TUGAS KELOMPOK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

GUSRIZAL 123.09.1028 MARDAHLIA DAYA 123.09.1040 MARDIATI 123.09.1041

MAGISTER AKUNTANSI ANGKATAN XVII REGULER UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA 2010

Profil Perusahaan Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintaha Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah -- Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim and Bapindo–dilebur menjadi Bank Mandiri. Masing-masing dari keempat legacy banks memainkan peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia. Segera setelah merger, Bank Mandiri melaksanakan proses konsolidasi secara menyeluruh. Pada saat itu, kami menutup 194 kantor cabang yang saling berdekatan dan mengurang jumlah karyawan, dari jumlah gabungan 26.600 menjadi 17.620. Brand Bank Mandiri kami implementasikan secara sekaligus ke semua jaringan kami dan pada seluruh kegiatan periklanan dan promosi lainnya. Satu dari sekian banyak keberhasilan Bank Mandiri yang paling signifikan adalah keberhasilan dalam menyelesaikan implementasi sistem teknologi baru. Sebelumnya kami mewarisi 9 core banking system yang berbeda dari keempat bank. Setelah melakukan investasi awal untuk segera mengkonsolidasikan kedalam system yang terbaik, kami melaksanakan sebuah program tiga tahun, dengan nilai US$200 juta, untuk mengganti core banking system kita menjadi satu system yang mempunyai kemampuan untuk mendukung kegiatan consumer banking kita yang sangat agresif. Hari ini, infrastruktur IT Bank Mandiri memberikan layanan straight-through processing dan interface tunggal pada seluruh nasabah. Nasabah korporat kami sampai dengan saat ini masih mewakili kekuatan utama perekonomian Indonesia. Menurut sektor usahanya, portfolio kredit korporasi terdiversifikasi dengan baik, dan secara khusus sangat aktif dalam sector manufaktur Food & Beverage, agrobisnis, konstruksi, kimia dan tekstil. Persetujuan dan monitoring kredit dikendalikan dengan proses persetujuan four eyes yang terstruktur, dimana keputusan kredit dipisahkan dari kegiatan marketing dari unit Bisnis kami.

Sejak berdirinya, Bank Mandiri telah bekerja keras untuk menciptakan tim manajemen yang kuat dan professional yang bekerja berlandaskan pada prinsip-prinsip good corporate governance yang telah diakui secara internasional. Bank Mandiri disupervisi oleh Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Menteri Negara BUMN yang dipilih berdasarkan anggota komunitas keuangan yang terpandang. Manajemen ekskutif tertinggi adalah Dewan Direksi yang dipimpin oleh Direktur Utama. Dewan Direksi kami terdiri dari banker dari legacy banks dan juga dari luar yang independen dan sangat kompeten. Bank Mandiri juga mempunyai fungsi offices of compliance, audit dan corporate secretary, dan juga menjadi obyek pemeriksaan rutin dari auditor eksternal yang dilakukan oleh Bank Indonesia, BPKP dan BPK serta auditor internasional. AsiaMoney magazine memberikan penghargaan atas komitmen kami atas penerapan GCG dengan memberikan Corporate Governance Award untuk katagori Best Overall for Corporate Governance in Indonesia dan Best for Disclosure and transparency. Dewan Komisaris Posisi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Data Anak Perusahaan Presentase Pemilikan 100% 99,99% 99,00% 95,69% 93.33% Nama Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Gunarni Soeworo Pradjoto

No Nama Anak Perusahaan Jenis Usaha Kedudukan 1 2 3 Bank Mandiri (Europe) Perbankan Limited (BMEL) PT Bank Syariah Mandiri Perbankan (BSM) PT Usaha Gedung Bank Syariah Pengelolaan Properti Sekuritas Pengelolaan London Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta

Dagang Negara 4 PT Mandiri Sekuritas 5 PT Bumi Daya Plaza

Properti 6 PT Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) Perbankan Denpasar 80,00%

