Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki Pemerintah RI dan GAM

By David Raja Marpaung S.IP, M.Def

Dilaksanakan 15 Agustus 2005 di Helsinki Finlandia Mediator Mr. Martti Ahtisaari, dalam kapasitas sebagai Chairman, Crisis Management Initiative (CMI) Pemerintah Republik Indonesia, Hamid Awaluddin selaku Menteri Hukum dan HAM Gerakan Aceh Merdeka, Malik Mahmud selaku Pimpinan GAM

David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360

Faktor Pendorong MOU
Pertama, realitas kondisi Provinsi NAD pascabencana alam dan gempa-tsunami. Kedua, adanya Ketetapan MPR No. IV/Tahun 2002 yang mengamanatkan penyelesaian masalah Aceh secara damai melalui dialog. Ketiga, pengalaman/pelajaran Jeda Kemanusiaan, Moratorium dan CoHa. Keempat, realitas bahwa pimpinan GAM yang berada di Stockhlom masih eksis memimpin/mengendalikan unsurunsurnya di Aceh dan, kelima, realitas tentang banyaknya permasalahan konflik dan separatisme yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia di sejumlah daerah.
David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360

Pembentukan AMM
Pasal 5. Pembentukan Misi Monitoring Aceh 5.1. Misi Monitoring Aceh (AMM) akan dibentuk oleh Uni Eropa dan negara-negara ASEAN yang ikut serta dengan mandat memantau pelaksanaan komitmen para pihak dalam Nota Kesepahaman ini. 5.2. Tugas AMM adalah untuk: a) memantau demobilisasi GAM dan decomissioning persenjataannya. b) memantau relokasi tentara dan polisi non-organik. c) memantau reintegrasi anggota-anggota GAM yang aktif ke dalam masyarakat. d) memantau situasi hak asasi manusia dan memberikan bantuan dalam bidang ini. e) memantau proses perubahan peraturan perundang-undangan. f) memutuskan kasus-kasus amnesti yang disengketakan. g) menyelidiki dan memutuskan pengaduan dan tuduhan pelanggaran terhadap Nota Kesepahaman ini. h) membentuk dan memelihara hubungan dan kerjasama yang baik dengan para pihak.

David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360

Personel Internasional AMM
Asal Negara Brunei Malaysia Filipina Singapura Thailand Total Austria Denmark Finlandia Perancis Jerman Irlandia Italia Lithuania Belanda Spanyol Swedia Inggris Uni Eropa Norwegia Swiss Total Jumlah 20 20 17 15 21 93 3 8 15 5 11 1 1 2 9 10 25 9 2 4 David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. 2 Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360 107 A S E A N

U N I E R O P A

Penyerahan Senjata
Perlucutan persenjataan milik GAM dimulai pada 15 September 2005 dan akan dirampungkan pada 31 Desember 2005

Tahap pertama penyerahan senjata dibagi dalam tiga hari yaitu tanggal 15-17 September 2005 Tahap kedua dilaksanakan pada 14-18 Oktober 2005 Tahap ketiga dilaksanakan pada 14-17 November 2005 Tahap terakhir atau keempat dilaksanakan pada Desember 2005

David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360

Tahapan Penyerahan Senjata
‡ Pihak GAM bersedia menyerahkan senjata di lokasi dan waktu yang telah disepakati ‡ Proses Penyerahan Senjata dilakukan sesuai dengan koridor yang disepakatai atau kaidah atau perjanjian yang ditentukan dalam MOU ‡ Pemerintah Indonesia menjamin keamanan anggota GAM yang menyerahkan senjata di lokasi yang ditentukan. Proses pengamanan ini dimonitor oleh AMM ‡ Perwakilan GAM datang ke loakasi yang ditentukan

untuk menyerahkan senjata. ‡ Senjata-senjata beserta amunisi kemudian didata dan didaftarkan, serta didokumentasikan
David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360

‡ Kondisi Senjata kemudian dievaluasi oleh Anggota AMM dan Perwakilan Pemerintah Indonesia Kondisi senjata dibagi dalam tiga kategori,; yakni berfungsi baik, dipermasalahkan, dan ditolak ‡ AMM diberikan otoritas untuk menentukan status penerimaan senjata yang dipermasalahkan, apakah diterima atau ditolak ‡ Senjata yang diterima kemudian dihancurkan di tempat dengan alat pemotong. Sedangkan amunisi dan bahan peledak dihancuirkan secara terpisah

David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360

‡ Potongan Senjata Kemudian Dibawa oleh perwakilan Pemerintah Indonesia sebagai alat bukti ‡ Gam menerima bukti serah terima senjata dari pihak GAM oleh AMM. Dan serah terima potongan senjata dari Pemerintah Indonesia

David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360

Tahapan Penyerahan Senjata

David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360

Senjata yang Diserahkan
Fase (Tahap) I (September ¶05) II (Oktober ¶05) III (November ¶05) IV (Desember ¶05) Total Senjata yang Diserahkan GAM 279 291 286 162 1018 36 58 64 20 178 Senjata Yang Ditolak 243 233 222 142 840 Senjata yang Diterima

David Raja Marpaung. Associate Lecture University of Indonesia, also Indonesia Politic and Defense Consultant. Email: davidrajamarpaung@gmail.com Phone: +62 81219588360

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful