Akhii, akhwaaty fillah.

Demi waktu, sesungguhnya manusia berada pada kerugian, kecuali orang – orang yang beriman dan beramal sholeh dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Adik-adikku, yang cantik-cantik dan manis – manis. Tidaklah kita hidup mencari ridho ilahi. Tidaklah kita hidup guna mengemban sebuah amanah. Tidaklah kita hidup di dunia ini semata – mata menyembah Allah semata. Dengan demikian Kewajiban seorang mu’min itu ada empat perkara, belajar, mengamalkan, mengajarkan dan sabar. Imam at-Tamimi dalam Kitab Syarah Ushulus Tsalasah (Terj: Tiga Pokok Dasar).Dalam hal itu Belajar merupakan kewajiban bagi kita untuk mengarungi kehidupan kita kemudian modal setelah kematian kita dan kemudian hasil setelah kehidupan kita nantinya. Sebagaimana ungkapan kata mutiara yang dikatakan oleh Imam Asy’Syafi’i dalam kitab alMajmu Syarh al-Muhadzdzab 1/30 oleh Imam Nawawi, dan Al-Baihaqi dalam Manaqib Syafi’i, Yakni BARANG SIAPA YANG MENGHENDAKI DUNIA, MAKA HENDAKNYA DIA BERILMU, DAN BARANG SIAPA YANG MENGHENDAKI AKHERAT, MAKA HENDAKNYA DIA BERILMU, DAN BARANGSIAPA YANG MENGHENDAKI DUNIA – AKHERAT, MAKA HENDAKNYA DIA BERILMU. Tidaklah berlebihan mengatakan dengan hal yang tersembunyi bahwa kewajiban kita sebagai penuntut ilmu tidak hanya menerima suatu suapan (pelajaran) melainkan kita-pun harus berani menyuap (Belajar) diri sendiri dengan mencari dan menuntutnya dari manapun, siapapun, dan bagaimanapun berdasarkan ilmu Nazhori dan Dharuri. Adik – adik tau apa itu ilmu Nazhori dan Ilmu Dharuri. Sebelum kita beranjak dan menjelaskannya kita simak apa itu ILMU SEBENARNYA. Ilmu adalah MENGETAHUI SESUATU SESUAI DENGAN HAKEKATNYA, DENGAN SEYAKIN – YAKINNYA. Dengannya maka Ilmu itu terbagi dua yakni Ilmu Nazhori dan Dharuri yakni: Ilmu Nazhori : ilmu yang membutuhkan pemikiran dan pembuktian (dalil-dalil), misalnya pengetahuan bagaimana kewajiban melaksanakan Shalat.sedangkan Ilmu Dharuri: Ilmu bersifat semi pasti, tidak memerlukan pemikiran dan pembuktian seperti api itu panas (betul). Akhii fillah. Alhamdulillah sampai saat ini kakak sehat dalam dan luar negeri (keliling negeri Cibeuteung Udik – Babakan – Ciseeng – Karihkil – Bambu kuning... capek deh), tidaklah kurang satu apapun. Melainkan dapat terpenuhi berkat do’a – do’anya yang dipanjatkan untuk kita semua akan kebaikan oleh setiap mu’min di akhir melaksanakan kewajiban yang lima. Tidaklah keberatan kakak mengadukan rasa yang di rasa dalam dada ini? Akhii!, adik-adikku yang telah memenuhi Ujian yang penat dan melelahkan kakak do’akan semoga hasil dalam menyelesaikan tugas – tugasnya dalam mengerjakan soal di hari yang lalu mendapatkan nilai yang baik dan terbaik di antara terbaik semuanya. Amin. Jauh nun di lubuk hati keheranan memuncak, kebaikan yang kakak rasakan dari kalian sebelum ketakutan yang tampak dari kalian telah memberikan suatu ketenangan, namun diakhiri dengan pertanyaan segede kepala????. APA YANG TERJADI GERANGAN! Tidakkah seorang yang terpelajar memperbaiki keadaan dengan sebuah nasehat untuk kebaikan bersama.Dan mencari tahu karena ketidak tahuan kita yang menjadikan kurangnya ilmu yang dimiliki. Apa yang kalian miliki belum tentu kakak miliki dan apa yang kakak miliki belum tentu kalian miliki. Betul .. betul .. betul.....!!!!? (Ram)

MEMPREDIKSI PERMASALAHAN: Bukan kakak sok tau, tapi itulah suatu prasangka menjadikan setiap orang selalu berprasangka karena kurang adanya keberanian dalam mengungkapkan atau menyatakan secara terus terang terhadap siapapun yang telah berbuat yang berbeda dengan yang dirasakan. Apakah berlebihan bila kakak sedikit memberikan isi dari kepala kakak semenjak kalian melihat kakak bagai SEORANG SETAN yang mesti dijauhi dan tidak berhak bicara karenanya.!!!!!!......Kenapa? 1. Apakah karena kakak terlalu otoriter terhadap kalian. 2. Apakah kakak mengabaikan kalian dan terlalu menyayangi anak kelas V (kalian cemburu) 3. Apakah kakak sudah berbuat yang sia - sia terhadap kalian. 4. Apakah kakak membohongi kalian. 5. Apakah karena kakak memberikan satu penjelasan bahwa kakak gak bisa ke-masjid kalian karena adanya satu hal. 6. Atau apakah kalian dilarang berbicara dengan kakak karena kakak berbeda paham dengan kalian. 7. Atau apakah kalian dilarang berkumpul dengan kakak karena kakak seorang yang menyesatkan. Tidaklah adik- adikku sekalian, semua tidaklah akan berbuah kebaikan bila semua hanya berprasangka dengan tidak adanya pemecahan masalah bahkan meluas dengan memberikan berita tidak sebenarnya. Dan sesungguhnya tidak ada masalah yang tidak terpecahkan bila kita saling memberikan penjelasan dan berbicara. Jawaban-jawaban: 1. Kakak otoriter? Ya.. kakak merasakannya.. itupun karena kakak tua lebih dahulu dari kalian. Dan semuanya hanya kebaikan untuk kalian tidaklah kakak mendapatkan keuntungan dari hal otoriter. 2. Kakak mengabaikan? Ya... karena kakak tau kalian sudah dewasa dan lebih paham, sedang kelas V merupakan bakal tunas setelah kalian pada masa kakak memulai berdiri di pendidikan ini. 3. Kakak berbuat yang sia-sia? Afwan bila Kakak menjadikan kalian menyia-nyiakan waktu dekat dengan kakak yang seharusnya kalian pulang. 4. Kakak membohongi? Maaf.. bila foto belum terealisasi, memang karena kebutuhan kakak yang belum memberikan prioritas dalam pencetakan foto antum semua. 5. Dalam point ini kakak menjelaskan bahwa kakak mendapatkan keterangan di dalam kitab – kitab para imam, khususnya Imam Syafi’i di dalam kitab Al-Ummnya, Imam Ibnu Qayyim al Jauziah dalam Kitab Ighatsul Lahfan dan lainnya. 6. Dilarang berbicara dengan kakak karena faham berbeda? berbeda paham dalam hal ini maka kita wajib mencari tahu mana yang haq dan batil karena sesungguhnya Islam terbagi menjadi 73 golongan yang 72 golongan semua masuk neraka kecuali yang satu... (siapa dia) orang yang mengikuti jejak Rasul dan Sahabatnya.Carilah Standar sebenarnya dalam hal ini. Karena Agama ini apa yang Allah dan Rasulnya Ajarkan dan Perintahkan. Dan diamalkan oleh Para Sahabatnya, Tabi’in, Tabi’attabi’in (shalafush-Sholeh) 7. Bila hal ini kalian tuduhkan bahwa kakak menyesatkan!!!! Maaf..... Tidaklah Standar yang kakak gunakan adalah 2 hal yang tidak akan pernah menyesatkan. (Kitabullah dan Sunnatu-Rasul). Dan tidaklah Sunnah dalam arti sebenarnya mengatakan bahwa dikerjakan mendapat pahala dan ditinggalkan tidak apa – apa melainkan yang kakak sebut sunnah adalah apa – apa yang Nabi Muhammad SAW Perbuat, Ucapkan, Setujui dalam Kehidupannya, Sahabatnya KhulafaurRasyidiin yang Empat Amalkan (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) dan Ijma Para Sahabat.

Cukup tiga halaman kakak berikan penjelasan bagi kalian dengan mengadukan hal ini melalui loncatan jari jermari di atas keyboard pada tengah malam yang hanya terdengar suara kodok meminta hujan, karena kakak tau kalian sulit mau berbicara karena kalian telah menjadikan yang tampak pada tubuh ini bagaikan seorang yang mesti kalian menghindarinya. Yaa.. Anggaplah nampak seperti SETAN. Betul – betul – betull....... !!!??? Afwan bila prediksi ini melenceng dari apa yang kalian kerjakan terhadap kakak, kakak yang salah dan selalu berbuat dosa, tidaklah maksum kecuali Nabi kita Muhammad SAW dan berikan penjelasan yang seharusnya yang kalian rasakan. Dalam hal ini bila memang ada benarnya semata – mata bimbingan dari Yang Maha Kuasa. Laa Haulaa walaa quwwata illa billahil Aliyil Azhim. Jazakallahu Khairan, Antum A’lamu fi ummuri Dunyakum. Wallahu a’lam. Al Faqir Ibnu Rijal Oktorama Yudi (Kak Rama)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful