You are on page 1of 96

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI

By : APOTEKER 48 UBAYA
NO
1

JAWABAN

PENJELASAN
A : 20 % obat dalam persediaan dan 70 % total penjualan. Kelompok A
merupakan obat yang cepat laku (Mayoritas penjualan apotek) dan
dalam beberapa kasus merupakan obat yang mahal. Persediaan di
apotek rendah karena permintaan yang tinggi dan berputar sangat cepat.
Atau kelompok obat mahal. Pemonitoran yang ketat dan hati-hati
B : 30 % obat dalam persediaan dan 20 % total penjualan. Kelompok B
memiliki penjualan rata-rata dan perputaran inventaris rata-rata.
Ketersediaan barang memiliki proporsi yang besar dan proporsi
penjualan lebih kecil
C : 50 % obat dalam persediaan dan 10 % total penjualan. Kelompok C
adalah obat yang paling lambat penjualannya dan produk yang kurang
diminta. Pemonitoran kelompok C tidak perlu teralau ketat cukup.
Golongan Obat
Penjualan
Jenis Pareto
Cardiovascular system
15.800.000
C
Vitamin & Mineral
35.500.500
B
Eye
16.100.000
C
Antibiotics
202.500.000
A
Respiratory System
115.700.000
A
Allergy system
40.000.000
B
hormones
13.600.000
C
(SETO, SOEJONO. 2012. MANAJEMEN FARMASI EDISI KE 3. 113)

C. Ciprofloxacin

a. Streptomycin biasanya digunakan untuk terapi tuberculosis dan kadang


digunakan bersama dengan penicillin, ampicillin atau vancomycin untuk
mengobati enterococcal endocarditis.
b. Erythromycin (Erythrocin, and others) Digunakan untuk infeksi
saluran pernapasan yang disebabkan oleh pneumococci or Group A
streptococci pada pasien yang alergi penicillin, untuk pneumonia karena
Mycoplasma pneumoniae atau Chlamydia spp., dan untuk terpi infeksi yang
disebabkan oleh Legionella pneumophila.

c. Ciprofloxacin adalah terapi paling efektif bagi demam tipus.


Tabel Dosis Ciprofloxacin
Age group
Dose *
Children under 2 years
7.5 mg/kg twice a day
Children 2 to 7 years
125 mg ( tablet of 250 mg or tablet of
500 mg) twice a day
Children 8 to 11 years
250 mg (1 tablet of 250 mg or tablet of
500 mg) twice a day
Adults and children 12 years 500 mg (2 tablets of 250 mg or 1 tablet of
and older
500 mg) twice a day
(Ministry of Health, Fiji Islands .Guidelines for the diagnosis, management,
and prevention of typhoid fever.2010.)

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
d.
e. Tetrasiklin.
Doxycycline and tetracyclines lainnya efektif dalam mengobati pneumonia
yang disebabkan oleh Mycoplasm pneumoniae, Chlamydia pneumoniae dan
Legionella species .
(Handbook of AntiMicrobial Therapy 17th ed)
3

Khasiat yang dicantumkan pada kemasan obat tradisional harus sama


dengan sertifikar yang diberikan oleh BPOM. Pada umumnya BPOM
menggunakan kalimat membantu mengatasi ; secara tradisional
untuk dan lain-lain
Jahe dipercaya secara tradisional dapat menghilangkan masuk angin,
mengurangi atau mencegah influenza, rematik, dan batuk serta mengurangi
rasa sakit dan bengkak
Pustaka : Rukmana, 2009, Temu-temuan (Apotek Hidup di Pekarangan)
Dalam jeruk nipis terdapat minyak esensial dari golongan monterpen yaitu
limonone dan linalool. Limonone berkhasiat sebagai ekspektoran, sedatif
dan aromatik
Pustaka : N.S Budiono, 2013, Buah Ajaib Tumpas Penyakit

4
5

B
A.ISDN

Madu potensial sebagai agen anti inflamasi. Madu menunjukan adanya


perbaikan gejala batuk yang signifikan pada anak yang mengalami infeksi
saluran nafas
Pustaka : Laid Boukraa, 2014, Honey in Traditional and Modern Medicine
250/1250 x 100% = 20% -- (UU 42 th 2009)
a. Isosorbid dinitrat: membantu menghentikan serangan angina untuk 1 jam
(p. 30) karena nyeri dadanya ditangani dulu baru diberi obat lainnya
b. Bisoprolol: mengontrol penginduksi angina (p. 30)
c. Nikardipin: Jika dikombinasi dengan -blocker dapat mengontrol angina
(p. 30). arterial vasodilator, Tidak dipilih karena banyak kontra indikasi (p.
32) kombinasi ini jika CCS angina >2 (p. 35)
d. Clopidogrel: antiplatelet 2nd line (p.34) tidak dipilih kecuali
hipersensitif dengan aspirin
e. Verapamil: tidak dapat dikombinasi dengan B-blocker karena beresiko
bradikardia atau AV block (p. 30). Digunakan jika HR low,
intoleran/hipersensitif (p.35)

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Stockles Drug Interactions, 8th Edition P. 296

Mekanisme:
Probenecidmenghambatekskresisebagiansefalosporindenganm
ekanismepersainganekskresidi tubulusginjal
Menurut Clinical practice guideline National Kidney
Disease/KDIGO Jilid 2 page 27 menyebutkan bahwa pasien
hipertensi stage 2 (TD >160 mmHg) dengan serum kreatinin
tinggi dan nilai BUN tinggi (dengan penyakit penyerta CKD)
dapat diberikan Kaptopril untuk pengobatan pertama

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

Diabetic Hypertension
Combinations of two or more drugs are usually needed to achieve the target
goal of <130/80 mmHg.21,22 Thiazide diuretics, BBs, ACEIs, ARBs, and
CCBs are beneficial in reducing CVD and stroke incidence in patients with
diabetes.33,54,63 ACEI- or ARB-based treatments favorably affect the
progression of diabetic nephropathy and reduce albuminuria,55,56 and
ARBs have been shown to reduce progression to
macroalbuminuria.56,57The Seventh Report
Pustaka : The Seventh Report of the Joint National Committee JNC 7
9

10

11

C, amoksisilin

setelah dicek tidak ada obat diatas yang menyebabkan efek samping seperti
di soal.
amoksisilin (antibiotic)
use: pengobatan salah satunya adalah urinary tract. ((DIH 23rd edition, p
116)
b. Menambahkan Menurut National Institute for Health and Care Excellence, halaman 16-17
obat lain
(2014)
Pemakaian NSAID oral sebagai terapi Osteoarthritis dapat menimbulkan
efek samping pada saluran pencernaan, oleh sebab itu disarankan untuk
menambahkan obat PPI untuk menangani keluhan yang terjadi.
A
a. Kaptopril
BNF 61, hal. 116ACE inhibitor
dapatmenyebabkanhipotensiberat(lihatPeringatan)
dangangguanginjal (lihatginjalefek di atas),

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
danbatukkeringpersisten, takikardia, serum sickness,
penurunanberatbadan, stomatitis, ruammakulopapular,
photosensitivity, flushingdanasidosis.
b. Hidroklortiazid
c. Ibuprofen
BNF 61, hal. 636 Gangguan GI sepertidiscomfort, mual, diare,
dankadang-kadangperdarahan.
d. Metformin
BNF 61, hal. 429 anorexia, mual, muntah,
diare(biasanyabersifatsementara), nyeriperut, gangguan
rasa,jarangasidosislaktat (withdraw treatment),
menurunkanpenyerapan vitamin B12, eritema, pruritus and
urtikaria;hepatitis jugadilaporkan.

12

13

C. Daftar Obat
Wajib Apotek

e. Glibenklamid
BNF 61, hal. 428
Efeksampingdarisulfonilureaumumnyaringandanjarangdantermas
ukgangguanGIsepertimual, muntah, diare, dansembelit.
Sulfonilureakadangdapatmenyebabkangangguanpadafungsihati,
yang mungkinjarangmenyebabkanpenyakitkuningkolestatik,
hepatitis, dangagalhati.Reaksihipersensitivitasdapatterjadi,
biasanyadalam 6-8 minggupertamaterapi.
Kandungan antasida : aluminium hydroxide, magnesium hydroxide,
simeticone
Apabila ketokonazol diminum bersamaan dengan antasida, maka
absorbsi ketokonazol akan terpengaruh (B).
Alasan :
Penggunaan/konsumsi antasida menguragi absorbsi ketokonazole (Meylers
Side Effects of Drugs, The International Encyclopedia of Adverse Drug
Reactions and Interactions 5th ed 2006, p 1971 vol 4)
Pada gastrointestinal absorbsi ketokonazol berkurang dengan penggunaan
bersama antasid. Konsumsi antasida secara bersamaan dengan ketokonazol
dapat dengan cara meminum antasida 2-3 jam sebelum atau sesudah
meminum ketokonazol. (Stockleys Drug Interactions 10th ed 2013, p220)
Serious aluminium hydroxid akan menurunkan level efek ketokonazol
dengan peningkatan pH lambung. Hal tersebut hanya terjadi jika kedua
sediaan obat melalui oral. Gunakan alternativ lain jika tersedia.
Signifikan aluminium hydroxid menurunkan level dari ketokonazol
dengan menghambat absorbsi pada GI. Dapat dikonsumsi secara bersama
dengan diberi jarak 2 jam. (Medscape)
Menurut Lampiran Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
347/Menkes/SK/VII/1990 tanggal 16 Juli 1990. Asam mefenamat

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

14

15

A (US FDA Preg


Cat, C)

termasuk dalam daftar OBAT WAJIB APOTEK No. 1. Asam


mefenamat termasuk dalam kelas terapi Obat yang Mempengaruhi Sistem
Neuromusculer Analgesi, Antipiretik untuk indikasi sakit kepala/sakit gigi
dengan jumlah tiap jenis obat per pasien maksimal 20 tablet atau sirup 1
botol.
a. kloramfenikol (US FDA Preg Cat, C)
b. amoksisilin (US FDA Preg Cat, B)
c. Penicilin (US FDA Preg Cat, B)
d. Eritromisin (US FDA Preg Cat, B)
e. Selafeksin (US FDA Preg Cat, B)
jawaban: A (US FDA Preg Cat, C)
katagori B: Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak
menunjukkan resiko bagi janin dan tidak ada studi terkontrol pada wanita
hamil.
Katagori C: Pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan
menunjukkan adanya efek samping bagi janin dan tidak ada studi terkontrol
pada wanita hamil, tetapi obat dalam kategori ini hanya boleh diberikan
kepada ibu hamil jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari resiko yang
mungkin terjadi pada janin.
Kloramfenikol dapat menyebabkan sindrom abu-abu pada bayi baru
dilahirkan ataupun bayi prematur. (UKTIS 2012)
Therapy with statins in patients with NSTE_ACS reduces the rate of
recurrent MI, coronary heart disease mortality, need for myocardial
revascularization, and stroke
High-intensity statin therapy should be initiated or continued in all patients
with NSTE-ACS and no contraindications to its use
(2014 AHA/ACC Guideline for the Management of Patients With
NON-ST-Elevation Acute Coronary Syndrome, Page 36)

16

17

18

e. Hasil ekskresi
metabolit
rifampisin
b. Rifampisin

Rifampisin dapat memberikan warna kemerehan pada sekret tubuh dan


sifatnya tidak berbahaya yang merupakan hasil metabolisme rifampisin
(keringat, saliva, air mata, urin) (Medline)
a. Isoniazid (kesemutan s/d rasa terbakar dikaki)
b. Rifampisin (kencing dan air mata berwarna merah))
c. Pirazinamid (nyeri sendi)
d. Etambutol (gangguan penglihatan)
e. Streptomisin (gangguan keseimbangan,tuli)
Pustaka: Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, 2011. p.35-36)
Seorang laki-laki berumur 25 tahun, mengeluhkan nyeri pada lambung,
diare, dan terdapat lendir pada feses. Kemudian dia diberi dokter resep obat
sulfasalazin 500mg 4 kali sehari. Dari resep yang dituliskan dokter, apa
kegunaan obat tersebut?

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

BNF 67 pg.64
Kegunaan Sulfasalazine adalah untuk terapi kolitis ulseratif ringan sampai
sedang, dan berat, dan untuk maintenance of remission. Sulfasalazine juga
digunakan untuk penyakit Crohns aktif, rheumatoid arthritis.
Pada kasus ini,pasien mengeluhkan nyeri pada lambung, diare, dan terdapat
lendir pada feses. Jika dikaitkan dengan keluhan pasien, maka kegunaan
sulfasalazine disini adalah sebagai terapi kolitis ulseratif.
PUSTAKA
BNF 67. 2014. British National Formulary 67thedition. Germany : BMJ
Group and the Royal PharmaceuticalSociety of Great Britain.
19

20

jawabannya adalah KFN. Karena pada Permenkes No. 889 tahun 2011
tentang Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian Pasal
10 (3) yang berbunyi organisasi profesi harus memberitahukan KFN
mengenai sertifikat kompetensi yang dikeluarkan paling lama 2 minggu
sebelum pelantikan dan pengucapan sumpah Apoteker.
Sumber : Buku Pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik. Tahun 2012.
Halaman 152-157. Dan FI ed IV. Tahun 1995. Halaman 1112-1114.
a.
Sterilisasi Cara Panas Basah
Sterilisasi cara panas basah dengan menggunakan uap jenuh di
bawah tekanan pada suhu 1210C dan cocok untuk bahan yang
tidak tahan terhadap pemanasan serta merupakan proses sterilisasi
yang paling banyak dilakukan.
b.
Sterilisasi Cara Panas Kering
Sterilisasi cara panas kering dengan menggunakan oven 2500C
dan cocok untuk serbuk kering atau bahan yang tahan terhadap
pemanasan.
c.
Sterilisasi Cara Filtrasi
Sterilisasi cara filtrasi digunakan apabila produk tidak dapat
disterilkan dalam wadah akhirnya, larutan atau cairan dapat difiltrasi
kedalam wadah yang telah disterilkan sebelumnya melalui filter
steril dengan ukuran pori nominal 0,22 mikron atau lebih kecil atau
paling tidak melalui filter yang mampu menahan milkroba yang
ekuivalen dapat menghilangkan bakteri dan kapang. Cara filtrasi
dapat digunakan untuk bahan atau produk minyak, salep atau krim
yang tidak tahan terhadap pemanasan tetapi dapat melarut dalam
cairan pengencer.
d.
Sterilisasi Cara Gas
Sterilisasi cara gas dengan menggunakan etilen oksida dan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

21

d.menghubungi
dokter kembali

22

23

d. 4 jam

24

digunakan apabila sterilisasi cara lain sudah tidak dapat digunakan


lagi. Cara sterilisasi ini dapat digunakan apabila bahan atau produk
tidak tahan terhadap suhu tinggi pada sterilisasi cara panas basah
atau kering, tidak dapat menyerap residu dari etilen oksida.
e.
Sterilisasi Cara Radiasi
Sterilisasi cara radiasi dengan menggunakan radiasi ion radiasi
gamma (radioisotop) dan radiasi berkas elektron digunakan untuk
bahan dan produk yang kurang tahan terhadap panas dan khawatir
terhadap keamanan etilen oksida karena cara radiasi reaktivasi kimia
dan residunya rendah.
Tramadol= termasuk obat keras yang harus dibeli dengan resep dokter
Dosis = 50-100 mg tiap 4-6 jamtidak lebih dari 400 mg/hari), namun dapat
menyebabakan toleransi (DIH, 2009)
ES
= sakit kepala, insomnia, konstipasi, mual, muntah(DIH, 2009)
Perhatian = anafilaksis, depresi CNS, potensi ketergantungan(DIH, 2009)
Merupakan analgesik kuat yang bekerja pada reseptor opiat,
mengikat secara stereospsifik pada reseptor di sistem saraf pusat sehingga
menghentikan sensasi nyeri dan respon terhadap nyeri. Di samping itu
tramadol menghambat pelepasan neutrotransmiter dari saraf aferen yang
bersifat sensitif terhadap rangsang, akibatnya impuls nyeri terhambat
(http://www.dechacare.com/TRAMADOL-P578-1.html).
Pemakaian
= 50 tab/ 3 = 33,3 hari, sehingga perlu ditanyakan
lagi ke dokter
IndekskeamananobatpadakehamilanmenurutFDA :
KategoriA :tidakmemberipengaruhburukpadakehamilan, contoh : antasida,
bisakodil, metildopa, parasetamol
KategoriB :tidakadarisikopadajanindanwanitahamil, contoh : salmeterol,
gol. Sefalosporin, prazosin
KategoriC
:dptmenyebabkanpengaruhburukpadajaninkrnefekfarmakologinya, contoh :
fluoksetin, amitriptilin, klonazepam, cotrimoxazol
KategoriD :adabuktipositifrisikopadajanin yang merugikan, contoh : asam
valproate, ACEI, Angiotensin II antagonis
KategoriX :dapatmenyebabkanabnormalitasjanin, contoh : misoprostol,
isotretinoin, thalidomide
(Drug in Pregnancy)
a. Kloramfenikol:kategori C
b. Amoksisilin :kategori B
c. Epinefrin :kategori C
d. Penisilin :kategori A
e. Sefaleksin :kategori B
batasan waktu 3-4,5 jam, lebih dari 4,5 jam akan terjadi perdarahan
intraserebral (Lansberg et al, 2009)
Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu buah tropis
yang terdapat di Asia Tenggara. Buah Manggis merupakan salah satu buah

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

25

yang dapat digunakan untuk membantu mengobati infeksi kulit, luka dan
diare. Di dalam manggis terdapat suatu senyawa yang secara farmakologis
tidak hanya digunakan sebagai antiinfeksi dan anti malaria melainkan juga
digunakan sebagai antioksidan. Senyawa marker yang memiliki sifat
tersebut adalah xanthone. Xanthone merupakan metabolit sekunder yang
terdapat dalam kulit buah manggis (Zarena dan Udaya, 2009).
PUSTAKA :
Zarena, A.S. dan Udaya S., K. 2009. Screening Of Xanthone From
Mangosteen (Garcinia mangostana L.) Peels and Their Effect
On Cytochrome C Reductase and Phosphomolybdenum Activity.
Journal of Natural Product, Vol. 2: 23-30.
Amri E. Dan Mamboya F. 2012. Papain, A Plant Enzyme Of Biological
Importance : A Review. American Journal of Biochemistry and
Biotechnology, Vol. 8(2): 99-104.
Xi Song, Y., et. Al. Qualitative and Quantitative Analysis of Andrographis
paniculata by Rapid Ressolution Liquid Chromatography/Time
of Flight Mass Spectrometry. Journal of Molecule Vol. 18
(12191-12207).
Andrograpis : Andrograpis merupakan senyawa yang berasal dari
Andrographis paniculata (Burm.f.) yang merupakan tanaman yang sering
disebut dengan tanaman sambiloto (Xi Song, Y, et al. 2013).
Papain : Senyawa endolitik yang mengandung enzyme protease yang
diisolasi dari tumbuhan pepaya (Carica Papaya L.) (Amri E, dan Mamboya
F. 2012).
Menurut Permenkes No. 58 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah Sakit BAB II poin 7 yang menyatakan tentang
pemusnahan dan penarikan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis
habis pakai.
Pemusnahan dan penarikan sediaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan
bahan medis habis pakai yang tidak dapat digunakan harus dilaksanakan
dengan cara yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Pemusnahan dilakukan untuk sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan
medis habis pakai bila :
a. Produk tidak memenuhi persyaratan mutu
b. Telah kadaluarsa
c. Tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan dalam pelayanan
kesehatan atau kepentingan ilmu pengetahuan
d. Dicabut izin edarnya
Tahapan pemusnahan obat terdiri dari :
a. Membuat daftar sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis
habis pakai yang akan dimusnahkan
b. Menyiapkan berita acara pemusnahan
c. Mengkoordinasikan jadwal, metode, dan tempat pemusnahan
kepada pihak terkait
d. Menyiapkan tempat pemusnahan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
e. Melakukan pemusnahan disesuaikan dengan jenis dan bentuk
sediaan serta peraturan yang berlaku.
Menurut Permenkes No. 35 tahun 2014 tentang Standar
pelayanan kefarmasian di apotek BAB II poin E menyatakan
bahwa obat kadaluwarsa atau rusak harus dimusnahkan sesuai
dengan jenis dan bentuk sediaan. Pemusnahan obat kadaluwarsa
atau rusak yang mengandung narkotika dan psikotropika dilakukan
oleh apoteker dan disaksikan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota.
Pemusnahan obat selain narkotika dan psikotropika dilakukan oleh
apoteker dan disaksikan oleh tenaga kefarmasian lain yang memiliki
surat izin praktek atau surat izin kerja. Pemusnahan dibuktikan
dengan berita acara pemusnahan menggunakan formulir 1
sebagaimana terlampir.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

Menurut Permenkes No. 3 tahun 2015 tentang Peredaran,


Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika,
Psikotropika, dan Prekursor Farmasi BAB IV Pemusnahan
Pasal 37
menyatakan bahwa Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan
Prekursor Farmasi hanya dilakukan dalam hal:
a. diproduksi tanpa memenuhi standar dan persyaratan yang
berlaku dan/atau tidak dapat diolah kembali;
b. telah kadaluarsa;
c. tidak memenuhi syarat untuk digunakan pada pelayanan
kesehatan dan/atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan,
termasuk sisa penggunaan;
d. dibatalkan izin edarnya; atau
e. berhubungan dengan tindak pidana.
Pasal 38
1. Pemusnahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a
sampai dengan huruf d dilaksanakan oleh Industri Farmasi, PBF,
Instalasi Farmasi Pemerintah, Apotek, Instalasi Farmasi Rumah
Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, Lembaga Ilmu Pengetahuan,
Dokter atau Toko Obat.
2. Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi yang memenuhi
kriteria pemusnahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37
huruf a sampai dengan huruf d yang berada di Puskesmas harus
dikembalikan kepada Instalasi Farmasi Pemerintah Daerah
setempat.
3. Instalasi Farmasi Pemerintah yang melaksanakan pemusnahan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
harus melakukan penghapusan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah.
4. Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
yang berhubungan dengan tindak pidana sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 37 huruf e dilaksanakan oleh instansi pemerintah
yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
Pasal 39
Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi harus
dilakukan dengan:
a. tidak mencemari lingkungan; dan
b. tidak membahayakan kesehatan masyarakat.
Pasal 40
1. Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a. penanggung
jawab
fasilitas
produksi/fasilitas
distribusi/fasilitas
pelayanan
kefarmasian/pimpinan
lembaga/dokter praktik perorangan menyampaikan surat
pemberitahuan dan permohonan saksi kepada: 1.
Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan
Makanan, bagi Instalasi Farmasi Pemerintah Pusat;
2. Dinas Kesehatan Provinsi dan/atau Balai Besar/Balai Pengawas
Obat dan Makanan setempat, bagi Importir, Industri Farmasi,
PBF, Lembaga Ilmu Pengetahuan, atau Instalasi Farmasi
Pemerintah Provinsi; atau
3. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan/atau Balai Besar/Balai
Pengawas Obat dan Makanan setempat, bagi Apotek, Instalasi
Farmasi Rumah Sakit, Instalasi Farmasi Klinik, Instalasi Farmasi
Pemerintah Kabupaten/Kota, Dokter, atau Toko Obat.
b. Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan
Makanan, Dinas Kesehatan Provinsi, Balai Besar/Balai
Pengawas Obat dan Makanan setempat, dan Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota menetapkan petugas di
lingkungannya menjadi saksi pemusnahan sesuai dengan
surat permohonan sebagai saksi.
c. Pemusnahan disaksikan oleh petugas yang telah ditetapkan
sebagaimana dimaksud pada huruf b.
d. Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Farmasi dalam bentuk
bahan baku, produk antara, dan produk ruahan harus
dilakukan sampling untuk kepentingan pengujian oleh
petugas yang berwenang sebelum dilakukan pemusnahan.
e. Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Farmasi dalam bentuk
obat jadi harus dilakukan pemastian kebenaran secara
organoleptis oleh saksi sebelum dilakukan pemusnahan.
Pasal 41

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Dalam hal Pemusnahan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor
Farmasi dilakukan oleh pihak ketiga, wajib disaksikan oleh pemilik
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi dan saksi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf b.
Pasal 42
1. Penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas distribusi/fasilitas
pelayanan kefarmasian/pimpinan lembaga/dokter praktik
perorangan yang melaksanakan pemusnahan Narkotika,
Psikotropika, dan Prekursor Farmasi harus membuat Berita
Acara Pemusnahan.
2. Berita Acara Pemusnahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
paling sedikit memuat:
a. hari, tanggal, bulan, dan tahun pemusnahan;
b. tempat pemusnahan;
c. nama penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas
distribusi/fasilitas
pelayanan
kefarmasian/pimpinan
lembaga/dokter praktik perorangan;
d. nama petugas kesehatan yang menjadi saksi dan saksi lain
badan/sarana tersebut;
e. nama dan jumlah Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor
Farmasi yang dimusnahkan;
f. cara pemusnahan; dan
g. tanda tangan penanggung jawab fasilitas produksi/fasilitas
distribusi/fasilitas pelayanan kefarmasian/pimpinan lembaga/
dokter praktik perorangan dan saksi.
3. Berita Acara Pemusnahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan tembusannya disampaikan
kepada Direktur Jenderal dan Kepala Badan/Kepala Balai
menggunakan contoh sebagaimana tercantum dalam Formulir 10
terlampir.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

