KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT

: : :

KTL.DO22.101.01 Mengganti Fuse Pada Peralatan Hubung Bagi (PHB-TR) Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengganti fuse pada papan hubung bagi tegangan rendah (PHBTR) dalam keadaan bertegangan pada gardu tiang atau gardu beton, sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).

ELEMEN KOMPETENSI 01. Merencanakan dan menyiapkan mengganti fuse pada PHB-TR. 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah yang terkait dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Karakteristik fuse/ rating arus dipahami sesuai standar operasi. Alat kerja, alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi telah dimengerti sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Alat keselamatan kerja dalam keadaan bertegangan digunakan, sesuai dengan prosedur K3. Tegangan pada PHB-TR setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3. Fuse pada PHB-TR yang akan diganti dilepas dengan menggunakan alat kerja sesuai standar K3.

1.2

1.3

1.4

1.5

1.6

1.7

1.8

02. Mengganti fuse PHB-TR.

2.1

2.2

2.3

111

ELEMEN KOMPETENSI 2.4

KRITERIA UNJUK KERJA Karakteristik dan rating fuse yang dipasang pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar operasi. Ground plat diperiksa kelayakannya dari retak/pecah dan dikencangkan sesuai standar konstruksi dan manufaktur. Pengukuran beban PHB-TR untuk masingmasing jurusan dilaksanakan sesuai standar operasi. Urutan putaran fase diperiksa sesuai standar operasi. Berita Acara operasi SACO dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Laporan pengoperasian perusahaan. dibuat sesuai standar

03. Memeriksa operasi PHBTR.

3.1

3.2

3.3 04. Membuat Laporan 4.1

4.2

BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Standing Operation Procedure (SOP) mengganti fuse pada peralatan hubung bagi (PHBTR); 2. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah; 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah; 4. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara; 5. Instruksi Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah; 6. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini.

PANDUAN PENILAIAN 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 Pengetahuan : 1.1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.1.1.1 Macam alat ukur listrik; 1.1.1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik; 1.1.1.3 Penggunaan alat ukur listrik. 1.1.2 Teori Listrik Dasar II: 1.1.2.1 Arus bolak balik fase satu; 1.1.2.2 Arus bolak balik fase tiga; 1.1.2.3 Hukum Ohm; 1.1.2.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II; 1.1.2.5 Resistansi, Induktasi, Kapasitansi dan Impedansi. 1.1.3 Peralatan Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR): 1.1.3.1 Konstruksi dan jenis/type PHB-TR; 1.1.3.2 Peralatan / Komponen PHB-TR; 1.1.3.3 Instruction manual PHB-TR; 1.1.3.4 Prosedur Operasi PHB-TR (SOP).

112

1.1.4

1.1.5

Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1.4.1 Peraturan K3; 1.1.4.2 Prosedur K3 pada penggantian fuse PHB-TR. Gangguan pada fuse dan PHB-TR: 1.1.5.1 Jenis dan penyebab gangguan pada fuse dan PHB-TR; 1.1.5.2 Mengatasi gangguan pada fuse dan PHB-TR.

1.2

Keterampilan : 1.2.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah; 1.2.2 Orientasi lapangan pada instalasi jaringan tegangan rendah; 1.2.3 Melaksanakan Ketentuan mengenai K3; 1.2.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools; 1.2.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi; 1.2.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.

2. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

secara simulasi

3. Aspek Penting: 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA); 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung; 3.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi; 3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan, teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja; 3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.

KOMPETENSI KUNCI

NO 1 2 3 4 5 6 7

KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi

TINGKATAN 1 1 1 1 1 1 1

113

sesuai 1. Batere/accumulator diperiksa tingkat keasaman/kebasaannya sesuai instruction manual. 3. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01. 2. Volt dan watt meter) diidentifikasi sesuai prosedur batasan penunjukan. Standar operasi untuk sistem catu daya DC di gardu induk. tentang bahaya reaksi kimia. Alat kerja.5 Ruang batere/accumulator diperiksa sesuai dengan persyaratan K3. 114 . Instruction Manual dari masing-masing peralatan instalasi catu daya gardu induk. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian sistem catu daya instalasi arus searah pada gardu induk 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Pemeriksaan sistem catu daya instalasi arus searah dilaksanakan sesuai standar operasi.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar satu garis sistem instalasi catu daya dan gambar pengawatan peralatan dipahami sesuai standar operasi.2 1. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan.102. Kebijakan dan prosedur K3 dimengerti persyaratan yang ditetapkan perusahaan. 2.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. 1.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Instrumen ukur besaran listrik (Amper. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.2 03.1 2. 3. Mengoperasikan sistem catu daya instalasi arus searah.6 02. Gambar satu garis dan gambar pengawatan sistem catu daya arus searah.DO25.3 1. 5.4 1. sesuai instruction manual dan standar perusahaan. 4.01 Mengoperasikan Sistem Catu Daya Instalasi Arus Searah (DC) Pada Gardu Induk Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian yang diperlukan pada pengoperasian sistem catu daya instalasi arus searah untuk keperluan relai/alat proteksi dan sistem komunikasi PLC/serat optik pada gardu induk. Membuat laporan pengoperasian. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Pengoperasian sistem catu daya instalasi arus searah dilaksanakan sesuai instruction manual.

1.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan. inverter dan converter.1 Dasar pengoperasian dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. daya sistem fase tiga. C.2 Teori listrik dasar: Hukum arus searah : resistansi dan konduktansi. rangkaian lain yang berkenaan dengan teknik elektronika. pemeliharaan baterai. flux maknit.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi catu daya arus searah dan tegangan rendah. teori superposisi dalam rangkaian. mengukur arus. secara simulasi 3. Elektrokimia : elektrolisa.4 Pengetahuan instruction manua: Prinsip kerja : instalasi catu daya arus searah dan masing-masing peralatannya. hukum Kirchhof II.2. 1. 3.1 Pengetahuan : 1.1. sistem fase tiga. Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik. medan maknit dari penghantar lurus. 1. tegangan.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 1.1. gerak gaya listrik dan tegangan listrik.PANDUAN PENILAIAN 1. hubungan seri/paralel dari baterai.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). transformator berbeban. 115 . 2. 1.2. teori node rangkaian. hubungan segitiga dan hubungan bintang. rangkaian logika.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.3 Teknik Tenaga Listrik: Transformator : transformator fasa satu. 1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. var. daya (watt.2. Elektromagnetis : medan maknit dari muatan listrik. 1. 1.2. percobaan hubung singkat. Elektronika daya : komponen elektronika. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Aspek Penting: 3. besaran sinusoida.2 Keterampilan : 1. segitiga daya dan faktor daya. percobaan beban nol. 3. penyambungan dalam sirkuit. daya dan energi arus searah.2. Rangkaian listrik arus searah : hukum Kirchhof I. sekilas tentang integrated circuit (solid state). segitiga tegangan dan segitiga impedansi. autotransformator. hukum Faraday I dan Faraday II.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. VA) faktor kerja dan frekuensi. pembacaan skala dan pembacaan angka. Storage batteries : rangkaian baterai terpusat dalam ruangan. komponen rangkaian logika. akumulator dan baterai. medan maknit dari elemen arus (solenoida dan toroida). diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R. garis gaya maknit. kerja paralel transformator.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. L. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1. hukum Ohm. 1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. harga rata dan harga efektif. elektrolisa untuk industri.1.2.

4 3. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.5 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 1 1 1 1 1 1 116 .

Standar operasi untuk PHB-TR arus bolak balik. Gambar satu garis instalasi PHB dan gambar pengawatan sistem catu daya arus bolak balik. Alat kerja. 5. PANDUAN PENILAIAN 1. 2.3 1.01 Mengoperasikan Peralatan Hubung Bagi (PHB) Arus Bolakbalik Instalasi Penerangan dan Instalasi Tenaga Pada Gardu Induk Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian yang diperlukan pada pengoperasian papan hubung bagi (PHB) arus bolak-balik yang meliputi instalasi penerangan dan instalasi tenaga gardu induk. 1. 3. Pengawatan instalasi penerangan dan tenaga diukur nilai isolasinya sesuai standar operasi. Volt dan watt meter) diidentifikasi sesuai prosedur batasan penunjukan.1 Pengetahuan : 117 .DO25. Membuat laporan pengoperasian.2 03.2 1. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01.4 02. dipahami sesuai standar operasi. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Pengoperasian peralatan hubung bagi (PHB) arus bolak-balik dilaksanakan sesuai prosedur yang tercantum dalam instruction manual. Instrumen ukur besaran listrik (Amper. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. 4.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar satu garis sistem papan hubung bagi dan gambar instalasi penerangan dan instalasi tenaga yang berkaitan. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Instruction Manual dari masing-masing peralatan instalasi catu daya AC gardu induk. Mengoperasikan PHB instalasi arus bolakbalik gardu induk 2. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian papan hubung bagi (PHB) arus bolak-balik gardu induk 1. 3. sesuai standar perusahaan. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 2.103.

2.1.2.2 Teori listrik dasar: Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.5 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. tegangan. instalasi penerangan dan instalasi tenaga.1 Dasar pengoperasian dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah.2.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. pembacaan skala dan pembacaan angka. 2. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R. hubungan segitiga dan hubungan bintang. Prinsip kerja : instalasi catu daya arus bolak balik 1. segitiga daya dan faktor daya. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. 3.3 Pengetahuan instruction manual.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi catu daya arus bolak balik. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 1 1 1 1 1 1 118 . 1. Aspek Penting: 3.4 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2. 1.1. secara simulasi 3. 3. besaran sinusoida. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. VA) faktor kerja dan frekuensi.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. daya (watt. C.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 3. penyambungan dalam sirkuit.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1. daya sistem fase tiga. L. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. mengukur arus. 1.2 Keterampilan : 1. sistem fase tiga. 1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. var. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur. harga rata dan harga efektif.1. 3.2.

2 119 . Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan.01 Mengoperasikan APP Elektromekanik Fasa Satu Pengukuran Langsung Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung fase satu sesuai tarif dasar listrik. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah.1 Pengoperasian APP Elektromekanik Fasa Satu Pengukuran Langsung dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan.5 1. Mengoperasikan APP Elektromekanik Fasa Satu Pengukuran Langsung 2.201. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. 2. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. diperiksa sesuai standar konstruksi. sesuai prosedur tata usaha langganan. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Fasa Satu Pengukuran Langsung 1.2 1.6 1. K3 dipahami sesuai 1. Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan.4 1. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.3 1. sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01.8 02. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).7 1.DO21. Berita Acara hasil kalibrasi (setting) pembatas diperiksa. Alat kerja.

1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. Pemasangan pembatas sambungan pelanggan pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. Menanggulangi kelainan operasi 4. sesuai instruction manual. Laporan Pengoperasian perusahaan.1. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 2.1. Arah putaran kWh meter diperiksa. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan.1. 5. 120 .1 Macam alat ukur listrik. dibuat sesuai standar 2.1.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. 3.3 KRITERIA UNJUK KERJA Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan.2 4.3 05. Membuat laporan 5. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan menengah. 1.4 2.1 4.1. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. 1. 4. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Fasa Satu Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur.5 03. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. 6.1.1 04.1. 7.1 5.1 Pengetahuan : 1. dilaksanakan sesuai standar penyambungan.3 Penggunaan alat ukur listrik. Memeriksa operasi APP 3.ELEMEN KOMPETENSI 2. PANDUAN PENILAIAN 1.

2 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2 Arus bolak balik fase satu.2 Konstruksi APP Fase Satu pengukuran langsung.1 Hukum dasar Arus searah.1.1. 1.3 Fase Satu Pengukuran Langsung. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1. 1.3 Peralatan / Komponen APP.1. 1.3 Hukum Ohm.2. 3. Induktansi.5 Gambar pengawatan sistem APP.2.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1. 1.2. 1.1. 1.1.1.2.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2.5 Rangkaian Resistansi.1 Dasar operasi.4.4 Instruksi manual peralatan APP. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.1.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan tegangan rendah.2.2.2 Keterampilan : 1.4.2 Teori Listrik: 1.3.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik. 1. 3.1. 1. 1.1.1.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.3.2. 1. 1.1. 3. 1. 1. Aspek Penting: 3.1. 3.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Kapasitansi dan Impedansi.3.1 Peraturan K3. 1.1.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.2. 2.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).3 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP.3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 121 . 1.1. secara simulasi 3.2.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.3. 1. pemeliharaan dan pengawatan APP.1.2.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Satu: 1.4.4 Hukum Kirchhoff I. 1.

01 Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung sesuai tarif dasar listrik.2 1.1 Pengoperasian APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan.3 1. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.8 02.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan.4 1. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah. diperiksa sesuai standar konstruksi. Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung.6 1. 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL.7 1. K3 dipahami sesuai 1.5 1.202. Alat kerja. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan. 2. sesuai prosedur tata usaha langganan. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Berita Acara hasil kalibrasi (setting) pembatas diperiksa. sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa.2 122 . Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). 2.DO21.

3 KRITERIA UNJUK KERJA Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. Laporan Pengoperasian perusahaan. 4. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. Arah putaran kWh meter diperiksa. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. dibuat sesuai standar 2. 3. Pemasangan pembatas sambungan pelanggan pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan.2 04. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. 7.5 03. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. Memeriksa operasi APP.1 Pengetahuan : 123 . Menanggulangi kelainan operasi.1 3. 5. sesuai instruction manual. Putaran phase R. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah. 6. Penyimpangan operasi yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan.1 4. 3.4 2.3 05. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur.ELEMEN KOMPETENSI 2. Membuat laporan 5. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 5. PANDUAN PENILAIAN 1.2 4. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. 4. 2. sesuai instruction manual.

