1

METODE PEMBENTUKAN ORGAN DAN NEURULASI
Adnan (Biologi FMIPA UNM) Semua organ dibentuk dari tiga lapisan lembaga yang dihasilkan selama gastrulasi, yaitu lapisan ektoderem, lapisan mesoderem, dan lapisan endoderem Pada tahap perkembangan selanjutnya, ektoderem berekembang menjadi antara lain tabung saraf, neural crest, mata, telinga, ektoderem ekstra embrio dari amion dan chorion, epitel permukaan tubuh, rambut, dan kelenjar. Sementara itu lapisan mesoderem lateral. Dari mesoderem dorsal akan dibentuk, antara lain skeleton aksial, otot, dan jaringan ikat kulit. Dari mesoderem intermediat dibentuk, antara lain jaringan ikat, otot polos organ-orgaan visera dan pembuluh darah, jantung, dan stroma gonad. Dari lapisan endodrem dibentuk saluran pencernaan dan derivatnya (Gambar 1.1). Pembentukan organ tubuh membutuhkan suatu mekanisme yang sangat rumit dan kompleks. Mekanisme pembentukan organ disebut organogenesis. Agar organorgan tersebut dapat terbentuk, sejumlah proses ikut terlibat dan untuk setiap jenis organ mempunyai cara pembentukan yang berbeda. Adapun cara-cara tersebut antara alain penebalan lokal, pemisahan lapisan sel, pelipatan, penebalan dan pembentukan rongga, fusi jaringan, dan pembentukan sel-sel mesenkim.

A. CARA PEMBENTUKAN ORGAN
1. Penebalan Lokal Penebalan lokal terjadi akibat akumulasi sel-sel pada tempat tertentu pada suatu lapisan sel. Sel-sel tersebut berasal dari daerah sekitarnya pada lapisan sel yang sama. Peristiwa ini disebut penebalan lokal. Pada tempat-tempat dimana terjadi penebalan lokal, biasanya aktivitas mitosis meningkat, walaupun hal tersebut tidak selalu terjadi.

2

Biasanya penebalan lokal dihasilkan oleh migrasi sel. Ada dua tipe penebalan lokal, yaitu penebalan kontinyu dan penebalan yang tidak kontinyu.

Gambar 1. 1. Skema yang menunjukkan asal berbagai jenis organ pada tubuh (Gilbert, 1985). Penebalan kontinyu dapat dijumpai pada proses pembentukan lempeng saraf dijumpai (neural plate). Penebalan lempeng saraf ditunjukkan pada gambar 1.2. plate). Penebalan

3

yang tidak kontinue dapat dijumpai pada pembentukan folikel folikel rambut. Folikel folikel-folikel Folikelfolikel rambut dibentuk dari epidermis pada berbagai tempat. Setiap folikel rambut tidak berbagai berhubungan dengan yang lainnya (Gambar 1.2)

Gambar 1. Pergerakan sel-sel ektoderem pada pembentukan lempeng saraf (A dan 1.2. Pergeraka -sel B) dan pergerakan sel sel epidermis pada pembentukan folikel rambut (C) sel-sel (Majumdar, 1985). 2. Pemisahan lapisan Lapisan multiselluler dari suatu lapisan jaringan dapat memisah membentuk dua atau lebih lapisan yang baru. Pemisahan jaringan dapat berlangsung dengan dua cara, lebih yaitu secara horisontal dan vertikal. Pemisahan secara horisontal dapat dijumpai pada pembentukan mesoderem somatik dan mesoderem viseral dari emesoderem lateral (Gambar 1.3)

4

Gambar 1.3. Pembentukan mesoderem viseral dan mesoderem somatik melalui mbar pemisahan horisontal mesoderem lateral (Majumdar, 1985).

Gambar 1.4. Pembentukan mesoderem somatik dan mesoderem viseral (splanknik) pada ayam (Gilbert, 11985) 3. Pelip Pelipatan Pelipatan lapisan sel dapat terjadi dengan berbagai cara, yaitu pelipatan memanjang pada tempat-tempat tertentu dari suatu lapisan sel membentuk lekuk yang tempat tempat memanjang, misalnya pada pembentukan tabung saraf atau neural tube (Gambar 1.5) dan pelipatan terbatas pada daerah daerah tertentu dari suatu lapisan sel. Hal tersebut daerah-daerah dapat berupa pelipatan ke dalam (invaginasi), misalnya pada pembentukan vesikula (invaginasi), auditori dari ektoderem (Gambar 1.6A) dan pelipatan keluar (evaginasi), misalnya pada (evaginasi), pembentukan kelenjar-kelenjar percernaan dari endoderem (Gambar 1.6B) kelenjar kelenjar

5

Gambar 1.5. Pembentukan tabung saraf pada ayam (Gilbert, 1985)

Gambar 1.6. Pembentukan vesikula auditori (A) dan kelenjar pencernaan (B) (Majumdar, 1985)

6

4. Penebalan dan pembentukan rongga Tabung saraf pada myxanoid dan ikan bertulang sejati dibentuk dengan cara penebalan lapisan ektoderem, dan pada akhirnya terbentuk batang saraf yang kompak. Batang saraf yang kompak emengalai cativasi atau peronggaan, dan akhirnya membentuk tabung saraf (Gambar 1.7).

Gambar 1.7. Pembentukan tabung saraf dengan cara kavitasi dan pelipatan (Majumdar, 1985) 5. Fusi Bagian tepi dari suatu lapisan sel dapat berfusi untuk menyempurnakan pembentukan suatu struktur, misalnya fusi dari pematang saraf (Neural ridge) pada pembentukan tabung saraf (Gambar 1.8).

7

Gambar 1.8. Fusi pematang saraf pada pembentukan tabung saraf manusia (Gilbert, 1985) 6. Pemisahan dari lapisan induk Kadang-kadang beberapa sel dari suatu lapisan sel terpisahkan dan bergerak untuk membentuk struktur-struktur pada tempat-tempat lain dari embrio, misalnya pembentukan neural crest atau pial neural. 7. Pembentukan sel-sel mesenkim Sel-sel mesenkim berasal dari lapisan mesoderem, dan kemudian menjadi selsel yang lepas. Sel-sel mesenkim bersifat amuboid, dan membantu dalam pembentukan pembuuh darah, dan jaringan ikat pada berbagai jenis organ di dalam tuuh. Sel-sel mesenkim juga berperan dalam pembentukan otot polos pada saluran pencernaan makanan.

8

B. Neurulasi
Neurulasi adalah proses pembentukan saraf. Neurulasi ditandai dengan terjadinya interaksi antara kelompok-kelompok sel sel korda mesoderem (mesendoderem) dengan sel kelompok kelompok sel-sel (mesendoderem mesendoderem) sel-sel ektoderem di atasnya. Hasil interaksi kedua lapisan sel tersebut menyebabkan sel sel-sel ektoderem di atasnya terinduksi dan membentuk tabung saraf atau neural tube Embrio yang tube. berada pada stadium tersebut disebut stadium neurula. Neurulasi merupakan dasar neurula. organogenesis dalam pemben-tukan sistem saraf. pemben tukan Akibat interaksi sel-sel ektoderem dengan sel sel kordamesoderem, menyebabkan sel sel sel sel-sel selsel ektoderem menjadi menebal dan mendatar membentuk lempeng saraf atau neural plate plate. Batas lateral dari lempeng saraf terangkat membentuk lipatan saraf atau neural fold dan atau mengapit lekuk saraf atau neural groove. Kedua tepi lateral dari lipatan neural akhirnya secara groove. berama-sama berfusi pada bagian mediodorsal embrio dan membentuk tabung saraf atau sama neural tube (Gambar 1.9)

Gambar 1.9. Ilustrasi pembentukan tabung saraf . pembentukan Tabung saraf akhirnya memisah dari lapisan epidermis dan pada ujungnnya terbuka. Bagian anterior dari tabung saraf yang terbuka disebut anterior neuropor, sedangkan bagian belakang dari tabung yang terbuka disebut posterior neuropor. Anterior neuropor biasanya rior menutup lebih dahulu dibandingkan dengan posterior neuropor.Pada embrio manusia, anterior neuropor menutup pada stadium 18 20 somit sedangkan posteror neuropor menutup kira 18-20 kira-kira dua hari kemudian. Mekanisme pembentukan tabung saraf pada amphibia, reptilia, burung, dan mamalia mempunyai pola dasar yang sama, namun dalam beberapa hal juga terdapat perbedaan. Pada myxanoid dan ikan bertulang sejati, pembentukan tabung saraf berlangsung dengan cara kavitasi atau pemben-tukan rongga. pemben tukan Pada Pada embrio amphibia, pembentukan tabung saraf ditandai dengan terjadinya perubahan perubahan bentuk sel sel neuroepitel yang mengalami perubahan-perubahan sel-sel pemanjangan dan konstriksi pada bnagian apeks sel.

9

A

B

Gambar 1.10 Perubahan-perubahan bentuk sel sel ektoderem selama berlangsungnya Perubahan perubahan sel-sel neurulasi (A) dan konstriksi dan pemanjangan bentuk sel (B) (Carlson, 1988).
Perubahan bentuk sel disebabkan karena terjadinya polimerasi mikrotubul mikrotubul di mikrotubul-mikrotubul sepanjang aksis sel, dan menyebabkan sel sel ektoderem menjadi memanjang. Sementara itu sel-sel mikrofilamen-mikrofilamen mikrofilamen mikrofilamen yang ada pada bagian apeks sel mengalami kontriksi sehingga bagian apeks sel menjadi sempit (Gambar 1.10 1.10)

DAFTAR PUSTAKA Carlson, R.M. 1988. Pattens Foundation of Embryology. Mc. Graw Hill Books. 1988. New York. Gilbert, S.F. 1985. Development Biology. Sinauer Ass. Publ. Sunderland. Biology. Massacussetts. Huettner, A. F. 1949. Fundamental of Comparative Embryology of the vertebrates. The Mc. Milla Co. New York. vertebrates. New

10

Majumdar, N.M. 1985. Texbook of vertebrates Embryology. Mc. Graw Hill Publ. Co. New Delhi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful