Mobil Patroli Polisi Dipasangi GPS Sebagai Salah Satu Penerapan Teknologi Informasi Pada Lembaga Non Profit

TUGAS KE : 1 DASAR TEKNOLOGI INFORMASI KELAS B

NAMA NIM

: PUTU RUSDI ARIAWAN : 0804405050

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS UDAYANA 2009

Sebanyak 29 mobil patroli di lingkungan Polwiltabes Bandung sudah dilengkapi perangkat

global positioning system (GPS). Selain memudahkan suatu dalam kejadian, untuk

penyelidikan GPS

berfungsi

juga

memantau keberadaan anggota patroli di lapangan. Dari 29 mobil yang dilengkapi GPS, 6 unit berada di

Polwiltabes Bandung, 9 di Polresta Bandung Barat, 8 di Polresta Bandung Tengah, dan 6 unit mobil di Polresta Bandung Timur. “Ini sebagai upaya quick response (respons cepat) Polri terhadap laporan masyarakat, khususnya yang menyangkut tindak kejahatan,” kata Kapolwiltabes Bandung, Kombes Pol. I Ketut Untung Yoga Ana kepada wartawan di Aula Mapolwiltabes Bandung (29/1). Teknis penggunakan perangkat itu, tetap berawal dari laporan masyarakat. Sebagai contoh, jika terjadi tindak kejahatan, laporan warga melalui telepon 112 langsung diteruskan ke call center yang berpusat di Mapolwiltabes Bandung. Selanjutnya, informasi ditindaklanjuti petugas yang berada di lapangan. “Misalnya kejadiannya di kawasan Cicendo. Petugas di call center bisa melihat dari layar, mobil patroli yang sudah dipasangi GPS mana yang terdekat dengan lokasi kejadian,” ungkap Yoga. Untuk sementara, keberadaan perangkat GPS di mobil partoli hanya sebatas untuk quick response. Ke depannya akan dilakukan perbaikan-perbaikan untuk lebih memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk lebih meningkatkan kinerja, kabarnya Polwiltabes Bandung termasuk ke dalam daftar yang akan diberi

Dasar Teknik Informasi ©2009

1

mobil patroli baru dari Mabes Polri. Soal jumlahnya, Yoga mengaku tidak mengetahuinya secara rinci. “Yang jelas kabarnya ratusan mobil. Jika memang mobil itu datang, ya nanti akan kita pasangi GPS juga,” tuturnya seraya menambahkan, di wilayah Polda Jabar, Polwiltabes Bandung menjadi pilot project bersamaan dengan Polresta Bogor. Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Timur Pradopo menambahkan, pemanfaatan GPS ini guna memantau terus perkembangan kasus yang dilaporkan masyarakat ke polisi hingga tuntas. Program ini, disebutkan Timur, sebagai inovasi tambahan setelah selama ini warga dapat mengakses informasi kepolisian melalui web di alamat www.lodaya.web.id, layanan telepon di nomor 112, dan SMS di 9123. “Semua ini merupakan bentuk upaya kepolisian dalam mewujudkan adanya transparansi demi dapat memberikan layanan yang prima kepada masyarakat,” kata Timur. Kapolda juga berharap program ini nantinya bisa menjadi sarana kontrol kecepatan dan keberhasilan polisi dalam melayani masyarakat. Saat ini, sejumlah anggota kepolisian tengah diberi keterampilan untuk mengoperasikan alat tersebut. Lebih dari itu, GPS juga digunakan untuk memantau keberadaan polisi. “Jadi supaya tidak ada lagi polisi yang bilangnya mau ke TKP, tapi ternyata tidak berada di lokasi yang dituju,” ujarnya. Dengan adanya GPS tersebut, imbuh Kapolda, kinerja petugas kepolisian pun dapat lebih terpantau. Karena nantinya masyarakat juga dapat mengakses GPS tersebut.

Dasar Teknik Informasi ©2009

2

Apa Itu GPS? GPS adalah „Global Positioning System‟, yang dimana ia adalah suatu sistem navigasi yang berdasarkan satelit dan dikembangkan oleh DoD (Department of Defense) nya Amerika. GPS dapat memberikan posisi dari suatu lokasi user dimanapun di bumi ini. Untuk dapat menerapkan sistem GPS ini maka ianya terbagi kepada 3 segmen, yaitu: 1. User Segment Yang termasuk kedalam segmen ini adalah user yang menggunakan GPS receiver. GPS Receiver sendiri terdiri atas berbagai teknologi dan aplikasi yang berbedabeda. GPS receiver inilah yang akan mengkalkulasikan posisi dari sesuatu bend/orang/apapun yang kita cari, dan akurasi ketepatannya sekitar 10m. 2. Space Segment Nah inilah bagian yang terpenting, yaitu bagian yang terdiri dari 24 satelit. Satelitsatelit tersebut terletak pada ketinggian 20200 km, yaitu pada altitude orbit. Dan kenapa terletak demikian jauh? itu merupakan jarak yang tepat kalau memperhitungkan dari segi matematika, gangguan atmosfer, dan jangkauan wilayah satelit tersebut di bumi. GPS satelit tadi (24 buah tersebut) adalah milik US, kalau milik Rusia namanya GLONASS (ada 24 satelit), dan ada juga yang bernama GALILEO (satelit milik eropa). Selain daripada GPS, kedua kumpulan satelit lainnya jarang digunakan (atau belum) karena agak sukar untuk mengoperasikan dan menjaganya. 3. Control Segment Yang dimaksud dengan „control segment‟ ini adalah stasiun kontrol di bumi. Dan ia berfungsi untuk memantau posisi dari satelit-satelit tersebut.
Dasar Teknik Informasi ©2009 3

Aplikasi GPS Aplikasi GPS dapat dibagi kepada 5 kategori, yaitu: Aplikasi untuk di darat (Land Applications) Aplikasi untuk di laut (Marine Applications) Aplikasi untuk militer (Military Applications) Aplikasi untuk di udara (Air Applications) Aplikasi ringan (Recreation Application)

Fig 1. Contoh alat penerima GPS (GPS receiver) dan aplikasinya Keunggulan menggunakan GPS: GPS adalah suatu sistem yang murah. Keakurasian dari GPS sangat baik Sinyal untuk GPS adalah gratis Dan koordinat yang dihasilkan oleh GPS dapat digunakan ke sistem yang lain atau sebaliknya.

Sejarah GPS GPS awalnya hanya dipergunakan untuk kalangan terbatas yaitu kalangan militer Amerika. Namun GPS akhirnya dibuka untuk kalangan umum oleh Presiden AS saat itu Ronald Reagan yang disebabkan insiden tahun 1983, pesawat Korean Airlines 007 yang tertembak oleh pesawat USSR karena memasuki wilayah Uni Soviet. Korban saat itu berjumlah 269 orang termasuk awak pesawat. Padahal
Dasar Teknik Informasi ©2009 4

masalah cukup sepele, tidak sengaja masuk ke wilayah orang. Sesuatu yang dapat dicegah jika saja saat itu GPS sudah dibuka untuk umum. Kelebihan GPS Sebagai Pemandu Jalan Seringkah Anda tersesat saat memasuki perumahan yang banyak jalannya? Atau bingung mau cari warung somay waktu jalan-jalan ke Bandung? Itulah kelebihan GPS sebagai pemandu jalan. Anda tidak akan pernah tersesat lagi. Bahkan GPS bisa menghemat biaya bensin Anda. Lho? Pernah sekali waktu saya berkunjung ke Bandung, karena saya orang Pontianak terang saja saya tidak tahu kondisi jalan di Bandung. Dengan GPS saya bisa mengunjungi banyak lokasi dalam sehari dan tidak ada waktu terbuang hanya gara-gara salah jalan ataupun berhenti sana sini untuk menanyakan orang setempat. Semua dipandu dengan GPS dengan pemandu suara berbahasa Indonesia pula. Menarik sekali dan menghemat waktu. Saat itu saya hanya ditemani Garmin Nuvi 200, tipe termurah PND dari Garmin tapi hasilnya cukup memuaskan karena peta yang disertakan sudah lengkap, yaitu City Navigator 2.1 Jawa Bali (saat ini sudah v3.02). Kelebihan yang lain peta yang disertakan sudah mengenali one way, two way maupun vorobodden.

GPS juga banyak kelebihan yang kini mulai dimanfaatkan di banyak sektor komersial dan hobbist. Salah satu contoh di bidang komersial adalah penerapan
Dasar Teknik Informasi ©2009 5

GPS yang dipadukan dengan alat komunikasi seperti ponsel, radio ataupun internet. Bukan magic ketika Anda menelepon sebuah jasa layanan taxi dan operatornya menjawab 4 menit akan ada jemputan di tempat Anda. Bagaimana bisa, operator (bukan sopir) mengetahui armadanya dimana dan berapa jauh atau dekat armada ke lokasi Anda? Itu berkat penggabungan teknologi GPS dan teknologi komunikasi. Sehingga seluruh armada taxi dapat dipantau

keberadaannya oleh operator di command center mereka. Bahkan kecepatan dan jarak bisa dihitung secara presisi oleh komputer mereka. Sehingga bagaikan telepati sang operator dapat menghitung waktu dan jarak penjemputan Anda. Peralatan GPS GPS terbagi menjadi beberapa jenis, ada GPS untuk udara (penerbangan), darat dan marine. Ada juga yang lebih spesifik misalnya GPS khusus militer dan kalangan survey. Namun untuk orang awam penggunaan GPS lebih banyak untuk navigasi di jalan raya. Peralatan GPS yang kini cukup “booming” adalah GPS PND/PNA, dikenal dengan Personal Navigation Device/Assistant. Kemampuan GPS PND terletak pada tampilannya yang bersahabat. Anda yang gaptek pun dijamin tetap akan mudah mengoperasikannya karena rata-rata menggunakan layar sentuh. Merk-merk PND terdiri dari Garmin, Mio, Holux dll.

Dasar Teknik Informasi ©2009

6

GPS Garmin 530HCX, perpaduan GPS dan FRS/GMRS/Radio 2 arah Kini GPS juga banyak ditanamkan dalam ponsel, sehingga dengan bermodalkan ponsel pun Anda akan mudah menemukan suatu lokasi. Namun sayangnya masih banyak layanan GPS di ponsel masih dikenakan biaya. Berbeda dengan GPS yang betulan hampir semuanya free. Seperti Nokia Maps yang pemakaian gratis namun dikenakan biaya jika ingin feature navigasinya (menunjukkan kapan belok dan

Dasar Teknik Informasi ©2009

7

tiba tujuan). Ponsel GPS kini digemari karena mulai dilengkapi dengan A-GPS yaitu Assisted GPS (GPS terbantu), sebuah feature yang dapat mempercepat penangkapan signal GPS meski dihalangi oleh benda-benda padat misal di dalam rumah. Namun AGPS mensyaratkan adanya koneksi internet minimal GPRS yang terhubung ke server provider merk ponsel tersebut. Namun usah kuatir karena biaya yang dikenakan sangatlah kecil sekitar 5-10KBan saja. AGPS menghapus mitos bahwa ponsel GPS tidak handal untuk digunakan. Tipe-tipe AGPS sekarang mudah dijumpai seperti pada Nokia N series dan E series. Windows Mobile PDA Phone juga sudah dilengkapi AGPS. Feature wajib bagi road warrior. Kelemahannya harus ada signal GPRS, dan jika di daerah blank spot, GPS tetap bisa dipergunakan seperti biasa namun dengan penerimaan signal satelit yang lebih lama dari biasa. Ponsel GPS kini menjadi daya tarik karena mudah dibawabawa, bahkan beberapa kalangan menggunakan ponsel GPS untuk kebutuhan survey misalnya pengambilan titik koordinat, mengukur luas lahan, mengukur panjang, mencari alamat, serta memantau posisi teman yang juga memakai ponsel GPS. Satu hal yang perlu Anda ketahui, pemakaian GPS di ponsel tidak dikenakan biaya alias gratis, bisa dibuktikan dengan tetap berfungsinya GPS meskipun SIM card tidak terpasang.

Dasar Teknik Informasi ©2009

8

Navigasi dimana saja dengan ponsel/laptop atau PDA Selain model PND juga ada model handheld, model ini lebih untuk adventurer, misal Anda yang suka hiking, biking, mancing ataupun camping sangat cocok dengan tipe handheld karena mudah dibawa dan tahan banting, tahan debu dan tahan air. Selain adventurer tipe handheld juga banyak dipakai kalangan surveyor misalnya untuk pertambangan, perkebunan, pertanian bahkan marine juga banyak memakai tipe handheld. Secara umum tipe handheld lebih banyak disediakan feature tambahan dibandingkan tipe PND karena faktor keselamatan. Tipe PND lebih banyak digunakan untuk otomotif sehingga feature yang disediakan lebih terbatas karena produsen ingin Anda lebih memerhatikan jalan berkendara daripada GPS karena sangat berbahaya sambil berkendara Anda bermain GPS. Feature tambahan seperti kompas elektronik, barometer, perhitungan luas area dll hingga saat ini belum tersedia pada tipe PND sehingga Anda harus menyesuaikan kebutuhan Anda, sebaiknya Anda tanyakan ke penjual apa yang cocok dengan kebutuhan Anda, bukan feature/harga yang mungkin bisa menjebak Anda salah beli.

Dasar Teknik Informasi ©2009

9

Cara Kerja GPS Jika kita menyebut GPS, pada dasarnya kita membicarakan penerima sinyal GPS. GPS sendiri merupakan susunan 27 satelit (3 Cadangan) setiap satelit ini mengelilingi bumi dua kali sehari. Orbit setiap satelit diatur sedemikian rupa sehingga pada setiap saat dimana pun dimuka bumi, setidaknya satu satelit bisa “terlihat” oleh pengamat dibumi. Satelit-satelit ini memancarkan sinyal secara konstan dari ketinggian sekitar 20.000 km diatas permukaan bumi. Tugas alat penerima sinyal GPS adalah mencari tiga atau lebih satelit-satelit ini (dengan cara mendeteksi sinyal yang dipancarkan dari satelit-satelit itu), untuk menentukan jarak setiap satelit dari penerima, dan menggunakan informasi ini untuk menentukan lokasi pengamat yang membawa penerima ini (berdasarkan garis lintang dan bujurnya). Sebagai informasi, sinya GPS ini ditransmisikan dalam frekuensi L Band, yakni pada angka 1575,42 dan 1227,60 Mhz. Untuk menentukan lokasi pastinya, penerima sinyal GPS menggunakan prinsip matematika sederhana yang disebut trilateration. Mirip dengan metode dalam sistem navigasi terestrial, trilateration merupakan metode penentuan lokasi berdasarkan perpotongan tiga lingkaran. Karena dipakai dalam dunia nyata, lingkaran ini tentunya tentunya bersifat 3 dimensi, (berupa sebuah bola). Anggaplah setiap satelit GPS ini merupakan pusat bola tersebut, sedangkan penerima merupakan lokasi yang ingin ditentukan. Penerima sinyal GPS ini lalu akan mencari perpotongan dari ketiga bola ini (dimana ketiganya saling bersinggungan pada satu titik). Titik hasil persinggungan ketiga bola inilah yang menjadi lokasi penerima sinyal GPS, atau dalam hal ini merupakan lokasi orang yang membawa alat penerima tersebut. Karena bersifat tiga dimensi, bukan hanya letak atau lokasi pasti alat penerima yang bisa ditentukan, melainkan juga ketinggiannya dari permukaan bumi. Ini membuat sistem GPS sesuai dipakai oleh dunia penerbangan untuk menentukan lokasi pesawat saati berada diudara.

Dasar Teknik Informasi ©2009

10

Saat ini, navigasi berbasis GPS dipakai oleh banyak orang, baik sipil maupun militer. Selain untuk aneka keperluan yang sudah diuraikan, navigasi berbasis GPS juga digunakan untuk penentuan lokasi di lautan, penentuan lokasi lepas pantai, atau untuk pemetaan muka bumi. Pendeknya sistem GPS, dipakai dimana diperlukannya ada kemampuan untuk menentukan lokasi secara akurat. Kita bahkan bisa menempelkan penerima sinyal GPS mini dalam kendaraan pasangan kita. Gunanya untuk memantau kalau-kalau ia berkunjung pada tempat yang “mencurigakan”. Manfaat teknologi GPS dapat digunakan ke beberapa bidang diantaranya : Militer GPS dapat digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan. Navigasi GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sebagai contoh peta digital yang sudah dimiliki oleh CBN adalah cybermap.co.id Sistem Informasi Geografis GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran. Pelacakan kendaraan
Dasar Teknik Informasi ©2009 11

Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacakan kendaraan dengan bantuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui keberaadaan dimana saja kendaraan/aset bergeraknya pada saat ini. Pemantau Gempa Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik. (FWD/Ron).

Dasar Teknik Informasi ©2009

12

DAFTAR PUSTAKA

Admin. 2008. Apa Itu GPS , (online), (http://hypoc.net/?p=397, diakses 8 Maret 2009). Arfenila . 2007. Cara Kerja GPS , (online), (http://wss-

id.org/blogs/arfenila_sby/archive/2007/09/25/cara-kerja-gps.aspx, diakses 8 Mater 2009). http://www.cbn.net.id/ http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Global_Positioning_System&action=edi t&section=1 http://id.wordpress.com/tag/gps/

Dasar Teknik Informasi ©2009

13