usulan bagi proyek-proyek tertentu.
5.
Bekerja sama dengan PBB, dan badan-badan organisasi di bawah PBB terutama ECAFE,
dan juga dengan berbagai lembaga negara dan lembaga internasional Iainnya seperti berbagai
organisasi nasional baik pemerintah maupun swasta, yang berkepentingan dengan investasi dari
pengembangan dana di suatu wilayah, serta memberikan berbagai kesempatan untuk melakukan
investasi bagi lembaga-lembaga tersebut.

6.
Melaksanakan berbagai kegiatan dan memberikan berbagai jasa lainnya sesuai dengan
tujuan Asian Development Bank.
D. Fungsi Dasar Bank Pembangunan Asia
1.
Memberi pinjaman dan modal ekuitas untuk kemajuan ekonomi dan sosial negara-negara
berkembang yang menjadi anggotanya.
2.
Memberikan bantuan teknis dan jasa konsultasi untuk persiapan dan pelaksanaan proyekproyek dan program pembangunan.
3.
Mendukung investasi swasta dan modal publik untuk kepentingan pembangunan.
4.
Menanggapi permintaan bantuan tentang koordinasi kebijakan dan rencana pembangunan
negara-negara anggota.
E. Tugas Bank Pembangunan Asia
Tugas bank pembangunan Asia adalah berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di
benua asia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di benua asia dan meningkatkan pemberian
bantuan kepada anggotanya dapat berupa bantuan keuangan atau bantuan teknik secara berkala
sesuai kebutuhan.
F. Sumber-sumber Dana Bank Pembangunan Asia
1.
Sebagian besar dari Negara-negara asia. Begitu pula para pemimpinnya bank pembangunan
asia tidak hanya dinegara-negara kawasan asia akan tetapi sudah meliputi Negara-negara non
Asia.
2.
Bank pembangunan asia juga memiliki dana tambahan yang diperoleh melalui pembiayaan
bersama dengan institusi lainnya terutama dari sektor swasta, resmi dan institusi penyedian
kredit expor. Pada tahun 2003, total kerja sama berjumlah US$ 2,42 milyar untuk 28 pinjaman
proyek serta US$ 471,93 juta dalam bentuk hibah dan bantuan teknis yang digunakan untuk
mmbiayai 89 proyek. Bentuk-bentuk tahun 1970 sampai akhir 2003 , total pembiayaan berjumlah
US$ 40,65 milyar untuk 637 proyek.
3.
Pinjaman dan US$ 1,055 milyar dalam bentuk hibah dan bantuan teknis yang digunakan
untuk membiayai sekitar 590 proyek.
4.
Pinjaman untuk 6 proyek BPA di Indonesia yang dibiayai oleh sektor swasta dari 1 januari
1999 sampai dengan 31 desember 2003 bejumlah total US$ 733,8 juta. Pembiayaan dari sumber
swasta terutama lebih banyak digunakan untuk program restrukturisasi sektor energi sebesar US$
400 juta.

2.ISLAMIC DEVELOPMENT BANK


A.Sejarah Berdirinya Islamic Development Bank (IDB)
Berbicara mengenai lahirnya IDB maka tidak dapat dilepaskan dari organisasi induknya
yaitu Organisasi Konferensi Islam. Kemunculan OKI memang dilatarbelakangi oleh konflik
Timur Tengah yaitu masalah Israel Palestina namun belakangan keberadaan OKI tidak lagi
sekedar dikaitkan dengan upaya pembebasan rakyat Palestina dari cengkeraman Israel. Lebih

