P. 1
BAC-PPSD-6

BAC-PPSD-6

|Views: 678|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Tajudin Nur on Jul 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

Sections

6.

Unit 6
PERENCANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENDAHULUAN

Pada unit sebelumnya Anda telah diajak untuk membahas kondisi yang
dipersyaratkan untuk melaksanakan PTK dan karakteristik masalah yang dapat
dikaji melalui PTK. Anda juga telah menyelesaikan beberapa latihan dan
mengerjakan tes formatif. Pemahaman Anda tentang aspek-aspek tersebut sangat
penting artinya untuk mendalami lebih lanjut materi yang diuraikan pada unit ini,
yakni berkenaan perencanaan dan pelaksanaan PTK. Oleh sebab itu bilamana
Anda merasa belum begitu memahami dengan baik unit sebelumnya, disarankan
agar Anda mencermati kembali sebelum melanjutkan pelajaran pada unit ini.
Sesuai dengan judul unit ini, maka pembahasan yang lebih rinci dijabarkan ke
dalam beberapa subunit yang saling terkait, yaitu cara melakukan identifikasi
masalah, menganalisis masalah, cara menentukan kelayakan hipotesis tindakan,
menyiapkan pelaksanaan PTK dan melaksanakan PTK.
Melalui pembahasan, latihan-latihan, diskusi yang dilakukan serta
menyelesaikan tes formatif yang disediakan Anda diharapkan dapat menjelaskan
secara rinci tentang:
1. Cara melakukan identifikasi masalah
2. Cara merumuskan masalah
3. Cara menganalisis masalah
4.Cara menilai kelayakan hipotesis
5. Mempersiapkan pelaksanaan PTK.
Untuk membantu mendalami uraian ini disediakan beberapa latihan. Anda
diminta untuk mengerjakan latihan-latihan tersebut melalui telaah sendiri bahan
ajar dan diskusi dengan teman-teman anda. Pada bagian akhir tiap-tiap unit
disediakan tes formatif sebagai bahan balikan untuk mengevaluasi sejauhmana
kedalaman pemahaman Anda.
Selamat belajar, semoga sukses!

1

6.

SUBUNIT 1

Mengidentifikasi dan Menganalisis Masalah

Subunit ini membahas tentang cara mengidentifikasi masalah,
menganalisis dan merumuskan masalah sebagai bagian dari perencanaan PTK.
Identifikasi masalah merupakan kegiatan awal di dalam rangkaian proses
pelaksanaan PTK. Jika guru dapat mengidentifikasi masalah-masalah
pembelajaran dengan baik, maka ia telah memulai atau mengawali proses PTK
dengan benar. Dengan demikian akan mempermudah guru di dalam melakukan
analisis masalah dan merumuskan hipotesis tindakan. Oleh sebab itu Anda
diharapkan dapat mengkaji secara seksama subunit ini, mengerjakan latihan-
latihan yang disediakan serta menyelesaikan tes formatif pada bagian akhir
subunit ini. Setelah menyelesaikan kegiatan belajar pada subunit ini Anda
diharapkan dapat menjelaskan cara melakukan identifikasi masalah, menganalisis
dan merumuskan masalah dengan benar sebagai bagian dari langkah-langkah
yang harus ditempuh dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian tindakan
kelas. Pemahaman akan langkah-langkah ini akan sangat membantu Anda dalam
menyusun rencana dan melaksanakan PTK selanjutnya.

A.Mengidentifikasi Masalah

Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sehari-hari, tentu Anda
seringkali dihadapkan pada berbagai masalah pembelajaran bukan? Coba Anda
ingat kembali masalah-masalah apa saja yang sering Anda hadapi di kelas yang
berpotensi menghambat pencapaian hasil belajar yang Anda harapkan.
Sebagaimana telah Anda pahami melalui pembahasan dan latihan-latihan unit-unit
sebelumnya, suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yang dirasakan
atau disadari oleh guru sebagai pengelola pembelajaran. Guru merasa bahwa ada
sesuatu yang harus diperbaiki di kelasnya, yang jika dibiarkan akan berdampak
buruk bagi proses dan hasil belajar siswa. Misalnya, ada sekelompok siswa yang
mengalami kesulitan yang sama dalam mempelajari suatu bagian pelajaran, ada

2

6.

siswa yang tidak disiplin mengerjakan tugas, atau hasil belajar siswa menurun
secara drastis. Anda dapat mengemukakan contoh lain dari pengalaman Anda
sendiri dalam mengelola proses pembelajaran. Masalah yang dirasakan guru
mungkin masih kabur, sehingga guru perlu merenung atau melakukan refleksi
agar masalah tersebut menjadi semakin jelas. Hopkins (1993) menekankan bahwa
pada awalnya guru mungkin bingung untuk mengidentifikasi masalah, oleh karena
itu, guru tidak selalu harus mulai dengan masalah. Guru dapat mulai dengan suatu
gagasan untuk melakukan perbaikan, kemudian mencoba memfokuskan gagasan
tersebut. Meskipun demikian akan lebih baik bilamana Anda mengawalinya
dengan menemukan suatu masalah yang benar-benar nyata dihadapi karena hal itu
akan mempermudah merumuskan bentuk tindakan perbaikan yang sesuai.
Jika uraian di atas Anda cermati dengan baik maka hal penting yang dapat
kita pahamai adalah bahwa munculnya masalah pertama kali sering dirasakan oleh
guru sebagai sesuatu yang masih kabur. Walaupun guru belum merasa jelas
dengan masalah tersebut, namun guru yakin bahwa memang ada sesuatu yang
kurang beres dalam proses pembelajaran yang ia lakukan dan perlu diperbaiki.
Tidak semua guru mampu merasakan adanya masalah, meskipun tidak mustahil
semua guru mempunyai masalah yang berkaitan dengan praktek pembelajaran
yang dikelolanya. Bahkan mungkin ada guru yang mendiamkan saja masalahnya,
meskipun ia sendiri merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dikelasnya, yang
memerlukan perbaikan segera. Jika masalah dibiarkan tanpa upaya perbaikan
yang tepat dan sistematis akan berdampak menurunnya kualitas pembelajaran.
Agar mampu merasakan dan mengungkapkan adanya masalah, seorang guru
dituntut jujur pada diri sendiri dan berusaha tidak menutup-nutupi masalah yang
dihadapinya. Bilamana diperlukan akan lebih baik jika dapat diungkapkan kepada
rekan-rekan guru untuk memperoleh tanggapan dan saran mereka. Berbekal
kejujuran dan keterbukaan tersebut, guru dapat mengidentifikasi masalah
pembelajaran dengan mengemukakan beberapa pertanyaan. Sudarsono
(1996/1997:5) mengungkapkan beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan
panduan untuk mengidentifikasi masalah.
1.Apa yang menjadi keprihatinan Anda (guru, kepala sekolah)

3

6.

2.Mengapa Anda memprihatinkannya?
3.Menurut Anda, apa yang dapat Anda lakukan untuk itu?
4.Bukti-bukti apa yang dapat Anda kumpulkan agar dapat membantu
membuat penilaian tentang apa yang terjadi?
5.Bagaimana Anda mengumpulkan bukti-bukti tersebut?
6.Bagaimana Anda melakukan pengecekan terhadap kebenaran dan
keakuratan tentang apa yang telah terjadi?
Meskipun pertanyaan-pertanyaan di atas nampak sederhana, akan tetapi
membutuhkan waktu dan pemikiran yang serius untuk menjawabnya. Mungkin
diperlukan waktu untuk merenung atau melakukan refleksi tentang apa yang
sesungguhnya terjadi di kelas. Perlu kembali diingat bahwa untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada refleksi diri membutuhkan
keterbukaan dan kejujuran. Jika kita tidak mampu mengungkapkan secara jujur
dan terbuka, maka tindakan-tindakan perbaikan yang kita rancang dikhawatirkan
tidak dapat mencapai sasaran tepat sehingga tidak mampu mencapai perubahan
kearah perbaikan sebagaimana yang kita harapkan. Karena itu sekali lagi mari kita
bersikap jujur pada diri kita sendiri. Ungkapan kejujuran itu tidak harus kita
kemukakan kepada orang lain, kecuali kita bermaksud melakukan penelitian
secara kolaboratif dengan rekan-rekan guru atau dengan dosen LPTK. Selebihnya
cukup kita menjawab untuk diri kita sendiri dan dibantu melalui catatan sendiri.
Refleksi akan efektif jika guru mempunyai pemahaman/kesadaran yang tinggi
akan fungsi pembelajaran. Jika setelah menjawab pertanyaan tersebut guru sampai
pada kesimpulan bahwa ia memang menghadapi masalah dalam bidang tertentu,
berarti ia sudah berhasil mengidentifikasi masalah.
Tidak jauh berbeda dengan pendapat di atas, Wardani (2003:2.5)
memaparkan beberapa bentuk pertanyaan sederhana untuk menjadi acuan di
dalam mengidentifikasi masalah yang dapat dijawab oleh guru sendiri.

1.

Apa yang sedang terjadi di kelas saya?

2.

Masalah apa yang ditimbulkan oleh kejadian itu ?

3.

Apa pengaruh masalah tersebut bagi kelas saya ?

4

6.

4.

Apa yang akan terjadi jika masalah tersebut saya

biarkan ?
5.

Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah

tersebut atau memperbaiki situasi yang ada?
Pertanyaan pertama akan menghasilkan daftar masalah yang terjadi di
kelas. Daftar masalah ini mungkin masih bersifat umum, bahkan masih kabur
sehingga nantinya perlu dilakukan analisis. Tidak mustahil pula ada di antara guru
yang merasa kesulitan di dalam menemukan masalah yang terjadi di kelasnya.
Jika hal ini terjadi, maka guru tersebut perlu dibantu untuk mengenal masalah.
Berikut ini adalah salah satu contoh dialog antara dosen dan salah seorang guru
yang belum dapat menemukan masalah di kelasnya yang dilaksanakan dalam
suatu proses bimbingan mengidentifikasi masalah dalam perkuliahan PTK.
Dosen: Apakah ibu merasa ada masalah dalam proses pembelajaran yang ibu
lakukan?

Guru

: Tidak. Saya merasa tidak ada masalah di dalam proses pembelajaran
yang saya lakukan.
Dosen: Bagaimana ibu mengetahui bahwa memang tidak ada masalah di dalam
pembelajaran?

Guru

: Kegiatan pembelajaran yang saya lakukan berjalan dengan baik dan
lancar saja. Kalau saya menjelaskan siswa-siswa saya umumnya
mendengarkan. Jika saya berikan PR, pada umumnya mereka kerjakan.
Jika saya memberikan tugas latihan di kelas mereka mengerjakan.
Tidak ada keributan-keributan yang berarti. Jadi saya merasa tidak ada
masalah dengan pembelajaran saya.
Dosen: Apakah ibu merasa bahwa hasil-hasil latihan yang dikerjakan sudah
dapat mencapai hasil optimal seperti yang ibu harapkan?

Guru

: Kalau soal hasil memang belum optimal. Bahkan hampir separoh dari
siswa-siswa saya masih mendapat hasil yang rendah.
Dosen: Apakah ketika ibu menjelaskan, siswa-siswa yang ibu ajarkan aktif
mengajukan pertanyaan terutama mereka yang diduga belum
mengerti?

5

6.

Guru

: Kalau bertanya memang siswa-siswa saya sulit. Meskipun mereka tidak
mengerti, biasanya mereka sulit sekali untuk mengajukan pertanyaan.
Padahal saya selalu mendorong mereka agar jangan malu dan segan
bertanya, akan tetapi tetap saja jarang ada yang bertanya. Bahkan
seringkali yang bertanya itu mereka yang sudah agak mengerti. Saya
merasa kesulitan untuk mendorong mereka agar lebih aktif. Padahal
kalau diberikan soal-soal latihan banyak di antara mereka yang tidak
bisa mengerjakan dengan baik.
Dosen: Ketika ibu melaksanakan diskusi kelompok atau diskusi kelas, apakah
siswa-siswa juga aktif mengemukakan pendapat, saran atau
pertanyaan.

Guru

: Sebagian aktif. Tetapi yang aktif itu hanya beberapa orang saja,
sebagian besar sulit sekali untuk ikut mengungkapkan pikiran-pikiran
mereka.
Dosen: Kalau begitu ibu merasa ada masalah dalam pembelajaran?
Guru

: Ya ada, bahkan banyak masalah.
Apa kesimpulan Anda dari dialog di atas? Adakalanya kita menjumpai
hal-hal seperti ini. Dan kejadian seperti ini merupakan hal yang wajar, sebab
untuk mengetahui ada tidaknya masalah juga memerlukan ketajaman dan daya
pikir kritis dalam menilai situasi. Apa yang dapat Anda lakukan jika menghadapi
guru yang belum dapat menemukan masalah pembelajarannya? Tentu Anda bisa
membantu menemukan masalah dengan berbagai cara yang Anda yakini lebih
tepat. Bisa dengan berdiskusi, mungkin dengan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan sederhana seperti dialog di atas. Mungkin Anda ajak guru tersebut
melihat dokumen kelas, misalnya daftar hadir, daftar nilai, catatan-catatan khusus
tentang siswa dan sebagainya.
Apa yang kita lakukan untuk membuat pertanyaan bagi diri kita sendiri
dan melakukan refleksi diri sebagaimana langkah-langkah di atas kembali
mengingatkan kita akan salah satu karakteristik PTK, yaitu masalah harus berasal
dari guru sendiri sebagai pelaku atau pengelola pembelajaran, dan bukan berasal
dari orang luar. Namun ada kalanya, guru perlu dibantu untuk mengidentifikasi

6

6.

masalah. Dalam hal ini guru dapat dibantu oleh rekan-rekan guru yang lain,
kepala sekolah, atau dosen LPTK yang berkolaborasi dengan sekolah. Namun,
sekali lagi perlu ditekankan bahwa aktor utama dalam hal ini adalah guru, bukan
mitra kolaborasi, dan hubungan antara kepala sekolah, atau mitra kolaborasi
adalah sebagai teman sejawat, bukan sebagai atasan dan bawahan.
Untuk membantu pemahaman Anda tentang identifikasi masalah, berikut
ini diketengahkan beberapa contoh hasil identifikasi yang pernah dilakukan guru
ketika mengawali perencanaan PTK, terutama untuk menjawab pertanyaan
pertama tentang apa yang terjadi di kelas.

Ilustrasi 1:

Bu Isma adalah salah seorang guru yang bertugas mengajar pada salah
satu sekolah dasar. Melalui laporan tertulisnya ia menuturkan hasil identifkasi
yang ia lakukan di kelasnya seperti dituturkan berikut. Saya mengajar pelajaran
matematika di kelas IV. Ketika saya mengajar, terutama ketika mengawali
kegiatan mengajar, biasaya saya gunakan untuk memeriksa pekerjaan rumah (PR)
siswa-siswa saya. Hampir setiap kali saya melakukan pengecekan, saya
menemukan salah seorang siswa yang selalu mengerjakan PR di kelas. Di kelas
juga ia tidak mengerjakan sendiri, akan tetapi meniru atau mencontek pekerjaan
teman-temannya yang sudah selesai. Jika saya minta untuk maju ke depan kelas
(menyelesaikannya di papan tulis) ia tidak bisa menyelesaikannya, bahkan
kadang-kadang tidak mau mengerjakan. Akibat perilakunya yang buruk tersebut
hasil-hasil latihan dan ulangan yang dicapainya sangat rendah.

Ilustrasi 2:

Pak Dian adalah salah seorang guru IPA yang mengajar di kelas V. Ia
merasa ada masalah dalam pembelajaran yang dilakukannya. Dari hasil
identifikasi yang ia lakukan, ada beberapa masalah yang berhasil ia identifikasi.
1.Siswa kurang memperhatikan ketika guru menjelaskan materi pelajaran.
2.Sebagian siswa tidak melakukan dengan sungguh-sungguh ketika praktik
IPA. Mereka lebih banyak bermain daripada melakukan latihan.

7

6.

3.Terdapat beberapa orang siswa yang seringkali mengganggu teman-teman
sekelas sehingga suasana belajar menjadi terganggu.
4.Seringkali ditemukan beberapa siswa melakukan aktivitas sendiri ketika guru
menerangkan pelajaran, akan tetapi mereka tidak mengganggu teman-teman
lain dan tidak membuat keributan di kelas. Misalnya mereka menggambar,
padahal guru sedang menjelaskan materi pelajaran IPA.
Anda juga dapat memperhatikan salah satu contoh hasil identifikasi
masalah yang dilakukan oleh salah seorang guru Geografi pada salah satu SMP
seperti yang dimuat pada Buletin pelangi Pendidikan (2001), seperti berikut:
a.Jika diajak tanya jawab pada awal pembelajaran siswa cenderung
menghindar untuk menjawab.
b.Sangat sedikit siswa yang berani mengajukan pertanyaan.
c.Sebagian siswa mencatat pelajaran Geografi pada buku yang berganti-
ganti.
d.Siswa cenderung cepat bosan memperhatikan pelajaran, kemudian ngobrol
dengan pasangan duduknya.
e.Sebagian besar siswa tidak mengerjakan PR di rumah, melainkan di kelas
menjelang pelajaran berlangsung. Sebagian besar siswa menyalin PR teman-
temannya.
f.Kemampuan berpikir rasional siswa sangat lemah dalam mengerjakan
soal-soal geografi.
g.Siswa tidak dapat menstransfer keterampilan mengemukakan hipotesis
untuk mata pelajaran lain.
h.Siswa tidak dapat melihat hubungan antara mata pelajaran yang satu
dengan mata pelajaran yang lain.
i.Siswa tidak dapat berusaha mengaitkan nama-nama kota dengan keadaan
alam di sekitarnya.
j.Siswa tidak berusaha mengaitkan keadaan alam suatu daerah dengan
kehidupan masyarakatnya.

8

6.

Contoh di atas merupakan bagian kecil dari banyaknya masalah yang
sering dihadapi guru. Coba Anda pikirkan masalah-masalah apa saja yang Anda
jumpai dalam praktik pembelajaran.

B. Menganalisis dan Merumuskan Masalah

Menganalisis masalah merupakan langkah yang harus dilakukan guru
setelah melakukan identifikasi. Jika melalui identifikasi Anda dapat menemukan
beberapa masalah yang terkait dengan kegiatan pembelajaran di kelas, maka
analisis bertujuan agar masalah tersebut menjadi lebih jelas dan dapat menduga
faktor-faktor penyebabnya. Identifikasi masalah akan menghasilkan daftar
masalah. Guru sebagai peneliti selanjutnya perlu melakukan analisis. Tanpa
melakukan analisis, mungkin masalah yang kita identifikasi masih kabur. Analisis
dapat kita lakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri atau yang
disebut refleksi, dan dapat pula dengan mengkaji ulang berbagai dokumen seperti
pekerjaan siswa, daftar hadir, atau daftar nilai, persiapan mengajar atau bahkan
mungkin bahan pelajaran yang kita siapkan.
Jika kita memperhatikan ilustrasi pertama di mana banyak siswa tidak
mengerjakan PR kemudian banyak yang memilih untuk menyontek pekerjaan
teman di sekolah, kita belum bisa menentukan apa masalah nyata yang dihadapi
siswa. Kemungkinan motivasi belajar mereka rendah, atau karena mereka tidak
dapat mengikuti penjelasan yang disampaikan guru. Hal itu juga dapat terjadi
karena sebagian mereka tidak memiliki buku paket karena buku paket tidak
mencukupi untuk seluruh siswa, sehingga harus meminjam dengan teman lain.
Atau dapat pula terjadi karena beberapa siswa harus membantu pekerjaan orang
tua mereka, sehingga hampir tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan PR.
Mungkin masih ada masalah-masalah lain yang terkait dengan kebiasaan anak
yang tidak mengerjakan PR tersebut. Oleh sebab itu perlu diperjelas masalah
sesungguhnya, sehingga guru dapat mencari alternatif pemecahan yang tepat
untuk dikembangkan melalui PTK.

9

6.

Analisis masalah mempunyai beberapa tujuan, yaitu: a) mendapatkan
kejelasan masalah yang sesungguhnya, b) menemukan kemungkinan faktor
penyebab, c) menentukan kadar permasalahan. Untuk lebih jelasnya masing-
masing tujuan diuraikan berikut.

a. Memperjelas masalah

Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya bahwa melalui identifikasi
masalah biasanya guru menemukan beberapa masalah dalam pembelajaran. Akan
tetapi seringkali masalah tersebut masih bersifat umum dan masih samar-samar.
Masalah yang masih bersifat umum dan samar-samar akan sulit dikaji melalui
PTK. Karena itu masalah tersebut perlu dianalisis untuk memperjelas dan agar
menjadi lebih spesifik. Sebagai contoh, ketika seorang guru mencermati situasi
kelas ketika pelajaran matematika berlangsung, guru menyimpulkan bahwa
siswa-siswa tidak tertarik dengan pelajaran tersebut. Kesimpulan tersebut didasari
pengamatan guru, dimana siswa-siswa tidak menunjukkan sikap antusias dalam
belajar, enggan mengajukan pertanyaan, kurang serius mengerjakan latihan, dan
hasil latihan penyelesaian soal rata-rata rendah. Memperhatikan keadaan tersebut,
mungkin benar apa yang diungkapkan guru bahwa siswa kurang tertarik dengan
pelajaran matematika. Namun permasalahan kurang tertariknya siswa terhadap
pelajaran matematika masih bersifat umum dan masih kabur. Karena itu masalah
tersebut perlu dianalisis. Analisis dapat dilakukan dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan pada diri sendiri atau dengan melakukan refleksi diri
kembali. Guru dapat mengajukan pertanyaan seperti, apakah ketidaktertarikan
siswa tersebut berlaku pada semua materi pelajaran, atau pada materi-materi
tertentu. Apakah materi pelajaran yang tidak menarik, ataukah cara penyampaian
guru yang membuat siswa tidak tertantang bahkan mungkin menjenuhkan.
Rendahnya hasil latihan apakah berlaku bagi semua materi latihan atau pada
pokok bahasan tertentu, karena ada sejumlah guru sering mengeluh rendahnya
nilai hasil latihan terutama sekali ketika menyelesaikan latihan soal cerita dalam
matematika. Jika hal itu yang terjadi, maka masalahnya tentu akan berbeda jika

10

6.

kesulitan penyelesaian soal mencakup semua bentuk latihan atau semua materi
setiap pokok bahasan. Oleh sebab itu maka analisis masalah mempunyai arti
penting untuk merumuskan alternatif pemecahan masalah.

b. Menemukan kemungkinan faktor penyebab

Dengan melakukan analisis masalah secara cermat, di samping dapat
menjadikan masalah semakin jelas serta spesifik, juga sekaligus dimungkinkan
menemukan faktor-faktor penyebab munculnya masalah tersebut. Ketika guru
melakukan perenungan atau refleksi apakah siswa-siswanya benar-benar tidak
tertarik pada pelajaran matematika dengan sendirinya guru juga memikirkan
mengapa mereka kurang tertarik. Untuk menemukan faktor penyebab dalam
kegiatan analisis masalah ini ada dua cara yang dapat dilakukan guru. Pertama
merenung kembali masalah tersebut dengan cara mengajukan pertanyaan yang
harus Anda jawab sendiri. Renungan terhadap diri kita sendiri sering kali disebut
refleksi atau introspeksi. Dalam melakukan introspeksi ini ada beberapa
pertanyaan yang dapat kita ajukan. Anda dapat mengajukan pertanyaan-
pertanyaan secara bebas kepada diri sendiri, khususnya yang berkaitan dengan
kegiatan pembelajaran di kelas. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berkenan
dengan metode mengajar, bahan pelajaran, motivasi siswa, hasil belajar siswa,
kemampuan mengerjakan latihan dan sebagainya. Di bawah ini beberapa contoh
pertanyaan yang dapat Anda ajukan.

nnnnnnn

11

-Apakah cara saya menjelaskan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa?
-Apakah penjelasan yang saya berikan sudah cukup disertai contoh-contoh?
-Apakah saya sudah memberikan dorongan agar mereka memberikan
tanggapan terhadap apa yang saya jelaskan?
-Apakah bimbingan dalam penyelesaian latihan yang saya berikan cukup

memadai?

-Apakah saya terlalu banyak menggunakan istilah-istilah yang tidak mereka

pahami?

6.

Beberapa contoh pertanyaan di atas dapat dijawab langsung oleh guru
sendiri dengan melakukan refleksi atau instrospeksi secara jujur dan terbuka
tentang proses pembelajaran yang telah dilakukannya.
Cara kedua untuk menemukan faktor penyebab munculnya suatu masalah,
Anda juga dapat bertanya kepada siswa, baik dengan menggunakan wawancara
maupun dengan memberikan kuesioner. Akan tetapi perlu Anda ingat, di samping
kuesioner memerlukan beberapa langkah persiapan dalam pembuatannya, Anda
juga harus yakin bahwa siswa-siswa Anda di sekolah dasar memahami substansi
pertanyaan dan cara-cara menjawabnya. Oleh sebab itu mungkin wawancara
lebih tepat dilakukan dibandingkan kuesioner dengan mempertimbangkan
berbagai hal, terutama dikaitkan dengan pengalaman dan kemampuan mereka
sebagai siswa sekolah dasar. Wawancara yang Anda lakukan juga tidak perlu
dalam situasi yang terlalu formal. Anda dapat melakukannya di selang kegiatan
pembelajaran, waktu istirahat, pada saat diperpustakaan dan sebagainya sehingga
siswa tidak merasa takut atau segan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
Anda. Beberapa pertanyaan sederhana yang dapat Anda ajukan kepada siswa,
misalnya:

Untuk memperkuat keyakinan Anda tentang masalah atau latar tersebut,

Anda juga dapat mengkaji berbagai dokumen kelas, seperti daftar hadir,
daftar nilai atau dokumen lain yang memuat data terkait dengan masalah tersebut.
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus pula mengarah pada

12

-Apakah kamu mengerti materi pelajaran yang guru jelaskan?
-Apa tanggapan kamu tentang cara guru menjelaskan materi
pelajaran?
-Apakah kamu sering mengajukan pertanyaan?
-Apakah kamu mengalami kesulitan dalam mengerjakan latihan soal?
-Apakah guru memberikan bimbingan jika kamu menghadapi kesulitan
mengerjakan latihan?
-Apakah pekerjaan rumah yang guru berikan dapat kamu kerjakan?

6.

penemuan kemungkinan faktor yang diduga kuat sebagai penyebab dari suatu
masalah yang Anda hadapi.

Jika guru dapat bersikap jujur dan terbuka pada dirinya sendiri, ia akan
mengembangkan sejumlah pertanyaan lebih lanjut. Misalnya apakah cara saya
mengajar yang kurang menarik. Mungkin metode mengajar yang kurang
bervariasi. Ataukah pendekatan kepada siswa-siswa belum dapat saya lakukan
secara baik. Mungkinkah saya kurang melibatkan mereka dalam pembahasan
materi sehingga saya nampak terlalu mendominasi proses pembelajaran yang
seharusnya saya dapat melibatkan mereka secara aktif. Atau saya kurang
mendayagunakan media dan sumber-sumber belajar, sehingga mereka menjadi
jenuh dengan penjelasan yang saya berikan. Secara langsung maupun tidak
langsung ketika guru melakukan analisis masalah seperti ini ia juga sudah terlibat
di dalam memikirkan faktor-faktor penyebabnya. Keadaan seperti ini merupakan
langkah yang positif untuk kelanjutan tahapan di dalam PTK.

c. Menentukan kadar permasalahan

Jika Anda melakukan analisis masalah dengan melakukan refleksi atas apa
yang terjadi dan apa yang Anda lakukan, atau melakukan pengkajian terhadap
dokumen-dokumen kelas seperti daftar hadir, daftar nilai dan sebagainya, maka
Anda akan sampai kepada penilaian seberapa berat atau seberapa mendasarnya
masalah tersebut dalam upaya mencapai perubahan kearah hasil belajar yang
lebih baik. Jika hasil analisis menunjukkan bahwa masalah yang tersebut
berkaitan dengan keterlibatan sebagian besar siswa dan berkenaan dengan hal-hal
substansif dalam pembelajaran berarti permasalahan dapat dikategorikan sebagai
masalah strategis. Sebaliknya jika hasil analisis merujuk kepada suatu masalah
yang kurang mendasar dan tidak terkait langsung dengan keberlangsungan proses
pembelajaran, maka mungkin tidak digolongkan sebagai masalah mendasar dan
strategis sehingga dapat dikaji atau diselesaikan dengan cara lain dan tidak perlu
dikaji melalui PTK..

Untuk membantu mempertajam analisis masalah, guru dapat menganalisis

beberapa komponen berikut:

13

6.

1.Menganalisis daftar hadir siswa. Analisis kehadiran akan memungkinkan
guru mengetahui seberapa besar keaktifan siswa masuk sekolah dengan
melakukan perhitungan persentase kehadirannya setiap minggu atau setiap
bulan. Perlu dicermati pula apakah yang sering tidak hadir hanya siswa-siswa
tertentu atau menyangkut sebagian besar siswa.
2.Menganalisis daftar nilai siswa untuk menemukan bagaimana hasil belajar
yang mereka peroleh. Bagaimana rata-rata nilai yang mereka capai pada
seluruh bidang studi yang diajarkan. Bidang studi mana yang pencapaian
hasil belajarnya rendah, dan bidang studi mana yang mampu mencapai hasil
rerata yang lebih baik. Di samping itu analisis daftar nilai juga dapat
memberikan jawaban siswa-siswa mana yang sangat rendah capaian hasil
belajarnya.
3.Menganalisis tugas-tugas yang diberikan kepada siswa beserta bahan
pelajaran yang dipakai, apakah tugas-tugas dan bahan pelajaran tersebut cukup
menantang atau membosankan.
4.Menganalisis balikan (feedback) yang diberikan guru terhadap pekerjaan
siswa. Apakah balikan tersebut membuat siswa frustasi atau mendorong siswa
untuk memperbaiki pekerjaannya.
Jika Anda telah melakukan analisis masalah secara cermat, maka masalah
yang akan Anda kaji sekarang sudah menjadi semakin jelas. Langkah berikut yang
Anda lakukan adalah merumuskan masalah. Secara sederhana merumuskan
masalah dapat diartikan sebagai menyatakan suatu masalah secara kongkrit dan
operasional sehingga memberi kejelasan bagi penentuan alternatif pemecahan atau
perbaikannya. Menurut Borg (2001), kata benda permasalahan memiliki makna
konvensional dan makna teknis. Dalam pemikiran konvensional, suatu
permasalahan dapat diartikan sebagai seperangkat kondisi yang memerlukan
pembahasan, keputusan, suatu solusi atau informasi. Sebuah permasalahan
penelitian menyatakan secara tidak langsung kemungkinan investigasi empiris,
yakni pengumpulan data dan analisis.
Cobalah Anda lakukan latihan merumuskan beberapa masalah
berdasarkan analisis masalah yang telah Anda lakukan. Sebagai contoh, setelah

14

6.

pak Ardi melakukan analisis secara cermat maka ia sampai kepada kesimpulan
bahwa masalah mendasar dalam pembelajaran IPA di kelas V yang dia hadapi
adalah kurangnya pelibatan siswa di dalam mengungkapkan contoh dan
merumuskan kesimpulan materi pokok yang dibahas. Karena itu guru tersebut
membuat pernyataan masalah seperti contoh berikut:

Contoh 1:

Pernyataan masalah yang diungkapkan di atas semakin memberikan arah
yang jelas bagi pak Ardi tentang apa yang harus dilakukannya di dalam
memperbaiki pembelajaran IPA di kelasnya.
Contoh lain adalah hasil analisis yang dilakukan ibu Rini terhadap
rendahnya kemampuan siswa di kelasnya dalam menyelesaikan latihan soal dan
ulangan IPS. Setelah melakukan refleksi, mengkaji daftar nilai siswa di kelas, dan
setelah melakukan wawancara terhadap sejumlah siswa di kelas tersebut, akhirnya
bu Rini sampai kepada kesimpulan bahwa masalah mendasar yang dihadapinya
dalam pelajaran IPS adalah rendahnya kemampuan siswa di dalam
mengungkapkan pertanyaan dan mengemukakan pendapat ketika pelajaran
berlangsung. Masalah tersebut dinyatakannya sebagai berikut:

Contoh 2

15

Penjelasan materi pelajaran IPA masih sangat didominasi guru, siswa kurang
dilibatkan untuk mengungkapkan contoh-contoh nyata dan menyimpulkan
materi pokok yang dibahas sehingga siswa kurang termotivasi dalam proses
pembelajaran.

Dalam pelajaran IPS siswa kurang memiliki keberanian dan kemampuan untuk
bertanya dan mengemukakan pendapat sehingga banyak di antara bagian-
bagian materi pelajaran yang dibahas tidak mereka pahami dengan baik.

6.

Abimayu (dalam Wardani, 2003) mengingatkan beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam pemilihan masalah.
1.Jangan memilih masalah yang Anda tidak kuasai.
2.Ambillah topik yang skalanya kecil dan relatif terbatas.
3.Pilih masalah yang dirasakan paling penting bagi Anda dan murid Anda.
4.Kaitkan masalah dengan upaya pengembangan sekolah.
Sebelum Anda merumuskan hipotesis tindakan, perlu Anda ingat kembali
bahwa tidak mungkin dengan satu tindakan, semua masalah terpecahkan. Juga
tidak semua masalah memerlukan pemecahan melalui PTK. Untuk menentukan
masalah mana yang menjadi prioritas untuk dikaji atau dipecahkan melalui PTK
berikut ini ada beberapa hal yang dapat menjadi acuan:

1.

Masalah harus benar-benar penting bagi guru yang bersangkutan
serta bermakna dan bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran guna
meningkatkan kualitas pendidikan.
2.

Masalah harus dalam jangkauan kemampuan guru dalam
melaksanakan tindakan di kelas. Anda perlu menyadari jangan mengangkat
suatu masalah yang Anda tidak mampu melaksanakan tindakan perbaikannya.
Oleh karena itu pilihlah masalah yang benar-benar Anda mampu
memperbaikinya melalui suatu tindakan.
3.

Masalah yang telah Anda pilih untuk dipecahkan melalui penelitian
tindakan harus dirumuskan secara jelas agar dapat mengungkap berbagai
faktor penyebab utamanya sehingga memungkinkan dicari alternatif
pemecahannya. Jika Anda tidak mampu merumuskan secara spesifik masalah,
maka pemecahan yang akan dilakukan akan sangat sulit mencapai sasarannya
secara mendalam.

Latihan:

Setelah mencermati materi tentang identifikasi dan merumuskan masalah di atas,
coba Anda kerjakan latihan berikut:

16

6.

1.Lakukan langkah-langkah identifikasi masalah-masalah pembelajaran di
kelas Anda.
2.Dari hasil identifikasi, coba Anda rumuskan beberapa masalah mendasar
dalam pembelajaran yang akan Anda kaji melalui PTK.
3.Susunlah beberapa kemungkinan tindakan sebagai solusi pemecahan
masalah, kemudian pilih salah satu tindakan yang menurut Anda paling
menjanjikan perubahan yang Anda harapkan!

Petunjuk jawaban latihan:

1.Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan cermat, Anda harus
melakukan refleksi. Kejujuran dan keterbukaan pada diri sendiri akan sangat
membantu proses identifikasi masalah ini. Di samping melakukan refleksi,
Anda dapat melakukan wawancara kepada siswa atau mengkaji dokumen
kelas untuk lebih meyakinkan keberadaan masalah tersebut.
2.Pernyataan dan perumusan masalah menuntut kecermatan Anda. Oleh
sebab itu sebelum Anda merumuskan pernyataan masalah, lakukan terlebih
dahulu analisis masalah. Jika diperlukan, Anda dapat berdiskusi dengan rekan-
rekan Anda agar masalah yang Anda rumuskan benar-benar merupakan
masalah mendasar untuk dikaji melalui PTK.
3.Kaji kembali teori-teori pembelajaran yang pernah Anda pelajari,
kemudian pahami dengan baik beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam
menentukan suatu tindakan perbaikan.

RANGKUMAN

Identifikasi masalah adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan
masalah nyata yang terjadi. Dari kegiatan identifikasi yang dilakukan guru akan
menghasilkan daftar masalah yang terjadi di kelas. Masalah yang ditemukan dari
proses identifikasi seringkali masih bersifat samar-samar atau kabur. Masalah
yang masih kabur perlu diperjelas agar dapat dikaji faktor penyebabnya dan
dimungkinkan untuk menemukan cara mengatasinya. Kegiatan tersebut
dinamakan analisis masalah, untuk selanjutnya dirumuskan dalam bentuk kalimat

17

6.

yang jelas dan singkat agar mudah dipahami. Analisis masalah mempunyai
beberapa tujuan, yaitu: a) mendapatkan kejelasan masalah yang sesungguhnya, b)
menemukan kemungkinan faktor penyebab, c) menentukan kadar permasalahan.
Untuk membantu guru memahami masalah dengan jelas dalam kegiatan
analisis masalah, guru dapat menganalisis daftar nilai siswa, menganalisis tugas-
tugas yang diberikan kepada siswa beserta bahan pelajaran yang dipakai,
menganalisis balikan (feedback) yang diberikan guru terhadap pekerjaan siswa.
Jika Anda telah melakukan analisis masalah secara cermat, maka masalah yang
akan Anda kaji sekarang sudah menjadi semakin jelas. Setelah dilakukan langkah
analisis, guru perlu merumuskan masalah, yaitu menyatakan suatu masalah secara
kongkrit dan operasional sehingga memberi kejelasan bagi penentuan alternatif
pemecahan atau perbaikannya. Agar masalah dapat dikaji dengan baik melalui
PTK, maka upayakan untuk memilih masalah yang benar-benar dikuasai,
skalanya kecil dan relatif terbatas, masalah yang dirasakan paling penting bagi
Anda dan murid Anda.

TES FORMATIF 1

Berikut ini disediakan tes formatif yang bertujuan untuk mengukur
pemahaman anda mengenai uraian, contoh, dan rangkuman yang tercantum dalam
kegiatan belajar sebelumnya.
Pilihlah alternatif A, B, C atau D dengan cara memberikan tanda silang (X) pada
jawaban yang Anda anggap paling benar.

1.Dalam rangkaian PTK, identifikasi masalah dilakukan...
A. ketika menyusun langkah PTK
B. pada awal perencanaan PTK
C. ketika melaksanakan tindakan PTK
D. setelah merumuskan hipotesis tindakan
2.Hasil identifikasi masalah yang dilakukan guru dapat berupa…
A.rumusan hipotesis tindakan
B.kajian teori

18

6.

C. daftar masalah
D.rumusan masalah
3.Manfaat identifikasi masalah berikut ini adalah:

A.

menemukan masalah
B.mempertajam masalah
C.menemukan faktor penyebab suatu masalah
D.menentukan kedudukan/kadar permasalahan
4.Identifikasi masalah pembelajaran di kelas dapat dilakukan guru diantaranya
dengan cara…
A. melakukan wawancara kepada orang tua siswa
B.melakukan eksperimen terhadap guru-guru
C.melakukan refleksi mengajar sendiri
D.melakukan kajian literatur.
5. Tujuan utama melakukan analisis masalah adalah;
A.menemukan masalah
B.mempertajam masalah
C.menentukan solusi penyelesaian masalah
D.menentukan keterkaitan antara masalah
6. Untuk mendukung analisis masalah, guru dapat menganalisis dokumen kelas,
misalnya...
daftar hadir siswa mingguan maupun bulanan
B. daftar hadir guru yang mengajar di kelas tersebut
C. daftar petugas piket kelas dan kebersihan kelas
D. daftar kegiatan ekstra kurikuler siswa
7.Perumusan masalah dapat diartikan sebagai…
A.pernyataan tentang daftar masalah yang saling terkait
B.pernyataan masalah secara jelas
C.pernyataan secara rinci faktor penyebab masalah
D.pernyataan saling keterkaitan antara masalah
8.Berikut ini adalah contoh masalah strategis yang layak dikaji melalui PTK,

kecuali...

19

6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->