You are on page 1of 30

REHABILITASI MEDIS

pada
Back Pain
JULIUS Aliwarga
RS EKA HOSPITAL

9/21/2015

Osteology

9/21/2015

Hypermobility

9/21/2015

Motions Lumbar Spines


( In degrees )
Movement

Lumbar Spine

Flexion
Extension
Total Flexion-Exte nsion

40
25
65

Lateral Flexion, right


Lateral Flexion, left
Total Late ral Flexion

20
20
40

Rotation, right
Rotation, left
Total rotation

5
5
10

Intradiscal Pressure (kg)

9/21/2015

Epidemiology

Low back pain - symptom


Nyeri mulai dari tepi costae sampai gluteal folds.
Sangat sering.
40% orang mengatakan mereka mengalami Low
back pain dalam 6 bulan terakhir.
Lifetime prevalence as high as 84%.
Onset biasanya mulai dari usia belasan sampai
permulaan 40 an
9/21/2015

Etiology

DISORDERS AFFECTING THE LOW BACK AND/OR NECK

Mechanical
Muscle strain
Herniated intervertebral disc
Osteoarthritis
Spinal stenosis
Spinal stenosis with
myelopathya
Spondylolysis/spondylolisthesisb
Adult scoliosisb
Whiplasha
Neoplastic/Infiltrative
Benign tumors
Osteoid osteoma
Osteoblastoma
Giant cell tumor
Aneurysmal bone cyst
Hemangioma
Eosinophilic granuloma
Gauchers diseaseb
Sacroiliac lipomab
9/21/2015

Rheumatologic
Ankylosing spondylitis
Reactive arthritis
Psoriatic arthritis
Osteochondroma
Enteropathic arthritis
Rheumatoid arthritisa
Diffuse idiopathic skeletal
hyperostosis
Vertebral osteochondritisb
Polymyalgia rheumatica
Fibromyalgia
Behets syndromeb
Whipples diseaseb
Hidradenitis suppurativab
Osteitis condensans iliib
Behcets syndromeb
Whipples diseaseb

Infectious
Vertebral osteomyelitis
Meningitisa
Discitis
Pyogenic sacroiliitisb
Herpes zoster
Lyme disease

Malignant tumors
Skeletal metastases
Multiple myeloma
Chondrosarcoma
Chordoma
Lymphomab
Intraspinal lesions
Metastases
Meningioma
Vascular malformations
Gliomas
7

Etiology

DISORDERS AFFECTING THE LOW BACK AND/OR NECK

Endocrinologic/Metabolic
Osteoporosisb
Syringomyeliaa
Osteomalaciab
Parathyroid diseaseb
Microcrystalline disease
Ochronosisb
Fluorosisb
Heritable genetic disorders

Neurologic/Psychiatric
Neuropathic arthropathyb
Neuropathies
Tumors
Vasculitis
Compression
Psychogenic rheumatism
Depression
Malingering

Referred Pain

Vascular
Abdominal aortab
Carotida
Thoracic aortaa
Gastrointestinal
Pancreas
Gallbladder
Intestine
Esophagusa
Genitourinary
Miscellaneous
Hematologic
Kidney
Pagets disease
Hemoglobinopathiesb
Ureter
Vertebral sarcoidosis
Myelofibrosisb
Bladder
Subacute bacterial endocarditisb
Mastocytosisb
Uterus
Retroperitoneal fibrosisb
Ovary
SOURCE: Modified from Borenstein DG, Wiesel SW, Boden SD.
Prostate
Low back and neck pain: comprehensive diagnosis and management. Philadelphia: Saunders; 2004.
9/21/2015
Neck
predominant.
b Low back predominant.
a

Low Back Pain


Evaluasi
Umum:
Karena sering kali penyebabnya multifaktorial, kadang2
diagnosis yang definitif tidak dapat ditegakkan pada sebagian
penderita. Tetapi kita harus dapat mempertimbangkan hal2 di
bawah ini:
Apakah nyeri ini karena masalah spinal or extraspinal ?
Apakah sebabnya karena hal yang serius ?

9/21/2015

Low Back Pain


Riwayat Penyakit Sekarang:
Meliputi kualitas, onset, lama, parah, lokasi,
penjalaran dan penyebab timbulnya nyeri.
Faktor2 yang dapat mengubah nyeri seperti:
istirahat, aktivitas, perubahan posisi, weight
bearing dan waktu timbulnya nyeri ( mis: malam
hari, waktu baru bangun ).
Gejala lain yang menyertai termasuk kekakuan,
rasa kebas, kesemutan, parese/weakness, retensi
urine dan inkontinens.
9/21/2015

10

Pemeriksaan Fisik:
Perhatikan keadaan umum dan suhu badan. Lebih baik
kalau penderita sudah diawasi cara mencapai ruang
periksa, membuka baju dan naik ke meja periksa, tanpa
kentara. Jika gejala2 eksaserbasi karena masalah
psychologis, functional level dapat di assessed lebih
akurat kalau penderita tidak menyadari kalau sedang
dievaluasi.
Pemeriksaan ditujukan pada tulang belakang dan
neurologis. Jika tidak jelas masalah berasal dari tulang
belakang, penderita diperiksa apakah ada
kemungkinan referred pain.
9/21/2015

11

Pemeriksaan Fisik:
Pada pemeriksaan tulang belakang, lihat punggung dan
pinggang, deformitas, daerah erythema, rash. Palpasi
adanya nyeri tekan, spasme otot tulang belakang dan otot2
paravertebrae. Periksa lingkup gerak sendi (Gross ROM).
Pada pemeriksaan neurologis, periksa kekuatan dan reflex
tendon ( deep tendon reflex). Penderita dengan gejala
neurologis, periksa sensory, fungsi syaraf saraf sacral ( mis:
tonus rectal, bulbocavernosus dan anal reflex).
Pemeriksaan straight leg raise (SLR) berguna untuk
iskhialgia. Juga tes crossed SLR.

9/21/2015

12

Pemeriksaan Fisik:
Pada pemeriksaan umum termasuk auskultasi
pulmonum. Abdomen diperiksa adanya nyeri
tekan, masa dan terutama pada pasien usila ( >55
th) adanya masa yang berdenyut ( aortic
aneurysm ). Nyeri ketok CVA ( pyelonephritis ).
Pemeriksaan rektal termasuk darah samar, pada
laki2 pemeriksaan prostat. Pada wanita dengan
gejala yang mengarah kepada kelainan pelvis
atau febris yang tidak dapat diterangkan, lakukan
pemeriksaan pelvis.
Periksa pulse pada extremitas bawah.
9/21/2015

13

Etiology
Axial Pain (Nyeri yang predominan apa area lumbosacral di
atas processus spinosus dan sepanjang otot2 paralumbal)
Penyakit diskus degeneratif adalah salah satu penyebab sering
axial pain. Nyeri dari diskus intervertebralis terlokasi di dekat
diskus degeneratif. Bermacam-macam produk proses
peradangan pada jaringan diskus dapat meningkatkan
eksitabilitas neuron sensory. Produk ini adalah phospholipase
A2 (high levels), prostaglandin E, histamine-like substances,
potassium ions, lactic acid, substance P, calcitonin gene
related peptide, vasoactive intestinal peptide, dan
polypeptide amines lainnya. Nyeri menjalar dari diskus ybs. ke
sekitar otot punggung.

9/21/2015

14

Etiology
Sumber lain axial pain , facet (zygapophyseal)
joint arthropathy. Nyeri predominan pada
daerah paraspinal dan diperberat oleh
kontraksi otot sekitar facet joint ( muscles
guarding ) . Nyeri dapat uni- atau bilateral.
Juga dapat menyebabkan nyeri axial adalah
gangguan sendi sacroiliac. Nyeri dapat karena
spondiloarthropati, infeksi, malignancy,
kehamilan, trauma atau spontan.
9/21/2015

15

Kemungkinan adanya
pathology spinal serius
Red Flags
(a) Cauda equina syndrome (features include urinary retention,
bilateral neurological symptoms and signs, saddle anaesthesia
urgent referral indicated).
(b) Significant trauma (risk of fracture).
(c) Weight loss (suggestive of cancer).
(d) History of cancer (suggestive of metastases).
(e) Fever (suggestive of infection).
(f) Intravenous drug use (suggestive of infection).
(g) Steroid use (risk of osteoporotic collapse),
(h) Patient aged over 50 years (cancer unlikely below this age).
(i) Severe, unremitting night-time pain (suggestive of cancer).
(j) Pain that gets worse when patient is lying down (suggestive of
cancer).
9/21/2015

16

Pengobatan
Penderita Low back pain akut sebaiknya diberikan istirahat,
kompres es, dan Non Steroid Anti Inflammation Drug. NSAID
misalnya Na diclofenac, piroxicam, celecoxib.
Beberapa studi tidak menemukan adanya superioritas
diantara 1 NSAID dengan lainnya. NSAID perdarahan
gastrointestinal. Side efek lain gangguan hemostasis,
gangguan fungsi ginjal. Belakangan juga diketemukan efek
yang buruk dari COX-2 terhadap sistim kardiovaskular.

9/21/2015

17

Pengobatan
Spasme dapat diberikan: Tizanidin, Eperison
(Epsonal ).
Nyeri neuropathic: pregabalin, gabapentin.
Penderita trigger points dapat dihilangkan dengan
injeksi anesthetic dangan atau tanpa steroid.
Pada tempat yang patologis, dapat juga diberikan
injeksi epidural, intra articular Z-joint.

9/21/2015

18

Pengobatan
Modalitas Fisik:
Penderita dapat diberikan program fisioterapi
berupa pemanasan ( IRR*, SWD/ MWD#. USD+),
untuk mengurangi nyeri, mengurangi ketegangan
otot2 paraspinal, memperbaiki peredaran darah
local.
Pemberian TENS ( Transcutaneous Electrical
Nerve Stimulation ) dapat mengurangi rasa nyeri
dengan perangsangan listrik.
Traksi Lumbal intermittent digunakan untuk
mengurangi spasme otot paralumbal.
9/21/2015

Infrared

19

Pengobatan
Modalitas Fisik:
Penderita dapat diberikan program fisioterapi
berupa pemanasan ( IRR*, SWD/ MWD#. USD+),
untuk mengurangi nyeri, mengurangi ketegangan
otot2 paraspinal, memperbaiki peredaran darah
local.
Pemberian TENS ( Transcutaneous Electrical
Nerve Stimulation ) dapat mengurangi rasa nyeri
dengan perangsangan listrik.
Traksi Lumbal intermittent digunakan untuk
mengurangi spasme otot paralumbal.
9/21/2015

Shortwave Diathermy
20

Pengobatan
Modalitas Fisik:
Penderita dapat diberikan program fisioterapi
berupa pemanasan ( IRR*, SWD/ MWD#. USD+),
untuk mengurangi nyeri, mengurangi ketegangan
otot2 paraspinal, memperbaiki peredaran darah
local.
Pemberian TENS ( Transcutaneous Electrical
Nerve Stimulation ) dapat mengurangi rasa nyeri
dengan perangsangan listrik.
Traksi Lumbal intermittent digunakan untuk
mengurangi spasme otot paralumbal.
9/21/2015

Ultra Sound

21

Pengobatan
Modalitas Fisik:
Penderita dapat diberikan program fisioterapi
berupa pemanasan ( IRR*, SWD/ MWD#. USD+),
untuk mengurangi nyeri, mengurangi ketegangan
otot2 paraspinal, memperbaiki peredaran darah
TENS
local.
Pemberian TENS ( Transcutaneous Electrical
Nerve Stimulation ) dapat mengurangi rasa nyeri
dengan perangsangan listrik.
Traksi Lumbal intermittent digunakan untuk
mengurangi spasme otot paralumbal.
9/21/2015

22

Magnetotherapy

Pulsed Magnetic Field

9/21/2015

23

9/21/2015

24

Laser
Low Level Laser Therapy
Visible light : 400 700 nm
Infrared: > 700 nm

9/21/2015

25

Laser
HIL
High Intensity
Laser

9/21/2015

26

Pengobatan
Modalitas Fisik:
Penderita dapat diberikan program fisioterapi
berupa pemanasan ( IRR*, SWD/ MWD#. USD+),
untuk mengurangi nyeri,Traction
mengurangi ketegangan
otot2 paraspinal, memperbaiki peredaran darah
local.
Pemberian TENS ( Transcutaneous Electrical
Nerve Stimulation ) dapat mengurangi rasa nyeri
dengan perangsangan listrik.
Traksi Lumbal intermittent digunakan untuk
mengurangi spasme otot paralumbal.
9/21/2015

27

Pengobatan
Alat bantu Penyangga
Berupa Lumbar corset atau brace dapat dpergunakan untuk
membantu mengurangi gerak pada pinggang, menyangga,
memperbaiki alignment tulang belakang.
Penyangga berupa korset dan brace (Chairback, William dlsb).

9/21/2015

28

Pengobatan
Exercise
Ditekankan untuk stabilisasi Lumbal, stretching otot2
yang menegang (tight), penguatan otot2 yang lemah.
Latihan ergonomic dan proper body mechanic dalam
aktifitas se-hari2 berguna mengurangi kejadian nyeri
pinggang.

9/21/2015

29

9/21/2015