You are on page 1of 115
IDENTITAS PROGRAM STUDI YANG DIUSULKAN Program Studi (PS) : Ilmu Komunikasi Nomenklatur : 610-01 Jurusan/ Departemen : Ilmu Komunikasi Fakultas : Ekonomi dan Sosial (FESOS) Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Bogor Status Perguruan Tinggi : Perguruan Tinggi Baru Alamat PS : Jalan Merdeka Nomor 118 Kota Bogor 16114 No. Telepon Unit Pengelola PS : 0251 – 8330104 No. Faksimili Unit Pengelola PS : - Homepage dan e-mail Unit Pengelola PS : www.umbo.or.id dan univmuhammadiyahbogor@gmail.com umbo789@gmail.com BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 1 IDENTITAS PENGISI USULAN PROGRAM STUDI BARU Nama : Dr. Drs. Abu Iskandar, M.Si. Tanggal Pengisian : Tanda Tangan : Nama : Drs. H. Moh. Luthfie, M.Si Tanggal Pengisian : Tanda Tangan : Nama : Adliansyah Boer, S.E., M.M. Tanggal Pengisian : Tanda Tangan : Nama : Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc. Tanggal Pengisian : Tanda Tangan : BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 2 KRITERIA 1. VISI DAN MISI 1.1 Legalitas Program studi ilmu komunikasi diusulkan oleh Badan Penyelenggara sebagai pengusul yang memiliki status sebagai badan hukum. Dokumen-dokumen pendirian badan hukum pengusul. Lampirkan dokumendokumen tersebut. Pengisian instrumen ini merupakan pengusulan pembukaan program studi baru pada UMBO, yang secara kelembagaan merupakan Perguruan Tinggi baru yang sedang diusulkan perijinannya kepada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan mengacu kepada UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Perpres No 8 tahun 2012 tentang KKNI, PP No 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, Permendiknas No 73 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan KKNI di PT, Permindiknas No 84 tahun 2013 tentang Pengangkatan Dosen Tetap, Permendiknas No 49 tahun 2014 tentang SN Dikti, Permendiknas No 95 tahun 2014 tentang pendirian, perubahan bentuk Perguruan Tinggi, Permendikbud Nomor. 095 Tahun 2014 tentang Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri serta Pendirian, Perubahan, dan Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta serta mengacu pada Prosedur Pendirian Perguruan Tinggi Swasta dan Penyelenggaraaan Program Studi Perguruan Tinggi Swasta tahun 2015 yang dikeluaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Mengacu pada sejumlah Peraturan Perundang-Undangan tersebut di atas, maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor mengeluarkan Surat Keputusan No 050/KEP/III.0/F/2014, tanggal 1 April 2015 tentang Tim Pendiri Universitas Muhammadiyah Bogor. Berdasarkan SK Tim Pendiri tersebut, maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah mengeluarkan Surat Keputusan Tm Studi Kelayakan No 036/KEP/III.o/F/2014, tanggal 8 Maret 2014. Dengan adanya studi kelayakan inilah kemudian Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bogor mengajukan permohonan ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat untuk memperoleh rekomendasi pendirian. Berdasarkan permohonan tersebut, maka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat mengeluarkan rekomendasi pendirian No. 17/II.0/B/2015, tanggal 12 Januari 2015. Kemudian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat mengajukan permohonan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memperoleh rekomendasi. Berdasarkan permohonan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan rekomendasi pendirian Universitas Muhammadoyah Bogor No 062/1.3/D/2015, tanggal 4 Februari 2015. Selain rekomendasi Pimpinan Muhammadiyah tersebut, juga memperoleh surat dukungan WalikotaBogor No503/336-umum, tanggal 30 Januari 2015 perihal rekomendasi pendirian Universitas Muhammadiyah Bogor. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 3 Berdasarkan legalitas tersebut maka ada Sembilan rancangan akademik yang akan dilakukan oleh Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Bogor sesuai BAN PTadalah sebagai berikut: 1. Rancangan Standar Visi dan Misi 2. Rancangan Standar Tata Kelola 3. Rancangan Standar Mahasiswa dan Lulusan 4. Rancangan Standar Sumber Daya Manusia 5. Rancangan Standar Pembelajaran dan Suasana Akademik 6. Rancangan Standar Penelitian 7. Rancangan Standar Pengabdian kepada Masyarakat 8. Rancangan Standar Prasarana dan Sarana 9. Rancangan Standar Keuangan 1.2 Kemanfaatan Program Studi 1.2.1 Manfaat Program Studi Ilmu Komunikasi Terhadap Institusi, Masyarakat, Serta Bangsa dan Negara Indonesia INSTITUSI: Dapat memberikan kontribusi bagi kebutuhan universitas dengan mengembangkan lulusan bidang ilmu komunikasi sebagai digital technopreneur yang paham akan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan dakwah Muhammadiyah Amar Ma’aruf Nahi Munkar sehingga pengelolaan informasi di kawasan UMBO akan lebih terkoordinasi dengan baik baik untuk kalangan internal/eksternal kampus. MASYARAKAT: Sebagai program studi yang menghasilkan tenaga ahli dalam bidang ilmu komunikasi secara tidak langsung dapat memberikan nilai guna bagi masyarakat, lembaga/institusi menyebarkan yakni peran pemerintah informasi profesi kepada dalam humas sebagai masyarakat, produksi beritanya, mediator antara peran jurnalis dalam peran penyiar dalam membawakan berita kepada khalayak sasaran dan peran ahli komunikasi digital dalam perkembangan teknologi informasi. Hal tersebut akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kecerdasan masyarakat dalam menghadapi era global persaingan bebas. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 4 BANGSA: Era globalisasi dan mengacu pada pasar bebas Asia Tenggara atau yang dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dihadapi Indonesia pada 2015 mendatang, merupakan suatu tantangan bagi PS Ilmu Komunikasi dalam meningkatkan SDM yang lebih baik terutama untuk memaksimalkan skills. Lulusan prodi Ilmu Komunikasi akan sangat dibutuhkan dalam menghadapi MEA, karena mampu memanage informasi dan komunikasi dengan baik, memediasi, menganalisis akan kondisi perusahaan, dan membina hubungan dengan media massa. Dengan tolak ukur tersebut, kebutuhan lulusan ilmu komunikasi untuk kemajuan industri-industri/perusahan besar yang turut memberikan kontribusi ekonomi pada kemajuan bangsa akan sangat dicari. Berdasarkan pada penjabaran visi, misi, cara pencapaian, dan manfaat Prodi Ilmu Komunikasi di atas tentunya Prodi Ilmu Komunikasi UMBO diharapkan menjadi program studi yang berbeda dari kebanyakan universitas, khususnya universitas di Bogor. Pengembangan kewirausahaan dipersiapkan agar para lulusan berani menciptakan lapangan kerja, mengenal seluk beluk perusahaan, memperhitungkan risiko bisnis, dan sebagainya, sehingga para lulusan menjadi berani berwirausaha atau berbudaya menjadi pewirausaha. Kota Bogor yang memiliki beberapa industri kreatif memberikan peluang bagi Prodi Ilmu Komunikasi UMBO untuk membekali para mahasiswanya yang mau dan mampu bersaing sesuai dengan tuntutan pasar. Dengan unit usaha yang dimiliki UMBO tersebut diharapkan visi misi renstra UMBO dalam prodi Ilmu Komunikasi dapat tercapai. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 5 1.2.2. Kemampuan dan Potensi Institusi Dalam Mengelola Program Studi Beberapa kemampuan dan potensi Universitas Muhammadiyah dalam mengelola program studi Ilmu Komunikasi sebagai berikut : a) Muhammadiyah adalah organisasi sosial keagamaan yang sudah besar dan bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, amal usaha, dan lain-lain. b) UMBO (UMBO) akan mengangkat SDM Dosen Tetap 6 orang (sesuai dengan ketentuan minimal PS) untuk tahap pertama pendirian sebagai tenaga inti dan secara bertahap menambah jumlah dosen tetap seiring perkembangan jumlah mahasiswa sesuai standar rasio dosen dan mahasiswa serta mengangkat Dosen Luar Biasa yang kompeten (sesuai kebutuhan proses pembelajaran di seluruh semester) dalam jumlah yang cukup sehingga dalam waktu tidak lama akan mencapai Tingkat Akreditasi Prodi B atau A. c) UMBO akan menggunakan proses cara belajar Student Center Learning (SCL) untuk menumbuhkan keterampilan belajar (learning skill), berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), berpikir ilmiah (scientific thinking), leadership, dan keperdulian pada kebutuhan masyarakat umum. Selain belajar di kampus , UMBO akan mengundang para pakar Ilmu Komunikasi, praktisi digital dan entepreuner sukses yang terkait dengan PS sebagai dosen tamu . d) UMBO juga akan akan mengangkat Tenaga pendukung (Pustakawan, Laboran, Analis, Teknisi, Operator, Programmer dan Tenaga Administrasi) yang bermutu (qualified) dalam jumlah yang cukup sehingga proses pembelajaran berjalan efektif, efisien, dan kompetitif. e) UMBO akan membangun perpustakaan yang berisi buku dan jurnal dalam bentuk konvensional maupun elektronik (e-book, e-jurnal) dalam jumlah memadai. f) UMBO akan membangun kampus di atas lahan seluas 1 ha untuk bangunan ruang untuk kelas, laboratorium, workshop, asrama mahasiswa serta pengembangan unit bisnis di setiap Prodi. g) Organisasi dan tata kelola UMBO dilaksanakan sesuai Peraturan Pemerintah, Statuta, peraturan pendukung lainnya, serta menerapkan ISO 9001:2008 sebagai sistem manajemen mutu. h) UMBO akan menerapkan SIM berbasis teknologi informasi di seluruh aspek kegiatan universitas yang mencakup akademik dan keuangan guna memudahkan melakukan kontrol dan pengambilan tindakan cepat untuk mengatasi masalah. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 6 1.3. Keunggulan Aspek Spesifikasi Program Studi yang Diusulkan 1.3.1. Keunggulan dan Posisi Program Studi yang Diusulkan dalam Bidang Ilmu Dengan melihat komposisi bidang kajian dari program studi pendidikan pembanding yakni Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Prodi Komunikasi UGM, Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, dan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Universitas Pakuan Bogor, Universitas Juanda dan UIKA Bogor. Keunggulan dari prodi Ilmu Komunikasi ini terletak pada bidang komunikasi pemasaran, strategi media, periklanan, komunikasi perusahaan, kewirausahaan serta bidang kajian ilmu komunikasi yang mendukung terciptanya lulusan berjiwa digital technopreneur. Bidang ilmu komunikasi tersebut memiliki tujuan kepada mahasiswa UMBO yang nantinya akan diajarkan beberapa mata kuliah yang mengembangkan keterampilan serta keahlian di bidang komunikasi. Karakteristik program studi ilmu komunikasi yang akan dimiliki antaranya: a) Meningkatkan keunggulan yang kompetitif dalam ilmu komunikasi dengan konsentrasi jurnalistik dan humas yang tidak terlepas dari sains dan teknologi untuk mengembangkan sumber daya manusia; b) Mengembangkan nilai-nilai komunikasi dilihat dari konteks sosial budaya dan ekonomi berdasarkan nilai-nilai islami yang berguna bagi masyarakat dan bangsa; c) Memadukan ilmu pengetahuan (komunikasi) dan teknologi; dan d) Mengembangkan seni budaya dan ekonomi yang merujuk pada perilaku uswah hasanah (teladan yang baik) 1.3.2. Hubungan Program Studi Ilmu Komunikasi yang Diusulkan Dengan Program Studi Lain Pada Institusi Pengusul Ditinjau dari Aspek Kurikulum Program studi ilmu komunikasi yang diusulkan dengan program studi yang lain tidak ada kaitannya. Dengan demikian kurikulumnya pasti berbeda secara keseluruhan. Program studi ilmu komunikasi yang diusulkan lebih fokus pada bagaimana mengembangkan dan menerapkan ilmu komunikasi dalam semua instansi baik instansi pemerintah, swasta, maupun organisasi non-profit. Hubungan Program Studi Ilmu Komunikasi dengan program studi lain digambarkan dalam Tabel 1.1. berikut : BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 7 Tabel 1.1. Hubungan Program Studi Ilmu komunikasi dengan Program Studi lain Program Studi No . Nama Kode Rumpun Ilmu Kurikulum 1 Kimia 61-401 Alam 80% Beda 2 Biologi 61-403 Alam 80% Beda 3 Fisika 61-404 Alam 80% Beda 4 Informatika 61-501 Format 80% Beda 5 Teknologi Industri Pertanian 61-601-07-03-01 Terapan 80% Beda 6 Manajemen 61-603-02 Terapan 80% Beda 7 Pendidikan Olahraga 61-604-03-14 Terapan 90% Beda 8 Pendidikan Biologi 61-604-03-20-01-01 Terapan 90% Beda 9 Teknik Elektro 61-605-07 Terapan 70% Beda 10 Teknik Lingkungan 61-605-11 Terapan 90% Beda 11 Teknik Industri 61-605-13 Terapan 90% Beda 12 Hukum 61-611 Terapan 90% Beda Prodi Ilmu Komunikasi dengan prodi lain tidak memiliki kesamaan baik itu dalam mata kuliah peminatan dan praktiknya. Adapun yang memiliki kesamaan hanya terletak pada mata kuliah wajib nasional Agama, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Bahasa Inggris, Kewirausahaan serta mata kuliah khusus yang menjadi ciri dari UMBO adalah Al Islam Ke-muhammadiyah-an yang diajarkan pada semester awal. Bobot SKS pada kurikulum Ilmu Komunikasi selain teoritis, mahasiswa diperkaya dalam praktik. Secara keseluruhan jumlah SKS dalam kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO (UMBO) mengacu kepada Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa. Dengan jumlah maksimal SKS sebesar 160 SKS dan sekurang-kurangnya 144 SKS. Jumlah SKS tersebut dengan memperhitungkan pula komponen kurikulum yang terdiri atas : kurikulum inti dan kurikulum institusional. Pertimbangan lainnya bahwa Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO tidak terlepas dari program dan kebijakan universitas yang berada di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah sebagai amal usaha Muhammadiyah, yaitu penguatan kurikulum institusional dalam bidang mata kuliah Al-Islam dan ke-Muhammadiyah-an. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 8 1.4. Visi Keilmuan, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) serta Strategi Pencapaian Sasaran Program Studi Ilmu Komunikasi 1.4.1. Proses Penyusunan VMTS (Pengembangan Bidang Ilmu Dan Bidang Kajian Dalam 10 Tahun Yang Akan Datang) dan Strategi Pencapaian Sasaran Program Studi yang Diusulkan Berikut Pihak-Pihak yang Terlibat. Proses penyusunan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Pencapaian Sasaran ini dimulai dari masalah-masalah teknologi informasi pada bidang ilmu komunikasi yang terjadi di masyarakat baik semakin tumbuh dan berkembangnya teknologi dan ilmu komunikasi nasional, adanya variasi ilmu komunikasi yang belum di pahami dan dikuasai secara benar, semakin bebasnya informasi yang berasal dari televise, internet maupun radio yang kadang-kadang bersifat ambifalens pada kehidupan sosial kemasyarakatan. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan Prodi Ilmu Komunikasi untuk memformulasikan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Pencapaian Sasaran yang representatif atau paling tidak mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.Pihakpihak yang terlibat dalam penyusunan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Pencapai Sasaran adalah Praktisi Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Komunikasi, Media Komunikas maupun Manajemen Komunikasi sebaga tenaga pengajar dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor dengan lulusan S2 pada perguruan tinggi ternama di Indonesia. Visi Keilmuan, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pencapaian (VMTS) Visi Keilmuan Program Studi Ilmu Komunikasi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor (UMBO) mempunyai peluang untuk menyelenggarakan prodi yang memiliki banyak peminat serta mengacu kepada tujuan UMBO. Visi, Misi dan Tujuan pendirian Program studi Ilmu Komunikasi UMBO adalah menjadi program studi yang menghasilkan sarjana ilmu komunikasi yang kompeten, profesional dan terikat pada “Digital Scientific Community”, mempunyai / mahir dalam keahlian khusus di berbagai konsentrasi Ilmu Komunikasi, berjiwa technoenterpreneurship, kreatif, inovatif, jujur, amanah, peduli pada lingkungan sosial kemasyarakatan, mempunyai kesiapan mental dalam menghadapi pasar bebas dan berlandaskan iman dan taqwa BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 9 Misi Misi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadyah Bogor yakni : a) Menyelenggarakan sistem pengelolaan program studi yang baik (good governance) untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam bidang komunikasi yang mampu membekali mahasiswa untuk berbisnis dan berkompetensi secara global yang dilandasi oleh nilai-nilai Al-Islam dan Ke-muhammadiyah-an; b) Melaksanakan kegiatan penelitian dalam rangka meningkatkan ilmu komunikasi secara berkesinambungan dengan mengikuti perkembangan ilmu; c) Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pengaplikasian ilmu untuk kepentingan peningkatan kualitas hidup atau tujuan-tujuan program studi yang lebih luas dalam rangka ikut memecahkan persoalan dunia maupun nasional, terutama dalam bidang Ilmu Komunikasi; d) Melaksanakan kerjasama dengan instansi dalam negeri dan luar negeri guna meningkatkan kualitas lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO; dan e) Melaksanakan pencapaian visi, misi dan Renstra UMBO dalam sinergisitas antara UMBO, Pemerintah, dan dunia usaha yang tujuannya mengembangkan rasa kepedulian terhadap sesama individu maupun masyarakat di sekitar. Tujuan Tujuan pendidikan Program Studi di Ilmu Komunikasi UMBO adalah: a) Terwujudnya sistem pengelolaan program studi yang baik (good governance) untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang mampu membekali mahasiswa untuk berkompetensi secara global yang dilandasi oleh nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhamadiyahan; b) Terlaksananya kegiatan pengembangan ilmu komunikasi dalam memanfaatkan teknologi komunikasii untuk berkompetensi dalam bidang kehumasan (public relation), penyiaran (broadcasting), jurnalistik (jurnalis), komunikasi pemasaran (marketing communication), komunikasi politik, editor, fotografer, public speaking, protokoler; c) Terlaksananya kegiatan penelitian dalam rangka meningkatkan ilmu komunikasi secara berkesinambungan dengan mengikuti perkembangan ilmu; BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 10 d) Terwujudnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pengaplikasian ilmu untuk kepentingan peningkatan kualitas hidup atau tujuan-tujuan program studi yang lebih luas dalam rangka ikut memecahkan persoalan dunia maupun nasional, terutama dalam bidang Ilmu Komunikasi; e) Terwujudnya kerjasama dengan instansi dalam negeri dan luar negeri guna meningkatkan kualitas lulusan program studi ilmu komunikasi UMBO. f) Terwujudnya pencapaian visi, misi dan Renstra UMBO dalam sinergisitas antara UMBO, Pemerintah, dan dunia usaha yang tujuannya mengembangkan rasa kepedulian terhadap sesama individu maupun masyarakat sekitar. 1.4.2. Kejelasan dan Kerealistikan VMTS dan Strategi Pencapaian Sasaran Program Studi Ilmu Komunikasi Mencakup Aspek Tridharma Perguruan Tinggi Untuk Pengusulan Program Studi Baru Pada Perguruan Tinggi Lama. Lampirkan Renstra Mengenai Rancangan Program Studi. Kejelasan dan kerealistikan VMTS dan strategi pencapaian sasaran program studi ilmu komunikasi yang menjalankan aspek Tridharma perguruan tinggi meliputi : a) Meningkatkan kompetensi dosen dengan cara berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dalam bidang ilmu komunikasi; b) Menghadirkan dosen ahli ilmu komunikasi yang memiliki banyak pengalaman untuk mendapatkan tambahan pengetahuan/materi untuk dosen komunikasi UMBO; c) Mengembangkan penelitian dosen dalam bidang ilmu komunikasi untuk dipublikasikan di tingkat nasional maupun internasional; d) Mengembangkan bahan ajar dari hasil penelitian dosen dalam bidang ilmu komunikasi teoritis maupun terapan. e) Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi terkini serta mengoptimalkan pelayanan kepada mahasiswa melalui metode pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kualitas lulusan. f) Mengirimkan tugas belajar dosen ke jenjang S2 minimal 2 orang per tahun dan tenaga kependidikan minimal 1 orang per tahun ke jenjang S1. g) Melakukan pengabdian masyarakat minimal 2 kali per tahun untuk setiap dosen pada setiap tahunnya. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 11 h) Menghasilkan lulusan mahasiswa program studi ilmu komunikasi yang berjiwa digital enterpreneur yang berakhlakul karimah. i) Menyelenggarakan kegiatan magang/kerja paraktek bagi mahasiswa dalam bidang komunikasi untuk membantu penyelesaian tugas akhir/skripsi. 1.4.3. Tahapan-Tahapan Strategi Pencapaian Sasaran Disertai dengan Capaian yang Terukur. Lampirkan Dokumen Pendukung Kegiatan dan indikasi untuk strategi pencapaian tujuan Program Studi Ilmu Komunikasi, seperti ditunjukkan pada Tabel 1.2. Tabel 1.2: Kegiatan dan Indikasi Strategi Pencapaian Tujuan Program Studi Ilmu Komunikasi No. Kegiatan Indikasi (1) (2) (3) 1 Penyelenggaraan pendidikan dan (a) Terdapat standar mutu dan SOP (Standard Operating Procedure) pengajaran berbasis mutu ilmu (b) Ketersediaan silabus, rencana pembelajaran komunikasi dalam lingkungan semester, handout (materi ajar), sarana laboratorium akademik yang Islami yang sesuai dengan perkembangan keilmuan (c) Menghadirkan dosen tamu (pakar/profesional/praktisi) untuk menambah wawasan dosen dan mahasiswa 2 3 4 5 Terselenggaranya proses belajar mengajar dengan pemanfaatan prasarana dan sarana konvensional dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK, ICT) Ketersediaan dosen dan tenaga kependidikan yang memadai di bidang ilmu komunikasi Terciptanya suasana kerja yang mencerminkan lingkungan kampus bernuansa islami Peningkatan kualitas dan kuantitas penyelenggara an penelitian dan pengab dian pada masyarakat di bidang ilmu komunikasi a) Tatap muka dalam suasana akademik masyarakat ilmiah (ceramah, diskusi, dan lainnya) b) Praktikum di laboratorium dan praktik lapangan c) Ketersediaan e-lecturing, e-library, e-journal, ebook, dan e-learning. (a) Rasio dosen dan mahasiswa maksimal 1:30 (b) Rasio pegawai dengan mahasiswa maksimal 1:45 (c) Dosen pendidikan minimal S2 sesuai bidang ilmu a) Sholat berjamaah/individu b) Pengajian rutin c) Penceramah khusus (a) Rasio penelitian dosen (b) Rasio penelitian dosen yang dibiayai pihak luar per tahun (c) Rasio penelitian dosen yang dipublikasikan di jurnal penelitian (d) Rasio pengabdian kepada masyarakat oleh dosen secara individu dan kelompok per tahun (e) Rasio pengabdian kepada masyarakat hasil kerja sama dosen dan berbagai stakeholder per tahun BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 12 (1) 6 7 (2) Peningkatan kualitas proses belajar mengajar mengenai ilmu komunikasi Peningkatan hubungan kerja sama dengan berbagai stakeholder 8 Peningkatan kualitas mutu pelayanan pendidikan ilmu komunikasi 9 Peningkatan kualitas (mutu) lulusan program studi ilmu komunikasi (3) (a) Penyelenggaraan proses kegiatan belajar mengajar berdasarkan kurikulum berbasis KKNI dan perkembangan ilmu komunikasi (b) Muatan materi mata kuliah pilihan yang memberikan kompetensi sesuai kebutuhan pasar (c) Setiap dosen memiliki perencanaan kegiatan akademik pada setiap awal semester (d) Pelaksanaan evaluasi kegiatan akademik dan mutu kinerja akademik program studi ilmu komunikasi minimal setiap akhir semester (e) Pelaksanaan kurikulum yang mempunyai relevansi dengan misi dan program studi ilmu komunikasi untuk mendukung mata kuliah keahlian dan pilihan (a) Terjalin kegiatan kerja sama dengan berbagai stakeholder ilmu komunikasi dibidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat bagi dosen (b) Terjalin kerja sama dengan beberapa Instansi Pemerintah,swasta, maupun BUMN/BUMD sebagai tempat praktik mahasiswa baik untuk riset, bakti sosial, maupun kuliah kerja lapangan (a) Tercapai kepuasan stakeholder (dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pengguna alumni) (b) Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Program Studi Ilmu Komunikasi dengan indikator peningkatan jumlah mahasiswa baru setiap tahunnya. (a) Lulusan yang mempunyai keahlian manajerial dan kewirausahaan (b) Kemampuan Bahasa Inggris lulusan dengan indikator TOEFL (c) IPK rata-rata lulusan sebesar 3,50 (d) Penyelesaian studi rata-rata 4 tahun BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 13 KRITERIA 2. TATA KELOLA 2.1. Sistem Tata Kelola Sistem tata kelola berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi dan peran dalam program studi ilmu komunikasi. Tata kelola didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata kelola (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata kelola yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi melalui peraturan dan prosedur yang jelas. 2.1.1. Uraikan Secara Ringkas Rancangan Sistem Dan Pelaksanaan Tata Kelola di Program Studi Ilmu Komunikasi yang Diusulkan Mampu Menjamin Terwujudnya Visi Keilmuan, Terlaksananya Misi, Tercapainya Tujuan, dan Berhasilnya Strategi yang Digunakan Secara Kredibel, Tranparan, Akuntabel, Bertanggung Jawab dan Adil. Jelaskan Bahwa Program Studi yang Diusulkan Dikelola Oleh Unit Pengelola Program Studi yang Disusun dan Ditetapkan Oleh Badan Penyelenggara. Untuk kelancaran proses belajar mengajar di Program Studi, perlu ada penanggungjawab di Program Studi tersebut. Penanggungjawab tersebut adalah Ketua Program Studi dan dibantu Sekretaris Program Studi. Ketua Program Studi bertanggugngjawab atas jalannya proses belajar mengajar dan bertanggungjawab kepada Dekan Fakultas. Sedangkan Sekretais Program Studi bertanggungjawab terhadap ketatausahaan Program Studi, mulai dari penyiapan KRS, KHS, Daftar hadir, format penilaian,, dosen penasehat akademik, penyiapan dosen=dosen yang mengasuh mata kuliah, penyiapan proposal Skripsi, Skripsi, Dosen Pembimbing dan lain-lain, dan bertanggungjawab kepada Ketua Program Studi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 14 Untuk itu perlu ada legalitas kedudukan Ketua Program Studi. Dengan demikian maka perlu diadakan pemilihan Ketua Program Studi oleh dosen-dosen Program Studi yang bersangkutan. Setelah pemilihan, suara pemenang, Ketua Program Studi yang bersangkutan memilih Sekretaris Program Studi untk diajukan kepada Rektor untuk ditetapkan SK. Kebijakan yang bersifat konsepsional di tangan Rektor, sedangkan kebijakan yang bersifat operasional di tangan Dekan. Sedangkan pelaksana akademik adalah Ketua Program Studi dan Sekretaris yang didukung dengan sarana dan prasarana belajar seperti infocus, Whiteboard, Spidol, dan lain-lain. Dengan mekanisme seperti ini diharapkan Ketua Program Studi akan melakukan tugasnya secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil. Organ-organ yang terlibat dalam pengusulan Program Studi ini Dosen penasihat akademik (PA) di SK-kan oleh Dekan Fakultas yang berfungsi membimbing dan mengevaluasi mahasiswanya baik pengisian KRS, KHS, maupun progres studi mahasiswa bimbingannya, sedangkan dosen pengasuh mata kuliah bertugas menyusun silabi, SAP, RPS dan lain-lain dan diberikan kepada Ketua Program Studi untuk di dokumentasikan, sehingga memudahkan control dan evaluasi bagi Ketua Program Studi, Gugus Penjaminan Mutu di tingkat Fakultas, Gugus Kendali Mutu di tingkat Program Studi, dan Lembaga Penjaminan Mutu di tingkat Universitas. Sistem tata kelola seperti di atas, diharapkan akan berjalan secara efektif karena melalui mekanisme yang disepakati bersama di tingkat Program Studi maupun di tingkat Fakultas. Mekanisme tata kelola Program Studi seperti ini dapat memelihara jalannya proses belajar mengajar dll, karena itu harusdisosialisasikan kepada semua unsur, sehingga masing-masing unsur memahami akan fungsi, dan peran dalam program studi. Dengan demikian, akan dibuat peraturan akademik atau SOP sehingga semua unsur yang terlibat mematuhi peraturan tersebut, dan dengan demikian proses belajar mengajar berjakan lancer sesuai dengan peraturan dan SOP yang ada Peraturan dan SOP yang ada berisikan berbagai hal seperti etika dosen dalam menjalankan tugas seperti kedisiplinan dalam mengajar baik penyiapan silabi, SAP, dan RPS, sampai kepada pemberian materi kuliah sesuai jumlah tatap muka yang telah ditetapkan. Etika mahasiswa dalam mengikuti kuliah seperti mengikuti kuliah di atas 75 persen, mengikuti, UTS dan UAS serta lain-lainnya. etika tenaga kependidikan dalam menata administrasi baik administrasi akademik, administrasi kemahasiswaan, administrasi kearsipan dan lain-lain. Sistem penghargaan terhadap dosen, mahasiswa dan karyawan yang berprestasi berupa piagam penghargaan, kenaikan gaji dan pangkat secara istimewa, dan pemberian sanksi terhadap dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan yang melanggar peraruran seperti pemberhentian sebagai dosen, mahasiswa, karyawan, dan lain-lain. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 15 Tata pamong, kepemimpinan, dan sistem pengelolaan, yang diungkapkan di atas, perlu di awasi dan di control oleh Lembaga Penjaminan Mutu Tingkat Universitas, Gugus Penjaminan Muti Tingkat Fakultas, dan Gugus Kendali Mutu Tingkat Program Studi. Ketiga Lembaga ini secara sinergitas mengontrol dan mengawasi mutu program studi baik yang menyangkut pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Adapun organ-organ yang terlibat dalam pengelolaan Program Studi seperti pada Tabel 2.1. sebagai berikut : Tabel 2.1. Nama-NamaOrgan Dalam Program Studi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Organ Rektor Dekan Ketua Program Studi Sekretaris Program Studi Ketua Gugus Penjaminan Mutu Fakultas Ketua Gugus Kendali Mutu Prodi Direktur Lembaga Penjaminan Mutu Dosen Penasehat Akademik Dosen pengasuh mata kuliah Dosen pembimbing skripsi Fungsi Membuat Kebijakan Konsepsional Membuat Kebijakan Operasional Pelaksana akademik proses belajar mengajar dll Pelaksana tata usaha atau administrasi Pengawasan Mutu dari Fakultas Pengawasan Mutu dari Prodi Pengawasan Mutu Prodidari Universitas Pengawasan KRS, KHS mahasiswa dll Pelaksana proses belajar mengajar, dll Pelaksana proses penyelesaian skripsi, dll BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 16 2.1.2. Rencana Sistem Penjaminan Mutu Program Studi Ilmu Komunikasi Mencakup Aspek Pelaksana Fungsi Penjaminan Mutu, Dokumen Mutu (Kebijakan, Manual Mutu, Baku Mutu, Dan Prosedur Mutu), dan Tim Mutu di Tingkat Institusi/Fakultas/Jurusan 2.1.2.1. Rencana Sistem Penjaminan Mutu Program Studi Ilmu Komunikasi Mencakup Aspek Pelaksana Fungsi Penjaminan Mutu Rencana sistem penjaminan mutu program studi ilmu komunikasi terkait aspek pelaksanaan fungsi penjaminan mutu mengacu pada proses pelaksanaan catur darma pergurun tinggi adalah suatu keniscayaan dalam menghadapi kompetisi dan tuntutan pemangku kepentingan eksternal. Upaya peningkatan mutu secara terus-menerus yang akan dilakukan di perguruan tinggi diharapkan akan menumbuhkan budaya mutu sehingga akan tercapai peningkatan standar yang berkelanjutan. Perkembangan mutu yang diharapkan persyarikatan Muhammadiyah melalui BPH sebagai badan pengelola lembaga secara terus-menerus. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pelaksanaan penjaminan mutu di perguruan tinggi terselenggara merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Sistem penjaminan mutu dilakukan atas dasar Penjaminan Mutu Internal (PMI), Penjaminan Mutu Eksternal (PME), dan Evaluasi Program Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED), diaman EPSBED telah mengalami penyempurnaan dan juga sebutan yang berubah menjadi Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang dikaitkan dengan penyelenggaraan program studi ilmu komunikasi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 17 2.1.2.2. Dokumen Mutu (Kebijakan, Manual Mutu, Baku Mutu, dan Prosedur Mutu) Dokumen Mutu pada kebijakan unit penjamin mutu internal perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Muhammadiyah Bogor mengacu pada permendikbud no 49 tahun 2014, yang mencakup pada standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, standar pembiayaan pembelajaran. Semau aspek tersebut telah dijelaskan secara rinci dalam manual book standar mutu perguruan UMBO. Kebijakan standar mutu internal sepenuhnya mengacu pada SK Rektor / peraturan Universitas Muhammadiyah Bogor tentang penjaminan mutu pembelajaran di setiap prodi yang ada di lingkungan UMBO. Berdasarkan Sk tersebut maka rektor melalaui lembaga penjamin mutu internalnya memegang kendali penuh dalam pengawasan system pembelajaran secara keseluruhan di UMBO. Adapun secara teknis pelaksanan penjaminan mutu internal ada lembaga penjamin mutu internal UMBO. Lembaga penjamin mutu internal adalah lembaga otonom yang dibentuk oleh Rektor melalui SK Rektor dimana lembaga tersebut berada dibawah koordinasi Rektor. Peran dan tugas lembaga tersebut membeikan instrument penilian yang disebarkan kepada seluruh Prodi yang ada di lingkungan UMBO melalui unit kerja di fakultas ekonomi dan sosial. Selain dari itu lembaga penjamin mutu internal itupun menetapkan beberapa standar dasar penalayanan yang mencakup standar proses pendidikan, standar proses pembelajaran, standar penilian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran program studi ilmu komunikasi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 18 2.1.2.3. Tim Mutu di Tingkat Institusi/Fakultas/Jurusan Tim mutu kerja dari lembaga penjamin mutu internal institusi, fakultas dan jurusan. Dimana posisi lembaga penjamin mutu ia berada di antara dekan dan rektor. Bentuk dari alur kejanya yakni melakukan pengawasan terhadap sistem kerja prodi yang ada di tiap fakultas. Sementara hubungan antara lembaga penjamin dengan rektor dan dekan sebatas koordinasi bukan garis instruktif. Hal itu dikarenakan karena lembaga penjamin mutu pada sejatinya ia berada di luar garis kerja dekan. Lembaga penjamin mutu internal UMBO bekerja sebagai kepanjangan rektor yang berwenang untuk mengawasi sistem kerja baik itu bersifat akademik, administrasi maupun penelitian. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari Gambar 2.1. di bawah ini : REKTOR PENJAMINAN MUTU LP3M WR I WR II WR III DEKAN FAKULTAS WAKIL DEKAN KETUA PRODI SEKRETARIS PRODI LABORAN B.A.U KABAG TU DOSEN PUSTAKAWAN B.A.A.K Gambar 2.1. Tim Mutu di Tingkat Institusi/Fakultas/Jurusan Dari bagan diatas dapat dipahami bahwa lembaga penjamin mutu ia akan melakukan koordinasi dengan dekan sebelum melakukan monitoring dan evaluasi. Setelah monitoring selesai maka laporan langsung ditembuskan kepada rektor untuk dintindak lanjuti sebagaimana kewenangan yang dimiliki oleh Rektor. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 19 2.1.3. Upaya yang Akan Dilakukan Oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Untuk Menjamin Keberlanjutan Program Studi Ilmu Komunikasi Meliputi Peningkatan Animo Calon Mahasiswa, Peningkatan Mutu Manajemen, Peningkatan Mutu Lulusan, Pelaksanaan Dan Hasil Kerjasama Kemitraan, dan Perolehan Dana Hibah Kompetitif. Bogor sebagai kota tujuan, mempunyai beberapa kawasan andalan, diantaranya adalah: sektor agribisnis, pariwisata, industri kreatif, dan jasa yang berwawasan lingkungan dalam menghadapi persaingan global harus diletakkan di atas kekuatan sumber daya manusia (SDM) setempat dalam melaksanakan program tersebut. Tanpa adanya ketersediaan SDM yang kredibel serta kapabel, maka segala upaya tersebut jauh dari harapan yang diinginkan. Sejumlah lembaga pendidikan dengan ragam bidang kajian tumbuh dan berkembang di daerah Bogor. Namun, sampai saat ini belum ada dari lembaga pendidikan tersebut menyelenggarakan bidang komunikasi yang berorientasi pada kewirausahaan yang bernuansa Islam. Ilmu Komunikasi merupakan jurusan favorit dengan jumlah peminat yang tinggiUpaya yang akan dilakukan oleh program studi ilmu komunikasi dalam mengakomodir keberlanjutan animo calon mahasiswa sebagai jurusan favorit SNMPTN pada tahun 2014 yang disajikan pada Tabel 2.2. Tabel 2.2. Jurusan Favorit SNMPTN 2014 No. Jurusan 1 Manajemen 2 Akuntansi 3 Teknik Informatika/Ilmu Komputer/Teknologi Informasi 4 Pendidikan Guru Sekolah Dasar 5 Hukum/Ilmu Hukum 6 Pendidikan Dokter 7 Psikologi/Ilmu Psikologi 8 Ilmu Komunikasi 9 Farmasi 10 Ilmu Kesehatan Masyarakat Sumber: www.seputarkampus.com Jumlah Peminat 144.374 110.851 97.775 81.181 70.310 60.870 59.133 54.743 49.598 48.162 Kebutuhan yang sangat masuk akal, bila rencana daerah Bogor sebagai penyangga pengembangan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK) ditetapkan. Implikasinya adalah sektor-sektor andalan yang telah disebutkan di atas akan semakin bergairah sehingga membuat ketertarikan investor untuk menanamkan modalnya di daerah Bogor sehingga keadaan tersebut bisa menjadi peluang bagi para pengusaha muda untuk peningkatan mutu manajemen dan mengembangkan potensinya, terutama yang berkaitan dengan bidang komunikasi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 20 Aspek potensi media yang tersedia didaerah Bogor sangat pesat dalam perkembangannya. Media massa yang terbagi atas kategori media massa cetak seperti surat kabar, tabloid, dan majalah, serta media massa elektronik, yakni televisi dan radio; sedangkan media online terbagi atas website, blog, aplikasi media sosial, forum online, dan perangkat multimedia lainnya. Sementara, dari segi cakupan/skala, media massa yang ada di daerah Bogor sangat bervariatif, mulai dari media berskala lokal, nasional dan regional. Aspek potensi media ini pun akan sangat membutuhkan orang-orang yang profesional, kredibel, dan kompeten dalam bidang komunikasi sehingga menjadi potensi untuk pengembangan dunia usaha. Atas dasar pertimbangan itulah, Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar harus mampu mencetak kader yang tangguh sebagai insan mandiri serta berjiwa enterpreneurship, sehingga bisa mengembangkan institusi dan berperan aktif, salah satunya dalam bidang komunikasi. Harapan Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO adalah meningkatkan pembangunan manusia yang dapat membentuk manusia yang berharga dan diakui kemanusiaannya. Guna menghadapi persaingan dari berbagai sektor kehidupan, selaras dengan misinya, ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, adalah langkah yang cerdas apabila di UMBO membuka Program Studi Ilmu Komunikasi dengan peminatan bidang kehumasan (public relation), penyiaran (broadcasting), jurnalistik (jurnalis) dan komunikasi pemasaran (marketing communication), untuk menghasilkan insan-insan yang berjiwa digital- enterpreneurship. Agar terlaksana dengan baik pengelolaan SDM tersebut Program Studi Ilmu Komunikasi berusaha mengenali potensi mahasiswa dengan tepat sasaran, sehingga mahasiswa bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Program studi ilmu komunikasi memiliki nilai lebih dalam orientasi pada pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk peningkatan mutu lulusan juga sangat diperlukan untuk menghadapi era persaingan pasar bebas. Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi dibekali dengan kemampuan, keterampilan, etika, dan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar, mampu memberikan analisis kritikal, menguasai aplikasi media kreatif, kemampuan manajerial, mengelola kampanye marketing seperti: menciptakan komunikasi yang baik sehingga dapat membina relasi yang baik sehingga memperoleh networking dan kerjasama yang saling menguntungkan bagi perusahaan atau pun bagi negara. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 21 Pelaksanaan dan hasil kerjasama kemitraan melalui dukungan kerja sama dalam pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi yang diusulkan. Kerja sama yang telah dibangun oleh Ilmu Komunikasi UMBO dengan instansi lain terutama dalam lingkup persyarikatan, radio komunitas, radio swasta, media massa lokal / nasional dan media televisi swasta untuk membantu pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi. Setiap dosen dapat mengajukan proposal penelitian dan pengabdian pada masyarakat secara kompetitif, kurang lebih seperti pengajuan proposal ke Ditjen Belmawa, Kemenristidikti. Dosen 'terpilih' diberi dana untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam bidang ilmu komunikasi. Demikian pula, jika Universitas Muhammadiyah Bogor telah memperoleh izin operasional, maka dapat mengajukan proposal ke Ditjen Belmawa melalui hibah kompetitif per tahun. Perolehan dana hibah kompetitif yang diterima Prodi Ilmu Komunikasi dapat digalang melalui Kemenristek Dikti serta badan khusus lainnya. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 22 KRITERIA 3. MAHASISWA DAN LULUSAN 3.1. Perencanaan Penerimaan Mahasiswa Program studi ilmu komunikasi harus memiliki perencanaan yang baik tentang jumlah mahasiswa baru yang akan diterima dalam 4 (empat) tahun pertama yang menjamin keberlanjutan, terpenuhinya kualitas layanan minimum, dan ketercapaian pembelajaran (harap memperhatikan kebijakan buka/tutup program studi jika jumlah mahasiswa baru tidak cukup). Perencanaan tersebut harus didukung oleh rencana pengembangan kapasitas SDM dan sarana/prasarana dan analisis proyeksi calon mahasiswa serta target penyerapan lulusan. Dalam perencanaan ini, program studi ilmu komunikasi perlu memperhatikan keadaan atau kebutuhan di tingkat nasional, regional dan internasional. Mekanisme rekrutmen mahasiswa baru di Program Studi Ilmu Komunikasi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun pertama yang menjamin keberlanjutan, dilakukan berdasarkan penilaian kemampuan akademik dan non-akademik. Calon mahasiswa menulis surat permohonan kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Sosial untuk memperoleh berkas pendaftaran. Calon Mahasiswa mengisi semua lembar isian pendaftaran dan mengirimkannya kembali lengkap dengan transkrip SMA/SMK resmi ke Dekan Fakultas yang menaungi Prodi Ilmu Komunikasi. Calon mahasiswa dianjurkan untuk mendaftarkan diri sedini mungkin. Berkas pendaftaran paling lambat sudah diterima oleh panitia pada waktu yang telah ditentukan oleh panitia seleksi. Syarat-syarat minimum yakni memiliki Ijazah SMA/SMK/sederajatnya yang ditandasahkan oleh pendidikan nasional dan pemerintah. Penerimaan berstatus penuh melalui tahapan-tahapan: a) cara mendaftar, b) biaya pendidikan, c) program alih tahun, dan d) administrasi akademik. a) Cara Mendaftar Surat permohonan untuk menjadi calon mahasiswa Program Studi SI Ilmu Komunikasi oleh pemohon sendiri dengan menyatakan program studi yang diminati. Surat lamaran untuk menjadi calon mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO dalam rangkap dua dilengkapi: 1) Mengisi formulis isian Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor; 2) Ijasah yang telah dilegalisir dan distahkan oleh ketentuan yang berlaku; 3) Surat keterangan kesehatan; 4) Riwayat hidup; BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 23 5) Surat ijin persetujuan dari atasan bagi pelamar yang bekerja; 6) Bukti pembayaran resi wesel pos dan seleksi masuk; dan 7) Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak dua lembar. b) Biaya Pendidikan Diharapkan agar calon mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor diwajibkan membayar biaya pendidikan per semester dan dapat berubah setiap tahun sesuai keputusan Rektor UMBO dan dapat ditanyakan kepada Tata Usaha prodi Ilmu Komunikasi UMBO. c) Program Alih Tahun Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO juga menyediakan seperangkat mata kuliah dalam program alih tahun. Dalam program ini terdapat kuliah-kuliah yang diperuntukan bagi calon mahasiswa. Program alih tahun berisikan serangkaian kuliah yang diberikan secara intensif selama 5 minggu. Bagi calon-calon mahasiswa, mata kuliah yang diberikan bersifat kuliah-kuliah penyesuaian (matrikulasi) tanpa diberikan kredit (non-sks). Keterangan yang terperinci mengenai cara pendaftaran, biaya pendidikan dan laboratorium mata kuliah dapat dibaca dalam lembaran promosi program alih tahun. d) Administrasi Akademik Tahapan pada administrasi akademik, yaitu: 1) pendaftaran ulang (herregistrasi), 2) pembuatan kartu mahasiswa, dan 3) pembuatan kartu anggota perpustakaan. 1) Pendaftaran Ulang Semua mahasiswa baru diwajibkan mendaftarkan diri ke Sub-bagian Akademik Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO selambat-lambatnya sebagaimana tanggal yang telah ditentukan dan membayar biaya pendaftaran. Setiap semester, semua mahasiswa Program Studi SI Ilmu Komunikasi diwajibkan mendaftar ulang di Sub-bagian Akademik dengan membayar uang pendaftaran paling lambat 1 minggu sejak semester baru berjalan. Pendaftaran lewat batas waktu dikenai denda. Bagi yang tidak memenuhi kewajiban tersebut, namanya tidak akan tercantum dalam daftar resmi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, dan tidak berhak menerima pelayanan akademik. Untuk kondisi dimana dalam 2 semester berturut-turut tidak mendaftar ulang, yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri. Kepada mahasiswa yang mandaftarkan diri dan memenuhi persyaratan administrasi masuk akan diberikan Formulir Rencana Studi (FRS) dan kartu kuliah (1 kartu untuk setiap mata kuliah yang diambil). BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 24 FRS dan kartu kuliah diisi oleh mahasiswa saat berkonsultasi dengan Ketua Program Studi/Dosen Pembimbing Akademik dan diserahkan kembali ke Subbagian Akademik Program Studi Ilmu Komunikasi selambat-lambatnya 2 minggu sejak semester baru berjalan. 2) Kartu Mahasiswa Setiap mahasiswa Program Studi SI Ilmu Komunikasi diwajibkan memiliki kartu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor. Pendaftaran untuk pembuatan kartu mahasiswa dilakukan di Biro BAAK UMBO dengan mengganti biaya yang besarnya ditentukan pada setiap awal tahun akademik 3) Pembuatan kartu anggota perpustakaan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dapat menjadi anggota perpustakaan dengan cara pendaftaran diri di Perpustakaan Pusat. 3.1.1. Rencana Jumlah Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bogor yang Akan Diterima Dalam 4 (Empat) Tahun Pertama Dimulai Dari Tahun Rencana Jumlah mahasiswa baru pada empat tahun pertama Program Studi Ilmu Komunikasi dimulai 2016/2017 sampai dengan 2019/2020. Jumlah mahasiswa baru yang dijanjikan untuk diterima dalam empat tahun pertama, seperti ditunjukkan pada Tabel 3.1. Tabel 3.1. Jumlah Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi Yang Dijanjikan Untuk Diterima Dalam Empat Tahun Pertama Penjelasan Rencana Rencana Rasio Rencana Rencana Ringkas Tahun Jumlah Jumlah Mahasiswa Daya Jumlah Dukungan Akademik Mahasiswa (Jumlah Dosen Tampung Dosen Tetap Sarana Baru Tetap) Prasarana (1) (2) (3) (4) (5) (6) 2016/2017 Sarana 30 30 8 1 : 3,75 prasarana akan 2017/2018 50 50 8 1 : 6,25 disesuaikan dengan 2018/2019 70 70 8 1 : 8,75 pertambahan jumlah 2019/2020 90 90 8 1 : 11,25 mahasiswa Berdasarkan Tabel 3.1 ditunjukkan, bahwa daya tampung Program Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor selama 4 tahun ke depan diharapkan akan meningkat. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 25 3.2. Proyeksi Calon Mahasiswa Asumsi proyeksi calon mahasiswa didasarkan pada sumber peserta didik, jumlah daya tampung program studi ilmu komunikasi dan informasi peminatan. Lengkapi penjelasan tersebut dengan data dan analisis tingkat lokal dan nasional. Sumber peserta didik Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO adalah: a) Sekolah-sekolah setingkat SMA Muhammadiyah yang dilakukan berdasarkan tujuan persyarikatan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia; b) Mahasiswa reguler, bersumber dari para lulusan SMA, MA, SMK di sekitar penyangga Kota Bogor (Kabupaten Bogor, Depok, Cianjur, dan Sukabumi) dan daerah di Jawa Barat serta Indonesia pada umumnya; c) Mahasiswa Non Reguler, yaitu karyawan PNS/TNI/Polri atau pegawai swasta lainnya yang memiliki minat akan tuntutan dunia kerja di bidang ilmu komunikasi. Jumlah SMA dan sederajat negeri maupun swasta di Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan jumlah siswa seperti ditunjukan pada Tabel 3.2. Tabel 3.2. Jumlah SMA dan Sederajat Negeri Maupun Swasta di Provinsi Jawa Barat Berkaitan Dengan Jumlah Siswa Jumlah Tahun Lulus Persentase Tidak Lulus Persentase Peserta 2010 192.148 192.102 99,98 46 0,02 2011 189.588 189.453 99,73 135 0,07 2012 157.686 157.586 99,94 100 0,06 (Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2012) Jumlah SMK dan sederajat negeri maupun swasta di Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan jumlah siswa, seperti yang disajikan pada Tabel 3.3. Tabel 3.3. Jumlah SMK dan Sederajat Negeri Maupun Swasta di Provinsi Jawa Barat Berkaitan Dengan Jumlah Siswa Jumlah Tahun Lulus Persentase Tidak Lulus Persentase Peserta 2010 150.032 149.661 99,75 371 0,25 2011 173.511 172.973 99,69 538 0,31 2012 199.499 199.446 99,97 23 0,03 (Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2012) Proyeksi informasi peminatan jumlah mahasiswa program studi ilmu komunikasi UMBO tahun 2016-2020 setiap tahunnya menerima tidak lebih dari 100 orang mahasiswa, maka rencana penerimaan mahasiswa ilmu komunikasi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sesuai analisis cash flow dapat diproyeksikan pada Tabel 3.4. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 26 Tabek 3.4. Proyeksi Jumlah Calon Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor Tahun 2016-2020 Tahun Akademik No Keterangan 2016/2017 2017/2018 2018/2019 2019/2020 1 Mahasiswa Baru 30 50 70 90 2 Mahasiswa Lama 0 30 76 142 3 Mahasiswa yang lulus 0 0 0 15 4 Mahasiswa Aktif 30 76 142 211 Berdasarkan data-data pada Tabel 3.4. Program Studi Ilmu Komunikasi menerima mahasiswa pada tahun pertama dan kedua diperkirakan 30 mahasiswa. Tahun kedua 50 mahasiswa, tahun ketiga 70 mahasiswa, sedangkan untuk tahun keempat 90 mahasiswa. Bila diasumsikan setiap kelas terdiri dari 30-35 mahasiswa, maka pada tahun empat, Program Studi Ilmu Komunikasi akan mempunyai sebanyak 211 orang mahasiswa. 3.3. Proyeksi Serapan Lulusan di Dunia Kerja 3.3.1. Proyeksi Serapan Lulusan Sesuai Dengan Capaian Pembelajaran yang Dilmiliki Yang Didasarkan Pada Pemetaan Penawaran dan Permintaan Tenaga Kerja 4 (Empat) Tahun Mendatang Sesuai Dengan Profil Lulusan di Tingkat Lokal, Nasional dan Internasional. Proyeksi serapan lulusan sesuai capaian pembelajaran program studi Ilmu Komunikasi berdasarkan serapan lulusan di dunia kerja tingkat kebutuhan regional, nasional dan internasional untuk mengembangkan potensi pengetahuan komunikasi. dan keterampilan Sebelum menjelaskan lulusan Ilmu Komunikasi yang dibutuhkan di tingkat regional, nasional dan internasional terlebih dahulu dikemukakan Ilmu Komunikasi, memiliki pengertian dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Ilmu Komunikasi, sehingga dapat dipandang sebagai cara menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya. Dalam kajian ini lebih difokuskan pada bidang Ilmu Komunikasi dan jasa telekomunikasi. Keahlian Ilmu Komunikasi tingkat Regional pada semua disiplin ilmu dan pekerjaan, seperti ditunjukkan pada Tabel 3.5. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 27 Tabel 3.5. Keahlian Program Studi Ilmu Komunikasi Tingkat Regional Pada Semua Disiplin Ilmu dan Pekerjaan yang Dibutuhkan Jumlah Lulusan yang No. Kota/Kabupaten Dibutuhkan untuk Mengisi Jumlah Jabatan Struktural 1 Kota Bogor 65 2 Kabupaten Bogor 65 3 Kota Sukabumi 65 4 Kabupaten Sukabumi 65 5 Kabupaten Cianjur 65 Jumlah 325 Berdasarkan Tabel 3.5. dapat dikonversian ke tingkat nasional, bahwa jumlah tenaga ahli Ilmu Komunikasi yang diperlukan untuk 34 Provinsi dan 497 Kabupaten/Kota di Indonesia secara rinci berjumlah 34.957orang. Keahlian Ilmu Komunikasi yang dibutuhkan di tingkat nasional, seperti ditunjukkan pada Tabel 3.6. Tabel 3.6. Keahlian Ilmu Komunikasi yang dibutuhkan di tingkat nasional Jumlah Tenaga Ahli Provinsi 34 78 2.652 Kabupaten/Kota 497 65 32.305 Jumlah 531 34.957 Catatan: Tingkat Internasional (misalnya di tingkat ASEAN) sangat membutuhkan ahli dibidang Ilmu Komunikasi Wilayah Teritorial Jumlah Jumlah Jabatan BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 28 KRITERIA 4. SUMBER DAYA MANUSIA Dosen tetap dan Dosen tidak tetap pada Program Studi Ilmu Komunikasi Dosen tetap Ilmu Komunikasi dalam instrumen akreditasi BAN-PT adalah dosen yang diangkat dan ditempatkan sebagai tenaga tetap pada PT yang bersangkutan, termasuk dosen penugasan Kopertis, dosen yayasan pada PTS, dan dosen kontrak dengan masa kontrak sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun, dalam bidang yang relevan dengan keahlian bidang studinya. Seorang dosen tetap hanya dapat menjadi dosen tetap pada satu perguruan tinggi yang bekerja penuh waktu setara minimal 40 (empat puluh) jam per minggu. Dosen tetap memiliki kualifikasi sebagai berikut : a) Berijazah paling rendah Magister yang sebidang (PTN/PTS) b) Berusia paling tinggi 58 tahun dalam hal berstatus PNS, atau belum berstatus berusia 35 tahun dalam hal belum berstatus PNS, pada saat diterima sebagai dosen PTN yang akan membuka program studi (PTN). c) Berusia paling tinggi 58 tahun pada saat diterima sebagai dosen PTS. d) Belum memiliki NIDN/NIDK atau telah memiliki NIDN/NIDK pada program studi lain di PTN/PTS yang rasio dosen mahasiswanya 1 : 30 untuk ilmu sosial, dan 1 : 20 untuk ilmu pengetahuan alam. e) Bukan guru yang telah memiliki NUP dan tenaga kependidikan dan/atau bukan pegawai tetap pada satuan administrasi pangkal instansi lain (PTN/PTS). f) Bukan PNS / aparatur sipil negara bagi dosen program studi ilmu komunikasi yang akan dibuka PTS. 4.1. Profil Dosen dan Dosen Tidak Tetap 4.1.1.Data Dosen Tetap Ketersediaan jumlah dan kualifikasi seluruh dosen tetap (penuh waktu dan paruh waktu) yang akan mengampu program studi yang diusulkan, meliputi nama, kualifikasi akademik, tanggal lahir, dan bidang keahlian, dijelaskan dalam tabel-tabel. Dosen Tetap Program Studi (Strata-1) Ilmu Komunikasi UMBO, seperti ditunjukkan pada Tabel 4.1 . BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 29 Tabel 4.1. Dosen Tetap Waktu Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO No (1) 1 Nama Dosen Tetap* (2) Romika Junaidi NIDN / NIDK Tgl. Lahir Tahun Rekrutmen Jabatan Akademik (3) - (4) 21/06/1986 (5) 2015 (6) Dosen Pendidikan Diploma, S-1, Magister, Profesi, Sp-1, Sp-2 dan Asal PT (7) S1 (UI) S2 (UGM) Bidang Keahlian Untuk Setiap Program Pendidikan (8) Ilmu Komunikasi 2 Gunawan Wiradharma - 20/04/1988 2015 Dosen S1 (UNJ) S2 (UI) Ilmu Komunikasi 3 Dwi Nurina Pitasari - 28/11/1985 2015 Dosen S1 (UNPAD) S2 (UNPAD) Ilmu Komunikasi 4 Karmila Muchtar - 30/03/1989 2015 Dosen S1 (UNHAS) S2 (IPB) Komunikasi Pembangunan 5 Adhi Surya Perdana - 09/09/1986 2015 Dosen S1 (UGM) S2 (UGM) Penyuluhan dan Komunikasi 6 Dionni Ditya Perdana - 07/11/1991 2015 Dosen S1 (UNIV. BENGKULU) S2 (UNDIP) Ilmu Komunikasi BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 Mata Kuliah/Blok yang Diajarkan (9) Komunikasi Politik; Pengantar Ilmu Jurnalistik; Filsafat Ilmu Komunikasi Produksi Jurnalisme Televisi; Riset Publik dan Analisis Media; Retorika Perbandingan Sistem Pers; Hubungan Media; Pengantar Ilmu Humas dan Penyuluhan Masyarakat Penulisan Media Massa Cetak; Penulisan Artikel dan Tajuk Rencana; Strategi dan Perencaan Media Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial; Statistik Ilmu Sosial; Teori Komunikasi dan Penyuluhan Jurnalisme Kontemporer; Hubungan Industrial; Humas Pemerintahan 30 7 Hardianta Tuah Marganta Ginting - 13/12/1987 2015 Dosen S1 (UGM) S2 (UTY) Manajemen Komunikasi 8 Adhariksa Zukhruf Kurniullah - 12/09/1986 2015 Dosen S1 (UNAIR) S2 (UNAIR) Media Komunikasi Komunikasi Organisasi; Psikologi Komunikasi dan Penyuluhan; Komunikasi Massa Marketing PR; Design Surat Kabar dan Majalah; Image Building Catatan : 1. Lampirkan perjanjian kontrak mengajar/ membina program studi untuk masa sekurang-kurangnya 5(lima) tahun sebagai dosen tetap ditandatangani di atas kertas bermaterai dilengkapi riwayat hidup serta pas photo 6 (enam) bulan terakhir ukuran 4x6cm. 2. NIDN : Nomor Induk Dosen Nasional, NIDK: Nomor Induk Dosen Khusus Lampirkan surat pernyataan pemimpin PT. Asal tentang pindah home base bagi dosen yang sudah memiliki NIDN/NIDK. 3. Lampirkan SK jabatan fungsional akademik dan bagi dosen yang telah memperoleh sertifikat pendidik agar diberi tanda (*) dan fotokopi sertifikatnya agar dilampirkan,4 Lampirkan fotokopi ijazah dan transkrip semua jenjang yang telah dilegalisasi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 31 4.1.2. Data dosen tidak tetap Dosen tidak tetap yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Bogor belum ada, karena masih dalam proses pembangunan program studi baru ilmu komunikasi. Tabel 4.2. Data Dosen Tidak Tetap No (1) 1 2 3 Pendidikan Diploma, Bidang Nama S-1, Keahlian Mata NIDN Dosen Tahun Jabatan Magister, Untuk Kuliah/Blok / Tgl. Lahir Tidak Rekrutmen Akademik Profesi, Setiap yang NIDK Tetap* Sp-1, Sp-2 Program Diajarkan dan Asal Pendidikan PT (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Catatan : 1. Lampirkan perjanjian kontrak mengajar/ membina program studi untuk masa sekurang-kurangnya 5(lima) tahun sebagai dosen tetap ditandatangani di atas kertas bermaterai dilengkapi riwayat hidup serta pas photo 6 (enam) bulan terakhir ukuran 4x6cm. 2. NIDN : Nomor Induk Dosen Nasional, NIDK: Nomor Induk Dosen Khusus Lampirkan surat pernyataan pemimpin PT. Asal tentang pindah home base bagi dosen yang sudah memiliki NIDN/NIDK. 3. Lampirkan SK jabatan fungsional akademik dan bagi dosen yang telah memperoleh sertifikat pendidik agar diberi tanda (*) dan fotokopi sertifikatnya agar dilampirkan,4 Lampirkan fotokopi ijazah dan transkrip semua jenjang yang telah dilegalisasi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 32 4.2. Rencana Pengembangan Dosen Tetap 4.2.1. Kesesuaian dan Kerealistikan Rencana Pengembangan Dosen Tetap 5 (Lima) Tahun Ke Depan Sesuai Dengan Empat Aspek, Yaitu : 1) Visi Keilmuan Program Studi, 2) Tata Kelola, 3) Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Manusia, dan 4) Kemampuan Keuangan. Penjelasan Tersebut Disertai Analisis yang Mengaitkan Dengan Perencanaan Mahasiswa dan Lulusan, Perencanaan Keuangan dan Ketersediaan Sarana dan Prasarana 4.2.1.1. Visi Keilmuan Program Studi Ilmu Komunikasi Kesesuaiaan dan kerealistikan rencana pengembangan dosen tetap 5 (lima) tahun ke depan pada program studi Ilmu Komunikasi UMBO dipimpin oleh Ketua dan dibantu Sekretaris Program Studi. Pengembangan dan pembinaan dosen dilakukan melalui: a) Program Post Magister Ilmu Komunikasi maupun bidang rumpun ilmu komunikasi lainnya di beberapa Universitas ternama di Indonesia, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman dan lainnya; b) Pelatihan di tingkat lokal maupun nasional, Local Government and Rural Communication Decentralization di dalam atau luar negeri; c) Pemberian dana stimulus untuk mengadakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; d) Pembinaan mental-spiritual melalui kajian rutin mingguan (misalnya: kuliah ringkas di Masjid Al-Furqon, Hataman Al-Qur’an setiap hari kamis, dan tausiah setiap hari Sabtu pagi); e) Penunjukan dosen koordinator mata kuliah rumpun ilmu; f) Mengundang dosen tamu untuk mata kuliah bidang keakhlian khusus baik dari perguruan tinggi lain maupun dari kalangan organisasi profesi; g) Peningkatan kegiatan penelitian dosen; h) Peningkatan mutu kegiatan pengabdian dosen; dan i) Evaluasi Proses Belajar Mengajar yang dilakukan baik oleh LPM Universitas, monitoring oleh fakultas dan penilaian/evaluasi oleh Gugus Kendali Mutu (GKM). Usaha peningkatan profesionalitas dosen dilakukan dengan pemberian kesempatan untuk mengikuti lokakarya ilmiah, seminar-seminar, workshop, pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan dana stimulus dari UMBO untuk menunjang aktivitas program studi Ilmu Komunikasi sesuai kecukupan anggaran. Pengembangan dan pembinaan tenaga kependidikan dalam upaya peningkatan mutu, adalah: BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 33 a) Pemberian motivasi tenaga kependidikan untuk mengikuti studi lanjut yang sesuai dengan bidang dan spesifikasi pekerjaan di bidang Ilmu Komunikasi; b) Pemberian motivasi untuk peningkatkan pendidikan ketrampilan; c) Pemberian movitasi untuk perolehan sertifikasi tenaga kependidikan Ilmu Komunikasi; dan d) Mengikutsertakan dalam berbagai kegiatan, misal: seminar, workshop, lokakarya, perlatihan, Talk Show. Dalam proses transformasi keilmuan, dosen sebagai salah satu komponen dalam proses transformasi tersebut memegang peran yang sangat penting, pertama dan utama. Karena itu berbagai upaya yang diprogram yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dosen perlu dilaksanakan secara terpadu, berdayaguna dan berhasilguna. Berbagai langkah yang perlu dilakukan di masa depan untuk pengembangan kualitas dosen ini dalam rangka meningkatkan produktivitas dari proses belajar mengajar adalah sebagai berikut, a) Memperbaiki rasio dosen tetap terhadap mahasiswa dengan merekrut tenaga dosen dari berbagai sumber, para dosen yang kapabel dengan bidang ilmu terkait, para praktisi yang relevan dengan kurikulum, bahkan memanfaatkan dosen-dosen dari luar negeri. b) Meningkatkan kemampuan tenaga dosen yang kurang memiliki pengalaman praktis melalui berbagai cara yang efisien. c) Meningkatkan kemampuan keilmuan para dosen dalam bentuk studi lanjut dan kursus-kursus singkat sesuai dengan ilmu dan keahliannya masing-masing dalam berbagai kesempatan yang hasilnya harus langsung dapat diterapkan. d) Menyelenggarakan beasiswa ikatan dinas bagi para mahasiswa yang telah lulus memilih jenjang karier untuk menjadi tenaga dosen maupun talent scouting dalam bentuk lain. e) Tenaga pengajar terdiri dari dosen penuh waktu dan dosen paruh waktu (dosen luar biasa/dosen tamu). Dosen penuh waktu terutama untuk membina mata kuliah bidang keahlian sedangkan dosen paruh waktu akan membina mata kuliah yang belum atau tidak dapat dipenuhi oleh dosen penuh waktu program studi Ilmu Komunikasi BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 34 4.2.1.2. Tata Kelola Tata kelola kebutuhan dan mekanisme pemenuhan kebutuhan, dan rencana pengembangan pada aspek SDM hingga mampu menyelenggarakan program studi Ilmu Komunikasi minimal lima tahun kedepan untuk program peningkatan Prodi Ilmu Komunikasi dilakukan dengan tetap mengutamakan pelayanan terhadap mahasiswa. Berdasarkan hal itu, rasio ketersediaan antara jumlah dosen dan mahasiswa dijaga dalam kisaran ideal, sehingga pemenuhan kebutuhan tenaga dosen perlu dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas sistem pendidikan yang ada di program studi Ilmu Komunikasi. Rekrutmen dosen baru secara terbatas sudah dimulai dari 2014. Diproyeksikan pada tahun 2020, Program Studi akan memiliki 8 (delapan) orang dosen tetap dengan 3 (empat) orang dosen berkualifikasi pendidikan S3. Sementara itu untuk tenaga kependidikan selama lima tahun pertama penyelenggaraan diproyeksikan jumlahnya menjadi 5 orang tenaga kependidikan. Mekanisme pemenuhan kebutuhan SDM yang ditetapkan oleh UMBO, adalah: (1) Program Studi Ilmu Komunikasi menetapkan jumlah maupun kualifikasi staf pengajar dan tenaga kependidikan yang dibutuhkan, (2) Program Studi Ilmu Komunikasi menyampaikan kebutuhan dan cara recruitment tenaga pengajar kepada Dekan Fakultas, (3) Dekan Fakultas memberikan pertimbangan dan persetujuan rencana kebutuhan dan cara recruitment, baik dosen maupun tenaga kependidikan, (4) Program Studi Ilmu Komunikasi menentukan pilihan SDM yang dibutuhkan, dan (5) Program Studi Ilmu Komunikasi merencanakan orientasi bagi dosen dan tenaga kependidikan yang telah direkrut. 4.2.1.3. Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kebijakan tentang value and reward system untuk sumberdaya manusia di Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Bogor merupakan upaya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kinerja sumberdaya manusia (SDM), melalui struktural, dan tunjangan fungsional. gaji, tunjangan Bentuk lain yang dianggap pantas yang akan ditetapkan sesuai situasi, kondisi, dan kebutuhan. Kebijakan tersebut ditetapkan sebagai sasaran strategis yang hendak dicapai UMBO secara keseluruhan. Secara spesifik peraturan kebijakan tersebut ditetapkan oleh Rektor dalam dokumen Sistem Tunjangan Kinerja Sumberdaya Manusia di lingkungan UMBO. Melalui sistem tersebut, maka ketercapaian sasaran strategik merupakan kinerja yang dihasilkan setiap pegawai baik tenaga dosen maupun tenaga kependidikan. Oleh karena itu, ketercapaian sasaran strategik perlu ditentukan ukurannya dan ditentukan targetnya. Ukuran kinerja yang ditetapkan pada tahap ini merupakan key performance indicator (KPI) yang telah ditetapkan pada tahap BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 35 perencanaan strategik, sehingga sistem penggajian terkait dengan sistem penilaian kinerja dengan tujuan untuk memacu prestasi dan motivasi kerja. Tunjangan diberikan pada akhir bulan. Jumlah tunjangan kinerja tergantung pada tingkat prestasi dan pencapaian target/output yang dicapai pegawai berdasarkan hasil penilaian kinerja tahunan. Sistem nilai dan penghargaan yang dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja yang dilakukan setiap semester dari kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi pegawai Dosen dan satu bulan sekali untuk SDM tenaga penunjang akademik. Unsur-unsur yang dinilai baik dosen dan tenaga penunjang ditentukan berdasarkan kebijakan UMBO. Evaluasi sistem ini akan dilakukan secara berkelanjutan, sebagai upaya mempertahankan mutu kinerja SDM. Nilai terbesar pemberian reward sebesar 1 kali gaji yang disesuaikan dengan kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki UMBO. Selain itu, beberapa usaha penghargaan yang dilakukan untuk pegawai, adalah: pemberian kenaikan pangkat/golongan, kenaikan gaji berkala, tunjangan dan sumbangan, dan rekomendasi pinjaman di Bank. Upaya yang dilakukan oleh UMBO diharapkan dapat meningkatkan kinerja SDM dan mempertahankan kinerja SDM yang sudah baik untuk pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan, baik oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas, maupun oleh UMBO. 4.2.1.4. Kemampuan Keuangan Kemampuan keuangan dalam analisis perencanaan kebutuhan program studi dapat ditunjukkan melalui proyeksi arus kas program studi Ilmu Komunikasi pada Tabel 4.3. Tabel 4.3. Proyeksi Arus Kas Kemampuan Keuangan Program Studi Ilmu Komunikasi Proyeksi Arus Kas Kemampuan Keuangan Program Studi Ilmu Komunikasi Kemampuan Keuangan Melalui Metode Perhitungan Kelayakan Investasi Uraian Net Present Value Internal Rate of Return (NPV) (IRR) Investasi Awal 3.000.000.000 3.000.000.000 Aliran Kas tahun ke-1 2.042.489.286 2.042.489.286 Aliran Kas tahun ke-2 889.488.536 889.488.536 Aliran Kas tahun ke-3 123.857.941 123.857.941 Aliran Kas tahun ke-4 432.856.209 432.856.209 Aliran Kas tahun ke-5 1.123.673.445 1.123.673.445 Tingkat Suku Bunga (rate) 18% 18% Hasil Perhitungan 159.554.144 21% Investasi Layak Investasi layak Kesimpulan: Berdasarkan Tabel 4.3. dapat dijelaskan, bahwa kemampuan keuangan investasi pembukaan program studi baru untuk jenjang Strata-1 (S1) Program Studi Ilmu Komunikasi dapat dinyatakan layak. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 36 4.3. Tenaga Kependidikan Data tenaga kependidikan yang ada di program studi ilmu komunikasi melayani mahasiswa dengan mengikuti format tabel berikut : Ketersediaan jumlah dan kualifikasi tenaga kependidikan ditinjau dari kompetensinya, meliputi nama, kualifikasi akademik, tanggal lahir, dan bidang keahlian. Tenaga Kependidikan Program Studi (Strata-1) Ilmu Komunikasi UMBO, seperti ditunjukkan pada Tabel 4.4. Tabel 4.4. Tenaga Kependidikan Program Studi (Strata-1) Ilmu Komunikasi UMBO No. (1) 1 Jenis Tenaga Kependidikan Nama Unit/ Laboratorium (2) Tenaga Perpustakaan (3) 2 Laboran 3 4 5 Analis Teknisi Operator & Programer Tenaga Administrasi / Arsiparis 6 Total Putri Mardiatul Husna F.A. Asep Saepulrahman Ibnu Syifa Rizki Frasetta Harjo Suprasojo Jumlah Tenaga Kependidikan Dengan Pendidikan Tertinggi S-3 S-2 Profesi S-1 D-4 D-3 D-2 D-1 (4) 0 (5) (6) (7) (8) (9) (11) 0 SMA / SMK (12) 0 0 1 0 0 (10) 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 3 0 0 0 Catatan : 1.Tenaga kependidikan memiliki kualifikasi minimal berijazah D3, berusia maksimum 58 tahun, dan bekerja penuh waktu 40 (empat puluh) jam/minggu, 2. Harap dirinci berdasarkan unit kerja / laboratorium (misalnya Perpustakaan Pusat, Laboratorium Mikrobiologi). 3. S-3 = doktor, S-2 = magister, S-1 = sarjana, D-4 = diploma empat, D-3 = diploma tiga, dan D-2 = diploma dua, D-1 = diploma satu BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 37 KRITERIA 5. PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK 5.1.Kurikulum Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Kurikulum harus memuat capaian pembelajaran mengacu pada deskripsi level 6 (enam). Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sesuai Perpres Nomor 8 Tahun 2012 dan Permendikbud No. 49 tahun 2014 tentang SN-Dikti, yang terstruktur untuk tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi keilmuan program studi. Kurikulum memuat mata kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi. Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills dan keterampilan kepribadian dan perilaku (soft skills) yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi. 5.1.1. Profil Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi yang Berupa Profesi Atau Jenis Pekerjaan atau Bentuk Kerja Lainnya Berdasarkan Studi Keterlacakan Lulusan dari Program Studi Sejenis Tingkat Lokal, Nasional, Regional ASEAN, dan/atau Internasional. 5.1.1. Profil Lulusan Profil lulusan program studi ilmu komunikasi yang berupa profesi atau jenis pekerjaan atau bentuk kerja lainnya berdasarkan studi keterlacakan lulusan dan program studi sejenis tingkat lokal, nasional, regional ASEAN dan/atau internasional. Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO bertujuan menghasilkan sarjana ilmu komunikasi yang mempunyai jiwa digital technopreneurship yang memahami teknologi di bidang komunikasi dalam menghadapi era pasar bebas di tahun 2015 mendatang. Dengan era pasar bebas ini dapat dijadikan momentum untuk kota Bogor sebagai kota penyangga ibu kota maka perlu dipersiapkan sumber daya manusianya (SDM) terlebih dahulu yang kompetitif di bidang ilmu komunikasi dan informasi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 38 Oleh karena itu bidang ilmu komunikasi mengarahkan pengajarannya kepada kepada pembentukan sarjana yang mampu mengaplikasikan, memahami, ahli, dan terampil dalam komunikasi timbal balik antara lembaga dengan publik agar tercipta kerjasama yang baik dan kepuasan bersama serta dibekali keterampilan dan keahlian dalam memanfaatkan teknologi untuk berinteraksi dengan pihak yang bersangkutan yang memerlukan teknologi, mampu berwirausaha di bidang industri kreatif bidang kecil dan menengah (UKM), bisnis komunikasi dan media. Untuk menjalankan kegiatan pembelajaran tersebut, lulusan dibekali keahlian (skill), pengetahuan (knowledge), dan kemampuan (ability). Adapun profil lulusan ilmu komunikasi di sajikan pada Tabel 5.1. sebagai berikut : Tabel 5.1. Profil dan Deskripsi Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Profil Lulusan Deskripsi Lulusan No Konsentrasi Konsentrasi Konsentrasi Konsentrasi Humas Humas Jurnalistik Jurnalistik 1 PR Jurnalis PR yang sebagai Jurnalis yang perusahaan (surat kabar, penghubung melaporkan informasi swasta/pem elektronik, lembaga/media massa melalui media massa erintah/orga internet)/jurn dan masyarakat atau dan bertanggung nisasi nonalis foto sebagai mediator yang jawab terhadap hasil profit (LSM) proaktif dalam informasi yang menjembatani diperoleh di kepentingan lapangan. instansi/swasta/organisasi non profit; memonitor pemberitaan, pranata humas 2 Marketing Penulis/editor MPR yang melakukan Penulis/editor yang PR (MPR) promosi, bertugas mengedit merencananakan, naskah berita/tulisan pengevaluasi program di media massa. terhadap pembelian dan kepuasan konsumen, penjaga citra perusahaan 3 PR Event Fotografer Pengelola kegiatan Fotografer yang Organizer internal perusahaan bertugas mengambil (peluncuran produk) foto kepada konsumen melalui peristiwa,momen, media massa. 4 Public Protokoler kehumasan Speaker 5 Konsultan Komunikasi Pendidik atau penyuluh dalam melatih UKM untuk melek teknologi, strategi pasar, mengkomunikasikan serta memformulasikan komunikasi dengan cara tertentu agar sampai tujuan yang diharapkan. 6 Peneliti Berperan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ilmu komunikasi BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 39 Analisis profil lulusan program studi ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yakni mendidik mahasiswa untuk mengembangkan potensi peserta didik (mahasiswa/i) agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab terhadap gelar yang akan disandang. Kepentingan pengembangan keilmuan profil lulusan konsentrasi humas dan jurnalistik yakni pengembangan kurikulum yang tentunya difokuskan pada pengembangan keilmuan bidang komunikasi pemasaran yang berdasarkan profil lulusan humas serta komunikasi media massa yang berdasarkan pada profil lulusan jurnalistik. Dimana para lulusan ilmu komunikasi UMBO diharapkan mampu mengatasi serangkaian tujuan dan sasaran, strategi bauran pemasaran, mengaplikasikan kajian-kajian ilmu komunikasi dalam bekerja maupun berwirausaha. Profil lulusan marketing PR, PR event organizer, peneliti, public speaker, jurnalis, penulis/editor, fotografer yang diberikan materi perkuliahan mengenai ilmu komunikasi pemasaran, teknik berkomunikasi yang baik, teori-teori fotografer, teori komunikasi, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk pengembangan ilmu yang telah ada serta memberikan pengetahuan agar para lulusan mempunyai bekal dalam memasuki dunia kerja. Pengembangan khusus atau soft skills bagi profil lulusan sangat diperlukan dalam kurikulum. Hal ini jelas tercantum dalam Kepmendiknas No.45/U/2002 telah merancang peta jalan yang sangat jelas menuntut perubahan arah pendidikan tinggi salah satunya untuk menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dalam dunia global. Sehingga kurikulum yang dikonsepkan lebih didasarkan pada rumusan kompetensi yang harus dcapai/dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi yang sesuai atau mendekati kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat pemangku kepentingan/stakeholders (competence based curriculum) (Dirjen Dikti,2008). Dengan demikian, sangat jelas terlihat bahwa pengembangan soft skills bagi seluruh mahasiswa baik intra- dan interpersonal skill d dalam pembelajarannya di perguruan tinggi menjadi sangat diperlukan agar setelah lulus dapat berkehidupan dengan baik dalam masyarakat dan dapat menghadapi tantang dunia kerja global. Kemampuan khusus yang dimiliki profil lulusan prodi ilmu komunikasi adalah mampu menggunakan teknik-teknik atau skill ilmu komunikasi pemasaran, komunikasi, foto sehingga dapat membuat suatu produk yang menerapkan teknologi ke dalam bisnis yang berlandaskan nilai-nilai spiritual serta lulusan yang siap pakai profesional ataupun yang mampu berkarya dengan kemampuan khusus yang dimiliki yang dapat menciptakan lapangan kerja. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 40 5.1.2. Capaian Pembelajaran Mekanisme penyusunan capaian pembelajaran program studi aesuai dengan level 6 (enam) KKNI dan SN-Dikti beserta pihak-pihak yang terlibat. Lengkapi penjelasan dengan hasil studi banding dan studi pelacakan (jika ada). 5.1.2.1. Capaian Mekanisme Pembelajaran Sesuai dengan keahlian level 6 (enam) KKNI dan SN-Dikti program studi ilmu komunikasi dapat dilihat pada Tabel 5.2. sebagai berikut : Tabel 5.2. Capaian Mekanisme Pembelajaran Hubungan Masyarakat dan Jurnalistik Capaian Pembelajaran Hubungan Masyarakat Jenis Mekanisme Sesuai Keahlian Level 6 (Enam) KKNI dan SN-Dikti a. Pribadi yang beriman dan bertakwa kepada tuhan YME dengan SIKAP mencerminkan sikap yang religius. b. Menjunjung tinggi nilai Human relations seperti rasa kemanusiaan yang berlandaskan pada agama, moral dan etika. c. Menyeimbangkan antara etika akademik dengan nilai dan normanorma yang berlaku. d. Memegang teguh rasa nasionalisme, kebhinekatunggalikaan dengan berperan sebagai WNI yang memiliki tanggung jawab tinggi, rasa bangga dan cinta pada tanah air Indonesia. e. Disiplin dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dengan mengikuti aturan dan azas-azas hukum yang ditetapkan. f. Komitmen, tanggung jawab dan mandiri pada perkerjaan atau keahlian yang dijalankan. a. Menguasai dasar-dasar komunikasi human relations, konsep PENGUASAAN pencitraan, persuasi, komunikasi publik, komunikasi massa dan PENGETAHUAN opini publik. b. Menguasai pengetahuan akan positioning humas dalam berbagai ranah baik dalam sebuah organisasi pemerintah, swasta atau swadaya masyarakat. c. Menguasai akan strategi dalam meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan, bagaimana membangun dan melestarikan good relations. d. Menguasai pengetahuan teknik komunikasi menggunakan teknologi (media baru) e. Menguasai dan memahami akan masalah/issue terkait ekopolteksos yang berkembang di masyarakat. a. Mampu menjalankan program kegiatan humas seperti mendesain, KETERAMPILAN mengevaluasi dan menganalisis setiap event yang dilakukan. KHUSUS b. Mampu mengelola komunikasi dengan menggunakan media dan program kehumasan organisasi baik secara internal/eksternal. c. Mampu mempersuasi dan memberikan citra positif publik terhadap suatu individu/organisasi dalam bentuk opini publik. d. Mampu menganalisis, mengidentifikasi kasus isu-isu yang berkembang secara komunikatif dan strategis serta menghasilkan solusi alternatif yang baik sesuai dengan bidang kehumasan. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 41 Capaian Pembelajaran Hubungan Masyarakat Sesuai Keahlian Level 6 (Enam) KKNI dan SN-Dikti a. Mengembangkan kreatifitas dan inovatif dalam KETERAMPILAN pengembangan/implementasi ilmu pengetahuan dengan UMUM kemajuan teknologi disesuaikan dengan bidang kajian. b. Menganalisis/mengkaji pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, seni berdasarkan atas kaidah/tata cara etika ilmiah demi menghasilkan gagasan, pendapat, desain, model atau kritik yang bentuk hasilnya berupa skripsi/tugas akhir. c. Mengembangkan pembelajaran secara otodidak/mandiri serta menguatkan jaringan relasi dengan dosen, kolega dan masyarakat umum baik secara internal/ekstenal di luar lembaganya. a. Pribadi yang beriman dan bertakwa kepada tuhan YME dengan SIKAP mencerminkan sikap yang religius. b. Menjunjung tinggi nilai Human relations seperti rasa kemanusiaan yang berlandaskan pada agama, moral dan etika. c. Menyeimbangkan antara etika akademik dengan nilai dan norma-norma yang berlaku. d. Memegang teguh rasa nasionalisme, kebhinekatunggalikaan dengan berperan sebagai WNI yang memiliki tanggung jawab tinggi, rasa bangga dan cinta pada tanah air Indonesia. e. Disiplin dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dengan mengikuti aturan dan azas-azas hukum yang ditetapkan. f. Komitmen, tanggung jawab dan mandiri pada perkerjaan atau keahlian yang dijalankan. a. Menguasai konsep-konsep dasar komunikasi, konsep dasar dan PENGUASAAN teoritis jurnalistik. PENGETAHUAN b. Menguasai prinsip sistem sosial, budaya, ekonomi dan politik yang terkait dengan bidang jurnalistik yang berlandasakan etika, norma, peraturan dan standar jurnalistik. c. Menguasai teknik penulisan produk jurnalistik dan metodologi penelitian jurnalistik. d. Menguasai pengetahuan dan penggunaan teknologi komunikasi terkini. e. Mengetahui etika jurnalistik serta kaidah dalam komunikasi massa. Jenis Mekanisme BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 42 Jenis Mekanisme a. KETERAMPILAN KHUSUS b. c. d. e. a. KETERAMPILAN UMUM b. c. d. Capaian Pembelajaran Jurnalistik Sesuai Keahlian Level 6 (Enam) KKNI dan SN-Dikti Mampu menghasilkan produk-produk jurnalistik yang baik dan sesuai dengan kode etik jurnalistik, mematuhi pada (etika, aturan dan standar penulisan). Mampu menganalisis akan iklim jurnalisme/kebebasan bersuara dengan membandingkan pada pangaruh sejarah, ekonomi, politik serta hukum/aturan yang berkembang di pemerintahan saat ini. Mampu mempraktekan keahlian seperti: menulis, mendesain layout, mengedit dalam produksi berita yang bisa dipublikasikan melalui media massa serta diselaraskan sesuai teori komunikasi massa dan prinsip-prinsip jurnalistik. Mampu melakukan persuasi yang baik dalam komunikasi interpersonal sehingga menumbuhkan relasi yang baik dengan sumber berita. Mampu mengemas penulisan pemberitaan dengan kreatif dan inovatif dengan tetap memperhatikan kode etik, sehingga dapat disesuaikan dengan konten media yang berkembang saat ini. Menerapkan pemikiran yang kritis, logis, inovatif dan kreatif pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan bidangnya. Menganalisis/mengkaji pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, seni berdasarkan atas kaidah/tata cara etika ilmiah demi menghasilkan gagasan, pendapat, desain, model atau kritik yang bentuk hasilnya berupa skripsi/tugas akhir. Mampu menyelesaikan masalah dan memberikan solusi penyelesaikan sesuai dengan bidang keahliaanya yang dilandaskan pada analisis informasi dan data. Mengembangkan pembelajaran secara otodidak/mandiri serta menguatkan jaringan relasi dengan dosen, kolega dan masyarakat umum baik secara internal/ekstenal di luar lembaganya Mekanisme penyusunan capaian pembelajaran program studi diawali dengan menghadirkan dosen yang telah mengikuti lokakarya penyusunan kurikulum KKNI di Jakarta, dan mengikuti sosialisasi cara pengisian instrument di Bandung selama dua hari (tgl 4-5 Desember 2015), kemudian ditindaklanjuti dengan dilakukannya rapat kerja tinkat Universitas dengan menghadirkan Pimpinan Daerah Muhammadioyah Kota Bogor, Rektor dan Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan serta Kertua-Ketua Program Studi yang menangani langsung instrument pengisian akreditasi program studi masing-masing. Dalam rapat inilah kemudian dijelaskan oleh Dr. Abubakar Iskandar,M.Si tantang cara pengisian instrumen, sekaligus menjelaskan cara penyusunan KKNI setiap Program Studi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 43 Dalam mendeskripsikan capaian pembelajaran berdasarkan KKNI ini, diawali juga dengan studi banding ke Program Studi Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi Universitas Djuanda Bogor untuk mempelajari capaian pembelajaran program studi yang meliputi sikap, penguasaan pengetahuan, ketrampilan khusus dan ketrampilan umum. Selain itu dalam studi banding juga dipelajari jenjang kualifikasi yang menyangkut Deskripsi Umum (Sikap) dan KKNI Level 6, uraian isi deskripsi umum, dan mata kuliah apa yang termasuk dalam setiap item dalam deskripsi umum dan penjelasan apa saja yang termasuk dalam Level 6 KKNI. Dengan studi banding seperti ini, setiap prodi bisa menempatkan mata kuliah mana yang termasuk dalam deskripsi umum (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian/MPK), dan mata kuliah mana yang termasuk Non KKNI. Mata kuliah mana yang termasuk dalam Level 6 KKNI (Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan/MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya/MKB, Mata Kuliah Perilaku Berkarya/MKB, dan Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat/MBB. Capaian pembelajaran mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sesuai Perpres Nomor 8 Tahun 2012 dan Permendikbud No 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), yang terstruktur untuk tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi keilmuan program studi. Kurikulum memuat mata kuliah yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi. Kurikulum dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills danketerampilan kepribadian dan perilaku (soft skills)yangdapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.Mekanisme penyusunan capaian pembelajaran program studi sesuai dengan level KKNI (level 6 KKN) untuk Program Sarjana. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 44 5.1.2.2. Rumusan Mekanisme Pembelajaran Rumusan capaian pembelajaran program studi sesuai dengan level 6 (enam) KKNI dan SN-Dikti. Capaian Pembelajaran (CP, Learning Outcome)) dari program studi merujuk SN-DIKTI (Permendikbud No 49 Tahun 2014) dan memiliki 6 level sesuai dengan jenjang Kerangka Kualifikasi nasional Indonesia/KKNI (Perpres No 8 Tahun 2012), berikut deskripsi dari rumusan mekanisme pembelajaran dan capaian pembelajaran program studi ilmu komunikasi UMBO pada Tabel 5.2. Tabel 5.3. Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran Program Studi Ilmu Komunikasi Rumusan Mekanisme Pembelajaran Ilmu Komunikasi PR perusahaan swasta/pemerintah /organisasi non-profit (LSM) Marketing PR (MPR) PR Event Organizer Capaian Pembelajaran a) Mampu memahami masalah yang dihadapi. b) Mampu memberikan beberapa solusi yang terbaik dan alternatif solusi. c) Mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif. d) Menguasai teknik presentasi dengan baik. e) Mampu tampil sebagai pribadi yang rapih , dapat dipercaya dan mampu mempengaruhi orang lain. f) Mampu menjaga hubungan baik dengan klien. g) Mampu membentuk opini publik atau menggiring publik dengan baik. a) Menguasai standar marketing. b) Mampu berkomunikasi dengan baik kepada klien. c) Menguasai teknologi IT untuk presentasi d) Memahami teknik presentasi dengan baik. e) Mampu menjaga hubungan baik dengan klien. f) Mampu tampil sebagai pribadi yang rapih , dapat dipercaya dan mampu mempengaruhi orang lain. a) Mampu mengelola kegiatan internal perusahaan (peluncuran produk) kepada konsumen melalui media massa. b) Memahami dasar konsep kegiatan c) Mampu memanage kegiatan d) Mampu melihat peluang bisnis sebagai PR Event Organizer. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 45 Profil Lulusan Ilmu Komunikasi Public Speaker Jurnalis (surat kabar, elektronik, internet)/jurnalis foto Penulis/editor Capaian Pembelajaran a) Mampu berkomunikasi dengan baik dan secara efektif. b) Menguasai teknologi IT untuk presentasi c) Mampu melihat peluang bisnis sebagai public speaker. d) Memahami teknik presentasi dengan baik. e) Mampu menguasai forum dan menarik perhatian audiens. f) Mampu memahami ekspresi, gerak dan respon audiens g) Mampu merancang materi dengan baik. h) Mampu tampil sebagai pribadi yang rapih , dapat dipercaya dan mampu mempengaruhi orang lain i) Mampu memanfaatkan alat-alat elektronik, IT dan tata ruangan j) Mampu memahami masalah yang dihadapi. k) Mampu memberikan beberapa solusi yang terbaik dan alternatif solusi. a) Mampu memahami masalah yang dihadapi pada saat di lapangan. b) Mampu memanfaatkan informasi dan data yang ada dalam menentukan alternatif untuk dijadikan berita. c) Mampu berkomunikasi dengna baik. d) Menguasai teknik wawancara. e) Menguasai dasar-dasar fotografi jurnalistik. f) Menguasai dasar-dasar penulisan. g) Memahami EYD yang baik. a) Mampu mengevaluasi hasil tulisan baik itu kebenaran materi, plagiasi, sumber materi, melengkapi materi yang kurang. b) Menguasai materi c) Memahami dan paham kebahasaan dan EYD yang baik. d) Memahami dan menguasai penggunaan bahasa dan tulisan. e) Mampu mengenali pembaca melalui bahasa mereka. f) Mampu mendesain/merancang tulisan yang baik. g) Mampu berbaur dengan orang banyak, menyukai, dan mengerti keadaan audiens. h) Mengetahui segmentasi pasar. i) Memahami dasar percetakan. j) Mampu melihat peluang bisnis sebagai penulis/editor BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 46 Profil Lulusan Ilmu Komunikasi Fotografer a) b) c) d) e) f) g) h) Konsultan Komunikasi a) b) c) d) e) f) g) Peneliti a) b) c) d) e) f) g) h) Capaian Pembelajaran Menguasai teknik fotografi. Menguasai peralatan dalam fotografi. Menguasai dasar-dasar marketing. Mampu berkomunikasi dengan baik. Mampu menghasilkan foto yang menarik untuk media massa maupun klien. Menguasai teknik dasar mencetak foto. Menguasai teknik marketing. Mampu melihat peluang bisnis sebagai fotografer Mampu memahami masalah yang dihadapi. Mampu memberikan beberapa solusi yang terbaik dan alternatif solusi. Mampu menjadi pendidik atau penyuluh dalam melatih UKM untuk melek teknologi, Mampu membaca strategi pasar. Mampu berkomunikasi dengan baik. Mampu mengkomunikasikan serta memformulasikan komunikasi dengan cara tertentu. Mampu melihat peluang bisnis sebagai konsultan komunikasi Mampu mendefenisikan masalah/kebutuhan dan mencari solusinya. Mampu memilih metoda penelitian yang sesuai dengan rancangan penelitian Mampu memilih dasar teori ilmu komunikasi yang tepat terkait persoalan yang hendak diteliti. Mampu memilih dan membuat alat ukur yang sesuai dengan persolan penelitian Mampu memilih teknik statistik yang tepat untuk pengolahan data penelitian Mampu menulis laporan penelitian secara efektif Mampu membuat proposal penelitian Menguasai IT untuk pengolahan data statistik, pemulisan laporan penelitian dan presentasi BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 47 5.1.3. Matriks Bahan Kajian Bahan kajian yang diturunkan dari dan relevan dengan capaian pembelajaran dan mendukung visi keilmuan dan keunikan program studi ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor dapat dilihat pada Tabel 5.3.berikut : Tabel 5.3. Matrik Bahan Kajian RUMUSAN CAPAIAN PEMBELAJARAN JURUSAN HUBUNGAN MASYARAKAT SI KA P Pribadi yang berima n dan bertakw a kepada tuhan YME dengan mencer minkan sikap yang religius. JURU SAN JURN ALIS TIK Priba di yang berim an dan berta kwa kepa da tuhan YME deng an menc ermin kan sikap yang religiu s. Mata Kuliah Dasar Umum Moral keprib adian, Kew etika, irus agam a Ba ha sa Bahan Kajian dan Rumpun Ilmu Ilmu Komunikasi Pembelajaran Pem Komunikasi belaj aran Kom Kons Pe puter ep Org Str Pronul dan dan anis ate duksi isa Tekn Anali asi gi ologi n sis Media √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 48 Peneli tian Menjunj ung tinggi nilai Human relation s seperti rasa keman usiaan yang berland askan pada agama, moral dan etika. Menyei mbang kan antara etika akade mik dengan nilai dan normanorma yang berlaku . Menj unjun g tinggi nilai Huma n relati ons seper ti rasa kema nusia an yang berla ndask an pada agam a, moral dan etika. Meny eimb angk an antar a etika akad emik deng an nilai dan norm anorm a yang berla ku. √ √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 49 Memeg ang teguh rasa nasiona lisme, kebhine katung galikaa n dengan berpera n sebagai WNI yang memilik i tanggu ng jawab tinggi, rasa bangga dan cinta pada tanah air Indone sia. Mem egan g teguh rasa nasio nalis me, kebhi nekat ungg alikaa n deng an berpe ran seba gai WNI yang memil iki tangg ung jawab tinggi, rasa bang ga dan cinta pada tanah air Indon esia. √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 50 Disiplin dalam kehidup an bermas yarakat , berneg ara dengan mengik uti aturan dan azasazas hukum yang ditetapk an. Komitm en, tanggu ng jawab dan mandiri pada perkerj aan atau keahlia n yang dijalank an. Disipli n dala m kehid upan berm asyar akat, berne gara deng an meng ikuti atura n dan azasazas huku m yang diteta pkan. Komit men, tangg ung jawab dan mand iri pada perke rjaan atau keahli an yang dijala nkan. √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 51 Pe ng ua sa an Pe ng eta hu an Mengu asai dasardasar komuni kasi human relation s, konsep pencitr aan, persua si, komuni kasi publik, komuni kasi massa dan opini publik. Meng uasai konse pkonse p dasar komu nikasi , konse p dasar dan teoriti s jurnali stik. √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ √ √ √ 52 Mengu asai penget ahuan akan position ing humas dalam berbag ai ranah baik dalam sebuah organis asi pemeri ntah, swasta atau swaday a masyar akat. Meng uasai prinsi p siste m sosial , buda ya, ekon omi dan politik yang terkai t deng an bidan g jurnali stik yang berla ndas akan etika, norm a, perat uran dan stand ar jurnali stik. √ √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ √ 53 Mengu asai akan strategi dalam mening katkan nilainilai keman usiaan, bagaim ana memba ngun dan melesta rikan good relation s. Mengu asai penget ahuan teknik komuni kasi mengg unakan teknolo gi (media baru) Mengu asai dan memah ami akan masala h/issue terkait ekopolt eksos yang berkem bang di masyar akat. Meng uasai teknik penuli san produ k jurnali stik dan meto dologi peneli tian jurnali stik. Meng uasai peng etahu an dan peng guna an teknol ogi komu nikasi terkini . Meng etahu i etika jurnali stik serta kaida h dala m komu nikasi mass a √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ √ √ 54 √ Ket era mp ila n Kh us us Mampu menjala nkan progra m kegiata n humas seperti mende sain, menge valuasi, mengikl ankan, dan menga nalisis setiap event yang dilakuk an. Mam pu meng hasilk an produ kprodu k jurnali stik yang baik dan sesua i deng an kode etik jurnali stik, mem atuhi pada (etika , atura n dan stand ar penuli san). √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ √ √ √ 55 Mampu mengel ola komuni kasi dengan mengg unakan media dan progra m kehum asan organis asi baik secara internal /ekster nal. Mam pu meng analis is akan iklim jurnali sme/k ebeb asan bersu ara deng an mem bandi ngka n pada pang aruh sejar ah, ekon omi, politik serta huku m/atu ran yang berke mban g di peme rintah an saat ini. √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ 56 Mampu mempe rsuasi dan membe rikan citra positif publik terhada p suatu individu /organi sasi dalam bentuk opini publik. Mam pu mem prakt ekan keahli an seper ti: menu lis, mend esain layout , meng edit dala m produ ksi berita yang bisa dipubl ikasik an melal ui medi a mass a serta disela raska n sesua i teori komu nikasi mass a dan prinsi pprinsi p jurnali stik. √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ √ √ 57 Mampu menga nalisis, mengid entifika si kasus isu-isu yang berkem bang secara komuni katif dan strategi s serta mengh asilkan solusi alternat if yang baik sesuai dengan bidang kehum asan. Mam pu melak ukan persu asi yang baik dala m komu nikasi interp erson al sehin gga menu mbuh kan relasi yang baik deng an sumb er berita . √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ 58 Mam pu meng emas penuli san pemb eritaa n deng an kreati f dan inovat if deng an tetap mem perha tikan kode etik, sehin gga dapat dises uaika n deng an konte n medi a yang berke mban g saat ini. √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ √ √ 59 Ket era mp ila n U mu m Menge mbang kan kreatifit as dan inovatif dalam penge mbang an/impl ementa si ilmu penget ahuan dengan kemaju an teknolo gi disesua ikan dengan bidang kajian. Mene rapka n pemik iran yang kritis, logis, inovat if dan kreati f peng emba ngan ilmu peng etahu an dan teknol ogi yang sesua i deng an bidan gnya. √ √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 60 Menga nalisis/ mengk aji penge mbang an ilmu penget ahuan, teknolo gi, budaya , seni berdas arkan atas kaidah/t ata cara etika ilmiah demi mengh asilkan gagasa n, pendap at, desain, model atau kritik yang bentuk hasilny a berupa skripsi/t ugas akhir. Meng analis is/me ngkaji peng emba ngan ilmu peng etahu an, teknol ogi, buda ya, seni berda sarka n atas kaida h/tata cara etika ilmiah demi meng hasilk an gaga san, pend apat, desai n, mode l atau kritik yang bentu k hasiln ya berup a skrips i/tuga s akhir. √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ √ 61 Mam pu meny elesai kan masal Menge ah mbang dan kan mem pembel berik ajaran an secara solusi otodida peny k/mandi elesai ri serta kan mengu sesua atkan i jaringa deng n relasi an dengan bidan dosen, g kolega keahli dan aany masyar a akat yang umum diland baik askan secara pada internal analis /eksten is al di infor luar masi lembag dan anya. data. √ √ BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ 62 Meng emba ngka n pemb elajar an secar a otodi dak/ mand iri serta meng uatka n jaring an relasi deng an dose n, koleg a dan masy araka t umu m baik secar a intern al/eks tenal di luar lemb agan ya √ √ Catatan : 1. Bahan kajian adalah suatu bangunan ilmu, teknologi atau seni, objek yang dipelajari, yang menunjukkan cirri cabang ilmu tertentu, atau dengan kata lain menunjukkan bidang kajian atau inti keilmuan suatu program studi. Bahan kajian dapat pula merupakan pengetahuan/ bidang kajian yang akan dikembangkan, keilmuan yang sangat potensial atau dibutuhkan masyarakat untuk masa datang. 2. Tuliskan nama bahan kajian pada kolom yang tersedia. 3. Beri tanda √ pada kolom bahan kajian yang terkait dengan capaian pembelajaran. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 63 5.1.4. Mata kuliah Nama mata kuliah program studi ilmu komunikasi yang mengaitkan dengan bahan kajian yang membangun 4 (empat) domain capaian pembelajaran, yaitu 1) sikap, 2) keterampilan umum, 3) pengetahuan, 4) keterampilan khusus pada Tabel 5.4.berikut : Tabel 5.4. Mata Kuliah dan Domain Capaian Pembelajaran di Program Studi Ilmu Komunikasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Mata Kuliah AIK 1 Bahasa Inggris 1 Bahasa Indonesia (Penulisan Karya Tulis Ilmiah) Pendidikan Kewarganegaraan Kewirausahaan 1 Islam AIK 2 Bahasa Inggris 2 AIK 3 AIK 4 Dasar-dasar logika Kewirausahaan 2 Islam Statistika Ilmu Sosial Dasar-dasar Penulisan Hubungan Industrial CSR Image building Seminar Fotografi Bahasa Jurnalistik Wawancara Cetak Wawancara Elektronik Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Dasar Penulisan Humas Penulisan Berita Media Massa Cetak Penulisan Berita Media Massa Elektronik Metode Penelitian Komunikasi Kuantitatif Penulisan Artikel dan Tajuk Rencana Marketing PR MC dan Protokler PR Writing Jurnalisme Foto Desain Surat Kabar dan Majalah Penulisan feature cetak Penulisan feature elektronik Kapita Selekta Audit Humas Fotografi Humas Produksi Jurnalisme Radio BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 Domaian Pembelajaran Sikap Keterampilan Umum Keterampilan Khusus 64 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 Produksi Jurnalisme Televisi Indepth Reporting Cetak PR Event Investor and financial relations Produksi Media Humas Teknik dan Negosiasi Humas Riset Publik dan Analisis Media Job Training Cetak Job traning elekrtonik KKNM Jurnalistik Job Training Humas KKNM Humas Strategi dan perencanaan media Reportase Komunikasi Politik Periklanan Skripsi Pengantar Ilmu Komunikasi Retorika Sosiologi Komunikasi Komunikasi Organisasi Pengantar Ilmu Humas dan Penyuluhan Masyarakat Pengantar Ilmu Jurnalistik Psikologi Komunikasi dan Penyuluhan Komunikasi Lintas Budaya Teori Komunikasi dan Penyuluhan Komunikasi Massa Filsafat Ilmu Komunikasi Komunikasi Bisnis Manajemen PR Human Relation Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Humas Pemerintahan Manajemen Klien Humas Hukum dan Etika Pers Hubungan Media Manajemen Penerbitan Humas Public Relation Ethic and Law Manajemen Media Massa Perbandingan Sistem Pers Perkembangan Media Baru Jurnalisme Kontemporer Media Public Relation Kontemporer BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 Pengetahuan 65 5.1.5. Struktur Kurikulum Mata Kuliah Struktur kurikulum Ilmu Komunikasi berdasarkan urutan mata kuliah (MK) per semester, dengan mengikuti format Tabel 5.5.sebagai berikut : Tabel 5.5. Struktur Kurikulum Berdasarkan Urutan Mata Kuliah Per Semester Kelengkapan S mt Kode MK / Blok I MKWU 01 MKWU 04 MKWU 03 Bobot SKS Bahan Kajian Dosen Pengampu Deskripsi Silabus √ √ √ Ilmu Komunikasi UMBO AIK 1 Bahasa Inggris 1 Bahasa Indonesia (Penulisan Karya Tulis Ilmiah) Pengantar Ilmu Komunikasi 2 2 2 3 Adhi Surya Perdana 2 Iskandar MKWU 06 Pendidikan Kewarganegaraan Kewirausahaan 2 Syahril √ √ √ UMBO MKWF 02 Retorika 2 Gunawan Wiradharma √ √ √ IK 09 Sosiologi Komunikasi 3 √ √ √ MKWF 01 Fotografi 3 Hardianta Tuah Marganta Ginting Gunawan Wiradharma Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi √ √ MKWF 06 Komunikasi Organisasi 3 Hardianta Tuah Marganta Ginting √ √ IK 01 MKWU 02 II Nama MK / Blok Departemen / Bagian Fak. RPS Penyelenggra UMBO UMBO UMBO Asep K Madropi Jumlah SKS MKWU 01 AIK 2 IK 01 Pengantar Ilmu Humas dan Penyuluhan Masyarakat IK 04 Pengantar Ilmu Jurnalistik 24 2 3 3 Romika Junaidi MKWF 04 2 Adhariksa Zukhruf Kurniullah Dasar-Dasar logika Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Dwi Nurina Pitasari BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 Ilmu Komunikasi √ √ Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi 66 Hardianta Tuah Marganta Ginting Asep K Hardianta Tuah Marganta Ginting Adhi Surya Perdana √ √ Ilmu Komunikasi √ √ Ilmu Komunikasi √ √ Hardianta Tuah Marganta Ginting √ √ √ Adhi Surya Perdana √ √ √ 3 Romika Junaidi √ √ IK 10 Psikologi Komunikasi dan Penyuluhan 3 MKWU 04 IK 13 Bahasa Inggris 2 Komunikasi Lintas Budaya 2 3 IK 06 Teori Komunikasi dan Penyuluhan 3 IK 11 Komunikasi Massa 3 Jumlah SKS III MKWU 01 AIK 3 (Ju MKWF 03 Statistika Ilmu rn Sosial ali sti IK 03 Filsafat Ilmu k) Komunikasi 24 2 3 JUR 01 Bahasa Jurnalistik 2 Gunawan Wiradharma √ √ JUR 06 Dasar-dasar Penulisan 2 √ √ JUR 04 Wawancara Cetak 2 Adhariksa Zukhruf Kurniullah Dionni Ditya Perdana JUR 13 Wawancara Elektronik 2 Dwi Nurina Pitasari IK 02 Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Komunikasi Bisnis 3 Karmila Muchtar √ √ 3 Hardianta Tuah Marganta Ginting √ √ Adhi Surya Perdana √ √ Romika Junaidi √ √ IK 07 Jumlah SKS III MKWU 01 AIK 3 (H MKWF 03 Statistika Ilmu um Sosial as) IK 03 Filsafat Ilmu Komunikasi 22 2 3 3 BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ √ √ 67 Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi HUM 01 Dasar Penulisan Humas 2 HUM 04 Manajemen PR 3 IK 02 Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Kewirausahaan 2 Islam Hubungan Industrial 3 2 Dionni Ditya Perdana Human Relation 3 Adhi Surya Perdana √ √ Adhariksa Zukhruf Kurniullah Karmila Muchtar √ √ MKWU 06 HUM 07 HUM 03 Jumlah SKS IV MKWU 01 AIK 4 (Ju MKWF 05 Komunikasi Politik rn ali sti JUR 17 Penulisan Berita k) Media Massa Cetak JUR 18 Penulisan Berita Media Massa Elektronik IK 08 Metode Penelitian Komunikasi Kuantitatif JUR 15 Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial JUR 20 Penulisan Artikel dan Tajuk Rencana JUR 26 Reportase Jumlah SKS IV MKWU 01 AIK 4 (H HUM 14 Humas um Pemerintahan as) HUM 23 Manajemen Klien Humas HUM 13 CSR Adhariksa Zukhruf Kurniullah Dwi Nurina Pitasari Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi UMBO Karmila Muchtar 2 23 2 3 3 3 Romika Junaidi 3 Adhi Surya Perdana √ √ 2 Adhi Surya Perdana √ √ 3 Karmila Muchtar 2 Dwi Nurina Pitasari √ √ 21 2 2 Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Dionni Ditya Perdana 3 Romika Junaidi 3 Dwi Nurina Pitasari BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi 68 HUM 18 Marketing PR 3 HUM 22 MC dan Protokler 2 HUM 24 Image building 3 IK 08 Metode Penelitian Komunikasi Kuantitatif PR Writing 3 HUM 16 V JUR 02 (Ju rn ali JUR 03 sti k) JUR 05 Jumlah SKS Jurnalisme Foto 2 23 3 Adhariksa Zukhruf Kurniullah Karmila Muchtar Adhariksa Zukhruf Kurniullah Adhi Surya Perdana Dionni Ditya Perdana 2 Hukum dan Etika Pers 3 JUR 11 Penulisan feature cetak 3 Dwi Nurina Pitasari JUR 10 Penulisan feature elektronik 3 Gunawan Wiradharma JUR 12 3 Karmila Muchtar HUM 10 Strategi dan perencanaan media Kapita Selekta 3 Tim Dosen IK 14 Seminar 2 Tim Dosen HUM 06 Jumlah SKS Komunikasi Politik 22 3 √ Gunawan Wiradharma Desain Surat Kabar dan Majalah V MKWF 05 (H um as) HUM 05 √ Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Adhariksa Zukhruf Kurniullah Romika Junaidi √ √ √ √ √ √ Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Romika Junaidi Periklanan 2 Dionni Ditya Perdana Audit Humas 3 Adhi Surya Perdana BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ √ √ 69 Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi HUM 02 Hubungan Media 2 Dwi Nurina Pitasari HUM 08 Manajemen Penerbitan Humas 3 Gunawan Wiradharma HUM 09 Public Relation Ethic and Law 3 Karmila Muchtar HUM 11 Fotografi Humas 2 Romika Junaidi HUM 10 Kapita Selekta 3 Tim Dosen IK 14 Seminar 2 Tim Dosen VI JUR 16 (Ju rn ali JUR 23 sti k) JUR 24 Jumlah SKS Manajemen Media Massa 23 3 3 Karmila Muchtar Produksi Jurnalisme Televisi 3 Gunawan Wiradharma JUR 22 Indepth Reporting Cetak 3 JUR 21 Perbandingan Sistem Pers 3 Adhariksa Zukhruf Kurniullah Dwi Nurina Pitasari JUR 19 Perkembangan Media Baru 3 JUR 25 Jurnalisme Kontemporer 3 HUM 21 Jumlah SKS PR Event 21 3 Produksi Media Humas 3 Teknik dan Negosiasi Humas 3 √ √ √ Adhi Surya Perdana Produksi Jurnalisme Radio VI HUM 19 (H um as) HUM 17 √ Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Hardianta Tuah Marganta Ginting Dionni Ditya Perdana √ √ Ilmu Komunikasi √ Dwi Nurina Pitasari Adhariksa Zukhruf Kurniullah Dionni Ditya Perdana BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 √ Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi √ √ 70 Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi HUM 20 Riset Publik dan Analisis Media 3 Gunawan Wiradharma HUM 15 Investor and Financial Relations 3 Karmila Muchtar HUM 25 Media Public Relation Kontemporer Jumlah SKS Job Training Cetak 3 Dwi Nurina Pitasari VII JUR 08 (Ju rn ali JUR 09 sti k) MKWU 08 18 3 Tim Dosen Job Traning Elekrtonik 3 Tim Dosen KKNM Jurnalistik 3 Tim Dosen Jumlah SKS VII HUM 12 (H um as) MKWU 08 VII I Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi 9 Job Training 3 Tim Dosen KKNM Humas 3 Tim Dosen Jumlah SKS MKWU 07 Skripsi 6 6 Tim Dosen Jumlah SKS 6 Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Ilmu Komunikasi Catatan : 1. Tuliskan mata kuliah / blok pilihan sebagai mata kuliah / blok I, mata kuliah / blok II, dst (nama-nama mata kuliah /blok pilihan yang dilaksanakan). 2. Tuliskan bobot sks untuk setiap mata / blok pilihan. 3. Tuliskan bahan kajian yang membentuk setiap mata kuliah / blok pilihan. 4. Tuliskan nama dosen pengampu setiap mata kuliah / blok pilihan 5. Beri tanda √ pada mata kuliah / blok yang dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah / blok, silabus dan RPS. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 71 5.1.6. Substansi Praktikum/Praktik/PKL dan Jam Pelaksanaan Tabel 5.6. Subtansi Pelaksanaan Praktikum Program Studi Ilmu Komunikasi Judul / Substansi Nama No Modul Modul Praktikum Praktikum Praktikum (1) (2) (3) (4) 1 Fotografi 2 Penulisan Berita Media Massa Cetak 3 Penulisan Berita Media Massa Elektronik 4 PR Writing 5 Desain Surat Kabar dan Majalah 6 Penulisan feature cetak 7 Penulisan feature elektronik 8 Fotografi Humas 9 Produksi Jurnalisme Radio /Praktik/PKL dan Jam Pelaksanaan Peralatan Penunjang Praktikum (5) Kamera DSLR Perangkat Komputer dan Jaringan Internet Perangkat Komputer dan Jaringan Internet Perangkat Komputer dan Jaringan Internet Perangkat Komputer dan Jaringan Internet Perangkat Komputer dan Jaringan Internet Perangkat Komputer dan Jaringan Internet Kamera DSLR, Perangkat Komputer dan Jaringan Internet Perangkat Teknis Studio Radio BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 Rencana Pelaksanaan Tempat / Jam Lokasi (6) (7) 6 Jam/Minggu Lab. Fotografi 6 Jam/Minggu Lab. Media Komunikasi (Jurnalistik) 6 Jam/Minggu Lab. Media Komunikasi (Jurnalistik) 6 Jam/Minggu Lab. Media Komunikasi (Humas) 6 Jam/Minggu Lab. Desain Surat Kabar dan Majalah 6 Jam/Minggu Lab. Media Komunikasi (Jurnalistik) 6 Jam/Minggu Lab. Media Komunikasi (Jurnalistik) 6 Jam/Minggu Lab. Fotografi 6 Jam/Minggu Lab. Teknis Radio 72 9 Produksi Jurnalisme Televisi 10 Produksi Media Humas Perangkat Teknis Studio Televisi dan Kamera Video Kamera DSLR, Perangkat Komputer dan Jaringan Internet 6 Jam/Minggu Lab. Teknis Televisi 6 Jam/Minggu Lab. Media Komunikasi (Humas) 5.1.7. Mekanisme Penentuan Modul Praktikum Oleh Peer Group Beserta Syarat Minimal dan Syarat Mutu Yang Lebih Baik Program Studi Ilmu Komunikasi memiliki dua tipe laboratorium, yaitu komunikasi umum dan komunikasi khusus. Bagian terbesar dari laboratorium dilengkapi dengan hardware, software, dan network system media komunikasi massa cetak/elektronik dan radio/televisi yang disesuaikan dengan standar yang berlaku saat ini, meskipun untuk mengikuti perubahan teknologi komunikasi yang begitu cepat dirasakan cukup membebani Fakultas. Nama laboratorium dan praktikum, semester, dan mata kuliah prasyarat, seperti ditunjukkan Tabel 5.7. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 73 Tabel 5.7. Nama Laboratorium dan Praktikum, Semester, dan Mata Kuliah Prasyarat Mata Kuliah Nama Laboratorium Nama Praktikum Smst Prasyarat Lab. Media Komunikasi Penulisan Berita IV Bahasa (Jurnalistik) Media Massa Cetak (Jurnalistik) Jurnalistik; DasarLab. Media Komunikasi (Jurnalistik) Penulisan Berita Media Massa Elektronik PR Writing IV (Jurnalistik) Desain Surat Kabar dan Majalah Penulisan Feature Cetak V (Jurnalistik) V (Jurnalistik) Lab. Media Komunikasi (Jurnalistik) Penulisan feature elektronik V (Jurnalistik) Lab. Fotografi Fotografi Humas Lab. Teknis Radio Produksi Jurnalisme Radio Produksi Jurnalisme Televisi Produksi Media Humas V (Humas) VI (Jurnalistik) VI (Jurnalistik) VI (Humas) Lab. Media Komunikasi (Humas) Lab. Desain Surat Kabar dan Majalah Lab. Media Komunikasi (Jurnalistik) Lab. Teknis Televisi Lab. Media Komunikasi (Humas) IV (Humas) Dasar Penulisan Bahasa Jurnalistik; DasarDasar Penulisan Dasar Penulisan Humas Pengantar Ilmu Jurnalistik Bahasa Jurnalistik; DasarDasar Penulisan Bahasa Jurnalistik; Dasardasar Penulisan Fotografi Pengantar Ilmu Jurnalistik Pengantar Ilmu Jurnalistik Dasar Penulisan Humas; Manajemen PR; Marketing PR dan Manajemen Penerbitan Humas Laboratorium komunikasi umum digunakan untuk kegiatan pendukung pengajaran. Penggunaan masing-masing laboratorium, adalah bervariasi bergantung kepada kebutuhan mahasiswa dan spesifikasi hardware yang tersedia. Laboratorium komunikasi khusus, selain khusus digunakan untuk praktikum sesuai mata kuliah yang terkait juga dapat digunakan untuk penelitian bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang memerlukannya dengan penyediaan perangkat jurnalistik/humas dan jaringan internet. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 74 5.1.8. RPS (Rencana Pembelajaran Semester) Lampirkan RPS dan silabus mata kuliah program studi ilmu komunikasi Sistem pembelajaran adalah mekanisme pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan yang mencakup: 1) metode dan bentuk pembelajaran per mata kuliah, 2) sistem penilaian pembelajaran, 3) ketersediaan dan kelengkapan prasarana, sarana dan dana yang memungkinan terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika. Karakteristik pelaksanaan pembelajaran hendaknya memperhatikan sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontektual, tematik, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. Interaktif menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen. Holistik mencerminkan bahwa proses pembelajaran mendorong terbentuknya pola pikir yang komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional. Integratif menunjukkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin. Saintifik menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma, dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan. Kontekstual menjelaskan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya. Tematik berarti capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin. Efektif menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih secara berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum. Kolaboratif adalah proses pembelajaran bersama yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam upaya meraih capaian pembelajaran. pembelajaran lulusan Berpusat diraih pada melalui mahasiswa proses menunjukkan pembelajaran yang bahwa capaian mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 75 5.2. Sistem Pembelajaran Sistem pembelajaran adalah mekanisme pelaksanaan pembelajaran pada program studi Ilmu Komunikasi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan yang mencakup : 1) metode dan bentuk pembelajaran per mata kuliah; 2) sistem penilaian pembelajaran; 3) ketersediaan dan kelengkapan prasarana, sarana dan dana yang memungkinkan terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika. Karakteristik pelaksanaan pembelajaran hendaknya memperhatikan sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. Interaktif menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen. Holistik mencerminkan bahwa proses pembelajaran mendorong terbentuknya pola pikir yang komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional. Integrative menunjukkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang terintegrasi unutk memenuhi capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin. Saintifik menytakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan nilai, norma, dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai agama dan kebangsaan. Kontekstual menjelaskan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalam rahah keahliannya. Tematik berarti capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran ilmu komunikasi yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin. Efektif menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih secara berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum. Kolaboratif adalah proses pembelajaran bersama yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam upaya meraih capaian pembelajaran. Berpusat pada mahasiswa ilmu komunikasi menunjukkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreatifitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan ilmu komunikasi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 76 5.2.1. Metode dan Bentuk Pembelajaran Per Mata Kuliah Sesuai Dengan Capaian Pembelajaran Dengan Memperhatikan Jumlah Mahasiswa Per Kelas, Ketercukupan Sumber Belajar dan Ketercukupan Sarana Pembelajaran Program Studi Ilmu Komunikasi . Adapun metode dan bentuk pembelajaran ilmu komunikasi yang digunakan pada prinsipnya multi metode, artinya setiap kali perkuliahan tidak hanya menggunakan satu metode tertentu saja, akan tetapi beberapa metode digunakan sekaligus, metode-metode pembelajaran yang dimaksud adalah metode : ceramah, diskusi, tanya-jawab, analisis kasus, praktikum laboratorium, presentasi, seminar, observasi lapangan dan penelitian. Salah satu prinsip pembelajaran yang menjadi ciri khas Universitas Muhammadiyah Bogor ialah prinsip korelasi etis religius, ini berarti dalam setiap perkuliahan selalu diupayakan berkaitan atau dihubungkan dengan nilai-nilai agama Islam. Perkuliahan merupakan kegiatan tatap muka antar pengajar (dosen) dan mahasiswa dalam rangka memberikan bekal pengetahuan praktis maupun teoritis. Kegiatan ini dilakukan pada setiap hari kecuali hari-hari libur yang telah ditentukan baik libur nasional maupun libur lokal. Untuk menjamin kelancaran jalannya perkuliahan maka setiap rombongan belajar perlu menunjuk ketua dan wakil ketua rombel yang dapat berfungsi sebagai pimpinan rombeldan penghubung antara mahasiswa pada satu sisi dan dengan pengajar (dosen), prodi dan Fakultas serta UMBO. Laboratorium, selain perkuliahan didalam kelas beberapa mata kuliah akan memerlukan laboratorium untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan ini dapat berupa kegiatan individual ataupun kegiatan kelompok tergantung pada jenis mata kuliah dan tenaga pengajarnya. Selanjutnya mahasiswa diharapkan mengikuti tata tertib yang ada di laboratorium. Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif dan prakarsa mahasiswa dalam rangka untuk memecahkan ataupun membahas tentang suatu masalah tertentu.Tiap kelompok perlu mengangkat ketua dan wakil ketua diskusi yang akan bertindak sebagai pimpinan diskusi. Seminar merupakan kegiatan akademis yang wajib dihadiri oleh mahasiswa. Seminar yang diselenggarakan dapat berkaitan dengan mata kuliah atau dapat pula berupa masukan berharga dari para praktisi dan profesional diluar kampus yang berkecimpung didunia praktik dan dari para ilmuwan hukum dan ilmuwan disiplin ilmu terkait. Diharapkan dari seminar ini akan dapat diperoleh wawasan dan keterampilan praktikal profesional. Penyelenggaraan seminar dapat dilaksanakan tidak terbatas diruang seminar yang ada di dalam kampus tetapi dapat juga di selenggarakan diluar kampus. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 77 Selain kegiatan-kegiatan diatas maka mahasiswa juga diharapkan untuk melakukan kerja mandiri yang tidak bergantung pada orang lain. Kegiatan ini dapat dilakukan di tempat tinggall mahasiswa ataupun pada sarana-sarana yang disediakan oleh program seperti perpustakaan, laboratorium dan lain-lain. Kiranya masih banyak kegiatan belajar yang perlu dilakukan secara mandiri, sebab akhir keberhasilan pelaksanaan program ini akan sangat tergantung pada kemampuan individual pesertanya. Penelitian dilakuian saat mahasiswa menghadapi skripsi, atau praktik penelitian ketika mahasiswa masih kuliah yang terkait dengan mata kuliah berpraktikum baik di kelas maupun di lapangan. Prakteik penelitian bias perorangan maunpun kelompok yang dibimbing oleh dosen mata kukiah. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 78 Berikut ini pengembangan metode dan bentuk pembelajaran dalam setiap mata kuliah dalam Program Studi Ilmu Komunikasi UMBO disajikan pada Tabel 5.8. Tabel 5.8. Pengembangan Metode dan Bentuk Pembelajaran dalam Setiap Mata Kuliah dalam Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor No Nama Mata Kuliah Metode Bentuk 1 Kemuhamadiyahan 2 Bahasa Inggris 3 Bahasa Indonesia Inquiry, Analisis Modul, E-Book, Media 4 Pengantar Ilmu Komunikasi Kasus, Studi Kasus, Terkait Materi Kooperatif Aktif 5 Pengantar Ilmu Humas 6 7 8 Pengantar Ilmu Jurnalistik Pendidikan Kewarganegaraan Kewirausahaan 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Psikologi Komunikasi Komunikasi Massa Komunikasi Politik Dasar-Dasar logika Teori Komunikasi Komuniaksi Organisasi Fotografi Retorika Komunikasi visual 18 19 20 21 22 23 24 Statistika Komunikasi Lintas Budaya Sosiologi Komunikasi Dasar-Dasar penulisan Hukum pers Etika pers komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Perkembangan Media Baru Filsafat Komunikasi Kapita Selekta Reportase Fotografi Humas Bahasa Jurnalistik 25 26 27 28 29 30 Praktik, Hasil Karya Modul, E-Book, Media Terkait Materi Inquiry, Analisis Kasus, Studi Kasus, Kooperatif Aktif Modul, E-Book, Media Terkait Materi Inquiry, Praktik Hasil Karya Pedoman Foto Praktek Modul, E-Book, Media Terkait Materi Inquiry, Analisis Kasus, Studi Kasus, Kooperatif Aktif Modul, E-Book, Media Terkait Materi Praktik Praktik, Hasil Karya Inquiry, Praktik, Hasil Karya BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 Modul, E-Book, Media Terkait Materi Modul, E-Book, Media Terkait Materi 79 No 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Nama Mata Kuliah Jurnalisme Foto Penulisan Berita Cetak Wawancara (Cetak Dan Elektronik) Penulisan Berita Elektronik Penulisan Artikel Dan Tajuk Rencana Produksi Feature TV 55 56 57 58 59 60 61 Produksi Feature Radio Produksi Jurnalisme Televisi Produksi Jurnalisme Radio Desain Surat Kabar dan Majalah Indepth Reporting Strategi dan Perencanaan Media Massa perkembangan Media Baru Perbandingan Sistem Pers Manajemen Media Massa Jurnalistik Kontemporer MPK Audit Humas Manajemen PR Hubungan Media Human Relations Hubungan Industrial Publik Relations Ethic and Law Media Pubic Relations Kontemporer Komunikasi Bisnis Komunikasi Perusahaan CSR Humas Pemerintahan Investor and Financial Relations Opini Publik Manajemen Klien Humas 62 63 Image Building Riset Publik Dan Analisis Media 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Metode Bentuk Inquiry Modul, E-Book, Media Terkait Materi Inquiry, Analisis Kasus, Studi Kasus, Kooperatif Aktif Modul, E-Book, Media Terkait Materi Inquiry, Analisis Kasus, Studi Kasus Modul, E-Book, Media Terkait Materi BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 80 No 64 65 66 67 68 69 70 71 Nama Mata Kuliah Marketing Public Relation Public Relations Writing Public Relation Event Teknik dan Negosiasi Humas MC dan Protokoler Job Training KKNM Skripsi Metode Bentuk Studi kasus, Analisis Kasus, Praktik Hasil Karya Praktik Modul, E-Book, Media Terkait Materi Praktik Kerja Lapangan Pedoman Praktik 5.2.2. Sistem Penilaian Pembelajaran dan Tata Pelaporan Penilaian yang Transparan dan Akuntabel Diindikasikan Dengan Adanya Metode yang Sistematis Untuk Mengukur Capaian Pembelajaran, Standar Penilaian yang Dikomunikasikan Kepada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Awal Perkuliahan, dan Tata Cara Pelaporan Hasil Evaluasi yang Dapat Diakses Secara Mudah Oleh Mahasiswa, Serta Sistem Sekuritas Otoritas Akses Sistem penilaian pembobotan pembelajaran pada Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) memakai satuan kredit semester (SKS). Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan dalam satu jenjang pendidikan. Satu semester setara dengan kegiatan belajar mengajar selama 14–18 minggu. Satuan kredit semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dimana beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar dan beban penyelenggara program pendidikan dinyatakan dalam kredit. Berdasarkan perbedaan minat, bakat dan kemampuan di antara mahasiswa, maka cara dan waktu untuk menyelesaikan beban studi maupun komposisi kegiatan studi tidak harus sama bagi setiap mahasiswa, meskipun mereka duduk dalam jenjang pendidikan yang sama. Oleh karena itu penggunaan sistem kredit diharapkan dapat : a) Memberi kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. b) Memberi kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan. c) Mempermudah penyesuaian alih kredit dari Program Studi yang lain. d) Memudahkan evaluasi keberhasilan mahasiswa. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 81 Program pendidikan ilmu komunikasi dalam setiap semester berisikan penyelenggaraan pendidikan dalam bentuk kuliah, praktikum, kerja lapangan dan bentukbentuk pendidikan lainnya, beserta evaluasi keberhasilan mahasiswa dalam program tersebut. Adapun ketentuan sebagai berikut : a) Kuliah yang sifatnya teor i: untuk setiap 1 SKS beban belajar mahasiswa ialah mengikuti kuliah tatap muka dengan dosen selama 50 menit; kegiatan mandiri (membaca, diskusi kelompok) di luar kuliah tatap muka selama 60 menit; dan mengerjakan tugas terstruktur di luar kuliah tatap muka dan kegiatan mandiri selama 60 menit. Perkuliahan dilakukan sebanyak 16 kali per-semester. b) Kuliah praktik di laboratorium: untuk setiap 1 SKS beban belajar mahasiswa sebanyak 120 menit sampai 180 menit per-pertemuan, dan setiap semester sebanyak 16 kali pertemuan. c) Kuliah Praktik Lapangan: setiap 1 SKS beban belajar mahasiswa selama 240 menit sampai 300 menit dikalikan 16 pertemuan, sama dengan 64 – 80 jam per-semester. Beban pembelajaran dan masa studi untuk S1 minimal 144 sks (satuan paket telah dijadwalkan humas 147 sks dan jurnalistik 149 sks) dengan lama masa studi 4-5 tahun dengan batas lama studi 7 tahun. Tata pelaporan penilaian yang transparan dan akuntabel diindikasikan dengan adanya metode yang sistematis untuk mengukur capaian pembelajaran melalui Proses penilaian dalam pembelajaran SCL dilakukan selama proses dengan melihat perkembangan hasil di beberapa tahapan pembelajaran ilmu komunikasi. Dalam proses penilaian ini menjadi sangat penting artinya yaitu dengna memeriksa, mengkaji, memebri arahan dan masukan kepada peserta didik, dan menggunakan suatu instrument penilaian sebagai tolok ukur ketercapaian kemampuan. Dalam hal ini proses asesment yang diusulkan dan dianggap tepat dalam metode pembelajaran SCL adalah model asesment yang disebut Asesment Kinerja (Authentic Assessment atau Performance Assessment), yaitu asesmen yang terdiri dari tiga aktivitas dasar yaitu: dosen memberi tugas, peserta didik menunjukkan kinerjanya. Sistem penilaian pembelajaran dan tata cara pelaporan untuk mendukung tercapainya visi misi prodi dikembangkan sebagai berikut : a) Norma Penilaian 1. Berdasarkan pasal 18 ayat (2) huruf b teknik penilaian terdiri atas terdiri atas observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, dan angket.Instrumen penilaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (2) huruf b terdiri atas penilaian proses dalam bentuk rubrik dan/atau penilaian hasil dalam bentuk portofolio atau karya desain. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 82 Tabel 5.9. Standar Penilaian yang Dikomunikasikan Kepada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Awal Perkuliahan Standar Indikator Bobot Penilaian Kuis Maksimal 15% Tugas Maksimal 15% Kedisiplinan/Absensi Maksimal 10% Keaktifan Maksimal 10% UTS Maksimal 50% UAS / Tugas Besar Maksimal 50% 2. Nilai akhir yang diberikan oleh dosen mata kuliah harus merupakan huruf mutu A,B, C, D, atau E diserahkan kepada bagian akademik. 3. Perubahan nilai akhir (huruf mutu) hanya dapat dilakukan dengan menempuh kembali mata kuliah itu pada semester berikutnya. b) Cara Penilaian Penilaian dilakukan terhadpa penguasaan materi oleh mahasiswa, baik yang sifatnya kognitif, afektif dan psikomoterik. Berdasarkan pasal 23 Ayat 2 pelaporan penilaian dengan kriteria Tabel 5.10. sebagai berikut: Tabel 5.10. Standar Indeks Prestasi Kode Nilai Ambang Batas Nilai Indek Prestasi A 90 – 100 4 AB 80 – 89,99 3,5 B 70 – 79,99 3 BC 60 – 69,99 2,5 C 50 – 59,99 2 D 30 – 49,99 1,5 E < 30 1 Keterangan hasil evaluasi pembelajaran kepada mahasiswa yang melanggar aturan / sanksi pembelajaran disajikan pada Tabel 5.11. sebagai berikut : Tabel 5.11. Hasil Evaluasi Pembelajaran Kepada Mahasiswa Tidak Ada : Nilai tidak ada karena tidak mengikuti UAS Nilai (TN) Curang(CR) Mahasiswa melakukan kecurangan. Nilai langsung dinyatakan E Tidak : Persyaratan Tugas belum lengkap. Dapat dilengkapi maksimum Lengkap (TL) 25 hari kerja setelah pengumuman. Jika tidak dilengkapi dalam batas waktu tersebut, maka nilai dinyatakan E Presensi : Jumlah kehadiran tidak memenuhi syarat Kurang (PR) Mundur (M) : Mengundurkan diri BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 83 Tata cara pelaporan hasil evaluasi penilian program studi ilmu komunikasi yang dapat diakses secara mudah oleh mahasiswa meluputi : a) Nilai E wajib mengulang. Sedangkan D boleh mengulang untuk memperbaiki nilai b) IPK Kelulusan = 2.50 (tugas akhir ditulis ulang dalam format jurnal/artikel ilmiah), c) Memuaskan = 2.76 – 3. 00 d) Sangat memuaskan = 3.01 – 3.50 e) Dengan pujian = > 3.51 (Tugas akhir = A, tidak memiliki nilai D, masa studi tidak lebih dari 8 semester, memiliki publikasi jurnal setidaknya nasional) Sistem sekuritas otoritas akses penilaian hasil pembelajaran terdiri dari : a) Syarat Kelulusan 1. Tugas AKhir minimal B 2. TOEFL IBT 450 3. IPK Minimal 2.50 4. Pengabdian pada masyarakat (KKN / Magang / Kerja praktek) b) Penilaian Tugas Akhir / Skripsi 1. Kriteria Penilaian: Mutu / kualitas materi Tugas Akhir / Skripsi; Penguasaan materi saat presentasi siding Tugas Akhir / Skripsi dan Nilai proses bimbingan 2. Nilai Minimum Tugas Akhir B c) Prasyarat Pengambilan Mata Kuliah Tugas Akhir a) Mahasiswa telah menempuh minimum 75% dari total sks b) IPK Minimal 2.50 Prinsip transparan merupakan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan. Untuk mewujudkan prinsip ini maka PS Ilmu Komunikasi melakukan beberapa kebijakan diantaranya adalah sebagai berikut. a) Membuat sebuah sistem informasi yang dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan (Dosen dan Mahasiswa). b) Dosen berkewajiban mengembalikan hasil kerja/lembar hasil evaluasi mahasiswa maksimal 2 minggu setelah tanggal terakhir UTS/UAS. c) Dosen berkewajiban menyerahkan nilai selambat-lambatnya 2 minggu setelah tanggal terakhir UTS/UAS. d) Untuk Dosen LB akan diberikan bonus ketika penyerahan nilai sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi. Mekanisme mahasiswa ilmu komunikasi yang nilainya kurang dapat mengajukan perbaikan nilai kepada dosen yang bersangkutan. Untuk tanggal pelaksanaan adalah hak prerogratif dosen pengampu. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 84 5.2.3. Ketersediaan dan Kelengkapan Jenis Prasarana, Sarana, Serta Dana yang Memungkinkan Terciptanya Interaksi Akademik Antara Sivitas Akademika Pengadaan sarana prasarana dilakukan oleh Badan Pelaksana Harian (BPH), namun dalam pemeliharaan dan pengembangannya menjadi tanggung jawab pihak perguruan tinggi, untuk yang menjadi hak Program Studi Ilmu Komunikasi menjadi tanggung jawab Prodi. Ketersedaan dan kualitas prasarana yang digunakan dalam pendukung pembelajaran sebagaimana Tabel 5.12. di bawah ini : Tabel 5.12. Jenis Ketersediaan Prasarana Jenis Ketersediaan Prasarana Prasarana Utama 1 Ruang Kantor 2 Ruang Dosen Prasarana Penunjang 1 Ruang BEM/ Himpunan Mahasiswa 2 AULA 3 4 5 3 Masjid/Mushala 4 Kantin 5 WC/Toilet Ruang Kuliah Perpustakaan Laboratorium Interaksi akademik akan terjadi apabila didukung dengan ketersediaan ruang kelas yang memadai seiring bertambahnya minat mahasiswa program studi ilmu komunikasi, dapat dilihat pada Tabel 5.13. Tabel 5.13 : Kebutuhan Ruang Kelas Tahun KeKebutuhan Ruang Kelas 1 2 3 4 Angkatan ke-1 Angkatan ke-2 Angkatan ke-3 Angkatan ke-4 Total Kelas 1 0 0 0 1 1 1 0 0 2 3 1 1 0 5 3 3 1 1 8 5 0 3 3 1 7 Angkatan pertama pada tahun pertama dan kedua membutuhkan satu kelas. Masuk pada tahun ke 3 kelas yang dibutuhkan 3, sebab adanya konsentrasi bidang ilmu. Demikian pula dengan angkatan selanjutnya. Sarana yang tersedia dalam menunjang kegiatan akademik dan sarana proses belajar-mengajar program studi ilmu komunikasi dijelaskan dalam Tabel 5.13. sebagai berikut: BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 85 Tabel 5.13 : Prasarna dan Sarana yang Tersedia No 1 2 3 4 5 6 Prasarana Sarana Ruang Pejabat Struktural Meja Kursi Komputer Ruang Dosen Meja Kursi Tamu Kursi Dosen Lemari Ruang Administrasi Kursi Meja Komputer Lemari Ruang Kuliah Meja dan Kursi Kursi Kuliah OHP White Board Ruang Informasi Akademik Terpadu Komputer Perpustakaan Buku Komputer Adapun komponen, indikator serta standar sarana dan prasarana yang diberlakukan nantinya berpedoman pada Tabel 5.14. sebagai berikut : Tabel 5.14. Komponen, Indikator, Standar Sarana Dan Prasarana No 1 2 3 4 Komponen Ruang Kelas Indikator Standar Minimal Kapasitas Maksmimal Maksimal 40 kursi kuliah yang memadai; dan kedap Suara Sarana Perkuliahan Efektifitas perkuliahan Setiap ruang kelas nantinya tersedia: Whiteboard; LCD/OHP dan Alat tulis (spidol) Perpustakaan Ketersedian buku akses Buku referensi minimal 300 judul da Ruang baca Internet Akses jaringan internet Hotspot jaringan internet dan PC untuk mahasiswa BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 86 5.3. Rencana Akademik 5.3.1. Kebijakan Tertulis Tentang Suasana Akademik Studi Ilmu Komunikasi (Otonomi Keilmuan, Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik, dan Kemitraan Dosen-Mahasiswa Kebijakan tertulis tentang suasana akademik studi ilmu komunikasi, sesuai perkembangan era dan teknologi informasi turut serta mempengaruhi struktur-sturuktur sentral yang menopang kehidupan bangsa dan negara Indonesia, tak terkecuali dengan kehadiran ilmu komunikasi. Lulusan ilmu komunikasi yang mengedepankan mengenai manajemen informasi dan komunikasi, selain itu mampu menjadi mediator bagi internal perusahaan/corporate dalam membina dan menjalin komunikasi internal dengan pihak eksternal, mampu menjadi jurnalis yang profesional dan handal, mampu menjadi penulis/editor, serta mampu mengembangkan ilmu komunikasi sesuai perkembangan teknologi informasi. Memilik pada realitas yang berkembangan, akan banyaknya industri atau perusahaan yang tumbuh dan kian mendominasi dalam menyumbangkan keuntungan di sektor ekonomi bagi setiap negara. Seperti halnya yang kini sedang berkembang pesat pada sektor industri di bidang teknologi informasi. Kemajuan teknologi turut mempengaruhi dalam penyebaran informasi dengan sangat cepat. Pengelolaan informasi dalam suatu institusi atau perusahaan tidak terlepas dari peran ilmu komunikasi dalam membina komunikasi internal perusahaan dengan pihak eksternal demi terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan. Berdasarkan Surat Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti Nomor 2293/E3/2014 tanggal 28 Mei 2014 tentang perubahan Nomenklatur Program Studi mengacu pada rumpun ilmu, KKNI dan penamaan secara internasional prodi ilmu komunikasi merupakan bagian dari rumpun ilmu terapan. Ilmu komunikasi memiliki keterkaitan dengan bidang ilmu sosiologi, ilmu psikologi, ilmu politik, dan lainnya. Disiplin ilmu komunikasi berkaitan erat dengan sosiologi karena mempelajari masyarakat sedangkan psikologi mempelajari perilaku, kondisi psikis manusia, sedangkan ilmu komunikasi yakni mempelajari bagian komunikasi. Dengan adanya lulusan prodi ilmu komunikasi di dalam institusi/perusahan/organisasi menjadi keuntungan bagi Indonesia dalam menghadapi pasar ekonomi bebas (AFTA). Hal tersebut menjadi tantangan bagi universitas swasta atau negeri yang memiliki prodi humas dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang meluluskan mahasiswa yang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai di bidangnya. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 87 Disamping penggunaan metode SBL (Students Based Learning) yang tengah menjadi trend dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi, pendekatan pembelajaran yang digunakan program studi humas ialah student centered dan teacher centered. Pendekatan student centered digunakan untuk memberi kesempatan kepada para mahasiswa mencari dan menemukan sendiri konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui survei, studi kasus, diskusi, observasi lapangan, penelitian, percobaan. Sedangkan pendekatan teacher centered digunakan untuk menjelaskan materi kuliah yang relatif sulit dicari mahasiswa, penjelasan pendahuluan pada awal kuliah, penjelasan norma atau nilai-nilai. Penggunaan kedua pendekatan itu digunakan bergantung pada pertimbangan tujuan, waktu, kondisi mahasiswa, sumber, sifat materi perkuliahan. Inter relasi antar bidang ilmu sosial dengan disiplin ilmu komunikasi dapat dilihat pada Gambar 5.1. di bawah ini : Gambar 5.1. Paradigram Inter Relasi Ilmu Sosial dengan Ilmu Komunikasi BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 88 5.4. Perilaku Kecendikiawanan 5.4.1. Rencana Pengembangan Perilaku Kecendikiawanan Aspek pengembangan perilaku kecendikiawanan berupa melek media komunikasi, perkembangan teknologi, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penanggulangan masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, komunikasi dan lainnya. Suasana akademik yang kondusif mendukung perilaku kecendikiawanan akan terjadi bila terjadi interaksi yang baik antara dosen dengan dosen, dosen dengan mahasiswa, dan mahasiswa dengan mahasiswa serta didukung oleh pelayanan yang baik dari para karyawan. Oleh karena itu hal diperlukan sarana-sarana fisik maupun kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan interaksi-interaksi itu. Selain itu, perlu pula adanya perangkat peraturan atau kebijaksanaan untuk menjamin kelancaran terjadinya interaksi tersebut. a) Pengembangan dalam sarana fisik Prodi untuk memelihara interaksi dosen dengan dosen dan dosen dengan mahasiswa adalah ruang-ruang kerja dosen yang memadai. Setiap ruang dipergunakan secara bersama-sama oleh lebih dari satu orang dosen, dengan begitu mahasiswa dapat melakukan konsultasi masalah studi mereka dengan masing-masing dosen. b) Selain itu pengembangan dalam sarana internet di Setiap ruang dosen. Dengan tujuan interaksi antar civitas akademika dapat berlangsung tanpa perlu dibatasi oleh ruang dan waktu untuk membangun komunikasi dua arah terutama antara dosen dan mahasiswa. c) Pengembangan Prodi Ilmu Komunikasi yakni Laboratorium Komputer yang dilengkapi dengan sarana yang memadai bagi berlangsungnya praktikum dan penelitian. Universitas menyediakan berbagai sarana dan prasarana penunjang seperti Perpustakaan dan Pusat Komputer dengan segala fasilitas layanan yang dimilikinya. d) Untuk proses pembelajaran yakni selama ujian berlangsung dilakukan dengan memberikan pengarahan oleh ketua Prodi kepada para pengawas ujian dan juga dengan mewajibkan setiap dosen pengampu mata kuliah untuk mengawasi pelaksanaan ujian secara langsung agar tidak terjadi kecurangan yang terjadi. e) Kepada setiap dosen baru diberikan penataran tentang proses belajar-mengajar sehingga diharapkan para dosen memiliki kemampuan menciptakan iklim belajar yang baik bagi para mahasiswanya dan bersifat transparan dalam pembobotan dan pemberian nilai. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 89 f) Diadakannya perwalian, kegiatan-kegiatan ilmiah mahasiswa serta interaksi intensif antara dosen–mahasiswa baik di dalam maupun di luar perkuliahan yang telah dijadwalkan. Perwalian adalah pertemuan yang terjadwal sebagaimana tertera dalam Kalender Akademik. Setiap semester sekurang-kurangnya mahasiswa 4 kali untuk berkonsultasi mengenai studi mereka dengan dosen Pembimbing yang telah ditentukan. Di luar perkuliahan dosen masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menanyakan materi perkuliahan yang belum mereka pahami. Aspek pengembangan perilaku kecendikiawanan melalui tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa dapat dijadikan tugas akhir / skripsi. Hal ini merupakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan antara dosen dan mahasiswa. Dosen merasa terbantu dalam melakukan penelitian dan mahasiswa mendapat pengetahuan yang baru dan judul untuk tugas akhir. Selain hal itu ketepatan waktu penyelesaian tugas akhir akan dapat dicapai, karena dosen yang melakukan penelitian bidang ilmu komunikasi merupakan pembimbing utama bagi mahasiswa tersebut. Sekurang-kurangnya satu orang dosen program studi ilmu komunikasi dapat menangani sebanyak 5 (lima) orang mahasiswa, agar salah satu kendala dapat teratasi dan selesainya masalah yang sering dihadapi adalah anggaran penelitian dapat teratasi. Penanggulangan masalah ekonomi, politik, sosial, budaya dan lingkungan lainnya, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui partisipasi dan bentuk keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pelayanan/pengabdian pada masyarakat sangat dibutuhkan. Program studi ilmu komunikasi (S1) memiliki konsentrasi humas, jurnalistik yang memiliki organisasi sebagai wadah untuk mengembangkan potensi lulusan ilmu komunikasi, seperti ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia), PERHUMAS (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalistik Indonesia), PWI (Persatuan Wartawan Indonesia).Dari keterangan di atas, kebutuhan bidang komunikasi akan sangat dibutuhkan sejalan dengan dibukanya perdagangan bebas, baik itu oleh pemerintah dan swasta di tingkat nasional. Maupun di tingkat regional Asia dan global dunia.Diharapkan lulusan ilmu komunikasi mampu menghadapi permasalahan yang dihadapi pada tahun 2015 yang akan diberlakukan masyarakat ekonomi ASEAN dengan kemampuan dasar (soft skill), komunikasi yang baik (good speaking) dalam menentukan opini publik terhadap perusahaan atau institusi yang diwakilinya, keputusan mengambil tindakan yang baik dalam kepemimpinan dan sebagainya. Hal tersebut memiliki satu tujuan demi menciptakan komunikasi dua arah (mutual understanding) antara internal dan eksternal korporat. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 90 KRITERIA 6. PENELITIAN 6.1. Penelitian 6.1.1. Ketersediaan Pedoman Penelitian Program Studi Ilmu Komunikasi yang Meliputi Standar Hasil, Standar Isi (Didukung Oleh Kebijakan Mendiseminasikan Karya Ilmiah / Seni Dosen dan Mahasiswa), Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Peneliti, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pendanaan dan Pembiayaan Ketersediaan pedoman penelitian program studi ilmu komunikasi yang diharapkan dapat mendiseminasikan hasil penelitian dosen atau dosen bersama mahasiswa, dapat dipublikasikan ke jurnal nasional tidak terakreditasi, terakreditasi, atau jurnal internasional bereputasi. Hasil penelitian tersebut dibuat dalam bentuk artikel dengan mengikuti sistematika dan prosedur yang diminta oleh penerbit tersebut, baik dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa Inggris. Publikasi dosen tersebut bermanfaat untuk kepentingan dosen saat mengurusi jabatan akademik (Asisten, Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar/Profesor). Penelitian secara umum dilaksanakan oleh Dosen. Namun, bagaimana caranya perguruan tinggi mewujudkan agenda penelitiannya dan bagaimana caranya perguruan tinggi mengelola, mengkoordinasikan, mamfasilitasi, memantau, dan mengevaluasi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh para dosennya, merupakan standar yang perlu diperhatikan. Dapat dimasukan pula ke dalam kelompok ini standar mutu tentang (misalnya) jumlah minimal penelitian yang harus dilakukan oleh dosen dalam suatu kurun waktu tertentu, jenis peneltian seperti penelitian individual atau kelompok, penelitian yang mono-disipliner atau yang multi-disipliner dan sebagainya. Patut diperhatikan dengan serius oleh UMBO, adalah penyelenggaraan penelitian yang dilakukan oleh dosen benar-benar berjalan sesuai dengan kode etik dan metode penelitian ilmu komunikasi. Ketaatan peneliti terhadap kode etik penelitian sangat penting, karena hal ini merupaka wujud integritas keilmiahan peneliti, juga institusi tempat peneliti tersebut melakukan kegiatannya, yaitu UMBO. Untuk keterjaminan penelitian dan validitasnya, maka harus dilakukan dengan metode penelitian sesuai dengan kaidah masing-masing disiplin ilmu. Hal ini menunjukan, betapa perlunya UMBO membuat standar mutu yang berisi tentang kode etik penelitian dan keharusan bagi setiap peneliti untuk menggunakan metode penelitian yang sesuai dengan bidang ilmu yang diteliti BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 91 6.1.1.1. Standar Isi, Proses dan Penilaian Upaya pencapaian misi dan tujuan program studi ilmu komunikasi pada standar isi, proses dan penilaian penelitian yakni penelitian, setelah dosen mendapatkan Surat tugas penelitian dari rektor, maka ia segera untuk melaporkan kepada ketua prodi. Ketua Prodi mempersipakan instrument yang dibutuhkan kepada dosen tersebut perihal apa saja yng dibutuhkan dalam proses penelitian terutama kepentingan administratif (standar isi, proses dan penilaian penelitian). Hingga tugas utamanya sebagai pendidik di atur agar proses pembelajaran dapat berjalan tanpa terganggu degan tugas penelitian. Ketua Prodi pun memberikan arahan bahwa kepentingan penelitian itu harus ada relefansinya dengan pengembangan di tingkat Prodi baik di tataran kurikulum maupun capaian kerja bagi caloncalon alumni yang akan dihaslkan oleh program studi ilmu komunikasi 6.1.1.2. Standar Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh dosen dengan mahasiswa adalah memiliki standar model penelitian yang sesuai dengan tujuan program studi ilmu komunikasi. Disana tertera bahwa penelitian bersama antara dosen dan mahasiswa ddapat dilakuakn dalam proses pembelajaran. Artinya setiap dosen diberikan kewajiban dalam metodologi mengajarnya terdapat unsur penelitian. Baik berupa penugasan maupun bersama-sama melakukan penelitian dengan dosen. Akan tetapi, penelitian yang dimaksud harus relepan dengan program pengembangan prodi. Sehingga hasil penelitian yang dilakukn oleh mahasiswa dan dosen memberikan sumbangan pemikiran kepada Prodi baik untuk telaah kurikulum maupun model praktik. Dalam hal ini dosen bisa memanfaatkan dana praktikum dalam mendanai program tersebut. Sehingga penelitian dapat dilaksanakan bersaman mahasiswa baik berupa penugasan kuliah, praktik, maupun dosen dan mahasiwa sama-sama meneliti untuk memecahkan maslah yang berkaitan dengan pengembangan prodi ilmu komunikasi. 6.1.1.3. Standar Sarana dan Prasarana Pelaksanaan penelitian perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, seperti perpustakaan (baca: koleksi buku referensi dan jurnal ilmiah yang berhubungan dengan ilmu komunikasi) dan laboratorium media jurnalistik/humas (termasuk perangkat komputer dan akses jaringan Internet). BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 92 6.1.1.4. Standar Pengelolaan Standar pengelolaan merupakan tindakan manajemen agar standar yang telah ditetapkan dapat dicapai. Langkah berikutnya ialah meningkatkan standar menjadi standar baru yang lebih tinggi. Dengan demikian, mutu penelitian dari waktu ke waktu akan menjadi lebih baik. Penjaminan mutu penelitian ilmu komunikasi secara umum identik dengan penjaminan mutu bidang-bidang lain. Pada dasarnya, mutu dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu mutu dalam persepsi (quality in perception) dan mutu dalam kenyataan (qualit in fact). Pengendalian standar pengelolaan Penelitian, setelah diadakan penilaian baik tidaknya kinerja penelitian atau sesuai tidaknya dengan standar mutu penelitian yang telah ditetapkan, dapat diketahui dengan jelas kendala yang terjadi atau mungkin penyimpangan pelaksanaan penelitian. Perlu disadari bahwa mutu dosen sebagai pelaksana penelitian tentunya berpengaruh pada kinerja dan mutu penelitian. Karena itu, dari waktu ke waktu, mutu dosen pun harus diperhatikan dan ditingkatkan, misalnya melakui kegiatan lokakarya penelitian, magang penelitian di perguruan tinggi yang telah maju penelitiannya, atau – bila memungkinkan – dengan menempuh studi lanjut, yakni program doktor yang berhubungan dengan program studi ilmu komunikasi 6.1.1.5. Standar Pendanaan dan Pembiayaan. Kebijakan penelitian berisi area penelitian yang akan digarap, tujuan/sasaran yang dilengkapi roadmap dan/atau target capaiannya, agar menjadi pemandu bagi unit-unit akademik yang melaksanakan penelitian, yakni fakultas, program studi, dan para dosen di UMBO. Mengingat UMBO merupakan PT yang baru (akan) berdiri (dalam arti jumlah dosen dan mahasiswanya belum banyak, atau sumber pembiayaannya yang dimiliki masih sangat terbatas), maka agenda penelitian yang ditetapkan dapat difokuskan pada area tertentu saja, yaitu pada area ICT atau penelitian yang hasilnya berkaitan langsung dengan pengembangan atau penyempurnaan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sementara itu, agenda pengabduian kepada masyarakat mengacu pada hasil penelitian yang telah digarap, yaitu ICT dan KKNI. Hasil penelitian akan disosialisasikan kepada masyarakat dalam bentuk job training jurnalistik / humas (Praktik Kerja Lapangan), penyuluhan, atau ceramah, dan lain-lain. . BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 93 Sesuai dengan ketentuan Rektor terkait dengan pengalokasian dana untuk penelitian, setiap fakultas dan program studi ilmu komunikasi diberikan anggaran sesuai dengan rasio jumlah mahasiswa pada program studi masing-masing yang ada di tiap fakultas. Pada alokasi dana untuk penelitian sepenuhnya ada di kewenangan rektorat. Rektor bertanggung jawab penuh dalam mengalokasikan anggaran penelitian untuk kepentingan akademik dalam mendukung tridarma perguruan tinggi. Adapun tupoksi yang menangani pelaksanaan secara teknis ada di Lembaga Penelitian (Lemlit). Sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja yang telah rumuskan dan di sahkan pada sidang senat universitas pada sesuai kalender akademik Universitas, selanjutnya yang di kukuhkan oleh SK Rektor, bahwa alokasi anggaran untuk penelitian dibagi kedalam tiga klaster. Pertama penelitian Individu, dimana yang melakukan penelitian adalah individu dosen dari prodi manapun bisa mengajukan proposal penelitian yang ditujukan kepad LPPM UMBO, maka pengalokasian dananya berkisaran antara 4-7 juta, tergantung dari bobot dan kedalaman penelitian yang diajukan oleh dosen yang bersangkutan. Tentunya dana tersebut adalah dana stimulant, agar dosen bisa mengajukan dana tambahan pada lembaga lain sesuai dengan SK yang ia terima dari Rektor yang diberikan tugas penelitian. Kedua, penelitian kelompok. Pada penelitian ini anggaran yang dialokasikan yakni berkisar antara 10-15 Juta dari setiap usulan penelitian yang diajukan. Besaran dana sesuai dengan kedalaman dan bobot penelitian dari team pengusul. Penelitian kelompok ini tentunya diadakan oleh kelompok minimal 3 dosen dalam lingkup program studi yang sama. Ketiga, penelitian kolaboratif. Pada penelitian ini alokasi anggaran yang disiapkan kisaran 15-20 juta. Peneliti diberikan dana sesuai dengan kedalaman yang disampaikan. Penelitian kolaboratif tentunya penelitian dengan lintas disiplin keilmuan. Artinnya ia bisa berasal dari program studi manapun bahkan bisa dua sampai tiga program studi yang melakukan penelitian dalam satu tema dan satu kelompok. Semua dana yang diberikan ialah dana stimulant dari UMBO tentunya kepada peneliti diberikan kebebasan untuk mencari dana pendamping sepanjang tidak mengikat. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 94 6.1.2. Jumlah Artikel Ilmiah yang Dihasilkan Oleh Calon Dosen Tetap yang Bidang Keahliannya Sama Dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Selama 3 Tahun Terakhir Tabel 6.1. Artikel Ilmiah yang Dihasilkan Oleh Calon Dosen Tetap Ilmu Komunikasi Tingkat* Nama-Nama Jenis Artikel Tahun No Judul Calon Dosen InternaIlmiah Penyajian Lokal Nasional Tetap sional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 Modernisme dan Adhi Surya Jurnal 2013 0 1 0 Postmodernisme Perdana Rasionalitas Agen Pembaharu Lokal untuk Mewujudkan Petani Sejahtera Potret Diri dan Adhi Surya Jurnal 2013 0 1 0 Gaya Perdana Kepemimpinan Ketua Kelompok Tani dalam Pelaksanaan Pembangunan Pasar Lelang Cabai Merah Jumlah 0 2 0 Catatan : * = Tuliskan banyaknya dosen pada sel yang sesuai BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 95 KRITERIA 7. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 7.1. Pedoman Pengabdian Kepada Masyarkat 7.1.1. Ketersediaan Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang Meliputi Standar Hasil, Standar Isi (Didukung Oleh Kebijakan untuk Mendiseminasikan Karya Ilmiah / Seni Dosen dan Mahasiswa), Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pelaksanaan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pendanaan dan Pembiayaan, dan Kesesuaian Dengan Visi Keilmuan, Misi, Tujuan Serta Sasaran Program Studi Ilmu Komunikasi. Lampirkan Dokumen Terkait 7.1.1.1 Standar Proses dan Pelaksanaan Berkenaan dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, akan disesuaikan dengan visi dan misi UMBO yang kemudian dijabarkan oleh Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LP2M). Berdasarkan hal itu, visi LP2M UMBO berupa pernyataan yang menggambarkan penglihatan dari lembaga ke masa mendatang dalam lingkup bidangnya, dan kemampuan mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul dan mendefinisikan peran lembaga pada ranah yang telah dilihatnya. Langkah signifikan yang diperlukan untuk menetapkan visi dan misi serta arah pengembangannya, adalah dengan cara meningkatkan kemampuan mengidentifikasi potensi khas dan unggul yang dimiliki UMBO. Selanjutnya kekhasan dan keunggulan tersebut dirumuskan dan dikembangkan dalam sasaran-sasaran yang realistis dan berkelanjutan. Dengan kata lain, rumusan visi dari lembaga di UMBO yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat hendaknya mampu menunjukan kekhasan lembaga tersebut, sesuai dengan lokalitas, potensi sumberdaya (SDM, sarana dan prasarana), serta gairah/atau komitmen yang dapat memotivasi semua unsur. Pelaksanaan kegitan pengabdian kepada masyarakat sepenuhnya menjadi tanggung jawab prodi. Prodi bertanggung jawab untuk mengatur pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat. Sedangkan Dekan bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat. Laporan pengabdian masyarakat tentunya dilaporkan kepada dekan. Karema LP2M UMBO setelah memberikan persetujuan ia akan meminta pertanggung jawaban pada dekan dimana dosen yang bersangkutan mengabdi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 96 Pengabdian kepada masyarakat bagi dosen yang telah ditugaskan, secara stimultasi Prodi Ilmu Komunikasi mengadopsi ketiga porsi kegiatan besar dalam lingkup pengabdian masyarakat seperti program kerja pengabdian masyarakat yang telah di bahas diatas. Bahwa pelaporan kinerja dosen yang dilakukan oleh Prodi sudah mengandung unsur pengabdian kepada masyarakat. Dekan secara struktural memberikan panduan kepada Prodi yang ada di lingkunganya perihal pengisian laporan kerja yang didalamnya terkandung poin pengabdian kepada msayarakat, sedangkan Prodi Ilmu Komunikasi bisa memberikan tafsiran terkait program kerja pengabdian masyarakat yang diadopsi dari tiga kegiatan tadi yakni KKN, Desa Binaan, dan Pendamping Wirausaha. Prodi Ilmu Komunikasi diberikan kebebasan untuk menafsirkan program pengabdian pada dosennya yang relevan dengan tiga program kerja diatas. Tahapan dan rincian kegiatan pengabdian masyarakat program studi Ilmu Komunikasi, seperti ditunjukkan pada Tabel 7.1. Tabel 7.1. Tahapan dan Rincian Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat Tahap Kegiatan (1) a) b) Persiapan c) d) e) a) Survei Awal ke Lapangan/Analisis Situasi Analisis Data Penetapan Implementasi b) a) b) c) d) e) f) g) h) a) b) c) d) a) b) Rincian Kegiatan (2) Penetapan Judul Kegiatan Pengabdian Penerapan Ipteks yang akan Dilakukan Penetapan Tim dan Tugas Pokok Penetapan Kelompok Sasaran Review Kepustakaan Terkait Ipteks yang Akan Diabdikan. Pengumpulan Data dari Aparat dan Masyarakat menyangkut kondisi dan potensi wilayah (fisi, sosial, ekonomi, lingkungan yang relevan dengan kegiatan) Pengumpulan data dari Kelompok Sasaran Menyangkut kebutuhan khalayak sasaran serta potret, profil dan kondisinya Identifikasi Perumusan Masalah Perumusan Tujuan dan Manfaat Kegiatan Penetapan Kerangka Pemecahan Masalah Penetapan Waktu dan Metode Kegiatan Penetapan Rancangan Evaluasi Penyusunan Rencana Biaya Penyusunan Proposal Diskusi Perbaikan Proses Pengabdian dalam Proposal Penyusunan Tindakan Perbaikan Prosedur Implementasi Evaluasi BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 97 7.1.1.2. Standar Penilaian Sebagai langkah awal dalam menetapkan Standar Penilaian Pengabdian Kepada Masyarakat, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu 2 (dua) hal pokok berikut ini, yaitu (a). Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh PT (apabila peraturan semacam itu ada) sebab hal ini perlu untuk menunjukan kepatuhan penyelenggara PT terhadap perundang-undangan nasional, dan (b). Visi dan misi dari PT yang bersangkutan sebab seluruh substansi standar mutu di dalam SPMI PT, termasuk tentunya Standar Pengabdian, seharusnya merupakan penjabaran dari visi, misi, tujuan, dan sasaran institusi itu. 7.1.1.3. Standar Sarana dan Prasarana Standar sarana dan prasarana perlu didukung oleh perpustakaan (baca: koleksi buku referensi dan jurnal ilmiah), laboratorium media komunikasi jurnalistik / humas (termasuk perangkat komputer dan akses jaringan Internet), area pengabdian masyarakat yang memenuhi syarat prosedural ilmu komunikasi dan kendaraan seperti mobil Dinas untuk transportasi dari Universitas Muhammadiyah Bogor menuju lokasi area yang dituju. 7.1.1.4. Standar Pengelolaan Adapun standar pengelolaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dilakukan secara terjadwal melalui program kerja prodi ilmu komunikasi. Baik itu berupa penyuluhan, pendampingan maupun kerja nyata sesuai dengan kompetensi dari Prodi tersebut. Hal ini harus dilakukan secara struktur kerja Prodi, sedangkan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kedua yakni dilakukan sambil program perkuliahan dilaksanakan. Artinya dalam satuan pembelajaran ada poin untuk pengabdian kepada masyarakat semisal penyuluhan atau pendampingan sesuai dengan mata kuliah yang diampunya. Praktik baik PT dalam menetapkan substansi Standar Pengelolaan Pengabdian Kepada Masyarakat memperlihatkan bahwa sebaiknya perumus standar juga memperlihatkan beberapa prinsip dasar dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Prinsip-prinsip dasar ini relevan sebab dapat menjadi arah bagi para perencana dan pelaksana dari kegiatan pengabdian tersebut. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 98 Standar pengelolaan pengabdian kepada masyarakat ada dalam pengawasan dan tanggung jawab prodi. Setelah dosen yang bersangkutan menerima surat keputusan baik untuk pengabdian masyarakat, sedangkan tugas dekan yakni mengawasi dan bertangung jawab atas pelaporan program pengabdian kepada masyarakat. Karema LP2M yang ditunjuk sebagai pelaksana teknis pengabdian masyarakat oleh rektor akan meminta pertanggung jawaban program pada dekan dimana dosen tersebut mengabdi. 7.1.1.5. Standar Pendanaan dan Pembiayaan Standar pendanaan dan pembiayaan yang mengenai pengabdian kepada masyarakat secara ekplisit Rektor sudah memberikan alokasi dana untuk hal tersebut. Pengabdian pada masyarakat secara garis besar UMBO memiliki bentuk dan pola pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat (empowering) yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang dilakukan setiap setahun sekali bersama-sama mahasiswa, yang dilaksanakan di Desa binaan UMBO dengan berkomitmen untuk membentuk digital technopreuneur University, serta pendampingan wirausaha di bidang komunikasi dimana mahasiswa dijadikan ujung tombak program pendampingan usaha kecil dan menengah. Sesuai dengan kemampuan keuangan universitas, alokasi anggaran untuk ketiga bidang tersebut pertahun hanya baru bisa di anggarkan sebesar 20 juta rupiah per program. Mungkin kedepan bisa di tingkatkan lagi. 7.1.1.6. Kesesuaian Dengan Visi Keilmuan, Misi, Tujuan Serta Sasaran Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat harus disesuaikan dengan visi, misi, tujuan dan sasaran PT yang kemudian dijabarkan oleh lembaga pengabdian kepada masyarakat (LPM). Karena itu, visi LPM berupa pernyataan yang menggambarkan penglihatan dari lembaga ke masa mendatang dalam lingkup bidangnya, serta kemampuan mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul dan mendefinisikan peran lembaga pada ranah yang telah dilihatnya. Langkah signifikan yang diperlukan untuk menetapkan visi dan misi serta arah pengembangannya, adalah dengan cara meningkatkan kemampuan mengidentifikasi potensi khas dan unggul yang dimiliki masing-masing PT. Selanjutnya kekhasan dan keunggulan tersebut dirumuskan dan dikembangkan dalam sasaran-sasaran yang realistis dan berkelanjutan. Dengan kata lain, rumusan visi, misi, tujuan dan saaran lembaga di PT yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat hendaknya mampu menunjukan kekhasan lembaga tersebut, sesuai dengan lokalitas, potensi sumberdaya (SDM, sarana dan prasarana), serta gairah/atau komitmen yang dapat memotivasi semua unsur-unsur di dalam lembaga / institusi Universitas Muhammadiyah Bogor. . BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 99 Dalam pendidikan tinggi, pengabdian masyarakat merupakan salah satu dharma perguruan tinggi (PT). Sebagaimana ditegaskan dalam UU Nomor 18 Tahun 2002, perguruan tinggi merupakan salah satu lembaga yang berfungsi membentuk sumberdaya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi, bertanggung jawab meningkatkan kemampuan penelitian dan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara universal, misi utama PT, adalah menghasilkan, melestarikan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan pada saat yang sama menghasilkan sumberdaya manusia yang berilmu pengetahuan yang pada gilirannya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Universitas Muhammadiyah Bogor akan berusaha memandu, mengelola, dan memfasilitasi dharma penelitian dan pengabdian pada masyarakat, agar dapat dilaksanakan oleh dosen bersama mahasiswa secara seimbang dan bersinergi. Selain karena diwajibkan oleh UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, setidaknya ada tiga alasan mengapa dosen pada perguruan tinggi harus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam melaksanakan perkuliahan, dosen dapat mengajarkan materi yang mereka kembangkan sendiri dan kuasai dengan baik, sehingga perkuliahan yang mereka ampu menjadi lebih menarik dan bermakna. Dosen juga dapat melatih mahasiswa untuk berkemampuan dalam pemecahan masalah dan learning how to learn dengan fasih, karena mereka telah dan senantiasa mengalaminya. Selain itu, dosen dapat menumbuhkan keingintahuan dan apresiasi mahasiswa terhadap ilmu pengetahuan, karena mereka tahu betul betapa indah dan menariknya ilmu pengetahuan tersebut. Penelitian dan pengabdiian pada masyarakat bagaikan dua sisi mata uang koin yang walaupun dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 100 7.2. Pedoman Kerja Sama 7.2.1. Ketersediaan Pedoman Dan Perencanaan Kerjasama yang Memuat AspekAspek, Arah / Misi, Tujuan, Sasaran dan Asas Kerjasama, Proses Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, dan Pengendalian, Bentuk dan Kemanfaatan Kerjasama, Sumber Dana dan Upaya Pengadaan Dana, Serta Dukungan Sarana dan Prasarana. Perencanaan kerjasama yang memuat aspek, arah / misi, tujuan, sasaran dan asas kerjasama, pengabdian kepada masyarakat yang memiliki prinsip keterpaduan aspek tri dharma PT, empati-partisipatif, interdisipliner, realistis-pragmatis, dan environmental development dilaksanakan secara terpadu. Untuk keberlangsungan kegiatan tersebut berjalan baik, maka pelaksanaan kerjasama perlu memperhatikan hal-hal: (a) Co-creation, (b) Co-financing, (c) Flexibility, dan (d) Sustainbility. a) Co-creation Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan berdasarkan pada suatu tema dan program yang merupakan gagasan bersama antara PT dengan pihak pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat. b) Co-financing Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan pendanaan bersama antara PT, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat setempat disesuaikan dengan tema dan program yang telah disepakati. c) Flexibility Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan berdasarkan pada suatu tema dan program yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat setempat dalam proses pembangunan daerah. d) Sustainbility Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara berkelanjutan berdsarkan suatu tema dan program yang sesuai dengan tempat dan target tertentu. Untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, perlu disusun dalam tahapan-tahapan. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 101 KRITERIA 8. PRASARANA DAN SARANA 8.1. Prasarana 8.1.1. Data Ruang Kelas Tabel 8.1. Ketersediaan Ruang Kelas Program Studi Ilmu Komunikasi Kepemilikan Jenis Jumlah Jumlah Sistem Utilisasi No 2 Ruang Kelas Unit Luas (m ) Perawatan (Jam/Minggu) SD SW (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 > 40 mahasiswa Kebersihan 1 75 √ 40 2 > 40 mahasiswa Kebersihan 1 75 √ 40 3 > 40 mahasiswa Kebersihan 1 75 √ 40 Total 3 225 Keterangan: SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = sewa/kontrak/kerja sama/hak pakai Tabel 8.2. Rencana Pembangunan dan Pengadaan Sarana Prasarana Prodi Ilmu Komunikasi Tahun 2016/2017 Sampai Tahun 2019-2020 Uraian No 2016/2017 2017/2018 2018/2019 2019/2020 Rencana 1 Pembangunan Ruang 1 Ruang 4 Ruang 5 Ruang 7 Ruang Kelas Ruang 2 Ruang 6 Ruang 3 2 Pembangunan Tahap1 Lanjutan Tahap 2 Lanjutan Ruang a) Lab. Media Tahap 1 a) Lab. Media Tahap 2 Laboratorium Komunikasi Komunikasi (Jurnalistik) (Jurnalistik) b) Lab. Media b) Lab. Media Komunikasi Komunikasi (Humas) (Humas) c) Lab. Teknis c) Lab. Teknis Radio Radio d) Lab. Teknis d) Lab. Teknis Televisi Televisi e) Lab. f) Lab. Fotografi Fotografi 3 Pembangunan Ruang Kantor Ruang Kantor Ruang Kantor Ruang Kantor Ruang Kantor Prodi Tahap 1 Prodi Tahap 1 Prodi Tahap 2 Prodi Tahap 2 BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 102 4 Pengadaan Peralatan Dan Perlengkapan Lab. Media Komunikasi Jurnalistik / Humas 5 Pengadaan Peralatan Kelas Pengadaan Peralatan Kantor 6 Ruang 1 Ruang 2 Ruang 3 Peralatan Kantor Tahap 1 a) Peralatan Lab Media Komunikasi (Jurnalistik) Tahap 1 b) Peralatan Lab Media Komunikasi (Humas) Tahap 1 a) Peralatan Lab. Fotografi Tahap 1 Ruang 4 a) Peralatan Lab Media Komunikasi (Jurnalistik) Tahap 2 b) Peralatan Lab Media Komunikasi (Humas) Tahap 2 a) Peralatan Lab Media Komunikasi (Jurnalistik) Tahap 2 b) Peralatan Lab Media Komunikasi (Humas) Tahap 2 Ruang 5 Ruang 6 Ruang 7 Peralatan Kantor Tahap 2 Peralatan Kantor Tahap 3 Peralatan Kantor Tahap 4 8.1.2. Data Ruang Kerja Dosen Tetap Yang Bidang Keahliannya Sesuai Dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Tabel 8.3. Ketersediaan Ruang Dosen Tetap Ruang Kerja Dosen Jumlah Ruang (1) (2) Satu ruang untuk lebih dari 2 dosen 2 Satu ruang untuk 2 dosen 2 Satu ruang untuk 1 dosen (bukan 3 pejabat struktural) Total Jumlah Luas (m2) (3) 42 28 20 82 Seluruh kebutuhan sarana prasarana penunjang kegiatan perkuliahan Prodi Ilmu Komunikasi selama 3 tahun berjalan sebelum Kampus Terpadu UMBO di Jl. Jampang Parung Bogor, ± 10.000 m2 belum dibangun, maka akan mempergunakan ruang kelas dan bangunan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Jl. Merdeka 118 Kota Bogor seluas ± 10.500 M2. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 103 8.1.3. Ketersediaan Ruang Perpustakaan (Dapat Berada Di Tingkat Perguruan Tinggi, Fakultas, Atau Program Studi Ilmu Komunikasi) Mencakup Luas (m2), Daya Tampung, Perabot Kerja, Peralatan Multimedia, dan Perlengkapan Pendukung Pengelolaan Perpustakaan, Kondisi Perpustakaan Mencakup Suhu, Cahaya, Tingkat Kebisingan dan Kebersihan. Dalam 4 tahun pertama perpustakaan masih terpusat di tingkat universitas (perpustakaan utama) seluas 144 m2. Perpustakaan utama, terdiri atas ruang baca, ruang koleksi, dan diskusi. Daya tampung ± 50 orang, perabot kerja lengkap (meja, kursi, lemari, peralatan alat tulis kantor dan sebagainya), peralatan multimedia (komputer dan internet), perlengkapan pengelolaan perpustakaan (jaringan komputer sebagai tempat pelacakan buku koleksi perpustakaan), kondisi suhu rata-rata 260 C - 300 C, cahaya lampu yang terang dan didukung dengan cahaya matahari yang mendukung proses baca dan belajar mahasiswa, sedangkan tingkat kebisingan dapat dikatakan tidak mengganggu kegiatan perpustakaan karena masih dalam kategori wajar dan layak . Jumlah judul buku yang ada saat ini atau telah disediakan untuk berbagai program studi mencapai 203 buku pada tahun 2015, jurnal ilmiah nasiional terakreditasi berjumlah 4 jurnal, jurnal Internasional sejumlah 12 jurnal, dan prosiding sejumlah 43 prosiding, e-book sejumlah 104 buah, dan e-journal sejumlah 81 buah. Saat ini koleski buku untuk Program Studi Ilmu Komunikasi tetap menjadi perhatian utama dalam pemenuhan dengan target 600 judul buku dapat terpenuhi pada tahun 2019. Rencananya dalam 4 tahun kedepan, perpustakaan khusus akan tersedia di Program Studi Ilmu Komunikasi. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 104 8.1.4. Ketersediaan Ruang Akademik Khusus Berupa Laboratorium, Studio, Bengkel Kerja, Lahan Praktek yang Disediakan Tabel 8.4. Ketersediaan Ruang Akademik Berupa Laboratorium Ilmu Komunikasi Rata-Rata Kepemilikan Nama Ruang Jumlah Jumlah Sistem Waktu No Akademik Luas (m2) Unit Perawatan Penggunaan SD SW (Jam/Minggu) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1 Lab. Media 120 1 √ Perawatan 6 jam/minggu Komunikasi Alat dan (Jurnalistik) Kebersihan 2 Lab. Media 100 1 √ Perawatan 6 jam/minggu Komunikasi Alat dan (Humas) Kebersihan 3 Lab. Desain 80 1 √ Perawatan 6 jam/minggu Surat Kabar dan Alat dan Majalah Kebersihan 4 Lab. Fotografi 80 1 √ Perawatan 6 jam/minggu Alat dan Kebersihan 5 Lab. Teknis 150 1 √ Perawatan 6 jam/minggu Radio Alat dan Kebersihan 6 Lab. Teknis 150 1 √ Perawatan 6 jam/minggu Televisi Alat dan Kebersihan Total 680 6 Keterangan: SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = sewa/kontrak/kerja sama/hak pakai BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 105 8.1.6. Data Ruang Administrasi dan Kantor (Dapat Berada di Tingkat Perguruan Tinggi, Fakultas, atau Program Studi Ilmu Komunikasi) mencakup luas (m2), Daya Tampung, Perabot Kerja, Peralatan Multimedia, Kondisi Ruang Administrasi dan Kantor Mencakup Suhu, Cahaya, Tingkat Kebisingan, Kebersihan, Jaringan Komunikasi dan Jaringan Internet Ketersediaan sarana dan prasarana ruang administrasi dan kantor Program Studi Ilmu Komunikasi dapat dilihat pada Tabel 8.5. Tabel 8.5. Data Ruang Administrasi dan Kantor Daya Luas Jumlah No. Prasarana Tampung (m2) Unit (Orang) 1 Ruang 18 5 1 Pejabat Struktural 2 Ruang 48 1 7 Administrasi 3 4 Ruang Informasi Akademik Terpadu Ruang Rapat Total 36 1 5 75 1 20 177 8 BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 Suhu dan Cahaya Tingkat Kebisingan 260C - 300C dan cahaya terang 260C - 300C dan cahaya terang 260C - 300C dan cahaya terang Rendah 260C - 300C dan cahaya terang Rendah Rendah Rendah Sarana Meja, Kursi, Komputer, dan Lemari Meja, Kursi, Komputer, dan Lemari Komputer dan Hot Spot Wi-fi Meja, Kursi, Komputer, LCD, Whiteboard, dan Hot Spot Wi-fi 106 KRITERIA 9. KEUANGAN 9.1. Perencanaan, Realisasi Dan Pertanggungjawaban Keuangan 9.1.1. Keterlibatan Program Studi Ilmu Komunikasi Dalam Perencanaan, Realisasi Dan Pertanggung-Jawaban Keuangan Program Studi Ilmu Komunikasi Keterlibatan aktif pengelola program studi Ilmu Komunikasi dalam proses perencanaan dana, dalam hal dana tersebut alokasinya digunakan untuk kegiatan ditingkat unit kerja seperti fakultas atau program studi, Universitas Muhammadiyah Bogor menerapkan kebijakan desentralisasi, dimana ada pembagaian wewenang dan tanggung jawab. Universitas menetapkan norma, standar, prosedur dan kinerja pengelolaan keuangan, sedangkan fakultas atau program studi mempunyai wewenang dan tanggung jawab operasional untuk melakukan perencanaan, penerimaan, penyimpanan, penggunaaan dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan ada pada Dekan. Berdasarkan hal itu, tanggung jawab utama dari pengelolaan keuangan tersebut berada pada pimpinan unit kerja tersebut, dalam hal ini Dekan atau Ketua Program Studi. Ketika menghadapi suatu masalah dalam pengelolaannya, maka Dekan harus menyiapkan pembahasan dan pemecahan setiap masalah yang telah diagendakan dalam rapat tinjauan manajemen secara berurutan dan evaluasi pencapaian sasaran mutu dan kebijakan mutu per bagian, menetapkan rekomendasi tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen mutu, termasuk (apabila memungkinkan) perbaikan kebijakan mutu dan sasaran mutu, mengusulkan rekomendasi tindakan perbaikan dan pencegahan berkaitan dengan: Perbaikan sistem manajemen mutu dan proses-prosesnya. Perbaikan pelayanan yang terkait dengan persyaratan pelanggan. Pemenuhan sumber daya yang diperlukan, menetapkan penanggung jawab bagi pelaksanaan setiap tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan, dan mendelegasikan wewenang kepada Management Representative untuk memonitor dan menverifikasi tindakan perbaikan yang dilakukan oleh setiap bagian. Dengan menerapkan kebijakan desentralisasi seperti ini, maka pengelolaan keuangan diharapkan efisien sekaligus efektif. Keterlibatan aktif pengelola program studi ilmu komunikasi dalam proses realisasi keuangan sesuai dengan kebijakan yang dibuat program studi ilmu komunikasi. Kebijakan untuk memastikan terjadinya efektivitas dan efisiensi realisasi manajemen keuangan di program studi pengusul dikaitkan dengan pengelolaan dana masyarakat, pemerintah, kerja sama privat, dan peningkatan dana dengan penerapan standar operasinal prosedur (SOP) penganggaran dan pencairan disajikan pada Tabel 9.1 – Tabel 9.2. . BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 107 Tabel 9.1. Standar Operasinal Prosedur (SOP) Penganggaran Kegiatan Unit/Bagian yang terdiri dari Prodi, LPPM, Laboratorium, dan UPT mengajukan anggaran pembiayaan kepada atasannya masingmasing. Dekan/Kepala Biro/WR I dan WR II merekapitulasi anggaran pembiayaan yang diajukan. Merekapitulasi, menyeleksi, dan mengklasifikasi anggaran rutin dan pengembangan. Menerima dan menetapkan Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Universitas untuk disyahkan oleh Senat Universitas. Menyampaikan Anggaran Penerimaan dan Belanja. No Unit dan Bagian Fakultas/ Biro/ WR I dan II Tim Penyusun Angggaran Rektor Senat Univ. Dok. Waktu 1. Usulan Anggaran Biaya dan Progra m Kerja 3 hari 2. Rekapitulasi Anggaran Dekan/ Biro/ WRI dan WR II 3 hari Darf Anggaran 7 hari Anggaran Penerimaan dan Belanja Universitas (APBU) 7 hari Ya Tidak BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 1 hari 108 Tabel 9.2. Pencairan Kegiatan Unit/Bagian yang terdiri dari Prodi, LPPM, Laboratorium, dan UPT mengajukan pencairan dana kepada atasannya masingmasing sesuai dengan APBU yang telah disusun. Dekan/Kepala Biro/WR I dan WR II merekapitulasi keperluan dana yang diajukan. Diserahkan kepada Rektor untuk meminta persetujuan. Menyerahkan anggaran keperluan dana masingmasing Fakultas/Biro/ UPT. Mencairkan dana kepada Fakultas/Biro/ UPT sesuai dengan kebutuhannya. No. Unit dan Bagian Fakultas/ Biro/ WR I dan II Bagian Keuangan Rektor Dok. Waktu 1. Usulan Pencairan dan Program Kerja. 3 hari 2. Rekapitulasi Keperluan Dana Dekan/ Biro/WRI dan WR II 3 hari BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 2 hari tidak acc Anggaran Keperlua n Dana Universitas 1 hari 1 hari 109 Kebijakan untuk memastikan terjadinya efektivitas dan efisiensi menajemen keuangan di lnsititusi pengusul melalui manajemen keuangan yang akan diterapkan adalah berbasis kepada analisis laporan keuangan sehingga diharapkan dapat mengukur kemampuan universitas dalam hal finansial secara akurat. Jenis-jenis analisis yang dilakukan adalah: a) Analisis likuiditas, merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan Universitas dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. b) Analisis solvabilitas, rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang, rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (investor). c) Analisis profitabilitas, rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Kebijakan tentang hak dan kewajiban pembayaran yang diperoleh dari setiap mahasiswa diwajibkan membayar uang perkuliahan sebagai berikut : a) Uang SPP; b) SKS; c) Praktikum; d) KKN; e) Ujian dan Sidang Akhir; dan f) Kegiatan lainnya. Komponen yang dibayarkan oleh mahasiswa dapat pula digunakan untuk dana bantuan berupa subsidi : a) Kegiatan kemahasiswaan; dan b) Beasiswa Kegiatan kemahasiswaan meliputi : a) Kegiatan kemahasiswaan dalam besarnya dapat dihitung dan diukur dari jenis kegiatan yang direncanakan oleh mahasiswa tersebut; b) Dana bantuan kemahasiswaan mempertimbangkan dana dari sponsor; dan c) Dana bantuan agar dihemat. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 110 Keterlibatan aktif pengelola program studi dalam proses pengelolaan dana yang dilakukan Universitas berdasarkan kebutuhan unit kerja, termasuk di dalamnya program studi. Sedangkan sistem penganggaran yang diterapkan pada UMBO adalah anggaran berbasis kinerja, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan aktivitas dan bersifat budgeter. Anggaran bersifat budgeter merupakan anggaran yang bersifat terencana dan tertulis atau tercatat. Anggaran Kinerja adalah sistem, penyusunan anggaran yang tidak hanya memperhatikan pengalokasian input, namun juga memperhatikan/menekankan capaian output dari kegiatan yang direncanakan dan ditetapkan pembiayaannya. Anggaran kinerja merupakan anggaran yang dapat dinilai kinerjanya baik dalam proses penyusunan, pelaksanaan maupun pertanggungjawaban. Kinerja didasarkan pada perbandingan antara ouput dengan input (efisiensi) dan perbandingan antara output yang direncanakan dengan output realisasi (efektivitas). Perecanaan, pengelolaan, serta pertanggungjawaban keuangan secara otomatis melibatkan program studi. Adapun secara teknis, tahapanya yaitu : a) Perencanaan 1. Raker pimpinan program studi, dengan pembahasan sesuai dengan format isian anggaran. Hasil dari raker itu adalah rancangan anggaran pimpinan program studi yang kemudian akan dibawa pada forum raker tingkat fakultas. 2. Raker tingkat fakultas, rapat kerja ini menggabungkan rancangan anggaran yang di rancangan pimpinan program studi dan unit kerja lainnya dan menetapkannya menjadi rancangan anggaran tingkat fakultas yang kemudian akan dibawa ke forum raker universitas. b) Pengelolaan Anggaran Program studi terlibat langsung dalam proses pengelolaan dan pelaporan serta pertanggungjawaban pengunaan dana kepada pemangku kepentingan melalui mekanisme yang jelas. Proses pengelolaan anggaran dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut : 1. Program studi memiliki hak untuk proses pengelolaan dana baik itu pengadaan barang maupun pelaksanaan kegiatan, berdasarkan hasil rapat kerja yang telah disetujui oleh universitas. 2. Berdasarkan jadwal kegiatan yang telah ditetapkan oleh program studi, dosen penanggung jawab kegiatan membuat proposal kegiatan yang berisi rencana detail kegiatan dan kebutuhan dana. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 111 c) Pelaporan Penggunaan Anggaran Mekanisme pelaporan penggunaan anggaran dilakukan dengan prosedur yaitu : 1. Setelah kegiatan yang terdapat pada plafon anggaran selesai dilaksanakan, dosen penanggung jawab kegiatan membuat laporan kegiatan dan pengelolaan dana melalui mekanisme yang ditetapkan oleh universitas. 2. Proses laporan pertanggungjawaban keuangan dilakukan secara berjenjang, yaitu dari pengguna anggaran kepada fakultas melalui program studi untuk diverifikasi dan dimintakan persetujuan oleh pihak pimpinan bagian keungan. 9.1.2. Dokumen Perkiraan Arus Kas Selama Empat Tahun Pertama Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor Secara Komprehensif yang Antara Lain Meliputi Dana Operasional, Sumber Dana Investasi, Sumber Dana yang Berkelanjutan Bukan SPP, Kontribusi Peserta Didik (Dapat Berupa SPP), dan Sumber Dana Lainnya Cash flow selama empat tahun pertama penyelenggaraan program studi ilmu komunikasi. Secara komprehensif, cash flow selama empat tahun pertama penyelenggaraan program studi bukan hanya dana operasional saja, tetapi juga menyangkut sumber dana investasi sebagai sumber dana yang berkelanjutan bukan SPP, dana yang berasal dari kontribusi peserta didik (dapat berupa SPP), dan sumber dana lainnya. Analisis yang mendalam terhadap penetapan unit cost mahasiswa dengan biaya investasi dapat dikemukakan, bahwa penerimaan dan pengeluaran kas yang disajikan dalam bentuk proyeksi sumber dan penggunaan dana dan proyeksi aliran dana (cash flow) sangat diperlukan sebagai pedoman pengelolaan keuangan penyelenggaraan jenjang Sarjana Program Studi ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor. Asumsi yang digunakan dalam penyusunan anggaran arus kas ini, berdasarkan jumlah mahasiswa dan biaya pendidikan yang dibutuhkan melalui penarikan biaya dari setiap mahasiswa. Asumsi Dalam Penyusunan Anggaran Arus Kas, seperti ditunjukkan pada Tabel 9.1. BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 112 Tabel 9.1 Sumber Dana Perkiraan Arus Kas Selama Empat Tahun Pertama Penyelenggaraan Program Studi Sumber Dana Jenis Dana Jumlah Dana (Jutaan Rupiah) 2016 Institusi pengusul (Yayasan, Pemerintah dsb) 2017 2018 2019 3.000.000.000 3.000.000.000 2.136.028.572 1.290.636.458 675.158.488 Perguruan Tinggi (hasil usaha PT, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerjasama, sewa, dsb) 40.000.000 40.000.000 60.000.000 80.000.000 100.000.000 Hasil Usaha 25.000.000 25.000.000 50.000.000 120.000.000 200.000.000 Penelitian dsb 14.000.000 14.000.000 14.600.000 15.435.000 16.206.750 1.024.000.000 1.540.000.000 Peserta didik (SPP, uang ujian, uang wisuda, dsb) 216.000.000 216.000.000 574.400.000 0 0 0 0 0 19.200.000 19.200.000 48.400.000 87.600.000 126.800.000 Sumber dana lainnya (pemerintah, hibah, pinjaman, dsb.) 0 0 0 0 0 Pemerintah 0 0 0 0 0 Hibah dll 0 0 0 0 0 3.314.200.000 3.314.200.000 2.883.428.572 2.617.671.458 2.658.165.238 SPP Uang Ujian dsb Total BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 113 Penggunaan Dana Tabel 9.2 Penggunaan Dana Perkiraan Arus Kas Selama Empat Tahun Pertama Penyelenggaraan Program Studi No Penggunaan Dana Jumlah Dana (Jutaan Rupiah) 2016 1 216.650.000 390.643.750 2019 584.605.250 Penelitian 3 Pengabdian Kepada Masyarakat 4 Investasi Prasarana 5 Investasi Sarana 6 Investasi SDM 7 2018 Pendidikan 167.500.000 2 2017 29.400.000 30.970.000 37.479.500 39.474.475 14.000.000 14.600.000 15.435.000 16.206.750 64.571.428 90.407.114 98.077.470 106.446.344 410.000.000 622.500.000 630.3750.000 488.643.750 217.500.000 229.500.000 242.212.500 340.912.500 64.571.428 90.407.114 94.927.470 99.673.844 1.295.034.228 7.182.525.690 1.675.962.913 Lain-lain Total 967.542.856 BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 114 LAMPIRAN No Nomor Butir 1 1.1.1 2 1.1.1 3 1.1.1 4 1.1.1 5 1.1.1 6 1.1.1 7 8 9 10 1.2.1 1.2.2 2.1.1 2.1.2 11 4.1.1 12 13 4.1.1 4.1.1 14 15 4.1.1 4.1.2 16 17 4.1.1 4.1.1 15 16 19 20 20 21 22 23 24 4.1.2. 4.1.2 4.3 5.1 5.1.6 6.1 7.1 7.1.2 9.1.2 Keterangan Akta notaris pendirian (PTS) Salinan rekomendasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (PTS) Surat keputusan pejabat yang berwenang tentang pengesahan badan penyelenggara sebagai badan kimia (PTS) atau surat pernyataan dari pejabat yang berwenang tentang pencatatan penyesuaian/perubahan badan kimia penyelenggara (PTN/PTS) Surat Keputusan Menteri tentang ijin pendirian perguruan tinggi yang akan membuka program studi (PTN/PTS) Surat persetujuan Badan Penyelenggara atas pembukaan program studi (PTN/PTS) Surat pertimbangan Senat perguruan tinggi atas pembukaan program studi (PTN/PTS) Rencana Strategis Sertifikat akreditasi PS lain dalam PTN/PTS yang masih berlaku Statuta dan OTK pada PTN/PTS Dokumen mutu (kebijakan, manual mutu, baku mutu, dan prosedur mutu) Surat perjanjian kontrak untuk mengajar/membina program studi untuk masa sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebagai dosen tetap ditandatangani di atas kertas bermeterai dilengkapi pas photo 6 (enam) bulan terakhir ukuran 4 x 6 cm Riwayat Hidup Dosen Tetap NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional)/NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus) dosen tetap Salinan surat pernyataan pemimpin PT asal tentang pindah home base Surat kesediaan mengajar/membina program studi sebagai dosen tidak tetap ditandatangani di atas kertas bermeterai dilengkapi pas photo 6 (enam) bulan terakhir ukuran 4 x 6 cm Riwayat Hidup Dosen Tidak tetap NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional)/NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus dosen tetap) dosen tetap Salinan ijazah dan transkrip dosen tidak tetap yang telah dilegalisasi Salinan SK jabatan fungsional dan sertifikat pendidik dosen tidak tetap Salinan ijazah tenaga kependidikan Buku Kurikulum RPS (Rencana Pembelajaran Semester) dan silabus Pedoman Penelitian Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat Pedoman Kerjasama Salinan Rekening Koran BAN-PT : Usulan Akreditasi Program Studi Baru Sarjana 2016 115