You are on page 1of 4

SURAT PERJANJIAN KERJA SAMA MEDIA PARTNER

SUARA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

Pada hari Senin, 02 November 2015, bertempat di Depok, telah dibuat


kesepakatan dalam bentuk Surat Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak, yaitu :

Nama
Jabatan

: Bayu Soleman
: Manajer Iklan dan Media Partner

Instansi

: Suara Mahasiswa UI

Alamat

: Pusgiwa UI, Lt. 2, Universitas Indonesia

Telp.

: 085708276329

Dalam hal ini bertindak atas nama Suara Mahasiswa UI yang selanjutnya
disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama
Jabatan
Summit 2015

: Lucky Rifaldi Pranata


: Wakil PJ Media Partner Bussiness Law Society

Instansi

: Bussiness Law Society Fakultas Hukum Pancasila

Alamat

: Jl Serengseng Sawah ,Jakarta Selatan

Telp.

: 081284816395

Dalam hal ini bertindak atas nama Bussiness Law Society Summit 2015 yang
selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan kerja sama media dalam acara Bussiness Law
Society Summit 2015 dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

PASAL 1
RUANG LINGKUP
1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua menyetujui melakukan kegiatan kerja sama media
partner pada:
Hari/Tanggal
Tempat

: 11-12 November 2015


:Universitas Pancasila

2. Kedua pihak memiliki kewajiban masing-masing yang akan dijelaskan pada pasal
selanjutnya.
PASAL 2
KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA
Dengan memilih dari paket-paket media partner yang ditawarkan
Suara Mahasiswa UI, maka Pihak Kedua berhak mendapatkan sebagai berikut:
PASAL 3
KEWAJIBAN PIHAK KEDUA
1. Memasang logo Suara Mahasiswa UI pada setiap media promosi/publikasi
(spanduk, baliho, poster, kaos, dan lainnya).
2. Adlibs oleh MC pada saat acara berlangsung (minimal pada saat opening dan
closing)
3. Menyerahkan konten publikasi kepada Pihak Pertama minimal H-7 acara.
4. Membayar biaya publikai sesuai dengan paket yang diambil.
5. Memberikan database email peserta dan panitia yang akan digunakan sebagai
sasaran pembaca buleting online Gerbatama UI.
PASAL 4
FORCE MAJEURE
1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua, dibebaskan dari tanggung jawab atas
keterlambatan melaksanakan ikatan perjanjian kerja sama ini sebagai akibat
dari suatu peristiwa yang berada di luar kekuasaan manusia (force majeure).
2. Yang dianggap force majeure adalah termasuk diantaranya disebabkan oleh
terjadinya segala macam bentuk bencana maupun bencana alam, keadaan
darurat maupun perang serta disebabkan oleh kebijakan-kebijakanpemerintah
Negara Republik Indonesia yang dapat memengaruhi pelaksanaan ikatan

perjanjian kerja sama ini.


3. Segala kerugian yang disebabkan oleh hal-hal yang disebutkan di atas, tidak
dapat dituntut oleh kedua belah Pihak atau pihak-pihak lainnya di dalam
perjanjian ini dan tidak akan menyebabkan terhentinya perjanjian ini. Untuk
itu, Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan bertemu dan membicarakan kembali
ikatan perjanjian kerja sama ini.
4. Pihak yang mengalami force majeure harus menyampaikan pemberitahuan
secara tertulis kepada pihak lainnya dalam ikatan perjanjian kerja sama ini,
maksimal 14 (empat belas) hari setelah kejadian force majeure tersebut. Jika
tidak ada laporan tertulis dari Pihak yang mengalami force majeure maka
disepakati untuk tidak pernah menganggap terjadi situasi dan kondisi force
majeure tersebut serta tidak dapat dijadikan dasar keterlambatan/penundaan
dan atau kegagalan dalam melaksanakan kewajiban dan memperoleh hak di
dalam ikatan perjanjian kerja sama ini.
Pasal 5
PERSELISIHAN
1. Pihak Pertama maupun Pihak Kedua tidak dapat membatalkan ikatan perjanjian
kerjasama ini secara sepihak setelah menandatangani perjanjian ini.
2. Surat Perjanjian Kerja sama ini tunduk dan diatur berdasarkan hukum negara Republik
Indonesia.
3. Seandainya terjadi perselisihan dalam pelaksanaan ikatan perjanjian kerjasama ini,
sehingga salah satu pihak tidak dapat memenuhi kewajibannya, maka Pihak Pertama dan
Pihak Kedua akan menyelesaikannya secara kekeluargaan dan musyawarah untuk
mufakat tanpa ada tekanan dari pihak manapun.
4. Apabila jalan penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah untuk mufakat tidak
tercapai, maka dibenarkan kepada pihak-pihak yang dirugikannya untuk mengadukannya
kepada pihak Pengadilan Negeri setempat.
Pasal 6

MASA BERLAKU
1. Ikatan perjanjian kerjasama ini, berlaku sejak saat ditandatangani bersama oleh Pihak
Pertama dan Pihak Kedua dan tetap berlaku sampai dengan masing-masing pihak telah
selesai menjalankan kewajibannya masing-masing serta telah memperoleh bagian haknya
masing-masing.
Pasal 7
KETENTUAN UMUM
1. Hal-hal yang belum tercantum dalam kesepakatan ini akan dirundingkan bersama dan
dituangkan ke dalam satu atau lebih addendum lainnya dan merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari perjanjian ini.
Demikianlah surat perjanjian kerjasama ini dibuat, yang cukup dan ditandatangani
oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua dalam keadaan sehat jasmani dan rohani tanpa
adanya unsure paksaan dan kesengajaan dari pihak manapun, serta disimpan oleh masingmasing pihaksebagai dokumen asli.
Depok, 02 / November / 2015

Lucky Rifaldi Pranata


Bayu Soleman
BLS Summit 2015

Suara Mahasiswa UI