You are on page 1of 34

1

KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE
KEGIATAN PROGRAM P2 ISPA

A.

DASAR HUKUM :

1.
2.
3.
4.

Undang – undang No : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan(. Blm)
Keputusan Menteri Kesehatan No : 564 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan
Desa Siaga.
Surat Edaran Menteri Kesehatan No : 295 tahun 2008 tentang Percepatan Pelaksanaan Program
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi
( P4K ) dengan stiker.
Surat Edaran menteri Dalam Negeri No 441 – 7 / 1935 S J tahun 2008 tentang Percepatan
Pelaksanan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi ( P4K ) dengan stiker.

B. LATAR BELAKANG :
Hingga saat ini infeksi saluran nafas akut ( ISPA ) masih merupakan masalah masyarakat
di Indonesia ,kematian pada balita dengan pneumonia masih tinggi,
C. TUJUAN :
1. Terdatanya sasaran ibu hamil dan terpasangnya stiker P 4 K di rumah ibu hamil untuk
mengetahui :
a) Lokasi tempat tinggal ibu hamil.
b) Identitas ibu hamil.
c) Tafsiran persalinan.
d) Penolong persalinan, pendamping persalinan dan fasilitas tempat bersalin
e) Calon donor darah, transportasi yang akan digunakan serta pembiayaan.
2. Adanya perencanaan persalinan dan pemakaian metode KB pasca melahirkan yang sesuai dan
disepakati ibu hamil, suami, keluarga dan bidan.
3. Terlaksananya pengambilan keputusan yang cepat dan tepat bila terjadi komplikasi selama
kehamilan, persalinan dan nifas.
4. Adanya dukungan dari tokoh masyarakat, kader dan dukun.
D. SASARAN :Ibu hamil, suami dan keluarga.
E. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN :
Pelaksanaan Kegiatan untuk bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun.
F

METODE :
Metode yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara langsung dan merencanakan serta membuat
kesepakatan dengan ibu hamil, suami dan keluarga tentang data – data yang tercantum dalam stiker P4K.
Setelah semua perencanaan disepakati,dilanjutkan dengan pemasangan stiker P4K di depan pintu ibu hamil
tersebut.

G.

BIAYA : BOK:
Singapadu Tengah, 1 Oktober 2015
Kepala UPT.Kesmas Sukawati II
Dr.Ida Bagus Ketut Sugamia
NIP : 19680914 199903 1 008

KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE
KEGIATAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN
A. DASAR HUKUM :
1. Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. Keputusan Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota.
3. Undang – undang no : 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

2
4.

Keputusan Menteri Kesehatan no : 564 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengembangan Desa Siaga.

B. LATAR BELAKANG :
Angka Kematian Ibu ( AKI ) di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan Negara –
Negara Asean lainnya.Menurut data Survey Demografi Kesehatan Indonesia ( SDKI ) 2007, AKI
di Indonesia adalah 228 / 100 000 kelahiran hidup yang berarti ada 9.774 ibu meninggal per tahun
atau 1 orang ibu meninggal tiap jam oleh sebab yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan
nifas.
Upaya untuk mempercepat penurunan AKI telah dimulai sejak akhir tahun 1980 an
melalui program Safe Motherhood dan Making Pregnancy Safer ( MPS ) Salah satu strategi MPS
adalah peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan ibu melalui peningkatan pelayanan
antenatal yang sesuai standar bagi seluruh ibu hamil di semua fasilitas kesehatan. Pelayanan
antenatal sesuai standar meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan lab rutin dan khusus,
serta intervensi umum dan khusus minimal 4 kali selama kehamilan. Untuk menjamin semua ibu
hamil mendapatkan semua akses pelayanan antenatal, maka diadakan sweeping atau kunjungan
rumah untuk memantau ibu hamil dan memastikan semua ibu hamil sudah mendapatkan
pelayanan antenatal yang sesuai dengan standar.
C. TUJUAN :
1. Meningkatkan pelayanan antenatal sesuai standar bagi seluruh ibu hamil di semua
fasilitas kesehatan.
2. Meningkatkan Deteksi dini factor resiko dan komplikasi kebidanan oleh tenaga kesehatan
maupun masyarakat.
3. Meningkatkan penanganan komplikasi kebidanan secara adekuat dan pengamatan secara
terus menerus oleh tenaga kesehatan.
D. SASARAN :
Semua ibu hamil.
E. WAKTU DAN TEMPAT :
Pelaksanaan Kegiatan bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun

F.

METODE :Mendatangi langsung sasaran di rumahnya kemudian dikaji status ANC nya dengan
metode wawancara. serta dilakukan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan SOP.

G.
H. BIAYA : BOK:
Singapadu Tengah, 1 Oktober 2015
Kepala UPT.Kesmas Sukawati II
Dr.Ida Bagus Ketut Sugamia
NIP : 19680914 199903 1 008

KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE
KEGIATAN PEMANTAUAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI

A. DASAR HUKUM :
1. Undang – undang no 36 tentang kesehatan .

3
2.

B.

C.

D.

E.

Keputusan Menkes No : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan di Kabupaten / Kota.
LATAR BELAKANG :
Penyebab langsung kematian ibu sebesar 90 % terjadi pada saat persalinan dan segera setelah
persalinan ( SKRT 2001 ). Penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan : 28 %, eklampsia 24
%, dan infeksi 11 %.Penyebab tidak langsung kematian ibu antara lain KEK pada kehamilan 37 % dan
anemia pada kehamilan 40 %. Kejadian anemia pada ibu hamil akan meningkatkan resiko terjadinya
kematian ibu dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia.
Deteksi dini kehamilan dengan factor resiko adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan
ibu hamil yang mempunyai factor resiko dan komplikasi kebidanan. Kehamilan merupakan proses
reproduksi yang normal, tetapi tetap mempunyai resiko untuk terjadinya komplikasi. Oleh karenanya
deteksi dini oleh tenaga kesehatan dan masyarakat tentang adanya factor resiko dan komplikasi serta
penanganan yang adekuat sedini mungkin, merupakan kunci keberhasilan dalam penurunan angka
kematian ibu, bayi serta balita.
TUJUAN :
Menemukan ibu hamil yang mengalami factor resiko kehamilan sedini mungkin serta memantau
proses kehamilannya sehingga factor resiko dapat tertangani dengan baik dan Angka Kematian Ibu
serta Angka Kematian Bayi dapat diturunkan seminimal mungkin.
SASARAN :
Semua ibu hamil yang mengalami factor resiko tinggi kehamilan antara lain :
1. Primi gravida kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
2. Anak lebih dari 4.
3. Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang kurang dari 2 tahun atau lebih dari 10 tahun.
4. Kurang Energi Kronis ( KEK ) dengan lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm, atau
penambahan berat badan < 9 kg selama masa kehamilan.
5. Anemia dengan Hemoglobin < 11 g/dl.
6. Tinggi badan kurang dari 145 cm, atau dengan kelainan bentuk panggul dan tulang belakang.
7. Riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya atau sebelum kehamilan ini.
8. Sedang / pernah menderita penyakit kronis, antara lain : tuberkolosis, kelainan jantung,ginjal,
hati, psikosis, kelainan endokrin ( Diabetes mellitus, sistemik lupus eritematosus, dll ), tumor
dan keganasan.
9. Riwayat kehamilan buruk : keguguran berulang, kehamilan ektopik terganggu, molla
hidatidosa, ketuban pecah dini, bayi dengan cacat congenital.
10. Riwayat persalinan dengan komplikasi : persalinan dengan seksio saesaria, ekstraksi vakum/
forceps.
11. Riwayat nifas dengan komplikasi : perdarahan pasca persalinan, infeksi masa nifas, psikosis
post partum ( post partum blues ).
12. Riwayat keluarga menderita penyakit kencing manis, hipertensi dan riwayat cacat congenital.
13. Kelainan jumlah janin : kehamilan ganda,janin dempet, monster.
14. Kelainan besar janin : pertumbuhan janin terhambat, janin besar.
15. Kelainan letak dan posisi janin : lintang / obligue, sungsang pada usia kehamilan lebih dari 32
minggu.
WAKTU DAN TEMPAT :
Pelaksanaan kegiatan bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun.

F.

METODE :
 Melakukan penapisan factor resiko pada setiap ibu hamil yang baru ditemukan kemudian
mengelompokkan sesuai dengan jenis resiko yang dialami.
 Melakukan kunjungan rumah setiap bulan pada semua ibu hamil yang mengalami factor
resiko.
G. BIAYA :
Singapadu Tengah, 1 Oktober 2015
Kepala UPT.Kesmas Sukawati II

Dr.Ida Bagus Ketut Sugamia
NIP : 19680914 199903 1 008

KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE
KEGIATAN PELAYANAN NIFAS
A.

DASAR HUKUM :
1. Undang – undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Sehingga jika ibu melahirkan di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di fasilitas kesehatan selama 24 jam pertama. Mendeteksi dini komplikasi pada ibu nifas . Keputusan Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang kesehatan di Kabupaten / Kota. Meningkatkan penanganan komplikasi nifas dan neonatus secara adekuat dan pengamatan secara terus menerus oleh tenaga kesehatan. Kunjungan rumah nifas bertujuan untuk meningkatkan akses ibu nifas terhadap pelayanan kesehatan dasar. WAKTU DAN TEMPAT :Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan jadwal yang sudah disusun. kebanyakan masyarakat menganggap masa nifas sudah tidak memerlukan pengawasan. Kematian ibu bisa terjadi pada saat hamil. Undang – undang no : 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. LATAR BELAKANG : Dalam rangka pencapaian target sasaran rencana pembangunan jangka menengah bidang kesehatan ( RPJMN – BK ) 2004 – 2009 yaitu AKI 226 / 100 000 kelahiran hidup dan target pencapaian Millenium Development Goals ( MDG’s ) yaitu AKI 102 / 100 000 Kelahiran hidup pada tahun 2015. pemeriksaan dapat langsung dilaksanakan di sarana kesehatan tersebut. maka dari itu untuk dapat mendeteksi secara dini adanya komplikasi diperlukan pemantauan secara berkala pada ibu nifas yang dapat dilakukan dengan kunjungan rumah ibu nifas. F. 3.dengan member peyanana nifas sesuai standar apabila ibu yang bersangkutan tidak datang ke fasilitas kesehatan yang ada. karena sudah dianggap melewati masa persalinan. E. 3.Kesmas Sukawati II Dr. B. Meningkatkan pelayanan bagi seluruh ibu nifas sesuai standar disemua fasilitas kesehatan.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN PEMANTAUAN IBU NIFAS RISIKO TINGGI . SASARAN :Semua ibu nifas . padahal pada masa nifas dapat terjadi komplikasi – komplikasi yang bisa membahayakan keselamatan ibu. G. TUJUAN : 1. minggu pertama dan bulan pertama. D.Untuk ibu yang sudah datang ke sarana kesehatan. Resiko terbesar kematian nifas terjadi pada 24 jam pertama.METODE : Metode yang digunakan adalah dengan mengunjungi ibu nifas di rumahnya. bersalin maupun nifas. C. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. perlu dilakukan upaya terobosan yang efektif dan berkesinambungan. mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan / masalah kesehatan pada ibu nifas. 2.4 2. BIAYA :Dana BOK o Singapadu Tengah.

DASAR HUKUM : 1. bersalin maupun nifas. 3. F. LATAR BELAKANG : Dalam rangka pencapaian target sasaran rencana pembangunan jangka menengah bidang kesehatan ( RPJMN – BK ) 2004 – 2009 yaitu AKI 226 / 100 000 kelahiran hidup dan target pencapaian Millenium Development Goals ( MDG ‘s ) yaitu AKI 102 / 100 000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Undang – undang no : 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan bulan ini sesuai dengan jadwal yang sudah disusun. pemeriksaan dapat langsung dilaksanakan di sarana kesehatan tersebut. maka dari itu untuk dapat mendeteksi secara dini adanya komplikasi diperlukan pemantauan secara berkala pada ibu nifas yang dapat dilakukan dengan kunjungan rumah ibu nifas.5 A.Kesmas Sukawati II Dr. padahal pada masa nifas dapat terjadi komplikasi –komplikasi yang bias membahayakan keselamatan ibu. D. C. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. Undang – undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan. 2. . apabila ibu yang bersangkutan tidak datang ke fasilitas kesehatan yang ada. Mendeteksi dini komplikasi pada ibu nifas.karena sudah dianggap melewati masa persalinan. SASARAN : semua ibu nifas yang mengalami risiko tinggi. Kematian ibu bisa terjadi pada saat hamil. B. Keputusn Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota 3. Meningkatkan pelayanan bagi seluruh ibu nifas sesuai standar di semua fasilitas kesehatan.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : KUNJUNGAN NEONATUS A DASAR HUKUM : 1 Undang – undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan. E. TUJUAN : 1. Pemantauan ibu nifas resiko tinggi bertujuan untuk meningkatkan akses ibu nifas terhadap pelayanan kesehatan dasar. mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan / sasalah kesehatan pada ibu nifas dan neonates . Meningkatkan penanganan komplikasi nifas secara adekuat dan pengamatan secara terus menerus oleh tenaga kesehatan. Untuk ibu yang sudah datang ke sarana kesehatan. METODE : Metode yang digunakan adalah dengan mengunjungi ibu nifas yang mengalami risiko tinggi di rumahnya. kebanyakan masyarakat menganggap masa nifas sudah tidak memerlukan pengawasan. perlu dilakukan upaya terobosan yang efektif dan berkesinambungan. G. 2. BIAYA : BOK Singapadu Tengah.

Sehingga jika bayi lahir di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di fasilitas kesehatan selama 24 jam pertama. mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan / masalah kesehatan pada neonatus. G BIAYA :BOK Singapadu Tengah. Undang – undang no : 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Meningkatkan pelayanan bagi seluruh neonatus sesuai standar disemua fasilitas kesehatan. LATAR BELAKANG : Dalam rangka pencapaian target sasaran rencana pembangunan jangka menengah bidang kesehatan ( RPJMN – BK ) 2004 – 2009 yaitu AKI 226 / 100 000 kelahiran hidup dan target pencapaian Millenium Development Goals ( MDG’s ) yaitu AKI 102 / 100 000 Kelahiran hidup pada tahun 2015. Meningkatkan penanganan komplikasi neonatus secara adekuat dan pengamatan secara terus menerus oleh tenaga kesehatan. Resiko terbesar kematian neonatus terjadi pada 24 jam pertama kehidupan.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : DETEKSI DINI RISIKO TINGGI BAYI 1 Oktober . minggu pertama dan bulan pertama kehidupannya. pemeriksaan dapat langsung dilaksanakan di sarana kesehatan tersebut. Pelayanan kesehatan neonatal dasar dilakukan secara komprehensif dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan bayi baru lahir dan pemeriksaan menggunakan pendekatan Manajemen Terpadu Bayi Muda ( MTBM ) untuk memastikan bayi dalam keadaan sehat. Kunjungan rumah neonatus bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar. 2015 Kepala UPT. SASARAN : Semua neonates yang ada diwilayah UPT.6 2 3 B Keputusan Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang kesehatan di Kabupaten / Kota. C TUJUAN : 1 2 3 D Mendeteksi dini komplikasi pada neonatus. perlu dilakukan upaya terobosan yang efektif dan berkesinambungan. apabila ibu yang bersangkutan tidak datang ke fasilitas kesehatan yang ada. Untuk ibu yang sudah datang ke sarana kesehatan. F METODE : Metode yang digunakan adalah dengan mengunjungi ibu nifas dan bayi di rumahnya.Kesmas Sukawati II Dr.Kesmas Sukawati II E WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun.

D. 2. masyarakat ( kader. G. Tujuan khusus : a) Terselenggaranya kegiatan stimulasi tumbuh kembang pada semua bayi. b) Terselenggaranya kegiatan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang pada semua bayi di wilayah kerja Puskesmas. organisasi profesi. pendidikan dan social ) akan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang pendidikan formal. Pembinaan tumbuh kembang bayi secara komprehensif dan berkualitas yang diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi. TUJUAN : 1.Kesmas Sukawati II Dr.1 Oktober 2015 Kepala UPT. SASARAN : Sasaran langsung stimulasi. deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang bayi dilakukan pada “masa kritis”. Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. deteksi dan intervensi dini resiko tinggi bayi adalah semua bayi umur 0 – 1 tahun di wilayah kerja Puskesmas. B. balita dan anak prasekolah di wilayah kerja Puskesmas.Melakukan stimulasi yang memadai artinya merangsang otak bayi sehingga berkembang kemampuan gerak. E. d) Terselengganya rujukan terhadap kasus – kasus yang tidak bisa ditangani di Puskesmas.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : DETEKSI DINI RISIKO TINGGI BALITA . c) Terselenggaranya intervensi dini pada semua bayi dengan penyimpangan tumbuh kembang. pengasuh anak dan anggota keluarga lainnya ). LATAR BELAKANG : Kegiatan stimulasi. Surat Edaran Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota. 1. deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang bayi yang menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga ( orang tua. BIAYA : Menggunakan dana BOK Singapadu Tengah. DASAR HUKUM . sosialisasi dan kemandirian pada bayi berlangsung secara optimal sesuai dengan umur anak. 2. bicara dan bahasa. C. METODE : Wawancara. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun : F. lembaga swadaya masyarakat dsb ) dengan tenaga professional ( kesehatan. Tujuan umum : Agar semua bayi 0 – 1 tahun tumbuh kermbang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya sehingga berguna bagi nusa dan bangsa serta mampu bersaing di era globalisasi melalui kegiatan stimulasi. tokoh masyarakat.7 A. deteksi dan intervensi dini.Melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang artinya melakukan skrining atau mendeteksi dini secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang bayi termasuk menindaklanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah tumbuh kembang anaknya. pengamatan.

4. g) Terselenggaranya intervensi dini pada semua balita dengan penyimpangan tumbuh kembang. N. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun : M. lembaga swadaya masyarakat dsb ) dengan tenaga professional ( kesehatan.Kesmas Sukawati II Dr. bicara dan bahasa.8 H. pendidikan dan social ) akan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang pendidikan formal. masyarakat ( kader. SASARAN : Sasaran langsung stimulasi. METODE : Wawancara. J. pengasuh anak dan anggota keluarga lainnya ). Tujuan khusus : e) Terselenggaranya kegiatan stimulasi tumbuh kembang pada semua balita dan anak prasekolah di wilayah kerja Puskesmas. DASAR HUKUM . deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang Balita yang menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga ( orang tua. Surat Edaran Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota. deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita dilakukan pada “masa kritis”. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas yang diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi. TUJUAN : 3. deteksi dan intervensi dini. BIAYA : Menggunakan dana BOK Singapadu Tengah. 4. Tujuan umum : Agar semua balita 1 – 5 tahun tumbuh kermbang secara optimal sesuai dengan potensi genetiknya sehingga berguna bagi nusa dan bangsa serta mampu bersaing di era globalisasi melalui kegiatan stimulasi. pengamatan. tokoh masyarakat. sosialisasi dan kemandirian pada balita berlangsung secara optimal sesuai dengan umur anak.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : PEMANTAUAN KESEHATAN NEONATUS TERMASUK NEONATUS RISIKO TINGGI . h) Terselengganya rujukan terhadap kasus – kasus yang tidak bisa ditangani di Puskesmas. K. L. I. LATAR BELAKANG : Kegiatan stimulasi. organisasi profesi.Melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang artinya melakukan skrining atau mendeteksi dini secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita termasuk menindaklanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah tumbuh kembang anaknya. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. f) Terselenggaranya kegiatan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang pada semua balita di wilayah kerja Puskesmas.Melakukan stimulasi yang memadai artinya merangsang otak balita sehingga berkembang kemampuan gerak. Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. 3. deteksi dan intervensi dini resiko tinggi balita adalah semua balita umur 1 – 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas.

2. METODE : Kunjungan rumah . strategi tersebut telah sejalan dengan Grand Strategi Depkes tahun 2004. 2.9 A. Besaran Kematian Neonatal. Mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu. lintas sector dan mitra lainnya dalam melakukan advokasi untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia serta memantapkan koordinasi perencanaan kegiatan MPS dan Child Survival. BIAYA : Menggunakan dana BOK Singapadu Tengah. wawancara. 2. DASAR HUKUM :  Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Terpantaunya kondisi neonatus yang berisiko tinggi Mendeteksi sedini mungkin tanda – tanda bahaya pada neonatus yang berisiko tinggi D. 4.  Surat Edaran Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota. AKABA 44 / 1000 KH. B. Mendorong pemberdayaan wanita dan keluarga melalui kegiatan peningkatan pengetahuan untuk menjamin perilaku yang menunjang kesehatan ibu. dan neonates. G. Empat strategi Child Survival adalah : 1. 3. Setiap bayi memperoleh pelayanan kesehatan dasar paripurna. Peningkatan akses dan cakupan pelayanan kesehatan ibu. SASARAN : Semua neonates yang mengalami risiko tinggi E. bayi baru lahir dan balita serta pemanfaatan pelayanan kesehatan yang tersedia. LATAR BELAKANG : Angka Kematian Bayi ( AKB ) dan Angka Kematian Balita ( AKABA ) merupakan beberapa indicator status kesehatan masyarakat disamping Angka Kematian Ibu (AKI ) dan Angka Kematian Neonatus ( AKN ). bayi baru lahir dan Balita yang berkualitas berdasarkan bukti ilmiah. Setiap bayi sakit ditangani secara adekuat. Setiap bayi tumbuh dan berkembang secara optimal. C. Sejak tahun 1985 pemerintah merancang Child Survival ( CS ) untuk menurunkan AKB. berarti ada 17 bayi dan 22 Balita meninggal tiap jam. 3.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : PEMANTAUAN KESEHATAN BAYI TERMASUK BAYI DENGAN RISIKO TINGGI . F. Rencana strategi Child Survival terdiri dari 3 pesan kunci dan 4 strategi : Tiga pesan kunci Child Survival adalah : 1.Kesmas Sukawati II Dr. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan bulan ini sesuai jadwal yang sudah disusun. bayi dan balita jauh lebih tinggi. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. Membangun kemitraan yang efektif melalui kerjasama lintas program. dengan AKB 34 / 1000 KH. TUJUAN : 1.

Rencana strategi Child Survival terdiri dari 3 pesan kunci dan 4 strategi : Tiga pesan kunci Child Survival adalah : 1. Mendorong pemberdayaan wanita dan keluarga melalui kegiatan peningkatan pengetahuan untuk menjamin perilaku yang menunjang kesehatan ibu. BIAYA : Menggunakan dana BOK Singapadu Tengah. 6. LATAR BELAKANG : Angka Kematian Bayi ( AKB ) dan Angka Kematian Balita ( AKABA ) merupakan beberapa indicator status kesehatan masyarakat disamping Angka Kematian Ibu (AKI ) dan Angka Kematian Neonatus ( AKN ).10 A DASAR HUKUM : 1 2 B Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. METODE : Kunjungan rumah . 4. Peningkatan akses dan cakupan pelayanan kesehatan ibu. 5. Membangun kemitraan yang efektif melalui kerjasama lintas program. AKABA 44 / 1000 KH. Mendeteksi sedini mungkin tanda – tanda bahaya pada bayi yang berisiko. Surat Edaran Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota. dengan AKB 34 / 1000 KH. 2. wawancara serta pemeriksaan terhadap bayi yang mengalami risiko tinggi. Empat strategi Child Survival adalah : 1. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. strategi tersebut telah sejalan dengan Grand Strategi Depkes tahun 2004. 3 Setiap bayi memperoleh pelayanan kesehatan dasar paripurna. Setiap bayi tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap bayi sakit ditangani secara adekuat.Kesmas Sukawati II Dr.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN :PEMANTAUAN KESEHATAN ANAK BALITA TERMASUK ANAK BALITA DENGAN RISIKO TINGGI . Sejak tahun 1985 pemerintah merancang Child Survival ( CS ) untuk menurunkan AKB. 3. 4. bayi baru lahir dan balita serta pemanfaatan pelayanan kesehatan yang tersedia. bayi baru lahir dan Balita yang berkualitas berdasarkan bukti ilmiah. bayi dan balita jauh lebih tinggi. Besaran Kematian Neonatal. Mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi Terpantaunya kondisi bayi yang berisiko tinggi. 2. SASARAN : Semua bayi yang mengalami risiko. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun. lintas sector dan mitra lainnya dalam melakukan advokasi untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia serta memantapkan koordinasi perencanaan kegiatan MPS dan Child Survival. berarti ada 17 bayi dan 22 Balita meninggal tiap jam. 2. 3 TUJUAN : 1. 3.

bayi baru lahir dan Balita yang berkualitas berdasarkan bukti ilmiah. 4 SASARAN : Semua anak Balita yang mengalami resiko tinggi 5 WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan pada bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun. bayi baru lahir dan balita serta pemanfaatan pelayanan kesehatan yang tersedia. 2 LATAR BELAKANG : Angka Kematian Bayi ( AKB ) dan Angka Kematian Balita ( AKABA ) merupakan beberapa indicator status kesehatan masyarakat disamping Angka Kematian Ibu (AKI ) dan Angka Kematian Neonatus ( AKN ). strategi tersebut telah sejalan dengan Grand Strategi Depkes tahun 2004. berarti ada 17 bayi dan 22 Balita meninggal tiap jam. Sejak tahun 1985 pemerintah merancang Child Survival ( CS ) untuk menurunkan AKB. Besaran Kematian Neonatal. METODE : Kunjungan rumah . Mendorong pemberdayaan wanita dan keluarga melalui kegiatan peningkatan pengetahuan untuk menjamin perilaku yang menunjang kesehatan ibu.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : KUNJUNGAN RUMAH DALAM RANGKA PENANGGULANGAN GIZI KURANG DAN BURUK . AKABA 44 / 1000 KH. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. Rencana strategi Child Survival terdiri dari 3 pesan kunci dan 4 strategi : Tiga pesan kunci Child Survival adalah : 1 2 3 Setiap Balita memperoleh pelayanan kesehatan dasar paripurna.Kesmas Sukawati II Dr. 6 7 BIAYA : Menggunakan dana BOK Singapadu Tengah. lintas sector dan mitra lainnya dalam melakukan advokasi untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia serta memantapkan koordinasi perencanaan kegiatan MPS dan Child Survival. Mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu. wawancara dan pemeriksaan kesehatan terhadap anak balita yang mengalami risiko tinggi. Setiap Balita tumbuh dan berkembang secara optimal.11 1 DASAR HUKUM :  Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.  Surat Edaran Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota. bayi dan balita jauh lebih tinggi. dengan AKB 34 / 1000 KH. Setiap Balita sakit ditangani secara adekuat. Empat strategi Child Survival adalah : 1 2 3 4 Peningkatan akses dan cakupan pelayanan kesehatan ibu. bayi baru lahir dan balita 3 TUJUAN : 1 Terpantaunya kondisi Balita yang mengalami risiko 2 Mendeteksi sedini mungkin tanda – tanda bahaya pada balita yang berisiko. Membangun kemitraan yang efektif melalui kerjasama lintas program. .

Mengetahui perkembangan status gizi balita gizi buruk dengan menggunakan standar WHO 2005 5. Biaya : Dana BOK Singapadu Tengah. 2. Mengetahui pola makan dan asupan makan balita gizi buruk 3. Memberikan penyuluhan/penjelasan kepada keluarga balita tentang pola makan yang benar dan kesehatan balita. UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.6% pada tahun 1995. Tujuan 1.1% tahun 1999 dan 6.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : SURVEILANS DAN PELACAKAN GIZI BURUK A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan kegiatan bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun. Mengetahui data antropometri melalui pengukuran BB dan TB balita gizi buruk 4.  Metode Kunjungan langsung ke balita gizi buruk/kurang F. B. Tujuan Khusus 1.Kesmas Sukawati II Dr. Dasar Hukum 1. E. Bab VIII tentang Gizi. Keputusan menteri kesehatan RI nomor 1116/Menkes/SK/VIII/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan sistim surveilans epidemiologi kesehatan. Dasar Hukum . Namun pada tahun 2002 terjadi peningkatan kembali menjadi 8 % dan pada tahun 2003 menjadi 8. C. berhasil menurunkan angka gizi buruk menjadi 10. Upaya pemerintah antara lain melalui Pemberian Makan Tambahan dalam Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan peningkatan pelayanan gizi melalui pelatihan-pelatihan tata laksana Gizi Buruk kepada Tenaga kesehatan.3% menjadi 7. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. Yang pada Pasal 1 Ayat 1 tentang Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat. walaupun Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk menanggulanginya. D. 2. Sasaran Semua balita gizi buruk (BB/U) yang ada di wilayah kerja UPT Kesmas Sukawati II (75 balita gizi buruk dan kurang).12 A.2% tahun 1992 dan puncaknya 11. Data Susenas menunjukkan bahwa jumlah balita dengan gizi buruk sejak tahun 1989 meningkat dari 6. Untuk menurunkan angka gizi buruk dan meningkatkan status gizi balita gizi buruk diperlukan upaya pelacakan kasus dan kunjungan kasus gizi buruk secara rutin.15%. 2.1% pada tahun 1998. 8.48%. Latar Belakang Gizi buruk masih merupakan masalah di Indonesia. Tujuan Umum Memperoleh data perkembangan status gizi balita gizi buruk. Untuk provinsi Bali prevalensi Gizi buruk berdasarkan PSG 2007 adalah 3.3% tahun 2001. Mengetahui keadaan umum balita gizi buruk ( kondisi kesehatan).

walaupun Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk menanggulanginya. Tujuan Umum Memperoleh data yang akurat balita gizi buruk yang dilaporkan 2. 8.000.48%. C. Mengetahui riwayat kehamilan ibu balita. Keputusan menteri kesehatan RI nomor 1116/Menkes/SK/VIII/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan sistim surveilans epidemiologi kesehatan. Yang pada Pasal 1 Ayat 1 tentang Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat.6% pada tahun 1995. F. Untuk menurunkan angka gizi buruk dan meningkatkan status gizi balita gizi buruk diperlukan upaya pelacakan kasus dengan lebih intensif supaya semua balita gizi buruk bisa tertangani. Untuk provinsi Bali prevalensi Gizi buruk berdasarkan PSG 2007 adalah 3. Latar Belakang Gizi buruk masih merupakan masalah di Indonesia. D. Namun pada tahun 2002 terjadi peningkatan kembali menjadi 8 % dan pada tahun 2003 menjadi 8.000.1% tahun 1999 dan 6. Mengetahui data antropometri (BB dan TB) balita.3% tahun 2001. E. Memberikan penyuluhan/penjelasan kepada keluarga balita tentang pola makan yang benar dan kesehatan balita. Biaya: Biaya transport petugas = 2 OH x Rp. 7.= Rp.15%. Mengetahui keadaan kesehatan balita dan pemberian makan balita pada saat sekarang. B. UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tujuan Khusus 1.Kesmas Sukawati II Dr. Data Susenas menunjukkan bahwa jumlah balita dengan gizi buruk sejak tahun 1989 meningkat dari 6. Mengetahui data pendidikan dan sosial ekonomi orang tua balita. 90.Kemudian dikonfirmasi BB/TB balita. Waktu dan Tempat Kegiatan bulan ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah disusun. Mengetahui identitas balita dan orang tuanya 2. Mengetahui kondisi kesehatan lingkungan tempat tinggal balita.3% menjadi 7. Sasaran Semua balita gizi buruk (BB/U) baru yang ada di wilayah kerja UPT Kesmas Sukawati II.2% tahun 1992 dan puncaknya 11. 4. Tujuan 1. 3. berhasil menurunkan angka gizi buruk menjadi 10. 1 Oktober 2015 Kepala UPT.13 1. Mengetahu keaadan umum/fisik balita 8.Singapadu Tengah. Metode: Kunjungan langsung ke balita gizi buruk G. 2. 45.1% pada tahun 1998.. riwayat kesehatan balita dan riwayat pemberian makan balita 6. Bab VIII tentang Gizi. 5. Upaya pemerintah antara lain melalui Pemberian Makan Tambahan dalam Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan peningkatan pelayanan gizi melalui pelatihan-pelatihan tata laksana Gizi Buruk kepada Tenaga kesehatan.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : KONSELING DAN PENCEGAHAN TRANSMISI PENULARAN PENYAKIT DARI PENDERITA KE ORANG LAIN .

F.. .Tahun 1995 – 1998 cakupan penderita TBC dengan strategi DOTS baru mencapai sekitar 10 % dan error rate pemeriksaan laboratorium belum dihitung dengan baik meskipun error rate lebih besar dari 85 %. . Program penanggulangan TBC dengan strategi DOTS belum dapat menjangkau seluruh Puskesmas.Munculnya epidemic HIV / AIDS di dunia diperkirakan penderita TBC akan meningkat.Pengobatan yang tidak teratur dan kombinasi obat yang tidak lengkap di masa lalu. TUJUAN :  Jangka panjang : Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit TBC dengan cara memutuskan rantai penularan.= Rp 90. karena pada sebagian besar Negara di dunia.  Jangka pendek : .Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap sehingga pada tahun 2005 dapat mencapai 70 % dari perkiraan semua penderita baru BTA positif. . Secara kasar diperkirakan setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru TBC paru BTA positif. .  Lokakarya Nasional Program P2TBC pada September 1994.Pada tahun 1993 WHO mencanangkan kedaruratan global penyakit TBC. METODE : Dengan mengadakan kunjungan ke rumah penderita TBC BTA positif dan memberikan konseling secara langsung kepada penderita maupun keluarganya.Tercapainya angka kesembuhan minimal 85 % dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan.  Dokumen Perencanaan ( Plan of Action ) pada bulan September 1994. LATAR BELAKANG : . . sehingga penyakit TBC tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia. E. 9 September 1996 )  Gerdunas ( Gerakan Terpadu Nasional ) TBC : 24 Maret 1999. disebabkan banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan. diduga telah menimbulkan kekebalan ganda kuman TBC terhadap Obat Anti Tuberkulosis ( OAT ) atau Multi Drug Resistence ( MDR ). B. Rumah Sakit Pemerintah.000.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : KONSELING DAN PENCEGAHAN TRANSMISI PENULARAN PENYAKIT . D.000. C. . SASARAN : Semua kasus TB BTA positif.14 A. BIAYA : Menggunakan dana BOK tahun 2015: o Biaya transport petugas 1 kali kegiatan x 2 orang x Rp.Penyakit TBC menyerang sebagian besar kelompok usia kerja.Singapadu Tengah. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan pada bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun.  Rekomendasi Komite Nasional Penanggulangan TBC paru ( Komnas TBC . G.Kesmas Sukawati II Dr. terutama penderita TBC menular ( BTA + ). swasta dan unit pelayanan kesehatan lainnya. 1 Oktober 2015 Kepala UPT.Tahun 1995 hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga ( SKRT ) menunjukkan penyakit TBC merupakan penyebab kematian no # setelah penyakit kardio vaskuler dan penyakit pernafasan pada semua kelompok usia dan nomer 1 dari golongan penyakit infeksi.Tahun 1999 WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 583.45. DASAR HUKUM :  Evaluasi program TBC yang dilaksanakan bersama oleh Indonesia dan WHO pada April 1994.000 kasus baru TBC dengan kematian karena TBC sekitar 140.Myo bacterium Tuberculosisi telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia.000. . . penyakit TBC tidak terkendali.

. F.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru TBC paru BTA positif. . disebabkan banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan.Tercapainya angka kesembuhan minimal 85 % dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan. penyakit TBC tidak terkendali.Penyakit TBC menyerang sebagian besar kelompok usia kerja. diduga telah menimbulkan kekebalan ganda kuman TBC terhadap Obat Anti Tuberkulosis ( OAT ) atau Multi Drug Resistence ( MDR ).Singapadu Tengah. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan pada bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun.Pengobatan yang tidak teratur dan kombinasi obat yang tidak lengkap di masa lalu. METODE : Dengan mengadakan kunjungan ke rumah penderita TBC BTA positif dan memberikan konseling secara langsung kepada penderita maupun keluarganya. DASAR HUKUM :  Evaluasi program TBC yang dilaksanakan bersama oleh Indonesia dan WHO pada April 1994.. .  Jangka pendek : .Tahun 1999 WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 583.000.Kesmas Sukawati II Dr. 1 Oktober 2015 Kepala UPT.= Rp 90. C.Munculnya epidemic HIV / AIDS di dunia diperkirakan penderita TBC akan meningkat.Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap sehingga pada tahun 2005 dapat mencapai 70 % dari perkiraan semua penderita baru BTA positif. terutama penderita TBC menular ( BTA + ).Pada tahun 1993 WHO mencanangkan kedaruratan global penyakit TBC. karena pada sebagian besar Negara di dunia. BIAYA : Menggunakan dana BOK tahun 2015: o Biaya transport petugas 1 kali kegiatan x 2 orang x Rp. SASARAN : Semua kasus TB BTA positif. swasta dan unit pelayanan kesehatan lainnya. . LATAR BELAKANG : .45.15 A.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : PEMANTAUAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TBC . TUJUAN :  Jangka panjang : Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit TBC dengan cara memutuskan rantai penularan. D.  Dokumen Perencanaan ( Plan of Action ) pada bulan September 1994. 9 September 1996 )  Gerdunas ( Gerakan Terpadu Nasional ) TBC : 24 Maret 1999. . . G. E.Myo bacterium Tuberculosisi telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. .  Rekomendasi Komite Nasional Penanggulangan TBC paru ( Komnas TBC . B.Tahun 1995 – 1998 cakupan penderita TBC dengan strategi DOTS baru mencapai sekitar 10 % dan error rate pemeriksaan laboratorium belum dihitung dengan baik meskipun error rate lebih besar dari 85 %.  Lokakarya Nasional Program P2TBC pada September 1994.000. sehingga penyakit TBC tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia.000. Rumah Sakit Pemerintah. Program penanggulangan TBC dengan strategi DOTS belum dapat menjangkau seluruh Puskesmas.000 kasus baru TBC dengan kematian karena TBC sekitar 140. Secara kasar diperkirakan setiap 100.Tahun 1995 hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga ( SKRT ) menunjukkan penyakit TBC merupakan penyebab kematian no # setelah penyakit kardio vaskuler dan penyakit pernafasan pada semua kelompok usia dan nomer 1 dari golongan penyakit infeksi. .

. terutama penderita TBC menular ( BTA + ).Pada tahun 1993 WHO mencanangkan kedaruratan global penyakit TBC. .Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : PEMANTAUAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIV / AIDS .  Dokumen Perencanaan ( Plan of Action ) pada bulan September 1994. karena pada sebagian besar Negara di dunia. SASARAN : Semua kasus TB BTA positif. LATAR BELAKANG : .16 1.Munculnya epidemic HIV / AIDS di dunia diperkirakan penderita TBC akan meningkat. 7.Tahun 1995 – 1998 cakupan penderita TBC dengan strategi DOTS baru mencapai sekitar 10 % dan error rate pemeriksaan laboratorium belum dihitung dengan baik meskipun error rate lebih besar dari 85 %. disebabkan banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan.Kesmas Sukawati II Dr. Secara kasar diperkirakan setiap 100. . 3.Penyakit TBC menyerang sebagian besar kelompok usia kerja. 9 September 1996 )  Gerdunas ( Gerakan Terpadu Nasional ) TBC : 24 Maret 1999. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. .000. DASAR HUKUM :  Evaluasi program TBC yang dilaksanakan bersama oleh Indonesia dan WHO pada April 1994.000.= Rp 90. METODE : Dengan mengadakan kunjungan ke rumah penderita TBC BTA positif dan memberikan konseling secara langsung kepada penderita maupun keluarganya serta memantau langsung ke penderita tentang kepatuhannya minum obat. Program penanggulangan TBC dengan strategi DOTS belum dapat menjangkau seluruh Puskesmas. 4. persalinan dan nifas ( WHO ). sehingga penyakit TBC tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia. . . 5. penyakit TBC tidak terkendali. swasta dan unit pelayanan kesehatan lainnya. TUJUAN :  Jangka panjang : Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit TBC dengan cara memutuskan rantai penularan. 2.Pengobatan yang tidak teratur dan kombinasi obat yang tidak lengkap di masa lalu. .Kematian wanita karena TBC lebih banyak daripada kematian karena kehamilan.000 kasus baru TBC dengan kematian karena TBC sekitar 140.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru TBC paru BTA positif.Myo bacterium Tuberculosisi telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia.Tahun 1999 WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 583.  Lokakarya Nasional Program P2TBC pada September 1994.000.Singapadu Tengah. 6. BIAYA : Menggunakan dana BOK tahun 2015: o Biaya transport petugas 1 kali kegiatan x 2 orang x Rp.  Rekomendasi Komite Nasional Penanggulangan TBC paru ( Komnas TBC . Rumah Sakit Pemerintah. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan pada bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun. .Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap sehingga pada tahun 2005 dapat mencapai 70 % dari perkiraan semua penderita baru BTA positif..  Jangka pendek : .45.Tercapainya angka kesembuhan minimal 85 % dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan. diduga telah menimbulkan kekebalan ganda kuman TBC terhadap Obat Anti Tuberkulosis ( OAT ) atau Multi Drug Resistence ( MDR ).

45. . G.000. TUJUAN :  Jangka panjang : Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit TBC dengan cara memutuskan rantai penularan.Munculnya epidemic HIV / AIDS di dunia diperkirakan penderita TBC akan meningkat. Program penanggulangan TBC dengan strategi DOTS belum dapat menjangkau seluruh Puskesmas.Pengobatan yang tidak teratur dan kombinasi obat yang tidak lengkap di masa lalu. .Kematian wanita karena TBC lebih banyak daripada kematian karena kehamilan. disebabkan banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan. karena pada sebagian besar Negara di dunia. Rumah Sakit Pemerintah. swasta dan unit pelayanan kesehatan lainnya. sehingga penyakit TBC tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia.  Rekomendasi Komite Nasional Penanggulangan TBC paru ( Komnas TBC . B. . . SASARAN : Semua kasus TB BTA positif. Secara kasar diperkirakan setiap 100.000.000 penduduk Indonesia terdapat 130 penderita baru TBC paru BTA positif.Singapadu Tengah.  Dokumen Perencanaan ( Plan of Action ) pada bulan September 1994. LATAR BELAKANG : . . .  Lokakarya Nasional Program P2TBC pada September 1994. C. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan pada bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun.Kesmas Sukawati II Dr.. 1 Oktober 2015 Kepala UPT.17 A. penyakit TBC tidak terkendali.000 kasus baru TBC dengan kematian karena TBC sekitar 140. diduga telah menimbulkan kekebalan ganda kuman TBC terhadap Obat Anti Tuberkulosis ( OAT ) atau Multi Drug Resistence ( MDR ). METODE : Dengan mengadakan kunjungan ke rumah penderita TBC BTA positif dan memberikan konseling secara langsung kepada penderita maupun keluarganya serta memantau langsung ke penderita tentang kepatuhannya minum obat.000.Myo bacterium Tuberculosisi telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia. DASAR HUKUM :  Evaluasi program TBC yang dilaksanakan bersama oleh Indonesia dan WHO pada April 1994. BIAYA : Menggunakan dana BOK tahun 2015: o Biaya transport petugas 1 kali kegiatan x 2 orang x Rp.Pada tahun 1993 WHO mencanangkan kedaruratan global penyakit TBC. . .Tahun 1995 – 1998 cakupan penderita TBC dengan strategi DOTS baru mencapai sekitar 10 % dan error rate pemeriksaan laboratorium belum dihitung dengan baik meskipun error rate lebih besar dari 85 %.  Jangka pendek : .Tercapainya angka kesembuhan minimal 85 % dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan. D.Penyakit TBC menyerang sebagian besar kelompok usia kerja. persalinan dan nifas ( WHO ). terutama penderita TBC menular ( BTA + ). 9 September 1996 )  Gerdunas ( Gerakan Terpadu Nasional ) TBC : 24 Maret 1999.= Rp 90.Tahun 1999 WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 583. E. F.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA/ TERM OF REFERENCE .Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap sehingga pada tahun 2005 dapat mencapai 70 % dari perkiraan semua penderita baru BTA positif.

TUJUAN UMUM - Mengaktipkan peran serta masyarakat di dalam menekan sedini mungkin kasus DBD di masyarakat dengan cara Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) KHUSUS 4.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE (TOR) KEGIATAN : PROMOSI ( ETIKA BATUK. 7. 5. DASAR HUKUM a.1350. PP. Desa Batubulan. 6. Gerakan Bersih Lingkungan menjadi sangat penting karena factor utama mewabahnya penyakit DBD di sebabkan kurangnya perhatian masyarakat terhadap Kebersihan Lingkungan.Sebelumnya memberikan informasi yang jelas pada Aparat Desa dan masyarakat tentang Penyakit Demam Berdarah ( DBD ) . No.000. Ketika hujan turun genangan-genangan air di berbagai tempat di biarkann.45.- Singapadu Tengah. Masih adanya kesan di masyarakat pengasapan ( foging ) adalah cara satu-satunya di dalam memberantas penyakit ini.= Rp. LATAR BELAKANG Penyakit Demam Berdarah ( DBD ) merupakan salah satu masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah kasusnya serta penyebaranya yang semakin luas dari tahun ke tahun sejalan dengan meningkatnya mobolitas dan kepadatan penduduk. No.Gerakan Serentak ( GERTAK ) PSN – DBD BIAYA : Biaya menggunakan dana BOK tahun 2015  Biaya transport petugas 3 kali kegiatan x 10 orang x Rp.18 KEGIATAN : PEMBINAAN DALAM RANGKA MENGGERAKKAN MASYARAKAT MELAKUKAN KEGIATAN PSN 1. serta tingginya mobilitas dan kepadatan penduduk. dengan cepat akan menjadi habitat pengembangbiakan nyamuk Aedes aegypti ( Penular Penyakit DBD ) di tanah air adalah iklim tropis dan pergantian musin. 1 Oktober 2015 Kepala UPT.secara bersama-sama sebanyak 10 orang.Kesmas Sukawati II Dr. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan b. Tetapi pada kenyataanya penanggulangan DBD khususnya pada tindakan pencegahan belum dapat dilaksanakan dengan semestinya. Memberikan penyuluhan serta menyebarkan informasi tentang penyakit DBD Mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) Memberikan imformasi bila ada kasus DBD di masyarakat pada lintas terkait SASARAN :Aparat Desa dan segenap lapisan masyarakat serta ibu –ibu PKK. METODE . PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT.000. UU. WAKTU DAN TEMPAT Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk di laksanakan pada tanggal 9 Mei 2014 di Br Menguntur. DLL ) . 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular 2.. 3.

Keputusan Menteri Kesehatan RI no. Tujuan a.1992 tentang kesehatan. 1114/MENKES/SK/VIII/2005 tentang pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di daerah. G.  Biaya transport petugas : 1x 2 orang x Rp.45.19 A. Biaya Biaya menggunakan dana Bantuan Operasional Kesehatahn (BOK) tahun 2015. 5. 90. 1992 tentang perimbangan kependudukan dan pemberdayan keluarga sehat.Promosi/Penyuluhan PHBS di rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakkan dan pemberdayakan keluarga atau anggota rumah tangga untuk hidup bersih dan sehat. UU No. UU No. 1193/MENKES/SK/X/2004 tentang kebijakan nasional promosi kesehatan. PP No. Meningkatkan pengetahuan penderita. = Rp. 4. Dasar Hukum 1. 6.Kesmas Sukawati II Dr. 9 September 1996 ) B.Singapadu Tengah. mau dan mampu melaksanakan PHBS dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. keluarga dan masyarakat tentang tata cara pencegahan penularan penyakit TBC b. 2005 tentang kewenangan wajib standar pelayanan minimal di bidang kesehatan. Rekomendasi Komite Nasional Penanggulangan TBC paru ( Komnas TBC . D.-. Sasaran Sasaran penyuluhan ini adalah penderita.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE (TOR) .000. Latar Belakang Promosi kesehatan dalam SPM disebut sebagai pelayanan penyuluhan prilaku sehat kebijakan nasional promosi kesehatan.000. 23 th. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 65 th. keluarga dan masyarakat yang ada di desa binaan yaitu enam desa binaan. Memperdayakan keluarga untuk tahu. C. c. Metode Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi langsung. 2. 3. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. E. Meningkatkan dukungan dan peran aktif Tim Penggerak PKK scara berjenjang dalam pembinaan PHBS di rumah tangga. Waktu dan Tempat Waktu Pelaksaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun F. 10 th.

Dasar Hukum UU No. Tersusunnya daftar inventarisasi hasil kegiatan pelayanan pembinaan kesehatan masyarakat. Puskesmas juga mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya.000.20 KEGIATAN : LOKAKARYA MINI UPT KESMAS SUKAWATI II A. 1 September 2015 Kepala UPT. melalui analisis tugas dan pembinaan pada daerah binaan .Pembelian snack : 45 orang x Rp. berikut tanggung jawabnya dan rencana kerja bulanan.000. 4.masing petugas 3.000. Tujuan Khusus : 1.- Singapadu Tengah. D.. E. Pelaksanaan. 2. Pelaksanaan lokakarya mini bertempat di Aula UPT Kesmas Sukawati II. Pembelian komsumsi : 45 orang x Rp.= Rp. pemberdayaan masyarakat. untuk itu perlu di dukung kemampuan manajemen yang baik. Tersusunnya rencana kerja bulanan baru yang disepakati bersama.= Rp. Pengendalian dan Penilaian pembangunan berwawasan kesehatan.170. Penggerakan. Pengawasan. 36 TAHUN 2009 tentang KESEHATAN B. H. sehingga dapat melaksanakan fungsinya Puskesmas dengan baik maka Lokakarya Mini Puskesmas perlu diadakan. yaitu fungsi puskesmas sebagai Perencanaan.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 .20.Kesmas Sukawati II Dr. 5.= Rp 900. Biaya : Biaya menggunakan dana BOK tahun 2015 dengan perincian sbb : 1.6.000.1. Forum pertemuan puskesmas yang disebut dengan lokakarya mini adalah penerapan manajemen penggerak pelaksanaan yang di adakan setiap bulanan (intern puskesmas/lintas program dan triwulanan melibatkan lintas sector) C. Tersusunnya tim Pelayanan terpadu dalam rangka pelayanan dan pembinaan kesehatan masyarakat. yang dilaksanakan pada tanggal 1 September 2015 yang dihadiri oleh 45 orang peserta. G.Manajemen puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan. Latar Belakang Dalam rangka membina petugas untuk bekerjasama dalam team.Kesmas Sukawati II F. dan pengembangan peran serta masyarakat sehingga dapat dihitung beban kerja masing. Tujuan umum : Tergalangnya kerjasama dalam team antar tenaga puskesmas dan terlaksananya penggerakan pelaksanaan kegiatan puskesmas. Sehingga fungsi manajemen dapat diterapkan. Metode Presentasi dan diskusi.000. bagi setiap petugas. 2. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan pada bulan lalu. pengawasan dan penilaian. 270. penggerak pelaksanaan serta pengendalian. Dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas mengacu pada empat azas penyelengaraan yaitu : wilayah kerja. Tempat dan waktu Penyelenggaraan. keterpaduan dan rujukan. Sasaran : Seluruh staf UPT. Terbentuknya daerah-daerah binaan dan tersusunnya pembagian tugas bagi seluruh petugas.

Menurunkan TFR. C. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyaknya pasangan yang belum memiliki kesadaran untuk menggunakan cara kontrasepsi. yang tidak ingin punya anak lagi. 5. juga proporsi tingkat putus pemakaian kontrasepsi masih cukup tinggi. Menurunkan ibu hamil dengan 4 T. WAKTU DAN TEMPAT : Kegiatan bulan ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan F. Meningkatkan peserta aktif pria. kalau tidak ditekan berkontribusu meningkatkan angka kematian ibu. Menurunkan laju pertumbuhan penduduk. masih tingginya ibu hamil dengan 4 T. agar kedepan dapat menurunkan angka hamil dengan 4 T. 6. Menyeimbangkan pertumbuhan penduduk.Kesmas Sukawati II Dr. Penyebab masih tingginya angka ini antara lain kualitas informasi dan pelayanan. 2. Pasangan usia subur yang belum menggunakan cara kontrasepsi atau sudah menggunakan kontrasepsi. tetapi putus pemakaiannya. SASARAN : 1. diskusi. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. DASAR HUKUM : Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. dan mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. TUJUAN : 1. konseling dengan menggunakan lembar balik ( ABPK ). 2. mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan. 4. Masih adanya kehamilan yang tidak diinginkan. E. D. Ibu pasca salin dan ibu pasca abortus. Menurunkan un met need.21 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : PROMOSI KB DAN KESEHATAN REPRODUKSI A. dan alat kontrasepsi. METODE : Ceramah.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE . atau ingin menjarangkan kehamilan berikutnya tetapi tidak menggunakan cara kontrasepsi ( un met need ). B. BIAYA : Menggunakan dana BOK Singapadu Tengah. 3. LATAR BELAKANG : Masih tingginya perempuan berstatus kawin. Hal ini yang akan menjadi prioritas program KB. G.

6. 5. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyaknya pasangan yang belum memiliki kesadaran untuk menggunakan cara kontrasepsi. yang tidak ingin punya anak lagi. 4. tetapi putus pemakaiannya. B. kalau tidak ditekan berkontribusu meningkatkan angka kematian ibu. 2. agar kedepan dapat menurunkan angka hamil dengan 4 T. 3. atau ingin menjarangkan kehamilan berikutnya tetapi tidak menggunakan cara kontrasepsi ( un met need ). Ibu pasca salin dan ibu pasca abortus. DASAR HUKUM : Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. dan mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. juga proporsi tingkat putus pemakaian kontrasepsi masih cukup tinggi. LATAR BELAKANG : Masih tingginya perempuan berstatus kawin. Menurunkan TFR. C. Menurunkan laju pertumbuhan penduduk. WAKTU DAN TEMPAT : Kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah disusun pada bulan ini F.Kesmas Sukawati II Dr. diskusi. mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan. Meningkatkan peserta aktif pria. Menyeimbangkan pertumbuhan penduduk. Menurunkan ibu hamil dengan 4 T. D. masih tingginya ibu hamil dengan 4 T. METODE : Ceramah. Pasangan usia subur yang belum menggunakan cara kontrasepsi atau sudah menggunakan kontrasepsi. TUJUAN : 1. Masih adanya kehamilan yang tidak diinginkan. G. BIAYA : Menggunakan dana BOK Singapadu Tengah. SASARAN : 1.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 . Hal ini yang akan menjadi prioritas program KB. Menurunkan un met need. Penyebab masih tingginya angka ini antara lain kualitas informasi dan pelayanan. dan alat kontrasepsi.22 KEGIATAN : KUNJUNGAN RUMAH PUS YANG TIDAK BER-KB / DROP OUT A. konseling dengan menggunakan lembar balik. E. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. 2.

Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 .540. Undang-undang no. 1 Oktober 2015 Kepala UPT.Pelayanan Kesehatan. SK bersama 4 mentri yaitu Menteri Pendidikan. Sehingga isu yang menonjol adalah kebiasaan berperilaku hidupsehat dan bersih seperti gosok gigi.Pembinaan Lingkungan C Tujuan Meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptaka lingkungan sekolah sehat sehingga tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dalam upaya membentuk manusia Indonesia yang berkualitas D SASARAN a.= Rp.23 KERANGKA ACUAN KERJA /TERM OF REFERENCE (TOR ) KEGIATAN PENYULUHAN UKS A. DASAR HUKUM 1.Kesmas Sukawati II Dr.Mendagri. B.000.pengelola pendidikan ) c.staf. Pemeriksaan berkala dan Kegiatan UKGS di 26 SD wilayah kerja Puskesmas Sukawati II E Waktu dan tempat Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah disusun F G Metoda : Penyuluhan dengan ceramah dan Tanya jawab di sekolah masing –masing Biaya : Biaya transport petugas 6 kali kegiatan x2 orang x Rp.36 tahun 1992 tentang kesehatan 2. Untuk kegiatan tahun 2015 sasaran yang ingin di capai Penjaringan .kebersihan lingkungan dan lain lainnya . Orang tua murid. Masyarakat sekolah( guru.komite sekolah dan masyarakat .- Singapadu Tengah.45.000.Pada prinsipnya pelayanan kesehatan di sekolah meliputi TRIAS UKS yaitu meliputi Pendidikan Kesehatan.. Pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan. Peserta didik b. Latar Belakang Masalah kesehatan yang dihadapi anak usia sekolah sangat komplek dan bervariasi.cuci tangan.Menteri Agama.

1 Oktober 2015 Kepala UPT. BOK telah banyak membantu dan sangat dirasakan manfaatnya oleh Puskesmas dan kader kesehatan di dalam pencapaian program kesehatan prioritas nasional. saat ini telah memasuki tahun ke 6.000.000. transparan. Undang – Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. khususnya kegiatan promotif. Untuk mencapai semua tujuan diatas maka perlu dilakukan konsultasi yang lebih mendetail dengan pemegang kebijakan di Dinas Kesehatan.45. TUJUAN : Agar pertanggungjawaban BOK bisa dilaksanakan sesuai dengan juknis dan kebijakan yang berlaku di Kabupaten. Pada periode Rencana Strategis Kementrian Kesehatan ( RENSTRA KEMENKES ) tahun 2010 – 2014.. Peraturan Pemerintah Nomer 45 tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara II. akuntabel sehingga opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dapat dipertahankan. atau sewaktu – waktu bila ada masalah yang perlu dikonsultasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten METODE : Metode yang dilakukan adalah konsultasi dan Tanya jawab BIAYA : Biaya pelaksanaan dibebankan pada dana BOK tahun 2015 berupa biaya transport petugas 1x 2 orang x Rp. V. 2. DASAR HUKUM : 1. yang difokuskan utamanya pada upaya peningkatan pencapaian program kesehatan prioritas nasional.90. SASARAN : Tim Pengelola BOK / Satker Kabupaten yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan BOK WAKTU DAN TEMPAT : Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah disusun pada bulan ini. III. Selain itu pemanfaatn dana BOK juga harus memperhatikan tata kelola keuangan yang efektif.Kesmas Sukawati II Dr. Pemanfaatan BOK di Puskesmas tahun 2015. khususnya kegiatan berdaya ungkit tinggi untuk mencapai tujuan MDGs tahun 2015.24 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE PROGRAM : KONSULTASI BOK KE KABUPATEN I.= Rp. 3.Kabupaten agar administrasi dan pertanggungjawaban terutama tentang keuangan bisa dilaksanakan sesuai dengan juknis yang berlaku. VI.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE . merupakan kesinambungan dari pelaksanaan tahun 2014. Undang – Undang No 27 tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. VII. preventif sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat. IV.- Singapadu Tengah. LATAR BELAKANG : Bantuan Operasional Kesehatan ( BOK ) yang merupakan bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mendukung operasional Puskesmas. efisien.

khususnya kegiatan promotif.- Singapadu Tengah. khususnya kegiatan berdaya ungkit tinggi untuk mencapai tujuan MDGs tahun 2015. LATAR BELAKANG : Bantuan Operasional Kesehatan ( BOK ) yang merupakan bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mendukung operasional Puskesmas. yang difokuskan utamanya pada upaya peningkatan pencapaian program kesehatan prioritas nasional.25 PROGRAM : MENGIRIM LAPORAN BOK KE KABUPATEN A.000. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. SASARAN : Tim Pengelola BOK / Satker Kabupaten yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan BOK E. Selain itu pemanfaatn dana BOK juga harus memperhatikan tata kelola keuangan yang efektif. Untuk mencapai semua tujuan diatas maka perlu dilakukan konsultasi yang lebih mendetail dengan pemegang kebijakan di Dinas Kesehatan. merupakan kesinambungan dari pelaksanaan tahun 2014. WAKTU DAN TEMPAT : Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah disusun pada bulan ini. efisien.= Rp. akuntabel sehingga opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dapat dipertahankan. Sebagai out put dari kegiatan BOK yang sudah dilaksanakan di Puskesmas maka setiap bulan Puskesmas wajib mengirim laporan hasil kegiatan berupa :  Laporan realisasi fisik dan keuangan  Laporan Cakupan SPM BOK  Laporan BOK terintegrasi ( KIA.45. 2. BIAYA : Biaya pelaksanaan dibebankan pada dana BOK tahun 2015 berupa biaya transport petugas 2 x 1 orang x Rp. METODE : Menyetor laporan secara langsung kepada Tim pengelola BOK / Satker BOK Kabupaten G.KB.Peraturan Pemerintah Nomer 45 tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara B. TUJUAN : Agar hasil kegiatan yang menggunakan Dana BOK dapat direkap di Dinas Kesehatan Kabupaten dan dilaporkan ke jenjang berikutnya. Pemanfaatan BOK di Puskesmas tahun 2015.Kesmas Sukawati II Dr. atau sewaktu – waktu bila ada masalah yang perlu dikonsultasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten F. Pada periode Rencana Strategis Kementrian Kesehatan ( RENSTRA KEMENKES ) tahun 2010 – 2014.000. DASAR HUKUM : 1.. transparan.Undang – Undang No 27 tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. preventif sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat. D. 3.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN :KUNJUNGAN RUMAH BALITA (TERMASUK YANG DROP OUT) . BOK telah banyak membantu dan sangat dirasakan manfaatnya oleh Puskesmas dan kader kesehatan di dalam pencapaian program kesehatan prioritas nasional.Kabupaten agar administrasi dan pertanggungjawaban terutama tentang keuangan bisa dilaksanakan sesuai dengan juknis yang berlaku.dan Gizi ) C.90. saat ini telah memasuki tahun ke 6.Undang – Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Rencana strategi Child Survival terdiri dari 3 pesan kunci dan 4 strategi : Tiga pesan kunci Child Survival adalah : 1. bayi baru lahir dan balita serta pemanfaatan pelayanan kesehatan yang tersedia. Membangun kemitraan yang efektif melalui kerjasama lintas program. 2. 4. dengan AKB 34 / 1000 KH.26 1. . 2. WAKTU DAN TEMPAT : Pelaksanaan kegiatan pada bulan ini disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun. Besaran Kematian Neonatal. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. METODE : Kunjungan rumah . Mendeteksi sedini mungkin tanda – tanda kelainan tumbuh kembang pada balita 4. strategi tersebut telah sejalan dengan Grand Strategi Depkes tahun 2004. wawancara dan pemeriksaan kesehatan terhadap anak balita yang mengalami risiko tinggi. LATAR BELAKANG : Angka Kematian Bayi ( AKB ) dan Angka Kematian Balita ( AKABA ) merupakan beberapa indicator status kesehatan masyarakat disamping Angka Kematian Ibu (AKI ) dan Angka Kematian Neonatus ( AKN ). Setiap Balita tumbuh dan berkembang secara optimal.Kesmas Sukawati II Dr.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE KEGIATAN : KELAS IBU HAMIL A. 2. Mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyediaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu. AKABA 44 / 1000 KH. Sejak tahun 1985 pemerintah merancang Child Survival ( CS ) untuk menurunkan AKB. Setiap Balita memperoleh pelayanan kesehatan dasar paripurna. bayi baru lahir dan balita 3. TUJUAN : 1. 6 7. 3.  Surat Edaran Menteri Kesehatan no : 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota. lintas sector dan mitra lainnya dalam melakukan advokasi untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia serta memantapkan koordinasi perencanaan kegiatan MPS dan Child Survival. BIAYA : Menggunakan dana BOK. bayi baru lahir dan Balita yang berkualitas berdasarkan bukti ilmiah. Mendorong pemberdayaan wanita dan keluarga melalui kegiatan peningkatan pengetahuan untuk menjamin perilaku yang menunjang kesehatan ibu. Peningkatan akses dan cakupan pelayanan kesehatan ibu. DASAR HUKUM :  Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. berarti ada 17 bayi dan 22 Balita meninggal tiap jam. Empat strategi Child Survival adalah : 1. SASARAN : Semua anak Balita yang tidak datang ke posyandu termasuk yang drop out 5. 3. Terpantaunya kondisi Balita yang tidak datang ke posyandu termasuk yang drop out 2. bayi dan balita jauh lebih tinggi. Singapadu Tengah. DASAR HUKUM : . Setiap Balita sakit ditangani secara adekuat.

SASARAN : Semua ibu hamil dengan umur kehamilan di atas 20 minggu. TUJUAN :  Tujuan Umum : Agar ibu hamil lebih siap dalam menghadapi persalinan yang aman dan selamat serta mempersiapkan persalinan yang aman dan selamat serta mempersiapkan ibu dalam melaksanakan perawatan bayi dan anak sesuai standar. Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita. METODE :  Presentasi.  Praktek perorangan dan kelompok. B. F.Kesmas Sukawati II Dr.27 Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. WAKTU DAN TEMPAT : Kegiatan dilaksanakan di sesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun pada bulan ini. o Ibu hamil mengerti manfaat buku KIA.  Diskusi.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA /TERM OF REFERENCE (TOR ) KEGIATAN PENJARINGAN ANAK SEKOLAH PADA ANAK SEKOLAH DASAR A. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi – tingginya. o Ibu hamil mengerti penggunaan buku KIA. BIAYA : Menggunakan dana BOK Singapadu Tengah. bayi baru lahir dan anak dengan melaksanakan berbagai upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu. LATAR BELAKANG : Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran. DASAR HUKUM . o Ibu hamil mengerti dan mau melaksanakan senam hamil secara teratur. E.  Tujuan khusus : o Ibu hamil mengerti tentang buku KIA. suami dan keluarga melalui kegiatan belajar bersama untuk mempersiapkan ibu hamil dalam menghadapi persalinan yang aman dan selamat serta persiapan ibu dalam perawatan kesehatan anak sesuai standar. Kelas Ibu Hamil merupakan salah satu kegiatan penting dalam penerapan Buku KIA di masyarakat sebagai upaya pembelajaran terhadap ibu.  Simulasi.  Demonstrasi. G. Perhatian khusus diberikan terhadap peningkatan kesehatan ibu. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. o D. Salah satu upayanya adalah melalui kegiatan Kelas Ibu Hamil. C.

28 1.23 tahun 1992 tentang kesehatan 2. Latar Belakang Masalah kesehatan yang dihadapi anak usia sekolah sangat komplek dan bervariasi. dan pemerikasaan fisik dan kesehatan Biaya Biaya transport petugas yang dibebankan pada dana BOK sesuai dengan POA yang sudah disusun pada bulan ini. Pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan. Singapadu Tengah. SK bersama 4 mentri yaitu Menteri Pendidikan. Pemeriksaan berkala dan Kegiatan UKGS di 26 SD. C Tujuan Meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptaka lingkungan sekolah sehat sehingga tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dalam upaya membentuk manusia Indonesia yang berkualitas D SASARAN Peserta didik tahun 2015 sasaran yang ingin di capai Penjaringan .Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA /TERM OF REFERENCE (TOR ) KEGIATAN PENJARINGAN ANAK SEKOLAH PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA . 3 SMP dan 5 SMA / SMK sewilayah kerja Puskesmas Sukawati II E Waktu dan tempat Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun pada bulan ini F G Metode : Ceramah danTanya jawab. Undang-undang no.Kebersihan dan keadaan umum anak yang baru sekolah sangat perlu dideteksi agar diketahui keadaan kesehatan anak sejak awal melalui kegiatan penjaringan anak sekolah.Menteri Dalam Negeri B. 1 Oktober 2015 Kepala UPT.Kesmas Sukawati II Dr.Menteri Agama.

Pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan. Pemeriksaan berkala dan Kegiatan UKGS di 26 SD.Kesmas Sukawati II Dr.Menteri Agama. dan pemerikasaan fisik dan kesehatan Biaya Biaya transport petugas yang dibebankan pada dana BOK sesuai dengan POA yang sudah disusun pada bulan ini. DASAR HUKUM . DASAR HUKUM 3. 3 SMP dan 5 SMA / SMK sewilayah kerja Puskesmas Sukawati II E Waktu dan tempat Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun pada bulan ini F G Metode : Ceramah danTanya jawab. Singapadu Tengah.Kebersihan dan keadaan umum anak yang baru sekolah sangat perlu dideteksi agar diketahui keadaan kesehatan anak sejak awal melalui kegiatan penjaringan anak sekolah. Undang-undang no.Menteri Dalam Negeri D.29 C. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. SK bersama 4 mentri yaitu Menteri Pendidikan.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA /TERM OF REFERENCE (TOR ) KEGIATAN PENJARINGAN ANAK SEKOLAH PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN E.23 tahun 1992 tentang kesehatan 4. Latar Belakang Masalah kesehatan yang dihadapi anak usia sekolah sangat komplek dan bervariasi. C Tujuan Meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptaka lingkungan sekolah sehat sehingga tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dalam upaya membentuk manusia Indonesia yang berkualitas D SASARAN Peserta didik tahun 2015 sasaran yang ingin di capai Penjaringan .

Kesmas Sukawati II Dr. Tujuan Meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptaka lingkungan sekolah sehat sehingga tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal dalam upaya membentuk manusia Indonesia yang berkualitas D SASARAN Peserta didik tahun 2015 sasaran yang ingin di capai Penjaringan . 3 SMP dan 5 SMA / SMK sewilayah kerja Puskesmas Sukawati II E Waktu dan tempat Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun pada bulan ini F G Metode : Ceramah danTanya jawab.Menteri Dalam Negeri Latar Belakang Masalah kesehatan yang dihadapi anak usia sekolah sangat komplek dan bervariasi.30 F. dan pemerikasaan fisik dan kesehatan Biaya Biaya transport petugas yang dibebankan pada dana BOK sesuai dengan POA yang sudah disusun pada bulan ini. Pemeriksaan berkala dan Kegiatan UKGS di 26 SD. Pada anak usia sekolah biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan.Menteri Agama. 1 Oktober 2015 Kepala UPT.Kebersihan dan keadaan umum anak yang baru sekolah sangat perlu dideteksi agar diketahui keadaan kesehatan anak sejak awal melalui kegiatan penjaringan anak sekolah.23 tahun 1992 tentang kesehatan 6. SK bersama 4 mentri yaitu Menteri Pendidikan. Singapadu Tengah. C 5. Undang-undang no.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE .

3 %.6 %.umur 18-19 th : 3. METODE : Ceramah.Sifat tersebut dihadapkan pada ketersediaan sarana disekitarnya yang dapat memenuhi keingintahuan tersebut. umur 15-17 th : 39.7 %. psikologis maupun intelektual. LATAR BELAKANG Kelompok remaja yaitu penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun.8 %.6 %. dihirup : 0. umur 12-14 th : 22. sikap dan perilaku tentang kesehatan remaja. dipaksa oleh pasangannya : 21.9%. V. VII. laki-laki 47 % Peminum alcohol aktif : perempuan 3. 2003 ) Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik. IV.5%. DASAR HUKUM Undang – undangno : 36 tahun 2009 tentangKesehatan . berusia 15-19 tahun : Perokok aktif hingga saat ini : perempuan 0.2 miliar atau sekitar 1/5 dari jumlah penduduk dunia ( WHO. B. SASARAN : remaja umur 10-19 tahun yang belum menikah.Untuk laki-laki yang tertinggi adalah karena ingin tahu : 51.31 KEGIATAN : PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA I. WAKTU DAN TEMPAT : disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun.7 %.2 %  Pada perempuan dan laki-laki yang berumur 15-24 th belum menikah alas an melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya yaitu : untuk perempuan yang tertinggi adalah karena terjadi begitu saja : 38.  1% dari responden ( 84 orang) pernah mengalami kehamilan tidak diinginkan ( KTD ) 60 % diantaranya mengalami atau melakukan aborsi.2 %.0 %.000.4 %.  Laki-laki pacaran pertamakali umur < 12 th : 5.umur 12-14 th : 18.Mengurangi / menurunkan kejadian kehamilan tidak diinginkan ( KTD ) dan aborsi pada remaja. . yang bahkan mungkin harus ditanggung seumur hidupnya. keterampilan dan perubahan sikap remaja. Pola karakteristik pesatnya tumbuh kembang ini menyebabkan remaja dimanapun dia menetap mempunyai sifat khas yang sama yaitu mempunyai rasa keingintahuan yang besar.5 %.3 %.Kesmas Sukawati II Dr. DASAR HUKUM Undang – undang no : 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.3 %  Perempuan pertamakali pacaran umur < 12 th 5. umur 15-17 th : 36. di Indonesia memiliki proporsi kurang lebih 1/5 dari jumlah remajadiperkirakan 1. TUJUAN A.   III. menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang. laki-laki 15. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. diskusi dan kuisioner.3 %.Melakukan petting pada saat pacaran 19.000 = Rp 90. 45. Tujuan Umum : Meningkatkan derajat kesehatan remaja melalui peningkatan pengetahuan. persentasi perempuan dan laki-laki yang tidak menikah.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE PROGRAM : MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA ( MMD ) A. Tujuan Khusus : . Remaja di Indonesia sebagaimana diungkapkan melalui berbagai survey dan laporan berbagai masalah kesehatan terkait prilaku berisiko berikut ini : Berdasarkan SKRRI ( Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia ) tahun 2007. Singapadu Tengah. Apabila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat.2 %.Melakukan petting pada saat pacaran : 6.2 %. BIAYA : Menggunakan dana BOK tahun 2015 berupa biaya transport petugas 1 x kegiatan x 2 orang x Rp. VI.Meningkatkan pengetahuan. mereka akan jatuh ke dalam prilaku beresiko dan mungkin harus menanggung akibat lanjutnya dalam bentuk berbagai masalah kesehatan fisik dan psikososial. Keadaan ini sering mendatangkan konflik batin dalam dirinya.5 % Laki-laki berusia 15-19 th adalah pengguna obat dengan cara dihisap : 2. II. danterjadi begitu saja : 25.5%. ditelan 1. umur 18-19 th : 3.

BIAYA Biaya pelaksanaan menggunakan dana BOK tahun 2015 dengan perincian . . G. 2. Bab VIII tentang Gizi. Masyarakat menyusun rencana kerja untu kmenanggulangi masalah kesehatan. 3. D. C. WAKTU DAN TEMPAT Waktu pelaksanaanya disesuaikan dengan jadwal yang sudah disusun pada bulan ini F. serta Tanya jawab.32 B. dan untuk mengetahui betapa pentingnya peranserta aktif masyarakat dalam pemecahan masalah yang di hadapi dilingkungannya.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERNCE PROGRAM : PERTEMUAN PENYEGARAN TEKNIS KESEHATAN UNTUK KADER KESEHATAN A. LATAR BELAKANG Langkah ini merupakan bagian dari pemberdayaan dan penggerakan masyarakat. E. Yang pada Pasal 1 Ayat 1 tentang Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat. Masyarakat sepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan melalui pelaksanaan MMD. Dasar Hukum 1. TUJUAN 1. disesuaikan dengan RPK yang sudah disusun Singapadu Tengah. serta pemanfaatan potensi. SASARAN Perwakilan wargad esa dan tokoh masyarakat yang ada di DesaSiagaaktif. METODE Metode yang dipergunakana dalah diskusi. 1 September 2015 Kepala UPT. UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya.Kesmas Sukawati II Dr.

Dasar Hukum UU No. Latar Belakang .3/1116/SJ Tahun 2001 tentang Revitalisasi Posyandu Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457 Tahun 2003 tentang Standar Pelayanan minimal bidang Kesehatan di kabupaten/kota. Keputusan menteri kesehatan RI nomor 1116/Menkes/SK/VIII/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan sistim surveilans epidemiologi kesehatan.Kesmas Sukawati II Dr. Tujuan 1. Surat Edaran Mendagri Nomor 411. Sasaran Semua kader yang ada di 3 posyandu di wilayah Desa Celuk (15 orang) E. F.33 2. C. D. Meningkatkan kemampuan ketrampilan kader posyandu yang berkaitan degan tugas kader posyandu. guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak. 3. Latar Belakang Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumbar Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari. Biaya Kegiatan ini menggunakan biaya BOK sesuai dengan POA yang sudah disusun pada bulan ini. 2. 4. 36 TAHUN 2009 tentang KESEHATAN PERMENKES RI. Waktu dan Tempat Waktu : Tanggal 21 Februari tahun 2013 . Metode Ceramah. Singapadu Tengah. oleh untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. 2. Tujuan Umum Meningkatkan pengetahuan kader posyandu Tujuan Khusus 1. Guna meningkatkan fungsi posyandu diperlukan peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat umumnya dan Kader posyandu khususnya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat dan bekerja secara bersama.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE (TOR) KEGIATAN LOKAKARYA MINI PUSKESMAS LINTAS SEKTORAL A. NO : 59 TAHUN 2012 Tentang Petunjuk Teknis Operasional Kesehatan B. 1 September 2015 Kepala UPT. Untuk itu diperlukan adanya penyegaran/ refreshing kader posyandu. B.Tempat : di Aula Kantor perbekel Celuk. Tanya jawab dan Pemberian materi secara langsung kepada kader posyandu G. Meningkatkan pengetahuan teori kader posyandu baik tentang materi kesehatan pada umumnya maupun materi yang berkaitan dengan segala administrasi/kelengkapan data di posyandu.sama dengan petugas kesehatan.

D. yaitu fungsi puskesmas sebagai Perencanaan. Tersusunnya rencana kerja bulanan baru yang disepakati bersama. penggerak pelaksanaan serta pengendalian. yang dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2015 yang dihadiri oleh Staf Dikes.masing petugas 3. berukut tanggung jawabnya dan rencana kerja bulanan. Singapadu Tengah.Kesmas Sukawati II F.34 Dalam rangka membina petugas untuk bekerjasama dalam team. Biaya : Biaya menggunakan dana BOK. bagi setiap petugas. Penggerakan. Pengawasan.Ida Bagus Ketut Sugamia NIP : 19680914 199903 1 008 . Sehingga fungsi manajemen dapat diterapkan. pengawasan dan penilaian. Dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas mengacu pada empat azas penyelengaraan yaitu : wilayah kerja. Perbekel sewilayah UPT. dan pengembangan peran serta masyarakat sehingga dapat dihitung beban kerja masing.Kesmas Sukawati II G. E. untuk itu perlu di dukung kemampuan manajemen yang baik. Pelaksanaan lokakarya mini bertempat di Aula UPT Kesmas Sukawati II. Tempat dan waktu Penyelenggaraan. Tersusunnya tim Pelayanan terpadu dalam rangka pelayanan dan pembinaan kesehatan masyarakat. Tersusunnya daftar inventarisasi hasil kegiatan pelayanan pembinaan kesehatan masyarakat. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan pada bulan lalu. 2. Forum pertemuan puskesmas yang disebut dengan lokakarya mini adalah penerapan manajemen penggerak pelaksanaan yang di adakan setiap bulanan (intern puskesmas/lintas program dan triwulanan melibatkan lintas sector) C. Sasaran : Seluruh staf UPT. Metode Presentasi dan diskusi. Tujuan Khusus : 1. Pelaksanaan. Terbentuknya daerah-daerah binaan dan tersusunnya pembagian tugas bagi seluruh petugas. 1 Oktober 2015 Kepala UPT. melalui analisis tugas dan pembinaan pada daerah binaan . keterpaduan dan rujukan. 5.Kesmas Sukawati II Dr. I.Kesmas Sukawati II .Manajemen puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan. Pengendalian dan Penilaian pembangunan berwawasan kesehatan. Tujuan umum : Tergalangnya kerjasama dalam team antar tenaga puskesmas dan terlaksananya penggerakan pelaksanaan kegiatan puskesmas. Puskesmas juga mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya. 4. sehingga dapat melaksanakan fungsinya Puskesmas dengan baik maka Lokakarya Mini Puskesmas perlu diadakan. Camat Sukawati. pemberdayaan masyarakat. Bidan Pustu sewilayah beserta staf UPT.