You are on page 1of 37

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam mencapai tujuan perusahaan perusahaan, sumber daya manusia
merupakan hal yang sangat penting untuk dikembangkan. Hal ini dilakukan untuk
memiliki kualitas tinggi, pemberdayaan sumber daya manusia yang di miliki oleh
organisasi diarahkan untuk mencapai kinerja yang tinggi. Untuk pencapaian
kinerja karyawan yang berkualitas tinggi, maka di perlukan pengembagan baik
dari segi eksternal yaitu berkaitan dengan kepemimpinan dan dari segi internal
karyawan terkait dengan motivasi kerja, kepemimpinan berfungsi sebagai motor
penggerak organisasi, pembuat keputusan ( decision maker ) dan menggerakan
organisasi agar tetap berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan . Sedangkan
motivasi karyawan perlu dipupuk dan dipelihara dengan baik, karena apabila
karyawan menurun motivasinya akan mengakibatkan melambatnya pelaksanaan
tugas juga akan menimbulkan akibat-akibat yang buruk terhadap perusahaan,
yang dalam ruang lingkup lebih besar akan menurunkan kinerja oeganisasi. Setiap
instansi harus menyadari berhasil atau tidaknya tugas dan fungsi yang
dilaksanakan tergantung pada faktor sumber daya manusia ( SDM ).Sumber daya
manusia sebagai salah satu sunber daya yang ada dalam organisasi memegang
peranan penting dalam keberhasikan pencapaian tujuan organisasi. Berhasil atau
tidaknya tergantung pada kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan

tugas dan fungsinya, manusia selalu berperan aktif dan selalu dominan dalam
setiap aktivitas organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, sekaligus
penentu terwujudnya tujuan organisasi. Manajemen sumber daya manusia
kedudukannya sangat penting bagi organisasi. Oleh karena itu dalam
mengelolanya, mengatur dan memanfaatkan sumber daya manusia akan berjalan
sesuai apa yang diharapkan, sehingga sumber daya manusia yaitu orang-orang
yang memberikan tenaga,bakat, kreatifitas dan usahanya kepada organisasi,
perusahaan atau instansi. Bagaimanapun canggihnya sarana dan prasarana yang
dimiliki oleh suatu instansi tanpa ditunjang dengan kemampuan pegawai yang
berkualitas, mustahil intansi tersebut dapat maju dan berkembang.
Karyawan adalah ujung tombak perusahaan, jika mereka tidak bisa bekerja sesuai
dengan target perusahaan, maka pemimpin akan kerepotan sendiri dalam memanage perusahaan, ia akan disibukan dengan hal-hal yang teknis yang sebetulnya
tidak mesti di atur oleh seorang pemimpin.Waktu pemimpin akan akan habis
disita untuk mengatur kerja karyawan yang tidak memiliki daya kreatifitas dan
produktivitas kerja yang tidak memada. Oleh karena itu , oleh karena itu disinilah
letak pentingnya timbal balik serta keseimbangan antara peran pemimpin dan
produktivitas kerja karyawan didalam meningkatkan kinerja perusahaan.
Keberadaan seorang pemimpin di dalam organisasi sangat dibutuhkan untuk
membawa organisasi kepada tujuan yang tekah ditetapkan. Berbagi gaya
kepemipinan akan mewarnai prilaku seorang pemimpin dalam menjalankan
tugasnya, bagaimanapun gaya kepemimpinnan seseorang tentunya akan diarahkan
untuk kepentingan bersama yaitu kepentingan anggota dan organisasi.

Kepemimpinan seseorag dapat mencerninkan karakter pribadinya disamping itu
dampak kepemimpinan akan berpengaruh terhadap kinerja dan komitmen
organisasi bawahannya.
Disiplin sangat penting untuk pertumbuhan organisasi, digunakan terutama
untuk memotivasi pegawai agar dapat mendisiplinkan diri dalam melaksanakan
pekerjaan baik secara perorangan maupun kelompok. Disamping itu disiplin
bermanfaat mendidik pegawai untuk mematuhi dan menyenanangi peraturan ,
prosedur, maupun kebijakan yang ada, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang
baik. Kedisiplinan merupakan fungsi operatif Manajemen Sumber Daya Manusia
yang terpenting karena semakin baik disiplin pegawai, semakin tinggi prestasi
kerja yang dapat dicapainya. Tanpa disiplin pegawai

yang baik, sulit bagi

organisasi perusahaan mencapai hasil yang optimal.
Pengertian kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dihasilkan oleh seorang
pegawai diartikan untuk mencapai tujuan yang di harapkan. Pengertian kinerja
menurut Mangkunegara, Anwar Prabu, kinerja diartikan sebagai “Hasil kerja
secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan
kepadanya”.Sementara itu menurut Bernaden dan Russel, sebagaimana dikutip
oleh Gomes, Faustino Cardoso (2000) kinerja diartikan sebagai: “ Catatan
outcome yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu atau kegiatan
karyawan selama suatu periode waktu tertetu “. Untuk mengukur kinerja, dapat
digunakan beberapa ukuran kinerja yang meliputi : kualitas kerja, kuantitas kerja ,
pengetahuan

tentang

pekerjaan,

kemampuan

mengemukakan

pendapat,

pengambilan keputusan. Unit Bekasi. Cahaya Murni Kasindo. yaitu mutu yang dihasilakn. Apakah kinerja berpengaruh terhadap karyawan PT. ketepatan waktu. UNIT BEKSI”. Unit Bekasi ? 2.Apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap karyawan PT. yaitu kesesuaiannya dengan waktu yang telah ditetapkan. maka secara terperinci masalah yang akan di teliti adalah disiplin kerja pada PT. Cahaya Murni Kasindo. B. . kedua. berdasarkan pernyataan di atas. Unit Bekasi? 3. yaitu jumlah yang harus dikerjakan. Oleh karena itu. Cahay Murni Kasindo. Untuk prestasi yang lebih disederhanakan terdapat tiga kriteria untuk mengukur kinerja. perencanaan kerja dan daerah organisasi kerja. pertama : kualitas kerja. dan ketiga. Cahaya Murni Kasindo. Unit bekasi terhadap kinerja karyawa . 1. CAHAYA MURNI KASINDO. Bagaimana kondisi disiplin kerja karyawan PT. maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ PENGARUH DISIPLIN TERHADAP KINERJA PADA PT. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas.

Sehingga masalah yang diteliti hanya sekitar disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT. Unit Bekasi. Tujuan Penelitian Adapun maksud dan tujuaan dari penelitian ini adalah : a. terfokus dan tidak meluas.Untuk mengetahui kinerja karyawan c.C.Bagi penulis . Cahaya Murni Kasindo.Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kedisiplinan kerja karyawan b. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Pembatasan Masalah Agar penelitian ini lebih terarah. D. penulis membatasi penelitian pada masalah displin kerja karyawan yang berhubungan dengan kinerja karyawan.Untuk mengetahui seberapa besar hubungan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan 2.Manfaat Peneitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : a.

unit Bekasi dalam upaya meningkatkan disiplin kerja karyawan dan meningkat ka kinerja karyawan c. unit Bekasi d.Untuk menambah pengetahuan baik teori maupun praktek di bidsng manajemen sumber daya manusia khususnya bagaimana pengaruh disiplin terhadap kinerja karyawan b. Bagi Pihak Lain Penelitia ini diharapkan dapat bermanfaat segabai bahan bacaan dan bahan referensi untuk penelian-penelitin selanjutnya. E. Bagi Akademic Penelitia ini dapat digunakan sebagai bahan penelitian lebih lanjut guna untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh disiplin kerja rehadap kinerja karyawan pada PT. maka dari itu diperlukan sejumlah data baik yang mendukung maupun yanag bertentangan dengan hipotesis. unit Bekasi Hasil penelitian ini menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi PT. Hipotetis Hipotesia adalah pernyataan singkat yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang di teliti serta masih perlu diuji kebenarannya. Data tersebut akan diolah dengan menbuktikan . Bagi PT. Cahaya murni kasindo. Cahaya murni kasindo.Cahaya murni kasindo. Hipotesis perlu diuji.

Berdasarkan rumusan masalah penelitian yang di kemukaan diatas maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : “Disiplin karyawan PT. hipotesis dan sistematika pembahasan. tugas dan wewenang.perhitungan statistik guna memperoleh kesimpulan-kesimpulan untuk membuktikan kebenaran hipotesis. pembatasan masalah. perumusan masalah. Bab II yaitu landasan teori menjelaskan tentang pengertian disiplin dan kinerja menurut para ahli. . unit Bekasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan “ F.Sistematika Pembahasan Untuk dapat mengetahui isi penelitian ini. serta uraian teoritis yang berhubungan dengan masalah penelitian. tujuan dan kegunaan penelitia. maka akan secara singkat akan di susun dalam 5 bab. Bab III yaitu gambaran umum perusahaan menjelaskan tentang sejarah berdirinya perusahaan. yang terdiri dari : Bab I yaitu pendahuluan menjelaskan tantang latar belakang masalah. gambaran umum produk yang dihasilkan serta struktur organisasi. serta data yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.Cahaya murni kasindo. berkaitan dengan kegiatan penelitian.

analisis terhadap kinerja serta analisis hasil penelitian termasuk uji hipotesis.Bab IV yaitu analisis dan pembahasan menjelaskan tentang pengaruh disiplin terhadap kinerja. meliputi analisis terhadap disiplin. .

prosedur.A. patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku.Pengertian Disiplin Kerja Disiplin sangat penting untuk pertumbuhan organisasi. digunakan terutama untuk memotivasi pegawai agar dapat mendisiplinkan diri dalam dalam melaksanakan pekerjaansecara baik secara perorangan maupun kelompok / team. Sedangkan tindakan disiplin itu sendiri adalah penguranagn yang dipaksakan oleh pimpinan . menghargai. Tanpa displin pegawai yang baik. maupun kebijakan yang ada. sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik. Berdasarkan pendapat diatas maka dapat dikatakan bahwa disiplin kerja adalah sikap para pegawai untuk berprilaku sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan dimana dia bekerja. kedisplinan merupakan fungsi operatif Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin pegawai. semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak menerima sanksi-sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya ( Sastrohadiwiryo.BAB II LANDASAN TEORI I. sulit bagi organisasi perusahaan mencapai hasil yang optimal. Disamping itu disiplin bermanfaat mendidik pegawai untuk mematuhi dan menyenangi peraturan. Disiplin kerja dapat di definisikan sebagi suatu sikap menghormati. 2001 : 291 ).

Lateiner dalam Imam Soejono (1938 : 72 ). jika mereka berpakain rapih ditempat kerja. Umumnya disiplin kerja dapat terlihat apabila pegawai dating kekantor teraatur dan tepat waktu. umumn disiplin kerja pegawai dapat diukur dari : 1. jika mereka menghasilkan jumlah dan kualitas pekerjaan yang memuaskan dengan mengikuti cara kerja yang telah ditentukan oleh kantor atau instansi d an jika mereka menyekesaikan pekerjaan dan semangat kerja. disiplin yang tiak bersunber dari hati nurani manusia akan menghasilkan disiplin yang lemah dan tidak bertahan lama.terhadap imbalan yang diberikan oleh organisasi karena adanya suatu kasus tertentu ( Gomes. tepat waktu dan teratur maka disiplin kerja dapat dikatakan dengan baik.Para pegawai dating ke kantor dengan tertib. yang harus dimulai sejak ada dalam lingkungan keluarga. Tindakan disiplin itu sendiri tidak termasuk pemberhentian sementara atau penurunan jumlah tenaga kerja yang disebabkan oleh kejadian-kejaadian perilaku khusus dari pegawai yang menyebabkan redahnya produktivitas atau pelanggaran-pelanggaran aturan-aturan instansi. . jika mereka menggunakan perlengkapan kantor dengn hati-hati. mulai pada masa kanak-kanak dan terus tunbuh berkembangndan menjadikan bentuk disiplin yang semakin kuat. tepat waktu. 2000 . Menurut Alfred R. 232 ).Disipln akan tumbuh dan dapat dibina melalui pelatihan pendidikan atau penanaman kebiasaan dengan keteladanan-keteladanan tertentu. Disiplin yang baik pada hakekatnya akan tumbuh dan terpancar dari hasil kesadaran manusia. Dengan datang ke kantor secara tertib.

Tanggung jawab sangat berpengaruh terhadap disiplin kerja.Penerimaan atau ketundukan pada kekuasaan dan control. dengan adanya tanggung jawab terhadap tugasnya maka menunjukan disiplin kerja pegawi tinggi. karakter atau keadaan serta teratur dan efesiensi. Berpakain rapi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi disiplin kerja pegwai. 3. Dengan mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh organisasi maka dapat menunjukan bahwa pegawai memiliki disiplin kerja yang baik. perilaku yang tertib. 2. 5. 3. karena dengan berpakain rapih suasana kerja akan terasa nyaman dan rasa percaya diri dalam bekerja akan tinggi. maka akan terjadi kerusakan yang mengakibatkan kerugian.Mengikuti cra kerja yang ditentukan oleh organisasi. Sikap hati-hati dapat menunjukan bahwa seorang memiliki disiplin kerja yang baik karena apabila dalam menggunakan perlengkapan kantor tidak secara hati-hati.Menggunakan perlengkapan kantor dengan hati-hati. . pengendalian diri. juga menunjukan kepatuhan pegawai terhadap organisasi. 4. 1989 : 110 ) yang menyatakan bahwa disiplin adalah : 1.Berpakain rapih ditempat kerja.Memiliki tanggung jawab.Hasil latihan serupa.Latihan yang mengembangkan pengendalian diri.2. Definisi lainnya diungkapkan dalam Websters New Dictionary ( Oteng Sutisna.

maka para pegawai atau bawahan akan mentaati semua peraturan-peraturan yang ada sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Hal ini dikarenakan dengan disiplin yang tinggi.Perlakuan yang menghukum atau memperbaiki. Pentingnya Disiplin Untuk mencapai hasil yang baik sesuai dengan tujuan yang telah dietapkan. Tidak ada organisasi yang berpestasi lebih tinggi tanpa melaksanakan disiplin dalam derajat yang lebuh tinggi. Hal ini sesui dengan pendapat Widjaja ( 1986 : 29 ). Dari uraian diatas. Malayu S. ‘Disiplin yang baik mencrminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang . 5.P Hasibuan ( 1996 : 212 ) mengemukakan bahwa. sebagai berikut : Dengan perkataan lain disiplin adalah unsur yang penting yang mempengaruhi pestasi dalam organisasi. Hal ini disebabkan hanya dengan disiplin yang tinggi suatu organisasi dapat berprestasi tinggi. perlu adanya disiplin kerja yang baik dari personil yang bersangkutan.Suatu cabang ilmu pengetahuan Disiplin merupakan suatu hal yang sangat penting bagi suatu organisasi atau perusahaan dan mempertahankan atau melangsungkan kehidupannya. dapat dikemukakan disiplin adalah suatu alat sarana bagi suatu organisasi untuk mempertahankan eksistensinya.4. B.

semnagat menggambarkan suatu perasaan. Pegawai-pegawai dengan semangat yang tinggi memberikan sikap yang positif. penggunaan yang sudah lazim menyatakan bahwa semangat menunjukan iklim dan suasana pekerja. Untuk kelompok bekerja. seperti kesetiaan. Kedisiplinan harus ditegakkan dalam suatu organisasi karena tanpa dukungan disiplin personil yang baik. Semangat atau moril ( morale) adalah suatu istilah yang banyak dipergunakan tanapa adanya suatu perumusan yang seksama. Pegawai-pegawai dengan semangat yang tinggi merasa bahwa mereka diikutsertakan tujuan organisasi patut diberi perhatian dan bahwa usaha-usaha mereka dikenal dan dihargai. terhadap pelayanan prima kepada palanggan dan ahirnya terhadap integritas moral dan reputasi. kebanggaan dalam dinas dan ketaatan kepada kewajiban. sikap dan tindakan itu diantaranya disiplin. terhadap perlunya menghasilakn produk bermutu. yang dimaksud dengan sikap mental pegawai adalah sikapterhadap pegawai itu sendir. karena hal ini akan mendorong gairah atau semangat.diberikan kepadanya’.kegembiraan atau kegiata. semanagt kelompok. agar terhubung dengan tabiat (jiwa). Disiplin termasuk dalam sikap mental pegawai. kerjasama. Produktivitas dan efesiensi yang tinggi cenderung merupakan akibat sikap-sikap dan tindakantindakan demikian. maka organisasi akan sulit dalam mewujudkan . terhadap bekerja dalam industry. Dalam buku Municipal Personnel Administration : “Morale is an individual or group attitude toward and environment” (Semangat adalah sikap individu atau kelompok terhadap pekerjaan dan lingkungan kerjanya). kegembiraan. dan mendorong terwujudnya tujuab organisasi.

yang mengemukakan beberapa fungsi disiplin diantaranya : 1.Pemaksaan 5. Pendapat tersebut dipertegas oleh pernyataan Tukus Tu’u ( 2004 : 38 ). dalamn suatu kelompok tertentu atau dalam masyarakat dengan begitu. Jadi dapatlah dikatakan bahwa kedisplinan merupaka kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuanyang telah ditentukan. disiplin menjadi persyaratan bagi pembetukan sikap. Fungsi Disiplin Kerja Disiplin kerja sangat dibutuhkan oleh setiap pegawai.Membangun kepribadian 3.Menata kehidupan bersama 2. prilaku.Menciptakan Disiplin berfungsi mangatur kehidupan bersama. . C.tujuannya. hubungan yang terjalin anatara individu satu denga yang lain menjadi lebihbaik dan lancer.Melatih kepribadian 4. dan tata kehidupan berdisiplin yang akan membuat para pegawai mendapat kemudahan dalam bekerja. dengan begitu akan menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mendukung usaha pencapaian tujuan.

. positif bermakna dan memandang jauh kedepan disiplin bukan hanya soal mengikuti dan mantaati peraturan. melainkan sudah meningkat menjadi disiplin berfikir yang mengatur dan mempengaruhui seluruh aspek kehidupan. pimpinandan seluruh personil yang ada dalam organisasi tersebut. salah satu proses untuk membentuk kepribadian tersebut dilakukan melalui proses latihan. dan latihan disiplinseperti itu dapat menyadarkan bahwa disiplin itu penting. Disiplin berfungsi sebagai pemaksaan kepada seseorang untuk mengikuti peraturan-peratuaranyang berlaku di lingkungan tersebut dengan pemaksaan. prilaku dan pola kehidupan yang baik dan berdisiplin tidak berbentuk dalam waktu yang lama.Disiplin juga dapat menbangun kepribadian seorang pegawai lingkungan yang memiliki disiplin yang baik. Pada awalnya mungkin disiplin itu penting karena suatu pemaksaan namun karena adanya pembisaan dan proses latihan yang terus menerus maka disiplin dilakukan atas kesadaran dalam diri sendiri dan dirasakan sebagai kebutuhab dan kebiasaan. Diharapakan untuk kemudian hari. positif mermakna dan memandang jauh kedepan disiplin bukan hanya soal mengikuti dan mentaati peratuaran. Disiplin merupakan sarana untuk melatih kepribadian pegawai agar senantiasa menunjukan kinerja yang baik sikap. Latihan tersebut dilaksanakan bersama-sama antar pegawai. melainkan sudah meningkat menjadi kebisaan berfikir baik. Lingkungan organisasi yang memiliki kaadaan yang tertib dan tentram sangat berperan dalam membangun kepribadian yang baik. sangat berpengaruh kepribadian seseorang. disiplin ini meningkat menjadi kebisaan berfikir baik.

Pada waktu bawahan sedang absen 7. D. Keadilan dalampendisiplinan sangat diperlukan 5. termasuk lingkungan kerja sehingga tercipta suasana tertib dan teratur dalam melaksanakan pekerjaan. Pimpinan hendaknya tidak seharusnya memberikan pendisiplinan 6.Disiplin yang disertai ancaman sanksi atau hukuman sangat penting karena dapat memberikan dorongan kekuatan untuk mentaati dan mematuhinya tanpa ancaman. . Prinsip-Prinsip Disiplin Kerja Untuk mengkondisikan karyawan perusahaaan agar senantiasa bersikap disiplin. Pendisiplinan dilakuakan secara pribadi 2. dorongan ketaatan dan kepatuhan dapat menjadi lemah serta motivasi untuk mengikuti aturan yang berlaku menjadi kuarang. maka terdapat beberapa prinnsip pendisiplinan sebagai berikut : 1. Setelah pendisiplinan sikap dari pimpinnan harusnya wajar kembali. Maka dari itu fungsi disiplin adalah sebagai pembetukan sikap. Pendisiplinan harus bersikap membangun 3. Menurut T. sanksi atau hukuman. Pendisiplinan haruslah dilakuakan oleh atasan langsung dengan segera 4.Hani Handoko ( 1994 : 208 ) “ Disiplin adaalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar-standar organisasi nasional “. prilaku dan tata kehidupan berdisiplin didalam lingkungan di tempat seseoranh itu berada.

melalui disiplin diri seorang karyawan selain menghargai dirinya sendiri juga menghargai orang lain. Macam-macam Disiplin Kerja 1. pada dasarnya ia menghargai potennsi dan kemampuannua. Disiplin diri sangat besar peranannya dalam mencapai tujuan organisasi. dimana suatu proses kerja yang dipengaruihi urutan waktu pengerjaannya. hal ini merupakan manifestasi atau aktualisasi dari tanggung jawab pribadi yang berarti mengakui dan menerima hal-hal yang ada diluar dirinya. pada dasarnya pegawai telah sadar melaksanakan tanggung jawab yang telah dipikulnya. Penanaman nilai-nilai disiplin dapat berkembang apabila didukung oleh situasi lingkungan yang kondusif yaitu situasi yang diwarnai perlakuan yang konsisten dari karyawan dan pimpinan. Disiplin Diri Menurut Jasin ( 1996:36 ) adalah disiplin yang berkembang atau dikontrol oleh diri sendiri. Hal ini berarti pegawai mampu melaksanakan tugasnya.E. di sisi lain bagi rekan sejawat dengan diteapkan disiplin diri akan memperlancar kegiatan yang bersifat kelompok. misalnya jika pegawai mengerjakan tugas dan wewenang tanpa pengawasan atasan. Ketidak disiplinan dalam suatu bidang kerja akan menghambat bidang kerja lain. Melalui disiplin diri karyawan-karyawan merasa bertanggung jawab dan dapat mengatur dirinya sendiri untuk kepentingan organisasi. . apalagi jika tugas kelompok tersebut terkait dalam dimensi waktu.

Pegawai dibiasakan bertindak dengan cara berdisiplin. artinya kelompok akan menghasilkan pekerjaan yang optimal jika masing-masing anggota kelompok akan memberikan andil sesuai dengan hak dan tanggung jawabnya. Selain itu disiplin kelompok juga memberikan andil bagi pengembangan disiplin diri. misalnya jika budaya atau iklim dalam organisasi tersebut merupakan disiplin kerja yang tinggi. sebaliknya kelompok tidak dapat ditegakkan tanpa adanay dukungan disiplin pribadi. Disiplin Kelompok Kegiatan organisasi bukannya kegiatan yang bersifat indivudu selain disiplin diri masih diperlukan disiplin kelompok. disiplin diri tidak dapat dikembangkan secara optimal tanpa dukungan disiplin kelompok. . perintah dan ketentuan yang berlaku serta mampu mengendalikan diri dari dorongan kepentingan dalam upaya pencapaian cita-cita dan tujuan tertentu serta mememlihara stabilitas organisasi dan menjalankan standar-standar organisasi. dan bersifat komplementer. keduanya saling melengkapi dan menunjang . Disipllin kelompok akan tercapai jika disiplin diri telah tumbuh dalam diri pegawai. maka mau tidak mau pegawai akan membiasakan dirinya mengikuti irama kerja pegawai lainnya. dengan demikian dapat dikatakan bahwa disiplin kelompok adalah patuh. taat dan tunduknya kelompok terhadap peraturan.2. Kaitannya antara disiplin diri dan disiplin kelompok seperti dua sisi dari satu mata uang. kedua mata uang . kebiasaan bertindak disiplin ini merupakan awal terbentuknya kesadaran.

Dengan demikian desiplin preventif merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh organisasi untuk menciptakan suatu sikap dan iklim organisasi diman semua anggota organisasi dapat menjankan dan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan atas kemauan sendiri. Handoko Disiplin preventif adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti bebagai standar aturan sehingga penyelewengan-penyelewengan dapat dicegah. Adapun fungsi dari disiplin preventif adalah untuk mendorong disiplin diri para pegawai sehingga mereka dapat menjaga sikap disiplin mereka bukan karena paksaan. Disiplin Prevenntif Disiplin preventif adalah disiplin yang ditunjukan untuk mendorong pegawai agar bedisiplin diri dengan mentaatii dan mengikuti berbagai standard an peraturan yang telah ditetapkan. Hal ini sejalan dengan yang di kemukakan oleh Prabu Mangkunegara bahwa ‘Disiplin korektif adalah suatu upay auntuk menggerakan pegawai dalam menyatukan suatu peraturan dan mengarahkan untuk tetap mematuhi peraturan sesuai dengan pedoman yang berlaku dalam perusahaan. Disiplin Korektif Disiplin korektif merupakkan disiplin yang dimaksudkan untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan yang berlaku dan memperbaikinya untuk masa yang akan dating.3. Menurut T. . 4.

Dilaksanakan disiplin progresif ini akan memungkinkan manajeman untuk membantu pegawai memperbaiki kesalahan. Tujuannya adalah memberikan kesempatan kepada pegawai untuk menggambil tindakan korektif sebelum hukuman-hukuman yang lebih serius. diturunkan pangkat atau dipecat. Disiplin korektif ini dilakukan untuk memperbaiki pelanggaran dan mencegah ppegawai yang lain melakukan perbuatan yang serupa dan mencegah tidak adanya lagi pelanggaran dikemudian hari. skorsing pekerjaan.Berdasarkan pernyataan diatas maka dapat disimpulkan bahwa disiplin korektif merupakan suatu upaya untuk memperbaiki dan menindak pegawai yang melakuakan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku. conth dari disiplin progresif adalah teguran secara lisan oleh atasan. Disiplin Progresif Disiplin progresif merupakan pemberian hukuman yang lebih berat terhadap pelanggaran yang berulang. . 5. Seperti yang di kemukakan oleh Veithzal Rivai bahwa ‘Disiplin progresif dirancang untuk memotivasi karyawan agar mengkoreksi kekeliruannya secara suka rela. Dengan kata lain sasaran disiplin korektif adalah para pegawai yang melanggar aturan dan diberi sanksi sesuai dengan atauran yang berlaku.

