You are on page 1of 42

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan

Kita butuh makan setiap hari. Ini disebabkan karena tubuh kita
memerlukan asupan nutrisi. Makanan merupakan salah satu sumber asupan
nutrisi tersebut. Namun makanan yang kita makan memiliki kandungan nutrisi
yang berbeda beda dengan kadar yang berbeda pula. Hal ini menyebabkan kita
tidak dapat mengonsumsi makanan satu sejis saja. Kita harus memadukan
beberapa jenis makanan ke dalam menu makan kita. Dari prinsip ini maka
mulai diperkenalkan pola makan empat sehat lima sempurna yang terdiri dari
nasi, lauk-pauk, daging, buah-buahan dan susu.

Namun dengan adanya perubahan jaman dimana manusia di tuntut untuk


bekerja labih keras. Waktu yang di miliki untuk memelihara kesehatan
semakin sedikit. Pola makan pun menjadi berubah dan kadang bahkan
terabaikan. Penyakit seperti gastritis dan konstipasi semakin banyak terjadi.
Hal ini diperparah dengan pola makan yang cenderung condong ke fast food.
Makanan ini seringkali tidak memadukan makanan-makanan yang
mengandung nutrisi yang duperlukan oleh tubuh kita. Terkadang juga hanya
mengandung satu jenis makanan yang tentu saja tidak mengandung seluruh
nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Begitu juga dengan dengan makanan
ringan yang memiliki kandungan nutrisi yang tidak begitu banyak.

Kita tahu bahwa nutrisi yang kita perlukan banyak sekali jumlahnya.
Misalnya saja karbohidrat,lemak, protein, serat,air dan vitamin. Penting bagi
setiap orang untuk mengetahui nutrisi apa saja yang diperlukannya setiap hari
dan berapa besar jumlahnya. Kita dapat mengetahui hal tersebut dari AKG
yaitu angka kecukupan gizi. Selain itu setiap orang juga perlu diberitaukan
mengenai fungsi dari setiap kandungan dan di makanan jenis apa saja mereka
dapat memperoleh agar mereka menjadi sadar akan kebutuhan nutrisi mereka

1
yang sebenarnya. Khusus dalam paper ini akan dibahas lebih mendalam
mengenai lemak.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas maka adapun rumusan masalah dari paper ini
adalah:
1. Apa itu lipid dan bagaimanakah klarifikasinya ?
2. Bagaimanakah struktur kimia dan sifat kimia atau fisik lipid ?
3. Bagaimanakah pencernaan, absorpsi, transportasi, dan metabolisme
lipid ?
4. Bagaimanakah manfaat dan dampak konsumsi lipid terhadap
kesehatan ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan pembuatan paper ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian lipid dan klarifikasinya.
2. Untuk mengetahui struktur kimia dan sifat kimia atau fisik lipid.
3. Untuk mengetahui pencernaan, absorpsi, transportasi, dan metabolisme
lipid.
4. Untuk mengetahui manfaat dan dampak konsumsi lipid terhadap
kesehatan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Lipid dan Klasifikasi Lipid


Istilah lipida meliputi senyawa-senyawa heterogen, termasuk lemak dan
minyak yang umum dikenal di dalam makanan, malam, fosfolipida, sterol dan
ikatan lain sejenis yang terdapat di dalam makanan dan tubuh manusia. Lipida
mempunyai sifat yang sama, taitu larut dalam pelarut nonpolar seperti
etanol,eter,kloroform dan benzana. Secara umum lipida dapat dibagi dalam
beberapa kelompk yaitu:
a. Lipida sederhana
b. Lipida majemuk
c. Lipida turunan
Untuk selengkapnya akan diuraikan di bawah ini.

A.Lipid Sederhana

a. Trigliserida

Trigliserida (atau lebih tepatnya triasilgliserol atau triasilgliserida)


adalah sebuah gliserida, yaitu ester dari gliserol dan tiga asam lemak.

1. Lilin
Lilin adalah senyawa yang terbentuk dari ester asam lemak
dengan alkohol bukan gliserol. Pada umumnya asam lemaknya
adalah palmitat dan alkoholnya mempunyai atom C sebanyak 26-
34. contohnya adalah mirisil palmitat. (Suharsono Martoharsono,
53).
Pada umunya malam merupakan ester asam lemah dengan
alkohol allifatik bermolekul besar, dan asamnya mempunyai
jumlah karbon berkisar antara C25 sampai C35. (Purwo Arbianto,
54)

3
Jika melihat definisi ini maka dapat dikatakan bahwa proses
terjadinya lilin adalah merupakan suatu proses esterifikasi antara
asam lemak dan alkohol berantai panjang.

2. Lemak
Terbentuk dari asam lemak dengan gliserol

B. Lipid Kompleks
Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain.
Jika melihat definisi ini maka lipid kompleks dapat dikelompokan
menjadi:
a. Fosfolid
Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus ester fosfat.

1. Glisero fosfolipid

1. Asam fosfatidat dan fosfatidilgliserol


Penting sebagai perantara dalam sintesis triasilgliserol dan
fosfolipid, ditemukan sedikit dalam jaringan.

2. Fosfatidilkolin (lesitin)
Lesitin mengandung asam lemak, gliserol, asam fosfat dan kolin.
Lesitin tersebar luas dalam sel-sel tubuh dan mempunyai tugas
metabolik dan struktur misal dalam membran.

Dipalmitil lesitin adalah zat yang sangat efektif untuk mencegah


perlengketan permukaan dalam paru-paru yang disebabkan
tegangan permukaan. Tidak adanya dipalmitil lesitin pada paru-
paru bayi prematur menyebabkan gangguan pernafasan.

3. Fosfatidiletanolamin (sefalin)
Sefalin berbeda dari lesitin hanya pada penggantian kolin oleh
etanolamin.

4
4. Fosfatidilinositol

5. Fosfatidilserin
Fosfatidilserin mengandung asam amino serin, sebagai pengganti
etanolamin.

6. Lisofosfolipid
Adalah fosfoasilgliserol yang mengandung hanya satu radikal asil,
misalnya lisolesitin.

7. Plasmalogen
Senyawa ini merupakan 10% fosfolipid otak dan otot. Secara
struktural plasmalogen menyamai fosfatidiletanolamin tetapi
mempunyai ikatan eter pada posisi karbon C1 sebagai pengganti
ikatan ester. Radikal alkil merupakan alkohol tidak jenuh.

2. Sfingofosfolipid

1. Sfingomielin

Sfingomielin ditemukan dalam jumlah besar dalam otak dan


jaringan syaraf. Pada hidrolisis sfingomielin menghasilkan asam
lemak, asam fosfat, kolin dan amino alkohol kompleks yaitu
sfingosin.Tidak terdapat gliserol. Kombinasi sfingosin dan asam
lemak disebut seramida, struktur yang juga ditemukan pada glikolipid.

b. Glikolipid
Glikolipid ialah molekul molekul lipid yang mengandung
karbohidrat, biasanya pula sederhana seperti galaktosa atau
glukosa. Akan tetapi istilah istilah glikolipid biasanya dipakai
untuk lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung
fosfor. Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan
sering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.

5
c. Lipoprotein
Lipoprotein merupakan gabungan molekul gliserida dan protein
yang disintesis di dalam hati. Seperempat sampai sepertiga bagian
dari lipoprotein adalah protein dan selebihnya adalah lipida.
Lipoprotein mempunyai fungsi mengangkut lipida di dalam plasma
ke jaringan-jaringan yang membutuhkannya sebagai sumber
energy, sebagai komponen membrane sel atau sebagai
prekursormetabolit aktif..
Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain:
1. Kilomikron
2. VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
3. IDL (Intermediate Density Lipoprotein)
4. LDL (Low Density Lipoprotein)
5. HDL (High Density Lipoprotein)
Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara:
1. Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi jumlah
lipoprotein yang masuk ke dalam darah.
2. Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan
lipoprotein dari dalam darah.

C. Turunan Lipid (Derivat Lipid)


Derivat lipid adalah seemua senyawa yang dihasilkan pada
hidrolisis lipid sederhana dan lipid majemuk yang masih mempunyai
sifat-sifat seperti lemak. Sehingga derivat lipid dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :

a.Asam lemak
Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat
berderajat tinggi (rantai C lebih dari 6). Asam lemak dibedakan
menuru jumlah karbon yang dikandungnya yaitu asam lemak rantai
pendek(kurang dari 6), asam lemak rantai sedang (8-12), asam lemak

6
rantai panjang (14-18) dan rantai sangant panjang (lebih dari 20).
Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:

CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH

Asam lemak yang terdiri atas rantai karbon yang mengingat semua
hydrogen yang dapat diikatnya dinamakan asam lemak jenuh. Asam
lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap dimana diikat
tambahkan dengan dengan atom hydrogen disebut dengan asam lemak
tidak jenuh. Asam lemak tak jenuh yang mengandung satu ikatan
rangkap disebut dengan asam lemak tak jenuh tunggal. Asam lemak tak
jenuh yang mengandung lebih dari satu ikatan rangkap disebut dengan
asam lemak tak jenuh ganda.

b.Terpen
Terpena merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak
dihasilkan oleh tumbuhan dan terutama terkandung pada getah dan
vakuola selnya. Senyawa dasar terpen merupakan satuan C5 disebut
isoprene.
Table 1.1 Turunan lipid

Jumlah atom Nama


karbon
Trivial Sistematik Rumus umum/molekul
2 Asam asetat Asam binoat CH3(CH2)COOH

4 Asam butirat Asam tetranoat CH3(CH2)2COOH


6 Asam kaproat Asam hekdanoat CH3(CH2)4COOH
8 Asam kaprilat Asam oktanoat CH3(CH2)6COOH
10 Asam kaprat Asam dekanoat CH3(CH2)8COOH
12 Asam laurat Asam dodekanoat CH3(CH2)10COOH
14 Asam miristat Asam tetradekanoat CH3(CH2)12COOH
16 Asam palmitat Asam heksadekanoat CH3(CH2)14COOH
18 Asam stearat Asam oktadekanoat CH3(CH2)16COOH
20 Asam arakidat Asam eiokosnoat CH3(CH2)18COOH

7
c.Steroid
Suatu steroid adalah senyawa yang mengandung system cincin
berikut yaitu tiga cincin 6 dan 1 cincin 5. Steroid yang banyak
terdapat dalam kehidupan adalah sterol, suatu alkohol yang berintikan
perhidroksisiklopentano fenantren. Contohnya adalah kolesterol yang
banyak terdapat dalam otak, system saraf, membrane dan lain-lain.
Dalam tanaman terdapat fitosterol, misalnya stigmasterol dan sitostrol.
Mikosterol adalah sterol yang terdapat dalam jamur dan ragimisalnya
elgosterol yang merupakan bahan baku vitamin D.

2.2 Struktur Kimia dan Sifat Kimia atau Fisik Lipid


A. Sumber Lemak

a.Lemak simpanan dalam Sel Lemak


Lemak hewan terutama terdiri atas triasilgliserol, berupa lemak
jenuh asam palmitat dan asam oleat, di samping kolesterol dan
vitamin larut lemak A,D,E, dan K. susunan asam lemak hewan
banyak bergantung dari jenis makanan yang diberikan.
Tabel 1.2 Komposisi asam lemak beberapa lemak hewan
Makanan 4:0- 14:0 16:0 16:1 18:0 18:1 18: 20:1 ATLJG Lain
12:0 g/100g asam lemak total 2 22:1 RPa1) -lainny
a
Biri – Biri 0 3 21 4 20 41 5 0 0 6
Kuning Telur 0 0 29 4 9 43 11 0 0 4
Lemak Babi 0 1 29 3 15 43 9 0 0 0
Lemak Sapi 0 32 6 9 8 45 2 0 0 7
Minyak Hati Ikan 0 6 13 13 3 20 2 18 20 5
cod 13 12 26 3 11 29 2 0 0 4
Susu (Sapi) 21 11 27 3 10 26 2 0 0 0
Susu (Kambing) 0 1 27 9 7 45 11 0 0 1
Unggas

1.Lemak susu
Lemak susu terutama terdiri atas triasilgliserol yang terdapat dalam
bentuk emulsi di mana butiran halus lemak diselubungi memebran
yang terdiri atas protein, fosfolipida dan kolesterol yang mencegah
butiran-butiran lemak tersebut menyatu. Butiran lemak ini juga
mengandung sedikit ester kolesterol, vitamin larut lemak, terutama
vitamin A, D,dan Beta-karoten. Karakteristik asam lemak susu hewan
memamah biak mengandung relatife tinggi asam lemak jenuh rantai

8
pendek dan sedang serta asam lemak rantai jenuh rantai panjang dan
tunggal. Kandungan asam lemak tidak jenuh ganda sangat kecil.
Lemak dalam bentuk emulsi mempunyai permukaan yang lebih luas
daripada lemak dalam bentuk tidak emulsi, oleh karena itu dapat lebih
cepat dicernakan. Di samping itu lemak dalam bentuk emulsi
mempengaruhi secara positif rasa enak makanan.

2. Telur
Lemak telur berada dalam keadaan emulsi. Satu telur rata –rata
mengandung 6-7 gram triasilgliserol dan fosfolipida serta 250-300 mg
kolesterol. Pentingnya telur dalam makanan sehari – hari bukan hanya
terletak pada nilai gizinya, akan tetapi juga kontribusi yang diberikan
oleh lipoprotein kuning telur terhadap struktur makanan, terutama
terhadap kualitas structural cake dan sejenisnya setelah dibakar.

3. Minyak Ikan
Ikan secara garis besar digolongkan dalam ikan kurus yang
menyimpan lemaknya sebagai triasilgliserol dalam hati (misalnya ikan
cod) dan ikan gemuk (makarel dan haring). Minyak ikan mengandung
banyak asam lemak rantai sangat panjang dengan lebih dari dua puluh
atom karbon yang sebagian besar mempunyai 5-6 ikatan rangkap.
Komposisi asam lemak iakan berbeda, bergantung jenis ikan,
makanannya, dan musim

4. Daging Otot
Lemak daging otot terutama terdiri atas fosfolipida dan kolesterol
bebas, walau[un banyak daging otot hewan diinfiltrasi oleh simpanan
triasilgliserol (marbling). Sebanyak 85% asam lemak daging otot
terdiri dari atas asam palmitat, stearat, okleat, linoleat dan arakidonat.
Komposisi lemak daging otot menyerupai komposisi lemak simpanan.
Tabel 1.3 komposisi asam lemak beberapa lemak daging dan daun hijau
Makanan 16: 16: 18:0 18:1 18:2 18: 20: ATLJG Lain
0 1 g/100g asam lemak total 3 4 RPa1) -lainnya
Ayam (hati) 25 3 17 26 15 1 6 6 1
Ayam (otot) 23 6 12 33 18 1 6 0 1
Babi (otak) 19 2 12 19 26 0 8 0 14
Biri – biri (otak) 22 1 18 28 1 0 4 14 12

9
Biri – biri (otot) 22 2 13 30 18 4 7 0 4
Cod (gemuk) 22 2 4 11 1 ss2) 4 52 4
Daging sapi (otot) 16 2 11 20 26 1 13 0 11
Daun hijau 13 3 ss 7 16 56 0 0 5

5. Minyak Nabati
Sebagian besar tumbuh – tumbuhan menyimpan lemak didalam
biji – bijiannya (kacang kedelai, biji bunga matahari, jagung) atau
dalam dagingnya (apokat). Jenis palma menyimpan minyak di dalam
biji maupun di dalam dagingnya. Minyak biji – bijian berbeda satu
sama lain dalam komposisi asam lemak. Minyakl biji – bijian juga
merupakan sumber fosfolipida, karotenoid, dan sterol tumbuh –
tumbuhan.
Tabel 1.4 komposisi asam lemak beberapa jenis minyak tumbuh - tumbuhan
Makanan 8:0 10: 12: 14:0 16:0 18:0 18:1 18: 18: 20:1 Lain
0 0 g/100g asam lemak total 2 3 + -lain
22:1
Apokat 0 0 0 0 20 1 60 18 0 0 1
Biji bunga matahari 0 0 ss ss 6 6 33 52 ss 0 3
Biji kelapa sawit 4 4 45 18 9 3 15 2 0 0 0
Jagung 0 0 0 1 14 2 30 50 2 0 1
Kacang kedelai 0 0 ss ss 10 4 25 52 7 0 2
Kacang tanah 0 0 ss 1 11 3 49 29 1 0 6
Kelapa 8 7 48 16 9 2 7 2 0 0 1
Kelapa sawit 0 0 ss 1 42 4 43 8 ss 0 2
Rape 0 0 0 ss 4 1 24 16 11 43 1
Zaitu 0 0 0 ss 12 2 72 11 1 0 2

B. Struktur Kimia Lipid

a.Asam lemak

Asam lemak merupakan asam monokarboksilat rantai panjang. Adapun


rumus umum dari asam lemak adalah:

Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Ada
dua macam asam lemak yaitu:
1. Asam lemak jenuh (saturated fatty acid) Asam lemak ini tidak
memiliki ikatan rangkap
2. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid) Asam lemak ini
memiliki satu atau lebih ikatan rangkap

10
b. Gliserida netral (lemak netral)

11
Fungsi dasar dari gliserida netral adalah sebagai simpanan energi
(berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol mungkin berikatan dengan 1, 2
atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan dengan 1
asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak
disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan
trigliserida. Trigliserida merupakan cadangan energi penting dari sumber
lipid.

Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan
minyak keduanya merupakan trigliserida. Adapun perbedaan sifat secara
umum dari keduanya adalah:

1. Lemak
Lemak umumnya diperoleh dari hewan ,berwujud padat pada suhu
ruang dan tersusun dari asam lemak jenuh.

2. Minyak
Umumnya diperoleh dari tumbuhan,berwujud cair pada suhu
ruang,tersusun dari asam lemak tak jenuhFosfogliserida (fosfolipid).
Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Lemak termodifikasi ketika fosfat
mengganti salah satu rantai asam lemak.

c. Lipid kompleks

12
Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain.
Contoh penting dari lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid.

1. Lipoprotein
Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein.

Ada 4 kelas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing


tersusun atas beberapa jenis lipid, yaitu :

1. Kilomikron
Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus
ke jaringan lain, kecuali ginjal.

2. VLDL (very low - density lypoproteins)


VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya
menuju jaringan lemak

3. LDL (low - density lypoproteins)


LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer

4. HDL (high - density lypoproteins)


HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke
hati.

13
b. Kolesterol
Selain fosfolipid, kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun
membran plasma. Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon.
Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. Dalam hal ini timbul
plaque pada dinding arteri, yang mengakibatkan peningkatan tekanan
darah karena arteri menyempit, penurunan kemampuan untuk meregang.
Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan stroke.

Steroid
Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid, misalnya testosteron dan
progesteron.

14
Steroid lainnya adalah kortison. Hormon ini berhubungan dengan proses
metabolisme karbohidrat, penanganan penyakit arthritis rematoid, asthma,
gangguan pencernaan dan sebagainya.

Malam/lilin (waxes)

Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. Malam sering
digunakan sebagai lapisan pelindung untuk kulit, rambut dan lain-lain. Malam
merupakan ester antara asam lemak dengan alkohol rantai panjang.

15
D. Akibat Kekurangan dan Kelebihan Lemak

a. Obesitas
Obesitas yaitu suatu kondisi yang dicirikan oleh kelebihan lemak tubuh.
Kelebihan lemak pada laki-laki didefinisikan sebagai level lemak tubuh lebih
dari 20% dari berat total dan untuk wanita lebih dari 25% dari total berat
badan. Penyebab obesitas, jelas Endang, dipengaruhi beberapa faktor, yaitu
pertama, suatu asupan makanan berlebih. Dua, rendahnya pengeluaran energi
basal, dan ketiga, kurangnya aktivitas fisik. Terjadinya obesitas karena
adanya ketidakseimbangan antara asupan energi dan energi yang dikeluarkan
atau digunakan untuk beraktivitas.

b. Hiperlipidemia

Yang dimakud dengan Hiperlipidemia adalah suatu keadaan yang


ditandai oleh peningkatan kadar lipid/lemak darah.

Berdasarkan jenisnya, hiperlipidemia dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Hiperlipidemia Primer

Banyak disebabkan oleh karena kelainan genetik. Biasanya kelainan


ini ditemukan pada waktu pemeriksaan laboratorium secara kebetulan.
Pada umumnya tidak ada keluhan, kecuali pada keadaan yang agak berat
tampak adanya xantoma (penumpukan lemak di bawah jaringan kulit).

16
2. Hiperlipidemia Sekunder

Pada jenis ini, peningkatan kadar lipid darah disebabkan oleh suatu
penyakit tertentu, misalnya : diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit
hepar & penyakit ginjal. Hiperlipidemia sekunder bersifat reversibel
(berulang). Ada juga obat-obatan yang menyebabkan gangguan
metabolisme lemak, seperti : Beta-blocker, diuretik, kontrasepsi oral
(Estrogen, Gestagen).

Hiperlipidemia dapat meningkatkan resiko terkena aterosklerosis,


penyakit jantung koroner, pankreatitis (peradangan pada organ pankreas),
diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit hepar & penyakit ginjal. Yang
paling sering adalah resiko terkena penyakit jantung.

Tidak semua kolesterol meningkatkan resiko terjadinya penyakit


jantung. Kolesterol yang dibawa oleh LDL (disebut juga kolesterol jahat)
menyebabkan meningkatnya resiko; kolesterol yang dibawa oleh HDL (disebut
juga kolesterol baik) menyebabkan menurunnya resiko dan menguntungkan.
Lalu, apakah kadar trigliserida yang tinggi meningkatkan resiko terjadinya
penyakit jantung atau stroke, masih belum jelas. Kadar trigliserida darah diatas
250 mg/dl dianggap abnormal, tetapi kadar yang tinggi ini tidak selalu
meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis maupun penyakit jantung
koroner. Kadar trigliserid yang sangat tinggi (sampai lebih dari 800 mg/dl) bisa
menyebabkan pankreatitis (gangguan pada organ pankreas).

Tubuh sendiri memproduksi kolesterol sesuai kebutuhan melalui hati.


Bila terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol,
maka kadar kolesterol dalam darah bisa berlebih (disebut hiperkolesterolemia).
Kelebihan kadar kolesterol dalam darah akan disimpan di dalam lapisan
dinding pembuluh darah arteri, yang disebut sebagai plak atau ateroma (sumber
utama plak berasal dari LDL-Kolesterol. Sedangkan HDL membawa kembali
kelebihan kolesterol ke dalam hati, sehingga mengurangi penumpukan
kolesterol di dalam dinding pembuluh darah). Ateroma berisi bahan lembut

17
seperti keju, mengandung sejumlah bahan lemak, terutama kolesterol, sel-sel
otot polos dan sel-sel jaringan ikat.

Apabila makin lama plak yang terbentuk makin banyak, akan terjadi
suatu penebalan pada dinding pembuluh darah arteri, sehingga terjadi
penyempitan pembuluh darah arteri. Kejadian ini disebut sebagai aterosklerosis
(terdapatnya aterom pada dinding arteri, berisi kolesterol dan zat lemak
lainnya). Hal ini menyebabkan terjadinya arteriosklerosis (penebalan pada
dinding arteri & hilangnya kelenturan dinding arteri). Bila ateroma yang
terbentuk semakin tebal, dapat merobek lapisan dinding arteri dan terjadi
bekuan darah (trombus) yang dapat menyumbat aliran darah dalam arteri
tersebut.

Hal ini yang dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah serta suplai
zat-zat penting seperti oksigen ke daerah atau organ tertentu seperti jantung.
Bila mengenai arteri koronaria yang berfungsi mensuplai darah ke otot jantung
(istilah medisnya miokardium), maka suplai darah jadi berkurang dan
menyebabkan kematian di daerah tersebut (disebut sebagai infark miokard).

Konsekuensinya adalah terjadinya serangan jantung dan menyebabkan


timbulnya gejala berupa nyeri dada yang hebat (dikenal sebagai angina
pectoris). Keadaan ini yang disebut sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK).

E. Metabolisme Lipid

Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari
lipid netral, yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Secara
ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain itu
ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam air, gliserol
masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai
pendek juga dapat melalui jalur ini.

18
Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam
air, maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan
dilepaskan ke dalam sel epitel usus (enterosit). Di dalam sel ini asam lemak
dan monogliserida segera dibentuk menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul
berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Selanjutnya kilomikron
ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava,
sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian
ditransportasikan menuju hati dan jaringan adiposa.

Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah


menjadi asam-asam lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan

19
gliserol tersebut, dibentuk kembali menjadi simpanan trigliserida. Proses
pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi. Sewaktu-waktu jika kita
membutuhkan energi dari lipid, trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan
gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi
energi. Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak
tersebut ditransportasikan oleh albumin ke jaringan yang memerlukan dan
disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA).
Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah
asam lemak dan gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi,
maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester dengan
gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang. Jika
sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam lemak
dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan
trigliserida jaringan. Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.
Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan
asetil KoA. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme
karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam
siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain, jika kebutuhan energi
sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam
lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA
mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol
mengalami steroidogenesis membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil
oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto
asetat, hidroksi butirat dan aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis. Badan-
badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang
dinamakan asidosis metabolik. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian.

20
Metabolisme gliserol
Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi
sumber energi. Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme
karbohidrat yaitu glikolisis. Pada tahap awal, gliserol mendapatkan 1 gugus
fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat. Selanjutnya senyawa ini masuk
ke dalam rantai respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat, suatu produk
antara dalam jalur glikolisis.

Oksidasi asam lemak (oksidasi beta)

21
Untuk memperoleh energi, asam lemak dapat dioksidasi dalam proses
yang dinamakan oksidasi beta. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta,
asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Dengan adanya
ATP dan Koenzim A, asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim
asil-KoA sintetase (Tiokinase).

Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai


panjang. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam
mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin, dengan rumus (CH3)3N+-CH2-
CH(OH)-CH2-COO-.

22
Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan
sebagai berikut:
Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan
dikatalisir oleh enzim tiokinase.Setelah menjadi bentuk aktif, asil-KoA
dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada
membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Setelah menjadi asil
karnitin, barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna
mitokondria.
Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin
translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan
karnitin keluar. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya
bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin
palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil
Koa dan karnitin dibebaskan.Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria
ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta.
Dalam oksidasi beta, asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus
dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses, diangkat 2 atom C dengan
hasil akhir berupa asetil KoA. Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus
asam sitrat. Dalam proses oksidasi ini, karbon β asam lemak dioksidasi
menjadi keton.

23
24
Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan
terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Proses aktivasi ini membutuhkan energi
sebesar 2P. (-2P) Setelah berada di dalam mitokondria, asil-KoA akan
mengalami tahap-tahap perubahan sebagai berikut:
1. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. Pada tahap ini
terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P).
2. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA.
3. L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Pada
tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P
(+3P).
4. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C
dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C.

Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total


energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. Karena pada umumnya asam lemak

25
memiliki banyak atom C, maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami
oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil
KoA. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA.
Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk
siklus asam sitrat.
a. Penghitungan energi hasil metabolisme lipid
Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh
oksidasi beta suatu asam lemak. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan
10 atom C, maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi, dan energi
yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1, yaitu 4 kali
oksidasi beta, berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP. Karena asam lemak
memiliki 10 atom C, maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah.
Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masing-masing
akan menghasilkan 12 ATP, sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP.
Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C, akan dimetabolisir
dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP
(hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP.
Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat, selanjutnya
asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. Aseto asetat, hidroksi
butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. Proses perubahan asetil-
KoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis.

26
Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya
dinamakan kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan
untuk disintesis menjadi steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis).

27
b. Sintesis asam lemak

Makanan bukan satu-satunya sumber lemak kita. Semua organisme


dapat men-sintesis asam lemak sebagai cadangan energi jangka panjang dan
sebagai penyusun struktur membran. Pada manusia, kelebihan asetil KoA
dikonversi menjadi ester asam lemak. Sintesis asam lemak sesuai dengan
degradasinya (oksidasi beta).
Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitoplasma. ACP (acyl carrier
protein) digunakan selama sintesis sebagai titik pengikatan. Semua sintesis
terjadi di dalam kompleks multi enzim-fatty acid synthase. NADPH digunakan

28
untuk sintesis. Tahap-tahap sintesis asam lemak ditampilkan pada skema
berikut.

Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali. Asam-asam lemak akan


disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Tempat
penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. Adapun tahap-tahap
penyimpanan tersebut adalah: Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai
kompleks VLDL. Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel
adiposa untuk disimpan. Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat
trigliserida. Ini harus tersedia dari glukosa. Akibatnya, kita tak dapat
menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh.

29
Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat, maka
simpanan trigliserida ini dapat digunakan kembali. Trigliserida akan dipecah
menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat
metabolisme gliserol). Sedangkan asam lemak pun akan dioksidasi untuk
memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta).

2.3 Pencernaan, Absorpsi, Transportasi, dan Metabolisme Lipid


Sebagian besar lemak pada makanan yang terdiri dari trigliserida/
trigliserol harus dipecah terlebih dahulu untuk mempermudah proses reabsorpsi
dalam tubuh. Pada sebagian orang dewasa lemak dapat dicerna secara efisien
hingga 95% dari yang dikonsumsi.
Lemak yang tidak bermuatan listrik sehingga bersifat netral dan hidrifobik.
Bila dicampur dengan air, lemak akan memisah. Enzim, sebaliknya mempunyai
bagian-bagian yang bermuatan positif dan negative.oleh karena itu enzim bersifat
hidrofilik, yaitu dapat bercampur baik dengan air yang bersifat polar. Agar lemak
dapat bercampur baik dengan air, dan enzim dapat bekerja untuk mencerna lemak,
terlebih dahulu harus mengalami proses emulsifikasi.
Emulsifikasi adalah proses dimana terjadi pengikatan lemak oleh garam
empedu sehingga nantinya dalam bentuk emulsi ini dapat mempermudah proses
penyerapan dan pencernaannnya. Emulsi lemak terjadi di dalam usus halus
dengan bantuan garam empedu. Pada waktu lemak memasuki usus halus,
hormone kolesitokinin memberi isyarat kepada kantong empedu untuk
mengeluarkan cairan empedu. Cairan empedu terdapat sebagai asam empedu dan
garam empedu. Asam empedu dibuat oleh hati dari kolesterol untuk kemudian
disimpan di dalam kantung empedu hingga saat diperlukan. Pada salah satu ujung
molekul asam empedu terdapat rantai samping yang terdiri atas asam amino yang
menarik air, sedangkan pada ujung lainnya terdapat sterol yang menarik lemak.
Demikianlah asam empedu dapat menarik molekul lemak yang sudah dipecah
menjadi bagian-bagian kecil ini ke dalam cairan tubuh. Enzim lipase yang bersal
dari dinding usus halus dan pancreas kemudian mencrnakan lemak dalam bentuk
emulsi ini.

30
Pencernaan lemak (trigliserida) sebagian besar dilakukan du dalam usus
halus. Enzim utama yang berperan dalam pencernaan lemak ini adalah enzim
lipase. Lipase sebagian besar dibentuk oleh pancreas dan selebihnya oleh
didnding usus halus. Hampir separo dari trigliserida berasal dari makanan
dihidrolisis secara sempurna oleh enzim ini menjadi asam lemak dan gliserol.
Selebihnya dipecah menjadi digliserida, monodigliserida dan asam lemak.
Fosfolipid dicernakan oleh enzim fosfolipase yang dikeluarkan oleh pancreas
dengan cara yang sama. Hasil pencernaan ini adalah dua asam lemak dan
lisofosfogliserid. Ester kolesterol dihidrolisis oleh enzim kolesterol esterase yang
dikeluarkan oleh pancreas.
Tebel ringkasan proses pencernaan lipid
No Saluran Pencernaan Proses pencernaan
1 Mulut Mengunyah, mencampur denganair ludah dan
ditelan. Kelenjar ludah mengeluarkan enzim lipase
lingual
2 Esophagus Tidak ada pencernaan
3 Lambung Lipase lingual dalm jumlah terbatas memulai
hidrlolisis trigliserida menjadi digliserida dan asam
lemak. Lemak susu lebih banyak dihidrolisis. Lipase
lambung menghidrolisis dalam jumlah terbatas.
4 Usus halus Bahan empedu mengemulsi lemak. Lipase berasal
dari pancreas dan dinding usus halus menghidrolisis
lemak dalam bentuk emulsi menjadi digliserida,
monogliserida, gliserol dan asam lemak. Fosfolipase
berasal dari pancreas menghidrolisis fosfolipida
menjadi asam lemak dan lisofogliserida. Kolesterol
sterase berasal dari pancreas menghidrolisis ester
kolesterol.
5 Usu besar Sedikit lemak dan kolesterol yang terkurung dalam
serat makanan, dikeluarkan melalui feses.

Absorpsi dan transportasi lemak. Absorpsi lipida terutama terjadi dalam


jejunum, hasil pencernaan lipida diabsorpsi dalam membrane mukosa usus halus
dengan cara difusi pasif. Perbedaan konsentrasi diperoleh dengan cara :

31
1 Kehadiran protein pengikat asam lemak yang segera mengikat asam lemak
yang memasuki sel.

2 Esterifikasi kembali asam lemak menjadi monogliserida, yaitu produk


utama penccernaan yang melintasi mukosa usus halus. Sebelum diabsorpsi
kolesterol mengalami esterifikasi kembali dikatalis oleh asetil-Koenzim A
dan kolesterol asetiltransferase. Pembentukan enzim-enzim ini
dipengaruhi oleh konsentrasi tinggi kolesterol makanan.

Sebagian besar hasil pencernaan lemak berupa monogliserida dan asam lemak
rantai panjang (C12 atau lebih) didalam membrane mukosa usu diubah kembali
menjadi trigliserida. Asam lemak rantai pendek dan sedang diabsorpsi langsung
ke dalam vena porta dan dibawa ke hati untuk segera dioksidasi.oleh kareana itu
asam-asam lemak ini tidak mempengaruhi kadar lemak plasma dan tidak disimpan
dalam jaringan.
Trigliserida dan lipida besar lainnya (kolesterol dan fosfolipid) yang terbentuk
di dalam usus halus dikemas untuk diabsorpsi secara aktif dan ditransportasi oleh
darah. Bahan – bahan ini bergabung dengan protein-protein khusus dan
membentuk alat angkut lipid yang dinamakn lipoprotein. Tubuh membentuk
empat jenis lipoprotein yaitu :
1 Kilomikron. Kilomikoron adalah lipoprotein paling besar dan
mempunyai densitas paling rendah kilomikron mengangkut lipida
berasal makanan dari saluran cerna ke seluruh tumbuh. Lipida yang
diangkut terutama trigliserida.

Hasil pencemaran lipid Absorsi


Griserol
Asam lemak rantai pendek Diserap langsung ke dalam
darah
Asam lemak rantai menengah

Asam lemak rantai panjang Diubah menjadi trisgliserida


Monogliserida di dalam sel-sel usus halus

Trigliserial Membentuk kilomikron, masuk


Kolestrol ke dalam limfe, kemudian ke
Fosfolipida dalam aliran darah

32
Kilomikron merupakan tetesan besar lipida berupa trigliserida, dan
fosfolipida denan sedikit protein (terutama berupa apolipoprotein A
dan B) yang membentuk selaput pada permukaannya. Selaput di
sekeliling kilomikron ini memungkinkan lipida di dalamnya
mengembang secara bebas di dalam aliran darah yang sebagian besar
terdiri atas. Kilomikron pada dasarnya mengemulsi lemak sebelum
masuk ke dalam aliran darah. Proses ini menyerupai kegiatan lesitin
dan asam lemak dalam usus halus dalam upaya mengemulasi lemak
makanan selama pencernaan . perbedaannya adalah bahwa dalam
pencernaan yang makanan selama pencernaan. Perbedaannya adalah
bahwa dalam pencernaan yang mengelilingi tetesan lemak adalah air,
sedangkan pada kilomikron, lemak dikelilingi oleh protein, kolesterol,
dan fosfolipida. Dalam aliran darah trigliserida yang ada pada
kilomikron dipecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas oleh enzim
lipoprotein. Sebagian besar asam lemak yang terbentuk di dalam tubuh
diabsorpsi oleh sel-sel otot, lemak dan sel - sel lain. Asam lemak ini
dapat langsung digunakan sebagai zat energy atau diubah kembali
menjadi trigliserida. Sel-sel otot cenderung menggunakannya sebagai
zat energy, sedangkan sel lemak menyimpannya sebagai trigliserida.

2 Very low density lipoprotein (VLDL). Di dalam hati lipida


dipersiapkan menjadi lipoprotein sehingga dapat diangkut melalui
a;liran darah. Lipoprotein yang dibentuk dalam hati ini adalah VLDL,
yaitu lipoprotein dengan densitas sangat rendah yang terutama terdiri
atas trigliserida. Bila VLDL meninggalkan hati, lipoprotein lipase
kembali bekerja dengan memecah trigliserida yang ada pada VLDL.
VLDL kemudian mengankat kolesterol yang ada pada lipoprotein lain
dalam sirkulasi darah. Dengan berkurangnya trigliserida, VLDL
bertambah berat dan menjadi LDL (Low Density Lipoprotein), yaitu
lipoprotein dengan densitas rendah.
3 Low Density Lipoprotein (LDL). LDL yang terutama terdiri atas
kolesterol bersilkulasi dalam tubuh dan dibawa ke sel-sel otot, lemak,

33
dan sel-sel lainya. Trigliserida akan diperlakukan sama dengan yang
trjadi pada kilomikron dan VLDL. Kolesterol dan fosfolipida akan
digunaka untuk membuat membrane sel, hormone-hormon atau ikatan
lain, atau disimpan. Reseptor LDL yang ada di dalam hati akan
mengeluarkan LDL dari sirkulasi. Pembentukan LDL oleh reseptor
LDL ini penting dalam pengontrolan kolesterol darah. Disamping itu
dalam pembuluh darah terdapat sel-sel .perusak yang dapat merusak
LDL. Melalui jalur sel-sel perusak ini (scavenger pathway) molekul
LDL dioksidasi, sehingga tidak dapat masuk kembali ke dalam aliran
darah. Kolesterol yang banyak terdapat dalam LDL akan menumouk
pada sel-sel perusak. Bila hal ini terjadi selama bertahun-tahun,
kolesterol akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan
membentuk plak. Plak akan bercampur dengan protein dan ditutup
oleh sel-sel otot dan kalsium. Hal inilah yang kemudian dapat
berkembang menjadi aterosklerosis. Pengatur utama kadar kolesterol
dalam darah adalah hati, karena sebagian besar (50-70 %) reseptor
LDL terdapat didalam hati.
4 High Density Lipoprotein (HDL). Bila sel-sel lemak membebaskan
gliserol dan asam lemak, kemungkinan kolesterol dan fosfolipid akan
dikembalikan pula kedalam aliran darah. Hati dan usus halus akan
memproduksi HDL (lipoprotein dengan densitas tinggi) yang masuk
kedalam aliran darah. HDL menyerahkan kolesterol ke lipoprotein lain
untuk diangkut kembali kehati guna diedarkan kembali atau
dikeluarkan dari tubuh. Nilai LDL dan HDL mempunyai implikasi
terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Nilai LDL yang
tinggi dikaitkan denga resiko tinggi terhadap serangan jantung.
Sebaliknya HDL tinggi dikaitakan dengan resiko rendah. Oleh sebab
itu, LDL dikatakan sebagai “kolesterol jahat” sedangkan HDL
dikatakan “kolesterol baik”. Bagian dalam dari lipoprotein terdiri dari
trigliseridan dan kolesterol yang diselubungi fosfolipida. Protein
berada didekat ujung luar fosfolipida menutupu struktur lipoprotein.
Penyusunan molekul yang bersifat hidrofobik dibagian dalam dan

34
molekul hodrofilik dibagian luar memungkinkan lipida diangkut
melauli cairan darah.
Komposisi Lipoprotein
Trigliserida Kolesterol Fosfolipida Protein
No. Lipoprotein
% % % %
1. Kilomikron 80-90 2-7 3-6 1-2
2. VLDL 55-65 10-15 15-20 5-10
3. LDL 10 45 22 25
4. HDL 5 20 30 45-50

Metabolisme lemak dimulai dengan proses hidrolisis lemak (trigliserida)


dari pangan yang dikonsumsi oleh enzim lipase (dari pancreas), menghasilkan
monogliserida, asam-asam lemak bebas dan gliserol. Gliserol diserap usus dan
ditransportasikan melalui saluran darah ke hati. Selanjutnya gliserol tersebut
dimetabolisasi seperti karbohidrat untuk membentuk asam piruvat. Tergantung
dari kebutuhan tubuh, piruvat tersebut selanjutnya dioksidasi mengasilkan energy,
atau disintesis menjadi glukosa. Untuk asam–asam lemak (berantai panjang) dan
monogliserida ( dari asam lemak rantai panjang), senyawa tersebut diserap dari
lumen usus halus dire-sintesis lagi menjadi terigliserida, yang kemudian
digabungkan dengan protein membentuk khilomokron. Asam lemak rantai pendek
dan medium akan diserap oleh usus dan langsung ditransportasikan melalui
saluran darah ke hati tanpa melalui pembentukan khilomikron. Fosfolipida dan
kolesterol yang berasal dari pangan yang dikonsumsi juga akan digabungkan
dalam kilomikron dan ditransportasikan sama halnya seperti trigliserida. Sebelum
sampai ke hati trigliserida dari kilomikron dapat juga digunakan oleh jaringan otot
atau jaringan lain atau disimpan dalam jaringan adipose. Lemak (trigliserida) yang
berasal dari kilomikron yang ditransportasikan oleh hati (dalam bentuk VLDL)
digunakan oleh sel-sel jaringan tubuh untuk berbagai macam keperluan, yaitu :
a. Sebagai sumber energy

b. Sebagai cadangan energy (disimpan sebagai trigliserida dalam


jaringan adipose)

c. Digabungkan ke dalam struktur sel (misalnya membrane sel)

35
d. Digunakan untuk sintesis senyawa tubuh yang esensial (vitamin,
enzim, hormone, dll)

Asam lemak dalam hati dapat dimetabolisme sebagai berikut :


a. Disimpan sebagai lemak (trigliserida) di dalam hati.

b. Dioksidasi melalui jalur beta-oksidasi menghasilkan asetil koA, kemudian


dioksidasi sempurna menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air (H2O)
serta energy (ATP)

c. Apabila oksidasi tidak berjalan sempurna akan dihasilkan “ketone bodies”


dan akan terdapat dalam darah

d. Asetil KoA dapat disintesis menjadi kolesterol di dalam hati, yang


selanjutnya dapat diubah menjadi asam empedu atau hormone steroid

e. Diubah menjadi lipoprotein (VLDL), kemudian berada dalam plasma


darah untuk ditransportasikan dan

f. Dikeluarkan dari hati sebagai asam lemak bebas dan masuk ke dalam
darah.

Bila jumlah karbohidrat (pati,gula) yang dikonsumsi banyak, maka tubuh


akan menggunaka glukosa sebagai energy dan untuk esterifikasi asam lemak
bebas. Akan tetapi jika jumlah konsumsi sedikit maka karbohidarat hanya
digunakan untuk esterifikasi asam lemak bebas dan untuk produksi energy
digunakan asam lemak bebas. Sebagian besar asam lemak disimpan sebagi
trigliserida (trigliserol) dalam sel-sel jaringan adipose (sekitar 16% dari berat
badan merupakan trigliserida). Beberapa macam hormone (termasuk epinefrin,
noreepinefrin, glucagon dan adenokortikotrofik) terikat pada reseptor membrane
sel-sel lemak. Hormone menginisiasi (memulai) stimulasi kinase sfesifik yang
dimediasi oleh cAMP dan mengaktifkan enzim lipase untuk menghidrolisis
trigliserida menjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol.
Gliserol yang dihasilkan terutama yang dimetabolisme oleh hati, pertama-
tama diubah menjadi gliserol 1-fosfat, kemudian menjadi dihidroksi aseton-fosfat
yang akan masuk ke dalam jalur glikolisis. Sedangkan asam-asam lemak bebas

36
akan dibawa oleh darah ke jantung, jaringan otot dan hati dimana asam lemak
bebas ini akan dimetabolisasi dan dioksidasi melalui jalur beta oksidasi.
Dalam jalur beta-oksidasi pertama-tama asam lemak bebas akan diaktivasi
dalam sitosol (sitoplasma sel) dengan cara menambahkan ATP dan CoA.
Reaksinya dikatalis oleh enzim asil CoA sintetase (asam lemak tiokinase).
Selanjutnya molekul asil-CoA aktif tersebut ditransfer ke molekul karnitin ( suatu
senyawa zwitterions yang dibentuk dari asam amino lisin) dengan bantuan enzim
karnitin asli transferase membentuk asil-karnitin. Kemudian asam lemak asil
dibawa melewati membrane daam mitokondria dengan bantuan enzim translokase
dan di dalam matriks mitokondria dibentuk lagi menjadi asil-CoA, kemudian
masuk ke jalur beta-oksidasi, sedangkan karnitin menjadi bebas kembali dan siap
melakukan proses yang sama. Karnitin hanya bekerja untuk asam lemak rantai
panjang, asam lemak rantai pendek dan sedang dapat masuk ke matriks
mitokondria tanpa bantuan karnitin. Karnitin sendiri dapat disintesis dalam tubuh,
jadi tidak perlu mengkonsumsi suplemen secara berlebih.
Dalam jalur beta-oksidasi , asam lemak didegradasi secara bertahap
menjadi asetil-CoA yang akan masuk ke jalur respirasi untuk dioksidasi lebih
lanjut menjadi CO2, H2O, dan energy (ATP). Namun untuk asam lemak yang
berantai ganjil hasil degradasinya adalah propinil-CoA, propinil-CoA akan diubah
menjadi metil-malonil-CoA, kemudian diubah lagi menjadi suksinil-CoA yang
mana akan masuk ke ddalam siklus krebs (siklus asam sitrat).
Untuk asam lemak tidak jenuh diperlukan enzim-enzim isomerase dan
epimerase agar ikatan rangkapnya berubah dari bentuk cis- menjadi bentuk trans-
dan berada dalam posisi sterokimia yang sesuai seperti halnya yang terjadi pada
asam lemak jenuh dalam jalur beta-oksidasi.
Apabila tubuh kekurangan asam oksaloasetat (misalnya sedang berpuasa,
menderita diabetes atau akibat kelaparan), asetil-CoA dari jalur beta-oksidasi
tidak dapat masuk ke dalam siklus krebs. Oksaloasetat akan diubah menjadi
glukosa melalui proses glukoneogenesis, sedangkan asetil-CoA akan diubah
menjadi asetoasetat, D-3-hidroksibutirat (dikenal juga sebagai beta-hidroksibutirat
atau aseton). Ketiga senyawa tersebut dikenal denganbama “badan keton” (ketone
bodies) dan hati merupakan organ penghasil keton bodies yang utama.

37
Asetiasetat dan D-3-hidroksibuturat dapat digunakan sebagai substrat
reaksi respirasi dalam beberapa macam jaringan. Sebagai contoh jaringan otot
jantung dan ginjal dapat menggunakan asetoasetat sebagai substrat reaksi respirasi
bila tidak terdapat glukosa. Demikian juga kelaparan dalm jangka panjang. Otak
dapt beradpatasi untuk menngunakan aseto-asetat sebagai substrat untuk reaksi
respirasi.
Sintesis asam lemak terjadi di dalam sitosol (sitoplasma). Sebagai sumber
karbon yaitu Asetil Ko-A dan untuk reaksi redukasi digunakan NADPH2. Enzim
yang beranggung jawab atas sintesis asam lemak adalah asam lemak
sintetase( fatty acid synthetase) yang merupakan enzim kompleks (terdiri dari
beberapa enzim). Jalur reaksi sintesis asam lemak terdiri dari dua tahap,yaitu:
a. aktifitas asetil Ko-A(asetil Ko-A karboksilasi)

b. pemanjangan rantai karbon (elongasi) yang merupakan jalur malonil


Ko-A

Proses pemanjangan rantai karbon malonil dilakukan dengan cara


menambahkan dua karbon(Asetil Ko-A) secara bertahap dan dibantu oleh enzim
yang disebut sebagai acyl carrier protein(ACP). Pada umumnya pemanjangan
rantai karbon akan berhenti pada C16. Apabila diperlukan asam lemak dengan
panjang rantai karbon lebih dari 16 , maka enzim lain (masih merupakan anggota
enzim asam lemak sintetase) akan bekerja yaitu enzim asltioesterasde rantai
panjang9long chain acyl-thio-esterase). Asam lemak yang disimpan untuk
digunakan dalam bentuk trigliserida dalam semua sel, terutama adiposit dalam
jaringan adipose. Trigliserida (triasil-gliserol) teerdiri atas molekul gliserol pada
mana tiga asam lemak diesterifikasikan. Pada umumnya asam-asam lemak yang
terdapat dalam trigliserida merupakan asam lemak jnuh. Sebagai “building block”
utama untuk sintesis trigliserida pada jaringan selain adipose adalah gliserol,
sedangkan pada jaringan digunakan dihidroksiaseton-fosfat (DHAP), yang
diproduksi selama proses glikolisis.

2.4 Manfaat dan Dampak Terhadap Kesehatan

38
Faktor makanan yang paling berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah
(Low Density Lipoprotein/LDL) adalah lemak total, lemak jenuh dan energy total.
Dengan mengurangi lemak total dalam makanan, jumlah energy total akan ikut
berkurang. Jenis lemak yang dikurangi sebaiknya lemak jenuh. Kolesterol
makanan sebetulnya hanya sedikit meningkatkan kolesterol makanan, tergantung
jumlah kolesterol yang dimakan dan kemampuan tubuh untuk mengimbanginya
dengan mensintesis lebih sedikit. Urut – urutan perubahan makanan untuk
menurunkan kolesterol darah menurut prioritas adalah lemak, lemak jenuh dan
kolesterol.
Kenaikan trigliserida dalam plasma (Hipertrigliseridemia) juga dikaitkan
dengan terjadinya penyakit jantung koroner. Kadar trigliserida plasma banyak
dipengaruhi oleh kandungan karbohidrat makanan dan kegemukan.
Konsumsi lemak akhir – akhir ini juga dikaitkan dengan penyakit kanker.
Hal yang berpengaruh adalah jumlah lemak dan mungkin asam lemak/tidak jenuh
ganda tertentu yang terdapat dalam minyak sayuran.
Asam lemak omega-3 ternyata berpengaruh baik terhadap kesehatan. Hal
ini pertama kali ditemukan pada penduduk asli Alaska yang, walaupun
makanannya mengandung banyak energy, banyak lemak dan banyak kolesterol,
ternyata bebas dari penyakit jantung koroner atau Arterosklerosis. Makanan
mereka terutama adalah ikan laut dalam yang kaya akan lemak omega-3 terutama
EPA dan DHA.
Asam lemak omega-3 diduga dapat pula mencegah penyakit kanker,
menghambat kecepatan perkembangannya serta menurunkan kecepatan
pertumbuhan, ukuran dan jumlah sel kanker. Asosiasi Jantung Amerika
menganjurkan makan ikan 2-3 kali seminggu. Suplemen berupa minyak ikan tidak
dianjurkan. Kebanyakan mengonsumsi minyak ikan dapat menyebabkan
pendarahan atau menghambat penyembuhan luka. Suplemen minyak ikan dibuat
dari hati ikan yang mungkin tercemar dengan bahan – bahan toxid berasal dari
pestisida, logam berat dan bahan pencemar lain. Minyak ikan juga menganduing
vitamin A dan D dalam jumlah berlebih sehingga dapat menimbulkan
keracunan/toxid dan ekstra energy yang dapat menyebabkan kegemukan.

39
Sebaliknya, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa asam lemak tak
jenuh ganda berasal dari minyak sayuran, terutama asam lemak omega-6,
mempunyai kemampuan lebih besar untuk menimbulkan penyakit kanker
daripada asam lemak jenuh.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa definisi lipid
adalah Istilah lipida meliputi senyawa-senyawa heterogen, termasuk lemak dan
minyak yang umum dikenal di dalam makanan, malam, fosfolipida, sterol dan
ikatan lain sejenis yang terdapat di dalam makanan dan tubuh manusia. Lipida
mempunyai sifat yang sama, taitu larut dalam pelarut nonpolar seperti
etanol,eter,kloroform dan benzana. Secara umum lipida dapat dibagi dalam
beberapa kelompk yaitu: lipida sederhana, lipida majemuk dan lipida turunan.
Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol. Lipid
di cerna di mulut, lambung, usus halus dan usus besar. Sementara konsumsi lemak
memiliki beragam pengaruh terhadap kesehatan, lemak jenuh lebih banyak dapat
menyebabkan banyak penyakit jika dibandingkan dengan lemak tak jenuh.

3.2 Saran
Dengan mengetahui jenis-jenis serta sifat-sifat dari pada lipida maka
hendaknya kita mulai mengatur pola makanan. Sebab banyak jenis dari lipida-
lipida yang bersifat tidak baik bagi kesehatan berada pada makanan kita sehari-
hari. Oleh sebab itu maka pengaturan pola makan yang menyangkut banyaknya
konsumsi makanan-makanan berlemak harus mulai kita perhatikan.

40
DAFTAR PUSTAKA

• Almatsier, sunita. 2003. Prinsip Dasar ILMU GIZI. Jakarta: PT.gramedia


Pustaka Umum

• Bulletin CP. 2007. Lipida dan turunannya. www .buletincp.com. tanggal


akses: 6 Desember 2009.

• Irawan, M. Anwar. 2007. Cairan Tubuh, Elektolit dan


Mineral.www.psslab.com. tanggal akses: 6 Desember 2009

• Koswara, Sutrisno. (t.t) Lipid. www. Ebokpangan .com. tanggal akses:6


Desember 2009

• Lestiani,Lanny. (t.t). Pengaruh Lemak Terhadap Kesehatan . www. Ilmugiziui


.com. tanggal akses: 6 Desember 2009

• Medical, 2008. Lipid.www.medical.com . tanggal akses : 6 Desember 2009


• Rajiman, 2009. Lipid .www.belajar-online .com . tanggal akses : 6 Desember
2009
• Tensiska. 2008. Serat Makanan. www .unipadj.com. tanggal akses: 6
Desember 2009

41
42