dari itu, kiprah OKI dengan segenap kelembagaan dan potensi yang dimilikinya termasuk IDB
telah dapat memainkan peran yang lebih luas, yakni mencakup berbagai persoalan yang dihadapi
dunia Islam dibidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya. Dalam
konteks ekonomi, IDB merupakan representasi aktifitas ekonomi negara-negara muslim yang
notabene anggota OKI.
B.Pengertian Islamic Development Bank
Islamic Development Bank (IDB) atau Bank Pembangunan Islami, merupakan lembaga
keuangan multilateral yang didirikan pada tahun 1975 (1392 H) oleh Organisasi Konferensi
Islam (OKI) untuk meningkatkan kualitas kehidupan social ekonomi negara anggota dan
masyarakat muslim dinegara bukan anggota berlandaskan prinsip-prinsip Islami/ Syariah.
C.Fungsi dan Tujuan Islamic Depelopment Bank (IDB)
Fungsi IDB adalah memberikan pinjaman untuk proyek-proyek produktif dalam
pembangunan ekonomi dan sosial. Selain itu, IDB juga mendirikan dan mengoperasikan dana
khusus untuk tujuan tertentu seperti dana bantuan untuk masyarakat Muslim di negara-negara
non-anggota IDB dan berwenang untuk menerima dana dan memobilisasi dana tersebut
berdasarkan sumber daya keuangan syariah yang kompatibel. Hal ini juga dituntut dengan
tanggung jawab untuk membantu dalam promosi perdagangan luar negeri terutama dalam
barang-barang modal di antara negara anggota yakni memberikan bantuan teknis kepada negaranegara anggota, dan memperluas fasilitas pelatihan untuk personil yang terlibat dalam kegiatan
pembangunan di negara-negara Muslim untuk menyesuaikan diri dengan Syariah.
Adapun tujuan dari IDB sendiri adalah untuk mendorong pembangunan ekonomi dan
kemajuan sosial negara-negara anggota dan masyarakat muslim baik secara perorangan maupun
bersama-sama sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yaitu, Hukum Islam.
D.Peranan Indonesia dalam IDB
Indonesia selalu ikut aktif berperan dalam aktivitas IDB, baik dalam hal memberikan
dukungan moral, financial, maupun yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia.
Dukungan moral, antara lain terhadap masuknya beberapa negara menjadi anggota baru IDB,
bantuan pendanaan pada negara Palestina, dan negara anggota lain khususnya di kawasan Afrika
yang mengalami bencana alam, serta bantuan pembangunan daerah Mindanau, Philippina
Selatan. Dukungan financial, antara lain kontribusi Indonesia ke dalam modal IDB (ordinary
capital resources), kontribusi Indonesia ke dalam modal Export Financing Scheme (EFS)-IDB,
dan penyertaan Indonesia ke dalam modal The Islamic Corporation for the Insurance of
Investment and Export Credit (ICIIEC).
Dukungan yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia dapat dilihat dari
adanya dukungan terhadap penempatan national agency di Indonesia yang dibutuhkan oleh IDB
sebagai channeling, line atau executing agent IDB di Indonesia. Tujuan penempatan national
agency tersebut adalah untuk memperlancar operasional IDB dalam hubungan bilateral,
korespondensi, komunikasi, pertukaran data dan informasi, pencairan dana dan pembayaran
kembali.
National agency yang telah ditunjuk oleh Menteri Keuangan selaku Gubernur IDB untuk
Indonesia meliputi :
1.
Bidang IDB Scholarship Program dan Merit Scholarship Programme, dilakukan oleh Biro
Perencanaan & Hubungan Kerjasama Luar Negeri, Departemen Keuangan;

2.
Bidang penanganan bantuan proyek-proyek, dilakukan oleh Bappenas, Departemen
Keuangan (Direktorat Dana Luar Negeri, dan Direktorat Pengelolaan Penerusan Pinjaman), dan
Bank Indonesia;
3.
Bidang pemasaran perdagang-an, dilakukan oleh Badan Pengembangan Ekspor Nasio-nal,
Departemen Perindustrian dan Perdagangan;
4.
Bidang kerja sama perdagang-an, Commitee for Commercial and Economic Corporation
(COMCEC), dilakukan oleh Departemen Luar Negeri;
5.
Bidang kerja sama ilmu dan teknologi, Committee for Science and Technology
(COMSTECH) dan International Islamic Forum for Science Technology and Human Resources
Development (IIFTIHAR), dilakukan oleh Kantor Menristek/BPP Teknologi;
6.
Bidang pertukaran informasi melalui OICIS-NET-SITA (Organization of Islamic
Conference Information Systems Network-Societe Internationale de Telecommunications
Aeronutiques), dilakukan oleh Biro Perencanaan & HKLN dengan code JKTIBCR;
7.
Bidang asuransi (ICIIEC), dilakukan oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (PT Jasindo);
8.
Bidang penyaluran dana dari IDB, dilakukan oleh Bank Mandiri meliputi Line of
Instalment Sale, Equity, Islamic Trade Financing Orgnization (ITFO), EFS serta trade financing;
9.
Bidang kerja sama antar pengusaha OKI (Organisasi Konperensi Islam), dilakukan oleh
KADIN Komisi Timur Tengah dan OKI;
10. Bidang kerja sama teknik, dilakukan oleh Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Sekretariat
Kabinet.
E. Kewajiban Indonesia dalam keanggotaan IDB
Sebagaimana ditetapkan dalam The Articles of Agreement of Islamic Development Bank
dalam Chapter II Article 5 bahwa setiap negara anggota diwajibkan menempatkan dananya
sebagai penyertaan modal. Untuk itu, kewajiban Indonesia adalah sebesar ID124.260.000,00
dengan perincian, sudah dibayar sebesar ID63.100.000,00; 30 % dari sisanya sebesar
ID18.342.000,00 diangsur 10 x pembayaran per tahun, sedangkan 70 % dari sisanya, yaitu
sebesar ID42.812.000,00 bersifat callable, yaitu dapat ditarik sewaktu-waktu.
Sampai dengan tahun 2000 ini, Indonesia sudah membayar 8 kali angsuran. Di samping
itu, Indonesia juga membayar penyertaan sebagai anggota EFS (Export Financing Scheme)
sebesar ID1.500.000,00 per tahun, dan membayar penyertaan sebagai anggota ICIEC (The
Islamic Corporation for the Insurance of Investment and Export Credit ) sebesar ID250.000,00
per tahun.