P. 1
Dashboard Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Organisasi Secara Realtime

Dashboard Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Organisasi Secara Realtime

|Views: 2,177|Likes:
Published by tikuz_gotz

More info:

Published by: tikuz_gotz on Jun 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2014

pdf

text

original

DASHBOARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SECARA REALTIME Oleh : Irvan Nurachman 4 juni 2010 Latar belakang

mengapa pembuatan dashboard perlu bagi organisasi Perubahan lingkungan bisnis selalu berkembang dengan cepat. Organisasi harus dapat mengelola semua proses bisnisnya secara tepat, dengan melihat berbagai kondisi yang ada, agar bisa lebih adaptif terhadap setiap perubahan dan agar dapat mencapai keuntungan bagi organisasi, baik itu keuntungan tangible dan keuntungan intangible. Pengelolaan proses bisnis organisasi tidak dapat dilakukan dengan baik apabila organisasi tidak mengetahui kondisi organisasi saat ini (kondisi existing) dan di masa mendatang. Organisasi perlu melakukan monitoring dan pengukuran kinerja organisasi secara terus-menerus untuk memastikan bahwa proses bisnis yang dijalankannya dapat mencapai keuntungan bagi organisasi, melalui strategi pengelolaan yang tepat. Pengukuran kondisi organisasi memerlukan data dan informasi dari seluruh divisi dan bagian organisasi. Kebanyakan data operasional organisasi masih belum dikelola dengan baik, walaupun tanpa kita sadari data-data organisasi tersebut dapat digunakan sebagai senjata untuk memperoleh keuntungan dalam memenangi persaingan bisnis yang sangat ketat. Data dan Informasi yang digunakan dalam pengukuran kinerja organisasi adalah informasi yang tepat dan disampaikan kepada pihak yang tepat, dan pada waktu yang tepat pula. Dengan perkembangan teknologi saat ini, alur data dan informasi dapat dilakukan secara real time. Hal-hal yang perlu diperhatikan Untuk memenuhi kriteria informasi yang baik adalah : Data operasional tersimpan pada sebuah datawarehouse, yang dapat diakses oleh pihak yang memerlukan sebagai informasi. Informasi benar dan relevan, sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang digunakan dalam pengukuran adalah informasi yang menjadi indikator utama dari proses atau aktifitas organisasi, yang disebut sebagai Key Performance Indicator (KPI). Keamanan hak akses informasi dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Informasi hanya diberikan kepada orang-orang yang berhak dan perlu untuk menggunakannya. Menyampaikan informasi secepat mungkin (real time), sehingga tersedia pada saat dibutuhkan.

Pengelolaan dan penyajian data dan informasi bukanlah hal yang mudah, mengingat kompleksitas dan banyaknya data dan informasi yang dimiliki seluruh bagian organisasi. Organisasi memerlukan sebuah alat untuk mengelola informasi dan menyajikannya dalam bentuk yang efektif dan efisien.

Kesulitan pembuatan dashboard Ada beberapa hal yang menyebabkan pembangunan dashboard menjadi tidak mudah, antara lain: Banyak dan kompleksitasnya data yang dimiliki organisasi. Sulitnya Menentukan KPI untuk organisasi, dan mementukan data yang dibutuhkan untuk KPI organisasi tersebut. Tiap organisasi memiliki KPI yang berbeda-beda, sehingga jenis data yang ditampilkan pada dashboard juga berbeda antara organisasi yang satu dengan yang lain. Memilih bentuk yang tepat untuk menyajikan data dan informasi memerlukan banyak pertimbangan karena Data dan Informasi harus disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami, dan memberi gambaran lengkap mengenai kondisi organisasi. Banyaknya peran yang terdapat di dalam struktur organisasi, menyebabkan proses personalisasi dashboard menjadi hal yang tidak mudah. Selain itu, dashboard juga harus memungkinkan proses kolaborasi dan komunikasi antar penggunanya.

Tujuan pembuatan dashboard sebagai alat pengukuran kinerja organisasi Tujuan dari pembuatan dashboard untuk organisasi adalah sebagai alat untuk melakukan monitoring dan pengukuran kinerja organisasi untuk mencapai target yang diinginkan sesuai dengan KPI yang telah ditentukan. Sehingga data dan informasi dapat dikelola dan disajikan dengan efektif dan efisien. Konsep dan definisi dashboard Dashboard dinyatakan dalam beberapa istilah yang berbeda pada pustaka-pustaka yang ada. Menurut Shadan Malik, menggunakan istilah enterprise dashboard yang didefinisikan sebagai sebuah antar muka komputer yang banyak menampilkan bagan, laporan, indikator visual, dan mekanisme alert, yang dikonsolidasikan ke dalam platform informasi yang dinamis dan relevan. Enterprise dashboard berperan sebagai live console untuk mengelola inisiatif bisnis. Menurut Stephen Few, menggunakan istilah information dashboard, yang didefinisikan sebagai tampilan visual dari informasi penting, yang diperlukan untuk mencapai satu atau beberapa tujuan, dengan mengkonsolidasikan dan mengatur informasi dalam satu layar(single screen), sehingga kinerja organisasi dapat dimonitor secara sekilas. Tampilan visual disini mengandung pengertian bahwa penyajian informasi harus dirancang sebaik mungkin, sehingga mata manusia dapat menangkap informasi secara cepat dan otak manusia dapat memahami maknanya secara benar. Menurut Daryl Orts, menggunakan istilah dashboard, yang didefinisikan sebagai alat untuk memonitor organisasi dari hari ke hari. Informasi ditampilkan dalam sebuah antar muka tunggal, sehingga pengambil keputusan dapat mengakses Key Performance Indicators, yaitu informasi yang dapat digunakan untuk memberikan panduan secara aktif terhadap kinerja bisnis. Dashboard berfungsi seperti intranet eksekutif, situs dimana semua informasi penting ditampilkan dalam kelompok-kelompok logik

-

-

-

Menurut Wayne Eckerson, menggunakan istilah dashboard, yang didefinisikan sebagai mekanisme penyajian informasi secara visual di dalam sistem manajemen kinerja, yang menyajikan informasi kritis mengenai kinerja proses operasional secara sekilas. Wayne menitikberatkan penggunaan dashboard untuk monitoring kinerja dari proses operasional.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut, dapat dinyatakan bahwa istilah enterprise dashboard, information dashboard, dan dashboard memiliki pengertian yang sama, yaitu sebuah alat yang memberikan tampilan antar muka visual, yang mengkonsolidasikan dan menyajikan data dan informasi penting yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu, secara efektif dan efisien. Key performance indikator (KPI) organisasi Key Performance Indicator (KPI) merupakan salah satu jenis indikator dari ukuran kinerja, selain Performance Indicator (PI) dan Key Result Indicator (KRI) yang disebut juga Key Goal Indicator (KGI). Ukuran kinerja adalah indikator yang digunakan oleh manajemen untuk mengukur, membuat laporan, dan mengelola kinerja. KPI adalah indikator yang merepresentasikan kinerja dari proses yang dilaksanakan. KPI menyatakan sekumpulan ukuran mengenai aspek kinerja yang paling kritis, yang menentukan kesuksesan organisasi pada masa sekarang dan masa yang akan datang. KPI dapat digunakan untuk memprediksi peluang kesuksesan atau kegagalan dari proses-proses yang dilaksanakan organisasi, sehingga KPI dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja organisasi. Berbeda dengan KPI, KGI adalah indikator yang menyatakan sesuatu yang telah dilakukan organisasi. KGI digunakan untuk mendeskripsikan dampak dari sebuah proses. KGI dapat digunakan untuk mengukur proses, jika proses tersebut telah selesai dilaksanakan. Pada dasarnya KPI diidentifikasi, dikembangkan, dan diimplementasikan secara internal dalam organisasi. Proses identifikasi sampai implementasi KPI melibatkan partisipasi dari semua bagian dalam organisasi. Kunci Sukses untuk mengembangkan dan mengimplementasikan KPI di dalam organisasi, adalah sebagai berikut: a. Mendapatkan komitmen dari Senior Management Team. b. Membentuk tim untuk menentukan KPI organisasi. c. Merancang strategi pengembangan KPI secara menyeluruh. d. Mensosialisasikan KPI ke seluruh bagian organisasi. e. Mengidentifikasi Critical Success Factor (CSF) organisasi, yaitu faktor-faktor penting yang menentukan kesuksesan atau kegagalan dari proses yang dijalankan organisasi. f. Menentukan KPI organisasi dengan mengikuti Best Practice

g. Membangun database ukuran kinerja yang dimiliki organisasi. Database harus dapat diakses oleh semua bagian dalam organisasi. h. Menentukan ukuran kinerja untuk semua tim, divisi, dan departemen yang ada di organisasi. i. Mengembangkan kerangka kerja pelaporan pada semua level organisasi. j. Menyesuaikan KPI dengan perkembangan bisnis organisasi. KPI yang dimiliki organisasi dapat mengalami perubahan, sejalan dengan perkembangan bisnis dan strategi yang dijalankan oleh organisasi. Oleh karena itu, upaya pengembangan KPI dilakukan secara terus menerus untuk menjamin agar proses pengukuran kinerja sesuai dengan tujuan dan strategi organisasi. Contoh analisa KPI dan CSF pada website komunitas : Tema : Meningkatkan Atmosfer Komunitas Online Objective 1. Meningkatkan Kenyamanan berkomunikasi antar user Key Indicator · Indeks Kepuasan dan kenyamanan user Critical Success Factor · Media penyampaian kepuasan dan kenyamanan user · Bandwith website yang memadai 1.1. Mengurangi complaints dari user · Rata-rata complaints per bulan 1.2. Meningkatkan interaksi antar user di dunia nyata 1.3. Mengurangi aktifitas spam dan junk pada website · Media penyaluran complaints

· Rata-rata user yang hadir per · Community gatherings community gathering · Rata-rata jumlah spam dan junk perbulan filter anti spam dan peraturan yang tegas yang dapat memfilter spam dan junk yang ada

1.4. Meningkatkan komunikasi antar · Indeks penggunaan fasilitas · fitur komunikasi yang user komunikasi antar user perhari user friendly

Media visualisasi data dan informasi dashboard Dashboard adalah alat yang memberikan tampilan antar muka visual, yang mengkonsolidasikan dan menyajikan informasi penting untuk mencapai tujuan tertentu, secara sekilas. Tampilan visual dashboard yang mampu mengkomunikasikan informasi secara jelas, cepat, dan memberikan persepsi yang benar merupakan kunci dari keberhasilan dashboard. Konsep visualisasi data dan informasi akan digunakan pada saat melakukan perancangan antar muka dashboard. Visualisasi data dan informasi berkaitan dengan hal-hal mengenai persepsi visual dan media penyajian data, penyampaian komponen –komponen dashboard harus mengutamakan estetika, ergonomis, dan efektifitas penyampaian informasi untuk mempermudah pengguna untuk melihat, memonitoring dan membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat secara real time. DAFTAR PUSTAKA Malik, Shadan. (2005), Enterprise Dashboards - Design and Best Practices for IT, John Wiley & Sons, Inc. Daryl. (2005), Dashboard Implementation Methodology, DM Review Magazine, http://www.dmreview.com/article_sub.cfm?articleId=1028733, diakses tanggal 24 MEI 2010. Few, Stephen. (2006)(b), Information Dashboard Design, O’Reilly; ISBN: 0-596-10016-7. Eva Hariyanti. (2008), Dashboard Development Methodology as a tool for monitoring organization’s performance. Eckerson, Wayne. (2005), Deploying Dashboard and Scorecards, TDWI Best Practices Report. Parmenter, David. (2007), Key Performance Indicators: Developing, Implementing, and Using Winning KPI , John Wiley & Sons, Inc.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->