LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

SUBNETTING

OLEH:
1. 2. 3. 4.

FENDY ASTIKA MAULIDATURROHMAH RAMADITYA WICAKSANA RISKA PRATIDINA

(2A/09) (2A/12) (2A/17) (2A/19)

TEKNIK TELEKOMUNIKASI

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2010
 TUJUAN :
Untuk mengetahui fungsi dan cara penggunaan subnetting.

DASAR TEORI

Untuk beberapa alasan yang menyangkut efisiensi IP Address, mengatasi masalah topologi network dan organisasi, network administrator biasanya melakukan subnetting. Esensi dari subnetting adalah “memindahkan” garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address. Beberapa bit dari bagian host dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian network. Address satu network menurut struktur baku dipecah menjadi beberapa subnetwork. Cara ini menciptakan sejumlah network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
IP ADDRESS

Komputer mengidentifikasi alamat, setiap komputer menggunakan sekumpulan angka sebanyak 32 bit yang dikenal sebagai IP Address IP address terdiri dari bilangan sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai decimal dari 0 sampai 255.

32 bit binary = ??? NetID + ??? HostID

XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX
1st 2nd 3rd 4th

xxx.xxx.xxx.xxx convert to decimal

Pembagian kelas IP Address : Kelas A octet pertama bernilai 1 – 126, network id pada 8 bit biner pertama dan host id pada 24 bit biner selanjutnya

Kelas B octet pertama bernilai 128 – 191, network id pada 16 bit biner pertama dan host id pada 16 bit biner selanjutnya Kelas C octet pertama bernilai 192 – 223, network id pada 24 bit biner pertama dan host id pada 8 bit biner selanjutnya Kelas D dan E sebagai multicase reserved (cadangan)
SUBNETTING

Seperti yang dijelaskan bahwa IP Address terdiri dari 32 bit yang didalamnya terdapat bit untuk NETWORK ID dan HOST ID. Subnetting berarti membagi IP menjadi beberapa bagian. Menentukan subnet Langkah 1 Pada dasarnya solusi sebuah subnet dimulai dengan mengenal pengelompokkan kelas dari alamat IP terlebih dahulu Langkah 2 Berapa banyak bits yang dapat diambil dari bagian host ? Bits tidak dapat diambil seluruhnya, harus disisakan minimal 2 bits, yaitu sebagai alamat untuk host dalam jaringan tersebut. Dengan demikian jumlah maksimal dan minimal subnet address maupun host address ditentukan sebagai berikut : Karena dua address dipersiapkan (reserved) untuk address network dan address broadcast, maka jumlah dihitung dengan mengurangkan dua. Dapat dirumuskan sebagai berikut : Jumlah subnet yang dapat dibuat = 2N – 2 Jumlah host yang dapat dibuat = 2n – 2 Keterangan :

N = jumlah bit dari bit host yang dipinjam n = sisa bit dari bit host yang dipinjam Langkah 3 Tentukan subnet mask Langkah 4 Tentukan nomor subnet Langkah 5 Setiap subnet mempunyai alamat broadcast, yaitu alamat yang ditujukan untuk seluruh simpul di sub jaringan tersebut. Untuk menentukan alamat broadcast, maka seluruh bits pada bagian host dibuat mejadi biner 1 alamat broadcast = subnet id – 1 Langkah 6 Setelah mendapatkan subnet id dan broadcast id, maka nomor IP yang dapat diberikan pada subnet tersebut adalah network id + 1, sedangkan nomor IP terakhir yang dapat diberikan adalah broadcast id – 1 Perintah – Perintah Baru perintah untuk mengecek ethernet card [root@WSC204-11 root]# dmesg | grep eth perintah untuk melakukan konfigurasi jaringan secara manual [root@WSC204-11 root]# ifconfig eth0 10.252.105.111 netmask 255.255.255.0 up perintah untuk mengecek hasil konfigurasi jaringan [root@WSC204-11 root]# ifconfig perintah untuk mengecek koneksifitas dengan komputer lain

[root@WSC204-11 root]# ping 10.252.105.110 perintah untuk melihat isi cache ARP( memetakan IP Address ke MAC Address) [root@WSC204-11 root]# arp –a perintah untuk menambahkan informasi gateway [root@WSC204-11 root]# route add default gw 10.252.105.1 perintah untuk melakukan konfigurasi jaringan secara permanen [root@WSC204-11 root]# netconfig
 1.

LANGKAH PERCOBAAN dan HASIL PERCOBAAN
Masuklah ke sistem komputer yang memiliki sistem operasi Linux

2. 3. 4. 5. 6.

Login ke dalam linux. Ketik perintah yast untuk memasuki control panel. Pilih opsi network interface lalu pilih network card. Pilih opsi change lali pilih edit. Ubah IP awal menjadi 192.168.0.195 dan subnetmasknya 255.255.255.128

KOMENTAR : Dari gambar hasil percobaan diatas dapat dilihat inet address kita
adalah 192.168.0.195, sedangkan Broadcast addressnya adalah 192.168.0.255 dengan subnet masknya 255.255.255.128 .

KOMENTAR : Dari gambar hasil percobaan diatas dapat kita ketahui bahwa komputer
kita terhubung dengan komputer lain dengan IP address 192.168.0.253 dikarenakan dalam satu subnet yang sama.

KOMENTAR : Komputer kita tidak terhubung dengan komputer dengan IP
192.168.0.197 dikarenakan berbeda subnet.

 KESIMPULAN
Efisiensi untuk IP dapat dilakukan dengan adanya subneting,yang berupa garis pemisah antar network,sehingga komputer tidak saling berhubungan secara langsung. Terdapat suatu alat yang dapat menhubungkan yaitu router

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful