EUDAEMONIA

Judul Buku Penulis Tebal Ukuran Cetakan ISBN Penerbit

: : : : : : :

Eudaemonia: Kenalilah Dirimu Bahrudin Pakuwinata 276 hlm. 16 x 14 cm. I Juni 2010 978-60296507-0-9 Paris Pablishing Jakarta

Eudaemonia adalah konsep sentral dalam psikologi positif. Istilah ini merujuk kepada kebahagiaan yang dibedakan dari kenikmatan dalam pengertian Hedonisme. Kebahagian di sini bukan kebahagiaan yang dicapai dengan kenikmatan ragawi, bukan juga kebahagiaan yang ditandai oleh banyak senyum dan tawa terbahak-bahak. Jika pun Eudaemonia mengandung kenikmatan di dalamnya maka itu merupakan hasil dari kontemplasi dan percakapan yang baik. Aristoteles mengartikan Eudaemonia secara khusus sebagai kebahagiaan yang dihasilkan dari aktivitas rasional. Murid Plato ini tidak merujuk kepada perasaan temporer atau emosi kasar, juga bukan gairah hormonal atau orgasmik, melainkan kebahagiaan yang dihasilkan dari aktivitas memandang dan memahami hal yang baik. Eudaemonia adalah kehidupan yang dapat dicapai melalui keutamaan dan kekuatan karakter manusia. Aristoteles menyuratkan bahwa pemahaman terhadap diri sendiri merupakan syarat dari pencapaian kehidupan itu. Memahami diri sendiri berarti memahami keutamaan dan kekuatan karakter manusia. Keutamaan dan Kekuatan Karakter Manusia Eudaemonia dalam buku ini berhasil menginventarisir temuan-temuan para ilmuwan, dan para sufi tentang keutamaan dan kekuatan karakter manusia, dan menyimpulkannya dengan sebuah adagium "Tthe Man is The Sleeping Giant" atau "manusia adalah raksasa yang tidur". Keutamaan dan kekuatan karakter manusia tersebut, yakni: 1. Energi terbesar alam semesta ada dalam diri manusia 2. Gravitasi yang merupakan satu dari empat gaya terbesar alam, yang bertanggung jawab atas semua gerak alam semesta, ada dalam diri kita. 3. Obat mujarab ada dalam jasad. Ketiga kekuatan inilah yang menjadi keutamaan manusia dibanding seluruh makhluk di alam semesta, karenanya manusia dipilih sebagai Stewardship of Nature (Pengelola Alam Semesta). Dengan keutamaan dan kekuatan diri ini kita diharapkan mampu mengelola alam semesta dengan sebaik-baiknya untuk kebahagiaan kita dan semesta di dunia dan di akhirat.

Eudaemonia lebih lanjut mengidentifikasi bahwa ketiga kekuatan diri tersebut terletak dalam kesadaran diri manusia dalam bentuk “Ketiadaan” yang oleh kaum sufistik disebut Cinta yang juga sepadan dengan konsep Bigbang, Singularity, Vacuum, dan Black Hole dalam fisika quantum-relativistik. Bioteknologi-Diri (Aplikasi praktis fitrah manusia) Sebagai sebuah pencarian jati diri yang dilakukan secara interdisiplineris dengan melihat fakta-fakta diri secara quantum-relativistis yang dipahaminya secara filosofis kemudian dimaknai secara teologis, Eudaemonia mampu menemukan formulasi untuk aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari sebagai Bioteknologi-Diri dalam bidang: 1. Kesehatan (Pengobatan Jarak Jauh) 2. Pendidikan (Akselerasi Belajar) 3. Kreativitas (Aktivasi seluruh Kreativitas Diri) 4. Ekonomi-Bisnis (Prosperity: Menjadi Magnet Uang) 5. Psiko-3G (Teleconference berbasis Cinta) 6. Teleportasi (Transporter Lorong Waktu) Semua aplikasi identitas diri ini menegaskan kebenaran konsep Eudaemonia sebagai Psikologi Positif yang mengajarkan bahwa kebahagiaan hidup manusia dicapai lewat pengenalannya terhadap dirinya sendiri, dan mengajak manusia untuk kembali pada fitrahnya yang fitri dari Ilahi: “Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada, berbahagialah dalam ketiadaanmu” Buku yang sangat cocok sebagai absolute reference frame (ARF: acuan) bagi generasi muda yang sedang mencari jati dirinya ini dilengkapi dengan software Radionics (Software Pengobatan Jarak Jauh), & profil manusia Quantum-Relativistic yang hidup sebagai sosok manusia hologramic, plus training programs. Guru Besar Psikologi Islam Universitas Indonesia, Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA. memberi komentar singkat dalam buku ini sebagai “Buku yang sangat menarik....”

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful