NAMA : RISKA PRATIDINA KELAS/ABS : 2A/19 NIM : 0831130091

ROUTER
• PENGERTIAN

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

FUNGSI

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN. Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga

mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan. • JENIS – JENIS ROUTER Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni: • • static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan. dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya. GAMBAR DAN APLIKASINYA

SETTING ROUTER PADA LINUX SUSE

Syaratnya : • • PC yang akan di jadikan Router harus minimal mempunyai 2 Lan Card yang baik PC yang akan di jadikan Router harus sudah terkoneksi dengan jaringan atau pun dengan internet

Cara setting Router Pada Linux SUSE : • Login lah ke Root lalu masuk ke Yast • Lalu setting Network Devices, masuk ke Network Card tekan enter tunggu proses Initializing Network Configuration • Konfigurasikan Network Card dengan memilih salah satu kartu jaraingan atau Eth ( Ethernet Card ) yang ada pada kolom Aviable Are lalu pilih Configure .. • Centang Static Address Setup lalu isikan IP yang di pakai Contohnya 192.168.7.1 • Isi pula Subnetmask nya contohnya 255.255.255.0 • Lalu pilih Routing tekan enter • Isilah Default Getwaynya contohnya 10.0.0.1 • Centang pula Enable IP Forwading • Pilih Ok lalu Next • Lakukan pula pada Ethernet Card yang lainya, tetapi IP dari Ethernet Cardnya tidah boleh ada yang sama

• Bila sudah takan finish • Tunggu proses Saving Network Configuration yang sedang berjalan • Lalu tekan Quit • Bila ingin memcoba hasilnya pinglah pada IP Client anda atau ping kepada computer server Bila sudah anda harus mengginstall software untuk brosing internet dengan cara sebagai berikut : • Masukkan CD SUSE 9.1 • Masuklah ke Yast, lalu pilih Software dan klik Install and Remove Software • Pilih Filter dan pilih Search, pilih Search Pharase lalu ketikkan w3m dan tekan enter • Kemudian pada Actions pilih Install Sourcess (SRPM) dan pilih Accept dan OK • Tekan Quit • Kemudian cobalah dengan mengetik w3m www.google.com untuk melihat hasilnya, bila keluar halaman google maka anda telah berhasil

MEMBUAT ROUTER DENGAN LINUX DEBIAN (DINAMIS ROUTER)

Caranya : 1.Komputer harus terinstal SO LInux Debian 2. Sediakan dua PC, satu sebagai Router dan satunya lagi sebagai Klien 3. Pada Login : isikan user Root dan masukkan Passwordnya 4. Setelah itu masuklah pada folder etc dengan mengetikkan cd etc 5. Kemudian masuklah lagi pada folder network dengan mengetikkan cd network 6. Apabila ingin menggunakan cara yang lebih praktis maka ketikkan cd etc/network 7. Kemudian ketikkan pico atau vi interfaces, untuk mengatur ip nya 8. Untuk vi interfaces pada Router ketikkan seperti dibawah ini auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.10.36 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.10.255 network 192.168.10.0 gateway 192.168.10.1 auto eth1 iface eth1 inet static address 192.168.15.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.15.255 network 192.168.15.0 iface lo inet loopback 9. Untuk vi interfaces pada client ketikkan seperti dibawah ini auto eth0 iface eth0 inet static

address 192.168.15.3 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.15.255 network 192.168.15.0 gateway 192.168.15.1 iface lo inet loopack 10. Kemudian aturlah ip tablenya dengan menggunakan cara, ketikkan pada pc Router -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.15.0/24 -j MASQUERADE 11. Setelah itu ketikkan ip tables-save 12. Lalu restart dengan menggunakan perintah /etc/init.d/networking restart 13. Untuk mengecek apakah ip tables sudah masuk maka ketikkan perintah iptables -t nat -n -L 14. Setelah itu keluarlah dari folder network dengan perintah cd .. 15. Pada folder etc bukalah file sysctc1 dengan perintah vi atau pico sysctc1.conf, Hapuslah tanda pagar (#) pada kata # net.ipv4.conf.default.forwading=1 16. Setelah itu lakukan ping antara Router dan client, apabila bisa diping maka pembuatan router telah berhasil instal dulu quagganya #apt-get install quagga Kemudian konfigurasi akan berada pada /etc/quagga, dan edit file debian.conf dan daemons.conf. enable kan daemon zebra dan ripd dulu dan buat file konfigurasi kosong: zebra=yes bgpd=no ospfd=no ospf6d=no ripd=yes ripngd=no isisd=no 1. Membuat config file rip…untuk mudahnya copy saja contoh file konfigurasi rip yang ada di /usr/share/doc/quagga/examples ke /etc/quagga/… # cp /usr/share/doc/quagga/examples/ripd.conf.sample /etc/quagga/ripd.conf 2. Aktifkan daemon rip..dengan cara edit file /etc/quagga/daemons # vim /etc/quagga/daemons rubah ripd=no menjadi ripd=yes 3. Restart service quagga # /etc/init.d/quagga restart 4. Verifikasi daemon quagga yang sudah running # ps -ef | grep quagga…akan terlihat daemon quagga yang sudah running lalu melalui remote vty telnet ke port 2602 root@opera zebra# telnet 127.0.0.1 2602 Hello, this is zebra (version 0.94). Copyright 1996-2002 Kunihiro Ishiguro. password standart rip : zebra Konfigurasi RIP sangat sederhana, secara umum hanya membutuhkan 3 entri dalam running configurasi.

Masukkan network mempunyai router tetangga RIP dan network yang akan disebarkan ke router tetangga. ripd(config)# router rip ripd(config-router)# network 192.168.1.0/24 ripd(config-router)# network 10.1.1.0/24 ripd(config-router)# ^z ripd# Untuk memeriksa status RIP ripd# show ip protocols Routing Protocol is “rip” Sending updates every 30 seconds with +/-50%, next due in 7 seconds Timeout after 180 seconds, garbage collect after 120 seconds Outgoing update filter list for all interface is not set Incoming update filter list for all interface is not set Default redistribution metric is 1 Redistributing: Default version control: send version 2, receive version 2 Interface Send Recv Key-chain Routing for Networks: 10.1.1.0/24 192.168.1.0/24 Routing Information Sources: Gateway BadPackets BadRoutes Distance Last Update Distance: (default is 120) Untuk melihat routing yang didapat dari RIP tetangga. ripd# show ip rip Codes: R - RIP, C - connected, O - OSPF, B - BGP (n) - normal, (s) - static, (d) - default, (r) - redistribute, (i) - interface Network Next Hop Metric From Time Jangan lupa untuk menyimpan konfigurasi kedalam file. ripd# write memory Configuration saved to /etc/zebra/ripd.conf

MEMBUAT ROUTER DENGAN LINUX RED HAT 9.0

Pertama yang harus di lakukan adalah mensetting serv(gateway utama) supaya bisa terhubung ke internet Sebelum Mensetting : 1.Minta IP public ke ISP lengkap dengan netmask,broadcast dan dns nya misalnya :

IP: 202.169.229.25 GATEWAY : 202.169.229.1 Nemast: 255.255.255.192 broadcast : 202.192.224.63 DNS1: 202.169.224.3 DNS2: 202.169.224.4

2.Menentukan IP local yang akan kita gunakan buat client Setting IP serv : 1.[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network lalu isi dengan : NETWORKING=yes HOSTNAME=serv.domain.com GATEWAY=202.169.229.1 lalu simpan dengan menekan :wq 2.Menconfigurasi IP eth0(default) [root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 lalu isi dengan : DEVICE=eth0 BOOTPROTO=static IPADDR=202.169.229.25 BROADCAST=202.169.229.63 NETMASK=255.255.255.192 ONBOOT=yes USERCTL=no lalu simpan dengan menekan :wq 3.Setting dns resolve [root@serv root]$ vi /etc/resolve.conf lalu isi dengan nameserver dari isp kita tadi : nameserver 202.169.224.3 nameserver 202.169.224.4 lalu simpan dengan menekan :wq 4.Setting ip_forwarding

[root@serv cachak]$ vi /etc/sysctl.conf rubah net.ipv4.ip_forward = 0 menjadi net.ipv4.ip_forward = 1 atau kalau gak ada net.ipv4.ip_forward = 0 tambahin net.ipv4.ip_forward = 1 simpan dengan menekan :wq 5.restart network [root@serv cachak]$ /etc/init.d/network restart Shutting down interface eth0: [ OK ] Shutting down loopback interface: [ OK ] Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ] Setting network parameters: [ OK ] Bringing up loopback interface: [ OK ] Bringing up interface eth0: [ OK ] [root@www root]#chkconfig –level 2345 network on [root@www root]# 6.testing dengan ping ke default gateway 202.169.229.1 [root@serv root]$ ping 202.159.121.1 Pinging 202.169.229.1 with 32 bytes of data: Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63 Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63 Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63 Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63 Ping statistics for 202.169.229.1: Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss), Approximate round trip times in milli-seconds: Minimum = 10ms, Maximum = 10ms, Average = 10ms 7.testing untuk ngeping google.com untuk ngecek dns nya kalau muncul : PING google.com (216.239.39.99) 56(84) bytes of data. berarti dns kita untuk serv dah bekerja, tapi kalau muncul : ping: unknown host google.com berarti dns yang kita isikan di /etc/resolve.conf masih salah,silahkan cek lagi ke ISP nya ) nah bereskan sudah setting IP untuk serv nya ) supaya serv ini bisa sekaligus di gunakan sebagai ns server oleh client maka harus di install daemon bind atau daemon nameserver yang lain atau kalau sudah ada tinggal hidupin Bind nya [root@www root]# /etc/init.d/named restart Stopping named: [ OK ] Starting named: [ OK ]

[root@www root]#chkconfig –level 2345 named on [root@www root]# misalnya ip ke client adalah : 192.168.0.1/24 IP : 192.168.0.1 netmask : 255.255.255.0 broadcast : 192.168.0.255 RANGE IP CLIENT : 192.168.0.2-192.168.0.254 Setting ip untuk eth1 (yang ke client) 1.memberi IP 192.168.0.1 di eth1 [root@serv cachak]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1 lalu isi dengan : DEVICE=eth1 BOOTPROTO=static IPADDR=192.168.0.1 NETMASK=255.255.255.0 BROADCAST=192.168.0.255 ONBOOT=yes USERCTL=no lalu simpan dengan menekan :wq 2.Restart networknya [root@serv root]$ /etc/init.d/network restart Shutting down interface eth0: [ OK ] Shutting down interface eth1: [ OK ] Shutting down loopback interface: [ OK ] Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ] Setting network parameters: [ OK ] Bringing up loopback interface: [ OK ] Bringing up interface eth0: [ OK ] Bringing up interface eth1: [ OK ] 3.Testing dengan cara ping ip eth1 [root@serv cachak]$ ping 192.168.0.1 PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data. 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=1 ttl=63 time=0.356 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=2 ttl=63 time=0.269 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=3 ttl=63 time=0.267 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=4 ttl=63 time=0.268 ms — 192.168.0.1 ping statistics — 4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2997ms rtt min/avg/max/mdev = 0.267/0.290/0.356/0.038 ms

Tinggal Setting IP computer client dengan ketentuan di bawah ini : IP: 192.168.0.2 – 192.168.0.254 GATEWAY: 192.168.0.1 NETMASK: 255.255.255.0 BROADCAST: 192.168.0.255 NAMESERVER: 192.168.0.1 misal : Client01 =============================== IP: 192.168.0.2 GATEWAY: 192.168.0.1 NETMASK: 255.255.255.0 BROADCAST: 192.168.0.255 NAMESERVER: 192.168.0.1 Client02 =============================== IP: 192.168.0.3 GATEWAY: 192.168.0.1 NETMASK: 255.255.255.0 BROADCAST: 192.168.0.255 NAMESERVER: 192.168.0.1 dan seterusnya sesuai banyaknya client,yang berubah hanya IP untuk client windows maka setting IP di bagian Start Menu/Setting/Control Panel/Network setelah di setting ip client, maka coba ping ke 192.168.0.1 dari client,kalau berhasil berarti client dan serv nya sudah tersambung. Setting serv supaya client bisa internat dengan menggunakan NAT 1.Matikan iptablesnya [root@serv root]# /etc/init.d/iptables stop Flushing all chains: [ OK ] Removing user defined chains: [ OK ] Resetting built-in chains to the default ACCEPT policy: [ OK ] [root@serv root]# 2.Tambahkan iptables untuk Source NAt sesuai dengan ip di eth0 [root@serv root]# /sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.0.0/24 -j SNAT –tosource 202.159.121.2 [root@serv root]# /sbin/iptables-save > /etc/sysconfig/iptables [root@serv root]# /etc/init.d/iptables restart Flushing all current rules and user defined chains: [ OK ]

Clearing all current rules and user defined chains: [ OK ] Applying iptables firewall rules: [ OK ]

REFERENSI

http://me-myself-i.co.cc/?p=103 http://galihmaulanamalik.blogspot.com/2009/08/membuat-router-dengan-linux-debian.html http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Router&action=edit&section=1 http://www.untukku.com/artikel-untukku/setting-router-pada-linux-suse-untukku.html