You are on page 1of 10

TUGAS UAS ENERGI TERBARUKAN

PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA


THERMAL BERBAHAN AMMONIA (NH3)

Oleh :
I Putu Govinda Riawan
Nim. 1304405090

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER


FAKULTAS TEKNIK
UNIVRSITAS UDAYANA
2016

PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA


THERMAL BERBAHAN AMMONIA (NH3)
Dalam merancang sebuah pembangkit listrik tenaga termal dengan
memanfaatkan working fluida berjenis ammonia (NH3), Adapun yang perlu kita
siapkan antara lain :
1. Sumber air panas
Dalam perancangan dalam membuat sumber air panas, saya bagi dalam 2
kelompok waktu, yaitu :
1. Pagi Siang Hari
Pada waktu ini saya memanfaatkan sinar matahari untuk memanaskan
air dalam bak yang sudah dirancang
2. Sore Malam Hari
Pada waktu ini saya menggunakan Pembakaran sampah organik untuk
memanaskan air dalam bak yang sudah dirancang
Desain yang saya buat adalah konsep sederhana yang bisa di pasang di
rumah masing masing, untuk pemanas air itu sendiri menggunakan konsep
pemanasan menggunakan bantuan sinar matahari dan pembakaran sampah
organik. Dimana selain ramah lingkungan kita juga sekaligus mengurangi jumlah
sampah organik di lingkungan. Berikut penampakan desainnya :
Sinar
Matahari

Gambar 1. Gambar Rancangan Pemanas Air Tanpa Penutup (Memakai Sinar Matahari)

Gambar 2. Gambar Rancangan Pemanas Air Tanpa Penutup (Memakai Sampah Organik)

Menggunakan pipa tembaga yang di bentuk sedemikian rupa sebagai


aliran air yang akan mengumpulkan panas yang diberikan oleh matahari atau
pembakaran sampah organik, tujuan menggunakan pipa tembaga adalah agar
panas yang di dapatkan lebih baik karena bahan tembaga adalah bahan pengantar
panas yang baik.

Gambar 3. Gambar Rancangan Pemanas Air Dengan Penutup

Untuk penutup menggunakan bahan kaca di sekiling pipa tembaga yang


bertujuan agar panas yang di kumpulkan dapat diserap merata dan juga agar panas
yang dihasilkan maksimal dan tidak keluar.
Alat ini diletakan di halaman rumah yang bertujuan untuk mengurangi
penggunaan pompa air jika misalnya diletakan di atap rumah. Pipa output yang
berisi air panas nantinya akan masuk ke evaporator sebagai media untuk
mengubah ammonia menjadi uap dan dapat menggerakan turbin generator. Dan

air yang masuk adalah air penggunaan rumah tangga yang bersumber dari PDAM
ataupun sumur bor.
Komponen pendukung dari alat ini hanya terdiri 2 bagian,yaitu panel
kolektor dan tangki penyimpan yang saling terhubung dengan dua pipa. Pada
panel kolektor yang ditutup oleh kaca, didalamnya terdapat serangkaian pipa
tembaga sebagai jalannya air dengan kaca yang berguna sebagai penahan suhu
panas dan juga lebih memaksimalkan penyerapan panas. Dan tangki penyimpanan
bertugas untuk menyimpan air setelah dipanaskan agar panasnya bertahan lama.
Alat ini bekerja jika mendapatkan panas matahari, air yang mengaliri pipa pipa
tembaga perlahan akan terpanaskan dari panas yang ditangkap oleh panel kolektor
yang diserap oleh sirip sirip penyerap panas. Untuk mendapatkan panas matahari
dengan maksimal,alat seharusnya bisa di letakan di atap rumah namun karena
butuhnya proses pemompaan air yang harus menggunakan mesin pompa air
listrik, hal itu urung dilakukan dan digantikan dengan peletakan alat di halaman
rumah dengan suhu air yang didapatkan mencapai 35 oC dengan suhu yang
dibutuhkan ammonia untuk berubah menjadi gas adalah 25 oC jadi itu sudah
cukup.

Gambar 4. Gambar Rancangan Letak Pemanas Air

Gambar 5. Gambar Penyimpanan Air Panas

Air akan bersikulasi di dalam tangki, Hal ini bisa terjadi karena air yang
suhunya lebih tinggi akan memuai dan massa jenisnya menjadi lebih ringan dari
ketika dingin.Ketika air yang berada didalam kolektor suhunya meningkat
menjadi panas,maka air akan naik kedalam tangki dan akan menggantikan air
yang masih dingin.

Gambar 6. Gambar Proses Sirkulasi Air Panas

Air didalam tangki yang masih dingin akan mengalir kebawah kedalam
kolektor untuk dipanaskan oleh sirip sirip penyerap panas.Begitu seterusnya
sampai seluruh air yang berada didalam tangki sudah panas seluruhnya. Ketika
suhu air yang berada didalam kolektor dan yang berada didalam tangki suhunya
sudah sama maka sirkulasi air tersebut akan berhenti dengan sendirinya.

2. Sumber air dingin


Untuk air dingin bersumber dari air PDAM langsung yang
sebelumnya di tampung di bak pendinginan yang berisi batu kali yang
dicampur dengan garam yang dapat membantu pendinginan air sehingga
dapat di gunakan sebagai sumber air dingin yang masuk ke kondensator.
Bak ini diletakan di dalam ruangan atau tidak terkena sinar matahari
langsung sehingga suhu air akan tetap terjaga.

Gambar 7. Gambar Rancangan Pendingin Air

Gambar 8. Gambar Rancangan Alas Pendingin Air

Selain masuk ke kondensator, output dari bak penyimpanan air


juga langsung dapat digunakan sebagai kebutuhan air rumah tangga.

Gambar 9 Gambar Penyimpanan Air Dingin

Gambar 10 Gambar Peletakan Collector Air Dingin

3. Proses Kerja
Berikut adalah gambar blok diagram sistem pembangkit listrik
tenaga thermal sederhana :

Gambar 11 Blok Diagram OTEC pada Rumah Tangga

Output dari generator DC akan di proses pada charger controller


dan disimpan pada aki atau baterai sebelum nantinya tegangannya akan

dirubah dari DC 12 V menjadi AC 220 V oleh inverter dan siap digunakan


untuk pemakaian listrik pada rumah.

Gambar 12 Skema OTEC secara umum

Gambar 8 Perancangan OTEC dalam Rumah Tangga

Gambar diatas merupakan perancangan pembangkit OTEC pada Rumah Tangga.


Adapun prosesnya adalah sebagai Berikut

1. Air PDAM masuk menuju Colecor Air Panas dan Air Dingin.
2. Pada Collector Panas, Air dipanaskan menggunakan 2 cara, yaitu dengan sinar
matahari dan Pembakaran sampah kayu. Pada Collector Air Dingin, Air
Didinginkan dengan menggunakan Batu kali
3. Air dari Collector akan disimpan pada bak penampungan.
4. Air Panas dan air dingin tadi digunakan untuk mengaktifkan kerja dari Ammonia
untuk dapat memutar turbin. Dimana dengan bantuan pompa, Ammonia akan
dapat mengalir.
5. Pada Saat Ammonia menuju Penampungan Air Panas, Ammonia akan diubah
menjadi uap sehingga dapat memutar turbin, dan pada saat menuju penampungan
air dingin, ammonia akan menjadi cair kembali dengan bantuan Kondensor. Dan
sisa air dari bak penampungan akan dibuang melalui pipa pembuangan.
6. Dan Generator pun akan bergerak, kemudian digunakan untuk menghidupkan
lampu.