Bp.

Mansur, 67 tahun
Bapak Mansur, 67 tahun KU: usia dan jenis kelaminnya merupakan faktor resiko BPH

Tidak urinasi 16 jam dan nyeri abdomen bawah

Ada dua hal yang menyebabkan pasien tidak dapat mengeluarkan urin, pertama adalah terjadinya retensi urin yang disebabkan oleh obstruksi aliran urin oleh karena neoplasma, infeksi (prostat atau saluran kemih), batu, dan sebagainya. Dan yang kedua adalah karena urin itu sendiri yang tidak diproduksi, ini menandakan adanya kelainan ginjal. Tetapi karena pasien juga mengeluhkan nyeri pada abdomen bagian bawah, lebih mungkin dikarenakan oleh adanya obstruksi dan bukan kelainan ginjal. Karena ginjal terletak didaerah retroperitoneal setinggi vertebrae thorakal 11-12 hingga vertebrae lumbal 2, sehingga nyerinya seharusnya terasa didaerah tersebut dan jika menjalar akan ke daerah inguinal hingga femoralis. Hipotesa: retensi urin et causa obstruksi urinae et causa? Neurogenic bladder, UTI, Ca. prostat, prostatitis, BPH.

RPD: aliran urin melemah & dribbling, nocturia, tidak ada hematuria/urolithiasis Aliran urin yang melemah disebabkan oleh karena adanya obstruksi urin yang dapat disebabkan oleh adanya urolitiasis, atau masalah pada prostat yang menyebabkan pembesaran prostat seperti BPH, karsinoma prostat, ataupun prostatitis. Pasien lebih cenderung menderita BPH dan karsinoma prostat karena factor usia yang lebih dari 50 tahun, merupakan seorang pria, dan tidak adanya riwayat urolitiasis. Sedangkan dribbling adalah tanda terjadinya inkontinensia urin yang tipe overflow yang dapat disebabkan oleh obstruksi aliran urin yang menyulitkan pasien mengosongkan vesika urinarianya ataupun kelainan dari persarafan (neurogenic bladder). Nocturia dapat disebabkan oleh karena pada saat tidur, posisi tubuh kita membuat tekanan intraabdominal meningkat, juga terdapat peningkatan rangsangan parasimpatis sewaktu tidur, sehingga rangsang untuk berkemih terjadi lebih sering. Karena pasien menyatakan bahwa ia tidak memiliki riwayat hematuria ataupun urolitiasis, maka ini menandakan bahwa tidak ada kerusakan glomerulus, tidak ada luka sepanjang saluran kemih, dan factor resiko urolitiasis adalah RPD adanya hematuria ataupun batu sebelumnya. Hipotesa: UTO et causa BPH/karsinoma prostat/prostatitis/neurogenic bladder

Px Fisik: VS: BP meningkat, yang dapat disebabkan oleh retensi urin sehingga terjadi kelebihan cairan dalam tubuh yang menyebabkan peniningkatan tekanan darah. Tetapi VS yang lainnya normal, ini berarti tidak terjadi infeksi akut. Sehingga lebih mendukung hipotesa BPH, Ca. prostat, dan neurogenic bladder.

Palpasi: terdapat massa suprapubic yang kistik dan nyeri. Ini menandakan adanya retensi urin. Digital Rectal Examination:
y y

y

y

Tidak ada nyeri. Pada prostatitis, pasien akan merasakan nyeri yang bahkan dapat mencegah kita melakukan pemeriksaan ini. Tidak ada nodul. Pada karsinoma prostat, permukaannya akan bernodul-nodul dizona perifer prostat. Sedangkan BPH lebih sering terjadi pada zona transisional dan sentralis, yang terletak lebih ketengah bagian prostat, sehingga hanya teraba pembesaran tanpa nodul. Berat prostat: 40gram. Berat normal prostat adalah 20 gram. Jadi memang terjadi pembesaran prostat yang karena hal-hal diatas, kemungkinan besar disebabkan oleh BPH. Tetapi, tetap harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena pada pemeriksaan ini tidak disebutkan apakah tonus sphincter ani-nya normal, maka saya anggap normal. Ini akan melemahkan hipotesa neurogenic bladder.

Pemeriksaan Laboratorium:
y y y y y

Hb dan Ht menurun. Ini dapat disebabkan oleh pendarahan atau karena overload cairan. WBC normal. Berarti benar bukan karena infeksi akut (prostatitis). Ureum dan creatinine normal. Berarti fungsi ginjal pasien normal, yang menandakan tidak adanya urolitiasis. GDS normal, tidak ada tanda-tanda DM, berarti hipotesa neurogenic bladder yang disebabkan oleh DM dapat diabaikan. PSA <1,2ng/dL. Karena ini masih dalam rentang normal, berarti melemahkan hipotesa karsinoma prostat.

USG: ginjal dan vesica urinaria normal. Berarti tidak terdapat urolitiasis, karsinoma, ataupun hyperplasia prostat yang berat. TRUS: terjadi pembesaran prostat sebesar 43cc yang dapat disebabkan oleh BPH atau karsinoma prostat. Tetapi tidak terdapat area yang hiperechoic (Ca) atau hipoechoic (prostatitis), ini dapat membuang hipotesa karsinoma ataupun prostatitis. Sehingga hipotesa yang tersisa dan merupakan diagnosis kita adalah:

Urinary Tract Obstruction et causa BPH Dengan alasan: hasil USG, TRUS, PSA, RPD, DRE.

Terapi yang dilaksanakan untuk pasien adalah TURP dengan prognosa baik jika ditangani dengan cepat dan tepat. Dengan follow up biopsy 3-6 bulan kemudian untuk memastikan bahwa hanya terjadi BPH dan belum menjadi karsinoma prostat. Kategori Gejala klinis DRE BPH LUTS Kenyal, tidak bernodul, simetris Normal Pembesaran prostat yang tidak hiper/hipoechoic Ca. Prostat LUTS Keras, noduler, irregular >4ng/dL dg DRE abnormal Pembesaran prostat yang hiperechoic Prostatitis LUTS + tanda2 infeksi Colok dubur sangat nyeri shg tdk dilakukan Normal Pembesaran prostat yang hipoechoic

PSA TRUS

ANATOMI SALURAN KEMIH
Saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Ginjal Ginjal adalah sepasang organ berbentuk kacang yang terletak di bawah tulang rusuk dekat bagian tengah punggung. Mereka mengeluarkan produk sampah dari darah, menjaga keseimbangan elektrolit dan zat-zat lain dalam darah, dan menghasilkan eritropoietin (hormon yang memicu produksi sel darah merah di sumsum tulang). Setiap ginjal terdiri dari sekitar 1 juta mikroskopis (nefron) yang terdiri dari kapiler disebut glomeruli yang mengangkat produk-produk limbah uremic dari bentuk darah dan air seni. Setiap glomerulus menghubungkan ke tabung panjang, yang disebut tubulus ginjal. Bersama-sama, glomerulus dan tubulus bentuk satuan yang disebut nefron sebuah. Setiap nefron terhubung ke cabang tubular semakin besar, hingga mencapai area koleksi besar yang disebut kelopak. The calices membentuk bagian berbentuk corong dari ureter atas (pelvis renalis). Ureter Ureter adalah tabung fibromuskular yang menyampaikan urin dari pelvis ginjal ke kandung kemih. Setiap saluran kencing sekitar 16 inci panjang dan yang terkemuka dari ginjal kanan sedikit lebih pendek dari kiri. Ureter terdiri dari mukosa, otot, dan lapisan berserat. Daerah tempat ureter masukkan kandung kemih disebut trigonum. Katup di wilayah ini mencegah refluks (yaitu, membuat cadangan) air seni ke ginjal. Kandung kemih Kandung kemih adalah organ yang berongga, berotot bahwa urin toko. Hal ini terletak di belakang tulang kemaluan dan duduk di dalam dan dilindungi oleh panggul. kandung kemih ini diadakan di tempat oleh ligamen (band tangguh, fiberlike jaringan) yang terhubung ke panggul dan organ lainnya. Pembukaan, sempit internal uretra dalam kandung kemih disebut leher kandung kemih. Otot di leher kandung kemih disebut sfingter mengencangkan sekitar uretra untuk mencegah urin dari bocor. Bila volume urin di kandung kemih mencapai kapasitas tertentu, otak mengirimkan impuls ke sfingter internal, menyebabkan itu untuk bersantai dan otot detrusor, menyebabkan mereka untuk mendorong ke bawah dan mengeluarkan urin. Sebagai kontrak kandung kemih, itu mengusir urin keluar dari tubuh melalui uretra . Uretra Uretra adalah tabung yang melewati urin dari kandung kemih keluar dari tubuh. Pada wanita, adalah sekitar 4 cm panjang. Ini terdiri dari serat otot polos, serat otot sfingter, suatu lapisan jaringan elastis, dan jaringan kolagen dan dilapisi selaput lendir. Uretra perempuan dimulai pada leher kandung kemih dan keluar tubuh secara langsung di depan lubang vagina (saluran reproduksi wanita). Pada pria, uretra kira-kira 8-9 inci panjang dan memanjang dari leher kandung kemih ke ujung penis. Uretra laki-laki terdiri dari tiga bagian: prostat, bermembran, dan kenyal. Uretra prostat adalah bagian dari luas tabung dan melewati kelenjar prostat. Ini terdiri dari jaringan fibrosa, serat otot, dan bukaan kelenjar kecil yang terhubung ke prostat. Bermembran uretra adalah sekitar tiga perempat dari panjang inci dan terletak di antara segitiga ligamen panggul. Spons uretra adalah bagian terpanjang dan meluas melalui penis

ke glans (ujung penis). Korpus spongiosum adalah daerah yang lebih rendah dari penis yang mengelilingi dan melindungi uretra. Uretra pada wanita Pada wanita, panjang uretra sekitar 2,5 sampai 4 cm dan terletak di antara klitoris dan pembukaan vagina.Pria memiliki uretra yang lebih panjang dari wanita. Artinya, wanita lebih berisiko terkena infeksi kantung kemih atau sistitis dan infeksi saluran kemih. Uretra pada pria Pada pria, panjang uretra sekitar 20 cm dan berakhir pada akhir penis. Uretra pada pria dibagi menjadi 4 bagian, dinamakan sesuai dengan letaknya: pars pra-prostatica, terletak sebelum kelenjar prostat. pars prostatica, terletak di prostat, Terdapat pembukaan kecil, dimana terletak muara vas deferens. pars membranosa, sekitar 1,5 cm dan di lateral terdapat kelenjar bulbouretralis. pars spongiosa/cavernosa, sekitar 15 cm dan melintas di corpus spongiosum penis. Histologi Sel epitel dari uretra dimulai sebagai sel transisional setelah keluar dari kandung kemih. Sepanjang uretra disusun oleh sel epitel bertingkat torak, kemudian sel bertingkat kubis di dekat lubang keluar.Terdapat pula kelenjar uretra kecil yang menghasilkan lendir untuk membantu melindungi sel epitel dari urin yang korosif.

PROSTAT Prostat adalah kelenjar berbentuk donat yang seukuran bola golf yang terketak dibawah vesika urinaria, mengelilingi urethra para proximal pria. Organ ini merupakan kelenjar aksesorius terbesar system reproduksi pria, dengan ukuran panjang 3 cm, lebar 4 cm, dan dalam 2 cm. Prostat dibungkus oleh prostatic sheath yang terdiri dari fascia pelvicum pars visceral dan capsula fibrosa. Ia terdiri dari dua jenis jaringan, yaitu kelenjar yang tersusun oleh epitel

selapis kubus atau torak dengan stromanya yang terdiri dari otot polos dan jaringan ikat kolagen fibrosa. Sepertiga bagiannya merupakan bagian fibromuskuler atau zona perifer yang terdiri dari lobus kiri, kanan, dan posterior. Duapertiga sisanya adalah bagian glandular atau zona transisional (lobus anterior) dan zona sentralis (lobus medius). Prostat terdiri dari 5 lobus, yaitu lobus anterior, posterior, medius, sinistra, dan dextra.

Bagian atasnya disebut basis yang menempel dengan leher vesika urinaria, sedangkan bagian bawahnya adalah apex yang menempel dengan aspek superior M. Sphincter urethra dan otototot perinealis profunda. Permukaan anteriornya terdiri dari serat otot transversa yang membentuk rhabdo/hemisphincter dan merupakan bagian dari M. Sphincter urethra. Permukaan posteriornya berhubungan dengan ampulla recti. Dan permukaan inferolateralnya berhubungan dengan M. levator ani. Persarafannya berasal dari nervus pudendus. Kelenjar ini mengeluarkan cairan putih susu yang sedikit asam dengan pH ±6,5 dan terdiri dari asam sitrat, enzim-enzim proteolitik (Prostate Specific Antigen (PSA), pepsinogen, dsb), acid phosphatase, dan seminal plasmin. Cairan ini merupakan 20-25% isi semen. Fungsi cairan ini adalah untuk motilitas dan viabilitas sperma, menetralkan keasaman saluran reproduksi wanita, dan membunuh bakteri yang ada dalam system reproduksi wanita. Perdarahannya berasal dari A. Vesicalis inferior, A. Pudenda interna, dan A. Rectalis media dan mengalir ke plexus venosus prostaticus, vesicalis, dan vertebrae internus yang bermuara ke V. iliaca interna.

Mekanisme berkemih
y y

y y y y

Dipengaruhi oleh saraf simpatis dan parasimpatis serta impuls saraf volunter. Otot pada kandung kemih yang mengelilingi jalan keluar ke uretra (sphincter uretra internal) senantiasa berkontraksi menjaga supaya lubang ini tetap tertutup. Dipengaruhi oleh saraf parasimpatis. Otot sphincter uretra eksternal terdiri dari otot rangka yang kerjanya secara volunter. Di dinding kandung kemih terdapat otot detrusor yang bila berkontraksi menyebabkan urin dalam kandung kemih terdorong keluar. Bila dalam kandung kemih terdapat urin 300 400 ml, maka terjadi rangsangan peregangan pada dinding kandung kemih. Kemudian impuls ini dikirim ke otak, sehingga menyebabkan adanya impuls parasimpatis yang menyebabkan kontraksinya otot detrusor, relaksasi otot sfingter internal dan eksternal.

Mekanisme pencegahan berkemih
y

Hal ini dimungkinkan dengan adanya impuls volunter yang menyebabkan bisa ditundanya kontraksi otot detrusor dan relaksasinya otot sfingter. Sampai umur 18 bulan, impuls volunter ini belum bekerja dengan baik

BENIGN PROSTATIC HYPERTROPHY (BPH)
Benign Prostatic Hypertrophy atau BPH adalah nama lain untuk hyperplasia noduler prostat atau disebut juga hyperplasia glanduler dan stroma. Karena yang sebenarnya terjadi bukanlah hipertrofi sel tetapi hyperplasia sel. Abnormalitas prostat jenis ini cukup sering terjadi pada pria berusia diatas 40 tahun dan insidensnya semakin meningkat seiring pertambahan usia, dengan insidens mencapai 90% pada pria berumur 80 tahun. Karakteristik kkelainan ini adalah proliferasi sel-sel epithelial dan stroma prostat yang akan menyebabkan pembesaran ukuran kelenjar dan mengakibatkan obstruksi urin.

Morfologi
Hyperplasia terjadi paling sering pada sel-sel yang berada pada kelenjar periuretral dalam, terutama yang terletak diatas verumontanum. Prostat yang membesar dapat mencapai berat hingga 300 gram. Potongan melintangnya terdiri dari nodul-nodul berbatas tegas yang menonjol dari permukaannya yang tampak padat atau kistik. Nodularitas ini paling menonjol pada regio dalam (zona transisional dan sentralis). Nodul2 ini menekan uretra hingga diameter lumennya dapat hanya setipis kertas atau dapat juga berproyeksi ke dalam lumen vesika urinaria dan menyebabkab ball-valve type of urethral obstruction. Secara mikroskopik, nodul-nodul tersebut terdiri dari proliferasi elemen-elemen kelenjar dan stroma fibromuskuler. Kelenjar yang hiperplastik tersebut dilapisi oleh epitel kolumner tinggi dibagian dalam dan lapisan sel basal yg gepeng serta lapisan sel kubus diluarnya. Kepadatan epithelium yang berproliferasi membuatnya membentuk papillary projections pada kelenjarnya. Lumen kelenjar berisi materi sekretorik padat yang proteinaceous (corpora amylacea). Kelenjar dikelilingi oleh stroma yang berproliferasi.

Manifestasi klinis
Hanya 10% pria dengan BPH yang akan mengeluhkan gejala klinisnya yang berupa tandatanda saluran kemih bagian bawah (LUTS), yaitu tanda-tanda obstruksi (hesitancy, intermittent interruption of urinary stream sewaktu berkemih, pancaran melemah) dan tandatanda iritasi kandung kemih (urinary urgency, frequency, nocturia, disuria), atau jika terjadi obstruksi total, retensi urin yang menyakitkan, dan kadangkala hidronefrosis. Sisa residu urin dalam kandung kemih dan obstruksi kronik juga akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih.

Dasar Diagnosa
DRE: BPH: kenyal, tidak bernodul karena yang membesar yang bagian dalam, dan simetris Dengan rectal grading stage 0: teraba <1cm, berarti berat <10gram; Stage 1: teraba 1-2cm, berarti berat 10-25gram; Stage 2: teraba 2-3cm, berarti berat 25-60gram; Stage 3: teraba 34cm, berarti berat 60-100gram; Stage 4: teraba>4cm, berarti beratnya >100gram. PSA: <0,10ng/dL/cm3 TRUS: pembesaran prostat yang tidak hiper/hipoechoic USG KUB: cari tanda-tanda klinis BPH

Patofisiologi
Teori etiologi: Testosteron NADPH + aktivitas 5- -reduktase DHT>> -1aRA Sel hidup lbh lama Sintesa GF>> Pertumbuhan sel>> Teori aging: Testosteron >> estrogen N

Sensitivitas RA>>

Jml RA>>

Apoptosis <<

Stroma (autokrin/parakrin)

Epitel (parakrin)

Proliferasi sel >> Multiple fibroadenomatous nodules

Hyperplasia sel

Ukuran prostat membesar, tetapi kapsulnya tidak

Kompresi uretra (UTO)

Resistensi thd aliran urin >>

Tekanan urinasi/tekanan VU >>

Tonus otot polos uretra >>

Compliance VU<<

Ddg VU menebal (hipertrofi , bertrabekula, irritable, divertikuli

Kekuatan kontraksi >>

Destrusor instability

LUTS

Komplikasi: hernia, hemorrhoid, hematuria

Incomplete bladder emptying

Retensi urin dlm VU

Overflow incontinence (dribbling, nocturia)

Massa suprapubik (kistik, nyeri) Hockey stick ureter

Stasis urin

Hidronefrosis

Hemodilusi

Gangguan elektrolit

Metabolic wastes tidak terbuang

Hb, Ht<<

Hiponatremia relatif

Urosepsis

Aktivasi SRAA BP & HR >>

Terapi
Terapi BPH berdasar International Prostate Symptoms Scoring atau IPSS (lihat dihalaman terakhir). Dengan jumlah nilai 0-7 untuk standar ringan, 8-19 untuk sedang, dan 20-35 untuk berat. 1.Terapi utk IPSS ”7 dengan tidak ada keluhan atau gejala, quality of life baik, hasil uroflowmetri nonobstruktif, dan baseline data normal sebaiknya dilakukan watchfull waiting dimana pasien tidak diberikan terapi apapun, hanya edukasi untuk mengurangi factor resiko dan factor predisposisi, seperti tidak minum kopi atau alcohol setelah makan malam, kurangi konsumsi kopi, cola, minuman bersoda, coklat, makanan pedas dan asin, batasi fenilpropanolamin, tidak menahan BAK. Selanjutnya dilakukan followup tiap 3-6 bulan sekali dengan memeriksa IPSS, uroflowmetri, dan PSA. 2.Terapi untuk IPSS sedang, fungsi ginjal normal, PSA ”4ng/dL, dengan tidak ada komplikasi lainnya kecuali hipertensi ringan adalah medikamentosa dengan watchfull waiting. Medikamentosanya adalah -adrenoseptor bloker yang menurunkan tonus otot polos prostat (prozosin 2x/hari, terazosin atau afluzosin atau doxazosin 1x/hari), 5- reduktase inhibitor yang menurunkan DHT hingga menghentikan hyperplasia dan mengurangi gejalanya (finasteride 5mg/hari selama 6 bulan), dan fitofarmaka yaitu pygeum africanum, serenoa repens, hypoxis rooperi, radix urtica, dsb. Terapi jenis ini tidak boleh diberikan jika terjadi hipotensi postural atau orthostatic dan alergi betabloker. 3.Terapi untuk IPSS skala berat adalah pembedahan yang dapat berupa open surgery, TURP, TUIP, elektroevaporasi, dan prosedur-prosedur minimal invasif.

y Pada bedah terbuka atau opensurgery, ada dua metode, yaitu metode Millin dimana dilakukan enukleasi kelenjar prostat via retropubik infravesica dan metode Freyer yang melakukan enukleasi kelejar prostat via suprapubic transvesica/transperineal. Bedah terbuka dilakukan jika berat prostat >100gram. y TURP atau Transurethral Resection of the Prostate adalah prosedur bedah yang minimal invasive sehingga pasien dapat cepat sembuh. Dimana reseksi prostat dilakukan melalui urethra dengan menggunakan cairan irigan (aquades) untuk membantu melihat saat melakukan prosedur. y TUIP atau Transurethral Incision of the Prostate. Ini untuk hyperplasia yang tidak terlalu berat pada pasien yang masih muda. Sebelum dilakukan, harus disingkirkan kemungkinan adanya karsinoma prostat. y Elektroevaporasi. Prosedur yang dilakuakn sama dengan TURP, tetapi memakai rollerball dengan mesin diatermi yang cukup kuat sehingga membuat vaporincisi kelenjat prostat pada suhu 100 oC. Ini dilakukan pada pembesaran prostat yang <50gram. y Prosedur-prosedur minimal invasive, yaitu thermotherapy, TUNA, Stent, HIFU, dan dilatasi balon.  Pada thermotherapy, dilakukan pemanasan gelombang mikro pada frekwensi 9151296MHz yang dipancarkan melalui antenna yang beradaa dalam urethra. Pemanasan >44oC akan menyebabkan destruksi jaringan zona transisional prostat. Mobiditas prosedur ini cukup rendah, tidak perlu anestesi, tetapi hanya dapat dilakukan jika hiperplasianya masih dalam tahap awal.  TUNA atau Transurethral Needle Ablation of the prostate adalah prosedur yang memakai frekwensi radio yang menimbulkan panas setinggi 100 oC hingga menyebabkan nekrosis jaringan prostat. Ini dilakukan pada pasien yang tidak mungkin dilakukan pembedahan, karena beresiko tinggi.  HIFU atau High Intensity Focused Ultrasound yang memakai energy panas dari gelombang ultrasound dari transducer piezoceramic dengan frekwensi 0,510MHz. Prosedur ini memerlukan anestesi umum.

Follow-Up
Setiap tiga sampai enam bulan sekali, pasien yang telah didiagnosa dengan BPH diwajibkan untuk memeriksa IPSS, kadar PSA, dan uroflowmetrinya untuk mengetahui seberapa jauh perjalanan penyakitnya, apakah memburuk atau tidak, apa perlu penganganan lebih lanjut, dan melihat keberhasilan terapi yang telah dilakukan.

Inkontinensia Urinae
Inkontinensia urinae adalah ketidakmampuan seseorang untuk menahan BAK. Ada empat tipe pada orang dewasa: 1. Stress incontinence  Paling sering terjadi pada wanita muda dan usia pertengahan.  Penyebab: kelemahan otot-otot dasar pelvis ditambah dengan stress fisik akan meningkatkan tekanan intraabdominal sehingga urin bocor dari VU. Stressnya

dapat berupa batuk, bersin, tertewa, olahraga, mengedan, mengangkat benda berat, kehamilan. 2. Urge incontinence  Paling sering terjadi pada lansia  Tiba-tiba sangat ingin BAK dan tidak dapat ditahan (langsung BAK ditempat)  Penyebab: iritasi dinding kandung kemih oleh infeksi, batu, stroke, multiple sklerosis, cedera medulla spinalis, cemas 3. Overflow incontinence  Sejumlah kecil urin keluar karena terobstruksi atau kontraksi lemah otot-otot dinding VU.  Penyebab: obstruksi (BPH, batu) atau dinding VU tidak kuat berkontraksi sehingga kandung kemih terlalu penuh (overfilled) yang akan menyebabkan peningkatan tekanan intravesika sehingga urin ³bocor´ keluar (dribbles out).  Clinical sign: nyeri suprapubik 4. Functional incontinence  BAK (ngompol) karena tidak cukup cepat ke toilet (jalannya lambat)  Penyebab: stroke, arthritis berat, Alzheimer.

Prostate Specific Antigen (PSA)
Adalah salah satu protease dalam semen yang menyebabkan liquefaksi seminal coagulum. Waktu paruhnya adalah 2-3 hari dan terikat dengan 1 -chymotrypsin. Ini diperiksa jika curiga adanya karsinoma prostat. Kadar normalnya adalah 0-2,5 pada usia 40-49 tahun, 0-3,5 pada 50-59 tahun, 0-4,5 pada 60-69 tahun, 0-6,5 pada 70-79 tahun. Jika meningkat, berarti ada kemungkinan pasien menderita karsinoma prostat.

Transurethral Ultrasonografi (TRUS)
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari nodul pada keganasan prostat, menentukan volume atau besarnya prostat, menentukan jumlah residual urine, mencari kelainan dalam vesika urinaria. Dan dilakuakn jika kadar PSA meningkat, ada hematuria, RPD urolitiasis atau UTI, kadar creainine serum meningkat, dan volume PVR meningkat. Volume prostat normal adalah antara 15-20cc dengan tidak ada area hiper atau hipoechoic.

Uroflowmetri
Adalah pemeriksaan dinamika urin. Volume urin diukur dalam ml/s dan kita menilai lama pancaran, waktu, kecekatan, dsb.

Intravenous Pyelography (IVP)
Pemeriksaan ini dilakukan jika terjadi hematuria, LUTS dengan gejala iritatif yang lebih menonjol, terdapat urolitiasis, BPH. Jika ditambah kontras, dapat melihat dilatasi ureter, trabekulasi, selulae/divertikuli, dan impresi prostat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful