You are on page 1of 51

TARIAN LIAR NAGA SAKTI

Karya Marshal
sesuatu yang luar biasa. Lembah Salju Bernyanyi untuk pertama kalinya
selama seratus tahun terakhir kemasukan musuh. Tepat di jantung dan
pusat Lembah Salju Bernyanyi.
Tidak lama setelah Kim Tong kembali dari pengejaran terhadap si
Jubah Hijau, mungkin ada sekitar 2 jam, beberapa anak murid dan
anaknya yang keluar Lembah menuju Thian San Pay kembali ke Lembah.
Hanya saja dari jumlah 7 orang yang menuju ke Perguruan Thian San
Pay, yang kembali ke Lembah Salju Bernyanyi tinggal 4 orang belaka.
Sisanya tewas dalam pertikaian yang terjadi di Perguruan Thian San Pay.
Ketika mendatangi Thian San Pay maksud utama mereka adalah
menjajaki kemampuan perguruan itu. Tapi apa lacur, bentrokan berdarah
justru terjadi dan memakan banyak korban di pihak Thian San Pay dan
dibayar oleh 3 nyawa anak murid Lembah Salju Bernyanyi.
Yang pulang dengan tetap hidup namun terluka adalah murid tertua
sekaligus putra tertua dari Kim Tong yang bernama Tham Ki. Tham Ki
sudah berusia hampir 60 tahun dan mewarisi semua kepandaian
ayahnya, Thian San Kim Tong. Selanjutnya murid kedua Kim Tong
bernama Ho Cu Seng, pria berumur 58 tahun yang juga memiliki
kepandaian hampir seimbang dengan toa suhengnya. Orang ketiga
adalah putra ketiga Kim Tong bernama Tham Sin berusia 49 tahun, murid
ke-lima namun yang berkepandaian melebihi toa suheng sekaligus kakak
tertuanya. Mungkin bahkan sudah melampaui kemampuan ayahnya,
karena memang sesekali menerima pengajaran Neneknya. Dan orang
terakhir adalah murid terakhir, murid kedelapan atau penutup dari Kim
Tong yang bernama Toh Lui. Lelaki gagah berusia 32 tahun. Sebetulnya,
murid terakhir Kim Tong adalah anak bungsunya Beng Kui, tetapi anak
itu telah dididik langsung oleh neneknya dan terakhir dididik oleh orang
pertama Thian San Giokli.
Sementara 3 orang yang tewas di perguruan Thian San Pay adalah
putra kedua Kim Tong bernama Tham Bu Ji sekaligus murid nomor tiga;
Kemudian murid nomor empat bernama Hu Beng Sin, lelaki tinggi besar
berusia 52 tahun; dan korban terakhir adalah murid ketujuh Kim Tong
yang bernama Sip Kong. Seorang lagi murid ke-enam sekaligus satuEpisode 2,
T a r i a n | 50

Ketenangan

Yang

Terkoyak

seri

TARIAN LIAR NAGA SAKTI
Karya Marshal
satunya putri Kim Tong bernama Tham Wan Hoa, tidak menyertai
rombongan ke Thian San Pay karena memilih hidup di perkampungan
Lembah Salju Bernyanyi bersama suaminya.
Betapa marah Kim Tong mendengarkan laporan murid bungsunya
yang memang cerdik pintar itu. Dia berbicara karena dari mereka
berempat, adalah Toh Lui, murid ke delapan dan murid kedua Ho Cu
Seng yang terhitung lukanya paling ringan. Hanya saja, Ho Cu Seng
entah mengapa sejak dari Thian San Pay menjadi begitu pendiam dan
tidak banyak bicara,
“Kami bermaksud baik-baik menantang mereka suhu, toako dan ji
suheng sudah berkali-kali mengutarakan maksud untuk sekedar adu
kepandaian. Tetapi, entah mengapa mereka tidak mau menerima, bahkan
beralasan Ciangbundjin mereka berhalangan dan sedang bertugas
keluar. Ketika kami menantang murid Kakek Dewa Pedang, mereka justru
menertawakan. Toa suheng yang penasaran akhirnya lepas tangan
melukai salah seorang murid mereka, dan pertengkaranpun terjadi
sampai adu kesaktian. Awalnya kami sekedar melukai lawan, tetapi
karena mereka kemudian menewaskan Sip Kong suheng, akhirnya
kamipun membalasnya dan berhasil membunuh puluhan anak murid
mereka suhu”
“Sebentar, engkau tadi mengatakan merekalah yang terlebih dahulu
melakukan pembunuhan, apa benar demikian?”
“Memang demikian suhu. Kamipun heran, karena Sip Kong suheng
tidak dalam keadaan terdesak meski dikerubuti lawan yang
berkemampuan jauh lebih rendah darinya. Tetapi, tahu-tahu entah
bagaimana Sip Kong suheng terjatuh dan jatuhnya tepat mengarah ke
pedang salah seorang pengeroyoknya yang sedang terhunus. Kebetulan
tecu langsung menyaksikan kejadian itu suhu”
“Jika demikian, ada juga orang sakti di Thian San Pay?”
“Rasanya bukan demikian suhu, tecu tidak menemukan lawan yang
mampu merepotkan kami. Kematian Sip Kong suheng sangat aneh. Dan
Episode 2,
T a r i a n | 51

Ketenangan

Yang

Terkoyak

seri

TARIAN LIAR NAGA SAKTI
Karya Marshal
anehnya lagi, menurut toa suheng, kematian sam suheng juga sama
anehnya, persis seperti kematian Sip Kong suheng. Dan ji suheng terakhir
melaporkan kematian Beng Sin suheng juga mirip. Disinilah letak
keanehannya suhu”
“Hmmm, apakah gerangan yang terjadi? Apa benar demikian
adanya?” bertanya Kim Tong kepada anak tertuanya,
“Benar ayah, cerita Toh Lui sute sangat benar. Kematian ketiga sute
terlalu aneh”
“Pasti ada tokoh sakti mereka yang main gila”
“Tapi, jika ada masak harus menunggu sampai hampir 50-an anak
muridnya terbunuh suhu?” Toh Lui meragukan dugaan gurunya.
“Atau karena kelalaian mereka bertiga?” guram wajah Kim Tong
mengucapkannya
“Rasanya juga bukan ayah” kali ini putra sulung Kim Tong yang
menyanggah pendapat ayahnya.
“Suhu, menurut pendapat tecu, kita sebaiknya bersiap-siap. Karena
dengan begitu banyaknya anak murid Thian San Pay yang tewas
ditangan kita, sangat besar kemungkinan mereka akan balik menyerbu”
Toh Lui mengajukan pandangan yang memang sangat jitu. Bisa ditebak,
Thian San Pay akan melakukan pembalasan. Peristiwa yang terjadi sudah
merupakan peristiwa berdarah. Terlalu banyak anak murid mereka yang
terbunuh.
“Biarlah, jika mereka menyerbu, kita tentu akan meladeninya” dingin
suara Kim Tong yang masih penasaran dengan tewasnya anak dan
murid-muridnya. Sebuah tanda betapa Kim Tong kurang memahami
gejolak dunia persilatan, maklum, dia hidup dalam pengasingan
sepanjang kehidupannya. Dan inilah yang akan mendatangkan bala bagi
Lembah Salju Bernyanyi. Keengganan untuk melakukan pemeriksaan dan
pengamatan lebih jauh, bakal sangat merugikan bagi Lembah Salju
Bernyanyi yang sekaligus mengorbankan suasana tenang damai selama
100 tahun lebih.
Episode 2,
T a r i a n | 52

Ketenangan

Yang

Terkoyak

seri

TARIAN LIAR NAGA SAKTI
Karya Marshal
“Sudahlah, biarlah kalian semua beristirahat dan memulihkan diri
terlebih dahulu. Kita akan membahas dan menentukan langkah di
pertemuan berikutnya menunggu kalian semua sembuh dan pulih
terlebih dahulu”
Begitulah Kim Tong. Miskinnya pengalaman di dunia persilatan
membuatnya lalai dan memperparah konflik dengan Thian San Pay.
Padahal, bukanlah maksudnya untuk mengikat permusuhan dengan
Thian San Pay. Jika dia lebih teliti, maka dia akan menelaah informasi
mengenai kematian anak dan muridnya yang aneh. Sayang, dia tidak
sanggup menemukan celah untuk menelaah lebih jauh karena miskinnya
pengalaman berinteraksi dengan dunia luar.
Ada sekitar 10 menit setelah murid-murid dan anaknya
meninggalkannya sendirian, tiba-tiba berkelebat sesosok tubuh dan telah
langsung berdiri dihadapannya. Orang itu ternyata adalah Nenek
pertama dari Thian San Giokli, yang telah dengan tenang bertanya
kepada Kim Tong,
“Suheng, adakah sesuatu yang aneh baru saja terjadi?”
“Bagaimana engkau tahu sumoy....?” Kim Tong balik bertanya.
“Aku baru saja terganggu dengan sebuah “rasa gelisah” tentang
sesuatu yang berbahaya terjadi di sini, di dalam Lembah kita ini”
Kim Tong paham, bahwa sumoynya ini mendapatkan warisan ilmu
yang mujijat dari ibunya. Karena itu, diapun tergerak, meski tidak sangat
antusias karena mengira hanya laporan dari Thian San Pay saja yang
penting,
“Ach sumoy, telah terjadi pertikaian berdarah dengan Perguruan
Thian San Pay. Aku kehilangan seorang anak dan 2 orang anak murid,
sementara mereka kehilangan puluhan murid” singkat saja informasi
yang disampaikan Kim Tong yang memang menduga, itulah kejadian
“tidak enak” yang diterawang oleh sumoynya itu.
“Hmmmm, aku sudah menduga peristiwa ini 3 jam sebelumnya
suheng. Tetapi, aku “melihat” ada sesuatu yang asing, sebuah kekuatan
Episode 2,
T a r i a n | 53

Ketenangan

Yang

Terkoyak

seri

TARIAN LIAR NAGA SAKTI
Karya Marshal
yang sangat hebat yang menyusup masuk ke dalam Lembah kita”
demikian si Nenek berkata dengan tegas dan sangat meyakinkan.
Kim Tong tergerak dan bertanya, “Apa maksudmu sumoy?”
“Suheng, maksudku jelas. Ada kekuatan asing yang luar biasa yang
memasuki Lembah kita. Jika aku tidak salah, murid-murid di gerbang
alam kita sedang dalam keadaan tertotok. Sebaiknya suheng memeriksa
ke depan, aku akan ke dalam”
Selesai berkata demikian, tubuh nenek itu telah berkelebat
menghilang. Sementara itu, Kim Tong meski kaget, tetapi masih ogahogahan. Tetapi begitupun dia beranjak menuju pintu ke luar untuk
memeriksa gerbang alam. Dan betapa kagetnya dia ketika benar muridmurid yang ditugaskannya menjaga di gerbang alam, semuanya dalam
keadaan tertotok. Jika demikian, benarlah bahwa Lembah Salju Bernyanyi
sudah kemasukan tokoh hebat. Tapi siapakah dia?
Kim Tong tidak lupa membebaskan anak-anak muridnya terlebih
dahulu, kemudian langsung berkelebat kembali menuju ke dalam
Lembah Salju Bernyanyi sambil memuji ketajaman penerawangan
sumoynya. Tengah dia berlari menuju Lembah, tiba-tiba teringat kepada
murid keduanya yang selama dalam pertemuan tadi bersikap di luar
kebiasaan. Diam tidak pernah bicara dan pandang matanya terasa
hampa. Awalnya dia merasa karena muridnya itu terluka, tetapi
belakangan ketika dia menganalisis lebih jauh, dia sadar bahwa
pandangan mata muridnya yang aneh, pastilah disebabkan oleh
kekuatan diluar dirinya. “Ilmu sihir”, begitu desis Kim Tong, dan dengan
demikian semakin cepatlah dia bergerak langsung menuju kamar murid
keduanya itu.
Sementara itu, Nenek Thian San Giokli sudah cepat bergerak menuju
ke tempat rahasia dimana kedua sumoynya dimintanya untuk berjagajaga. Untuk berjaga-jaga dia memang meminta kedua sumoynya berjaga
bersama, karena “rasa tidak enak” sudah demikian kuat mencekamnya
sejak beberapa hari terakhir. Dan akhirnya kekhawatirannya memang
terbukti. Ketika tiba di ruangan itu, dia menyaksikan kedua sumoynya
Episode 2,
T a r i a n | 54

Ketenangan

Yang

Terkoyak

seri

Kami hanya ingin mengetahui apakah kedua tokoh tua itu masih berada disini ataukah tidak” Episode 2. Si jubah hijau yang sedang melawan keroyokan kedua sumoynya menahan serangan dan heran atas pengaruh suara yang demikian penuh wibawa. Sementara kedua Nenek yang menjadi lawannya menarik nafas lega melihat kedatangan toa suci mereka. namun dengan wibawa yang sangat kuat terkandung dalam suaranya. aku ingin mengetahui apakah Thian Tee Siang Mo (Sepasang Iblis Langit Bumi) masih ditahan di dalam lembah ini?” “Hmmmm. Dia yakin menang. dia melihat Ho Cu Seng sedang berdiri dengan seorang berjubah hijau lainnya yang juga mengenakan kedok pelindung wajah.. Tiada salahnya engkau bergabung bersama mereka berdua untuk melawanku. Kuberitahu namakupun engkau tidak akan mengenaliku” “Jika demikian. Sementara di sudut ruangan lainnya. mundurlah. keluarganya ataukah muridnya?” “Tidak ada hubungan apa-apa.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal terdesak hebat menghadapi seorang berjubah hijau mengenakan penutup wajah yang bersilat secara sangat hebat. T a r i a n | 55 Ketenangan Yang Terkoyak seri .” serunya dengan tetap tenang. “Hmmmmm.. karena itu mereka bersyukur dalam hati. Kalian berdua masih bukan lawannya. ketahuan belangnya” desis si nenek dalam hati.. Dia memang dalam posisi unggul dan karenanya secara takabur dia menantang ketiga Nenek itu untuk segera mengerubutinya secara bersama-sama. Nenek tua” tantang si Jubah Hijau dengan pongahnya. tetapi dimulutnya si nenek berkata. bertambah seorang Nenek lagi. “Tahan .. “Jiwi sumoy berdua. “Adakah tuan adalah sanaknya. Entah siapakah tuan yang mulia?” “Engkau tidak perlu mengetahui siapakah aku. Posisi mereka memang sudah sangat berbahaya. apakah maksud kedatangan tuan yang sebenarnya ke dalam lembah terpencil kami ini?” “Biarlah secara jujur kukatakan.

Dan menjadi tradisi kami. maka kami terpaksa akan menghalangi. T a r i a n | 56 Ketenangan Yang Terkoyak seri . Kim Tong berkata.?” tanya Kim Tong kepada si jubah hijau yang tadi bertarung dengan kedua sumoynya. masuklah Kim Tong yang kaget melihat ada 2 tamu tak diundang berada dalam ruangan tersebut. Ditaklukkan kakek guru kami dan kemudian dikurung di Lembah ini agar tidak mengganas di dunia luar. Kim Tong telah berjalan mendekati si jubah hijau. tetapi dia bingung karena kini dia berjumpa dengan dua orang berjubah hijau. “Sumoy. Tetapi. biarlah aku yang menangani mereka” Sambil berkata demikian. cobalah menangkap kami jika demikian” tantang si jubah hijau. Begitu masuk. selain itu merekapun telah menutuk para murid kita di gerbang alam.” demikian si Nenek berkata. dan untungnya kita menemukan penyusup itu berada disini. Sungguh lancang. ternyata benar perkataanmu. Entah yang mana dari keduanya yang telah adu balap dengannya siang tadi. malahan kami ingin mempersilahkan tuan untuk meninggalkan Lembah kami ini secara baik-baik” “Jika demikian kami akan memaksa” “Jika kalian memaksa.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal “Mereka memang berada disini. Lembah Salju Bernyanyi telah kemasukan penyusup. bukankah engkau yang telah bertemu lohu siang tadi . tidak menjawab pertanyaan si jubah hijau secara langsung. Karena itu. Episode 2.. Dan seiring dengan kalimatnya itu.. maka akan kami tempatkan di tempat dimana Lembah kami mengurung Thian Tee Siang Mo” “Baiklah... bila pengganggu dan penyusup seperti kalian tertangkap. apakah kami boleh memastikannya?” “Sudah tentu tidak. “Sobat. sayangnya kedua iblis itu rasanya sudah menutup mata” “Rasanya tidaklah berarti sudah pasti bukan?” “Masa 100 tahun telah lewat .. “Jika demikian. Mereka telah menyihir Cu Seng dan mengantarkan mereka ketempat ini.

dari tangannyapun Episode 2. Bahkan kini. Akibatnya .. Tetapi kali ini dia kecele. dihadapan ketiga sumoynya itu.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal “Mungkin” jawab si jubah hijau singkat.. Kim tong terdorong dua langkah lebih banyak ketimbang lawannya... bahkan mengungguli kehebatan ketiga sumoynya. dan kelihatannya mereka sudah “mengenal” kemampuan Lembah Salju Bernyayi. Maka jadilah Kim Tong menyerang dalam balutan emosi dan memburu si Jubah Hijau berkedok. Dan sama seperti tadi. karena serangannya dengan sebat dipapak oleh si Jubah Hijau dan akibatnya dia terdorong sampai 2 langkah ke belakang sementara lawannya tetap berdiri kokoh ditempatnya. jurus ke enam. Bagaimana dia tidak murka? Yang hebat adalah para penyusup. si Jubah Hijau tidaklah terburu-buru dan tidak terbawa arus emosi yang berlebihan.. Kepercayaan diri mereka patut diacungi jempol. sambut kembali pukulanku ini . mengapa dia hebat sekali kali ini?” desis Kim Tong dalam hati dengan hati yang masih belum percaya jika dia kalah dalam bentrokan barusan. tetapi dibalik kesederhanaan itu tersimpan kekuatan besar yang siap meledak. Justru adalah Kim Tong yang termakan emosi. Meskipun hanya berdua.. dia terdorong dan kalah melawan penyusup di Lembah mereka.. Dan lawannya mengenali pukulan hebat. “Jika demikian.. “Blaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr” kembali terjadi benturan.. tetapi mereka nampak tidak gelisah dan terburu-buru meski telah dipergoki pihak lawan. Kini.. “Sobat. Dan fakta ini membuat Kim Tong meradang.. hiaaaaaaattttttt” Nampaknya sederhana pukulan Kim Tong. Kembali Kim Tong menyerang dengan menggunakan tenaga lebih banyak dan kali ini dia menggunakan ilmu pukulan Jit Goat Kan Kun. Kim Tong langsung membuka serangan. Itulah sebabnya melawan Kim Tongpun. Selama ini dia merasa sebagai orang yang paling hebat. T a r i a n | 57 Ketenangan Yang Terkoyak seri . karena itu dia tidak berayal dan menyambut pukulan Kim Tong dengan sama kerasnya.. kita akan melanjutkan pertempuran kita tadi” sambil berkata demikian.. “Luar biasa.

.. Serangan tangannya membadai dan membuat Kim Tong kehabisan daya. “Dukkkkk . suheng terlampau gegabah. Berbeda jauh dengan lawannya yang nampak sudah kawakan dan pintar mengatur pertempuran dan emosi. tanda bahwa dia telah memadukan ilmu tangan pedang dengan Jit Goat Kan Kun. emosi yang tinggi membuatnya jatuh di bawah perangkap lawan yang diduganya akan segera menyerangnya secara gencar. bahkan berani beradu kekuatan tangan dan menindih kekuatan kiam ciang lawan. segera paham bahwa meski tertinggal. “Hmmm.. Benturan-benturan tangan mereka tidaklah menghasilkan cedera bagi si Jubah Hijau dan semakin menambah rasa penasaran dan amarah di pihak Kim Tong. Dan usai bergumam seperti itu. Dengan berani si Jubah Hijau memapak serangan Kim Tong. Kim Tong seharusnya tidak akan secepat itu untuk jatuh di bawah angin.. diapun bertindak sambil berkata.” Episode 2. “Suheng. tiba-tiba si Jubah Hijau merubah gayanya. Dia menggebrak dan melontarkan Kim Tong yang murka dan kemudian mencecarnya dengan serangan-serangan yang mematikan. Dan akibatnya. Setelah gencar diserang di awal pertempuran. Sayang. mati-matian membela diri guna menghindari serangan lawan. meskipun tidak membuat dia jatuh di bawah angin. Tetapi. T a r i a n | 58 Ketenangan Yang Terkoya k seri . Dan inilah kelemahan utama Kim Tong akibat minimnya pengalaman tempur di dunia kang ouw. Dan benar belaka.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal berkesiutan kiam ciang atau tangan pedang. hati-hati” dan sejalur angin pukulan dahsyat mengarah si Jubah Hijau yang terpaksa harus membagi konsentrasinya karena lentikan pukulan hebat berhawa dingin yang menyerangnya mau tak mau diladeninya. Diapun melepas kesempatan mengalahkan Kim Tong dan memapak serangan si Nenek. Jika menjaga ketenangan belum tentu dia kalah secepat ini” gumam Thian San Giokli si Nenek nomor satu. Fakta ini membuat si Jubah Hijau semakin berhati-hati. Thian San Giokli yang bermata jeli..

. “Tidak. Setelah itu. Kali ini dia tidak lagi main-main dan menyimpan Episode 2. Karena tugas di tempat ini adalah tanggungjawab kami.?” ujar si Jubah Hijau yang langsung menyerang Kim Tong. jika suheng tidak terbakar amarah dan melayanimu dalam ketenangannya engkau belum tentu bisa dengan mudah mengalahkannya.. aku tidak apa-apa” katanya menutupi rasa malunya kepada 2 orang nenek dari Thian San Giokli. sementara si Nenek tidak nampak goyah oleh benturan itu. sebaiknya suheng memeriksa bagian dalam lainnya. Lembah kita kemasukan musuh sedang dalam bahaya” “Baik. engkau hebat juga” “Tuan. Dan satu hal lagi. Sementara itu. kita harus awas dan tenang. si Jubah Hijau telah memandang Nenek nomor satu dari Thian San Giokli sambil mendengus. musuh sangat berbahaya.. Kim Tong tertolong.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri (BERSAMBUNG) EPISODE 2. betapapun engkau memang hebat”. dia terdorong satu langkah ke belakang. diapun berkata ditujukan kepada Kim Tong dan kedua sumoynya. ujar si Nenek lembut dan tidak menampakkan kemarahan. Jiwi sumoy – jangan ragu melawan penyusup secara bersama. KETENANGAN YANG TERKOYAK (2) Luar biasa. “Mau kemana . Tapi. “Hmmm. Bukan tidak mungkin mereka masih membawa teman yang lain. Segera dia didekati oleh kedua sumoynya yang lain sambil menanyakan keadaannya. T a r i a n | 59 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . engkau benar sumoy” sambil berkata demikian Kim Tong sudah mau beranjak keluar ruangan. Tetapi kedua nenek itu maklum belaka. tetapi si Jubah Hijau juga bergerak menghalanginya. “Suheng.

“Suheng. Pada saat itulah akhirnya si Jubah Hijau yang satu lagi bergerak. sebaliknya membuatnya semakin awas dan berhatihati. hati-hati dan pelihara ketenangan. kali ini kedua Nenek. Hal ini membuat si Nenek kaget. Begitupun dia masih sempat berpesan. Kembali dia mengibas dan sejalur hawa sakti yang dahsyat berhawa dingin meluncur menangkis pukulan yang dilepaskan si Jubah Hijau. Sementara itu. kali ini dia langsung menerjang si Nenek Sakti dengan pukulan yang tidak lemah. Hal yang sama dialami si Jubah Hijau. Nenek pertama Thian San Giokli telah terlibat adu pukulan dengan si Jubah Hijau yang lainnya. T a r i a n | 60 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . juga bertarung sama kuatnya dengan si Jubah Hijau yang lain. Jika mereka terdesak hebat sebelumnya. Dia dikagetkan oleh kenyataan betapa ada seorang tokoh hebat di dalam Lembah Salju Bernyanyi. sang Toa Suci. Si Jubah Hijau yang menyerang Kim Tong terhalang oleh pukulan si Nenek Sakti dan kehilangan waktu untuk menghalangi Kim Tong. dalam kondisi biasa mereka sanggup menahan serangan si Jubah Hijau dan bertempur seru dengan kondisi nyaris seimbang. jiwi sumoy tidak akan kalah melawan tuan itu” Benar. Jiwi sumoy. “Begitu banyak tokoh hebat yang menyusup” desisnya kaget dalam hati. Tetapi Nenek Sakti Thian San Gioklipun tidak tinggal diam. apalagi setelah itu kedua Nenek yang lain sudah datang mengerubutinya. tidak kalah dengan si Jubah Hijau yang satunya. tetapi setidaknya mampu menjaga diri dengan lebih baik.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri kemampuannya. cepat lakukan tugasmu. Kini. Tapi fakta ini tidak membuatnya limbung dan goyah. Memang. sehebat apapun dia Episode 2. disebabkan oleh kekagetan dan diserang mendadak oleh si Jubah Hijau yang menyerang dari balik tubuh ponakan murid mereka Ho Cu Seng yang ternyata benar dalam keadaan tersihir. Sementara itu. masing-masing Nenek kedua dan ketiga Thian San Giokli sudah mampu memelihara ketenangan sesuai pesan toa suci mereka. mereka masih belum mampu banyak berbuat.

Toa Suci Thian San Giokli jauh lebih hebat lagi. terutama lawan kedua Nenek sakti itu. baik lawan sang Toa Suci maupun kedua sumoynya. Sepasang lengan ketiga Nenek sakti itupun berubah bagaikan pedang tajamnya dan dengan berani memapas setiap pukulan si Jubah Hijau. Dan karena kekuatannya memang sedikit di atas. Maka. Seruannya bermanfaat untuk membantu adik-adik perguruannya menghadapi si Jubah Hijau. kehebatannya sudah pasti luar biasa. si Nenek selalu mampu menggagalkan serangan dan menyeimbangkan keadaan. dengan berani memapak dan adu keras. Dan akibatnya. Sementara itu.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri menyerang. meski dia merasa lengannya bagaikan berhadapan dengan dua pedang tajam dan mengalirkan hawa dingin. Ilmuilmu tersebut adalah ciptaan murid laki-laki Koai Todjin yang penasaran atas kekalahannya dari Kakek Dewa Pedang. tetapi dia masih tetap mampu mengatasi rasa sakitnya. sementara dia sendiri terguncang mundur selangkah ke belakang. bagaikan terbang dengan ringan dia menghujani si Jubah Hijau berkedok dengan kelebatan pedang yang berasal dari lengannya. Hanya saja. Malahan dia mampu membuat kedua nenek sakti itu terpental hingga dua langkah mundur. sang Toa Suci mampu sedikit mendesak lawan yang menjadi sibuk meladeni kecepatan bergeraknya dibarengi dengan Episode 2. diapun tidak takut mengadu lengan dengan lawan yang mengeluarkan hawa dingin dan tajam luar biasa. sementara dia sendiri juga memainkan ilmu yang diteriakkannya. memang bukan orang sembarangan. Lengan merekapun. T a r i a n | 61 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . “Sungguh Lembah Salju Bernyanyi tidaklah bernama kosong” pikirnya. Dan hal itu mendatangkan kesibukan luar biasa. si Jubah Hijau. “Jiwi sumoy – Pat-poh-hwe-gong (delapan langkah terbang di udara) dan Kiam Ciang Siang Tui (Tangan Pedang Saling Berkejaran)” kembali Toa Suci Thian San Giokli berseru. sekaligus rasa kagum atas ilmu lawan yang memang luar biasa.

Maka ketika terdorong mundur. ketika tidak punya kesempatan untuk menghindar. Dan kedua tokoh sakti itupun memandang dan saling mengagumi kekuatan lawan masingmasing.. membuat kedua nenek mampu mengembangkan kesaktian mereka secara lebih optimal.. Meskipun terus menyerang tetapi sambil terus berusaha menjaga agar tidak terlampau sering mengadu kekuatan dengan si Jubah Hijau lawan mereka yang memang sakti. Serangan kiam ciang (tangan pedang) berhawa dingin dengan disertai lentingan tubuh yang ringan. Ternyata ada seorang jago Lembah Salju Bernyanyi yang memiliki kesanggupan menandingi mereka. T a r i a n | 62 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Tidak lama dia telah mampu menguasai dirinya dan berbalik membentak. Sementara Toa Suci mereka. membuat mereka mendapatkan inisiatif untuk lebih menyerang. ketangkasan dan ilmu nenek ini memang tidak main-main. posisi mereka sebagai penyusup bakalan menjadi semakin sulit. “Hmmmmm Nenek tua. si Jubah Hijau yang lainnya lagi.” sebuah Episode 2. dengan berani diapun mengadu kekuatan.. Tidak terdengar suara keras.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri kesiuran angin pedang berhawa dingin yang terus mengejarnya. Sementara kerubutan kedua nenek sakti lainnya. si Jubah Hijau itu telah menggetarkan suaranya. lihat aku akan menerkammu ………” suaranya sangat berwibawa karena didorong kekuatan sihir. Tetapi... Fakta yang memusingkan dan sungguh di luar persangkaan dan perhitungan mereka ketika menyusup masuk. Tetapi. Dan kenyataan ini membuat si Jubah Hijau lawan sang Toa Suci mulai menjadi geram disamping kagum atas lawannya. selain “Dukkkkkkkk” dan keduanya terdorong masing-masing satu langkah ke belakang. tetap bertarung tenang dan berimbang dengan lawannya. Pertarungan seru yang memang berimbang.. Pertarungan yang menjadi semakin lama dan berlarut. Semakin lama. Dan sekilas sang Toa Suci terhenyak melihat lawannya berubah menjadi harimau raksasa. dengan ilmu yang diteriakkan toa suci mereka. “Pergi .. ketenangan.

Akibat benturan kekuatan sihir tersebut. Kondisi tersebut membuatnya mulai mengerahkan puncak kemampuan tertingginya. “Situasi akan sulit di atasi. bukannya berkelit. tetapi dia memiliki kepercayaan kepada kedua sumoynya. diapun bersiap dengan mengerahkan ilmu pegangannya Pek In Swat Kang – Tenaga Salju Awan Putih dan Swat Im Sinkang – Tenaga Dalam Salju. si Jubah Hijau kembali merasa terkejut. lawannya si Jubah Hijau. juga tidak merasa takut dengan hawa Episode 2. T a r i a n | 63 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Karena itu. si Nenek justru memapak serangan berat musuh dengan hembusan angin dingin yang sangat menusuk. kekuatan sihirnya bisa dengan mudah dipunahkan si nenek. Kemampuannya untuk bertahan akan menentukan hasil akhir pertempuran. Tetapi si Nenek sakti sudah menyadari jika lawan akan meningkatkan kemampuannya. Hebatnya. keduanya memasuki tahapan pertarungan menentukan. Maka semakin bertambahlah keraguan si Jubah Hijau. dan membuyarkan kekuatan sihir yang dilontarkan lawan. Bahkan membuatnya sedikit terguncang. apalagi masih ada dua Nenek lainnya yang ternyata mampu bertahan di arena sebelah” pikirnya. Itulah sebabnya dia tidak berayal dan tidak mau lengah untuk menandingi lawannya yang sakti itu. Dia yakin mereka akan mampu setidaknya menjaga diri dengan memaksakan hasil imbang. Dia mengerang dan kemudian menyerang dengan kecepatan lebih tinggi. suatu tanda bahwa kekuatan sihir si nenek juga bukan olah-olah dan sama sekali tidak di sebelah bawahnya. Serangan hawa dingin membekukan itu selalu mendahului semua gerakan tubuh dan serangannya. Sebaliknya. Jelas maksud penyusupan mereka menghadapi pilihan gagal. Sang Toa Suci tak lagi mampu membagi perhatian terhadap kedua sumoynya. Tak pelak lagi. dimana kedua tangannya bergerak cepat dan sulit diduga serangan bagaimana yang akan dilakukannya. Itupun sambil terus bergerak dengan langkah kilat yang aneh memusingkan Kiu Kiong San Tian Pou (Ilmu Langkah Kilat).TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri bentakan yang digetarkan dengan suara yang sangat bening berwibawa. Dan tentu dia tidaklah takut.

. tidak sekalipun terdengar suara benturan yang berisik.. Tepatnya kali ini di gunung Episode 2.. inilah dia tokoh sakti asal Thian Tok (India) yang bernama Naga Pattinam. maksudnya bukanlah untuk kepentingan yang baik. dengan saling serang dan saling tangkis.?” si Nenek bertanya karena merasa tidak sedikitpun mengenal kakek tinggi besar dan berkulit sedikit gelap yang kini wajahnya tersingkap akibat benturan tenaga mereka tadi. T a r i a n | 64 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . penutup wajah si Jubah Hijau hancur menjadi butiran-butiran salju dan secara otomatis menampakkan wajah aslinya. di pihak lawan. Sebaliknya dia terus maju merangsek dan selanjutnya keduanya bertarung dalam jarak dekat. Dan beberapa saat kemudian tubuh keduanya terpisah. Karena memang reputasinya buruk dan selalu diburu kakak seperguruannya. tapi yang sudah jelas adalah.. sekaligus penasaran karena kembali dia bertemu tokoh setanding dengannya di Tionggoan. Nenek tua . Dan. siapakah gerangan si jubah hijau itu? Luar biasa. Tokoh hebat dengan ilmu sihir luar biasa yang bersekutu dengan pentolan Thian Liong Pang. Yang hebat adalah meski terjadi berkali-kali benturan akibat tangkis menangkis pukulan. perkumpulan yang telah dibubarkan dan dikalahkan para pendekar muda beberapa bulan sebelumnya. “Hmmmmm.. Sementara pengikat rambut si Nenek terlepas dan rambutnya kini terurai.. Dia bergabung dengan Thian Liong Pang.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri dingin menusuk yang berhembus dari pengerahan kekuatan si Nenek. “Pentingkah engkau mengenaliku. Hal yang mengindikasikan bahwa keduanya sudah memasuki tahapan pengerahan kekuatan dalam tingkat tertinggi. Dia senantiasa dikejar-kejar oleh kakak seperguruannya Bhiksu Chundamani. dan anehnya dia kini muncul di Lembah Salju Bernyanyi. siapakah gerangan tuan . Ada apa sebenarnya hingga tokoh sakti ini tiba-tiba memunculkan diri di Lembah Salju Bernyanyi? Dan mengapa pula masuk dengan diamdiam atau dengan jalan menyusup? Entahlah.?” balas Naga Pattinam bertanya.

si Nenek tidak bisa dikibuli dan dikelabui. Makanya. jika salah satu alpa dan lalai. Naga Pattinam menyadarinya dan menjadi semakin kagum. tidak sedikitpun arena pertempuran kedua Nenek lainnya yang berhadapan dengan si Jubah Hijau yang satunya lagi terganggu oleh hawa dingin dan panas yang dikerahkan kedua tokoh sakti itu. dengan menguasai dan memainkan Kiu Kiong San Tian Pou (Ilmu Langkah Kilat). karena memang Naga Pattinam bukannya tokoh sembarangan. T a r i a n | 65 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . kedua tokoh sepuh ini bertarung dengan kemampuan membatasi arena pertempuran dari hembusan hawa panas dan dingin. dalam Lembah Salju Bernyanyi. maka dia bakal dilumat oleh gabungan tenaga mereka berdua. Akibatnya akumulasi tenaga mereka benar-benar terpusat dan perpijar dalam arena yang mereka berdua telah batasi dengan kekuatan sinkang yang memang sudah sempurna. Betapa hebat serangan itu tidak dapat diuraikan lagi. Naga Pattinam sudah mengerahkan kekuatan batin melandasi ilmu andalannya – Seng Hwee Sinkang (Tenaga Dalam Api Suci) dan Seng Hwee Sin Ciang (Ilmu Pukulan Api Suci). Hanya saja. dan sudah barang tentu serangannya kali ini menjadi lebih berat dan lebih hebat. Mereka makin kagum akan kekuatan lawan masing-masing. Selesai berucap demikian. Tubuhnya berpusing dan seperti hilang dari pandangan mata. kembali Naga Pattinam menyerang. Tetapi yang hebat luar biasa adalah. Sungguh pertarungan dan pameran kekuatan yang luar biasa. Gerakannya yang cepat dalam paduan sinkang hawa dingin yang membekukan tulang tidak sanggup ditembus oleh ilmu silat Thian Tok yang dikembangkan Naga Pattinam. Hawa panas yang merupakan hembusan dari tenaga sakti yang dikerahkannya. Dengan ilmu itu dia tidak takut dengan hawa dingin luar biasa dari si Nenek. Padahal. demikian juga toa suci Thian San Giokli. Resikonya. apalagi karena ilmu silat lawan yang Episode 2. lembah yang sunyi terpencil ini.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri Thian San. karena diapun mampu menghembuskan hawa panas membara dari tubuhnya.

Tepat pada saat dia menyiapkan ilmu pamungkasnya tersebut. dengan misi rahasia yang mereka emban. Episode 2. tiba-tiba terdengar sebuah suitan panjang dan mengerikan. ilmu pamungkas yang teramat jarang dikeluarkannya. sementara semua pertempuran terhenti. maka secara otomatis mereka bergerak mendekat ke arah liang yang menjadi tanggungjawab mereka itu. Dia telah menyiapkan Ilmu Hwee Sin bit Ciat Kang Hoat – Hawa Sakti Pemusnah Tenaga Dalam. Kedua nenek penjaga sumur atau liang di dalam ruangan itu bergerak ke arah tempat biasanya mereka berjaga. tidak kalah dengan raungan Naga Pattinam ataupun suara yang dikeluarkan Thian San Giokli. Itulah sebabnya. Tetapi. Apa lagi ketika kemudian telinganya yang sangat tajam menangkap suara kaki beberapa orang yang agaknya cukup lihay sedang mendatangi. diapun mengambil resiko itu. meski paham bahwa sulit mengalahkan si Nenek. tetap saja dia berketetapan hati untuk mengerahkan puncak kekuatannya. Menggetarkan sukma dan menusuk telinga hingga Naga Pattinam yang maha sakti dan Nenek Thian San Gioklipun harus terperangah dan mengerahkan tenaganya untuk menenteramkan hati. T a r i a n | 66 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . di pihak Naga Pattinam. Teringat tugas. karena suitan dan tawa panjang tadi berasal dari dalam liang tersebut. Dalam artian baru kali itu mereka lihat dan hadapi. Dan tidak lama kemudian suara suitan dan tertawa panjang itu sirap. Maka rasa kagum dan hormat tumbuh di hati masing-masing. membuat rasa hormatnya bisa dengan cepat menjadi rasa penasaran dan akhirnya menjadi sirik untuk segera menang.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri dihadapi relatif baru. “Swiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttttttttttt – hahahahahahahahahahaha” Suara tersebut sungguh hebat. yang nampaknya berasal dari tempat yang biasanya dijaga oleh Thian San Giokli. Apa boleh buat. Sudah puluhan tahun mereka berjaga dan inilah untuk pertama kalinya terjadi gerakan yang berasal dari dalam liang yang mereka jaga tersebut.

. sudah terjadi terlebih dahulu.... cepat . belum lagi mereka berada di posisi biasanya mereka berjaga.. Mereka tidak sanggup menahan benturan dengan ilmu busuk tapi mujijat tersebut dan terlontar jauh kebelakang bagaikan layangan putus... “Celaka .” “Hmmmmmmmmmm . Terdengar dua teriakan menyayat hati dan sebuah dengusan berat.” Tubuh kedua nenek sakti penjaga liang dalam ruangan tersebut terlempar ke belakang akibat benturan hebat dengan pemilik ilmu Busiang-te-im-hu-kut (pukulan dingin pembusuk tulang). Diikuti secara tiba-tiba oleh sesosok tubuh yang melenting dengan kecepatan sangat tinggi keluar dari dalam liang yang biasa mereka jaga itu. Meskipun dia masih sempat mengerahkan ilmu tandingan dari ilmu busuk yang mujijat itu.” Tetapi teriakannya sudah teramat terlambat. tiba-tiba berhembus serangkum hawa angin yang berbau sangat busuk. kedua Nenek penjaga. yakni Ilmu Peng-sian-jit-gwatciang (pukulan matahari rembulan berhawa dingin)..TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri Tetapi.” desisnya. “Hayaaaaaaaaaaaaaaaaa . sebuah ingatan muncul di benaknya. sambil bergerak cepat dan berseru.. Dari bibir mereka mengalir darah segar... “Jiwi sumoy. juga sedang bergerak ke arah liang itu dan secara otomatis tidak akan terhindarkan tabrakan antara bayangan yang melenting keluar dengan kedua nenek tersebut.. tetapi benturan antara pukulan kedua sumoynya dengan Busiang-te-im-hu-kut (pukulan dingin pembusuk tulang). tanda bahwa mereka terluka parah oleh benturan Episode 2. T a r i a n | 67 Ketenangan Yang Terkoyak (2) ... Sangat kebetulan..... ilmu yang disebut Bu-siang-te-im-hu-kut (pukulan dingin pembusuk tulang).. mundur... dan dengan segera dia mengenal tanda kemunculan dari sebuah ilmu jahat yang terbenam di dasar liang itu. Nenek tertua dari Thian San Giokli terperanjat melihat kejadian tersebut.

bahwa manusia yang baru keluar dari liang itu adalah orang yang dikenal Toh Lui. ach. Hanya Toh Ling sedikit nakal. Dan kelihatannya.. T a r i a n | 68 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Toh Ling berkarakter sama dengan Toh Lui. cerdas – berbakat namun berwatak lurus... engkaukah itu .. Mereka memasuki ruangan dan dari rombongan tu. aku tidak bermaksud begini . Hanya celakanya yang Episode 2. dan lebih kaget lagi melihat dia mampu melukai dua nenek yang memapaknya dengan serangan tadi. Rupanya dia terhajar oleh hembusan ilmu sakti Peng-sian-jit-gwat-ciang (pukulan matahari rembulan berhawa dingin). Tetapi karena Thian San Giokli tidak sempat menyertakan tenaga besarnya. juga kaget melihat Toh Lui.. Dan tubuh mereka terbanting deras ke belakang tanda bahwa tubuh itu sudah tanpa daya.. manusia yang dipanggil “Ling koko” oleh Toh Lui tadi. Sementara itu.. “Ling koko. murid bungsu dari Kim Tong yang terkejut melihat manusia yang keluar dari liang dan terjengkang ke belakang namun kemudian menempel di dinding. Manusia itu berambut panjang terurai nampak tidak terurus.. aku tidak bermaksud melukai mereka orang tua itu . “Lui-te . Tapi kenakalannya jugalah yang membawa perubahan besar dalam hidupnya..?” seruan dari Toh Lui. Kim Tong masuk dengan diiringi oleh beberapa orang muridnya.” nampaknya benar. Persis di bawah dinding tempatnya menempel adalah liang darimana dia baru saja keluar.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri itu. tiba-tiba terdengar sebuah teriakan kaget.. tidak....... Kenakalannya sebenarnya tidaklah tergolong sangat berat. dengusan berat terdengar dari mulut manusia yang baru saja keluar dari liang tadi. Bersamaan dengan terjadinya benturan itu. tetapi wajahnya tidak terhalang rambut. yang kebetulan adalah tandingan ilmu busuk mujijatnya. maka tidak berefek sangat berat bagi manusia yang baru saja keluar dari liang tersebut. Dia adalah kakak tertua Toh Lui anak dari pasangan penghuni perkampungan di Lembah Salju Bernyanyi. Tepatnya memang adalah kakak tertua Toh Lui yang bernama Toh Ling.. nakal khas anak muda...

kedua Giokli yang sedang melakukan pergantian itu. toakonya itu masih mengenalinya. dia melompat ke tengah ruang jaga dan kejeblos ke bawah. T a r i a n | 69 Ketenangan Yang Terkoyak (2) .. Hanya seorang Toh Lui yang berusaha mengejarnya sambil berseru. dia tidak paham dan tidak pernah sebelumnya memasuki ruang yang dirahasiakan itu. Dan kesempatan itu dimanfaatkan Toh Ling untuk menyusup masuk ke ruangan. tapi aku bangga karena sudah mampu melukai mereka”. Sejak saat itu. Toh Lui menjadi sedih melihat toakonya yang nampak dalam kondisi “kurang stabil” itu. karena Thian San Giokli tertua sedang mengurusi kedua sumoynya. Lebih kebetulan lagi. waktu itu adalah saat pergantian dari Giokli pertama kepada Giokli kedua.. apa lacur justru adalah Tham Wan Hong yang terkerjai. Hubungan mereka memang sangat dekat. Dia mengincar dara lain untuk digoda. dia kemudian menyelinap di ruang jaga Thian San Giokli. tiba-tiba Toh Ling tertawa. putri satu-satunya Kim Tong sang majikan lembah. sambil berteriak demikian Toh Ling tiba-tiba berkelebat keluar ruangan. Malangnya. Sementara Kim Tong masih terperangah melihat kedua sumoynya bisa dirontokkan sekali pukul oleh bekas muridnya yang menghilang 15 tahun silam. Tanpa mengenali liang yang biasanya dijaga Thian San giokli. Toh Ling dinyatakan “hilang”.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri terkena korban keisengannya adalah seorang Tham Wan Hong. karena memang adalah Toh Ling yang mengemong dan menjaganya di masa kecilnya.. “Toako. Sesaat setelah memperlihatkan kesedihan karena melukai kedua nenek Thian San Giokli. sempat meninggalkan ruangan untuk beberapa saat.. Tidak ada yang bisa menghalanginya. kurang lebih 15 tahun silam. apalagi adalah Toh Ling yang juga mengajarinya dasar-dasar ilmu silat. aku bisa”. “Hahahahaha. Demi menghindari hukuman. aku bisa. Pada saat ribut-ribut mengejarnya. “Hahahahahaha. tunggu .” Episode 2. Untungnya.

hadir dengan warisan kekuatan kedua gurunya yang maha sakti itu. Sementara perlahan-lahan kaki dan tangan kedua sumoynya mulai menciut. Tetapi. maka kali ini murid tunggal mereka. ilmu itupun tidak mampu untuk mengobati korban ilmu mujijat kaum hitam itu. Toh Ling. selalu lenyap tak berbekas. dan dihadapan matanya kedua sumoynya tak berdaya. Mereka bahkan tak mampu mengucapkan satu kalimatpun selain memandanginya dengan tatapan pilu. Tetapi dia kecele. yang dimiliki tokoh hitam 100 tahun silam. Itulah sebabnya. Perhatiannya dipusatkan kepada kedua orang sumoynya yang terluka parah oleh benturan dengan ilmu Bu-siang-teim-hu-kut (pukulan dingin pembusuk tulang). tetap saja dia terpukul melihat keadaan kedua sumoy yang tumbuh bersamanya selama puluhan tahun. yang hanya dia seorang yang menguasai yang mampu menahan ilmu tersebut. Yang menyedihkannya adalah pengetahuannya bahwa siapapun yang terkena ilmu busuk ini. T a r i a n | 70 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Dahulunya hanya ilmu mujijat milik kakek gurunya. bakalan tidak dapat diobati lagi. maha busuk. Nenek ini tidak lagi mempedulikan. Di tahun terakhir sumpah mereka sebagai murid kepada Ibu Guru mereka. Jika 100 tahun silam sepasang datuk kaum hitam. Nenek ini akhirnya menarik nafas panjang setelah berusaha sekuatnya menyalurkan hawa saktinya kepada kedua sumoynya. Toch mereka sudah gagal menjaga liang tersebut.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri Maka loloslah dari Lembah Salju Bernyanyi seseorang yang bakal menggegerkan rimba persilatan karena membekal kepandaian silat maha sakti. Nenek Sakti Thian San Giokli sudah tidak menghiraukan sekitarnya. Koai Todjin. ketika kedua tokoh Jubah Hijau yang juga tadinya mengincar liang rahasia dalam Lembah Salju Bernyanyi – akhirnya juga angkat kaki. Sungguh. Sementara itu. justru maut menjemput kedua sumoynya. Sehebat apapun kekuatan mental Thian San Giokli. telah kemasukan orang lain pada waktuwaktu sebelumnya. hanya Episode 2. Mereka bertiga memang disumpah sebagai murid generasi terakhir yang tidak boleh menikah karena harus mencurahkan seluruh waktu mereka menjaga liang rahasia dalam lembah Salju Bernyanyi. Thian Tee Siang Mo mengadukaduk dunia persilatan. karena hawa sakti sebesar apapun yang disalurkannya.

Meskipun dia telah menduga bahwa dia akan segera berpisah dengan kedua adik seperguruannya. T a r i a n | 71 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Hari kebebasan Lembah Salju Bernyanyi. maka sulit untuk menghindarinya.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri air mata yang sanggup dicucurkan Nenek sakti dari Lembah Salju Beracun itu. pada hari kebebasan Lembah Salju Bernyanyi – terlepas jugalah suasana damai dan tentram yang selama 100 tahun menghiasi perjalanan hidup Lembah Salju Bernyanyi. Pukulan berat berapa kali dialami Kim Tong. Maka. juga merasa sangat sedih dan menitikkan air mata. apalagi karena semua memang harus melewatinya. atau yang adalah murid-murid ibunya. Tetapi. pukulan yang membawa habis semua ambisinya dan mengingatkannya betapa indah kedamaian yang dikecapinya selama beberapa puluh tahun kehidupannya. Batas akhir kehidupan. Ketika batas usia manusia sudah dituliskan. Sedapat mungkin dia menyuruh kedua adik seperguruannya untuk selalu bersama guna mengurangi resiko terbunuh. sebagaimana kegelisahan yang dirasakannya beberapa hari terakhir. Diapun sedih dan menangis mengiringi kepergian kedua sumoy yang tumbuh bersamanya sekian puluh tahun. Penuh rasa sedih dan pedih Nenek Sakti Thian San Giokli akhirnya melepas kepergian kedua sumoynya. murid dan sumoy. Kim Tong. tetap saja dia tak mampu mengungguli takdir bagi kedua sumoy yang sangat dikasihinya. dan akhirnya dibayar dengan nyawa kedua sumoynya. Dia sedih karena tak mampu melindungi kedua sumoynya. Mereka melepas nyawa dengan tubuh “mengempis” karena tulang membusuk. Dengan pilu dan berurai mata dipandanginya kedua sumoynya yang secara perlahan melepas jiwa dengan menatap kepadanya penuh hormat dan kasih. ternyata adalah sebuah malapetaka. yang juga menghabiskan puluhan tahun tumbuh bersama kedua adik seperguruan. Episode 2. Kehilangan anak. karena terlambat melepas pukulan anti dari ilmu iblis Bu-siang-te-im-hukut (pukulan dingin pembusuk tulang). tetapi tetap juga rasa sedihnya tidak berkurang.

tanpa keluar dari mulut siapapun. Itulah yang dialami Kim Tong. Ternyata. Karena Lembah Salju Bernyanyi baru saja kehilangan dua orang sesepuh. sesuatu yang indah dan berharga akan terasa semakin berharga ketika hilang dari genggaman kita. kita tidak akan pernah menghargai kedamaian itu selama kita tidak bersentuhan dengan kekacauan dan ketidakpastian. tidak butuh waktu panjang. Wibawa dan pesona yang membuat orang mudah tunduk kepadanya. melanjutkan permusuhan masa lalu dengan Perguruan Thian San Pay. sudah ditemukannya. kedamaian itu akan sangat sulit dihadirkan kembali. Karena dia baru saja kehilangan seorang putra dan dua orang murid. Thian San Giokli nomor dua dan nomor tiga. Seorang yang dalam banyak sangat hal mirip almarhum ibunya. Karena dari Lembah Salju Bernyanyi. jawaban yang paling tepat. kekacauan dan ketidakpastian. Kini. Tetapi. dia bisa lebih memandang dan menghargai satu-satunya sumoy yang masih dimilikinya. Tham Ki. telah menerima pelajaran penting dalam hidupnya. Tetapi. T a r i a n | 72 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Episode 2. dia sudah langsung menikmati betapa mahal kedamaian yang selama ini hadir di Lembah sunyi milikinya. baru saja lolos calon momok menakutkan dunia persilatan. Karena Lembah Salju Bernyanyi baru saja menanam permusuhan hebat. Mana bisa kedamaian datang dalam menghadapi sejumlah besar urusan itu? Kim Tong yang memang keturunan keluarga besar Lembah Salju Bernyanyi dan untungnya tidak seambisius ayahnya. Kim Tong selanjutnya ingin menyepi dan menempati kamar samadhi ibunya. Dan hari itu juga Kim Tong melepas ambisinya dan bahkan kemudian berketetapan untuk menyerahkan pimpinan Lembah Salju Bernyanyi kepada putra sulungnya. Kini.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri Memang. Dia sempat berdebat dengan adik seperguruannya yang paling bungsu di gerbang alam tentang perlu tidaknya Lembah Salju Bernyanyi memasuki kekisruhan dunia persilatan. Selain untuk memperdalam ilmu kepandaiannya saat ini. juga juga untuk menyelami lebih jauh ajaran-ajaran ibunya. Kedamaian akan terasa sangat mahal ketika kita menghadapi kekisruhan.

juga kini berubah status menjadi Hu Hoat atau pelindung Lembah Salju Bernyanyi bersama Thian San Kim Tong. Thian San Giokli yang kini tinggal seorang. Bahkan rahasia ilmu pusaka Lembah Salju Bernyanyi. Dengan lolosnya Toh Ling. Tugas tersebut tidak lagi dibutuhkan secara khusus. juga karena suhengnya adalah putra tunggal dari subonya. Kim Tong dan Thian San Giokli menjadi Hu Hoat atau Pelindung Lembah Salju Bernyanyi. juga kemudian dibuka kepada Kim Tong dibawah sumpah perguruan. memang sudah diamanatkan Koai Todjin semasa hidupnya. dua orang murid dan dua orang sesepuh Lembah. Perubahan struktur kepemimpinan ini. Dia berani membuka semuanya selain karena melihat perubahan besar dalam diri suhengnya. maka tugasnya yang terpisah secara struktural dengan kepemimpinan Lembah secara otomatis berubah.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri Lembah Salju Bernyanyi berduka di hari pertama kebebasannya. Kepemimpinan Lembahpun secara otomatis dialihkan kepada Tham Ki sebagai Majikan Lembah dan Tham Sin sebagai Wakil Majikan. Bahwa struktur kepemimpinan Lembah Salju Bernyanyi baru akan berubah sebagaimana struktur kepemimpinan Perguruan lain setelah 100 tahun. pada hari ketujuh setelah masa berkabung usai. Dan pada hari terakhir. Baru hari inilah Thian San Giokli memahami pesan terselubung dari kakek gurunya yang maha sakti itu. Sejak saat itu. “Ternyata Kakek guru telah meramalkan kejadian pada hari ini” tebaknya dalam hati. Dan setelah mengerti bahwa Ilmu Pusaka itu hanya teruntuk bagi mereka yang Episode 2. tetapi akan menjadi tugas menyeluruh dari Pemimpin Lembah. T a r i a n | 73 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Maka. Selanjutnya. dengan wakilnya Tham Sin – putra ketiga Kim Tong. Kim Tong jadi banyak bertanya dan bahkan banyak belajar dari Thian San Giokli yang kemudian membuka banyak rahasia ilmu silat yang masih belum dikuasai oleh Kim Tong. Selama 7 hari berturut-turut Kim Tong memimpin Lembah Salju Bernyanyi dalam upacara duka melepas seorang anak. dia sekaligus mengumumkan Majikan Lembah Salju Bernyanyi kini dipegang oleh Tham Ki.

Karena itu. mohon perkenan Majikan Lembah untuk memberiku waktu beberapa bulan dalam menjejaki Toh Ling dan berusaha mengekangnya” “Ach. maka kematian murid-murid Thian San Pay dan ketiga anggota Lembah kita sangat mencurigakan. tapi tenaga Hu Hoat sangat dibutuhkan saat ini di Lembah. “Majikan. Demikianlah. setelah menjelaskan semua hal kepada Kim Tong.?” tanya Tham Ki “Paling lama 6 bulan. “Adalah karena kelalaianku maka Lembah Salju Bernyanyi meloloskan seorang calon maha durjana di dunia persilatan. dan kita membutuhkan semua kekuatan untuk melawan mereka” tolak Tham Ki secara halus. Dan. 10 hari kemudian Thian San Giokli berpamitan kepada Kim Tong dan kepada Majikan Lembah Salju Bernyanyi..TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri berjodoh.” “Hmmmmm. Tapi. Majikan . Sewaktu-waktu Thian San Pay akan menerjang. Kim Tongpun tidak berkeras memilikinya. generasi mereka maupun generasi yang akan datang.... sejak saat itu semua rahasia Lembah Salju Bernyanyi dipertukarkan oleh kedua Hu Hoatnya untuk selanjutnya dipelihara dan diwariskan kepada mereka-mereka yang akan melanjutkan tugas memelihara tradisi perguruan.. tepatnya putra bungsunya sedang berusaha menguasai dan menyempurnakan penguasaan atas ilmu pusaka perguruan mereka itu. baru akan tampil setelah lewat waktu secepatnya sebulan atau dua bulan ke depan. T a r i a n | 74 Ketenangan Yang Terkoyak (2) .. Setidaknya bagi para sesepuh Lembah Salju Bernyanyi. Thian San Giokli kemudian juga menjelaskan bahwa ketiga murid utamanya..” Episode 2. Apalagi karena dia bangga begitu mengetahui seorang putranya berjodoh dengan ilmu mujijat tersebut. Putranya itu.. Tham Ki. Aku akan berusaha menyelidiki kejadian tersebut dan berusaha menghapus permusuhan antara kedua Perguruan. begitu juga baik.. berapa lama waktu yang Hu Hoat butuhkan untuk semua pekerjaan itu. termasuk putra Kim Tong. jika mendengar laporan Majikan dan beberapa anak murid. Demikianlah. mohon perkenan Majikan .

salah satu Episode 2. tokoh paling hebat dari Lembah Salju Bernyanyi akhirnya berjalan meninggalkan Majikan Lembah. sepuluh hari kemudian Lembah Salju Bernyanyi melepas tokoh sakti lainnya dengan misi yang berbeda. kurang lebih 6 bulan setelah peristiwa besar penyerbuan markas utama Thian Liong Pang. dengan sedih Nenek sakti ini mengunjungi makam kedua sumoynya yang dimakamkan di pemakaman tokoh-tokoh keluarga Lembah Salju Bernyanyi. jika demikian kuberikan waktu 6 bulan kepada Hu Hoat untuk melakukan semua tugas tersebut. T a r i a n | 75 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . untuk selanjutnya turun gunung.ooOoo --Suasana rimba persilatan Tionggoan menjadi relatif aman sejak Thian Liong Pang dikalahkan dan dibubarkan oleh kaum pendekar pada beberapa bulan sebelumnya. meninggalkan beberapa pesan kepada ketiga murid yang sedang berlatih menyelesaikan latihannya dan kemudian berpamitan kepada Thian San Kim Tong yang semakin tenggelam dengan ajaran-ajaran peninggalan ibunya. untuk selanjutnya Thian San Giokli pamit. Makam mereka sengaja dibuatkan berdekatan dengan makam subo yang mereka hormati. Dia melakukan beberapa persiapan di ruangan samadhinya. Mohon Hu Hoat melaporkan setelah waktu 6 bulan berlalu” “Baik. Tetapi. Paling akhir. Toh Ling. Maka. setelah melepas calon momok menakutkan di dunia persilatan Tionggoan. dua karakter berbeda dari Lembah Salju Bernyanyi memasuki rimba persilatan Tionggoan. sudah tentu juga menangis di makam kedua sumoynya. Hanya beberapa saat mereka bercakap. Dan disitulah si nenek Sakti bersujud dan menghormat sambil mohon restu kepada subonya dan. terima kasih majikan” Thian San Giokli. Dalam waktu tidak lama.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri “Baiklah. yang telah mewarisi kehebatan Thain Tee Siang Mo. entah itu merupakan berkat ataukah petaka? Siapa yang tahu? --.

Episode 2. Meski Lembah Pualam Hijau telah mengundurkan diri. Bu Tong Pay dan juga Kay Pang sebagai Perguruan terbesar memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pihak Lembah Pualam Hijau. suasana Dunia Persilatan selama 6 bulan terakhir relatif damai-damai dan aman-aman saja. Wajar jika kemudian tak ada tokoh yang berani mengambil inisiatif kontroversial untuk memilih dan menetapkan Bengcu yang baru. Artinya. biasanya hanyalah pertikaian kecil belaka dan dapat diselesaikan tanpa memiliki dampak yang luar biasa bagi rimba persilatan secara keseluruhan. Tetapi. Sebagaimana perkataan Kiang Ceng Liong pada pertemuan di Siauw Lim Sie dan terakhir di markas utama Thian Liong Pang. Tiada seorangpun tokoh Lembah itu atau orang yang atas nama Lembah itu diketemukan berkelana di luaran. Bu Tong Pay ataupun Kaypang – adalah sia-sia belaka. memilih Bengcu Persilatan yang baru tanpa dukungan Siauw Lim Sie. Apalagi. Karena bukan lagi rahasia umum jika Siauw Lim Sie. Itulah sebabnya tidak ada sedikitpun inisiatif memilih Pemimpin Dunia Persilatan yang baru. Lembah Pualam Hijau mengembalikan semua kepercayaan kaum rimba persilatan Tionggoan sebagai pemimpin dan mempersilahkan jika akan memilih Bengcu yang baru. sepak terjang Lembah Pualam Hijau benar-benar lenyap dari percaturan rimba persilatan Tionggoan. Terhitung sejak bubarnya pertemuan pada 6 bulan silam.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri pelaku utama dalam peristiwa itu tidak lagi pernah menampakkan akitiftasnya di rimba persilatan. tidak ada satupun kelompok atau tokoh yang berani mencoba berinisiatif untuk melakukannya. tetapi masih banyak yang memandang dan menghormati Lembah itu sebagai pemimpin dunia persilatan. Jikapun ada pertikaian maupun perselisihan. T a r i a n | 76 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Kondisi ini yang kemudian ikut berkontribusi bagi tiadanya upaya maupun inisiatif untuk memilih ataupun mencari pemimpin dunia persilatan yang baru guna menggantikan Kiang Ceng Liong dari Lembah Pualam Hijau.

Kaypang berkewajiban menghadiri upacara duka di Lembah Pualam Hijau yang menjadi sahabat erat mereka. tidak lagi berada di Lembah Pualam Hijau. Pertama. Tamutamu yang memang sangat erat dan sangat dekat hubungannya dengan Lembah Pualam Hijau pada waktu-waktu sebelumnya. Tamu pertama yang datang adalah Wie Tiong Lan yang datang dengan didampingi Liang Mei Lan dan Sian Eng Cu Tayhiap. T a r i a n | 77 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Episode 2. Tokoh besar ini menemani jasad Kiang Sin Liong sepanjang malam untuk kemudian esok harinya tanpa diketahui siapapun lenyap. tetapi tidak dengan Wie Tiong Lan. Meskipun sebetulnya. khususnya atas permintaan Liang Mei Lan dengan mengirim kabar kepada kakaknya. Tek Hoatpun berangkat bersama Pengemis Tawa Gila atas nama Kaypang Pangcu yang masih dalam proses penyembuhan. Tek Hoat mohon ijin mengunjungi Lembah Pualam Hijau. tidaklah tepat benar untuk mengatakan bahwa tiada seorangpun di dunia luar yang mengetahuinya. Pihak ketiga sekaligus yang terakhir adalah tokoh-tokoh Kaypang yang diwakili oleh Liang Tek Hoat dan Pengemis Tawa Gila. tiada seorangpun tokoh dunia persilatan yang mengetahui jika Kiang Sin Liong. Tokoh kedua yang datang adalah Ciangbundjin Siauw Lim Sie yang menyempatkan diri untuk menghunjuk hormat kepada keluarga Lembah Pualam Hijau. mereka kedatangan tamu-tamu khusus. salah seorang Pendekar Besar dalam 100 tahun terakhir di Tionggoan telah meninggal dunia. Pihak Kaypang memperoleh informasi mengenai kematian Kiang Sin Liong dari Bu Tong Pay. Maka. Tokoh ini juga datang dengan tidak menyolok dan hanya ditemani oleh Kong Hian Hwesio yang juga adalah Suheng atau kakak seperguruan dari Ciangbundjin Siauw Lim Sie. Segera setelah kabar diperoleh. karena dia pernah memperoleh bimbingan secara pribadi dari Kakek Sakti Kiang Sin Liong dan kedua. Orang lain boleh tidak mengetahui keadaan Kiang Sin Liong. Kedua tokoh ini memang datang secara rahasia dan mengikuti seluruh upacara duka hingga usai. Tokoh besar terakhir yang tersisa dan memiliki hubungan luar biasa dekat dengan Kiang Sin Liong.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri Karena memutus komunikasi dengan dunia luar. Karena dalam upacara duka yang sudah tentu dilakukan di dalam Lembah Pualam Hijau.

juga karena memang kejadian ini tidak disebarluaskan oleh pihak Lembah Pualam Hijau. juga hadir Tik Hong Peng Ciangbundjin Thian San Pay yang masih sangat muda bersama dengan gurunya Nenggala dan juga Jayeng Reksa Bintang Sakti Membara. Upacara duka di Lembah Pualam Hijau berlangsung secara hikmat. Tidak ada satupun kejadian yang luar biasa selama pelaksanaan upara terakhir menghormati Kiang Sin Liong. Dan segera setelah upacara duka berakhir. hal tersebut tidak dikehendaki Kiang Sin Liong yang menginginkan kepergiannya hanya diiringi kalangan terbatas dan bukannya dihadiri ribuan pelayat. Semua berjalan secara normal.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri Selain itu. Padahal. Tetapi. jika dia menghendaki. Liang Mei Lan dan Liang Tek Hoat yang sempat melakukan “reuni” selama berada di Lembah Pualam Hijau. karena Kiang Ceng Liong memiliki kesibukan luar biasa dalam memimpin upacara duka di Lembahnya. Souw Kwi Beng dan Souw Kwi Song tidak memperoleh kabar duka karena sedang berada di Siauw Lim Sie cabang Poh Thian. Hal ini disesuaikan dengan permintaan terakhir dari Kiang Sin Liong. itupun mereka tidak banyak berbicara. Tetapi. ratusan atau bahkan ribuan kaum pendekar bakal tumpah ruah di Lembah Pualam Hijau. Kong SianHwesio Ciangbundjin Siauw Lim Sie bersama dengan Kong Hian Hwesio suhengnya. Sayangnya. Kedatangan mereka tidaklah terutama untuk melayat. sudah keburu terjadi masa berduka bagi Lembah Pualam Hijau. Kepada mereka Kiang Ceng Liong menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus menitipkan salam untuk Episode 2. Selain karena tidak banyak tamu yang hadir. T a r i a n | 78 Ketenangan Yang Terkoyak (2) . Karena itu. Sesuai dengan keinginan terakhir dari salah satu tokoh besar Lembah Pualam Hijau ini semasa hidupnya. tetapi untuk melanjutkan percakapan perjodohan antara Kiang Li Hwa dengan Nenggala yang telah diajukan beberapa waktu sebelumnya. segera minta diri. Pendekar Kembar dari Siauw Lim Sie. hanya Kiang Ceng Liong. dengan jasa-jasa dan kependekaran Kiang Sin Liong pada masa lalu. khikmat dan mengharukan. belum sempat dibicarakan lebih detail urusan pernikahan meski sudah memperoleh persetujuan langsung Kiang Sin Liong dan Kiang Tek Hong.

Sementara itu. Karena dengan cara itu jugalah dia beroleh waktu yang banyak untuk mendapatkan bimbingan Nenggala. Sebetulnya. yang dengan sukarela mengajukan pilihan itu. Setelah penetapan waktu. Mempertimbangkan persiapan yang akan sangat panjang. Kiang Sin Liong dan Wie Tiong Lan telah menyepakati perjodohan Ceng Liong dengan Mei Lan. karena mengingat pesan Kiang Sin Liong. Hal yang juga disokong sepenuhnya oleh Liong-i-Sinni. maka merekapun meninggalkan Lembah Pualam Hijau untuk mengatur semua persiapan dan balik kembali ke Lembah Pualam Hijau setelah 3 bulan kedepan. akhirnya Nenggala – Tik Hong Peng dengan disertai Bintang Sakti Membara akhirnya pulang menuju perguruan Thian San Pay. Tik Hong Peng. Souw Kwi Beng dan Souw Kwi Song yang tidak hadir di Lembah Pualam Hijau. salah seorang guru Mei Lan. Dengan catatan. Tetapi Ceng Liong meminta waktu untuk membicarakan “sesuatu” dengan Mei Lan dan baru setelah itu dia akan memberikan keputusan terakhir.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri kedua Pendekar Kembar Siauw Lim Sie. (Bersambung) EPISODE 3. percakapan antara Bintang Sakti Membara dengan pihak Lembah Pualam Hijau. maka pernikahan tidak akan dirayakan secara besar-besaran dan akan dilangsungkan di Lembah Pualam Hijau kurang lebih 4-5 bulan kedepan. Nenggala dengan terpaksa menumpang di perguruan muridnya. yang berjanji kepada kakeknya Kiang Sin Liong akan bertapa di Lembah Pualam Hijau selama 2 tahun. Yang mengharukan adalah pertemuan segitiga Tek Hoat – Mei Lan dan Ceng Liong. Juga Kiang Cun Le dan anaknya Kiang Hong suami istri mendukung ide perjodohan tersebut. terutama dengan Kiang Tek Hong dan istrinya telah berhasil menyepakati waktu pelaksanaan perangkapan jodoh bagi Li Hwa dan Nenggala. T a r i a n | 79 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . PERINGKAT PEMBAWA HURU-HARA (1) Episode 3. maka dalam waktu yang tidak lama.

meskipun dia kakak Mei Lan.. Bukan hanya gagap membicarakannya.... tetapi Tek Hoat tidak menyangka jika persoalan Ceng Liong begitu pelik. “Bagaimana tanggapanmu Lan Moi .... Bahkan dia menyarankan kepada Ceng Liong untuk membicarakannya dengan Mei Lan secara langsung.. Dan terutama bingung dalam menenteramkan hatinya.. Karena sedikit banyak telah didengarnya dari Tek Hoat kakaknya... soal .” Hanya itu yang keluar dari mulut Mei Lan. tapi memang demikian kejadiannya.... Karenanya. Betapapun perkasanya. “Lan Moi . ?“ Mei Lan sendiri tidak kurang gugup dan ketar-ketir. “Ada apa Liong Ko . Dia paham arah pembicaraan mereka... tetapi dia tidak berani untuk atas nama adiknya mengambil keputusan.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri Ceng Liong pada akhirnya membuka semua persoalan yang dihadapinya terkait dengan jodohnya kepada Tek Hoat......” tambah gugup Mei Lan.. “Kurasa engkau telah mengetahui kesepakatan kedua guru kita Lan Moi ... Kalimat tepat sedang disusun Ceng Liong. tetapi bingung memilih kata-kata. ini soal kita berdua Lan Moi .?” dan Mei Lanpun seakan mempermainkan perasaan Ceng Liong.. dan Ceng Liong tambah rikuh. Tidak kurang berat melawan lawan lihay. “Nggggggg ...” Ceng Liong yang perkasapun tidak kurang rikuh dan gugupnya dalam upayanya untuk menangani persoalan serta menjernihkannya dengan Mei Lan.?” ach sungguh pertanyaan bodoh.” “Soal apa Liong Ko .... Episode 3. T a r i a n | 80 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) ... “Apa yang harus kutanggapi koko .. “ begitu sepat mulut Ceng Liong untuk memulai percakapan ketika akhirnya dia memiliki kesempatan bercakap dengan gadis itu setelah diatur semuanya oleh Tek Hoat. Meski sudah menduga adanya ganjalan di pihak Ceng Liong. tambah gugup.. Mei Lan tetap seorang anak gadis.. “Soal ....

aku sebetulnya mencintaimu sejak lama . ternyata kalimat “ajaib” itu yang hendak dikemukakan Ceng Liong.?” baru sekarang senyum bahagia mengembang dari bibir mungil Mei Lan dan sinar mata berbunga-bunga penuh binar cinta ketika memandang Ceng Liong. Jidatnya nampak berkeringat... Ceng Liong kembali gugup dengan kalimat menggantung di bibir yang berat dilepaskannya keluar..... “Apa engkau keberatan koko . “Kalau begitu. memang sudah begitulah cinta... Sama sekali tidak Lan Moi .. T a r i a n | 81 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . “Engkau menolaknya . Dalam suasana psikologis semacam itu... takut disalah mengerti. “Ach. “Iya koko . Liong koko.. Dan diucapkan dengan gagap. Dia sanggup membuat orang hebat sekalipun terlihat tolol. kehilangan kata dan arah percakapan. aku” entah mengapa.. namun menuntut. tidak. akhirnya Mei Lan membuka saluran percakapan dengan pertanyaan sederhana... Sungguh berbeda dengan ketika dia menghadapi lawan dalam sebuah pertempuran. “Bukan.. Gugup.” dan setelah kalimat pendek itu. aku.. apa masalahnya koko .. tetap saja dia salah tingkah. tetapi menghadapi Mei Lan dia nampak rapuh dan peragu. Ach. Aku... Dia menelan ludah.” Ceng Liong kembali mengulang kalimat yang telah diucapkannya di bagian awal. aku bukannya berkeberatan Lan Moi.. “Tentang kesepakatan kedua guru kita Lan Moi .” buru-buru Ceng Liong menyanggah. Tapi....” astaga....?” duh...?” suara Mei Lan terdengar getir. sejujurnya . Di pertempuran dia memang tangguh dan kokoh... Tapi.. tapi anak gadis Episode 3.. “Tidak.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri “Begini Lan Moi .” sama saja dengan Mei Lan.. bahwa dia mencintai Mei Lan sejak lama.. bukan Lan Moi. dia kembali terhenti. tuntutan Mei Lan wajar.... benarkah itu .” tuntut Mei Lan “Tidak. Sejujurnya. Karena dia sadar... Jangan engkau salah mengerti ..

‘Terus bagaimana koko . T a r i a n | 82 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . Kata demi kata semakin mudah tersusun rapih untuk disampaikan kepada Liang Mei Lan. Ceng Liongpun melanjutkan. aku memiliki sebuah persoalan yang harus dibicarakan denganmu” Setelah mengucapkan kalimat “ajaib” itu. Sangat wajar.. Dia telah menemukan dirinya.?” suara Mei Lan kembali melunak. berdua dengan Nona Siangkoan Giok Hong. katakanlah. “Secara kebetulan. See Thian Coa Ong.” suara Mei Lan sedikit berubah. tentunya engkau masih ingat waktu ketika kita membantu kokomu membereskan urusan Kaypang..... masih ingatkah engkau dengan enci dari Siangkoan Giok Lian? Seorang gadis bernama Siangkoan Giok Hong?” “tentu saja koko . Seberat apapun masalahmu. “Koko.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri manakah yang tidak bersikap demikian ketika jejaka kecintaannya mengucapkan “aku cinta kepadamu” setelah ditunggu demikian lama?” “Benar. Waktu itu kebetulan kami bertemu dan bertempur bersama guna membebaskan Pangcu Kaypang. Dan secara kebetulan kita semua bersama-sama menempur tokohtokoh hitam yang mengganggu Kaypang” Ceng Liong berhenti sejenak.. hanya saja. Tetap bersedia untuk terus mendengarkan.. kumohon pengertianmu untuk masalahku yang satu ini” Ceng Liong terhenti sejenak. gadis mana yang tidak “tegang” jika kekasihnya membicarakan gadis lain yang diketahuinya tidak kalah cantiknya itu? “Lan Moi.. keyakinannya. kali ini Ceng Liong telah dengan mantap menguasai diri. aku berjanji akan mencoba untuk memahaminya” idem ito. “Begini Lan Moi. tetapi Mei Lan tidak mengeluarkan tanggapannya.... Akupun belum berapa lama bertemu dengan kakak beradik Siangkoan itu. “Lan Moi. kami membentur pemimpin kelompok penjahat yang sakti waktu itu. Mei Lan juga telah menemukan kebahagiaannya. dan mulai membuka diri lebar-lebar untuk lebih memahami kekasihnya. Maka. Dengan gabungan tenaga kami berdua sambil Episode 3.. telah mantap dengan cintanya. aku yakin dengan perasaanku itu Lan Moi . Jelas.

.” suara Mei Lan kembali melunak..” “Sudah kukatakan aku akan mencobanya koko . aku ingat. gantian dia yang kemudian menyembuhkan penyakit “hilang ingatanku”. Dan justru. Tetapi kami berdua pada akhirnya terpaksa menggabung kekuatan memapak pukulan beracun See Thian Coa Ong. Akupun bahkan baru bisa sadar kembali setelah beberapa hari kemudian. tetapi anehnya aku sama sekali tidak menemukan dimana beradanya Nona Giok Hong” “Jika demikian. kami melawan datuk sesat itu. sangat jelas dengan pertarungan waktu itu.. Nona Giok Lian dan dan sejumlah tokoh Kaypang. Meskipun kami berdua mengeroyoknya. “Setelah aku menyembuhkan Pangcu Kaypang. Tetapi. Kasihan sekali Nona Giok Lian yang sampai sekarang masih merasa kehilangan saudarinya itu” “Benar Lan Moi. Karena aku menempur Hek Tung Sin Kay yang juga sangat lihay pada waktu itu (lihat Bagian I KPNPB episode 12)” “Sebetulnya begitu gabungan pukulan kami membentur See Thian Coa Ong. tetapi kami lebih banyak mundur sambil memberi kesempatan Pangcu Kaypang untuk membebaskan dirinya dengan dibantu Tek Hoat. Tetapi. ketika Episode 3. berarti hilangnya Nona Giok Hong ada kaitannya dengan engkau koko.” “Apa maksudmu koko?” tanya Mei Lan kembali penasaran “Aku mengharap engkau mencernanya secara baik Lan Moi . T a r i a n | 83 Peringkat Pembawa Huru-Hara (1) .TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri bekerjasama. Datuk sesat itu memang hebat sekali dan membekal ilmu beracun Lan Moi... kami berdua terlontar oleh pukulan beracunnya.. apa yang disampaikan oleh Pangcu Kaypang yang menjadi pangkal masalah bagiku Lan Moi .. Tetapi aku bersama dengan Pangcu Kaypang telah beberapa kali mencoba mencari Nona Giok Hong di gua tersebut. See Thian Coa Ong terlontar jauh dan terluka parah. tetapi tetap tidak mampu menemukan jejak apapun. Setidaknya kita mengetahui dari titik mana kita bisa memulai kembali mencari Nona Giok Hong.. Ingatkah engkau setelah itu Nona Giok Hong menghilang?” “Benar koko..

bagaimana koko?” Mei Lan penasaran.” Ceng Liong mencoba menenangkan Mei Lan dengan memegang tangannya.?” terbatabata Mei Lan mencoba menegaskan dugaannya. “Lan Moi... begitulah menurut Pangcu Kaypang” “maksudmu. Tanpa Ceng Liong melanjutkan kalimatnya dia sudah dengan tepat menerka apa yang menjadi kelanjutan cerita antara Ceng Liong dan Giok Hong.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri memeriksa keadaan tubuhku.. “Menurut Pangcu Kaypang yang ahli pengobatan itu. tidak .....?” “Lan Moi. bagaimana mungkin aku Episode 3... Tetapi. Kurasa engkau sudah lama mengerti kalau aku mencintaimu...... “Lan Moi. kamu dan ... racun jahat sejenis obat perangsang yang bisa dilepaskan See Thian Coa Ong melalui pukulan atau kebasan tangannya” “Terus . kamu.... justru inilah masalah terbesarku selama ini.. tenanglah .. .. katakan koko seterusnya bagaimana .. sekaligus hatinya mulai merasa sangat tidak enak. “Bagaimana kedua cara itu koko . setelah mendengarkan penjelasan Pangcu Kaypang... dia memberi tahu bahwa aku baru saja kemasukan “Racun Dewa Asmara”... T a r i a n | 84 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) ..?” buru Mei Lan sambil membetulkan letak dan posisi rambutnya “Pertama.. kembali gugup melanjutkan ceritanya. “Tidak.. Nona Giok Hong . melalui hubungan badan antara laki-laki dan perempuan” besar kekuatan yang dibutuhkan Ceng Liong untuk mengucapkannya secara langsung. “Koko.... maksudnya ..?” Mei Lan terperanjat. menurut Pangcu itu.. memperoleh obat pemunah langsung yang hanya dimiliki oleh See Thian Coa Ong” jawab Ceng Liong “Dan kedua ?” Mei Lan kembali memburu jawaban “Yang kedua. hanya ada dua cara untuk sembuh dari racun itu Lan Moi” Ceng Liong berhenti sejenak...

apakah dia tega mengangkangi Ceng Liong yang sudah “beristrikan” Giok Hong? Inilah masalahnya. bagaimana dengan sikapmu sendiri ?” “Lan Moi. T a r i a n | 85 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . tetapi aku sadar kemungkinan besar aku telah melakukan hubungan suami-istri dengan Nona Giok Hong” “Aku menanyakan sikap dan keputusanmu koko . engkau tahu perasaanku. Maka setelah berusaha keras dan melalui perjuangan hati dengan tidak menyalahkan Ceng Liong. Dan masih akan menunggu hingga pertempuran dengan Lam Hay. Apapun keputusanmu akan kuterima dengan baik. sekaligus mengakui beban seputar desakan perjodohan kedua guru mereka.. mengakui perasaan hatinya. Selama itu pula aku memendam perasaanku kepadamu. Aku telah memohon ijin kepada suhu dan karenanya aku memohon pengertianmu untuk menungguku hingga setahun lebih kedepan” Ceng Liong mengucapkannya dengan kalimat penuh permohonan. semoga engkau tidak menyia-nyiakan Episode 3.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri mengutarakan perasanku kepadamu sementara aku tidak jelas dengan nasib dan keadaan Nona Giok Hong?” Mei Lan nampak gelisah dan terpukul. Tetapi. aku telah menunggu selama 5 tahun. Thian Tok dan Bengkauw sebagai batasnya. “Lan Moi. aku sungguh membutuhkan kepastian apakah benarbenar telah “melakukannya” dengannya ataukah tidak. “Koko. Akupun memendamnya sudah sangat lama.. bahwa kesembuhannya adalah karena persetubuhannya dengan Giok Hong. sudah lebih kurang 5 tahun Nona Giok Hong tidak munculkan dirinya. tetapi berusaha menguatkan hati untuk menerima kenyataan yang sangat tidak mengenakkan ini. “Koko. Aku akan menunggu batas waktu itu. Mei Lan akhirnya kembali berkata. Engkau tahu Lan Moi. justru kesengsaraanku melihatmu selama ini adalah karena aku mengasihimu dengan sangat.” tuntut Mei Lan. begitu menurut Ceng Liong. Dia bersyukur Ceng Liong sudah begitu terbuka kepadanya. Pangcu Kaypang sudah menegaskan. Tetapi.

sebagaimana Kiang Sin Liong. Betapapun. jadi jauh lebih tinggi makna dan manfaatnya saat itu. --. Dan luar biasanya. Dan malam itu. itulah yang dipesankan Wie Tiong Lan kepada ke-4 muridnya yang menemaninya menjelang akhir-akhir masa kehidupan sang Guru Besar. Tidak lama setelah meninggalkan Lembah Pualam Hijau.. Mei Lanpun melesat pergi. justru cara ini jauh lebih tepat guna meningkatkan kemampuan murid-muridnya ketimbang dengan menghabiskan kemampuan fisik. Mungkin tidak disadari ke-4 muridnya jika kemampuan mereka dibandingkan dengan 4-5 bulan sebelumnya. dia masih sempat meninggalkan pesan-pesan terakhir bagi ke-empat muridnya. Wie Tiong Lan Pek Sim Siansu – tokoh besar Bu Tong Pay juga menginginkan kepergian yang damai dan tenang tanpa harus menyusahkan Bu Tong Pay. sewaktu-waktu dia meluangkan banyak waktunya untuk berkumpul dengan 3 saudara perguruan lainnya.ooOoo --Sebagaimana Kiang Sin Liong. Setidaknya. sudah meningkat jauh lebih pesat lagi. Jin Sim Todjin lebih banyak sibuk dengan urusan-urusan agama dan urusan perguruan Bu Tong Pay. Tetapi begitupun. Mei Lan dan Sian Eng Cu. tetapi dengan mendiskusikannya. usianya telah melampaui angka 100. dia sadar bahwa gurunya semakin mendekati ujung usianya.” dan seusai mengucapkan kalimat itu dengan penuh perasaan. Pada bulan-bulan terakhir.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri penantianku koko . Sementara murid kedua. T a r i a n | 86 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . Selain untuk berlatih sekaligus juga menemani guru mereka. Sehingga dengan membuka wawasan dan perspektif pendalaman ilmu. Hal ini dikarenakan tingkat kemampuan murid-muridnya memang sudah sangat tinggi. Episode 3. Sebagai orang beribadat.. Terutama bagi Kwee Siang Le. dia masih sering membimbing ke-4 muridnya tidak lagi dengan berlatih ilmu silat... Wie Tiong Lan telah merasakan bahwa waktu baginya akan segera tiba. menandakan betapa tinggi dan betapa lamanya dia hidup di dunia ini.

jangan sekali-kali pergi meninggalkan Gunung kita ini.. Jika Suhumu yang tua ini boleh menyarankan. Dan jika engkau menolak pencalonanmu. Engkau akan menemukan banyak jalan. Jabatan itu lebih tepat berada di tangan Song Kun ataupun Li Koan.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri “Siang Le. perdalam lagi pengetahuanmu itu dan padukan dengan pendalaman-pendalaman lweekang yang kuwariskan paling akhir. hampir dipastikan sutemu yang akan menjabat Ciangbundjin Bu Tong Pay. Dan untuk itu.. engkau memang sangat berbakat menjadi pendeta agama To. “Song Kun. Gua ini kuwariskan kepadamu. untuk saat ini tokoh Bu Tong Pay yang paling berpeluang menduduki kursi Bu Tong Pay adalah dirimu. kutugaskan engkau untuk mulai menempati Gua tempat samadhiku ini – dan selanjutnya engkau harus memimpin dan mengarahkan sute-sutemu untuk menegakkan kebenaran dan keadilan” “Murid menerima perintahmu Suhu . Dan sekarang. Tetapi pilihan ada di tanganmu” “Jika itu titah suhu yang mulia. apapun yang terjadi engkau kularang untuk menjabat Ciangbundjin Bu Tong Pay. dia menerima tugas untuk menjadi pemimpin saudara saudara seperguruannya. dan paduanmu dengan toa suhengmu akan menjajari kemampuanku saat ini dan akan menyelamatkan nama besar Bu Tong Pay. tecu tidak akan mengabaikannya” demikian Bouw Song Kun atau Jin Sim Todjin “Song Kun. Setelah hari ini. T a r i a n | 87 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) .. Hanya dengan hasil pendalamanmu atas warisan terakhirku dan bersama suhengmulah yang akan mampu menghindarkan kehancuran besar itu kelak” Episode 3. dia memang memiliki wibawa dan dihormati oleh semua adik seperguruannya.” Kwee Siang Le memang sudah lama menutup diri di sekitar Bu Tong San dan lebih memilih menyepi ketimbang merecoki dunia ramai. Jika itu terjadi. maka kita tidak akan memiliki cukup kekuatan menangkal malapetaka yang menuju Bu Tong Pay beberapa tahun kedepan. menjadi tempatmu mendidik murid-murid penerus kejayaan Bu Tong Pay. Tetapi ingatlah.

Tetapi.. Bu Tong Pay selaku Ciangbundjin?” “Tapi. jangan pelit mewariskan peyakinan kalian kepada anak murid berbakat dari perguruan kita” “Kami berjanji suhu” Jin Sim Todjin dan Kwee Siang Le menyatakan janji dan kesanggupan mereka secara bersamaan.” Episode 3. Ku-ulangi. Itulah sebabnya kedua suhengmu kusiapkan untuk antisipasi persoalan yang jauh kedepan.. Biarlah sam sute yang meneruskan tampuk kepemimpinan Bu Tong Pay” “Baik.. bukan tanpa maksud suhumu menyiapkan kalian semua dalam tugas tersebut... “Li Koan .... jika memang itu demi tegaknya Bu Tong Pay kita.” “Siapkah engkau untuk melanjutkan tugas menjaga wibawa perguruan kita. T a r i a n | 88 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) ...” “Baiklah.. Sin Liong sendiri bukan tanpa maksud meminta Duta Agung Lembah Pualam Hijau untuk menarik diri selama beberapa tahun ini... “ “Tecu disini suhu .. apakah engkau siap mengembang tugas berat itu?” “tentu akan sangat siap dengan restu Suhu .. suhumupun belum dan bukan Pendeta Li Koan.” “Ketika menjadi Ciangbundjin Bu Tong Pay beberapa puluh tahun silam. Dan jika sampai saatnya kalian berdua menyelamatkan muka Bu Tong Pay.. Engkau akan membuktikan ucapanku ini kelak. Semuanya untuk mengantisipasi malapetaka besar yang siap menerjang beberapa tahun kedepan. dan engkau dan sumoymu untuk masalah yang ada di depan mata” “Tecu mengerti suhu .. yang paling siap menghadapi persoalan besar yang berada di depan mata..TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri “Suhu. adalah engkau dengan siauw sumoymu – Mei Lan. tecu belum dan bukan Pendeta suhu . aku memegang perkataanmu muridku... maka aku akan dengan rela menekuni ajaran-ajaran terakhirmu. Li Koan.

Untuk saat ini. jika suhumu tidak salah. Kunci memahami ilmu pamungkas kita sudah kuwariskan kepadamu dan kepada semua suhengmu.. Kolomoto Ti Lou sendiri sudah akan kembali ke negerinya karena menyadari waktunya juga sudah Episode 3. Padahal.” Mei Lan menyahut dengan takzim “Andalan utama untuk menghadapi persoalan di depan mata berada di tanganmu dan sam suhengmu. dari perguruan kita. kupastikan dengan pemahaman kalian saat ini. kekuatan maut yang sudah didepan mata bakal berjumlah lebih besar dan dengan daya rusaknya yang jauh melampaui Thian Liong Pang” “Suhu.” “Mei Lan .. Tapi ingat. Suhumu tidak akan mendahului Thian. benarkah awan gelap itu akan datang kembali . yang melampaui tahapan itu memang baru beberapa orang... tecu sekarang paham sepenuhnya suhu . Nenggala. “Muridku. dia akan datang dengan kemampuan yang lebih mengerikan..TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri “Syukurlah jika demikian.... Untuk saat ini. dan Cun Le serta In Hong subomu itu. jangan memaksakan diri membenturnya.. setelah suhumu.?” tanya Mei Lan ragu. baru sumoymu yang menguasainya secara sempurna karena memperoleh bimbingan banyak orang hebat. T a r i a n | 89 Peringkat Pembawa Huru-Hara (1) . tetapi Ciangbundjin Bu Tong Pay saat ini akan mengalami malapetaka yang sulit dielakkan. baru Duta Agung yang bahkan sudah memasuki tahapan pamungkas..” “Tecu disini suhu yang mulia . Kemajuanmu selama beberapa bulan ini telah sangat pesat meski engkau tidak menyadarinya. jika engkau belum melampaui tahapan yang suhumu tegaskan bersama Kolomoto Ti Lou waktu di markas utama Thian Liong Pang. Bahkan suhumu sendiri masih kabur dengan penyebab malapetaka yang akan menimpanya. Padahal. tidak akan butuh waktu lama untuk menguasainya” “Baik. yang berkemampuan menandingi tokoh hitam yang baru tampil hanyalah engkau. Untuk saat ini. Tetapi.

Lebih lagi. Selain karena satu-satunya wanita. memang hanya Mei Lan yang berani sekali-sekali bermanjamanja dengan orang tua sakti itu. juga Wie Tiong Lan memang mengasihinya seperti Tong Li Kuan mengasihi sumoynya ini bagai anak sendiri. Meskipun.. muridku apa engkau kira percakapanmu dengan Duta Agung lepas dari pengamatan tua gurumu ini? Sama sekali tidak. “Hahahaha.. anakku.” “Suhu. mewakili kepenasaran yang sama tumbuh dalam hati ketiga murid Pek Sim Siansu Wie Tiong Lan lainnya. T a r i a n | 90 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . Karena dengan tuntasnya latihan itu. sehebat itukah tokoh yang baru muncul itu?” tanya Mei Lan penasaran. engkau juga harus percaya diri karena gurumu tidak main-main menyiapkanmu. engkau belum akan sanggup mengalahkannya.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri semakin dekat. engkau harus menuntaskan latihan terakhir itu. engkau mempermainkan tecu .” dari sekian murid Wie Tiong Lan. kakek buyutnyapun telah menegaskan kejadian kedepan yang persis sama dengan yang telah gurumu terawangkan di masa mendatang. Padahal. Liang Mei Lan tidaklah pernah meninggalkan rasa hormat dan bhakti kepada gurunya itu. waspadalah dan jangan bermain-main. Karena itu. Jadi. “Tentu saja hebat. juga subomu dan juga Kolomoto Ti Lou” Episode 3.. Meskipun demikian. Selain gurumu.... engkau terlampau terbebani oleh masalah cintamu. baru mampu mengimbanginya” “Suhu. dia mewarisi dalam dirinya kekuatan kedua orang gurunya. suhumu sudah mengaturnya untukmu setelah satu setengah tahun ke depan” “Suhu. “Acccch. sudah sepuluh hari terakhir ini tecu gagal menembus batas dan halangan terakhir itu” Mei Lan menyatakan penyesalannya. suhumu ingin sekali lagi mengetahui bagaimana kesiapanmu . karena dia membekal ilmu paling jahat dan tanpa tanding pada 100 tahun sebelumnya. Thian Tee Siang Mo – yang menghadiahinya warisan tenaga berlimpah. Karena itu.

tecu akan dengan penuh semangat dan penuh konsentrasi untuk menyelesaikannya” janji Mei Lan. dia sanggup mendapatkannya. T a r i a n | 91 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . tetapi disesuaikan dengan kebutuhan kalian masing-masing dalam mengemban tugas perguruan kita” Selesai berkata demikian. Tak lama kemudian terdengar kembali suara orang tua itu. Lan Ji. jika Duta Agung Lembah Pualam Hijau berkunjung – kalian berempat temani dia di tempat ini untuk mengurai apa yang kutinggalkan untuk dia ketahui. betapa berbahagianya sahabatku Kiang Sin Liong itu. hanya dalam hitungan beberapa detik belaka dia melakukannya dan murid-muridnya merasakan hawa dalam tubuh mereka bagaikan bergolak. jika ingin. Dia telah pergi tidak dengan upacara megah dan besar. berikanlah upacara sederhana dan damai seperti itu untuk kepergian gurumu ini” “Tecu akan mengupayakannya Suhu” jawab Song Kun yang kurang yakin karena dia tahu kebesaran nama gurunya dan aturan perguruan dalam menghormati tokoh sebesar gurunya itu. Dan untuk hadiah terakhir dari suhumu yang sudah tua ini. anak itu memang telah berkemampuan mengurainya. Tidak lama. Dia. Song Kun. “bahaya lain Episode 3. waktu suhumu sudah akan segera tiba. Tetapi dia memilih pergi dalam ketenangan. “Satu hal lagi. biarlah pada hari perpisahan ini kuberikan peryakinanku selama seratus tahun lebih dengan bagian yang berbeda-beda. Ingat baik-baik pesanku ini.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri “Baiklah suhu. “Baiklah murid-muridku. jika suatu saat bertemu dengan Thian San Giokli sampaikan satu kalimatku. murid-muridku. tiba-tiba tubuh tua renta itu nampak bergerak bagaikan terbang melayang. Satu hal. Pusatkan tenaga di tantian dan baurkan dengan tenaga sakti kalian masing-masing. jika memang memungkinkan. “Kalian masing-masing baru saja menerima warisan hawa saktiku dengan bagian berbeda-beda. Padahal. tetap dalam posisi bersila dan kemudian melakukan 4 kali totokan yang diarahkan kepada 4 muridnya.

Catatannya berada tepat di bawah tempat suhumu bersamadhi” Sementara itu. Kwee Siang Le menerima totokan persis seperti Mei Lan. gurunya memang telah mewariskan sejumlah variasi perubahan dan jurus baru yang membuat khasanah ilmunya menjadi jauh lebih lengkap. kalian semua lakukan sesuai perintahku” Demikianlah ke-empat murid Wie Tiong Lan memusatkan kekuatan mereka di tan-tian. Karena itu berkaitan erat dengan tugas yang terutama. rahasia yang dibuka gurunya dan Kolomoto Ti Lou seusai melumpuhkan Thian Liong Pang. T a r i a n | 92 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . Totokan itu mempercepat proses penguasaan Mei Lan atas tahapan kedua. Dia memperoleh totokan hawa dalam sekaligus sebagian tenaga sakti gurunya. Karena Jin Sim diproyeksikan untuk mendalami hawa sakti warisan suhunya dan dikombinasikan Episode 3. Tong Li Koan Sian Eng Cu Tayhiap memperoleh sebagian besar warisan tenaga dalam gurunya.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri yang lebih mengerikan masih berada di liang itu”. Mei Lan memperoleh totokan hawa sakti yang membuka peluang penguasaannya atas “Tahapan Kedua” dari kitab sakti milik Kolomoto Ti Lou. Sementara itu. yang membuka kemungkinan besar baginya untuk memperdalam ilmu-ilmu pukulan yang ditinggalkan gurunya. “Li Koan – kuwariskan sejurus pelengkap ilmu pedang Liang-Gi. Sesuai dengan julukan dan peryakinannya selama ini dalam mengembangkan dan mendalami ilmu-ilmu tangan kosong Bu Tong Pay. ingat pesanku ini. Jurus itu khusus diwariskan kepada seorang Ciangbundjin.Kiam Hoat. Dan sekarang. kuyakinkan selama 10 tahun terakhir untuk memperkuat ilmu kebanggan kita. Dan beberapa waktu sebelumnya. nenek itu akan mengerti dengan sendirinya. Begitu juga Jin Sim Todjin. bahkan pada saat itu juga dia segera sadar bahwa dia telah berkemampuan merampungkan tahapan yang tersendat selama 10 hari terakhir. Tidak usah bertanya maknanya. Bahkan sebelum dia berkonsentrasi dia masih mendengar suara gurunya. Hal yang memang sangat dibutuhkannya untuk memperkuat diri menjelang menjadi Ciangbundjin Bu Tong Pay.

Maka beredarlah informasi dan sekaligus undangan dari Bu Tong Pay untuk menghadiri upacara duka di Bu Tong Pay atas kematian bekas Episode 3. karena beliau adalah sesepuh dan tokoh besar yang bukan hanya dihormati di Partai kita. Dan Jin Sim juga memperoleh bisikan seperti Li Koan yang menunjukkan dimana dia mesti menemukan catatan petunjuk pendalaman hawa sakti Bu Tong Pay untuk dipelajari dan dikembangkan lebih jauh lagi.” suara itu mengambang di udara dan memang ditujukan kepada mereka berempat. “Selama tinggal murid-muridku . mereka menemukan Wie Tiong Lan Pek Sim Siansu telah menutup mata. Dan Jin Sim Todjin.. Ciangbundjin Bu Tong Pay yang sangat menghormati Wie Tiong Lan dan sekaligus pemilik otoritas dalam menjaga tradisi menghormati tetua partai. tetapi suara mengambang itu masih berdengung.. Ketika keempatnya sadar. --. Ketika ke-empat murid itu hampir selesai dengan konsentrasi dan pemusatan kekuatan mereka. langsung menolak usulan upacara sederhana yang diamanatkan suhu mereka..TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri dengan ajaran agama To guna kelak dikombinasikan dengan peryakinan toa suhengnya. “Mana bisa kita tidak mengabarkan kematian tetua kita kepada rekan-rekan dunia persilatan? Kita harus mengadakan upacara keagamaan dan kehormatan. Karena itu. tiba-tiba terdengar suara yang mengambang di tengah udara. Karena suara itu memang merupakan pengerahan kekuatan terakhir yang diatur sedemikian rupa untuk mengaung sampai beberapa saat yang telah ditentukan. tetapi juga oleh seluruh rekan-rekan pendekar di dunia persilatan. T a r i a n | 93 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . Sian Eng Cu Tayhiap dan Liang Mei Lan tidak sanggup membantah karena perintah telah dikeluarkan oleh Ciangbundjin. segera di atur pemberitahuan dan undangan ke seluruh kawan-kawan pendekar dan perguruan sahabat” demikian titah yang langsung keluar dari mulut Ciangbundjin Bu Tong Pay begitu mendengar berita duka kematian sesepuh mereka Wie Tiong Lan.ooOoo --Seperti yang telah diduga oleh Jin Sim Todjin.

Tetapi. Cara tercepat untuk terkenal adalah dengan mengalahkan mereka yang berada di dalam daftar ini Inilah daftar menghebohkan tersebut. otomatis menggantikan peringkat di atasnya tersebut 3. Peringkat pertama secara mengejutkan diberikan kepada KIANG CENG LIONG – Duta Agung Lembah Pualam Hijau. beredar sebuah daftar peringkat tokoh persilatan dan perguruan yang dianggap paling top sesuai urutannya. T a r i a n | 94 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . sudah banyak tamu yang berbondong datang untuk menyatakan penghormatan terakhir sekaligus melayat ke Bu Tong San. jadi mereka memang sudah bersiap. tetapi secara khusus hanya mencantumkan daftar tokoh-tokoh persilatan top dari pendekar golongan lurus. Bukan main sibuknya pihak Bu Tong Pay. Urutan bawah yang mengalahkan peringkat di atasnya. tetapi untungnya titah persiapan di Bu Tong Pay telah dilepaskan Ciangbundjin 2 hari sebelumnya. Informasi yang tidak kalah heboh dan tidak kalah menggemparkannya. Urutan itu. 1. Dan di bagian bawah daftar itu tertera pernyataan sebagai berikut.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri Ciangbundjin mereka Pek Sim Siansu Wie Tiong Lan. Urutan bisa berubah sesuai tingkat perkembangan kemampuan masing-masing 2. Episode 3. Dalam waktu singkat informasi itu menyebar ke seluruh pelosok rimba persilatan Tionggoan. Informasi apakah gerangan yang begitu mengguncangkan itu? Entah dari mana mulai dan awalnya. Peringkat kedua diberikan kepada THIAN SAN GIOKLI – Lembah Salju Bernyanyi. Dan hanya dalam waktu 2 hari. bersamaan dengan kehebohan atas informasi meninggalnya Pek Sim Siansu Wie Tiong Lan. secara kontroversial tidak memasukkan nama-nama tokoh persilatan yang dalam kategori “sesat”. Bahkan informasi ini semakin mengguncang dan semakin menghebohkan seiring dengan bergeraknya banyak tokoh dunia persilatan ke Bu Tong Pay. Peringkat ketiga diisi oleh dua orang. dunia persilatan tiba-tiba digemparkan oleh informasi lainnya.

Ketiga. Kelima.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri KIANG CUN LE dan KIANG IN HONG (Liong-i-Sinni) keduanya dari Lembah Pualam Hijau. terutama daftar peringkat 10 besar pendekar disertai dengan 3 pernyataan yang provokatif. Peringkat ketujuh diberikan kepada LIANG TEK HOAT dari Kaypang. Keenam. Karena pastilah akan banyak pendekar yang tidak tercantum namanya dalam daftar yang akan nekat menantang mereka untuk menggantikan peringkatnya. juga beredar atau diedarkan secara bersamaan yakni Daftar Tujuh Perguruan Terhebat di Tionggoan. Kedua. LAMKIONG BU SEK dari Lam Hay Bun dan SIANGKOAN TEK dari Bengkauw. LEMBAH PUALAM HIJAU. Peringkat Pertama. LAM HAY BUN. peringkat Perguruan terhebat itu berturut-turut adalah sebagai berikut. Bisa dipastikan penghuni daftar 10 besar itu tidak akan lagi merasakan kenyamanan berkelana di dunia persilatan. LEMBAH SALJU BERNYANYI. Peringkat Kedelapan diberikan kepada SOUW KWI BENG dan SOUW KWI SONG dari Siauw Lim Sie. BENGKAUW. sudah dapat dipastikan akan menimbulkan geger berkepanjangan. tetapi terutama mereka-mereka yang kemaruk nama untuk masuk dalam daftar 10 besar itu. Peringkat Kesembilan diberikan kepada SIANGKOAN GIOK LIAN dari Bengkauw. KAYPANG. Adapun. Beredarnya kedua daftar peringkat tersebut. Inilah cara brilliant sekaligus sangat licik untuk mengganggu tokoh-tokoh kalangan pendekar. T a r i a n | 95 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . BU TONG PAY. SIAUW LIM SIE. yakni cara tercepat untuk terkenal dan dikenal banyak orang adalah dengan mengalahkan salah seorang di dalam daftar tersebut. Bersamaan dengan peringkat top 10 pendekar dunia persilatan Tionggoan. Keempat. Bukan hanya geger di antara penghuni peringkat 10 itu. Apalagi dengan pencantuman pernyataan nomor 3. Ketujuh. Dan peringkat kesepuluh diberikan kepada KIANG LI HWA dari Lembah Pualam Hijau. Karena tokoh-tokoh itu dipastikan akan banyak disibukkan Episode 3. Peringkat Keenam diberikan kepada LIANG MEI LAN dari Bu Tong Pay. Peringkat Keempat juga terisi dua orang. Peringkat Kelima diberikan kepada NENGGALA – tidak mewakili perguruan manapun.

Sekaligus juga mengundang Kwee Siang Le – Sin Ciang Tayhiap. Tetapi. “Bisa dipastikan akan terdapat sejumlah bentrokan baik di dalam perguruan kita maupun di luar area perguruan kita. T a r i a n | 96 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . Dan kondisi yang heboh seperti ini. Maka pertemuan penting dan mendadak itu hanya dilakukan untuk melakukan pembagian tugas belaka. apalagi dalam daftar itu terdapat nama Bu Tong Pay dan juga seorang murid Bu Tong Pay” demikian Ci Hong Todjin sang Ciangbundjin membuka pertemuan singkat. Tong Li Koan Sian Eng Cu Tayhiap dan Liang Mei Lan. dan Partay yang juga tercantum dalam Daftar 7 perguruan utama. karena tamu sudah demikian banyak yang berdatangan dan bahkan yang berada di Bu Tong San juga sudah banyak memasuki hari ketiga. Dan Ciangbundjin Bu Tong Pay menyadari hal tersebut. Daftar kontroversial itu melahirkan potensi besar bentrokan. Pertemuan darurat ketika Bu Tong Pay sedang melayani para pelayat tentu menandakan betapa potensi kekisruhan sangatlah besar. Dan benar saja. secara darurat Ciangbundjin Bu Tong Pay memanggil para petinggi partai. Tetapi. Kondisi yang semakin hari semakin bertambah heboh dan semakin memanaskan rasa hati dan rasa kepenasaran banyak orang. Bisa ditebak kekisruhan besar sangat berpotensi terjadi di Bu Tong Pay.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri oleh urusan-urusan pertarungan atau diajak bertarung oleh banyak orang yang ingin namanya terkenal. Sekaligus melakukan koordinasi antar petinggi partai dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk dengan beredarnya daftar yang sangat kontroversial tersebut. makanya dia berusaha mengantisipasi keadaan sebaik mungkin. adalah tugas kita semua untuk sedapat mungkin tidak mengganggu jalannya upacara sambil tetap menghormati tetamu. Episode 3. Padahal tinggal 2 hari lagi upacara besar akan dilaksanakan. sekarang sedang menuju ke Bu Tong Pay. ketika informasi tentang daftar dan isinya sampai ke Bu Tong Pay. Apalagi karena tempat yang dituju adalah tempat dimana ada seorang anggota di daftar 10 besar berada.

Jika ditelaah. baik di ruang persemayaman. dan upacara pemakaman suhu tidak terganggu” demikian Tong Li Koan mengusulkan. Ciangbundjin segera menjaga kuil kita. nampak menganggukkan kepala tanda penempatan tugas disetujui. T a r i a n | 97 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . tiba-tiba Mei Lan sedikit bergerak.. “Baik. tetapi suaranya masih sangat bening di telinga semua orang dalam ruangan. di kuil Bu Tong Pay maupun di basis penjagaan murid-murid Bu Tong Pay . cepat kembali ke layon suhu.” Demikian Ciangbundjin Bu Tong Pay membagi-bagi tugas. “Beberapa murid kita menjadi korban. “Kita ke masing-masing posisi bertugas” demikian Ciangbundjin Bu Tong Pay yang disetujui segera oleh semua. hendaknya kita semua memberi diri untuk melaksanakan tugas-tugas ini. Bahkan kemudian tubuhnya melejit setelah menghormat Ciangbundjin Bu Tong Pay sambil berkata. Dalam keadaan terdesak seperti ini. Oleh karenanya. kemampuan orang perorang dan tanggungjawab masing-masing terhadap Partay.. Sesepuh Sin Ciang Tayhiap dan Sian Eng Cu Tayhiap akan bertugas mendampingi layon. sebaiknya secara cepat kita menata tugas masing masing agar Bu Tong Pay tidak kecolongan.. belum lagi pertemuan itu ditutup. Kwee Siang Le dan Tong Li Koan sudah Episode 3.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri “Jika Ciangbundjin mengijinkan. Ci Hong dan Jin Sim akan bertugas untuk menjaga kuil kita dari orang-orang yang berkehendak buruk. Hal yang juga menandakan betapa sang Ciangbundjin mengenal masing-masing tokoh Bu Tong Pay itu lengkap dengan kekuatan masing-masing. Dan bergeraklah tokohtokoh utama Bu Tong Pay itu. demi menjaga wajah dan reputasi Partay. dan memang untuk itu aku mengundang kita semua berkumpul. usul tersebut kita terima. Mei Lan sudah berada jauh di luar sana. para suheng. tidak ada sedikitpun penolakan atau bahkan tambahan usulan. dalam ruang tempat jenasah Pek Sim Siansu disemayamkan. Tetapi. penempatan tugas memang sangat memperhitungkan hubungan dengan Pek Sim Siansu. biar tecu memeriksa keadaan di luar” begitu suara itu sirap. Nona Mei Lan kutugaskan untuk melakukan perondaan di semua lini. Dan setiap nama yang disebutkan sang Ciangbundjin..

meski mereka berdua jauh lebih tua. Kedua kakak-beradik ini. Sudah tentu Tong Li Koan dan Kwee Siang Le tidak akan marah. Kian Ti Hosiang adalah tokoh seangkatan guru mereka yang sama saktinya dan sama digdayanya. tempat istimewa bagi para tamu Bu Tong Pay yang datang melayat. kedua Pendekar itu pernah mendapat bimbingan yang bersifat “barter” dari Wie Tiong Lan sebagai ganti Kian Ti Hosiang membimbing Liang Mei Lan. T a r i a n | 98 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . Kami mohon di maafkan telah memberi hormat langsung kepada yang mulia locianpwee Pek Sim Siansu Wie Tion Lan. Li Koan menjadi lega. kakak-beradik Souw Kwi Beng dan Souw Kwi Song. Begitu mengenali keduanya. tetapi pada dasarnya adalah sederajat. alangkah terkejutnya mereka berdua ketika menemukan dalam ruangan itu telah bertambah dengan sepasang anak muda yang gagah. juga tercantum dalam daftar kontroversial yang membuat suasana panas di hati banyak orang dalam perjalanan menuju Bu Tong Pay. Kedua tokoh itu bergabung bersama Kiong Siang Han Episode 3. tentu saja. Tetapi. Maka Li Koan yang lebih luwes telah berkata. Dan tidak lama kemudian. Dan. Jadi. “Ji-wi locianpwee. kedua pendekar ini masih terhitung sangat dekat dengan guru mereka Wie Tiong Lan. Apalagi.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri dengan cepat memburu ke layon guru mereka yang sementara ditinggalkan kepada murid-murid mereka. kedua Kakak-beradik yang sakti ini telah diberikan tempat khusus. kami tentunya sangat berterima kasih” sahut Li Koan untuk kemudian mempersilahkan kedua kakakberadik itu melanjutkan penghormatan mereka. dan kami telah menyampaikan maksud kami kepada murid-murid Bu Tong Pay yang berjaga di luar. Tepatnya adalah Pendekar Kembar dari Siauw Lim Sie. selain itu guru kedua pendekar kembar ini. kami berdua telah mengirimkan kabar kepada Nona Mei Lan. bahkan beban ketegangannya sedikit berkurang karena kedua anak muda yang berdiri memberi hormat kepada suhu mereka adalah sahabat dari Siauw Lim Sie. “Terima kasih atas kunjungan Jiwi. Karena kedudukan mereka. atas nama suhu kami yang mulia Kian Ti Hosiang.

siapa pula pembunuh yang mampu memainkan ilmu mujijat ini dengan demikian baik?” Sejumlah pertanyaan ini memusingkan kepala Mei Lan. Dan. Tapi. dan itu berarti bahaya di kuil Bu Tong Pay telah membayang. Sementara itu. tetapi menuju ke hutan sebelah kiri rumah perguruan Bu Tong Pay.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri dari Kaypang dan Kiang Sin Liong dari Lembah Pualam Hijau dan menjadi simbol kehebatan pendekar Tionggoan untuk puluhan tahun lamanya. Sebuah ilmu lentikan jari sakti yang menjadi salah satu ilmu pusaka Siauw Lim Sie dan tidak sembarang tokoh sanggup mempergunakannya. meski yakin bahwa lapis terluar juga telah mengalami masalah yang sama. karena itu Episode 3. sebagaimana dugaannya. di tempat lain. sungguh licik” desis Mei Lan ketika melihat penjagaan lapis kedua terluar telah membujur 2 anak murid Bu Tong Pay. siapakah gerangan? Sungguh cerdik si pembunuh memilih moment tepat bersamaan dengan kedatangan Pendekar Kembar ke Bu Tong Pay. Tetapi Mei Lan menjadi kaget ketika memeriksa mayat-mayat tersebut yang ternyata menjadi korban sebuah ilmu mujijat dari Siauw Lim Sie. sudah jelas Kwi Beng dan Kwi Song mengambil jalan resmi. Hampir tak ada masalah pelik yang besar yang tidak dapat ditangani mereka ber-empat semasa hidup mereka. Mei Lan yang bergerak dengan ginkang istimewanya sudah mencapai tempat yang “dicurigainya”. Masakan tiba-tiba muncul korban Tam Ci Sin Thong di sini? Ada sesuatu yang mencurigakan disini” pikir Mei Lan yang menjadi gelisah. Dan memang. Bisa dipastikan telah menjadi mayat. pastilah tekah menyusup ke atas. juga telah menjadi mayat. kedua murid Bu Tong Pay yang berjaga disana. “Hmmmm. T a r i a n | 99 Peringkat Pembawa Huru -Hara (1) . dan nama itu masih harum dan punya gaung luar biasa hingga saat ini. Tam Ci Sin Thong. tetapi Mei Lan tetap berkelebat untuk memeriksa kesana. benar juga. “Jika bukan Kwi Beng atau Kwi Song. “Hmmm. Karena tokoh yang melakukan pembunuhan. Yakni batas-batas terluar penjagaan yang bukan menuju ke pintu masuk resmi. Dan mereka berempat sampai dijuluki 4 Manusia Dewa Tionggoan.

Karena itu. pada akhirnya memutuskan untuk ikut membantu perondaan di batas-batas penjagaan terluar. Karena kondisi yang memang meningkat panas dan berbahaya. Bu Tong Pay kini dalam keadaan waspada dan siaga . Pendekar Kembar memilih jalur yang berbeda dengan jalur dimana terjadi pembunuhan anak murid Bu Tong Pay yang berjaga. akhirnya Kwi Beng diminta membantu penjagaan disekitar jenasah. Dan segera setelah itu. T a r i a n | 100 Peringkat Pembawa Huru -Hara (2) . Kwi Beng dan Kwi Song – ketika diberitahu korban “termakan” totokan khas mereka Tam Ci Sin Thong.. Meski awalnya Kwee Siang Le mencurigai kedua pendekar asal Siauw Lim Sie. sangat tidak beralasan mencurigai kedua pendekar kembar yang justru sudah banyak saling membantu dengan Mei Lan dalam pertempuran melawan Thian Liong Pang beberapa bulan sebelumnya. sumoynya telah memberikan penjelasan.. Apalagi. EPISODE 3. lapisan terluar dari masing-masing penjagaan kemudian dikirimi murid-murid dari angkatan yang lebih tinggi dengan kemampuan memainkan barisan pedang Bu Tong Pay.TARIAN LIAR NAGA SAKTI Karya Marshal seri dia akhirnya bergegas kembali ke kuil Bu Tong Pay sambil mengingatkan setiap lapis penjagaan agar berhati-hati. Itupun masih ditambah dengan perondaan setiap jam yang akan dilakukan bergantian antara Mei Lan dan Jin Sim Todjin. sementara Kwi Song menjaga sekitar kuil Bu Tong Pay. Bu Tong Pay menjadi gempar namun tidak panik ketika Mei Lan melaporkan kepada Ciangbundjin Bu Tong Pay. menjadi kaget dan berkeras memberi bantuan penjagaan bagi Bu Tong Pay. minus ruangan dalam perguruan itu. tetapi ketika Tong Li Koan sutenya dan Liang Mei Lan menegaskan integritas kedua Pendekar Kembar itu. akhirnya kecurigaan itu berangsur berkurang. Sementara Sian Eng Cu – setelah mendapat bantuan Souw Kwi Beng. (Bersambung)... Episode 3. Mudah ditebak. PERINGKAT PEMBAWA HURU-HARA (2) Bahkan Pendekar Kembar dari Siauw Lim Sie. bahwa sejak memasuki pintu masuk Bu Tong Pay.