You are on page 1of 12

PROGRAM FEMLAB (PEMODELAN REKAHAN BATUAN)

Dibuat Untuk Memenuhi Nilai Tugas


Mata Kuliah Praktikum Geofisika
Program Studi Teknik Eksplorasi Produksi Migas

DISUSUN OLEH:
Nama

: Feby Virnado

NPM

: 1403028

Dosen Pembimbing : Hendra Budiman, S.Si

PROGRAM STUDI TEKNIK EKPLORASI PRODUKSI MIGAS


POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG
TAHUN AKADEMIK
2016

I. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk dapat mengetahui bagaimana cara mengoperasikan aplikasi softwere
FEMLAB dan MATLAB untuk di terapkan didunia kerja yang berguna untuk
melakukan modifikasi (pemodelan) sesuai dengan geometri yang disimulasikan.
II.

III.

ALAT DAN BAHAN


Laptop
Data Software
DASAR TEORI

SESAR (FAULT)
Definisi-Definisi didalam Sesar
Sesar adalah rekahan atau zona rekahan pada batuan yang memperlihatkan
peregeseran.Pergeseran pada sesar bisa terjadi sepanjang garis lurus (translasi)
atau terputar (rotasi).Sesar merupakan struktur bidang dimana kedudukannya
dinyatakan dalam jurus dan kemiringan.
Separation (pergeseran relatif semu) adalah jarak yang terpisah oleh sesar dan
diukur pada bidang sesar.Komponen dari sparation dapat diukur pada arah
tertentu, umumnya sejajar jurus atau arah kemiringan bidang sesar.
Slip (pergeseran relatif sebenarnya) adalah pergeseran relatif sebenarnya pada
sesar, diukur dari blok satu keblok yang lain pada bidang sesar dan merupakan
pergeseran titik-titik yang sebelumnya berimpit. Total pergeseran disebut juga
Net slip.
Throw (loncatan vertikal) adalah jarak yang diukur pada bidang vertikal dari
slip/sparation.
Heave (loncatan Horizontal) adalah jarak yang diukur pada bidang horizontal.
Footwall adalah blok tubuh batuan yang terletak dibawah bidang sesar.
Hangingwall adalah blok tubuh batuan yang terletak di atas bidang sesar.
Klasifikasi Sesar
Sesar dapat diklasifikasikan dengan pendekatan geometri yang berbeda.
Beberapa klasifikasi diantaranya adalah:

berdasarkan hubungan dengan struktur lain (sesar bidang perlapisan, sesar

longitudinal, sesar transversal).

berdasarkan pola kumpulan seasar (sesar radial, sesar pralel, sesar en

echelon).
Aspek terpenting dari geometri sesar adalah pergeseran. Atas dasar ini, sesar
dapat diklasifikasikan sebagi berikut:
A. Berdasarkan Sifat Pergerakan Relatif Semu
1. Strike separation fault
adalah pergeseran relatif semu searah dengan jurus bidang sesar, yang terdiri
dari:
a. Strike left separation fault
Jika kita berdiri disuatu blok dari suatu sesar maka akan terlihat jejak
pergeseran semu pada blok yang lain bergeser kearah kiri.
b. Strike right separation fault
Jika kita berdiri disuatu blok dari suatu sesar maka akan terlihat jejak
pergeseran semu pada blok yang lain bergeser kearah kanan.
2. Dip separation fault
adalah pergeseran relatif semu searah dengan kemiringan bidang sesar, yang
terdiri dari :
a. Normal sparation fault
Jika sesar dilihat penampang vertikal, jejak pergeseran pada footwall
ditemukan d8i atas jejak yang sama pada hangingwall.
b. Reverse separation fault
Jika sesar di lihat pada penampang vertikal, jejak pergeseran pada footwall
dtemukan di bawah jejak yang sama pada hangingwall.
B. Berdasarkan Sifat Pergeseran Relatif Sebenarnya
1. Strike slip fault adalah pergeseran relatif semu sesarh dengan jurus bidang
sesar, yang etrdiri dari:
a. Strike left slip fault

Jika kita berdiri di suatu blok dari suatu sesar maka akan terletak jejak
pergeseran sebenarnya pada blok yang lain bergeser kearah kiri.
b. Strike right slip fault
Jika kita berdiri di suatu blok dari suatu seasr maka akan terlihat jejak
pergeseran sebenarnya pada blok yang lain bergeser kearah kanan.
3. Dip Slip fault
adalah pergeseran relatif sebenarnya searah dengan kemiringan bidang sesar,
yang terdiri dari:
a. Normal slip fault
Blok hangingwall relatif turun terhadap footwall.
b. Reverse slip fault
Blok hangingwall bergerak relatif naik terhadap footwall.
Untuk sesar vertical : tentukan salah satu blok relative bergerak terhadap blok
lain, contoh Vertikal dip slip fault.
3. Oblique slip fault adalah pergeseran miring relative sebernarnya terhadap
bidang sesar. Untuk penamaan sesar ini dipakai kombinasi istilah dip slip dan
strike slip seperti dibawah ini
a. Normal left slip fault
b. Normal right slip fault
c. Reverse left slip fault
d. Reverse right slip fault
e

vertical oblique slip fault.

4. Sesar Rotasi adalah yeng memperlihatkan pergeseran berputar pada bidang


sesarnya.
a. Clokwise rotation fault
Blok yang berlawanan bergerak searah jarum jam.
b. Anticlokwise rotation fault
Blok yang berlawanan bergerak berlawanan arah jarum jam
Analisa Struktur Sesar
Sesar

adalah

struktur

rekahan

yang

telah

mengalami

pergeseran.Sifat

pergeserannya dapat bermacam-macam, mendatar, miring (oblique), naik dan


turun.Didalam mempelajari struktur sesar, disamping geometrinya yaitu, bentuk,

ukuran, arah, dan polanya, yang penting juga untuk diketahui adalah mekanisme
pergerakannya.
Sesar dan Struktur Penyerta
Gejala sesar seringkali disertai dengan gejala struktur yang lain, misalnya kekar,
lipatan, drag fold (lipatan seretan), breksiasi abibat sesar, milonit, filonit dan
sebagainya. Struktur-struktur ini sangat penting untuk membantu didalam analisis
tentang pergerakan sesar.
A. Kekar dan Urat (vein)
Kekar adalah gejala yang umum terdapat dalam batuan.Kekar dapat terbentuk
karena tektonik (deformasi) dan dapat terbentuk juga secara non tektonik (pada
saat diagenesa, proses pendinginan dsb).Dalam hal ini kita membatasi pada jenis
kekar yang terbentuk secara tektonik.
Kekar merupakan salah satu struktur yang sulit diamati, sebab kekar dapat
terbentuk pada setiap waktu kejadian geologi, misalnya sebelum terjadinya suatu
lipatan,atau terbentuknya semua struktur tersebut. Hal ini yang juga merupakan
kesulitan adalah tidak adanya atau relatif kecil pergeseran dari kekar, sehingga
tidak dapat ditentukan kelompok mana yang terbentuk sebelum dan sesudahnya.
Secara kejadiannya (genetik) kekar dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:
a.

Kekar gerus (shear fracture) : adalah rekahan yang bidang-bidangnya

terbentuk karena adanya kecenderungan untuk salin bergeser (sghearing).


b.

Kekar tarik (extention fractire) : adalah rekahan yang bidang-bidangnya

terbentuk karena adanya kecenderungan untuk saling menarik (meregang).


Extension farcture dapat dibendakan sebagai:

Tension fracture : ialah kekar tarik yang bidang rekahnya searah dengan
arah tegasan.

Relese fracture : ialah rekekar yang terbentuk akibat hilangnya atau


pengurangan tekanan dan tegak lurus terhadap gaya utama.

B. Breksi sesar dan Milonit


Bidang sesar biasanya trerisi oleh bahan-bahan faregmental yang disebut Breksi
sesar. Adakaalanya bahan ini agak lunak dan hancur yang disebut sebagai
Gouge, juga pada batuan metamorf menunjukkan lembar-lembar yang berupa
struktur aliran. Pada bagian yang sangat intensif tingkat kehancurannya

9deformasi), zona sesar dapat berupa serbuk berbutir halus dan lunak yang disebut
milonit.
Gejala-gejala ini merupakan bukti-bukti yang dapat dipakai untuk menduga
kelurusan dan kemenerusan dari jalur sesar.Arah-arahnya misalnya didapatkan
dari orientasi memanjangnya fragmen atau jalur breksiasi, arah bidang-bidang
gerusan (shearing) dan milonit dan sebagainy. Arah ini akan membantu untuk
menentukan bidang sesar.
C. Struktur seretan (drag)
Struktur seretan (fault drag atau drag fold) adalah gejala penyerta disekitar bidang
sesar yang terbentuk akibat pergerakan sesar.Struktur ini dapat menunjukkan
gerak relatif sebenarnya.Struktur ini tampak pada perlapisan atau bidang foliasi.
Ada 2 macam seretan (drag) yang dapat terbentuk yaitu seretan normal (normal
fold) dan seretan naik (reverse drag).
D. Cermin sesar (slickensides) dan Gores garis (striation)
Slickensides atau cermin sesar adalah gejala yang tampak pada permukaan
bidang-bidang yang tergeser.Dapat terbentuk pada bidang sesar atau bidangbidang kekar yang menyertainya.Struktur tersebut merupakan bidang-bidang
halus, dan goresan-goresan (striations) yang seolah-olah dipoles. Seringkali
disertai dengan jenjang-jenjang (steps), yang merupakan kekar yang terbentuk
akibat gerak relatif dari bidang itu.
Metoda hukum dihedral (didres droitis)
Setiap bidang sesar dapat dibagi oleh bidnag bantu (plan auxiliaire) menjadi
empat dihedral (diedres droitis). Bidang bantu adalah bidang yang tegaklurus
kepada tegasan gerus dan gores-garis serta mengandung tegasan normal (n ).
Dua dehedra yang berlawanan disebut dominan tekanan (compression) dan dua
yang lainnya disebut tarikan (extension) sebagai fungsi dari arah pergerakan
sesar.Dinyatakan secara jelas sebagi dihedral pendekatan (shortening) diamana
terdapat (1 )dan dihedral pemanjangan (lengtening) dimana terdapat (3).
Istilah-istilah tersebit sangat umum dalam seismologi terutama pada perhitungan
mekanisme pusat gempa(focal mecanism). Dalam menyajikan metoda tersebut
diterapkan dan dibenarkan penggunaan hukum-hukum dihedral (diedres droitis)

pada aplikasi penelitian tentang kondisi mekanik yangs esuai dengan satu proses
gempa bumi (seismik).
Beberapa Konsep dalam interpretasi struktur
Interpretasi struktur dapat dilakukan pada skala yang beragam, padaskala yang
mikro, pada suatu jalur sesar sampai pada suatu wilayah.Untuk itu perlu dibuat
batasan dan asumsi untuk menerapkan teori-teori yang ada. Salah satu kendala
lain didalam interpretasi struktur adalah batasan waktu, yaitu kejadian atau
generasi dari struktur tersebut. Oleh karena itu perlu diperhatikan apabila dari
beberapa struktur yang ada berlainan waktu kejadiannya, artinya berbeda sejarah
tektoniknya.
Beberapa konsep dikembangkan diantaranya oleh Moody dan Hill (1956) yang
membahas tentang urutan kejadian struktur berdasarkan arah tegasan atau gaya
yang bekerja pada suatu wilayah. Konsep lain dikembangkan oleh Tchalenko
(1970) dan Harding (1973) yang menjelaskan bahwa pada gerak sesar mendatar,
gejala yang terdapat pada jalur sesar adalah komponen gerak kopel yang bekerja
akibat seasar tersebut. Gerak kopel tersebut menghasilkan komponen tarik atau
extension (E) dan komponen tekan atau compression (C).
Perbedaan dari model Moody dan Hill dan Harding adalah arah gaya
pembentukknya. Bila Moody dan Hill mebngunakan pure shear sebagai gaya
penyebab terbentuknya shear. Sedangkan Harding mengunakan simple shear.
Penyelesaian Geometri didalam pergerakan sesar
Prinsip ataupun model tentang kinematika dan dinamika struktur seringkali, dan
akan lebih mudah ditampilkan dalam gambaran dua dimensi, yaitu pada tampak
peta penampang. Bebrapa contoh yang dipakai sebagai analisis pergerakan sesar
diantaranya

Hubungan antara tegasan utama dan pola kekar gerus yang berpasangan
atau sesar mendatar utama.

Hubungan antara sesar atau jalur sesar dengan struktur kekar (tension gash
dan shear) atau lipatanminor yang menyertainya.

Hubungan antara dan pola keterakan (strain ellips) didalam jalur sesar.

Dari bebrapa prinsip ini secara teoritis dapat diketahui sifat gerak sesar
sebenarnya (slip).Didalam skala kecil sifat gerak sebenarnya ini misalnyadapat
terlihatpada gores-garis (striations) pada cermin sesar (slickenside).Pada kasusu
yang lebih umum, kedudukan dan sifat gerak ini harus ditentukan dengan
menerapkan kaidah teori atau model yang berlaku. Gerak suatu sesar tidak selau
mutlak mendatar seperti tampak pada peta, normal atau naik apada penampang,
akan tetapi dapat bervariasi antara ketiga jenis geraktersebut. Oleh karenaitu
kaidah atau model dan interpretasi gerak sesar sebenarnya harus dapat
dibatyangkan dalam gambar tiga dimensi.
Penentuan Pergeseran Blok Sesar
Pada bidang sesar dan blok sesar (dapat berupa hanging wall atau foot wall)
sering terdapat petununjuk yang mengidentifikasikan adanya pergeseran. Petunjuk
dapat berupa kenampakan fisik yang sejajar atau tegak lurus pergeseran pada
bidang sesar (gores garis, tensison gash, compression fracture, rekristalisasi, fault
step dsb.) Berdasarkan pengamatan kenampakan fisik tersebut secara teliti akan
dapat membantu untuk penentuan pergeseran sewaktu sesar terbentuk.
Penentuan Arah Tegasan
Tegasan yang menyebabkan terjadinya sesar dapat ditetapkan secara grafis melaui
bantuan proyeksi stereografis. Data yang diperlukan adalah kedudukan bidang
sesar ( jurus dan kemiringan), sudut pitch gores garis dan arahnya, jenis
pergeseran sinistral dan dekstral). Tegasan 2 terletak pada bidang sesar dan tegak
lurus gores garis (bidang B). Tegasan 1 dan 3 terletak pada bidang yang tegak
lurus 2 (bidang T).Dengan demikian bidang B dan T saling tegak lurus, sehingga
2 menjadi tegak lurus 1 dan 3.Bidang T dan bidang sesar saling tegak lurus,
keduanya berpotongan menuruti gores garis.
Kedudukan 1 memebentuk sudut lancip terhadap gores garis. Sesar terbentuk
melalui bidang retakan yang sebelumnya telah ada.Kedudukan sesar sangat
dipengaruhi oleh kedudukan kekar yang telah ada sebelumnya. Kedudukan kekar
pada batuan dapat beragam, sehingga apabila berkembang menjadi sesar karan
adanya tegasan tektonik dengan satu arah tertentu, maka sesar yang akan

dihasilkan dapAt beragam pula jenisnya, yaitu dapat menjadi sesar naik, turun dan
geser mendatar. Jenis pergeserannya juga dapat mengiri dan menganan. Dengan
demikian dapat juga ditemukan pada satu singkapan adanya sesar minor yang
beda jenis maupun macam pergeserannya meskipun penyebabnya adalh tegasan
tektonik yang masih sama.
VI. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Lakukan proses instalasi softwere FEMLAB sampai dengan selesai
2. Klik icon softwere FEMLAB untuk memulai jendela kerja
3. Pada saat membuka tampilan awal softwer, dilayar menu akan display
model navigator, pilih model navigator 2D, kemudian pilih physics model
yang berupa diffusion lalu klik ok.

V. PEMBAHASAN
Sumber panas yang membentuk sistem panas bumi Candi Umbul Telomoyo
adalah sisa panas dari magma pada lingkungan magma basaltik yang berasosiasi
dengan aktivitas vulkanik termuda komplek Telomoyo. Magma basaltik memiliki
viskositas yang rendah, sehingga sifat fisiknya relatif lebih encer dibandingkan
dengan magma silisik, akan tetapi densitasnya lebih tinggi, yang diakibatkan
tingginya konsentrasi mineral mafik (besi dan magnesium). Karena sifatnya yang
lebih cair, magma ini cenderung mampu bergerak sampai ke permukaan melalui
rekahan- rekahan membentuk kerucut muda Telomoyo.Sedangkan magma yang
tidak berhasil menembus sampai permukaan terperangkap di kedalaman yang
dangkal membentuk kantong-kantong magma. Akibat kontak dengan batuan
sekitar,
kantong magma kehilangan panas secara konduktif dan panas yang dilepas
berinteraksi dengan air meteorik membentuksistem panas bumi.Fluida panas bumi
di daerah ini berasal dari air permukaan/meteorik yang masuk ke bawah
permukaan membentuk sistem kantong fluida/reservoir melalui rekahan maupun
ruang antar butiran. Interpolasi data pengukuran landaian suhu menunjukkan
bahwa temperatur reservoir pada kedalaman 2.000 m sekitar 230 C yang termasuk
ke dalam kategori entalpi tinggi.Reservoir daerah ini merupakan zona yang
tersusun oleh batuan yang memiliki sifat sarang.Permeabilitas dihasilkan oleh
karakteristik stratigrafi (missal porositas intergranular pada lapilli, atau lapisan
bongkah-bongkah lava) dan unsure struktur (misalnya sesar, kekar, dan rekahan).
Geometri reservoir hidrotermal di daerah vulkanik merupakan hasil interaksi yang
kompleks dari proses vulkano-tektonik aktif antara lain stratigrafi yang lebih tua
dan struktur geologi. Resevoir yang membentuksistem panas bumi daerah Candi
Umbul Telomoyo terletak pada lingkungan batuan.

VI.KESIMPULAN DAN SARAN


6.1 Kesimpulan
Cara untuk mendapatkan keadaan topografi dari suatu wilayah yaitu dengan
memasukkan data yang telah didapatkan dari lapangan kedalam notepad dan
disimpan. Kemudian data yang telah di dapatkan diolah dengan program
FEMLAB.
6.2 Saran
Sebaiknya pada saat menjelaskan mengenai FEMLAB ini diharapkan kepada
dosen pembimbing untuk lebih detail, atau pelan-pelan agar mahasiswa dan
mahasiswi dapat mengerti untuk memahami tugas ini.

VII. DAFTAR PUSTAKA

https://ptbudie.wordpress.com/2010/12/24/sesar-fault/
https://www.google.com/search?
q=pembahasan+mengenai+FEMLAB+
(PEMODELAN+REKAHAN+BATUAN)&ie=utf-8&oe=