Penyusun : Rozi Amrullah (0705101030023) BDP/Agronomi-Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala 2010

Dormansi berkecambah

adalah

benih

yang

hidup

tapi

belum yang

walaupun

diletakkan

pada

keadaan

memenuhi syarat (umum). Dormansi Terbagi 5, yaitu : Embrio Rudimenter After Ripening Dormansi Sekunder Bahan Penghambat Impermeabilitas Kulit Benih

Dormansi Endogen adalah dormansi yang disebabkan oleh dormansi embrio rudimenter, after ripening, keseimbangan hormonal, dan hambatan mekanik. Dormansi Embrio Rudimenter adalah dormansi endogen karena saat benih sudah lepas dari pohon induknya embrio benih belum masak. Contoh : Ranunculus, Plantago, Faraxinus, Pinus, Melinjo, dan Cherry. Benih memerlukan waktu selepas dari induknya untuk memasakkan embrionya.

Pemecahan Dormansi :
1.

Perlakuan Mekanis
a.

Skarifikasi adl melakukan dengan aberasi yaitu menggosok kulit benih dengan benda yang kasar. Seperti kikir maupun kertas pasir untuk menipiskan kulit biji. Daging buah dikupas agar zat penghambat yang menghalangi perkecambahan benih dapat berkecambah dengan daya kecambah 80%. Perendaman dalam air panas untuk memperbaiki permeabilitas kulit benih sehingga dapat mempermudah masuknya air dan gas.

b.

c.

2.

Perlakuan Kimia
Perlakuan kimia bertujuan untuk mempermudah kulit benih mudah dimasuki air pada waktu proses imbibisi.

3.

Perlakuan Temperatur
a.

Stratifikasi

pemberian suhu rendah selama waktu tertentu (berbeda untuk setiap jenis

tanaman) untuk menghilangkan penghambatan pertumbuhan.
b.

Rendah dan tinggi , temperatur tinggi untuk radikelnya sedangkan temperatur rendah untuk epikotilnya.

4.

Perlakuan Cahaya
Untuk meningkatkan intensitas cahaya agar perkecambahan cepat meningkat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful