P. 1
Sejahtera Edisi1-2006

Sejahtera Edisi1-2006

4.0

|Views: 437|Likes:
Published by Indonesia
Tabloid PKS
Tabloid PKS

More info:

Published by: Indonesia on Jun 04, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

TESTIMONI

Warsito Penerima Penghargaan Bidang Teknologi
ENGHARGAAN ini merupakan sebuah kebagaan dan amanah. Amanah dalam artian supaya teknologi lebih bisa berkontribusi untuk masyarakat, karena IPTEK belum banyak memberikan teknologi yang besar untuk masyarakat. Penghargaan ini sebuah amanah dan bagi saya cukup membanggakan. Saya sangat menghargai apresiasi dari PKS terhadap Tekhnologi dan tema pendidikan dalam milad sangat bagus sekali karena tanpa didukung oleh pendidkan bagimanapun teknologi tidak akan maju (Tatiek)

Suciwati Istri almarhum Munir Penerima Penghargaan HAM

P

S

aya berterima kasih akan komitmen PKS untuk memperjuangankan keadilan untuk HAMsehingga tidak adalagi pembunuhan terhadap aset bangsa. Saya berharap PKS terus berkomitmen untuk memperjuangkan terus Hak Asasi Manusia.(Tatiek)

Edisi Perdana No. 1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Bersih & Lebih Peduli

POHON YANG BAIK
Membangun Badan Kehumasan adalah menyirami pohon agar tumbuh dengan baik. Humas bukanlah badan penambal kejelekan dan menyampaikannya.... Baca Halaman 13

MANAJEMEN KRISIS
Dalam situasi krisis seperti ini tidak bisa ditangani dengan manajemen birokrasi kita yang lamban ini. Oleh karena itu gunakan manajemen krisis. Baca Halaman 7

Taufik Ismail Seni dan Budaya Penerima Penghargaan Bidang

Tuti Alawiyah Penerima Penghargaan Tokoh Wanita
aya sangat bersyukur kepada Allah SWT, PKS sebagai partai politik mempunyai konsen perhatiaan kepada peran wanita di Indonesia, walau secara data sendiri peran wanita Indonesia saat ini masih sangat sedikit, oleh sebab itu mudahmidahan dengan apresiasi ini peran dan pemberdayaan wanita lebih bisa ditingkatkan lagi sehingga muncul peran wanita disegal bidang seperti Rektor, Doktor, Politikus, Daiyah dll (Tatiek)

S

AYA sangat bergembira dan berterimakasih walau dalam perjalanan pulang dari umrah dan tidak bisa hadir dalam acara. Dengan penghargaan ini PKS membuktikan sebagai sebuah partai politik sangat perhatian sekali terhadap seni dan budaya, hal ini patut di contoh oleh partai lain. (Tatiek)

S

Arif Minardidari Kaum Buruh Penerima Penghargaan

AsepBidang Petani Dindin Penerima Penghargaan
lhamdulillah..sangat senang mendapatkan penghargaan ini sekaligus menjadi pendorong bagi saya untuk memberikan contoh yang baik untuk orang lain, terima kasih kepada PKS atas perhatiannya untuk kaum petani”.(Tatiek)

S

aya merasa senang dan tidak menyangka mendapatkan penghargaan dari PKS, bangga karena PKS merupakan partai yang bersih sehingga lebih obyektif dalam memberikan penghargaan ini. Jika saya memdapat penghargaan dari pemerintah belum tentu saya mau. Saya mengharapkan PKS mampu memperjuangkan kaum buruh sampai ke tingkat pemerintah yaitu Presiden SBY dengan mekanisme yang PKS punya. (Tatiek)

A

Ferry Ferasta (Pepeng) Penerima Penghargaan Tokoh Seniman
ubhanallah…, Alhamdulillah atas segala penghargaan yang diberikan ini, semoga dapat memicu saya untuk lebih meningkatkan seni budya di Indonesia ini.(Ikaf)

AriefTokoh Pendidikan Rahman Penerima Penghargaan

S

A

lhamdulillah.. suatu kehormatan bagi saya sekaligus sebagai pemicu untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia ini. Tema milad PKS dengan memberikan anugrah kepada guru, sebagai bukti PKS sebagai partai politik yang sangat mengutamakan pendidikan. (Ikaf)

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

SAPA REDAKSI
Ahlan wa Sahlan yaa.. Tabloid Sejahtera. Alhamdulillah, ungkapan tadi mengiringi hadirnya kemba li tabloid DPP PKS yang selama kurun waktu belakangan ini tidak nampak di pentas partai. Padahal banyak lho.. pihak yang menanti-nanti. Bukan saja para stakeholder partai ini yang menunggu, namun para kader sekalipun ikut bertanya-tanya, bagaimanakah mereka dapat memperoleh inforabihaura/sejahtera masi yang komprehensif tentang kiprah PKS ba’da Pemilu 2004 yang telah memunculkan PKS meraih angka 7,4 % suara pemilih kalau tidak ada media yang menginformasikannya?, apalagi setelah PKS menjadi bagian dalam pemerintahan berkoalisi dengan SBY-JK. Tidak dapat dipungkiri masih banyak pihak yang ‘ingin tahu’ tentang apa sih langkah yang akan diambil PKS ke depan setelah menjadi bagian dari The Ruling Party? Sanggupkah PKS mempertahankan Slogan “Bersih & Peduli ” nya hingga pemilu mendatang?. Apatah lagi PKS seringkali mengingatkan semua pihak termasuk para kadernya yang militan bahwa PKS bukanlah sekedar partai politik, namun PKS adalah Partai Dakwah yang punya misi yang mulia untuk mengembalikan kejayaan ummat. Pucuk di cinta, ulam pun tiba … ketika “eksperimen” Tabloid Sejahtera berkumandang mengitari arena Milad PKS ke VIII di Jakarta beberapa saat yang lalu, ternyata kehadirannya mampu diminati oleh kader dan simpatisan yang sempat membaca tabloid ini di dua edisi spesial tersebut dan mampu menjawab kegalauan kader untuk ikut mengetahui apa gerangan yang tengah berlangsung di Milad VIII sekaligus “oleh-oleh” bagi kader yang tidak sempat menghadirinya. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh kami sebagai evaluasi kepada para pembaca, nampak bahwa kesinambungan Tabloid Sejahtera ini sebagai sarana komunikasi yang efektif bagi struktur dan kader adalah sebuah keniscayaan. Kebutuhan informasi yang rutin tentang keberadaan DPP dan aktivitas DPW & DPD lainnya yang terus bergulir di daerah menjadi bahan informasi yang menarik untuk disimak. Oleh karena itu pada setiap terbitannya, Tabloid Sejahtera akan terus berusaha menyajikan dinamika informasi yang terjadi di pusat dan daerah-daerah baik yang berkaitan dengan peran, kebijakan, instruksi, taujih-taujih qiyadi, dan aktivitas lainnya, serta informasi tentang apa sesungguhnya peran yang telah dimainkan oleh kader-kader terbaik kita di eksekutif & legislatif. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Menjelang akhir penerbitan tabloid ini, kita dikejutkan oleh musibah Gempa di Yogya dan Jawa Tengah yang dampak kehancurannya masih bisa kita lihat hingga saat ini. Kami tentu tidak ingin ketinggalan berita sehingga alhamdulillah, tim kami sempat berkunjung ke lokasi bencana. Lalu apa saja yang berhasil direkam disana dan adakah kisah menarik di balik musibah ini, semua akan kami sajikan sebagai Liputan Utama pada edisi kali ini. Akhirnya, dengan memohon keberkahan dari Allah SWT serta dukungan doa dari seluruh kader dan simpatisan semoga redaksi senantiasa diberi Allah SWT hidayah, inayah dan kekuatan untuk mampu menopang keberlangsungan tabloid ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap usaha kita. Amiin….(Ikaf)

DAPUR REDAKSI

WACANA

19

URGENSI MEDIA

CENTRE
ak lapuk dikekang hujan, tak layu dikekang panas”. Kata bijak ini cukuplah jelas untuk menggambarkan kesiapan sebagian dari tim Humas Milad VIII PKS untuk meneruskan kiprahnya sebagai crew (baca: kru) Media Centre Badan Kehumasan DPP PK Sejahtera. Yap…, memang benar adanya bahwa di struktur Kehumasan yang baru usia lima bulan ini, ada satu divisi yang dirancang untuk ‘ngurusin’ berbagai kebutuhan yang berhubungan dengan media informasi, isinya tentulah tentang apa saja yang dilakukan oleh PKS. Walaupun Bahumas sekarang ini belum lah lama berlangsung, yaitu kirakira di akhir Februari kemarin, pada saat lembaga tinggi partai memutuskan untuk membentuk Badan baru yang bernama Bahumas (Badan Kehumasan). Pembentukan Bahumas kali ini setidaknya menunjukkan keseriusan DPP untuk membenahi peran kehumasan yang sampai awal tahun 2006 belum berjalan efektif. Keseriusan ini nampak dengan menempatkan kedudukan Humas sebagai salah satu Badan di kepengurusan DPP karena sebelumnya Humas menjadi bagian dari Sekretariat Jenderal. Meskipun hingga tabloid ini dicetak, struktur Bahumas yang baru belum diratifikasi, namun mengingat tugas untuk mengalirkan informasi baik ke internal kader dan simpatisan maupun ke masyarakat luas harus terus ada, maka keberadaan Media Centre harus segera direalisasikan. Dengan action plant menerbitkan Tabloid SEJAHTERA sebagai tabloid resmi DPP Partai Keadilan Sejahtera. Kehadiran tabloid ini tentu salah satunya ingin meneruskan kembali peran tabloid Suara Keadilan yang sempat menjadi media informasi yang strategis. Nah…, siapa saja sih yang ikut nimbrung di tim ini? Oche deh, yang pertama ada nama yang tidak asing lagi di tabloid ini yaitu kang mas Ika Fithriyadi. Sebagai wakil Pak Suryama di Badan Kehumasan, pria yang satu ini memang punya kepentingan untuk menggawangi tabloid ini, setidaknya untuk edisiedisi awal, karena amanah yang dibebankan di pundaknya dalam Bahumas salah satunya adalah Media Centre ini. Ia dibantu oleh teh Tatiek Kancaniati. Wanita strugle dan mandiri ini sangat mumpuni di bidangnya. Pengalamannya mengelola tabloid Sejahtera di Bogor membuat ia sangat diandalkan di tim untuk dapat menghandle divisi Liputan dan Berita termasuk penanganan Website DPP. Di divisi ini ia dibantu oleh bang Ucup. Bujangan lulusan Jurnlistik yang satu ini telah membuktikan bahwa dirinya layak untuk diamanahi pada posisi itu. Selain Bang Ucup ada nama mbak Ningsih. Ia sesungguhnya orang lama di humas karena sebelumnya hingga hari ini Ningsih masih banyak berperan dalam pengelolaan website DPP. Kampium yang lain adalah bung Setia Lesmana. Wartawan yang satu ini memang sudah malang melintang di dunia jurnalistik. Ia akan menghandle unit Analisa Media. Ia akan dibantu oleh mas Herry Purnomo. Selain Ningsih, pria beranak satu ini juga bagian dari ’orang lama’ karena sebelumnya sudah berada di humas DPP PKS. Unit yang lain adalah Media Relationship. Ada nama mbak Turmalina dan mas Erick disini. Mbak Lina, demikianlah ia biasa dipanggil, telah membuktikan bahwa ia mampu untuk menghandle media centre DPW Jawa Tengah beberapa saat yang lalu. Perempuan dengan background pendidikan di bidang ke-PR-an ini sangat potensial untuk mengembangkan peran Kehumasan ke depan. Sementara untuk mas Erick, kemampuannya untuk ikut mengelola hubungan dengan media memberi harapan yang baik akan keberadaan media informasi. The last but not least ada sosok mr. Darocky di tim ini. Amanah yang ada pada beliau adalah sebagai nahkoda di Divisi Komunikasi Internal, sebuah divisi lain diluar Media Centre. Namun sejauh ini kerja-kerja tim media sangat berkaitan erat dengan amanahnya. Walhasil, hari-harinya sangat dekat dengan performance media centre. Mereka yang ada di tim saat ini mungkin bukanlah yang terbaik, namun setidaknya tim akan mencoba untuk menjadi yang terbaik, menjadi pihak yang mampu memfasilitasi kebutuhan informasi yang kian mendesak diantara kader, simpatisan dan masyarakat yang masih punya begitu banyak harapan kepada PKS. Semoga. (Ikaf)

abihaura/sejahtera

T

Diterbitkan oleh Badan KEHUMASAN Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera

Penasihat: Rb. Suryama M. Sastra Penanggung jawab/Pemred : Ika Fithriyadi, Ak Redaktur Eksekutif : Tatiek Kancaniati Redaksi : Moh.Yusuf, Ningsih, M. Darocky Distribusi dan Iklan: Heri Purnomo, SE Desain / Artistik: Abi Haura Alamat surat/wesel: Jl. Duren Tiga Raya No. 101 Suite 307 Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Telp.(021)7996125, 081802933607 Fax: (021) 7996126 Harga : Rp.3000-/eksemplar untuk kalangan sendiri. Redaksi menerima naskah/surat,tulisan pembaca. Ketik spasi rangkap ukuran folio, lampirkan foto kopi identitas yang masih berlaku. Naskah tidak kembalikan. E-mail: humas.pks@gmail.com

i akhir April 2006, Washington Post, sebuah surat kabar yang terbit Amerika Serikat mengetengahkan sebuah artikel dengan judul “Presiden Bush Tunjuk Pembawa Acara TV Jadi Jubir Gedung Putih”. Penjelasan ringkasnya adalah bahwa Presiden Amerika Serikat, AS, George W.Bush telah menunjuk Tony Snow, seorang pembawa acara televisi dan Radio Fox sebagai juru bicara Gedung Putih yang baru dan akan menggantikan Scott McClelan yang mengajukan pengunduran dirinya sebagai bagian dari perubahan yang dilakukan oleh kepala rumah tangga Gedung Putih, Josh Bolton. Apa sesungguhnya yang diharapkan oleh Bush dengan penunjukkan ini? Jawabannya ternyata adalah karena sang pembawa acara ditengarai dapat mengurangi ketegangan antara jajaran staff Gedung Putih dengan pihak pers karena ia mengerti kedua dunia, politik maupun jurnalistik. Ada hal yang menarik dalam artikel ini. Keputusan Bush untuk menyewa pembawa acara terkenal sebagai Jubir Kepresidenan adalah sebuah terobosan yang berani. Betapa tidak keputusan untuk melakukan ”Bridging” dengan pilihan itu adalah upaya untuk mengakomodasi kebutuhan Bush untuk mengembalikan citra dan dukungan publik kepadanya yang turun hingga 32% dan mencapai titik terendah sejak terpilih kembali sebagai Presiden AS. Apa esensi yang dapat diperoleh dari kisah ini terutama bagi sebuah partai politik ? Cerita besar di atas patut kiranya ditiru dan diamini oleh Bahumas DPP PKS saat ini. Bagaimana tidak, setelah cukup ’terpuruk’ dengan hasil survey LSI di awal tahun 2006 tentang kinerja parpol saat ini, sejatinya harus ada perubahan yang signifikan dalam pengelolaan kehumasan di partai dakwah ini. Lepas dari validitas informasi yang diolah melalui survey tersebut bisa diperdebatkan namun sebagai partai yang telah berhasil meningkatkan dukungan publik cukup tinggi dan bahkan hari ini telah menjadi bagian dari The Rulling Party, hasil dari survey tersebut hendaknya dapat memacu PKS untuk terus berbenah diri agar menjadi partai pilihan masyarakat yang dipandang masih punya kesempatan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dalam posisi ini nampaknya keberadaan Bahumas khususnya Media Center di DPP PKS menjadi semakin penting. Keterlambatan dalam membangun tim kerja yang solid ditengarai tidak akan mampu mengimbangi kerja-kerja kehumasan yang semakin hari pasti semakin banyak. Belum selesai untuk satu amanah pasti akan muncul lagi amanah-amanah lainnya yang semestinya harus dikelola dengan profesional. Boleh jadi amanah tertentu selesai dengan baik, lepas dari hasil yang diperolehnya jauh atau dekat dengan harapan. Namun jika kondisi seperti ini berlangsung terus dikhawatirkan kita tidak akan pernah mampu menciptakan sebuah sistem yang mumpuni bagi sebuah Badan Kehumasan. Ini berarti bahwa ke depan partai akan semakin sulit untuk mengakomodasi keinginan masyarakat karena tidak ada ruang dialog yang cukup bagi masyarakat, karena harapan akan perubahan yang diletakkan di partai dakwah ini tidak tertransformasikan dengan baik informasinya ke masyarakat. Di tengah penantian ini ada sisi yang secara bijak perlu segera dipenuhi yaitu begitu besarnya keinginan sebagian besar kader terutama kader di daerah yang haus akan informasi tentang aktivitas pusat. Ataupun kebutuhan kader daerah yang berharap sampai ke pusat sebagai bagian dari aspirasi. Untuk itu terbentuknya sebuah media center sebagai bagian dari kerja-kerja kehumasan baik di tingkat pusat maupun daerah sangatlah urgen posisinya terutama ditengah adu opini publik yang terus merebak di seantero negeri ini. Ketidakadaan dan atau keterlambatan informasi yang cukup memadai di satu sisi dikhawatirkan akan membuat kader partai yang dikenal militan ini tidak mempunyai penjelasan yang kuat akan kebijakan yang dikeluarkan oleh partai dalam kaitannya dengan keluarnya sebuah aturan perundangundangan . Di sisi lain hal ini akan memicu kurangnya rasa memiliki / sense of belonging kader terhadap partainya sendiri. Peristiwa yang terjadi beberapa saat yang lalu dengan bagaimana sesungguhnya sikap PKS tentang kenaikan BBM yang tidak secara utuh sampai ke kader cukuplah menjadi pelajaran mahal yang baik agar kiranya dapat diambil hikmahnya sehingga tidak akan berulang kembali di masa mendatang.
Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

D

Ika Fithriyadi
Sekretaris Bahumas DPP PKS

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

18

TAUJIH

KOMENTAR MEREKA

3

Tadzkiroh Dewan Syariah Pusat

MELIHAT BENCANA DENGAN TIGA DIMENSI
Musibah kembali menimpa saudara kita di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pada saat penduduk sedang bersiaga menghadapi musibah gunung Merapi. Dalam hitungan menit, musibah gempa tektonik yang tidak diduga ini menelan lebih dari enam ribu korban jiwa meninggal, puluhan ribu korban luka-luka dan merusak infrastruktur di dua propinsi tersebut.Harta benda yang telah dikumpulkan berpuluh tahun lenyap seketika. Tetesan air mata, tangisan orang yang ditinggal keluarga, kebingungan, kelaparan, dan kesakitan bersatu padu mengiringi musibah ini. Subhanallah !Betapa lemah dan tidak berdayanya manusia dihadapan kekuasaan Allah Ta’ala.

UST. SURRAHMAN HIDAYAT
Ketua Dewan Syariah Pusat PKS

Media Itu Juga Ilmu
“Kita bersyukur akhirnya ada media dari PKS yang bisa terbit. Media (dari sisi syariah) adalah suatu i’lam, media memberikan keilmuan agar orang mencapai pengetahuan yang benar tentang sesuatu (dalam hal ini PKS dan dakwah). Saya berharap tim pengelola bisa sungguh-sungguh dan serius agar terjaga penerbitannya. Tabloid SEJAHTERA akan sangat bermanfaat bukan hanya sebagai komunikasi internal tapi juga bagi masyarakat dan ksontituen.Dengan media ini juga masyarakat yang sudah tahu PKS akan menjadi tahu dan lebih dekat. Saya menyarankan media ini menjadi media komunikasi timbal balik antara masyarakat dengan PKS. Ke depan media ini menjadi jembatan antara partai dengan konstituennya.untuk itu wajib di adakan.Slamat untuk Tabloid Sejahtera” (Yusuf)

M

usibah dan ujian itu adalah kehendak dan ke pastian Allah yang akan ditimpakan kepada hamba-Nya di dunia. Karena dunia memang tempat ujian dan cobaan. Dan ucapan yang paling baik jika kita tertimpa cobaan dan musibah adalah; Inna Lillahi wa Inna ilaihi Raaji’uun. Bahwa kita milik Allah dan akan kembali menghadap Allah. Dibalik musibah ini pasti banyak terdapat hikmah yang Allah Ta’ala berikan kepada umat manusia, baik yang ditimpa musibah maupun yang tidak. Musibah yang menimpa manusia harus disikapi dengan benar, tidak boleh berburuk sangka kepada Allah. Bahwa Allah Ta’ala Maha Lembut terhadap hambaNya, dengan kelembutannya Allah memberikan peringatan bagi manusia yang lalai agar tidak berbuat maksiat dan menyekutukan-Nya. Ujian bagi orang-orang yang beriman untuk bersabar dari setiap musibah yang menimpanya dan hukuman bagi orang-orang bermaksiat dan ingkar kepada Allah. Saudaraku kaum muslimin….. Sebagai orang beriman, marilah kita melihat musibah ini dari tiga dimensi: dimensi keimanan, dimensi keilmuan dan dimensi kemanusiaan. Dimensi keimanan mengajak kita untuk merenung, mempelajari dan menangkap hikmah dari tanda-tanda zaman ini. Kemudian kita bermuhasabah, mendekatkan diri kepada Allah dan bertaubat dari segala kesalahan dan dosa yang kita lakukan. Dimensi keilmuan mengharuskan kita untuk mengantisipasi sebab-sebab gempa dan bencana alam lainnya kemudian berikhtiar secara ilmiyah untuk mengurangi korban baik jiwa maupun harta. Dimensi kemanusiaan memanggil kita untuk peduli, tanggap dan cepat membantu saudara kita dengan segala

daya dan potensi yang Allah berikan kepada kita. Dengan energi keimanan, keilmuan dan kemanusiaan yang Allah berikan kepada kita, insya Allah kita mampu mengatasi musibah ini. Saudaraku umat Islam dan bangsa Indonesia…. Marilah kita membuka mata hati kita, belajar dan bermuhasabah: 1. Dalam sekejap mahlukmahluk yang bernyawa menemui ajalnya. Ribuan manusia meninggal dalam musibah Yogya dan kota lainnya di Jawa Tengah. Bukankah ini bukti yang kuat dari Allah Ta’ala bahwa kematian itu pasti. Kematian akan mendatangi setiap manusia, baik secara sendiri, maupun jama’ah. Kematian akan datang setiap saat, baik siang maupun malam, waktu pagi, sore atau yang lainnya. Jadi kita harus selalu siap siaga menghadapi kematian yang pasti itu. “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-A’raaf 34). Kita bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenarnya. Taubat dari keyakinan yang salah, kewajiban yang ditinggalkan dan kemaksiatan yang dilanggar. Musibah gempa dan lainnya bukanlah karena kemarahan Nyi Loro Kidul atau kurangnya sesajen dll. Karena syetan dan jin itu tidak memiliki kekuasaan dan kekuataan. Musibah ini adalah semata bagian dari kekuasaan Allah untuk mengingatkan hamba-Nya agar mereka bertaubat dan kembali pada Allah. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. 2. Musibah ini harus menyadarkan kita, bahwa kita ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah, kita tidak berdaya, tidak memiliki kekuatan kecuali dari Allah. Kita sangat membutuhkan Allah, kita sangat lemah dan kita ini hamba Allah yang harus tunduk patuh pada-Nya. Mayoritas infrastruktur kehidupan hancur. Rumah, masjid, pasar dan aktivitas

ekonomi, sekolah dan aktifitas pendidikan, kantor-kantor pemerintah dan aktifitas birokrasi dan pelayanan publik tidak berjalan. Yogya yang disebut Daerah Istimewa itu lumpuh dan kembali ke titik nol. “Hai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji” (QS Faathir 15). Musibah ini adalah bagian dari ujian Allah Ta’ala kepada hambaNya orang-orang beriman. Musibah itu bagian dari sifat Rahman dan Rahiim-Nya, agar Allah meningkatkan kualitas orang-orang beriman dan menghapuskan dosa mereka. Allah tidak punya kepentingan untuk menyiksa hambaNya, bahkan rahmat Allah mendahului murka-Nya. “Sesungguhnya besarnya balasan sesuai besarnya ujian. Dan Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, maka mereka diuji. Siapa yang ridha, maka Allah juga ridha, dan siapa yang benci, maka Allah juga benci”(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ) 3. Selagi kita masih hidup, maka kita masih mempunyai harapan, mempunyai kesempatan untuk kembali, bertaubat dan bangkit menghadapi musibah ini dengan keimanan dan kerja keras. Mari kita manfaatkan sisa-sisa hidup ini untuk beramal shalih dan memberikan yang terbaik untuk diri, keluarga dan masyarakat kita sehingga akan berdampak pada kebahagiaan hidup kita di dunia dan akhirat. “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benarbenar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS Al-ankabuut 69). 4. Kepada seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia, marilah kita jadikan musibah ini sebagai sarana muhasabah (evaluasi), pendekatan diri kita kepada Allah dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, kemudian kita bersyukur atas segala ni’mat Allah tersebut dan tidak mengkufurinya dengan kemaksiatan yang kita lakukan. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diper-

buatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orangorang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik” (QS Al-Hasyr 18-19). Kepada seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia, kewajiban dalam menangani korban musibah ada pada pundak kita semua. Marilah kita bekerjasama untuk menanggulanginya secara cepat dan menyeluruh. Merawat, memberi makanan dan minuman, menyediakan air bersih, memberikan tempat penampungan, menyelenggarakan jenazah secara Islami bagi korban meninggal, serta merehabilitasi mental, fisik dan sarana mereka secara baik dan cepat. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS Al-Maaidah2). 5. Kepada seluruh relawan dan tim penanggulangan musibah Yogya dan Jawa Tengah, baik pemerintah maupun masyarakat, marilah kita ikhlaskan niat kita, bahwa upaya ini semata-mata amal shalih dan ibadah kepada Allah SWT. bukan untuk meraih popularitas, kepentingan politik dan pujian manusia. “...padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS Al-Bayyinah 5). Akhirnya, semoga Allah menerima segala amal shalih dan ibadah kita, menghapuskan segala dosa dan kesalahan kita dan melindungi kita dari musibah terbesar, yaitu musibah dalam urusan agama, musibah siksa api neraka. Amien “Sesungguhnya kita datang dari Allah dan akan kembali kepadaNYA. Cukuplah Allah bagi kita. Dialah sebaik-baiknya sandaran, pelindung dan penolong. Kami bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah”.

Bisa Nyampe Ke Kader
“Media seperti ini sudah ditunggu-tunggu oleh kader dan struktur. Juga penting sebagai mediasi antara kader dengan struktur. Bagi sebuah partai, media massa adalah sebuah keharusan. Biasanya partaipartai memandang ini sebagai sebuah biaya. Jadi walaupun kader PKS, sedikit mengeluarkan uang untuk mengganti ongkos cetak, saya rasa tidak akan keberatan. Untuk itu cukup tepat apalagi dalam rangka menyongsong pemilu yang akan datang. Tidak ada kata terlambat bagi kita untuk menerbitkan sebuah media, yang penting nantinya Tim TS solid terus dan bisa terdistribusi sampai ke tingkat bawah.” (Tatiek)

DAVID CHALIK
Artis

Berharap Kartun Islami

EDI KUNCORO
Bendahara DPP

IMAN NUGRAHA
Mantan Pemred Suara Keadilan

DPP Harus mau ‘membuang uang’
“Kehadiran Suara Keadilan saat masa Partai Keadalian dulu sangat efektif. Saya berharap untuk Tabloid Sejahtera mampu menjadikan nasrul fikroh yang baik, sebagai wadah sosialisasi dan informasi tentang kinerja DPP, legislatifve dan kinerja kewilayahan yang bersipat positif. Untuk itu DPP harus mau ‘membuang uang’ (subsidi red) untuk membiayai media ini, Saya berharap kedepan Tabloid Sejahtera mampu mengkaji lebih dalam lagi dan mempunyai sisipan berita kedaerahan seperti system Radar sekarang ini.” (Tatiek)

“Saya punya harapan khusus semoga PKS menjadi pembaharu bagi masa depan negri ini,karena PKS mempunyai visi dan misi kedepan yang baik, serta berani ‘melawan arus’. Saya berharap kedepan, apalagi dengan hadirnya Tabloid Sejahtera , PKS bisa menjadi pembelajaran politik bagi partai lainnya.Secara umum dari mulai lay out sudah cukup bagus, ide dan isunya pun bagus. Tambahkan info DPP kepada DPW atau info daerah ke DPP sehingga ada forum silaturahim antar kader, juga jangan melulu info politik saja, hadirkan rubrik ringan seperti kartun islami, komedi ringan dan hadis Rasulullah.” (Tatiek)

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

4

LIPUTAN UTAMA
AGUS PURNOMO, Anggota DPR Fraksi PKS Daerah Pemilihan DIY:

PARLEMENTARIA

17

Banyak Korban Tewas Akibat Tidak Segera Ditangani
yusuf/sejahtera

Keuangan Negara Bocor, Anggaran Pendidikan 20% Tak Terpenuhi
etua MPR M. Hidayat Nur Wahid menjelaskan, kebocoran keuangan negara merupakan hal yang menghambat tercapainya anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN. Kalau keuangan negara dikelola dengan semangat good dan clean government maka anggaran tersebut tidak akan ada masalah. ‘’Banyak orang menyebut kebocoran anggaran kita mencapai 30 persen. Kalau saja kebocoran bisa dicegah 15 persen, maka sudah memenuhi anggaran pendidikan yang saat ini hanya 9,1 persen,’’ ujar Hidayat, di Gedung DPR/MPR RI, Selasa (6/6). Dalam hal anggaran pendidikan 20 persen, menurut Hidayat, MPR sejak awal mendorong pemerintah merealisasikannya. Sebab hal itu merupakan penegasan tekstual UUD 1945. ‘’Sejak Januari lalu, kami sudah mendorong itu. Ketika MK (Mahkamah Konstitusi) mengeluarkan fatwa kami mendukungnya,’’ tegas dia. Ini pembelajaran politik kalau pemerintah segera menyesuaikan kebijakannya, dengan menaikkan APBN maupun APBD. ‘’Persoalannya kita mau melaksanakan UUD 1945 secara konsekuen atau tidak. Kalau ingin melaksanakan ya harus diwujudkan anggaran yang efektif dan efisien,’’ papar mantan Presiden PKS ini. Hidayat juga mengungkapkan, kalau SDM di dunia pendidikan tidak bisa menyerap anggaran 20 persen secara efektif maka itu sangat menyedihkan. Diingatkannya, diknas secara umum disebut sebagai departemen yang punya rasionalitas, banyak pakar, maupun tulus mengabdi ke masyarakat. ‘’Kalau Diknas tidak bisa melakukan secara efektif, lalu departemen mana yang bisa melaksanakannya,’’ tandasnya. Hidayat menyatakan, bila terjadi penyimpangan anggaran maka harus ada sanksi yang tegas. Penyimpangan anggaran bisa diklasifikasikan sebagai bentuk korupsi, yang harus ditindak tegas. (fud)

K

K
galerikeadilan

Warga korban gempa mulai frustasi nampak terlihat spanduk lusuh bertuliskan : “ Saya lapar”, “ Kami makan”, “Kami bukan tontonan”, “Jangan Cuma Nonton Doang”, ”Kami sudah tidak punya apa-apa lagi” dan tulisan lainnya begitu menyentuh hati.
ABTU (27/5) pukul 05 .58, gempa bumi mengguncangkan Yo g ya k a r t a dan Jateng. Prahara itu menderu dengan cepat lalu menghempas mereka ke jalan, ketenda-tenda, reruntuhan puing, serta ke alun-alun beratap langit. Saat itu anak-anak dari pelukan ayah dan ibu terpelanting kesebuah ruangan dan waktu, yang dengan kasar merengut keindahan masa kanak-kanak mereka. Darah, kematian, lolong tangis, lula-luka, dan rasa lapar kini menyertai hari-hari mereka. DIY dan Jateng yang koyak oleh gempa kini, kita bisa saksikan bagaimana mereka bertarung melawan keadaan, menatang kaleng ditepi jalan untuk mendapat sedikit belas kasihan, mereka menadahi receh, memohon remah-remah makanan serta belas kasihan dari orangorang yang tak pernah dikenalnya. Belum lama negri katulistiwa , Indonesia ini mengeringkan air mata, menyeka keringatnya selepas megangkat puing-puing reruntuhan, akibat gelombang

S

Tsunami yang memporak-porandakan Aceh. Ribuan orang termasuk anak-anak serta bangunan rumah dan kantor disapu habis oleh gelombang tsunami. Setelah itu tak selesai bencana ini saja, tak lama datang bencana banjir di Trenggalek Jawa Timur, tanah longsong di Bandung, meletusnya gunung Merapi di Jawa Tengah dan kini gempa tektonik berkekuatan 6,2 skala richter mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jateng. Melihat kenyataan itu, dengan sigap dan cepat Partai Keadilan Sejahtera yang menyandang bersih dan peduli segera membuka posko. “Bagaikan satu tubuh” begitulah yang dirasakan oleh PKS, begitu bumi serambi mekkah kesakitan maka tubuh yang lainnya dapat merasakan kesakitan pula. Tak hanya membuka posko darurat, PKS juga mendirikan pusat Posko Penanggulangan Bencana (P2B) yang tersebar diwilayah bencana. Dari sinilah kiprah PKS peduli terhadap berbagai korban bencana yang terjadi di tanah air. Dari Tsunami Aceh, meletusnya Gunung Merapi, Longsor di Bandung, Banjir di Jakarta hingga bencana terakhir gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tidak hanya itu, bahkan

ketika terjadi gempa di Iran PKS turut mengirimkan bala bantuan. Ketika tsunami terjadi sudah banyak hal yang dilakukan para kader dan simpatisan PKS dalam berupaya menyelamatkan korban. Tidak hanya kader, pimpinan tertinggi partai dan pejabat pemerintah dari PKS pun ikut turun. Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid ikut menggotong dan menyelamatkan korban tsunami. Tak terkecuali pada bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, dua sejoli ini langsung terbang ke Yogya. Hidayat sowan ke rumah orangtuanya yang ikut roboh, sementara Tifatul Sembiring berkunjung ke lokasi pengungsi. Melihat kondisi yang begitu memprihatinkan Presiden PKS itu menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk menyisihkan rezekinya sebesar Rp 10 ribu per kader untuk korban gempa. Selain itu melalui surat instruksinya pula, seluruh Dewan Pengurus Wilayah PKS membuka Posko Penanggulangan Bencana (P2B). Turunnya instruksi tersebut menjadi langkah awal kepedulian PKS terhadap bencana gempa yang terjadi ba’da shubuh itu. Tanpa perdebatan panjang, seluruh elemen PKS menjadi garda terdepan

dalam menyelamatkan korban bencana. Selain menurunkan ribuan relawan yang tergabung dalam Pos Penanggulangan Bencana (P2B), PKS juga menyerahkan bantuan senilai Rp 2,2 miliar kepada para korban gempa. Dana tersebut merupakan hasil sumbangan dari kader dan simpatisan PKS di seluruh Indonesia. ”Kita akan menyerahkan bantuan ini langsung kepada korban” ujar Presiden PKS. PKS sendiri kata tifatul tak hanya berupaya membantu meringankan korban bencana lewat bantuan dana, Hingga kini sedikitnya seribu relawan sudah terjun ke Yogja dan Jateng. Selain itu PKS mendirikan puluhan posko diwilayah Yogja maupun Klaten. Program P2B meliputi tahap emergency, recovery hingga rehabilitasi. Meski demikian Tifatul juga meminta pemerintah tetap bertindak cept dalam mengatasi pasca bencana, jangan sampai , korban bencana terlantar terlalu lama.apalagi hanya gara-gara terhambat urusan birokrasi dan urusan protokoler. “urusan penanganan ini jelas tugas pemerintah, pihak ketiga seperti ormas dan partai hanalah membantu”, tegasnya

UNJUNGAN Agus bersama aleg PKS asal Jawa Tengah, Mutammimul ‘Ula, dalam rangka menemukan fakta di lapangan. Agus menuturkan, setelah mengetahui bencana gempa bumi tersebut, ia bersama Tamim berangkat dari Jakarta pukul 11 siang, sampai Yogyakarta pukul 23 malam. “Di sana kita bermalam di kantor DPW, untuk berkoordinasi dengan pengurus DPW, guna mendapatkan informasi dari Tim Penggulangan Bencana DPW PKS, apa dan yang sedang dilakukan,” tuturnya, Rabu (31/5). Mengingat gempa bumi tersebut berhubungan dengan 2 provinsi, maka koordinasi secara keseluruhan ditangani Wilayah Dakwah (Wilda) Jawa Tengah, dengan kantor pusatnya di DPW Yogyakarta. Keeskokan harinya, Agus langsung ke lokasi paling parah, Bantul. “Kondisi Bantul lumpuh total. Gedung-gedung pemerintahan hancur. Sepanjang Jalan Parang Tritis macet, karena dipenuhi orang dari luar daerah, yang ingin mengetahui kondisi keluarganya. Diduga mereka berasal dari Jakarta-Bandung, akibat tidak ada bis yang mengangkut,” kenangnya. Kantor DPC Bantul sendiri digunakan sebagai tempat pengungsian. Dari Bantul, rencana Agus berlanjut ke Bantul Selatan, bersamaan dengan rombongan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. “Kita sebelumnya singgah ke rumah orang tua Pak Hidayat, di daerah Prambanan, yang juga ikut hancur. Tapi keluarganya selamat. Tapi ada kejadian unik, Masjid yang dibangun dekat rumah orang tua Hidayat Nur Wahid utuh,”tutur Agus. Saat di Jawa Tengah, ujar Agus, di Klaten, diwakili Pak Hidayat, aleg PKS menyerahkan bantuan kepada para korban, berupa mie instan, air mineral. Ada kondisi yang memprihatinkan di Klaten. Korban sudah mulai meminta paksa, karena belum ada bantuan dari pemerintah setempat, karena pegawai pemerintahan sendiri jadi korban. Setelah itu berlanjut ke daerah Wedi, lalu ke daerah Gunung Kidul. Umumnya, imbuh Agus, banyaknya korban jatuh, akibat korban luka-luka tidak tertangani dengan cepat. Dampaknya, mengalami pendarahan, akhirnya meninggal. Kader PKS sendiri, menurut data sementara yang dihimpun DPW PKS Yogyakarta, yang menjadi korban sebanyak empat orang, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Agus mengakui sumbangan gaji seluruh anggota DPR PKS, sebagaimana telah menjadi keputusan DPP PKS, tidak cukup menutupi seluruh kebutuhan korban. Sumbangan tersebut, menurutnya, hanya untuk situasi tanggap darurat (rescue). Sumbangan itu digunakan untuk membeli bahan makanan dan obat-obatan. “Kalau untuk recovery pasca gempa, diperkirakan bisa menghabiskan sebesar Rp 2 trilyun. Ini lebih banyak menjadi tanggung jawab pemerintah,” kata Agus. (mca)

FPKS Serahkan 100% Gaji untuk Gempa Yogya dan Jateng

yusuf/sejahtera

ESADARAN terhadap bencana yang menimpa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI menyumbang lima buah genset (pembangkit listrik) untuk korban bencana gempa bumi di Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul. Penyerahan dilakukan oleh Abdi Sumaiti, anggota Komisi X dari FPKS, Rabu (31/ 1) malam. Ikut serta menyerahkan bantuan Mahfudz Siddiq (Ketua FPKS/Komisi II), Agus Purnomo (Komisi III), Untung Wahono (Komisi I), dan Suryama MS (Komisi II). Selain lima buah genset, FPKS juga menyumbang seperangkat alat penerangan seperti lampu, kabel, dan lainnya. Abdi Sumaiti mengemukakan, bantuan tersebut itu untuk membantu aktivitas relawan dan warga

K

pada malam hari mengingat putusnya saluran listrik akibat gempa. Bantuan itu juga dimaksudkan untuk mencegah penjarahan terhadap harta benda korban bencana yang terjadi marak dilakukan belakangan ini. “Mudah-mudahan dengan bantuan ini masalah penerangan listrik bisa teratasi, sehingga tidak terjadi lagi penjarahan,” kata Abdi Sumaiti.Dari lima buah genset yang disumbangkan, tiga buah diberikan untuk Kecamatan Bambanglipuro, dan dua buah diberikan ke Kecamatan Pleret.Usai acara penyerahan Mahfudz Siddiq mengemukakan, bantuan itu bersumber dari gaji 100% bulan juni dari anggota FPKS seluruhnya. Jumlah gaji sekitar Rp. 16 juta, sehingga dari 45 anggota dewan PKS akan terkumpul sekitar Rp. 720 juta.(yusuf)

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

16

KEWANITAAN
Sigapnya pengurus, kader dan simpatisan PKS dalam menanggapi bencana gempa nampaknya tidak terlihat di media massa. Hal ini terlihat dari tidak adanya liputan media terhadap kegiatan-kegiatan bantuan PKS di daerah ataupun dari media itu sendiri tidak mampu memblowup secara ‘jujur’. Padahal pada hari pertama pasca gempa, kader-kader PKS Yogyakarta sudah terlebih dahulu membantu korban. Meski menjadi korban gempa kader PKS tetap membantu warga yang tertimpa musibah. Namun demikian, pengakuan justru datang dari masyarakat yang menerima bantuan baik secara langsung yang mengatas namakan PKS maupun melalui lemabaga-lembaga sosial lainnya.”Wah salut deh buat PKS. Memang saya lihat sendiri PKS datang duluan ke lokasi bencana,” cetus Gatot ketika bertemu dengan salah satu tim relawan PKS di Yogyakarta. Tak hanya petinggi PKS dari laki-laki saja, Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS, Ledia Hanifa, Dewi staf Pemberdayaan Wanita dan Tatiek dari staf humas DPP bergegas ‘terbang’ ke Yogya untuk melihat langsung korban di daerah bencana selama 3 hari. Dengan membawa bantuan perlengkapan pakaian dalam, susu untuk anak-anak dan peralatan penerangan lainnya yang dikumpulkan dari bidang kewanitaan DPD. Dari hasil kunjungan seperti daerah Mulyohadi Bantul, Imogiri, Bleber Prambanan, Kretek Klaten dll. Ledia Hanifah mengambarkan bahwa bantuan yang dibawa saat ini dengan yang dibutuhkan korban seperti makanan jadi, susu bayi,pakaian dalam perempuan, mungkena serta peralatan sarana belajar untuk anak-anak korban sudah sangat dinanti. Penanganan Trauma Terapy dari para korban juga sangat urgen dilakukan, disaat berkunjung ke Wedi Klaten untuk meresmikan sekolah darurat, seorang warga menjelaskan kepada Dewi bahwa baru saja kemarin ada salah satu warga ibu-ibu yang bunuh diri karena stress ditinggal oleh suami dan anak-anaknya yang tertimbun rumahnya. Sepanjang perjalanan berdasarkan pemantauan reporter Tabloid SEJAHTERA, mobil yang menggunakan stiker PKS sangat diharapkan bantuannya. Padahal kami waktu itu hanya rombongan yang sedang menjalani peliputan. Kondisi para korban gempa sangat mengenaskan. Rumah dan bangunan hancur, kalaupun ada rumah yang masih berdiri tegak, itu pun dikhawatirkan akan roboh sewaktu-waktu. Sejak hari pertama kejadian, banyak masyarakat yang trauma menghadapi bencana gempa. Tidak sedikit dari mereka kemudian yang tidak mau menempati rumahnya, mengigau ketika tidur, termenung sendiri dan lain-lain. Sementara itu para pemuda dan anak-anak mendirikan posko seadanya. Mereka meminta bantuan dari para pengguna jalan di depan rumah mereka yang rata-rata adalah jalan raya. Menurut pantauan PKS, paling tidak setiap 200 meter terdapat posko mandiri masyarakat meminta bantuan. Terlihat tulisan-tulisan permintaan bantuan, “Posko RT. 01, Posko Bencana Gempa, Pak, kami lapar, menerima bantuan bencana gempa.” Tak hanya di sepanjang jalan yang dekat dengan kota, jalan-jalan menuju daerah yang terisolasi pun demikian. Menuju Kecamatan Imogiri dan Pundong misalnya, sepanjang jalan anak-anak memegang Dari hasil pengumpulan dana masyarakat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan rizki, guna meringankan beban penderitaan para korban bencana Gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. “Atas kemurahan hati para donatur, Keluarga Besar PKS mendoakan semoga segala kebaikan para donatur mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT,” doa Tifatul Sembiring di Jakarta. Hingga seminggu pasca bencana gempa, telah terkumpul dan tersalurkan dana sebesar Rp 2,5 Milyar. Selain itu juga telah berdiri 73 posko PKS yang menampung pengungsi, juga telah berdiri dapur umum, sarana ibadah, MCK dan layanan kesehatan. PKS juga telah mengirim 1500 relawan dan mendirikan 7 sekolah darurat. Meski demikian, DPP PKS masih terus membuka rekening amal bagi para korban gempa, yang dapat dikirim melalui rekening Bank Mandiri, an. Partai Keadilan Sejahtera no, rek. 127.00 .11 11 11 17, Bank BCA, an. PKS P2B, no. rek. 7600 31 8181. (Yusuf,Tatiek)

LIPUTAN UTAMA

5

P2B PKS Kerahkan 1000

Relawan Perempuan
dewi/sejahtera

Kondisi korban gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah masih sangat memprihatinkan. Beberapa daerah banyak yang belum mendapatkan bantuan seperti makanan, air minum, tenda darurat, penerangan dan lahan ibadah. Untuk mengatasi berbagai keperluan korban gempa, tim Posko Penangulangan Bencana (P2B) PKS mendirikan beberapa dapur umum, posko penampungan korban bencana, mendirikan sekolah darurat, menurunkan tim medis dan ribuan relawan termasuk ribuan relawan perempuan untuk membantu dapur umum, membentuk tim terapi trauma sampai ke membantu evakuasi.

Fokus perhatian terhadap anak balita, anak yang kehilangan ortu, wanita ibu hamil, perempuan produktif, manula dan keluarga kader korban gempa menjadi perhatian khusus Bidang kwanitaan PKS untuk melakukan koordinasi bagi penanganan pasca gempa ini. Kasus terlantarnya pendidikan anak usia sekolah, stress yang begitu berat dialami oleh sebagian para ibu yang kehilangan anak dan suaminya, serta kehilangan mata pencaharian menjadi focus utama yang menuntut kerja keras bidang untuk mencari solusi permasalahan yang menimpa para korban ini.
dewi/sejahtera

ak kurang dari 200 orang per hari dari berbagai wilayah di Yogyakarta dan Jateng, mengatri untuk mendaftarkan dirinya sebagai relawan P2B PKS. Menurut Septri bagian administrasi P2B, usia rata-rata relawan yang mendaftar berkisar usia 20 tahunan yang berprofesi sebagai mahasiswa dan pelajar SMA serta ada juga beberapa ibu-ibu yang datang untuk membantu dapur umum. Kebutuhan akan relawan perempuan sangatlah dibutuhkan, karena dalam penanganan bencana gempa ada beberapa hal yang diperlukan untuk mendapatkan penangan khusus oleh perempuan. Penempatan relawan perempuan ini dibagi menjadi beberapa bagian, menurut ketua P2B DIY Joko Widodo, P2B di bagi 3 bagian kerja seperti : Tim Dapur Umum, Tim Medis dan Tim ‘Tombo Ati’ (terapi psikis). Seperti yang dituturkan oleh relawan Hawa dan Puspa, “Saya tergerak untuk bergabung menjadi relawan karena gak tega aja liat bencana ini, kebetulan juga sekolah sedang libur, Alhamdulillah orang tua juga menginjinkan”. Ungkap siswi kelas 3 SMA 11 Yogya ini.Ditanya pekerjaan relawan apa yang akan diambil dengan semangat mereka menjawab “ingin membantu mengajar di sekolah darurat dan membantu psychology korban anak-anak” . Sama halnya dengan Sulis, relawan dari Solo yang membantu dapur umum di posko P2B PKS di Mulyo hadi Bantul. Menurut Sulis “ Saat ini dapur umum sudah bisa dikelola oleh para korban ibu-ibu, kami saat ini sedang merancang sekolah darurat untuk anak-anak. Seperti pagi hari untuk olah raga dan belajar, malam hari membuat api unggun dan membacakan buku cerita”. Antusia anak-anak para korban begitu menikmati program ini dan trauma mereka dapat berangsur hilang”. Pelayanan dapur umum tak kalah urgen dan super sibuk, guna memenuhi kebutuhan 2000 bungkus per sekali makan atau sekitar 4000 bungkus perhari untuk para makan para relawan, untuk itu dibutuhkan relawan yang cekatan dalam meramu masakan dalam jumlah besar. Hingga hari kelima, PKS sudah membangun lebih dari 10 dapur umum yang tersebar di beberapa lokasi. Kehadiran seorang relawan dari bekasi Ibu Siti yang datang sendiri ke kantor DPW DIY untuk membantu memasak, sangat besar kontribusinya, nampak tanpa kelelahan dan rasa bosan ia terus meramu masakan dari bungkus perbungkus nasi yang dibantu oleh 10 siswi SMA 5 Yogya.. Penanganan medis P2B PKS juga ditangani oleh 2 dokter perempuan dan dibantu juga oleh tim medis Haluan dari Malaysia sebanyak 5 orang yang terdiri dari tenaga specialis jantung dan penyakit dalam serta bekerjasam dengan Tim BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia). Pada saat tahap Emergency Posko darurat medis seperti rumah Ibu Nunung kader DPD Bantul dan kantor DPD Bantul, pada saat itu tak ubah seperti rumah sakit, hingga show room disamping kantor DPD Bantulpun digunakan untuk merawat para korban. Tangan-tangan cekapatan para perawat, dokter dan relawan perempuan memberikan pengobatan dan perhatiannya untuk terus memberikan dorongan kesabaran untuk para korban memberikan ketenangan bathin dari korban.Seperti yang dikisahkan Sutinah yang baru 1 pekan melahirkan dengan dicaesar, anaknya yang masih merah dan bekas jahitan perutnya yang terkena pasir reruntuhan rumahnya dapat seketika diselamatkan dan ditangani dengan cepat oleh para relawan perempuan P2B. Begitupun dengan Winarni seorang kader DPD PKS Sleman dengan singap membantu evakuasi untuk mencari korban dan membantu mengangkat puing-puing reruntuhan untuk memcari korban yang tertimbun. Masih banyak kiprah yang begitu besar dari para relawan perepuan ini. Walau fitrahnya yang lembut tak gentar dirinya untuk membantu bencana gempa di Yogya dan Jateng ini.(Tatiek)

T

Konsolidasi Bidang Kewanitaan PKS

PENUHI KEBUTUHAN KORBAN ANAK & WANITA M
enyadari akan hal ini DPP PKS cepat tanggap dalam mengirimkan bantuan personilnya termasuk ketua Bidang Kewanitaan Ledia Hanifa S.Si,MPsi.T beserta Kusuma Dewi staf Pemberdayaan wanita yang didampingi oleh Tatiek Humas DPP untuk terjun langsung melihat dan berkonsolidasi dengan para bidang kewanitaan tingkat wilayah DIY dan DPD di Jateng. Ledia Hanifa memberikan beberapa pertimbangan dan masukan saat ia mengadakan kunjungan bencana di Aceh Rabu (31/ 5) Bidang Kewanitaan DPP bekerjasama dengan bidang kewanitaan DIY menyalurkan bantuan “Paket Keluarga”, di 10 titik di kabupaten di propinsi DIY

dewi/sejahtera

dan Jawa Tengah. Paket Keluarga ini berisi peralatan mandi, pakaian dalam pria dan wanita, susu, biskuit dan pakaian anak-anak. Distribusi pemberian bantuan ini langsung diberikan ke wilayah gempa seperti Mulyodadi Bantul, Bleber Sleman, Kretek dll. Dengan mengunakan mobil APV yang langsung dikendarai oleh bidang kewanitaan ini. Selain program penyaluran bantuan , bidang kewanitaan DPP Ledia Hanifah berkonsolidasi dengan kewanitaan DPW untuk membentuk program-program penangulangan korban gempa khususnya korban wanita dan anak-anak, Menurut Wiwi, Ketua bidang kewanitaan DPW DIY beserta stafnya, membuat suatu rancangan program seperti:1 Rescue : model aktivitasnya seperti dapur umum, pemenuhan kebutuhan anak, ibu hamil, dan perempuan serta santunan kel kader dan simpatisan yang tertimpa musibah.2.Recovery : program ini bersifat berkelanjutan, modelnya seperti community development dengan cover Pos Wanita keadilan dan membangun kerjasama yang baik dengan wajihah-wajihah yang ada seperti BSMI,Tim Medis Haluan, Salimah dll. Dengan rencana kegiatan ini nantinya akan membuat data para korban anak-anak dan wanita, pemantaun suport gizi anak-anak balita, pendampingan ibu hamil dan mendirikan sekolah Ceria/Darurat untuk daerah-daerah yang diperkirakan aktifitas pendidikan baru bisa normal dalam waktu lama. Ketua Kewanitaan DPW ini pun membuat satu rancangan Support System, program yang dirancang untuk bertindak secara cepat guna menangulanngi psikologi para korban. Dengan membuat manajemen dan konsultasi diharapkan sistem pemulihan korban dapat dengan cepat tertangani. Melihat dilapanganl peran-peran strategis P2B. Ketua wida DIY Jateng Mantri Agung yang hadir saat rapat onsoidasi tersebut mengutarakan dukungkan penuh terhadap bidang kewanitaan dengan programproramnya untuk mendukung P2B ini. Iapun memberikan arahan untuk berkonsolidasi dengan pengurus P2B yag lain untuk saling bersinergis dan mengrahkan para relawan perempuan P2B yang sudah mendaftar untuk di bina dan di tempatkan sesuai bidang yang diperlukan. Mantri Agungpun menambahkan bahwa P2B wilayah DIY ini dijadikan plot projek oleh DPP agar perencanaan penangulangan bencana kedepan bisa memiliki platform yang strategis. (Tatiek)

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

6

LIPUTAN UTAMA

PKS-OVERSEAS

15

MBAH SHOLIHAH BUTUH MUKENA…

D

ITENGAH kerut rentanya, Mbah solihah (80 thn) masih bisa menatap tajam atas musibah yang dihadapinya, terik mentari dan kucuran hujan ditengah malam tak membuat dirinya gentar menghadapi getir kehidupan. Jumat lalu di desa Srihandono kecamatan Pundong Kabupaten Bantul, gempa bumi dengan kekuatan 6,2 skala richter telah meluluh latahkan rumahnya yang besar dan luas menjadi seonggok puing-puing diatas tanah, saat itu pohonpohonan yang terus tegak di pekarangan rumahnya menjadi saksi nyata. Saat itu dikala yang lain menjerit histeris, berlari kencang dikejar teriakan Tsunami dan gempa susulan yang terus mengayun tanah jawa ini. Dengan berjalan tertatihtatih bersama suaminya Muhammad, Mbah Solihah tetap tersenyum sejuk merangkul cucunya dengan kelembutan seraya berucap berkali-kali : “infirru illallah…infirru illallah….” Keguncangan tanah yang dasyat tak membuat hatinya guncang. Kini hari-harinya bersama suami, putra2 dan putra bungsunya, serta dua menantu juga ke 7 cucunya, tidur berselimut angin malam dan beratap terpal hijau. Saat rombongan Pos Penangulangan Bencana Partai Keadilan Sejahtera (P2B PKS) pusat kamis (1/6) tiba di tengah teriknya matahari, selepas dzuhur nenek tua itu diam sejenak setelah melipat mukena

lusuhnya, dengan kaca mata tebalnya ia terus menatap dan melafalkan huruf per huruf alquran basah yang sudah mulai robek itu. Saat ditanya Ummu Khansa relawan perempuan P2B PKS tetang apa yang ia baca, dengan logat Jawanya yang kental, dengan tenang ia mengungkapkan “Saya sedang baca tentang hari kiamat dan akherat” sambil tersenyum. Istri Muhammad inipun terus menceritakan bagaimana ia dan keluarga besarnya bisa selamat. Menurut Surtinah menantunya, mbah biasanya tidur kembali selepas shalat subuh di surau (mushalah, red) disamping rumahnya yang besar, namun di pagi yang cerah itu telah menggerakkan tubuhnya yang sudah membungkuk untuk menyapu halaman surau bersama suami dan cucu-cucunya. Dewi, Rina, Joko, Gatot dan 2 adik balitanya yang biasanya jam 6 pagi belum beranjak dari tempat tidur, saat itu anak-anaknya sangat bersemangat bersiap untuk berseragam sekolah dan akhirnya keluarga besarnya terselamatkan, tambah Sutinah. Ketika ditanya apa yang mbah Solihah harapan saat ini, dengan sederhana ia mengungkapkan “ Si mbah betah rukuh kagem sholat”. Mukena yang ia pakai sekarang sudah ‘burem’ karena dipakai bergantian dengan yang lain, tambah Surtinah. (Tatiek)

Pinjaman Luar Negeri Indonesia dan Debt Swap sebagai Solusi Potensial
P ada dua dekade terakhir, pinjaman luar negeri telah menjadi masalah besar yang dihadapi oleh negara-negara dunia ketiga termasuk Indonesia. Jumlah pinjaman luar negeri negaranegara berkembang pada tahun 2004 adalah sebesar 2,5 triliun dolar Amerika atau sekitar 34% dari Produk Nasional Bruto negara-negara berkembang. Dibandingkan dengan jumlah sebesar 50 milyar dolar Amerika pada tahun 1968, jumlah tersebut telah meningkat lebih dari 50 kali selama 36 tahun terakhir.
ndonesia juga menghadapi masalah keuangan yang serius dengan beban pinjaman luar negeri yang semakin meningkat. Hal ini bukan hanya masalah yang dihadapi oleh pemerintah saat ini, tetapi juga generasi mendatang. Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berpenghasilan rendah dengan beban pinjaman yang besar, walaupun krisis ekonomi 1998 telah berlalu lebih dari lima tahun. Global Development Finance 2002 menempatkan Indonesia dengan status Severely Indebted and Low Income Countries (SILIC), sama dengan Afghanistan, Nigeria, dan Ethiopia, yang menunjukkan posisi Indonesia jauh di belakang negara-negara Asia lain yang juga menjadi korban krisis seperti Malaysia, Thailand, dan Korea, yang sekarang telah dikategorikan sebagai negara dengan level pendapatan dan beban pinjaman menengah. Mempertimbangkan keadaan ekonomi Indonesia saat ini, akumulasi pinjaman luar negeri akan menjadi masalah yang besar bagi generasi berikutnya. The United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada tahun 2002 memperingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi kenyataan “Generasi yang Hilang” sebagai konsekuensi kurang gizi, pelayanan kesehatan yang buruk dan tingkat pendidikan yang rendah. Jutaan orang di Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki mutu hidupnya, karena pemerintah harus mengalokasikan dana yang besar untuk membayar pinjaman luar negerinya, sehingga kesulitan menyiapkan anggaran yang cukup untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai sebuah partai yang mengusung slogan “Bersih dan Peduli” berusaha mengekspresikan kepeduliannya pada ekonomi Indonesia dengan menawarkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Salah satunya adalah mengurangi beban pinjaman luar negeri Indonesia, sehingga pemerintah bisa mengalokasikan anggaran pembangunan lebih banyak pada program-program pembangunan nyata yang dapat dinikmati oleh

I

TIM ‘TOMBO ATI’ TEBAR KEPEDULIAN
rauma gempa bumi Yogya dan Jateng memicu tindak bunuh diri dan trauma mental berat dikalangan korban, tercatat hingga tanggal 7 juni sedikitnya enam orang meninggal akibat bunuh diri dan dikabarkan dari lapangan oleh seorang kopasus yang bertugas di posko Wedi Klaten, ada seorang ibu bunuh diri dengan cara mengatungkan diri akibat stress melihat anak dan suaminya meninggal tertimpa reruntuhan rumahnya. Diklaten ditemukan puluhan korban gempa yang harus dirawat dirumah sakit jiwa, dari data lapangan yang dilaporkan Yusuf Hasan Humas Pusat P2B, Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr Soerdjarwadi hingga senin lalu merawat lebih dari 20 pasien baru, mereka berasal dari daerah bencana gempa seperti Gantiwarno,Wedi dan Prambanan. Dari permasalahan yang ada dilapangan, dengan sigap relawan P2B yang eksis dalam penanganan trauma terapy para korban gempa di Yogya dan Jateng, membentuk tim ‘Tombo Ati’, tujuan dari tim ini adalah untuk memberikan konseling kepada korban, membentuk sekolah darurat, pemberdayaan ekonomi, mendirikan Fun Learning sebagai

T

terapy psicology bagi anak-anak korban dll. Dalam aplikasi program ini, P2B PKS dalam program Recovery nya, membuat program jangka panjang dalam penanganan korban gempa, karena masalah penanganan gempa ini tidak cukup satu sampai dua bulan saja, penanganan ini akan berkelanjutan sampai kondisi stabil. Dalam tahap awal Tim Tombo Ati ini melakukan program pendataan jumlah korban anak-anak, wanita hamil dan korban lainnya dibeberapa titik wilayah bencana, melakukan pemantauan dan support gizi, mengadakan pendampingan konsultasi dan psychology, Mengadakan training psychology penanganan korban, pendampingan produktif untuk membangkitkan ekonomi korban dan mendirikan sekolah darurat dengan bekerjasama dengan lembagalembaga pendidikan yang ada. Seperti halnya yang telah di-

lakukan oleh tim ini di wilayah Mul yodadi Banbanglipuro Bantul, Septri dan empat temannya, mendirikan sekolah ‘Ceria’ di posko P2B, dengan 22 anak korban yang rata-rata usia 4-15 tahun. Setiap pagi melakukan permainan olahraga, mengajar menyanyi dan belajar dengan sarana yang ada, malam harinyapun mereka memanfaatkan suasana malam yang beratap langit dengan membuat permainan api unggun sambil mendengarkan cerita. Nampak sudah hitungan hari ke-5 para anak-anak dan korban lainnya, trauma gempa ber-

angsur-angsur pulih, para anakanak dengan tawanya yang lepas asyik bermain bola, juga ibu-ibu asyik meramu masakan sambil sebentar-sebentar tersenyum dengan ibu lainnya di dapur umum. Musibah yang mereka alami, ketraumaan jiwa yang terus menyerang relung-relung hati dan pikiraanya seakan tak pernah bisa terjawab dengan hanya menonton, membaca dari surat kabar atau hanya dengan mendengar tentang kisah mereka.kini sudah saatnya ‘tombo ati’ kita menebarkan kepeduliaan dan berbagi rasa. (Tatiek)

MAHASISWA Indonesia di Jepang, rajin menyelenggarakan seminar-seminar kebangkitan ekonomi Indonesia. Mulai dari mencari beasiswa kuliah, mencari kerja hingga kepada mecari jalan keluar bagaimana Indonesia bisa terbebas dari hutang.

Ilustrasi foto: Persatuan Mahasiswa Islam Jepang (PMIJ), Kedubes Jepang.(innet)

rakyat Indonesia. Selama ini banyak program pembangunan yang hanya mendapat porsi yang tidak seimbang dalam APBN karena pemerintah harus melakukan mengalokasikan bagian besar APBN untuk membayar cicilan pinjaman luar negeri yang cukup besar. Dalam hal ini PKS memandang Debt Swap adalah salah satu alternatif penyelesaian pinjaman luar negeri Indonesia dan ingin memahami mekanisme tersebut lebih dalam sebagai bahan penyusunan rekomendasi terhadap kebijakan penyelesaian pinjaman luar negeri Indonesia. Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera Jepang (PIP-PKS Jepang) sebagai representasi PKS di Jepang ingin menjajaki kemungkinan dilaksanakannya mekanisme Debt Swap antara pemerintah Indonesia dan Jepang sebagai salah satu alternatif penyelesaian pinjaman luar negeri Indonesia kepada Jepang. Jepang adalah kreditor pinjaman luar negeri Indonesia yang terbesar Jumlah bantuan bersih Jepang secara bilateral melalui mekanisme ODA (Official Development Assistance) diperkirakan 1,6 milyar dolar Amerika pada tahun 1999, atau sekitar 60% dari seluruh bantuan bilateral yang diterima Indonesia dari negara-negara di dunia. Berkaitan dengan pengkajian hal tersebut PIP-PKS Jepang telah mengadakan seminar dengan tema “Pinjaman Luar Negeri Indonesia dan Debt Swapt sebagai Solusi Potensial”, yang dilakukan pada tanggal 1 April yang lalu, bertempat di Balai Indonesia, Tokyo, 4-6-6 Meguro Meguro-ku Tokyo 153-0063, dengan Pembicara: Ir. Tifatul Sembiring (Presiden Partai Keadilan Sejahtera) sebagai Keynote Speech. Sebagai pembicara utama Professor Yoshinori Murai (Professor, The Institute of Asian Cultures, Sophia University) dan Asnar Ashari SH, MA (Analis Eksekutif, Perwakilan Bank Indonesia Tokyo). Professor Yoshinori Murai menyampaikan makalah yang berjudul “Japan’s ODA and Indonesia”. Sementara itu Asnar Ashari SH, MA menyampaikan “Debt Swap dalam konteks pinjaman luar negeri Indonesia.” Diharapkan melalui seminar ini didapatkan masukan tentang terobosan-terobosan yang dapat dimanfaatkan pemerintah Indonesia dalam menegosiasikan Debt Swap sebagai salah satu alternatif penyelesaian luar negeri Indonesia dengan pemerintah Jepang. (Darocky)

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

14

KIPRAH DPP

LIPUTAN UTAMA

7

HUMAS YANG BAIK, BERKATA YANG BAIK
pemerintah (rulling party) saat ini membuat partai dakwah harus benarbenar menjalankan harapan tersebut. Selain itu koalisi yang dijalankan PKS bukan koalisi konvensional yang membela mati-matian apa pun yang dilakukan pemerintah. “Koalisi PKS adalah koalisi yang kritis dan konstruktif. Oleh karena itu sekarang kita harus menambahkan jargon kita, selain Bersih dan Peduli kita juga harus profesional (terhadap pemerintah)”, tegas Suryama. Kondisi kedua, lanjut Suryama, dari 8,3 juta pemili, kader kita hanya ada kurang dari 10 persennya. Berarti 90 persen lebih konstituen kita bukan kader. Mereka ini lebih banyak berinteraksi dengan media, tokoh-tokoh informal serta informasi-informasi yang sekadar lewat. “Dan mengelola situasi ini tidak mudah,” katanya. Untuk itu Suryama menyarankan, interaksi, perhatian dan pelayanan PKS terhadap media harus berlipat kali lebih besar daripada sebelumnya. “Syukurlah Munas I PKS tahun lalu mengamanatkan DPP PKS untuk bisa melahirkan adanya sebuah media massa nasional, pendirian radio-radio di tingkat wilayah (provinsi). Ditambah lagi ditingkat parlemen, Fraksi PKS lima bulan ini mendorong anggota-anggotanya untuk lebih banyak berinteraksi dan bisa tampil di media,” papar ayah dua anak ini. “Sekarang bepulang kepada mereka yang mendapat amanah ini. Apakah siap mengemban posisi dan tugas atau tidak,” tantang Kepala Bahumas DPP PKS, RB Suryama M Sastra. Dia melanjutkan, tugas yang diemban itu tidak hanya pekerjaan-pekerjaan taktis operasional saja tetapi juga pekerjaan strategis. Taktis operasional menurutnya adalah pekerjaan sehari-hari Bahumas, yakni media centre, komunikasi organisasi(internal) dan memantau isu-isu yang berkembang di publik melalui media. Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah melihat apa-apa yang dipahami oleh kader dan simpatisan dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh partai. “Ini penting demi menjaga keseimbangan antara kader, simpatisan dan pengurus partai,” ungkap Suryama. Sementara itu, pekerjaan strategis adalah Bahumas bisa menjaga kredibilitas PKS yang berbasis kader dengan jargonnya “Bersih dan Peduli”. Pekerjaan strategis ini kalau dalam dunia marketing dikenal dengan nama brand management. “Ini lebih dari sekedar citra atau images PKS di mata masyarakat, tapi juga merek,” ungkap anggota Komisi II DPR RI ini tegas. Bagaimana Bahumas menyampaikan kebaikan-kebaikan tersebut. Bahumas perlu melihat konsep Qoulan Sadiidaa (QS:33:70). Menurut Imam Aththobari, Qoulan Sadiidaan bermakna apa yang disampaikan (isi) dengan kemasan(humas) harus sama-sama baik. “Jangan sampai niat baik yang ingin dilakukan PKS disalahi masyarakat. Begitu juga sebaliknya, niat yang busuk tapi dikemas dengan baik sehingga masyarakat percaya,” katanya. “Imam Aththobari juga menyampaikan isinya harus 100% halal, pesan yang disampaikan harus sampai di masyarakat. Bahumas harus mengawal proses pesan ini sampai di masyarakat.” Menjaga brand PKS yang bersih dan peduli tidak hanya tugas kader dan pengurus partai. Yang lebih penting dan benar-benar terlihat adalah anggota legislatif yang terpilih oleh masyarakat. Karena dari merekalah sebagai pembuat Undang Undang, pengawas anggaran akan terlihat. Apakah diri mereka sudah bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, dan apakah kebijakan-kebijakan mereka sudah peduli terhadap konstituen dan rakyat Indonesia atau belum. Oleh karena itu, seorang anggota dewan khususnya dari PKS harus menjadi pohon yang penuh dengan kebaikan-kebaikan. Akarnya kuat (di masyarakat), batangnya kokoh (keberadaannya di dewan), daundaunnya rindang (bisa memayungi rakyat). “Kalau sudah baik begitu, tidak perlu basa-basi, orang akan segera mendekat karena pohonnya rindang bisa menjadi tempat berteduh,” kata Suryama. Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana Bahumas bisa menyebarkan kebaikan-kebaikan itu agar bisa lebih dilihat, didengar dan dirasakan oleh masyarakat. Suryama berpesan, jangan sampai tidak ada bedanya antara anggota dewan dengan pengamat politik, juga anggota dewan dengan wartawan, harus ada bedanya yaitu seperti antara dai yang ada di parlemen dengan dai yang tidak ada di parlemen.(yusuf)

Lebih dari 450 sekolah diwilayah Profinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jaawa Tengah rusak akibat gempa bumi. Akibat kerusakan itu, semua lembaga pendidikan formal dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi diliburkan hingga satu pekan.
tatiek/sejahtera

Sekolah Darurat:

yusuf/saksi

Suryama Majana Sastra, ditengah kesibukannya sebagai Anggota Legislatif DPR RI bidang kerumah tanggaan, komandan humas yang baru menjabat 4 bulan ini masih bisa meyempatkan diri untuk berdialog dengan Repoter Tabloid Sejahtera Mohamad Yusuf di gedung DPR/MPR RI. Karakternya yang supel, care dan dekat dengan para wartawan. Pantaslah ia jika ia pas untuk mengamanahi Ketua Badan Humas (Bahumas) DPP PKS.

BADAN kehumasan ibaratnya adalah qaulan sadiidaan (berkata yang baik). Menyampaikan kebaikankebaikan yang ada. Bukan menambal yang bolong-bolong dan membesar-besarkan apa yang terlihat cantik atau bagus”, ungkap ayah dari 2 anak ini. Melirik amanat Munas I PKS Juli tahun lalu, tersimpan pekerjaan rumah yang menumpuk. Mulai dari pembenahan kader, pelaksanaan amanat munas, hingga pertukaran dan penyegaran struktur pengurus DPP PKS. Salah satu bagian yang mendapat penyegaran itu adalah Departemen Kehumasan yang berada di bawah wakil sekretariat jenderal DPP PKS. Kini departemen tersebut mengalami metamorfosis menjadi Bahumas yang posisinya langsung berada di bawah presiden. Ketika ditanya mengenai tantangan dan hambatan dalam menjalankan Bahumas, ia mengungkapkan departemen manapun memiliki tantangan. Suryama melihat tantangan Bahumas saat ini berbeda dengan Humas sebelumnya. Ada dua situasi yang bisa menggambarkan bagaimana tantangan bahumas kedepan. Yang pertama adalah kondisi dimana PKS saat ini mendapatkan harapan yang amat besar dari masyarakat. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, keterlibatan PKS kepada

TAK ADA GENTENG, TERPAL PUN JADI
D
ari hasil data dilapangan dan pemantauan reporter Tabloid SEJAHTERA kerusakan sekolah terbanyak diderita kabupaten gunung kidul, sebanyak 179 sekolah dengan rusak hebat. Berikutnya kabupaten Bantul, 138 sekolah, kulon progo 68 sekolah, Sleman 38 sekolah, Yogyakarta 27 sekolah. Hingga secara keseluruhan Provinsi Yogyakarta terdapat 3.515 yang hancur. Dalam perjalanan menuju Parangtritis dan Imugiri Bantul, gempa juga merusak gedung beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta. Misalnya Sekolah Tinggi Ekonomi Kerjasama di jalan Pangrangritis, Yogyakarta dan Universitas Muhamadiyah Yogya karta di Wirobrajan. Sementara itu, di kabupaten Klaten, Jawa Tengah hingga Senin (12/6) tercatat sekolah roboh 28 sekolah, 24 diataranya Sekolah Dasar (SD). Tiga gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan satu Sekolah Menengah Atas (SMA). ”Ini baru data sementara, ada kemunginan bertambah,“ ujar anggota Komisi E DPRD Jateng Muhammad Haris. Wakil ketua Fraksi PKS DPRD Jateng itu diperkirakan, membutuhkan dana 15 milyar untuk memperbaiki sarana pendidikan tersebut. Menurut nya pembangunan gedung sekolah harus menjadi prioritas dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Selain gedung sekolah, tercatat ada 10 kantor cabang Dinas Pendidikan yang mengalami kerusakan akibat gempa ini,” ujarnya. Lumpuhnya proses belajar mengajar di daerah bencana gempa di Klaten mendorong DPW PKS Jawa tengah berinisiatif mendirikan sekolah ditempat pengungsian. “Kami buat tenda untuk sekolah anak-anak disiang hari. Sementara ini, baru kami dirikan di Birit Kecamata Wedi, Klaten. Mudahmudahan nanti ditempat lain juga bisa dilakukan hal yang sama bahkan di Yog yakarta sendiri sekolah darurat ini sudah yang ke 17,” ujar Ketua Bidang Kesra DPW PKS Jateng Budi Hartono kepada para korban kemarin saat meresmikan sekolah darurat di Wedi Klaten. Budi mengatakan, inisiatif itu muncul karena anak-anak yang seharusnya sekolah kini harus berhenti. Sebab, fasilitas belajar mereka ikut hancur terkena gempa. Makanya dengan fasilitas seadanya PKS memutuskan mendirikan sekolah darurat di pengungsian. Ditegaskan pula oleh H Umung Anwar Sanusi, anggota komisi I PKS DPR RI, bahwa belajar itu tidak boleh berhenti dalam situasi apapun, dan seharusnya. Pemerintah bisa bertindak cepat dalam memberikan alternatif pembelajaran. Karena keputusan pemerintah untuk menunggu dan meliburkan sampai 10 hari sangat terlalu lama. Pada saat yang sama Ledia Hanifah dan Kusuma Dewi dari Bidang Kewanitaan DPP PKS mengadakan kunjungan dan berkonsolidasi dengan para relawan P2B yang bertugas menjadi guru, Respon positif pun disampaikan sama oleh Kepala Sekolah SMP 1 Wedi Dra Rodiah Jannah MPd. Ia mengungkapkan kegembiraannya atas ide serta inisiatif dari PKS untuk mendirikan sekolah darurat bagi siswa-siswanya. Karena bagaimanapun juga para siswa harus mempersiapkan ujian pada Juni nanti, dengan sistem pembelajaran fun learning ini diharapkan siswa SMP 1 yang termasuk sekolah terfavorit ini dapat lekas pulih kembali dari ketraumanaan gempa. Fasilitas

untuk memberikan gambaran tentang pentingnya system Fun Learning bagi para korban agar motivasi untuk belajar terus bisa bangkit kembali.

untuk para guru pun Rodiyah mengharapkan untuk lebih diprioritaskan, karena di Wedi sendiri hampir 50% rumah para guru roboh. (Tatiek)

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

8

WAWANCARA
orang tersebut. Beberapa peserta bahkan terpaksa berada di luar dengan fasilitas layar video yang menampilkan suasana di dalam ruangan. Musda Sleman juga diisi dengan ceramah politik yang disampaikan DPP PKS oleh Mahfudz Sidiq. Ketua Fraksi PKS DPR RI tersebut menyampaikan tentang pentingnya PKS memperhatikan kader dan masyarakat dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang peduli terhadap kemajuan bangsa ini. “Beliau juga berpesan kepada seluruh kader untuk selalu taat dan berpegang teguh pada aturan Allah dan tali ukhuwah,” ujar Anik R, Humas Musda I PKS Sleman. Seremonial Musda di Sleman yang pas bertepatan dengan Hari Kartini (21/4), Bidang Kewanitaan DPD PKS Sleman mengadakan Aksi Wanita Keadilan Menyongsong Hari Kartini. Aksi tersebut dilangsungkan pada dua titik strategis, yaitu Terminal Jombor dan perempatan Kentungan. Para peserta aksi turut membagikan bunga dan menyebarkan leaflet kepada pengunjung dan pengguna jalan. Akhirnya pada hari terakhir Musda Arif Haryanto SSi meraih suara terbanyak sebagai Ketua DPD I PKS Bantul periode 20062011. Pemilihan ketua itu sendiri diikuti oleh 3 orang kandidat, yaitu Arif Haryanto SSi, Bimo Sakayo dan Muhammad Fajri SPT. Dalam pemilihan yang diikuti 62 peserta yang memiliki hak suara, dalam voting Arif Haryanto SSi meraih 33 suara, sedang dua rivalnya Bimo Sakayo mendapat 18 suara dan Muhammad Fajri STP mendapat 11 suara. samaan, Sejahterakan Kota Bekasi”, disoroti berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan umum, diantaranya adalah masalah pendidikan, perburuhan, kesehatan dan ekonomi. Hasil Musda diharapkan dapat merekomendasikan kebijakan politik yang dapat membawa perubahan di Kota Bekasi. Musda I PKS Bekasi, berlangsung selama tiga hari (28-30/4) di Asrama Haji Kota Bekasi. Acara di hadiri oleh ribuan kader dan simpatisan PKS Kota Bekasi. Pada Musda itu Sutriyono, S.Pd terpilih sebagai Ketua DPD Kota Bekasi 2006-2009. Sementara Ketua MPD dan DSD diamanahkan kepada Affanda Kristaldy, S.Kom, SSA dan Ustadz Abdullah Adam. PKS akanmenjadi partai dua besar dalam Pemilihan Umum 2009 dengan perolehan200.000 suara dan memperoleh 14 kursi DPRD. “Selain itu, PKS juga menargetkan memenangkan Pemilihan Wali Kota Semarang 2010 dengan mencalon kader sendiri, serta memenangkan calon gubernur yang didukung PKS pada Pemilihan Gubernur 2008 mendatang,” tandasnya disambut tepuk tangan para peserta Musda.

13
dulian PKS Kota Tangerang terhadap permasalahan pendidikan rakyat. Yang juga tidak kalah menariknya adalah kegiatan pertandingan sepak bola persahabatan yang diselenggarakan pada Ahad 7 Mei 2006 antara Tim Sepakbola PKS melawan Tim Sepakbola Pemerintah Kota Tangerang yang juga diperkuat oleh Walikota Tangerang Drs.H.Wahidin Halim, MSi. Tim Sepakbola Pemerintah Kota Tangerang memenangkan pertadingan dengan skor 2-1. Musda Kota Tangerang akhirnya memutuskan H.Saring Suparyono menjadi Ketua DPD yang baru, mendampingi Ir. Bonnie Mufidjar dan H.M. Jamhuri, Lc sebagai Ketua MPD dan Ketua DSD yang telah ditetapkan sebelumnya. Dilanjutkan dengan sambutan Walikota Tangerang Drs. H. Wahidin Halim, MSi yang disambut dengan takbir oleh ribuan kader PKS ketika beliau menyampaikan komitmennya untuk terus mempertahankan pemberlakuan Perda anti Miras dan Pelacuran di Kota Tangerang dalam rangka menciptakan Kota Tangerang yang ber-Akhlakul Karimah. Semoga syiar MUSDA mampu memberikan suntikan semangat buat kader-kader PKS Kota Tangerang untuk terus menghasilkan karya-karya dakwah dan semoga DPD PKS Kota Tangerang di bawah kepemimpinan H.Saring Suparyono mampu menjadi lokomotif bagi gerbong dakwah di Kota Tangerang menyongsong kemenangan Islam. Demikianlah kilasan kegiatan Musda diberbagai daerah. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik. (Ningsih,Disarikan dari website daerah-daerah PKS)

Ir. H. Tifatul Sembiring
Presiden Partai Keadilan Sejahtera

MANAJEMEN KRISIS
Bencana kembali menerpa Indonesia. Dan untuk kesekian kalinya gempa tak bosan-bosan meminta korban. Pertanda ujian atau murka Allah Subhaaanahu wata’alaa? Terlepas dari itu, PKS kembali menurunkan pasukannya untuk menolong para korban gempa bumi yang menggoyang Yogyakarta dan Jawa Tengah Sabtu (27/5), lalu. Bagaimana konsep Pusat Penanggulangan Bencana yang dibentuk PKS menolong para korban, berikut petikan wawancara reporter Mohamad Yusuf dengan Presiden PKS Ir H Tifatul Sembiring.
Bagaimana tanggapan Bapak tentang musibah gempa yang melanda Yogya dan Jateng ini? Pertama, kami mengucapkan innaalillaahi wainnaa ilahi raaji’uun. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap musibah yang terjadi ini. Untuk membantu para korban gempa itu kami secara cepat dan tanggap membentuk sebuah tim yakni Pusat Penanggulangan Bencana atau P2B. Strategi apa yang P2B lakukan dalam menangani bencana ini? Dalam menangani bencana, kami mempunyai tiga tahap yang tentunya berbeda antara bencana yang satu dengan yang lainnya. Tergantung dari skala bencana yang terjadi. Jadi ada ta-

UNTUK PENANGANAN BENCANA
hap emergency, recovery, rekonstruksi dan rehabilitasi. Pada tahap emergency ini presiden (PKS) memberikan instruksi langsung kepada tim P2B yang bekerja dengan sistem search and rescue. Artinya mereka ini berangkat melakukan pertolongan darurat, dan mencari informasi awal kerusakan-kerusakan yang terjadi. Pada kasus Yogya dan Jawa Tengah misalnya, kita memberangkatkan sekitar 50 orang sebagai tim awal yang membuka dan mendirikan posko darurat. Pekerjaaan pertama mereka melakukan evakuasi jenazah, membuat peta kerusakan sebesar apa, kemudian melisting (mendaftar) apa yang dibutuhkan para korban. Dari situ mereka melaporkan kepada kita untuk selanjutnya diambil langkah-langkah yang diperlukan. Pada hari kedua bencana kita sudah memberangkatkan 900 relawan, bahkan hampir seribu. Relawan ini berasal dari daerah terdekat yang tidak terkena musibah. Dalam kejadian ini, relawan awal berasal dari Semarang, Salatiga, Solo dan lain-lain. Namun demikian ada juga kader PKS yang menjadi korban tapi mereka menyebar ke daerah yang lebih parah dan membantu evakuasi. Kalau dihitung relawan dari Yogyakarta dan Jawa Tengah saja sudah 600 orang sedangkan dari daerah lain berasal dari Surabaya sehingga pada hari ketiga kita sudah memberangkatkan 1500 relawan ke lokasi bencana. Apa tugas para relawan ini? Tugas relawan yang datang pada hari kedua dan seterusnya ini me-

MUSDA KOTA TANGERANG
Musda PKS Kota Tangerang yang pertama pada Jumat 12 Mei 2006 lalu. Memang cukup semarak, bagaimana tidak, GOR Kota Tangerang yang biasanya kumuh, malam itu disulap menjadi tempat perhelatan yang apik dan sumringah. Sekeliling dinding dalam GOR ditutupi oleh kain hitam dan di lapangan dalam GOR yang seluruhnya digelar karpet merah berdiri megah panggung 9 X 12 meter diperlengkapi sound system yang baik, tata cahaya yang artistik dan layar animasi, belum lagi pendingin ruangan yang menjadikan GOR yang biasanya panas dan pengap menjadi agak sejuk dan nyaman. Rangkaian kegiatan MUSDA 1 PKS Kota Tangerang ini sebenarnya sudah dimulai sejak tanggal 27 April 2006 dengan rangkaian kunjungan ke sekolah dan pesantren oleh Pengurus DPD PKS Kota Tangerang bersamasama dengan anggota FPKS DPRD Kota Tangerang. Di samping dalam rangka merealisasikan seruan DPP PKS untuk semakin menggiatkan dakwah pada lingkungan sekolah, kampus dan pesantren, kegiatan ini juga merupakan wujud kepe-

MUSDA SEMARANG
Ir H Johan Rifai terpilih kembali untuk memimpin DPD PKS Kota Semarang periode 2006-2010. Johan yang sebelumnya menjabat pelaksana harian Ketua DPD PKS meraih 43 suara dalam musda, Minggu (21/5) petang Johan berhasil meraih dukungan mayoritas dari 69 peserta Musda yang memiliki hak suara yang berasal dari unsur Majelis Pertimbangan Wilayah, Dewan Syariah Wilayah, Dewan Pengurus Wilayah, Majelis Pertimbangan Daerah, Dewan Syariah Daerah, Dewan Pengurus Daerah, ketua Dewan Pimpinan Cabang, serta unit-unit pengkaderan. Alumnus Universitas Jenderal Soedirman itu mengungguli dua saingannya,yaitu Doddy Apriyanto SSi dan M Yusuf Khairuddin AMd. Dalam pemungutan suara yang dipimpin Ketua MPD Marzuki itu, Doddy hanya meraup 17 suara dan Yusuf 8 suara. Dalam pidato politiknya seusai pemilihan, Johan menargetkan

MUSDA BEKASI
Musda Perdana PKS Bekasi yang mengusung tema “Bangun Keber-

Daftar Nama Pengurus Tingkat Daerah Partai Keadilan Sejahtera 2006-2009
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 NAMA KAB/ KOTA Kabupaten Tangerang Kota Tangerang Kotamadya Jakarta Utara Kotamadya Jakarta Pusat Kotamadya Jakarta Selatan Kotamadya Jakarta Timur Seram Bagian Barat Kabupaten Bandung Kota Bandung Kota Banjar Kabupaten Bekasi Kota Bekasi Kabupaten Bogor Kota Bogor Kabupaten Ciamis Kabupaten Cianjur Kota Cimahi Kabupaten Cirebon Kota Cirebon Kota Depok Kabupaten Garut Kabupaten Indramayu Kabupaten Karawang Kabupaten Kuningan Kabupaten Majalengka Kabupaten Purwakarta Kabupaten Subang Kabupaten Sukabumi Kota Sukabumi Kabupaten Sumedang Kabupaten Tasikmalaya Kota Tasikmalaya KETUA DPD Ir. H. Ruhamabean H. Saring Supariyono H. Muhammad Subkhi, Lc M. Agus Setiawan Khoiruddin Dite Abimanyu Jalil Renyaan, SP Ir. Arief Setiansyah Haru Suandharu, S. Si., M. Si. Asep Ibrahim Asmeldi Firman Affanda Kristaldy, S.Kom., SSA. H. Ade Dodo, SE. Ir. Yocie Gusman Ir. H. Suhdi Ade Candra Drs. Ahmad Maftuhi Syafe’i Masrokhan Ahmad Priyatna, Ak. Agus Talik, S.Ag. DR. Prihandoko dr. Helmi Budiman Ruswa, S. Ag. Drs. Karmin Amrullah Daswa, S. Si. Ir. Dedi Supriyadi Drs. Thoha Mahsun Ir. Nurul Fatoni drh. Slamet Yayan Suryana Ridwan Solichin, S. IP. Yuda Cahyadi, Bs.CF. Heri Ahmadi
KETUA DEWAN SYARIAH DAERAH (DSD ) KETUA MAJELIS PERTIMBANGAN DAERAH (MPD)

H. Imron Rosadi, Lc. KH. M Jamhuri Rikza Maulan, Lc., M.Ag. Marsono Abdullah Komaruddin, Lc. Muhendri Mukhtar, BIRK Ust. Aam Salam Taufiq, S.Ag. Ust. Asep Rodhi Ust. Mohamad Nasir Ust. Hizbullah Undu, Lc. Ust. Abdullah Adam Ust. Drs. Masdan Sutan Panis Ust. Ahmadi Sukarno Ust. Muhtadin, Lc. Ust. Drs. Ade Syatibi Darwis Ust. Iwan kartiwan, Lc. Ust. Nurul Ain Akyas, Lc. Ust. Muh. Abdullah, M. Ag. Ust. H. Imron Rosyadi, Lc. KH. Drs. M. Yunus Rasyidi Ust. Jajat Sudrajat KH. Syaerazi Hasan, MA. Ust. H. Amam Badruttamam Ust. Hasan Sobari Ust. T. Munandar Hilmi, S. Ag. Ust. Abdul Aziz, Lc. Ust. Walidul Amin Ade Rucita Hudaya, S. Pt. Ust. Syahidin, Lc. Ust. Syarif Hidayatulloh, S. Ag.

Drs. Anugrah, MM Ir.M. Bonnie Mufidjar Amin Laduni Anwar Khanifudin Drs. Ahmad Maulana Mahbub Didik Agus Triwiyono Oded M. Danial Abdullah M. Syafe’I, S.Sos.I. Abdul Jabar, MA. Sutriyono, S. Pd. Ir. Arief Munandar Kaliman Iman Sasmita drh. Totong Karyo Ir. R. K. Dadan Suryanegara Ir. Achmad Zulkarnaen Nasirudin Agung Novedi Ahab Syihabudin Muidil Adha, S. Sos. I Avontaridzkia Rijaluddin, S. Pd. H. Didi Zaenal Abidin Iskandar Zulkarnain dr. Encep Sugiana drh. Priyo Indriyanto Deden Muhlisin Rikrik Hartadi KH. Asep Hidayat, Lc. Dede Muharram

saksi

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

12

SUARA DAERAH
nindaklanjuti laporan tim pertama yang berjumlah 50 orang itu. Mereka kemudian mendirikan tenda-tenda yang lebih manusiawi, membangun dapur umum, MCK. Dengan bekerjasama dengan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) kita bekerja sama membuka posko pelayanan kesehatan. Bahkan kita sudah bisa melakukan operasi patah tulang di posko kita itu. Yaaa walaupun dilakukan secara darurat, alhamdulillah dapat terselamatkan. Dengan adanya musibah ini, P2B akan menjadikan Yogyakarta sebagai pilot project lembaga emergency? Sebenarnya kita tidak melakukan hal yang khusus. Kita melakukan hal yang sama di Aceh dan Nias ketika terjadi gelombang tsunami. Hari kedua saya sudah di Kota Banda Aceh kemudian membuat peta wilayah mana yang mengalami kerusakan. Pada waktu itu P2B baru bisa berangkat pada hari ketiga. Saya waktu itu melakukan pendataaan skala dan seberapa besar kerusakan yang terjadi. Karena itu, saya menjadi rujukan para wartawan.Saat ditanya “Menurut Pak Tifatul ada berapa korban?”, saya jawab korban ini diatas 20 ribu orang. Wartawan bertanya lagi, darimana anda dapatkan angka itu. Yaa kalau dihitung satu rw saja ada dua ribu orang, saya tanyakan yang hidup atau sisanya ada berapa? dia (Ketua RW) jawab tinggal dua orang. Berdasarkan skala-skala dan sampel, saya rasa ini lebih dari 20.000 orang. Wartawan mempersoalkan perkiraan saya, “Jumlah itu banyak sekali Pak Tifatul,” tanya wartawan. Yaa ternyata pada akhirnya korban justru lebih dari 100 ribu. Dulu Untuk Aceh sendiri bagaimana? Setelah melakukan pemetaan awal, saya menginstruksikan seluruh jajaran struktur PKS untuk membuka posko di DPW-DPW, mengumpulkan dana di DPD-DPD, mngirimkan barang bantuan. Kita mncoba untuk mengorganisir bantuan sebaik mungkin. Jadi saya rasa tidak benar menjadikan Yogyakarta sebagai pilot project. Hanya pengalaman kita di NAD, Nias, Pantura, Trenggalek, Jember dan daerah-daerah lain bisa kita jadikan pengalaman. Untuk Yogyakarta kita bisa mengantisipasi bagaimana seharusnya kita melakukan penanggulangan darurat. Apakah P2B diproyeksikan menjadi lembaga emergency PKS, posisinya dimana nanti? Dalam struktur kita ada Bidang Kepanduan dan Kepemudaan, nah dibawahnya ini ada P2B itu. Jadi P2B ini menjadi wajihah atau lembaga yang menampung keinginan masyarakat dan kader secara aktif untuk membantu korban bencana. Kita siapkan tempatnya disitu. Komandonya tetap di bawah DPP. Hari pertama kita sudah bentuk organisasi di tingkat Pusat. Isinya gabungan dari beberapa bidang, salah satunya P2B yang ada di bidang kepanduan dan kepemudaan itu. Organisasi ini bisa mobile, bergerak cepat tanpa ada birokrasi dan mereka sudah ada di lokasi bencana. Setelah itu kita rapat dan membentuk organisasi di daerah yang berada di bawa kontrol langusng DPP. Nah biasanya organisasi ini tidak ditangani oleh DPW. Karena bayangan kita DPW-nya bisa jadi bagian dari korban juga. Jadi kita bentuk tim itu yang datang cepat, agar mereka melakukan pendataan itu. Di DPW nantinya yang mengorganisasikan secara operasional, mendirikan posko-posko, menyebarkan relawan, mengirimkan bantuan-bantuan, kerjasama dengan LSM atau NGO, pemerintah dan lain-lain. Dari dana yang terkumpul, dibandingkan dengan lembaga lain nampaknya cukup besar sekali. Darimana PKS mampu mengumpulkan dana sejumah 2,5 milyar dalam waktu dekat? Ya. Jumlah itu terus terang datang dari macam-macam. Yaa lembaga, individu, organisasi masyarakat. Kita kan pasang iklan di media massa sehingga sambutannya cukup luar biasa. Dua setengah milyar itu padahal itu hanya dalam waktu empat hari saja. Ini memang luar biasa, saya juga tidak menyangka. Menurut saya ini prestasi yang luar biasa. Bahkan untuk Aceh saja tidak sampai sebesar itu (dalam waktu yang sama). Hanya saja kita melihat Yogyakarta mudah dicapai beda dengan di Aceh. Di Aceh, setelah tsunami di goyang gempa pula. Anggota legislatif dari Fraksi PKS menyumbangkan 100 persen gajinya di bulan Juni untuk korban gempa, ini atas inisiatif sendiri atau ada himbauan dari DPP? Anggota legislatif kita sudah biasa menyumbangkan gajinya untuk para korban bencana. Jadi saya rasa itu bukan sesuatu yang dipaksakan, itu keluar langsung dari hati nurani mereka. Kita bersama-sama dengan masyarakat dalam suka maupun duka. Kan, sayyidul qoum khodimuhum, pemimpin ummat adalah pelayan masyarakat. Prinsipnya itu, bahwa kita berpolitik adalah ibadah. Toh mereka lahir dari partai juga kan? anggota dewan itu bagian dari partai. Sebenarnya penanganan bencana adalah tugas pemerintah, lalu koordinasi anda ke pemerintah seperti apa? Pertama ini memang tugas pemerintah. Karena mereka yang punya otoritas, memiliki kewe-

WAWANCARA

9

Napak tilas perjalanan partai dakwah ini tak dinyana telah mencapai tahapan Musyawarah Daerah (Musda) pertama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diberbagai daerah penjuru tanah air. DPP memberi waktu hingga akhir Juni kepada DPD untuk melaksanakan musda.

innet

SEMARAK, MUSDA DI SEJUMLAH DAERAH

K

ONTEMPLASI penyeleng garaan Musda sangatlah penting sebagai bagian dari introspeksi, evaluasi, reposisi dan revitalisasi kejuangan dakwah PKS kedepan khususnya menyambut kemenangan pemilu di tahun 2009 dan menjawab tantangan dari Internal maupun eksternal yang tidak bisa dianggap enteng dan digarap secara serampangan. Dilihat dari macam kegiatan, nampaknya penyelenggaraan musda berbeda dengan musda sebelumnya. Kalau musda tahun lalu, hampir acara demi acara terselenggara di dalam ruangan dan dengan peserta yang terbatas pula. Sekarang, bukan hanya kader dan simpatisan yang bisa ‘menikmati’ hajatan PKS daerah tapi juga masyarakat luas, mulai dari anak-anak hingga neneknenek. Penyelenggaraan musda adalah dalam rangka menjalankan amanat Munas yakni agar PKS menjadi partai dakwah yang kokoh melayani dan memimpin bangsa. Secara internal, kegiatan setahun sekali ini berfungsi sebagai kegiatan konsolidasi struktural. Dalam rangkaian musda terdapat acara pemilihan anggota MPD (Majelis Pertimbangan Daerah), DSD (Dewan Syariah Daerah) dan akhirnya memilih Ketua DPD. Dalam edisi ini, kami mencoba mengupas tuntas tentang penyelenggaraan musda dibeberapa daerah. Suasana penyelenggaraan Musda PKS sudah diduga sebelumya oleh banyak pihak, nuansa yang sejuk dan menarik mampu membuktikan kesannya. Sejuk dalam artian tanpa kasakkusuk dan intrik-intrik politik sebagaimana yang terjadi pada

partai politik yang ada. Menarik karena penyelenggaraan yang melibatkan semua kalangan, baik anak-anak sampai dewasa serta acara yang penuh atraktif. Penyelenggaraan Musda pun mengedepankan kiprah PKS dalam menjawab peran PKS sebagai partai dakwah, santun dan memiliki produk yang nyata. Pada penyelenggaraan musda Kabupaten Bogor, contohnya. Meski pemilihan berlangsung secara musyawarah mufakat, proses menuju terpilihnya Ketua DPD PKS yang baru melalui adu argumentasi yang cukup seru dari masing-masing utusan (DPC). Sejumlah DPC yang berasal dari Bogor bagian Barat menambah seru persidangan dengan meminta jaminan atau garansi dari semua kandidat untuk mendukung percepatan pembentukan kabupaten Bogor Barat. Mereka menghendaki aspirasinya direspon secara serius oleh Ketua DPD terpilih. Setelah melalui dialog panjang dan cukup melelahkan itu, akhirnya Ahad (21/5) sore menjadi saksi sejarah, Ade Dodo terpilih sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor. Dalam pidato politiknya usai terpilih, Ade beristighfar atas amanah berat yang berada di pundaknya. Ia juga meminta seluruh kader PKS dan masyarakat untuk mengingatkan, memberi masukan, mengkritik dan menegur atas kinerja yang dilakukan. Menurut Ade, menjadi pemimpin hakekatnya menjadi pelayan umat. Selain Bogor, daerah lain juga melaksanakan agenda yang sama, syiar musda yang sama dan kondisi yang sejuk pula. Hampir di seluruh musda diadakan lomba bagi anak-anak TKA-TPA, lomba gerak jalan, bazzar rakyat dan

pentas nasyid. Di ibukota Jakarta tak mau kalah. Musda dimulai dari Kotamadya Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan yang terakhir adalah Jakarta Selatan. Provinsi Maluku secara serentak melaksanakan musda hingga akhir Juni ini.

MUSDA JAKARTA
Wilayah Metropolitan Jakarta penyelenggaraan Musda cukup semarak.Pada Tanggal 13-14 Mei 2006 Musda diadakan secara bersamaan di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, Kota Tangerang dan Kota Bogor. Bulan Musda ini (April-Juni) menjadi momen yang bersejarah bagi sebuah daerah dalam menentukan kebijakan politik serta pemilihan kepemimpinan DPD PKS, sebagai sarana persiapan mengarungi jihad di pemilu 2009 nanti. Ustadz H. Muhammad Subkhi, Lc. terpilih sebagai Ketua Umum DPD PK Sejahtera Jakarta Utara periode 2006-2009 pada Musyawarah Daerah I PK Sejahtera Jakarta Utara yang diselenggarakan pada tanggal 13 Mei 2006 di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta Utara. Setelah melalui proses musyawarah mufakat yang diikuti oleh 35 orang peserta utusan, akhirnya mereka bermufakat untuk menempuh mekanisme voting tertutup di dalam memilih Ketua Umum DPD PK Sejahtera Jakarta Utara periode 2006-2009. Sementara itu pada hari yang sama, di Asrama Haji Pondok Gede, dalam Musyawarah Daerah I PK Sejahtera Jakarta Timur, berlangsung pemilihan Ketua DPD PKS Jakarta Timur. Dalam proses pemilihan yang disepakati melalui mekanisme voting ini, Dite Abimanyu terpilih sebagai Ketua DPD

PKS Jakarta Timur setelah mengungguli kandidat lainnya, Bukhari Jawahir. Dite sendiri sebelumnya adalah Plh Ketua Umum DPD PKS Jakarta Timur, sedangkan Bukhori Jawahir tercatat sebagai pengurus bidang Takwinul Ummah di DPD PKS Jakarta Timur. Usai pemilihan, Ketua terpilih langsung dilantik oleh M Gunawan, selaku perwakilan dari DPW PKS DKI Jakarta. Dibagian Barat Jakarta tanggal 20-21 Mei lalu, dua orang lagi terpilih memimpin PKS di tingkat kotamadya Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Pada pelaksanaan Musyawarah Daerah I PKS, peserta berhasil memilih ketua baru untuk memimpin PKS di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat di periode 20062009. Di Jakarta Barat, dengan musyawarah mufakat, peserta berhasil memilih Ust. Wasito Al Wasith sebagai Ketua DPD PKS Jakarta Barat periode 2006-2009 menggantikan Rois Hadayana Syaugie yang saat ini telah memegang amanah sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta dan Ketua Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Pemerintahan DPW PKS DKI Jakarta. Dalam Musda yang berlangsung di Gedung LIN, Meruya Kembangan Jakarta Barat inilah, untuk pertama kalinya Ketua dipilih secara musyawarah mufakat, tidak melalui mekanisme voting.

MUSDA SLEMAN
Nuansa Musda ternyata bukan hanya milik ibukota dan jawa barat saja, di daerah Jawa Tengah pun penyelengaraan Musda ini berlangsung seperti di Sleman pada hari Jumat 21 April 2006 di Aula Arofah Asrama Haji Yogyakarta. Lebih dari 600 orang hadir di Asrama Haji yang berkapasitas maksimal 400

nangan dari resources (sumber- hari ini bantuan-bantuan semacam sumber) bantuan. Sebagai relawan itu hanya wacana saja. Sampai kita hanya membantu, kita juga orang mempelesetkan BRR (Bakoordinasi dengan pemerintah. dan Rekonstruksi dan RehabiNah kalau koordinasinya lamban, litasi) sebagai Baru Rencana terlalu birokratis seperti satkorlak, Rencana. Saya berharap bantuan yaa kita tidak mau menunggu itu langsung dikasih. Jangan baru selama itu. rencana -rencana, masyarakat Bayangkan, sudah hari kelima dikasih pepesan kosong. Di Aceh tapi bantuan masih di kecamatan sekarang ini masih ada yang mau makan apa masyarakat. Hari tinggal di tenda-tenda. Sudah kelima kita sudah sampai di hampir dua tahun masih ada orang puncak Gunung Kidul membagikan yang tinggal di tenda. bantuan. Jadi untuk pemerintah Selain itu saya menghimbau dalam berbagai kesempatan saya kepada relawan-relawan dari LSMsudah sering sampaikan hal ini. LSM, jangan memanfaatkan situasi Bahwa suasananya dalam rangka ini untuk cari dana anda. Kadangkrisis. kadang ini dijadikan alat untuk Definisi krisis itu kan ada tiga dijadikan funding, memanfaatkan parameternya. Yang pertama masyarakat yang dalam kesuadalah time constrain, waktunya sahan. begitu mendesak. Situasinya Banyak sekali pekerjaan kalau tidak segera ditangani yang sudah dilakukan PKS korbannya akan bertambah. Yang dalam menangani bencanakedua volume pekerjaan kita bencana, sampai dimana anda serentak pada saat yang sama melihat hal ini terpublikasi dan besar dan tinggi. Yang ketiga diketahui oleh masyarakat? complexcity, Persoalannya kait Masalah publikasi juga saya mengkat. Di rumah sakit ada anak sudah lakukan baik di level DPP yang bapak ibunya sudah tidak dan DPW. Yaa ternyata media lebih ada, meninggal, ada yang nyasar. bangga menyebut 30 relawan dari Nah kita kan harus sediakan China ikut membantu korban, dari relawan untuk menangani secepat Singapura membantu. Tapi relawan mungkin. yang ribuan tidak pernah diDalam situasi krisis seperti ini singgung dan disebut. tidak bisa ditangani dengan maHakekatnya kita melihat ini najemen yang normal, manajemen adalah bahwa bagi kita berbuat ini birokrasi kita yang lamban ini. Jadi bukan hanya publikasi, meski saya usulkan kita tangani dengan publikasi itu penting, tapi niat kita manajemen krisis. Pada mana- ini adalah ibadah. Berbuat baik jemen krisis, kita langsung me- kepada orang lain ghairu mahdhoh metakan persoalan tidak melalui istilahnya. Nah publikasi perlu juga birokrasi seperti kemarin. Jadi ini untuk menghindari fitnah. Jangan menjadi semacam pasukan ko- sampai orang berkata, apa saja mando. Tutup dulu lobang-lobang yang dikerjakan partai cuma lima yang ada. Ada masyarakat yang tahun sekali kita dilibatkan untuk belum makan, kasih makanan. Ada memilih, setelah itu mereka orang yang meninggal, yaa di- melupakan kita. Jadi peran PR evakuasi, diangkat dulu, ada sekali lagi saya melihat juga masyarakat yang belum kebagian cambuk bagi teman-teman dilatenda, kasih tenda. Kan begitu. pangan. Publikasi juga penting Jangan dari pusat ke gubernur, dari sekali harus dikelola lebih baik lagi gubernur menginstruksikan ke supaya menjadi news. Ya itu bupati/walikota, di kecamatan pelajaran bagi kita.(Yusuf) musyawarah dulu, dari camat baru sampai di masyarakat. Orang keburu mati, akan makin Ir. H. Tifatul Sembiring banyak korban yang Tempat Tanggal Lahir: meninggal. Bukittinggi, 28 September 1961M Nah dengan cara maIstri: Sri Rahayu 2 Putri dan 5 Putra najemen krisis kita Alamat Rumah: meminimalisir korban. Kompleks Pondok Mandala II Blok N-1, Cimanggis, Pemerintah ren- Depok, Jawa Barat cananya akan men- Pengalaman Organisasi: subsidi masyarakat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS),periode yang rumahnya han- 2005-2010 Pjs. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), cur 10-30 juta, ba- Oktober 2004-April 2005 gaimana dengan Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah I Sumatera Humas Partai Keadilan PKS? PKS juga kan dari Pendiri PartaiKeadlan (PK) Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) masyarakat. PKS bu- Aktivis Yayasan Pendidikan Nurul Fikri, 1990 kan organisasi yang Aktivis Korps Mubaligh Khairu Ummah kaya. Anda lihat sendiri Pekerjaan: sekretariat kita ini se- Direktur Asaduddin Press, Jakarta PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jwa, Bali, Madura dang direnovasi. Jadi ini 1982-1989 kewajiban pemerintah. Pendidikan: Tapi saya mengingat- Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan kan jangan sampai se- Komputer (STI&K) Jakarta International Politic Center for Asian Studies perti di Aceh. Sampai Strategic Islamabad, Pakistan

Biodata

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

10

11 DIGITAL JUNDI STUDIO
Jadikan Kenangan Manis Anda Lebih Bermakna …. 1.VIDEO SHOOTING, EDITING, TRANSFER MN DV to VCD /DVD, COPY CD/VCD/ DVD a. Company Profile, Launching Products, Monumental Events b. Live / Nasyid Concert, Wedding Ceremony c. Birthday Party, Seminar Workshop d. Muslim Events, Sportainment events, Outbound Trainings/Outdoor Activities, All PKS Activities e. VCD Production f. Proverty : C a m e r a Sony VX 2100-3cccd, MD 9000 Panasonic, AGDP Panasonic. g. Rental : Mixer, Big Screen, Jimmy Jip dll. h. Paket Silver 1.75 Juta, Paket Gold 2.5 jt, Paket Platinum 3 jt, Paket Ekslusif 5 jt, Paket Medium Ekslusif 8.5 jt-10 Jt 2. DIGITAL IMAGE PRINTING a. Digital Photo Print( 1R-10R, max A3, Frame &Teks, PasFoto, editing) b. Posters (max A3), Businnes Cards c. Certificates, Canvas Posters, Calender d. ID Cards / Member Cards e. Greeting Cards, Letter Heads f. Brochures etc (Order sesuai permintaan Anda, Diskon 10 % untuk kader PKS) 3. PINS for Marketing, Promotion, Events, Souvenirs, Campaigns
KETUA Kewanitaan DPP PKS bersama Tim Medis HALUAN dari Malaysia.

AKSI PKS DI TANAH BENCANA
POS P2B di Kabupaten Sleman Yogyakarta. LOKASI bencana gempa di Kecamatan Gantiwarno, Klaten Yogyakarta. BANTUAN makanan dari DPD Bekasi untuk disalurkan ke berbagai lokasi gempa.

KONDISI rumah Ibunda Hidayat Nur Wahid setelah diguncang gempa. Namun musholla disampingnya tetap tegak.

PAKET bantuan yang diterima DPW PKS DIY dari berbagai DPD PKS. SALAH satu masjid di Bantul Yogyakarta rusak terkena gempa. KEDUA perempuan bersaudara lanjut usia yang kehilangan rumah di Gantiwarno.

UST. ABU RIDHO menyerahkan seperangkat genset kepada paerwakilan warga di Desa Mulyodadi Kec. Bambanglipuro.

RELAWAN P2B PKS menyiapkan konsumsi untuk korban gempa.

Call me : HP. 0812 8168664 / 775 1739 (Fajar Jundi) 0813 1789 2274 (Seto) email : abu_jundi@yahoo.com

Hot News PROSPEK BISNIS DI DEPOK : Disewakan Kios DEPOK TOWN SQUARE US 26/9 Lt.Upper Ground (Murah), dan di jual Murah Counter No.48 ITC Depok Lt.Upper Ground (harga super murah 87 Juta saja, harga wkt beli kas 96 Jt)
PUTRI Korban dengan senang menerima AlQur’an dari salah seorang relawan. SALAH seorang Bahumas DPP PKS bersama korban gempa di Dusun Selo Pameoro Imogiri.

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

Edisi Perdana No.1 Tahun I, Juni-Juli 2006

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->