You are on page 1of 4

NAMA

NIM
KELAS
MATA KULIAH
SIFAT UJIAN

: REALTO BAGYO
: 15503241038
: C.2
UJIAN AKHIR SEMESTER
: PENDIDIKAN PANCASILA
: TAKE HOME

JAWABAN
1. Nilai Universal artinya mengandung nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa-bangsa
beradab di seluruh dunia, sedangkan Nilai Lestari artinya mampu menampung dinamika
masyarakat dan akan tetap menjadi landasan perjuangan bangsa dan negara selama bangsa
Indonesia tetap setia kepada Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.
2.

Kedudukan pokok Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)adalah
sebagai dasar negara. Pernyataan demikian berdasarkan ketemtuan Pembukaan UUD 1945
yang menyatakan sebagai berikut :…”maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia
itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu
susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan,
serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Kata “berdasarkan” tersebut secara jelas menyatakan bahwa Pancasila merupakan
dasar dari NKRI. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara ini merupakan kedudukan
yuridis formal oleh karena tertuang dalam ketentuan hukum negara, dalam hal ini UUD 1945
pada Pembukaan Alenia IV. Secara historis pula dinyatakan bahwa Pancasila yang
dirumuskan oleh para pendiri bangsa (the founding fathers) itu dimaksudkan untuk menjadi
dasarnya Indonesia merdeka.
Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa nilai-nilai yang terkandung
dalam Pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi penyelenggaraan bernegara. Pancasila
sebagai dasar negara berarti nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman normatif
bagi
penyelenggaraan bernegara.
Konsekuensi dari rumusan demikian berarti seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan
pemerintah negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan
pencerminan dari nilai-nilai Pancasila. Penyelenggaraan bernegara mengacu dan memiliki
tolok ukur, yaitu tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai Ketuhanan (Religius) yaitu nilainilai yang berhubungan dengan ketuhanan dan kepercayaan, nilai Kemanusiaan (Humanisme)
yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan manusia sebagai makhluk tuhan yang saling
berinteraksi antar sesama yang menghasilkan masyarakat yang makmur, nilai Persatuan
(Nasionalisme) yaitu nilai yang berhubungan dengan persatuan antar sesama warga Negara
untuk mempertahankan dan menciptakan suasana yang aman dan damai, nilai Kerakyatan
(Demokrasi) yaitu nilai yang berhubungan dengan musyawarah atau perundingan untuk
mencapai mufakat, dan nilai Keadilan (Kesejahteraan) yaitu merupakan tujuan negara.
Nilai – nilai Pancasila sesungguhnya merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati
nurani bangsa Indonesia, karena bersumber pada kepribadian bangsa

3. Indikator yang Menjadi Alasan Amandemen UUD 1945, yaitu :

Kebalikannya. Untuk memperjelas. Djokosutono. sehingga jika ia bersalah dapat dituntut di depan pengadilan karena perbuatan melanggar hukum. Pengertian Negara Hukum adalah Negara yang berdasarkan pada kedaulatan hukum. Konsep negara hukum tercantum di dalam UUD 1945. Hal tersebut baik dalam “legislasi / pembuatan UU” maupun atas dasar “system pengawasan / controlling” karena secara garis besar lebih ditujukan untuk mengurangi kewenangan presiden dan lebih memberdayakan peran DPR. Menurut Ismail Suny. sekarang ini justru DPR yang memegang kekuasaan membentuk UU (pasal 20). keamanan negara dan lagu kebangsaan serta menambahkan lambang negara (perubahan kedua tanggal 18 Agustus 2000). (c) Ciri negara hukum yang ketiga adalah Adanya perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia serta remedi-remedi prosedural untuk mempertahankannya. Maka sekarang didalam pasal 5 UUD 1945 yang telah diamandemen dinyatakan bahwa presiden hanya berhak untuk mengajukan rancangan UU kepada DPR. melengkapi dan menyempurnakan konstitusi negara RI (perubahan keempat bulan Agustus 2002). Oleh karena itu negara tidak boleh melaksanakan aktivitasnya atas dasar kekuasaan belaka. DPR. Demikian pula. 5. (b) Ciri negara hukum yang kedua ialah Adanya pembagian kekuasaan. kedaulatan dan tugas MPR (perubahan ketiga tanggal 9 November 2001). khususnya sebagai lembaga kontrol terhadap pemerintah (eksekutif) yang selama Orde Baru tidak berjalan (perubahan pertama tanggal 19 Oktober 1999). Ciri Ciri Negara Hukum yaitu. Artinya bahwa administrasi dalam menjalankan tugasnya dibatasi oleh peraturan perundang-undangan. yaitu ada pada presiden. Di Indonesia. pasal 14 yang sekarang bahwa kewenangan presiden dalam hal memberi grasi dan rehabilitasi tidak penuh lagi karena harus memperhatikan pertimbangan MA. khususnya sebagai lembaga control terhadap pemerintah (eksekutif) yang selama orde baru tidak berjalan. karena kekuasaan eksekutif dan administrasi di Indonesia berada dalam satu tagan. Untuk mengetahui bentuk negara Indonesia. wilayah negara. 4. . Sedangkan hak presiden memberi amnesti dan abolisi hendaklah memperhatikan pertimbangan DPR dalam mengangkat/menerima duta. (d) Ciri negara hukum yang keempat yaitu Dimungkinkan adanya peradilan administrasi. tetapi harus berdasarkan pada hukum. : (a) Ciri negara hukum yang pertama yaitu Menjunjung tinggi hukum. Menurut R. pertahanan. Selanjutnya dalam UUD 1945 tersebut menerangkan bahwa pemerintah berdasarkan atas sistem konstitusional (hukum dasar) tidak bersifat (absolutisme (kekuasaan yang terbatas). yang menjelaskan bahwa negara Indonesia berdasarkan atas hukum (rechtstaat) tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka (machstaat). Negara dipandang sebagai subjek hukum. hak azasi manusia. Hukumlah yang berdaulat dan negara merupakan subjek hukum. Pasal 5 UUD 1945 yang lama menyatakan bahwa presiden memegang kekuasaan membentuk UU dengan persetujuan DPR. Berdasarkan system pemerintahan Negara yang diantut UUD 1945 terutama setelah mengalami amandemen. kedudukan DPR semakin kuat terhadap presiden sehingga presiden terhindar dari diktator. warga negara dan penduduk. Untuk lebih memperjelas mengenai pemerintahan daerah. Sebagai contoh.    Untuk mengurangi kewenangan presiden dan lebih memberdayakan peran DPR.

Hak asasi manusia bersifat universal. Selain itu. Orang yang punya prestasi yang sama diberi hak yang sama. warna kulit. Ukuran pemberian haknya berdasarkan prestasi. Setiap warga Negara dituntut untuk patuh pada hokum yang berlaku. Contoh : Warga Negara taat membaayar pajak. kekuasaan presiden dibatasi maksimum dua kali masa jabatan. 8. status sosial.Presiden meminta pertimbangan MA dalam memberi grasi dan rehabilitasi. Manusia pribadi wajib memperlakukan perserikatan manusia sebagai keseluruhan sebagai anggota yang sama martabatnya. Sejumlah hak universal atau yang umum dimiliki oleh setiap manusia yaitu diantaranya hak hidup. suku. termasuk untuk penyandang cacat dan lanjut usia. Artinya seburuk apapun perlakuan yang telah dialami oleh seseorang atau betapapun bengisnya perlakuan seseorang. Pemerintah Negara wajib memberikan pelayanan dan mendistribusikan seluruh kekayaan Negara (asas pemerataan) dan memberi kesempatan yang sama kepada warga negara. jenis kelamin. artinya keadilan yang arahnya dari pribadi ke seluruh masyarakat. sesuatu yang dapat dicapai oleh seseorang harus dipandang sebagai miliknya dan kita berikan secara proposional sebagaimana mestinya. jalan raya untuk transportasi umum. Maka hukum berlaku sama sama pada semua warga masyarakat. ia tidak akan berhenti menjadi manusia dan karena itu tetap memiliki hak-hak tersebut. c) Keadilan Komutatif. toleransi dalam pendapat dan keyakinan. asal kebangsaan. Presiden meminta pertimbangan DPR dalam memberi amnesti dan abolisi. artinya warga masyarakat wajib memperlakukan warga lain sebagai pribadi yang sama martabatnya. saling bekerja sama. atau latar belakang lainnya. Macam Sikap / Perilaku Adil serta Contohnya Masing-masing a) Keadilan Legalis. 7. pendapat politik. Contoh : Tersedianya fasilitas pendidikan untuk rakyat. artinya keseluruhan masyarakat wajib memperlakukan masyarakat pribadisebagai manusia yang sama martabatnya. agama. hak-hak itu juga tidak dapat dicabut (inalienable). mematuhi peraturan lalu lintas saat dijalan raya. b) Keadilan Distributive. Manusia itu sama dihadapan hokum tidak ubahnya dengan anggota masyarakat yang lain. Jadi. 6. Penjelasan Tentang HAM dan Implementasinya dalam UUD 1945 Sebelum dan Setelah di Amandemen Hak asasi manusia adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. budaya. b) Ikut berpartisipasi dalam mengawasi jalannya pemerintahan dengan menyampaikan aspirasi yang dimiliki . kebebasan dan keamanan. Hak-hak tadi dimilki oleh setiap manusia tanpa memandang ras. Peran Mahasiswa dalam Mengaktualisasikan Pancasila dalam Kehidupan Kampus a) Pendidikan dan pengajaran dilaksanakan dalam bentuk proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa di kampus. Contoh : Saling menghormati antar sesama manusia.

c) Mahasiswa ditengah-tengah masyarakat harus menampilkan sifat-sifat akademis yang ada dalam dirinya. d) Melaksanakan penelitian yanh menyumbangkan konsepsi pembangunan wilayah dan atau daerah. yang tujuannya adalah mengembangkan ilmu untuk kemajuan hidup masyarakat. . Yang terpenting adlah kampus harus memiliki sumber daya manusia yang menangani isu-isu HAM. f) Pengabdian secara tidak langsung misalnya kegiatan penelitian yang dilakukan di laboratorium. di dalam atau di luar negeri. baik ke dalam maupun keluar kampus. melalui kerjasama antar perguruan tinggi dan badan lainnya. h) Menjadi agent of change (agen perubahan) yang sekaligus pioneer of progresive (pelopor pembaharuan) ke arah yang lebih baik. e) Pengabdian secara langsung seperti program KKN atau melakukan penyuluhan mengenai suatu masalah di tengah masyarakat. terutama dalam menyelesaikan persoalan kemasyarakatan yeng terjadi di sekitarnya. g) Harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai HAM dan program pengembangan dan penegakan HAM di bidang akademik dan kemahasiswaan. yang pada akhirnya akan menjadikan kampus sebagai moral force pengembangan hukum dan HAM.