P. 1
Filtrasi Sari Buah Nanas Dengan Membrane Sellulosa Asetat

Filtrasi Sari Buah Nanas Dengan Membrane Sellulosa Asetat

|Views: 325|Likes:
Published by alimakbar

More info:

Published by: alimakbar on Jul 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

MAKARA, SAINS, VOL. 13, NO.

1, APRIL 2009: 94-100

PENINGKATAN MUTU SARI BUAH NANAS DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM FILTRASI ALIRAN DEAD-END DARI MEMBRAN SELULOSA ASETAT
Jajang Juansah*), Kiagus Dahlan, dan Farida Huriati
Departemen Fisika, Divisi Biofisika, FMIPA, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
*)

E-mail: j_juansah@ipb.ac.id; j_juansah@yahoo.com

Abstrak
Fokus penelitian ini adalah penentuan teknologi pengolahan pangan alternatif dengan menggunakan membran selulosa asetat. Membran selulosa asetat telah digunakan untuk menyaring sari buah nanas. Teknik filtrasi sistem aliran deadend telah digunakan untuk meningkatkan mutu sari buah nanas. Sistem filtasi dilakukan pada kondisi pengadukan, pemberian tekanan atau aplikasi alami dari gaya gravitasi bumi. Nilai fluks membran untuk semua proses perlakukan mengalami penurunan dengan bertambahnya waktu filtrasi. Nilai fluks tertinggi didapat untuk proses dengan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1,021 x 105 Pascal. Nilai rejeksi terbesar diperoleh untuk proses filtrasi tanpa perlakukan tekanan maupun pengadukan. Membran yang telah dipakai proses filtrasi mengalami peristiwa fouling. Hasil penyaringan dengan sistem filtrasi ini menunjukan peningkatan kualitas, yaitu kehomogenan meningkat, kekeruhan menurun, total padatan terlarut, dan kekentalan menurun. Nilai prosentase perubahan mutu sifat fisika tertinggi terjadi pada larutan hasil proses filtrasi tanpa perlakuan penekanan dan pengadukan (yaitu hanya gaya gravitasi). Selain itu pada larutan hasil perlakukan ini mengalami perubahan nilai pH tidak besar. Sehingga memiliki mutu yang paling baik.

Abstract
Quality Improvement of Pineapple Juice using Filtration System of Dead-end Flow from Selulosa Asetate Membrane. The main idea of this research is determination of alternating food technology using acetate cellulose membrane. The Cellulose acetate membrane can be used to filter several solution like extract of pineapple. Filtration technique of dead-end flow system was used to improve the quality of pineapple extract. The filtration system was condition in a state of under pressure energy, gravity force and squealer velocity variation. Flux of membrane for all process treat to experience of degradation increasedly it time filtrasi. Assess got highest flux to process with squealer 22 cm/s and pressure equal to 1,021 x 105 Pascal. Assess obtained biggest rejeksi to process filtrasi without treating pressure and also squealer. Membrane which have been weared by process of filtrasi experience of event fouling. Result of screening with this filtration system show quality improvement, that is homogeneous mount, downhill turbidity, totalize dissolve solution (TPT), and the downhill viscosity. Assess prosentase of change of choiseness have got for the condensation yielded from process of filtration without treatment of emphasis and squealer. Others, at condensation yielded from treating experience of change assess pH which is not big. So that this condensation own best quality. Keywords: cellulosa acetate membrane, filtration, presure, turbidity

1. Pendahuluan
Filtrasi adalah salah satu proses pemisahan yang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung pada bahan yang akan dipisahkan serta tingkat pemisahan yang diinginkan [1]. Teknologi filtrasi membran merupakan salah satu teknologi filtrasi yang menggunakan media penyaring dari membran. Hal ini terjadi dengan melewatkan cairan melalui suatu membran tipis yang bisa berbentuk seperti piringan [2].

Teknologi ini digunakan untuk memisahkan partikel yang tidak diinginkan, untuk pemurnian, atau untuk penghilangan racun. Secara umum filter dapat digolongkan dalam dua kelompok, yaitu filter dalam (depth filter) dan filter saringan (screen filter). Filter dalam terbuat dari matriks serat atau butiran yang tersusun secara acak sehingga membentuk suatu massa yang memiliki rongga-rongga. Partikel akan terpisah dari cairan karena terperangkap

94

4 – 12 L/m2. Sedangkan filter saringan memisahkan partikel-partikel di atas permukaannya seperti halnya saringan. yaitu: Mikrofiltrasi (MF) beroperasi pada tekanan berkisar 0. 1. Pemilihan jenis peralatan filtrasi membran tergantung dari sifat larutan dan komponen yang akan diproses. sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan. Alat ini hanya cocok untuk pemisahan larutan yang sangat encer dengan volume yang sedikit.jam. buah nenas mengandung protein. serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Metode Penelitian Sari buah nanas yang akan difilter diukur terlebih dahulu besaran-besaran fisiknya. ultrafiltrasi. Sari buah lebih mudah untuk dicerna dan lebih tahan lama.jam. filter membran termasuk dalam golongan filter saringan. yaitu cairan buah yang diperoleh dari pengepresan daging buah. dan meluas dikebunkan di lahan kering di seluruh wilayah nusantara. pompa . cara uji organoleptik. Bebeapa penentu kualitas adalah kekentalan. Sari buah pekat/Sirup. Nanofiltrasi beroperasi pada tekanan antara 5-20 bar dan batasan permeabilitas-nya mencapai 1.5]. Sistem ini memiliki pengaduk magnetik untuk mencegah terjadinya polarisasi konsentrasi. Filtrasi membran juga mempunyai kelemahan. cara uji SP-SMP-311-1981. Sel Buntu Berpengaduk. Ultrafiltrasi (UF) beroperasi pada tekanan antara 1-5 Bar dan batasan permeabilitas-nya adalah 10-50 L/m2. Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan. Reverse Osmosis (RO).MAKARA. SAINS. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Untuk skala laboratorium alat ini merupakan alat terbaik dibandingkan dengan dua alat di atas. Peristiwa fouling dapat dikurangi dengan metode cross flow filtration. Kotoran: bebas kotoran. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur. 7].jam. Kadar total padatan terlarut (%): minimum 12. mutu II=maksimum 2. yaitu: Sari buah encer (dapat langsung diminum).1-2 Bar dan batasan permeabilitas-nya lebih besar dari 50 L/m2 . APRIL 2009: 94-100 95 dalam matriks filter. tumbuhan yang rendah seperti herba (herbaceous perennial) dengan 30 atau lebih daun yang panjang.bar dan Reverse Osmosis (RO) beroperasi pada tekanan antara 10-100 Bar dan batasan permeabilitas-nya mencapai 0. seragam dan sinambung dengan ukuran pori yang dapat diatur dengan baik pada waktu pembuatannya [3]. Beberapa penentu mutunya adalah Kerusakan (%): mutu I=maksimum 5. mutu II=maksimum 10. Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina. Setelah itu sari buah tersebut dimasukan ke dalam chamber berupa tabung transparan yang tertutup untuk memudahkan pemantauan [9]. baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan hampa udara. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). Nenas sejenis tumbuhan tropikal dan berada dalam kumpulan bromeliad (Famili Bromeliaceae). Peralatan filtrasi membran tersedia dalam berbagai ukuran. magnetic stirer. tetapi harus diencerkan dulu dengan air [8]. Fouling merupakan proses terakumulasinya komponen secara permanen akibat filtrasi itu sendiri. NO. dan kadar padatan terlautnya.bar.jam. Adanya resirkulasi dan aliran silang membuat polarisasi konsentrasi jarang terjadi. elektrolisis. masuk ke Indonesia pada abad ke-15. VOL. Alat yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi sel buntu berpengaduk. Busuk (%): mutu I=maksimum 1. dan lain-lain. Peralatan filtrasi skala laboratorium antara lain [1]: Sel Buntu. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. Terdapat beberapa membran filtrasi diantaranya: membran mikrofiltrasi. Kemungkinan terjadinya fouling sangat besar pada metode dead end filtration karena aliran larutan umpan secara vertikal.4 L/m2. Kulit buahnya bersisik dan "bermata" banyak. 13.bar. Selain itu membran dapat dibedakan berdasarkan gradient tekanan sebagai gaya dorongnya dan pemeabilitasnya. kekeruhan. keripik. 2.dan dektrosa. Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan. Pada prinsipnya dikenal 2 (dua) macam sari buah. Strukturnya lebih kuat. elektrofiltrasi dan dianalisis [4. yaitu cairan yang dihasilkan dari pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan proses pemekatan. Nenas biasanya berwarna hijau sebelum masak dan berubah menjadi hijau kekuningan apabila masak. Setiap jenis memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Selain dikenal sebagai sumber vitamin C. dodol. dan sale. Sel Bercelah Sempit. asam organik. dilanjutkan dengan penambahan air dan gula pasir.bar [6. Kualitas sari buah setara dengan kualitas buahnya. Fouling terjadi akibat interaksi yang sangat spesifik secara fisik dan kimia antara berbagai padatan terlarut pada membran. yaitu alirkan secara horizontal [5]. yaitu mutu I dan II. bentuk dan konfigurasi. Alat ini biasanya digunakan untuk studi pengikat (binding) antara ligan atau mineral dengan protein. Sirup ini tidak dapat langsung diminum. yaitu terjadinya fouling. Nanas digolongkan dalam dua jenis mutu.05-1. tajam mengelilingi batang yang tebal.

Nilai fluks membran selulosa asetat menurun dengan bertambahnya waktu. 13. Hasil dan Pembahasan Fenomena Fluks pada proses filtrasi. Setelah itu hasil sari buah yang telah difilter diukur ulang besaran-besaran fisiknya. sebagai X3. Hal tersebut menunjukkan adanya peristiwa fouling pada membran yang telah dipakai pada proses filtrasi. Dengan bantuan teknik linearisasi dari energi bebas maka diperoleh nilai ukuran pori membran seperti yang ditunjukan pada Tabel 2. sebagai X5. Gambar 2. Energi bebas ion dapat diperoleh dari hubungan konduktansi listrik dengan variabel suhu. Nilai rejeksi membran pada beberapa perlakuan filtrasi diperlihatkan pada Tabel 1. Nilai rejeksi membran tersebut dapat diperoleh dari nisbah konsentrasi terlarut dalam feed terhadap konsentrasi terlarut dalam permeate. Hal ini dikarenakan pada proses filtrasi dengan perlakuan pengadukan akan meningkatkan mobilitas larutan yang berakibat pada peningkatan ifusivitas. Filtrasi tanpa perlakuan apapun memberikan nilai rejeksi membran yang terbesar. Filtrasi sari buah nanas dengan memberikan perlakuan pengadukan menggunakan magnetic stirer dengan variasi kecepatan pengadukan 5 cm/s. 30000 Fluks (ml/jam m 2) 25000 20000 15000 10000 5000 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Waktu (jam ) X1 X2 X3 X4 X5 udara. Ukuran pori membran merupakan salah satu karakteristik membran yang dapat diperoleh dengan meninjau energi bebas ion ketika berada dalam membran. Filtrasi sari buah nanas dengan memberikan perlakuan pengadukan menggunakan magnetic stirer dengan variasi kecepatan pengadukan 22 cm/s. Oakton pH/CON 10 series meter. dan 2100P turbidimeter. Rejeksi membran merupakan kemampuan membran untuk menahan suatu komponen agar tidak melewati membran. Filtrasi sari buah nanas dengan memberikan perlakuan tekanan sebesar 1. Hal tersebut disebabkan adanya variasi perlakuan filtrasi seperti penambahan tekanan dan perlakuan pengadukan yang menyebabkan kondisi lingkungan dari setiap filtrasi berbeda-beda. 1. stopwatch. Sementara bagian atas diberikan tekanan dan pengaduk dari magnetik stirer [10]. sebagai X4. APRIL 2009: 94-100 Sel buntu berpengaduk Pompa udara manometer Magnetic stirer Gambar 1. Ukuran rataan pori membran yang telah dipakai pada proses filtrasi lebih kecil daripada membran bersih. VOL. Dari proses Filtrasi dilakukan pengukuran volume permeate yang dilewatkan setiap kelipatan 30 menit selama 15 jam. SAINS. Dapat dilihat juga ternyata perlakuan pengadukan lebih besar nilai rejeksinya daripada perlakuan penambahan tekanan. manometer. Pada bagian bawah chamber dibuat lubang kecil untuk mengalirkan hasil filtrasi. Besarnya nilai fluks dari setiap membran diperlihatkan pada Gambar 2. Rejeksi Membran. Membran selulosa asetat ditopang dengan bahan plastik pada bagian bawah chamber. Hal tersebut dikarenakan oleh hanya ada gaya gravitasi saja yang memberikan kontribusi terhadap jalannya proses filtrasi. Pori Membran.021 x 105 Pascal. Sebagai bahan pertimbangan diukur pula sari buah sisa filtrasi yang masih ada di bagian atas membran 3. Alat Filtrasi Sari Buah Berbasis Membran Filtrasi dengan Sistem Aliran Dead-End Selain itu pada filtrasi dengan perlakuan pengadukan menyebabkan larutan umpan bergerak secara horizontal. sehingga terbentuknya endapan maupun penumpukan zat terlarut pada permukaan membran dapat dihindari dan permeate yang dihasilkan menjadi lebih besar. Sedangkan pada proses filtrasi dengan pemberian tekanan akan memberikan gaya dorong lebih besar terhadap larutan untuk melewati membran. neraca analitik. diantaranya Filtrasi sari buah nanas tanpa perlakuan apapun sebagai X1.96 MAKARA. Skema gambarnya terlihat pada Gambar 1.021 x 105 Pascal. digital Refraktometer GMK 701R. sebagai X2. Pada proses ini dilakukan beberapa perlakuan berbeda. Nilai Fluks Larutan pada Berbagai Perlakuan . Walaupun secara perlahan hal itu akan mengakibatkan foulling. NO. Pada proses filtrasi dengan perlakuan pengadukan maupun pemberian tekanan memberikan nilai fluks yang lebih besar daripada proses filtrasi tanpa perlakuan apapun. viskometer bola jatuh (Gilmont). Pemberian tekanan dan kecepatan pengadukan divariasikan untuk melihat pengaruhnya. sehingga akan menghasilkan permeate yang besar. Filtrasi sari buah nanas dengan perlakuan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1. Pada filtrasi dengan perlakuan yang berbeda akan memiliki nilai rejeksi membran yang berbeda pula. piknometer 25 ml.

48 5. Kekeruhan merupakan banyaknya partikel bahan yang tersuspensi pada suatu larutan.021 x 105 Pascal sari buah nanas sisa filtrasi mengalami peningkatan kekentalan yang terbesar dan yang paling kecil peningkatan kekentalannya pada filtrasi tanpa perlakuan.81 0. APRIL 2009: 94-100 97 Tabel 1. telah difilter dan sisa dari proses filtrasi memiliki nilai yang berbeda-beda.115 1. Nilai numerik yang menunjukkan kekeruhan didasarkan pada turut campurnya bahan yang tersuspensi pada jalannya sinar melalui larutan [11.12 1. Sari buah nanas yang telah mengalami proses filtrasi dibandingkan dengan sari buah nanas sebelum dan sisa filtrasi terjadi penurunan kekentalan yang disebabkan rendahnya jumlah koloid.135 1. NO. partikel ataupun padatanpadatan dan menurunnya total padatan terlarut yang K e r a p a t a n (g/ ml) 1.24 0. Pada filtrasi dengan perlakuan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1. Tabel 2. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa penurunan kerapatan sari buah nanas setelah filtrasi terbesar diperoleh dari filtrasi tanpa perlakuan dan penurunan terkecil dari filtrasi dengan perlakuan tekanan sebesar 1. Kerapatan Sari Buah Nanas pada Beberapa Perlakuan Filtrasi . Hal tersebut disebabkan oleh penurunan atau hilangnya cairan-cairan pelarut dan zat-zat yang terlarut yang memiliki ukuran yang sangat kecil pada sari buah nanas sisa filtrasi.125 1.12]. Nilai Rejeksi Membran Kondisi Membran Membran X1 Membran X2 Membran X3 Membran X4 Membran X5 Rejeksi Membran (%) 1. Sari buah nanas yang telah mengalami proses filtrasi terjadi penurunan kerapatan yang disebabkan rendahnya jumlah koloid.14 1. 1.105 X1 X2 X3 X4 Perlakuan Filtrasi X5 sebelum setelah sisa Gambar 4. Pemberian perlakuan kecepatan yang lebih tinggi beserta tekanan memberikan kontribusi tertinggi pada peristiwa foulling.77 0.92 5.13 1.021 x 105 Pascal. Kekentalan Sari Buah Nanas pada Beberapa Perlakuan Filtrasi semakin besar fouling yang terjadi pada pori membran. partikel ataupun padatan-padatan yang terdapat pada sari buah nanas setelah filtrasi. Sedangkan pada sari buah nanas sisa filtrasi terjadi peningkatan nilai kekentalan sari buah nanas. Kerapatan Larutan. Pada filtrasi dengan perlakuan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1.47 0.03 0. Gambar 5 menunjukkan hasil pengukuran kekeruhan sari buah nanas yang belum difilter. padatan-padatan maupun partikelpartikel dengan ukuran lebih besar dari ukuran jari-jari pori membran tidak mampu melewati membran.021 x 105 Pascal. VOL.86 5. Gambar 3 menunjukkan nilai kekentalan sari buah nanas dari lima proses filtrasi dengan perlakuan berbeda.08 5.02 0.01 0 X1 X2 X3 X4 X5 Perlakuan Filtrasi sebelum setelah sisa Gambar 3. Sedangkan pada sari buah nanas sisa filtrasi terjadi peningkatan nilai kerapatan yang disebabkan menurunnya zat-zat terlarut dan partikel dengan ukuran yang kecil dalam sari buah nanas yang mampu melewati membran. 13. Rataan Ukuran Pori Membran Kondisi Membran Membran bersih Membran kotor (X1) Membran kotor (X2) Membran kotor (X3) Membran kotor (X4) Membran kotor (X5) Jari-jari Pori Membran (10-10 m) 6.021 x 105 Pascal sari buah nanas sisa filtrasi mengalami peningkatan kerapatan yang terbesar dan yang paling kecil peningkatan kerapatannya terjadi pada filtrasi tanpa perlakuan.92 5. telah difilter dan sisa filtrasi dari lima proses filtrasi dengan variasi perlakuan yang berbeda-beda. Kekentalan Larutan.MAKARA. Hal ini ditunjukan dengan nilai ukuran rataan pori yang kecil (x5). Koloid.61 1.11 1. Kekeruhan Larutan. SAINS.80 terdapat pada sari buah nanas setelah filtrasi. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa penurunan kekentalan sari buah nanas setelah filtrasi terbesar diperoleh dari filtrasi tanpa perlakuan dan penurunan terkecil dari filtrasi dengan perlakuan tekanan sebesar 1.04 Kekentalan (poise) 0. Dari Gambar 4 terlihat bahwa kerapatan sari buah nanas sebelum mengalami proses filtrasi. sehingga yang tertinggal hanyalah zat-zat dengan ukuran yang besar yang tidak mampu melewati membran.

20 TPT (% Brix) 15 10 5 0 X1 X2 X3 X4 X5 Perlakuan Filtrasi sebelum setelah sisa Gambar 6.9 3. setelah dan sisa filtrasi diperoleh nilai pH seperti yang terdapat pada Gambar 7. SAINS. Pada filtrasi dengan perlakuan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1.021 x 105 Pascal sari buah nanas sisa filtrasi mengalami peningkatan TPT yang terbesar dan yang paling kecil peningkatan TPTnya pada filtrasi tanpa perlakuan. Sehingga memiliki TPT lebih rendah dari pada sari buah nanas setelah filtrasi.95 3.8 3. Hal tersebut meningkatkan padatan atau partikel yang tersuspensi pada sari buah nanas sisa filtrasi.98 MAKARA. Sedangkan pada sari buah nanas sisa filtrasi dibandingkan dengan sari buah nanas sebelum filtrasi terjadi penurunan nilai TPT pula.021 x 105 Pascal telah dihasilkan permeate yang lebih besar. K e k e r u h a n (N T U) 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 X1 X4 X2 X3 Perlakuan Filtrasi X5 sebelum setelah sisa Gambar 5.85 3. 4. pH larutan. sehingga padatan-padatan kecil yang terlarut dan yang terlewatkan melalui membran lebih banyak. Sari buah nanas yang telah mengalami proses filtrasi terjadi penurunan kekeruhan yang disebabkan oleh tidak terlewatkannya koloid. setelah dan sisa filtrasi dengan beberapa variasi perlakuan yang berbeda-beda ditampilkan pada Gambar 6. Untuk sari buah nanas sisa filtrasi tanpa perlakuan. Hal tersebut dikarenakan pada filtrasi dengan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1.1 4. VOL. Pada filtrasi dengan perlakuan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1. pH merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan intensitas keadaan asam atau basa suatu larutan [14].021 x 105 Pascal nilai TPTnya lebih tinggi dari pada sari buah nanas setelah filtrasi. partikel ataupun padatanpadatan pada proses filtrasi sari buah nanas. Pada sari buah nanas sebelum. 13. 1. Dan pada filtrasi dengan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1. sehingga sari buah nanas hasil filtrasi memiliki suspensi partikel yang rendah. ataupun partikel yang memiliki ukuran cukup besar selama proses filtrasi pada sari buah nanas sisa filtrasi karena tidak mampu melewati membran.021 x 105 Pascal. Nilai pH Sari Buah Nanas pada Beberapa Perlakuan Filtrasi pH . Dari data yang diperoleh diketahui bahwa penurunan TPT sari buah nanas setelah filtrasi terbesar diperoleh dari filtrasi tanpa perlakuan apapun dan penurunan terkecil dari filtrasi dengan perlakuan tekanan sebesar 1. NO. Total padatan terlarut dari sari buah nanas sebelum.05 4 3. sari buah nanas sisa filtrasi memiliki nilai TPT lebih rendah dari sari buah nanas setelah filtrasi. Sari buah nanas yang telah mengalami proses filtrasi terjadi penurunan TPT yang disebabkan oleh penurunan kerapatan sari buah nanas setelah filtrasi.021 x 105 Pascal.75 X1 X2 X3 X4 X5 Perlakuan Filtrasi sebelum setelah sisa Gambar 7.021 x 105 Pascal sari buah nanas sisa filtrasi mengalami peningkatan kekeruhan yang terbesar dan yang paling kecil peningkatan kekeruhannya pada filtrasi tanpa perlakuan apapun. Total Padatan Terlarut. APRIL 2009: 94-100 Dari data yang diperoleh diketahui bahwa penurunan kekeruhan sari buah nanas setelah filtrasi terbesar diperoleh dari filtrasi tanpa perlakuan dan penurunan terkecil dari filtrasi dengan perlakuan tekanan sebesar 1. koloid.021 x 105 Pascal berlaku sebaliknya. Total Padatan Terlarut (TPT) Sari Buah Nanas pada Beberapa Perlakuan Filtrasi. Kekeruhan Sari Buah Nanas pada Beberapa Perlakuan Filtrasi. Interaksi membran dengan larutan ektrak buah bisa menimbulkan fenomena sensorik membran pada perlakuan keasaman ekstrak buah [13]. Sedangkan pada sari buah nanas sisa filtrasi terjadi peningkatan nilai kekeruhan sari buah nanas yang disebabkan tetap tertinggalnya zat-zat. filtrasi dengan kecepatan pengadukan 5 cm/s dan dengan tekanan sebesar 1.

34 -2.MAKARA. Vol 19.021 x 105 Pascal sari buah nanas sisa filtrasi mengalami penurunan pH yang terbesar dan yang paling kecil penurunan pHnya pada filtrasi tanpa perlakuan. 1994. F. A. yang telah dipakai proses filtrasi mengalami pengurangan ukuran pori sebagai akibat dari peristiwa fouling. [3] A. Teknologi Membran Pada Bioproses. journal of Nanoparticle Research (2005)7:331-342. Daftar Acuan [1] D.68 -2. maka proses filtrasi sari buah nanas tanpa perlakuan penekanan dan pengadukan (yaitu hanya gaya gravitasi) memberikan nilai prosentase perubahan tertinggi. ENVIRON. (2002) 357372.99 -1. SAINS. yaitu pada proses filtrasi dengan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1. Bogor.18 -1. 4. Nilai fluks tertinggi didapat untuk proses pengadukan dan pemberian tekanan. dan total padatan terlarut sari buah nanas yang telah difilter maupun sari buah nanas sisa filtrasi mengalami perubahan. Secara keseluruhan sari buah nanas yang telah mengalami proses filtrasi terjadi peningkatan pH karena pada proses filtrasi yang mampu melewati membran hanya partikel-partikel kecil yang mengakibatkan penurunan kerapatan dan total padatan terlarut sari buah nanas setelah filtrasi. Membran . Darnoko.92 -1. 36A/1 (2004) 45-62.21 26.80 -0. Mayasanthy. BAPPENAS. IPB.84 16.18 -55. S.50 -0. Nora. Jurnal ILMU DASAR. M. sehingga hasil larutan dari perlakuan ini memiliki peningkatan mutu yang lebih baik. J. ataupun partikel yang tidak terlarut pada sari buah nanas sisa filtrasi. [4] S. 4/1 (2003) 5257. Mulder. Pada filtrasi dengan perlakuan kecepatan pengadukan 22 cm/s dan tekanan sebesar 1.00 7. No 6. J. Agritek 15/3 (2007) 484-488.warintek. [2] B.33 -74. Hartomo.42 19. Dahlan. PROC. kekentalan.70 Perlakuan Filtrasi X1 X2 X3 X4 X5 pH (%) 2. Zulkarnain.44 -50.73 97. [7] M. SCI. APRIL 2009: 94-100 99 Tabel 3. diakses pada 3 Febuari 2000. Yogyakarta. Huriati.80 30. 1996. sehingga kadar airnya meningkat.61 39.24 0.74 -1. Dari data sari buah nanas yang telah difilter dan sisa filtrasi serta persentase perubahannya terhadap sari buah nanas yang belum diflter.22 12. C.06 -1.46 90.70 -72.68 1. sehingga kandungan air di dalamnya menurun. Kluwer Academic Publisher.32 21. Diallo.18 6. M.. M.54 95. Piluharto.41 Dari data yang diperoleh diketahui bahwa peningkatan pH sari buah nanas setelah filtrasi terbesar diperoleh dari filtrasi tanpa perlakuan dan penurunan terkecil dari filtrasi dengan perlakuan tekanan sebesar 1.77 2.V. yang mengindikasikan kondisi X1 adalah yang terbaik diantara perlakuan yang lainnya. Selain itu pada larutan hasil perlakukan ini mengalami perubahan nilai pH tidak besar. Elimelech.38 24.S.59 7. [6] S.021 x 105 Pascal..27 -4406 -694 -3535 -1697 -11.73 -6565 -12. ENG.id. Hoek.go. Kim. Sedangkan pada sari buah nanas sisa filtrasi jika dibandingkan dengan sari buah nanas sebelum dan setelah filtrasi terjadi penurunan nilai pH sari buah nanas yang disebabkan telah terlewatkannya zat-zat yang kecil yang terlarut pada sari buah nanas melalui membran dan tetap tertinggalnya zat-zat.83 12. Mangunwidjaja. Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Notodarmojo. Netherlands. [9] K. Persentase Perubahan Besaran Fisik Sari Buah pada Proses Filtrasi Persentase Perubahan Karakterisasi Sari Buah Nanas Hasil terhadap sebelum filtrasi Sisa terhadap hasil filtrasi turbiditas TPT pH ρS ρS Turbiditas TPT ησ ησ (%) (%) (%) (%) (%) (%) (%) (%) (%) 1.32 -0. Widiatmoko. www. [8] Anon.96 4. Pusat Antar Universitas Bioteknologi. Sementara nilai rejeksi terbesar diperoleh untuk proses filtrasi tanpa perlakukan tekanan maupun pengadukan. VOL.00 -74. Prosentase perubahan sifat-sifat fisik sari buah nanas secara keseluruhan terangkum dalam tabel 3. 1.69 -1. NO.021 x 105 Pascal.81 0. D.63 74. Selain itu dari data yang diperoleh ternyata perlakuan pengadukan memberikan pengaruh yang lebih besar daripada perlakuan tekanan. kekeruhan. Nilai parameter mutu sifat fisika: kerapatan. Juansah. 13.83 80. Andi Offset. ITB Sains & Tek. [5] E. koloid. Kesimpulan Nilai fluks membran untuk semua proses perlakukan mengalami penurunan dengan bertambahnya waktu filtrasi. 339-345.53 2. Basic Principles of Membran Technology. sehingga ekstrak nanas tidak banyak mengalami perubahan kimiawi.77 0. 1990. Teknologi Membran Pemurnian Air.68 4. M. T.

1991. Winarno. 15/3 (2007) 458-463. Juansah. NO. ITB Sains & Tek. Pengolahan Air Laut dan Gambut. K. PT Gramedia. Huriati. Irmansyah. SAINS. 1. 36A/1 (2004) 63-82. [11] S. K. . A.20-27. PT Gramedia. 13. [14] F. Deniva. PROC. Juansah. 1997.100 MAKARA. Jurnal Biofisika 2/1 (2006) 22-23. Agritek. Jakarta. Jakarta. Daahlan. APRIL 2009: 94-100 [10] J. [12] Sutrisno. Dahlan. Raakhmanuddin. Kimia Pangan dan Gizi. [13] J. M. VOL.4-10. Notodarmojo. G. F.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->