IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN YANG RESPONSIF GENDER

Oleh : Drs. H.A. KHOLIQ ARIF, M Si Disampaikan pada acara LOKAKARYA MEMBANGUN POLA PIKIR GENDER BAGI PENENTU KEBIJAKAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO 26 JUNI 2008

BUPATI WONOSOBO

A. HAKEKAT PEMBANGUNAN ADALAH UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT, TERMASUK DI DALAMNYA PENINGKATAN SDM (BAIK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN). B. KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DPT DILIHAT MELALUI IPM. DI WONOSOBO IPM CENDERUNG MENINGKAT, NAMUN BELUM DIIMBANGI DENGAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PEREMPUAN. DISAMPING ITU PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM LEMBAGA PENGAMBILAN KEPUTUSAN MASIH RELATIF RENDAH. C. KONDISI TSB MERUPAKAN TANTANGAN KABUPATEN WONOSOBO UNTUK LEBIH MENINGKATKAN KUALITAS DAN PARTISIPASI PEREMPUAN MELALUI PEMBANGUNAN RESPONSIF GENDER.

2007

HDI / IPM : 63,7 ( PERINGKAT 25 PROPINSI ) GDI WONOSOBO (59,8 : Peringkat 18 Provinsi)

2007

‡ Angka Harapan Hidup (Perempuan 71,7 thn, laki ± laki 67,8 thn) ‡ Melek Huruf (Perempuan 81,5 %, laki ± laki 92,1 %) ‡ Rata ± rata lama sekolah (Perempuan 6,0 thn, laki ± laki 7,1 thn) ‡ Angkatan kerja (Perempuan 39,4 %, laki ± laki 60,6 %)
2007

GEM (55,2 = PERINGKAT 7 PROPINSI)

‡ Perempuan di parlemen Wonosobo : 11 % ‡ Perempuan dalam Pemerintahan (Eselon I ± V Pemkab) : 167 orang ‡ Perempuan pekerja profesional, teknisi, kepemimpinan ketatalaksanaan (37,12 %)

KONDISI PEREMPUAN DI WONOSOBO (2007)

1. JUMLAH PEREMPUAN LEBIH SEDIKIT DIBANDING LAKI-LAKI, PEREMPUAN 393.983 DAN LAKI ± LAKI 407.645 ( HANYA SELISIH 1,30% ) 2. BUTA AKSARA PEREMPUAN LEBIH SEDIKIT DIBANDING LAKI LAKI (PEREMPUAN 5326 ORANG DAN LAKI-LAKI 6773 ORANG) DARI JUMLAH PENDUDUK BUTA AKSARA SEBANYAK 12.099 ORANG 3. KEIKUTSERTAAN KB LAKI-LAKI LEBIH RENDAH DIBANDING PEREMPUAN SEBANYAK 121.301 ORANG (97,93 %) DAN (LAKILAKI HANYA 2.566 ORANG (1,07%)

UPAYA (KEBIJAKAN) PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO UNTUK MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN YANG RESPONSIF GENDER 1. KOMITMEN POLITIK : - VISI, MISI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TERTUANG DALAM DOKUMEN PERENCANAAN (RENSTRADA, RKP-D DAN KONSEP RPJP-D) 2. IMPLEMENTASI PROGRAM SERTA KEGIATAN. 3. PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN PUG - STRUKTURAL (PEMBENTUKAN SOTK SEBAGAI BAGIAN PADA SETDA) - NON STRUKTURAL (FORUM PUG, TKP2KPA, KPPI) 4. PENINGKATAN KUALITAS SDM (PEMAHAMAN PUG) 5. PENYEDIAAN DATA TERPILAH DAN SISTIM INFORMASI GENDER 6. ANALISIS GENDER 7. PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT - KETERLIBATAN DLM FGD, FORUM DAN FORGAB SKPD, MUSRENBANG. - PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PPK, PNPM, ADD,P2MBG).

PERMASALAHAN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN RESPONSIF GENDER

1. PERENCANAAN PEMBANGUNAN BELUM SEPENUHNYA TERPADU, SINERGIS, KOMPREHENSIF DAN MENJAWAB PERMASALAHAN GENDER. 2. PRIORITAS PROGRAM DAN KEGIATAN BELUM TERFOCUS 3. BELUM SEMUA SKPD MEMAHAMI DAN MENARUH PERHATIAN DALAM MELAKUKAN PUG

PENYEDIAAN DATA TERPILAH

IDENTIFIKASI DATA TERPILAH

KEBIJAKAN

IDENTIFIKASI MASALAH DAN FAKTOR PENYEBAB

USULAN PROGRAM / KEGIATAN (MEKANISME SESUAI UU. NO. 25 / 2004)

MEKANISME PERENCANAAN PEMBANGUNAN (BERDASARKAN UU NO. 25 TH. 2004)

PENDEKATAN
BOTTOM UP POLITIK

SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN

TOP DOWN

TEKNOKRATIK

PARTISIPATIF

MEWUJUDKAN IMPLEMENTASI PUG DALAM KEBIJAKAN DAN PROGRAM SEKTOR KAB. WONOSOBO
PENGAMBIL KEBIJAKAN
KONSULTASI, PELAPORAN

INFORMASI / KOORDINASI

1. KEBIJAKAN PUG NASIONAL 2. KONSEP KEBIJAKAN DAERAH 3. DATA DAN INFORMASI PERSPEKTIF GENDER 4. PENGEMBANGAN MODEL PROGRAM 5. PELAPORAN

ARAH KEBIJAKAN

INSTANSI SEKTORAL

PENGEMBANGAN PROGRAM RESPONSIF GENDER

TIM PENGGERAK PUG SEKTORAL

6. SENSITISASI GENDER 7. P U G 8. TEKNIK ANALISA GENDER 9. SISTEM INFORMASI GENDER

PELATIHAN

(KOMUNIKASI, INFORMASI DAN ADVOKASI) MASYARAKAT
FORUM DAN MEDIA

10. KIA (MEDIA, MODUL DAN PANDUAN) 11. KAMPANYE KKG

PEMBENTUKAN FORUM SKPD

Bahas Renc Prog dan Keg sesuai Fungsi dan Sub Fungsi serta Keg Lintas Sektoral

1. Hindari DUPLIKASI 2. Wujudkan SINKRONISASI

RENJA SKPD
BAHAN DALAM MUSRENBANG RKPD

TAHAPAN DAN JENJANG FORUM MUSRENBANG (TAHUNAN)

MUSRENBANGNAS

MUSRENBANGPUS

MUSRENBANGPROP

MUSRENBANG KAB/KOTA RKPD MUSRENBANG KEC PERKADA RKPD MUSRENBANGDES/KEL

KEBIJAKAN KOORDINASI KELEMBAGAAN

LSM PEMERINTAH KABUPATEN KPPI PKK KAB BAGIAN PP SETDA BAPPEDA KABUPATEN

SKPD

ARAH KEBIJAKAN PP

PENINGKATAN KUALITAS HIDUP, KESEJAHTERAAN, PERANAN DAN KEDUDUKAN PEREMPUAN SERTA PELEMBAGAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DLM RANGKA MEWUJUDKAN KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DLM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN DAN PEMBANGUNAN

PROGRAM PEMBANGUNAN
Program Pelembagaan Pengarusutamaan Gender Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Tujuan : Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan perempuan serta menjawab kebutuhan praktis Perempuan. Tujuan : Melembagakan PUG di semua bidang pembangunan dalam rangka meningkatkan status, kedudukan dan partisipasi perempuan serta menjawab kebutuhan strategis gender dengan memperhatikan aspirasi, pengalaman, kebutuhan dan masalah yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

PENUTUP
1. PEMAHAMAN KEWENANGAN DAN TUPOKSI SKPD

2. KENALI ISSUE KESENJANGAN GENDER YG ADA.

3. KETERSEDIAAN DATA PILAH DAN ANALISIS GENDER

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful