Prosedur percobaan photo transistor.. dan di gunakan juga untuk photo diode dan ldr 1.

Pastikan Op-amp dalam keadaan mati. Kemudian hubung rangkaian seperti pada gambar percobaan atur bias pada keadaan DC. 2. Tempatkan LED dan phototransistor pada rel yang telah tersedia dalam modul,dan atur agar jarak keduanya adalah 5mm. dan nyalakan power. 3. Atur bias ke posisi 5 (pertengahan). Menggunakan Rx100 pada multimeter, ukur konduktansi antara collector dan emitter pada phototransistor. 4. Pindahkan jarak antara phototransistor dengan LED dengan range 5mm, dan ukur konduktansinya. 5. naikkan bias pada posisi 10 dan ulangi langkah 4, bandingkan sensitivitasnya dalam dua kasus: a. dari jarak yang diberikan b. dari bias yang diberikan nb : mana yang sensitivitasnya lebih baik.sebagai bahan analisa 6. Hubungkan antara photo transistor dengan terminal R-device, dan set multimeter pada skala DC 15V. hubungkan voltmeter pada output phototransistor di R-device dan ground. 7. Atur bias pada posisi 5. Pada kenaikan 5mm, ukur tegangan output dari photosensor . dan gambarkan kurva hubungannya. Cari perubahan rata-rata dari tegangan output sebagai fungsi dari jarak. 8. Atur jarak antara sensor penerima dan pemancar 10mm, kemudian tutupi permukaannya dengan tangan atau sebagainya sehingga tidak ada cahaya lain yang masuk. Kemudian ukur perubahan tegangan output keluaran, jelaskan. 9. Matikan op-amp untuk sementara dan hubung rangkaian seperti terlihat pada gambar percobaan berikutnya. 10.Atur bias pada posisi T-Device AC 100 Hz, dan atur tegangan output ke 5. Gunakan osiloskop untuk menampilkan sinyal 100Hz 2V . 11.Atur jarak antara phototransistor 5mm, dan nyalakan op-amp. 12.Ukur peak to peak tegangan outputnya. Ukur pula tegangan output dengan mltimeter setiap perubahan jarak 5mm. dan gambarkan kurvanya. 13.Pindah posisi bias pada 1KHz, dan ulangi langkah diatas. Gambarkan kurva dari gambar 4-13. Ukur tegangan peak to peak pada osiloskop dan gambarkan sinyalnya. 14.Atur level bias pada posisi 10 dan ulangi langkah 11 dan 12. 15.Atur perpindahan jarak antara penerima dan pemancar sebesar 10mm, dan tutupi permukaannya, kemudian bandingkan lagi dengan langkah 8. Pastilah ada perubahan, jelaskan mengapa?

Prosedur percobaan photo sensor cds 1. Matikan modul op-amp, dan hubungkan rangkaian seperti pada gambar 4-16, atur BIAS pada T-Device pada posisi DC, dan atur pada level posisi yang paling minimum. 2. Atur jarak antara lampu dengan Cds kira-kira 20mm, dan nyalakan powernya. 3. Ukur resistansi Cds dimana T-Device pada posisi 0. Naikkan level bias perlahan, dan ukur resistansi pada level bias 5 dan 10. 4. Tutupi permukaan sensor, dengan kertas hitam. Kemudian ulangi langkah 23. Alas an menutupi permukaan dari sensor , karena Cds merespon terangnya lampu. Untuk mendapatkan focus lampu, maka perlu menutupi permukaan sensor agar tidak ada cahaya yang masuk selain dari cahaya lampu LED. Dan juga sensor Cds merupakan alat yang lambat. Dimana sensor Cds biasa digunakan pada detector variasi lampu yang lambat. 5. Matikan OP-amp sebentar, dan rubahlah rangkaian sesuai dengan gambar 417. Hubungkan pin 6 op-ampke pin 8. Atur Bias pada posisi DC, dan pada keadaan 0. 6. Atur jarak antara lampu dengan Cds 5mm. tutupi permukaan sensor dari cahaya selain lampu LED. 7. Nyalakan power, dan atur offset bias agar keluarannya 0. 8. Naikkan T-Device bias dari 1-10 dan atur keluaran op-amp. Jika didapatkan keluaran yang linearpada perbuhaan bias, maka photocoupling berfungsi dengan baik. Terangnya cahaya lampu biasanya tidak menghasilkan tegangan yang seimbang. Dalam berbagai aplikasi, input sinyaldari photcoupling mempunyai beberapa jenis penekanan gelombang.. dimana, kecepatan penekanan inillah yang menjadi kunci dari photocoupling. 9. Dalam gambar 4-16, atur kecepatan putaran disk pada 30RPM (one revolution per 2 seconds), dan bawa sensor Cds agar mendapatkan cahaya lampu dari dalam disk. Amati perubahan resistansi menggunakan multimeter. Pindahkan sensor agar sensor mendapatkan lampu dari luar disk. Naikkan kecepatan motor secara bertahap, dan amati perbuahan gelombangnya dari osiloskop. Atur horizontal time pada posisi Cal dan amati gelombangnya. Diskusikakn perbedaan hasil yang didapatkan antara Cds dengan phototransistor. 10.Hubungkan phototransistor sesuai gambar 4-12,dan tempatkan dan tempatkan modul photo sensor ke tempat dimana terdapat lampu dari luar disk. Naikkan kecepatan motor dan lihat gelombangnya pada osiloskop. Atur osiloskop time base pada posisi Cal, dan ukur periode sinyalnya. Dan ulangi percobaan ini menggunakan sensor Cds, kemudian bandingkan hasilnya.

Prosedur percobaan ultrasonic 1. Biarkan power supply dalam kondisi mati.hubungkan rangkaian seperti terlihat pada gambar 4-30. Atur osiloskop untuk 40 KHz dan 0,1V/Div 2. Atur generator untuk 40KHz, dan nyalakan sensor amplifier. 3. Nyalakan power supply, dan dekatkan modul tansmission dengan sensor. Dan periksalah osiloskop untuk tampilan sinyal penerimanya. Berikan jarak yang berbeda-beda antara pemancar dan penerima serta ukur tegangan peak to peak pada osiloskop. Dan cata hasilnya pada gambar 4-31 di kolom 40KHz. Jelaskan hubungan antara kekuatan sinyal dengan jarak. 4. berikan jarak yang tidak berubah-ubah antara pemancar dan penerima, kemudian ubah-ubahlah frequency dari generator seperti yang terlihat pada gambar 4-31. Dan ukur tegangan peak to peak,serta cata hasilnya. 5. Untuk pemberian jarak, arahkan sensor ultrasonicnya ke benda yang terbuat dari kayu dan metal, dan amati perbedaan sinyal yang di terima. Yakinkan bahwa sensor menerima gelombang sinnyal dari kayu tersebut. Kemudian jelaskan, kenapa terjadi perbedaan antara objek kayu dengan metal. 6. Matikan powernya, dan hubungkan function generator dengan keluaran impedance 50ohm, kemudian kendalikan imput sirkuit generator seperti yang terlihat pada gambar 4-32. 7. Atur function generator untuk keluaran geloombang kotak 100Hz pada tegangan 15V peak to peak. Atur osiloskop Ch-1 untuk 100Hz, 0,1 Vpeakpeak, Ch-2 100Hz, 0,2V peak-peak. 8. Nyalakan power supply dan sensor amplifiernya. Bawa modul transmitter dekat dengan sensor, dan amati gelombang pada osiloskop. Bandingkan antara Ch-1 dengan Ch-2.

Prosedur Percobaan LVDT 1. Merangkai rangkaian percobaan seperti gambar rangkaian percobaan 2. Mengkalibrasi LVDT – Mengatur posisi mikrometer sekrup pada posisi 0 mm – Mengatur posisi kumparan LVDT sehingga tegangan outputnya 0 V 1. Mengatur posisi mikrometer sekrup pada posisi 0.25 mm 2. Ukur dan catat tegangan output 3. Ulangi langkah 4 dan 5 untuk posisi 0.5, 1, 1.25, 1.5 dan 2 mm 4. Mengkalibrasi kembali LVDT 5. Mengukur ketebalan selembar kertas pada mikrometer sekrup 6. Ukur dan catat tegangan outputnya 7. Ulangi langkah 7 dan 8 untuk kertas dilipat beberapa kali (tanyakan pada asisten)

Prosedur Percobaan Switch Limit Switch Normally Open 1. Merangkai rangkaian percobaan seperti gambar rangkaian percobaan 2. Tekan saklar Limit Switch 3. Amati dan catat kondisi nyala LED Normally Close 1. Merangkai rangkaian percobaan seperti gambar rangkaian percobaan 2. Tekan saklar Limit Switch 3. Amati dan catat kondisi nyala LED Mercury Switch 1. Mengatur posisi Mercury Switch pada posisi datar 2. Amati dan catat kondisi nyala LED

3. Memiringkan posisi Mercury Switch dengan kemiringan 00, 100, 200, 300. 4. Amati dan catat kondisi nyala LED Reed 1. Merangkai rangkaian percobaan seperti gambar rangkaian percobaan 2. Mengatur posisi magnet sehingga posisinya tepat berhadapan dengan sensor Reed 3. Mengamati kondisi LED 4. Geser posisi magnet menjauhi sensor Reed 5. Mengamati kondisi LED