P. 1
Panduan Forex 2 u

Panduan Forex 2 u

|Views: 37|Likes:
Published by Alex Prabowo
belajar forex
belajar forex

More info:

Published by: Alex Prabowo on Jul 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2014

pdf

text

original

FOREX = MUDAH dan PROFITABLE

Oleh :

“CAHAYA”
PRIVATE FOREX ONLINE TRADING YOGYAKARTA
Email : sukses.cahyo@gmail.com. Cp : 085292269090

KATA PENGANTAR
ERA INFORMASI… Begitulah berbagai kalangan telah memberi julukan untuk menandai berkembangnya teknologi informasi, bahkan anak-anak yang masih duduk di bangku SMP pun telah mampu mengoperasikan internet mulai dari email, facebook, twitter, dan masih banyak lagi informasi yang didapat dari “bermain” Internet terlebih para pembisnis pun mulai senang memanfaatkan teknologi ini. Saat ini di kalangan para netter (baca : pengguna internet) sedang merebak sebuah system bisnis online. Seseorang dapat berinvestasi dengan modal yang sangat terjangkau dan dalam beberapa bulan hasilnya pun berlipat-lipat. Menggiurkan, memang ………… Bila anda sedang “beruntung” akan menerima hasilnya tetapi sebaliknya bila anda sedang “buntung” anda akan kehilangan sejumlah uang karena toh anda tidak mengetahui dimana si pemilik website tersebut berada. Yach………. Tertipu lagi ……….. Lantas ??? …………. Mengapa kita tidak berusaha saja tetap memanfaat teknologi internet yang ada, mengelola keuangan kita sendiri? Dan tidak tergantung pada orang lain………… Anda tentu pernah mendengar tentang valas atau forex yaitu jual beli mata uang suatu Negara terhadap mata uang Negara lain. Dulu seseorang menukar/membeli USD (Dolar Amerika) dengan membawa sejumlah rupiah pada saat harga dolar tersebut melemah, begitu sebaliknya apa bila harga dolar menguat seseorang bergegas untuk angkat gagang telepon atau datang ke money changer untuk menjual dolarnya kembali. Inilah yang disebut dengan forex tradisional. Seiring dengan berkembang teknologi internet khususnya, anda tidak perlu lagi menggunakan “gaya” lama untuk transaksi jual beli. Cukup dengan sekali KLIK di keyboard computer, seseorang dapat meraih profit/keuntungan di bisnis ini. Bisnis ini dapat dijalankan dimana saja, dirumah, di warung makan, sambil rekreasi atau dimana pun selagi ada koneksi internet. Inilah yang dikenal dengan forex online trading.

Yang membedakan antara forex tradisional dengan forex modern yakni di forex online trading bersifat Two Ways Opportunity artinya seseorang dapat memperoleh profit / keuntungan baik dari membeli (buy) atau menjual (sell) sebuah mata uang. Tentu anda berhubungan dengan pasar uang dunia, itulah mengapa saya menyebut bisnis ini adalah bisnis sampai akhir jaman. Tidaklah berlebihan kiranya jika saya menyebutnya demikian karena selagi masih ada mata uang yang beredar di dunia ini, kita masih dapat menjalankan bisnis ini. Namun, kebanyakan orang menjadi takut atau ragu untuk memulai bisnis semacam ini harus bermodal besar, katanya……………….. Tidak salah memang, tapi tidak sepenuhnya benar. Makin besar modal semakin pula hasil dan resiko yang dihadapi begitu sebaliknya. Setiap usaha apapun yang dijalani akan berlaku hukum seperti itu. Kabar baiknya di forex trading dengan modal yang terjangkau, bahkan beberapa pialang/broker menawarkan hanya dengan modal 10 dolar saja yang senilai kurang lebih Rp. 100.000 anda dapat menjalankan bisnis ini. Kabar buruknya bisnis ini memiliki resiko besar, yang sama besarnya dengan keuntungan yang diperoleh jika tidak dikelola dengan baik. Masalahnya adalah, bagaimana meminimalisasi sebuah resiko dari bisnis forex yang anda jalankan. Buku ini memberi petunjuk bagaimana memulai bisnis forex online trading sehingga seseorang dapat meraih profit di usaha ini.
• • • • • •

Bagaimana mengelola keuangan anda dari modal yang pas-pasan menjadi bertambah jauh lebih besar. Bagaimana cara memulai bisnis ini. Bagaimana cara menganalisa pergerakan harga Bagaimana menyikapi berita fundamental yang mampu menggerakan harga sebuah mata uang Bagaimana manajemen modal dan resiko Bagaimana mengelola emosi seorang trader agar jauh dari sifat serakah, tamak, takut, ataupun ragu-ragu

• •

Bagaimana membuat rencana trading yang benar. Bagaimana memilih pialang dengan tepat

Semua akan dikupas dalam buku ini disertai dengan indikator-indikator dalam software trading yang mudah dipahami , yang mampu memprediksi arah pergerakan harga.
Anda perlu memahami dengan seksama karena anda bukan berspekulasi / berjudi tetapi sedang melakukan bisnis / trading / berdagang, sehingga harus mengetahui teknik berdagang yang benar. Untuk para pemula, buku ini menjadi buku pilihan yang tepat, dan bagi anda yang telah mahir, buku ini mereferensikan kepada anda untuk memilih pialang yang tepat untuk berinvestasi.Para pelaku di bisnis ini antara lain pemerintah, bank sentral, inetrnational bank, investment, lembaga keuangan, nasabah besar maupun perseorangan dan masih banyak lagi. Terlepas dari adanya kontroversi hukum agama mengenai halal / haramnya bisnis forex, kembali pada niat awal anda apakah anda mau berspekulasi / berjudi ataukah berdagang?.......... Dan bagi anda bila merasa usaha ini berguna bagi diri sendiri, keluarga anda, orang-orang yang anda cintai, orang-orang yang membutuhkan pertolongan anda dan tidak merugikan orang lain. Maka bisnis ini menjadi layak untuk anda pertimbangkan.
Jadilah mandiri, menjadi seorang trader yang berguna bagi sesama. Selamat membaca…….Selamat berlatih……… Selamat menikmati profit anda ………Sukses untuk kita semua !!!

DUNIA INVESTASI FOREX 1. Pendahuluan Dunia Investasi a. Investasi Investasi adalah menanamkan suatu modal pada instrument tertentu dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. b. Forex trading di dalam struktur lahan investasi Investasi dilihat dari instrument investasinya dibagi menjadi dua: 1. Sektor Riil, seperti : property, toko, pabrik, dan lain-lain 2. Sektor Keuangan, seperti : saham, reksadana, komoditi berjangka, pasar uang, dan lain-lain Pada era tahun 70 hingga akhir 90 an, mereka yang awam lebih terbiasa dengan investasi sektor riil-seperti sektor properti dan perkebunan. Namun setelah masa krisis moneter nenimpa negara kita para investor mulai mencari jenis investasi dengan-return yang besar dalam tempo yang singkat dan disinilah trend investasi sektor finansial mulai booming. Investasi sektor riil (properti misalnya) umumnya membutuhkan modal yang besar dan memakan waktu yang relatif lama untuk berkembang karena besarnya modal maka likuiditasnya tidak secepat sektor finansial. ambilah contoh bila kita membeli sebuah rumah untuk investasi Kelebihannya nilainya biasanya tidak pernah menurun dan selalu meningkat Namun dilain sisi setelah beberapa tahun, Anda hendak mencairkan investasi anda maka Anda harus mencari seorang yang memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah Anda yang mungkin nilainya sudah naik puluhan hingga ratusan persen Mencari pembeli yang seperti ini tidaklah mudah disinilah masalah likuiditas terjadi.

Lain halnya dengan sektor finansial. Investasi pada sektor ini memiliki kecenderugan lebih likuid dan return yang relatif lebih besar, sebanding dengan, resikonva Kelebihan lainnya adalah banyaknya produk investasi yang ditawarkan pada sektor ini. Forex trading merupakan investasi pada sektor finansial yang tergolong paling High risk-high return investment. Artinya peluang untuk memperoleh keuntungan sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan namun diimbangi dengan kemungkinan kerugin yang besar apabila tidak dikelola dengan baik. PASAR UANG a. Pengertian Pasar Uang Pertukaran mata uang asing suatu Negara dengan mata uang Negara lain. b. Forex Tradisional dan Forex Modern Pada awalnya perkembangan Forex di Pasar Uang setiap kali investor akan mengamanatkan ordernya. Pada masa itu dikenal dengan Forex Tradisional. Saat ini seiring dengan perkembangan tekhnologi dan perkembangan zaman, investor katika akan melakukan transaksi tidak melalui telepon lagi, tetapi bisa melalui internet. Kemajuan ini membuat investor bisa melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun. Fase inilah forex lebih dikenal dengan Forex Modern atau Forex Online Trading. c. Pelaku di Pasar Uang Pelaku di forex terdiri dari individu dan institusi:
o o o o o o

Pemerintah Bank Sentral International Banks Investment/Merchant Banks Lembaga keuangan Nasabah Besar

o

Perseorangan

d. Sistem Kerja dan Aktivitas Pasar Uang Perhatikan gambaran berikut: Seperti halnya dalam sebuah perdagangan jual-beli biasanya, dalam perdagangan, forex pun pada dasarnya membutuhkan kedua sisi yaitu pembeli dan penjual. Namun disini bedanya, pembeli dan penjual tidak pernah melakukan pertemuan fisik secara langsung dan tidak pernah terjadi serah terima secara fisik juga. Semuanya dilakukan dalam bentuk perjanjian dan diperantarai oleh pihak ketiga yang biasa disebut sebagai Pialang/Broker. Tugas broker adalah menjadi semacam pengumpul transaksi yang dilakukan secara retail oleh investor-investor dibawahnya untuk kemudian diteruskan kepada market atau bursa. Bursa disini adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli dalam bertransaksi. Perbedaan bursa dengan pasar konvensional adalah pada bursa biasanya tidak terjadi transaksi jual beli secara retail perorangan tetapi biasanya di akumulasikan dan baru kemudian di eksekusi. Demikian mekanisme perdagangan forex dalam dunia sehari-hari. Bursa disini ada banyak. Di Indonesia, perdagangan berjangkan di regulasikan oleh PT BBJ (Bursa Berjangka Jakarta). Amerika memiliki NYSE, London memiliki FTSE (dibaca “Footsie”) dan Jepang memiliki Tokyo Stock Exchange. e. Mata Uang Mata uang yang diperdagangkan adalah :
o o o

Direct Rate seperti EUR/ USD, GBP /USD, AUD / USD Indirect Rate seperti USD /CHF, USD /YEN Cross Rate seperti EUR/ YEN EUR/ GBP, GBP/JPY

Contoh Pembacaan: GBP/USD: 1.4522 / 1.4525 1.4522: Harga Jual 1.4525: Harga Beli Tidak semua mata uang dapat diperdagangkan disini. hanya beberapa mata uang negara maju yang, bisa dipergunakan yaitu USD (US Dollar), JPY (yen Japang), GBP (Poundsterling Inggris), EUR (Euro), CHF (Swiss Franc), dan AUD (Australian Dolar). Jadi apabila kita berinvestasi di pasar forex trading maka kita tidak akan menemukan pairs berupa IDR (Indonesian Rupiah) dengan USD. f. Metode Perdagangan Two Way Opportunity adalah kesempatan untuk mengambil keuntungan walaupun market sedang trend turun ataupun dalam keadaan naik kita akan melakukan aksi beli dulu jika harga di prediksikan akan mengalami trend naik dan kita akan melakukan aksi jual dulu jika harga di prediksikan akan mengalami trend turun.

BAB II DASAR-DASAR FOREX ONLINE TRADING FOREX atau yang lebih dikenal dengan Valuta Asing (Valas) adalah perdagangan/transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan (mulai dari hari Senin jam 5 pagi sampai dengan hari Sabtu Pk.5 pagi WIB/GMT+7) Berdasarkan survey BIS (Bank International for Settlement/Bank Sentral Dunia). Yang dilakukan pada akhir tahun 2004. nilai transaksi pasar forex mencapai lebih dari USD$1,4 Trilyun per harinya. Dan di tahun 2006, nilai transaksi pasar forex telah melebihi USD$2 Triliun per harinya.Sehingga dapat anda simpulkan bahwa perdagangan forex adalah sangat bagus.Forex juga sangat sulit untuk dapat dipermainkan pergerakan harganya oleh kalangan tertentu karena perputaranya yang sangat besar tersebut. Forex Trading adalah memperjualkan-belikan mata uang yang satu terhadap mata uang yang lainnya. Dan biasanya menggunakan mata uang yang umum di dunia seperti USD, JPY, GBR, EUR, CHF, AUD dan lain -lain Contoh:
• • •

BUY GBP/USD yang artinya membeli mata uang poundsterling dan menjual mata uang USDollar BUY AUD/USD yang artinya membeli mata uang dolar Australia dan menjual mata uang US Dolar SELL GBP/JPY yang artinya menjual mata uang poudsterling dan membeli mata uang Jepang Yen

Pergerakan kurs mata uang di Forex dinamakan Point atau Pip. Contoh: Pergerakan Mata Uang GBP/USD dari 1.5050 ke 1.5150 berarti bergerak sebesar 100 pip. Pergerakan Mata Uang USD/JPY dari 93.50 ke 93.75 berarti bergerak sebesar 25 pip.

CARA KERJA FOREX: Di pasar valas (Forex) ini kita bisa membeli ataupun menjual berbagai mata uang untuk mendapatkan keuntungan, dan Trading Forex bersifat “2 Ways Opportunity”, yaitu kita bisa meraih keuntungan dengan memanfaatkan order Buy ataupun Sell. Inilah yang membedakan forex tradisional dan forex modern. Jika kita meng-order dengan buy kemudian harga kurs mata uangnya meningkat maka kita mendapatkan profit dan begitu pula sebaliknya, jika sell maka bila harganya menurun maka kita akan mendapatkan profit. Tetapi jika kita meng-order dengan buy dan kemudian harganya menurun maka kita menderita loss (kerugian). Profit ataupun loss jika tidak tutup posisinya (disclose/diliquid) maka posisi order kita masih dianggap mengambang (floating) atau belum direalisasikan sehingga dapat memungkinkan terjadinya baik arah. Misalnya seorang trader memasang perintah buy kemudian harganya menurun, tetapi masih belum ditutup posisinya (belum diclose), maka trader tersebut menderita floating loss, dan bila kemudian ternyata kurs kembali naik melebihi posisi semula tadi maka trader tersebut akan mendapatkan floting profit, dan bila open posisi yang floating profit tersebut ditutup (disclose) maka floating profit tersebut barulah akan direalisasikan menjadi profit yang sesungguhnya dan nyata.

PENTING : Anda BUY jika mengharapkan kurs harganya menjadi naik untuk mendapatkan profit, Anda SELL jika mengharapkan kurs harganya menjadi turun untuk mendapatkan profit. SPREAD JUAL-BELI Di Forex terdapat selisih perbedaan kurs harga jual dan beli, dan hal ini dinamakan dengan spread. Harga Kurs Jual (Bid) selalu lebih rendah daripada harga beli (Ask) Contoh: GBP/USD Bid Ask 1.5115 1.5117 Bid = Jual - Ask = Beli Jadi 1.5117 – 1.5115 = 2, 2 inilah yang dinamakan spread. NILAI PERGERAKAN per PIP: Untuk trading forex yang terhadap US dollar tersebut terdapat dua jenis currency utama yang umum diperdagangkan, yaitu berjenis Direct dan Indirect. Contoh:
• •

Direct : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dll (yang…/USD) Indirect : USD/JPY, USD/CHF, dll (USD/…)

NILAI PER PIP-nya,yaitu: Untuk mata uang yang direct: Jika Anda trading dengan 1 lot,maka nilai per pipnya adalah 10 $ Jika Anda trading dengan 0.1 lot,maka nilai per pipnya adalah 1 $ Jika Anda trading dengan 0.01 lot,maka nilai per pipnya adalah 0.1 $ Untuk mata uang yang indirect: Jika Anda trading dengan 1 lot,maka nilai per pipnya adalah 7-9 $ Jika Anda trading dengan 0.1 lot,maka nilai per pipnya adalah 0.7 $ CARA MENGHITUNG PROFIT / LOSS : Contoh: Semisal kita memulai Trading Forex ini dengan modal awal sebesar US$5000, kemudian cara hitungan transaksi kita adalah : Untuk mata uang Direct: Misalkan kita bertrading dengan modal US$5000 di sebanyak 1 lot regular (atau quantity contrac sizenya $100,000) dan kita melakukan buy di UER/USD di posisi 1.2000 dan kemudian disclose untuk take profit di posisi 1.2010, maka kita akan profit sebesar : (1.2010 - 1.2000) x 1 lot x 10000= $1000 (profit)

Atau sebaliknya kalau loss juga sama hitungannya. Untuk mata uang Indirect : Misalkan kita bertrading dengan modal US$5000 di sebanyak I lot regular (atau quantity contrac sizenya $100,000) dan kita melakukan Sell di USD/JPY di posisi 110.10 dan kemudian di-close untuk take profit di posisi 110.00, maka kita akan profit sebesar : (110.10- 110.00)x 1 lot x 100000/posisi close 110.00=$90.91 (profit) Atau sebaliknya kalau loss juga sama hitungannya. CATATAN : Ketika bertrading, Anda tidak perlu repot menghitung sendiri, Karena software trading sudah menghitungkan hasilnya buat anda. MARGIN, LEVERAGE dan CONTRACT SIZE : Bagaimana jika Saya Tidak memiliki Cukup Uang Untuk Membeli 10,000 GBP ? Di Trading Forex jenis modern dikenal dengan istilah Margin (jaminan), yang dimana maksud dari margin adalah seperti daya ungkit anda atau Leverage. Fungsi dari Margin dan Leverage ini dapat membuat anda tidak perlu bermodalkan 10,000 USD dana untuk bisa membeli 10,000 USD tersebut, tetapi cukup dengan jaminan modal sebesar sekitar 100 USD saja maka anda sudah bisa bertransaksi di sejumlah 10,000 USD. Contoh yang lain. Anda ingin bertransaksi di mata uang GBP/USD sebanyak $10,000. di Trading Forex modern anda tidak perlu membutuhkan modal sebanyak $10,000 untuk bisa bertransaksi di jumlah tersebut. Karena di Forex jenis modern ini anda bisa meminjam kepada bursa sebanyak $10,000 untuk digunakan bertrading, dan untuk pinjaman sebesar itu anda cukup memberikan jaminan sebanya $100 (dengan 1 : 100 ) saja kepada bursa. Jadi ibaratnya seperti anda meminjam uang sebanyak $10,000 tetapi anda cukup menjaminkan asset anda sejumlah $100 saja.

Dan bila nanti order anda tersebut sudah selesai diclose maka margin (jaminan) tersebut akan dikembalikan ke account portpolio anda lagi secara utuh. Besarnya pinjaman tersebut (dalam contoh diatas yang $10,000) Disebut dengan istilah Contract Size atau Ouantity CATATAN:
• •

Semakin BESAR LOT>>semakin BESAR margin>>>Juga semakin BESAR modal>>tentunya semakin BESAR RESIKO, dan semakin BESAR juga HASIL Semakin KECIL LOT>> semakin KECIL margin>>> Juga semakin KECIL modal>>tentunya semakin KECIL IIASIL, dan semakin KECIL juga RESIKO

PERHATIKAN Perbedaan antar Leverage 1:500 dengan 1:100 adalah terletak pada BESAR KECILNYA MARGIN yang dibutuhkan untuk setiap transaksi. Hal ini penting dipahami agar dapat menggunakan margin dengna bijaksana dalam bertrading… gunakan MARGIN jangan lebih dari 20% dari modal/equity yang dimiliki. Pada umumnya leverage yang diberikan di Trading Forex Modern yaitu 1:100 atau 1 : 500 atau dalam arti hanya membutuhka l% sd 0.2% margin (jaminan) saja. Sehingga jika anda ingin membeli USDollar terhadap Jepang Yen (USD/JPY) sebanyak $10,000, maka anda cukup memberikan margin (jaminan) sebesar 1% nya saja dari $10,000 tersebut yaitu $100. Dan anda bisa bertrading seolah-olah anda membeli bank note valas dengan modal $10,000 di bank atau money changer, padahal sebenarnya anda cukup mengeluarkan modal jaminan $100. Fungsi dari 1 : 100 tersebut seperti daya ungkit anda yang bisa menaikkan kekuatan transaksi anda sampai sekitar 100x lipatnya, jadi semisal dengan margin $200 maka anda bisa bertrading maximal di jumlah $200 x 100 : $20,000

Saya ingin bertrading di kelipatan lebih dari 100x, bagaimana? Di beberapa broker yang kami rekomendasikan anda bisa bertrading dengan kelipatan hingga 500x lipatnya (leverage 1:500) yaitu artinya jika anda ingin bertrading maka anda cukup menjaminkan sebanyak 0.2%nya dari jumlah yang ingin ditradingkanCara menghitung margin dengan leverage Contoh Real: Anda akan trading dengan contract size 1000 $, bila anda menggunakan leverage 1 : 100, maka anda harus menyiapkan Margin sebesar 10 $, namun jika anda menggunakan leverage 1 : 500, maka anda cukup mengeluarkan jaminan ( margin ) 3 $ saja. Pada umumnya 1 lot = quantity contract size $100,000 (regular): dan 0.1 lot: quantity contract size $10,000 (mini): dan 0.01 lot : quantity contract size $1000 Untuk mata uang yang base currencynya adalah USD (USD/...) (contoh : USD/JPY, USD/CHF), maka cara perhitungan margin jaminannya yaitu: Margin= Jumlah Lot x 100000 x %margin ( untuk yang memakai satuan Lot) Atau Margin = Quantity Contract Size x % margin ( untuk yang memakai satuan Quantity) Contoh 1: Anda melakukan order BUY di mata uang USD/JPY sebanyak 1 LOT dengan leverage 1 : 100. maka perhitungan margrnnya yaitu: Margin= I x 100000x1%=$1000

Contoh 2: Anda melakukan order SELL di mata uang USD/CFIF sebanyak 0.3 lot dengan leverage 1: 200, maka perhitungan marginnya yaitu: Margin=0.3 x 100000 x0.5 % =$150 Untuk mata uang yang base currencynva adalah yang bukan USD ( …/USD) (contoh: EUR/USD, GBP/USD), maka cara perhitungan margin jaminannya harus dijadikan ke kurs USDollar dahulu, yaitu dengan cara: (untuk yang memakai satuan Lot) Margin = Jumlah Lot x 100000 x % margin x Harga quote kurs saat itu Atau (untuk yang memakai satuan Quantity) Margin = Quantity Contract Size x % margin x Harga quote kurs saat itu Contoh I : Anda melakukan order BUY ( (Ask) di mata uang EIJR/USD sebanyak 1 lot dengan leverage 1 : 100 dan harga kurs Bid/Asknya saat itu adalah 1.2998/13000, maka perhitungan marginnya yaitu: Margin= 1 x 100000 x 1% x 1.3000 = $1300

Contoh 2 : Anda melakukan order SELL (Bid) di mata uang GBP/USD sebanyak 0.2 lot dengan leverage 1:500 dan harga kurs Bid/Asknya saat itu adalah 1.9010/1.9014, maka perhitungan marginnya yaitu : Margin=0.2x 100000 x 0.2% x 1.9010 = $76 CATATAN : Ketika bertrading, Anda tidak perlu repot menghitung sendiri, Karena software trading sudah menghitungkan hasilnya buat anda.. MARGIN CALL : Margin Call yaitu suatu keadaan yang dimana open posisi Anda sudah tidak memungkinkan untuk diteruskan lagi karena cash equity Anda yang menipis, sehingga bisa mengakibatkan loss total. Jangan sampai trading Anda mencapai Margin Call, oleh karena itu perhatikan ketahanan point Anda.!!! PERHITUNGAN MARGIN CALL YANG UMUM: Contoh: Misalkan modal Anda adalah $1000 dan anda melakukan order SELL 0.2 lot di GBP/USD, seperti contoh no.2 diatas. Maka margin (iaminan) yang digunakan adalah $76 dan sisa modal balance anda (cash equity) setelah dipotong oleh margin jaminan maka akan menjadi $1000 76=$924. Dan karena anda menggunakan 0.2 lot, maka nilai pergerakan per pipnya adalah $2, dan dengan sisa modal yang sebesn $924 tersebut maka anda akan sanggup menahan loss hingga 5924 : $2 =462 point, sehingga bila loss anda melebihi tahanan tersebut ( minus 462 point ) maka open posisi anda akan otomatis diclose oleh system, karena untuk menghindari cash equity balance anda menjadi negative, dan ini dinamakan dengan terkena MARGIN CALL.

KESIMPULAN: Margin call itu berarti jika cash equity anda sampai turun ( akibat loss) dibawah margin yang dijaminkan maka anda akan terkena margin call dan open posis anda akan diclose secara paksa dan otomatis oleh system secara berurutan, dimulai dari posisi yang paling tidak menguntungkan. Anda juga tidak dapat order jika free margin anda tidak mencukupi untuk quantity lot yang ingin anda order. Oleh karena itu sesuaikan penggunaan lotnya dengan kekuatan modal dan margin anda, dan perhitungkan pula aspek margin call. Macam-Macam Perintah Order ( Order Type ) Di forex trading terdapat beberapa-tipe perintah order untuk melaksanakan transaksi anda dan perintah order ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu : Instant Execution Yaitu order yang dilaksanakan di saat itu juga diharga sekarang di market ( running price Quote). Dan instant execution terdiri dari perintah order buy dan sell di market. Pending Order Yaitu order yang akan terlaksana jika menyentuh suatu titik harga tertentu (ibaratnya seperti membooking posisi harga terlebih dahulu ). BUY STOP: Memasang ( dengan membooking ) BUY diatasnya harga yang sekarang sedang berjalan dengan harapan bila grafik running price bergerak baik kesuatu titik tertentu dan dititik tersebut akan otomatis terpasang BUY dengan harapan agar grafik dapat bergerak naik lagi supaya mendapatkan Profit. SELL STOP: Memasang (dengan membooking) SELL Dibawahnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik

tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar grafik dapat bergerak turun lagi supaya profit. BUY LIMIT Memasang (dengan membooking) BUY dibawahnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Buy- dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak naik supaya profit. SELL LIMIT Memasang (dengan membooking) SELL Diatasnya harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak turun supaya profit. Disamping perintah-perintah order diatas, di Trading Forex juga terdapat istilah-istilah berikut untuk pelaksanaan order anda. Take Profit(TP) : Yaitu untuk target profit anda Stop Loss (SL / STP) : Yaitu untuk menbatasi kerugian anda (cut loss) SL sebaiknya dipasang di setiap order anda, karena untuk membatasi kerugian anda agar tidak semakin terpuruk jika open posisi anda terkena loss Trailing Stop yaitu suatu fasilitas yang dimana berguna untuk melindungi profit anda dari kerugian dengan cara menaikkan stop-lossnya setahap demi setahap secara otomatis.

Contoh trailing stop : Anda melakukan order open BUY di GBP/USD pada harga 1.8500 dan kemudian harga bergerak naik hingga ke 1.853, tetapi belum close karena anda ingin mendapatkan profit lebih maximal lagi, sehingga untuk melindungi agar profit anda tersebut tidak berbalik menjadi loss atau negative maka anda bisa men-set perintah Trailing Stop ini, Misalkan anda set Trailing Stopnya dengan 20 Pips, maka berarti stop loss anda akan diatur dijarak 20 pips dari running yang sedang berjalan dan akan naik bertahap sesuai dengan profit anda" yaitu kalau dalam contoh ini di angka 1.8510 (1.8530 - 20 pips), dan jika harga masih bergerak naik kearah 1.8570 maka stop-loss anda akan naik juga ke 1.8500 (1.8570 - 20 pips), sehingga ketika harga dari 1.8570 tersebut berbalik turun maka stop loss anda tidak akan turun, dan kemudian jika turun terus dan menyentuh ke 1.8550 maka posisi anda akan di-close otomatis dengan hasil profit 50 pips (1.3550 - 1.8500). Jadi dengan Trailing Stop maka profit anda bisa lebih maksimal tanpa anda harus kuatir berbalik menjadi loss. CATATAN: Perintah transaksi diatas dapat anda modifikasi ordernya secara mudah, yang dimana jika anda pengguna software Meta Trader dapat anda modifikasi dengan cara klik kanan diposisi order anda tersebut yang sudah terlaksana di menu terminal bagian bawah), setelah itu pilih "modify order". Dan bila anda ingin order posisi baru dapat menekan tombol F9 pada keyboard anda. Dan untuk bantuan Help dapat menekan tobol Fl. Grafik (Chart) Di Trading Forex dilengkapi pula dengan grafik pergerakan harga yang biasa disebut dengan Charting, dan untuk Charting dapat pula dilengkapi dengan indicator-indicator yang dimana berguna untuk analisis secara teknikal. (untuk pengguna software MetaTrader dapat mengklik kanan mouse anda di posisi grafik untuk memunculkan indicatornya) Disamping itu grafik dapat pula diset pembacaannya berdasarkan jeda waktu permenit, perjam, perhari, perminggu, dan bahkan perbulan ( M1, M5, M15, M30, H1, H4,D1...) Sehingga dapat anda gunakan untuk analisa anda secara historical maupun acuan trading anda. Dan dengan grafik dapat mempermudah pembacaan pergerakan harga dari tiap-tiap mata uang.

Bila anda pengguna software MetaTrader, anda dapat memunculkan grafik dari mata uang yang anda inginkan dengan cara klik kanan di quote harga mata uangnya (di menu window sebelah kiri), setelah itu pilih Chart Window. Sedangkan untuk pengguna platform lain silahkan menghubungi pihak vendor ataupun brokernya untuk caranya. ARTI PERGERAKAN GRAFIK Untuk mata uang yang base currencynya USD (USD/JPY, USD/CHF, USD/...)

Bila grafiknya bergerak naik. hal tersebut menunjukkan mata uang USD sebagai basenya sedang dalam keadaan menguat dan mata uang pembandingnya (contoh: JPY, CHF) adalah kebalikannya yaitu melemah, sehingga bila grafik USD/JPY bergerak naik itu berarti mata uang Jepang yen sedang melemah terhadap USDollar dan USDollar sedang menguat terhapad mata uang Jepang yen Bila grafiknya bergerak turun, hal tersebut menunjukkan mata uangUSD sebagai basenya sedang dalam keadaan melemah dan mata uang pembandingnya (contoh JPY, CHF) adalah kebalikannya yaitu menguat, sehingga bila USD/CHF bergerak turun itu berarti mata uang Swiss Franc sedang menguat terhadap USDollar dan USDollar sedang melemah terhap mata uang Swiss Franc.

Untuk mata uang yang base currecynya bukan USD(EUR/USD,GBP/USD)

Bila grafiknya bergerak naik hal tersebut menunjukkan mata uang USD sedang dalam keadaan melemah dan mata uang basenya (contoh: EU, GBP) adalah kebalikannya yaitu menguat, sehingga bila grafik GBP/USD bergeraki naik itu berarti mata uang USDollar sedang melemah terhadap Poundsterling, dan Poundsterling sedang menguat terhadap USDollar. Bila grafiknya bergerak turun hal tersebut menunjukkan mata uang USD sedang dalam keadaan menguat dan mata uang basenya (contoh: EUR, GBP) adalah kebalikannya yaitu melemah, sehingga bila grafik EUR.USD bergerak turun itu berarti mata uang USDollar sedang menguat terhadap Euro, dan Euro sedang melemah terhadap USDollar.

BUNGA / Interest / Rollover SWAP/ Premium Di Forex juga terdapat bunga (overnight interest) bila open posisi anda sampai menginap lebih dari 1 hari (melewati sekitar jam 4 pagi WIB (GMT +7)). Dan bunga di forex ada yang positif dan ada pula yang negative. Bila anda terkena bunga positif maka open posisi anda akan mendapatkan tambahan cash setiap harinya, tetapi bila anda terkena bunga yang negative tersebut sampai open posisi anda tersebut di-close. Keterangan: Bunga positif dan negative ditentukan dari jenis transaksi anda (buy atau Sell) dan juga suku bunga dari mata uang yang bersangkutan, sehingga jika terjadi perubahan suku bunga dari suatu negara maka juga berakibat pada perubahan bunga overnight ini. Tetapi bila adalah klien muslim, maka dibeberapa broker anda dapat merequest untuk mendapatkan fasilitas bebas bunga overnight (Swap Free Account). Untuk perhitungan bunga overnight ini silahkan anda menghubungi pihak perusahaan broker anda masing-masing karena tiap-tiap perusahaan mempunyai aturan bunga yang berbeda-beda. Tetapi jika anda pengguna platform software MetaTrader, maka anda dapat melihat bungabunganya dengan cara berikut:
• • • •

Klik kanan di quote harga mata uang pada menu window sebelah kiri Pilih Symbol Pilihlah mata uang yang anda ingin anda lihat bunganya, setelah itu klik “Properti" Disana anda dapat melihat nilai bunganya jika open posisi order anda sampai menginap, yaitu bunga untuk posisi Buy (Long) berapa dan juga bunga untuk posisi Sell (Short) berapa. Dan biasanya nilai bunga adalah dalam bentuk point. Contoh: Swap Type = in Points Swap Long =0.63 (bunga positifuntuk posisi Buy dalam point per harinya) Swap Short = -1.31 ( bunga negative untuk posisi Sell dalam point perharinya)

CATATAN : Bunga harus dikurskan ke USDollar terlebih dahulu. Berdasar dari contoh diatas, jika open posisi Buy anda menginap maka anda setiap harinya akan mendapatkan tambahan extra +0.63 point di cash equity anda, sedangkan jika open posisi Sell yang menginap akan mengurangi cash equity anda sebanyak -1.31 point per harinya.Perlu diperhatikan bahwa hari sabtu, minggu dan hari libur bunga tetap dihitung oleh karena itu harus anda perhatikan perhitungannya. Dan bunga dihitung dari quantity contract size anda dan bukan dari modal anda. (1lot = quantity contract size $100,000 : 0.1 lot = quantity contract size $10,000) (untuk perhitungan points silahlmn lihat cara perhitungan nilai per pip di bab atas)

ISTILAH-ISTILAH LAIN DI FOREX Hectic/Fast Market: Yaitu pergerakan market yang sangat signifikan dan dapat menyebabkan harga bergerak sangat cepat dan terjadi lompatan harga. Hal ini biasanya disebabkan oleh berita penting ataupun halhal lain yang dapat menyebabkan pergerakanyang sangat tinggi di bursa. Titik Resistence: Titik harga dimana harga akan sulit menembus batas level atas tertentu, tetapi apabila titik ini tertembus biasanya harga akan dapat melonjak naik lagi hingga menjumpai titik resistence berikutnya, Titik Support: Titik ini dimana harga akan sulit menembus batas level bawah tertentu, tetapi apabila titik ini tertembus biasanya harga akan dapat mengalami penurunan lagi hingga menjumpai titik support berikutnya.

Expert Advisor: Yaitu suatu fasilitas yang disediakan oleh Platform MetaTrader untuk dapat melakukan suatu otomatic trading dengan menggunakan bahasa pemrograman (script) atau robot.

BAB III MENGENAL SOFTWARE TRADING (METATRADER) A. Gambaran produk Metratrader 1. Pengenalan Metatrader Software Metatrader adalah salah satu software yang di gunakan di Forex online Trading. Metartrader dapat dijalankan di PC, Laptop dan PDA. Metatrader disarankan dijalankan di sistem operating Windows agar ,mempermudah pengoprasianya metatrander mempunyai kelebihan hemat bandwidth sehingga dapat berjalan lancar walaupun koneksi internet kita minim, dapat di tambahkan suatu script tambahan (seperti,sripl EA-Expert Advisor) serta user friendly 2. Broker Berbasis Metatrader Karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki Metatrader inilah maka banyak broker forex yang menggunakan software Metatrader ini. Beberapa broker yang menggunakan metatrader adalah Real Trade, Norft Finance, FXDD, Interbank FXClearing, dan lain-lain 3. Spesifikasi Produk a. Contract size Kontrak size standar yang ditawarkan oleh broker yang menggunakan metatrader adalah $100,000.

b. Margin yang diisyaratkan per transaksi Besar margin tergantung dari besar leverage. sebagai contoh adalah FXClearing dengan leverage 1:500 c. Besarnya margin untuk pembukaan account Adalah minim deposit pertama yang diisyaratkan. Tiap broker berbeda beda sebagai contoh adalah FXClearing yang mensyaratkan ketentuan minimal deposit 1 USD setara Rp. 10.000,d. Proses Injection dan Withdrawal Secara umum yang berlaku di semua broker adalah menggunakan wire transfer (tansfer antar rekening antar Negara). Namun beberapa broker memperbolehkan juga untuk proses deposit dan withdrawal dengan menggunakan e-currency seperti e-gold, Liberty Reserve, e-bullion, dll. 4. Keunggulan Forex Online a. Realtime prices, bukan harga indikatif b. Dapat diakses dimana saja tidak diperlukan jasa trader dalam transaksi c. Basic Currency adalah dalam bentuk dolar 5. Kelemahan Produk Online Ketergantungan mutlak terhadap jaringan internet

B. Download dan Install Metatrader Instalasi program metatrader a. Download: Bila anda belum memiliki software trading, pertama-tama anda harus download software Metatrader dari website broker anda. b. Installation : Selesai proses download, silahkan anda install hasil download dengan cara men-double klik software yang telah anda download dan ikuti prosedurnya dengan klik NEXT-NEXT. C. Tampilan Layar Metatrader 1. Layar utama/Tampilan Utama 2. Market Watch Layar untuk melihat price (harga) Bid dan Ask (Jual dan Beli) dari mata uang yang ada. Anda juga dapat meng-klik kanan dan mengatur tampilan market watch sesuai keinginan anda. 3. Navigator Layar yang berisi informasi data account anda (demo atau riil account) dan scriptscript baik indicator ataupun EA. 4. Chart Layar yang berisi grafik pergerakan mata uang. 5. Terminal Layar yang berisi informasi data account anda (demo atau riil account) yaitu jumlah balance, equity dan keterangan order anda baik yang terbuka ataupun pending order. Anda juga bisa melihat history transaksi anda.

6. Signal bar status server Status tentang keterangan koneksi internet anda apakah lancer atau bermasalah . 7. Toolbar Bermacam-macam perangkat untuk mengoperasikan Metatrader. Letak-latak layar diatas dapat anda geser-geser sesuai keinginan anda.

Layar dibawah ini akan ditampilkan setelah anda membuka METATRADER

Silakan anda pahami dan cobalah untuk melihat tampilan dari masingmasing MENU dan TOOLBAR. Misal : FILE : VIEW :

New chart Language Open offline Toobar Open deleted Status bar Profiles Cart

Close Market wacth Save as Data window

Save as picture Navigator Open an account Terminal dan lain-lain dan lain-lain. Cobalah untuk KLIK menu yang lain: INSERT, CHART,TOOL, WINDOW ( Arahkan kursor pada menu-menu tersebut ) D. Memulai Transaksi ( DEMO ACCOUNT ) Setelah anda mengenal fungsi-fungsi dalam layar utama metatrader,maka anda dapat mencoba untuk melakukan demo account / melakukan order BUY / SELL. Anda terlebih dahulu membuat account baru, dengan cara : Arahkan kursor ke menu FILE,lalu KLIK open an account, maka akan muncul layar berikut ini : Isilah kolom-kolom tersebut diatas, jangan lupa beri tanda contreng pada “ I agree to subscribe to your newsletter” lalu klik NEXT lalu klik SCAN, tunggu sampai proses selesai. Maka akan muncul: nomer login, password, dan investor. JANGAN LUPA ANDA CATAT, karena akan anda pergunakan setiap anda akan membuka account anda sebelum melakukan transaksi ( LOGIN ) Lalu klik FINISH. Perhatikan terminal yang anda di bawah layar utama, tepatnya account history, akan tertera jumlah uang yang anda depositkan.

Sebelum anda belajar untuk melakukan order BUY / SELL perhatikan : 1. Pastikan signal bar status yang berada di layar paling kanan – bawah telah terkoneksi ( connection ). 2. Cobalah belajar dari mata uang yang mudah di pahami terlebih dahulu misalnya yang sering di gunakan beberapa trader adalah GBP/USD#. 3. Lihat kembali apakah grafik yang berada di layar adalah mata uang yang anda inginkan? Jika belum, letakkan kursor di salah satu mata uang yang anda inginkan di area market wacth, kemudian KLIK mouse kiri ( jangan di lepas ) dan tariklah ke kanan tepat di layar / CHART, maka di layar sebelah kiri atas akan muncul mata uang yang anda inginkan, misal : GBP/USD#. Itu berarti grafik yang terdapat di layar tersebut adalah pergerakan harga dari mata uang yang anda maksud yaitu poundsterling terhadap dolar amerika. E. Melakukan Transaksi ( ORDER BUY / SELL ) Di Bab II telah anda pelajari, pada GBP/USD#, bahwa : Jika anda prediksi grafik akan bergerak naik, maka anda akan melakukan order BUY ( Beli ). Jika anda prediksi grafik akan bergerak turun, maka anda akan melakukan order SELL ( Jual ). Saat ini lakukan prediksi ( kira-kira saja ) menurut anda pergerakan harga ( grafik ) akan naik atau turun? CATATAN : cara membaca kecenderungan pergerakan harga akan di bahas pada bab – bab berikutnya. Sebelum melakukan order BUY / SELL, untuk mempermudah anda membaca pergerakan harga pastikan di terminal, anda KLIK : TRADE.

Ada 2 cara untuk memulai order BUY / SELL : 1. Order langsung ( Instant execution ) 2. Order tidak langsung ( Pending Order ) 1. Order langsung (Instant Execution) Order langsung artinya anda melakukan order yang aktifnya saat ini pada harga yang berlaku saat ini. Berikut cara untuk melakukan order langsung. Cara melakukan order langsung. Untuk melakukan perintah order langsung, anda dapat menekan tombol F9 atau dengan mengklik kanan di layar market watch diatas mata uang yang anda pilih, atau arahkan kursor pada terminal ( layar kiri-bawah ) kemudian KLIK mouse kanan, dan pilih new order setelah itu akan muncul layar seperti dibawah ini: Kolom symbol yaitu jenis mata uang yang ingin anda tradingkan Kolom volume yaitu jumlah lot yang ingin anda inputkan.
   

o o

Jika anda inputkan 0,01 lot maka setiap kenaikan/penurunan 1 pip nya senilai +/- 0,1 $ Jika anda inputkan 0,1 lot maka setiap kenaikan/penurunan 1 pip nya senilai +/- 1 $ Jika anda inputkan 1 lot maka setiap kenaikan/penurunan 1 pip nya senilai +/- 10 $ Jika anda ingin menginputkan 0,1 lot tetapi tidak ada di list volume, silahkan anda ketik sendiri secara manual. Anda juga dapat menginputkan volume dengan kelipatan 0,01 lot, misalkan 0,02 lot ataupun 0,15 lot.

o o

Kolom Stop Loss dan Take Profit yaitu kolom untuk mengisi Stop Loss (batasan Kerugian) dan Take Profit (batasan/target keuntungan anda) Jika anda BUY maka Stop Loss nilainya di bawah harga BUY anda dan Take Profit nilainya di atas harga BUY anda.

Misal : Harga RUNNING saat ini sebesar 1.5000, maka Stop Loss harus di bawah harga 1.5000, misalnya -20 berarti isilah dengan 1.4980. Take Profit harus di atas harga 1.5000, misalnya +40 berarti isilah dengan 1.5040.
o

Jika anda SELL maka Stop Loss nilainya di atas harga SELL anda dan Take Profit nilainya di bawah harga SELL anda. Misal : Harga RUNNING saat ini sebesar 1.5000, maka Stop Loss harus di atas harga 1.5000, misalnya +20 berarti isilah dengan 1.5020. Take Profit harus di bawah harga 1.5000, misalnya -40 berarti isilah dengan 1.4960.

o

Commet yaitu kolom jika anda ingin memberikan catatan kecil untuk posisi order anda ini.

Selanjutnya KLIK OK, maka anda telah melakukan order, lihatlah berapa point yang anda dapatkan.

2. Pending Order Pending Order yaitu order akan terlaksana jika menyentuh suatu titik tertentu ( ibaratnya seperti membooking posisi harga terlebih dahulu ).
o

Type yaitu jenis order yang akan anda lakukan (dalam hal ini silahkan pilih pending Order). Type (Pending Order) yaitu jenis Pending Order yang ingin anda pilih.
  

Buy limit, pending order buy dengan harga dibawah harga berjalan saat ini Buy stop, pending order buy dengan harga diatas harga berjalan saat ini. Sell limit, pending order sell dengan harga diatas harga yang berjalan saat ini.

  

 

Sell stop, pending order sell dengan harga dibawah harga yang berjalan saat ini At Price yaitu harga pending order yang anda inginkan (ketik manual) Expiry yaitu bila pending order anda tidak terlaksana sampai batas waktu yang anda tentukan maka pending order anda akan ter-cancel secara otomatis. KLIK PLACE jika kolom-kolom tersebut sudah terisi Konfirmasi. Setelah anda menekan tombol PLACE, maka pending order anda akan masuk dan akan muncul table konfirmasi. Klik OK dan anda dapat melihat rincian pending order anda di LAYAR TERMINAL

Catatan: Jika di menu order anda keluar tulisan “open price you set must differ from market price by at least 10 pips” itu bearti pending order anda ditolak karena harga yang inginkan harus berjarak minimum 10 pip plus spread dari harga berjalan saat ini. Silahkan setting ulang dan klik PLACE kembali. 3. Modifikasi Adalah merubah atau memodifikasi order yang telah terbuka. Modifikasi hanya bisa dilakukan untuk merubah Stop Loss dan Take Profit. Untuk merubah/modifikasi dengan cara meng-klik Kanan atas nomor order dan dipilih modify. F. Mengakhiri Transaksi ( Close Posisi ) Setelah anda pelajari bagaimana Open Posisi ( order BUY / SELL ) maka anda tentu ingin mengakhiri transaksi tersebut, caranya : arahkan kursor pada kolom terminal tepat pada nomer nota order anda, KLIK mouse kanan , pilih Clossed Order lalu KLIK OK. Lihatlah berapa profit atau loss transaksi anda pada kolom account history.

BAB IV ANALISA TEKNIKAL A. Pengertian Analisa Teknikal Analisa teknikal adalah salah satu analisa untuk mengevaluasi pergerakan suatu harga. Pergerakan harga yang terjadi pada periode yang lalu menjadi dasar analisa pergerakan harga di periode yang akan datang. Ada tiga prinsip dasar di dalam mempelajari analisa teknikal. 1. Pergerakan harga yang telah terjadi merupakan gambaran kejadian secara keseluruhan. Kejadian yang telah terjadi yang mampu menggerakan pasar tersebut dikarenakan adanya factor ekonomi, fundamental politik termasuk kejadian-kejadian yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. 2. Analisa teknikal juga menggambarkan factor psikologis para pelaku pasar, sehingga kecenderungan harga yang terbentuk dari factor tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Untuk menggambarkan pergerakan trend harga, pola harga, kita menggunakan chart sebagai alatnya. Beberapa jenis chart yang sering dipergunakan untuk analisa adalah: TIPE-TIPE CHART : A. Line Chart Line chart merupakan jenis chart yang paling sederhana. B. Bar Charts Bar chart dapat digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga dalam dua cara:
 

H L C (High, Low, Close) O H L C (Open, High, Low, Close)

PENTING : Open merupakan harga pembukaan pada saat pasar dibuka pertama kali. Harga pembukaan merupakan acuan untuk pergerakan harga berikutnya. Setelah penutupan harga pada periode sebelumnya. Harga pembukaan didasarkan atas besarnya penawaran dan permintaan di pasar yang terjadi pada saat ini. Harga pembukaan ini menjadi acuan kemana arah pergerakan harga saat ini.

C. Candle Chart Candle stik mempunyai metode yang sama dengan Bar Chart, penggambaran pergerakan harga didasarkan atas HLC (High, Low, Close) Price moving in trend: Harga akan selalu bergerak mengikuti arah trend. Di dalam analisa teknikal ada tiga TREND dasar yaitu: a. Up Trend (Bullish) Up trend merupakan trend naik, dimana harga tertinggi yang baru cenderung lebih tinggi dari harga terendah sebelumnya. b. Sideways (Konsolidasi) Sideways merupakan harga yang mempunyai kecenderungan bergerak dalam satu range band/hanya bergelombang tanpa trend naik ataupun turun. Biasanya harga ini dikenal sebagai arah wait dan see. Artinya harga yang akan menunggu terjadi harga reversal/pembalikan ataupun kontinuitas harga.

c. Down Trend (Bearish) Down trend merupakan kebalikan dari up trend, dimana harga cenderung membentuk harga terendah yang baru dari harga tertinggi pada periode sebelumnya

CATATAN PENTING : GUNAKAN CANDLE CHART untuk memudahkan anda membaca pergerakan harga, LIHATLAH dalam layar monitor, apakah yang sedang terjadi, bila pergerakan harga sedang TREND ( naik / turun ), maka anda dapat melakukan order ( BUY / SELL ), namun bila sedang terjadi SIDEWAYS ( bergelombang ) sebaiknya anda menunggu trend yang akan terjadi terlebih dahulu… SABAAAARRRR……JANGAN NEKAD…. MEMBACA KECENDERUNGAN HARGA ( akan naik atau turun ) Didalam menganalisa pergerakan harga, ada beberapa hal yang harus dipahami yang merupakan dasar dari analisa teknikal. Secara umum pola harga mengikuti dua bentuk dasar, yaitu: a. Pola Consolidation ( Melanjutkan trend / berkelanjutan ) Bentuk pola Continuation biasanya terbentuk saat gerakan harga mengalami kejenuhan/koreksi harga dalam Trend., SEHINGGA arah pergerakan harga akan melanjutkan pergerakan harga semula.

b. Pola Reversal ( Pembalikan Arah )

Bentuk pola yang biasanya akan mengarah pada pembalikan harga dari harga yang terjadi sebelumnya, Jika pergerakan harga semula turun, akan berbalik arah menjadi naik, begitu juga sebaliknya. PERHATIKAN : Kapan akan terjadi CONSOLIDATION dan kapan terjadi RESERVAL A. POLA KONSOLIDASI / BERKELANJUTAN :

1. TREND LINES Hampir semua jenis grafik bertujuan untuk mencari kecenderungan harga pasar dalam periode tertentu. Berdasarkan periode waktu, Trend dapat dibedakan menjadi tiga macam: a. Jangka Panjang (MAJOR TREND) Yang merupakan Trend Major ( jangka panjang ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Monthly ( MN ) Biasa digunakan bagi mereka yang trading Bulanan/tahunan. b. Jangka Menengah (MEDIUM TREND) Yang merupakan Trend Medium ( jangka Menengah ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: Weekly ( W1 ),Daily ( D1 ), Biasa digunakan bagi mereka yang trading Mingguan c. Jangka Pendek (MINOR TREND)

Yang merupakan Trend Minor ( jangka pendek ) pada suatu periode. Sehingga untuk melihatnya menggunakan: 4 jam, 1 jam, 30 menit, 15 menit, 5 menit, 1 menit. Biasa digunakan bagi mereka yang trading Harian. Caranya : Anda dapat mencobanya dengan KLIK : M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1 dan MN di toolbar layar Metatrader. ANALISA: Saat terjadi TREND ( naik / turun ) inilah saat yang tepat untuk melakukan order BUY / SELL 2. SUPPORT DAN RESSISTACE LEVEL Teknik yang paling sering terdengar dalam analisa teknikal adalah Support dan Ressistance level. Harga ini merupakan analogi dari kesepakatan harga antara pembeli dan penjual, atau dengan kata lain adanya permintaan dan penawaran. Support merupakan tingkat harga dimana terdapat permintaan yang cukup untuk menahan penurunan harga yang lebih rendah. Di level ini para pembeli lebih tinggi dari pada penjual. Sedangkan Ressistance merupakan tingkat harga dimana penawaran yang cukup untuk menahan pergerakan peningkatan harga yang lebih tinggi. Pada level ini penjual lebih tinggi dari pada pembeli, sehingga terjadinya peningkatan harga yang lebih tinggi dari harga sebelumnya tidak akan terjadi. Caranya ; Buatlah garis-garis horizontal sperti diatas ( klik: Garis Hirizontal di Tool Bar ), arahkan pada layar, lihat pergerakan harga sebelumnya, dan letakkan (klik) pada titik support (titik dimana saatnya order BUY) dan pada titik ressistance (titik dimana saatnya order SELL)

Perhatikan Gambar Berikut : ANALISA : Anda order BUY pada titik SUPPORT. Anda order SELL pada titik RESISSTANCE 3. RETRACEMENT Retracement/ koreksi selalu terjadi dalam pergerakan harga. Di forex trading, harga hanya bergerak naik atan turun. Artinya bila harga telah over ( menembus titik ter-atas atau ter bawah ) maka pasti akan terjadi KOREKSI dan harga dapat berbalik arah. Retracement seringkali merupakan jarak antara harga tertinggi dengan harga terendah dalam posisi konsolidasi. Nilai konstanta Retracement adalah: 74,6 %, 61,8%, 50 %, 38,2%, 23,6%. Caranya : Gunakan Fibo ( Fibonanci ) di Tool Bar layar atas, klik : Fibo, arahkan dari titik tertinggi grafik, ke titik terendah grafik ( pergerakan harga). ANALISA : Bila Harga yang bergerak sekarang, masih berada di bawah 50 %, maka kecenderungan masih akan terjadi penurunan, sehingga anda order SELL. Bila harga yang bergerak masih berada diatas 50% kecenderungan harga masih akan naik, maka order BUY. Garis 50% disebut PIVOT ( PV )

4. PATTERN Pattern merupakan gambaran atau pola dari bentukan harga di masa lalu. Berdasarkan asumsi bahwa berbagai peristiwa mengikuti pola kejadian masa lalu. 1. Pola Segitiga (Triangle) 2. Pola Bendera 3. Berlian (Diamond)

Bentuk pola Consolidation lebih sering terjadi dibandingkan dengan pola Reversal. Berdasarkan harga tertinggi dan harga terendah dalam suatu pola Consolidations, maka dapat dihitung jarak kenaikan atau penurunan harga (PRICE OBJECTIVE) ANALISA : 1. Perhatikan Trend sebelum pola Consolidation terbentuk, kecenderungan harga setelah pola Consolidations adalah cenderung melanjutkan Trend yang terjadi sebelumnya. 2. Buatlah garis Bantu (Support dan Resistance Lines), karena pola juga merupakan hasil bentukan garis bantu, maka cara analisa Support dan Resistance dapat digunakan dalam kasus ini. 3 Bila pola-pola diatas terjadi, maka lihatlah TREND HARGA yang terjadi sebelum pola tersebut terbentuk, bila sebelumnya terjadi TREN UP ( naik ) maka kecenderungan harga masih akan melanjutkan TREND seperti pada saat terbentuk pola seperti diatas. 5. GAP

GAP atau lompatan harga terjadi karena permintaan/Demand dengan penawaran/Supply mengalami ketidakseimbangan yang besar. GAP hanya bisa diamati pada BAR chart ataupun dengan CANDLESTICK chart. Cara analisa GAP: Jenis GAP 4.1 NORMAL GAP Jenis GAP 4.2 BREAKAWAY GAP Lokasi GAP Dlm konsolidasi Sinyal Bukan pertanda apapun

Lokasi Sinyal GAP Awal Trend Tanda menembus garis / break Support / Resistanse

RUN AWAY DAN EXHAUSTION GAP
Jenis GAP 4.3 RUN AWAY GAP Lokasi GAP Sinyal

Pertengahan Trend Memperjelas Trend yang terjadi Akan terjadi konsolidasi dan diikuti penurunan volume

4.4 EXHAUSTION GAP Akhir dari Trend

6. OVER Over atau kondisi dalam pererakan harga merupakan awal dari suatu pola, baik Consolidation Pattern maupun Reversal Pattern. Pada keadaan Over maka kondisi harga agak sulit diperhitungkan. Cara analisa kondisi Over menggunkan krafij indicator seperti RSI, STOCKHASTIC SLOW, MACD, dan lain-lain. Suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan beli disebut sebagai OVER BOUGHT, sedangkan suatu kondisi yang telah mengalami kejenuhan jual disebut sebagai OVER SOLD.

ANALISA : Melihat tingkat kejenuhan harga di dalam indicator menggunakan nilai parameter. Harga mencapai nilai diatas 70/80 menunjukkan tingkat kejenuhan beli atau OVER BOUGHT. Harga mencapai nilai dibawah 20/30 menunjukkan tingkat kejenuhan jual atau OVER SOLD. OVER BOUGHT maupun OVER SOLD bukanlah saat untuk pengambilan posisi, melainkan sinyal wait and see ( tunggu dulu ), jangan oreder BUY atau SELL.

7. PRICE OBJECTIVE Price Objective atau sasaran nilai harga setelah harga menembus garis/break line (Support/Resistance). Price Objective juga merupakan jarak antara sewaktu harga menembus/break line sampai nilai harga akhir perjalanan Trend (OBJECTIVE).

ANALISA : Tunggu….jangan order dulu..

B. POLA PRUBAHAN ARAH (REVERSAL PATTERN)

Pola Reversal merupakan akhir dan juga awal perjalanan Trend. Bentuk pola Reversal adalah : 1. Dua puncak atas / double TOP 2. Dua tunjang Bawah / double bottom 3. Paku Tajam (V-SPIKE) 4. Head and Shoulders

ANALISA pola Reversal: 1. Perhatikan Trend sebelum pola Reversal terbentuk, kecenderungan harga setelah pola Reversal adalah berganti arah Trend dari sebelumnya (BERBALIK ARAH ) 2. Buatlah garis Bantu (Support dan Ressistane Lines), karena pola ini juga merupakan hasil bentukan garis Bantu, maka cara analisa Support dan Ressistance dapat digunakan dalam kasus ini. 3. Anda dapat melihat pola reserval ini dengan menggunakan LINE CHART.

BAB V INDIKATOR TEKNIKAL Kelompok Indikator Teknikal Para trader professional membagi indicator ke dalam tiga kelompok, yaitu:

1. Trend Following Indikator bekerja terbaik ketika pasar sedang bergerak tetapi member isyarat palsu dan tidak baik ketika pasar sedang flat. 2. Osilator menangkap mengolah poin-poin di (dalam) pasar flat, tetapi member isyarat berbahaya dan premature ketika pasar mulai ke kecenderungan trands. 3. Miscellaous Indikators menyediakan pengertian yang mendalam dan bermacam-macam tergantung para pemakai. #Rahasia trading sukses adalah berkombinasi beberapa indicator dari kelompok berbeda sedemikian rupa sehingg kekurangan setiap indicator dapat ditutupi dan keunggulan positif masing indicator tidak terganggu dan dapat dimaksimalkan.# Kategori Indikator a. Lagging (mengikuti harga) Stochastic, Range William, RSI, CCI, dan Momentum Indikator adalah pengikut arah Trends (trend follower) dikategorikan sebagai indicator mengikuti (lagging indicator) dan juga Moving Averages (SMA, EMA, MACD) termasuk di dalam kategori indicator. b. Leading (mendahului harga) Oscillators adalah termasuk leading indicator. Contoh lain adalah leading indicator ini adalah Pivot Points, trendless, support/resistance and fibo bisa digolongkan di jenis indicator ini mereka bisa membantu kita member arah harga kemana akan bergerak.

PENTING : Untuk membuat indikator, anda dapat memilih pada menu TOOL BAR, selanjutnya anda dapat memilih indikator yang anda inginkan. Ada beberapa indikator yang kami referensikan untuk dapat anda gunakan. Contoh-contoh Indikator

1. Parabolic SAR Parabolic SAR menjadi salah satu indicator efektif dalam menentukan kondisi market yang sedang trend (trending market) Penggunaan Parabolic SAR Pada SAR, ketika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR berada dibawah dari pergerakan harga. Sebaliknya ketika market sedang dalam trend turun maka titik SAR berada diatas dari pergerakan harga. Pada gambar diatas titik SAR berada diatas bar yang menunjukkan bahwa harga sedang berada dalam trend turun. Sebaliknya kalau titik SAR ada dibawah, maka menunjukkan trend naik. Seperti telah disinggung diatas, kelebihan Parabolic SAR adalah tampilannya yang berupa titik sehingga dengan demikian memudahkan seseorang dalam membaca keadaan market. Trader cukup melihat dimanakah posisi titik SAR apakah dibawah atau diatas dari bar untuk mengetahui trend yang terjadi. Lebih dari itu, semakin jauh jarak antara titik SAR dengan harga tinggi atau terendah dari bar, itu menandakan semakin kuat trend naik/turun yang terjadi. PARABOLIC SAR dan STOP LOSS Nah kita masuk dalam bahasan kegunaan SAR yang cukup unik disini. Bahkan hanya SAR yang memiliki kemampuan seperti ini yaitu kegunaan SAR sebagai penentu titik Stop Loss. Ingat bahwa SAR merupakan kependekan dari Stop and Reverse yang kurang lebih artinya berhenti lalu berbalik arah. Titik SAR bukan saja dapat digunakan sebagai penentu up trend atau down trend. Begitu juga jarak antara titik SAR dengan harga terendah atau tertinggi dari bar yang ada bukan hanya dapat digunakan sebagai penentu kuat lemahnya trend yang terjadi. Lebih dari itu, jika Anda adalah seorang trader dengan Stop Loss (sangat disarankan bertrading menggunakan Stop), maka kabar baiknya titik SAR dapat anda gunakan sebagai titik Stop Loss Anda.

Perhatikan gambar dibawah ini: Pantangan pada Parabolic SAR Saat market sedang bergerak dalam situasi sideways atau tidak adanya trend pergerakan harga. Kondisi sideways ditandai dengan rapatnya jarak antara titik SAR dengan highest/lowest price yang ada. Kondisi sideways yang lebih buruk ditandai dengan berpindah-pindahnya titik SAR diatas dan dibawah bar sehingga menyulitkan Kita dalam membuka posisi. Itu sebabnya mengapa dari awal Saya menyarankan menggunakan SAR beserta indicator lainya sebagai penutup kekurangan SAR. Perhatikan gambar berikut. 2. Moving Average (MA) Merupakan indicator yang paling sering digunakan dan merupakan indicator paling standar. Moving average artinya adalah rata-rata bergerak. Moving average mempunyai tiga varian yang berbeda, yaitu Simple Moving Average, Weighted Moving Average, dan Exponential Moving Average. Masing-masing merupakan metode rata-rata bergerak, hanya saja cara merata-ratakannya saja yang berbeda satu sama lain dan berapa periode yang kita gunakan. ANALISA Moving Avarage : a. Prediksi harga naik jika harga memotong garis moving average dari bawah ke atas. b. Prediksi harga turun jika harga memotong garis moving average dari atas ke bawah. ANDA DAPAT MEMBUAT PERIODE-PERIODE PADA MOVING AVARAGE: 5, 8, 10, 20. 30 dengan cara mengubah parameternya. Cobalah…. Secara garis besar dapat digunakan untuk hal-hal berikut. 1. Menentukan trends yang akan terjadi.

2. Menentukan titik support dan resistance. 3. Memuluskan indicator yang lain yang terlalu bergerigi. Perhatikan gambar Simple Moving Average dengan 10 periode berikut. Pada bagian ini saya akan membahasa mengenai menentukan trends dengan memakai SMA. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan lagi grafik SMA di atas. Di sini dapat kita lihat bahwa apabila harga naik, SMA berada di bawah dari candlestick dan sebaliknya bila harga bergerak turun, maka SMA berada di atas candlestick. Apabila terjadi crossing antara harga dengan SMA, maka dapat kita ketahui bahwa akan terjadi arah perubahan trend. Nah, bagaimana kalau kita menggunakan dua buah SMA dengan dua periode yang berbeda? Dengan menggunakan dua SMA dengan dua periode yang berbeda kita dapat lebih akurat lagi memprediksikan kemana harga akan bergerak. Apabila telah terjadi perpotongan antara harga dengan kedua SMA maka akan dipastikan bahwa harga akan berubah arahnya. Dengan demikian kita memiliki tiga buah perpotongan garis, yaitu perpotongan antara SMA 20 dan SMA 40 dan perpotongan SMA 20 dengan harga serta perpotongan SMA 40 dengan harga. Dapat kita catat bahwa apabila rentang antara kedua SMA semakin besar maka kemungkinan trend akan terus berlangsung dan bila mulai terjadi penyempitan jarak diantara keduanya dan sampai terjadi perpotongan kembali, bisa disimpulkan bahwa trend sudah berakhir. Mudah bukan? Tentu saja penerapan periode yang tepat amat membantu di sini. Sayangnya, sampai saat ini belum ada aturan pencarian periode yang tepat untuk dipakai. Memang perlu banyak-banyak beraltih dan mencoba (trial and error). Perlu dicatat bahwa penggunaan periode dapat berubah-ubah menurut kebutuhan mespun pair yang sama karena memang kondisi sebuah mata uang adalah dinamis dari waktu ke waktu.

Berikut ini penggunaan SMA untuk membaca trend dalam bentuk table. No. Posisi SMA 1. SMA berada di bawah harga 2. SMa berada di atas harga 3. 4. 5. 6. 7. 8. Arti Kondisi bullish/trend naik Kondisi bearish/trend menurun SMA memotong harga dari bawah Perubahan trend menuju bearish SMA memotong harga dari atas Perubahan trend menuju bullish SMA periode lebih pendek memotong SMA periode Perubahan trend menuju lebih panjang dari bawah. bearish SMA periode lebih pendek memotong SMA periode Perubahan trend menuju lebih panjang dari atas. bullish SMA periode lebih panjang berada di atas SMA Kondisi bearish/trend periode lebih pendek menurun SMA periode lebih panjang berada di bawah SMA Kondisi bullish / trend periode lebih pendek naik

MA dapat digunakan untuk menentukan arah trend, untuk menentukan proteksi, untuk masuk atau keluar (entry maupun exit) untuk meratakan (smoothing) gerakan-gerakan harga yang terlalu kasar, untuk sinyal konfirmasi dengan menggunakan sebagai sinyal CrossOver, dsb. Fungsi MA adalah meratakan gerakan pasar yang fluktuatif dan mengidentifikasikan arah pergerakan harga, juga dengan MA bisa menunjukan kekuatan trend dari kecuraman dari sudut garisnya. Jenis-Jenis Moving Average 1. Simple Moving Average

SMA dihitung dengan cara menambahkan harga yang akan dihitung kemudian dibagi dengan periode lama waktunya. Harga yang dihitung biasanya adalah harga close. Tapi bisa juga harga High, Low, atau rata-rata dari ketiganya. 2. Weighted (WMA), Exponential (EMA) dan Tringular MA Beberapa trader beranggapan bahwa harga yang terakhir adalah lebih penting daripada harga yang lebih lama sehingga naik turunnya MA itu karena pengaruh harga terakhir bukan karena pengaruh data beberapa periode yang lalu sehingga harga yang terakhir diberi pemberat berupa bilangan bulat yang dikalikan pada harga terakhir. Jika pemberat tersebut linier maka disebutlah WMA dan bila berbentuk exponensial disebut EMA, sedangkan untuk triangular MA penekanan pemberatnya ada pada tengah-tengah periode. 3. Variabel MA dan Time Series MA Variable MA adalah EMa yang parameternya dapat berubah (adaptif) berdasarkan volatilitas dari data, sedangkan time series MA dihitung berdasarkan teknik linier regresi. Tips 1 Timing entry dengan menggunakan Single Moving Average (SMA, WMA, EMA) adalah: BUY bila harga (umumnya close) di atas rata-rata, SELL bila harga di bawah rata-rata.

Tips 2 Single Moving Average sering digunakan sebagai trend filter juga, yaitu bila harga di atas rata-rata, maka ambillah posisi BUY tapi gunakan indicator lain untuk entry demikian, untuk sebaliknya.

XMA merupakan penyempurnaan dari metode SMA. Seperti yang kita ketahui bahwa pembobotan SMA merupakan penyebab yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan sinyal perubahan trend. Pemberian bobot XMA sama seperti juga WMA melibarkan periode. Hanya saja perbedaannya jika pada WMA semakin panjang periode yang kita gunakan semakin besar bobot terakhirnya, maka pada XMA terjadi sebaliknya, yaitu semakin panjang periode yang kita pakai, maka semakin kecil pembobotan nilai terakhir yang kita pakai. Aplikasi XMA Secara keseluruhan, peraturan pada XMA adalah sama seperti pada SMA karena memang cara perhitungannya sama hanya memiliki perbedaan pada pembobotan nilai saja. Berikut ringkasannya. Penggunaannya dengan memakai dua buah XMA juga dapat digunakan sama seperti pada SMA 3. Relative Strenght Index (RSI) Diperkenalkan pertama kali oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978 pada bukunya New Concepts in Technical Trading Systems. Nilai dari RSI berada pada kisaran 0-100 (itulah sebabnya mengapa digolongkan sebagai indicator oscillator). Oscillate = berkisar). RSI sendiri merupakan indicator yang membandingkan momentum harga yakni antara nilai pada saat ini terhadap daya tarik losses yang terjadi.

RSI dapat kita gunakan untuk mengetahui hal-hal berikut ini.
o o o

Kondisi overbought/oversold Divergence positif/negative Momentum pergerakan harga

a. Overbought/oversold menurut RSI Cara pengidentifikasian kondisi overbought/oversold dengan RSI sangatlah sederhana. Sederhana namun belum tentu mudah. Aturan umum yang berlaku adalah kondisi overbought diperoleh bila RSI memotong garis 70 dan oversold bila RSI memotong garis 30. Lalu apakah selalu 30-70? Tidak. Beberapa buku merekomendasikan 20-80 dan berbedabeda untuk tiap pair yang kita tradingkan. Bisa saja untuk mata uang tertentu dalam kondisi tertentu batasan overbought/oversold berapada pada 40-60, jadi bergantung mana yang sesuai. Lagi-lagi perlu dilakukan trial and error. Namun demikian, sebagai sedikit panduan, RSI akan semakin akurat digunakan pada kondis pasar yang efisien dan stabil. Sampai saat ini, pasar forex merupakan pasar yang paling stabil dan efisien dalam pergerakannya (harga lebih ditentukan oleh market dan sangat likuid). Jadi, sedikit banyak batasan 30-70 masih berlaku disini walaupun tidak mutlak. Perhatikan chart berikut ini. Jika indicator RSI bergerak naik sementara harga sedang menurun, hamper dapat dipastikan bahwa harga akan bergerak mengikuti pergerakan indicator RSI, yaitu kembali naik. Demikian juga sebaliknya bila RSI sedang menurun dan harga sedang naik, maka beberapa saat kemudian harga akan bergerak turun mengikuti arah pergerakan RSI.Perhatikan gambar di bawah ini. 4. Stochastic Oscillator Merupakan alat analisis ciptaan George C Lane pada akhir 50-an. Seperti namanya, nilai kisaran pada indicator ini adalah 0-100 (oscillator). Stochastic Oscillator dibunakan untuk menunjukkan posisi closing relative terhadap range transaksi dalam suatu periode tertentu. Pada dasarnya indicator ini dipakai untuk mengukur kekuatan relative harga terakhir terhadap selang harga tertinggi dan terendahnya selama selang periode waktu yang kita inginkan. a. Interpretasi Stichastic Oscillator

Secara umum tidak berbeda dengan informasi pada RSI dan SMA. Dan memang Stochastic Oscillator sebenarnya adalah gabungan dari kedua jenis indicator tersebut dengan cara perhitungan yang berbeda. Secara keseluruhan, indicator ini dapat kita gunakan untuk menentukan keadaan overbought/oversold (yang artinya prediksi trend untuk jangka panjang), perpotongan antara %K dan &D (sebagai short term trend) dan Bullish.Bearish Centerline. b. Overbought Keadaan overbought/oversold menurut Stichastic diperoleh bila garis %K telah memasuki batasan 20 dan 80 yakni 20 untuk oversold dan di atas 80 untuk overbought. Sama dengan RSI bukan? Harap diingat juga bahwa batasan 20/80 ini bukanlah batasan mutlak. Bisa saja 30/70 atau yang lain. Jadi, jangan heran bila saya juga menggunakan batasan yang berbeda dalam menentukan kondisi overbought/oversold dari situasi ini. Kalau batasan overbought/oversold itu untuk trend jangka panjang, maka perpotongan %K dan %D ini kota gunakan untuk perubahan trend minor. Maksudnya begini, bila dalam suatu kondisi long biullish trend, seringkali sdalam pergerakannya kita menentukan trend-trend minor. Bisanya monir dan mayor di sini sangat relative bergantung pada time line yang kita gunakan. Untuk time line jam-jaman misalnya, jangan remgkan trend monir ini karena pergeraknnya bisa mencapai 50 point! Out artinya lebih dari cukup untuk memperoleh keuntungan sampai 50 dolar hanya dengan 1 lot dan mengandalakan monir trend. Seperti yang kita ketahui sebelumnya %D merupakan MA dari %K yang tidak lain pencerminan dari perubahan harga. Jadi, sesuai dengan sifat MA dalam menentukan perubahan trend, setiap perpotongan antara %D dangan %K berarti adalah perubahan trend untuk jangka waktu singkat ke depan. Kondisi bullish terjadi bila garis %K memotong %D dari bawah dan sebaiknya trend bearish terjadi bila %K memotong dari atas. Keadaan ini bisa saja berlangsung bahkan ketika kedua garis sedang dalam wilayah overbought/oversold. Jika ini terhadi, itu artinya memang tekanan beli atau jual sedang kuatsekali sehingga akan terjadi kemungkinan harga menembus batas support dan resistancsinya. ANALISA :

Bila anda melihat indicator Stochastic sedang bergerak diatas garis 70/80 ataupun dibawah garis 20/30 maka Tunggu, jangan melakukan order BUY / SELL terlebih dahulu. Anda lakukan order BUY / SELL setelah indicator bergerak diatas garis 20/30 atau dibawah garis 70/80.

KESIMPULAN :
STOP…. Anda Tidak perlu BINGUNG untuk membaca kecenderungan
pergerakan harga, semua dapat kita simpulkan dalam LANGKAH-LANGKAH dibawah ini :

1. Setelah Anda membuka layar Metatrader,dan melakukan login, maka lihat di layar kanan-bawah, Pastikan bahwa signal internet telah terkoneksi. 2. Pilihlah Time Frame H1 dan M15 ( di tool bar atas ) untuk anda yang menginginkan trading harian. 3. Perhatikan, apakah telah terjadi : POLA KONSOLIDASI atau POLA REVERSAL ( Pola konsolidasi, manandakan bahwa pergerakan harga masih akan melanjutkan TREND yang terjadi sebelumnya, dan Pola reversal mengisyaratkan akan terjadi pembalikan pergerakan harga ) Lihatdi BAB :IV ( Membaca Kecenderungan Harga ) 4. Lihat sekarang di H1 pergerakan harga ( grafik ) hari kemarin dan hari ini. 5. Buatlah Garis Fibonanci ( Fibo ), caranya : Klik Fibonanci di toolbar, arahkan kursor ke grafik yakni pada harga tertinggi hari ini atau kemarin (mana yang lebih tinggi), tekan mouse kiri ( jangan dilepas) kemudian tarik kebawah kearah harga terendah hari ini atau kemarin (mana yang lebih rendah), lepas mouse, maka akan terlihat garis-garis fibonanci

yang tertulis di ujung kanan ( 100-61,8-50-38,2-0) Garis 50 disebut PIVOT ( PV ). 6. Lihatlah harga floating ( harga yang sedang berjalan saat ini ), apakah berada di atas garis PV 50 atau dibawah PV 50 nya ?? Jika harga masih dibawah garis PV 50, maka ada indikasi harga masih akan turun, dan bila harga sekarang berada di atas garis PV 50, ada indikasi pergerakan harga masih akan naik. 7. Sekarang lihatlah INDICATOR : MA, yang ada di grafik. Bila harga saat ini berada di atas MA, maka kecenderungan harga akan naik, dan bila harga saat ini berada dibawah MA, maka kecenderungan harga akan turun. 8. Apabila harga bergerak di atas PV 50, tetapi indicator MA masih berada di atas harga berjalan, maka tunggulah sampai harga naik menembus garis fibonanci 61,8 barulah anda melakukan order BUY atau tunggulah harga turun menembus garis 38,2 ,barulah anda order SELL. 9. Apabila harga bergerak dibawah PV 50, tetapi indicator MA masih berada di bawah harga, maka tunggulah sampai harga turun menembus garis fibonanci 38,2 barulah anda melakukan order SELL atau tunggulah harga naik menembus garis 61,8 barulah anda order BUY 10.Tapi lihatlah pada Indicator RSI dan Stochastic ( bawah ), bila indicator tersebut telah memasuki range 80 dan 20 ( diatas garis 80) atau (dibawah garis 20), itu berarti telah terjadi OVER ( titik jenuh beli atau jual), tunggulah sampai indicator RSI dan Stochastic berada di atas garis 20, maka anda dapat order BUY, atau tunggulah indicator RSI dan Stochastic berada di bawah garis 80, maka anda dapat order SELL
BAB VI ANALISA FUNDAMENTAL A. Definisi Analisa Fundamental

Kata kunci dari analisa ini ada pada dua kata, yaitu demand dan supply. Pada dasarnya pelaku pasar adalah manusia. Dengan mengukur lebih banyak mereka yang melakukan aksi beli (demand) atau sebaliknya aksi jual (supply), maka kita kita dapat mengetahui kemana harga akan bergerak. Pendeknya bila demand bertambah sementara supply tetap maka seperti layaknya harga akan segera merangkak naik. Demikian juga sebaliknya ketika supply (penawaran) yang bertambah tetapi demand tetap maka harga akan mulai turun dikarenakan barang banyak beredar di pasaran. Dua hal inilah yang coba diketahui oleh analisa fundamental. Nah berhubungan dengan semua itu dilakukan oleh para pelaku pasar maka seperti layaknya psikologi massa, hal itupun berlaku dalam dunia forex. Ketika muncul beritaberita ekonomi misalnya yang melaporkan bahwa mata uang negara cenderung akan melemah maka analisa fundamental bertugas untuk menganalisa berita yang akan akan muncul lalu jikalau berita tersebut muncul bagaimana kaitannya dengan reaksi pasar. Kadangkala dikarenakan pasar juga seringkali digerakkan oleh emosi sesaat, tanpa berita ekonomi apapun seringkali terjadi aksi kenaikan atau penurunan harga mata uang. Biasanya ini disebabkan oleh pergeseran demand supply karena adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan aksi pembelian atau penjualan dalam jumlah besar. B. Jenis-Jenis Berita Fundamental Dalam analisa fundamental sarana yang berperan adalah berita. Sebagian besar berita fundamental yang berperan dalam menentukan naik turunnya nilai mata uang adalah berita ekonomi. Informasi-informasi seperti tingkat pengangguran, index kepercayaan konsumen dan produsen atau berita-berita sejenis lainnya menentukan apakah sebuah mata uang akan menguat atau justru melemah terhadap pasangan mata uang lainnya. Sebagian besar berita tersebut bermuara pada naik turunnya inflasi dalam sebuah negara. Dalam keadaan dimana inflasi mulai berjalan kea rah naik maka biasanya bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga. Kenaikan suku bunga dalam sebuah negara biasanya akan diikuti kenaikan sementara (namun besar) pada mata uangnya. Secara logika hal ini bisa disebabkan karena sector perbankan juga turut menaikkan suku bunganya termasuk suku bunga tabungan dan deposito. Hal ini memicu semakin banyaknya dana yang dihimpun di bank sehingga uang yang beredar di pasaran akan berkurang. Sesuai hukum demand supply ketika supply berkurang maka harga barang pun akan meningkat. Bahkan jikalau bank-bank di negara yang bersangkutan pun tidak ikut menyesuaikan dengan

tingkat suku bunga yang ada psikologi dan pandangan para trader tetaplah demikian. Akibatnya mereka pun segera melakukan aksi buy yang akan menyebabkan demand bertambah. Hal ini menjadi semacam self-prophecy (penggenapan terhadap apa yang diyakinkan oleh dirinya sendiri) akan apa yang market percayai. Dalam trading forex, naik turunnya suku bunga merupakan keputusan akhir dimana sebelumnya di awali oleh data-data infasi di itngkat konsumen dan produsen. Beritaberita ini pun sudah akan lebih dulu mempengaruhi pergerakan mata uang sehingga adnda tidak boleh mengganggap hanya berita kenaikan suku bungalah yang penting. Ada puluhan berita fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar ke depannya. Ada berita fundamental yang penting untuk diperhatikan ada juga berita fundamental yang tidak perlu sama sekali dikarenakan berbagai factor. Dalam hal ini memang adalah penting untuk meilah-milah berita fundamental yang penting dan tidak penting. Itu akan kita pelajari pada bahasan selanjutnya yang berjudul “menyaring berita fundamental”.

C. Variabel Ekonomi yang Signifikan 1. Gross Domestic Bruto Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari empat komponen utama, yaitu tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor. Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam tiga rilis, yaitu advanced – rilis pertama, preliminary – revisi pertama, dan final – revisi kedua. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market. 2. Tingkat Inflasi Suku Bunga

Pada dasarnya orang melakukan investasi adalah mengharapkan timbal balik hasil yang besar. Oleh karena itulah tingkat suku bunga bank sentral akan mempengaruhi ketertarikan investor terhadap produk investasi. 3. Tingkat Pengangguran Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan berhubungan dengan politik), unemployment rata relative kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian. 4. Neraca Berjalan dan Neraca Dagang Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor) dan angka negative menunjukkan deficit (impor melebihi ekspor). Curret Account adalah jumlah dari Trade Balance ditambah dengan pendapatan bersih dari luar negeri. Trade balance atau current account dapat dipandang dari dua sisi, yaitu sebagai selisih ekspor dan impor, maupun sebagai kurang lebih selisih dari tingkat tabungan nasional dan tingkat investasi nasional. Jeleknya data ini secara umum diartikan sebagai berkurangnya tingkat persaingan negara tersebut. Namun, jeleknya data ini juga dapat diartikan sebagai kuatnya perekonomian, jika jeleknya data tersebut dikarenakan tingkat investasi nasional tumbuh lebih pesat daripada tingkat tabungannya. D. Indicator Ekonomi AS paling sensitive sebagai penggerak harga Meski kebanyakan pelaku pasar valuta asing bertransaksi menggunakan analisa teknikal, namun diperkirakan ada sekitar 25% dari para dealer yang melakukan transaksi berdasarkan analisa fundamental sementara yang murni menggunakan analisa teknikal sekitar 30%. Dari apa yang kami pelajari beberapa tahun ini, analisa fundamental kian meningkatkan peranannya sebagai penggerak harga utama dan harga berdasarkan analisa

kami kebanyakan gerakan signifikan dollar (semisal terhadap euro) terjadi pada 20 menit pertama suatu data fundamental dirilis. Secara relative efek yang ditimbulkan dari tiap data juga mengalami perubahan. Di tahun 1992, neraca dagang (trade balance) AS merupakan penggerak harga (market mover) nomor satu sementara data ketenagakerjaan non pertanian (nonfarm payroll dan data pengangguran) menduduki urutan ketiga. Di tahun 2004, kedua indicator ini bertukar tempat dimana data payroll memainkan peranan utama sebagai penggerak harga untuk dollar dan data trade balance turun di peringkat ketiga. Dari peristiwa ini diketahui bahwa harga pasar mengalihkan fokusnya pada data sector ekonomi yang berbeda sesuai dengan isu yang tengah terjadi –sebagai contoh data neraca dagang dipandang sangat penting ketika perekonomian suatu negara tengah berada dalam status defisit. Hal yang sama terjadi di saat perekonomian dianggap lemah dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan maka data payroll serta pengangguran dianggap sangat penting untuk diketahui. Berdasarkan riset dilakukan oleh National Bureau of Economic Research (NBER) pada tahun 1999, peringkat sensitifitas dari data ekonomi AS diurutkan sebagai berikut. Tahun 1997 1. Unemployment rate dan nonfarm payroll (tingkat pengangguran dan penciptaan lapangan kerja) 2. Isu suku bunga 3. Inflasi 4. Trade Balance (neraca dagang) 5. GDP (Pendapatan Domestik Bruto)

Tahun 1992 1. Trade Balance (neraca dagang) 2. Isu suku bunga 3. Unemployment rate dan nonfarm payroll (tengkat pengangguran dan penciptaan lapangan kerja) 4. Inflasi

5. GDP (Pendapatan Domestik Bruto) Di peringkat berdasarkan reaksi tercepat ketika dirilis Sebagaimana yang terlihat pada table di bawah ini, data nonfarm payroll merupakan penggerak harga paling signifikan yang mampu menggerakkan harga rata-rata 124 pip dalam 20 menit pertama setelah data itu dirilis dan memperlebar range sebesar 192 pip dalam perdagangan hari itu. Isu seputar suku bunga menduduki peringkat kedua. Sementara data seperti aliran modal masuk internasional dari Depkeu AS biasanya memberi bias 33 pip dalam 20 menit pertama dan mampu memperlebar kisaran hari itu hingga 132 pip. Peringkat sensitifitas data pada tahun 2004 ( Dihitung berdasarkan pergerakan EUR/USD ) Data Pendukung: Buka: www.forexfactory.ca

BAB VII TEKNIK MANAJEMEN RESIKO DAN MANAJEMEN MODAL A. TEKNIK MANAJEMEN RESIKO

Terdapat tiga (3) teknik dalam mengatasi resiko, yaitu: 1. Cut and Switch Suatu cara yang sangat efektif untuk mengatasi kerugian yang mungkin timbul akibat keslahan transaksi, terutama bila harga menunjukkan arah pergerakan yang jelas. Cara melakukan cut and switch: Bila kesimpulan analisa adalah trend up dan keputusan OB (Open Buy) namun harga kembali turun dengan analisa (news and chart) sangat mendukung sehingga menimbulkan keyakinan perkembangan harga akan turun terus, maka dilakukan tindakan cut dengan melikuidasi OB sekaligus melakukan switch posisi dari buyer menjadi seller dengan OS (Open Sell). 2. Stradle/Hedging Keuntungan : efisiensi dalam penggunaan modal Kerugian : tidak efisien dalam penggunaan waktu Cara melakukan Straddle: Jika kesimpulan analisa trend up/demand period dan keputusan yang diambil adalah OB (Open Buy) namun pergerakan harga turun sehingga menimbulkan keraguan dalam pengambilan keputusan, maka tindakan yang diambil dalam straddle adalah dengan membuka OS (Open Sell). Kemudian ditunggu sampai terjadi pembalikan harga (reversal/koreksi), lalu posisi dilikuidasi satu persatu dari posisi yang sudah mempunyai keuntungan terlebih dahulu. Atau apabila kita dalam keadaan ragu-ragu dalam mengambil keputusan (dalam kondisi pasar yang tidak menentu), posisi straddle dapat digunakan untuk mengunci posisi agar kerugian tidak bertambah banyak. 3. Multiple/Covering Position Adalah suatu cara mengatasi kesalahan yang bertujuan untuk mengunci kerugian dan sekaligus mengurangi tingkat kerugian. Bahkan sekaligus dapat menutupi kerugian

tersebut. Caranya segera membuka kontrak baru yang berlawanan dari kontrak semula, dimana jumlah posisi atau jumlah lot lebih banyak. Selanjutnya semua open position tersebut dapat dilikuidasai secara serempak. 4. Averaging Suatu strategi yang membutuhkan keberanian dan modal yang besar karena dalam strategi ini, seorang trader akan tetap mempertahankan prediksinya sesuai dengan analisa dan akan melakukan double posisi dalam jumlah transaksi ketika harga bergerak berlawanan dengan arah posisi/prediksi kita. B. MANAGEMEN MODAL ( MONEY MANAGEMENT ) Jika Forex sebuah bisnis, maka money management merupakan factor yang menentukan apakah bisnis yang akan anda jalani adalah bisnis kelas “warung” atau bisnis “professional” yang juga dijalankan oleh seorang professional. Jangan bertrading forex dengan model pemilik warung kelontong, tapi jalankan dengan model sebuah supermarket. Dan factor penentu hal ini dalam forex adalah apa yang disebut dengan money management ini. Tanpa money management, mungkin anda akan mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, namun tidak dalam jangka panjang. Money management dalam forex kurang lebih adalah sekumpulan rule yang terintegrasi dalam sebuah trading system mengenai bagaimana anda mengontrol keuangan anda selama bertrading. Tentu saja hal ini mutlak anda miliki. Praktisnya, money management menyangkut hal-hal berikut ini.
• • • •

Initial Margin dan Margin Added (bila ada). Besar resiko pertransaksi yang tersedia anda tanggung. Maximum Drawdown. Risk to Reward Ratio

1. Initial Margin & Margin Added Initial Margin adalah modal awal yang hendak anda setorkan pada pialang atau broker untuk bertrading, sedangkan margin added adalah modal tambahan yang mungkin anda

tambahkan untuk anda bertrading/mempertahankan posisi yang terfloating bila ada di kemudian hari. Dengan dana yang cukup, anda memiliki sedikit kebebasan untuk melakukan maneuver-manuver dalam trading anda dan mengurangi beban psikologis karena terbatasnya modal. Perihal margin added, beberapa orang lebih menyukai untuk menyetorkan initial margin mereka dengan jumlah secukupnya dengan alasan bahwa jika di kemudian hari account mereka terancam margin call maka mereka dapat menambahkan dana (injection) guna menahannya. Ya boleh-boleh saja. Hanya dalam hal ini beberapa factor yang perlu anda perhatikan.
o

o

o

Waktu antara penyetoran hingga dana efektif masuk ke account anda biasanya 1 hingga 2 hari. Pertimbangkan dengan masak jangan sampai margin call terjadi dalam 2 hari ke depan. Jadi, lakukan injection jauh-jauh hari untuk amannya. Bagi yang gemar injection, anda harus tahu sampai batas mana anda hendak berhenti melakukan injection. Ini untuk mencegah terjadinya kerugian yang tak terkendali. Pertimbangkan juga biaya transfer antarbank luar negeri yang besarnya kadang bisa mencapai 30 dollar. Ya lumayanlah biayanya. Apakah setidaknya kemungkinan profit dapat tercapai apabila anda melakukan injection?

2. Besarnya Resiko per Trade yang bersedia anda tanggung Resiko pertrade artinya apabila sekali anda membuka posisi, berapa besar batasan loss yang mau anda tanggung jika seandainya posisi kita berlawanan dengan market? Kelak hal ini akan berkaitan dengan bagaimana anda membangun sebuah trading system. Kendala yang dihadapi pemula adalah seringkali tidak bersedia mengatakan bahwa kita keliru dan menutup posisi kita yang loss (cut loss). Maksud dari poin ini adalah stop loss itu penting. Dan itu merupakan bagian dari money management. Tanpa itu, maka trading kita seperti sebuah kendaraan tanpa rem. 3. Maximum Drawdown

Yang dimaksud dengan maximum maximum drawdown adalah berapa besarnya loss berturut-turut yang mungkin terjadi dalam trading anda. Mari kita mulai dengan sebuah perumpamaan: katakanlah kita memiliki sebuah trading system yang mampu memberikan akurasi profit 70% dalam tiap bulannya. Artinya yang kita miliki adalah 70% dan sisanya 30% lainnya adalah loss. Atau dalam 100 kali transaksi maka 70 kali posisi yang kita buka adalah untung dan 30 lainnya rugi. Lumayan bagus bukan? Tetapi itu saja tidak cukup. Money management menentukan di sini. Bagaimana apabila kita mengalami loss yang 30 kali itu secara berturut-turut? Jadi, dari trade pertama hingga trade ke-30 kita mengalami loss da barulah trade ke-31 hingga ke-100 profit kita peroleh. Nah, masalahnya apakah dana yang tersisa setelah trade ke-30 masih mencukupi untuk bertransaksi di trade ke-31 dan seterusnya? Inilah yang dimaksud dengan drawdown. Berapa besarnya drawdown maksimun yang mungkin terjadi? Jadi, bagaimana solusinya? Solusinya ada beberapa cara, yaitu: Solusi 1 : Memperbaiki system trading anda sehingga tidak lagi menjadi 70:30, misalnya menjadi 90:10. Kelihatannya memang sangat baik bukan? Tapi ini jelas tidak mudah. Memiliki system yang mampu memprediksi 90% pergerakan harga dengan akurat tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat kalau tidak mau kita katakana bertahun-tahun. Ya ini memang solusi teoritis terbaiknya namun secara realistis ini sulit. Solusi 2 : Memperbesar modal. Hal ini masih lebih mungkin dibandingkan dengan solusi pertama tadi. Dengan memperbesar modal maka kita memiliki buffer yang lebih besar untuk menahan loss agregat tadi. Tentu saja jumlah lot yang terbuka harus tetap dan tidak boleh bertambah dalam tiap kali transaksi. Namun kendala di sini adalah apabila dana yang kita miliki terbatas. Dalam keadaan ini kita harus kembali ke solusi pertama atau solusi ketiga di bawah ini. Solusi 3 : Memperkecil loss per transaksi Nah, ini solusi sederhana dan rasanya lebih dapat diterima. Maksudnya apabila tadinya kita menggunakan katakanlah 10% dari dana kita untuk bertransaksi, yaitu untuk

menentukan besarnya Stop Loss maka kita perlu menguranginya menjadi misalnya 5%. Begini maksudnya, apabila anda menggunakan 10% dengan modal 1000 itu artinya Stop Loss anda besarnya 100 poin (1000 x 10% = 100) sedangkan apabila menggunakan 5%, maka Stop Loss anda besarnya 50 poin. Mari kita lihat contoh kasus berikut ini. katakanlah kita menggunakan modal sebesar $1000 dan hanya membuka posisi sebanyak 1 lot setiap transaksinya. Mari kita lihat bagaimana perbandingannya apabila kita mengalami drawdown sebanyak 30 kali.

Perhatikan bahwa pada drawdown ke 30, dana yang tersisa dengan menggunakan 10% dari total modal, maka tersisa hanya sebesar 47$. Sedangkan dengan menggunakan 5% tersisa 226$. Berbeda lima kali lipat! Dengan sisa dana $47, apa yang bisa kita lakukan? Bahkan untuk membeli AUDUSD sebanyak 1 lot pun tidak bisa. Hanya injection yang bisa. Tapi, kabar baiknya anda masih bisa trading di broker yang kita rekomendasikan. Dengan demikian maka kesimpulannya semakin kecil persentase modal yang digunakan semakin aman trading kita jadinya. Namun tentu saja ada kendala-kendala yang perlu anda lalui untuk dapat mencapai persentase kecil seperti itu. Diantaranya sanggupkah anda bertrading dengan Stop Loss yang lebih sempit dari biasanya? Nah, ini perlu dipertimbangkan lagi. Lalu berapa persentase terbaik? Beberapa trader professional mengatakan besaran terbaik adalah di bawah 2%! Jadi, 5% masih terlalu besas sesunggunya. Dengan 2% apabila anda memiliki modal sebesar $1000, maka Stop Loss anda bergeser menjadi 20 poin saja. Sangat kecil bagi seorang swing trader. Tapi itu, adalah persentase yang benar. Artinya bila anda hendak bermain swing maka gunakan dana yang lebih besar. Ingat, modal tidak bisa dibohongi.

4. Risk to Reward Ratio Risk to reward ratio merupakan perbandingan antara resiko yang anda ambil dengan keuntungan yang diperoleh setiap kali membuka posisi. Dalam prakteknya nanti ini akan diterjemahkan berapa point besar Stop Loss dan Limit yang anda gunakan setiap kali posisi diambil. Para trader pemula acap kali menentukan besarnya limit mereka, namun

sama sekali tidak menggunakan Stop Loss. Alasannya kalau menggunakan Stop Loss dan targer profit, lebih seringnya Stop Loss-nya yang tersentuh sehingga sering rugi. Jadi, akhirnya kebanyakan pemula bertrading dengan menggunakan target profit namun melupakan Stop Loss mereka. Namun, dari sisi risk to reward ratio, hal ini benar-benar membahayakan sang trader sendiri. Katakanlah target profit yang diambilnya adalah sebanyak 30 poin. Dengan tidak memasang Stop Loss maka perbandingan keuntungan dan resiko menjadi 30: ~ alias 30 berbanding tak terhingga. Ini dikarenakan apabila resiko benar-benar terealisasi maka itu artinya seluruh dana anda habis dikarenakan batasan resiko itu sendiri adalah margin call. Dengan demikian adalah penting untuk mengatur Risk to Reward Ratio anda dengan benar. Jadi, lupakan bertrading tanpa adanya Stop Loss! Jika dalam trading anda Stop Loss anda acap kali tersentuh, maka mungkin memang anda perlu mengatur ulang system trading dan penentuan Stop Loss serta limit anda. Intinya, jangan salahkan keberadaan Stop Loss apabila posisi anda terlikuidasi karenanya. Keberadaan Stop Loss disini adalah untuk membatasi kerugian anda dan bukan untuk membangkrutkan anda.

BAB VIII MANAJEMEN PSIKOLOGI TRADER Sebagian besar mereka yang bertrading mengalami kendala bukan bagaimana mereka memprediksi pergerakan harga tapi bagaimana mereka mengendalikan diri mereka sendiri.

Psikologi dalam bertrading forex adalah bagian tersulit dalam bertrading. Tanyakan pada mereka yang telah memulai real trading, entahkah para pemain baru atau pemain lama, “bagian apakah yang tersulit dalam bertrading?” kemungkinan sebagian besar jawaban yang anda terima adalah bagaimana menaklukkan diri mereka sendiri ketika bertrading. Bagaimanapun trading merupakan melibatkan manusia dan setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tiap-tiap dari antara kita memiliki sifat serakah, takut, ragu-ragu, dan sisi emosi yang kesemuanya itu mempengaruhi pola trading kita. Seorang trader yang professional haruslah memiliki kemampuan untuk memanage mental serta emosi mereka demi kepentingan tradingnya. Mereka yang gagal di sini tidak akan dapat bertahan cukup lama dalam investasi forex. Dan kabar buruknya ini bukanlah perkara mudah. Ada yang cukup melakukan simulasi dalam pikiran mereka lalu mereka mampu menjaga pikiran dan emosi mereka tetap sehat dalam bertrading. Ada juga yang membutuhkan waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun untuk dapat memanage mental mereka. Lainnya bahkan ada yang tidak bisa melewatinya sama sekali (untuk yang dapat melewatinya, mohon maaf mungkin forex bukan investasi yang tepat bagi anda. Carilah investasi lain yang lebih low risk). 1. Serakah Serakah adalah penyakit pertama bagi mereka yang telah memperoleh profit di forex. Semua orang mempunyai kecenderungan untuk menginginkan lebih ketika mereka memperoleh yang namanya uang. Coba bayangkan bagaimana melalui bermain forex, anda dapat memperoleh keuntungan sebesar 1 juta rupiah hanya dalam hitungan jam saja! Bukankah itu adalah sesuatu yang luar biasa? Jika dibandingkan dengan gaji seorang karyawan yang besarnya 2 juta rupiah sebulan, itu artinya mereka hanya memperoleh Rp. 100 ribu/hari dan itu pun setelah mereka bekerja selama 8 jam. Sementara anda dapat memperoleh 1 juta rupiah hanya dalam hitungan beberapa jam saja dikarenakan mata uang bergerak beberapa puluh poin karena kenaikan suku bunga. Bukankah itu luar biasa? Para pemula yang pernah merasakan manisnya profit ini tentulah menginginkan yang lebih besar lagi. Kalau 100 juta dalam satu kali trading! Disinilah masalah keserakahan akan muncul. Menginginkan sesuatu yang lebih tanpa adanya pertimbangan logis dan perhitungan yang cermat seperti modal, kondisi market, dan resiko. Itulah yang dimaksud dengan serakah.

Mereka yang terjebak dengan sikap mental serakah mengira setelah mereka memenangkan 1 juta mereka yang pertama, mereka dapat mengulangnya saat itu juga tanpa memikirkan bagaimana kondisi harga saat itu. Dalam keadaan demikian biasanya pertimbangan dan analisa logis sudah dikesampingkan dan pikiran kita penuh dengan usaha bagaiman untuk memperoleh profit lainnya. Akibatnya adalah membuka posisi baru tanpa memahami bahwa saat itu mungkin saja analisa kita sudah bias ata harga tidak lagi bergerak karena trend sudah berlalu. Beberapa kasus keserakahan yang pernah saya dengar dari para pemula adalah mereka yang sukses di 2 hari pertama mereka yang pertama dalam bertrading (berhasil mencapai return 50% selama 2 hari) dan di hari ketiga melakukan injection karena terjadi loss! Well, memang potensi keuntungan forex sangat besar. Kalau kita pandang dari koridor investasi, return sebesar 50% dalam 2 hari bukankah sesuatu yang sungguh ajaib? Itulah yang menarik dari forex. Bahkan seandainya si pemula tadi berhenti bertrading pada bulan itu dan membiarkan dalam satu bulan itu returnya hanya sebesar 50% maka itupun sudah sangat luar biasa. Bandingkan dengan bunga deposito yang hanya sanggup memberikan anda 10% pertahunnya. Sayangnya karena keserakahan dia kembali loss. Bukan kembali ke titik nol malah lebih darim itu menjadi minus. Perlu dipahami di sini, tidak serakah bukan berarti anda membatasi profit. Tidak. Sah-sah saja anda memperoleh profit 1 juta lainnya setelah anda mendapatkan profit 1 juta yang pertama bial memang kondisinya memungkinkan. Artinya ada alasan anda untuk membuka posisi baru, misalnya karena muncul trend baru atau adanya berita fundamental yang mendukung. Sekali lagi serakah dalam forex terjadi apabila kita menginginkan lebih namun tidak memiliki dasar alasan yang kuat untuk memperolehnya. Lalu bagaimana caranya mencegah diri kita untuk tidak serakah ketika bertrading?

Ada beberapa nasihat sederhana untuk membantu anda tidak serakah ketika sedang bertading, yaitu:

Setia pada system trading anda. Ini sekaligus mengajarkan anda untuk disiplin. Jangan habiskan waktu berlama-lama di depan grafik forex anda. Ini akan menimbulkan keinginan untuk posisi baru.

• • •

Miliki pemahaman bahwa tidak semua pergerakan harga harus menghasilkan profit bagi anda. Miliki target tertentu dalam trading harian atau mingguan. Jangan terlalu tinggi. Ketika sudah tercapai, tutup platform anda dan matikan computer, lalu pergilah tidur! Solusi terakhir, berhentilah memikirkan profit anda ketika anda sedang bekerja, mau tidur, apalagi sedang ibadah. Daftar solusi di atas bisa semakin panjang bila diteruskan. Namun intinya sama seperti pertanyaan bagaimana caranya untuk tidak menjadi seorang pemalas, jawabannya adalah jadilah orang yang rajin. Demikian juga inti dari poin ke-4 di atas adalah berhentilah untuk serakah. Cukupkanlah diri kita dengan profit yang ada. Bukankah akan lebih menyenangkan tidur setelah menutup posisi profit anda sebesar 30 poin dibandingkan dengan bertrading lagi dan posisi baru kita masih terfloating?

2. Balas Dendam Mereka yang pernah terjebak dalam keserakahan ketika mereka profit biasanya akan mengalami loss dalam trading-trading mereka yang berikutnya. Sampai di sini jikalau masih tidak mau ‘bertobat’ juga maka biasanya akan berlanjut ke masalah psikologis yang berikutnya yang bernama balas dendam. Mereka yang terkena sindrom balas dendam terhadap market biasanya punya pemikiran begini, “apapun yang terjadi, yang penting saya balik modal dulu” Alih-alih balik modal, yang terjadi berikutnya adalah loss yang lebih besar lagi. Mengapa? Penyebabnya mereka yang sudah terkena pemikiran balas dendam seperti ini lalu berpikir untuk mencapai BEP (titik impas) dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Akibatnya terjadi pembukaan posisi yang terkesan dipaksakan meskipun kondisi market tidak mendukung. Ujungnya ya apalagi kalau bukan loss? Ingat bahwa bukan kita yang dapat mengatur market, tapi kita lah yang harus mengikuti pergerakan market. Market selalu menjadi sahabat yang sangat baik bagi yang mampu mengikuti pergerakannya. Sebaliknya, market menjadi musuh yang kejam ketika kita berseberangan dengan arah geraknya. Lalu apa yang harus kita lakukan jika dalam bulan-bulan pertama kita bertrading terjadi loss? Yang jelas balas dendam bukan jawabannya. Hal yang terbaik yang dapat kita

lakukan ketika kita mengalami loss adalah mereview ulang system trading dan segala kekurangan kita sendiri. Apakah analisa kita masih tidak akurat? Atau apakah mental kita belum siap? Bahkan kalau kita masih menemukan banyaknya kendala sana sini ketika bertrading real account, jangan merasa malu untuk kembali de demo. Namun kembalilah dengan rencana yang jelas. Apa yang hendak kita lakukan di demo? Nah, ini yang harus dijawab. Berikut tips-tips singkat yang mungkin membantu anda terhindar dari sindrom balas dendam terhadp market.
• • • •

Tindakan pertama ketika loss: relakan dan pelajari dimana kekurangan kita. Bersikap sabar ketika loss sama seperti tenang ketika profit. Tunggu kesempatan terbaik untuk masuk kembali ke market. Harusnya jika ditrading pertama kita loss maka trading berikutnya lebih hati-hati lagi bukan malah balas dendam. Jika loss anda cukup besar adalah bijak untuk berhenti bertrading sementara waktu sampai anda benar-benar pulih secara mental dan dapat bertrading kembali dengan kepala dingin. Pikirkanlah: bukankah sudah sejak semula kita mengalokasikan dana forex ini sebagai risk capital? Artinya kalau pun benar-benar hilang kita sudah siap. Bersikaplah konsisten keputusan yang kita ambil.

3. Ragu-ragu/Takut Kedua masalah psikologis ini berakibat sama : entry pada saat yang terlambat atau bahkan kehilangan kesempatan profit Benar Kita harus berhati-hati dalam trading kita. Namun bberhati-hati bukan berarti takut, Keduanya berakibat sama ketika anda mengambil posisi beli atau jual pada saat yang terlambat maka akibatnya harga dapat berbalik dari trend yang telah Kita prediksikan dan tentu saja rugi tarjadi. Untuk menjadi

seorang yang berani namun tetap berhati-hati memang bukan perkara yang sederhana Yang anda butuhkan untuk dapat menjadi seperti itu adalah menguasai apa yang sedang Anda tradingkan. Forex adalah seperti hutan belantara bagi kebanyakan orang. Namun bukan berarti Kita harus takut menghadapinya Terutama ketika Anda bertemu dengan pergerakan harga yang acap kali begitu liar tak terkendali. Jangan takut Hadapi dengan kemampuan analisa anda dan ingatlah bukankah Kita telah mempelajari begitu banyak analisa dan teknik penyelamatan terhadap dana yang Kita miliki untuk mencegah kemungkinankemungkinan buruk yang mungkin terjadi? Kita dapat tetap melihat dan menjadi ragu untuk masuk membeli/ menjual GBPUSD atau sebaliknya mendulang profit dari sana Bahkan jikalau Kita pernah mengalami loss ketika bertrading tapi bukan berarti Kita menjadi takut. Satu-satunnya cara untuk lepas dari ketakutan Kita adalah mengenali bagaimana karakteristik pasar dan mampu memprediksi pergerakan market dengan benar. Semakin sering prediksi Anda valid maka akan semakin besar keberanian untuk melakukan aksi buy dan sell. Beberapa situasi membutuhkan keberanian untuk mernbuka dan menutup posisi Misalnya pada saat news berita fundamental terjadi dan harga bergerak dengan cepat Disaat seperti itu Kita dituntut untuk benar-benar sigap dan masuk atau keluar tanpa ragu-ragu (kadang saat seperti ini bisa benar-benar stressful bagi Kita). Berikut tips-tips Sederhana untuk mengalahkan ketakutan Anda :
o o o

o

o

Ketakutan terjadi jika Kita benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap harga. Pertajam analisa anda Berpikirlah sederhana. Terkadang kesederhanaan itu justru berguna. Jangan over analysis. Jangan sesali apa yang telah terjadi. Bahkan jikalau karena keputusan yang Anda ambil Terjadi kerugian. Pelajari dimana sehingga terjadi loss lalu benahi dan mulai lagi. Jangan terlalu sering melihat chart jika Anda tidak mampu mengendalikan diri anda Ketakutan akan semakin besar apabila posisi Kita negatif dan terus menerus melihatnya, lngat selalu unfuk memasang Stop loss.

Sebelum bahasan ini diakhiri, rasanya perlu juga disampaikan untuk Anda mengatasi ketakutan Anda dalam menggunakan sebuah platform forex Maksudnya bertindaklah-hati-hati dan tidak grogi ketika Kita bertrading. Banyak kejadian dialami pemula ketika dia bermain forex salah satunya adalah salah klik ketika bertrading. Nah jangan sampai ini juga terjadi pada Anda Kasus yang sering muncul adalah kesalahan mengklik tombol Buy atau Sell. Ada yang tadinya hendak membuka Buy malah terpencet tombol Sell dan juga sebaliknya. Dan juga memilih lot yang ingin digunakan, maksudnya ingin memilih 0.0i lot tapi yang diklik 0.1 lot, atau sering terjadi juga inginnya order GBPUSD tapi yang diklik GBPJPY. Ingat ini sering terjadi jika anda ceroboh. Akibatnya ya loss dan berantakan. Ini mungkin saja terjadi dikarenakan begltu groginya si hader menghadapi pergerakan pasar. 4. Feeling Strategi Percaya atau tidak ada beberapa orang yang percaya bahwa dengan membuka account mereka pada tanggal tertentu mereka akan mendapatkan profit sepanjang trading mereka! Bahkan dalam bertrading masih ada yang beranggapan hari ini adalah hari baik dalam trading dan hari itu bukan hari baik. bukan berarti kita tidak percaya akan nilai-nilai rohani, namun dalam bertrading Anda tidak bisa memutuskan berhading atau tidak bertrading hanya karena hari ini adalah Jumat ke 13. Jika tidak ada alasan logis yang menyebabkan Kita bertindak dalam tading maka kita golongkan sebagai yang namanya feeling. Entah apa pun judulnya, hari baik, bermimpi gafik forex Anda naik, membuka posisi hanya karena grafik sepertinya mau naik atau hal-hal lainnya yang tidak memiliki alasan logis didalamnya kita anggap saja asal- asalan. Pasar forex sudah penuh dengan berbagai sentimen pasar, rumor dan persoalan psikologis dari para pelakunya Nah, saran Saya jangan tambahkan dengan satu persoalan lain yang dinamakan feeling. Ini akan membuat segala sesuatunya terlihat lebih ruwet dan moody. Ini hanya akan membuat frading Kita menjadi tidak lagi teratur dan tidak memiliki sistem yang jelas. Semuanya berdasarkan feeling. Kita tidak menentang Sama sekali apa yang dinamakan naluri atau intuisi seorang trader. Kadangkala seorang trader kawakan mampu membuka sebuatr posisi Buy atau Sell hanya beberapa detik setelah dia melihat pergerakan mata uang. Dan seringkali posisinya sesuai dengan arah market Tapi semua itu lahir dari pengalaman dan jam terbangnya yang telah panjang di dalam dunia forex. Kebiasaan melihat pergerakan grafik selama bertahun-tahun membuat seorang trader profesional dapat saja menentukan kemana harga akan bergerak dengan cepat bahkan sebelum dia melihat berita atau indikator teknikal lainnya ini disebabkan pada alam

bawahsadarnya telah terbentuk pola trading yang dilakukan selama ini. Dan itu muncul ketika si trader melihat grafik forexnya. Nah itu dinamakan intuisi. Intuisi lahir dari pengalaman dan jam terbang yang panjang selama bertahun-tahun. Kalau sudah sampai di titik seperti ini sah-sah saja. Bahkan ada seorang trader yang mampu bertrading dan profit secara konsisten setiap bulannya bahkan tanpa menggunakan satu indikator sama sekalipun! Namun mereka yang tidak memiliki jam terbang cukup belum dapat menggunakan intuisinya dengan baik dalam berhading. Akibakrya ya itu, Hanya feeling-feeling so good yang tentunya berakhir pada berantakkannya pola trading si pemula forex dan sistem yang telah dibangunnya selama ini. Alhasil, kerugian pun terjadi. Jika Anda adalah seorang pemula dalam trading Anda, saran yang bisa diberikan adalah jauhkan perasaan Anda dalam bertading. Bahkan ketika profit atau loss terjadi, berusahalah untuk menjauhkan semua perasaan yang ada. Memang tidak mudah namun rasanya itu akan sangat membantu Kita untuk berpikir jemih dan tepat sasaran. Saran lainnya yang juga rasanya baik adalah jangan bertrading ketika suasana hati Kita sedang kacau. Biasanya pada kondisi seperti ini kesabaran dan ketenangan Kita sedang tidak maksimal sehingga banyak kesalahan terjadi. Kalau dirumah sedang ada persoalan rumah tangga dan itu membuat Anda pusing tujuh keliling tinggalkan platform forex Anda dan tunggulah hingga suasana hati Anda tenang kembali. Jangan lampiaskan kekesalan Anda pada pasar forex Bisa jadi kalau loss malah bertambahlah stress Kita.

BAB IX TRADING PLAN A. Sistem Trading

Sebuah trading system adalah sekumpulan metode trading baik teknikal maupun fundamental yang mampu menuntun kita melakukan trading dalam berbagai kondisi market dan tentu saja menghasilkan profit Kabar baiknya adalah kitapun bisa membuat trading system kita sendiri Dan karena trading system tersebut, kita buat sendiri pastilah sesuai dengan pola dan karakteristik treading kita. Lebih baik bukan? sesi ini akan membantu Anda untuk itu Terutama masalah back test itu adalah mengetes trading kita apakah profit terhadap pergerakan harga yang selama ini terjadi. Sedangkan forward test adalah mengetesnya dalam demo account Anda. Sistem Trading adalah system yang membicarakan bagaimana caranya untuk bertrading berulang kali dan berjalan dalam profit yang konsisten dari hari ke hari. Dalam trading mereka yang mengalami profit sudah pasti akan kembali untuk membuat trading lainnya guna memperoleh profit yang lebih besar lagi. Persoalannya jika dalam trading pertama kita profit belum tentu kita mampu melakukannya untuk yang kedua kalinya Bukankah tujuan kita bermain forex adalah profit dan tetap menjaga konsistensi profit kita? Nah untuk itu Anda membutuhkan sebuah sistem trading yang mampu setidaknya membantu trading Anda memperoleh profit secara konsisten. Itu sebabnya adalah perlu untuk membuat Sebuah trading system. Sebuah trading system adalah sekumpulan metode trading baik teknikal maupun fundamental yang mampu menuntun kita melakukan trading dalam berbagai kondisi market dan tentu saja -mengkolerasikan profit Membuat trading system memang gampang-gampang mudah. Terutama masalah back test dan forward tesnya. Maksudnya back test itu adalah melakukan percobaan trading apakah profit terhadap pergerakan harga yang selama ini terjadi. Sedangkan forward test adalah mengetesnya dalam demo account anda

B. Langkah- Langkah Membangun System Trading

Langkah 1. Menentukan Tujuan Trading Anda (Trading Objectives)

Menentukan tujuan dalam trading forex membantu kita untuk menentukan cara-cara bertrading dan modal yang kita tanamkan. Lalu bagaimana caranya kita menentukan tujuan kita? Yang pertama perlu kita ketahui adalah tidak perlu terlalu muluk-muluk dalam menentukan target. Katakanlah hanya sebesar 10% setiap bulannya misalnya. Itu sudah cukup baik Apabila Anda secara konsisten mencapai l0% tiap bulan selama setahun maka Anda mampu memperoleh sebanyak 120% yang l2 kali lebih besar dari bunga deposito tahunan kita. Misalnya 12 juta selama 8 bulan. Bagi saja 12 Juta dengan 8 bulan sehingga profit bulanan Anda adalah menjadi 1.5 Juta-setiap bulannya. Bagi lagi dengan 20 hari karena pasar forex buka 5 hari dalam seminggu dan sebuhn ada 4 minggu jadi profit harian yang harus Anda capai adalah 25 ribu Rupiah. Itu artinya dengan pembukaan posisi GBPUSD sebanyak I lot, Anda harus mendapatkan profit sebanyak hanya sebesar 9 points setiap harinya. Angka ini diperoleh dari harga I points pergerakan adalah l$ dan kurs Rupiah diasumsikan adalah Rp 8.600 per Dollarnya. Namun ingat akan pelajaran risk to reward ratio dalam sesi money management sebelumnya. Setiap pembukaan posisi berarti juga adalah adanya kemungkinan rasio rugi yang dapat terjadi. Nah itu pun harus dipertimbangkan dalam treading kita. Toh dalam setiap kali trading tidak selalu kita memperoleh profit, bukan? Dalam 20 hari setiap bulannya bisa saja kita mengalami 5 hari atau bahkan 10 hari dimana stop Loss kita tersentuh sehingga bukan saja profit tidak tercapai tetap juga modal kita berkurang. Kita kembali ke risk to reward ratio. Dalam menentukan trading objectives, Anda juga harus menentukan resiko yang bersedia Anda tanggung per-tradenya Dalam setiap transaksi, berapa besar loss yang Anda mau tanggung?, katakanlah tadi target profit Anda adalah 9 points setiap hari. Apabila Anda menghendaki rasio resiko adalah sama maka itu artinya Anda harus memasang Stop toss Anda sebesar 9 points juga. Pertama adalah menaikan risk to reward ratio Anda dengan perbandingan reward harus lebih besar dari pada risk nya. Naikkan jadi 2 kali lipat sehingga target profit Anda (tP) menjadi 18 points dan stop toss (sL) nilainya tetap yaitu 9 points. Dengan demikian Sekalipun Anda loss sebanyak l0 kali dalam setiap bulannya dari 20 kali trade, Anda tetap profit.

Nah setidaknya target tersebut masih lebih ok untuk tercapai. Jika Anda merasa SL sebesar 9 points terlalu kecil bagi And silahkan memperbesar SL Anda namun untuk mengimbanginya perbesarjuga TP Anda sehingga lebih imbang. Rasio 30 points SL dan 60 points TP rasanya juga baik dengan perbandingan SL:TP = 30:60 points. Dengan per risk to reward ratio 1:2 dan SL: TP 30:60 serta persentase profit: loss dalam sebulan tetap 50:50 maka hasil tading Anda pada bulan ke 8 adalah sebagai berikut: dalam Rupiah 2400 points besarnya adalah Rp20.640.000,- Lumayan besar bukan? Kalau begitu bukanlah lebih baik rasio itu kita perbesar terus kardia de.pgan demikian jarak SL semakin besar sehingga setidaknya analisa akan semakin mudah dan tentu saja profit juga semakin besar? Ingat kita sudah pemah membahas perkara maximum drawdown dalam sesi Money Management? Nah andaikata 10 kali loss berturut-tunrt sebesar 300 points tersebut terjadi dalam trading Anda dan barulah pada trading ke 11 profit Anda tercapai apakah modal kita mencukupi? Nah disinilah iitik temu diantara keduanya- semakin besar modal Anda tentu saja titik SL dan TP juga dapat diperbesar. Narnun untuk rasio SL : TP = 30 : 60 dan persentase profit loss tiap bulan tetap sama 50% : 50% rasanya modal $1000 sudah mencukupi. Langkah 2. Menentukan Tipe Trading Anda Bahasan kali ini adalah untuk menentukan bagaimana tipe anda bertrading. Apakah seorang scalper atau seorang day trader atau seorang swing trader? Ini akan berkaitan erat dengan grafik forex yang anda gunakan terutama perihal time frame (tanyakan kepada tentor anda jika belum paham istilah-istilah tersebut). Jika anda seorang Swing yang belum tentu satu hari membuka posisi maka tentu saja target yang dibuat tidak bisa dibreak per hari. Adalah lebih bijak untuk mem-breaknya per minggu atau bahkan perbulan. Dengan perbulan, maka target profit bersih anda menjadi 180 poin. Untuk day trader apalagi scalper rasanya dapat anda mem-breaknya menjadi perhari seperti tabel sebelumnya di atas. Nah, apa yang ingin dibahasa dalam tipe trading dan hubungannya dengan trading system anda adalah perkara grafik yang akan anda gunakan dalam analisa teknikal. Biasanya seorang trader menggunakan 2 buah time frame dalam grafik forexnya. Grafik pertama adalah untuk menentukan trend yang sedang terjadi (trend confirmatory) dan biasanya grafik ini menggunakan time frame yang lumayan besar. Sedangkan grafik kedua adalah grafik untuk melakukan entry (entry conformator) pada market sehingga digunakan time frame yang lebih

kecil. Tentu saja definisi besar kecil pada time frame di sini berbeda-beda tergantung dengan tipe trading anda. Jika anda seorang swing trader maka anda tidak dapat menggunakan grafik time frame per 15 menit atau 30 menit. Untuk menganalisa trend biasanya seorang swing trader menggunakan time frame ID alias harian. Untuk melakukan entry pada market biasanya seorang swinger menggunakan time frame 1 jam dalam grafik forexnya. Pergerakan di bawah 1 jam digolongkan bagi “whipsaw” bagi mereka. Whipsaw sendiri merupakan istilah para trader forex yang kurang lebih merupakan pergerakan mata uang yang hanya menipu atau bukan menunjukkan trend yang sebenarnya. Perlu diketahui berapa pun tipe time frame yang anda gunakan, whipsaw selalu ada. Besarnya saja yang bisa berbeda-beda daru tiap-tiap time frame. Namun demikian semakin kecil time frame yang anda gunakan, semakin banyak whipsaw yang muncul dalam grafik forex anda. Bagi seorang scalper bisa jadi whipsaw pada day trader adalah major trend bagi mereka. Profit sebesar 30 pion sangat berarti bagi mereka, sedangkan bagi seorang swing trader 30 poin hanyalah sebuah whipsaw dan tidak berarti bagi mereka. Untuk eksekusi mereka terbiasa menggunakan grafik 15M atau 30M (M = minutes). Dengan demikian mereka akan mengambil profit tidak sebanyak seorang swinger namun karena menggunakan time frame yang lebih kecil maka kesempatan untuk membuka posisi jauh lebih banyak dan profit pun jadi lebih sering. Selanjutnya seorang scalper pada umumnya menggunakan time frame 4h atau 1h untuk menentukan major trend mereka. Untuk eksekusi atau penentu entry mereka biasa menggunakan time frame 10 atau 5 menit. Nah, sesuaikan dengan pola trading anda. Yang jelas besarran di atas bukanlah suatu yang mutlak untuk anda ikuti. Jika anda merasa menjadi seorang day trader juga biasa enggunakan time frame 1D untuk menentukan trend yang sedang terjadi itu sah-sah saja. Asal tentunya jangan menggunakan time frame 1W alias 1 minggu. Ok, mari kita sarikan dalam bentuk tabel.

Langkah 3. Menentukan Tools Indikator Teknikal dan Fundamental Membahas kembali pada trading system, tentunya anda harus mengetahui bagaimana melakukan analisa dan memperoleh profit dari sana. Setidaknya anda memerlukan indicator teknikal dan fundamental untuk memprediksi 2 hal berikut.

1. Mengetahui trend yang sedang terjadi dengan cepat dan akurat. 2. Saat yang tepat untuk melakukan entry. Untuk dapat mengetahui 2 hal di atas, tentu saja analisa teknikal dan fundamental berperan di sini. Yang pertama kali perlu anda tentukan adalah indicator teknikal anda. Sementara untuk yang fundamental pilihannya tidak banyak dan cukup ditambahkan belakangan pada istem trading kita. Mari kita mulai…! Dapat dikatakan ini adalah engine dari trading sustem anda kelak. Pertama, untuk dapat mengetahui trend yang sedang terjadi, kita harus menggunakan tiem frame yang lebih besar dan indicator tertentu untuk dapat megngukurnya. Mengapa tidak menggunakan time frame yang lebih kecil? Time frame yang lebih kecil akan lebih efektif bila kita menggunakannya sebagai penentu untuk entry (open position). Bahkan bila kita menggunakan time frame yang lebih kecil untuk menentukan trend, kita akan terjebak oleh whipsaw dari pergerakan harga di kemudian hari. Seperti kesepakatan semula bahwa andaikan kita ini adalah seorang day trader (harian) maka kalau egitu time frame untuk menentukan trend yang terjadi adalah dengan grafik 4H. untuk dapat menentukan trend yang terjadi pada sebuah grafik kita akan menggunakan 2 buah indicator. Satu untuk indicator trend follower dan satu lag adalah indicator untuk menentukan titik overbought dan oversold. Anda tidak mau mengalami bahwa trend yang sedang terjadi ternyata sebentar lagi akan segera berakhir bukan? Nah, untuk itulah kita perlu menambahkan oscillator (silakan anda tanyakan tentor anda bila belum paham). Bagaimana dengan masalah berita fundamental. Ada beberapa pilihan ketika anda menghadapi berita fundamental. 1. 2. 3. 4. Membuka posisi sebelum berita fundamental terjadi. Membuka posisi ketika berita fundamental terjadi. Membuka posisi setelah berita fundamental terjadi untuk mengambil harga koreksi. Tidak membuka posisi sama sekali ketika mendekati berita fundamental atau beberapa saat setelah berita fundamental terjadi.

Untuk saat ini baiklah kita mengambil pilihan nomor 4 saja. Artinya sebisa mungkin kita akan menghindari berita fundamental dan tidak membuka posisi beberapa saat sebelum dan setelah berita fundamental terjadi. Ini untuk memudahkan kita dikarenakan ketika berita fundamental

muncul biasanya harga digerakkan oleh emosi pasar sementara dan cenderung tidak dapat diprediksi secara teknikal. Langkah 4. Menentukan Besaran Limit dan Stop Loss Bagian ini tidak sulit. Hanya ada beberapa trik sederhana yang akan kita gunakan di sini. Yang pertama adalah masalah Limit. Misalnya kita mengincar sebanyak 180 poin sebulannya maka setidaknya target profit per trade haruslah sebesar 9 poin (asumsi 1 hari satu kali trading). Namun rasanya 9 poin tidak terlalu terasa dan belum lagi kita harus mempertimbangkan kondisi sepinya market, hari libur, atau risk to reward ratio. Untuk stop loss rasanya 30 poin sudah cukup. Kita tidak biasa menggunakan stop loss yang terlalu kecil dikarenakan bagaimana pun harga emebutuhkan rentang yang cukup untuk melakukan pergerakan. Tidak boleh terlalu kecil sehingga menghalangi rentang gerak harga namun juga tidak boleh terlalu besar sehingga membuat rugi kita terasa lumayan “menyakitkan”. Jika anda tidak menyenangi skema profit taking yang variable demikian, anda dapat menggantinya dengan 60 poin sehingga demikian risk to reward ratio anda menjadi 1:2. Namun demikian, and adapt saja menggeser stop loss anda ketika profit sudah diperoleh. Misalnya andaikata dengan menggunakan sistem di atas kita sudah memperoleh profit sebesar 30 poin karena open buy GBPUSD di 1.9850. Kini harga telah di 1.9880. anda dapat menggeser stop loss anda di titik 1.9850 dari awalnya 1.9820 guna menjaga kemungkinan harga berbalik arah. Dengan demikian jikalau SL anda tersentuh sekalipun. Maka tidak ada loss yang terjadi.

Langkah 5. Lakukan Back Test Mari kita lihat sistem yang telah kita buat ini pada beberapa grafik candlestick yang ada. Inda juga dapat melakukan back test lainnya untuk memastikan bahwa sistem yang baru dibuat ini berjalan dengan baik dalam berbagai kondisi harga. Back test (dan juga forward test) memerlukan waktu dan tidak mudah. Dibutuhkan kesetiaan dalam melakukannya. Kami harapkan ini menjadi PR yang anda lakukan untuk menguji sistem trading anda dalam jangka

waktu yang cukup. Anda dipersilahkan mencoba forward test pada platform meta selama 2 bulan untuk mengetahui bahwa sistem yang anda bangun cukup akurat dan konsisten. Langkah 6. Lakukan dan Taati Trading sistem anda Anda sudah dajarkan sebuah konsep trading sistem sederhana pada sesi sebelumnya. Dan di sesi ini diharapkan anda sudah mencoba mengembangkan dan membuat sebuah siste trading anda sendiri. Dang mungkin sudah mencobanya beberapa kali dalam demo account anda. Cukup menjanjikan sepertinya bukan? Langkah terakhir ketika anda mengetahu bahwa trading sistem yang telah anda buat menguntungkan adalah menjalankannya dengan disiplin. Memang rasanya terdengar bodoh jika kita tidak menjalankan dengan baik sebuah sistem yang mampu memberikan kita profit secara konsistema setiap bulannya. Namun kenyataannya adalah demikian. Ada lebih banyak kesulitan untuk menjalankan sebuah trading sistem dengan disiplin dibandingkan dengan membuatnya. Itu benar adanya. Penyebab utamanya adalah persoalan psikologi (persoalan ini akan dibahas lebih detil pada sesi psikologi trading) kadang seorang pemula tidak cukup sabar untuk menentukan secara objektif bahwa harga benar-benar sedang dalam trend turun atau sebaliknya. Kesabarab dapat mencegah anda melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Langkah 7. Manajeman Resiko dan Keuangan Ini juga sudah kita pelajari. Yaitu bagaimana meletakkan stop loss, menentuka risk to rewad ratio atau juga dana yang dibutuhkan dalam membuka real account. Mungkin yang perlu ditambahkan di sini adalah mengatur kapan anda melakukan withdrawal setelah profit diperoleh. Withdrawal adalah saat termanis dalam trading. Dengan melakukan withdrawal anada juga memebantu psikologi trading anda untuk tetap sehat. Pasalnya beberapa trader tidak mampu menahan mental serakahnya ketika dana di accountnya telah berkembang ratusan persen dan mulai menjadi over size alias trlalu banyak memasukkan posisi. Akibatnya loss lagi. Nah disarankan bila dana anda telah berkembang cukup besar (katakanlah berkembang menjadi 200%) ada baiknya menarik profit anda dan hanya menyisakan modal semula untuk kembali memulai dari nol. Tariklah, bukankah itu indah…?

Cobalah lihat kembali catatan yang menjelaskan tentang trading sistem. Sebuah trading sistem adalah jantung dari trading plan anda. Buatlah sebuah trading sistem yang benar-benar cocok dengan karakter diri anda sendiri. Langkah 8. Jam Trading Jam trading membantu anda untuk mengetahui kapankah waktu yang tepat untuk memantau posisi dikarenakan pada saat tersebut banyak kesempatan yang bisa diambil. Ada beberapa pilihan di sini, seperti apakah anda hendak bertrading pada saat salah satu market buka, kedua mata uang yang anda tradingkan dibuka atau pada saat market benar-benar tutup keduanya (dibahas pada sesi time market dan volatelies). Apakah anda hendak bertrading pada jam-jam berita sering dikeluarkan atau tidak, dan lain sebagainya. Jam trading akan menuntuk anda menentukan waktu terbaik bagi diri anda sendiri. Forex diperdagangkan 24 jam sehari dimulai dengan pembukaan pasar Tokyo (Senin) hingga penutupan pasar New York (sabtu) dimulai dari pasar :
o o o o

Asia (Tokyo) 07:00 - l7:00) WIB Eropa (London) 14:30-03:30 WIB (winter) l3:30 - 22:30 WIB (summer) Amerika (New York) 19:30 - 03:30 wIB (summer) 20:30 - 04:30 WIB (winter) Australia (Sydney) 02:00 - l0:00) WIB

PERATURAN BAGI DIRI SENDIRI Kadang dalam perjalan trading kita, kita akan menemukan prinsip-prinsip baru dalam trading. Nah, kita perlu mencatatnya dan menjalankannya dengan disiplin. Beberapa contoh prinsip-prinsip tersebut dapat berbunyi seperti ini.
• • • • •

Saya tidak akan bertrading bila salah satu market sedang libur. Saya tidak akan bertrading pada hari senin karena pasar baru saja buka. Dalam keadaan apapaun saya akan tetap mematuhi sistem trading saya. Saya hanya akan melihat platform forex saya satu kali sehari. Dst…dst. Hanya ingat bahwa setiap orang memiliki aturannya sendiri. Jadi, temukan aturan anda sendiri dan yakinlah pada diri anda sendiri.

a. Sebuah Jurnal Trading Adalah penting untuk mencatat semua kegiatan trading anda temasuk semua tekanan psikologis yang terjadi ketika anda bertrading. Ini akan membantu anda untuk mereview apa yang telah terjadi pada dana yang anda investasikan di kemudian hari. Sekadar saran, buatlagh sebuah blog untuk itu. Saat ini banyak penyedia blog gratis di internet (misalnya www.blogger.com atau www.facebook.com yang sedang trend saat ini). daftarlah dan rajin-rajinlah melakukan posting. Siapa tahu blog anda ramai dikunjungi trader lain dan dapat memberikan penghasilan tambahan. b. Kekurangan Anda Kejujuran pada diri sendiri adalah awal sebuah perubahan dan awal kesuksesan. Sadari beberapa kekurangan yang ada pada kita yang dapat seperti ini bunyinya:
• • •

Saya sering tidak patuh pada trading sistem yang saya buat Saya seringkali bertrading oversize alias kebanyakan membuka posisi Saya sering takut untuk melakukan entry padahal trading sistem saya sudah mengindikasikan untuk masuk Catat semua kekurangan anda dan perbaiki! Nah, buatlah trading plan anda sendiri. Lalu patuhi trading plan anda sebagai sebuah rambu-rambu yang harus dipatuhi.

BAB X MEMULAI INVESTASI

Memilih broker 1. Legalitas

Legalitas adalah sesuatu yang diributkan oleh para trader pemula. Legalitas merupakan salah satu yang menjadi pertimbangan dalam memilih tempat berinvestasi. Lantas bagaimana dengan Forex? Forex tergolong dalam bursa berjangka. Yaitu investasi derivative (turunan) dari produk investasi sahan dan kawan-kawannya. Pada mulanya produk derivative ini diawali oleh perdagangan index dan komoditi. Lalu kemudian bertambah anggota baru, yaitu perdagangan vauta asing yang bernama forex. Forex memiliki lembaga regulasinya sendiri bersama perdagangan index dan komoditi yang adalah saudara kembarnya. Di Indonesia, regulator yang mengawasi kegiatan para pialang ada di bawah wewenang Bappeti (Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka dan Komoditi), BBJ (Bursa Berjangka Jakarta), serta KBI (Kliring Berjangka Indonesia). Di Amerika Serikat yang adalah poinir perdagangan margin trading, wewenang regulasi ada di bawah CFTC (Commodity Futures Trading Commision) dan NFA (National Futures Association). Dalam perkembangannya, dikarenakan bisnis forex merupakan bisnis international dan lintas Negara, tidak harus perusahaan pialang yang didirikan di negeri Paman Sam yang bisa menjadi anggota CFTC atau NFA. Pialang yang didirikan di luar Amerika pun dapat menjadi anggota regulator ini sehingga perdagangan dapat menjadi lintas batas dan lintas Negara. 2. Spread Spread adalah salah satu hal utama yang menjadi pertimbangan dalam memilih broker. Perbedaan antara broker locak dan briker luar negeri dilihat dari spread, sangat berbeda sekali. Jika broker luar spread hanya 2 hingga 5 pip, namun kalau di broker lokal spreadnya minimal adalah 5 pip. Carilah Broker yang spreadnya kecil. 3. Komisi Transaksi

Broker local pasti akan mengenakan free transaction kepada setiap investor jika seorang investor melakukan satu kali transaksi. Berbeda dengan broker luar yang sama sekali tidak membebankan komisi transaksi pada investornya. Beberapa broker tanpa menggunakan komisi. 4. Minimum Deposit Broker luar relative lebih kecil daripada aturan minimum deposit awal yang ditentukan oleh broker local.

Kami mereferensikan kepada anda untuk memilih broker yang tepat : www.fxclearing.ca. Untuk pembukaan account Liberty : www.Libertyreserve.com Anda juga dapat menjadi IB ( agen resmi FX.Clearing ) dengan melakukan registrasi terlebih dahulu. Banyak keuntungan yang akan Anda dapatkan. sukses.cahyo@gmail.com.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->