26

Terapi 2HRZE/4H3R3 pada TB adalah Tahap intensif terdiri dari


HRZE diberikan setiap hari selama 2 bulan. Kemudian diteruskan
dengan tahap lanjutan yang terdiri dari HR diberikan tiga kali dalam
seminggu selama 4 bulan.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Obat ini diberikan untuk:
a) Penderita baru TB Paru BTA Positif
b) Penderita baru TB Paru BTA negatif Rntgen Positif yang
sakit berat
c) Penderita TB Ekstra Paru berat
Tujuan terapi kombinasi tersebut adalah untuk mencegah akuisisi
reseisteni obat akibat monoterapi.
Daftar Pustaka :
Binfar, 2005, Pharmaceutical care untuk penyakit TB Hal 27
WHO, 2009, Treatment of tuberculosis guidelines ed 4th Hal 30
29

d.
Percepatan Mekanisme Kerja Warfarin (Koda Kimble, 2012 Hal 349)
metabolisme
Bekerja sebagai antagonis vitamin K dengan mempengaruhi sintesis faktor
pembekuan darah seperti faktor pembekuan II, VII, IX dan X dan
pembekuan protein induced by vitamin K absent or antagonist (PIVKA).
Warfarin diabsorbsi diusus halus dan memasuki sirkulasi darah,
dimetabolisme di mikrosom sel hati, dan akan menghambat kerja vitamin
K. Penghambatan kerja vitamin K meyebabkan penurunan sintesis faktor
pembekuan II, VII, IX dan X serta pembentukan PIVKA.
Mekanisme Kerja Phenobarbital (Medscape)
Sebagai Antisezure: Menghambat kejang dengan melibatkan potensiasi
penghambatan sinaps melalui suatu kerja pada reseptor GABA.
Sebagai Hipnotik: Aktivitas pada reseptor GABA di otak tengah formasi
reticular polisinaps (controls CNS arousal)
Interaksi Wafarin dan Phenobarbital (Pustaka: Stockleyss Drug
Interactions, 2010, Ninth Edition Hal: 440).
Sebuah studi di 16 pasien stabil pada warfarin menemukan bahwa ketika
mereka juga diberi fenobarbital 2 mg / kg rata-rata kebutuhan warfarin
sehari-hari mereka naik selama 4 minggu sebesar 25% (5,7-7,1 mg sehari).
Dalam studi lain pada pasien stabil pada warfarin, fenobarbital 100 mg
pada malam hari selama 4 minggu mengurangi waktu protrombin rata-rata
sebesar 13%. Dalam sebuah penelitian kohort prospektif pada anak-anak,
penggunaan fenobarbital atau carbamazepine dikaitkan dengan dosis yang
lebih tinggi dari warfarin untuk mempertahankan target INR (0,24 mg / kg
dibandingkan 0,15 mg / kg). Penelitian lain telah menemukan bahwa
fenobarbital menyebabkan penurunan 29% - 46% waktu paruh warfarin dan
bahwa pengurangan itu sama untuk kedua R dan S-warfarin. Sebuah
analisis retrospektif pada pasien yang memakai warfarin mengungkapkan
bahwa penggunaan fenobarbital dikaitkan dengan kontrol antikoagulan
yang lebih tidak menentu, dan bahwa penghentian fenobarbital pada pasien
mengambil warfarin mengakibatkan hypoprothrombinaemia parah dan
hematuria 2 minggu kemudian.
Interaksi Wafarin dan Phenobarbital (Pustaka: Medscape)

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Phenobarbital menurunkan efek dari warfarin dengan cara meningkatkan
proses metabolisme. Kemungkinan bisa menjadi interaksi serius yang
mengancam jiwa. Lakukan monitoring. Gunakan alternatif lain bila perlu.
30

31

32

33

34

Untuk menghitung berapa banyak tablet CTM


2 mg x 20= 40 mg
40 mg dibagi 20 bungkus= 10 tablet
c
a. Ipratropium = efek samping: diare (BNF hal 180)
b. Salbutamol/salbuterol = efek samping : Sakit kepala, lactic asidosis
(BNF hal 177), muntah, demam, insomnia (medscape)
c. Codein = efek samping : konstipasi, mual muntah, dry mouth (BNF hal
262)
d. Eritromisin = efek samping : mual dan muntah, diare (BNF hal 353)
e. Flixotide = efek samping : dyspepsia, hiperglikemia,artralgia (BNF hal
188)
D.Surat pemesanan Format, ukuran dan bentuk sama dengan SP untuk narkotika yaitu
2 rangkap
sudah ditentukan oleh Departemen Kesehatan dan dapat di peroleh
melalui BPOM, tetapi bisa juga dicetak sendiri Pada SP tertera nama
serta alamat APA dan tanda tangan Apoteker, SIA, alamat apotek,
nama dan alamat distributor, nama item obat serta jumlah yang
dipesan,no SP, cap apotek.
Surat pesanan psikotropika hanya dapat digunakan untuk 1 (satu) atau
beberapa jenis psikotropika
Surat pesanan sebagaimana dimaksud harus terpisah dari pesanan
barang lain
Surat pesanan psikotropika dibuat rangkap 2 yaitu asli untuk PBF dan
arsip apotek.
Pemesanan psikotropika ditujukan untuk PBF atau kepada apotek lain
berdasarkan surat pesanan yang ditandatangani apoteker (Permenkes
No. 3 tahun 2015)
d.30-300
Untuk melakukan perhitungan koloni/bakteri menghitung jumlah koloni
koloni/liter
harus dihitung yang tidak bertumpuk-tumpuk dengan pemandangan mata
anpa hitungan menggunakan metodelempengsekitar 30-300 koloni/liter
apabilalebihdari
300
koloni/liter
makatermasuk
TBUD
(
TidakBisaUntukDihitung ).
Berdasarkanpustaka Dilution Theory and Problemstahun 2014
bahwaMikroorganismeseringdihitung
di
laboratoriummenggunakanmetodelempengdimanadilakukan media agar,
setelahdiinkubasidihitungjumlahkoloni
yang
dapatdilihatpadalempengsebanyak 30-300 koloni. Jumlahkoloni (30-300
koloni/liter)
dipilihkarenamemilikiakurasistatistik
yang
cukuptinggidanmenghindaripersaingannutrisiantarkoloni.
C

Glukosamin dan kondroitin dapat meredakan nyeri sendi.


Mekanisme kerja glukosamin menghambat sintesis glikosaminoglikan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

35

36
37

A
B Granulasi basah

dan mencegah destruksi tulang rawan. Glukosamin dapat merangsang selsel tulang rawan untuk pembentukan proteoglikan dan kolagen yang
merupakan protein esensial untuk memperbaiki fungsi persendian.
Mekanisme kerja kondroitin Kondrotin membantu menjaga tulang rawan
tetap sehat dengan menyerap cairan(air) ke dalam jaringan ikat. Proses itu
juga dapat menghalangi enzim yang meemcah tulang rawan dan
merangsang tubuh untuk menghasilkan rawan baru
(medscape)
BB anak 1,5th = 10 kg
Dosis 10 mg/kg x 10 kg = 100 mg
100
Volume obat yang diperlukan 25 x 1 ml = 4 ml
Ibuprofen tahan panas dan lembab, jika diberi tekanan ada bagian tablet
yang rapuh, maka harus dibuat dengan metode. GRANULASI BASAH ,
karena metode granulasi basah cocok untuk digunakan pada bahan
tambahan atau zat aktif yang tahan terhadap panas dan kelembaban.
(Siregar Teknologi Farmasi Sediaan Tablet, Hal 198)

38

(Buletin USP, 2014)


40

A. Memecah cincin Pengolahan Limbah Cair


beta lactam
Pengolahan limbah cair terdiri dari proses destruksi, penetralan,
pengendapan dan aerasi di dalam beberapa kolam yang saling berhubungan
satu sama lain berdasarkan proses pengolahan.
Proses pengolahan limbah beta laktam dan non beta laktam yaitu:
1. Limbah dari produksi obat beta laktam dialirkan ke bak pertama,
kemudian ditambahkan asam/ basa kuat untuk memecah cincin beta
laktam dan air sebagai netralisator. Dari kolam pertama dialirkan ke
kolam kedua untuk diendapkan.
2. Cairan dari limbah bak kedua diendapkan secara gravitasi dan
kemudian dialirkan ke bak ketiga. Limbah dari produksi obat non beta
laktam masuk ke bak ketiga sehingga terjadi pencampuran. Kemudian
dilakukan penetralan (pH=7, namun jika terlalu asam ditambahkan
NaOH dan jika terlalu basa ditambahkan HCl) dan pengenceran dengan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

41

ISDN

penambahan air.
3. Limbah dari bak ketiga dialirkan ke bak keempat untuk proses
pengendapan kedua.
4. Cairan dari limbah bak keempat dialirkan ke bak kelima dimana terjadi
proses aerasi, yaitu pengaliran udara ke air untuk meningkatkan Oxygen
Dissolved dan menurunkan Biologycal Oxygen Demand (BOD) serta
Chemical Oxygen Demand (COD) dari limbah tersebut. Air bak
kemudian diuji di laboratorium untuk penentuan nilai BOD, COD dan
TSS. Persyaratan kualitas limbah yang diperbolehkan untuk dibuang ke
lingkungan: COD <100 mg/l, BOD <75 mg/l, Total Suspended Solid
<60 mg/l.
5. Limbah dari bak kelima dialirkan ke bak keenam yang merupakan bak
kontrol. Sebagai kontrol digunakan ikan mas sebagai bio indicator,
apabila air pada kolam memenuhi persyaratan, maka akan dialirkan ke
pembuangan umum. Denah bak pengolahan air bak dapat dilihat pada
bagian lampiran.
[ ESC SCAD 2013, buku ajar Kimia Medisinal 2 Siswandono]
Obat Antiangina
Obat antiangina adalah senyawa yang digunakan untuk pencegahan dan
pengobatan gejala angina pectoris, suatu keadaan dengan rasa nyeri
hebat di dada, yang disebabkan ketidakseimbangan antara persediaan
dan permintaan oksigen pada miokardial.
2 tipe angina yaitu :
Angina Klasik, biasanya terjadi pada waktu olahraga atau emosi,
sangat serupa dengan keadaan yang ditimbulkan oleh iskemia
miokardial sementara.
Angina Varian, biasanya terjadi pada waktu istirahat, disebabkan oleh
pengurangan episodic pemasokan oksigen miokardial karena spasme
arteri koroner.
Turunan Nitrat dan Nitrit
Turunan nitrat dan nitrit digunakan terutama untuk mencegah dan
mengurangi serangan angina, baik tipe klasik maupun varian. Sebagai
vasodilator umum turunan ini dapat menurunkan kebutuhan oksigen
miokardial dan menunjukkan efek pada peredaran sistemik. Turunan
ini juga digunakan pada payah jantung kongestif dan untuk
pengobatan syok. Efek samping antara lain lesu, sakit kepala dan
hipotensi.
Mekanisme Kerja Turunan Nitrat
Turunan nitrat dan nitrit bekerja terutama pada pembuluh vena
kapasitansi. Mula-mula turunan ini membentuk radikal bebas nitrit
oksida (NO) reaktif, kemudian berinteraksi dan mereduksi gugus SH
enzim guanilat siklase sehingga enzim menjadi aktif. Pengaktifan
enzim merangsang siklik guanosin-3,5-monofosfat dependent protein
kinaase, terjadi defosforilasi rantai myosin, suatu protein yang terlibat
pada proses kontraksi, sehingga ukuran pembuluh vascular meningkat
(terjadi vasodilatasi)

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

42

Isosorbid Dinitat ( IB , ESC SCAD 2013)


Digunakan untuk mencegah atau meringankan serangan akut dan
pencegahan jangka panjang angina klasik. ISDN diabsorbsi cepat dari
mukosa oral dan lambung, ketersediaannya 60% setelah pemberian
sublingual, dan 20% setelah pemberian oral, 30% setelah terikat
oleh protein plasma. Pemberian sublingual, awal kerja obat 2 menit,
kadar plasma tertinggi dicapai dalam 6-15 menit, dengan waktu
paruh plasma 0,5 1,5 jam
A. disimpan dalam Dulcolax (Bisacodyl tablet 5 mg, Suppositoria 10 mg): disimpan jauh dari
suhu kamar
jangkauan anak-anak, untuk sediaan tablet disimpan pada suhu kamar (1530oC) dan untuk bentuk sediaan suppositoria disimpan pada suhu kamar
(15-25oC)
Sumber: http://www.boehringer-ingelheim.com. Dulcolax Prescribing
Information. 13 Januari 2014
Bisacodyl 10 mg suppositoria
Simpan obat terlindung dari cahaya langsung dan jauhkan dari jangkauan
anak-anak. Simpan pada tempat kering dengan suhu dibawah 25oC.
Sumber: Martindale Pharmaceutical Ltd. UK. Package Leaflet: Information
for the User. Updated April 2015
Stolax Suppositoria (mengandung Bisacodyl 10 mg)
Penyimpanan: Simpan pada suhu dibawah 25oC.
Sumber: Etiket dari brosur produk obat milik PT. Sanbe Farma
Bisacodyl Suppositoria Simpan pada suhu kamar dan terlindung dari panas
langsung dan jauhkan dari tempat lembab (tidak disimpan di kamar mandi).
Sumber: AHFS Consumer Medication Information. Copyright, 2015.
The American Society of Health-System Pharmacists, Inc., 7272 Wisconsin
Avenue, Bethesda, Maryland. All Rights Reserved. Duplication for
commercial use must be authorized by ASHP. Last update 15 November
2011

43

Padasoaltersebut tidal diketahuisebenarnya CTM 2 itusatuannyaapa.


Kemungkinannyaada 2 yaitu 2 mg atau 2
tablet.Tapibisajugadiartikanjikadalamreseptidakadasatuannyaberartiberartis
atuannyaadalah gram.
Perhitungan :
1. CTM 2 tab
Kekuatan CTM dipasaran 1 tab = 4 mg, jadijika 2 tab = 8 mg
Jadi 8 mg : 10 = 0,8 jawaban : A
2. CTM 2 mg
Jadi 2 mg : 10 = 0,2

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
3. CTM 2 gram
2 gram = 2000 mg, jadi 2000 mg : 10 = 200,
tapipasientersebutadalahseoranganakjadiuntukdosisiniterlalutinggibagis
eoranganak.
PUSTAKA : ISO Indonesia vol. 46, 2011-2012;
PeracikandanPenyaluranObat,Maret 2014
44

E. Pembentukkan
garam

45

46

47

C. Bifosfonat

A. 234,75

Menurut guidline Peptic Ulcer Disease (AAFP, 2007) obat yang digunakan
untuk peptic ulcer adalah Sukralfat, H2-Blocker dan PPI.
- Sukralfat tablet termasuk OWA 2 (Keputusan Menteri Kesehatan
nomor 924/Menkes/Per/X/1993 tentang Daftar Obat Wajib Apotek
No. 2) max 20 tablet, sukralfat suspensi termasuk obat bebas.
H2-Blocker (simetidin dan famotidin) untuk famotidin termasuk
OWA 3 max 10 tablet 20mg atau 40mg pemberian obat hanya atas
dasar pengobatan ulangan dari dokter (Keputusan Menteri
Kesehatan nomor 1176/Menkes/SK/X/1999 tentang Daftar Obat
Wajib Apotek No. 3) dan simetidin tidak termasuk OWA dan tidak
bisa diberikan tanpa resep dokter.
- PPI (Omeprazole) untuk omeprazole termasuk OWA 2 max 7 tablet
(Keputusan Menteri Kesehatan nomor 924/Menkes/Per/X/1993
tentang Daftar Obat Wajib Apotek No. 2).
Antasida dapat diberikan tanpa resep dokter atau termasuk obat bebas.
Paracetamol tidak digunakan untuk menghambat fluktuasi asam.
a. Kalsium dan Vitamin D: Selalu digunakan sebagai terapi tambahan
b. Vitamin B12: Selalu digunakan sebagai terapi tambahan
c. Bifosfonat : Bifosfonat karena mengurangi kejadian vertebral
fracture (patah tulang belakang) sampai 50%.
d. Kholkisin: Untuk Terapi Asam Urat

(Sumber: National Osteoporosis Foundation : Clinicians Guide to


Preventiom and Treatment of Osteoporosis, 2014)
1% = 1 gram/100 mL
1 gram = 100 mL

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
X gram = 30 mL
X = 30/100 x 1 gram = 0,3 gram
BM Lidokain = 234
BM Lidokain HCl = 288

234

x 0,3 gram =
x 0,3
288
= 0,23475 gram = 234,75 mg

48

D. Verapamil

49

A/B

Pada layanan kesehatan primer yang jauh dari pusat rujukan


sekunder/tersier, untuk sementara kendali laju dapat dilakukan dengan
pemberian obat antiaritmia oral. Diharapkan laju jantung akan menurun
dalam waktu 1-3 jam setelah pemberian antagonis kanal kalsium (diltiazem
30 mg atau verapamil 80 mg), penyekat beta (propanolol 20-40 mg,
bisoprolol 5 mg, atau metoprolol 50 mg)
Sumber : PERKI 2014
ODT merupakan tablet yang ditempatkan di mulut, hancur, atau
melarut
kurang dari 60 detik oleh cairan saliva dan memberikan aksi yang cepat
(Jain dan
Naruka, 2009). Menurut FDA (Food and Drugs Administration, Amerika
Serikat), ODT didefinisikan sebagai suatu bentuk sediaan padat
mengandung senyawa aktif obat, yang dapat hancur atau disintegrasi secara
cepat, biasanya dalam hitungan detik, ketika diletakkan di atas lidah. ODT
akan melarut dengan cepat dengan adanya air ludah tanpa perlu minum air
lagi. Sebagai tambahan, bentuk sediaan ODT juga memiliki disolusi, laju
absorpsi, dan bioavailabilitas yang lebih tinggi dibandingkan bentuk sediaan
tablet konvensional lainnya (Hirani, et.al., 2009).
Superdisintegrant adalah bahan penghancur yang telah dimodifikasi
agar menghasilkan suatu bahan yang mampu terdisintegrasi secara cepat
(Mangal dkk., 2012).
Amilum
Amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air,
berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Amilum mempunyai Rumus
Molekul (C6H10O5). Dalam air dingin amilum tidak akan larut tetapi
apabila suspensi dalam air dipanaskan akan terjadi suatu larutan koloid
yang kental, memberikan warna ungu pekat pada tes iodin dan dapat
dihidrolisis dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa.
Amilum merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan
untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam
jangka panjang. Kandungan pati tersusun dari dua macam karbohidrat,
amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda.
Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin
menyebabkan sifat lengket. Amilum digunakan sebagai komponen perekat,
campuran kertas dan tekstil, dan pada industri kosmetika.
Amilum terdiri dari granul-granul yang diisolasi dari Zea mays Linne
(Graminae), Triticum aesticum Linne (Graminae), dan Solanum tuberosum
Linne (Solanaceae). Amilum digunakan sebagai bahan bahan pengisi tablet,

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
bahan pengikat, dan bahan penghancur.
karakteristik dari amilum seperti daya alir yang kurang baik, tidak
mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan sebagai pengisi tablet
bagi bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau sebagai musilago,
bahan pengikat dalam pembuatan tablet cara granulasi basah (Martindale
Mikrokristalin selulosa
Avicel atau dengan nama lain selulosa mikrokristal. Derivat selulosa
merupakan eksipien yang penting dalam farmasi. Salah satu turunan
selulosa adalah selulosa mikrokristal (Fechner, et al, 2003; Gohel dan
Jogani, 2005). Selulosa mikrokristal dibuat dengan cara hidrolisis terkontrol
alfa selulosa, suatu pulp dari tumbuhan yang berserat dengan larutan asam
mineral encer (Rowe, et al., 2009). Selulosa mikrokristal dapat diperoleh
secara komersial dari berbagai kualitas dan merek dagang. Salah satu
produk selulosa mikrokristal di perdagangan dikenal dengan merek dagang
Avicel. Ada beberapa macam jenis avicel, salah satunya avicel PH 101
(Siregar dan Wikarsa, 2010).
Avicel atau selulosa kristal mikro yaitu zat yang diperoleh dari
selulosa kayu melalui hidrolisis asam dan merupakan bahan hasil
pemurnian dan pemutihan produk dari lignin, hemiselulosa dan bahan
penghantar lainnya. Avicel PH 101 merupakan produk aglomerasi dengan
distribusi ukuran partikel yang besar dan menunjukkan sifat alir dan
kompresibilitas yang baik. Berupa kristal putih, tak larut dalam air atau
asam dan hampir semua pelarut organik, tidak reaktif, free flowing dan
kompresibel, pada kelembaban tinggi akan melunak tapi bersifat reversible
ketika lingkungan berubah kelembabannya. (Banker, et. al, 1980).
Penggunaan dan Fungsi Avicel
Avicel dapat digunakan sebagai bahan pengikat, pengisi, penghancur
dan pelicin dalam pembuatan tablet. Pengunaan avicel sebagai bahan
pengisi tablet, biasanya digunakan untuk bahan pengisi pada pembuatan
tablet granulasi basah dan granulasi kempa langsung. Hal ini bertujuan
untuk meningkatkan keterkempaan yang menghasilkan tablet dengan
friabilitas rendah dan kekerasan tablet yang baik sehingga menghasilkan
kompaktibilitas massa tablet yang baik dan memiliki sifat alir yang baik
karena mempunyai ukuran granul yang besar sehingga dapat memperbaiki
sifat alir granul, menambah kekerasan tablet dan memperlama waktu hancur
tablet. Sebagai bahan penghancur avicel cukup baik untuk digunakan,
karena bahan ini merupakan tipe ikatan hidragen dimana ikatan tersebut
segera lepas oleh adanya air. (Andayana, 2011)
50

a.
Granulasi Metode pembuatan tablet :
1) Granulasi Kering (slugging)
kering
- Bahan aktif dan bahan pengisi harus memiliki sifat kohesif
- Higroskopisitas tinggi
- Sifat alir buruk
- Cocok terhadap bahan yang tidak tahan panas

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
2) Granulasi Basah (wet granulation)
- Kompresibilitas tinggi
- Higroskopisitas rendah
- Cocok terhadap bahan yang tidak tahan panas
3) Kempa Langsung
- Kompresibilitas tinggi
- Cocok terhadap bahan yang tidak tahan panas
- Higroskopisitas rendah
- Keuntungannya waktu hancur dan disolusi lebih baik karena
tidak ada bahan pengikat
Sumber : Ansel, Howard. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi
edisi ke empat. Jakarta : UI Press (hal : 261-272)
51

A. Arang aktif

Bakteri merupakan kontaminan yang terdapat dalam makanan segar


termasuk susu. Untuk menghindari pembusukan berlebihan, berbagai
tindakan dapat digunakan untuk membunuh bakteri atau untuk menghambat
pertumbuhan bakteri. Pada susu biasanya dilakukan Pasteurisasi yang
biasanya dikombinasi dengan teknik pendinginan. Pasteurisasi tidak
mencegah pembusukan, tetapi mengurangi populasi bakteri sehingga
pembusukan terjadi lebih lambat. Susu yang telah kadaluarsa mengandung
bakteri patogen diantaranya seperti
Escherichia coli, Salmonella,
Clostridium perfringens, Campylobacter, dan Staphylococcus aureus,
dimana bakteri yang telah masuk kedalam tubuh ini dapat menyebabkan
nyeri perut, muntah dan diare. (University of Missouri-St. Louis.2003.
Bacteria in Milk; Medscape. 2015. Food Poisoning)
Pasien dewasa berusia 50 tahun, antidotum yang sebaiknya
diberikan yaitu antidiare yang bersifat adsorbensia yang pada
permukaannnya dapat menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun yang dihasilkan
oleh bakteri (Tjay and Kirana, 2007. Obat-obat Penting. PT Elex Media
Computindo. Jakarta.P.292; Medscape 2015).
a. Arang Aktifarang halus yang telah diaktifkan melalui suatu
proses,dimana arang aktif ini memiliki daya serap yang kuat pada
permukaannya, sehingga dapat menyerap zat-zat beracun yang
dihasilkan oleh bakteri (Tjay and Kirana,2007.Obat-obat Penting.
PT Elex Media Computindo. Jakarta.P.297)
b. NACn acetylcystein merupakan agen mukolitik yang biasanya
digunakan pada kasus keracunan paracetamol (DIH, 2014)
c. Mg SO2??, kalau MgSO4 digunakan untuk terapi dan pencegahan
hipomagnesemia, kejang pada kasus pre eklamsia (DIH, 2014)
d. Oralitlarutan yang digunakan untuk mengatasi dehidrasi akibat
diare, dimana tindakan ini merupakan tindakan yang pertama kali
dilakukan terutama pada bayi dan anak-anak. (Tjay and Kirana,
2007. Obat-obat Penting. PT Elex Media Computindo.
Jakarta.P.291)
e. Tablet Zn digunakan untuk menggantikan zinc yang hilang
selama diare, biasanya digunakan terutama pada anak-anak

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
52

pembahasan :
Berdasarkan kondisi pasien yaitu pasien mengeluh sakit perut bagian
bawah dan hasil pemeriksaan urin terdapat bakteri gram negatif. Maka
antibiotik yang paling efektif untuk bakteri gram negatif adalah sefalosporin
generasi ketiga.

(Urinary Tract Infections in Pregnancy Treatment and


Management, 2015)
Bakteri yang terdapat di sistem urinary tract meliputi Escherichia coli,
other gram negativ, staphylococcus aureus, enterococci. (Widyati, 2013)
Rekomendasi antibiotik untuk infeksi saluran kemih (ISK)
berdasarkan kuman penyebab seperti yang disebutkan diatas diantaranya
yaitu ciprofloxacin atau cotrimoxazol atau nitrofurantoin. (Pedoman
Penggunaan Antibiotik RSUD Dr.Soetomo, 2009)
53

A. Indometasin

Menurut National Institute for Health and Care Excellence (NICE) dalam
Osteoarthritis : Care and Management in adult (2014), terapi untuk nyeri
sendi, pilihan pertamanya adalah
1.
acetaminophen (paracetamol) dengan atau tanpa kombinasi obat
topical antiinflamasi non steroid (NSAID)
2.
jika paracetamol atau topical NSAID tidak efektif dapat diganti
dengan NSAID oral atau cyclo-oxygenase 2 (COX-2) inhibitor.
3.
Jika paracetamol atau topical NSAID tidak cukup untuk mengatasi
rasa nyeri dapat ditambahkan NSAID oral/COX-2 inhibitor.
4.
Jika dengan parecatamol ataupun NSAID masih tidak memberikan
efek maka dapat menggunakan obat golongan opiod
Table pengobatan osteoartjritis (Dipiro, 2009, hal 1527)

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

Pilihan jawaban :

54

55

E. Diminum
sebelum tidur pada
malam hari

A. Indometasin
Indomestasin merupakan antiinflamsi non steroid (NSAID) yang biasa
digunakan untuk gout arthritis akut, osteoarthritis sedang sampai berat
dan rheumatoid arthritis. Efek samping pada gsastrointestinal 3-9%
(DIH edisi 18, hal 784)
B. Acetaminophen
Merupakan analgesik yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan
sampai sedang, acetaminophen merupakan pilihan pertama untuk
mengobati nyeri sendi (osteoarthritis) (NICE, 2014 hal 15), tetapi pasien
telah menggunakan acetaminophen dan nyeri sendi tidak berkurang.
C. Piroxicam
Merupakan antiinflamasi non steroid (NSAID) yang digunakan untuk
mengurangi nyeri dari akut dan kronis osteoarthritis dan rheumatoid
arthritis. (DIH edisi 18, hal 1201)
D. Meloxicam
Merupakan antiinflamasi non steroid (NSAID) yang digunakan untuk
mengurangi nyeri dari osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Efek
samping pada gastrointestinal 4-10% (DIH edisi 18, hal 936)
Dikarenakan pada saat malam hari hati melakukan metabolisme salah
satunya metabolisme kolestrol sehingga untuk membantu memetabolisme
kolestrol maka simvastatin diminum pada malam hari (Brosur simvastatin).
Konsentrasi Kalsipotrol dipasaran 0,05%.
100
= 200.000 ~ 200
0,05%
Jadi dalam 200 g salep mengandung 100 mg kalsipotriol
Perhitungan menggunakan body surface area

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
DIKETAHUI

56

1 Finger Tip Unit


312 cm2
Rata-rata body surface area pada laki-laki
1,9 m2
dewasa
Wikipedia.com
Luas permukaan tubuh yang diolesi salep
1,9 m2 19.000 cm2 x 20% = 3800 cm2
Jumlah finger tip dalam pemakaian 2minggu
3800 cm2
= 12,2 2 14 = 314
312 2
Jumlah salep (mg) yang dibutuhkan selama pemakaian 2 minggu
341
1 = 170
2
170
100 = 85,3
200
Pasien diketahui DM 2 asidosis berat. Terapi yang perlu dilakukan adalah
Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi yang potensial yang dapat
mengancam nyawa pada pasien yang menderita diabetes mellitus. Kriteria :
FPG>250 mg/dl, pH <7 -7,3, keton (+) dalam urin/serum.
Insulin tidak memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel sehingga
sel memecah lemak dan protein sebagai bahan bakar. Proses ini
menyebabkan pembentukan keton. Hiperketonemia menyebabkan
penurunan bufferalkalin sehinggameurunkan pH darah (Widyati, 2014)
Terapi KAD (Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity, 2014, hal
255) :
1. Pemeriksaan profil darah sebelum pemberian cairan intravena
2. Infus 1 L Natrium Klorida 0,9 % 1 jam setelah dilakukan
pemeriksaan
3. Peningkatan kadar kalium > 3,3 mEq/L sebelum diberikan terapi
insulin
4. Terapi Insulin

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
57

A.
Antasida,
Ranitidine,
Omeprazole

60

Sumber : Dipiro 9th ed 2014, page 4992


Antasida berisi Aluminum Hydroxide dan magnesium Hydroxide memiliki
efek reaksi :
>10%: Gastrointestinal: Chalky taste, stomach cramps, constipation, bowel
motility decreased, fecal impaction, hemorrhoids
(drug information handbook)
Penjelasan:
Pada prinsipnya pengobatan TB pada kehamilan tidak berbeda dengan
pengobatan TB pada umumnya. Menurut WHO, hampir semua OAT aman
untuk kehamilan, kecuali streptomisin. Streptomisin tidak dapat dipakai
pada kehamilan karena bersifat permanent ototoxic dan dapat menembus
barier placenta. Keadaan ini dapat mengakibatkan terjadinya gangguan
pendengaran dan keseimbangan yang menetap pada bayi yang akan
dilahirkan. Perlu dijelaskan kepada ibu hamil bahwa keberhasilan
pengobatannya sangat penting artinya supaya proses kelahiran dapat
berjalan lancar dan bayi yang akan dilahirkan terhindar dari kemungkinan
tertular TB.
(sumber: pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis)
STOCKLEYS

61

Anticoagulants + H2-blockers
The anticoagulant effects of warfarin can be increased if cimetidine is given
concurrently. Severe bleeding has occurred in a few patients but some show
no interaction at all. Acenocoumarol (nicoumalone) and phenindione seem
to interact similarly but not phenprocoumon. Famotidine, nizatidine,
ranitidine and roxatidine normally appear to be non-interacting alternative
H2-blockers but bleeding has been reported in a handful of cases
Dexamethasone merupakangolonganobatglukokortikoid.Salah

58

b. antasida

59

d.streptomisin

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

62

satuefeksampingdariobatglukokortikoidadalah moon face.Moon


facedisebabkanolehhipersekresidarikelenjar adrenal
ataudisebabkandaripenggunaanglukokortikoiddalamjangkapanjang yang
menimbulkanterjadinya excessive glukokortikoiddalamtubuh.
Glukokortikoidmemilikibeberapaaksidarimineralokortikoidyaitudapatmeng
akibatkanretensinatriumdan air yang disertaidenganekspansi volume
cairanekstrasel (Rang et al, ed.8th p.409-413).
Osteoporosis adalah dicirikan oleh rendahnya massa tulang dan
rendahnya kualitas jaringan tulang menyebabkan fragilitas tulang dan
peningkatan resiko patah. WHO mengklasifikasikan massa tulang
berdasarkan skor T. Skor T adalah jumlah standar deviasi dari rerata
kerapatan massa tulang (bone mass density, BMD) untuk populasi normal
muda. Massa tulang normal adalah mereka dengan skor T lebih besar dari
1, osteopenia 1 sampai 2,5 dan osteoporosis kurang dari 2,5.
Selain rasa sakit awal terkait dengan fraktur baru, beberapa
komplikasi jangka panjang yang merugikan dapat terjadi, termasuk sakit
kronis, kehilangan mobilitas, depresi, keperawatan penempatan rumah, dan
kematian.Pasien dengan patah tulang belakang mungkin mengalami sakit
kronis, kehilangan ketinggian, kyphosis, dan mobilitas menurunkarena
keterbatasan dalam lentur dan reaching.Multiple vertebral fraktur dapat
menyebabkan penyakit paru-paru restriktif dan mengubah perut
anatomi.Pasien dengan patah tulang pinggul telah risiko menambahkan
terkait dengan intervensi bedah untuk memperbaiki fraktur. Beberapa
pasien tidak pernah sembuh atau mendapatkan kembali preinjury
kemerdekaan; kematian adalah umum dalam waktu 1 tahun patah tulang
pinggul
Osteoporosis telah didefinisikan oleh World Health Organisasi
(WHO) sebagai penyakit yang ditandai dengan tulang yang rendah
kepadatan dan melemahnya jaringan tulang terkait dengan peningkatan
kerapuhan dan kerentanan terhadap fracture.Karena kekuatan tulang tidak
dapat diukur secara langsung, penilaian kepadatan mineral tulang yang
digunakan, yang mewakili 70% dari tulang kekuatan.Kepadatan mineral
tulang yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko patah
tulang.Sinar-X hanya berguna dalam mengidentifikasi pasien yang diduga
mempertahankan patah tulang dan tidak direkomendasikan untuk diagnosis
osteoporosis.
Diagnosa Osteoporosis
Central DXA direkomendasikan untuk diagnosis karena inkonsistensi di Tskor diukur antara situs dan berbeda oleh methods, standar sekarang
berbeda dari praktek terdiri mengukur kepadatan mineral tulang pada tulang
belakang lumbar dan pinggul, meskipun WHO menunjukkan bahwa pinggul
adalah pilihan situs untuk diagnosis.
Laporan kepadatan mineral tulang tersedia, T skor dan Z-skor
adalah alat yang berguna dalam menafsirkan data.T-score adalah jumlah
standar deviasi yang berarti dari kepadatan mineral tulang pada wanita kulit
putih muda yang sehat.Osteoporosis didefinisikan sebagai T-score minimal

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
-2.5 standar penyimpangan di bawah rata-rata (pada Tabel 53-3).
Osteopenia, atau rendah massa tulang yang akhirnya dapat menyebabkan
osteoporosis, didefinisikan sebagai T-skor antara -2,5 dan -1,0 standar
deviasi di bawah rata-rata.
Masyarakat Internasional untuk Densitometri Klinis merekomendasikan
penggunaan definisi WHO dan T-skor untuk diagnosis osteoporosis pada
wanita pascamenopause di atas usia 65 dan dan pada pria antara usia 50 dan
65 jika lainnya faktor risiko yang present. Z-score adalah ukuran serupa
yang dikoreksi untuk usiadan jenis kelamin pasien. Z-score didefinisikan
sebagai jumlah standar deviasi dari kepadatan mineral tulang rata-rata usia
dan kontrolnya. Pada wanita premenopause, pria di bawah usia 50, dan
pasien yang mungkin memiliki sekunder menyebabkan kepadatan mineral
tulang yang rendah, Z-skor mungkin lebih klinis yang relevan dalam
mengevaluasi kepadatan mineral tulang

Keputusan pengobatan mengenai inisiasi terapi untuk osteoporosis dapat


menjadi kompleks. Pasien memenuhi kriteria untuk osteoporosis (Dibawah
nilai skor T -2,5) atau pasien berisiko tinggi lainnya dengan sejarah fraktur
osteoporosis mendapatkan manfaat yang signifikan daripengobatan. Terapi
obat harus dimulai pada pasien ini.Pada pasien lain dengan osteopenia,
tidak jelas siapa yang banyak keuntungan dari treatment. Kriteria
osteopenia didefinisikan (T-score antara -1 dan -2,5 dibawah standart
deviasi) adalah luas, dan ambang batas untuk fraktur risiko tidak pasti.
Pedoman saat mendukung terapi obat dipasien dengan osteopenia dan faktor
risiko osteoporosis karena terapi obat efektif dalam mengurangi risiko patah
tulang dipopulasi ini dalam uji klinis. AACE merekomendasikan
pertimbangan terapi obat pada wanita postmenopause dengan patah tulang
dan kepadatan mineral tulang yang rendah, wanita yang memenuhi kriteria
untuk osteoporosis, wanita dengan T-score bawah -1,5 di adanya faktor
risiko, dan wanita yang terus mengalami keropos tulang atau fraktur
kerapuhan meskipun measures, nonfarmakologis The NOF menganjurkan
mengobati wanita dengan riwayat dari vertebral atau pinggul patah tulang,
T-score bawah -2,0, atau T-score -1,5 bawah dengan adanya faktor risiko
Kalsium dan vitamin D kebutuhan sehari-hari yang tertinggi diwanita
menopause dan laki-laki lanjut usia: 1500 mg elemental kalsium dan 400
sampai 800 IU vitamin D (lihat Tabel 53-4).

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

63

C. Ciprofloxacin

A patient with fever (38C and above) that has lasted for at least three days,
with a laboratory-confirmed positive culture (blood, bone marrow, bowel
fluid) of S. typhi. (The diagnosis, tratment and prevention of typhoid
fever, p. 4)

Ciprofloxacin, ofloxacin, perfloxacin and fleroxacin have generally


proved effective. In recent years, however, there have been many reports of
reduced susceptibility and treatment failure for ciprofloxacin. No evidence

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

64

65

of toxicity and impact on growth has been described in children with


typhoid who have received ciprofloxacin. There is no evidence of the
superiority of any particular fluoroquinolone. (The diagnosis, tratment
and prevention of typhoid fever, p. 20)
E
Diklasifikasikan menjadi 3 kelompok utama sesuai dengan mekanisme aksi
utamanya, yaitu : detoksifikasi dengan sulfur untuk membentuk ion
tiosianat yang lebih tidak toksik, pembentukan methemoglobin dan
kombinasi langsung
Pembentukan methemoglobin
Methemoglobin sengaja diproduksi untuk bersaing dengan sianida di tempat
ikatan pada sistem sitokrom oksidase. Sianida mempunyai ikatan khusus
dengan ion besi pada sistem sitrokrom oksidase, sianida dalam jumlah yang
cukup besar akan berikatan dengan ion besi pada senyawa lain, seperti
methemoglobin. Jika produksi methemoglobin cukup maka gejala
keracunan sianida dapat teratasi. Methemoglobinemia dapat diproduksi
dengan pemberian amil nitrit secara inhalasi dan kemudian pemberian
natrium nitrit secara intravena. Kira-kira 30% methemoglobinemia
dianggap optimum dan jumlahnya dijaga agar tetap di bawah 40% senyawa
lain seperti 4-DMAP dapat memproduksi methemoglobin secara lebih cepat
(Meredith, 1993).
Natrium nitrit. Merupakan obat yang paling sering digunakan untuk
keracunan sianida.Nitrit menyebabkan methemoglobin dengan sianida
membentuk substansi nontoksik sianmethemoglobin. Methemoglobin tidak
mempunyai afinitas lebih tinggi pada sianida daripada sitokrom oksidase,
tetapi lebih potensial menyebabkan methemoglobin daripada sitokrom
oksidase (Meredith, 1993).
Detoksifikasi sulfur
Natrium tiosulfat. Setelah methemoglobin dapat mengurangi gejala yang
ditimbulkan pada keracunan sianida, sianida dapat diubah menjadi tiosianat
dengan menggunakan natrium tiosulfat. Pada proses kedua membutuhkan
donor sulfur agar rodanase dapat mengubah sianmethemoglobin menjadi
tiosianat karena donor sulfur endogen biasanya terbatas. Ion tiosianat
kemudian diekskresikan melalui ginjal (Meredith, 1993).
Karena Natrium tiosulfat merupakan donor sulfur yang mengkonversi
sianida menjadi bentuk yang lebih nontoksik, tiosianat, dengan enzyme
sulfurtransferase, yaitu rhodanase. Tidak seperti nitrit, tiosianat merupakan
senyawa nontoksik, dan dapat diberikan secara empiris pada keracunan
sianida.
Sumber: Meredith, T.J., 1993, Antidots for Poisoning by Cyanide,
http://www.inchem.org/
b.
Penurunan Digoksin merupakan obat yang memiliki indeks terapi sempit. Meskipun
fungsi ginjal
demikian, masih tetap digunakan mengingat insiden dan prevalensi gagal
jantung pada orang tua (80%). Digoksin adalah salah satu obat yang paling
sering diresepkan pada pasien yang berusia lebih dari 65 tahun. Toksisitas
digoksin umum dialami oleh orang tua dan berkaitan dengan beberapa
faktor yaitu:

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

66

67

68

69

Penurunan massa tubuh

Penurunan GFR

Penurunan massa otot

Interaksi obat
Hal yang paling penting terkait perubahan usia yaitu penurunan fungsi
ginjal. Inilah yang berlaku pada digoksin di mana d ekskresi melalui ginjal
sehingga dibutuhkan dosis yang lebih rendah untuk menghindari toksisitas
(Currie et al, 2011). Digoksin paling banyak di ekskresi oleh ginjal sekitar
57-80% (Medscape).
Menurut FI IV thn 1995 hal 649 kadar paracetamol; mengandung tidak
kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0% C8H9NO2 terhadap zat
anhidrat
a. Pioglitazon (golonganThiazolidinediones)
b. Rosiglitazon
c. Vildagliptin(golongan DPP-IV inhibitor)
d. Metformin (golonganbiguanid)
e. Acarbosa(golonganalfaglukosidase inhibitor)
Jawaban :
inkretin adalahnamagolongan hormon yang
disekresi pada saluranpencernaan yang menjadi
stimulator sekresi hormon insulin selainstimulasi yang
terjadisetelahpenyerapannutrisi yang
menyebabkanpeningkatanrasio guladarah.
Inkretinjugamemperlambatlajupenyerapanzatnutrisikedalamsirkulasidarah,
menekansekresi glukagon dari selalfa
Sehinggavidagliptinkarenadapatmeperpanjangumurdari GLP-1 yang
dapatsehinggastimulasi hormone insulin terusterjadi. (ADA, 2015)

a.
Mengganti Diagnosa Bakteriologik
antibiotik
Ketika hasil uji sensitivitas telah diketahui, maka :
berdasarkan
uji
Jika Antibiotik empiris sama dengan antibiotik dari hasil test dan
kultur
dan
terlihat adanya perbaikan gejala/kondisi pasien maka terapi
sensitivitas
antibiotik diteruskan.
Jika Antibiotik empiris tidak sama dengan antibiotik dari hasil test
tapi terlihat adanya perbaikan gejala/kondisi pasien maka terapi
antibiotik diteruskan.
Jika Antibiotik empiris tidak sama dengan antibiotik dari hasil test
dan tidak ada perbaikan gejala/kondisi pasien maka terapi antibiotik
diganti.
C
Kegunaan Vit B6: membantu sintesis limfosit dan antibodi, kurangi
udem/terensi air,penurunan tekanan darah dan kolestrol,
a. ES Rifampisin : Gangguan gastrointestinal dan fungsi hati, reaksi
kepekaan kuli, nyeri otot
b. ES pirazinamide : Mual muntah, anoreksia, disuria, demam, kerusakan
sendi
c. ES INH : Neuritis perifer, neuritis optik, reaksi psikosis, kejang, mual

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

70

muntah, kelelahan, gangguan gastrointestinal, demam, kemerahan,


defisiensi Vit B, kerusakan hati.
d. ES Dextrometorphan : Mual dan muntah, konstipasi, mengantuk, pusing,
gelisah,
e. ES Ambroxol : Mual muntah, nyei ulu hati.
d. Meningkatkan
Penisilin bekerja dengan menghambat protein pengikat penisilin
efikasi
(penicillin-binding protein, PBP) sehingga pembentukan peptidoglikan
dinding sel bakteri menjadi terganggu.
Apabila bakteri memiliki kemampuan untuk memproduksi -laktamase,
yang akan menghidrolisis ikatan pada cincin -laktam molekul penisilin
dan mengakibatkan inaktivasi antimikroba akibatnya antibiotik penisilin
menjadi tidak efektif. Untuk mengatasi degradasi cincing beta-laktam
maka dikombinasikan dengan senyawa inhibitor enzim beta-laktamase
seperti
asam
clavulanat,
tazobactam,
atau
sulbactam
(https://fitrianikayla64.wordpress.com/2013/06/19/golongan-sefalosporindan-antibiotika-betalaktam-lainnya/).
Sulbactam is a semisynthetic beta-lactamase inhibitor which when
combined with certain beta-lactam antibacterials extends their activity
against bacteria that are normally resistant to the antibiotic due to
production of beta-lactamases. In combination with ampicillin it extends
the antibacterial activity of ampicillin to include beta-lactamase-producing
strains which are otherwise resistant, including Bacteroides fragilis, and
increases the susceptibility of many sensitive strains (CampoliRichards,1987).

71

72
73

karena alat tipe 1 (metode basket) digunakan untuk analisis waktu hancur
tablet, kaplet, dan kapsul cangkang keras.
Pharmaceutical Care: suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud
mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien (PP
51 tahun 2009).
AMLODIPIN
Indikasi
: pengobatan hipertensi, preventif angina kronis
Kontraindikasi
: hipersensitifitas terhadap amlodipin, meningkatkan
angina/MI dengan titrasi dosis dari CCB, hipotensi, takikardia.
Efek samping obat :
>10% : edema periperal, edema pulmonari
1-10% : palpitasi, flushing, mual, muntah, dyspnea
Dosis
:
Hipertensi: sehari 1x 5mg, maksimal 10mg
Angina : 5-10mg (DIH 23 ed, p 109)

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
74

reaksi substitusi

(Fessense., dasar kimia organik, 1997)


75

76

B.Lisinopril

77

78
79

c.telepon dokter

Tetrasiklin dapat membentuk kompleks dengan ion kalsium (membentuk


kelat). Pembentukan kelat ini membentuk tetrasiklin kalsium ortofosfat
yang komplek yang sulit dipecah. Ion kalsium paling banyak terdapat pada
tulang dan gigi. Sehingga komplek tetrasiklin-ion kalsium terbentuk pada
tulang dan gigi. Efek terdapatnya kelat tersebut adalah terdapat noda pada
gigi, sehingga warna enamal gigi tidak terlihat. Perubahan warna tergantung
pada dosis dan jangka waktu obat. Warna gigi terlihat kuning atau coklat
dan semakin memburuk dengan berjalannya waktu
(Watts, A dan Addy, M. 2001. Tooth Discolouration and Staining: a review
of the literature. 6(190). British Dental Journal, DAN Wallman C, 2011,
Classification of severe tooth discolorations and treatment options.
Univesitetet i tromso)
a. Valsartan. Tidak disarankan untuk hipertensi krisis.
b. Lisinopril (2013 ESH/ESC Guidelines for the management of arterial
hypertension) Bagi pasien dengan cute stroke disarankan menggunakan
Lisinopril jika sistolik >160mmHg.
c. Doksasozin. Tidak disarankan untuk hipertensi krisis.
d. Nifedipin. Bagi pasien yang memiliki riwayat stroke atau transient
ischaemic attack, dapat menggunakan seluruh regimen obat. Jika dilihat dari
TD 200/130 yang termasuk dalam hipertensi urgensi, tidak disarankan
menggunakan short-acting nifedipin karena dapat menurunkan TD dengan
cepat sehingga memiliki resiko iskemia. (GAC, HTN: Emergencies and
Urgencies)
e. Bisoprolol. Tidak disarankan untuk hipertensi krisis.
Untuk terapi UTI pada kehamilan yaitu : per oral amoxicillin 250-500 mg
tiap 8 jam sebagai pilihan utama selama 5-7 hari
Pustaka : Clinical guideline obstetric and gynaecology Urinary Tract
Infection: Antibiotic treatment
30+200 C dan 60+5% (C) -- Indonesia masukzona IV dengan long term trial
condition 300C/65% (ICH Climatic Zones)
karena tramadol rentan disalahgunakanda menurut BNF 66th ed, dosis
tramadol 50-100mg. Signa bila dibilang terlalu sering dari penggunaan
biasanya dan yang diresepkan dapat dikatakan terlalu banyak. Jadi, perlu
dikonfirmasi kembali ke dokter

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
80

81

82
83

c
B

CPOB 2012 jilid II p.662

Sistemudara
laminar
hendaklahmengalirkanudaradengankecepatanmerataantara 0,36 - 0,54
m/detik
Menurut DIH ed 17 parasetamol memiliki efek antipiretik dan analgetik
selain itu dapat juga digunakan sebagai antiinflamasi
25 : 10 = 2,5
mekanisme dari paclitaxel: (DIH 23rd edition, p 1545)
paclitaxel mendorong pemasangan mikrotubulus dengan meningkatkan aksi
dimer tubulin, menstabilkan mikrotubulus yang ada, dan menghambat
pembongkaran mikrotubulus, ikut ambil bagian pada proses akhir G 2 fase
mitosis, dan menghambat replikasi sel. di samping itu, obat ini dapat
mendistorsi spindle mitosis, mengakibatkan kerusakan kromosom.
paclitaxel juga dapat menekan proliferasi sel dan mengatur respon imun.
Proses mitosis :

Sel memiliki siklus sel. Siklus sel terdiri dari fase pembelahan sel/mitotik
(M) dan periode pertumbuhan yang disebut interfase. Interfase terdiri dari
tiga subfase, yaitu G1, S, dan G2, sebelum sel memasuki fase mitotik dan
siap membelah.
Tahap Interfase
Pada tahap interfase, sel dianggap istirahat dari proses pembelahan.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Meskipun demikian, sebenarnya tahap interfase merupakan tahap yang aktif
dan penting untuk mempersiapkan pembelahan. Persiapan berupa replikasi
DNA (melipatgandakan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan). Pada
umumnya, sebagian besar waktu hidup sel berada pada tahap ini.
Selanjutnya interfase dibagi lagi ke dalam fase gap-1 (G1), fase sintesis (S),
dan fase gap-2 (G2).
84

c. Hipertensi

85

b. etaNOL

86

87

Menurut Kemenkes RI, Buku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas


Kesehatan Dasar dan Rujukan, halaman 245 (2013)
Pemakaian kontrasepsi oral kombinasi esterogen dan progesteron dapat
menyebabkan peningkatan tekanan darah akibat terjadinya peningkatan
hormon esterogen dan progesteron dalam tubuh.
Poisoning & Drug Overdose, 6th ed., hal. 278-279
Mekanisme Toksisitas:
Metanol secara perlahan dimetabolisme oleh alkohol dehidrogenase untuk
formalin dan kemudian oleh aldehida dehidrogenase untuk asam format
(format). Asidosis sistemik disebabkan oleh format dan laktat, sedangkan
kebutaan disebabkan terutama oleh format. Baik etanol dan metanol
bersaing untuk dehidrogenase enzim alkohol, dan saturasi dengan blok
etanol metabolisme metanol untuk metabolit beracun.
Obat spesifik dan antidotum:
Fomepizole atau etanol mencegah pembentukan metabolit beracun metanol
Tujuan insulin intravena (iv) adalah menghambat glukoneogenesis (B)
Alasan :
Insulin bekerja pada reseptor ikatan membran yang spesifik pada jaringan
target untuk regulasi metabolisme karbohidrat, protein, lemak. Target
organ insulin yaitu liver, otot, jaringan adipose. Di dalam tubuh, insulin
mengubah glukosa menjadi glikogen, kemudian di hati dari glikogen
menjadi glukosa yang disebut proses glikogenolisis. Selain itu, terjadi
proses glukoneogenesis yaitu perubahan senyawa non kabohidrat (laktat,
gliserol, asam amino) menjadi glukosa. Sehingga pemberian insulin dapat
menghambat pembentukan glukosa, maka glukosa tidak tinggi di dalam
darah (DIH 23th ed, 2014, p 1095)
Pada teh dan kopi mengandung senyawa kafein. Kafein dan teofilin
merupakan golongan alkaloid xanthine (Mahapatra, 2010). [First
artificial acidic fluorescent receptors for caffeine and other
xanthine alkaloids]
Menurut Welsh (2010), Caffein merupakan bronkodilator yang lemah.
Secara kimia mirip dengan teofilin yang digunakan sebagai terapi
asma. (Cochrane Database Syst Rev. 2010 Jan 20;(1):CD001112. doi:
10.1002/14651858.CD001112.pub2)
Struktur kimia xantin, teofilin dan kafein:

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

88

89

(http://www.benbest.com/health/caffeine.html)
Jawaban: Alkaloid xanthine (golongan alkaloid)
DIpilihan jawaban ada pilihan (a) alkaloid dan (c) Xantin jadi bingung
dipilih yang mana
trebutalin: termasuk golongan SABA. hanya ada sediaan oral. (GINA 14,
p.28) ipratropium bromide hanya direkomendasikan untuk severe
exacerbations (GINA 14, p.58)
ICS: gunakan sebagai kontroler. (GINA 14, p.29) Oral kortikoid; hanya
direkomendasikan untuk severe exacerbations (GINA 14, p.58)
A number of factors may influence the response to digoxin andthus the
interpretation of digoxin assays. These include renal impairment, extremes
of age, thyroid disease, patient compliance, drug interactions, and
electrolyte disturbances.
Renal impairment and hypokalaemia are two of the most important factors
affecting dosage of digoxin and whenever plasma-digoxin concentrations
are assayed renal function and plasma potassium should also be measured.
Digoxin is mainly excreted unchanged in the urine by glomerular filtration
and tubular secretion; reabsorption also occurs.

90

e. Streptomisin

(Martindale 36th edition, page 1263-1264)


Streptomisin terbukti potensial teratogenik pada kehamilan. Streptomisin
dapat menyebabkan malformasi dan paralisis saraf ke delapan, dengan
kerugian mulai dari gangguan pendegaran ringan sampai tuli bilateral.
Rifampisin dipercaya aman pada kehamilan, walaupun dalam proporsi yang
masih belum diketahui, kemungkinan ada peningkatan resiko kelainan
perdarahan pada bayi yang baru lahir. Sedangkan penelitian lain
mengungkapkan ada kemungkinan pembentukan anggota tubuh yang tidak
sempurna. Tetapi dari kedua kecurigaan ini masih perlu di teliti lebih jauh.
INH aman digunakan pada masa kehamilan bahkan pada trimester pertama,
walaupun dapat menembus plasenta.
Pyrazinamide banyak dihindari oleh praktisi dikarenakan kurangnya data
yang mendukung mengenai efek teratogenik yang mungkin dapat
ditimbulkan. Saat ini, banyak organisasi internasional yang menyarankan
penggunaannya. Tidak ada laporan mengenai efek samping signifikan yang
terjadi selama penggunnannya terhadap ibu hamil.
Lotto O.M., Awowole I., 2012, Review Article : Tuberculosis in
Pregnancy, Journal Of Pregnancy, Article ID 379271.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
91

d.ISDN

Eritromisin tidak digunakan untuk terapi TB


a. Aspirin (sebagai anti platelet) ESC GUIDELINES p.2589
b. Propranolol ( gol B bloker yang digunakan untuk terapi jangka panjang
setelahSTEMI) ESC GUIDELINES p.2597
c. Simvastatin (sebagai lipid lowering therapy) ESC GUIDELINES p.2598
d. ISDN (untuk mengkontrol gejala angina) ) ESC GUIDELINES p.2598

92

DMARDs
BNF 67 pg.64
Kegunaan Sulfasalazine adalah untuk terapi kolitis ulseratif ringan sampai
sedang, dan berat, dan untuk maintenance of remission. Sulfasalazine juga
digunakan untuk penyakit Crohns aktif, rheumatoid arthritis.

NSAID
BNF 67 pg.689
Kegunaan Na Diklofenak adalah untuk mengatasinyeri dan inflamasi pada
penyakit rheumatik (termasuk juvenile idiopathic arthritis) dan penyakit
muskoskeletal lain; gout akut; nyeri paska operasi.

DMARDs
BNF 67 pg.702
Kegunaan Methotrexate adalah untuk mengatasi rheumatoid arthritis sedang
sampai berat; penyakit Crohns; penyakit malignant; psoriasis.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

KORTIKOSTEROID
BNF 67 pg.481
Kegunaan Prednisone adalah untuk mengatasi rheumatoid arthritis sedang
sampai berat.
Dari ke empat obat tersebut, semuanya dapat digunakan sebagai terapi
untuk rheumatoid arthritis. Untuk penanganan awal rheumatoid arthritis,
yang direkomendasikan adalah DMARDs (Methotrexate / Sulfasalazine) ,
untuk mengontrol tanda dan gejala rheumatoid arthritis (Sign Guideline.pg
5). Methotrexate dan Sulfasalazine menjadi pilihan karena efikasinya yang
lebih baik daripada toksisitasnya (Sign Guideline.pg 10). Pemberian
NSAID (Na Diklofenak) dapat mengatasi nyeri dan kekakuan pada
rheumatoid arthritis namun tidak memberikan pengaruh pada progesifitas
radiografik, dan perlu diperhatikan efek sampingnya yaitu gangguan
gastrointestinal(Sign Guideline.pg 7). Pemberian kortikosteroid
(Prednisone) pada rheumatoid arthritis menunjukkan adanya peningkatan
gejala rheumatoid arhtritis namun dapat juga menurunkan kerusakan
radiologikal. Pertimbangan atas resiko dan manfaat tersebut maka
direkomendasikan pemberian kortikosteroid dosis rendah dikombinasikan
dengan DMARDs untuk mengatasi tanda dan gejala rheumatoid arthritis
pada jangka pendek, dan meminimalkan kerusakan radiologikal pada jangka
panjang (Sign Guideline.pg 9).
Berdasarkan hal tersebut maka yang direkomendasikan adalah
Methotrexate / Sulfasalazine. Sebuah systematic review menemukan bahwa
penggunaan Methotrexate adalah yang paling baik. Sulfasalazine memiliki
tingkatan nilai sedikit dibawah Methotrexate dan memiliki efek samping
lebih banyak daripada Methotrexate (Donahue KE,et al. 2008).
Berdasarkan hal tersebut, maka pada kasus ini, obat yang
direkomendasikan untuk diberikan kepada pasien adalah Methotrexate (C).
PUSTAKA
BNF 67. 2014. British National Formulary 67thedition. Germany : BMJ
Group and the Royal PharmaceuticalSociety of Great Britain.
Donahue KE, Gartlehner G, Jonas DE, Lux LJ, Thieda P, Jonas BL, et al.
Systematic review: Comparative effectiveness and harms of diseasemodifying medications for rheumatoid arthritis. Ann Intern Med
2008;148(2):124-34.
Sign Guideline. 2011. Management of early rheumatoid arthritis.
Edinburgh: Scottish Intercollegiate Guidelines Network.
94

Sumber : Buku Goeswin Agoes Teknologi Bahan Alam Serial Farmasi

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Industri 2 Edisi Revisi). Tahun 2009. Halaman 43-44, 93-94.

95

b. solubilisasi

a.
Refluks
Refluks merupakan prosedur untuk mendapatkan ekstrak tanaman dengan
pemanasan menggunakan pelarut yang sesuai dengan titik didihnya dalam
waktu dan jumlah yang tertentu serta relatif konstan 3-5 kali dengan adanya
pendingin balik.
Caranya : Simplisia yang telah dicampur dengan pelarut yang sesuai
dipanas sehingga menguap, uap cairan tersebut menjadi molekul air karena
adanya pendingin balik dan kemudian air tersebut masuk ke dalam labu
tetapi tidak terjadi penarikan kembali.
b.
Maserasi
Maserasi merupakan prosedur yang sederhana untuk mendapatkan ekstrak
tanaman menggunakan pelarut yang sesuai pada suatu simplisia dengan
tanpa pemanasan .
Caranya : Simplisia direndam dengan menggunakan pelarut yang sesuai,
kemudian didapatkan ekstrak dari simplisia tersebut.
c.
Dekoktasi
Dekoktasi merupakan prosedur untuk mendapatkan ekstrak tanaman dengan
pemanasan suhu 90-980C menggunakan pelarut air selama 30 menit.
d.
Infus
Infus merupakan prosedur untuk mendapatkan ekstrak tanaman dengan
pemanasan suhu 90-980C dengan menggunakan pelarut air selama 15 menit.
e.
Sokletasi
Sokletasi merupakan prosedur untuk mendapatkan ekstrak tanaman dengan
cara
pemanasan
penyarian
berulang-ulang
atau
penyarian
berkesinambungan dengan pelarut yang sama dan sesuai.
Caranya : Simplisia yang telah dicampur dengan pelarut yang sesuai
dipanas sehingga menguap, uap cairan tersebut menjadi molekul air karena
adanya pendingin balik dan kemudian air tersebut masuk ke dalam labu
dan akan terjadi penarikan kembali
Istilah-istilah Kelarutan (Farmakope Indonesia ED III)
N

Istilah Kelarutan

Jumlah bagian pelarut di perlukan


untuk malarutkan 1 Gram zat

Sangat mudah larut

kurang Dari 1

Mudah larut

1 - 10

Larut

10 - 30

Agak sukar larut

Sukar Larut

Sangat Sukar Larut

1.000-10.000

Praktis Tidak larut

lebih dari 10.000

30-100
100-1.000

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kelarutan suatu zat


adalah:
1.
pH

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
2.
Temperatur
3.
Jenis pelarut
4.
Bentuk dan ukuran partikel
5.
Konstanta dielektrik pelarut
6.
Adanya zat-zat lain, misalnya surfaktan pembentuk kompleks ion
sejenis dan lain-lain
Cara Meningkatkan Kelarutan
Kelarutan suatu zat (solut) dapat ditingkatkan dengan berbagai cara,
antara
lain:
1.) Pembentukan Kompleks
Gaya antar molekuler yang terlibat dalam pembentukan kompleks
adalah gaya van der waals dari dispersi, dipolar dan tipe dipolar diinduksi.
Ikatan hidrogen memberikan gaya yang bermakna dalam beberapa
kompleks molekuler dan kovalen koordinat penting dalam beberapa
kompleks logam. Salah satu faktor yang penting dalam pembentukan
kompleks molekuler adalah persyaratan ruang. Jika pendekatan dan asosiasi
yang dekat dari molekul donor dan molekul akseptor dihalangi oleh faktor
ruang, kompleks akan atau mungkin berbentuk ikatan hidrogen dan
pengaruh lain harus dipertimbangkan. Polietilen glikol, polistirena,
karboksimetil-selulosa dan polimer sejenis yang mengandung oksigen
nukleofilik dapat berbentuk kompleks dengan berbagai obat. Semakin stabil
kompleks organik molekuler yang terbentuk, makin besar reservoir obat
yang tersedia untuk pelepasan. Suatu kompleks yang stabil menghasilkan
laju pelepasan awal yang lambat dan membutuhkan waktu yang lama untuk
pelepasan sempurna (Martin dkk, 1993).
Cara ini membuat pentingnya pembuatan kompleks molekuler.
Kompleks ini diartikan senyawa yang antara lain terbentuk melalui
jembatan hidrogen atau gaya dipol-dipol, juga melalui antar aksi hidrofob
antar bahan obat yang berlainan seperti juga bahan obat dan bahan
pembantu yang dipilih. Pembentukan kompleks sering dikaitkan dengan
suatu perubahan sifat yang lebih penting dari bahan obat, seperti ketetapan
dan daya resorbsinya, sehingga dalam setiap kasus diperlukan suatu
pengujian yang cermat dan cocok. Pembentukan kompleks sekarang banyak
dijumpai penggunaannya untuk perbaikan kelarutan, akan tetapi dalam
kasus lain juga dapat menyebabkan suatu perlambatan kelarutan.
2.) Penambahan Kosolven
Kosolven adalah pelarut yang ditambahkan dalam suatu sistem untuk
membantu melarutkan atau meningkatkan stabilitas dari suatu zat, cara ini
disebut kosolvensi. Cara ini cukup potensial dan sederhana dibanding
beberapa cara lain yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan dan
stabilitas suatu bahan. Penggunaan kosolven dapat mempengaruhi polaritas
sistem, yang dapat ditunjukkan dengan pengubahan tetapan dielektrikanya.
Kosolven seperti etanol, propilen glikol, polietilen glikol dan glikofural
telah rutin digunakan sebagai zat untuk meningkatkan kelarutan obat dalam
larutan pembawa berair. Pada beberapa kasus, penggunaan kosolven yang

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
tepat dapat meningkatkan kelarutan obat hingga beberapa kali lipat, namun
bisa juga peningkatan kelarutannya sangat kecil, bahkan dalam beberapa
kasus penggunaan kosolven dapat menurunkan kelarutan solut dalam
larutan berair. Efek peningkatan kelarutan terutama disebabkan oleh
polaritas obat terhadap solven (air) dan kosolven. Pemilihan sistem
kosolven yang tepat dapat menjamin kelarutan semua komponen dalam
formulasi dan meminimalkan resiko pengendapan karena pendinginan atau
pengenceran oleh cairan darah. Akibatnya, hal ini akan mengurangi iritasi
jaringan
pada
tempat
administrasi
obat.
3.) Penambahan Surfaktan
Surfaktan atau zat aktif permukaan adalah molekul yang struktur
kimianya terdiri dari dua bagian dan mempunyai perbedaan afinitas
terhadap berbagai pelarut yaitu bagian hidrofobik dan hidrofilik. Bagian
hidrofobik terdiri dari rantai panjang hidrokarbon terhalogenasi atau
teroksigenasi, bagian ini mempunyai afinitas terhadap minyak atau pelarut
non polar, sedangkan bagian hidrofilik dapat berupa ion, gugus polar, atau
gugus-gugus yang larut dalam air. Oleh karena itu surfaktan seringkali
disebut ampifil karena mempunyai afinitas tertentu baik terhadap pelarut
polar maupun non polar. Surfaktan secara dominan terhadap hidrofilik,
hidrofobik atau berada di antara minyak air. Ampifilik merupakan sifat dari
surfaktan yang menyebabkan zat terabsorpsi pada antarmuka, apakah
cair/gas, atau cair/cair. Agar surfaktan terpusat pada antarmuka, harus
diimbangi dengan jumlah gugus-gugus yang larut air dan minyak. Bila
molekul terlalu hidrofilik atau hidrofobik maka tidak akan memberikan efek
pada antarmuka. Adsorpsi molekul surfaktan di permukaan cairan akan
menurunkan tegangan permukaan dan adsorpsi di antara cairan akan
menurunkan tegangan antarmuka.
Penggunaan surfaktan pada kadar yang lebih tinggi akan berkumpul
membentuk agregat yang disebut misel. Selain itu pada pemakaiannya
dengan kadar tinggi sampai Critical Micelle Concentration (CMC)
surfaktan diasumsikan mampu berinteraksi kompleks dengan obat tertentu
selanjutnya dapat pula mempengaruhi permeabilitas membran tempat
absorbsi obat karena surfaktan dan membran mengandung komponen
penyusun yang sama. Sifat terpenting misel adalah kemampuannya untuk
menaikkan kelarutan zat-zat yang biasanya sukar larut atau sedikit larut
dalam pelarut yang digunakan. Proses ini disebut solubilisasi yang
terbentuk antara molekul zat yang larut berasosiasi dengan misel surfaktan
membentuk larutan yang jernih dan stabil secara termodinamika.
Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus
diberikan sejajar dengan permukaan cairan untuk mengimbangi tarikan ke
dalam. Tegangan antarmuka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat
antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur, dan seperti tegangan
permukaan mempunyai satuan dyne/cm. Tegangan antarmuka selalu lebih
kecil daripada tegangan permukaan karena gaya adhesif antar dua fase cair
yang membentuk suatu antarmuka adalah lebih besar daripada bila suatu
fase cair dan suatu fase gas berada bersama-sama. Apabila dua cairan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
bercampur dengan sempurna, tidak ada tegangan antarmuka yang terjadi.
Surfaktan terbagi menjadi :
a. surfaktan anionik
Surfaktan yang larut dalam air dan berionisasi menjadi ion negatif dan
ion positif. Ion negatif bertindak sebagai surfaktan misalnya Natrium lauril
sulfat.
b. surfaktan kationik
Surfaktan yang larut dalam air, berionisasi menjadi ion negatif dan ion
positif. Ion postif bertindak sebagai surfaktan, misalnya N-setil n-etil
morfolium
etosulfat.
c. surfaktan amfoter
Surfaktan yang molekulnya bersifat amfoter, misalnya : Asil
aminopropiona, Imidazolinum betaine.
d. surfaktan nonionik
Surfaktan non ionik adalah surfaktan yang larut dalam air tetapi tidak
berionisasi, misalnya : tween dan span (Martin dkk, 1993).
4) mengecilkan ukuran partikel
Contoh: dengan pengayakan
Solubilisasi
Solubilisasiadalah suatu bentuk sediaan yang berupa cairatau semi
padat, jernih dan bersifat isotrop yangterdiri dari inkorporasi atau larutan di
dalam airsuatu zat yang tidak larut atau sedikit larutdalam air dengan
bantuan suatu surfaktan(Swarbrick and Boylan, 1996).Cara ini
dapatmempermudah para farmasis untuk membuatsediaan berupa larutan di
dalam air dari zat-zatyang tidak larut atau sangat sedikit larut didalam air,
dengan pertolongan suatu surfaktan(Aulton, 1990).
96

97

C 10 tablet

98

Tujuanpemberiandarikalsiumkarbonasadalah. (Martindale 36thed, p


1714)
a. Penghambatfosfat
b. Antasida
c. SuplemenKalsium : padakeadaandefisiensidanmanagemenuntuk
osteoporosis
d. Stabilitasjantung
e. Menghindariasidosis
Amlodipin :untukhipertensi, profilaksisuntuk angina (BNF 61, p 128)
Captopril :untukhipertensi, HF, miokardialinfark, diabetic nefropati
(Martindale 36thed, p 1239).
Kekuatan tablet prednisone= 5 mg
jumlah tablet prednisone yang diperlukan: ((8 mg x 6 ) / 5 mg) x 1 tablet =
9,6 tablet 10 tablet
OBAT
MEKANISME AKSI
Cholestyramine,
colestipol, - Meningkatkan
katabolisme
colesevelam
LDL
- Menurunkan
absorpsi

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

99

kolesterol
Niacin
- Menurunkan sintesis LDL dan
VLDL
Gemfibrosil, fenofibrate clofibrate - Meningkatkan
clearance
VLDL
- Menurunkan sintesis VLDL
Lovastatin,
pravastatin, - Meningkatkan
katabolisme
simvastatin,
atorvastatin,
LDL
rosuvastatin
- Menghambat sintesis LDL
Ezetimibe
- Menghambat
absorpsi
kolestrol yang melewati
dinding intestin.
Pustaka :Dipiro, J.T. 2008. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic
Approach ed. 7. USA: The MacGraw-Hill Companies, Inc
Rekomendasi yang dapat diberikan diantaranya :
1. Oxygen
: Dapat diberikan kepada pasien jika saturasi oksigen
arterial kurang dari 90%, gangguan pernapasan atau beresiko tinggi
lainnya terjadi hipoksemia. Clopidogrel dapat direkomendasikan
dengan pemberian oksigen pada semua pasien NSTEMI-ACS pada
6 jam pertama setelah serangan untuk mengurangi hipoksemia
(Level of Evidence : C).
2. Nitrat
: Pasien dengan diagnosis NSTEMI-ACS dan
mengeluhkan nyeri iskemia yang berkelanjutan dapat diberikan
nitroglycerin sublingual dengan dosis (0.3 mg 0.4 mg) selama 5
menit dan dapat ditingkatkan menjadi 3 dosis (Level of Evidence :
C). Nitroglycerin intravena dapat diindikasikan untuk pasien
NSTEMI-ACS dengan terapi penyakit penyerta seperti iskemi, gagal
jantung atau hipertensi (Level of Evidence : B).
Nitrat merupakan obat vasodilator pada endothelium-independen
dengan efek perifer dan pembuluh darah vascular, dengan cara
melebarkan (vasodilatasi) pembuluh darah, menurunkan preload
jantung dan melenturkan dinding ventrikel.
Nitrogliserin intravena dapat diberika pada pasien dengan gagal
jantung, hipertensi atau gejala yang tidak dapat membaik dengan
pemberian nitrogliserin sublingual atau pemberian beta bloker
(Level of Evidence : B).
Efek samping penggunaan nitrat diantaranya sakit kepala dan
hipotensi.
Nitrat tidak dapat diberikan pada pasien hipotensi atau pasien yang
menerima fosfodiesterase inhibitor khusunya selama 24 jam untuk
obat sildenafil atau vardenafil dan atau selama 48 jam untuk obat
tadafil karena dapat menyebabkan infark ventrikel kanan (Level of
Evidence : B).
3. NSAID (Morfin)
: Morfin memiliki efek analgesic yang kuat
serta efek anxiolytic dan memiliki efek yang menguntungkan pada
proses hemodinamik pada pasien dengan NSTEMI-ACS. Ini dapat

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
menyebabkan venodilatasi dan menurunkan denyut jantung dan
tekanan darah sistolik. Dapat diberikan dengan dosis 1 5 mg
secara intravena dan dapat diberikan bersama nitrogliserin intravena
dengan melakukan monitoring tekanan darah. Dosis dapat diulangi
setiap 5-30 menit untuk mengatasi gejala dan menjaga kenyamanan
pasien.
Efek samping yang dapat terjadi diantaranyakonstipasi, mual dan
atau muntah dapat terjadi pada lebih dari 20 pasien, hipotensi dan
depresi pernapasan yang merupakan komplikasi serius dalam
penggunaan morfin (Level of Evidence : B).
4. Beta bloker : Beta bloker oral dapat diberikan pada 24 jam
pertama pada pasien yang tidak memiliki diantaranya : a) gejala
gagal jantung, b) resiko peningkatan terhadap syok kardiogenik,
atau c) kontraindikasi lainnya dalam penggunaan beta bloker (Level
of Evidence : A).
Pemberian beta bloker secara intravena sangat berbahaya jika
diberikan pada pasien NSTEMI-ACS karena dapat menyebabkan
faktor resiko syok (Level of Evidence : B).
Beta bloker dapat menurunkan nadi, kontraktilitas dan tekanan darah
yang dihasilkan dari penurunan MVO2. Obat golongan dapat
menurunkan iskemia myocardial, reinfark dan frekuensi yang
kompleks pada disaritmia ventrikel dan meningkatkan kelangsungan
hidup pasien.
Beta bloker perlu diberikan secara hati-hati jika dikombinasi dengan
ACEi atau ARB pada pasien dengan kondisi gagal jantung.
Pasien dengan kondisi COPD atau riwayat asma, beta bloker tidak
dikontraindikasikan jika tidak ada bronkospasme secara aktif, dan
dapat diberikan beta bloker yang selektif terhadap reseptor beta-1
dan dimulai dengan dosis rendah.
5. CCB
: Pasien NSTEMI-ACS dengan serangan iskemia
menerus atau berulang dan dikontraindikasikan dengan pemberian
beta bloker, CCB nondihidropiridin seperti verapamil atau diltiazem
dapat diberikan dengan dosis awal terapi tanpa ada tanda klinis yang
signifikan terhadap disfungsi ventrikel kiri, dapat meningkatkan
resiko syok kardiogenik (Level of Evidence : B).
Nifedipin tidak dapat diberikan pada pasien dengan NSTEMI-ACS
tanpa adanya terapi beta bloker (Level of Evidence : B).
CCB dibagi dalam dua golongan yaitu dihidropiridin dan
nondihidropiridine. Dimana dihidropirine seperti nifedipine dan
amlodipine dapat menghasilkan efek vasodilatasi pembuluh darah
perifer yang dapat ditandai dengan efek langsung yang sedikit pada
kontraktilitas, konduksi antrioventrikular dan nadi. Golongan
nondihidropiridine seperti diltiazem dan verapamil dapat
memberikan efek inotropic negative dan kronotropik negative dan
efek dromotropik. Semua golongan CCB umumnya memberikan
efek vasodilatasi dan dapat diberikan pada dengan kondisi angina

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
vasospastik. Verapamil dan diltiazem dapat menurunkan reinfark
pada pasien tanpa disfungsi ventrikel kiri namun tidak pada semua
studi. Verapamil dapat bermanfaat untuk mengurangi angka
kejadian jangka panjang setelah terjadi IMA pada pasien hipertensi
tanpa disfungsi ventrikel kiri dan pada pasien dengan infark miokard
dan gagal jantung yang mendapatkan ACEi.
6. Statin
: Intensitas tinggi pada terapi statin untuk terapi awal
atau lanjutan pada semua pasien dengan kondisi NSTEMI-ACS dan
tidak dikontraindikasikan dalam penggunaannya (Level of Evidence
: A).
Terapi dengan statin pada pasien NSTEMI-ACS dapat mengurangi
tingkat terjadinya faktor resiko infark miokard secara berulang,
kematian akibat penyakit jantung coroner, dibutuhkan juga pada
kondisi revaskularisasi miokardial dan stroke.
7. ACEi
: ACEi dapat dimulai dan dilanjutkan terus menerus
pada semua pasien dengan LVEF kurang dari 0.40 dan dengan
hipertensi, DM, atau Penyakit ginjal kronik, kecuali kontraindikasi
(Level of Evidence : A).
ACEi dapat menurunkan angka kematian pada pasien dengan infark
miokard akut terutama pada pasien dengan disfungsi ventrikel kiri
(LVEF < 0.40) dengan atau tanpa kongestif pulmonary. Pada pasien
dengan fungsi ventrikel kiri normal (termasuk pasien dengan DM),
kematian total dan termasuk gagal jantung dapat dikurangi.
ACEi perlu diberikan secara hati-hati pada 24 jam pertama pada
pasien infark miokard akut, karena dapat menyebabkan hipotensi
atau disfungsi ginjal. Pada pasien dengan gejala signifikan gangguan
ginjal, untuk menstabilkan fungsi fungsi ginjal sebelum memulai
terapi ACEi atau ARB, dengan evaluasi ulang serum kreatinin
setelah pemberian obat. Kombinasi antara ACEi dan ARB dapat
meningkatkan adverse event.
8. ARB
: Penggunaan golongan ini dapat direkomendasikan
pada pasien dengan kondisi gagal jantung atau infark miokard
dengan LVEF kurang dari 0.40 dan jika pada terapi ACEi tidak
berhasil (toleran) (Level of Evidence : A).
9. Aldosterone inhibitor : Dapat direkomendasikan pada pasien pasca
infark miokard tanpa gejala signifikaan gangguan ginjal (kreatinin >
2.5 mg/dl pada laki-laki atau > 2.0 mg/dl pada wanita) atau
hyperkalemia (K+ > 5.0 mEq/L) dan menerima dosis terapi ACEi
dan beta bloker dan LVEF 0.40 atau kurang, DM atau gagal jantung
(Level of Evidence : A).
10. Antiplatelet : Aspirin chewable dengan dosis 162 mg smpai 325
mg dapat diberikan pada semua pasien dengan NSTEMI-ACS tanpa
kontraindikasi dan diberikan sesegera mungkin dengan dosis
pemeliharaan yang harus dilanjutkan (Level of Evidence : A).
Aspirin merupakan pilihan pertama pada pasien NSTEMI-ACS dan
mengurangi serangan berulang dan kematian. Loading dose aspirin

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
non enteric coated yaitu 162 325 mg untuk terapi awal antiplatelet.
Kemudian dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan yaitu 81 162 mg
per hari, dan dosis dapat ditingkatkan hingga 325 mg per hari jika
dibutuhkan.
Kebanyakan NSAID reversible mengikat COX 1 dan mencegah
penghambatan oleh aspirin dan COX 2 dapat menyebabkan efek
protrombotik. Enteric coated aspirin harus dihindari karena dapat
menunda pelepasan dan mengurangi penyerapan. Aspirin juga dapat
meningkatkan resiko perdarahan.
Pasien dengan NSTEMI-ACS yang tidak dapat menerima aspirin
akibat hipersensitif atau gangguan saluran pencernaan, dapat
diberikan loading dose clopidogrel dan dilanjutkan dengan dosis
pemeliharaan harian (Level of Evidence : B). dosis clopidogrel 300
600 mg untuk loading dose dan dilanjutkan 75 mg untuk dosis
harian (Level of Evidence : B).
Pemberian clopidogrel dengan aspirin memiliki efek yang baik
dibandingkan pemberian aspirin tunggal untuk mengurangi insiden
kematian kardiovaskular dan kejadian infark miokard atau stroke
atau keduanya akut dan selama 11 bulan berikutnya. Ada resiko
peningkatan perdarahan jika dikombinasi dengan clopidogrel.
Guideline AHA/ACC. 2014. Guideline for the Management of
Patients With Non-ST Elevatiom Acute Coronary Syndromes; P.
360-365
100

D
Parameter
HDL (mg/dL)

Nilai Normal
pria: >40
wanita: >50
<100
<150

Sedang

Nilai tdk normal

LDL (mg/dL)
100 129
130
TRIGLISERIDA
150 - 199
200
(mg/dL)
a. Cleveramin
b. Ezetimibe : untuk mengurangi total kolesterol, kolesterol
LDL, kolesterol non HDL, dan apolipoprotein B (apo B) pada
pasien dengan hiperlipidemia primer
c. Fenofibrate : untuk kondisi hiperkolesterol dan mixed
dislipidemia, severe hipertrigliserid
d. Statin : untuk hiperlipidemia dan merupakan obat yang paling
efektif dalam menurunkan kolesterol LDL
e. Simvastatin : untuk pasien dengan CHD (Coronary Heart
Disease) atau high risk CHD dan dapat untuk memulai
simultan dengan diet
Daftar Pustaka :
Drugs.com diakses tanggal 27 agustus 2015

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
101

Pada sediaan amoksisilin 500mg logo yang harus dicantumkan dalam


kemasan yaitu lingkaran merah dengan tanda K. Amoksisilin termasuk
golongan obat keras karena bila penggunaan amoksisilin dalam jangka
panjang akan mengakibatkan resistensi terhadap antibiotik amoksisilin.
Selain itu Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan jamur atau
superinfeksi bakteri , termasuk diare C. difficile-associated diarrhea
(
CDAD ) dan kolitis pseudomembran ; CDAD telah diamati > 2 bulan pada
pengobatan postantibiotic
( Drug Interaction Handbooks ed 2009th)

103

d. Norethisterone

104

karena dari literatur yang ada untuk preparat yang dapat digunakan sebagai
penunda haid adalah norethisteron.
a. Epimegastrol: b. Estradiol valerat: estrogen endogen, mengurangi lepasnya hormon
gonadotropin dan luteinizing dari hypothalamus, mengurangi lepasnya
hormon gonadotropin dari pituitary, meningkatkan sintesa DNA, RNA
dan beberapa macam protein di jaringan (Medscape).
Dosis gejala menopause, 1-2 mg sehariterusmenerusdimulaipadahari 1
menstruasi
(atausetiapsaatjikasiklustelahberhentiataujarangterjadi);
profilaksis
osteoporosis2
mg
per
hariterusmenerus;
dengansiklusprogestogenuntuk
12-14
harisetiapsiklus
pada
rahimwanita(BNF Ed 68, 2014 Hal: 495).
Sebagai terapi sulih hormon, untuk defisiensi estrogen yang disebabkan
menopause atau kastrasi. pencegahan osteoporosis. (MIMS, 2008/2009
Hal: 150).
c. Nomegestrol: Gejala yang berhubungan dengan defisiensi progesteron,
perdarahan uterin fungsional & menoragia pda fibroma, endometriosis,
dismenore, terapi hormon pengganti dikombinasi dengan estrogen. Dosis
5mg/hr selama 10 hr per siklus haid (dari hari ke 16-25) (MIMS,
2008/2009 Hal: 149).
d. Norethisteron: Testosterone analogues. Perdarahan disfungsional,
amenore primer & sekunder, sindrom pra-menstruasi, mastopati siklik,
pengaturan waktu menstruasi, endometriosis. Dosis untuk pengaturan
haid: 1 tab (5mg) 2-3x/hr tdk lebih dari 10-14 hr dimulai 3 hr sebelum
menstruasi yang diharapkan (MIMS, 2008/2009 Hal: 150). Dosis
penundaan haid: per oral, 5 mg 3 kali sehari mulai 3 hari sebelum onset
diharapkan (menstruasi terjadi 2-3 hari setelah berhenti) (BNF 68, 2014
Hal: 498).
Spirasteron: Kelas A: Zona untuk kegiatan yang berisiko tinggi, misal zona pengisian,
wadah tutup karet, ampul dan vial terbuka, penyambungan secara aseptis.
Umumnya kondisi ini dicapai dengan memasang unit aliran udara laminar
(laminar air flow) di tempat kerja. Sistem udara laminar hendaklah
mengalirkan udara dengan kecepatan merata berkisar 0,36 0,54 m/detik
(nilai acuan) pada posisi kerja dalam ruang bersih terbuka.
Keadaan laminar yang selalu terjaga hendaklah dibuktikan dan divalidasi.
Aliran udara searah berkecepatan lebih rendah dapat digunakan pada
isolator tertutup dan kotak bersarung tangan.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Kelas B: Untuk pembuatan dan pengisian secara aseptis, Kelas ini adalah
lingkungan latar belakang untuk zona Kelas A.Kelas C dan D: Area bersih
untuk melakukan tahap proses pembuatan yang mengandung risiko lebih
rendah.
Contoh kegiatan untuk produk dengan sterilisasi akhir (lihat Butir 28 -30)
A
Pengisianproduk, bilaadarisiko di luarkebiasaan
C
D

A
C
D

Pembuatanlarutan, bilaadarisiko di luarkebiasaan.