Hal ini berarti bahwa tujuan ( pekerjaan ) yang dibebankan kepada karyawan harus sesuia dengan kemampuan karyawan bersangkutan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Mengingat betapa pentingnya kedisiplinan didalam suatu organisasi perusahaan agar tujuannya bias tercapai secara optimal maka faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan.kedisiplinan bawahan pun akan baik.Balas Jasa . agar dia bekerja sungguh-sungguh dan disiplin dalam mengerjakannya. serta sesuai perkataan dan perbuatan. adil. Dengan teladan pimpinan yang baik. 3. Tujuan dan Kemampuan Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan.P Hasibuan ( 2005 : 194-198 ) menyebutkan : 1. Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan diterapkan secara ideal serta cukup menantang bagi kemampuan karyawan. berdisiplin baik. karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya. Pimpinan harus memberikan contoh yang baik.F. Teladan Pimpinan Teladan pimpinan snagat berperan dalam menentukan kedisiplinan karyawan. para bawahannya pun akan kurang baik. 2. Jika teladan pimpinan kuarang baik ( kurang berdisiplin ). jujur. yaitu sebagai berikut : Menurut Malayu S.

menggali system-system kerja yang paling efektif. karyawan. meningkatkan pestasi kerja. kedisiplinan mereka akan semakin baik pula.dan masyarakat. Dengan waskat berarti atasan harus aktif dan mengawasi prilaku. Dengan sanksi hukuman yang semakin berat. karyawan akan semakin takut . memeliha kedisiplinan. karena eego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan minta diperlakukan sama dengan manusia lainnya. mengaktifkan peranan atasan dan bawahan. 4. dan prestasi kerja bawahannya.Balas jasa ( gaji dan kesejahteraan ) ikut mempengaruhi kedisiplinan karyawan.Keadilan Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan. serta menciptakan system internal control yang terbaik dalam mendukung terwujudnya tujuan perusahaan. Hal ini untuk mencegah / mengetahui kesalahan.karena balas jasa akan memberikan kepuasan dan kecintaan karyawann terhadap perusahaan / pekerjaannya. membetulkan kesalahan. 6. 5. Waskat Waskat ( pengawasan melekat ) adalah tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan karyawan perusahaan.moral. Jika kecintaan karyawan semakin baik terhadap pekerjaan. gairah kerja.sikap. Sanksi Hukuman Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara kedisplinan karyawan.

Hubungan Kemanusiaan Hubungan kemanusiaan yang harmonis di antaranya sesama karyawan ikuut menciptakan kedisiplinan yang baik pada suatu perusahaan. 7.melanggar peraturan-peraturan. dan cross relationship hendaklah harmonis.Ketegasan Ketegasan pimpinan dalam malakuakan tidakan akan mempengaruhi kedisiplinan karyawan perusahaan. 8. direct group relationship. pemberian balas jasa. dari mulai pemberian tugas terhadap karyawan. bertindak untuk menghukum setiap karyawan yang indisipliner sesuai dengan sanksi yang telah ditetapkan. . Hubungan-hubungan baik bersifat vertical maupun horizontal yang terdiri dari direct single relationship. sikap dan perilaku indisipliner karyawan akan berkurang. Pimpinan harus berani dan tegas. Ketegasan pimpinan menegur dan menghukum setiap karyawan yang indisipliner akan mewujudkan kedisiplinan yang baik pada perusahaan . Dari penjelaan faktor-faktor kedisiplinan diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan harus memperhatikan semua situasi dan kondisi yang ada pada karyawannya agar kinerjanya dapat meningkat. sampai pada hubungan kemanusiaan atau hubungan antar karyawan dalam perusahaan tersebut.

Menurut A. Tehnik disiplin inventori Yaitu suatu cara yang memberikan sebuah pertanyaan tentang kedisiplinan kepada setiap karyawan yang nantinya jawaban darisetiap pertanyaan tersebut di .Tehnik disiplin pertimbangan sedini mungkin Yaitu tindakan perbaiakan sedini mungkin dari pihak manajer mengurangi tindakan disipliner dimasa mendatang. dan usaha seseorang unntuk mengatasi ketidaksenangan itu. 2. mengadakan hubungan yang erat dengan para bawahannya dan memberikan pujian tentang pekerjaan yang dilaksanakan dengan baik. Tehnik disiplin pencegahan yang efektif Yaitu tehnik yang dilakukan para manajer dengan cara memberi contoh disiplin yang baik kepada para bahannya dengan dating tepat waktu. menjelaskan sebagai berikut : 1. Tehnik-Tehnik Pelaksnaaan Kedisiplinan Dalam melaksanakan kedisiplinan terhadap karyawan itu ada beberapa tehnik yang harus di lakukan.5 4. 3.A Anwar Prabu Mnagkunegara ( 2009 . Tehnik disiplin dengan mendisiplinkan diri Ialah usaha seseorang untuk mengendalikanreaksi mereka terhadap keadaan yang mereka tidak senangi. 132139 ).G.

Tehnik disiplin menimbulkan kesadaran Tehnik ysng dilakukan dengan memberikan sebuah pertanyaan halus yang isinya sebuahh teguran dan singgungsn kepada karyawan yang melakukkan kesalahan agar ia mau memperbaiki kesalahan tersebut. sementara bawannya tersebut masih ada hubungan keluarga dengan pimpinan / direktur dalam perusahaan tersebut. Hal inin di lakukan agar aim au berdisiplin dan menghindari tindakan tidak berdisiplin yang dilakuakan karyawan lain. diikuti oleh ucapan syukur dan diahiri dengan peringatan lunak. 5. Tehnik disiplin menegur pegawai ‘ Primadona ‘ Ialah tehnik yang dilakukan seprang manajer yang menegur bawahannya yang malakukan kesalahan atau melanggar kedisiplinan. agar adanya perubahan yang lebig baik dan efektif.1 bandingkan denganyang lain dan mencari kesepakatan tentang perubahan disiplin untuk masa yang akan datang. 9 1 . Tehnik ‘ Sandwich Yaitu tehnik yang dilakukan dengsn teguran lisan secara langsung dari seorang manajer. 7. 6.

Bedasarkan pengertian-pengertian diatas .Adapun pengertian kinerja menurut para ahli.II. “ Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut”. mengungkapkan bahwa: “ Kinerja merupakan terjemahan dari performance yang berarti hasil kerja seorang pekerja. sebuah proses manajemen atau suatuorganisasi secara keseluruha.Pengertian Kinerja Menurut Para Ahli Pengertian kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dihasilkan oleh seseorang pegawai diartikan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.” Menurut Wibowo ( 2010 : 7 ). dimana asil kerja tersebut harus dapat ditunjukan buktinya secara konkrit dan dapat ditukar ( dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan ). mengemukakan bahwa ‘Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya’. . dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai oleh pegawai sesui dengan standard an kriteria yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tertentu. Menurut Sudarmayanti ( 2011 : 260 ). sebagai berikut: Menurut Anwar Prabu Mangkunegara ( 2009 : 67 ). A .

rekan -Pemimpin yang baik 2. Eksternal (lingkungan) -Pekerjaan sulit -Nasib buruk -Rekan . Kinerja jelek dipengaruhi dua faktor : a. Internal (pribadi) -Kemampuan tinggi -Kerja keras b. Internal (pribadi) -Kemampuan rendah -Upaya sedikit b. Kinerja baik dipengaruhi oleh dua faktor : a.rekan kerja tidak produktif -Pemimpin yang tidak simpatik . Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Menurut Timpe (1993) faktor .33) : 1. Eksternal (lingkungan) -Pekerjaan mudah -Nasib baik -Bantuan dari rekan .B. yaitu (p.faktor yang mempengaruhi kinerja.

Cara untuk Meningkatkan Kinerja Berdasarkan pernyataan menurut Timpe (1993) cara . pukul 23:18 wib . Tindakan Tidak ada program dan pelatihan yang dapat mencapai hasil sepenuhnya tanpa dorongan untuk menggunakannya.penyebab kinerja. Teknik . 3.cara untuk meningkatkan kinerja.tahap penilaian kinerja formal. dan mencatat atau menyimpan catatan harian kerja yang dapat membantu memperluas pencarian manajer penyebab .Cara .dasar keputusan masa lalu.com/2009/07/kinerja-karyawan-definisifaktor-yang.tekniknya : refleksi. 37) : 1. antara lain (p. Analisa atribusi kausal harus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari tahap . mendengarkan komentar . Pelatihan Setelah gaya atribusional dikenali dan dipahami.komentar orang lain tentang mengapa segala sesuatu terjadi. Penilaian Kinerja 2 http://jurnal-sdm. 2. Diagnosis Suatu diagnosis yang berguna dapat dilakukan secara informal oleh setiap individu yang tertarik untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengevaluasi dan memperbaiki kinerja. mengevaluasi kembali dasar . pelatihan dapat membantu manajemen bahwa pengetahuan ini digunakan dengan tepat.2 C. mengobservasi kinerja.blogspot.html Selasa 19 mei 2015.

“ Penilaian kinerja adalah system formal untuk memeriksa / mengkaji dan mengevaluasi secara berkala kinerja seseorang”. Menurut Sedarmayanti ( 2011 : 261 ). Tujuan Penilaian Kinerja . UKM. karena dapat dijadikan sebagai evaluasi terhadap setiap pegawai oleh kepala Dinas Koperasi. maka kepala badan dan kepala dinas dapat mengetahui tindakan apa yang harus diambil untuk mengatasi kekurangan serta mempertahankan kelebihan tersebut. sehingga akan berdampak pada pengambilan keputusan yang tegas mengenai hasil evaluasi kinerja serta komunikasi yang telah dilakukan oleh atasan dan bawahan sehingga akan cepat tercapai. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwapeniaian kinerja pegawai sangat perlu dilakukan.Penilaian kinerja merupakan faktor kunci dalam mengembangkan potensi pegawai secara efektif dan efesian karena adanya kebijakan atau program yang lebih baik atas sumber daya manusia yang ada di dalam suatu organisasi. D. Menurut Benardin dan Russel yang diterjemahkan oleh Khaerul Umam ( 2010 : 190-191 ). mengemukakan bahwa. Penilaian kinerja individu sangat bermanfaat bagi pertumbuhan organisasi swcara keseluruhan. “ Penilaian kinerja adalah cara menukur kontribusi individu ( karyawan ) pada organisasi temppat bekerja mereka “. mengemukakan bahwa. Perindustrian dan Perdagangan untuk proses tindak lanjut setelah mengetahui apa kekurangan dan kelebihan dari kinerja bawahannya.

menjelaskan bahwa tujuan penilain kinerja adalah: a) Meningkatkan kinerja karyawan dengan cara membantu mereka agar menyadari dan menggunakan seluruh potensi mereka dalam mewujudkan tujuan organisasi. .Tujuan penilaian kinerja menurut Syafarudin Alwil yang dikutip oleh Khaerul Umam ( 2010 : 191 ). b) Memberikan informasi kepada karyawan dam pimpinan sebagai dasar untuk menggambil keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan. Menurut Sudarmayanti ( 2011 : 262 ). mengemukakan bahwa : “ Secara teoritis. Suatu yang bersifat evaluation harus meyelesaikan : a) Hasil penilaian digunakan sebagai dasar pemberisn kompensasi b) Hasil penilaian digunakan sebagai staffing decision c) Hasil penilaian digunakan sebagai dasar mengevaluasi system. tujuan penilaian kinerja dikategorikan sebagai suatu yang bersifat evaluation dan development. Sedangkan yang bersifat development penilaian harus menyelesaikan : a) Prestasi real yang dicapai individu b) Kelemahan-kelemahan individu yang manghambat kinerja c) Prestasi-prestasi yang dikebangkan.

penilaiannkinerja bagi organisasi adalah : a) Penyesuaian-penyesuaian kompensasi b) Perbaikan kinerja c) Kebutuhan latihan dan pengembangan d) Pengambilan keputusan dalam hal penempatan promosi.Dari devinisi tersebut dapat dikemukakan bahwa penilaian kinerja merupakan serangkaian proses untuk mengevaluasi proses atau hasil kerja seorang pegawai untuk memudahkan pemimpim dalam menentukan kebijakan bagi karyawan tersebut yang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan. mengemukakan bahwa : Kontribusai hasil penilaian merupakan suatu yang sangat berrmanfaat bagi perencanaan kebijakan organisasi. pemecatan. pemberhentia. Manfaat Penilain Kinerja Menurut Khaerul Umam ( 2010 : 101 ). mutasi. dan perencanaan tenaga kerja e) Untuk kepentingan penelitia karyawan f) Membantu diagnosis terhadap kasalahan desain karyawan. dimana pada tingkat individu ini berhubungan dengann pekerjaan. Berdasarkan beberapa uraian diatas maka kinerja individual dapat diukur. F. secara terperinci. mengacu kepada .

Fokusnya kepada hasil yang diharapkan dapat dicapai seseorang dan bagaimana kontribusi mereka terhadap pencapaian target per orang.3 3 BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3 . Bidang kegiatan utama atau tugas kunci yang merupakan bagian dari pekerjaan seseorang. departemen dan instasi. tim.tanggungjawab utama.

faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen adalah harga ppokok yang murah.A.Akasia 1 blok AE no. Faktor. kebutuhan masyarakat semakin beragam sehingga permintaan masyarakat terhadap produk pun meningkan yang ahirnya akan persaingan meningkatkan tingkat produksi. PT. Selain itu. Cahaya Murni Kasindo sebagai berikut : Visi : Cahaya Murni Kasindo bertekad menjadi perusahaan Furniture yang memimpin pasar dan memiliki citra positif serta kondusif bagi semua pihak seingga diakui sebagai asset Nasional. pemegang saham. Cahaya Murni Kasindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang munafac turing furniture. Cahaya murni kasindo yang beralamatkan di jl. dengan jumlah karyawan pabrik sebanyak 131 pekerja terdiri dari staff dan operator . Negara dan masyarakat. CAHAYA MURNI KASINDO UNIT BEKASI Pada era globalisasi saat ini. Cahaya Raya Blok O Kawasan Industri Sentul Bogor. CAHAYA MURNI KASINDO Factory Manager .Cahaya Buana Intitama Group yang beralamat di Jl. PT. Adapun Visi dan Misi PT. Untuk menghadapi kondisi tersebut. B. Misi : Cahaya Murni Kasindo adalah perusahaan furniture yang berkarya unggul dalam berbagaiaspek untuk memberikan kepuasan bagi pelanggan. mutu produk yang tinggi dan waktu pengiriman yang tepat waktu.30 kawasan Industri Delta Silicon 1 Lippo Cikarang adalah anak perusahaan dari PT. STRUKTUR ORGANISASI PT. perusahaan ini berdiri pada tahun 1990. karyawan. Sejarah singkat PT. tingkat pun semakin meningkat dari waktu ke waktu. maka perusahaan harus mampu menigkatkan daya saing dan meningkatkan kepuasan konsumen.

WH & Expedisi Spv. Head Production Production Production Production Ksr Busa Quilting Spring Bed Operator Operator Tehnik Operator Div.Div. Head F &A + WH Marketing HRD & GA Div.Head Production Div. Head Div. Head F&A + WH Spv. Head Div.Accounting Staff ACC Gudang I Expedisi Gudang II ADM ADM Keluar/Masuk barang Keluar/Masuk Barang Operator Operator .

.

Head Marketing Spv Marketing Sales Sales Couner 1 .Div.

B Security Sopir Kenek 2 .Div. Head HRD & GA Staff HRD & GA O.