P. 1
Koreksi Terhadap Dr. Harun Nasution

Koreksi Terhadap Dr. Harun Nasution

|Views: 2,157|Likes:
Published by AntiKhazar1866
Prof. Dr. H. M. Rasjidi

KOREKSITERHADAP DR.HARUN NASUTIION

pesan untuk pendowload.
mohon tidak menjual ebook2 yg saya upload kedalam bentuk CD/DVD yang dijual ulang
seperti dalam Islamic/Muslim book fair beberapa waktu ini. (memalukan, apalagi pakai nama Islam)
Prof. Dr. H. M. Rasjidi

KOREKSITERHADAP DR.HARUN NASUTIION

pesan untuk pendowload.
mohon tidak menjual ebook2 yg saya upload kedalam bentuk CD/DVD yang dijual ulang
seperti dalam Islamic/Muslim book fair beberapa waktu ini. (memalukan, apalagi pakai nama Islam)

More info:

Published by: AntiKhazar1866 on Jun 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2014

pdf

text

original

Sections

Prof. Dr. H.M. Rasjidi

KOREKSITERHADAP
DR.HARUN NASUTIION

tenta.ng

.

"Ys1a.m ditinja.u da.ri

berba.ga.i a.speknya."

PERPUSTAKAAN

Dr. H. MOH. 'BARIED 'ISHOM

291·°7

RaSt .

K

~~~

PROF. DR. H.M.RASJIDI

KOREKSI

TERHAOAP -DR. HARUN· NASUTION

te nto n9

"ISLAM DITINJAU DARI BERBAGAI

ASPEKNYA"

PENERBIT ~~

~JAJCAR.TA

Kramat Kwitang 1/8 Telp. 42883-46247

..

,.

Cetalcan pertama - 1977

KATA PENGANTAR

Pada th. 1974, kami menerbitkan buku karangan Dr. Harun
Nasution yang berjudul.' Islam Ditinjau ·Dari Berbagai aspeknya,
dalam dua jilid.

Dr. Mulyanto Sumardi, Kepala DirektQ,rat Perguruan 1'inggi.
Departemen Agama pada waktu itu memb'r·.'ean sarnbutan yang
antara lain berbunyi.' "buku Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspek-
nya (adalah) suatu buku yang akan bermanfa 'at terutama untuk
mata kuliah Pengantar Ilmu Agama Islam
- l1lata Kuliah Kompo-
nen Institut yang wajib diambil oleh setiap mahaslswa f.A.I.N.
apapun fakultas dan jurusannya, seperti telah ditetapkan dalam
rapat Kerja Rektor J.A. f.N. se Indonesia di Ciumbuluit Bandung,
bulan Agustus
1973."

,

Akan tetapi setelah buku "151am Ditinjau dari Berbagai As-
peknya" beredar beberapa lama, dari beberapa pihak kami mene-
rima pernyat'aan-pernyataan tidak setuju dengancara penulisan
buku tersebut.

Kami merasa mendapat kesulitan, karena kami menerbitkan buku
tersebut dengan segala niat baik dan iengan persetujuan dan restu
dari Direktorat Perguruan Tinggi Departemen Agama.

Ternyata, selama kami merasakan kesulitan tersebut, Prof DR.
H.M. Rasjidi memajukan laporan kepada Menteri Agama dan para
pembantunya mengenai buku tersebut. Dan setelah lebih dari satu
tahun laporan terse but tidak mendapat perhatian dari Departemen
Agama, Prof Rasjidi menulis buku yang berjudul
.'Koreksi Terha-

5

dap Dr. Harun Nasution ten tang "Islam· Ditinjau Dari Berbagai
A'SfJeknya" ..

Dengan menerbitkan buku:·· Koreksi Terhadap Dr.. Harun
Nasution ten tang Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya yang
ditu/is oleh Prof Dr. H.M. Rasjidi, kami mengharap agar mere-
ka yang menyatakan ketidak setujuannya terhadap bukit Dr.
Harun Nasution, dapat menemukan kderangan-keterangan yang
mereka rasakan perlunya untuk diketahui dan disajikan kepada
para mahasiswa I.A.l.N., khususnya dan Umat Islam Indonesia
pada umumnya.

Penerbit N. V. BULAN BINTANG

Jakarta: 1 Ramadhan 1397

16 Agustus 1977

r

6

Kata pengantar
Pendahuluan

DAFT AR IS! .

.. •..~.

Halaman

5

8

1. KOREKSI TERHADAP BAB I TENT ANG AGAMA
DAN PENGERTIAN AGAMA DALAM BERBAGAI
BENTUKNY A

15

2. KOREKSI TERHADAP BAB II TENTANG ISLAM
DALAM PENGERTIAN YANG SEBENARNY A .... 25

3. KOREKSI TERHADAP BAB III TENTAN"~~ ASPEK
IBADAT, LATIHAN SPIRITUIL DAN AJARAN
MORAL

42

4. KOREKSI TERHADAP BAB IV TENT ANG ASPEK
SEJARAH DAN KEBUDA YAAN

53

5. KOREKSI TERHADAP BAB V TENT ANG ASPEK
POLITIK

,

56

6. KOREKSI TERl{ADAP BAB VI TENT ANG .LEM-
BAGA KEMASYARAKATAN

72

7. KOREKSI TERHADAP BAB VII TENTANG ASPEK
HUKUM

78

d. KOREKSI TERHADAP BAB VIII TENT ANG AS-
PEK TEOLOGI

102

9. KOREKSI TERHADAP BAB IX TENTANG ASPEK
FILSAFAT

113

10. KOREKSI TERHADAP BAB X TENTANG ASPEK
MISTICISME

122

11. KOREKSI TERHADAP BAB Xl TENT ANG ASPEK
PEMBAHARUAN DALAM ISLAM

130

12. PEN U T UP

142

DAFTAR NAMA-NAMA DAN ISTILAH

151

7

t,

"

PENDAHULUAN

I

Agama Islam adalah agama Samawi yang terakhir yang diba-

W4 oleh Nabi Muhammad s.a.w. dengan wahyu yang dibukukan
menjadi Al Qur-an.
Sebelum ada agama Islam dan sebelum Nabi Muhammad lahir dan
dipilih sebagai Rasul yang terakhir oieh A ilah
s.w. t., teiah ada
agama Masehi, yaitu agama yang dianut oie/1 pengikut-pengikut
Isa Al Masih (Jolayang diusap dengan minyak kasturi) dan daiam
bahasa Yununi Yesus Kristus.

Nabi Isa sesungguhnya tidak membawa agama baru; ia ddalah
seorang Yahudi dari keiuarga Yahudi yang baik yang mengikuti
agama yang dibawa oiehMusa aiaihissalam dengankitabnya Taurat,
dan agama yang-dianut oleh Nabi Dawud yang membawakan kitab
Zabur. Petunjuk yang dibawa oleh Nabi Isa adaiah JnJil yang kita
tidak mengetahui aslinya. Menurut penyelidik: agama Kristen, Isa
narJpak dalam sejarah selama satu tahun menurut Injil karangan
Marcus, Matius dan Lukas dan tiga tahun menurut Injil karangan
Yahya, artinya,' yang kita ketahui daripada riwayat hidup Nabi ,

Isa semenjak ia meiakukan tugasnya memimpin Bani lsrail .sampai
ia tiada lagi di Dunia iagi itu hanya 1
- 3tahun. Dikatakan bahwa
umur Nabi Isa adalah 30 tahun, dandengan begitu maka riwayat
hidup beliau seiama
27 tahun tak dapat diketahui. Oleh karena
Nabi Isa memang dari keiuarga Yahudi dan ia menyampaikM
aJaran-ajarannya juga di antara orang Yahudi, maka kitab suci
pengikut Isa Ai Masih yang sekarang disebut Bible dan untuk In-
donesia belakangan ini biasa dinamakan Ai Kitab, terdiri daft dua

bagian : bagian pertama dinamakari Perjanjian Lama (old teSla-

8

IIICI/lJ, dllll yang kedua,dinamilkah P~rjanji~n Baru (new t;Uament).
I'e/limjillll Lama merupakan i.2./3"dari flible sedangkan perjanjian:
hili'll ff/l'mpakan
1/3 yang terakhtr. Di antara isi Perjanjian iaru

/1(11111111

k('('mpat Injil: Injil karangan Matius, Iniil karangan Markus,
1"," Allrllflgan Lukas dan Injil karangan Yahya.

11 (jur-an adaiah wahyu dari Allah s.w. t. yang diturunkan

A"I'tlc/a Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril. Ai
",'-a" diturunkan sedikit demi sedikit selama
23 tahun, ya'ni

/11",11Nahi Muhammad m~lakukan tugasnya menjadi Rasui. Pada
/1/i/sa lIie/up Nabi Muhammad, Al
QUNJ.n sudah ditulis dengan
/li/;'afl·hahan yang ada pada waktu itu seperti batu, kulit dan tu-

/(lIIIl.sa/a dihafal oleh beribu Sahabat Nabi. Set~~1h Nab; Muham-
mad wafat, mulai dikerjakan pembukuannya dan oaru seles;aipada
tlff/llll Khanfah Utsman, Al Qur-an yang kita baca adalah menurut
1"''''/1I4kuan tersebut.

/"jil Ndak merupakan wahyu. Oleh karena itu kita dapatkan

Kllah Jrljil karangan Matius, karangan.. Markus, karangan Lukas
'il" Aarangan Yahya. Di sam ping itu terqapat pula surat kiriman
I'llli/us kepada orang-orang Rum, Koren/ius, Galatia, Epesus dan
'illlI-lain. Me.nurut 'teologi' Kristen, yang dikatakan wahyu adalah
A('/waian yang mendorong para pengarang Injil dan surat itu untuk
""'/Ilt/is karya masing-masing,sehingga timbui pertanyaan-perta-
"Yllafl apakah jika seseorang menulis sebuah buku, ia juga dido-
,.()"~ uleh wahyu?

III

J>i dalam Islam, seoagai tersebut -di atas, Isa adalah seorang

-,h' sl'belum Nabi Muhammad ,s.a. w. utusan yang terakhir.
'''lIntt Agarru1 Kristen, Isa atau Yes us adalah Lord, (adona;),
illig "alJaC diterjemahkan .sebagai Tuhan atau Tuhan anak, yaitu
,mIll dari Aetiga oknum Trinitas, Allah Bapa, Allah anak dan Ru-

'"t//\ lie/US.

9

",

'. Kepe.rcayaan bahwa Allahadala}l Tritunggal menurut agama

.. ·Kris~en ~idak terjadi sekaligu's,:aka~ tf!J(Jpimelalui proses yang
lama; dalam concili-concili Nicea th.3J5, Ephesus th. 449 dan
akhirnya concili Kalcedon tho 451, y.a'ni setelah.Kaesar Konstan-
tin memeluk agama Kristen, hampir 3abad sebelum Mu1.nmmad
menerima wahyu, padd tho 611 M

Status Nabi Isa irzilah yang menjadi pokok perbedaan antara
agama Islam dan agama Kristen, dan lebih lagi keUka Islam menjel-
ma menjadi negara-negara di Asia Afrika dan Kristen menjadi
negara-negara di Eropa.,

IV

Dalam seja;ah lama terjadilah bahwa lslam sebagai negara
bertempur dengan negara Byzantium atau KerajaIm Romawi Timur
di Palestina dan Syria, kemudian di Mesir dan seluruh Afrika
utara, sampai ke Spanyol dan Perancis.

Dalam sejarah modern semenjak abad 15, bangsa-bangsa yang
beragama Kristen menjajah dan menaklukkan kerajaan-kerajaan

Islam, dan akhirnya pada tahun 1918 hampir seluruh umat Islam
di Dunia menjadi jajahan Kolonialis Kristen.. Pada waktu i.tu
seluruh. kepulauan Indonesia dikuasai Belanda dan Malaysia dikua-
sai Inggris,

v

Pada periode permulaan abad ke 20 itulah banyak sarjana-
sarjana Barat yang mempelajafl Isklm: Bangsa Belanda memberi-
kan Snouck Hurgroonje (J857-1936) dan lain-lainnya, bangsa
Perancis memberikan Louis Massignon(wafat 1958) dan lain-lain-
nya, Bangsa Inggris memberikan Hamilton Gibb (±1960) dan la-
innya, bangsa Jerma~ memberikan Joseph Schacht dan lain-lain-
nya, bangsa Canada memberikan Cantwell Wilfred Smith.

VI

Para sarjana Barat yang mempelajari Islam dapat dibagi jadi

10

. '.

.•....

dua golongan besar: G(/longa'nyangberdasarkan sikap ilmiYllhclan;.,
golongan, 'yang berdasarRJfl"si1dip'missionaris memusuh1. IsI(f!1J.
Tentang golongan missionaris, seperti Hendrik Kraemer ialah Guru
Resar Belanda, tak petiu' dibicdrakan; sikap mereka jelas-jelas
segala yang ada dalam Islam itu jahat, Islam harus diganti dengan
Kristen. Adapun golongan yang berdasqrkan sikap ilmiyah juga
bermacam-macam, ada yang kelihatan sangat simpati, ada yang
memban,tu perjuangan' umat Islam dan ada pula yang kadang-ka-
dang masih terpengaruh oleh rasa di bawah sadar kebencian
Kristen. Hal ini sukar diberikan contoh, karena persoalannya ter- ~
gantung kepada perorangan dan permasalahan.

VII

Yang penting bagi kita umat Islart Indonesia: setelah kita
menjadi bangsayang merdeka, kita rasa/Janperlimya menyempur-
nakan penyelidikan dan penelitian ajaran-ajaranIslam secara ilmi-
yah sebagai yang telah dilakukan oleh sarjana-sarjanaRarat. Di
samping itu kita juga merasa perlu mengetahui agama Kristen

dari sejarahserta ajaran-ajarannya,sebagaimana'orang-orangmissio~
naris Kristen banyak yang mempelajari agama Islam.

VIII

Ketika zaman NASAKOM (Nasionalisme, Agama, Komunis-
me), yaitu dalam periode almarhum Presiden Sukarno sangat
cenderung imtuk mendekatkan PKI kepada Pemerintah R.l sebe-
lum tho 1958, saya terpaksa mencari kesempatan bercuti dari ja..
batan saya -sebagaiDubes RI di Pakistan tahun 58, dan mengajar
sebagai associate professor di Institute of Islamic Studies di Me.
gill University, Montreal Canada.

. Selama 5 tahun saya mengajar dan belajar dan mendapat
kesempatan banyak untuk mengetahui hal-hal yang beru dalam
dunia orientalisme dan Kristen.

IX

Terdorong oleh Ifasafaedah mengetahui hal-hal yang baru

11

'.

,','

...

,

:j'ang dtlpat 6/a)'amenfaatkan rj~latj1 rfreMqbdi kepada Islam dan
Umat Islam di Indonesia, sac11a :"lefintis jalan untuk beru.saha me-
nyalurkan para sarjalla tamatan l.A.LN. dalllain-lain untuk mema-
suki alam likiran orientalisme; dalam hal illi saya tidak bertindak
sebagai perin tis. Saya mengetahui bal1wa banyak ulama dari al
Azhar di Cairo dik;;im ke Jerman atau London atau Paris oleh sa-
tu panitya yang memakai nama Almarhum Syekh Muliammad Ab-
dull. Saya kenaI beberapa rektor dari Al Azhar yang juga membawa
gelar Docteur de l'wzil'ersite de Paris seperti Rektor Azhar
sekarang Syekh Abdulflr/lim Malzmud da" Rektor Azhar yang
sebelumnya Syekh Muhamad al Faklzam, dan yang sebelumnya la-
gi Syekh Abdul Rahman al Ta;.

x

Akan tetapi entah karena sesuatu Izal yang tak terduga, di
alltara yang saya uJahakan melanjutkan belajar di Institute of
Islamic Study ada :rang memberikan hasil yang mengecewakan.
Dalam menyelami alam fik-iran orientalisme, mereka bukan menda-
patkan sumber kekeliruan para sat1ana Barat ten tang Islam, akan
tet.::pi mc!ah menelan segala sesuatu yang mereka katakan dengan
Ii,!ak m.:makai daya kritis .

...•

Memang' kemegahan Barat dalam keuletan cara meneliti dan
berfikir dapat dibanggakan akan tetapi bagi orang yang bijak,
di celah-celah hal-hal yang mengagumkan itu sering terdapat keke-
liruan~kekeliruan yang besar.

XI

Di antara merek:a yang terpengaruh dengan cara berfikir
orieni..:!isme yang merugikan Islam adalah ternan saya sendiri
Dr. IIurun Nasution, yang saya bantu untuk datang ke Canada
pada tahufl 1963.

Beliau mendapat MA pada tallun 1965 dan Ph. D. pada ta~
hUn 1968 sebagai putra Indonesia pertama yang mendapat gelar
tersebut.

12

.. . ,

-.i.

" .. :...

,~.

Akan tetapi cara ber[ikir !J.e,lta.!I..ser[{l

konsepsi beliau'tentang:
Islam sangat merugikari· kepa&tJsl.tJ..mdan limat Isk£m' di Indonestz,
sehingga perlu di koreksi.

XIl

Mula-mula saya tiaak mau melakukan kore/(si tersebut di
muka umum: pada tanggal
3/12 tahun 1973 saya menulis laporan
Rahasia kepada sdr. Menteri Agama dan beberapa orang staf
echelon tertinggi di Kementerian Agarna. Laroran Rahasia tersebut
berisi Kritik terhadap buku sdr.
DR Harun Naslltion yang berju-
dul: Islam ditinjau dari herbagai a,~peknya. Saya menjelaskan kritik
saya fasal demi fasal dan menunjukkan bahwa garnbaran DR. Ha-

run tentang Islam Uu sangat berbahaya, ~!1 saya mellgharap~n
agar Menteri Agama me1Jgambil tindakan ~'hadap buku tersebut
yang oleh Kementerian A~a/na dan Direktorat Perguruan Tinggr
dijadikan buku wajib di seluruh 1.A.I.N. di Indonesia.

XIII

Karena telah lebih dari satu tahun tidak ada response cian
Departemen Agama. maka saya menggambarkan dua kemungkin -
an :

A. Pihak Departemen Agama, khususnya fliperta setuju
dengan isi buku tersebut dan ingin mencetak sarjana
I.A.1.N. menurut konsepsi Dr. Harun Nasution tentang
Islam.
B. A tau pihak-pihak tersebut di atas tidak mampu menilm
buku tersebut dan balzayanya bagi existensi Islam di In-
donesia serta umatnya.

Kedua kemungkinan tersebut di atas tidak memberi harapan

yang baik.

XIV

Dengan begitu maka satu-satun-ya- jalan, yang dapat saya
tempuh adalah menyiarkan Koreksi saya terseQut dalam .bentuk

13

~.."

.

buku iintuk umum, sehingga pendapat.~mumlah yang akan mem-
beri penilaian kepada duO.pandanglln yang berlainan ini.

Maka dengtm kata pengantar dan sejarah singkat latar bela-
kang ini saya mempersembahkan buku: Koreksi terhadap Dr.
Harun Nastuion dan bukunya "Islam ditinjau dari berbagai
aspeknya" kepada umat Islam Indonesia, dengan harapan bahwa
tulisan ini akan membuka cakrawala baru bagi cara berfikir umat
Islam Indonesia dalam menghadapi aliran-aliran dan ideologi-
ideologi yang bermacam-macam yang serentak kita hadapi semua-
nya.

Semoga Allah s.W.t. memberi kita petunjuk dan bimbingan.
Ia adalah maha pendengar dan maha mengetahui.

M.Rasjidi

14

: .

1

.~

KOij.EKSI TERHADAP BAB I TENTANG AGAMA DAN
PENGERTIAN AGAMA DALAM BERBAGAI BENTUKNYA

Bab ini dimaksudkan untuk menrberi pengertian kepada
mahasiswa tentang agama dan pengertian agama dalam ber-
bagai bentuknya.

Tiga perkataan yang dipakai ~Jam masyarakat Indonesia

ill

dikupasnya, yaitu agama, al dien AJ.:jJ \ dan religion, yang per-
tama dari kata Sanskrit, yang kedua dari kata Arab dan yang
ketiga dari kata Latin.
Sesungguhnya amat sukar untuk mengambil kesimpulan
dari definisi-definisi tersebut, karena memang kqnotasi dari tiap-
tiap kata itu sangat berlainan. Agama dalam bahasa Sanskrit
lebih menonjolkan soa1 tradisi, religion dalam bahasa Latin
menonjo1kan ikatan manusia dengan ke1ompoknya di samping
dengan dewanya. Kata religion tidak terdapat dalam Injil, se-
dang kata al dien adalah kata yang te{dapat dalam.AI Qur-an,
yang konotasinya sangat berlainan dengan kata .agama atau
religion. Memang kita menterjemahkan al dien dengan agama,
atau kalau meniakai bahasa barat kita memakai religion, akan
tetapi hal itu sekedar untuk mempermudah berkomunikasi de-
ngan orang banyak .. Dalam hakekatnya, ·al dien bukan tradisi
saja dan bukan religion atau ikatansaja .

. eara penyajian d3Iam buku ini adalah· cara pengarang-
pengarang Baiat yange dalam fikiran mereka menyimpan suatu
pemsaan bahwa semJ,1aagama itu pada dasamya sarna dan meru-
.pakan gejala sosial Yang .dapat ditemukan pada tiap-tiap ke-
lompok manusia.' Penganjur ke1onwok ini adalah sarjana Pe-

15

..

" ~..:. ," ..

'" rancis y~n~ bernama ,Emile· 'DuilFheim d858-1917).

Saya inerasa ada cara lain untuk menyajikan agama, yaitu de-
ngan membedakan antara agama alamiyah yang merupakan kebu-
dayaan, yakni yang timbul tum'buh dan be'rkembang dalam sesua-
tu masyarakat, dan agama Samawi, yaitu agama yang sudah dapat
diselidiki secara ilmiyah dari semenjak Nabi Ibrahim 4000 tahun
yang la1u, sampai yang terakhir yaitu agama Islam yang di-
bawa oleh Nabi Muhammad s.a.w. semenjak 14 abad yang lalu.'
Agama yang dibawa Nabi Muhammad adalah agama yang terakhir,
yang mengkoreksi agama-agama sebefumnya.

Mungkin cara yang saya sebutkan di atas akan dianggap
sebagai cara orang yang fanatik, orang yang exclusif. Tuduhan
yang serhacam itu biasa dilontarkan terhadap agama Islam, akan
tetapi jY<:akita ingat bahwa agama Islam se1alu mengajak ber-

da'wah dengan j.alan kebijaksanaan, argumentasi dan nasehat yang
baik, sggala tuduhan terhadap Islam tersebut akan membuktikan
bahwa yang fanatik dan yang exclusif adalah para penyerang
itu sendiri, dan Islam tetap bersikap 1apang dada serta terbu-
ka.

Dengan latar belakang ballwa semua agama itu pada dasan-,
nya sarna, yakni dengan mengikuti para pengarang dari Barat '
yang menyelidiki semua agama- sebagai .aspek kehidupan ma-

nusia, maka Dr. Harlin Illenyebutkan dalam halaman 11

Empat Unsur Agama

Dengan demlkian unsur-unsur penting yang terdapat dalam

agama adalah :

1. Kekuatan gaib: manusia merasa dirinya lemah dan berhajat
pada kekuata,ri gaib itu sebagai tempat minta tolong. Oleh
karena itu manusia merasa, harus mengadakan hubungan
baik dengan kekuatan gaib tersebut. Hubungan baik ini
dapat diwujudkan dengan mematuhi perintah dan larangan
kekuatan galb itu.

2. Keyakinan manusia bahwa kesejahteraannya di dunia ini

16

"""

dan hidupnya di .akh~ra.~·"'t~~ga.~fu~g·pada~adany'ahubung~m:/
baik dengan kekuatan gaib yari:g,dimaksud. Dengan hilang-
nya hubungan baik itu, kesejahteraan dan kebahagiaan
yang dicari akan hilang pula.

3. Respons yang bersifat emosionil dari manusia. Respons
itu bisa mengambil bentuk perasaan takut seperti yang
terdapat dalam agama-agama primitif, atau perasaan cinta,
seperti yang terdapat dalam agama: monoteisme, .Sela-tljtit-
nya respons mengambil bentuk penyembahan yang ter-
dapat dalam agama, primitif atau pemujaan yang terdapat
dalam agamamonotejsme. Lebih lanjut lagi respons itu
mengambil bentuk cara hidup tertentu bagL masyarakat
yang bersangkutan.

\

••

4. Paham adanya yang kudus (saclM) dan suci, dalam bent uk
kekuatan gaib, dalam bentuk kitab yang mengandung ajaran-
. ajaran agama bersangkutan dan dalam bentuk tempat-tempat

tertentu.

Empat hal yang tersebut di atas dapat difahami sebagai
unsur-unsur yang semuanya terdapat dalam suatu agama atau
dalam semua agama.

Akan tetapi dalam meneliti beberapa agama hal' tersebut
tidak benar secara keseluruhan. Dan penulis buku,IDr. Harun
Nasution dalam fisal Pertama juga menyebutkan bermacam-
macam agama yang berbeda satu dengan yang lain dengan per~
bedaan yang sangat besar.

Mengenai Unsur Pertama, yaitu Kekuatan Gaib

D~lam Islam, seorang mukmin tidak hanya percaya kepada
kekuatan gaib akan tetapi kepada alam ghaib yang tak dijangkau
oleh pancaindra. Selain daripada itu,· Allah bukan sekedar
kekuatan. Allah adalah Zat yang mempunyai sifat-sifat sebagai
tersebut dalaifl Al Qur-an, di antaranya sifatHidup, Berkehendak,
Rahman dan Rahim, jadi bukan sekedar kekuatan.

17

Mengenai unsur ,k;edua 1?ahwa k;es~ahteraan 'di dunia dan
akhirat tergantung pada adanya hilb\;mgan baik dengankekuatan
gaib y"ang dimaksud, Ikata-kata di atas memberi kesan bahwa ke-
kuatan gaib itu bersifat autoritatif, kekuatan yang dalam mengha-
dapinya manusia ~arus menyesuaikan diri. Gambaran ini adalah
gambaran penulis-pehulis Barat yang beranggapan atau merasa
bah,wa ada suatu phenomena umum yang dinamakan agama. Ke-
mudian agama, sebagai genus mempunyai species (corak-corak)
yang bermacam-m;lcam. Islam tidak dapat disama ratakan dengan
agama-agama kebudayaan atau agama alamiyah, karena memang
lain, baik dari segi sumbernya, maupun dari segi ajarannya.

Mengenai unsur ketiga yaitu respons; sebaiknya diganti
dengan sikap (attitude), walaupun dua perkataan itu menunjuk-
kan dua wajah dari suatu problema.

Dalam hal yang oleh penulis buku dikatakan agama primitif,
tindakan manusia merupakan expressi dari keyakinannya sendiri
jadi bukan merupakan respons terhadap hal yang datangnya dari
luar.

Selanjutnya, penulis mengatakan ada respons yang mengam-
bi! bentuk perasaan takut seperti terdapat dalam agama primitif
atau cinta seperti dalam agama monoteis.

Kata-kata tersebut di atas entah dengan sadar atau dengan
tak sadar, menunjukkan bahwa penulis sangat terpengaruh oleh
cara berfikir dalam agama Masehi. Agama masehi mengaku
dirinya monoteb tetapi tak mau meninggalkan trinitas, se-
hingga oleh Al Qur-an dikatakan bahwa mereka itu menyembah,
tiga Tuhan. Dalam agama Masehi, perkataan cinta merupakan
suatu kata kunci. Manusia cinta kepada Tuhan dan Tuhan cinta
kepada manusia; bahkan Tuhan itu adalah cinta.

Agama yang betul-betul monoteis yaitu agama Islam meng-
gambarkan sikap manusia terhadap Tuhan bukan hanya cinta
tetapi juga takut seperti tersebut dalam beberapa ayat dalam Al

18

.";l

Qur-an. Kata:khasyyah; kha.l.lf. ) ti ayat 13 surat 9 (At-T<111bah~:· ".

Artinya

"Apakah kamu takut kepada mereka? Maka ALLah-lahyang lebih berhak
kamu takuti."

dan ayat 175 surat 3 (Ali Imran):

Artinya:

~"Maka,janganlah kamu takut kepada mereka,· dan takutlah kepadaKu,
jika memang kamu itu orang-orang yang beriman."

.

Jadi sikap takut kep"ada Tuhan bukan terdapat dalam agama
primitifsaja ·tetapi jelas ada dalam Islam. Walaupun takut kepadil
Tuh.an dalam Islam jauh lebih halus dan tinggi daripada takut
dalam agama primitif.

Kemu\;lian :

Dalam haJaman 15 terdapat kata-kata: "Faham serupa ihi
(Hen(jteis~, yakni percaya kepada Tuhan yang bersifat Nasional)
terdapat dalam perkembangan faham keagamaan masyarakat
Yahu~i:' Untuk menjauhkan kesalah fahaman, kata-kata tersebut
di atas perlu ditambahkan dengan "ketika Vmat Yahudi menye-
leweng dari ajaran Tauhid nabi Ibrahim""
Kesucian

Dalam halaman- 17 terdapat kata-kata :

19

·,..,.~:..:.•.

. '.

.'"Tuhan dalam faharn·. mon'oteisme adalah Maha Suci dan
Tuhan menghendaki supaya manusi;1 tetap suci. Manusia akan
kembali kepada Tuhan, dan yang d.apat kembali ke sisi Tuhan yang
Maha suci hanyalah orang-orang yang suci. Orang-orang yang
kotor tidak akan diterima kembali ke sisi Yang Maha Suci"

"Jalan untuk tetap menjadi suci ialah senantiasa berusaha supaya
dekat pada Tuhan, ingat dan tidak lupa pada Tuhan."

Dalam Islam, agama yang paling monoteis, , manusia itu
tidak sud, manusia diperintahkan supaya baik, melakukan amal
baik, atau amal soleh. Dalam Al Qur-an kita meniumpai ayat-
ayat· yang seperti ini

Surat 6 (al An'am) ayat 48.

(£~: \~~\) .~;~~~~~;~~~~~?;~\~

Artinya:

"Maka barang. sio.pa yang percaya dan melakukan amal soleh,mereka
tak merasa takut dan tak merasa seaih.
b

Adapun perkataan suci .ra1banyak dipakai untuk menun-
jukkan usaha membersihkan djri dari hadas,: atau membersihkan
pakaian dari naiis, atau dari kejahatan. Tersebut dalam surat
Mujadilah (58) ayat 12 :

'.'~\/'-< .,/,/ -"'/\'''? ",-:;,-:

/J ' ~21(J 0/1(/-\"-'/1\ /"~ (~?'"'/
r~~~~Y'~ ~V' ~G\)~j-- J:';U14P~4

.' !I/1/'/

//

rs

~,/~'.. ~\ ~~\''''~;J : I~;-Q).j./:/ 5f'--:'

~.J~

U-" '-' . ; \' O~

-' ~~)

~..lt>

( 'f: ~...•

lJ')

Artinya : .

"Hai orang yang beriman, jika kamu ingin mengadakan pertemuan

khusus dengan Rasulullah, maka berikanlah-sedekah lebih dulu.ltu
adalah lebih baik dan lebih suci. Tetapi kalau kamu tidak mampu,
Allah maha Pengampun dan Pemurah"

Jadi istilah manusia suci itu tak terdapat dalam Islam, yang

20

.""

"

...."...

ada ,ialah Istilah manusia yang"melakuk.an amal soleh.

) Saya menjadi termenung memikirkan ,hal ini. Dari man~ Dr.
Harun Nasution mendapat istilah "dan Tuhan menghendaki supa-
ya manusia tetap suci".

Akhirnya timbul suatu dugaan: mungkin Dr. Harun ini mem-
haca buku Kristen dan terlekatlah istilah: Suci itu. Dugaan saya
it~ timbul karena kemudian Dr. Harun Nasution memakai kata-kata
"Orang-orang yang kotor tidakakan diterima kembali ke sisi
Yang Maha Suci". Istilah "sisi Yang Maha Suci" adalah istilah

Masehi. Dalaml Injil dikatakan bahwa Tuhan mendudukkan putra-
nya, Yesus, di sisi kanannya. (lnjil Lukas ayat 20, 42).

Bagi umat Islam, di akhirat, manusi,p. adalah di hadirat Tu·
han. Datam bahasa arabnya.: 'inda rabbilAhl, bukan di sisinya.

Dugaan say a bahwa Dr. Harun telah memakai istilah Kristen
menjadi jelas setelah say a ingat bahwa RudolfOtt'o untuk mem-
pertahankan agama Kristen telah menulis buku: The idea of the
Holy. Perkataan Holy inilah yang diterjemahkan dengan: Suci.

Tujuan Hidup Beragama dalam Agama Monoteis

Pada halaman 18, Dr. Harun Nasution meilUlis: "Jelasl(\h
kiranya bahwa tujuan hidup beragama dalam agama monoteisme
ialah membersihkan tliri dan mensucikan jiwa dan rokh."

Kata tersebut di atas adalah sambungan dari rangkaian fikiran-
Iikiran yang sebelumnya. Fikiran tersebl,lt adalah hasil daripada
tcrjemahan kat a ""holy", dan pemisahan antara kehidupan dunia
dan akhira t.

Dalam Islam tujuan beragama bukan hanya membersihkan
diri dan mensucikan jiwa dan rokh. Tujuan beragama adalah hidup
yang baik di dunia, baikdalam keluarga, negara atau dunia
internasional, agar di akhirat juga dapat hidup yang baik, karena
akhirat adalah kelangsungan aari dunia.

Tersebut dalam surat Al Isra' (17) ayat 71 + 72:

21

, .

,"

1

Artinya:

"Pada hari itu (hari kiarnatJ' aku mengundang tiap kelompok de-
ngan membawa kitabnya, barangsiapa diberi buku arnalnya dengan
tangan kanannya, mereka akan membaca buku mereka dan tidak

akan teraniaya sedikitpun. Dan barangsiapa ;idi dunia ini buta (hati) i
mako ia di akhirat buta (hati) juga dan 'lebih :~ersesat.~·

Membersihkan diri dan mensucikan jiwa dan rokh' adalah,
sarana dasar untuk mendapatkan kebahagiaan di' dunia. dan
akhirat, tetapi bukan tujuim hidup beraga~a .

.Mungkin orang akan berkata: sesungguhnya tak terdapat:
perbedaan antara uraian Dr. Harun Nasution dan uraian saya ini,
karena ,Dr. Harun Nasution menu,lis selanjutnya: "Tujuan agama
memanglah membina manusia baik, manusia' yang jauh dari keja-
hatan. Olehsebab itu agama monoteisme erat hubungannya
dengan pendidikan moral. Agama-agama monoteisme mempunyai
ajaran-ajaran ten tang norma-norma akhlak tinggi,kebersihan
jiwa, tidak mementingkan diri sendiri, cinta kebenaran, suka
membantu manusia, kebesaran jiwa, suka damai, rendah hati dan
sebagainya, adalah norma-norma yang diajarkal'l agama-agama be-
sar,,".

Terhadap kemungkinan tersebut di atas, saya menegaskan
bahwa ajaran-ajaran tersebut adalah sebagian daripada ajaran Islam.
Tetapi agama Islam lebih daripada itu semua.

Agama Islam mempunyai dua pokok ajaran yaitu hubungan antara

22 ,

..

.

..

'.

,.

manusia dengan Tuhaq dar1·hubungan aBeanl manusia deflgah'ma-':
nusia. Hubungan antara man usia' de1).gan Tuhan adalah berma -
eam ibadat seperti Salat. Tetapi banyak juga ibadat yang ada
hubungannya dengan masyarakat seperti puasa, zakat dan haji.

Hubungan antara mamisia dengan manusia terdapat dalam
ajaran Islam yang mengenai keluarga, ne.gara, ekonomi, hukum
dan hubungan internasional yang semua itu terdapat dalam ayat-
ayat Al Our-an., Almarhun. Rasyid Ridha telah menggambarkan
ajanfn-aJaran itu dalam bukunya: Al Wahyul Muhammady. Saya
mengharap ada sarjana lulusan LA. LN. yang mampu menterjemah-
kan kitab yang sangat penting itu.

Perbedaan pokok antara uraian Dr. Hamn Nasution dan urai-

an saya ini adalah bahwa yang memb~~ uraian Dr. Hamn
mendapat kesimpulan bahwa agama-aganlh itu, setidak-tidaknya
agama-agama besar, memberikan ajaran yang Sarna; dan ini seS'nai
dengan cara approachnya mengenai unsur-unsur empat yang
terdapat dalam agama. Yang membaca uraian saya akan berkesim-
pulan bahwa agama itu ada dua: alamiyah atau timbul dari kebu-
dayaan sekelompok manusia dan samawiyah atau agama -wah-
yti yang datang dari Tuhan. Agama wahyu yang terakhir adalah
agama Islam yang dibawaoleh Nabi Muhammad s.a.w. utusan Tuc

han yang terakhir- dan ajarannya sempurna;' tak ada lagi wahyu
sesudah Al Qur-an.

Agama Monoteisme

Dalam halaman 19, terdapat kata-kata "Agama monoteisme
adalah Islam, Yahudi, Kristen (Protestan dan Katolik) dan Hindu".

Dan dalam ijalaman 22, terdapat kata-kata "monoteisme
Kristen dengan faham trinita,s dan monoteisme Hindu dengan fa-
ham politeisme yang banyak terdapat di dalamnYla, tidak dapat
dikatakan monoteismemurni".

Kata-kata terse but dL atas adalah kata-kata lidah yang tidak
bertulang, yang tersirat di dalamnya adalah bahwa semua agama

23

'.

·...

.

" .

.,"

itt.i sarna, sedikitnya bagi bangsa II1dorie~i~~"Agama Kristen diberi
penjelasan Protestan dan Kat.aUk"' Padahat"di samping Protestan
dan Katolik ada lagi kelompok besar, lebih besar dati Protestan
yaitu kelompok Orthodox yang terdapat di Russia, Europa Timur,
Asia Barat dan Abbyssinia.

Agama Hindu yang merupakan agama alamiyah disejajarkan
dengan agama Yahudi, Kristen dan Islam. Dan ini sarna sekali tak
dapat diterima oleh orang" Islam.

Kemudian Dr. Harun Nasution mengakui bahwa agama Kris-
ten dengan .trinitasnya dan Hindu dengan politeismenya tidak
dapat dikatakan monoteisme murni Jadi soalnya dijadikan begitu
ringan, bukan prinsip: monoteisme atau bukan monoteisme
tetapi monoteisme murni dan monoteisme tidak murni" Semua-
nya monoteisme dan serpuanya agama.

Uraian Dr. Harun Nasution yang berselubung uraian ilmiyah
sesungguhnya mengandung bahaya bagi generasi muda Islam yang
ingin dipudarkan ke Iman-annya; jika soalnya agar terdapat jiwa
toleninsi di antara bangs a Indonesia, rriaka Islam sudah lengkap
dengan toleransinya yang diakui oleh sarjana -sarjana Barat _sen-
diri. Tetapi janganlah menyama ratakan segala agama, dan menga-
takan segala agama itu sarna, seperti yang sering kita dengar dari

orang-o!ang yang tak pernah menyelidiki agama.

24

...•.

"".

• " . ,0

,.

'..

2

KOREKSI TERHADAP BAB II TENTANG ISLAM DALAM
PENGERTIAN YANG SEBENARNY A

Dalam bab I betjudul : Agama dan pengertian agama dalam
bcrbagai bentuknya, Dr. Harun Nasution telah menggambarkan
bahwa dalam kehidupan manusia itu terdapat aspek yang bernama
agama. Genus agama itu mengandung spcci;c:, yang bermacam-
macam, diantaranya agama Islam.
Koreksi yang kami kemukakan adalah bahwa agama itu tidak
merupakan genus yang mempunyai species, akan tetapi kita ber-
hadapan dcngan dua geJala : gejala alamiah yang dinamakan
agama Kebudayaan dan yang timbul dari kehidupan manusia
scndiri~ serta agama Samawiyah atau wahyu yang diberikan oleh
Allah S.W.t. kepada manusia, dan Islam adalah agama Samawiyah
yang terakhir.

Dalam bab II ini Dr. Harun Nasution menguraikan' "Islam
dalam pengertian yang sebenarnya", judul ini memberi kesan
scolah-olah apa yang dikatakan itulah yang benar, dan ini ber-
arti bahwa segal a sesuatu yang berlainan dengan apa yang dika-
takan' adalah salah.

Oleh karena itu marilah kita teliti bab .II ini dengan seksama.

Faham dan keyakinan (kita) Vmat Islam

.

Dalam halaman 24 terdapat kata : "Dalam faham dan keya-
kinan Vmat Islam Al Qur-an mengandung Sabda Tuhan (kalam

Allah) yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. JI/ •
Saya merasa alangkah baiknya jika setelah kata keyakinan, ditam-
bah kata "KIT A" sehingga seluruh susunan itu berbunyi "Dalam

25

...

..

.

faham d"ankeyakinan kita U-iriirIsl~m"."·
. Persoalannya adalah bahwa buku n"r".·Harun Nasution itu. ditulis
olehseorang Muslim serta dibaca oleh Umat Islam Indonesia.
Kalau ada pembaca yang tidak beragama Islam mereka itu jum-
lahnya sangat sedikit sekali. Dengan susunan yang ada sekarang,
ctapat terkesan seolah-olah faham bahwa Al Qur-an itu mengan-
dung Sabda Tuhan hanya merupakan kevakinan tlmat Islam dan
pengarang tidak termasuk di dalamnya.

Jadi persoalannya hanya soal kemantapan kata. Lain tidak.

Dalam halaman 26 terdapat kata-kata: "BUKTI BAHWA AL
QUR-AN ADALAH WAHYU" atas dasar Ayat-Ayat dan Hadis-Ha-
dis serupa inilah Urnat Islam mempunyai keyakinan bahwa apa
yang terkandung dalam Al Qur-an adalah sabda Tuhan dengan kat a
lain, teks Arab yang tersebut dalam kitab suci itu adalah wahyu
dari Tuhan. Hanya kata-kata Arab yang tersebut dalam teks itulilh
yang diakui sebagai wahyu dan kalau diganti dengan kata~kata
Arab lain, sungguhpun sinonimnya, itu tidak diakui lagi wahyu.
Apalagi terjemahannya ke dalam bahasa asing, semua itu bukan
lagi merupakan wahyu atau Al Qur-an yang sebenarnya!'

Membaca tulisan Dr. Harun Nasution tersebut di atas saya
mendapat kesan bahwa pengarang tersebut berpendapat bahwa
keyakin;m Umat Islam tentang Al Qur-an sebagai wahyu hanya
didasarkan kepada beberapa Ayat dan Hadis yang menceritakan
bagaimana wahyu diturunkan.
Dr. Harun Nasution sebagai seorang yang telah lama belajar di
. Universitas Al Azhar di Mesir dan menRetahui bahasa Arab mesti-
nya tidak dapat menganggap sepi keindahan bahasa Al Qur-an.
Keindahan bahasa Al Qur-an adalah suatu unsur yang sangat

pen~ing dan mu'jizat yang membuktikan bahwa Al Qur-an itu
adalah wahyu.
Kisah masuknya Umar bin Khattab kepada Islam justru menun-
jukkan hal ini. Ketika beliau datang ke rumah adiknya perempuan
yang telah masuk Islam, dengan maksud untuk melarangnya me-
meluk agama Islam, ia menemukannya sedang mempelajari per-
mulaan surat Taha (XX) yang bunyinya :

26

1_-

Artinya:

••Taha. Aku tidak menurunkan kepadamu kitab Al Qur-an ini agu:
engkau celaka. tetapi agar menjadi peringatan hag;orangyang takut
kepadlz Tuhan. Al Qur-an itu diturur',an dari zat yeng menciptakan
bumi don langit - yang tinggi. zat Y.l.1l:,- bemfat mahapenyayang dan
bersemayamdi atassinggasanaNya."

Membaca ayat-ayat tersebut, Umar bin Khattab yang ter-
sohor bersifat keras, seketika menjadi lunak. Ia bukannya me-
larang adiknya untuk memeluk agama Islam, akan tetapi ia sendiri
langsungmenujuke tempat Muhammad untuk mengumumkan
bahwa ia telah memeluk agama Islam.
Sahabat Abu Bakar juga diganggu oleh oran!; ,nusyrikin
di Mekah, karena jika ia serp.bahyang malam, ia membaca ayat
Al Qur-an yang mempersona para tetangganya sehingga banyak
diantara mereka yang masll;kIslam.
Realitas inilah yang diketahui oleh mereka yang tidak suka
kepada Islam sehingga pelajaran bahasa Arab tilk dijuinpai di

televisi umpamanya; seandainya Umat Islam mendapat kesempa-
tan urituk mempelajari bahasa Al Qur-an (yang pada:waktu yang
sarna juga merupakari bahasa Arab) niscaya ke Imanan mereka
akan lebih kuat lagi.

Injil Bukan Wahyu

1 Dalam halam~n 27 terdapat kata-kata : Dalam agam<..d

(KIJisten) Injil dalarn teksnya bukanlah wahYu. Yang wahyu

27

,"

Artinya: .

"Sesungguhnya Aku turunkan kitab Al Qur-an dalam bahasa Arab
agar kamu berfikir".

Bahwa sabda Tuhan dalam Islam menjadi Al Qur-an bukan
kata kaum orientalis, tetapi itu tersebut dalam Qur-an sendiri
tersebut dalam surat 12 (Yusuf) Ayat 2:

. /~.,

..'~(c.:~If //I~r\.J...1«i/:7.'\~1

,.,.., ~.J!) • i)

W....s.v ~ OI"...J·u V

/

_~-.r- ~ /

'"

.hanyalah isi atau arti YWg dik3.!1du.rlg-Jel}"s~tu, Maka terjemahan-
nya dalam bahasa asing diangg~p "sarna· kuat. Berd(isarkar.. atas

ini ada kaum orientalis yang mengatakap :,;iabda Tuhan dalam
Islam menjadi Al Qur-an, sedang dalam agama Kristen sabda Tu-
han menjadi Yesus.'·

Dengan tidak menerangkan bahwa bahasa Al Qur-an adalah
suatu unsur yang penting dan mu 'jizat yang menunjukkan bahwa
Al Qur-an itu wahyu, maka kata-kata tersebut di atas sangat ber-
bahilya. Generasi muda akan mendapat kesan bahwa_ Umat Islam
selalu brengsek; kita musti membaca Al Qur-an dalam bahasa
Arab yang kita tidak mengerti, sedangkan Umat Kristen cukup
membaca terjemahan Injil dalam bahasa Indonesia atau bahasa-ba-
hasa .daerah yang banyak di Indonesia, yang semua itu dianggap
sania kuat.

Juga tidak benar bahwa kaum orientalis mengatakan sabda
Tuhan menjadi Yesus, Kata-kata tersebut adalah kata Injil Yahya
I : 16 yang bunyinya : And the word was made flesh and dwell
among us. Dan firman Tuhan dijadikan daging (manusia) dan tiIlf,-
gal diantara kita. Mengenai persoalan yang pokok, bahwa Injil
itu bukan wahyu adalah benar. William Sanday telah berceramah
di Universitas Oxford tahun 1893. Menjaw'ab pertanyaan : if it
is no longer possible to believe in the verbal inspiration and
en~rrancy of the scr,ipture, in what sense ought a Christian to
hold that the Bible is inspired andtherefore authoritative: Yangarti-
nya : jika sudah tidak mungkin lagi untuk percaya bahwa dalam

28

'.

,,'

~' ..

Injil itu tidak ada s'aiaJjl;"r11ak-a'

l;<;lg~imanakah mempertahankan ke~
yakinan Kristt:n bahwa Injil itu diwahyukan dan dengan begitu
bersifat authoritative", Wiiliam Sanday mengemukakan pendapat
kaum ~Liberal akhir abad 19 dan permulaan abad 20 bahwa :
yang diwahyukan oleh Tuhan itu bukannya kalimat-kalimatnya
Bible akan tetapi orang-orang yang menulis kitab Injil itu (lihat
Alan Richardson, The Bible in the age of Science halaman 67-68):

.

"It is not the word of the Bible that are inspired but the writers of
the scd ptural boo ks",

Hadis Nabi

Hadis adalah sumber kedua daripada ajaran-ajaran Islam,
Materinya, dinamakan Sunnah atau t~adisi,Aal Imran, ayat 31-32:

Artinya'

"Katakanlilh hai MUhammad: "Jika kamu cinta kepada Allah maka
ikutilah aku, Tuhan ~kan mencintai kamu dan mengampuni segala
dosamu, dan Allah itu yang maha Pengampun dan
imaha Pengasih.

Katakanlah. hai Muhammad, ikutilah perintah Allah dan ikutilah perin-
tah RasulNya; dan jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah itu tidak
suka kepada orang yang kafir. "

Sunnah Nabi ini ada yang merupakan ucapan, perbuatan
atau 'persetujuanNabi terhadap sesuatu tindakan, Sunnah Nabi
menjelaskan ayat Al Qur-an umpamanya dalam Al Qur-an,

29

,.. '

, .'

.." ~.

.

,.--.•..... "...'

. ;Itanyaada perintah 'untuk"lnelakukan,s.ertl'bahyang, tetapi tak di-
sebutkan earanya. Nabi Muhammadlal1 yapg memberi penjelasan
itu dengan menunjukkan b~u~airri'anabeliau sendiri melakukan
sembahyang..

'.

_
Karena itu maka ruang lingk.up.Iiadis ini luas;ada yang!:berhubu-
ngan dengan ibadat seperti salat dan puasa, ada yang bethubungan
dengan kehidupan Nabi Muhammad dalam rumah tangganya,
.ada yang lJlengenai cara beliau hidup sehari-l1aridari eara mandi,
berpakaian, makan minum dan hiin-lain, ada y'angIl}engenaisuatu
peristiwa, umpamanya ketika beliau mengadakatf perundingan
diplomasi di Hudaibiyah, sehingga barang siapa s¥patinembaea
buku-buku Hadis itu, ia akan merasa hidup mendampingi Nabi
Muhammad.

Selama Nabi Muhammad masih hidup sampai kepada zaman
Pemerintah Khulafa Rasyidin, para :.sahabatNabisangat berminat
untuk mengingat dan menghafal apa yang pernah dikatakan atau
dilakukan oleh Nabi.

Tetapi makin lama makinbertambah terasa.hajat umat
Islam untuk mengetahui Sunnah Nabi seeara terperinci. Khalifah
Kerajaan Amawiyah, yaitu Umar Ibn Abdul Aziz (717-'20 M)
memerintahkan kepada Muhammad Ibnu Syihab alZuhri,
maka dikumpulkannya apa yang dapat dikeIjakannya ..

Pada zaman Kerajaan Abbasiyah, Khalifah Aqu Ja'far' al
Mansur (Khalifah Kedua daripada Kerajaan Abbasiyah 754-720 M)
memeriritahkan kepada Malik bin Anas (93 - 179 H) untuk
mengumpulkan ,Hadis-hadis yang ia ketahui, dan dikumpulkan-
lah buku Hadis yang dinamakan al Muwatha' (artinya : yang
telah terkuasai), beIjumlah. 870 Hadis, menurut IbnHazm. ,
Pengumpulan Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan Abu Ja'far
al Mansur-yang dilakukan oleh al Zuhrii dan Malik bin Anas
hanyamerupakan usaha keeil, karena malik bin Anas tak pernah
meninggalkan kota Medinah kecuali beberapa kali sebentar untuk
haji~ sedangal Zuhri juga tidak melakukan penelitian yang besar
seopenya.
Akan tetapi pada Abad ketiga Hijrah lahirlah gerakan ilmiyah
yang menyeluruh berbarengan dengan teIjemahan buku dari
Yunani. Baik ilmu hukum,' maupun tafsir maupun ilmul kalam

30

.•

·.•.

.. :',:- ."
'.. ; .'.....~.

tau tauhid berkembang:sec'ara be$ar·besatan .

.

. ~.,. .' .....

Mengenai pembuk,uan· Sunnah menonjol pula nama-nama

1 Bukhary (wafat 256) M.uslim .(wafat 261) dan Ibn Majah
(wafat tahun 273), Turn1Uzi .(wafattahun 274) al Nasai (wafat
tahun 303) Abu Daud (wafat tahun 275)...
Diantara mereka itu al Bukhary dan Muslim menggunakan
riteri~ yang sangat ketatuntuk menyaring Hadis-Hadis. Cara
penyelidikan . al Bukhary dan Muslim' yang begitu tetn:i telah
menghasilkan dua kumpulan yang sekarang termasyhur dengan
nama Sahih Bukhari dan Sahih Muslim yakni kumpulan yang sah,
yang benar daripada. al Bukhari dan Muslim.
Pengumpul yang lainpun memakai ,criteria juga, akan tetapi
dirasakan agak lebih lunak. Dan di samping yang enam tersebut
ada lagi peberapa kumpulan lain sep~rti Musnad bin Hambal.
Sunnah Nabi atau Hadis adalah(.tA~titu penti!lg dalam Islam.
Jika Al Qur-an penting karena ia adalah wahyu dan barang siapa
yang membacanya dengan mengerti bahasa se~ta maknanya
ia akan hidup dalam suasana kerukhanian yang tinggi, maka de-
ngan membaca Sunnah atau buku Hadis, seseorailg akan menjel-
r11amenjadi sahabat Nabi, seakan-akan ia dapat menemani dan
melihat segala gerak gerik Nabi Muhammad s.a.w. Al Qur7an
tidak dapat dir-agukan lagi kebenarannya, dan Dr. I:Iarun Nasu-
tion meng-quote (mengutip) kata-kata Nicholson dan Gibb yang
menguatkan keaslian Al Qur-an.

Tetapi orang yang tidak suka .kepada Islam mencoba untuk
menyerang sumber kedua yakni al Sunnah, karenajika al Sunnah
didiscreditkan maka akan kuranglah sumber kekuatan Islam.'

Caramendiscreditkan Hadis adalah pertama menunjukkan
bahwa ada kemungkinan Hadis itu dibuat-buat atau dipalsukan
dan memang hal itu teIjadi, khususnya ketika teIjadi sengketa
politik dan perebutan kekuasaan. Bahwaada Hadis'yang palsu
telah disoroti oleh penyelidik-penyelidik Islam sendiri, khususnya
al Bukhary dan Muslim, dan oleh karena itu maka mereka mem-
bentuk criteria yangketat dan ilmiyah untuk menerima Hadis.
Akan tetapi sekali dikatakan bahwa ada kemungkinan Hadis
itu dipalsukan dan memang sudah dibuktikan adanya beberapa
Hadis palsu, kaum orientalis menjadikan hal 'tersebut sebagai
pokok, seakan-akan semua Hadis Uu sangat mungkin merupakan

r

31

'\

/

,-

"

'Hadis palsu.:·

"-:
Dengan cara ini mereka bertnaksud untuk menghilangkan satu
daripada sumber kekuat.q~ Islam ..
Dengan peringatan tersebut di atas, marilah kita baca uraian
Dr. Harun Nasution dalam bukunya, jilid' I halaman 29 sebagai
berikut.

"Karena Hadis tidak dih.afal,dan tidilk dicatat dari sejak semu- '
la, tidaklah dapat diketahui dengan pasti mana Hadis yang betul-
betul berasal dari Nabi dan mana Hadis yang dibuat-buat. Abu
Bakar dan Vmar sendiri, walaupun mereka sezaman dengan Nabi,
bahkan dua sahabat yang terdekat dengan Nabi, tidak begitu saja
menerima Hadis yang disampaikan kepada mereka. Abu Bakar
meminta supaya dibawa sa:ksi yang memperkuat Hadis itu berasal
daTi Nabi, dan Ali Ibn Abi Talib meminta supaya pembawaHadis
bersumpah atas kebenarannya.
Dalam pada itu jumlah Hadis yang dikatakan berasal dari Nabi
bertambah banyak, sehingga keadaannya bertambah sulit mem-
bedakan mana Hadis yang orisinil dan mana Hadis yang dibuat-
buat. Diriwayatkan bahwa Bukhari mengumpulkan 1600.000'
(enam ratus ribu) Hadis, tetapi setelah mengadakan seleksi, yang
dianggapnya Hadis orisinil hanya 3000 (tiga ribu) dari yang
600.000 itu, yaitu hanya setengah persen.

Tid~k ada kesepakatan kata antara umat Islam tentang
keorisinilan semua Hadis dari Nabi".

Keterangan Dr. Harun Nasution tersebut sudah cukup untuK
memasukkan rasa goyah dalam kci:nanan generasi muda kita,
sesuai dengan yang dimaksudkan dell kaum orientalis yang tidak
suka Islam menjadi kuat.

Perbedaan amara'IIrnu Kalam dan Teologi

Dalam halaman 30 disebutkan oleh Dr. Harun Nasution

sebagai berikut : "Di samping ini (tauhid, pengakuan/adanya
Tuhan Y.M.E.) menjadi dasar pula soal kerasulan, wahyu, kitab
suci yaitu Al Qur-an, soal orang yang percaya kepada ajaran yang
dibawa NaQi Muhammad yaitu soalmukmin dan Muslim, soal

32

. ~..

',.

rail/! yan~ tak. percay'a kep'~da a}aran~ajaran itu, yakni orang'.
Inr dan musyrik, hubungan makhluk terutama 'manusia dengan.
l'IH;ipta, soal ini dibahas oleh ilmu tauhid atau ilmu kalam yang
datum istilaJl Baratnya disebut "teologi". Aspek teologi meru-
pukan aspek yang penting sebagai dasar-bagi Islam'.'

Orang yang membaca kata-kata tersebut di atas mendapat
kcsan bahwa ilmu kalam adalah teologi Islam dan teologi adalah
i1mu kaJam Kristen. Kesan yang. seperti ini sesuai dengan jiwa
yang menjadi landasan buku' : "Islam ditinjau dari berbagai as-
pcknya", yaitu bahwa ada agama genus, dan ada species agama
diantaranya Islam dan Kristen. Dengan kata lain, pada pokoknya
ama-agama itu tujuannya sarna, hanya perincinyaJah
yang berbeda-beda ..

Seharusnya, untuk memberikan gambaran yang tepat, dite-
askan sebagai berikut : soal-soal kepercayaan dalam Islam dibahas
Jatam ilmu tauhid.

Walaupun kepercayaan itu ada yang mengenai hal ihwal
orang muslim atau kafir, mengenai wahyu dan sebagainya, tetapi
ilmu terse but, dinamakan tauhid oleh karena yang terpenting
datam Islam adalah pemurnian keesaan Tuhan yang semenjak
00' tahun telah menjadi persoa~an diantara umat Kristen sen-
diri dan diantara umat Kristen dan umat Yahudi.

Ilmu tauhid juga dinamakan ilmu kalam. Ini dapat diarti-
kan bahwa diantara 'soal-soal yang penting di dalamnya adalan.
soal sifat kalam (bicara) N.ya, atau firn1an Tuhan yakni Al
ur-an. Dapat pula diartikan bahwa soal-soal kepercayaan itu
memerlukan diskusi dan. argumentasi yang dalam bahasa Arab
dinamakankalam.

Biasanya orang Barat memakai istilah teologi untukme-
nunjukkan taufiid atau kalam, b.rena mereka tak punya istilah
t'llin. Teologi terdiri dari dua perkataan yaitu teo (theos) arti-
nya .Tuhandan logos artinya ilmu .. Jadi teologi berarti ilmu
ketuhanan; datam bahasa Arab adalah ilmul ilaahiyaat.

33

., ... "

;~Adapu~ sebab ·timbulnya· te~l~g~ d~Thm Kristen adalah karen(i .
yang pokok dalam agama I<:risten itu adalah ke Tuhanan Nabi
Isa, s~bagai salah satu dari pacta tri tunggal atau trinitas.
Akan tetapi kemudian kata teologi .. ~engandung beberapa
aspek-aspek agama Kristen, yang diluar· kepercayaan, sehingga
teologi dalam agama Kristen tidak sarna dengan tauhid atau
ilmul kalam akan tetapi dapat ditafsirkan sebagai ilmu keagama-
ah. Inilah sebabnya maka kita jumpai bermacam-macam teolo-
gi seperti teologi systematic, Heilgeschichte theology (salvation
theology), the theology of images, theology of social justice,
dialectical theology cip~aan Karl Barth dan lain sebagainya.

Dengan begitu kalau aspek hukum dalam l-slam tidak ter-

masuk ilmu kalam akan tetapi termasuk ilmu Fiqih, maka_ d(i-
lam agama Kristen soal-soal masyarakat juga merupakan bagian
dari teologi jika masyarakat itu ditinjau dari pandangan Kris-
ten.

Saya harap dengan penjelasan diatas, dapatlah kiranya
orang membedaican antara arti dan perkembangan ilmu kalam
Islam dan arti dan perkembangan teologi Kristen ..

Manusia berasal dati Tuhan dan akan kembali ke Tuhan ?

Dalam halaman 30 juga, kami dapatkan :sebagai berikut: -
"Salah satu ajaran dasar lain dalam agama Islam ialah bahwa
manusia yang tersusun dari badan dan rokh itu berasal dari Tu-
han dan al<:an kembali ke Tuhan. Tuhan adalah suci dan rokh
itu datang dati Tuhan juga suci dan akan dapat kembali ke tem-
pat asalnya disisi Tuhan kalau ia tetap suci. Kalau ia menjadi
kotor denganmasuknya ia kedalam tubuhmanusia yang ber-
sifat materi itu, ia tak akan kembali ke temp at asalnya".

Ketika saya membacakata-kata tersebut di atas, saya fikir-
tikir dari manakah kata-kat2' tersebut dikutip ? Sepanjang ingat-
an saya, saya tak pernah menjumpai gambaran tersebut, baik
dalam Al Qur-an maupun dalam Hadis.
Akan tetapi ketika saya renungkan kembali, saya ingat bahwa
ajarail tersebut terdapat dalam filsafat Yunani, Neo Platonisme.

34

~.....

Mcnurut· ajaran tersebu·t~~·alam··:t~rinasuk manusia terjadi Secara
pancaraI!. (emanasi atau faidh) dari Tuhan, dan ma~usia dapat
kcmbali kepada Tuhan dengan 'cara membersihkan jiwanya, de-
ngan hasH bersatu dengan Tuhan.

Ajaran Islam tidak begitu. Manusia diciptakan oleh Tuhan
tctapi tidakdatang dari pada Tuhan. Ia akan kembali kepada
Tuhan, tetapi tidak ke tempat asalnya. Ia akan kembali ke ha-
dirat Tuhan dan bukan disisinya. Di hadirat Tuhan ia akan mene-
rima perh.itungan atau hisab. Jika pekerjaannya baik ia akan
masul( Surga dan jika pekerjaannya jahat ia akan masuk Neraka.
Badan yang bersifat materi tidak mengotori jiwa manusia. Yang
mengotori jiwa manusia adalah pelang~aran terhadap larangan-'
larangan 'Fuhan.

Tersebut dalam surat 2 (al Baq ~/"&h),ayat 156:

/'

/,...;/. \ /--} /.!i!,/ •.

/~/

.w'/ ,/ £:lIt\'/ ~t,r't; ~ ~__

·-'.?/I/:1\:" ~o"'\

~.)/ ../ /!!;/./,/~ .., '/ ~~ )/U"M~

( \0"\; ~r')

Artinya:

"Dan jika mereka terkena musibah mereka berkata : sesungguhnya
kami ini milik Tuhan (bukan berasal dari Tuhan). Dan sesungguhnya
kami akan kembali kepadaNya, yakni menghadap ke hadirat Tuhan ".

.

Gambaran Neo Platonisme berlainan dengan gambaran IS-
lam. Neo Platonisme adalilh ajaran mistik, dan menganggap milteri
rcndah dan kotor. Islam menganggap bahwa badan itu netral.
Nyawa atau nafas jika mellgikuti godaan syaitan, ia akan mem-
pengaruhi badan untuk kejal1atan. Badan tidak dianggap jahat oleh
Islam, bahkan dipandang sebagai bentuk yang indah daripada
makhluk Tuhan yang lain .

Apakah Fiqih itu ?

Dalam halaman 31 terdapat kata-kata sebagai berikut :
"Selanjutnya Islam berpendapat bahwa hid up manusia di
dunia ini tidak bisa terlepas dari hidtip manusia di akhirat, bahkan
Icbih dar,i itu,' corak hidup manusia di dunia ,ini menentukan'
coral<.hidupnya di akhirat kelak. Kebahagiaan di akhirat bergan-

35

..

·.:.•..

.-

..

" ...

>;. 'tung'pada hidup baik di·\luilia. Hidr;tp baik menghendaki maysa-
'.Takat l1}anusia yang teratur.Oleh ;eba.b itu, Islam mengandung
peraturan-peraturan tentang kehidupai1'masyarakat manusia.
D.emikian terdapat peraturan-peraturim mengenai ,hidup keke-
luargaan (perkawinan, perceraian, waris d~m lain-lain), ten tang
hidup ekonomi dalam bentuk jiJai :beli, sewa menyewa, pinjam-
meminjam, perserikatan dan lain-lain; tentang hidup kenegaraan,
tentang kejahatan (pidana), tentang hubungan Islam dan bukan
Islam teritang hubungan orang kaya dengan orang miskin ,dan
sebagainya. Semua ini dibahas dalam lapangan hukum Islam yang
dalam istilah Islamnya disebut ilmu Fiqih. Fiqih memberikan
gambaran ten tang aspek hukum dari Islam".

Membaea paragraph di atas, saya merasa gembira oleh karena'
Dr. Harun NasutlOn mengakui adanya hukum Islam untuk masya-
rakat. Ini merupakan suatu. hal yang tidak seirama dengan apa
yang ditulis dalam bab I. Seba.,gai kita masih ingat (halaman 17)
Dr. Harun Nasution menggambarkan Islam dengan kata-kata "Tu-

han ?alam faham Monoteisme adalah maha suci dan Tuhan meng-
hendaki supaya manusia tetap suei, manusia akan kembali ke-
pada Tuhan dan yang dapat kembali ke sisi Tufian yang maha suci
hanyalah orang-orang yang suei. Orang yang kotor tidak akan di-
terima kembali ke sisi yang maha suei. Jalan untuk tetap menjadi
suci ialah ·.senantiasa berusaha supaya dekat pada, Tuhan, ingat
dan tidak lupa kepada Tuhan".

Dan kata-r ttla lain "Jelaslah kiranya bahwa tujuan hidup ber-
agama da1~m agama ,.Monoteisme ialah membersihkan diri dan
merisueikan jiw::l dan rokh".
Saya merasa gembira pula bahwa Dr. Harun Nasution menyebut-
kan: "tentang hidup ekonomi" dan "tentang hidup kenegaraan"
sebagai hal-hal yang tersebut dalam ajaran Islam. Cuma sayangnya
Dr. Harun .tidak memahami seeara keseluruhan apakah ajaran eko.

nomi dan ajaran kenegaraan itu; yang terlihat dalam uraia.nnya ha-
nya eontoh-eontoh mengenai jualbeli, sewa menyewa, pinjam me-
minjam sedang garis besar dan dasar filsafatnya tidak disinggung
sarna sekali.

3p

.....~

.

Da1am ajaran,: ken,egaraan tidal< disebutkan contohiwa, dim
It:lliti dalam bab Y'tentang aspek politik, akall kelihatan bahwa
I>r. HaJllll kehilartgan arah; bukan ajaran prinsip kenegaraan

yang diuraikan melainkai1 sejarah tragedi perebutan kekuasaan,
wpcrti yang biasa ditulis 6Ieh kaum orieutalis yang tidak suka
kq)ada Islam.

Setelah menyampaikan rasa, kegembiraan yang tercampur
,!t-ngan kekecewaan, seperti tersehu.t di atas, saya akan membica-
rukan soal yang pokok : apakah Fiqih itu ?

Yang dapat diambil kesimpulan daripada uraian Dr. Harun,
Fiqih ada1ah hukum Islam. Dr. Harun berkata : "semua ini diba-

hus dalam lapangan hukum Islam yang da1am istilah Islamnya
discbut Umu Fiqih. Fiqih memberikan gambaran tentang aspek
hukum dari Islam".

Di Indonesia orang awam tidak membedakan antara fiqih
dan hukum Islam. Bukan orang awam saja, banyak orang terpe-
Injarpun mencampur adukkan dua hal tersebut.

Hukum Islam adalah syari'at. Dalam surat 45 Al Jatsiyah ayat

IHdisebutkan :

/"j/ '\ ' ~.f~/':~G';:ii( ~/' ~ 'I~8Q;~~'

~

~ -, .• / V7' ~~~~

• r

/ ~

,

/ •.J/ V"", /O'I~

Artinya:

'

( \~ ~;:;'W:' I . zip.l 0:.lJ\

'/

J)Kemudian aku jadikan engkau di atas syari'at (cara hfdup) maka ikuti-
lah syari'at itu dan jangan mengikuti keinginan orang-orang yang
tidak mengerti.»

Sesungguhnya Dr. Harun membicatakan hukum Islam dalam
HubVII dan pada tempatnya nanti akan kami bicarakan ..

Yang perlu ialah 'bahwa Fiqih bukan Hukum Islam. Fiqih
Ildalah pemikiran-pemikiran tentang Hukum Islam atau syari'at,
sL'hingga ilmu Fiqih itu meneerminkan eara berfikir umat Islam

37,

- '.-

• .•.• ,I!.

~..'

.,

.

.'

.

~,..'"

pada suatu waktu. Ada hal-hal dalam' fiqih ,:yang sudah sangat
usang\ tetapi yang masih dijumpai orang -rn;cl1;1ptak:tekkan,umpa-
manya air sud itu air yang lebih dan, qua 'gullah, sehingga di
kalangan rakyat yang tidak terpelaja'i:;ba~,)(ak:, orailg berwudlu
berkumur dengan air bekas air yang sudahdipakai berkumur
orang lain. Ini suatu contoh dari fiqih.

'
Adapun syari'at atau hukum Islam adalah Ayat-Ayat Al'Qur-andan

Hadis-Hadis yang dapat dipercayai yang jumlahnya banyak dan
telah diteliti dan disaring oleh para saIjaria seperti Bukhari (wafat
tahun 256) ~uslim (wafat tahun 261) dan lain-lain.

Syari'at --adalah tetap, tak berobah. Akan tetapi masyarakat
selalu berobah, sehingga para ahli hukum Islam mempunyai
kaidah penting sebagai tersebut dalam kodifikasi Turki (majalah)
principe 39 (1ilajalah: la yungkaru taghatyurul ahkam, bi taghayuril
azman, yang artinya tak diingkari bahwa hukum itu berubah me-
nurut zaman. Arti kata-kata tersebut, prinsip hukum tetap dalam
AI Qur-an dan Hadits, tetapi pengertian dan pelaksanaannya perlu
difikirkan dengim mengambil bahan daripada keadaan yang ad~.

Soal ini akan saya uraikan lebih panjang dalam membica-
rakan Hukum Islam; Bab VII.

Yang ingin saya tegaskan sekarang adalah bahwa _ fiqih
itu bukar~t>tlkum Islam, akan tetapi pemikiran-pemikiran sarjana
Islam teri'tang syari'at, dalam rangka periode dan kondisi tertentu.

Keta tanegaraan dalam Islam

Pada halaman'32 terdapat kata-kata sebagai berikut :

"Sementara itu Islam dalam sejarah mengambil bentuk
kenegaraan. Dalam perkembangannya terjadi perbedaan faham
tentang organisasi negara yang semestinya. Perbedaan faham
terbesar dalam soal lembaga politik ini terdapat antara kaum
Sunni dan kaum Syi'ah. Kaum Sunni berpenda1?at bahwa kepala
negara tidak mesti dari keturunan Nabi melalui Fatimah dan AlL
Kaum Syi'ahsebaliknya berkeyakinan bahwa hanya keturunan

38

,

""

<"

.~

','

..

Nabi yang bolehrn~nj~di -kepala negara\ Selanj~tnya terdapat
pula perbedaan faham' :te~tang persoalan apakah Jabatan kepala

,

"".,'

. i

negara mempuny~i slfat t~ti1n temurun da~i bapak kepada anak
ataukah pengan"gkata-n k¢pala negara didasarkan atas kesanggupan

• '. " .·iII •••

"

••

'

\

scrta keahlian danpukiu). atas keturunan ?"

\

Segala yang dikatakan .oleh Dr. Harun Nasution dalam Bab

II ini hanya sebagai pengantar untuk menulis ~jUdUI-jUdUIselan-
jutnya. B a b II ini diberi judul "Islam dalam/ pengertian yang
sebenarnya". B a b. III diberi judul "Aspek ilbadat, latiha.q, spi-
rituil dan ajaran moral".
B a b IV diberijuduL "Aspek sejarah dan kebudayaan".
B a b V diberi judul " Aspek politik."
B a b VI diberijudul "Lembaga-Iembaga kemasyarakatan".

\

Kemudian dalam jilid kedu'a, B a b VII diberi judul "Aspek
hukum". B a b VIII diberi judul "Aspek teologi"'. ~ a b IX diberi
judul "Aspek falsafat". Bab,. X diberi judul "Aspek misticisme".
Bab XI diberi judul "Aspek pembaharuan dalalil1 Islam", kemu-
dian buku karangan Dr. Harun Nasution tersebu t,diakhiri dengan
"Penutup'.'.

Oleh karena "koreksi" ini akan membahas' buku tersebut

bab. demi bab:" maka kiranya,mengenai KETATA NEGARAA,N

DALAM ISLAM ini, saya hanya memberi koment rikut :

'

Kata Dr. Harun Nasution "Sementara itu Islam dalam sejarah
mengambil bentuk kenegaraan", memberi kesan bahwa "Ke-

tatanegaraan dalam Islam" hanya suatu kejadian ;sampingan,
bukan merupakan prinsip atau ajaran pokok. Oleh Ikarena itu
isi bab tersebut hanya menceritakan bentrokan anta"ra ahlussun-

nah dan Syi'ah serta antara republikein dan monark.ist.

Ini adalah yang dimaksudkan oleh kaum orientalis yang
ingin menjauhkan Umat Islam daripada ajaran-ajaran Islam,
dan menggambarkan bahwa Islam itu tidak mempunyai teori
atau filsafat politik ..

39

\;..
. ..;

Lembaga ymasyarakatan dalamlslam
Dalam halaman 3 terdapat kata-kata '.sebagai berik:ut :
"Islam sebagai negara entu mempunyai'tembaga~lembaga kema-
syaraJ<:atan seperti Ie baga kekeluargaan, lerilbaga kemiliteran,
lembaga kepolisian, 1 baga kehakiman dan l~mbaga pendidikan.
Semua ini menggam, arkan aspek lembaga kemasyarakatan dalam
Islam".

Hal-hal yang pisebutkan oleh Dr. Harun Nasution memberi
kesan bahwa itu adalah lembaga Islam "Yang sebenarnya" sehing-
ga kalau mahasiswa atau orang muslim sekarang, pada tahun 1977
ini membaea bab II ia akan mei1dapat kesan Islam itu primitif,

tak dapat mengh;adapi keperluan masyarakat abad 20 .
.yang digatnbarkan lembaga kemasyarakatan dalam Islam

tidak lain adal~h lembaga ~ebagai yang berfungsi pada abad 7,
8 dan 9, yakni sudah ± seribu tahun yang lalu.

I

Memang begitti eara kaupl orientalis menggambarkan lembaga-
lembaga Islam,1 seakan-akan lembaga-Iembaga itu tetap tak boleh
dan tak dapat dirobah.

Modernisasi atali Pembaharuan

Dala~ b,!\a1aman33 kami dapatkan kata-kata sebagai berikut:
"Del)gan adanya kontak antara Islam dan kemajuan Barat
yang dimulai pada pembukaan abad ke 19 yang lalu, umat Islam

I

dipi.mgaruhi oleh pemikiran-pemikiran modern Barat. Dalam

Islam timbull~h pula pemikiran pembaharuan yang masih menjadi
soal hangat s~mpai di zaman kita sekarang. Maka di samping as-
pek-aspek terse but, terdapat pulaaspek modernisasi atau pem-
baharuan dalam Islam".

Dertgan' mengingat bahwa Dr. Harun Nasution memberi
judul-judul "Aspek pembaharuan" untuk Bab XI atau terakhir,
dan di sanalah nanti saya sampaikan koreksi saya, pada sa'at
in! saya hanya mengkonstatir bahwa kata-kata tersebut di atas
memberi gambaran-gambaran a. umat Islam dipengaruhi oleh pe-
mikiran-pemjkiran modern Barat. b. dengan begitu maka timbullah
pemikiran pembaharuan.

40

. -

Dcngan kata lain', Islam itu ~assif, dipengaruhi oleh Barat
.1011\karcna dipengaruhi'maka timbullah pemikiran pembaharuan .

.

.

Gambar seperti" terse but di atas tidak betul. Lebih tepat
h.•ltwa Islam bertemli dengan Barat dalam dua bidang : teknik
(1.111hidang fikiran. Islam menerima bidang teknik. Dan bidang
lihlran Islam menunjukkan perhandingan-perbandingan panda-
11/'.;11\hidup, yangakhirnya makin lama makin nyata kekuatan
1':Il\t1anganhidup Islam itu.

Hakekat Islam

Dalam halaman 34 kami dapatkan kata-kata di bawah ini :

"Untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan faham itu per-
IlIlah diketahui dan diajarkan hakekat Islam, yaitu Islam dalam
q~ala aspeknya".

Komentar .saya mengenai kata-kata di atas adalah sebagai

Itnikut :

Maril~h kita mengikuti jalan fikiran Dr. Harun Nasution

cl.dam Bab III sampai Bat>XI yang akan datang.

Dalam Bab II ini Dr. Harun Nasution memakai judul: Islam
lI.dam pengertian yang sehenarnya. Ternyata banyak pengertian-
Pl'ngertian yang disampaikan dalam Bah II tersebut bukan penger-
Il:In yang sebenarnya. tentang Islam, akan tetapi pengertian kaum
lIIientalis ten tang Islam.
Nanti kita akan mengetahui, sesudah membaca Bab III sam-
pai XI apakah Bah II 'itu mengandung hakekat Islam atau suatu
1.lham yang' mengandung banyak idee-idee yang tidak sesuai
d(;ngan faham Islam, dan memberi gambaran Islam yang sangat
111crugikandan akan menjauhkan generasi muda dari Islam.

41

..~..

"

.'

3

.'

"..

"

KOREKSITERHADAP BAB III TENTANG

ASPEK IBADAT, LATIHAN SPIRITUIL DAN AJARAN MORAL

Badan tidak jib-at, Roh tidak selalu baik

Bab III ini oleh Dr. Hartin Nasution dimulai dengan kata-

kata beriku t :

"Manusia dalam faham Islam, sebagai halnya dalam agama
monoteisme lainnya, tersusun dari dua unsur, unsur jasmani
dan unsur mhani. Tubuh manusia berasal dari materi dan mem-

punyai kebutuhan materiil,sedangkan

roh manusia bersifaf
immateri dan mempunyai kelJutuhan spirituil. Badan karena
mempunyai hawanafsu, bisa membawa kepada kejahatan, sedang
roh karena berasal dari unsur yang suci mengajak kepada kesu-
cian, Kal.\lseseorang hanya mementingkan hidup kematerian
ia mudah sekali dibawa hanyut oleh kehidupan yang tidak bersih,
bahkan dapat dibawa hanyut kepada kejahatan ,".1

Kata-kata tersebut jika kita baca sepintas lalu kita lebih
cendemng untuk menerimanya. Akan tetapi jika kita renungkan
lebih mendalam, kita akan merasa bahwa faham yang terkandung

di dalaml1)'a bukan faham Islam. Kata-kata tersebut mengandung
ajaran Gnosticism dan Neo Platonism yakni ajaran yang mengan-
jurkan menjauhkan diri dari dunia karena segalakeduniaan itu
jahat.

Badan itu tidak jahat danrokh itu tidak selalu baik. Badan
tidak mempunyai' kecenderungan; tetapi bad an selalu dengan

rokh, Kalau badan terlepas dati rokh itu namanya b{ngkai,' jiwa
atau nafs atau rokh dapat mempunyai kecenderungan baik atau

42

.. '

..'

"

kl'<.:cnderungan jahat. Badan tidak mempunyai hawa nafsu; hawa

lIarsu artinya keinginan j~hatdari nafsu. Nafsu dalam Al Qu:r-an
.Ida yang disebut ammarah. memerintah kepada kejahatan, la'Ywa-

1111111, nafsu yang inencela orang lain, dan nafsu mutmainnah,

lIarsuyang tentram. \ '

Kalau kita perhatikan uraian Dr. Harun Nasution sering me-
Ilgandung kontradiksi. Padahalaman 36, ia mengatakan: "sedang
loll, karena berasal dari unsur yang suci, mengajak kepada kesu-
cian". Pada halaman 37, Dr. Harun Nasution berkata: "Pendek
kata, dalam dialog dengan Tuhan (selJ1bahyang) itu seseorang me-
minta supaya rohnya disucikan." "Puasajuga merupakan pensuci-
an roh." "Ibadah haji juga merupakan pensucian ' roh",
"Zaka(sungguhpun itu mengambil bentuk mengeluarkan sebagian
dari harta"untuk menolong fakir-miskin dan sebagainya, juga me-
lllpakan penrocian, roh".
Tersebut dalam Surat Al Dzariyat Ayat 56 :

./.

•...?"'./ ~~ /· •••.

t·/~ ,'...?~// //

( 0"\ ~ ~~) I.:J \) 9-' ~/ 1~~ ~\-,~ \~ L:;;-,

/

llDan Aku ttdak jadikan jin dan manusia mela/nkan supaya mel:eka
menyembah akan-daKu."

Dalam Islam Tuhan Adalah Suatu Zat Yang DitakutiTetapi
Juga Suatu Zat Yang Dikasihi.

Pada halaman 39'; kami dapatkan kata-kata sebagai berikut:

"SelanjUtnya arti sembah dan sembahyang yang diberikan kepad~
~

dan ~ juga membawa kepada faham yang'tidak te-
pat. Kata sembahyang berasal dari suatu bahasa yang memakai
I"ilsafat lain dari filsafat Islam. Sembahyang mengandung arti
mcnyembah kekuatan gaib dalam faham masyarakat ,animisme
dan politeisme. Dalam filsafat masyarakat serupa ini kekuatan
gaib yang demikian ditakuti dan mesti disembah dan diberi
scsajen agar ia jangan, murka dan jangan membawa bencana
hagi ala!TI'"

"Kata sembahyang yang mengandung arti demikian ketika

43

.....

."~

•."

..".

dibawa ke dalam konteks Islam, sebagai t~rjemahan bagi kata
'abada dan SoHa', menimbulkan perobahan dalam konsep Tuhan
yang ada dalarri Islam!'

"Dalam Islam, Tuhan bukanlah merupakan suatu zat yang

ditakuti akan teta}?i suaJll zat yang dikasihi. Ini banyak dari

ucapan-ucapan ~J' iJ.Z"') 1-iL1~. yang tiap ha.ri berkali-kali
dibaca umat Islam. Rahman dan Rahim berarti Pengasih dan
Penyayang, jadi bukan Tuhan yang ditakuti, tetapi Tuhan yang
dikasihi mereka. "Tetapi kata sembahyang yang masuk ke dalam
konteks Islam itu menghilangkan sifat Pengasih dan Penyayang
itu dari kesadaran umat Islam. Inilah pula kelihatan salah

saju sebabnya maka "'\-Ill ~\ dalam AI Qur-an di Indonesiakan
menjadi "takutilah Tuh~n", sedang arti sebenamya ialah "peliha-
ra dan jagalah dirimu dari tlukum Tuhan di akhirat dan patuhlah
kepada nerintah dan larangannya."

Dari halaman 39 terse but sengaja saya kutip secara panjang,
karena pentingnya. Dr. Harun berpendapat bahwa "Tuhan bukan-
lah suatu zat yang ditakuti, tetapi suatu zat yang dikasi~
hi." Kata-kata tersebllt adalah kata-kata yang menunjukkan pe-

ngaruh agam::l•.Kristen dalam pikiran Dr. Harun Nasution.
Bahasau!alah sangat terbatas, apalagi kalau untuk soal-soal

oj

kerohanlan dan abstrak, maka dipakailah kata-kata yang lebih
konkrit untuk menterjemahkan istilah-istilah keagamaan dengan
mengambil istilah yang sudah ada. Kita me.makai "sembahyang"
untuk salat yang berarti do'a atau permohonan dan kita memakai
puasa untuk siyam. Semua itu untuk memudahkan faham.

Dalam agama Kristen "God is love." Tuhan itu cinta, asal
perkataan love atau cinta sesungguhnya berarti kekuatan apa
saja, seperti daya tarik bumi umpamanya. Yesus menurut teologi
Kristen adalah juru selamat, yang menyelamatkan manusia.

Islam tidak begitu, Tuhan itu pengasih dan penyayang tetapi

juga pemurka, Tuhan itu maha pengampun, Ghafur Rahim, te!api
juga menjatuhkan hukuman berat, Syadidul iqaab.

/'

Bangsa Indonesia tidak keliru untuk menteIjemahkan Ittaqul

44

' .. ~:.-.:. ~;.:..

".'

laha dengan takut kepada Tuluvl. Takut itu bermacam-macanj,

••

r

Illl'Iluru1 fiisafat agama di Ba:tat; Rudolf Otto menggambarkan
I.lIw t dalam agama sebagai numinous feelings yang terdiri dari
Il'Iigious dread yakni takut yang membangkitkan bulu rama ma-
Illlsia dan religious fascination yakni ras-a cinta dan kagum. Takut
d:i1am Islam adalah seperti orang takut kepada orang tua, dalam
h:dlasa Jawa: wedi asih. Takut kepada seorang pemimpin yang
hl'rani dan jujur, takut di sini berarti hormat dan cinta. Dr. Harun

Illpa bahwa selain "l11~\ . ~ ' terdflpat k~t~-kata lain di
dalam Al Qur-an seperti: ~

dan

"t;... ) yang
Sl~caraharfia! jlH~aberarti takuL. palam aya! 13 sur at ~ .?I, ter-
s~but: o~~,~u' ~\.:Ul\,; ~~l

: Apakah kamu ta-
kut kepada manusia padahal Allah lebih berhak untuk kamu

hakuti. Ayat 175 surat C>~S berbunyi :

./ ~ • J ~~~./ ,. ~~ "'./"~ "...'.I~~"'-:

• ;~

f

• w' 0~ l>.,.a A~~')\!

v.~ ./ ~

/ /:;;:r- ./r .7

Maka limgan takut kepada mereka, tapi takutlah kepadaku jika kamu
itu beriman.

\ -:;;

/1

•• t*

•.•••

I'

Bahwa secara bahasa -P~berasal dari ~ ~, yang ber-

arti menjaga diri sudahn£anyak orang mengetahui. Tetapi alangkah
indahnya perkataan o(i\ sebagai kata nama, jika diterjemah-
kan dengan takut yang harppir sarna bunyinya, sedangkan artinya
juga sarna dengan: Khasyyah dan KhauL

Dalam halaman 39 + ha1aman 40, baris terakhir, terdapat
kata-kata sebagai beI'ikut "Tujuan ibadat da1am Islam bukanlah
menyembah', tetapi mendekatkan diri kepada Tuhan, agar· dengan
demikian roh manusia senantiasa diingatkan kepada har-hal yang
betsih lagi suci, sehingga akhirnya rasa kesucian seseorang menjadi
kuat dan tajam. Roh yang suci membawa kepada budi pekerti
baik dan luhur. Oleh karena itu ibadat lii samping merupakan latih-
an spirituil, juga merupakan 1atihan moral."

Dr. Harun berusaha mengkaitkan ibadat dengan moral. Tuju-
an ibadat bukan menyembah tetapi mendekatkan diri' kepada Tu-
!lan, selungga ingat kepada' hal yang bersih dan suet Sebagai saya
katakan pada lain halaman, ini ada1ah gnosticism, yang menggam-

45

;", .....

,. ~

barkan dunia ini iahat dan Tuhanitulah suci.

Ibadat ada dua ~acam. Ibadat murni ialah untuk berhubl,mgan
dengan Tuhan, berdo'a, meminta, mengagungkan, memahasuci-
kan, ini tercermin dalam salat atau yang kita namakan sembah-
yang. Ada pula ibadat yang banyak hubungannya dengan masya-
rakat seperti zakat, puasa dan haji, sehingga dalam 3 macam
ibadat ini seseorang muslim secara simultan menyembah Tuhan
dan mengabdi kepada masyarakat.

Kata Dr. Harun N~.sution: "roh yang suci membawakan
kepada budi peketti baik dan luhur, berarti ada roh yang ti--
dak suei, dan ini bertentangan dengan apa yang ia katakan pada
permulaan bab III bahwa: Badan karena mempunyai hawa nafsu
bisa m~mbawa kep'ada kejahatan, sedang roh berasal dari unsur
yang suci mengajak kepada kesueian. -

.Ibadat sebagai diterangkan di atas mencakup segi spirituil
dan moral, karena dalam Islam dua segi itu tak. dipisahkan,
sebagaimana juga segi akhirat .tak dapat dipisahkan dengan segi
keduniaan.

Sampai di sini dapatlah kiranya saya menerima uraian Dr.
Harun Nasution, walaupun di dalamnya teras a ada campur aduk
. ide gnostic dan ide Islam.

Tet \.i .akibat dari kata Dr. Harun Nasution bahwa ibadat
di sampifl.g merupakan latihan spirituil juga merupakan latihan
moral, akan menjauhkan umat Islam dari ibadat.

Dalam halaman 40, Dr. Harun Nasuti»n memberikan tafsiran

t1,,!"*/ t";."·~' '" 1.L /./ ".., •• '" "./. "./ / '

kepada Hadis :_~\J~~\¥AG~~"'j

~~~;{

sebagai

berikut: Salat yang tidak menjauhkan pelakunya dan kelakuan
tidak senonoh dan perbuatan jahat bukanlah salat ; yang mengan-
dung arti bahwa salat yang tidak mencegah seseorang dati perbu-
atan jahat dan tidak baik bukanlah sebenarnya salat. Salat demiki-
an tidak ada artinya, DAN MEMBUAT ORANG BERTAMBAH
JAUH DARI TUHAN.

Dalam halaman 41, Dr. Harun Nasution juga menyebutkan

Hadis

46

/; t' .•~ ~,/ /,' /./.1' / -'/"/ ,,~ /./""",,,,'

~~ ~\J:'~6.,~ ~ ~ ~\ •.,/"•.~J\J~-;rl>J Z;'
L/, .. ./ /. " ' , ".I' ./ v/'/./ '.T l.-~r

' ,

~./""./ f -' .1'/
.d.1 :. .cJ...ALl.

.-"'(~,

~

"Orang yang tidak meninggalkan kata-kata bohong dan senantiasa
berdusta tidak ada faedahnya menahan din' dan' ma~n dan minum ".

Jadi puasa yang tidak menjauhkan manusia d pl'rbuatan tidak baik tidak ada gunanya. Orang yang demikian
lidak perlu menahan diri dari makan dan riiinum, karena puasa-
lIya tak berguna.

Dalam halaman 42, Dr. Hamn menyebutkan Hadis :

"",/ ,~ /' '-I/'~ ~/1/ ,j.., /j)/.' / f\7""., /,.'"
c.;;'\ ~ :.1'1 ..~ f4Al1\t- \ "-' ':: tl •• I ~ \~'

' -.,

'..7 j~ VI- - /

?' > ~ ../

./ -./ 0""":'

/

'/

'"

9.1I / '" ,.~J f\".l'" /'"/iI'/ / ~\:\, '/-,-. --:

.~~ ,";d,~ J,

\ '•••.. \,b..\ ~~. L;

J\rtinya:

\ ,/ ,,/

.. ~-'

• ""/

"Puasa bukanlah menahan diri darimakan dan minum, tetapi puasa
ialah menahan diri darikata sia-sia don kata-kata tak sopan, jika kamu
dicaci atau tidak dihargai, katakanlah 'aku berpuasa".

D.ENGAN DEMIKIAN BERPUASA BUKANLAH MENAHAN
I)lRI BARI MAKAN DAN MINUM, TETAPI MENAHAN DIRI
D!\RI UCAPAN TIDAK BAlK LAGI KOTOR.

Jika seorang mahasiswa LA.l.N. tingkat pertama atau kita ti-
dak hati-hati membaca uraian di atas,' niscaya kita akan berkesim-
(lulan: berpuasa bukan menahan diri dari makan dan minum,
lak usahlah kita bersembahyang jika masih melakukan jahat"
karena kita akan bertambah jauh dari Tuhan.

Pada halaman 44, Dr. Hamn menye'butkan Hadis:

\::".. '/-,;.//./\~ \/ ,/1"" /,/ /.~ '~.'4'//"~ \ /,~//

~¥'~~Q~~;;~

\ ,;~" :.c~~~\A1\J"-,,L

/

./ '" /J,/

/../ - v-/

// J./ .•.•

/,,1// "",.-:'{" . / /:.~ ./ / ///.•.•• , /.~//'J./

J~~~:Jl;,I~IJ\~~:J~ .~44J~->j~~\~

\~~l~t/:'~L;\:~\/<~~..

i.9:L':YG~~~\

-;;,

// /'7:"7'/ / ;\}/,-,/YJ.. /

•• tJ / '). /

/.:

// /. ,

, ,,/.;

.~,' /

.q\~~\Jl;,~~ s~~~~~ '-'\)I'~

/ / ,.../

, /J.-/ ~ / /

47

<2.

Artinya:

<

"Wahai Rasul Tuhan, wanita Ahu terkenal banyak melakukan salat, pu·
asa dan bersedekah, tetapi lidahnya menyakiti hati tetangf!a". TJjarNa·
bi: "fa masuk neraka". Kemudian petanya berkata: "Wahai Rasul Tu·

han, wanita Anu terkenal sedikit melakukan salat serta puasa dan
memberikan sedekah hanya kepingan keju asam, tetapi tidak menya-
kiti hati tetangga". Beliau menjawab: "fa masuk surga".

JADI SEBAGAI DIJELASKAN HADIS INI, ORANG YANG
KUAT SEMBAHY ANG, BERPUASA DAN BERSEDEKAH, TE-
TAPI LIDAHNY A MENYAKITI TET ANGGA, AKAN MASUK
NERAKA. DAN ORANG YANG SEDIKIT MENJALANKAN
IBADAT SEMBAHYANG, PUASA DAN SEDEKAH TETAPI
TIDAK MENY AKITI HATI TETANGGA, AKAN MASUK SUR-
GA.

Orang yang belum ban yak mengetahui ajaran-ajaran Islam,
jika membaca uraian tersebut di atas akan mendapat kesimpulan
bahwa IBADAT atau RUKUN ISLAM dari sembahyang, puasa,
zakat dan haji adalah tidak penting. Ia kurang penting jika diban-
dirigkan dengan budi pekerti yang tinggi.

Fahar ~: Kebatinan ·Yang tidak mengakui syari'at. Yang diakui adalah hake-
kat, suatu hal yang tak ada hubungannya dengan ibadat.

Dengan gambaran seperti di atas, nyata sekali bahwa Dr.
Harun Nasution mempelajari Islam tidak secara systematis. Syari-
'at dan Ibadat adalah hal yang mutlak harus dilakukan o1.ehorang
-Yilngmengaku dirinya muslim. Dalam hal ini tentu tidak tiap orang
sarna. Ada yang sering ketinggalan sembahyang, ada yang sekali
dua kali /seminggu tidak melakukan sembahyang, ada yang setiap
'waktu melakukan sembahyangfardlu dan actapula yang di samping
melakukan sahtt fardlu juga melakukan salat sunnat. Orang yang
melakukan ibadat semacam itu dengan sempurna, akan merasa
sebagai akibatnya, bahwa ia lebih cenderung kepada melakukan

48

.-

kchajikan, bersikap ramah terhadap tetangganya dan sesama ma-
IIlIsia, merasa belas kasihan terhadap (Orang yang menderita Jadi
kalau ada orang" yang selalu melakukan sembahyang tetapibudi

Jlckertlnya jelek, maka sesungguhnya ia tidak melakukan sembah~
i1ngyang semestinya.

Maksud daripada Hadis-~adis yang disebutkan oleh Dr. Hamn
Nasution bukan untuk meninggalkan ibadat, seperti yang ditulis~
lIya, ya'ni BERPUASA BUKANLAH MENAHAN DIRI DARI
MAKAN DAN MINUM TETAPI MENAHANDlRI DARI UCAP~

AN TIDAK BAlK LAGI KOTOR; maksud Hadis tt::rsebut adalah·
Iilngan sampai kita melakukan ibadat hanya secara formil, tanpa isi
afau arti.

-

Barangkali ada pembaca yang bertanya bagaimanakah hukum-
Ilya orang yang berbudi baik tetapi tidak melakukan ibadat?
Orang Islam yang semacam itu akan mendapat pahala berhubung
dcngan kebaikan budinya, tetapi ia berdosa meninggalkan syari'at
dan ibadatnya.

'

Sampai di sini dapatlah kiranya saya anggap cukup untuk
IIlCnyampaikan koreksi saya terhadap Bab III. Aspek ibadat, latill-
.Ill spirituil.

Tentang ajaran moral yang disebutkanoleh Dr. Ha,mn Nasuti-

lllldari halaman 46, mulai oaragraph.¥ang berbunyi "Di samping
latihan spirituil dan moral, AI Quran d.~n Hadis' juga membawa
,Ijaran-ajar an atau' norma-norma moral yang hams dilaksanakan
!Ian dipegang setiap orang Islam" sampai akhir halaman 54, menu-

lul hemat. saya merupakan bab yang tersendiri, luas dan lebar
'l'rta mendalam, dan tidak dapat diboncengkan dalamsoal ibadat
!Ian latihan spirituil.

Saya ringkaskan kbreksi terhadap bab III adalah sebagai ber-

Ikut:

I Dr. Hamn Nasution. selalu menekankan adanya dualisme
yaitu: unsur jasmani dan unsur rokhani. Badan merrtpunyai hawa

49

nafsu dan dapat membawa kepada kejahatan sedang roh karena
berasal dari unsur suci mengajak kepada kesucian.

Dualisme tersebut adalah faham yang usang, faham Yunani,
Hindu dan Kristen. Faham Islam tidak begitu. Badan itu sendiri
bersifat netral. Badan tanpa jiwa artinya bangkai' yang baik

. ,

atau iahat itu roh. Di sinilah letak bedanya Islam daripada aga-
ma-agama lain. Kita harus memelihara badan kita, di samping me-
melihara rokh atau jiwa kita.

,II. Dr. Harun tidak dapat membedakan Hadis-Hadis dan Ayat-
Ayat hukum daripada Hadis-H(idis dan Ayat-Ayat akhlak. Hadis
yang mengatakan bahwa: "Salat yang tidak menjauhkan pelaku-
nya dari kelakuan tidak senonoh dan perbuatan jahat bukanlab.
salat", Hadis tersebut bukan Hadis hukum akan tetapi Hadis
akhlak, ya'ni anjuran sUPllya jika kita sembahyang hendaknya
dengan secara khusyu' dart jangan hanya sekedar formalitas kosong,
begitu juga Hadis yang mengatakan "Puasa bukanlah menahan diri
dari, makan dan minum, tetapi puasa ialah menahan diri dari kat a
sia-sia dan kata-kata tak' sopan" bukan Hadis hukum tetapi
Hadis akhlaJc, yang menganjurkan kita supaya jangan puasa de-
ngan ,puasa formil, tak makan tak minum sepanjang hari, akan

tetapi mejtkukan hal-hal yang tidak baik.

Aki~jdt dari dua kekeliruan tersebut adalah besar. Kekeliruan

pertama 'menyebabkan kita condong kepada ascetisme, Zuhud
yang melewati batas dan menyiksa bad an untuk kepentingan
rokh, seperti yangdikerjakan oleh fakir-fakir dari agama Hindu
dan oleh mistik Kristen dalam abad pertengahan.

Kekeliruan kedua: dapat dipakaioleh pengikut "kebatinan"
yang tidak suka kepada syari'at Islam. Apa gunanya orang sem-
bahyang jika tanpa sembahyang orang sudah dapat memperbaiki
diri.nya.

Ada lagi kekeliruan ketiga, yaitu yang tersebut dalam halaman

51 dan 52.

,/

50

Dr. Harun 11}enulis: "Dapatkah manusia melalui akalnya me-
IIp.L'lahuiperbuatan mana yang buruk? Ataukah untuk TJ1engetahui
Ilil manusia perlu pacta wahyu.

"Golongan Asy'ariyah mengatakan !ak dapat diketahui dengan
Ilwl. Golongan Mu'tazilahmeng?tak~ln bahwa akal cukup kuat
IIl1tuk mengetahui buruk baiknya sesuatu perbuatan. Wahyu
1',llIya memperkuat pendapat akal dan membuat nilai-nilai yang
dillasilkan fikiran manusia itu bersifat absolute dan universil,
'!gar dengan demikian, mempunyai kekuatan mengikat bagi seluruh
IlIllat."

Soal perbedaan antara Asy'ariyah dan Mu'tazilah lebih meru-

flakan suatu lembaran daripada sejarah Al Firaq a1 Islamiyah
(l'olongan-golongan dalam Islam) pada abad 4 H atau 11 M,
dafl sebaiknya tidak dimasukkan- dalam aspek ajaran moral atau
Ilah III. Soal kemampuan akal sampai hari ini tetap dibahas oleh
I'ilsarat modern. Kaum Mu'tazilah sebagai suatu golongan yang
kl'pengaruh o1eh Filsafat Yunani yang bersifat rationali~ dan yang
llidup pada abad 11 M, belum mengalami sejarah filsafat Kritik
.lIlg baru muncul pada abad 18 M.

Emmanuel Kant (1724-1804) filosuf Jerman yang memulai
lilsilJ"at Kritik menunjukkan dalam Qukunya: Critique of pure
IL.!son bahwa ada hal-hal yang tak mampu diketahui oleh Akal,
Illll hal-hal yang 1anamakan noumena (thing in itself). Emmanu-
I Kant berpendapat bahwa untuk mengetahui adanya Tuhan dan
lam akhirat, manusia dapat melakukan dengan memikirkan
\.I1-$oalyang berkenaan .:~engan Budi Pekerti, yaitu yang dibahas
dilliltn bukunya yang berjudul Critique of Practical reason.

Dengan perkataan lain, percayalah kepada adanya Tuhan dan
Ill: Illhalasan di hari kemudian (baik pahala maupun siksaan), nisca-
a L'ngkau akan melakukan budi pekerti yang baik. Jadi yang
Illl'lIl;l1tukan baik buruk sesuatu perbuatan adalah kepercayaan
klllang adanya Tuhan dan Hari Kemudian, Dengan kata lain,

1'~.1Il1 menunjukkan bahwa akal manusia terbatas, dan iman kepa-

51

da Tuhan dan hari kemudian menjadi landasan bagi perbuatan
manusia.

Menonjolkanperbedaan

pendapat antara Asy'ariyah dan
Mu'tazilah dalam buku Pengantar Ilmu Agama Islam akan mele-
Il)ahkan Iman para mahasiswa~ memang tidak ada agama yang
mengagungkan akal seperti agama Islam, tetapi dengan meng-
gambarkan bahwa akal dapat mengetahui baik dan buruk sedang
wahyu hanya membuat nilai yang dihasilkan fikiran manusia itu
bersifat absolute u.piversal, berarti menganggap sepiayat-ayat
Qur-an seperti: Wallahu ya'lamu wa antum laa ;ta'lamun; artinya.

,Dan Allahlah yang Maha Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui

(Surat Al Baqarah avat 232) ..

Pada zaman sekarang di Barat sendiri sudah dirasakan bahwa
akal itu tidak mampu mengetahui baik dan buruk. Existentialism
religiou~ adalah suatu aliran baru yang timbul sebagai reaksi
terhadap rationalisme.

52

4

KOREKSI TERHADAP BAB IV TENTANG ASPEK

I -

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->