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 10 Agustus 1973 dengan nama PT Bank Susila Bhakti, anak perusahaan dari ex-legacy BDN, berdasarkan akta notaris No. 146 dari R. Soeratman, S.H. Nama perusahaan mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan akta notaris No. 23 dari Sutjipto, S>H., tanggal 8 September 1999, berganti nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Perusahaan menyelenggarakan usaha Bank dengan prinsip perbankan Syariah. PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara didirikan berdasarkan akta notaris Abdul Latief, S.H., No. 104 tanggal 29 Oktober 1971 di Jakarta. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris Martin Roestamy, S.H. No. 7 tanggal 25 November 2004. Perusahaan bergerak di bidang jasa pengelolaan dan penyewaan gedung. PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara memiliki 25% modal saham PT Pengelola Investama Mandiri (PIM), suatu perusahaan yang didirikan untuk mengelola penyertaan-penyertaan saham milik Bank Mandiri. PT Mandiri Sekuritas didirikan pada tanggal 31 Juli 2000 berdasarkan akta notaris No. 116 dari Ny. Vita Buena, S.H., menggantikan Notaris Sutjipto,S.H., dan didirikan melalui penggabungan usaha PT Bumi Daya Sekuritas, PT Exim Sekuritas dan PT Merincorp Securindo. Penggabungan usaha tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundangan-undangan Republik Indonesia pada tanggal 25 Agustus 2000 berdasarkan Surat Keputusan No. C-18762.HT.01.01-TH.2000. PT Mandiri Sekuritas memiliki 99,99% modal saham PT Mandiri Manajemen Investasi. Anak perusahaan yang didirikan tanggal 26 Oktober 2004 yang bergerak di bidang manajemen dan penasehat investasi. PT Bumi Daya Plaza didirikan berdasarkan akta notaris Ny. Subagyo Reksodipuro, S.H., No. 33 tanggal 22 Desember 1978 di Jakarta. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir telah dicantumkan pada Tambahan Berita Negara Republik

Indonesia dan pada tanggal 27 April 2001 No. 34. Perusahaan bergerak di bidang jasa pengelolaan dan penyewaan gedung. PT Bumi Daya Plaza memiliki 75% modal saham PIM. PT Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) didirikan pada tanggal 3 November 1992 berdasarkan akta notaris Ida Bagus Alit Sudiatmika, S.H., di Denpasar. Pada tanggal 3 Mei 2008 dilangsungkan penandatanganan Akta Akuisisi antara Bank Mandiri dengan BSHB, sebagaimana tertuang dalam Akta Akuisisi No. 04 tanggal 3 Mei 2008 dibuat oleh I Wayan Sugitha, S.H., Notaris di Denpasar. Penandatanganan Akta Akuisisi ini menandai awal kepemilikan Bank Mandiri atas 80% saham BSHB, dimana selanjutnya pengelolaan BSHB akan dilakukan secara terpisah dari Bank Mandiri sebagai bank yang tetap berdiri sendiri (Stand-alone bank) dengan fokus utama pada pengembangan bisnis Mikro dan Usaha Kecil. Perbaiki IT, Bank Mandiri Raih Penghargaan TEMPO Interaktif, Jakarta: Perubahan pada sistem teknologi informasi PT Bank Mandiri Tbk. Berhasil meningkatkan total transaksi keuangan bank ini sepanjang tahun 2006. Transaksi melalui TI ini naik 34 persen dari 32 juta transaksi menjadi 43 juta transaksi. Kenaikan ini juga menempatkan Bank Mandiri menjadi bank dengan sistem IT terbaik di Indonesia 2007 versi Majalah Swa. Dalam siaran pers Bank Mandiri menyebutkan, penilaian tim juri terhadap pencapaian prestasi ini adalah kontribusi IT terhadap perusahaan, strategi IT, IT governance, dan budaya kerja tim IT. Pemenang di peringkat kedua adalah Bank Central Asia, Bank Permata, Bank Permata unit Syariah, Bank Niaga, Bank Syariah Mandiri, dan Citibank.

Peran Teknologi Informasi Dalam Industri Perbankan

Tiga proses yang paling potensial untuk direkayasa ulang dalam perbankan di masa depan yaitu 1. Moneless 2. Brancheles 3. Bankerles Semakin sedikit uang kontan karena transaksi akan dilakukan secara elektronis, kantor-kantor cabang juga akan berkurang karena setiap nasabah yang dilengkapu dengan PC, bisa langsung melakukan transaksi virtual dan kemajuan teknologi memungkinkan pekerjaan pada banker akan digantikan dengan mesin . Masyarakat masa depan adalah cashless society. Tulisan berikut gambaran betapa dalam TI (Teknologi Informasi) telah masuk sendi-sendi bisnis perbankan. Manajemen era millennium ketiga ini perkembangan Teknologi Informasi (TI) telah berkembang pesat. Begitu cepatnya sehingga dapat dikatakan telah menjadi “revolusi teknologi informasi” yang mampu mengubah wajah dunia. Apa yang diramalkan oleh Futurology kondang Alfin Toffler dalam bukunya yang tekenal The Third Wave (gelombang ketiga) tentang perubahan perubahan masyrakat dari agraris/ pertanian menjadi masyarakat industry (gelombang pertama) dan masyarakat industry (gelombang kedua) menuju masyarakat informasi (information society, gambaran masyarakat gelombang ketiga) kini menjadi kenyataan. Apa yang diramalkan oleh Toffler tersebut sejalan dengan pemikiran John Naisshbitt dan Paticia Aburdeane dalam buku terlarisnya Megatrends. Dewasa ini terdapat dua jenis teknologi yang terasa mewarnai kehidupan bisnis, yaitu TI dan perancangan kembali rekayasa ulang (business process reengineering). Terminologi dalam TI menyangkut penggabungan teknologi computer, telekomunikasi dan otomasi kantor . Asumsi nya bank-bank yang belum mampu menyatukan ketiga teknologi tersebut dalam manajemennya tidak mampu mengeksploitasi secara optimal kemampuan yang muncul. Karena perkembangan strategi ketiganya atau istilahnya berada pada Island of Technology (pulau-pulau teknologi) cepat atau lambat akan kalah bersaing dengan industry sejenis atau substitusinya. Perkembangan TI dalam perbankan

Dewasa ini perkembangan industry keuangan baik lembaga perbankan maupun non perbankan berjalan sangat pesat. Pada saat yang bersamaan dereluhasi dibidang moneter kompetisi bisnis, preferensi jasa keuangan yang semakin canggih, perkembangan TI dan telekomunikasi semakin memacu perkembangan industry perbankan. Kemajuan TI telah memungknkan pula lembagalembaga yang dulunya bergerak disektor industry non keuangan mengalihkan atau mendefinisikan bisnisnya ke sector keuangan. Impikasinya persaingan makin ketat. Beberapa aktifis perbankan yang dirambah antara lain middle and wholesal, retail, bank to bankmarchandising credit authorization, insurance, international banking, investment service dan pelayanan informasi strategi lainnya. Konon sytem online yang kini menjadi “factor unggulan” sedang memasuki generasi ketiga. Sekalipun demikian, belum semua bank-bank nasional telah mengemukakan system on line sebagai instrument operasionalnya. Dalam era globalisasi yang tengarai oleh liberalisasi ekonomi dan beberapa kesepakatan internasional (GATT/GATS dalam kerang WTO, APEC, AFTA) telah mengubah orientasi bank dari inward looking menjadi forward looking guna menengahkan persaingan. Dengan demikian terdapat koinsidensi di mana berbagai derelugasi di sector keuangan telah memperluas pasar, sedangkan teknologi pada saat bersamaan memberikan dukungan terhadap usaha pemasarannya . Kemajuan akses dan pengelolaan data dan menggunakan nicroprocessore sejak decade 1970an dan jasa telekomunikasi yang relative murah juga telah mendorong perubahan-perubahan dalam penawaran produk jasa keuangan berikut stuktur harga, khususnya diindustri sekuritas. Hal ini logis, mengingat industri-industri keuangan sedang dijangkiti fenomena sekuritas . Membangun perangkat TI di industry perbankan yang mampu memenuhi kebutuhan internal dan eksternal tidaklah gampang, ada 5 elemen penting dalam pengembangan TI yaitu : 1. Ketersediaan dana yang cukup 2. Strategi yang tepat 3. Proses 4. Perangkat TI

5. Sumber Daya Manusia (SDM)

Keterpaduan dan keseimbangan kelima elemen tersebut akan menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi bank. Idialitasnya, aplikasi TI akan investasi TI yang efektif akan meningkatkan keunggulan daya saing dalam jangka panjang. Disamping itu, ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan secara matang pengolahan bank-bank mengembankan TI-nya. 1. Menentukan visi/arah yang jelas, dalam arti apakah bank benar-benar akan mengembangkan TI secara itensif (intensifikasi teknologi) tentunya membutuhkan komitmen dan konsistensi yang tinggi dari jajaran manajemen bank 2. Menggunakan persepsi dilingkungan internal bahwa pengguna TI bukan sekedar merupakan supporter saja, tetapi sudah menjadi enabler. Saat ini sedang popular penggunaan TI sebagai enabler rekayasa ulang proses bisnis. Banyak yang tidak menyadari bahwa rekayasa ulang proses bisnis merupakan dampak perkembangan TI. Perubahan peran TI sebagai alat efisiensi mejadi enabler bagi perusahaan untuk meningkatkan keunggulan kompetitifnya telah memunculkan istilah baru Strategi Information System (SIM) atau bukan information as competitive weapons. 3. Merencanakan implementasi TI yang tepat guna , Bank-bank harus memiliki system TI yang akan diaplikasikan, apakah dengan teknologi system online ke network hingga keluar batas-batas wilayah internal suatu otganisasi bisnis. 4. Implementasi perangkat TI di mana memelihara piranti lunak (software) dan piranti keras (hardware) yang sesuai dengan visinya 5. Tahap uji coba perangkat teknologi untuk menyelaraskan anatara software dengan Hardwarenya, Tahap ini merupakan tahap transisi yang paling krusial bagi bank, sebab SDM dihadapkan kepada system berteknologi baru. Untuk mengantispasi masalah ini, bank bekerjasama dengan penjual teknologinya harus mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi SDM-nya agar mereka turn-in, dengan system teknologinya. Tahap ini

harus diakui oleh bank dalam pengembangan TI-nya, walaupun dimungkinkan langkah improvisasi dalam pelaksanaannya.

Kopetensi Teknologi Informasi Kemajuan TI pada gilirannya telah mendorong perubahan dari struktrur hierarki ke networking hingga keluar batas-batas wilayah internal suatu organisasi bisnis. Dibidang-bidang ekonomi , TI maupun mengubah berbagai parameter ekonomis yang selama ini dibekukan oleh institusi swasta (termasuk para ahli dan pelaku-pelaku bisnis). Dibidang perbankan ATM (Automatic Teller Machine) atau anjungan tunai mandiri merupakan proses desintermediasi dalam kontek “debirokratisasi” system dan prosedur serta pendelegasian karyawan akan membantu pelayanan yang tepat dan cepat yang selama ini sering dikeluhkan oleh nasabah. Dengan TI, selain terjadi proses otomasi dan disentermediasi, juga terjadi proses integrasi baik dalam piranti software dan hardware , masukan (data base) dan keluar (informasi), proses (antara penggunaan data base dan sarana telekomunikasi meliputi data teks dan suara melalui jaringan komunikasi digital) Yang lebih penting, perkembangan teknologi perbankan telah mengajarkan pada pengolahan untuk intropeksi dalam mengenali posisinya di dalam peta persaingan. Gunanya untuk melakukan kaji ulang berdasarkan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) dan merevitalisasi eksistensi, yang pada gilirannya bermuara pada pengembangan produk dan jasa inovatif yang diunggulkan. Mengkaji ulang corporate plan (lima tahun) dan business plan (satu tahun) merupakan media yang efektif untuk melakukan intropeksi. Dengan kaji ulang akan dapat dievaluasi pada elemen-elemen yang sudah sesuai dengan sasaran (goal setting) dan yang belum sesuai dengan sasaran. Salah satu elemen penting dalam kaji ulang bisnis perbankan adalah TI. Salah satu penyebab cepat perubahan lingkungan bisnis global adalah pesatnya kemajuan teknologi. Implikasinya, bank-bank yang tidak mampu beradaptasi dan mengadopsi kemajuan teknologi perbankan akan terlibas oleh pesaing-pesaingnya. Namun perlu diingat, betapa canggihnya TI , apabila tidak

digunakan semestinya bias membawa bencana. Ini mengingat kita, bagaimanapun kecanggihan teknologi apabila SDM sebagai operatornya tidak dibekali Profesionalism Values justru akan menghancurkan dirinya sendiri. Di Indonesia masih sedikit bank yang sudah menggunakan perangkat electronic banking. Dengan teknologi ini bank-bank dapat mengembangkan bisnis kearah system home banking. Dalam scope yang lebih luas , TI yang terkait dengan operasi perbankan dapat membantu system pembayaran (paymeny system) misalnya melalui fasilitas credit card untuk transaksi pembayaran ditempat-tempat tertentu. Jalur Keberhasilan Teknologi Modern Dewasa ini dan tertentu di masa dating, TI memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan bisnis. Tanpa bantuan TI, yang up to date, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan berbagai aspek bisnis, termasuk pelayanan purna jualnya yang prima jualnya (after sales service). Dalam era TI cyberspace dewasa ini, bank-bank dinegara-negara maju yang menjadi pusat-pusat keuangan dunia seperti di AS, Jepang, Hongkong,Kanada, Singapura, Jerman, Perancis dan sebagainya sudahlama menggunakan fasilitas internet (dan interenet dalam tingkat yang lebih tinggi) untuk mengakses data dan informasi strategis yang tersebut di seluruh dunia Dalam hal ini piranti TI sudah menjadi tool of busissines intelligence. Bagi Negara-negara maju, dan data informasi merupakan komoditas mahal yang untuk memperolehnya harus mengeluarkan biaya besar. Secara sosiologis, kondisi masyarakat di Negara maju sudah mencapai tahapan masyarakat informasi (information society) di mana data dan informasi sudah menjadi kebutuhan utama. TI di industry perbankan yang tergolong masih baru dan kini tengah dikembangkan bersama oleh Visa International dan World Inc, adalah perangkat lunak(software0 yang disebut Electronic. Dengan dukungan TI, operasi perbankan semakin bersifat elektronis dan efisien tanpa harus mengurangi jumlah karyawan. Pengunaan personal computer yang full computerized merupakan salah satu indicator kemajuan sebuah bank Internet banking

Keuntungan dan Keamanan Keuntungan Mandiri Internet: Cukup dari Meja Kerja Anda ! Melakukan aktivitas perbankan cukup dari meja kerja, dengan menggunakan personal computer/lap-top, Modem + Line Telephone atau GPRS Tanpa Batasan Waktu ! Nasabah dapat meng-akses rekening mereka 24 jam sehari 7 hari seminggu Cakupan Global ! Dapat melakukan transaksi dari belahan dunia manapun (selama ada akses ke Internet) Siapapun bisa menikmati kemudahannya ! Menu transaksi jelas dan mudah digunakan Fitur Layanan yang beragam ! Dapat melakukan beragam transaksi perbankan seperti: Transfer, bayar tagihan, isi ulang pulsa, dll. Aman dan terlindung ! Dilengkapi sistem keamanan berlapis dan Token PIN Mandiri Satu akses untuk semua produk ! Dapat mengakses Produk seperti Tabungan, Giro dan Deposito baik dalam mata uang rupiah atau mata uang asing lainnya dengan satu user ID, pengembangan kedepan adalah Kartu Kredit dan Personal Loan Fitur Lengkap Transfer Dana
• •

Informasi Rekening & Kartu Kredit

Transfer antar Rekening Mandiri Transfer antar Bank Domestik

Rek. Tabungan & GIRO
o

Posisi Saldo

o

Dengan cara Sistim Kliring Nasional (SKN) Dengan cara Real Time Gross Settlement (RTGS)
• • •

o o

Histori Transaksi Daftar Rekening

o

Rek. Deposito Rek. Pinjaman Informasi Kartu Kredit Mandiri

Daftar Transfer Terjadwal

Pembayaran Fasilitas Layanan
• • • • • • • • • • • • • • • •

Telkom & Telepon CDMA Telepon GSM Internet Kabel TV Kartu Kredit Listrik PBB Angsuran PAM Angsuran Asuransi Pendidikan Kereta Api Airlines Autodebit Lain-lain Personalisasi (e.g. transaksi favorit, bahasa)
• • • •

Status Cek Layanan Notifikasi SMS Informasi Suku Bunga Informasi Kurs

Informasi Aktivitas Internet Banking Fungsi Administrasi (e.g. rubah alamat e-mail, ganti password, Authorized Payment)

Pembelian
• •

Pulsa Telepon CDMA Pulsa Telepon GSM

Penempatan Deposito Berjangka Penempatan Mandiri Tabungan Rencana

Keamanan Berlapis

Menggunakan sistem keamanan standard international dengan enkripsi SSL 128 bit(Secure Socket Layer 128 bit Encryption) yang akan mengacak data transaksi Pengamanan pintu akses dengan Firewall (ISP>Web Server>Data Server>Host) Proses pendaftaran melalui ATM Mandiri atau Cabang Bank Mandiri Proses aktivasi di www.bankmandiri.co.id dengan Access ID & Access Code Verifikasi user dengan User ID & PIN Internet Banking pada saat login Auto Logoff (Session Time Out ) jika Nasabah lupa log-out Seluruh aktifitas nasabah di Mandiri Internet akan tercatat oleh sistem Nasabah dapat melihat seluruh aktifitas yang dilakukan pada Internet Banking Mandiri selama jangka waktu tertentu Notifikasi melalui e-mail dan SMS* untuk setiap transaksi yang dilakukan Limit transaksi per hari hingga Rp. 100.000.000,Verifikasi transaksi dengan Token

• • • • • • •

• • •

Dilengkapi Dengan Token

Token (lihat gambar) adalah adalah alat pengaman tambahan untuk transaksi finansial di Elektronik Banking Bank Mandiri (Saat ini baru digunakan di Internet Banking Mandiri)

Token berfungsi untuk menghasilkan PIN yang selalu berganti (PIN Dinamis) untuk setiap kali nasabah melakukan transaksi finansial. PIN Mandiri digunakan sebagai otentikasi transaksi pada saat nasabah meng-eksekusi transaksi, sedangkan untuk login tetap menggunakan USER ID dan PIN Mandiri Internet.

Satu nomor ID Nasabah hanya link ke satu nomor serial Token PIN Mandiri, sehingga sangat unique dan bisa digunakan di semua Channel e-Banking

Token PIN Mandiri diproduksi dalam 11 warna yang berbeda.

Tidak Memerlukan Perangkat Khusus Perangkat yang dibutuhkan untuk mengakses Mandiri Internet:

Perangkat Keras (Hardware):
• •

PC Pentium 133 Mhz, atau lebih tinggi. Modem 28.8 kbps (disarankan 56 kbps).

Perangkat lunak:
• •

Operating System Windows 98, Windows 2000 atau Windows NT Browser Microsoft Internet Explorer 5.00 atau Netscape Navigator 4.5

Koneksi Internet

Internet Account pada salah satu Internet Service Provider (Penyedia Jasa Internet) seperti Radnet, CBN, Indosatnet, dsb. Instant Access : ( Telkomnet Instant atau ISP lainnya)

SmS banking Mudah dan Fleksibel Ketik SMS atau Pilih Menu Dengan mengetikkan kode transaksi yang dibutuhkan, jawaban akan diterima dalam bentuk SMS juga atau transaksi dapat dilakukan dengan SIM Microbrowser Mobile Banking memilih menu pada ponsel *). Lebih Efisien Biaya transaksi sebesar biaya SMS + Rp500. Untuk notifikasi SMS sebesar Rp500. Memakai semua jenis SIM Card Apapun jenis SIM Card yang Anda miliki, transaksi perbankan dapat Anda lakukan. *) Transaksi dengan memilih menu ini dapat dinikmati oleh pengguna navigator Telkomsel. Life In Hand XL, Matrix dan Mentari Indosat

Jenis Transaksi
1. Transfer uang
o o

Transfer antar rekening Bank Mandiri Transfer antar Bank Saldo rekening tabungan , rekening valas dan pinjaman. Informasi tagihan Mandiri Visa 5 transaksi terakhir rekening Suku bunga Deposito, suku bunga Tabungan dan kurs valuta asing Pembayaran tagihan Mandiri VISA, Telkom, Telkom Flexi, KartuHALO, Matrix, Xplor, Fren, Esia, StarONE, Garuda, Air Efata, Air Asia, Adam Air, Merpati Air, Riau Air, Travel Agent , PLN, PBB, Kompas, XL Kita, IndosatNET, CBN Internet, Kabel Vision, Indo Vision, Multiartha, AXA Mandiri, Bina Sarana Informatika, Perbanas Jakarta, Amikom Yogya Pembelian voucher isi ulang simPATI, IM3 Smart, Mentari , XL bebas, Flexi Trendy, Fren dan Esia dan StarONE

2. Cek Saldo
o

3. Informasi
o o o

4. Pembayaran dan pembelian
o

o

5. Notifikasi SMS
o o o o

Pendebitan/pengkreditan di atas nilai tertentu Penolakan cek/bilyet giro Jatuh tempo rekening Deposito Saldo rekening di bawah nilai tertentu. Perubahan PIN

6. Perubahan PIN
o

Call Mandiri Mandiri Call, layanan perbankan otomatis 24 Jam melalui telepon atau ponsel yang membuat Anda semakin dekat dengan rekening Anda dan memudahkan Anda mengatur keuangan lebih

leluasa tanpa batasan waktu dan tempat. Melakukan transaksi perbankan semudah Anda menekan tombol telepon Dengan Mandiri Call Anda dapat melakukan :
• •

Transfer antar rekening Bank Mandiri Pembayaran tagihan :
o o o o o o o o o o o

Listrik (PLN), PAM Telepon/Handphone Kartu Kredit Tiket Pesawat/Kereta Api, Iklan, Internet, Televisi berlangganan, PBB, Pendidikan, Asuransi

• • • •

Pembelian isi ulang pulsa Pembukaan deposito rupiah Informasi saldo rekening dan 10 transaksi terkahir Informasi (suku bunga, kurs, rekening pinjaman), aplikasi pinjaman dan produk

Produk dan layanan perbankan Bank Mandiri Layanan Faksimili Fasilitas Tekan Cepat Fasilitas “Tekan cepat” kami siapkan bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan Mandiri Call dan ingin melakukan transaksi secara cepat. Silahkan melakukan intervensi langsung dengan menekan angka berturut-turut, pada sata mesin penjawab mengucapkan salam.

ATM Mandiri

Fitur/Layanan Mandiri ATM
1. Fitur Standar / Akses ke Rekening

Penarikan Tunai, Inquiry Saldo, Transfer Antar Rekening, Penggantian PIN, Inquiry Rek. Valuta Asing, Inquiry Rek. Pinjaman, Cetak 5 Transaksi Terakhir
2. Payment Umum/Utilities/Open Payment

Mandiri Visa, PLN, Tiket Garuda, Kompas, XL Kita, OTO-Multiartha, AXA Mandiri, BSI, AMIKOM, Indovision, Indosatnet, CBN, Air Efata
3. Pembayaran Tagihan Telepon

Telkom, kartu Halo, Matrix, IM3 Bright, XL/Xplor, FREN, Esia, Telkom Flexi
4. Isi Ulang Pulsa;

Simpati, Mentari, IM3 Smart, FREN, Esia, Flexi Trendy, XL/bebas
5. Registrasi

SMS Banking Mandiri, Internet Banking Mandiri, Call Mandiri
6. Kartu Mandiri Visa

Cash Advance, Inquiry Tagihan

Mandiri m-ATM Dengan Layanan m-ATM Bank Mandiri, nasabah Bank Mandiri yang telah menjadi pengguna Mandiri SMS bisa melakukan pembelian barang, pembayaran dan tarik tunai di merchant mATM langsung dari ponselnya. Merchant m-ATM adalah nasabah Bank Mandiri pengguna Mandiri SMS yang sekaligus menjadi pelanggan kartuHALO mPOS. Untuk memperoleh kartuHALO mPOS Telkomsel pelanggan harus datang ke outlet graPARI terdekat.

Layanan m-ATM bisa dinikmati di semua pedagang yang sudah ikut program m-ATM. Pedagang m-ATM bisa dikenal dari Logo Layanan m-ATM di toko mereka. Untuk melakukan pembelian, pembayaran barang atau penarikan uang tunai di merchant mATM, nasabah hanya perlu memberikan nomor ponselnya ke merchant tersebut. Setelah transaksi dikirim oleh merchant, Bank Mandiri akan meminta nasabah pembeli untuk otorisasi transaksi tersebut di ponsel nasabah Nasabah dianjurkan untuk memastikan kebenaran isi konfirmasi transaksi tersebut sebelum memasukkan PIN. Setelah PIN dimasukkan, Bank Mandiri akan mengirim notifikasi SMS bahwa transaksi pembayaran sudah BERHASIL dan rekening nasabah sudah didebit senilai jumlah pembelian barang/jasa. Setelah transaksi selesai diproses oleh sistim Bank Mandiri, merchant m-ATM Mandiri akan menerima notifikasi SMS yang sama bahwa pembayaran sudah BERHASIL dan dikredit ke rekening merchant. Sesudah menerima notifikasi SMS dari Bank Mandiri, nasabah pembeli akan menerima barang yang dibeli atau menerima uang tunai dari merchant tersebut. Disamping dapat menikmati layanan m-ATM, merchant m-ATM dengan kartuHALO mPOS juga dapat memanfaatkan layanan Mandiri SMS untuk melakukan transaksi perbankan seharihari melalui berbagai fiturnya seperti cek saldo, 5 transaksi terakhir, sampai dengan transfer antar bank maupun antar rekening di Bank Mandiri, pembayaran tagihan Telkom, PLN, pembayaran tagihan GSM/CDMA, pembelian pulsa isi ulang GSM/CDMA, pembelian tiket Garuda dan notifikasi SMS secara real time on line 24 jam sehari 7 hari seminggu. Dalam kerjasama merchant m-ATM ini, Bank Mandiri menunjuk PT e-Mobile Indonesia dalam melakukan pendaftaran merchant m-ATM di seluruh Indonesia. Bagi Anda nasabah Bank Mandiri yang memiliki bisnis/toko dan tertarik untuk menjadi merchant m-ATM

Kesimpulan

Sejauh ini belum pernah ada studi kasus empiris mengenai dampak penggunaan TI di Indonesia, namun hampir dapat dipastikan bahwa penggunaan TI yang canggih akan berdampak positif bagi perusahaan. Tujuan pengembangan TI bagi bank adalah tercapainya efisiensi, efektifitas dan produktifitas usaha yang optimal untuk memaksimalkan provitabilitas sebagai salah satu manifestasi pencapai goal setting perusahaan. Bank yang tidak mampu adiktif terhadap perubahan lingkungan usaha (internal dan eksternal), terutama perkembangan TI sebagai salah satu bentuk keunggulan komperatif, cepat atau lambah akan hilang dari peredaran, karena kalah bersaing. Namun yang perlu diperhatikan, bagaimanapun canggihnya teknologi, tetap berpotensi mengundang kerawanan-kerawanan terjadinya tindak criminal yang baik dilakukan oleh oknum bank dengan pihak luar, pihak lian yang menguasai system dan prosedur operasi teknologi tersebut yang mampu melihat celah-celah kelemahan (loop holes) semua ini tergolong ke dalam praktek white coller crime. Disinilah fungsi TI sebagai alat atomasi, disentermediasi dan integrasi akan membuat factor-faktor yang sebelumnya uncontrollable menjadi controllable dan system yang sebelumnya terbuka serta mendukung kerawanan terhadap gejolak-gejolak lingkungan menjadi semakin terutup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful