You are on page 1of 5

REKSA DANA

Tugas Akhir Semester Financial Market

oleh I Gede Putu Anggara Diva 1071001054

Bakrie School of Management

2009

Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi yang telah mendapat izin dari Bapepam. Portofolio investasi dari reksa dana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga, seperti pasar uang, obligasi, saham atau campuran dari instrumen-instrumen tersebut. Reksa dana baru dapat dijual setelah melalui proses pembentukan dengan melakukan “Pernyataan Pendaftaran” kepada Badan Pengawas Pasar Modal, untuk kemudian dinyatakan efektif oleh Badan Pengawas Pasar untuk dijual kepada masyarakat investor. Reksa dana memiliki dua bentuk hukum yaitu berbentuk Reksa dana berbentuk Perseroan Terbatas (PT Reksa dana) dan Reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Reksa dana yang berbentuk Perseroan Terbatas memiliki anggaran dasar, direksi, pemegang saham, kekayaan dan kewajiban sendiri. PT Reksa dana akan menerbitkan saham yang dapat dibeli oleh investor. Dengan memiliki saham PT Reksa dana, investor mempunyai kepemilikan atas PT tersebut. Reksa dana KIK bukan merupakan badan hukum tersendiri. Reksa dana KIK beroperasi berdasarkan kontrak yang dibuat oleh manajer investasi dan bank kustodian. Pemodal secara bersama-sama atau kolektif mempercayakan dananya untuk dikelola oleh manajer investasi. Dana tersebut disimpan dan diadministrasikan oleh bank kustodian. Kekayaan yang dikelola oleh manajer investasi dalam bentuk portofolio itu adalah milik investor secara bersama-sama dan proporsional. Reksa dana KIK tidak menerbitkan saham, tetapi menerbitkan Unit Penyertaan. Berdasarkan sifat operasinya, reksa dana dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu reksa dana tertutup dan reksa dana terbuka. Reksa dana berbentuk PT dapat bersifat tertutup dan terbuka. Sedangkan KIK hanya bersifat terbuka. Berdasarkan konsentrasi portofolio investasinya reksa dana dapat dibedakan sebagai berikut :

Reksa dana Pasar Uang, adalah reksa dana yang hanya melakukan investasi 100% (seratus persen) pada efek bersifat pasar uang atau efek-efek hutang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun. reksadana ini dialokasikan untuk investasi di SBI , dan obligasi baik obligasi pemerintah (SUN) atau obligasi swasta (Corporate Bond) yang jatuh tempo dibawah 1 tahun. Reksa dana Pasar Uang sesuai dengan investor yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek dan ingin mempunyai imbal hasil lebih tinggi daripada tabungan biasa atau deposito berjangka. Disini NAB/NAV per UP selalu “di-reset” Rp 1.000 setiap harinya, tetapi waktu di tahun 2005 dari bulan Juli – Oktober 2005 NAB/ NAV pernah menyentuh dibawah 1000, diakibatkan waktu itu terjadi gelombang redemption besar-besaran di reksa dana pendapatan tetap khususnya yang memegang efek obligasi swasta.

Reksa dana Pendapatan Tetap, adalah reksa dana yang melakukan investasi sekurangkurangnya 80% (delapan puluh persen) dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat hutang. Potensi risiko dan return lebih besar daripada tabungan, deposito, atau reksa dana pasar uang. Cocok untuk investasi jangka menengah (kurang dari 5 tahun). Ada sebagian reksa dana yang membagikan keuntungan berupa dividen secara berkala. Dinamakan reksa dana pendapatan tetap bukan berarti investor yang masuk ke dalam produk reksa dana pendapatan tetap ini akan selalu mendapatkan hasil investasi (return) yang tetap. Dinamakan pendapatan tetap karena alokasi invesatasinya pada efek surat utang (obligasi/bond) yang dimana akan mendapatkan coupon yang selalu tetap. Karena obligasi dapat diperdagangkan di pasar sekunder , maka nilai / harga obligasi tersebut dapat berubah tergantung dari supply dan demand pada market tersebut. Jika demand dari suatu obligasi tinggi maka akan menaikan harga dari obligasi tersebut dan sebaliknya

Reksa dana Saham, adalah reksa dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) dalam bentuk efek bersifat ekuitas (saham). Dibanding reksa dana lain, potensi risiko dan return relatif paling tinggi dan cocok untuk jangka panjang (3 tahun atau lebih). Potensi risiko dan return biasanya berada di antara reksa dana pendapatan tetap dan reksadana saham. Efek yang dipegang biasanya 50% - 50 % untuk obligasi dan saham , tetapi biasanya Fund manager akan mempunyai wewenang untuk bermain dengan jumlah persentase yang ditentukan di propectus produk tersebut. Reksa

dana campuran sesuai dengan investor yang baru ingin coba-coba bermain di saham tetapi masih belum berani untuk mengambil resiko yang tinggi.

Reksa dana Campuran, adalah reksa dana yang melakukan investasi dalam efek bersifat ekuitas dan efek bersifat hutang dalam perbandingan yang tidak termasuk dalam ketiga kriteria di atas.

Reksa dana Terproteksi adalah reksa dana yang memberikan perlindungan terhadap dana investasi awal yang disetorkan apabila dicairkan pada akhir periode perjanjian. Setiap jenis investasi memiliki risiko disamping return yang dihasilkan. Reksa dana

adalah salah satu instrumen investasi yang diciptakan untuk mempermudah dalam pengelolaan dana terutama bagi investor pemula. Adapun keuntungan berinvestasi di reksa dana adalah diversifikasi investasi memperkecil resiko, kenyamanan berinvestasi, dan terjangkau. Diversifikasi investasi memperkecil resiko maksudnya besarnya dana yang dikelola memungkinkan reksa dana untuk mendiversifikasikan investasinya ke berbagai jenis efek (saham, obligasi, pasar uang) sehingga dapat memperkecil resiko. Kenyamanan berinvestasi maksudnya setiap reksa dana didukung oleh manajer investasi yang memiliki kemampuan menganalisa efek dan memiliki akses informasi pasar melalui banyak sumber sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih akurat untuk kepentingan investasi pemodalnya. Terjangkau maksudnya reksa dana memberi kesempatan kepada investor kecil untuk ikut andil berinvestasi di pasar modal. Dengan modal awal yang relatif kecil (umumnya Rp. 100.000 di Indonesia) orang sudah dapat membuka rekening investasi di reksa dana. Tidak seperti saham murni, pada produk reksadana, investor tidak bisa menganalisa bagaimana pertumbuhan perusahaan, pendapatan per saham, neraca laba-rugi perusahaan yang akan dibeli dan lain-lain. Walaupun ada NAB (Nilai Aktiva Bersih) dalam produk reksadana namun hal tersebut tidak dapat kuarang dapat digunakan sebagai indikator. Sebab NAB (Nilai Aktiva Bersih) hanya memberikan gambaran nilai total dari portfolio dikurangi kewajiban, jadi investor tidak bisa membedakan mana reksadana yang bagus dan mana yang tidak. Lebih dalam lagi, iklan, ranking, rating yang dikeluarkan oleh perusahaan sekuritas hanya menjelaskan kinerja masa lalu. Tentunya anda sering melihat kalimat "kinerja masa lalu tidak mengindikasikan kinerja di masa depan" ditulis dalam kalimat berukuran kecil. Bijaksanalah untuk tidak selalu berinvestasi pada instrumen investasi hanya karena kinerja masa lalunya bagus, pemenang di

masa lalu mungkin menjadi pecundang hari ini. Untuk itu dalam memilih berinvestasi dalam reksa dana, yang penting adalah bagaimana produk itu bisa memberikan keuntungan atau setidaknya bertahan (tidak rugi) saat terjadi kondisi yang tidak diinginkan.