Dari Collected Works, Volume 26, pp. 22-27.

Surat untuk Komite Sentral PBSDR(b)
Satu hal yang paling busuk dan mungkin sebuah penyimpangan yang paling luas atas Marxisme yang dilakukan oleh partai-partai “sosialis” yang dominan adalah kebohongan kaum oportunis yang mengatakan bahwa persiapan pemberontakan, dan secara umum memperlakukan pemberontakan sebagai seni adalah “Blanquisme”. [1] Bernstein sebagai pemimpin kaum oportunis segera mendapatkan dirinya tak diuntungkan dengan menuduh Marxisme sebagai Blanquisme, dan ketika kaum oportunis sekarang ini meratapi Blanquisme, mereka tidak mengembangkan atau “memperkaya“ "ide-ide" sempit dari Bernstein sedikitpun. Kaum Marxist dituduh sebagai Blanquisme karena memperlakukan pemberontakan sebagai suatu seni! Tidakkah dapat dikatakan ini sebagai suatu pemutarbalikan kebenaran secara keji, ketika tidak ada seorang Marxistpun yang akan menolak bahwa Marx sendirilah yang mengungkapkan hal ini dengan cara yang paling jelas, tepat dan kategorial, yang mengacu pemberontakan secara khusus sebagai seni. Mengatakan bahwa pemberontakan harus diperlakukan sebagai seni, maka kita harus memenangkan suatu keberhasilan pertama kali dan kemudian dilanjutkan dari satu proses ke proses lainnya, jangan pernah menghentikan penyerangan terhadap para musuh, mengambil keuntungan atas kebingungan mereka, dan lain-lain? Agar dapat berhasil, pemberontakan harus tidak disandarkan pada suatu konspirasi dan tidak atas satu Partai, namun harus disandarkan pada suatu klas yang maju. Inilah point pertama. Pemberontakan harus disandarkan pada suhu revolusioner rakyat. Itulah point yang kedua. Pemberontakan harus disandarkan pada “satu titik penentu” dalam sejarah pertumbuhan revolusi ketika aktivitas kalangan maju dari rakyat berada pada puncaknya, dan ketika ada keragu-keraguan dalam kalangan musuh dan dalam kalangan kaum lemah, kaum setengah hati dan kawan-kawan peragu dari revolusi telah kuat. Itulah point ketiga. Dan ketiga kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang pemberontakan apakah yang membedakan Marxisme dengan Blanquisme. Bagaimanapun, ketika kondisi-kondisi itu ada, menolak untuk memperlakukan pemberontakan sebagai suatu seni merupakan pengkianatan terhadap Marxisme dan pengkianatan terhadap revolusi. Untuk menunjukkan kapan saat yang tepat bagi Partai harus mengenali seluruh rangkaian peristiwa sehingga dapat melakukan pemberontakan secara obyektif pada hari yang tepat, dan bahwa pemberontakan harus diperlakukan sebagai seni, maka akan lebih baik dengan menggunakan metode perbandingan, dan menggambarkan kesejajaran antara hari-hari 3-4 Juli [2] dengan September. Tanggal 3-4 Juli tidak diargumentasikan, kecuali meremukkan kebenaran, bahwa hal paling tepat untuk dilakukan adalah merebut kekuasaan, musuh-musuh kita sendiri berulangkali telah menuduh kita memberontak dan secara keji memperlakukan kita sebagai pemberontak. Namun, pada saat itu memutuskan mengambil-alih kekuasaan dengan hitungan itu adalah salah, karena kondisi obyektif untuk memenangkan pemberontakan tidaklah ada. (1) Kita kekurangan dukungan dari klas yang merupakan vanguard dari revolusi. Kita belum jadi mayoritas diantara kaum pekerja dan prajurit Petograd dan Moskow. Sekarang kita memiliki mayoritas dalam kedua Soviet tersebut. Hal itu tercipta semata-mata oleh sejarah bulan Juli dan Agustus, oleh pengalaman dari “perlakuan brutal” yang ditujukan pada kaum Bolshevik, dan oleh pengalaman pada pemberontakan Kornilov. (2) Saat itu tidak ada suhu revolusioner yang meluas di seluruh wilayah. Sekarang sudah, setelah

pemberontakan Kornilov, [3] situasi di berbagai propinsi dan perkiraan kekuatan Soviet di berbagai lokasi menunjukkan hal tersebut. (3) Pada waktu itu tidak terjadi kegoyahan dalam skala politik yang serius diantara musuh-musuh kita dan diantara kaum borjuis kecil peragu. Saat ini kegoyahan tersebut sangat besar. Musuh utama kita, Sekutu dan imperialis dunia (dimana imperlisme didunia dipimpin oleh "Sekutu"), telah mulai raguragu antara meneruskan perang sampai kemenangan akhir atau secara terpisah berdamai dengan Rusia. Kaum borjuis kecil demokrat, telah secara jelas kehilangan dukungan mayoritas diantara rakyat, telah mulai goyah secara dasyat, dan telah menolak untuk membuat satu blok, misalnya suatu koalisi dengan kaum kaum Kadet. [4] (4) Karena itulah, suatu pemberontakan pada tanggal 3-4 Juli merupakan satu kesalahan; kita tidak akan dapat mengambil-alih kekuasaan baik secara fisik maupun secara politik. Kita tidak dapat mengambil-alih kekuasaan secara fisik meskipun pada saat itu Petograd berada di tangan kita, karena pada saat itu kaum pekerja dan kaum prajurit kita tidak akan mau bertempur dan mati untuk Petograd. Saat itu tidak ada “kebuasaan” atau luapan kebencian baik kepada kaum Kerensky dan kepada kaum Tseretelis dan Chernov. Rakyat kita masih belum marah oleh pengalaman atas penghukuman terhadap kaum Bolshevik dimana kaum Socialis-Revolusioner dan manshevik terlibat. Kita tidak dapat mengambil-alih kekuasaan secara politik pada 3-4 Juli karena, sebelum pemberontakan Kornilov, tentara dan propinsi-propinsi dapat dan akan telah bergerak menyerang Petograd. Saat ini gambarannya secara keseluruhan berbeda. Kita memiliki mayoritas dari satu klas yaitu vanguard dari revolusi, vanguard dari rakyat, yang mampu menggiring massa dengan vanguard itu. Kita memiliki mayoritas rakyat, karena pengunduran diri Chernov, meskipun bukan satu-satunya gejala, mengakibatkan banyaknya pemogokan dan gejala yang nyata bahwa kaum tani tidak akan menerima tanah dari blok Sosialis-revolusioner (atau dari kaum Sosialis-Revolusioner itu sendiri). Dan itulah yang menjadi penyebab utama dari watak popular dari revolusi. Kita ada dalam posisi yang maju dari satu partai yang tahu secara pasti, jalan mana yang harus ditempuh pada suatu saat ketika imperialisme secara keseluruhan dan kaum Menshevik dan SosialisRevolusioner secara keseluruhan sedang goyah. Kemenangan kita telah pasti, ketika rakyat telah sangat putus asa, dan kita menunjukkan pada seluruh rakyat jalan keluar yang meyakinkan; kita demonstrasikan pada seluruh rakyat sepanjang “peristiwa Kornilov” nilai dari kepemimpinan kita, dan kemudian kita usulkan kepada politikus dari blok suatu kompromi, yang mereka tolak, meskipun tiada jalan keluar dari kegoyahan mereka. Merupakan kesalahan besar jika berpikir bahwa tawaran kita untuk kompromi belumlah ditolak, dan bahwa Konferensi Demokratik mungkin akan menerima itu. Kompromi tersebut ditawarkan oleh satu partai kepada partai-partai; Kompromi itu tidak akan ditawarkan dalam jalan lain. Kompromi itu telah ditolak oleh partai-partai. Konferensi Demokratik adalah tidak lebih dari sekedar konferensi. Satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu, bahwa mayoritas dari rakyat revolusioner, kaum miskin, petani yang sengsara, tidaklah terwakili dalam Konferensi itu. Konferensi tersebut merupakan satu konferensi dari minoritas rakyat - kebenaran nyata ini harus tak boleh dilupakan. Merupakan suatu kesalahan besar, menempatkan kekerdilan parlementeris sebagai bagian kita, jika kita menganggap Konferensi Demokratik sebagai parlemen; bahkan jika Konferensi itu memproklamasikan dirinya sebagai parlemen yang permanen dan berdaulat dari revolusi, meskipun demikian tak akan memutuskan apapun. Kekuasaan untuk memutuskan terletak di luar parlemen berada di kumpulan kelas pekerja Petograd dan Moskow.

Seluruh kondisi obyektif untuk keberhasilan suatu pemberontakan telah ada. Kita memiliki keuntungan lain dari suatu situasi dalam mana hanya kemenangan pemberontakan kita yang akan mengakhiri segala penderitaan di dunia, kegoncangan, yang menimpa rakyat; dimana hanya kemenangan kita dalam pemberontakan yang akan segera memberikan tanah kepada kaum tani; suatu situasi dimana hanya kemenangan pemberontakan kitalah yang dapat menggagalkan permainan perdamaian sepihak yang ditujukan untuk menentang revolusi – menggagalkannya dengan secara publik, membuat perdamaian yang penuh, adil dan tepat waktu, suatu perdamaian yang akan memberikan keuntungan bagi revolusi. Akhirnya, partai kami sendiri dapat, berkat kegemilangan pemberontakan, menyelamatkan Petrograd; karena jika proposal perdamaian kita ditolak, jika kita tidak dapat mengamankan diri dengan gencatan senjata, kemudian kita akan menjadi "defencists", kita akan menempatkan diri kita sendiri pada komando dari pertempuran partai (the head of the war parties), Kita harus menjadi partai perang utama (war party par excellence), dan kita akan memimpin peperangan dengan cara-cara revolusioner yang tepat. Kita akan mengambil seluruh roti dan sepatu dari kaum kapitalis. Kita hanya akan meninggalkan bagi mereka kulit yang keras (crusts) dan mengenakan mereka pakaian yang buruk. Kita akan menjual seluruh roti dan sepatu ke garis depan pertempuran. Dan kemudian kita harus selamatkan Petrograd. Sumberdaya, baik material dan spiritual, untuk suatu perang revolusioner yang sesungguhnya di Rusia masih sangat banyak; kesempatannya seratus banding satu sampai Jerman menawarkan gencatan senjata. Dan saat ini untuk mengamankan suatu gencatan senjata berarti dengan sendirinya kita harus memenangkan seluruh dunia. *** Setelah melihat kondisi nyata yang dibutuhkan untuk sebuah pemberontakan dari kaum buruh Petrograd dan Moskow dalam rangka untuk menyelamatkan revolusi dan menyelamatkan Rusia dari "pemisah-misahan" bagian oleh kaum imperialis dari kedua grup, kita pertama kali harus menyesuaikan taktik-taktik politik kita di konferensi dengan kondisi-kondisi perkembangan pemberontakan. Kedua, kita harus menunjukkan bahwa pemberontakan bukan hanya dalam kata-kata dimana kita menerima ide-ide Marx melainkan pemberontakan harus diperlakukan sebagai sebuah seni. Di konferensi kita harus segera manyatukan kelompok-kelompok Bolshevik, berapapun hitungannya, dan tanpa takut untuk meninggalkan mereka yang ragu-ragu di tempatnya. Mereka sangat berguna untuk menjadikan revolusi disana daripada didalam kumpulan kaum pejuang yang tangguh dan setia. Kita harus memunculkan satu deklarasi yang singkat dan jelas dari kaum Bolshevik, menghindari cara orasi yang panjang tidak relevan dan “orasi” secara umum, kebutuhan mendesak yang harus segera dilakukan untuk menyelamatkan revolusi, kebutuhan mutlak untuk sepenuhnya berpisah dengan kaum borjuis, untuk mengganti pemerintahan sekarang, secara total, perpisahan yang penuh dengan para imperialis Anglo-Perancis, yang menyiapkan satu bagian (partition) “terpisah” dengan Rusia, dan pengalihan segera seluruh kekuasaan kepada para demokrat revolusioner yang dipimpin oleh proletarial revolusioner. Deklarasi kita harus memberikan formulasi yang paling jelas dan tajam atas kesimpulan ini yang berkaitan dengan program usulan perdamaian bagi rakyat, tanah untuk kaum tani, penyitaan atas harta hasil kolusi, dan satu pemeriksaan atas skandal sabotase produksi oleh kaum kapitalis. Semakin jelas dan tajam deklarasi itu, semakin baik. Hanya saja dua hal penting yang harus diperhatikan dari hasil deklarasi itu adalah massa rakyat akan mengalami kegoncangan, bahwa mereka telah disuapi dengan pepesan-kosong oleh kaum Sosialis-Revolusioner dan Menshevik; dan bahwa karena itulah kita secara terang-terangan memisahkan diri dari partai-partai itu karena telah berkhianat

pada revolusi. Dan satu hal lain. Dengan segera mengusulkan satu perdamaian tanpa aneksasi, dengan segera memisahkan diri dengan kaum imperialis sekutu dan dengan seluruh kaum imperialis, baik dengan mendapatkan gencatan senjata, atau seluruh kaum proletariat revolusioner akan berhimpun untuk mempertahankan negerinya, dan keadilan sejati, perang revolusioner sejati akan dgerakkan oleh kaum demokrat-revolusioner dibawah kepimpinan kaum proletariat. Sesudah membaca deklarasi ini, dan sesudah menuntut suatu keputusan dan tidak hanya sekedar bicara, untuk suatu tindakan dan bukan hanya sekedar resolusi tertulis, kita harus mengirimkan seluruh kelompok kita ke pabrik-pabrik dan barak-barak. Tempat mereka ada di sana, denyut kehidupan ada disana, disanalah sumber penyelamat revolusi kita, dan disanalah kekuatan pendorong dari Konferensi Demokratik. Disana, dengan pidato-pidato yang berapi-api dan kuat, kita harus menjelaskan program kita dan mememberikan pilihan: apakah konferensi akan mengambil jalan ini sepenuhnya ataukah dengan jalan pemberontakan lainnya. Tidak ada jalan tengah. Menundanya tidak mungkin. Revolusi sedang sekarat. Dengan mengajukan pertanyaan seperti ini, dengan mengkonsentrasikan seluruh kelompok kita di pabrik-pabrik dan barak-barak, kita dapat menentukan saat yang tepat untuk memulai pemberontakan. Dalam rangka untuk memperlakukan pemberontakan dalam satu cara Marxist, misalnya sebagai satu seni, kita harus pada saat yang sama, tanpa kehilangan satu moment, mengorganisasi satu markas besar untuk mengirimkan kaum pejuang, mendistribusikan kekuatan kita, menggerakkan resimen yang ada ke tempat yang paling penting, di sekitar Teater Alexander, menduduki Benteng Peter dan Paul, [5] menahan Staf Jendral dan pemerintahan, dan bergerak melawan perwira cadet dan Divisi Biadab [6] yang rela mati daripada membiarkan musuh mendekati tempat strategis di kota. Kita harus memobilisir kaum pekerja bersenjata dan menyerukan mereka untuk bertempur sampai titik darah penghabisan untuk mengambil-alih kantor telegrap dan sentral telepon, dan memindahkan markas besar pemberontakan kita ke sentral telepon itu dan menghubungkannya dengan jalur telepon ke seluruh pabrik, resimen, seluruh tempat pasukan bersenjata, dan seterusnya. Tentu saja, ini semua hanya contoh belaka, hanya untuk menggambarkan fakta bahwa pada saat ini adalah tidak mungkin kita tetap setia pada Marxisme, tetap setia pada revolusi kecuali memperlakukan pemberontakan sebagai suatu seni. N. 13-14 (26-27) September 1917 Catatan: [1] Blanquisme – adalah suatu aliran dalam gerakan sosialis Perancis yang dipimpin oleh Louis Auguste Blanqui (1805-1881), satu komunis utopis terkemuka. “Blanquisme menduga bahwa umat manusia akan dibebaskan dari perbudakan upah, tidak oleh perjuangan kelas proletarian, namun melalui satu konspirasi yang dilakukan oleh satu minoritas kecil dari kaum intelektual”. Aliran ini gagal untuk menghitung dengan situasi kongkrit, yang harus dipakai dalam perhitungan kapan satu pemberontakan akan berhasil, dan menolak untuk menciptakan ikatan dengan massa. [h.22]. [2] Apa yang ada di pikiran Lenin adalah demonstrasi massa yang bertempat di Petograd pad tanggal 34 (16-17) Juli 1917. Itu adalah gerakan para prajurit, pelaut dan pekerja, yang marah pada Pemerintahan Sementara karena mengirimkan pasukan ke penyerangan tanpa harapan yang membuktikan satu kegagalan. Itu dimulai pada tanggal 3 (16) Juli dengan satu demonstrasi oleh Resimen Senjata Mesin Pertama di Distrik Vyborg, dan mengancam akan berkembang menjadi satu Lenin

pemberontakan bersenjata melawan Pemerintahan Sementara. Partai Bolshevik menentang untuk melakukan pemberontakan pada saat itu karena percaya bahwa krisis revolusioner belumlah sampai pada puncaknya. Rapat Komite Sentral pada jam 4 p.m. tanggal 3 (16) Juli memutuskan agar menahan diri untuk melakukan tindakan, dan keputusan yang serupa diputuskan oleh Konferensi Bolshevik Kota Petograd Kedua yang dilakukan segera. Para delegasi pergi ke pabrik-pabrik dan distrik-distrik untuk menghentikan massa pergi melakukan aksi, namun gerakan terlanjur terjadi dan tiada suatupun yang dapat dilakukan untuk menghentikannya. Pada larut malam, Komite Sentral, bersama dengan Komite Petograd dan Organisasi Militer menghitung gejolak massa dan memutuskan untuk turut serta dalam demonstrasi untuk memimpinnya dalam satu karakter damai dan terorganisir. Lenin sedang dalam liburan pendek setelah kerja yang melelahkan. Setelah diinformasikan atas peristiwa itu, dia kembali ke Petograd di pagi hari tanggal 4 (17) Juli dan mengambil kepemimpinan. Lebih dari 500.000 orang terlibat dalam demonstrasi pada 4 (17) Juli. Para demonstran membawa slogan-slogan Bolshevik, seperti “Seluruh Kekuasaan untuk Soviet” dan menuntut bahwa Komite Sentral Eksekutif Soviet Seluruh Rusia harus mengambil kekuasaan. Namun pemimpin kaum SosialisRevolusioner dan Menshevik menolak untuk melakukan hal tersebut. Pemerintahan Sementara, dengan sepengetahuan dan persetujuan Komite Sentral Eksekutif yang didominasi oleh kaum Menshevik dam Sosialis-Revolusioner mengirim pasukan yang terdiri kaum Cadet dan Cossak untuk menyerang dan menembaki para pelaku demontrasi damai. Pasukan kontra-revolusi ditarik dari garis depan untuk mematahkan demonstasi. Malam itu, Lenin memimpin satu pertemuan para anggota Komite Sentral dan Komite Petograd, yang mengambil satu keputusan untuk menghentikan demontrasi dengan cara organisisional. Hal ini merupakan langkah yang bijak, yang menyelematkan kekuatan revolusioner utama dari kekalahan. Kaum Menshevik dan Sosialis-Revolusioner bertindak dengan satu cara yang menolong kaum kontrarevolusioner; mereka bergabung dengan kaum borjuis untuk menyerang Partai Bolsehevik. Koran Bolshevik, Pravda, Soldatskaya Pavda (Prajurit Kebenaran) dan lain-lainnya ditutup oleh Pemerintahan Sementara. Sementara Rumah Percetakan Trud yang dioperasikan dengan dana yang disumbangkan oleh kaum pekerja dihancurkan. Kaum pekerja dilucuti dan ditangkap, pencarian dan penghukuman pun dimulai. Unit-unit revolusioner dari garnisun Petograd dipindahkan dari ibukota dan dikirimkan ke garis-depan. Setelah peristiwa Juli, kekuasaan di daerah pindah ketangan Pemerintah Sementara yang kontrarevolusioner. Periode kekuasaan kembar berakhir, dan demikian pula dengan tahap revolusi damai. Kaum Bolshevik menghadapi tugas untuk mempersiapkan pemberontakan bersenjata untuk menggulingkan Pemerintahan Sementara. [3] Pemberontakan kontra-revolusi oleh kaum borjuis dan pemilik tanah pada bulan Agustus 1917 dipimpin oleh Panglima Angkatan Darat, Jendral Kornilov, pendukung tsar. Para pelaku plot merencanakan untuk mengambil-alih Petograd, menghancurkan Partai Bolshevik, menggantikan Soviet-soviet dan membentuk tatanan diktator militer dengan maksud merestorasi kerajaan. Kerensky, pimpinan Pemerintahan Sementara, terlibat dalam plot tersebut. Namun ketika pemberontakan sedang berjalan, dia menyadari bahwa dia dengan Kornilov akan disikat dan dia mencuci-tangan atas seluruh urusan itu: diumumkan bahwa pemberontakan itu ditujukan melawan Pemerintahan Sementara. Pemberontakan berakhir pada 25 Agustus (7 September), ketika Kornilov mengirimkan Korp Kaveleri Ketiga ke Petograd, dimana organisasi-organisasi kontra-revolusioner gatal untuk melakukan aksi. Perjuangan massa melawan Kornilov dipimpin oleh Partai Bolshevik, yang diteruskan sebagaiman diinginkan oleh Lenin untuk menelanjangi kesalahan Pemerintahan Sementara dan kaki-tangannya kaum Sosialis-Revolusioner dan Menshevik. Komite Sentral Partai Bolshevik menghimpun kaum

pekerja Petograd dan prajurit dan pelaut revolusioner untuk berjuang melawan kaum pemberontak. Para pekerja Petograd dengan cepat mengorganisasi unit-unit Tentara Merah. Komite-komite revolusiener dibentuk diberbagai tempat. Pergerakan pasukan Kornilov terhenti dan moral mereka diturunkan oleh para agitator Bolshevik. Pemberontakan Kornilov dihancurkan oleh para pekerja dan petani yang dipimpin oleh Partai Bolshevik. Di bawah tekanan massa, Pemerintahan Sementara terpaksa memberikan perintah penangkapan dan penuntutan atas Kornilov dan kaki-tangannya dengan tuduhan menyusun suatu pemberontakan. [4] Cadets (Partai konstitusional Demokrat) – partai terbesar dari kaum borjuis kerajaan yang liberal di Rusia, didirikan pada Oktober 1905. Keanggotaannya terdiri dari kaum kapitalis, pemilik tanah yang begerak pada dewan-dewan lokal dan kaum intelektual borjuis. Anggota termuka mereka diantaranya PN. Milyukov, SA. Muromtsev, VA. Maklakov, AI. Shingaruyov dan PB Struve. Kaum Cadet pada akhirnya berkembang menjadi satu partai borjuis-imperialis. Selama Perang Dunia Pertama, mereka mendukung secara aktif kebijakan luar-negeri Pemerintahan Tsar mengenai agresi. Selama revolusi borjuis-demokratis di bulan Februari 1917, mereka mencoba menyelamatkan kerajaan; memainkan satu peranan penting dalam Pemerintahan Sementara yang borjuis, mereka melakukan suatu kebijakan kontra-revolusi melawan kepentingan rakyat. Setelah Revolusi Sosialis Oktober yang Agung, mereka menjadi menjadi lawan yang fanatik dari kekuasaan Soviet dan terlibat dalam segala operasi militer kontra-revolusioner dan kampanyekampanye kaum intervensionist. Setelah kekalahan kaum intervensionist dan tentara-putih, Kaum Cadet melarikan diri ke luar negeri dan meneruskan aktivitas kontra-revolusioner anti-Soviet mereka. [h.24] The Alexandrinsky Theatre di Petrograd merupakan suatu tempat dimana Konferensi Demokratik dilangsungkan. [5] Benteng Peter dan Paul di Neva yang berseberangan dengan Istana Winter berfungsi sebagai penjara negara dari lawan politik Tsar. Sekarang sebagai musium, yang memiliki persenjataan berat dan situasi yang strategis. [6] Divisi Biadab (The Savage Division), didirikan pada PD I, yang terdiri dari sukarelawansukarelawan orang-orang Kaukasia. Jenderal Kornilov menggunakan divisi ini untuk menyerang Kaum Revolusioner Petrograd.

Prinsip-prinsip Komunisme
Oleh Frederick Engels Ditulis pada Oktober-November 1847 Dari Selected Works, Jilid 1, muka surat 81-97, diterbitkan oleh Penerbit Progress, Moskow; 1969. Diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia oleh Muhammad Salleh (2001).

~1~ Apakah itu komunisme? Komunisme adalah doktrin mengenai keadaan bagi kemerdekaan proletariat. ~2~ Apakah itu proletariat? Proletariat merupakan kelas dalam masyarakat yang hidup hanya dengan menjual tenaga kerjanya dan tidak menarik keuntungan dari mana-mana jenis kapital; kebiluran dan kesengsaraan mereka, hidup dan mati mereka, kewujudan semenamena mereka bergantung kepada keperluan tenaga pekerja – dan oleh kerana itu, bergantung kepada keadaan perniagaan yang senantiasa berubah, dan ketidak-tentuan persaingan yang tidak terkawal. Proletariat, atau kelas proletariat, merupakan, dalam sekata dua, kelas pekerja abad ke-19i. ~3~ Jadi, proletariat tidak wujud dari awal-awalnya?

Tidak. Dari awal, terdapat kelas miskin dan kelas pekerja; dan kelas pekerja biasanya terdiri daripada mereka yang miskin. Tetapi pekerja dan para pemiskin tidak pernah hidup dalam keadaan seperti hari ini dari mulanya; dalam erti kata lain, mereka bukannya proletariat dari awal-awalnya, seperti juga tidak pernah terdapat persaingan bebas yang tidak dikawal dari awal-awalnya.
~4~ Bagaimanakah proletariat muncul?

Proletariat menjelma semasa revolusi perindustrian, yang berlaku di England pada hujung abad ke-18, dan yang diulangi di setiap negara bertamadun di seluruh dunia. Revolusi perindustrian ini dijana oleh penciptaan enjin stim, mesin menenun mekanikal dan pelbagai peralatan mekanikal yang lain. Mesinmesin ini, yang begitu mahal sekali dan, oleh kerana itu, hanya dapat dibeli oleh kapitalis besar, mengubah cara pengeluaran dan mengambil tempat bekas pekerja, kerana mesin-mesin tersebut menghasilkan komoditi yang lebih murah dan lebih baik daripada yang dapat dihasilkan oleh para pekerja dengan roda penenun dan penenun tangan mereka yang tidak memadai. Mesin-mesin tersebut menghadiahkan bidang indutsri ke dalam tangan kapitalis besar dan menghancurkan nilai harta para pekerja (peralatan, alat penenun dan sebagainya). Akibatnya, pihak kapitalis berjaya merangkul kesemuanya dalam tangan mereka dan tidak terdapat apa-apa yang tinggal untuk para pekerja. Ini menandakan pengenalan sistem perkilangan kepada industri tekstil. Selepas dorongan bagi pengenalan mesin-mesin dan sistem perkilangan diberi, sistem ini menjalar dengan pantas ke setiap bidang indutsri yang lain, khususnya pencetakan buku dan pengecapan kain,

pembuatan barangan tembikar, dan indutsri logam.
Pekerjaan-pekerjaan semakin dibahagikan di kalangan individu sehingga pekerja yang dahulunya melaksanakan tugas yang menyeleruh, sekarang hanya melaksanakan sebahagian daripada tugas tersebut. Pembahagian tugas ini membenarkan benda-benda dihasilkan dengan lebih cepat dan lebih murah. Ia mengurangkan aktiviti pekerja kepada gerakan mekanikal senang dan beterusan yang dapat dilaksanakan dengan lebih baik oleh mesin-mesin. Dalam cara ini, segala industri tersebut jatuh, satu demi satu, di bawah kekuasaan stim, mesin-mesin dan sistem perkilangan, seperti yang berlaku kepada penenunan dan penganyaman. Tetapi, pada masa yang sama, bidang-bidang tersebut turut jatuh ke dalam tangan kapitalis besar, dan para pekerja dilucutkan kebebasan mereka. Lama-kelamaan, bukan sahaja pengilangan tulin bahkan juga kraftangan jatuh ke dalam cengkaman sistem perkilangan, apabila kapitalis besar mengambil tempat tukang mahir kecil dengan mendirikan bengkelbengkel besar, yang lebih menjimatkan dan membenarkan pembahagian tugas yang lebih terperinci.

Begitulah hampir segala jenis pekerjaan diusahakan di kilang-kilang di setiap negara bertamadun – dan, dalam hampir setiap bidang kerja, kraftangan dan pengeluaran telah dilintasi. Proses ini telah menghancurkan kelas menengah lama pada tahap yang lebih teruk lagi, khususnya tukang kraftangan kecil-kecilan; ia telah mengubah keadaan pekerja secara menyeluruh; dan dua kelas baru telah diwujudkan yang, secara perlahan-lahan, sedang menelan kelas-kelas yang lain. Ini merupakan:
i) ii) Kelas kapitalis besar yang, di setiap negara bertamadun, memiliki secara eksklusif segala keperluan hidup dan peralatan (mesin-mesin dan kilang-kilang) dan bahan-bahan yang diperlukan untuk penghasilakn keperluan hidup. Ini merupakan kelas borjuas, atau borjuasi. Kelas yang tidak berharta, yang terpaksa menjual tenaga pekerja mereka kepada borjuasi untuk mendapat, secara berbalas, keperluan hidup untuk kesenangan mereka. Mereka diberikan nama kelas proletariat, atau pendek kata, proletariat. ~5~ Penjualan tenaga pekerja proletariat kepada borjuasi ini berlaku di bawah keadaan seperti apa?

Tenaga pekerja merupakan sebuah komoditi, seperti mana-mana komoditi yang lain, dan harganya ditentukan oleh hukum-hukum yang berkaitan dengan komoditi-komoditi yang lain. Di bawah rejim industri besar atau persaingan bebas – seperti yang akan dihuraikan, kedua-dua hal ini sebenarnya hal yang sama – harga sebuah komoditi, para purata, sentiasa sama dengan kos pengeluarannya. Oleh kerana itu, harga tenaga pekerja adalah sama dengan kos penghasilan tenaga pekerja. Tetapi, kos penghasilan tenaga pekerja terdiri daripada kuantiti keperluan hidup yang diperlukan untuk membolehkan pekerja itu terus bekerja, dan untuk menghalang kelas pekerja daripada pupus. Oleh kerana itu, para pekerja tidak akan mendapat lebih daripada apa yang diperlukan untuk tujuan ini; harga tenaga pekerja, atau gaji, akan (dalam erti kata lain) ditetapkan pada minimum yang paling rendah yang diperlukan untuk pengekalan kehidupan. Namun, kerana perniagaan kadang-kala lebih baik dan kadang-kala lebih teruk, ia mengikuti dari ini bahawa para pekerja kadang-kala akan mendapat nilai yang lebih dan kadang-kala akan mendapat nilai yang kurang bagi komoditinya. Tetapi, sekali lagi, seperti mana usahawan (pada purata masa baik dan buruk) tidak akan mendapat lebih atau kurang untuk komoditi daripada kosnya, para pekerja juga (pada puratanya) tidak akan mendapat lebih atau kurang daripada minimum. Hukum gaji ekonomi ini beroperasi dengan semakin tegas semakin industri besar mengambil pemilikan

bidang pengeluaran.

~6~ Apakah jenis kelas pekerja yang wujud sebelum revolusi industri?

Kelas pekerja sudah lama hidup dalam keadaan yang berbeza mengikut tahap pembangunan sesebuah masyarakat, dan mempunyai hubungan yang lain dengan kelas pemilik dan pemerintah.
Pada zaman silam, para pekerja merupakan hamba pemilik mereka, seperti mereka masih menjadi hamba di negara-negara mundur dan di bahagian selatan Amerika Syarikat. Pada Zaman Pertengahan, mereka merupakan serf [buruh hamba] bagi kaum bangsawan, seperti mereka masih menjadi hamba di Hungari, Poland dan Rusia. Pada Zaman Pertengahan, sehinggalah revolusi perindustrian, terdapat juga penghijrah di bandar-bandar yang bekerja untuk tuan borjuasi kecil. Lama-kelamaan, apabila sistem pengeluaran berkembang, penghijrah tersebut menjadi pekerja kilang yang dikerjakan oleh kapitalis yang lebih besar. ~7~ Dalam cara apakah proletariat berbeza daripada hamba?

Seorang hamba dijual sekali dan buat selama-lamanya; proletariat terpaksa menjual dirinya setiap hari dan setiap jam. Seorang hamba individu, harta seorang tuan, dijaminkan kewujudan, tidak kira betapa sengsaranya dia, kerana kepentingan tuannya. Proletariat individu, harta seluruh kelas borjuasi yang membeli tenaga pekerjanya hanya apabila ia diperlukan, tidak dijaminkan kewujudannya. Kewujudannya itu hanya dijamin bagi kelas yang lebih luas. Seorang hamba tidak tertakluk kepada persaingan; seorang proletariat berada dalam persaingan dan mengalami segala ketidak-tentuannya. Seorang hamba dianggap sebagai sebuah benda, bukannya sebagai ahli sesebuah masyarakat. Oleh kerana itu, seorang hamba dapat merangkul kewujudan yang lebih baik daripada seorang proletariat, sambil seorang proletariat dimiliki oleh tahap pembangunan sosial yang lebih tinggi, dan berdiri pada tahap sosial yang lebih tinggi daripada hamba. Seorang hamba membebaskan dirinya apabila dia menghapuskan hubungan perhambaan (dan bukannya hubungan harta swasta yang lain) dan menjadi seorang proletariat; seorang proletariat hanya boleh membebaskan dirinya dengan menghapuskan harta swasta secara umum.
~8~ Bagaimanakah proletariat berbeza daripada serf?

Seorang serf memiliki dan menggunakan peralatan pengeluaran, yakni sebidang tanah, dan menggantinya untuk sebahagian daripada hasil pengeluarannya atau perkhidmatan tenaga pekerjanya.
Seorang proletariat menggunakan peralatan pengeluaran untuk seseorang yang lain, untuk akaun orang yang lain itu, dan

menggantikannya untuk sebahagian daripada hasil pengeluarannya.

Seorang serf memberi, seorang proletariat menerima. Seorang serf dijaminkan kewujudannya, seorang proletariat tidak dijaminkan kewujudannya. Seorang serf terletak di luar tangkisan persaingan, seorang proletariat terperangkap di dalam persaingan. Seorang serf membebaskan dirinya dengan satu daripada tiga cara: antara dia melarikan diri ke bandar dan menjadi tukang kraftangan di sana; atau, dia memberikana duit (dan bukannya hasil pengeluaran atau perkhidmatan) kepada tuannya dan dengan itu menjadi seorang yang bebas; atau menggulingkan tuan feudalnya dan menjadi seorang pemilik harta benda. Pendek kata, melalui satu jalan atau yang lain, dia memasuki kelas pemilik dan bercampur tangan dalam persaingan. Seorang proletariat membebaskan dirinya dengan menghapuskan persaingan, harta swasta dan segala perbezaan kelas.

~9~ Dalam cara apakah seorang proletariat berbeza daripada tukang kraftangan? [ ... ]ii ~ 10 ~ Dalam cara apakah seorang proletariat berbeza daripada pekerja bidang pengeluaran?

Pekerja bidang pengeluaran abad ke-16 hingga abad ke-18 memiliki, dengan beberapa pengecualian, sebuah alat pengeluaran dalam miliknya – alat penenunnya, roda penganyam keluarganya, sebidang tanah kecil yang dikerjakannya pada masa lapang. Seorang proletariat tidak memiliki benda-benda seperti itu. Seorang pekerja pengeluaran hampir selalu tinggal di desa dan dalam hubungan patriarki [berkenaa dengan ketua keluarga] dengan tuannya atau pihak majikannya; seorang proletetariat biasanya hidup di bandar dan hubungannya dengan pihak majikan hanyalah sebuah hubungan kewangan. Seorang pekerja bidang pengeluaran ditarik keluar dari hubungan patriarki dengan industri besar, kehilangan apa-apa harta yang masih dimilikinya, dan dengan itu menjadi seorang proletariat.
~ 11 ~ Apakah kesan segera revolusi perindustrian and pembahagian masyarakat menjadi borjuasi dan proletariat?

Pertama, harga hasil pengeluaran industri yang semakin rendah, yang dijana oleh tenaga mesin, secara menyeluruh, telah menghapuskan sistem lama pengeluaran atau industri yang berdasarkan tenaga kerja manual di setiap negera di dunia. Dengan cara ini, setiap negara setengah-liar, yang sehingga itu lebih kurang tidak mengenali perkembangan sejarah dan di mana industri mereka berdasarkan perngeluaran, dipaksa keluar dari perasingan mereka. Mereka membeli komodoti England yang lebih murah dan membenarkan pekerjapekerja bidang pengeluaran mereka sendiri dibinasakan. Negara-negara yang tidak mengenali kemajuan untuk beribu-ribu tahun – India, misalnya, direvolusikan secara menyeluruh, dan Negara Cina juga berada dalam perjalanan menuju revolusi.

Kita sudah sampai ke tahap di mana sebuah mesin baru yang dicipta di England akan menghalang berjuta-juta pekerja Cina daripada cara hidup mereka dalam masa setahun. Dengan itu, industri besar telah menghubungkan semua manusia di dunia dengan satu sama lain, telah menggabungkan segala pasaran tempatan ke dalam satu pasaran dunia, telah menyebarkan tamadun dan kemajuan ke merata tempat dan telah mamastikan bahawa apa yang berlaku di negara-negara bertamadun akan mempunyai kesan di setiap negara yang lain. Ia mengikuti dari itu bahawa jika pekerja di England atau Perancis berjaya membebaskan diri mereka, ini akan mencetuskan revolusi di setiap negara yang lain – revolusi yang, lambat-laun, mesti membawa kemerdekaan kepada kelas pekerja masing-masing. Kedua, di mana-mana industri besar mengambil tempat pengeluaran, borjuasi telah berkembang dari segi kekayaan dan kekuasaan sehingga mereka telah menjadi kelas pertama di sesebuah negara itu. Akibatnya, di mana-mana ini terjadi, borjuasi merangkul kuasa politik ke dalam tangannya sendiri dan mengambil tempat kelas pemerintah, yakni kelas bangsawan, pemimpin kesatuan tukang dan wakilwakil mereka, dan pemerintahan beraja mutlak. Borjuasi telah menghapuskan kuasa bangsawan dengan membasmikan pewasiatan harta-benda – dalam kata lain, dengan menjadikan harta-benda tertakluk kepada penjualan dan pembelian, dan dengan menghapuskan segala keistimewaan kelas bangsawan. Ia menghapuskan kuasa pemimpin kesatuan tukang dengan membasmikan kesatuan tukang dan keistimewaan pekerja kraftangan. Di tempat mereka, ia meletakkan persaingan – iaitu, keadaan masyarakat di mana setiap orang mempunyai hak untuk memasuki apa-apa bidang industri, dengan hanya satu halangan, iaitu ketidak-cukupan kapital yang diperlukan. Dengan itu, pengeenalan persaingan bebas merupakan pengisythiaran bahawa mulai sekarang, ahli-ahli sesebuah masyarakat tidak setaraf hanya berkaitan dengan ketidak-setarafan kapital mereka, bahawa kapital merupakan kuasa penting, dan oleh kerana itu bahawa pihak kapitalis, borjuasi, telah menjadi kelas pertama dalam masyarakat itu. Persaingan bebas memang diperlukan untuk pewujudan industri besar, kerana ia merupakan satusatunya keadaan masyarakat di mana industri besar dapat bertapak. Setelah memusnahkan kuasa sosial bangsawan dan pemimpin kesatuan tukang, kelas borjuasi juga telah memusnahkan kuasa politik kumpulan-kumpulan itu. Setelah meningkatkan dirinya ke kedudukan pertama dalam masyarakat, ia juga mengisytiharkan bahawa ia merupakan kelas politik yang paling berkuasa. Ia melakukan ini melalui pengenalan sistem perwakilan yang berdasarkan kesama-rataan borjuasi sebelum undang-undang dan pengiktirafan persaingan bebas, dan di negara-negara Eropah, ia mengambil bentuk pemerintahan beraja berpelembagaan. Dalam pemerintahan-pemerinatahan beraja ini, hanya mereka yang memiliki kapital dibenarkan mengundi – dalam kata lain, hanya kelas borjuasi. Pengundi borjuasi memilih timbalan, dan timbalan borjuasi ini, dengan menggunakan hak mereka untuk menafikan pencukaian, memilih sebuah kerajaan borjuasi.

Ketiga, di merata-rata, proletariat berkembang dengan borjuasi. Apabila borjuasi berkembang dari segi kekayaan, proletariat pula berkembang dari segi bilangan. Kerana proletariat hanya dapat dikerjakan oleh kapital, dan kerana kapital hanya berkembangan dengan mengerjakan tenaga pekerja, ia mengikuti dari ini bahawa pembangunan proletariat berkembang pada kelajuan yang sama dengan pembangunan kapital. Dalam pada itu, proses ini menarik para borjuasi dan proletariat ke dalam bandar-bandar besar, di mana industri dapat dijalankan dengan paling beruntung, dan dengan membalingkan orang ramai ke satu dalam kawasan yang sama, ia memberikan proletariat kesedaran akan kekuatannya. Lebih-lebih lagi, semakin proses ini berkembang, semakin mesin-mesin baru dicipta, semakin banyak tekanan dikenakan oleh industri besar pada gaji, yang (seperti kita sudah lihat) tenggelam ke tahap minimum dan menjadikan keadaan proletariat semakin jijik. Dengan itu, rasa tidak puas hati proletariat bergabung dengan kuasa mereka untuk menyediakan revolusi sosial proletariat.
~ 12 ~ Apakah kesan-kesan tambahan revolusi perindustrian?

Industri besar mencipta enjin stim dan mesin-mesin lain, iaitu cara untuk mengembangkan industri pengeluaran secara berterusan, secara tangkas sambil mengurangkan kos. Dengan pengeluaran disediakan seperti demikian, persaingan bebas yang sememangnya terikat dengan industri besar, mengambil bentuk yang paling melampau; beberapa orang kapitalis menyerang industri, dan dalam jangka masa yang pendek, lebih banyak pengeluaran dihasilkan daripada yang diperlukan. Akibatnya, hasil pengeluaran tidak dapat dijual, dan sebuah krisis komersil dicetuskan. Kilang-kilang terpaksa ditutup, pemilik mereka menjadi muflis, dan pekerja tidak mempunyai makanan. Kesengsaraan mendalam bermaharajalela di merata tempat. Selepas beberapa lama, produk-produk lebihan dijual, kilang-kilang dibuka semula, taraf gaji meningkat dan lama-kelamaan, perniagaan menjadi semakin baik. Tetapi tidak lama kemudian, terlalu banyak komoditi dihasilkan dan krisis baru dicetuskan, dan ia mengikuti jalan yang sama seperti dahulu. Sejak bermulanya abad [ke-19] ini, keadaan industri telah bergolak di antara waktu kemewahan dan waktu krisis; hampir setiap lima hingga tujuh tahun, sebuah krisis baru membangkit, membawa kesengsaraan kepada pekerja, dan diiringi pergoyangan revolusi umum dan ancaman terhadap sususan yang wujud pada masa itu.
~ 13 ~ Apakah yang mengikuti waktu krisis komersil? Pertama:

Walaupun industri besar telah mencipta persaingan bebas, ia telah menjadi lebih besar daripada persaingan bebas itu;

bagi industri besar, persaingan dan pengeluaran secara individu telah menjadi sebuah rantai penjerat kaki yang ia mesti dan akan memusnahkan; asalkan industri besar tetap berada pada kedudukan sekarang, ia hanya dapat dikekalkan oleh keadaan huru-hara setiap tujuh tahun, dan setiap kali itu mengancam segala tamadun dan bukan sahaja menenggelamkan proletariat ke dalam kebinasaan, bahkan juga merosakkan sebahagian besar daripada borjuasi; oleh kerana itu, antara industri besar itu harus diabaikan, yang sememangnya tidak dapat dilakukan, atau ia mencipta sebuah susunan masyarakat baru, di mana pengeluaran tidak lagi ditentukan oleh usahawan individu yang bersaing, tetapi oleh masyarakat secara menyeluruh yang mengikut rancangan yang ditetapkan dan mengambil kira keperluan semua orang.
Kedua:

Industri besar dan perkembangan pengeluaran tanpa penghadan yang dibawa olehnya, juga membawa ke dalam jarak genggaman sebuah sususan sosial di mana begitu banyak dihasilkan sehingga setiap ahli masyarakat akan berada di kedudukan untuk mengamalkan dan mengembangkan kuasa-kuasanya dan fakulti-fakultinya dalam kebebasan. Ia seolah-olah kualiti industri besar yang, dalam masyarakat kini, menghasilkan kesengsaraan dan krisis, juga merupakan industri yang, dalam sususan sosial yang lain, dapat menghapuskan kesengsaraan dan kemunduran malapetaka.
Kita melihat ini dengan begitu jelas:

i) ii)

segala kezaliman ini harus dikaitkan dengan sususan sosial yang tidak lagi mempertikaikan keperluan keadaan sebenar; dan sebuah susunan sosial yang lain dapat menghapuskan segala kezaliman ini.

~ 14 ~ Apakah bentuk susunan sosial baru ini?

Paling penting, ia mesti mengambil kawalan industri dan segala cabang pengeluaran dari tangan individu yang saling bersaing, dan sebaliknya mengamalkan sebuah sistem di mana kesemua cabang pengeluaran ini digunakan oleh masyarakat yang lebih luas – iaitu, untuk akaun bersama, mengikut rancangan bersama, dan dengan penglibatan semua golongan masyarakat.
Dalam kata lain, ia akan membasmikan persaingan dan menggantikannya dengan penglibatan.

Tambahan pula, kerana pentadbiran industri oleh individu-individu sememangnya bermakna terdapatnya harta swasta, dan kerana persaingan dalam realiti hanyalah cara dan bentuk kawalan industri oleh pemilik harta swasta meluashkan dirinya, ia mengikuti bahawa harta swasta tidak dapat

diasingkan dari persaingan dan pentadibiran industri oleh individu-individu tertentu. Oleh kerana itu, harta swasta harus dibasmikan dan tempatnya harus digantikan oleh penggunaan bersama peralatan pengeluaran dan pengagihan hasil pengeluaran mengikut perjanjian bersama – dalam sekata dua, apa yang diberikan nama perkongsian berkumpulan. Tidak dapat dinafikan bahawa cara yang paling singkat dan penting untuk menghuraikan revolusi ini adalah dalam sususan sosial yang diperlukan selepas kemajuan industri – dan, oleh kerana itu, ia memang dituntut oleh komunis sebagai tuntutan utama mereka.

~ 15 ~ Bukankah harta swasta dapat dibasmikan sebelum ini?

Tidak. Setiap perubahan dalam sususan sosial, setiap revolusi dalam hubungan harta-benda, adalah akibat kewujudan kuasa baru pengeluaran yang tidak lagi sepadan dengan hubungan harta lama.
Harta swasta tidak wujud dari awal.

Apabila, pada hujung Zaman Pertengahan, sebuah cara pengeluaran yang baru muncul, yang tidak dapat didukung oleh harta feudal dan kesatuan tukang, jenis pengeluaran ini (yang telah melebihi hubungan lama harta-benda) mewujudkan sebuah jenis harta yang baru, yakni harta swasta. Dan bagi bidang pengeluaran dan tahap pertama dalam perkembangan industri besar, harta swasta merupakan satu-satunya bentuk harta; sususan sosial yang berdasarkan harta swasta merupakan satu-satunya sususan sosial baginya. Selagi mereka tidak dapat mengeluarkan keperluan yang mencukupi untuk kesemua orang, dengan lebihan untuk mengembangkan kapital social dan memanjangkan kuasa-kuasa pengeluaran, selagi mereka tidak dapat melakukan ini, sebuah kelas pemerintah akan sentiasa mengarah kegunaan kuasakuasa produktif masyarakat, dan sebuah kelas miskin akan senantiasa ditindas. Bagaimana kelas-kelas ini didirikan bergantung kepada tahap perkembangan mereka. Zaman Pertengahan memberikan kita baron dan serf; bandar-bandar hujung Zaman Pertengahan menunjukkan kita pemimpin kesatuan tukang dan penghijrah dan pekerja harian; abad ke-17 mempunyai pekerja bidang pengeluarannya; abad ke-19 mempunyai pemilik kilang besar dan proletariat. Ia memang jelas bahawa, sehingga kini, kuasa-kuasa pengeluaran tidak pernah dimajukan sehingga tahap di mana hasil yang mencukupi dapat dijana untuk kesemua orang, dan bahawa harta swasta harta swasta telah menjadi rantai penjerat kaki dan penghalang dalam hubungan dengan perkembangan seterusnya kuasa-kuasa pengeluaran tersebut. Kini, perkembangan industri besar telah menghantar masuk zaman baru. Kapital dan kuasa-kuasa pengeluaran telah mengembang sehingga tahap yang belum pernah terjadi sebelum ini, dan terdapat potensi untuk menggandakannya tanpa kawalan dalam masa depan. Lebih-lebih lagi, kuasa-kuasa pengeluaran telah dipusatkan dalam tangan beberapa orang borjuasi, sambil rakyat jelata semakin terjerumus ke dalam kelas proletariat, keadaan mereka menjadi semakin binasa dan azab, diiringi peningkatan dalam kekayaan borjuasi. Dan akhirnya, kuasa-kuasa pengeluaran yang kuat dan senang

dikembangkan ini telah menjadi lebih besar daripada harta swasta dan kelas borjuasi, sehingga ia mengancam pencetusan aksi huru-hara dalam susunan sosial. Di bawah keadaan sebegini, pembasmian harta swasta bukan sahaja dapat dilaksanakan, bahkan ia memang diperlukan.

~ 16 ~ Dapatkah harta swasta dibasmi dengan cara damai? Ia memang dinginkan jika ini dapat dilakukan, dan pihak komunis sememangnya orang yang terakhir yang menentangnya. Komunis memang menyedari bahawa pengkomplotan bukan sahaja tidak berguna, malah ia juga merbahayakan. Mereka menyedari dengan jelas bahawa revolusi tidak berlaku dengan sengaja dan rambang, tetapi sebaliknya, revolusi – di meratarata dan pada setiap masa – merupakan akibat keadaan-keadaan yang tidak berkaitan dengan kehendak dan aliran manamana individu atau kelas yang lebih luas.

Tetapi mereka juga menyedari bahawa kemajuan proletariat di hampir kesemua negara bertamadun telah dihalang dengan keganasan, dan bahawa dengan cara ini, penentang komunisme sebenarnya telah berusaha menuju revolusi dengan sepenuh tenaga mereka. Jika proletariat yang ditindas akhirnya didesak menuju revolusi, kita sebagai komunis akan mempertahankan kepentingan proletariat dengan amalan, sebagaimana kita sekarang sedang mempertahankan mereka dengan kalimah-kalimah.

~ 17 ~ Dapatkah harta swasta dihapuskan dengan satu pukulan?

Tidak, seperti juga kuasa-kuasa pengeluaran tidak dapat digandakan dengan satu pukulan sehingga ia memadai untuk masyarakat perkongsian secara berkumpulan. Kemungkinan besar, revolusi proletariat akan mengubah masyarakat secara perlahan-lahan dan hanya akan dapat membasmikan hart swasta apabila peralatan pengeluaran dipunyai dalam kuantiti yang memadai.
~ 18 ~ Apakah haluan revolusi ini?

Paling penting, ia akan menubuhkan sebuah perlembagaan demokratik, dan melalui ini, memastikan kekuasaan secara langsung atau tidak langsung kelas proletariat. Secara langsung di England, di mana proletariat merupakan majoriti di masyarakat. Secara tidak langsung di Perancis dan Jerman, di mana majoriti di masyarakat bukannya terdiri daripada proletariat, tetapi petani kecil-kecilan dan borjuasi kecil-kecilan, yang sedang terjerumus ke dalam kelas proletariat, yang semakin bergantung pada proletariat demi kepentingan politik mereka, dan yang terpaksa berubah-suai kepada tuntutan proletariat. Mungkin ini akan memakan perjuangan kedua, tetapi hasilnya hanyalah kejayaan proletariat. Demokrasi tidak akan bernilai kepada proletariat jika ia tidak digunakan untuk meluluskan tindakan menentang harta swasta dan memastikan cara hidup proletariat. Tindakan utama, yang timbul akibat hubungan yang sedia ada, adalah seperti berikut: i) Penghadan harta swasta melalui pencukaian progresif, pencukaian pewarisan yang tinggi,

pembasmian pewarisan melalui hubungan selari (abang, anak saudara, dan sebagainya), penghapusan pinjaman yang dipaksa, dan sebagainya. ii) Pembasmian pemilik tanah, usahawan besar, tokoh keretapi dan pemilik kapal laut secara perlahan-lahan, sebahagiannya melalui persaingan oleh industri kerajaan, dan sebahagian lagi melalui ganti rugi dalam bentuk ikatan. Rampasan harta muhajirin dan pemberontak yang menentang kehendak majoriti. Pengaturan pemburuhan atau pekerjaan proletariat pada bidang tanah yang dimiliki bersama, di kilang-kilang dan bengkel-bengkel, dengan persaingan di antara pekerja dibasmikan dan dengan pemilik-pemilik kilang – jika mereka masih ada – dipaksa membayar gaji yang sama seperti yang dibayar oleh kerajaan. Kewajipan pada semua golongan masyarakat untuk berusaha sehingga masa harta swasta dibasmikan secara menyeluruh. Pewujudan tentera industri, khususnya bagi bidang pertanian. Pemusatan hal kewangan dan kredit dalam tangan kerajaan melalui bank kebangsaan dengan kapital kerajaan, dan penghapusan bank-bank swasta dan ahli kewangan swasta. Pendidikan bagi pekerja-pekerja di kilang-kilang kebangsaan, bengkel-bengkel, bidang keretapi dan kapal laut; membawa bidang tanah baru untuk ditanikan – semuanya sejajar dengan pertumbuhan kapital dan tenaga pekerja yang dapat digerakkan oleh negara. Pendidikan bagi semua kanak-kanak, dari ketika mereka meninggalkan jagaan ibu mereka, dalam pertubuhan kebangsaan dengan pembiayaan kebangsaan. Pendidikan dan pengeluaran bersama-sama. Pembinaan, pada tanah awam, istana besar sebagai tempat tinggal bersama bagi golongan masyarakat yang terlibat dalam bidang perindustrian dan pertanian, sambil menggabungkan cara hidup mereka dengan kebaikan keadaan bandar dan desa (sambil mengelakkan keberatan sebelah atau keburukan mana-mana keadaan itu). Pemusnahan kesemua tempat tinggal yang tidak sihat dan dibina dengan lemah di kawasankawasan bandar. Hak pewarisan yang sama bagi anak yang dilahirkan di dalam dan di luar nikah. Pemusatan kesemua cara pengangkutan dalam tangan kerajaan.

iii) iv)

v)

vi) vii)

viii)

ix)

x) xi) xii)

Kesemua langkah ini tidak dapat diambil pada masa yang sama. Tetapi satu langkah itu akan membawa langkah yang lain. Selepas serangan radikal pertama terhadap harta swasta dimulakan, kelas proletariat akan menyedari bahawa mereka terpaksa mengambil langkah seterusnya, untuk memusatkan semua kapital, semua pertanian, semua pengangkutan, semua perdagangan dalam tangan negara. Kesemua langkah di atas mempunyai matlamat ini; dan mereka akan menjadi amalan dan berpotensi, menghasilkan kesan pemusatannya pada tahap yang ditentukan oleh kuasa pengeluaran negara, melalui usaha proletariat. Akhirnya, apabila segala kapital, segala pengeluaran, segala pertukaran dibawa masuk ke dalam tangan negara, harta swasta akan hilang dengan sendiri, duit tidak akan dipentingkan, dan pengeluaran akan bertumbuh, dan manusia akan berubah agar masyarakat dapat meninggalkan tabiat ekonomi yang lama.

~ 19 ~ Bolehkah revolusi ini berlaku di satu negara sahaja?

Tidak. Dengan mewujudkan pasaran dunia, industri besar sudah membawa kesemua golongan manusia di dunia, khususnya mereka yang bertamadun, ke dalam hubungan rapat di antara satu sama lain sehingga tidak ada satu golongan pun yang bebas daripada apa yang berlaku kepada golongan yang lain. Lebih-lebih lagi, ia telah melataskan pembangunan sosial negara-negara bertamadun sehingga tahap di mana borjuasi dan proletariat telah menjadi kelas-kelas yang penting, dan perjuangan di antara dua kelas itu dijadikan perjuangan mahabesar. Ia mengikuti ini bahawa revolusi komunis bukan sahaja sebuah fenomena kebangsaan, tetapi mesti berlaku pada masa yang sama di kesemua negara bertamadun – dalam erti kata lain, sekurang-kurangnya di England, Amerika Syarikat, Perancis dan Jerman.
Ia akan berkembang di kesemua negara tersebut lebih kurang pada tahap yang laju, mengikut kemajuan industri, kekayaan dan kepentingan kuasa-kuasa pengeluaran di sesebuah negara itu. Maka, ia akan bergerak dengan paling perlahan dan akan bertemu halangan yang paling banyak di Jerman, paling laju dan menghadapi paling sedikit halangan di England. Ia akan membawa kesan yang penting kepada negara-negara lain di dunia, dan akan mengubah aliran pembangunan yang mereka terpaksa mengikut sehingga itu secara radikal, sambil mempercepatkan langkah-langkahnya. Ia merupakan sebuah revolusi sejagat dan, oleh kerana itu, akan mempunyai kesan sejagat. ~ 20 ~ Apakah kesan mutlak kehilangan harta swasta?

Raktyat jelata akan mengambil segala kuasa pengeluaran dan daya perniagaan, serta pertukaran dan pengagihan hasil pengeluaran, keluar dari tangan kapitalis swasta dan akan menyeliakannya mengikut rancangan berdasarkan perolehan bahan-bahan mentah dan keperluan masyarakat secara menyeluruh. Dengan cara ini, paling penting sekali, akibat-akibat kejam yang sekarang berkaitan dengan tingkahlaku industri besar akan dimansuhkan. Krisis tidak akan menjelma lagi; pengeluaran yang diluaskan (yang bermakna pengeluaran lebihan dan sebab utama kesengsaraan bagi susunan masyarakat pada masa ini) tidak akan mencukupi dan akan perlu diluaskan lagi. Tanpa menjana kesengsaraan, pengeluaran lebihan akan melebihi keperluan masyarakat untuk menjamin kepuasan keperluan setiap orang; ia akan mewujudkan keperluan baru, dan pada masa yang sama, cara untuk memuaskan keperluan itu. Ia akan menjadi keadaan, dan perangsang bagi, kemajuan baru, yang tidak akan membalingkan sususan sosial ke dalam huru-hara seperti yang dilakukan oleh kemajuan sebelum ini. Industi besar, dibebaskan dari tekanan harta swasta, akan mengalami perkembangan sehingga apa yang kita lihat sekarang akan dianggap sebagai perkara remeh-temeh, seperti yang dilihat apabila bidang pengeluaran diletak di sebelah industri besar pada masa ini. Perkembangan industri ini akan memberikan hasil-hasil pengeluaran kepada masyarakat untuk memuaskan keperluan setiap orang. Perkara yang sama juga benar bagi bidang pertanian, yang juga merana di bawah tekanan harta swasta dan dikongkong oleh pembahagian bidang tanah swasta kepada kelompok-kelompok kecil. Di sini, pembaikan yang sedia ada dan prosedur saintifik akan diamalkan, membawa lonjatan ke hadapan yang akan memastikan yang masyarakat mendapat kesemua keperluannya.

Dengan cara ini, hasil-hasil pengeluaran yang berlimpah-limpah akan dapat memuaskan keperluan setiap golongan masyarakat. Pembahagian masyarakat ke dalam kelas-kelas berbeza dan bermusuh tidak lagi akan diperlukan. Sememangnya, ia bukan sahaja tidak akan diperlukan, mala ia tidak akan ditoleransi oleh sususan sosial baru. Kewujudan kelas berpunca dari pembahagian tenaga pekerja, dan tenaga pekerja (seperti yang dikenali sehingga kini) akan lesap. Proses-proses mekanikal dan kimia tidak mencukupi untuk membawa pengeluaran industri dan pertanian yang dijelaskan di sini; kemampuan manusia yang menggunakan proses-proses ini juga mesti mengalami pembangunan yang sama. Sebagaimana petani dan pekerja bidang pengeluaran abad yang lalu [ke-18] mengubah cara hidup mereka dan menjadi manusia yang agak berbeza apabila mereka tertarik kepada industri besar, dengan cara yang sama, kawalan pengeluaran oleh seluruh masyarakat, dan pembangunan yang mengiringinya, akan memerlukan bahan manusia yang sangat berbeza.
Manusia tidak akan dikongkong (seperti mereka dikongkong sekarang) oleh hanya satu cabang pengeluaran, terikat kepadanya, ditindas olehnya; mereka tidak lagi akan membangunkan satu daripada akal mereka sambil melemahkan akal yang lain; mereka tidak lagi akan hanya mengenali satu cabang bidang pengeluaran, atau satu cabang dari cabang besar. Malah, industri pada hari ini mendapati bahawa orang seperti itu tidak lagi berguna. Industri yang dikawal oleh seluruh masyarakat, dan digerakkan mengikut rancangan yang ditetapkan, memerlukan manusia yang cekap, akal-akal mereka dibangunkan dengan cara yang seimbang, yang dapat melihat sistem pengeluaran secara menyeluruh. Cara pembahagian tenaga pekerja yang menjadikan satu orang seorang petani, seorang lagi seorang tukang kasut, yang ketiga pekerja kilang, yang keempat seorang penyelia pasar saham, sudah dilemahkan oleh perkembangan teknologi dan akan lesap. Pendidikan akan membolehkan pemuda-pemudi mengenali seluruh sistem pengeluaran, dan membolehkan mereka melompat dari satu cabang pengeluaran ke cabang yang lain mengikut keperluan masyarakat mereka atau mengikut suara hati mereka. Dengan itu, ia akan membebaskan mereka daripada sikap berat sebelah, yang ditekankan pada setiap individu di bawah sistem sebelum ini. Masyarakat komunis akan, dalam cara ini, membenarkan golongan-golongannya menggunakan akal-akal mereka dengan sepenuhnya. Tetapi, apabila ini berlaku, kelas-kelas akan lesap. Sebuah masyarakat yang berdasarkan ideologi komunis tidak sepadan dengan kewujudan kelas dalam satu tangan, malah pembinaan masyarakat seperti itu membolehkan perbezaan kelas dimusnahkan dalam tangan sebelah. Satu lagi kesan yang akan dibawa oleh proses ini adalah kelepasan perbezaan di antara bandar dan desa. Pentadbiran pertanian dan industri oleh orang yang sama dan bukannya kelas yang berlainan, walau hanya untuk sebab materialistik, merupakan satu keadaan yang diperlukan oleh pertubuhan komunis. Penggusuran petani-petani dari tanah mereka, di samping pengemurunan pekerja-pekerja industri di bandar-bandar, merupakan keadaan yang diakibatkan oleh taraf pertanian dan industri yang belum dimajukan, dan boleh difahami sebagai halangan bagi kemajuan lebih.

Kerjasama di antara setiap golongan masyarakat bagi penggunaan kuasa-kuasa pengeluaran seperti yang dirancangan, perkembangan bidang pengeluaran sehingga tahap di mana ia dapat memuaskan keperluan setiap orang, pembasmian keadaan di maan keperluan segolongan orang dipuaskan sambil keperluan golongan lain diabaikan, pemansuhan kelas-kelas dan konflik mereka, pembangunan kebolehan setiap ahli masyarakat melalui penghancuran pembahagian tenaga pekerja, melalui pendidikan industri, melalui pengamalan aktiviti-aktiviti yang berlainan, melalui penglibatan semua orang dalam kebahagian yang dibangkitkan oleh semua orang, melalui pergabungan bandar dan desa – semua ini merupakan kesan-kesan penghapusan harta swasta.

~ 21 ~ Apakah pengaruh masyarakat komunis terhadap kekeluargaan?

Ia akan mengubah hubungan di antara jantina menjadi sebuah isu peribadi, yang hanya berkenaan dengan orang-orang yang terlibat dan di mana masyarakat tidak dapat bercampur tangan. Ia dapat melakukan ini kerana ia membasmikan harta swasta dan mendidik kanak-kanak dengan bersama-sama, dan dengna cara ini menyingkirkan dua dasaran perkahwinan tradisional – pergantungan pada harta swasta, pergantungan perempuan pada lelaki, dan pergantungan kanak-kanak pada ibubapa. Dan inilah jawapan kepada pekikan orang yang mementingkan kebendaan berkaitan dengan ‘masyarakat kewanitaan.’ Masyarakat kewanitaan merupakan keadaan yang hanya dipunyai oleh masyarakat borjuasi dan yang kini menonjol sebagai pelacuran. Tetapi pelacuran sebenarnya didasarkan pada harta swasta dan terlingkung di dalamnya. Maka, sebuah masyarakat komunis sebenarnya menghapuskan masyarakat kewanitaan, dan bukannya mengenalkannya.

~ 22 ~ Apakah sikap komunisme terhadap kewarganegaraan yang sedia ada? Tidak berubah.iii ~ 23 ~ Apakah sikap komunisme terhadap agama yang sedia ada? Tidak berubah.iv ~ 24 ~ Dalam cara apakah komunis berbeza daripada sosialis? Sosialis dapat dibahagikan kepada tiga kategori. [Sosialis Penentang Kemajuan]

Kategori pertama terdiri dari pengikut masyarakat feudal dan berpatriarki yang sudah dimusnahkan, dan masih dimusnahkan setiap hari, oleh industri besar dan perdagangan sedunia dan penciptaannya, iaitu masyarakat borjuasi. Kategori ini menyimpulkan dari kezaliman masyarakat kini bahawa masyarakat feudal dan berpatriarki mesti dipulihkan kerana ia bebas daripada kezaliman seperti itu. Dalam satu cara atau lain, cadangan mereka semua digerakkan menuju matlament ini. Kategori sosialis penentang kemajuan ini, dengan perjuangan palsu dan air mata membakar yang jatuh kerana kesengsaraan proletariat, sebenarnya menentang komunis dengan bersungguh-sungguh kerana sebab-sebab berikut: i)
ii)

Ia merperjuangkan sesuatu yang mustahil.
Ia ingin membina kekuasaan bangsawan, pemimpin kesatuan tukang, pengeluaran kecil-kecilan dan sisa-sisa pemerintah mutlak atau raja feudal, pegawai-pegawai, askar, dan paderi – sebuah masyarakat yang

iii)

sememangnya bebas daripada kezaliman hari ini tetapi yang membawa dengannya kezaliman yang lain tanpa memberikan pekerja yang ditindas harapan kemerdekaan melalui revolusi komunis. Apabila proletariat memupuk sifat revolusi dan komunis, sosialis penentang kemajuan ini menunjukkan sikap sebenar mereka dengan membuat hubungan dengan borjuasi dan menentang proletariat. [Sosialis Borjuasi]

Kategori kedua terdiri daripada pengikut masyarakat hari ini yang takut akan masa depannya kerana kezaliman yang didatanginya. Oleh kerana itu, apa yang mereka hendakkan adalah untuk mempertahankan masyarakat ini sambil menghapuskan kezaliman yang menjadi sebahagian daripadanya.
Untuk mencapai matlamat ini, ada di antara mereka yang mencadangkan langkah-langkah kebajikan – sambil yang lain pula mencadangkan sistem reformasi sergam yang (dengan alasan menyusun semula masyarakat) sebenarnya bertujuan mempertahankan asasnya, iaitu masyarakat yang sedia ada.

Pihak komunis mesti menentang sosialis borjuasi dengan berterusan kerana mereka sebenarnya berusaha untuk musuh komunis dan menjaga masyarakat yang komunis ingin menumbangkan. [Sosialis demokratik] Akhirnya, kategori ketiga terdiri daripada sosialis demokratik yang menyokong beberapa langkahlangkah yang dicadangkan oleh komunis, seperti yang diulaskan dalam Soalan 18, bukan sebagai proses menuju komunisme, tetapi sebagai langkah yang mereka percaya akan mencukupi untuk menghapuskan kesengsaraan dan kezaliman masyarakat hari ini. Sosialis demokratik ini sebenarnya proletariat yang belum memahami keadaan kemerdekaan kelas mereka dengan sepenuhnya, atau mereka merupakan wakil-wakil borjuasi kecil-kecilan, sebuah kelas yang mempunyai banyak kesamaan dengan proletariat, khususnya sebelum pencapai demokrasi dan langkah-langkah sosialis yang dibawa olehnya. Dalam keadaan peraksian, pihak komunis mesti mencapai persefahaman dengan sosialis demokratik ini, dan secara umumnya, mengikut polisi bersama dengan mereka – selagi sosialis ini tidak membuat pakatan dengan pemerintah borjuasi dan menyerang pihak komunis. Ia memang jelas bahawa kerjasama dalam peraksian ini tidak mengetepikan perbincangan mengenai perbezaan.
~ 25 ~ Apakah sikap pihak komunis terhadap parti-parti politik pada masa kita?

Sikap ini memang berlainan di negara yang berlainan. Di England, Perancis dan Belgium, di mana borjuasi memerintah, pihak komunis masih mempunyai kepentingan bersama dengan parti-parti demokratik yang berlainan, sesuatu kepentingan yang menjadi lebih penting semakin langkah-langkah sosialis mereka mendekati matlamat komunis – yakni, semakin

jelas dan dengan tetap mereka mewakili kepentingan proletariat dan semkain mereka bergantung kepada proletariat untuk sokongan. Di England, misalnya, gerakan Chartismev kelas pekerja lebih rapat dengan komunis daripasa mana-mana borjuasi demokratik kecil-kecilan atau pihak Radikal. Di Amerika Syarikat, di mana sebuah perlembagaan demokratik sudah diwujudkan, pihak komunis mesti membuat hubungan kepentingan bersama dengan parti yang akan menggunakan perlembagaan itu untuk menentang borjuasi dan menggunakannya demi kepentingan proletariat – yakni, dengan kumpulan Reformasi Kebangsaanvi. Di Switzerland, pihak komunis hanya boleh bekerjasama dengan parti Radikal (sebuah parti yang begitu berbeza sekali), dan di antara kumpulan Radikal ini, pihak Vaudois dan Genevese merupakan kumpulan yang paling maju. Di Jerman, akhirnya, perjuangan penting sekarang adalah di antara borjuasi dan pemerintah beraja mutlak. Kerana pihak komunis tidak dapat memasuki perjuangan penting di antara mereka sendiri dan borjuasi sebelum borjuasi mengambil kuasa, ia memang dalam kepentingan komunis untuk menolong borjuasi mengambil kuasa secepat mungkin untuk menumbangkan mereka dengan lebih cepat. Oleh kerana itu, berhadapan dengan kerajaan, komunis mesti memberi sokongan kepada parti radikal liberal, dengan berjaga-jaga untuk mengelakkan penipuan borjuasi dan tidak diperdayakan oleh janji-janji manis borjuasi. Kebaikan yang akan proletariat rasai dengan kemenangan borjuasi adalah: i) ii) pelbagai pengizinan yang dapat menolong menyatukan proletariat menjadi sebuah kelas yang rapat, sedia berjuang dan diatur dengan baik; dan pada hari apabila pemerintah beraja mutlak ditumbangkan, perjuangan di antara borjuasi dan proletariat akan bermula. Bermula pada hari itu, polisi komunis akan menyerupai polisi di negara-negara lain di mana borjuasi sudah berkuasa.

Kutipan Tjeramah Presiden Ir.Soekarno di Semarang 29 Djuli 1956

Saudara-saudara, Djuga sadja pernah tjeritakan dinegara-negara Barat itu hal artinja manusia, hal artinja massa, massa. Bahwa dunia ini dihidupi oleh manusia. Bahwa manusia didunia ini, Saudara-saudara, "basically" - pada dasar dan hakekatnja - adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah jang harus diperhatikan. Bahwa massa inilah achirnja penentu sedjarah, "the makers of history". Bahwa massa inilah jang tak boleh diabaikan ~ dan bukan sadja massa jang hidup di Amerika, atau Canada, atau Italia, atau Djerman, atau Swiss, tetapi massa diseluruh dunia. Sebagai tadi saja katakan: Bahwa "world prosperity", "world emancipation", "world peace", jaitu kekajaan, kesedjahteraan haruslah kekajaan dunia : bahwa emansipasi adalah harus emansipasi dunia; bahwa persaudaraan haruslah persaudaraan dunia ; bahwa perdamaian haruslah perdamaian dunia ; bahwa damai adalah harus perdamaian dunia, berdasarkan atas kekuatan massa ini. Itu saja gambarkan, saja gambarkan dengan seterang-terangnja. Saja datang di Amerika,terutama sekali di Amerika - Djerman dan lain lain dengan membawa rombongan.

Rombongan inipun selalu saja katakan : Lihat, lihat , lihat, lihat !! Aku jang diberi kewadjiban dan tugas untuk begini :Lihat, lihat, lihat!! – Aku membuat pidato pidato, aku membuat press-interview, aku memberi peneranganpenerangan; aku jang berbuat, "Ini lho, ini lho Indonesia, ini lho Asia, ini lho Afrika!!" Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin tjarilah peladjaran dari pada hal hal ini semuanja, agar supaja saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerdjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air. Apa jang mereka perhatikan, Saudara-saudara? Jang mereka harus perhatikan, bahwa dinegara-negara itu - terutama sekali di Amerika Serikat apa jang saja katakan tempoh hari disini " Hollands denken " tidak ada. "Hollands denken" itu apa?

Saja bertanja kepada seorang Amerika. Apa "Hollands denken" artinja, berpikir secara Belanda itu apa? Djawabnja tepat Saudara-saudara " That is thinking penny-wise, proud and foolish", katanja.

"Thinking penny-wise, proud and foolish". Amerika, orang Amerika berkata ini , " Thinking penny-wise" artinja Hitung……..satu sen……..satu sen……..lha ini nanti bisa djadi dua sen apa `ndak?........ satu sen……..satu sen……… " Thinking penny-wise"……… "Proud" : congkak, congkak, "Foolish" : bodoh. Oleh karena akhirnja merugikan dia punja diri sendirilah, kita itu,

Saudara-saudara, 350 tahun dicekoki dengan "Hollands denken" itu. Saudara-saudara, kita 350 tahun ikut-ikut, lantas mendjadi orang jang berpikir " penny-wise, proud and foolish" Jang tidak mempunjai "imagination", tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar, tidak mempunjai keberanian - Padahal jang kita lihat dinegara negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai "imagination", mempunjai fantasi fantasi besar: mempunjai keberanian ; mempunjai kesediaan menghadapi risiko ; mempunjai dinamika. George Washington Monument misalnja, tugu nasional Washington di Washington, Saudarasaudara : Masja Allah !!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudarasaudara. Tingginja ! Besarnja ! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai "imagination" itu,

Saudara-saudara. Bangsa jang tidak mempunjai :imagination" tidak bisa membikin Washington Monument. Bangsa jang tidak mempunjai "imagination"………ja, bikin tugu, ja "rong depo", Saudara-saudara. Tugu "rong depo" katanja sudah tinggi, sudah hebat. "Pennj-wise " tidak ada, Saudara-saudara. Mereka mengerti bahwa kita - atau mereka - djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai "imagination",: "imagination" hebat, Saudara-saudara. Perlu djembatan? Ja , bikin djembatan……tetapi djangan djembatan jang selalu tiap tiap sepuluh meter dengan tjagak, Saudara-saudara,

Ja , umpamanja kita disungai Musi…….Tiga hari jang lalu saja ini ditempatnja itu lho Gubernur Sumatera Selatan - Pak Winarno di Palembang - Pak Winarno, hampir hampir saja kata dengan sombong, menundjukkan kepada saja " ini lho Pak! Djembatan ini sedang dibikin, djembatan jang melintasi Sungai Musi" - Saja diam sadja - "Sungai Ogan" - Saja diam sadja, sebab saja hitunghitung tjagaknja itu.

Lha wong bikin djembatan di Sungai Ogan sadja kok tjagak-tjagakan !!

Kalau bangsa dengan "imagination" zonder tjagak, Saudara-saudara !!

Tapi sini beton, tapi situ beton !! Satu djembatan, asal kapal besar bisa berlalu dibawah djembatan itu !! Dan saja melihat di San Fransisco misalnja, djembatan jang demikian itu ; djembatan jang pandjangnja empat kilometer, Saudara-saudara ; jang hanja beberapa tjagak sadja.

Satu djembatan jang tinggi dari permukaan air hingga limapuluh meter; jang kapal jang terbesar bisa belajar dibawah djembatan itu. Saja melihat di Annapolis, Saudara-saudara, satu djembatan jang lima kilometer lebih pandjangnja, "imagination", " imagination" "imagination "!!! Tjiptaan besar!!!

Kita jang dahulu bisa mentjiptakan tjandi-tjandi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu jang sampai sekarang belum hancur ; kita telah mendjadi satu bangsa jang kecil djiwanja, Saudara-saudara !!

Satu bangsa jang sedang ditjandra-tjengkalakan didalam tjandra-tjengkala djatuhnja Madjapahit, sirna ilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang , sudah sirna sama sekali. Mendjadi satu bangsa jang kecil, satu bangsa tugu "rong depa"

.....

Saja tidak berkata berkata bahwa Grand Canyon tidak tjantik. Tapi saja berkata : Tiga danau di Flores lebih tjantik daripada Grand Canyon. Kita ini, Saudara-saudara, bahan tjukup : bahan ketjantikan, bahan kekajaan. Bahan kekajaan sebagai tadi saja katakan : "we have only scratched the surface " - Kita baru `nggaruk diatasnja sadja.

Kekajaan alamnja, Masja Allah subhanallahu wa ta'ala, kekajaan alam. Saja ditanja : Ada besi ditanah-air Tuan? - Ada, sudah ketemu : belum digali. Ja, benar! Arang-batu ada, nikel ada, mangan ada, uranium ada. Percajalah perkataan Pak Presiden. Kita mempunjai uranium pula. Kita kaja, kaja, kaja-raja, Saudara-saudara : Berdasarkan atas "imagination", djiwa besar, lepaskan kita ini dari hal itu, Saudara-saudara. Gali ! Bekerdja! Gali! Bekerdja! Dan kita adalah satu tanah air jang paling cantik di dunia. ...... Penerbit Grafika Djakarta 1956

iNota: Nota berikut adalah dari Edisi Cina Marx/Engels Selected Works; Peking, Penerbit Foreign Languages, 1977 (dengan tambahan penerbit oleh http://www.marxists.org dan bagi edisi Bahawa Malaysia, oleh Muhammad Salleh). [Mukadimah] Pada tahun 1847, Engels menulis dua program draf untuk Liga Komunis dalam bentuk soalan bersiri, satu pada bulan Jun dan satu pada bulan Oktober. Yang kedua, yang dikenali sebagai Prinsip-prinsip Komunis, diterbitkan buat kali pertama pada tahun 1914. Dokumen Draf Pengakuan Keimanan Komunis yang lebih awal, hanya dijumpai pada tahun 1968. Ia diterbitkan buat kali pertama pada tahun 1969 di Hamburg, dengan empat dokumen yang lain berkaitan dengan kongres pertama Liga Komunis, dalam risalah bertajuk Grundungs Dokumente des Bundes der Kommunisten (Juni bis September 1847) atau Dokumen Pengasas Liga Komunis. Di Kongress Liga Keadilan pada bulan Jun 1847, yang juga merupakan kongres pengasasan Liga Komunis, mereka mengambil keputusan untuk meluluskan sebuah draf ‘pengakuan keimanan’ untuk diperdebatan oleh Liga itu. Dokumen yang dijumpai itu sudah pasti merupakan draf ini. Bandingan di antara dua dokumen itu menunjukkan bahawa Prinsipprinsip Komunisme merupakan edisi yang disemak. Dalam Prinsip-Prinsip Komunisme, Engels tidak menjawab tiga soalan, dalam dua kes dengan nota ‘tidak berubah’ (bleibt); ini jelasnya merujuk kepada jawapan yang diberi dalam draf awal. Draf baru untuk program ini diusahakan oleh Engels di bawah arahan badan pemimpin Liga Komunis cawangan Paris. Arahan tersebut disetujui selepas kritikan tajam Engels pada 22hb Oktober, 1847 terhadap program draf yang ditulis oleh ‘sosialis benar’ Moses Hess, yang kemudiannya ditolak.

Sambil mempertikaikan Prinsip-Prinsip Komunisme sebagai draf awal, Engels menyatakan pendapat beliau, dalam surat kepada Karl Marx bertarikh 23-24hb November 1847, bahawa ia mungkin baik untuk mengetepikan susunan soalan bersiri dan menulis sebuah program dalam bentuk manifesto. “Timbangkanlah Pengakuan Keimanan sedikit. Saya percaya kita harus mengetepikan sususan soalan bersiri dan memanggilkannya: Manifesto Komunis. Kerana sedikit sebanyak sejarah harus dikaitkan dengannya, cara susunannya sekarang tidak berapa sesuai. Saya akan membawa apa yang saya sudah selesaikan dengan saya; ia dalam susunan penceritaan, tetapi tidak ditulis dengan baik, kerana saya menulisnya dengan cepat…” Pada kongres kedua Liga Komunis (9hb November – 8 Disember 1847), Marx dan Engels mempertahankan prinsip-prinsip saintifik komunisme dan diberi tugas menulis program dalam bentuk manifesto untuk Parti Komunis. Dalam menulis manifesto tersebut, pengasas Marxsisme menggunakan kalimah-kalimah yang ditulis dalam Prinsip-prinsip Komunisme. Engels menggunakan ungkapan Manufaktur dan usulan seperti itu, yang telah diterjemahkan sebagai ‘pengeluaran,’ ‘bidang pengeluaran’ dan sebagainya. Engels menggunakan perkataan ini secara benar, untuk menandakan pengeluaran dengan tangan, bukannya pengeluaran kilang, yang Engels memberi nama ‘industri besar.’ Manufaktur berbeza daripada kraftangan (pengeluaran tukang di pekanpekan Zaman Pertengahan), di mana kraftangan diusahakan oleh artisan bebas. Manufaktur diusahakan oleh pekerja yang bekerja untuk pedagang kapitalis, atau oleh kumpulan tukang kraf yang bekerja di bengkel-bengkel besar yang dimiliki oleh kapitalis. Oleh kerana itu, ia merupakan keadaan peralihan di antara kesatuan tukang (kraftangan) dan cara pengeluaran moden (kapitalis). (Perenggan terakhir dipendekkan dari Mukadimah oleh Penerbit Pluto, London, 1971; diubahsuai untuk Edisi Bahasa Malaysia oleh Muhammad Salleh).
Dalam karya mereka yang ditulis pada waktu-waktu lain, Marx dan Engels menggantikan ungkapan ‘penjualan tenaga pekerja,’ ‘nilai tenaga pekerja’ dan ‘harga tenaga pekerja’ yang digunakan di sini dengan ungkapan ‘penjualan kuasa tenaga pekerja,’ ‘nilai kuasa tenaga pekerja’ dan ‘harga kuasa tenaga pekerja’ (yang diperkenalkan oleh Marx) yang lebih

tepat. ii Engels meninggalkan setengah muka surat tanpa ditulis dalam manuskripnya. Dalam Draf Pengakuan Keimanan Komunis, jawapan bagi soalan yang sama (Nombor 12) adalah seperti berikut: “Bertentangan dengan proletariat, tukang kraftangan, seperti yang wujud hampir di mana-mana pada abad ke-18 yang lalu dan masih wujud di beberapa tempat pada masa ini, sebenarnya seorang proletariat pada masa-masa tertentu sahaja. Matlamatnya adalah untuk merangkul kapital dan menindas pekerja yang lain. Dia seringkali dapat menjayakan matlamat ini di mana kesatuan tukang masih wujud atau di mana kebebaskan dari penghadan kesatuan tukang masih belum memperkenalkan cara-cara ala kilang ke dalam bidangbidang yang lain, atau belum membawa persaingan sengit. Tetapi selepas sistem perkilangan diperkenalkan kepada bidangbidang tersebut dan persaingan bertumbuh dengan pesat, perspektif ini hilang dengan cepat dan tukang kraftangan semakin menjadi proletariat. Maka, tukang kraftangan dapat membebaskan dirinya dengan menjadi borjuasi atau memasuki kelas menengah secara umum, atau sebaliknya menjadi proletariat akibat persaingan (yang biasanya berlaku). Dalam keadaan sebegitu, dia membebaskan dirinya dengan mengikuti gerakan proletariat, iaitu gerakan komunis.” iii Nota ‘tidak berubah’ Engels sebenarnya merujuk kepada jawapannya dalam Draf Jun, Nombor 21, seperti berikut: “Kewarganegaraan orang yang melibatkan diri mereka mengikut prinsip-prinsip masyarakat akan memaksa mereka bergaul antara satu sama lain, dan dengan itu meleburkan diri mereka, sebagaimana perbezaan kelas dan harta mesti dihapuskan melalui pembasmian dasar mereka, iaitu harta swasta.” iv Seperti di atas, ini merujuk kepada jawapan bagi Soalan 23 dalam Draf June, seperti berikut: “Setiap agama setakat ini merupakan kenyataan tahap-tahap bersejarah dalm perkembangan individu atau kumpulan-kumpulan. Tetapi komunisme merupakan tahap bersejarah dalam perkembangan itu yang menjadi setiap agama tidak diperlukan dan membawa kelesapan mereka.” v Pihak Chartis merupakan ahli dalam gerakan politik oleh pekerja Britain yang berterusan dari tahun 1830-an hingga pertengahan 1850-an, dan yang menggunakan slogan Piagam Rakyat (People’s Charter), menuntut hak perundian bebas dan keadaan yang menjamin hak mengundi untuk setiap pekerja. Lenin menjelaskan Chartisme sebagai, “gerakan revolusi proletariat yang teratur secara politik dan luas” yang pertama di dunia (Collected Works, Edisi Inggeris, Penerbut Progress; Moskow, 1965; Jilid 29, muka surat 309). Kejatuhan gerakan Chartisme disebabkan oleh kekuatan monopoli industri dan komersil Britain dan perasuahan kelas lebih tinggi kelas pekerja (‘bangsawan buruh’) oleh borjuasi Britain dengan menggunakan keuntungan mereka. Kedua-dua faktor ini membawa keutuhan kepada sifat eksploitasi oleh kelas yang disebutkan, khususnya dalam penolakan pemimpin kesatuan pekerja untuk menyokong Chartisme. vi Mungkin merujuk kepada Pertubuhan Reformasi Kebangsaan, diasaskan pada tahun 1840-an oleh George H. Evans, dengan ibu pejabat di New York, yang menggunakan moto ‘Undikanlah diri anda sebuah ladang.’