Pengisianproduk
Pembuatanlarutandanpenyiapankomponenuntuk
prosespengisianselanjutnya
Contohkegiatanpembuatansecaraaseptis
(lihatButir 31 -35)
Pembuatandanpengisiansecaraaseptis
Pembuatanlarutan yang akandisaring
Penanganankomponensetelahpencucian

Komponen, setelah dicuci, hendaklah ditangani di lingkungan minimal


Kelas D. Penanganan bahan awal dan komponen steril, kecuali pada proses
selanjutnya untuk disterilisasi atau disaring dengan menggunakan filter
mikroba, hendaklah dilakukan di lingkungan Kelas A dengan latar belakang
Kelas B.
Proses pembuatan larutan yang akan disterilisasi secara filtrasi hendaklah
dilakukan di lingkungan Kelas C; bila tidak dilakukan filtrasi, penyiapan
bahan dan produk hendaklah dilakukan di lingkungan Kelas A dengan latar
belakang Kelas B.
Penanganan dan pengisian produk yang dibuat secara aseptis hendaklah
dilakukan di lingkungan Kelas A dengan latar belakang Kelas B.
Transfer wadah setengah-tertutup, yang akan digunakan dalam proses bekukering (freeze drying) hendaklah, sebelum proses penutupan dengan stopper
selesai, dilakukan di lingkungan Kelas A dengan latar belakang Kelas B
atau dalam nampan transfer yang tertutup di lingkungan Kelas B.
Pembuatan dan pengisian salep, krim, suspensi dan emulsi hendaklah
dilakukan di lingkungan Kelas A dengan latar belakang Kelas B, apabila
produk terpapar dan tidak akan disaring.
Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik 2012 Hal: 16, 90, 93
105
106

B. BELUM ADA
RESEP
Methotrexate obat golongan DMARD (Disease Modifying Anti-Rheumatic
Drugs) merupakan analog asam folat akan melewati pembuluh darah
dimana ketika sel darah menangkap gugus dari methotrexate dan berperan
sebagai analog asam folat lalu bersaing dengan reseptor folat kemudian

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

107

108

109

110

111

masuk kejalur asam folat. Memasuki sel melalui mekanisme transpor aktif
dan difusi terfasilitasi. Folat berkurang yang terlibat dalam sintesis dari
purin dan pirimidin. Mensintesis AMP dan GMP membentuk sintesis DNA
dan RNA menyebabkan poliferasi sel terutama leukosit yang membawa
methotrexat akan menghambat terjadinya inflamasi secara perlahan.
Sehingga dengan penambahan asam folat dari luar akan menjaga kebutuhan
folat dalam tubuh tetap tersedia dalam memenuhi sintesis dari purin dan
pirimidin.Selain itu asam folat digunakan untuk mengurangi risiko efek
samping dari penggunaan methotrexate yaitu efek samping saluran cerna
(mual, muntah, nyeri perut) diikuti stomatis , abnormalitas fungsi hati,
supresi sumsum tulang alopesia. Sehingga dokter memberikan kombinasi
dengan asam folat atau asam folinat (KODA-KIMBLE Ed 10 th)
Berdasarkanpustaka Applied Pharmacology for the Dental Hygienist
tahun
2011
Pengarang
Elena
Bablenisbahwaantiseptikdanantibiotikuntukpengobatanradangdaninfeksilok
alpadatenggorokandapatdibuatdenganFormulasi
Lozenges.Lozenges
terdisintegrasipelan-pelan, sehinggabertahan lama dalamronggamulut
Antasida : untuk menetralisir asam lambung & menghilangkan rasa sakit
akibat >> asam lambung OWA 1 (maks. 20 tablet)
Simetidin / ranitidin / famotidin : jika pemberian antasida tidak adekuat
Omeprazole : untuk menghambat kerja H. pylori dengan menutup kerja
pompa-pompa dari sel dilambung yang menghasilkan asam lambung
sehingga asam lambung berkurang. OWA 2 (maks. 7 tablet)
Amoxicillin 500 mg (antibiotik, gol. Obatkeras)
Tanda/logo
padakemasanluardus
:Tandabulatandenganlingkaranhitamwarnamerahdengantulisan K

B. Meningkatkan (http://www.webmd.com/drugs/2/drug-3721/dulcolax-oral/details
dan
peristaltik usus
http://www.drugs.com/cdi/bisacodyl.html diakses 27-8-2015 pk 13:15,
menyebutkan : bisacodyl merupakan stimulan laksatif, bekerja dengan
meningkatkan pergerakan usus/ peristaltik usus, membangtu tinja untuk
keluar)
C. MEMBANTU Informasi produk obat tradisional sesuai dengan UU No. 36 Tahun 2009
MEREDAKAN
tentang Kesehatan, yaitu iklan harus:
BATUK
Objektif, yaitu harus apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi atau
ditambahkan.
Tidak menyesatkan, yaitu tidak merangsang seseorang untuk memakai
secara berlebihan.
Lengkap, yaitu informasi yang diberikan harus lengkap meliputi
komposisi, indikasi, dosis, konta indikasi, efek samping.
Dilarang menggunakan kata: Super, ultra, istimewa, top, tokcer,
cespleng, manjur, atau kata lain yang semakna.
Menyatakan khasiat dan kegunaan yang berlebihan.
Janji pasti sembuh.
Dilarang iklan obat tradisional yang menyatakan berkhasiat untuk atau
mencegah penyakit kanker, TBC, polio, penyakit kelamin, impotensi,

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

112

thypus, kolera, hipertensi, diabetes, lever, dan penyakit lain yang


ditetapkan Menteri Kesehatan RI.
(KEPMENKES RI No. 386 Tahun 1994 tentang Pedoman Periklanan Obat
Bebas, Obat Tradisional, Alkes, Kosmetika, Perbekalan Rumah Tangga,
serta Makanan dan Minuman)
Jawaban : Metronidazole
(Ready to Use, STD Curriculum for clinical educators vaginitis
modul, Dept of Health & Human Service, USA, July 2013) dan
(Screening and management of tricomonaiasis, Vulvovaginal
candidiasis dan bacterial vaginosis, SOGC clinical practice guideline,
2015)
Vaginitis terdapat 3 macam Jenis nya yaitu : Bacterial Vaginosis (BV) ;
Vulvovaginal Candidiasis (VVC); Tricomoniasis
Penyebab : variasi normal psikologis ; reaksi alergi, seperti : spermisida,
deodorant ; Herpes Simplex Virus (HPV) ; infeksi karena Chlamydia
trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae ; Atropic vaginitis (terdapat laktat
dan wanita menopause dan ada hubungannya dengan adanya kekurangan
hormone estrogen ; Vulvar vestibulitis ; Lichen simplex yang kronis ; lichen
sclerosis (pruritis) ; deskuamasi inflamasi vaginitis.

Perbedaan BV, candidiasis, trichomonas

Mikroorganisme : Haemophilus, Gardnella vaginalis , Bacteroides,


Mycoplasma, Homonis, Mobiluncus, Protella sp
Pengobatan :
Rekomendasi : - Tablet Metronidazole 500mg, 2x sehari selama 7 hari

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

Alternatif :

114

- Gel Metronidazole 0,75% , 1 apllikator penuh (5g)


gunakan 1 2 x sehari selama 5 hari. (jika 1 x sehari,
gunakan saat menjelang tidur)
- Tablet Metronidazole 2 g 1 x sehari
-Tablet Clindamycin 300mg 2x sehari selama 7 hari.

(The Daschner Guide to In-Hospital Antibiotic Therapy, Springer,


2012)
Metronidazole : Spectrum: Anaerobes (Bacteroides fragilis, clostridia and
anaerobic cocci), trichomonads, lambliae, amoebas
Nistatin : Spectrum: Candida species, Blastomyces species, Coccidioides
immitis, Cryptococcus neoformans, Histoplasma capsulatum and Aspergillus species; inactive against dermatophytes and actino- mycetes
Amoksisilin : Spectrum: Gram-positive (not S. aureus) and Gram-negative
bacteria (H. inuenzae: ca. 10% resistance)
Ciprofloxacin : Spectrum: Nearly all Gram-positive and Gram-negative
pathogens, in- cluding H. inuenzae, salmonellae, shigellae, Yersinia,
Campy- lobacter, neisseriae, legionellae, Ps. aeruginosa; not anaerobes.
Only moderate efficacy against enterococci, strepto- cocci, pneumococci,
staphylococci
Azitromisin : Spectrum: Staphylococci, streptococci, pneumococci,
Corynebacterium diphtheriae, mycoplasmas, Bordetella pertussis,
legionellae, chlamydiae, H. inuenzae, Moraxella catarrhalis, gonococci,
Borrelia burgdorferi, Campylobacter, relatively frequently re- sistant
staphylococci
Pilihan antibiotik :
- Bakteri Gardnella vaginalis : Metronidazole (First
choice) & clindamisin (second choice)
Bacteroides fragilis : Metronidazole (first choice), Piperacillin/tazobactam,
ampicillin/sulbactam, amoxicillin/clavulanate (second choice)
A.
Managemen (Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Permenkes no 35 tahun 2014,
Sumber
Daya bab VI halaman 17)
Manusia
Sumber Daya Manusia
Pelayanan kefarmasian di Apotek diselenggarakan oleh Apoteker, dapat
dibantuk oleh Apoteker pendamping dan/atau Tenaga Teknis Kefarmasian
yang memiliki Surat Tanda Registrasi, Surat Izin Praktik atau Surat Izin
Kerja.
Dalam melakukan pelayanan kefarmasian Apoteker harus memenuhi
kriteria:
1. Persyaratan Administrasi:
2. Menggunakan atribut praktek antara lain baju praktik, tanda pengenal.
3. Wajib mengikuti pendidikan berkelanjutan / Continuing Professional
Development (CPD) dan mampu memberikan pelatihan yang
berkesinambungan.
4. Apoteker harus mampu mengidentifikasi kebutuhan akan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

115

116

c.Tingkat
kandungan
senyawa anorganik

117

pengembangan diri, baik melalui pelatuhan, seminar, workshop,


pendidikan berkenjutan atau mandiri.
5. Harus memahami dan melaksanakan serta patuh terhadap peraturan
perundang-undangan, sumpah Apoteker, standar profesi (standar
pendidikan, standar pelayanan, standar kompetensi dan kode etik)
yang berlaku.
[BNF 62]
Metformin
Efek samping : mual, muntah, nyeri perut
KIE yg wajib d berikan, BNF appendix 3 p 947 and 940 (poin 21) take
with or just after food, or meal To be used on preparations that liable to
cause gastric irritation, or those that are better absorbed with food. Pateint
should be advised that a small amount of food is sufficient.
Kadar abu merupakan parameter yang menunjukan keberadaan dari
mineral-mineral yang terkandung dalam ekstrak. Pada penetapan kadar abu,
semua senyawa organik akan dioksidasi menjadi unsur-unsurnya sedangkan
mineral-mineral akan diubah menjadi bentuk oksidanya. Hasil dari
pengabuan kemudian ditetapkan berapa kandungan dari abu yang tidak larut
dalam pelarut asam.
Sumber: Ansel,H.C., (1989). Pengatar Bentuk sediaan Farmasi. Edisi 4. UI
Press. Jakarta.
Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia . Edisi III . Departemen
Kesehatan RI.Jakarta
Padasoal
Xanax
tablet
merupakangolonganNarkotika,
tapipadaPermenkes Xanax tablet merupakamgolonganPsikotropika.
MenurutUndang-undangRepublik Indonesia no 5 tahun 1997
tentangPsikotropika,
padapasal
14
disebutkanbahwaPenyerahanpsikotropikaolehapotek,
rumahsakit,
puskesmas,
danbalaipengobatansebagaimanadimaksudpadaayat
(1)dilaksanakanberdasarkanresepdokter. JadiJawabannya : C
PUSTAKA :Undang-undangRepublik Indonesia No 5 tahun
1997 TentangPsikotropika.

118. c. Fitofarmaka
119

Menurut Farmakope Indonesia Edisi 3, Salep adalah sediaan setengah padat


yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus
larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.
- Basis larut air, sifatnya adalah water soluble and washable. Contoh:
Polyethylen Glycol ointment
- Basis anhidrous, sifatnya melunakkan lapisan kulit (emollient)
karena occlusive (meninggalkan lapisan dipermukaan kulit), dapat
mengabsorbsi air sekitar 5%. Contoh : Hydrophilic Petrolatum,
Anhydrous Lanolin (adeps lanae).
- Basis tipe o/w, bersifat dapat dicuci dengan air.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
-

120

D. Kodein

121

B Apoteker
menjalankan
Pharmaceutical
Care

Basis oleaginous, sifatnya melunakkan lapisan kulit (emollient)


karena occlusive (meninggalkan lapisan dipermukaan kulit)
sehingga akan meningkatkan hidratasi kulit dengan menghambat
penguapan air pada lapisan kulit dan dapat mengabsorbsi air sekitar
3% dan susah dicuci dengan air. Contoh : Vaselin, White
Petrolatuml paraffin, White Ointment.
(Farmakope Indonesia edisi 3)
a. Ipratopium: GI disturbance meliputi Dispepsia, nausea, xerostomia, taste
perversion (DIH ed 23 p 1111)
b. Albuterol: GI disturbance meliputi Diare, dyspepsia, gastroenteritis,
nausea, vomiting, xerostomia, sulit kencing (DIH ed 23 p. 61)
c. Fluticasone: GI disturbance meliputi Oral candidiasis (DIH ed 23 p 893)
d. Kodein: GI disturbance meliputi Abdominal pain, anorexia, biliary tract
spasm, konstipasi, diare, nausea, pancreatitis, vomiting, xerostomia (DIH
ed 23 p 483)
e. Eritomisin: GI disturbance meliputi abdominal pain, anorexia, diare,
nausea, oral candidiasis, pancreatitis, vomiting (DIH ed 23 p 742)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun
2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian menyatakan bahwa sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kefarmasian
telah terjadi pergeseran orientasi Pelayanan Kefarmasian dari pengelolaan
obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang komperehensif
(Pharmaceutical Care) dalam pengertian tidak saja sebagai pengelola obat
namun dalam pengertian yang lebih luas mencakup pelaksanaan pemberian
informasi untuk mendukung penggunaan obat yang benar dan
rasional,monitoring penggunaan obat untuk mengetahui tujuan akhir serta
kemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan (Medication Error).
Pembahasan:
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun
2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian, definisi pekerjaan kefarmasian dan
pelayanan kefarmasian :

Pekerjaan Kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian


mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan, dan
pendistribusi atau penyaluran obat, pengeloaan obat, pelayanan obat atas
resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan
obat, dan obat tradisional

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan


bertanggungjawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi
dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu
kehidupan pasien
Berdasarkan buku : Praktik Farmasi Klinik Fokus pada Pharmaceutical
Care, 2014 halaman 1
Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) merupakan komponen dari
praktek kefarmasian dimana langsung berhubungan dengan pasien agar
tercipta kepedulian terhadap kebutuhan pengobatan pasien. Dari definisi di

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
atas, terkandung pengertian bahwa :
Farmasis memiliki tanggung jawab kepada pasien secara langsung
Tujuan pengobatan jelas dan dapat dinilai
Outcome yang ingin dicapai tidak hanya kesembuhan, tapi lebih dari
itu, yakni meningkatkan kualitas hidup pasien
122

B. Isoniazid

Efek samping
Tidak ada nafsu
makan, mual, sakit
perut
Nyeri Sendi
Kesemutan sampai
dengan rasa terbakar
di kaki
Warna kemerahan
pada air seni ( urine)

Penyebab
Rifampisin

Penatalaksanaan
Semua OAT diminum
malam sebelum tidur

Beri Aspirin
Beri vitamin B6
(piridoksin) 100mg per
hari
Rifampisin
Tidak perlu diberi apa-apa,
tapi perlu penjelasan
kepada pasien
Ethambutol
Hentikan ethambutol
Gangguan penglihatan
Streptomisin
Streptomisin dihentikan,
Gangguan
ganti dengan ethambutol
keseimbangan
Streptomisin
Streptomisin dihentikan,
Tuli
ganti dengan ethambutol
Pustaka : Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis, 2011

123

Pirasinamid
INH

Bisakodil (BNF 61, hal : 68)


Merupakan laksatif stimulan. Bekerja langsung pada dinding usus besar
dengan memperkuat peristaltiknya. Pada penggunaan oral, efek pencahar
terlihat setelah kurang lebih 7 jam , sedangkan pada penggunaan secara
rectal kurang lebih setelah 30 menit.
Dosis : dewasa dan anak >= 12 tahun : 10 mg sehari sebagai dosis tunggal.
Anak usia 2-11 tahun : 5-10 mg sehari (setengah sampai satu supositoria)
sebagai dosis tunggal. Anak usia < 2 tahun : 5 mg (setengah supositoria)
sebagai dosis tunggal.
Indikasi : laksatif stimulan
Loperamid (BNF 61, hal : 59)
Merupakan anti spasmodik dimana mekanisme kerjanya menghambat
motilitas usus dengan mempengaruhi secara langsung otot sirkular dan
longitudinal dinding usus. Loperamid menurunkan volume feses dan
menghentikan penggenangan cairan dan elektrolit
Dosis : diare non spesifik akut : dosis awal 2 kaplet diikuti 1 kaplet setiap
habis diare. Maksimal 8 kaplet sehari.
Diare kronik : dosis awal 2 kaplet, diikuti dengan 1 kaplet setiap habis diare
sampai diare terkontrol. Maksimal 8 kaplet sehari
Indikasi diare akut yang tidak diketahui penyebabnya dan diare kronik.
Histigo (Betahistine Mesylate) ((BNF 61, hal : 256)
Mekanisme kerja dari Histigo (betahistine) yang memperlebar spinchler
prekapiler sehingga meningkatkan aliran darah pada telinga bagian dalam.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Betahistine mengatur permeabilitas kapiler pada telinga bagian dalam
dengan demikian menghilangkan endolymphatic hydrops. Betahistine juga
memperbaiki sirkulasi serebral dan meningkatkan aliran darah arteri karotis
interna.
Indikasi : vertigo perifer, pusing yang berhubungan dengan gangguan
keseimbangan yang terjadi pada gangguan sirkulasi darah atau sindrom
meniere, penyakit meniere.
Dosis : 1-2 kapsul 3x per hari
Ranitidin (BNF 61, hal : 51)
Ranitidin : Tiap tablet salut selaput mengandung ranitidin hidroklorida
setara dengan ranitidin base 150 mg . Mekanisme kerja dari ranitidin yaitu
menghambat kerja histamin pada reseptor H2 secara kompetitif serta
menghambat sekresi asam lambung
Indikasi : stress ulcer, untuk menjaga dan meringankan gangguan pada
lambung
Dosis : Dosis ranitidin untuk orang dewasa ialah 150 mg dua kali sehari
atau 300 mg sekali sehari
124

e.
mencegah Pengobatan tuberkulosis dilakukan dengan prinsip - prinsip sebagai berikut:
terjadinya
1) OAT harus diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat,
resistensi bakteri
dalam jumlah cukup dan dosis tepat sesuai dengan kategori
terhadap obat
pengobatan. Jangan gunakan OAT tunggal (monoterapi). Pemakaian
OAT-Kombinasi Dosis Tetap (OAT-KDT) lebih menguntungkan
dan sangat dianjurkan.
2) Untuk menjamin kepatuhan pasien menelan obat, dilakukan
pengawasan langsung (DOT = Directly Observed Treatment) oleh
seorang Pengawas Menelan Obat (PMO).
3) Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap, yaitu tahap intensif dan
lanjutan.

Tahap awal (intensif)


1) Pada tahap intensif (awal) pasien mendapat obat setiap hari dan
perlu diawasi secara langsung untuk mencegah terjadinya resistensi
obat.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
2) Bila pengobatan tahap intensif tersebut diberikan secara tepat,
biasanya pasien menjadi tidak menular dalam kurun waktu 2
minggu.
3) Sebagian besar pasien TB BTA positif menjadi BTA negatif
(konversi) dalam 2 bulan.
Tahap Lanjutan
1) Pada tahap lanjutan pasien mendapat jenis obat lebih sedikit, namun
dalam jangka waktu yang lebih lama
2) Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persister sehingga
mencegah terjadinya kekambuhan
Paduan OAT yang digunakan oleh Program Nasional Pengendalian
Tuberkulosis di Indonesia:
1) Kategori 1 : 2(HRZE)/4(HR)3.
2) Kategori 2 : 2(HRZE)S/(HRZE)/5(HR)3E3
3) Disamping kedua kategori ini, disediakan paduan obat sisipan
(HRZE)
o Kategori Anak: 2HRZ/4HR
o Obat yang digunakan dalam tatalaksana pasien TB resistan obat di
Indonesia terdiri dari OAT lini ke-2 yaitu Kanamycin, Capreomisin,
Levofloksasin, Ethionamide, sikloserin dan PAS, serta OAT lini-1,
yaitu pirazinamid and etambutol.
Paduan OAT kategori-1 dan kategori-2 disediakan dalam bentuk
paket
4) berupa obat kombinasi dosis tetap (OAT-KDT). Tablet OAT KDT
ini terdiri dari kombinasi 2 atau 4 jenis obat dalam satu tablet.
Dosisnya disesuaikan dengan berat badan pasien. Paduan ini
dikemas dalam satu paket untuk satu pasien.
Paket Kombipak.
Adalah paket obat lepas yang terdiri dari Isoniasid, Rifampisin,
Pirazinamid dan Etambutol yang dikemas dalam bentuk blister. Paduan
OAT ini disediakan program untuk digunakan dalam pengobatan pasien
yang mengalami efek samping OAT KDT.
Paduan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) disediakan dalam bentuk paket,
dengan tujuan untuk memudahkan pemberian obat dan menjamin
kelangsungan (kontinuitas). Pengobatan sampai selesai. Satu (1) paket
untuk satu (1) pasien dalam satu (1) masa pengobatan. KDT mempunyai
beberapa keuntungan dalam pengobatan TB:
1) Dosis obat dapat disesuaikan dengan berat badan sehingga
menjamin efektifitas obat dan mengurangi efek samping.
2) Mencegah penggunaan obat tunggal sehinga menurunkan resiko
terjadinya resistensi obat ganda dan mengurangi kesalahan penulisan
resep

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
3) Jumlah tablet yang ditelan jauh lebih sedikit sehingga pemberian
obat menjadi sederhana dan meningkatkan kepatuhan pasien
Paduan OAT lini pertama dan peruntukannya.
a. Kategori-1 (2HRZE/ 4H3R3)
Paduan OAT ini diberikan untuk pasien baru:
Pasien baru TB paru BTA positif.
Pasien TB paru BTA negatif foto toraks positif
Pasien TB ekstra paru

b. Kategori -2 (2HRZES/ HRZE/ 5H3R3E3)


Paduan OAT ini diberikan untuk pasien BTA positif yang telah
diobati sebelumnya:
Pasien kambuh
Pasien gagal
Pasien dengan pengobatan setelah putus berobat (default)

Catatan:
1) Untuk pasien yang berumur 60 tahun ke atas dosis maksimal untuk

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
streptomisin adalah 500mg tanpa memperhatikan berat badan.
2) Untuk perempuan hamil lihat pengobatan TB dalam keadaan
khusus.
3) Cara melarutkan streptomisin vial 1 gram yaitu dengan
menambahkan aquabidest sebanyak 3,7ml sehingga menjadi 4ml.
(1ml = 250mg).
c. OAT Sisipan (HRZE)
Paket sisipan KDT adalah sama seperti paduan paket untuk tahap
intensif kategori 1 yang diberikan selama sebulan (28 hari).

125

Penggunaan OAT lini kedua misalnya golongan aminoglikosida (misalnya


kanamisin) dan golongan kuinolon tidak dianjurkan diberikan kepada
pasien baru tanpa indikasi yang jelas karena potensi obat tersebut jauh lebih
rendah daripada OAT lini pertama. Disamping itu dapat juga meningkatkan
terjadinya risiko resistensi pada OAT lini kedua.
Sumber : Kepmenkes RI No. 364 tahun 2009 tentang Pedoman
Penanggulangan Tuberkulosis (TB)
Berdasarkan Keputusan Kepala BPOM RI No Hk.
A. Obat Herbal
00.05.4.2411/2004 Tentang Ketentuan Pokok Pengelompokan Dan
Terstandar
Penandaan Obat Bahan Alam Indonesia
Pasal 5
Kelompok jamu harus mencantumkan logo dan tulisan
JAMU seperti pada gambar diatas. Logo diatas berupa
RANTING
DAUN
TERLETAK
DALAM
LINGKARAN, dan ditempatkan pada bagian atas
sebelah kiri dari wadah/pembungkus/brosur. Logo
(ranting daun dalam lingkaran) dicetak dengan warna
hijau diatas dasar warna putih atau warna lain yang
menyolok kontras dengan warna logo. Tulisan JAMU tampak jelas dan
mudah dibaca, dicetak dengan warna hitam diatas warna putih atau warna
lain yang menyolok kontras dengan tulisan JAMU.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Pasal 7

126

Obat Herbal Terstandar harus mencatumkan logo


dan tulisan OBAT HERBAL TERSTANDAR,
seperti pada gambar diatas logo berupa JARI-JARI
DAUN (3 PASANG) TERLETAK DALAM
LINGKARAN, dan ditempatkan pada bagian atas
sebelah kiri dari wadah/ pembungkus/ brosur. Logo
(jari-jari dalam daun dalam lingkaran) dicetak
dengan warna hijau diatas dasar warna putih atau
warna lain yang menyolok kontras dengan warna
logo. Tulisan OBAT HERBAL TERSTANDAR harus tampak jelas dan
mudah dibaca, dicetak dengan warna hitam diatas warna putih atau warna
lain yang menyolok kontras dengan tulisan OBAT HERBAL
TERSTANDAR
Pasal 8
Kelompok fitofarmaka harus mencantumkan logo dan
tulisan FITOFARMAKA seperti pada gambar diatas.
Logo dimaksud berupa JARI-JARI DAUN (YANG
KEMUDIAN MEMBENTUK BINTANG) TERLETAK
DALAM LINGKARAN, dan ditempatkan pada bagian
atas sebelah kiri dari wadah/ pembungkus/ brosur. Logo
(jari-jari daun dalam lingkaran) dicetak dengan warna
hijau diatas dasar warna putih atau warna lain yang
menyolok kontras dengan warna logo. Tulisan FITOFARMAKA harus
tampak jelas dan mudah dibaca, dicetak dengan warna hitam diatas warna
putih atau warna lain yang menyolok kontras dengan tulisan
FITOFARMAKA.
pembahasan :
Laporan laba (rugi) adalah daftar yang memuat perincian tentang
pendapatan apotek, yang berasal dari penjualan obat / alat kesehatan,
dan tentang perincian beban yang dipikul oleh apotek beserta besar
laba bersih atau rugi bersih apotek selama suatu periode akuntansi
tertentu.
Kegunaan perhitungan laba rugi adalah untuk memberikan laporan
atau informasi mengenai jalannya apotek selama satu periode
akuntansi yang telah ditempuh. Didalam laporan laba-rugi
dicantumkan mula-mula perincian pendapatan, beban usaha dan
besarnya laba bersih dalam hal apotek memperoleh laba, atau rugi
bersih.
Laporan pembelian yaitu sebuah buku harian yang khusus
dipergunakan sebagai tempat mencatat semua transaksi pembelian
kredit barang dagangan
Laporan penjualan yaitu sebuah buku harian yang khusus
dipergunakan sebagai tempat mencatat semua transaksi penjualan
kredit barang dagangan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Seto, Soerjono., Nita, Y., 2012. Manajemen Farmas. Surabaya : Pusat
penerbitan dan Percetakan Unair.
127
7

128
129

C.Maserasi

Pilihan jawaban :
A. Dekoktasi
Merupakan metode ekstraksi dengan cara simplisia dengan derajat halus
yang sesuai dimasukan ke dalam panci kemudian di tambahkan air lalu
dipanaskan sampai suhu 900C selama 30 menit sambil di aduk sesekali
(Farmakope Indonesia edisi IV, hal 9)
B. Infuse
Ekstraksi dengan cara infusa yaitu dengan cara simplisia dengan derajat
halus yang sesuai dimasukan ke dalam panci kemudian di tambahkan
air lalu dipanaskan sampai suhu 900C selama 15 menit sambil di aduk
sesekali (Farmakope Indonesia edisi IV, hal 9).
C. Maserasi
Ekstraksi dengan cara simpilisia dengan derajat halus yang susuai lalu di
rendam dalam toples/bejana yang berisi cairan penyari kemudian di
aduk dan di diamkan pada suhu kamar selama 24 jam (Altikriti, 2010,
hal 2)
D. Sokletasi
Metode ekstraksi yang memakai alat soklet dengan penyaringan berulangulang menggunakan pelarut tertentu, dimana pelarut yang digunakan
harus selalu dalam keadaan panas/mendidih. Bila penyaringan telah
selesai maka hasilnya di uapkan kembali dan sisanya merupakan zat
yang tersari (Altikriti, 2010, hal 4)
E. Refluksi
Metode ekstraksi dengan cara panas yaitu dengan melarutkan campuran
simplisia pada temperature titik didihnya, selama waktu tertentu
denggan jumlah pelarut yang relative konstan karena adanya pendingin
balik (depkes RI, 2000, hal 10)
A.
Mematahkan Dalam pemutusan cincin beta laktam dibutuhkan asam kuat atau basa kuat.
cincin beta laktam
(kelair.bppt.go.id)
e. narkotika
Menurut UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Codein tergolong obat
Narkotika golongan 3
Nerkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman, baik sintesis maupun semisintesis, yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnyarasa, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Golongan 1
Golongan 2
Golongan 3
Papaver Somniferum Metadona
Kodeina
Opium
Dihidromorfina Etilmorfina
Kokain
Morfina
Heroin
Amfetamina
Lisergida (LSD)

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
130

Klaim kegunaan obat tradisional


Pegal linu / encok / rematik

pelangsing
Peningkat stamina

131. D. Siprofloksasin

132
133

134

BKO yang sering ditambahkan


Fenilbutazon, prednisone.
Antalgin, dexamethasone,
piroxicam
Sibutramin HCl
Sildenafil Sitrat
(www.pom.go.id)

Efek samping Sildenafil


Vertigo, gangguan saluran cerna, mulut kering, udem,sakit kepala,
vertigo, anemia, mylgia, tremor, jantung berdebar, demam,
insomnia, selulitis, gangguan penglihatan (bnf 68 hal. 96)
(Word Gastroenterology Organisation, Acute diarrhea in adults and children
: a global perpective, 2012)

A parasetamol

Paracetamol merupakan analgesic untuk nyeri ringan hingga sedang.


(Pharmacology for the Health Care Professions, tahun 2008)
A. meminum pil untuk memaksimalkan efektivitas maka wajib diminum secara teratur setiap
KB ketika ingat hari pada waktu yang sama sehingga tubuh akan terbiasa menerima
sebanyak 2 pil dorongan hormonal yang sama secara teratur. Jika dalam pemakaian lupa
kemudian
meminum di jam yang sama maka pil tersebut boleh tetap diminum asal
pemakaian
tidak lebih dari 12 jam. Jika terlupa 1 hari (24jam) maka pil tersebut
diteruskan
diminum sebanyak 2 butir sekaligus saat ingat namun jika lupa meminum
lebih dari 24 jam bisa saja tetap melanjutkan meminumnya namun
efektivitas akan berkurang sehingga perlu mengkombinasikan metode
kontrasepsi lain seperti memakai kondom saat akan berhubungan atau
menunda melakukan hubunga seksual selama semnggu pertama.
(sumber:mediskus.com)
Obat bebas
Obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep dokter.
Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas adalah
lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam (contoh:
Parasetamol)
Obat Bebas Terbatas
Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah
lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam (contoh:
Chlorpheniramine maleate, Dextromethorphan, Efedrin)
Obat keras/daftar G (Gevaarlijk)
Obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan resep
dokter.
Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat keras adalah lingkaran
merah bergaris tepi berwarna hitam dengan tulisan huruf K
didalamnya (contoh: asam mefenamat, antibiotik, obat penenang, obat
yang mengandung hormon, dll).
Obat-obat ini berkhasiat keras dan bila dipakai sembarangan bisa

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
berbahaya bahkan meracuni tubuh, memperparah penyakit atau
menyebabkan kematian.
Obat wajib apotek (OWA)
OWA adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh apoteker kepada
pasien di apotek tanpa resep dokter (KepMenKes No. 347, 1990).
Obat yang masuk dalam OWA ditetapkan oleh Menteri Kesehatan
yang ditinjau dan disempurnakan setiap waktu sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Logo:

Syarat pelayanan OWA oleh apoteker:


Memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat per pasien yang
disebutkan dalam OWA yang bersangkutan.
Membuat catatan pasien serta obat yang telah diserahkan.
Memberikan informasi meliputi dosis dan aturan pakainya,
kontraindikasi, efek samping dan lain-lain yang perlu
diperhatikan oleh pasien.
OWA yang berlaku sampai saat ini:
OWA I (KepMenKes No. 347, 1990).
OWA II (PerMenKes No. 924, 1993).
Perubahan OWA I (Permenkes No. 925, 1993).
OWA III (PerMenKes No. 1176, 1993).
Psikotropika

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun


sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh
selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas
pada aktivitas mental dan perilaku (UU No. 5, 1997).
Logo:
Obat-obat golongan psikotropika tidak dapat diperoleh secara bebas.
Tata cara penyaluran dan penyerahan psikotropika diatur dalam UU
No. 5 Tahun 1997.
Penggolongan psikotropika (UU No. 5, 1997):
Psikotropika golongan I, contoh: psikotropika golongan I masuk
narkotika golongan I.
Psikotropika golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat
digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan
dalam terapi, serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan
sindroma ketergantungan.
Psikotropika golongan II, contoh: psikotropika golongan II
masuk narkotik golongan I kecuali Metilfendat, Sekobarbital.
Psikotropika golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk
tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat
mengakibatkan sindroma ketergantungan.
Psikotropika golongan III, contoh: Amobarbital, Pentobarbital.
Psikotropika golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat
pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk
tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang
mengakibatkan sindroma ketergantungan.
Psikotropika golongan IV, contoh: Braxidin, Diazepam,
Fenobarbital, Klordiazepoksid.
Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat
pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk
tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan
mengakibatkan sindroma ketergantungan.
Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan (UU No. 35, 2009).
Logo:

Obat-obat golongan narkotika tidak dapat diperoleh secara bebas.


Tata cara penyaluran dan penyerahan narkotika diatur dalam UndangUndang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Penggolongan narkotika (UU No. 35, 2009):
Narkotika golongan I, contoh: tanaman Papaver somniferum L,
tanaman koka, tanaman ganja, Amfetamin, Metamfetamin.
Narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat
digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan
tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat
tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Narkotika golongan II, contoh: Fentanil, Metadon, Morfin,
Petidin.
Narkotika golongan II adalah narkotika berkhasiat pengobatan
digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam
terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan
serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Narkotika golongan III, contoh: Kodein, Dihidrokodein,
Buprenorfin.
Narkotika golongan III adalah Narkotika berkhasiat pengobatan
dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan
pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
135

136

mengakibatkan ketergantungan.
Perhitungan:
Ibuprofen
100mg x 30 = 3000mg / 300mg per tablet = 10 tablet
Luminal
30 mg x 30 = 900mg/30mg per tablet = 30 tablet
1. Aflatoksin
Aflatoksin merupakan mikotoksin yang dihasilkan oleh kapang Aspergillus
flavus dan Aspergillus parasiticus.Keberadaan toksin ini dipengaruhi oleh
faktor cuaca, terutama suhu dan kelembaban.Pada kondisi suhu dan
kelembaban yang sesuai, Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus
dapat tumbuh pada jenis pangan tertentu serta pada pakan hewan, kemudian
menghasilkan aflatoksin.
Terdapat beberapa jenis aflatoksin utama, yaitu aflatoksin B1, B2, G1, dan
G2.Keempat jenis aflatoksin tersebut biasanya ditemukan bersama dalam
berbagai proporsi pada berbagai jenis pangan dan pakan hewan.Aflatoksin
B1 biasanya paling mendominasi dan bersifat paling toksik.Aflatoksin B1
dan B2 dihasilkan oleh Aspergillus flavus dan Aspergillus
parasiticus.Sedangkan aflatoksin G1 dan aflatoksin G2 hanya dihasilkan
oleh Aspergillus parasiticus. Jika aflatoksin B1 dan G1 masuk ke dalam
tubuh hewan ternak melalui pakannya, maka senyawa tersebut akan
dikonversi di dalam tubuh hewan tersebut menjadi aflatoksin M1 dan M2,
yang dapat diekskresikan dalam susu dan urin
Efek Aflatoksin terhadap Kesehatan
Aflatoksin mendapat perhatian yang lebih besar daripada mikotoksin lain
karena memiliki potensi efek karsinogenik terhadap tikus uji serta efek
toksisitas akut terhadap manusia. Pada sejumlah spesies hewan, aflatoksin
dapat menyebabkan nekrosis akut, sirosis, dan karsinoma hati serta
berpotensi mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Tidak ada hewan yang
resisten terhadap efek toksik akut aflatoksin, oleh karena itu sangat logis
jika diasumsikan bahwa manusia juga mungkin dapat mengalami efek yang
sama. Pada kebanyakan spesies hewan, LD50 aflatoksin berkisar antara 0,5
hingga 10 mg/kg berat badan.
Pada tahun 1988, IARC menggolongkan aflatoksin B1 pada daftar
karsinogen terhadap manusia. Hal ini didukung dengan sejumlah hasil
penelitian epidemiologi di Asia dan Afrika yang menunjukkan hubungan
positif antara diet aflatoksin dan kanker sel hati (Liver Cell Cancer = LCC).
Sebagai tambahan, timbulnya penyakit yang berhubungan dengan aflatoksin
pada manusia kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia,
status nutrisi, dan/atau paparan bahan lain, seperti virus hepatitis (HBV)
atau infestasi parasit,
Gejala Aflatoksikosis
Manusia dapat terpapar aflatoksin melalui pangan yang
dikonsumsinya.Paparan aflatoksin ini sulit dihindari karena pertumbuhan
jamur penghasil aflatoksin pada pangan tidak mudah dicegah.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Keracunan akibat mengkonsumsi pangan atau pakan yang tercemar
aflatoksin disebut aflatoksikosis.Beberapa negara, terutama negara dunia
ketiga, seperti Taiwan, Uganda, dan India telah melaporkan adanya bukti
terjadinya aflatoksikosis akut pada manusia.Di negara-negara maju,
kontaminasi aflatoksin pada pangan jarang terjadi pada tingkat yang dapat
menimbulkan aflatoksikosis akut terhadap manusia.
Penelitian toksisitas paparan oral aflatoksin terhadap manusia difokuskan
pada potensi karsinogeniknya. Kerentanan relatif manusia terhadap
aflatoksin masih belum diketahui, meskipun pada studi epidemiologi di
Afrika dan Asia Tenggara, tempat dimana banyak terjadi insiden hepatoma,
telah ditemukan kaitan antara
Penelitian toksisitas paparan oral aflatoksin terhadap manusia difokuskan
pada potensi karsinogeniknya. Kerentanan relatif manusia terhadap
aflatoksin masih belum diketahui, meskipun pada studi epidemiologi di
Afrika dan Asia Tenggara, tempat dimana banyak terjadi insiden hepatoma,
telah ditemukan kaitan antara insiden kanker dengan kandungan aflatoksin
dalam diet. Hasil penelitian tersebut tidak membuktikan adanya hubungan
sebab akibat, tetapi dapat menjadi bukti adanya kaitan.
Pada manusia, kasus aflatoksikosis sesungguhnya jarang dilaporkan, tetapi
kebanyakan kasus tidak selalu dikenali sebagai aflatoksikosis. Kita patut
curiga bahwa telah terjadi aflatoksikosis jika ditemukan suatu penyakit yang
menunjukkan karakteristik sebagai berikut:
- Penyebab penyakit tidak dapat segera teridentifikasi.
- Penyakitnya tidak menular.
- Penyebab penyakit diduga diakibatkan oleh jenis pangan tertentu.
- Pemberian antibiotik atau obat lainnya hanya memberikan sedikit
pengaruh.
- Kejadiannya bersifat musiman (kondisi cuaca dapat mempengaruhi
pertumbuhan kapang).
Efek berat aflatoksikosis pada hewan (yang diperkirakan bisa juga terjadi
pada manusia) dikategorikan ke dalam dua bentuk utama, yaitu
aflatoksikosis akut (jangka pendek) dan aflatoksikosis kronik (jangka
panjang).
Penatalaksanaan Aflatoksikosis
Permulaan/onset gejala aflatoksikosis dapat timbul lebih dari 8 jam setelah
paparan. Pada kasus masuknya aflatoksin melalui oral, untuk mengikat
aflatoksin yang masuk dapat diberikan sejumlah besar adsorben, misalnya
arang aktif.Pemberian antioksidan, seperti ellagic acid dan penginduksi
sitokrom P450, seperti indole-3-carbinol dapat diberikan untuk memberikan
efek proteksi.Pertolongan penunjang yang dapat diberikan adalah
memonitor fungsi hati, dialisis atau transfusi darah, dan pengobatan gejala.
Endotoksin
Endotoksin adalah toksin yang tidak dikeluarkan dari tubuh sel namun tetap
diproduksi dan tersimpan didalam tubuh sel. Banyak juga bakteri yang tidak
menghasilkan eksotoksin, meskipun sifatnya sangat panas. Dalam hal ini

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
dianggap bahwa bakteri itu menyebabkan sakit, apabila bahan-bahan toksin
keluar setelah bakteri itu mati atau hancur, toksin tersebut dinamakan
endotoksin, dengan sifat umumnya ialah :
1)
Tahan terhadap panas (termostabil), juga terhadap temperatur yang
tinggi ysng lazim dipergunakkan di dalam otoklaf.
2)
Menyebabkan sakit dengan gejala-gejala yang sama sehingga tidak
spesifik.
3) Ada perioda inkubasi pada jasad yang disuntikan racun

137

Endotoksin sukar sekali penyelidikannya dan hingga beberapa tahun lalu


belum ditemukan jalan untuk memisahkannya dari bakteri. Kalau kita
lewatkan suatu suspensi bakteri melalui saringan halus, maka cairan yang
lewat itu tidak mengandung toksin,akan tetapi jika kita ambil bakteri yang
sudah mati,nyatalah adanya toksin. Dari kejadian ini dapatlah kita tarik
kesimpulan,bahwa toksin itu semula kedapatan terkurung di dalam sel
bakteri.Akhir-akhir ini orang telah berhasil memecahkan sel-sel bakteri
secara mekanis dengan demikian terlepaslah isinya dari sel dan endotoksin
muncul dalam keadaan lepas dari sel.
Endotoksin adalah toksin pada bakteri gram negatif berupa lipopolisakarida
(LPS) pada membran luar dari dinding sel yang pada keadaan tertentu
bersifat toksik pada inang tertentu.Lipopolisakarida ini disebut endotoksin
karena terikat pada bakteri dan dilepaskan saat mikroorganisme mengalami
lisis atau pecahnya sel. Beberapa juga dilepaskan saat penggandaan bakteri.
Komponen toksik pada LPS adalah bagian lipid atau lemak, yang disebut
lipd A. . Komponen lipid A ini bukanlah struktur makromolekuler tunggal
melainkan terdiri dari susunan kompleks dari residu-residu lipid.
Endotoksin hanya ada pada bakteri gram negatif berbentuk basil/batang dan
kokus dan tidak secara aktif dilepaskan dari sel serta dapat menimbulkan
demam, syok, dan gejala lainnya.Endotoksin adalah LPS sementara
eksotoksin adalah polipetida; enzim-enzim yang menghasilkan LPS tersebut
dikodekan oleh gen-gen pada kromosom bakteri daripada plasmid atau
DNA bakteriofage yang biasanya mengkodekan eksotoksin. Toksisitas
endotoksin lebih rendah dibandingkan dengan eksotoksin, namun beberapa
organisme memiliki endotoksin yang lebih efektif dibanding yang lain.
Endotoksin adalah antigen yang lemah dan menginduksi antibodi dengan
lemah sehingga tidak cocok digunakan sebagai antigen dalam
vaksin.Keberadaan endotoksin tanpa bakteri penghasilnya sudah cukup
untuk menimbulkan gejala keracunan pada inang contohnya keracunan
makanan karena endotoksin yang dihasilkan oleh bakteri Salmonella.
D.
Hambatan Pharmacology. Theophylline directly relaxes smooth muscles of bronchial
airways and pulmonary blood vessels to act as a bronchodilator and
absorbsi
pulmonary vasodilator. It is also a diuretic, coronary vasodilator, cardiac
aminofilin
stimulant, and cerebral stimulant; it improves diaphragmatic contractility;
and it lessens diaphragmatic fatigue. The exact cellular mechanism of
smooth muscle relaxation is unknown, but intracellular calcium
sequestration, inhibition of specific phosphodiesterase isozymes, adenosine-

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
receptor antagonism, and stimulation of endogenous catecholamine release
have been postulated to play a role. Aminophylline is the ethylenediamine
salt of theophylline. (Handbook of clinical drug, P. 782)

138

139

a. Intramuskular

140

Food can affect the rate and extent of absorption of some SR formulations
but has minimal effects on rapid-release forms. Food can increase the rate
of absorption (Theo-24, Uniphyl),
producing dose dumping, or impair absorption (Theo-Dur Sprinkle).
(Handbook of clinical drug, P. 786)
Karena diazepam merupakan obat psikotropika golongan IV,yaitu
psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam
terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi
ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Sehingga berdasarkan
Undang-undang Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika pada bab II pasal
3 yang berbunyi:
Tujuan pengaturan dibidang psikotropika adalah:
1. Menjamin ketersediaan psikotropika guna kepentingan pelayanan
kesehatan dan ilmu pengetahuan
2. Mencegah terjadinya penyalahgunaan psikotropika
3. Memberantas peredaran gelap psikotropika
Pemberian insulin lebih sering diberikan melalui rute subkutan sedangkan
insulin yang diberikan secara intramuskular digunakan untuk efek yang
lebih cepat. Injeksi insulin secara intramuskular dapat digunakan pada
situasi yang spesifik seperti kasus ketoasidosis (EADV, 2008). Nilai normal
HCO3 22-26 mEq/L. Jika nilai di bawah 22 mEq/L disebut asidosis,
sedangkan nilai di atas 26 mEq/L disebut alkalosis (Verma et al, 2010).
DAFTAR PUSTAKA
Guideline The Administration Of Insulin With The Insulin Pen (EADV).
2008. Page 30.
Verma, K Abhishek et al. 2010. The Interpretation Of Arterial Blood Gases.
Aust Prescr, 33: 124-129
The ultimate public health goal of antihypertensive therapy is to reduce
cardiovascular and renal morbidity and mortality. Since most persons with
hypertension, especially those >50 years of age, will reach the DBP goal
once the SBP goal is achieved, the primary focus should be on attaining the

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
SBP goal. Treating SBP and DBP to targets that are <140/90 mmHg is
associated with a decrease in CVD complications. In patients with
hypertension and diabetes or renal disease, the BP goal is <130/80 mmHg.
(JNC 7 p.25)
JNC 8, 2014

141

142

a. Kaptoprilmemilikiefeksampingbatukkeringdenganpresentase 0,5%2% (DIH)


b. HCT tidakmemilikiefeksampingbatuk
c. metformin tidakmemilikiefeksampingbatuk
d. amlodipine tidakmemilikiefeksampingbatuk
e. ibuprofen tidakmemilikiefeksampingbatuk
sumber (medscape)
a. Obat bebas

Menurut Permenkes No.917/1993

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

143

c/d

144

d. Propanolol

Obat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli
tanpa resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat
bebas adalah lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam.
Contoh : Paracetamol, Vitamin
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat
keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter,
dan disertai dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan
dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis
tepi berwarna hitam.
Contoh : CTM
Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan
resep dokter Tanda khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf K
dalam lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam.
Contoh : Diazepam, Phenobarbital
Narkotika adalah suatu zat ataau obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintentis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan.
Contoh : Morfin, Petidin
(Binfar.kemkes.go.id)
Mekanisme kerja terjadinya moon face: kortikosteroid dibedakan dalam 2
golongan besar yaitu glukokortikoid dan mineralokortikoid. Efek utama
glukokortikoid ialah pada penyimpangan glikogen hepar danefek
antiinflamasi,gangguan pada keseimbangan air dan elektrolit kecil.
Sedangkan mineralokortikoid efek utamanya adalah terhadap
keseimbangan air dan elektrolit, sedangkan pengaruhnya terhadap
penyimpanan glikogen hepar sangat kecil.
Pada penggunaan glukokartikoid dosis besar jangka panjang atau pada
sindrom cushing, terjadi gangguan distribusi lemak tubuh yang khas.
Lemak akan terkumpul secara berlebihan pada beberapa bagian, misalnya:
leher bagian belakang (buffalo hump), daerah supraklavikula dan juga di
muka (moon face), sebaliknya lemak dibagian ekstremitas akan
menghilang.
Jawaban: C. Retensi air dan natrium
Atau D. Metabolisme lemak yang berlebihan pada beberapa bagian tubuh
Alasan:
KI paracetamol : penderita gangguan hati
KI propanolol: penderita asma bronkial dan penyakit paru obstruktif
menahun, penderita asidosis metabolik (diabetes militus ), penderita
dengan payah jantung termasuk payah jantung terkompensasi dan yang
cadangan kapasitas jantung kecil, kardiogenik syok.
KI HCT: hipokalemia yang refraktur, hiponatremia, hiperkalsemia,
gangguan ginjal dan hati yang berat, hiperurikemia yang simptomatik,
penyakit adison.
KI prednison: Terutama TBC aktif, ulkus peptikum, kehamilan trimester

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
pertama, hipertensi, osteoporosis, herpes simplex mata, infeksi akut,
infeksi jamur sistemik, psikosis atau psikoneurosis berat, vaksin hidup
KI salmoterol: Hipertiroidisme, insufisiensi miokard, aritmia, hipertensi
(MIMS,2012)
145

Pada saat penyalutan di gunakan panci penyalut yang berputar searah jarum
jam pada sebuah sumbu miring dimana sudut kemiringannya dapat diatur.
Kecepatan putaran panci juga dapat diatur. Panci ini juga dilengkapi dengan
blower (dengan suhu kira-kira 600C) yang berfungsi untuk memberikan
udara panas agar pelarut dalam larutan penyalut cepat menguap sehingga
tablet tidak lengket. Apabila cairan penyalut terlalu kental maka saat panci
berputar, tablet akan melekat 1 dengan yang lainnya dan karena kental
pelarut yang digunakan sukar menguap dan mengakibatkan obat lengket
dengan yg lainnya

146
147

C
B.
Granulasi Granulasi basah (Wet Granulation) : zat berkhasiat, pengisi, dan
penghancur dicampur homogen, lalu dibasahi dengan larutan pengikat, bila
kering
perlu ditambahkan pewarna. Diayak menjadi granul dan dikeringkan dalam
lemari pengering pada suhu 40-50oC. Setelah kering diayak lagi untuk
memperoleh granul dengan ukuran yang diperlukan dan ditambahkan bahan
pelicin dan dicetak dengan mesin tablet. Metode ini bisa dilakukan apabila
zat aktif tahan lembab dan tahan panas dan sifat alirnya buruk (Anief,
1994). Keuntungan dari metode ini adalah memperoleh aliran yang lebih
baik, meningkatkan kompresibilitas, mendapatkan berat jenis yang sesuai,
mengontrol pelepasan, mencegah pemisahan komponen selama proses,
meningkatkan distribusi keseragaman kandungan (Siregar dan Wikarsa,
2010).
Granulasi kering (Slugging) : proses pembuatan tablet dengan cara
mencampurkan zat aktif dan bahan dalam keadaan kering, untuk kemudian
dikempa, lalu dihancurkan menjadi partikel yang lebih besar, lalu dikempa
kembali untuk mendapatkan tablet yang memenuhi persyaratan. Prinsipnya
membuat granul yang baik dengan cara mekanis, tanpa pengikat dan
pelarut. Metode ini digunakan pada zat aktif yang memiliki sifat aliran yang
buruk (tidak amorf), zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab,
kandungan zat aktif dalam tablet tinggi. Keuntungan metode ini adalah
peralatan lebih sedikit dibanding granulasi basah, cocok digunakan pada zat
aktif tidak tahan panas dan lembab, mempercepat waktu hancur obat dalam
tubuh karena tidak menggunakan pengikat (Lachman dkk, 1994).
Cetak langsung : Proses pembuatan tablet dengan cara pengempaan zat
aktif dan bahan tambahan secara langsung tanpa perlakuan awal terlebih
dahulu.Metode ini digunakan pada beberapa bahan obat yang bersifat
alirnya baik, dosis kecil, rentang dosis terapi zat tidak sempit, zat aktif tidak
tahan pemanasan dan lembab (Ansel, 1989). Keuntungan dari metode ini
adalah lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit, lebih singkat
prosesnya karena proses yang dilakukan lebih sedikit maka waktu yang
diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat tenaga dan mesin

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

148
149

yang dipergunakan juga lebih sedikit, dapat digunakan untuk zat aktif yang
tidak tahan panas dan tidak tahan lembab, waktu hancur dan disolusinya
lebih baik karena tidak melewati proses granul, tetapi langsung menjadi
partikel. Modifikasi lanjut dari proses cetak langsung adalah penggunaan
penggerusan pencampur zat aktif keras dengan satu atau lebih pengisi dan
penambahan pengisi dan pengikat lain sebelum campuran akhir dicetak
langsung (Siregar dan Wikarsa, 2010
Feses berminyak (Medscape)
Pasien mengalami hidung berair, gatal gatal dan berlendir dan semakin
parah jika membersihkan rumah
Dx dugaan : Rhinitis Alergi, dimana gejala yang dialami sama dengan
pasien yaitu : Bersin, Gatal: Hidung, mata, telinga, langit-langit,
Rhinorrhea, Hidung tersumbat, Sakit kepala
(Sheikh, J., Najib, U., & Schoenwetter, W. (2014, april 28). Allergic
Rhinitis. Diambil kembali dari www.medscape.com)
Diagnosis dugaan didukung dengan pernyataan semakin parah jika
membersihkan rumah, hal ini mendukung penyebab dari rhinitis alergi
yaitu hewan, tungau debu rumah
Assement :

(Angiera, E., Willingtonb, J., Scaddingc, G., Holmesd, S., & Walkere, S.
(2010). Management of allergic and non-allergic rhinitis: a primary.
Primary Care Respiratory Journal, 217-222.)
Pilihan utama dari setiap jenis rhinitis alergi adalah H-1 BLOKER
(KLORFENIRAMIN), dengan kata lain adalah klorfeniramin dengan
mekanisme Antihistamin, Antagonis histamin (H1) reseptor merupakan
antagonis kompetitif untuk histamin. Antihistamin dapat mengikat reseptor
H1 tanpa mengaktifkan sel mast, sehingga dapat mencegah pengikatan
histamin terhadap reseptornya, sehingga tidak timbul reaksi rhinitis alergi
(Kimble, K., & Young's. (2013). Applied Therapeutics The Clinical Use of
Drugs 10 edition. Philadelphia: Market Street)
NB : pseudoefedrin (decongestan), dexametasone (kortikosteroid)

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
150

B.Ferro Sulfat

National Heart, Lung, and Blood Institution, Anemia.


Red blood cell (RBC),
A lower than normal number of RBCs suggests
white blood cell
anemia. Specific changes in number, size, or
(WBC), and platelet
shape point to whether the anemia is caused by
count
less production, more destruction, or loss of
RBCs.
Mean corpuscular
RBC size gives a clue to the type of anemia.
volume (MCV)
Larger than normal RBCs may suggest
pernicious anemia caused by vitamin B12 or
folate deficiency. Smaller than normal RBCs
suggest iron-deficiency anemia or thalassemia (a
rare, inherited anemia).
Mean corpuscular
Mirrors MCV results: Larger than normal RBCs
hemoglobin (MCH)
have more oxygen-carrying hemoglobin; smaller
than normal RBCs often have less.
Dari data lab yang ada:
Hb
: 12,6 g/dL (14,0-18,0) menunjukkan pasien menderita anemia.
MCV : 69,0 fL (79,0-99,0) Hasil size RBC yang lebih kecil dari
seharusnya menunjukkan, pasien menderita iron-deficiency anemia.
MCH : 25 pg (27,0-31,0) menunjukkan jumlah hemoglobin yang
membawa oksigen.
Ditarik kesimpulan bahwa Pasien menderita anemia yang disebabkan oleh
kekurangan Iron.
Sehingga obat yang tepat ialah b. Fero Sulfat.

151

152
153

154

Kedua produk diatas merupakan alternatif farmasetik, yaitu dua produk


termasuk alternatif farmasetik jika keduanya mengandung zat aktif yang
sama tapi berbeda dalam bentuk kimia atau bentuk sediaan atau kekuatan
Termasuk dalam produk obat yang cukup dilakukan uji ekvalensi in vitro
(uji disolusi terbanding)
Produk obat copy yang hanya berbeda kekuatan uji disolusi terbanding
dapat diterima untuk kekuatan yang lebih rendah berdasarkan perbandingan
profil disolusi
Pustaka : Peraturan Kepala Badan POM RI No HK 00.053.1818 tentang
Pedoman Uji Bioekivalensi
0.45 m/s -- range 0.36-0.54 m/s (POPP,2013)
Dosis obat = 2 x 72 = 144 mg
Obat yang dieliminasi lewat urin = 144 x 90% = 129,6 mg
Clcr = Cl / R = 135 /
(Soal tidak jelas)
ADA volume 37 tahun 2014 P.S 40

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

155

156

Penurunankolesterol LDL < 70mg/dl


merupakanpilihanpadapasien diabetes mellitus denganrisiko yang
sangattinggidengan CVD nyata
Menurut CPOB tahun 2012 tahap untuk mengeraskan atau melindungi
tablet yang biasanya disebut tahap penyalutan gula pada tahap akhir
biasanya disebut dengan proses pengkilapan
Enterotoksin.Enterotoksin merupakan eksotoksin yang beraksi dalam
usus halus, umumnya menyebabkan pengeluaran cairan secara besarbesaran ke dalam lumen usus, menimbulkan symptom diare.
Enterotoksin dihasilkan oleh bermacam bakteri termasuk organisme
peracun-makanan Staphylococcus aureus
Endotoxin. Beberapa mikroorganisme, khususnya bakteri Gram-negatif,
tidak mengeluarkan suatu toksin terlarut, tetapi membuat suatu
endotoksin yang dibebaskan ketika sel mengalami
pembelahan, lisis dan mati. Endotoksin dari bakteri Gramnegatif merupakan komponen struktural membran luar dari
dinding sel bakteri Gram-negatif. Komponen ini merupakan
polisakarida (lipid A)
ENDOTOXINS
Endotoxins are the integral part of the cell walls of Gram-negative bacteria,
and are liberated when bacteria are disintegrated (lysed). Cell wall of Gram
negative bacteria contain lipopolysaccharides (LPS, endotoxin) which
consists of : (1) Lipid A. This is the endotoxin and is the core, and (2)
Polysaccharide form coat. This is the 0 antigen which can induce specific
immunity. Physiological, pathological and clinical effects of endotoxins of
different Gram negative bacteria are similar. These are :
1. Fever. The endotoxin acts on mononuclear phagocytes
(monocytes/macrophages), with liberation of interleukin-1
(endogenous pyrogen). Interleukin-1 acts on thermoregulatory
centre. Chill is due to widespread arteriolar and venular constriction.
2. Leucopenia occurs early with onset of fever. It may be followed
by
leucocytosis.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
3. Hypoglycaemia. LPS enhances glycolysis in many cell types and
can
lead
to
hypoglycaemia.
4. Hypotension occurs early in Gram-negative bacteraemia.
5. Shock. 'Endotoxic' or 'septic' shock may develop in severe Gramnegative bacteraemia
6. Activation of complement. Endotoxin activates complement
system by alternative pathway.
7. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC). DIC may
occur in Gram negative bacteraemia. It is initiated on activation of
factor XII (Hageman factor) of coagulation cascade by endotoxin
which finally leads to conversion of fibrinogen to fibrin. Endotoxin
leads platelets to adhere on vascular endothelium. Endotoxin can
activate plasminogen to plasmin which acts on fibrin producing
fibrin-split products. Shwartzman phenomenon is taken as a
specialized form of DIC.
8. Death may occur due to shock and/or DIC.
NOTE: Peptidoglycan of Gram-positive Bacteria: Peptidoglycan of
Gram-positive bacteria released during infection may produce similar
activities as LPS of Gram-negative bacteria. However, peptidoglycan is
much less potent than LPS.

157

Pustaka :
hgeneralbacteriology.weebly.com/bacterial-toxins.html
Food Poisoning and Staphylococcus aureus Enterotoxins
Mara ngeles Argudn, Mara Carmen Mendoza and Mara Rosario
Rodicio *
Department of Functional Biology (Section of Microbiology) and
University Institute of Biotechnology of Asturias (IUBA), University of
Oviedo, Oviedo, Spain; E-Mails
paracetamol = analgesic, miscellaneous (DIH 23rd edition, p 28)
kafein=central nervous system stimulant; phosphodiesterase enzyme
inhibitor; nonselective (DIH 23rd edition, p 309)
pseudoefedrin = alpha/beta agonist; decongestant (DIH 23rd edition, p

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

158
159

160

161

162

163

1746)
guaifenesin = expectorant (DIH 23rd edition, p 974)
klorfeniramine maleat = symptomatic relief of congestion, cold and flu
(DIH 23rd edition, p 412)
Kriteria Apoteker pendamping :
Menurut PP 51 pasal 24 : memiliki SIPA
D
KomposisiBraxidin (ISO vol. 48, hal. 498) Klordiazepoksid 5 mg,
klidinium bromide 2,5 mg.
UU
No.
5
tahun
1997
tentangPsikotropika.Dimanaklordiazepoksidtermasukpsikotropikagolon
gan
IV.Psikotropikagolongan
IV
adalahpsikotropika
yang
berkhasiatpengobatandansangatluasdigunakandalamterapidan/atauuntukt
ujuanilmupengetahuansertamempunyaipotensiringanmengakibatkansind
romaketergantungan
B
Obat sistem pencernaan yang akan diberikan bisakodil (B)
Alasan :
- Pada saat datang ke apotek pasien mengeluh sulit buang air besar selama 3
hari sehingga pasien mengalami konstipasi. Pasien yang mengalami
konstipasi akan mengeluh sulit buang air besar dan frekuensi buang air
besar berkurang atau tidak seperti biasanya yang normalnya buang air besar
1-3 hari dalam seminggu. Pasien yang mengalami konstipasi dapat
diberikan stimulant laxative (contoh : sennosides dan bisacodyl) (Symptoms
in The Pharmacy, A Guide to The Management of Common Illness 6th ed
2009, p100-109).
Bisacodyl dapat diberikan karena tercantum pada OWA 1 (Surat Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor 347/Menkes/SK/VII/1990). Sesuai dengan
OWA1, dapat diberikan bisacodyl supp untuk konstipasi maksimal 3 suppo
C. Memperlambat Amlodipin termasuk dalam obat kardiovaskuler. Amlodipin memiliki
indikasi sebagai antihipertensi dan sebagai profilaksis angina (BNF 66).
Proses Penyakit
Pada Pharmaceutical care untuk penyakit hipertensi (2006), hipertensi
merupakan factor resiko utama gangguan jantung yang dapat
mengakibatkan gagal jantung, gagal ginjal maupun penyakit
serebrovaskular.
Sehingga pemberian amlodipin (sebagai antihipertensi) dapat
memperlambat proses penyakit untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
A
Metode destilasi uap-air menghasilkan rendemen minyak tertinggi,
disusul oleh destilasi uap dan terendah metode ektraksi padat-cair.
Metode destilasi menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dari pada
metode ekstraksi padat cair karena adanya panas dan tekanan uap yang
memecah dingin kantong minyak dengan lebih maksimal
B
Jawaban A Paracetamol
Indikasi: Treatment of mild to moderate pain and fever (DIH 23rd Edition,
page 28)
Efeksamping: Frequency not defined: dizziness, rash, liver failure
(Medscape)

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Jawaban B Asammefenamat
Indikasi: Short term relief of mild to moderate pain including primary
dysmenorrhea(DIH 23rd Edition, page 1281)
Efeksamping: Abdominal pain, diarrhea, nausea, anorexia (Medscape)
Jawaban C Piroksikam
Indikasi: Symptomatic treatment of acute and chronic rheumatoid arthritis and
osteoarthritis (DIH 23rd Edition, page 1656)
Efeksamping: Indigestion, diarrhea, nausea, vomiting (Medscape)

164

165

Jawaban D Indometasin
Indikasi: Acute gout arthritis, acute bursitis/tendonitis, moderate to severe
osteoarthritis, rheumatoid arthritis(DIH 23rd Edition, page 1070)
Efeksamping: Headache (12%), dizziness (3%-9%), nausea (3%-9%), vomiting(DIH 23rd
Edition, page 1071)
Jawaban E NatriumDiklofenak
Indikasi: Relief of mild to moderate acute pain (DIH 23rd Edition, page
597)
Efeksamping: Headache, dizziness, dyspepsia, nausea, peptic ulcer,
vomiting (DIH 23rd Edition, page 598)
a. Hambatan
Terjadi interaksi antara kaptopril dengan antasida. Bioavailabilitas kaptopril
absorpsi
menurun secara signifikan dengan adanya antasida, penurunan Cp dari obatkaptopril oleh
obat golongan ACE ini di ikuti dengan menurunnya efek obat dalam
antasida
menurunkan tekanan darah pasien.
Gugler R., Allgayer H., 1990, Effects of antacids on the clinical
pharmacokinetics of drugs. An update., Clin Pharmacokinet. 1990
Mar;18(3):210-9.
Jawaban bukan a dan c karena interaksi yang terjadi berkaitan dengan
parameter farmakokinetik yang terganggu adalah absorpsi obat.
Jawaban bukan b dan e karena tidak terjadi interaksi antara kaptopril dan
omeprazole (Medscape).
b.
a. Aminoglikosida, contoh obatnya: amikacin, gentamicin, neomycin,
Netilmicin,streptomycin, tobramycin (widyati, 2014.p.32)
b. Kuinolon,
contoh
obatnya:
ciprofloxacin,
Gatifloxacin,
levofloxacin,moxifloxacin, norfloxacin, ofloxacin (widyati, 2014.p.32)
c. Penisilin, contoh obatnya: natural penicillins, penicillin G, penicillin
V,aminopenicilin, ampicilin, amoxicillin (widyati, 2014.p.32)
d. Makrolida, contoh obatnya: Azithromycin, Quinupristin/Dalfopristin,
Cethromycin,
Clarithromycin,Rokitamycin,
Dirithromycin,
Erythromycin, Spiramycin, Flurithromycin,Telithromycin, Josamycin,
Tilmicosin,
Kitasamycin,
Troleandomycin,
Meleumycin,
Tulathromycin, Midecamycin, Tylosin, Oleandomycin, Virginiamycin,
Pristinamycin (MD ed.36 p.160)
e. Sefalosporin, contoh obatnya:Sefalosporin generasi 1: cefadroxil,
cefazolin, cephalexinSefalosporin generasi 2: cefaclor, cefamandole,
cefonicid, ceforanide, cefprozil.CefuroximeSefalosporin generasi 3:

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

166

cefdinir, cefditoren, cefixime, cefotaxime, ceftazidime,ceftizoxime,


ceftriaxoneSefalosporin generasi 4: cefepime (widyati, 2014.p.32)
DM tipe 2 Resistensi insulin.
Dikatakan Diabetes apabila:
nilai A1C 6,5% atau
kadar gula darah puasa 126 mg/dL atau
kadar gula darah 2 jam pp 200 mg/dL atau
kadar gula darah acak 200 mg/dL.
Target terapi :
nilai A1C 6,5% (AACE Guideline) / < 7 % (ADA Guideline)
kadar gula darah puasa 90-130 mg/dL (AACE Guideline) / <
110 mg/dL (ADA Guideline)
kadar gula darah 2 jam pp < 180 mg/dL (AACE Guideline) / <
140 mg/dL (ADA Guideline)
Terapi untuk diabetes tipe 2, pilihan pertamanya adalah Metformin.
Jika pemberiannya dalam jangka waktu > 3 bulan dengan dosis maksimum
tidak dapat mencapai target nilai A1C, maka diberikan terapi oral kedua
(dengan Sulfonilurea / Thiazolidinedione / DPP-4 inhibitors / SGLT2
inhibitors / GLP-1 receptor agonist ) atau diberikan terapi Insulin basal;
disesuaikan dengan kondisi pasien.
Pada kasus ini, pasien adalah pasien DM tipe 2 selama 2 tahun, dan
pada 3 bulan terakhir ini, obat yang diterimanya adalah Metformin dan
Glibenklamid. Pemberian Metformin pada kasus ini sudah tepat, karena
merupakan pilihan pertama untuk DM tipe 2, sedangkan kombinasinya
dengan Sulfonilurea (Glibenklamid) dimungkinkan karena target A1C pada
pasien ini belum tercapai.
Setelah 3 bulan mengkonsumsi Metformin dan Glibenklamid, diketahui
nilai A1C pasien adalah 6,3 % , hal ini menunjukkan bahwa target terapi
DM pada pasien ini sudah tercapai, yaitu dengan target nilai A1C < 7%.
Kadar gula puasa pasien pada kasus adalah 100 mg/dL, dimana hal ini juga
menunjukkan bahwa target terapi DM pada pasien ini sudah tercapai, yaitu
dengan target kadar gula puasa < 110 mg/dL. Sehingga direkomendasikan
kepada pasien untuk melanjutkan meminum Metformin dan
Glibenklamidnya (A).
Tidak perlu dilakukan penambahan dosis atau penurunan dosis
Metformin dan Glibenklamid, karena pada dosis yang sekarang sudah dapat
mengontrol kadar gula pasien. Pemberian agen lain seperti akarbose dan
insulin juga tidak direkomendasikan pada kondisi ini, karena kemungkinan
timbulnya hipogllikemi dapat saja terjadi pada penambahan agen ketiga,
sedangkan pada pemberian 2 agen saja sudah dapat mengontrol kadar
gulanya.
PUSTAKA :
AACE Guideline. 2013. Diabetes Management Algoritm. America :
American Assosiation of Clinical Endocrinologist.
ADA Guideline. 2015. Standards of Medical Care in Diabetes. America :
American Diabetes Assosiation.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
167

168

Jawabannya adalah Gejala klinis pada keracunan salisilat adalah bila pada
saluran pencernaan yang terkena maka gejala klinisnya adalah mual,
muntah, nyeri perut, dehidrasi, dan bleeding. Penanganannya adalah
diberikan nori
Sumber : Buku Goeswin Agoes Peracikan dan Penyaluran Obat (SfI-8).
Tahun 2014. Halaman 361-362.
Cara Mengerjakan :
Nilai HBL campuran (Vaselin 30% dan Asetilsalisilat) = 12
Nilai HBL Tween 60 = 15
Nilai HLB Span 60 = 5
Masing-masing Tween 60 dan Span 60 dengan perbandingan 50:50
ditimbang dengan berat 1 gram dari resep jumlah elmugator (Tween
60 dan Span 60 ) yang diminta ditimbang 2 gram.
a.

b.

Cara Perhitungan Biasa


Pertama :
Tween 60
= 50% x 15
Span 60
= 50% x 5
Total
Kedua :
Tween 60

Span 60

7,5
10
2,5
10

Cara Perhitungan Aligasi


Pertama :
15
Tween 60
12
5
Span 60

= 7,5
= 2,5
= 10,0

x 1 gram = 0,75
x 1 gram = 0,25

Bagian

dari

Bagian

dari

10

Bagian

dari

Total
Kedua :
Tween 60

= 10 x 1 gram = 0,3

Span 60

7
10
3

x 1 gram = 0,7

Jawabannya : Tidak ada. Seharusnya (0,75:0,25) atau (0,7:0,3)


169

e.
diminum
sebelum
tidur
pada malam hari

Statindirekomendasikan untuk diminum pada malam hari, hal tersebut


berdasarkan penelitian secara fisilogi yang menunjukkan bahwa kolesterol
paling banyak disintesis ketika asupan makan paling rendah/ malam hari
(sehingga konsentrasi total kolesterol dan LDL secara signifikan lebih

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

170

besar ketika pagi hari).Sehingga sebelum tidur perlu diberikan simvastatin,


simvastatin akan dihidrolisa menjadi metabolit aktif yang kemudian akan
menghambat kerja 3-Hidroksi-3-metilglutaril koenzim A reduktase (HMG
Co-A reduktase), dimana enzim ini mengkatalisa perubahan HMG Co-A
menjadi asam mevalonat yang merupakan langkah awal dari sintesa
kolesterol.
(Alan W., Davin C., Greg R. Taking simvastatin in the morning compared
with in the evening: randomised controlled trial. BMJ. 2003 Oct 4;
327(7418): 788)
?(JurnalManajemenPelayananKesehatan, hal 21, 2006).
Vital
:kelompokobat
yang
sangatesensialatau
vital
untukmemperpanjanghidup,
untukmengatasipenyakitpenyebabkematianataupununtukpelayananpokokke
sehatan. Kelompokinitidakbolehterjadikekosongan.
Esensial
:obat
yang
bekerjakausalyaituobat
bekerjapadasumberpenyebabpenyakit,
logistic
farmasi
banyakdigunakandalampengobatanpenyakitterbanyak.
Kekosonganobatkelompokinidapatditolerirkurangdari 48 jam.

yang
yang

Non
esensial
:obatpenunjang
tindakanataupengobatanmenjadilebihbaik,
untukkenyamananatauuntukmengatasikeluhan.
Kekosonganobatkelompokinidapatditolerirlebihdari 48 jam.
A
B
Chlorfeniraminemaleat
Adrenalin
Paracetamol
Salbutamol

agar

a.
b.
c.
d.
e.

171

C
Vitamin
Tablet Fe

A-B-C
B-C-A
C-A-B
A-C-B
C-B-A

e.
omeprazol, LINI 1: PPI, amoksisilin dan klaritromisin
Atau PPI, metronidazole dan klaritromisin.
kanamycin,
LINI 2: kombinasi PPI, bismuth subsalisilat, metronidazol, dan tetrasiklin.
metronidazol
Golongan PPI
: lanzoprazole, omeprazole.
Golongan antimikroba
: metronidazole, amoxicillin, komponen
bismuth, klaritromisin, tetrasiklin.
Golongan penetralisir asam lambung (antasida): aluminium hidroksida,
kalsium hidroksida, magnesium hidroksida, natrium bikarbonat.
Golongan pelindung mukosa
: bismuth koloidal, sukralfat,
fucoidan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Golongan inhibitor reseptor H2 Histamin :
ranitidine, nizatidin.

simetidin,

famotidin,

Jawaban:
Tata Laksana Terkini Infeksi H. pylori.
Tata laksana awal yang paling sering digunakan yaitu triple therapy
yang terdiri dari PPI, amoksisilin dan klaritromisin yang diberikan 2
kali sehari selama 7-14 hari. Metronidazol dapat digunakan untuk
menggantikan amoksisilin pada pasien yang alergi terhadap penisilin.
Variasi dalam lamanya terapi bergantung pada pola resistensi H. pylori
yang berbeda di setiap daerah. Untuk wilayah Eropa dan Asia Pasifik
dianjurkan lama eradikasi ini 7 hari sementara American College of
Gastroenterology (ACG) menganjurkan lama eradikasi 14 hari. Dosis yang
digunakan adalah amoksisilin 2x1g/hari, klaritromisin 2x500 mg/hari. dan
omeprazol 2x20 mg/hari. Ada pula yang menggunakan pantoprazol karena
pantoprazol memiliki kemungkinan interaksi obat yang lebih kecil
dibandingkan dengan PPI lainnya. Studi HYPER menunjukkan bahwa tidak
terdapat perbedaan yang bermakna antara efektivitas regimen triple therapy
7 hari dengan regimen triple therapy 14 hari .

172

Tata Laksana Lini Kedua untuk Kegagalan Lini Pertama


Walaupun efektivitas regimen triple therapy untuk eradikasi H. pylori
cukup tinggi, masih ditemukan sekitar 20% pasien yang menunjukkan
adanya infeksi H. pylori pascaregimen. Kegagalan tata laksana dengan lini
pertama merupakan tanda adanya resistensi H. pylori terhadap salah satu
antibiotik yang digunakan. Resistensi terhadap klaritromisin merupakan
yang paling sering walaupun tidak tertutup kemungkinan adanya resistensi
terhadap antibiotic yang lain.
Ketika tata laksana dengan lini pertama gagal, maka digunakan lini
kedua yang sering disebut dengan quadruple therapy. Quadruple
therapy terdiri dari kombinasi PPI, bismuth subsalisilat, metronidazol,
dan tetrasiklin. Efektivitas regimen quadruple therapy mencapai 93%,
sementara efektivitas regimen triple therapy sekitar 77%. Dosis regimen
quadruple therapy ini adalah omeprazol 2x20 mg/hari, bismuth subsalisilat
4x525 mg/hari, metronidazol 4x250 mg/hari, dan tetrasiklin 4x500 mg/hari
selama 10-14 hari.
(Diagnosis dan tatalaksana terkini infeksi Helicobacter pylori, 2010).
Minyak atsiri oleum citri atau jeruk lemon bisa didapatkan dari hasil
ekstraksi masing masing bagian dari tanaman jeruk lemon seperti pada
daun, bunga, akar, dan buah dari jeruk lemon. Secara sederhana
penggumaan ekstraksi minyak atsiri dari jeruk lemon dapat digunakan
dengan menggunakan metode destilasi uap.
Metode ekstraksi lebih lanjut yang dilakukan adalah dengan
menggunakan cold pressing ataupun menggunakan meyode ekstraksi terkini
yakni microwave assist solvent extraction dan ultrasound accelerated
solvent edtraction. Akan tetapi penggunaan metode destilasi uap lebih cost

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

173

174
175

177

c. Just In Time

effective, dan dapat mengkover minyak atsiri lebih banyak dibandingkan


metode lain.
PUSTAKA :
Sawamura, M. 2010. Citrus Essensial Oil. Singapura : John Wiley and
Sons.Inc.
10 mg/kg BB x 12,5 kg = 125 mg
250mg 125mg

5ml
x
250 x 125 5

x 2.5ml
aspartam, kafein, asam benzoat
Antihipertensi golongan beta bloker mempunyai ADR terhadap pasien asma
yaitu beta bloker dapat menyebabkan peningkatan bronkospasme dan
eksaserbasi asma berat menjadidogma .Untuk itu dokter cenderung
menghindari penggunaan blocker pada pasien dengan kondisi jantung
yang memiliki riwayat penyakit saluran napas obstruktif .
(www.medscape.com/viewarticle/464040_4)
paling cocok karena vaksin hepatits jarang digunakan dan harganya mahal
sehingga bila digunakan metode perencanaaan Just In Time akan lebih
ekonomis dan barang datang tepat pada saat dibutuhkan dan pada tingkat
yang dibutuhkan saja.
a. Metode Konsumsi: Perhitungan kebutuhan didasarkan pada data riil
konsumsi obat periode yang lalu, dengan berbagai penyesuaian dan koreksi.
Langkah-Langkah Metode Konsumsi
1. Lakukan Evaluasi :
a. Evaluasi rasionalitas pola pengobatan periode lalu.
b. Evaluasi suplai obat periode lalu
c. Evaluasi data stock, distribusi dan penggunaan obat periode lalu
d. Pengamatan kecelakaan dan kehilangan obat.
2. Estimasi jumlah kebutuhan obat periode mendatang dengan
memperhatikan :
a. perubahan populasi cakupan pelayanan
b. perubahan pola morbiditas
c. perubahan fasilitas pelayanan
3. Penerapan Perhitungan
a. Penetapan periode konsumsi
b. Perhitungan penggunaan tiap jenis obat periode lalu.
c. Lakukan koreksi terhadap kecelakaan dan kehilangan
d. Lakukan koreksi terhadap stock-out
e. Hitung lead time untuk menentukan safety stock
Rumus (yang telah disederhanakan)
Rencana kebutuhan obat tahun ini = jumlah pemakaian tahun lalu + stok
kosong + kebutuhan lead time + safety stock sisa stok tahun lalu
(Maimun A, Perencanaan Obat Antibiotik Berdasarkan Kombinasi
Metode Konsumsi Dengan Analisis ABC Dan Reorder Point Terhadap
Nilai Persediaan Dan Turn Over Ratio Di Instalasi Farmasi RS Darul

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Istiqomah Kaliwungu Kendal, 2008 Hal: 40)
b. Metode kombinasi antara EOQ (Economic Order Quantity) dengan
Analisa ABC: Kombinasi ini ditekankan pada jumlah persediaan pengaman
(Safety Stock) dan periode pesanan/ frekwensi pesanan per periode tertentu
(N kali pesan), terutama untuk kelompok A dengan persediaan pengaman
yang sedikit dengan periode pesanan sesering mungkin (N>>). Untuk
kelompok C sebaliknya. (Manajemen Farmasi, 2012 Hal: 92)
c. Just In Time (JIT) digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan yang
ekonomis untuk setiap kali pemesanan dengan frekuensi pemesanan yang
lebih sering, serta memanfaatkan kemampuan pemasok bahan baku
(supplier) untuk menyerahkan pesanan tepat pada saat dibutuhkan dan pada
tingkat yang dibutuhkan saja. Untuk perhitungan metode Just In Time (JIT)
menggunakan sistem kanban pemasok. Kanban adalah sistem komunikasi
atau kartu perintah yang digunakan untuk melakukan pesanan bahan baku
sesuai kuantitas kebutuhan. Kuantitas kebutuhan disini adalah sebagai
kapasitas persediaan untuk menghasilkan suatu produk. Metode Just In
Time (JIT) mununtut adanya ketepatan waktu dan jumlah persediaan guna
menghindari terjadinya penumpukan bahan baku dasar yang berlebihan.
(Dinamika Teknik Vol. V No. 2, Juli 2011 Hal: 21 - 40)

178

d. Analisa ABC dengan formula 80-20 untuk prioritas persediaan, yang


menggunakan Pareto Analysis
Kelompok
Jumlah Item
Jumlah Nilai
A
20%
75%
B
30%
20%
C
50%
5%
100%
100%
Ini menenkankan pada persediaan yang mempunyai nilai penggunaan yang
relatif tinggi/mahal. Dalam persediaan terdiri dari berbagai jenis obat yang
mempunyai nilai penggunaan yangberbeda-beda.
UrutanlangkahAnalisa ABC :
a. Kumpulkan data kebutuhan yang diperolehdarisalah 1
metodeperencanaan, daftarharga, biaya yang
diperlukanuntuktiapnamadagangkelompokkandalamkatagorijumlah
perjenis
b. JumlahkanAnggaran total hitungmasingmasingjenisPerbekalanFarmasi
c. Urutkanmulaidariprosentasebiayaterbanyak
d. Hitungprosentasekumulatif
e. Identifikasijenis yang masukkategori
(Manajemen Farmasi, 2012 Hal: 92
Penghambatan selektif dari Na + / H + penukar NHE1 pada hewan
dengan asidosis laktat meningkatkan fungsi kardiovaskular dan mengurangi
angka kematian dengan mencegah kenaikan natrium intraseluler dan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
calcium.
Rekomendasi untuk pengobatan asidosis metabolik akut
Box 3 | recommendations for the treatment of acute metabolic acidosis
in patients with ketoacidosis, consider administration of base if
acidemia is severe (pH <7.1), there is evidence of cardiovascular
compromise, and insulin and fluids fail to rapidly improve acidemia;
aim to maintain blood pH at ~7.2 and monitor patient carefully
in patients with lactic acidosis, consider administration of base if
blood pH is <7.1 in patients with evidence of cardiovascular
compromise; aim to maintain blood pH at ~7.2, while carefully
monitoring patient
in patients with ketoacidosis or lactic acidosis, administer the
minimum quantity of base necessary to achieve the goal; estimate
the quantity of base required to raise serum HCO3 concentration to
desired level using the following equation: Bicarbonate requirement
= desire
Jika natrium bikarbonat diberikan, harus diberikan sebagai isoosmotik
(untuk mencegah hiperosmolalitas) dan sebagai infus lambat bolus
intravena (untuk mengurangi CO2), dalam jumlah yang dirancang untuk
meningkatkan pH darah ke tingkat yang tidak lebih besar dari 7,2
(konsentrasi serum HCO3 ~ 10 mmol/L) dengan monitoring. Jumlah
bikarbonat yang dibutuhkan untuk menaikkan konsentrasi serum HCO3tergantung distribusi bikarbonat, produksi asam endogen, dan kemampuan
ginjal untuk menghasilkan HCO3-. Distribusi bikarbonat dapat bervariasi
dari 50 % berat badan ketika konsentrasi serum HCO3- adalah> 10 mmol/L.
Dengan berat badan setinggi 100% atau lebih, ketika konsentrasi serum
HCO3- adalah 5 mmol/L
persyaratan Bikarbonat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan
berikut:
Persyaratan bikarbonat = jumlah [HCO3-] yang diinginkan jumlah
[HCO3-] x [HCO3-] space
Metabolic acidosis: pathophysiology, diagnosis and managementJeffrey A.
Kraut and Nicolaos E. Madias

179

(simvastatin memiliki mekanisme kerja menghambat HMG-CoA reduktase


yang memiliki fungsi sebagai katalis dalam pembentukan kolesterol
sehingga simvastatis efektif diminum malam hari untuk mencegah
pembentukan lemak. Martindale hal 1394)

180

D.Asam
Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan nomor 347/ Menkes/SK/
mefenamat 500mg, VII/1990 tentang Obat Wajib Apotek, berisi Daftar Obat Wajib Apotek
25 tablet
No.1 yaitu salah satu nya Asam Mefenamat 500mg maksimal 20 tablet

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

181

182

183

184

dengan pembatasan sakit kepala/ sakit gigi.


Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan nomor 924/ Menkes/X/1993
tentang Obat Wajib Apotek No.2 yaitu salah satu nya Ibuprofen 400 mg 10
tablet, Ibuprofen 600 mg 10 tablet tidak dicantumkan pembatasannya apa.
Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan nomor 1176/ Menkes/X/1999
tentang Obat Wajib Apotek No.3 yaitu salah satu nya Diklofenak Natrium
25 mg maksimal 10 tablet.
BerdasarkanPermenkesNomor 3 Tahun 2015 TentangPeredaran,
Penyimpanan,
Pemusnahan,
danPelaporanNarkotika,
Psikotropika,
danPrekursorFarmasiPasal 39 yaitu :
PemusnahanNarkotika,
PsikotropikadanPrekursorFarmasiharusdilakukandengan :
a. Tidakmencemarilingkungandan
b. Tidakmembahayakankesehatanmasyarakat
Alprazolam
merupakanobatgolonganPsikotropika.
Obatiniseringdisalahgunakansehinggaharusdimusnahkandengancara yang
benar.
Apabilaterjadi
Recall
Alprazolam
makapabriktersebutharusmemusnahkannyadalamskalabesar. Sehinggaalat
yang
mudahdanefisiendalamruanglingkup
industry
farmasiadalahdenganmenggunakanInsenerator
Yang dibutuhkan = 125mg x 20 = 2500mg
Yang diambil = 2500mg : 500mg = 5 tablet
Anemia
normositiknormokromdisebabkanolehpendarahanakut,
hemolisisdanpenyakitinfiltratifmetastatikpada
sum-sum
tulangbelakang.Terjadipenurunanjumlaheritrosittidakdisertaidenganpenurun
ankonsentrasi hemoglobin, bentukdanukuraneritrosit.
Ditemukanpadapasiendengan
anemia
hemolitik,
kegagalansumsumtulangbelakang
(aplasi),
penyakitginjalkronik,
leukemia.Terapi yang diberikanyaitu transfuse darah (bilasudahparah),
pemberiankobaltdaneritropoetin.
Menurut NCCN & ASCO penggunaaneritropoetinbilakadarHb< 10 g/dL

A
Kondisi (Pharmacotherapy Handbook 7th ed, chapter 75 p. 851)
Jawaban: A. Kondisi Prarenal
Prarenal
Penjelasan:

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA

185

186

(Keputusan Kepala Badan POM No: HK.00.05.04.2411/2004 tentang


ketentuan pokok pengelompokan dan penandaan obat bahan alam
Indonesia)
- px mengeluh gatal biang keringat (dermatitis)
- terapi ?
Jawaban : Krim Hydrocortisone
(Systoms in the pharmacy, sixth edition p. 142)
Eczema / dermatitis
Management : sedang parah : menggunakan emollient. Selain itu Terapi
yang dapat diberikan jangka pendek penggunaan OTC Topical Steroid
dibutuhkan. Topical steroid tersebut yang di rekomendasikan adalah topical
hydrocortisone atau clobetasone.
Topical corticosteroids
Krim atau salep hydrocortisone dan clabetasone 0,05% dapat
digunakan untuk terapi dermatitis untuk pengobatan iritasi, alergi,
dermatitis, gigitan serangga, eczema dengan tingkat keparahan sedang
berat. Hydrocortisone kontra indikasi pada kulit yang infeksi (Jerawat,
anogenital area, wajah, terdapat luka). Untuk anak diatas 10th dan dewasa
dapat digunakan tidak lebih dari 1 minggu.
Antipruritis
Antipruritis biasanya digunakan, meskipun bukti efektifitas masih
kurang. Gatal pada eczema tidak ada hubungannya dengan histamine, jadi
penggunaan antihistamin dapat meningkatkan efek sedasi pada malam hari.
Dan itu bukan indikasinya. Penggunaan calamine dan crotamiton krim atau
lotion dapat digunakan. Produk kombinasi cromiton dengan hydrocortisone
tersedia di pasaran. Indikasi nya sama dengan topical corticosteroid
(hydrocortisone).
(Kepmenkes/no.924/menkes/per/1993, tentang Obat Wajib Apoteker)
Kortikosteroid :
- Hydrocortisone butyrate jumlah maksimal 1 tube tiap jenis obat per
pasien, pembatasan pemakaian sebagai obat luar untuk inflamasi.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
188. B. Pengikat

(Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi, Syamsuni, 2006)


Kerusakan-kerusakan pada pembuatan tablet:
- Spliting / Capping : Splitting adalah lepasnya lapisan tipis dari
permukaan tablet, terutama pada bagian tengah. Capping adalah
membelahnya tablet dibagian atas. Penyebaabnya:
1. Kurangnya daya pengikat dalam massa tablet.
2. Massa tablet terlalu banyak fine atau terlalu banyak
mengandung udara sehingga udara akan keluar setelah dicetak.
3. Tenaga yang diberika pada pencetakan tablet terlalu besar
sehingga udara yang berada di atas massa yang akan dicetak
sukar keluar dan ikut tercetak.
4. Formulasi tidak sesuai.
5. Die dan punch tidak rata.

189

[Sympthoms in the Pharmacy, a guide to the management of common


illness, 6th, Kepmenkes no 347 tahun 1990 tentang Obat Wajib Apotik, ISO
vol 49]
Infeksi jamur sering terjadi pada kondisi permukaan kulit pada bagian
tubuh yang hangat dan lembab. Dipertimbangkan dari tingkat keparahan
dan lama waktu penyakit pasien Farmasis dapat memutuskan terapi untuk
pasien. Infeksi jamur minor dapat diobati secara efektif dengan obat2 an
OTC.
Terapi : topical allynamines (terbinafine), azoles (clotrimazoles,
miconazole, ketoconazole), undecenoic acid, tolnaftate.
Lama terapi 1 minggu, apabila dalam 2 minggu pasien belum sembuh
dirujuk ke dokter.

Daftar OWA 3
Tolnaftat maks 1 tube
Daftar OWA 2
Ketokonazole kadar 2%, Krim 1 tube, Scalp sol 1 botol Sebagai obat luar
untuk infeksi jamur local

190

A,70

ISO vol 49 (obat gol bebas, bebas terbatas untuk antifungi) : Daktarin,
Canesten, Fungiderm, Lotremin, Mycorine, Neo Ultrasilin
Untuk pasien dengan resiko rendah (tanpa Cardiovaskular Diseases (CVD)
dan berumur dibawah 40 tahun) terapi statin dapat diberikan termasuk
pengendalian pola hidup jika nilai LDL >100 mg/dl. Terapi statin harus
diberikan termasuk pengendalian pola hidup untuk pasien diabetes tipe II
dengan CVD dan pasien tanpa CVD dimana berumur >40 tahun dan
memiliki 1 atau lebih faktor resiko penyebab CVD (sejarah keluarga CVD,
hipertensi, merokok, dislipidemia atau albuminuria).
Untuk target LDL kolesterol dengan terapi statin pada pasien Diabetes
Mellitus tipe II tanpa CVD adalah <100 mg/dl (2,6 mmol/L).
Sedangkan untuk pasien Diabetes Mellitus tipe II dengan CVD, target nilai

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
LDL kolesterol adalah <70 mg/dl, nilai Trigliserida <150mg/dl, kolesterol
HDL >40 mg/dl pada laki-laki, >50 mg/dl pada wanita.
(American Diabetes Association, 2014, page 38)
191

Aminofilinmerupakanbentukgaramdariteofilin.Mekanismekerjanyayaitude
nganmenghambatenzimfosfodiesterase
(PDE)
sehinggamencegahpemecahancAMPdancGMPmasing-masingmenjadi 5AMPdan
5-GMP.Penghambatan
PDE
menyebabkanakumulasicAMPdancGMPdalamselsehinggamenyebabkanrel
aksasiototpolostermasukototpolosbronkus.
PUSTAKA
:FarmakologidanTerapiEdisi
5,
DepartemenFarmakologidanTerapeutikFakultasKedokteranUniversit
as Indonesia, 2007

192. d. Streptomisin

193

194
195

196

c. Apoteker
Pengelola Apotek

d. 122

(permanent ototoxic dan dapat menembus barier placenta,


Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis,p 29)
Menurut JNC 7 target tekanan darah untuk pasien hipertensi adalah
<140/90 mmHg atau <130/90 mmHg untuk pasien hipertensi dengan
diabetes atau CKD.
Menurut JNC 8 target tekanan darah untuk pasien hipertensi usia <60
tahun <140/90 mmgHg dan pasien hipertensi usia >60 tahun target tekanan
darah <150/90 mmHg.
Pasien berusia 45 tahun dan menderita hipertensi tanpa ada penyakit
penyerta sehingga target tekanan darah yang harus dicapai adalah <140/90
Jawab: (17 x 2 mg) : 4 mg = 8,5 tab
Berdasarkan Permenkes No 3 Tahun 2015 Tentang Peredaran,
Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan
Prekursor Farmasi:
Pasal 16 (1) Penyaluran Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
dalam bentuk obat jadi dapat dilakukan berdasarkan surat pesanan dari
apoteker penanggung jawab.
Pasal 17 (2)Pengiriman Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi
yang dilakukan melalui jasa pengangkutan hanya dapat membawa
Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi sesuai dengan jumlah yang
tercantum dalam surat pesanan, faktur, dan atau surat pengantar barang
yang dibawa, pada saat pengiriman.
Pasal 19 (4) Penyerahan Narkotika, Psikotropika harus berdasarkan surat
permintaan tertulis yang ditandatangani oleh Apoteker penanggung jawab.
Dari sumber peraturan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktur maupun
surat pesanan Psikotropika (Alprazolam) harus diterima dan dibuat bahkan
ditandatangani oleh Apoteker Penanggung Jawab
ClR = ClT x fe
= 135ml/menit x 0,9
=121,5122ml/menit

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
(Shargel 5,hal 154)
197

Obat Bebas
Obat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli
tanpa resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas
adalah lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam.
Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi
masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertaidengan
tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas
adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.
Obat bebas terbatas ada peringatannya menurut (permenkes No.
6355/ ditjen /SK/69).
a. P No.1 awas obat keras : bacalah aturan memakainya
Contoh : diphenhidramin tidak besar dari 50 mg
b. P No.2 hanya untuk kumur, jangan ditelan
Contoh : kalii chloras dalam larutan obat kumur
c. P No. 3 hanya untuk bagian luar badan
Contoh : iodium dalam larutan
d. P No. 4 hanya untuk dibakar
Contoh : rokok dalam serbuk scopolamium
e. P No. 5 tidak boleh ditelan
Contoh : Ammonia lebih kecil 10%
f. P No. 6 obat wasir jangan ditelan
Contoh : Suppositoria
Obat Keras
Obat keras adalah semua obat yang pada bungkus luar oleh
sipembuat disebutkan bahwa obat itu hanya boleh diserahkan dengan R/
dokter dan untuk digunakan secara parenteral baik dengan cara suntik
maupun dengan cara pemakaian lain dengan cara merobek rangkaian dari
jaringan (kepenkes No. 633/ Ph/ 62/ B tg 25/ 1962)
Narkotika : UU No 3 tahun 2015
Merupakan suatu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman, baik sintesis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan .
Psikotropika UU No. 5 Tahun 1997
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan :
1. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada
susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas
mental dan perilaku.
BAB II
RUANG LINGKUP DAN TUJUAN
Pasal 2
(2) Psikotropika yang mempunyai potensi mengakibatkan sindroma
ketergantungan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) digo-longkan menjadi :
a. psikotropika golongan I;
b. psikotropika golongan II;
c. psikotropika golongan III;
d. psikotropika golongan IV.
Ayat (2)
Yang dimaksud dengan :
a. Psikotropika golongan I adalah psikotropika yang hanya dapat digunakan
untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta
mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan ketergantungan.
b. Psikotropika golongan II adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma
ketergantungan.
c. Psikotropika golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu
pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma
ketergantungan.
d. Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu
pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma
ketergantungan.

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
198

b. Pengontrolan
kadar
glukosa
darah puasa

Metformin merupakan antidiabetik oral golongan biguanida (DIH


24th ed, 2015). Jika tidak di kontraindikasikan Metformin merupakan pilihan
utama terapi diabetes tipe 2 Penggunaan Metformin dapat mengurangi
resiko komplikasi pada sistem kardiovaskuler (ADA, 2014). Metformin
digunakan untuk pasien-pasien DM tipe 2 dengan impaired glucose
tolerance (IGT), impaired fasting glucose (IFG), atau A1C 5.76.4%
terlebih dengan BMI >35 kg/m2, umur <60 tahun dan perempuan dengan
gestational diabetesmellitus (GDM).(ADA, 2015).
Obat ini bekerja dengan memperbaiki sensitivitas insulin di perifer
serta menurunkan glukoneogensis di hepar. Kemampuan menurunkan gula
puasa tidak sekuat sulfonylurea maupun meglitinida, sehingga jarang
digunakan tunggal. Obat ini direkomendasikan untuk dikombinasikan
dengan golongan lain yang mekanisme kerjanya berlainan seperti
meglitinida, sulfonylurea. Tidak seperti OAD lainnya, metformin justru
mengakibatkan penurunan berat badan, sehingga cocok bagi pasien DM
dengan overweight. Obat ini diberikan bersamaan dengan makanan guna
mengurangi gangguan pencernaan. (Widyati, 2014 ; ADA 2014 ; DIH 24th
ed, 2015).
Parameter monitoring yang perlu dilakukan antara lain :
1) Glukosa dan keton dalam urin
2) Gula darah puasa
3) HbA1c

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
4) Fruktosamin
5) Jika perlu setiap 6 bulan sekali dilakukan monitoring fungsi ginjal
Megaloblastik anemia (dapat diatasi dengan vitamin B12 (DIH 24th ed, 2015)
Berdasarkan PERMENKES RI no 58 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah sakit pada BAB II poin 5 bahwa elektrolit
konsentrasi tinggi tidak disimpan di unit perawatan kecuali untuk kebutuhan
khusus, elektrolit konsentrasi tinggi yang disimpan di unit perawatan pasien
dilengkapi dengan pengaman, harus diberi label yang jelas dan disimpan
pada area yang dibatasi ketat (restricted) untuk mencegah penatalaksanaan
yang kurang hati-hati
a. Injeksi doksorubisin merupakan antibiotik antrasiklin untuk
pengobatan kanker (sitotoksik) termasuk high alert medications,
namun bukan termasuk larutan konsentrat
b. Infus ringer laktat terapi cairan, Tidak dicantumkan konsentrasi
berapa?? termasuk dalam larutan konsentrat jika konsentrasinya
>0,9% (ISMP, 2014)
c. H2O2 (hidrogen peroksida) Tidak dicantumkan konsentrasi
berapa??
jika konsentrasi rendah 3-6 % biasanya digunakan sebagai pewarna
rambut.
H2O2 merupakan iritant, Pada konsentrasi yang tinggi, jika kontak
dengan kulit dapat menyebabkan iritasi kemerahan dan korosi, jika
dikonsumsi menyebabkan iritasi dan korosi pada saluran pencernaan
yang dapat menyebabkan kematian (Toxicology Departement. 2009.
Hydrogen Peroxide General Information. Public Health England)
d. Dextrose 5% terapi cairan dan nutrisi, termasuk dalam larutan
konsentrat jika konsentrasinya >20% (ISMP, 2014)

199

200

pembahasan :
Kadar Fe
Hb

: normal
: 10,5

Anemia adalah keadaan berkurangnya jumlah eritrosit atau


hemoglobin (protein pembawa O2) dari nilai normal dalam darah sehingga
tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa O2 dalam jumlah yang
cukup ke jaringan perifer sehingga kadar O2 di jaringan menurun.
(Alamanda, 2013)
Ginjal merupakan sumber utama eritropoietin yaitu faktor
pertumbuhan hematopoietik yang mengacu pembentukan sel darah merah.
Pada gagal ginjal kronik, produksi eritropoietin tidak adekuat dan biasanya
terjadi anemia. Penyakit ginjal kronik sering menyebabkan perubahan
interstisial dan sel yang memproduksi eritropoietin tipe I menjadi lebih
miofibroblastoid dengan kemampuan memproduksi eritropoietin yang lebih
lemah. Walaupun dapat terjadi destruksi pada sel yang memproduksi
eritropoietin, masalah utamanya adalah kegagalan sel untuk memproduksi
eritropoietin dalam jumlah yang cukup akibat adanya anemia (At a Glance

JAWABAN SOAL TRY OUT UKAI


By : APOTEKER 48 UBAYA
Sistem Ginjal, 2007).
Diagnosa anemia untuk laki-laki > 15 tahun yang disertai CKD
apabila konsentrasi atau nilai Hb < 12.0 g / dl (KDIGO Clinical Practice
Guidline for Anemia in Chronic Kidney Disease, 2012 hal 283).
Terapi untuk anemia pada gagal ginjal kronik menurut KDIGO
Clinical Practice Guidline for Anemia in Chronic Kidney Disease, 2012
meliputi :
1. ESA (Eritropoietin Stimulating Agent)
2. TSAT (Transferin saturation)
3. Red cell transfusion
4. Vitamin B12
5. Folat
Penggunaan ESA (Eritropoietin Stimulating Agent) untuk pasien
CKD dengan nilai Hb 10.0 g/ dl maka penggunaan ESA tidak disarankan.
Tetapi untuk pasien CKD dengan nilai Hb < 10.0 g / dl maka penggunaan
ESA dapat dipilih (KDIGO Clinical Practice Guidline for Anemia in
Chronic Kidney Disease, 2012 hal 284).
Pada pasien tersebut, kadar Hb 10.5 dan nilai Fe normal, sehingga
tidak memerlukan pemberian transfusi PRC (pure red cell) dan zat besi.