You are on page 1of 32

PENGAWASAN K3

LINGKUNGAN KERJA

I KETUT WIJAYA

BAB I
PENDAHULUAN
Tenaga kerja merupakan modal
utama dalam pengembangan
usaha, sehingga mereka harus
mendapatkan perlindungan
keselamatan kerja dari
perusahaan. Selain itu, untuk
menunjang terciptanya suasana
dan lingkungan pekerjaan yang
aman dan sehat, perusahaan
harus melaksanakan beberapa

Bahaya tidak hanya berhenti pada


satu tempat saja, bahaya akan
muncul dimana dan kapan saja.
Identifikasi bahaya, pemeliharaan
dan pemantauan terhadap
lingkungan/kesehatan kerja harus
dilaksanakan secara terus-menerus
sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.

Keselamatan, kesehatan dan


lingkungan kerja merupakan satu
kesatuan yang saling berkaitan,
sehingga dalam prakteknya,
ketiga komponen tersebut harus
sinergi dan terpadu.

BAB II
PENGAWASAN K3 LINGKUNGAN KERJA

A. Pengertian
Pengawasan K3 lingkungan kerja
adalah serangkaian kegiatan
pengawasan dari semua tindakan
yang dilakukan oleh pegawai
pengawas ketenagakerjaan atas
pemenuhan pelaksanaan
peraturan perundang-undangan
atas objek pengawasan
lingkungan kerja.

Objek pengawasan lingkungan


kerja meliputi :
a. Faktor-faktor bahaya lingkungan kerja
Faktor-faktor bahaya lingkungan kerja
yang dapat menyebabkan kecelakaan
kerja dan penyakit akibat kerja adalah :
Faktor kimia
Faktor fisika
Faktor biologi
Faktor psikologi
Faktor fisiologi

b. Hygiene perusahaan
c. Pengendalian bahaya besar
d. Pestisida
e. Bahan kimia berbahaya
f. Sanitasi lingkungan
g. Alat pelindung diri (APD)
h. Limbah industri

B. Ruang Lingkup
1. Penanganan bahan kimia
berbahaya
2. Lingkungan kerja
3. Penggunaan pestisida
4. Limbah industri di tempat kerja
5. Higiene industri
6. Alat pelindung diri

C. Faktor-faktor Bahaya Lingkungan Kerja


1. Faktor fisik
a. Faktor kebisingan.
Kebisingan adalah bunyi yang didengar
sebagai suatu rangsangan pada telinga
dan manakala bunyi-bunyi tersebut tidak
dikehendaki, maka dinyatakan sebagai
suatu kebisingan.
Pengaruh kebisingan terhadap tenaga
kerja dan lingkungan kerja :
Pengaruh terhadap alat pendengaran
Terhadap daya kerja

Pengendalian kebisingan:
Menurunkan tingkat intensitas
kebisingan
pada sumbernya
Penempatan penghalang pada
jalan transmisi
Penggunaan alat pelindung
telinga
Pengaturan waktu kerja

b. Iklim kerja.
Suatu kombinasi dari suhu kerja,
kelembaban udara, kecepatan gerakan
udara dan suhu radiasi pada suatu tempat
kerja. Faktor yang mempengaruhi toleransi
tubuh terhadap panas :
Aklimatimasi
Ukuran badan
Umur
Jenis kelamin
Kesegaran jasmani
Suku bangsa

Pencegahan iklim kerja panas :


Memperbaiki aliran udara/system ventilasi
yang lebih sempurna
Mereduksi tekanan panas di lingkungan
kerja
yang ada sumber panasnya
Penerapan teknologi pengendalian untuk
menurunkan suhu basah di bawah nilai
ambang
batas
Penggunaan teknis perlindungan
Penyediaan air minum yang cukup
Penyesuaian berat ringan pekerjaan

Pencahayaan.
Salah satu komponen agar pekerja dapat
bekerja/mengamati benda yang sedang dikerjakan secara
jelas, cepat, nyaman dan aman adalah pengaturan
penerangan yang standar:
permukaan dari semua bidang dan objek yang besar
pada
bidang visual mempunyai pencerahan yang merata
bagian pusat dan tengah bidang visual, kontras dari
kecerahan permukaan tidak boleh melampaui rasio 1 : 3
bagian pusat dan pelatarannya, kontrasnya tidak boleh
melebihi rasio 1 : 10
permukaan yang cerah harus berada di pusat bidang
visual
dan menggelap kearah pinggiran
kontras yang melampaui di bagian bawah atau samping
bidang visual akan lebih mengganggu daripada bagian
atas

c. Radiasi tidak mengion


Jenis:
1. gelombang mikro
2. radiasi sinar ultra violet
3. sinar infra merah
Pengendalian dan pencegahan radiasi sinar
tidak mengion :
sumber radiasi harus tertutup
berupaya menghindari sumber radiasi tersebut
tidak terus-menerus kontak dengan benda
benda yang dapat menghasilkan radiasi
sinar
tersebut
memakai alat-alat pelindung diri
secara rutin memantau kebocoran instalasi
d. Tekanan udara tinggi dan rendah
e. Getaran mekanis

2. Faktor kimia
Bahan berbahaya yang dipakai dalam
industri mempunyai sifat-sifat:
mudah terbakar
mudah meledak
beracun
korosif
oksidator
peka terhadap air
asam kuat
harus disimpan dalam tekanan tinggi
radioaktif

3. Faktor biologi
4. Factor fisiologi
5. Factor lingkungan
6. Faktor psikologi

D. Higina Perusahaan
Higina perusahaan adalah ilmu dari
seni pengenalan, penilaian dan
pengendalian faktor-faktor bahaya
sehingga masyarakat dan tenaga
kerja terhindar dari efek samping
kemajuan teknologi.
Konsep higina perusahaan terdiri dari
3 tahapan kegiatan, yaitu :
1. Pengenalan lingkungan
2. Penilaian lingkungan
3. Pengendalian lingkungan

E. Sanitasi Lingkungan
Merupakan usaha kesehatan masyarakat
lingkungan industri dengan mengadakan
pencegahan penyebaran penyakit menular atau
lain-lain gangguan terhadap kesehatan kerja yang
penyebabnya tidak bias dipisahkan dari proses
produksi. Oleh karena itu ruang lingkup sanitasi
mencakup:
Penyediaan air bersih
Menjamin kebersihan penyediaan makanan
Pencegahan dan pembasmian serangga dan
binatang
mengerat
Ketatarumahtanggaan yang baik di industri
Limbah industri
Sarana sanitasi

F. Pengendalian Bahaya Besar


Kecelakaan besar:
Kecelakaan yang terjadi karena
kekuatan alam
Kecelakaan karena ulah manusia
Kecelakaan industri
Kecelakaan besar akibat bahan kimia:
Kebakaran dan peledakan
Awan beracun
Pengenalan tanggap darurat:
Rencana darurat di dalam perusahaan
Rencana keadaan darurat di luar
perusahaan

G. Bahan Kimia Berbahaya


Adalah bahan-bahan yang mempunyai sifat
:
Memancarkan radiasi
Mudah meledak
Mudah menyala atau terbakar
Oksidator
Racun
Karsinogenik
Iritasi
Sensitisasi
Teratogenik
Mutagenic
Korosif

Faktor-faktor yang mendukung


timbulnya situasi berbahaya
dipengaruhi oleh :
1. Daya racun
2. Cara bahan kimia masuk ke dalam
tubuh
3. Konsentrasi macam dan lama
paparan bahan kimia
4. Efek kombinasi bahan kimia
5. Kerentanan calon korban paparan
bahan kimia

Pengaruh bahan kimia terhadap


kesehatan:
iritasi
alergi
sulit bernafas
keracunan sistemik
kanker
kerusakan/kelaian janin
pnemokoniosis
efek bius

Prinsip pengendalian bahan kimia


berbahaya
Identifikasi semua bahan kimia
dan instalasi yang akan ditangani
Evaluai
Pengendalian

H. Alat Pelindung Diri


1. Alat pelindung kepala
Berdasarkan fungsinya, dibagi
atas 3 bagian :
Topi pengaman
Topi untuk melindungi kepala
dari api
Tutup kepala

2. Alat pelindung telinga


Sumbat telinga
Tutup telinga

3. Alat pelindung muka dan mata


Fungsinya adalah melindungi
muka dan mata dari :
Lemparan benda-benda kecil
Lemparan benda-benda panas
Pengaruh cahaya
Pengaruh radiasi tertentu

4. Alat pelindung pernapasan


Respirator yang sifatnya
memurnikan udara
Respirator yang dihubungkan
dengan suplai
udara bersih
Respirator dengan suplai
oksigen

5. Pakaian kerja
Pakaian kerja khusus untuk
pekerjaan dengan sumber bahaya
tertentu seperti :
Terhadap radiasi panas
Terhadap radiasi mengion
Terhadap cairan dan bahan kimia

6. Sarung tangan
Fungsinya adalah untuk melindungi
tangan dan jari dari api, panas,
dingin, radiasi elektromagnetik dan
radiasi mengion, listrik, bahan
kimia, benturan dan pukulan, luka,
lecet dan infeksi
7. Tali / sabuk pengaman
Jaring angkat
Sabuk penunjang
Sabuk pengikat
8. Pelindung kaki

I. Limbah
Klasifikasi :
Nilai ekonomis
Nilai non ekonomis
Pengolahan limbah industri dapat
dibagi menjadi 3, yaitu :
Proses pengolahan limbah secara fisik
Proses pengolahan limbah secara
kimiawi
Proses pengolahan limbah secara
biologi

BAB III
PENUTUP

Dengan adanya materi pelatihan


seperti ini diharapkan petugas
pengawas dan calon ahli K3 akan
memperoleh banyak pemahaman
tentang pengewasan lingkungan
kerja.
Dengan dilaksanakannya sistem
pengendalian lingkungan kerja
secara terus-menerus oleh
perusahaan maka akan dapat

TERIMA KASIH