2 Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: DIS.1 Hukum dasar Arus searah.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. Aspek Penting: 3.2.2. B1 : Mengoperasikan APP Elektromekanik Fasa Satu Pengukuran Langsung.3.2.1.1.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 1. 1. 1.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung.6 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan tegangan rendah.1.2 Dasar operasi.2 Teori Listrik 1.6 Rangkaian Resistansi.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Tiga 1. 1.1.3 Arus bolak balik fase tiga.1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 3.2 Konstruksi APP Fase Tiga pengukuran langsung.1.1.2. 3.2 Keterampilan : 1. 2. 1.2 Arus bolak balik fase satu.3 Penggunaan alat ukur listrik. 3.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 1. 1.1.3. Induktansi.1. 1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik 1.4.1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 1.3. 1.1.2.1. 1.4 Hukum Ohm.5 Hukum Kirchhoff I.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2.1.1.1.1.4.3 Peralatan / Komponen APP.1. 124 .2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 1.1. 3.2. 1.1. 3.1. 1.5 Gambar pengawatan sistem APP.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.1. pemeliharaan dan pengawatan APP. 1.1 Macam alat ukur listrik. 1.001 (2). 1.2.2.3. Ruang Lingkup Pengujian : 2. 1.3.2. Kapasitansi dan Impedansi.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.3 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. 1.4 Instruksi manual peralatan APP. 1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1. 1.2.1. 2.1.2.OPS.1 Peraturan K3.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 125 .

3 1.7 1. Berita Acara rasio CT/PT sesuai untuk pengukuran dan pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL.01 Mengoperasikan APP Elektromekanik Fasa Tiga Pengukuran Tidak Langsung Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fasa Tiga Pengukuran Tidak Langsung sesuai tarif dasar listrik. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. Berita Acara hasil kalibrasi (setting) relai pembatas diperiksa. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah.DO21. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).5 1. 2. sesuai prosedur tata usaha pelanggan. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01 Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Fasa Tiga Pengukuran Tidak Langsung 1. Alat kerja.9 02 Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung.203.8 1. sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan.2 1.4 1. diperiksa sesuai standar konstruksi. 126 .1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha pelanggan yang ditetapkan perusahaan.6 1. K3 dipahami sesuai 1.

sesuai instruction manual. 6. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 3. Membuat laporan 5. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui.2 04. Arah putaran kWh meter diperiksa. 127 . Pemasangan NH Fuse.2 KRITERIA UNJUK KERJA Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan.1 5. 3. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Tidak Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. 2. Laporan Pengoperasian perusahaan. dilaksanakan sesuai standar penyambungan.ELEMEN KOMPETENSI 2. relai pembatas sambungan pelanggan pada panel TR /kubikel TM dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah. PT.1 4. 3. 4. sesuai instruction manual. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan menengah. CT. 5.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.4 2. Putaran phase R. 4.2 4. Menanggulangi kelainan operasi. Memeriksa operasi APP. Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan.5 03.3 2. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase.3 05. dibuat sesuai standar 2.

1.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Tidak Langsung. 3. pemeliharaan dan pengawatan APP.3 Arus bolak balik fase tiga. 1.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Kapasitansi dan Impedansi.2.1.2. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 Hukum dasar Arus searah.2.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Tiga: 1.3. secara simulasi 3. Ruang Lingkup Pengujian: 2.2.1.1. 2. 1.4. 1. 1. 1. 128 .1. 1.1.3. 3. 1.3 Konstruksi APP Fase Tiga pengukuran tidak langsung. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja 3. Aspek Penting: 3.2 Arus bolak balik fase satu. 1.1.2.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 1. 1. 1.1.1.2.6 Gambar pengawatan sistem APP.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1.1.5 Hukum Kirchhoff I. 1.1.1.1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 3.4 Peralatan / Komponen APP.1 Pengetahuan : 1.1.3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 1. 1.1.1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. 1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2.2.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan.5 Instruksi manual peralatan APP.4.1.1 Peraturan K3.3. 1.3.1 Dasar operasi.2 Teori Listrik: 1.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.2.1.2.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.2 Keterampilan : 1.1.2.1.4 Hukum Ohm.1 Macam alat ukur listrik.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.PANDUAN PENILAIAN 1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. Induktansi. 1.3 Penggunaan alat ukur listrik.2 Trafo Arus dan Trafo Tegangan.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1.1. 1. 1.1.6 Rangkaian Resistansi.1.1.3.2.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 129 .KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.

K3 dipahami sesuai 1. Berita Acara kalibrasi MCB/NH Fuse sesuai untuk pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah.1 Pengoperasian APP Elektromekanik Fasa Satu Pengukuran Langsung dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan.4 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). diperiksa sesuai standar konstruksi. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure(SOP). sesuai prosedur tata usaha langganan. Berita Acara tipe KWh Elektronik dan download software sesuai peraturan yang berlaku.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.204.2 1. Mengoperasikan APP Elektromekanik Fasa Satu Pengukuran Langsung 2. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa.8 1.7 1. ELEMEN KOMPETENSI 01.DO21.6 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Fasa Satu Pengukuran Langsung 1.01 Mengoperasikan Langsung APP Elektronik Fasa Satu Pengukuran DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektronik Fasa Satu Pengukuran Langsung sesuai tarif dasar listrik. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan.3 1. Alat kerja.9 02. 130 . alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan.5 1.

Pemasangan MCB/NH Fuse pembatas sambungan pelanggan pada panel TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah. Laporan Pengoperasian perusahaan. Standar Pengoperasian APP Elektronik Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 131 .3 05. Menanggulangi kelainan operasi 4. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. 3. 2. 5. Membuat laporan 5. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. sesuai instruction manual. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.3 2. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur.2 4. 6.ELEMEN KOMPETENSI 2. 4.2 KRITERIA UNJUK KERJA Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. dibuat sesuai standar 2.1 04.4 2.1 4.5 03. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. Arah putaran kWh meter diperiksa.1 5.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. Memeriksa operasi APP 3.

Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.2 Keterampilan : 1. 1.B1 Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung. 1.4 Instruksi manual peralatan APP.1.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Elektronik Pengukuran Langsung. 3.1.1.2.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.1 Macam alat ukur listrik elektronik. 1.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan 1.4.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 1.2. 1.1 Dasar operasi.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP.2.1.2.1.2 Konstruksi APP Fase Satu elektronik pengukuran langsung. 1. Kapasitansi dan Impedansi.3.1 Pengetahuan : 1. 2.1.OPS.3 Penggunaan alat ukur listrik.1.3. 132 .1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik elektronik.1.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Aspek Penting: 3.2. 3. 1. 1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.3.1.2.1.1. 1.4 Hukum Kirchhoff I.1. 1.1. 1.1.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Satu Elektronik: 1. Induktansi.1.2 Arus bolak balik fase satu.2.1. 1. 1.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja 3.4. 1.2 Teori Listrik: 1.2.5 Gambar pengawatan sistem APP.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1.1. 1. 1.5 Rangkaian Resistansi. 1. pemeliharaan dan pengawatan APP.3.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.1 Peraturan K3.3 Hukum Ohm.001(2).2.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 3.1.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.3 Peralatan / Komponen APP. Ruang Lingkup Pengujian : 2. 1. 3. 1.1.PANDUAN PENILAIAN 1. 22 Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : DIS.3.2.1 Hukum dasar Arus searah.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 133 .

3 1.4 1.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure(SOP). sesuai prosedur tata usaha pelanggan.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambunga Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). APP Elektronik Fasa Tiga Pengukuran DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektronik Fasa Tiga Pengukuran Langsung sesuai tarif dasar listrik.DO21.9 02.7 1.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan.5 1. 134 . Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektronik Fasa Tiga Pengukuran Langsung. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah.8 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. diperiksa sesuai standar konstruksi. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. Berita Acara kalibrasi MCB/NH Fuse sesuai untuk pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. 2. Alat kerja.205. ELEMEN KOMPETENSI 01.01 Mengoperasikan Langsung. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.6 1. K3 dipahami sesuai 1. Berita Acara tipe KWh Elektronik dan download software sesuai peraturan yang berlaku. Mengoperasikan APP Elektronik Fasa Tiga Pengukuran Langsung.2 1. 1.

Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. Menanggulangi kelainan operasi.3 05.3 2. 2. 135 . Memeriksa operasi APP. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format Yang ditetapkan perusahaan.1 4. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.4 2. 4.1 5.2 4. Urutan tampilan/display kWh meter diperiksa. 5. 6.2 KRITERIA UNJUK KERJA Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan.2 04. Pemasangan MCB/NH Fuse pembatas sambungan pelanggan pada panel TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan.5 03. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah. Putaran phase R. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur. sesuai instruction manual. 3. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan.1 3. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. dibuat sesuai standar 2. Standar Pengoperasian APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. and sesuai instruction manual.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Membuat laporan 5. Laporan Pengoperasian perusahaan. 3. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan.ELEMEN KOMPETENSI 2. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 4.

teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. 1.4.2.1.1.1.2.2 Arus bolak balik fase satu.1.1 Hukum dasar Arus searah.1. 1.B2 Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Tiga Pengukuran Langsung. 1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1.6 Rangkaian Resistansi.1.1.1.1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 1. 1.1.1 Pengetahuan : 1. Kapasitansi dan Impedansi.1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1.2.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Langsung. 136 .4 Hukum Ohm. 1. 1.2. 3.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.3. Induktansi. Ruang Lingkup Pengujian: 2.3 Penggunaan alat ukur listrik. 1. 3.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2 Konstruksi APP Elekronik Fase Tiga pengukuran langsung.2.2. 3.2 Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : DIS.2. 1.1. Aspek Penting: 3.1 Peraturan K3.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1.1.2. 3.2 Keterampilan : 1. 1. 1.3.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.1.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.3 Peralatan / Komponen APP. 2.3.4 Instruksi manual peralatan APP.1.1.2.5 Gambar pengawatan sistem APP.1.1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP.1 Macam alat ukur listrik elektronik.1 Dasar operasi.1.2. 1.001(2).4.3. 1.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Fase Tiga Elektronik 1.3.5 Hukum Kirchhoff I.2. 1. 1.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan.2 Teori Listrik: 1. 1.1.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 1.OPS.PANDUAN PENILAIAN 1.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1. 3. 2. pemeliharaan dan pengawatan APP.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 1. 1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.3 Arus bolak balik fase tiga.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. 1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.1.2.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 137 .KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.

Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Alat kerja.5 1. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Mengoperasikan APP Elektronik Pengukuran Langsung 2. Merencanakan dan menyiapkan Pengoperasian APP Elektronik Pengukuran Langsung 1. Berita Acara tipe KWh Elektronik dan down load software sesuai peraturan yang berlaku.2 1.4 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).6 1. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).8 1. sesuai prosedur tata usaha pelanggan.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan.DO21.7 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. diperiksa sesuai SOP. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah. Berita Acara kalibrasi MCB/NH Fuse sesuai untuk pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. 138 .3 1.9 02. K3 dipahami sesuai 1.01 Mengoperasikan Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Elektronik Pengukuran Langsung Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektronik Pengukuran Langsung fase satu dan fase tiga sesuai tariff dasar listrik.206. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan.

1 3. 5.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Memeriksa operasi APP 3. Standing Operation Procedure (SOP) APP Elektronik Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan.2 KRITERIA UNJUK KERJA Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. Menanggulangi kelainan operasi 4.5 03. Arah putaran kWh meter diperiksa. 4. Laporan Pengoperasian perusahaan.1 5. 2. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Prosedur penyambungan pelanggan yang ditetapkan perusahaan. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan Pelanggan. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. 3. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan rendah. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. sesuai instruction manual. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.ELEMEN KOMPETENSI 2. Standing Operation Procedure (SOP) Pengoperasian jaringan tegangan menengah. Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. Putaran phase R.2 04.4 2.1 4. sesuai instruction manual.3 2. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. Pemasangan MCB/NH Fuse pembatas sambungan pelanggan pada panel TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan.2 05. 6. PANDUAN PENILAIAN 1. dibuat sesuai standar 2. Membuat laporan 5. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.1 Pengetahuan : 139 .

1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 140 .3 Software dan hardware APP elektronik. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1 Jenis dan penyebab gangguan pada sistem APP.1.1.2.2. 1.4 Instruction manual dan wiring diagram APP elektronik. 2.1.2 Keterampilan : 1.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan sistem APP. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.1 Arus bolak balik fase satu. 1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.3.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP): 1. 1. 1.2 Konstruksi APP elektronik.2.2.4. 1.1. 3.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1 Dasar operasi.1.1.1 Macam alat ukur listrik. 1.1. 1.2 Mengatasi gangguan pada sistem APP.1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP.1.1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. 1.1. 1.1. 1.2. Induktasi.2. 1. Aspek Penting: 3.1.1.4.1. Kapasitansi dan Impedansi.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2 Arus bolak balik fase tiga.1.1. secara simulasi 3. 1.5.5.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. 1. 3.1.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.1.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1. 1.1.3 Hukum Ohm.1.2.2.5 Gangguan pada sistem APP 1.1.3. 3.3 Penggunaan alat ukur listrik.3.1 Klasifikasi pendidikan formal : SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.1.3 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. 1. pemeliharaan dan pengawatan APP.1. 1.2 Teori Listrik: 1.1.5 Resistansi.1 Peraturan K3.3. 1.

K3 dipahami sesuai 1. sesuai prosedur tata usaha pelanggan.207. 2.2 1.6 1.4 1.01 Mengoperasikan Alat Pembatas dan Elektronik Pengukuran Tidak Langsung Pengukur (APP) DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan Prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektronik Pengukuran Tidak Langsung fase tiga sesuai tarif dasar listrik. diperiksa sesuai standar konstruksi. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektronik Pengukuran Tidak Langsung 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah. Berita Acara rasio CT/PT dan kalibrasi relai sesuai untuk pengukuran dan pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. Mengoperasikan APP Elektronik Pengukuran Tidak Langsung. 141 . Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.DO21.9 02.3 1.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL.5 1.8 1. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan. Berita Acara tipe KWh Elektronik dan download software sesuai peraturan yang berlaku. Alat kerja.7 1. ELEMEN KOMPETENSI 01.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha pelanggan yang ditetapkan perusahaan.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).

PT. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. Memeriksa operasi APP 3. PANDUAN PENILAIAN 1. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. Membuat laporan 5.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.1 5. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. Putaran phase R.1 4. 3. 7. sesuai instruction manual.3 03.1 3. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Laporan Pengoperasian perusahaan. dibuat sesuai standar 2. sesuai instruction manual. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. 4. 5. 6.2 05. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.2 KRITERIA UNJUK KERJA Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan Pemasangan NH Fuse. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. CT. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur.ELEMEN KOMPETENSI 2. 2. Standar Pengoperasian APP Elektronik Pengukuran Tidak Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan. Arah putaran kWh meter diperiksa.1 Pengetahuan : 142 . Menanggulangi kelainan operasi 4.2 04. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. relai pembatas sambungan pelanggan pada panel TR /kubikel TM dilaksanakan sesuai standar penyam-bungan yang ditetapkan perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan.

1. 1. 1.1.1 Dasar operasi.4 Peralatan / Komponen APP.1.2.2.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. 3. 1.3 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.2. 1. 1. 1.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.A Mengoperasikan APP Elektronik Pengukuran Langsung.2.1.1.1. 1.1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektronik Fase Tiga Pengukuran Tidak Langsung. 1.1.2. Ruang Lingkup Pengujian: 2.3. 1.1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.3 Penggunaan alat ukur listrik. 1.1.OPS. 2.1. Aspek Penting: 3. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 1.3 1. 1.1.4 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 1.2.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA).1.1. 3.2.4 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik 1. 1.1 Peraturan K3. 1.2 Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : DIS. Kapasitansi dan Impedansi.1.2.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP.3.1.2.1. Induktansi.2.3 Arus bolak balik fase tiga.5 Hukum Kirchhoff I.1.2 Trafo Arus dan Trafo Tegangan.2 Arus bolak balik fase satu. 2. 1.6 Rangkaian Resistansi. 3. 1.3.2.1 Hukum dasar Arus searah. 143 .3 Konstruksi APP Elektronik Fase Tiga pengukuran tidak langsung.1.1.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan.2 Keterampilan : 1. Teori Listrik: 1.3.1. pemeliharaan dan pengawatan APP.6 Gambar pengawatan sistem APP.3. 1.4.1.4.2.1. 1.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.2 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) Elektronik Fase Tiga 1. 3.1.3.4 Hukum Ohm.1.1 1.2 1.038(2). 3.1 Macam alat ukur listrik.5 Instruksi manual peralatan APP.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATA N 1 2 1 2 1 1 1 144 .KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.

Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan.2 1. Berita Acara hasil kalibrasi (setting) pembatas diperiksa. Alat kerja.2 145 . yang tersambung pada jaringan tegangan rendah. ELEMEN KOMPETENSI 01. sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Langsung 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).8 02.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL.5 1. Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan. K3 dipahami sesuai 1. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan.01 Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung fase satu dan fase tiga sesuai tarif dasar listrik.4 1.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. sesuai prosedur tata usaha langganan.1 Pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Langsung dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha langganan yang ditetapkan perusahaan.6 1. Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung 2. diperiksa sesuai standar konstruksi.3 1.7 1.208.DO21. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa. 2. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.

7. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. and sesuai instruction manual Arah putaran kWh meter diperiksa. Memeriksa operasi APP 3. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan.ELEMEN KOMPETENSI 2. Membuat laporan 5.1 3. Menanggulangi kelainan operasi 4. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan. Pemasangan pembatas sambungan pelanggan pada PHB-TR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. 146 .3 KRITERIA UNJUK KERJA Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur. dibuat sesuai standar 2.4 2. sesuai instruction manual.1 5.5 03. 2. 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. dilaksanakan sesuai standar penyambungan.2 4. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.1 4. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. Putaran phase R. 5. Laporan Pengoperasian perusahaan. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. 4. 6. 8. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan.2 04.3 05. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan.

medan magnet dari penghantar lurus. Petunjuk pelaksanaan: alat pengukur energi listrik.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).2 Teori listrik dasar: Elektro dinamis: arus listrik. 1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. hukum Kirchhof II.PANDUAN PENILAIAN 1.1. 1. Aspek Penting: 3. PHB-TR.4 Pengetahuan instruction manual.2. mengukur arus.1 Dasar operasi. 1. daya (watt. hukum Ohm.1 Pengetahuan : 1. var. hukum Faraday. 3.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. kabel udara.3 Teknik Tenaga Listrik: Transformator: transformator arus dan transformator tegang 1. penyambungan dalam sirkuit. Elektromagnetis: Medan magnet dari muatan listrik. 1. gerak gaya listrik dan tegangan listrik. pemeliharaan dan pengawatan APP. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 1. secara simulasi 3. 3. daya dan energi arus searah.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. besaran dan kerapatan arus listrik.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur.2.1.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.2 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. medan magnet dari elemen arus (solenoida dan toroida) Induksi elektromagnet: gerak gaya listrik (EMF).2. hukum Lenz. komponen dan sirkuit listrik. Ruang Lingkup Pengujian : 2. teori superposisi dalam rangkaian. 3.1.2.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan. garis gaya magnet. 147 . pembacaan skala dan pembacaan angka.2. VA) faktor kerja dan frekuensi. terminasi kabel. 1.2 Keterampilan : 1.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Rangkaian listrik arus searah: hukum Kirchhof I. Penggunaan alat ukur: pemilihan alat ukur.1. 3. kvarh meter.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. pengukuran langsung dan tidak langsung. Hukum arus searah: resistansi dan konduktansi. 1.2. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. tegangan. 2. flux magnet. 1. Alat hitung kWh meter.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 148 .

Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.5 1.6 1. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01.209.8 02. diperiksa sesuai standar konstruksi. sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha pelanggan yang ditetapkan perusahaan. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan.2 1. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Berita Acara hasil kalibrasi (setting) pembatas diperiksa.2 149 . yang tersambung pada jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung 1.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai standar penyambungan. Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung 2.DO21. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 1. Alat kerja. Perintah pengoperasian APP yang diterima diperiksa. K3 dipahami sesuai 1.3 1. Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan.01 Mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Tidak Langsung fase tiga sesuai tarif dasar listrik.7 1. sesuai prosedur tata usaha pelanggan. 2.

Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. 7. relai pembatas sambungan pelanggan pada panel TR /kubikel TM dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. Prosedur penyambungan dan tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 2. Membuat laporan 5. 3.1 5. 4. sesuai instruction manual. Standar Perusahaan untuk alat pembatas dan pengukur. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah.4 2. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. Arah putaran kWh meter diperiksa. dibuat sesuai standar 2. 5.2 04. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan.5 03.ELEMEN KOMPETENSI 2. PT.1 4. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase.3 05. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan.1 3. CT. Pemasangan NH Fuse.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. 6. Laporan Pengoperasian perusahaan. sesuai instruction manual. Standar pengoperasian APP Elektromekanik Pengukuran Langsung yang ditetapkan oleh perusahaan.1 Pengetahuan : 150 . Putaran phase R. Memeriksa operasi APP 3. Menanggulangi kelainan operasi 4. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.2 4. PANDUAN PENILAIAN 1. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.3 KRITERIA UNJUK KERJA Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan.

2.2. 1.1.2.B2 Mengoperasikan APP Elektromekanik Fase Satu Pengukuran Langsung.4 Hukum Ohm.1. 1. 3. 1. Ruang Lingkup Pengujian : 2.3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1. 1. 3. Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2 Teori Listrik 1.1. pemeliharaan dan pengawatan APP.3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.OPS.2. 3.1 Unit kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : DIS.4 Instruksi manual peralatan APP. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. 1.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 3.4 Dasar operasi.3 Arus bolak balik fase tiga.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.2.1.5 1. 1.3 Peralatan / Komponen APP.1.2. Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. Induktansi.6 Rangkaian Resistansi.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.2 Konstruksi APP pengukuran langsung.1 Hukum dasar Arus searah.1.1. Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan.1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1.3 Penggunaan alat ukur listrik.2.1.1.2.3 1. 1. 1.6 2.1.1.1. 1.4.1.1 Macam alat ukur listrik.1. 1.1.5 Hukum Kirchhoff I.1. 1.3.1. 151 .2 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 1.1 1. 3.3. 1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik 1.2. Kapasitansi dan Impedansi. Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 1.2 Arus bolak balik fase satu.1.001(2).2. 1.1.5 Gambar pengawatan sistem APP.1.2 Keterampilan : 1.2.3. Aspek Penting: 3. 1.1.4. 2. 1.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) 1.2 1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2. Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan APP Elektromekanik Pengukuran Langsung.1 Peraturan K3.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 152 .KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.

DO22. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan diperiksa. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).4 1. Alat pembatas dan pengukur (APP) yang terpasang diperiksa sesuai dengan dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. sesuai dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan.3 153 .210.1 2. Alat bantu pengukuran (CT dan PT) diperiksa sesuai SOP dan dokumen penyambungan yang ditetapkan perusahaan.2 1.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan diperiksa sesuai dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. sesuai pembatasan daya dalam dukumen yang ditetapkan oleh perusahaan. Perintah pengoperasian sambungan pelanggan yang diterima diperiksa.6 1. sesuai dengan dokumen pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan.3 1. Berita Acara hasil kalibrasi (setting) relai pembatas diperiksa.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. yang tersambung pada jaringan tegangan menengah. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).7 02.01 Mengoperasikan Menengah Sambungan Pelanggan (SL) Tegangan DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan sambungan pelanggan. Alat kerja.5 1. 1. Merencanakan dan Menyiapkan pengoperasian sambungan pelanggan 1. Mengoperasikan sambungan pelanggan 2. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. ELEMEN KOMPETENSI 01.2 2. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

1.3 04. 1. Membuat laporan 4. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).5 Rangkaian Resistansi. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian sambungan pelanggan tegangan menengah. 154 . Memeriksa operasi sambunganpelanggan 3.1.2. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan.4 KRITERIA UNJUK KERJA Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 Arus bolak balik fase satu.2. Kapasitansi dan Impedansi. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan dilaporkan sesuai prosedur pelaporan. Putaran phase R.2.1. 1. Dokumen sambungan pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. Induktasi.1 4.2 Arus bolak balik fase tiga.1. 1.4 Hukum Kirchhoff I.1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. PANDUAN PENILAIAN 1. Arah putaran kWh meter diperiksa.1. 1.1. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini.1.1. sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.2 3. 2. 5. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. 6.1 Pengetahuan : 1.1 Macam alat ukur listrik.1 2.1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.2 Teori Listrik: 1. 3. 1.1.1. Dokumen dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan.2.3 Penggunaan alat ukur listrik.2.ELEMEN KOMPETENSI 2. 1.3 Hukum Ohm. 1. dibuat sesuai prosedur 03.1. 4.1 3. Laporan pengoperasian pelaporan.1.

4 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.5.2. 3.5 Gambar pengawatan sistem APP. 3.1.3.3 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools untuk mengoperasikan sambungan pelangan. 1. 1.4.2. 1.2 Konstruksi sambungan pelanggan.1. 1. 1.5 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 1.1.1.1 Klasifikasi pendidikan formal : SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 1.2. 1.1. 1.1.2.1. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan sambungan pelanggan tegangan menengah.3.1.4.1.4. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 155 . 3. 1.1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 2.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 1.2 Konstruksi APP.5.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2. 1.3 Peralatan / Komponen APP.4 Instruksi manual peralatan APP.2.1 Macam sambungan pelanggan.4. Aspek Penting: 3. 1.6 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan SL / JTM.4.3. 1.1.2 Keterampilan : 1.3.4 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP): 1.1.3 Sambungan pelanggan tegangan menengah: 1. 3. 1. 1.2 Pengoperasian sambungan pelanggan.5 SOP pengoperasian sambungan pelanggan.3 Peralatan sambungan pelanggan.1 Peraturan K3.4 Gambar pengawatan sambungan pelanggan.3. secara simulasi 3.1.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 1. Ruang Lingkup Pengujian: 2.1.1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.

211.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah yang berkaitan dengan saluran pelanggan dipahami sesuai dokumen dan standar penyambungan. K3 dipahami sesuai 1.4 1. Perintah penyambungan SL yang diterima diperiksa. diperiksa sesuai standar konstruksi.8 02. ELEMEN KOMPETENSI 01.2 1. yang tersambung pada jaringan tegangan rendah atau tegangan menengah. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Mengoperasikan sambungan pelanggan 2.DO22. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SL 1.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL. 2.7 1. Penyambungan dan terminasi kabel saluran masuk pelanggan dengan bagian lain dari jaringan.2 156 . Alat pembatas dan pengukur (APP) dipasang sesuai dengan standar konstruksi dan standar APP yang ditetapkan perusahaan.3 1.1 Penyambungan saluran pelanggan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tata usaha pelanggan yang ditetapkan perusahaan. sesuai prosedur tata usaha pelanggan.01 Mengoperasikan Sambungan Pelanggan Tegangan Rendah Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan sambungan pelanggan fase satu dan fase tiga. Berita Acara hasil kalibrasi (setting) relai pembatas diperiksa. sesuai pembatasan daya yang ditetapkan perusahaan. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) penyambungan. Alat kerja. Prosedur dan peraturan peraturan yang berlaku.6 1.5 1.

Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur dan format yang ditetapkan perusahaan.5 03. Standar penyambungan SL yang ditetapkan oleh perusahaan. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai prosedur penyambungan. Dokumen dari instalasi dan peralatan sambungan pelanggan. Arah putaran kWh meter diperiksa. sesuai instruction manual.2 04. sesuai instruction manual. 6.1 3.3 KRITERIA UNJUK KERJA Pemasangan saluran masuk pelanggan pada APP dilaksanakan sesuai standar perusahaan. Pemasangan fuse sambungan pelanggan pada PHBTR dilaksanakan sesuai standar penyambungan yang ditetapkan perusahaan. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. PANDUAN PENILAIAN 157 .1 5. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. dibuat sesuai standar 2. 5. dilaksanakan sesuai standar penyambungan. 3.1 4.3 05. Putaran phase R. 4. 2. Memeriksa operasi sambungan pelanggan 3. Membuat laporan 5. Laporan Pengoperasian perusahaan.2 4. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. Menanggulangi kelainan operasi 4.4 2. Standing Operation Procedure (SOP) untuk pengoperasian sistem APP. Pemberian tegangan pada sambungan pelanggan dilaksanakan sesuai standar operasi jaringan. Standing Operation Procedure (SOP) untuk penyambungan pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase.ELEMEN KOMPETENSI 2.

4 Huku-m Kirchhoff I dan Kirchhoff II.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.1 Arus bolak balik fase satu.3 Hukum Ohm.1. 1. 3.3 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP) 1. 1.1 Jenis dan penyebab gangguan pada sistem APP.1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan SL/JTR.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan sambungan pelanggan.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 1.2. 1.1.1. 1. 1.1. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. Ruang Lingkup Pengujian : 2.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1. 1. 1.5 Resistansi.3.1.1.2.1. 1.3.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2.1.3 Peralatan / Komponen APP. 3.1.3 Penggunaan alat ukur listrik.2.1.1.1.4.4.1. 1.1.2 Konstruksi APP. 1. 1.5.1.2 Teori Listrik 1.2. Aspek Penting: 3.2 Arus bolak balik fase tiga.5.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik 1.1.1.1 Klasifikasi pendidikan formal : SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).2.2 Mengatasi gangguan pada sistem APP.3. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. 2.1.1. 1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 158 .3. 1. Induktasi. Kapasitansi dan Impedansi.1.1. 3.1.1.1 Pengetahuan : 1.1 Macam alat ukur listrik.1 Pengoperasian sambungan pelanggan.3.5 Gangguan pada sistem APP 1.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.5 Gambar pengawatan sistem APP.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.2 Keterampilan : 1.1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 1. 3. 1.4 Instruction manual peralatan APP. secara simulasi 3. 1.2.1 Peraturan K3.

Penyambungan dan terminasi kabel dengan bagian lain dari jaringan. dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruction manual. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi telah dimengerti sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 1. alat keselamatan kerja dan alat bantu yang dibutuhkan disiapkan dan telah diperiksa untuk memastikan berfungsi baik dan aman sesuai prosedur K3. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SKTR dan opstyg JTR baru 1. 1.5 1.7 1. Pembebasan tegangan pada jaringan tegangan rendah beroperasi dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP).9 02. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.8 1. dapat 1.DO22.2 159 .3 1. Tegangan pada PHB-TR setiap phase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3. Berita Acara hasil pengujian saluran kabel tegangan rendah diperiksa. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Mengoperasikan SKTR dan opstyg JTR baru 2.01 Mengoperasikan Saluran Opstyg JTR Baru Kabel Tegangan Rendah Atau DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan saluran kabel tegangan rendah atau kabel opstyg jaringan tegangan rendah baru pada gardu distribusi kedalam jaringan.6 1.1 2. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar 0perasi JTM. ELEMEN KOMPETENSI 01. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). sesuai standar perusahaan.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL.212.4 Alat kerja.

4. Menanggulangi kelainan operasi 3. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Jaringan tegangan rendah dioperasikan sesuai SOP. 05. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Alternatif penanggulangan dilaporkan/dikonsultasikan kepada berwenang. 160 .1 5. Pengukuran nilai tahanan Isolasi SKTR dilaksanakan sesuai standar operasi. isolator dan semikonduktor. Membuat laporan 5.3 Alternatif penanggulangan yang telah disetujui. dilaksanakan sesuai standar operasi hingga selesai. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah.1 Pengetahuan : 1.3 KRITERIA UNJUK KERJA Pemasangan sepatu kabel pada SKTR dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruction manual. PANDUAN PENILAIAN 1. 6.6 03.1.2 kelainan orang yang 4.1 4. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. 5.1 4.ELEMEN KOMPETENSI 2.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Laporan Pengoperasian dibuat sesuai standar perusahaan.4 2. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan. 2. diidentifikasi alternatif 2. 3. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi.5 2.bahan listrik: Karakteristik dari bahan: konduktor. Urutan fase dan kontinuitas SKTR diperiksa sesuai standar operasi.1 Bahan . Memeriksa operasi KTR dan opstyg 04. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan rendah. Pemberian tegangan pada jaringan tegangan rendah baru dilaksanakan sesuai standar operasi.

joint sleeve.2. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R. besaran sinusoida. VA) faktor kerja dan frekuensi. 1.2 Orientasi lapangan pada operasi instalasi JTR. 1. penyambungan dalam sirkuit.2. hubungan segitiga dan hubungan bintang. Teori listrik dasar: Arus bolak balik: membangkitkan arus bolak balik.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. perlengkapan JTR. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 161 . pembacaan skala dan pembacaan angka.5 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2. daya (watt.2 1. sistem fase tiga. segitiga daya dan faktor daya. 3.2. var. daya sistem fase tiga. 1. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. Pengetahuan instruction manual: Petunjuk pelaksanaan: terminasi kabel. harga rata dan harga efektif. 2.1. isolator.4 1. tegangan. penyambungan kabel.1. 3. Penggunaan alat ukur: pemilihan alat ukur.1.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi: Trafo. KUTR dan SKTR.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah. 1. Aspek Penting: 3. 1. mengukur arus.2.1 Klasifikasi pendidikan formal: setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA).2 Keterampilan : 1.3 1. C. secara simulasi 3.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya ditempat kerja sesuai standar lingkungan.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 3. Ruang Lingkup Pengujian: 2. 3. 1. terminasi.1.1. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. L. sepatu kabel.

1.1 2. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.2 2. Pemeriksaan pemasangan.6 1. ELEMEN KOMPETENSI 01.DO22.5 1.01 Mengoperasikan Peralatan Hubung Bagi Tegangan Rendah Baru.4 2. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Pemeriksaan pemasangan. Mengoperasikan PHBTR 2. kerja dan fisik PHB-TR dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruction manual.7 02. Tegangan pada PHB-TR setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). kerja dan fisik PHB-TR dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruction manual. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi telah dimengerti sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan rendah yang terkait dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 1. Pemasangan sepatu kabel SKTR pada PHB-TR.4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). dapat 1.213. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian PHB-TR 1.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan papan hubung bagi tegangan rendah (PHB-TR) baru pada gardu tiang atau gardu beton kedalam jaringan.3 2. Pembebasan tegangan pada jaringan tegangan rendah beroperasi dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).5 162 .3 1. Penyambungan kabel dan terminasi kabel dengan bagian lain dari jaringan dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruction manual. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi JTR.

6 2. penyambungan kabel.3 Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi: Trafo. 1. Pemberian tegangan pada jaringan tegangan rendah melalui PHB-TR dilaksanakan sesuai standar operasi JTR.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur: mengukur arus. pembacaan skala dan pembacaan angka.1.1 Pengetahuan : 1. daya (watt. KUTR dan SKTR.1. Laporan Pengoperasian perusahaan. 1.4 Pengetahuan instruction manual. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. daya sistem fase tiga. 1. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. 4. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 3. VA) faktor kerja dan frekuensi. dibuat sesuai standar 03. terminasi kabel. 3. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan. tegangan. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan rendah.1 4.7 KRITERIA UNJUK KERJA Dilaksanakan sesuai standar konstruksi. isolator. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R. 5. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Penggunaan alat ukur: pemilihan alat ukur. sepatu kabel. terminasi. penyambungan dalam sirkuit. joint sleeve. perlengkapan JTR. 163 . var. sistem fase tiga.1. 1.2 04. Urutan putaran fase diperiksa sesuai standar operasi JTR.ELEMEN KOMPETENSI 2. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.1.5 Petunjuk pelaksanaan: PHB-TR. PANDUAN PENILAIAN 1. besaran sinusoida. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah. 2. segitiga daya dan faktor daya. 6. Pengukuran beban PHB-TR untuk masingmasing jurusan dilaksanakan sesuai standar operasi JTR. harga rata dan harga efektif. C. L.1.2 Teori listrik dasar: Arus bolak balik: membangkitkan arus bolak balik. Memeriksa operasi PHBTR 3. Membuat laporan 4. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah. hubungan segitiga dan hubungan bintang.

2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 3.2. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 164 . 3.1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan tegangan rendah. Aspek Penting: 3. 3. secara simulasi 3. 2.2.1 Klasifikasi pendidikan formal: setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 1.2 Keterampilan : 1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. 1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.2.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah. Ruang Lingkup Pengujian: 2. 1.2.2.4 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.5 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 3.

KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT

: : :

KTL.DO.22.214.01 Mengoperasikan Semi Automatic Change Over Pada JTR Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk memasang dan mengoperasikan semi automatic change over pada jaringan tegangan rendah yang dipasok dari dua jurusan sumber yang berbeda, sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).

ELEMEN KOMPETENSI 01. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SACO 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan rendah yang terkait dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi JTR. dapat

1.2

1.3

1.4

Alat kerja, alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi telah dimengerti sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Bila salah satu sumber pasokan menggunakan generator mobil, pemasangannya dilaksana-kan sesuai prosedur operasi JTR. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Pemasangan terminasi kabel pada SACO dilaksanakan sesuai standar operasi dan instruction manual. Pasokan dari sumber tegangan pada SACO setiap fase diperiksa dengan melihat lampu indikator sesuai prosedur operasi. Pemeriksaan pemasangan, kerja dan fisik SACO dilaksanakan sesuai standar konstruksi dan instruction manual.

1.5

1.6

1.7

1.8

02. Mengoperasikan SACO

2.1

2.2

2.3

165

ELEMEN KOMPETENSI 2.4

KRITERIA UNJUK KERJA Pengoperasian SACO dilaksanakan sesuai dengan standar operasi. Rangkaian mekanik dan rangkaian elektromekanik diperiksa bekerjanya, sesuai instruction manual. Pengukuran beban SACO untuk masingmasing jurusan dilaksanakan sesuai standar operasi. Putaran fase R, S, T pada SACO diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fasa sesuai standar operasi. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternative pemecahannya sesuai standar operasi JTR. Alternatif penanggulangan kelainan dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. Alternatif penanggulangan yang telah disetujui, dilaksanakan sesuai standar operasi hingga selesai. Berita Acara operasi SACO dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Laporan pengoperasian perusahaan. dibuat sesuai standar

03. Memeriksa operasi SACO-TR

3.1

3.2

3.3

04. Menanggulangi kelainan operasi

4.1

4.2

4.3

05. Membuat laporan

5.1

5.2

BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah; 2. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah; 3. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan rendah; 4. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah; 5. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan; 6. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

PANDUAN PENILAIAN 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 Pengetahuan : 1.1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur, mengukur arus, tegangan, daya (watt, var, VA) faktor kerja dan frekuensi. Penggunaan alat ukur: pemilihan alat ukur, penyambungan dalam sirkuit, pembacaan skala dan pembacaan angka.

166

1.1.2

1.1.3

1.1.4

Teori listrik dasar: Elektromagnetis: Medan magnet dari muatan listrik, garis gaya magnet, flux magnet, medan magnet dari penghantar lurus, medan magnet dari elemen arus (solenoida dan toroida). Induksi elektromagnet: gerak gaya listrik (EMF), hukum Faraday, hukum Lenz. Arus bolak balik: membangkitkan arus bolak balik, besaran sinusoida, harga rata dan harga efektif, segitiga tegangan dan segitiga impedansi, diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R, L, C, segitiga daya dan faktor daya, sistem fase tiga, hubungan segitiga dan hubungan bintang, daya sistem fase tiga. Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi: Trafo, kubikel, alat hubung manual dan otomatis, KUTR dan SKTR, isolator, terminasi, perlengkapan JTR. Pengetahuan instruction manual. Petunjuk pelaksanaan: SACO, terminasi kabel, penyambungan kabel, joint sleeve, sepatu kabel.

1.2

Keterampilan : 1.2.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah; 1.2.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi JTR; 1.2.3 Melaksanakan Ketentuan mengenai K3; 1.2.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan; 1.2.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi; 1.2.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.

2.

Ruang Lingkup Pengujian : 2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

secara simulasi

3.

Aspek Penting: 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA); 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung; 3.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi; 3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan, teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja; 3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.

KOMPETENSI KUNCI

NO 1 2 3 4 5 6 7

KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi

TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2

167

Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi telah dimengerti sesuai Standing Operation Procedure (SOP).3 1.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan rendah yang terkait dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 2.4 1.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL.3 168 . Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Penyambungan JTR twisted dan pemasangan sepatu kabel pada SKTR dilaksanakan sesuai standar operasi dan manufaktur. ELEMEN KOMPETENSI 01.8 02. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian SUTR baru 1. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.1 2. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. telah dilaksanakan sesuai standar konstruksi yang berlaku dan standar manufaktur.5 1.01 Mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Rendah Baru Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan saluran udara tegangan rendah (SUTR) baru pada gardu distribusi kedalam jaringan. Mengoperasikan SUTR baru 2.6 1.DO22.2 1.215. Tegangan pada PHB-TR setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3.7 1. Alat kerja. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1. Pembebasan tegangan pada jaringan tegangan rendah beroperasi dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Penyambungan dan terminasi kabel dengan bagian lain dari jaringan.

Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R. 1. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. mengukur arus. Penggunaan alat ukur: pemilihan alat ukur.5 03. isolasi mineral. 6. VA) faktor kerja dan frekuensi. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan rendah. daya sistem fase tiga. Laporan Pengoperasian perusahaan. cair. L.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Pengukuran beban PHB-TR untuk masingmasing jurusan dilaksanakan sesuai standar operasi. isolator dan semikonduktor. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1. daya (watt. 5. 169 . Membuat laporan 4. pembacaan skala dan pembacaan angka. tegangan. harga rata dan harga efektif.3 Teori listrik dasar: Arus bolak balik: membangkitkan arus bolak balik. Pemberian tegangan untuk jaringan tegangan rendah baru dilaksanakan sesuai standar operasi.1. Bahan isolasi: gas. sistem fase tiga. Memeriksa operasi SUTR baru 3. 3.4 KRITERIA UNJUK KERJA Pemasangan fuse jurusan baru pada PHB-TR dilaksanakan. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah.1.1 Bahan . Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 4. Urutan putaran fase diperiksa sesuai standar operasi. 1. hubungan segitiga dan hubungan bintang. var.ELEMEN KOMPETENSI 2. 2. kaca dan porselen. 4. isolasi berserat. C.2 04. segitiga daya dan faktor daya. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. penyambungan dalam sirkuit.1 3. PANDUAN PENILAIAN 1.bahan listrik: Karakteristik dari bahan: konduktor. besaran sinusoida.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur.1 Pengetahuan : 1. sesuai standar operasi. dibuat sesuai standar 2.

2.4 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1.2 Keterampilan : 1. Ruang Lingkup Pengujian : 2. terminasi. 1.2 Orientasi lapangan pada instalasi jaringan tegangan rendah. 1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.1. perlengkapan JTR.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.5 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. joint sleeve. secara simulasi 3. kabel udara.2.1. KUTR dan SKTR. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 170 . Aspek Penting: 3. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. sepatu kabel. 3.4 1.5 Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi: Trafo. 1. 1.1.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. terminasi kabel.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 2.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 3.2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2. isolator. Pengetahuan instruction manual: Petunjuk pelaksanaan: PHB-TR. 3.2. 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA).

Bagian jaringan SUTR yang terganggu dilacak secara fisik sesuai standar operasi. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). 171 . sesuai standar operasi.1 Nilai tahanan Isolasi SUTR diukur sesuai standar operasi.2 2.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL. Tegangan pada jaringan SUTR setiap fase diperiksa dengan peralatan tester tegangan. Alat kerja.01 Mencari Gangguan Pada SUTR Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mencari gangguan pada saluran udara tegangan rendah (SUTR). Mencari gangguan SUTR 2.2 1.5 02. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Urutan phase SUTR dan kontinuitas diperiksa sesuai standar operasi. jaringan 1.3 2. Pemberian dan pembebasan tegangan pada jaringan SUTR dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP). Seksi jaringan SUTR yang terganggu dilokalisir dengan melepas jumper/tap konektor. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Memeriksa operasi SUTR baru 3.5 03.4 2.3 1.1 2. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.DO22.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan udara tegangan rendah dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 1.216. sesuai prosedur K3 dan standar operasi. Merencanakan dan menyiapkan pencarian gangguan 1. ELEMEN KOMPETENSI 01. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

1 Jenis dan penyebab gangguan pada SUTR.2.1 Peraturan K3.3 04. 1.1.3 Peralatan Kerja dan material SUTR. 1. 1. pelaksanaan dibuat sesuai 3.3. Induktasi.2 Teori Listrik: 1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 1.2. 2.1.1. 1. Kapasitansi dan Impedansi. 1.5 Resistansi. 1.1.4.3 Penggunaan alat ukur listrik.1. 1.1.2 Peralatan / Komponen SUTR.1.1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. 3.1.4 Posedur Operasi JTR dan pencarian gangguan SUTR.3 Jaringan saluran udara tegangan rendah ( SUTR ): 1.2 Mengatasi gangguan pada SUTR. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan rendah. 5.1 Arus bolak balik fase satu.1.1.1 Macam alat ukur listrik. 1.2 Arus bolak balik fase tiga. 6.1. 1.3.1.1. 1. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah.2 Prosedur K3 pada pencarian gangguan SUTR.2. 1. sesuai standar operasi.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan rendah. 1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1. 1. dilaksanakan sesuai standar operasi Laporan kronologis standar operasi.1.2.1.3.1 Konstruksi jaringan tegangan rendah (SUTR). Instruction Manual dari instalasi dan peralatan jaringan tegangan rendah.2.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.2 KRITERIA UNJUK KERJA Pembebanan pada jaringan SUTR yang lain dilaksanakan berdasarkan analisa.2. PANDUAN PENILAIAN 1. 1.1.5.3.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.5 Gangguan pada Jaringan Saluran Udara Tegangan Rendah: 1. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. 172 .1.ELEMEN KOMPETENSI 3.1.2 Keterampilan : 1. 1.1. 4. Pemberian tegangan untuk energised jaringan SUTR.1.1 Pengetahuan : 1.1.4.1.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.5. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan rendah.3 Hukum Ohm. Membuat laporan 4.

3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 3. 2. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.1. 2. 3. 2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 173 .2.2.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. Ruang Lingkup Pengujian : 2. 3.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan tegangan rendah. 2.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). Aspek Penting: 3.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2. 3.2. secara simulasi 3.

Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP) pemeriksaan.2 2.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram pengawatan dan prinsip kerja sistem APP yang berkaitan dengan pelanggan dipahami sesuai standar APP. Putaran fase R. S dan T diperiksa dengan alat pemeriksa putaran fase. Pembebasan tegangan untuk identifikasi sistem APP dilaksanakan sesuai standar operasi.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL.3 2. sesuai standar operasi APP dan instruction manual.5 174 . Arah putaran kWh meter diperiksa. 1. Berita Acara hasil identifikasi pada sistem APP pelanggan disiapkan sesuai standar yang ditetapkan perusahaan. sesuai standar operasi APP. Alat kerja. Perintah mengidentifikasi APP pelanggan Diterima. ELEMEN KOMPETENSI 01. Melaksanakan identifikasi sistem APP 2.7 02.217.DO21.2 1. sesuai SOP pemeriksaan.4 2. Pemeriksaan montase pengawatan sistem APP dari loss kontak dilaksanakan sesuai dengan gambar pengawatan standar yang ditetapkan perusahaan.6 1.4 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.3 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) pemeriksaan APP.1 2.01 Mengidentifikasi Gangguan Pada Sistem APP Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengidentifikasi kelainan operasi/gangguan pada sistem APP. sesuai instruction manual dan standar operasi.5 1. Merencanakan dan menyiapkan identifikasi gangguan pada sistem APP 1. Pelepasan beban pelanggan dilaksanakan sesuai ketentuan yang ditetapkan perusahaan.

6. Pemeriksaan/identifikasi kelainan atau gangguan APP dilaksanakan sesuai SOP pemeriksaan sistem APP. dan dilaporkan sesuai SOP pemeriksaan yang ditetapkan perusahaan. 1. Standar perusahaan untuk operasi APP.1 Macam alat ukur listrik. Induktasi. Prosedur tata usaha pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 175 . Laporan pelaksanaan perusahaan.2. 1.1.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.7 03. 5. 2.2 04. 1.3 Penggunaan alat ukur listrik. 4. Kapasitansi dan Impedansi.1 4. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1.1.1.1.2. PANDUAN PENILAIAN 1. 1.1.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Menanggulangi kelainan operasi 3.6 KRITERIA UNJUK KERJA Alat pembatas daya dan lonceng waktu beban diperiksa sesuai dengan karakteristik pada standar perusahaan untuk operasi APP.ELEMEN KOMPETENSI 2.2.1.2.1 3.1. Instruction Manual dari instalasi sambungan pelanggan dan peralatan lainnya.5 Resistansi. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya ditetapkan sebagai kelainan APP.1.1 Pengetahuan : 1.2 Arus bolak balik fase tiga.2.3 Hukum Ohm. 1. Standing Operation Procedure (SOP) pemeriksaan sistem APP pada pelanggan yang ditetapkan oleh perusahaan. 3. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. dibuat sesuai standar 2.1 Arus bolak balik fase satu.1. 1. Membuat laporan 4.1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 1.1.2 Teori Listrik Dasar II: 1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Berita Acara hasil identifikasi pada sistem APP pelanggan dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan.1.

2 Keterampilan : 1. 3. 1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.1.3.2 Konstruksi APP.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA). Gangguan pada sistem APP: 1.4. Ruang Lingkup Pengujian: 2.1 Macam/type alat pembatas dan alat pengukur.4.1 Peraturan K3 1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2.3. 2.2. 1. 2.1.1. 3.6 Sistem Alat Pembatas dan Pengukur (APP): 1.2 Mengatasi gangguan pada sistem APP.5.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2.6.1.2. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.5.3 1. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1.4 1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1. Aspek Penting: 3.1. 2.1.1. 3.1. 1.1 Instruction manual peralatan APP. 2.2.2 Prosedur K3 untuk mengidentifikasi gangguan pada sistem APP.1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi APP. 3.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2.2 Gambar pengawatan sistem APP. 1. 3.1.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Peralatan / Komponen APP: 1.1 Jenis dan penyebab gangguan pada sistem APP.2.1.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 176 . 1.5 1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.3 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools.6.1 Dasar operasi dan pengawatan APP.

5 177 . Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku menengah diperiksa hasilnya Dan pembebanan instalasi SKTM Urutan fase dan kontinuitas kabel diperiksa dengan Peralatan sesuai standar operasi.4 2. Berita Acara hasil pengujian saluran kabel tegangan sesuai standar perusahaan. sesuai Standing Operation Procedure (SOP) dan standar perusahaan yang berlaku. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruction manual. Pengoperasian dilaksanakan sesuai standar Operasi 1. dapat 1.3 2. ELEMEN KOMPETENSI 01. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi telah dimengerti sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 Alat kerja.1 2.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan tegangan menengah dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).5 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan Menyiapkan pengoperasian SKTM 1.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL.8 02.01 Mengoperasikan SKTM Baru Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian saluran kabel tegangan menengah baru pada gardu distribusi. Nilai tahanan isolasi SKTM dan nilai partial discharge diukur sesuai dengan standar operasi. Mengoperasikan SKTM 2.2 1.218.6 1.3 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi JTM.7 1.DO23.

Laporan pengoperasian perusahaan.1 Pengetahuan : 1.1.2 dilaporkan/ 05.3.ELEMEN KOMPETENSI 03. Induktasi.1.3. 1.1.1.3.1.1. 1. 2. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Instruction Manual dari instalasi kubikel dan kabel tegangan menengah.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah.1.1 Bahan Listrik: 1.2 Isolator. 6. Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. dibuat sesuai standar 5.1 Macam alat ukur listrik.2. 3.2 Arus bolak balik fase tiga. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.3 Penggunaan alat ukur listrik.1 Arus bolak balik fase satu. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.2. 1. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.1.1.3. 4. PANDUAN PENILAIAN 1.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.2.1. 1.3 Hukum Ohm. 1. 1.1. 1. 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.1 KRITERIA UNJUK KERJA Putaran fase R.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.1.3 Teori Listrik: 1. sesuai standar operasi.3 Bahan konduktor dan isolator.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1 Konduktor.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel yang berlaku diperusahaan. 1.3.5 Resistansi. 178 . S dan T tegangan menengah diperiksa dengan alat pemeriksa putaran yang dipasangkan pada pin lampu indikator fase kubikel. 7. 5. Kapasitansi dan Impedansi.1.1. 1. diidentifikasi alternative 04. Menanggulangi kelainan operasi 4.1.1. Memeriksa SKTM 3.1 4. Membuat laporan 5.1. 1. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi.

3.1 Konstruksi jaringan SKTM.1.1.3 Gambar satu garis jaringan SKTM.2 Prosedur K3 pada pengoperasian SKTM Gangguan pada SKTM: 1.2. 2. 1.5.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. Aspek Penting: 3.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1. 2.1.6.6 Jaringan saluran kabel tegangan menengah: 1.1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA).2.1.4.2 Peralatan/Komponen jaringan SKTM.2 Keterampilan : 1.1.2 Mengatasi gangguan pada SKTM. 1.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah. 1. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1.4.6.2 Orientasi lapangan pada instalasi jaringan tegangan menengah.4. 1. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 179 . teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.4.1. 2.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2.3 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 3.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.5.1 Peraturan K3.1. 1. 3. 1. 3.5 1.2.4.1.1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 2.1. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.1 Jenis dan penyebab gangguan pada SKTM.4 1. 3. 1.5 Prosedur Operasi Jaringan tegangan menengah.1.2.4 Instruction manual peralatan hubung SKTM (Kubikel).

4 1.7 1. Alat kerja.3 2.2 Gambar single line diagram dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan menengah dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP). alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. ELEMEN KOMPETENSI 01.2 2.5 1. kubikel 1. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi telah dimengerti sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Bagian jaringan SKTM yang terganggu dilacak dengan melihat lampu indikator gangguan tanah (GFD) sesuai standar operasi. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).DO23. Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 2. 1. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Melaksanakan lokalisir gangguan kabel 2.01 Melokalisir Gangguan Pada SKTM Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk melokalisir gangguan pada saluran kabel tegangan menengah dengan tidak menggunakan fasilitas sistem SCADA. Pengoperasian instalasi kubikel untuk lokalisir gangguan dilaksanakan sesuai instruction manual. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai prosedur lokalisir gangguan.3 1.1 KRITERIA UNJUK KERJA Prinsip kerja sistem peralatan hubung dipelajari sesuai instruction manual. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai prosedur.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL.219.6 1.4 180 . Merencanakan dan menyiapkan lokalisir gangguan SKTM 1. Tahanan isolasi dari SKTM yang terganggu diperiksa sesuai standar operasi.8 02.

4. Kapasitansi dan Impedansi. Menanggulangi kelainan operasi 3.1.1 Jenis dan penyebab gangguan pada SKTM.3 Penggunaan alat ukur listrik. 1. Membuat laporan 4.1. 1.2.1.5 Resistansi. 1. 1.4. 4.1.1. 5.1. 7.1. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.ELEMEN KOMPETENSI 03. 04.2 Arus bolak balik fase tiga.1. 1. data teknis dan non teknis jaringan: 1. Standing Operation Procedure (SOP) Komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.3 Jaringan saluran kabel tegangan menengah: 1. 1.3.1.1. 2.2.6.1. 3.1 Konstruksi jaringan SKTM.1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 1. Prosedur untuk lokalisir gangguan jaringan tegangan menengah.1.2 Peralatan/Komponen jaringan SKTM 1. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah.1 Peraturan K3.2 Listrik Dasar II: 1. Instruction Manual SKTM dan kubikel tegangan menengah.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.2 Keterampilan : 181 .1. 1.3 Hukum Ohm.6 Gangguan pada SKTM: 1.2.5.1. Induktasi.1 Macam alat ukur listrik.2.2 Prosedur K3 untuk melokalisir gangguan pada SKTM. Laporan hasil lokalisir sesuai standar perusahaan.1.1 KRITERIA UNJUK KERJA Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi.6.2 Prosedur Operasi Jaringan tegangan menengah.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1. PANDUAN PENILAIAN 1.1 Pengetahuan : 1. 1.1.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan / dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 1.1.5.1 Arus bolak balik fase satu. 1. 1.1.4 Gambar satu garis. 1.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1. 1.1.1.2.2 Mengatasi gangguan pada SKTM.1.1 Instruction manual peralatan hubung SKTM (Kubikel). diidentifikasi alternative 3. 6.1.. 1.1 Ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.3.

2.2. Ruang Lingkup Pengujian: 2.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.1.2. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. Aspek Penting: 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 3.1 1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. secara simulasi 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA).2.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 182 .3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 3. 3.2 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah: Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan tegangan menengah.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2.2. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2. 2. 2.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 2.

2 1. sesuai standar operasi. Mengoperasikan dan memanuver dalam keadaan normal 2. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi telah dimengerti sesuai Standing Operation Procedure (SOP). dengan tidak menggunakan fasilitas sistem SCADA.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram jaringan udara tegangan menengah dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP). alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.DO23.01 Mengoperasikan dan Memanuver Jaringan SUTM Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan dan memanuver saluran udara tegangan menengah dalam rangka pengalihan beban. 1. Pemasukan dan pelepasan beban pada jaringan SUTM dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP). Seksi jaringan SUTM yang terganggu dilokalisir dengan membuka peralatan hubung SUTM atau melepas jumper. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure(SOP).3 1.3 183 . ELEMEN KOMPETENSI 01.2 2.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 Urutan fasa dua sisi penyulang diperiksa Sesuai SOP pengoperasian JTM.1 2.6 1. dapat 1.220. Jaringan SUTM yang terganggu dilacak secara fisik. 1. sesuai standar operasi. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.5 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi JTM.8 02. Alat kerja.7 1.

1. standar operasi. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.2 Bahan Isolator.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Alternatif penanggulangan dilaporkan/dikonsultasikan kepada berwenang.ELEMEN KOMPETENSI 2.1 Berita Acara pengoperasian dibuat ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Pemberian tegangan untuk dilaksanakan sesuai SOP. Instruction Manual dari instalasi SUTM dan peralatan tegangan menengah lainnya. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.2 masalah orang yang 04.1. Nilai tahanan Isolasi SUTM untuk analisa gangguan diukur sesuai standar operasi. Membuat laporan 4.5 2.1. yang sesuai 03.6 2. PANDUAN PENILAIAN 1.1 Bahan Listrik: 1. jaringan SUTM. 2.7 Pembebanan pada jaringan SUTM laindilaksanakan berdasarkan hitungan. Laporan dibuat sesuai standar operasi. 3. Mengidentifikasi kelainan operasi.1. 7 Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 6.1 Pengetahuan : 1.1 diidentifikasi alternatif 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi SUTM yang berlaku di perusahaan. sesuai prosedur K3 dan standar operasi. dan 4.1 Bahan Konduktor. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah.4 KRITERIA UNJUK KERJA Jaringan SUTM yang terganggu/dilokalisir diperiksa dengan tester untuk memastikan tidak ada tegangan. 4.1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.1. 2. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. 3. 184 . 5.

1. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1. 1.6 Prosedur Operasi Jaringan. 1.2.2.1 Dasar operasi jaringan tegangan menengah. Gangguan pada SUTM: 1.1.1.3. 3. 2.4.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.5 1.3 Gambar satu garis.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1.1.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.3. 1.2.1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 3.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.3.2.2 Arus bolak balik fase tiga.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1 Macam alat ukur listrik.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2.2.4.1. Aspek Penting: 3.1. Jaringan saluran udara tegangan menengah: 1.2 Mengatasi gangguan pada SUTM.1.1. 1.2.6. 1. 1.4.1 Jenis dan penyebab gangguan pada SUTM.1.1.2.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 2.1.3 Penggunaan alat ukur listrik.2 Keterampilan : 1. 1.4 1. 1.1 Konstruksi jaringan SUTM.3 1. Induktasi.1 Peraturan K3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA). 185 .5.4.1.1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan tegangan menengah.Resistansi.2. 1. 3.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan dan manuver SUTM.1.1.1. Kapasitansi dan Impedansi. 1.4. 3.1.5 Instruction manual peralatan hubung/kubikel.6 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. 2.1. Ruang Lingkup Pengujian : 2.3.1 Arus bolak balik fase satu.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.6.3 Hukum Ohm.1.5. Teori Listrik: 1. 1. 2. secara simulasi 3. 1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1.2 1.1.1.4 Instruction manual peralatan hubung SUTM (PTS/LBS).2 Peralatan/Komponen jaringan SUTM. data teknis dan nonteknis jaringan.4.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 186 .

Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi telah dimengerti sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Alat keselamatan kerja dalam keadaan bertegangan digunakan.7 1.3 1. Melaksanakan penggantian fuse link 2.01 Mengganti Fuse Cut Out Pada SUTM Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengganti fuse link cut out (CO) pada saluran udara tegangan menengah dalam keadaan bertegangan. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).3 187 .221. 1. Merencanakan dan menyiapkan penggantian fuse CO 1. sesuai dengan prosedur K3.DO23.6 1. Alat kerja. Tegangan jaringan SUTM diperiksa dengan tester tegangan sesuai standar K3.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL. Data jaringan. Tongkat pengait cut out disiapkan dan dibersihkan dengan kain silikon.8 02.2 2. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.4 1. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). sesuai dengan prosedur K3.5 1.2 1.1 2. karakteristik dan rating fuse CO dipahami sesuai dengan standar operasi.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram sistem jaringan tegangan menengah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Lingkup unit kompetensi ini adalah mengganti fuse link CO yang digunakan sebagai pengaman trafo tiang atau sebagai pemisah jaringan SUTM. ELEMEN KOMPETENSI 01.

Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Membuat laporan 5. dilaksanakan sesuai standar operasi.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan / dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.4 KRITERIA UNJUK KERJA Cut-out dikeluarkan dari tempat kedudukannya dan diperiksa kelayakannya dari pecah/ retak sesuai instruction manual dan standar konstruksi. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Standing Operation Procedure (SOP) jaringan tegangan menengah.1 Pengetahuan : 188 . 4. 6.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah. Instruction Manual dari instalasi SUTM dan peralatan tegangan menengah lainnya. Laporan penggantian fuse CO dibuat sesuai standar operasi. 2. Mengidentifikasi kelainan operasi 4. 7.2 05. Pengukuran beban setiap jurusan pada PHBTR dilaksanakan sesuai SOP. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi 4. Pemasukan kembali cut out pada tempat kedudukannya. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi SUTM yang berlaku diperusahaan. Fuse pada PHB-TR untuk setiap jurusan dilepas dan diperiksa kelayakannya.ELEMEN KOMPETENSI 2.1 3.4 3. PANDUAN PENILAIAN 1.2 3. Pemeriksanaan tahanan isolasi transformator distribusi dilaksanakan. sesuai standar operasi. sesuai instruction manual dan standar operasi. 5.5 04. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.5 03. Fuse link cut-out diperiksa kelayakannya dan diganti sesuai rating standar operasi. 2. Pemasukan kembali fuse PHB-TR dilaksanakan dengan peralatan sesuai prosedur K3. Memeriksa operasi PHBTR 3.1 4.3 3. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. 3.

2.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.3 Hukum Ohm.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Aspek Penting: 3.1. 3.1.1 Arus bolak balik fase satu.5 Gangguan pada cut-out SUTM: 1.1 Macam alat ukur listrik. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1. 2.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA).2 Arus bolak balik fase tiga.3.1.2. 1.2. 1.2. 1.3.1.2.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. Kapasitansi dan Impedansi. 2.5.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi saluran udara tegangan menengah.4.1.1.2 Mengatasi gangguan pada cut-out SUTM. secara simulasi 3. 2. 1.1.1.1.3 Jaringan saluran udara tegangan menengah (SUTM): 1.1.3.2 Peralatan/Komponen Jaringan SUTM.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1.3.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II. 3.5.4. 1.1 Jenis dan penyebab gangguan cut-out SUTM. Induktasi.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1.1.5 Resistansi.1.3 Penggunaan alat ukur listrik.1.2 Teori Listrik Dasar II: 1.1. 1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.1.3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.2. 1.3 Gambar satu garis.1 Peraturan K3: 1. 2.1. 1.2.4 Instruction manual fuse link / cut out SUTM. 1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.2 Prosedur K3 untuk mengganti fuse cut-out SUT.1. 1.5 Prosedur Operasi Jaringan.3.2.2 Keterampilan : 1. 2.3.1. 1.1 Konstruksi jaringan SUTM.1.3.2. 1.2. 189 . 3.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1. 2. data teknis dan non teknis jaringan. 2.3. 3.1 Dasar operasi jaringan tegangan menengah. 2.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 190 .

Alat kerja. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01.4 1. peralatan hubung dan prinsip kerja jaringan udara tegangan menengah dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Mengoperasikan poletop switch dan poletop LBS 2.1 2. pisau kontak PTS dan LBS dilaksanakan sesuai instruction manual dan standar operasi. Pemeriksaan kerja mekanik. Mengidentifikasi kelainan operasi 3. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).DO23.3 03.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram.7 02.3 1. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.2 2. Pemberian tegangan jaringan SUTM PTS/LBS dilaksanakan sesuai SOP. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai standar operasi.2 1. Tegangan pada jaringan SUTM setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3.6 1.1 diidentifikasi alternatif 191 . sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL.222. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi. melalui 1.5 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Menerapkan prosedur pengoperasian 1.01 Mengoperasikan Poletop Switch (PTS) atau Poletop Load Break Switch (PT-LBS) Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan poletop switch (PTS) atau poletop load break switch (LBS) pada saluran udara tegangan menengah.

ELEMEN KOMPETENSI 3.2

KRITERIA UNJUK KERJA Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. Laporan pengoperasian perusahaan. dibuat dilaporkan/

04. Membuat laporan pengoperasian.

4.1

sesuai

standar

BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi SUTM yang berlaku diperusahaan; 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah; 3. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah; 4. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah; 5. Instruction Manual dari instalasi SUTM dan peralatan tegangan menengah lainnya; 6. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan; 7. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

PANDUAN PENILAIAN 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 Pengetahuan : 1.1.1 Bahan Listrik: 1.1.1.1 Bahan Konduktor; 1.1.1.2 Bahan Isolator. 1.1.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.1.2.1 Macam alat ukur listrik; 1.1.2.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik; 1.1.2.3 Penggunaan alat ukur listrik. 1.1.3 Teori Listrik Dasar II: 1.1.3.1 Arus bolak balik fase satu; 1.1.3.2 Arus bolak balik fase tiga; 1.1.3.3 Hukum Ohm; 1.1.3.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II; 1.1.3.5 Resistansi, Induktasi, Kapasitansi dan Impedansi. 1.1.4 Jaringan saluran udara tegangan menengah: 1.1.4.1 Konstruksi jaringan SUTM; 1.1.4.2 Peralatan/Komponen jaringan SUTM; 1.1.4.3 Gambar satu garis, data teknis dan non: 1.1.4.3.1 teknis jaringan; 1.1.4.3.2 Instruction manual peralatan hubung; 1.1.4.3.3 SUTM (PTS/LBS). 1.1.4.4 Prosedur Operasi Jaringan. 1.1.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1.5.1 Peraturan K3; 1.1.5.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan PTS/PT-LBS SUTM.

192

1.1.6 Gangguan pada PTS/PT-LBS SUTM. 1.1.6.1 Jenis dan penyebab gangguan pada PTS/PT-LBS; 1.1.6.2 Mengatasi gangguan pada PTS/PT-LBS. 1.2 Keterampilan : 1.2.1 Dasar operasi jaringan tegangan menengah; 1.2.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan udara tegangan menengah.

2.

Ruang Lingkup Pengujian : 2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 2.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2.2.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3; 2.2.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi; 2.2.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.

secara simulasi

3.

Aspek Penting: 3.1 Klasifikasi pendidikan formal: SLTA (SMK Listrik/SMU IPA); 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung; 3.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi; 3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan, teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja; 3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2

193

KODE UNIT JUDUL UNIT

: :

KTL.DO23.223.01 Mengoperasikan Penutup Balik Otomatis atau Saklar Semi Otomatis. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan pemutus balik otomatik (PBO) dan saklar semi otomatik (SSO) saluran udara tegangan menengah, sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).

DISKRIPSI UNIT

:

ELEMEN KOMPETENSI 01. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian PBO dan SSO 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram, peralatan hubung dan prinsip kerja sistem jaringan udara tegangan menengah dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi JTM. dapat

1.2

1.3

1.4

Alat kerja, alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Tegangan pada jaringan SUTM setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3. Pemeriksaan kerja motor mekanik, pisau kontak PBO dan SSO dilaksanakan sesuai instruction manual dan standar operasi. Pemeriksaan rangkaian elektronik catu daya arus searah PBO dan SSO dilaksanakan sesuai instruction manual. Pemberian tegangan pada jaringan SUTM melalui PBO/SSO dilaksanakan sesuai SOP.

1.5

1.6

1.7

02. Mengoperasikan PBO dan SSO

2.1

2.2

2.3

2.4

194

1. 7.2 dilaporkan/ 04.1. 1. data teknis dan non teknis jaringan. 1.1 Jenis dan penyebab gangguan.1.2 Arus bolak balik fase tiga.4 Jaringan saluran udara tegangan menengah: 1.1 Peraturan K3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi SUTM yang berlaku diperusahaan. 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. 195 . 4.3.1 penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi.2 Bahan Isolator.1. 5.1.5 Resistansi.3 Gambar satu garis.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.1.2.1. 1.3.4.1.1 Bahan Listrik: 1.4.1. Membuat laporan pengoperasian 4.1.6. 1. 6.4 Instruction manual peralatan hubung SUTM (PBO/SSO).1.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. 1.4. 3.3.1. 1. 1.1. Induktasi.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan PBO/SSO SUTM.1. 1.1. PANDUAN PENILAIAN 1.1.3.1 Konstruksi jaringan SUTM.3.1.1 sesuai standar BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1. 1. 1. 1.3 Penggunaan alat ukur listrik. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. 1.1.2.2 Mengatasi gangguan pada PBO/SSO.1 Macam alat ukur listrik. Laporan pengoperasian perusahaan.1.4.1. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan jaringan SUTM.3 Teori Listrik Dasar II: 1.5 Prosedur Operasi Jaringan.5. Mengidentifikasi kelainan operasi 3.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1.4.1 Arus bolak balik fase satu. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah. 1.6 Gangguan pada PBO/SSO: 1.1.1 Pengetahuan : 1.03.1.6.1.2 Peralatan/Komponen jaringan SUTM. 1. dibuat alternatif 3.3 Hukum Ohm. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. 1.5.1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Kapasitansi dan Impedansi.1.2. 2.1 Bahan Konduktor. 1.

2. Ruang Lingkup Pengujian: 2.1 Dasar operasi jaringan tegangan menengah. 3.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2. 2.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan udara tegangan menengah.1. 3.2 Keterampilan : 1. 2. 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.2.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. 1. 2.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. secara simulasi 3.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 196 .1 Klasifikasi pendidikan formal : SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). 2.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.2.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.2. 3.2. Aspek Penting: 3.

6 1.01 Mengoperasikan Automatic Voltage Regulator (AVR) atau Capasitor Voltage Regulator (CVR) Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan automatic voltage regulator (AVR) atau capasitor voltage regulator (CVR) pada saluran udara tegangan menengah. Alat kerja. Mengoperasikan AVR dan CVR 2.3 1.2 1.224.4 Berita Acara hasil pengujian pemasangan dan kerja AVR/CVR diperiksa.2 2. Tegangan pada jaringan SUTM setiap fase diperiksa dengan tester tegangan sesuai prosedur K3.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Pemeriksaan kerja motor mekanik pengatur otomatik tegangan AVR dan CVR dilaksanakan sesuai instruction manual dan standar operasi. sesuai standar konstruksi dan manufaktur.DO23.8 02. dapat 1. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 2. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi.3 197 .5 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian AVR dan CVR 1. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.7 1. Pemeriksaan rangkaian elektronik catu daya arus searah AVR dan CVR dilaksanakan sesuai instruction manual. 1. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). peralatan hubung dan prinsip kerja sistem jaringan udara tegangan menengah dipelajari sesuai Standing Operation Procedure (SOP). DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01.

1. 198 . Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah.1. 1. Induktasi. 3.3 Penggunaan alat ukur listrik.1 Arus bolak balik fase satu.5 Resistansi. 2. 1. Instruction Manual dari instalasi dan peralatan jaringan SUTM.1.2 dilaporkan/ 04.1.1 Macam alat ukur listrik.1. 7.1. 1.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.1 Pengetahuan : 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung dan proteksi instalasi SUTM yang berlaku diperusahaan.1.1 Bahan Konduktor.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait.1.1. 1. 1.2.3.1.3. dibuat diidentifikasi alternatif 2.3.3.3 Hukum Ohm.2. PANDUAN PENILAIAN 1. 4. Membuat laporan pengoperasian.1.1 sesuai standar BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.4 KRITERIA UNJUK KERJA Pemeriksaan urutan fase pada terminal (bushing) AVR/CVR dilaksanakan sesuai dengan standar operasi.2. 1. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi. 6.1 Bahan Listrik: 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 3. Mengidentifikasi kelainan operasi 3.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. Kapasitansi dan Impedansi.ELEMEN KOMPETENSI 2.2 Arus bolak balik fase tiga. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.3. 5.1. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.2 Bahan Isolator. 4.1.1. 1.5 03. 1. 1.3 Teori Listrik Dasar II: 1.1. Pemberian tegangan pada jaringan SUTM melalui AVR/CVR dilaksanakan sesuai SOP. Laporan pengoperasian pengoperasian.

1.5.4. secara simulasi 3. 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 199 .1.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2. 2.1.1 Jenis dan penyebab gangguan.6.1.3 Gambar satu garis.1. 1. 2. 3.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan AVR/CVR SUTM.1 Konstruksi jaringan SUTM.5 Prosedur Operasi Jaringan.2 Peralatan/Komponen jaringan SUTM.1.1.1.2. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1.1.4 Instruction manual peralatan AVR/CVR. 1. 1.4 Jaringan saluran udara tegangan menengah: 1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.1 Peraturan K3. 1. 3.2. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.2.5.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2. 1.1.1 Klasifikasi pendidikan formal : SLTA (SMK Listri /SMU IPA).2.4.2 Keterampilan : 1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan udara tegangan menengah. Aspek Penting: 3. 2.6 Gangguan pada AVR/CVR: 1.1.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.6.4. 1.1. 1.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah.4.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1.4.2 Mengatasi gangguan pada AVR/CVR. 3. data teknis dan non teknis jaringan. 3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 2. Ruang Lingkup Pengujian : 2.

peralatan hubung dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan menengah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).6 1.5 1.1 2. Pengoperasian instalasi kubikel dilaksanakan sesuai instruction manual. Mengoperasikan kubikel 2.225. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi JTM. Berita Acara hasil pengujian relai dan instalasi diperiksa hasilnya. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. ELEMEN KOMPETENSI 01.3 1.4 Alat kerja. Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruction manual.2 200 . sesuai standar operasi. Dalam rangkaian kubikel kemungkinan terdapat kubikel pembatas daya konsumen dengan pemutus tenaga (circuit breaker) dan kubikel trafo tegangan. 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi kubikel 1.2 1.DO23. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP.01 Mengoperasikan Instalasi Kubikel Tegangan Menengah Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi kubikel tegangan menengah dari berbagai type dan merek baik pada pengoperasian gardu baru maupun pemeliharaan sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.8 02.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram. dapat 1.7 1.

1. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.1.5 03.1. Instruction Manual dari instalasi kubikel tegangan menengah dan masing-masing peralatan. Bahan Listrik: 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.ELEMEN KOMPETENSI 2. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah. Mengidentifikasi kelainan operasi 3.1.1.3 KRITERIA UNJUK KERJA Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 5. 201 . 6. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. diidentifikasi alternatif 2. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi. 1. 3.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel yang berlaku diperusahaan. Laporan Pengoperasian perusahaan. Membuat laporan pengoperasian 4. 7. 4. Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. PANDUAN PENILAIAN 1.2 Bahan Isolator.1 Pengetahuan : 1. 2. dibuat sesuai standar 4. maka kWh meter/APP diperiksa arah putarannya sesuai standar pemasangan APP. Putaran fase R.1 3. Bila dalam pengoperasian kubikel bertujuan untuk memberikan daya listrik kepelanggan. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1. S dan T tegangan menengah diperiksa dengan alat pemeriksa putaran yang dipasangkan pada pin lampu indicator fase kubikel.1.4 2.1 Bahan Konduktor.2 dilaporkan/ 04. sesuai standar operasi.1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan.

1. 1.1.6.1.1.1 Peraturan K3. 1.5. 1. 1. 1. 2. 202 . Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.7.1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 1.4. Teori Listrik Dasar II: 1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.2 Keterampilan : 1.5 Prosedur Operasi instalasi kubikel dan jaringan (SOP).1 Macam alat ukur listrik.1.1. 1.5.1. 1. 1.1.5.5.1 Arus bolak balik fase satu.1.2 Mengatasi gangguan pada kubikel.6. 1.2.1 Konstruksi dan jenis/type kubikel TM.3 Penggunaan alat ukur listrik.1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah.2.2.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 3. 3.4.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.5.1. 2.1. 3.2.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2.2.2. 3. Aspek Penting: 3.2 Prosedur K3 pada pengoperasian instalasi kubikel TM.1 Jenis dan penyebab gangguan pada kubikel.1. 1. 3.1. Instalasi kubikel tegangan menengah (kubikel TM): 1.2 Peralatan / Komponen kubikel TM.1.4. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1. 1.6. Ruang Lingkup Pengujian: 2. 1. Gangguan pada kubikel TM: 1.3.1.4 Data spesifikasi kubikel TM.1.3 Instruction manual kubikel TM.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.2.1. 1.7.4. 1.1.5.2 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II. 2. 1.2.3 Resistansi.1.3.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Induktasi.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). Arus bolak balik fase tiga: 1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. Kapasitansi dan Impedansi. 2.7. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1.2.1.1.1 Hukum Ohm.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan tegangan menengah.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 203 .

Alat kerja. Mengoperasikan kubikel dan trafo 2. 1.DO23.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram. Berita Acara hasil pengujian instalasi dianalisa hasilnya sesuai standar perusahaan. karakteristik hasil uji manufaktur dari transformator dipelajari sesuai instruction manual dan standar operasi.2 1. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi.9 02. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi kubikel dan trafo 1. dapat 1.01 Mengoperasikan Instalasi Kubikel Tegangan Menengah Dengan Trafo Distribusi Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi kubikel tegangan menengah dengan transformator distribusi dari berbagai type dan merek.5 1.2 204 .3 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).226.6 1. Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruction manual. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).7 1.1 2.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01. peralatan hubung dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan menengah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 Data. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Pengoperasian kubikel dan pengaman transformator dilaksanakan sesuai instruction manual. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi JTM.8 1.

PANDUAN PENILAIAN 205 .1 Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung kubikel dan trafo distribusi yang berlaku diperusahaan. trafo distribusi dan masing-masing peralatan. Mengidentifikasi kelainan operasi 3. Pengoperasian transformator distribusi dilaksanakan sesuai dengan standar operasi.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian JTM. 5. dibuat sesuai standar 4. Standar perusahaan untuk pemasangan APP.1 3.3 KRITERIA UNJUK KERJA Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 2. 2.ELEMEN KOMPETENSI 2. 7.2 dilaporkan/ 04. Alternatif penanggulangan masalah dikonsultasikan kepada pihak terkait. 6. Bila dalam pengoperasian trafo bertujuan untuk memberikan daya listrik kepelanggan. 3. Putaran fase R.7 03. Membuat laporan pengoperasian 4.6 2. Fuse pada pengaman trafo diperiksa kelayakan fisiknya dan rating arus sesuai dengan standar operasi. Instruction Manual dari instalasi kubikel TM. maka kWh meter atau APP diperiksa arah putarannya sesuai standar pemasangan APP. 4. sesuai standar operasi. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah. S dan T diperiksa dengan menggunakan alat pemeriksa putaran.5 2. Laporan Pengoperasian perusahaan. diidentifikasi alternatif 2. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. 8. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi.

4 Teknik Tenaga Listrik: Transformator: percobaan beban nol.5 Menginterprestasikan gambar teknik dan instalasi.2.2. var.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA). 1. segitiga daya dan faktor daya.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. daya (watt.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.1 Dasar pengoperasian dan pemeliharaan JTM. pengaman trafo. terminasi. kubikel pengukuran.1. autotransformator. 206 .4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan. isolasi mineral. perlengkapan JTR dan JTM. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R. pembacaan skala dan pembacaan angka.2.2 Keterampilan : 1.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. 3. hubungan segitiga dan hubungan bintang. 1. kaca dan porselen.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi JTM. 1. C. harga rata dan harga efektif. Penggunaan alat ukur: pemilihan alat ukur.3 Teori listrik dasar: Arus bolak balik: membangkitkan arus bolak balik fase satu. tegangan. sistem fase tiga.1 Bahan . 1. trafo arus. Aspek Penting: 3. secara simulasi 3. 3. Ruang Lingkup Pengujian: 2.bahan listrik: Karakteristik dari bahan: konduktor. 1. kerja paralel transformator.6 Pengetahuan instruction manual: Prinsip kerja : kubikel LBS.2. isolator. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.2. CB.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 3. trafo tegangan.5 Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi : Trafo. isolator dan semikonduktor. kvarh Meter .1. transformator berbeban. mengukur arus. 1.1. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. 3. 1.1. L.1. 1. penyambungan dalam sirkuit. alat hubung manual dan otomatis.2. 1. percobaan hubung singkat.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. daya sistem fase tiga. Bahan isolasi : isolasi berserat. 1. kubikel. besaran sinusoida. VA) faktor kerja dan frekuensi.1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. 2.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Alat hitung kWh Meter. 1.1.1 Pengetahuan : 1.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 1 2 2 1 1 1 207 .KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.

Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Alat kerja.DO22. Tegangan masuk pada transformator diperiksa dengan tester tegangan menengah sesuai standar operasi dan K3. karakteristik hasil uji manufaktur dari transformator. Berita Acara hasil pengujian instalasi diperik-sa hasilnya sesuai standar perusahaan.5 1.3 1.7 1. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi trafo gardu tiang dan PHB-TR 1. 1. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.4 Data.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram. fuse link dan fuse TR sesuai type dan merek trafo dipelajari.6 1.01 Mengoperasikan Instalasi Trafo Distribusi dan Peralatan Hubung Bagi (PHB) Tegangan Rendah (TR) Pada Gardu Tiang Kedalam Sistem Distribusi. Mengoperasikan instalasi trafo gardu tiang dan PHB-TR 2. peralatan hubung dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan menengah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).9 02.8 1. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01.2 1.227.1 208 . Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi. sesuai instruction manual dan standar operasi. dapat 1.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi transformator distribusi dan papan hubung bagi (PHB) tegangan rendah pada gardu tiang. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.

Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.ELEMEN KOMPETENSI 2. Pengoperasian peralatan hubung SUTM. Mengidentifikasi kelainan operasi 4. 7. 209 . Putaran fase R. 6. Bila dalam pengoperasian trafo bertujuan untuk memberikan daya listrik kepelanggan. Instruction Manual dari instalasi gardu tiang. Fuse pada PHB-TR diperiksa kelayakannya (A).3 2. sesuai standar operasi. dibuat sesuai standar 05. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah.1 3. Laporan Pengoperasian perusahaan.2 KRITERIA UNJUK KERJA Fuse link cut-out pada trafo diperiksa kelayakannya (A). 4. diidentifikasi alternatif 2.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Membuat laporan 5.1 4. Memeriksa instalasi trafo gardu tiang dan PHB-TR 3. S dan T diperiksa sesuai standar operasi. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi.5 03. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung SUTM dan trafo distribusi yang berlaku diperusahaan. Pembebanan trafo dilaksanakan berdasarkan analisa. maka putaran kWh meter/APP diperiksa arahnya sesuai standar pemasangan APP.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/dikonsultasikan kepada pihak terkait. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. trafo distribusi dan masing-masing peralatan. 3. instalasi trafo distribusi dan PHB-TR dilaksanakan sesuai dengan instruction manual dan SOP.2 04. sesuai standar operasi. sesuai standar operasi.1 5. 2.4 2. 5.

2. penyambungan dalam sirkuit. KUTM. isolator dan semikonduktor. 1.1. C. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. 1. Transformator dan peralatan instalasi gardu tiang.4 Teknik Tenaga Listrik: Transformator : percobaan beban nol. 1. 1. 210 .PANDUAN PENILAIAN 1. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. tegangan. terminasi. 3.2. kaca dan porselen.2. autotransformator.1 Dasar pengoperasian instalasi gardu distribusi.1 Pengetahuan : 1. VA) faktor kerja dan frekuensi. sistem fase tiga.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. kerja paralel transformator.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. var.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.1. L.1.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.2 Keterampilan : 1. Bahan isolasi : isolasi berserat.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. trafo arus. 1.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya ditempat kerja sesuai standar lingkungan. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur. 3. harga rata dan harga efektif.2. daya sistem fase tiga. mengukur arus. hubungan segitiga dan hubungan bintang.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.bahan listrik: Karakteristik dari bahan: konduktor.2. pembacaan skala dan pembacaan angka. Ruang Lingkup Pengujian: 2. Aspek Penting: 3. 1. alat hubung manual dan otomatis. perlengkapan JTM.3 Teori listrik dasar: Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik fase satu. 1. trafo tegangan. percobaan hubung singkat. 2. 3.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.5 Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi : Trafo.1. 1.2. besaran sinusoida. isolator.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA).1 Bahan .2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi JTM. segitiga daya dan faktor daya. transformator berbeban. secara simulasi 3.1.1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. daya (watt.6 Pengetahuan instruction manual. 1. 1. 1. isolasi mineral. 3.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 1 2 2 1 1 1 211 .

Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasi-kan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).3 212 .8 02. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi kubikel pada gardu hubung (GH) 1.2 2. Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.3 1.DO23.6 1. sesuai standar perusahaan.7 1. Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruction manual. dapat 1. Berita Acara hasil pengujian instalasi diperiksa hasilnya. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi kubikel tegangan menengah dari berbagai tipe dan merek yang merupakan Ring Main Unit pada gardu hubung baru kedalam sistem spindel. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01. Mengoperasikan instalasi kubikel 2.2 1.1 2. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi.5 Alat kerja. Pengoperasian instalasi kubikel dilaksanakan sesuai instruction manual. peralatan hubung dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan menengah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 1.01 Mengoperasikan Instalasi Kubikel Pada Gardu Hubung (GH) Kedalam Sistem Distribusi.228. 1.

bahan listrik: Karakteristik dari bahan: konduktor. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi. isolasi mineral. var.1 Bahan .1 KRITERIA UNJUK KERJA Kubikel dibebani sesuai standar operasi. dibuat sesuai standar 05. 6.1 5. PANDUAN PENILAIAN 1. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. 1. 1. kaca dan porselen. 2. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Membuat laporan 5. daya (watt. penyambungan dalam sirkuit.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. Putaran fase R. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. 4.1 Pengetahuan : 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Memeriksa operasi kubikel 3. 213 . Instruction Manual dari instalasi kubikel tegangan menengah dan masing-masing peralatan. S dan T tegangan menengah diperiksa dengan alat pemeriksa putaran yang dipasangkan pada pin lampu indikator fase kubikel. VA) faktor kerja dan frekuensi. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian Jaringan tegangan menengah.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel yang berlaku diperusahaan.ELEMEN KOMPETENSI 2. Bahan isolasi: isolasi berserat. sesuai standar operasi. 3.1 4.1. diidentifikasi alternatif 04. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur. 7. mengukur arus. tegangan.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan / dikonsultasikan kepada pihak terkait. isolator dan semikonduktor. Laporan Pengoperasian perusahaan.1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Mengidentifikasi kelainan operasi 4.4 03. 5. pembacaan skala dan pembacaan angka.

1.1.3

1.1.4

1.1.5 1.2

Teori listrik dasar: Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik fase satu, besaran sinusoida, harga rata dan harga efektif, segitiga tegangan dan segitiga impedansi, diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R, L, C, segitiga daya dan faktor daya, sistem fase tiga, hubungan segitiga dan hubungan bintang, daya sistem fase tiga. Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi : Trafo, kubikel, alat hubung manual dan otomatis, KUTM dan SKTM, isolator, terminasi, perlengkapan JTM. Pengetahuan instruction manual. Prinsip kerja : kubikel LBS, CB, kubikel pengukuran, pengaman trafo.

Keterampilan : 1.2.1 Dasar pengoperasian dan pemeliharaan JTM; 1.2.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi JTM; 1.2.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3; 1.2.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan; 1.2.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi; 1.2.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.

2.

Ruang Lingkup Pengujian : 2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

secara simulasi

3.

Aspek Penting: 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA); 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung; 3.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi; 3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan, teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja; 3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.

KOMPETENSI KUNCI

NO 1 2 3 4 5 6 7

KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi

TINGKATAN 1 1 2 2 1 1 1

214

KODE UNIT JUDUL UNIT

: :

KTL.DO23.229.01 Mengoperasikan Paralel Instalasi Sistem Kubikel Pada Gardu Hubung (GH) Dalam Rangka Manuver Beban Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian paralel instalasi sistem kubikel tegangan menengah yang merupakan Ring Main Unit pada gardu hubung dalam rangka pengalihan beban, sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.

DISKRIPSI UNIT

:

ELEMEN KOMPETENSI 01. Merencanakan dan 1.1 menyiapkan pengoperasian paralel instalasi sistem kubikel pada gardu hubung (GH) 1.2

KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram, peralatan hubung dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan menengah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi. dapat

1.3

Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Pengalihan besarnya beban atau lokalisir daerah terganggu dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Alat kerja, alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai SOP. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruction manual. Pengoperasian instalasi kubikel dilaksanakan sesuai instruction manual. Pengoperasian peralatan hubung dan kubikel yang diparalel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

1.4

1.5

1.6

1.7

1.8

02. Mengoperasikan instalasi kubikel

2.1

2.2

2.3

215

ELEMEN KOMPETENSI 2.4 03. Mengidentifikasi kelainan operasi 3.1

KRITERIA UNJUK KERJA Kubikel dibebani sesuai analisa dan standar operasi. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi. diidentifikasi alternative

3.2

Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/dikonsultasikan kepada pihak terkait. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat sesuai prosedur perusahaan. Laporan Pengoperasian perusahaan. dibuat sesuai standar

04. Membuat laporan

4.1

4.2

BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel yang berlaku diperusahaan; 2. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah; 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah; 4. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah; 5. Instruction Manual dari instalasi kubikel tegangan menengah dan masing-masing peralatan; 6. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan; 7. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

PANDUAN PENILAIAN 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 Pengetahuan : 1.1.1 Bahan - bahan listrik: Karakteristik dari bahan: konduktor, isolator dan semikonduktor. Bahan isolasi : isolasi berserat, isolasi mineral, kaca dan porselen. 1.1.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur, mengukur arus, tegangan, daya (watt, var, VA) faktor kerja dan frekuensi. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur, penyambungan dalam sirkuit, pembacaan skala dan pembacaan angka. 1.1.3 Teori listrik dasar: Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik fase satu, besaran sinusoida, harga rata dan harga efektif, segitiga tegangan dan segitiga impedansi, diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R, L, C, segitiga daya dan faktor daya, sistem fase tiga, hubungan segitiga dan hubungan bintang, daya sistem fase tiga. 1.1.4 Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi : Trafo, kubikel, alat hubung manual dan otomatis.

216

2 Pengetahuan instruction manual. 3.2.2. 3. Keterampilan : 1. Aspek Penting: 3. 3. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. kubikel pengukuran.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi jaringan SUTM. secara simulasi 3.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 217 .1 Dasar pengoperasian dan pemeliharaan JTM. 1.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. 1.2.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. pengaman trafo. 1.5 1. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1. 2.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya ditempat kerja sesuai standar lingkungan.2.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.2. 3.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1. CB.1.2.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Prinsip kerja : kubikel LBS.

Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi kubikel SACO dan ACO 1. 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi.4 1. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. pada gardu distribusi dengan dua penyulang dari dua sumber yang berbeda (multi pasok). Mengoperasikan kubikel SACO dan ACO 2.6 1. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Gambar single line diagram.DO.7 1.23.230.5 Alat kerja.1 KRITERIA UNJUK KERJA Prinsip kerja sistem peralatan hubung kubikel SACO/ACO dipelajari sesuai instruction manual. DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01. sesuai standar perusahaan.1 218 . dapat 1. Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruction manual.8 02.2 1.01 Mengoperasikan Instalasi Kubikel Semi Automatic Change Over (SACO) Atau Automatic Change Over (ACO) Tegangan Menengah Pada Gardu Distribusi Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi kubikel Semi Automatic Change Over (SACO) atau Automatic Change Over (ACO) tegangan menengah dari berbagai merek yang merupakan Ring Main Unit. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Berita Acara hasil pengujian instalasi dianalisa hasilnya. peralatan hubung dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan menengah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.3 1.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL.

219 . S dan T tegangan menengah diperiksa dengan alat pemeriksa putaran yang dipasangkan pada pin lampu indikator fasa kubikel. Mengoperasikan kubikel SACO dan ACO 2. Laporan Pengoperasian perusahaan.1 3.3 04.5 Pengoperasian peralatan hubung kubikel yang berkaitan dengan operasi jaringan tegangan menengah dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 3. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Membuat laporan 5. dibuat sesuai standar 05. Bila dalam pengoperasian kubikel SACO/ACO bertujuan untuk memberikan daya listrik kepelanggan.4 2. Pengetesan beroperasinya SACO/ACO dilaksanakan sesuai standar uji coba yang ditetapkan perusahaan. 2. Rangkaian motor dan mekanik isian pegas LBS diperiksa sesuai instruction manual. Memeriksa operasi Kubikel SACO/ACO 3.2 2.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/dikonsultasikan kepada pihak terkait. Mengidentifikasi kelainan operasi 4. Putaran fasa R. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi. SACO/ACO 2. Rangkaian catu daya arus searah untuk motor diperiksa tegangannya sesuai instruction manual dan standar operasi.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Pengoperasian instalasi kubikel dilaksanakan sesuai instruction manual.1 KRITERIA UNJUK KERJA Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruction manual.ELEMEN KOMPETENSI 02. sesuai standar operasi. maka kWh meter/APP diperiksa arah putarannya sesuai standar pemasangan APP. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi kubikel SACO/ACO yang berlaku di perusahaan.1 4.1 5. diidentifikasi alternative 03. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan.3 2.

1.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan. kubikel pengukuran.2 Keterampilan : 1.1. 1. CB. secara simulasi 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. C. Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA).1 Dasar pengoperasian dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah.2. 1. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah dan Standar Perusahaan untuk pemasangan APP. 2.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. var. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 1. 3.3 Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi : Trafo. 3. 3. kubikel.1. segitiga tegangan dan segitiga impedansi.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2. 1.1 Pengetahuan : 1. Ruang Lingkup Pengujian: 2.2 Teori listrik dasar: Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik fase satu. penyambungan dalam sirkuit. besaran sinusoida. dan pengaman trafo.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. PANDUAN PENILAIAN 1. alat hubung manual dan otomatis. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 1.3.2. Instruction Manual dari instalasi kubikel SACO/ACO tegangan menengah dan peralatannya.2.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. VA) faktor kerja dan frekuensi. daya sistem fase tiga. isolator.4 Pengetahuan instruction manual: Prinsip kerja : kubikel LBS. Aspek Penting: 3. segitiga daya dan faktor daya. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. terminasi. 220 . hubungan segitiga dan hubungan bintang.2. 1. daya (watt.1.2. 5. pembacaan skala dan pembacaan angka. 6.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. mengukur arus. perlengkapan JTM. 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. tegangan.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 1.1. 7. SKTM.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi jaringan tegangan menengah.1. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur. harga rata dan harga efektif. L. 3. 4. sistem fase tiga. SACO/ACO. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3. 4. 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKAT 1 2 1 2 1 1 1 221 .

5 1. Pengoperasian kubikel pengaman trafo dilaksanakan sesuai instruction manual.231. sesuai karakteristik dan standar operasi. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.6 Alat kerja.7 1. Mengganti fuseTM 2.01 Mengganti Fuse TM Pada Panel Kubikel Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian instalasi gardu distribusi yang diperlukan untuk mengganti fuse TM pada panel kubikel pengaman trafo dalam keadaan busbar bertegangan. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).DO23. jaringan tegangan menengah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 2.8 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 1. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL.9 02. Data dan karakteristik fuse pengaman trafo diperiksa sesuai standar operasi.3 222 .4 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi.2 2. Pengoperasian peralatan hubung dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP). sesuai instruction manual ELEMEN KOMPETENSI 01. Fuse pengaman trafo diperiksa kelayakannya (KA). Gambar single line diagram. Merencanakan dan menyiapkan pengggantian fuse TM pada panel kubikel 1.3 1. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi. dapat 1.1 KRITERIA UNJUK KERJA Prinsip kerja sistem peralatan hubung kubikel dan kubikel pengaman trafo tegangan dipelajari sesuai instruction manual.

Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R. C. L. hubungan segitiga dan hubungan bintang. 1.1. trafo tegangan. var. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian jaringan tegangan menengah. sistem fase tiga. autotransformator. 3. segitiga daya dan faktor daya. Transformator berbeban.5 Pengetahuan instruction manual: Prinsip kerja : kubikel pengukuran. pembacaan skala dan pembacaan angka. daya (watt. harga rata dan harga efektif. 223 . Peralatan hubung pengaman trafo dan fuse jurusan tegangan rendah dioperasikan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). kubikel. 7.1.4 KRITERIA UNJUK KERJA Fuse pada papan hubung bagi tegangan rendah (PHB-TR) dikeluarkan dengan alat kerja standar dan diperiksa sesuai standar operasi. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung kubikel pengaman trafo. 4. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. alat hubung manual dan otomatis. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. besaran sinusoida. Instruction Manual dari instalasi kubikel tegangan menengah. 2. tegangan. Membuat laporan pengoperasian 3. Standar Perusahaan untuk operasi jaringan tegangan menengah. daya sistem fase tiga. 1.1 Pengetahuan : 1.ELEMEN KOMPETENSI 2. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.5 03. perlengkapan JTR dan JTM. 6.1. pengaman trafo.3 Teknik Tenaga Listrik: Transformator : percobaan beban nol. 8.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. percobaan hubung singkat. karakteristik fuse dan transformator. PANDUAN PENILAIAN 1. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.1. 1. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. mengukur arus.2 Teori listrik dasar: Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik fase satu.4 Peralatan jaringan distribusi: Material distribusi : Trafo. trafo arus. Data dan karakteristik fuse tegangan menengah dan tegangan rendah. VA) faktor kerja dan frekuensi. 1. kerja paralel transformator. 2. 5. penyambungan dalam sirkuit.1.

3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. 1.1. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. 1. 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA). 1.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi gardu distribusi.2 Keterampilan : 1. 3.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.2. 1.2.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya ditempat kerja sesuai standar lingkungan. Ruang Lingkup Pengujian : 2. 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 3. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 1 1 1 1 224 .2. 1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. secara simulasi 3. Aspek Penting: 3.2.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.2.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.1 Dasar pengoperasian dan pemeliharaan instalasi gardu distribusi.2.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 2.

10 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi.1 KRITERIA UNJUK KERJA Pembacaan alat ukur (Amper. 225 . DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01.DO23.2 1.4 1.7 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1.8 Alat kerja. Kebijakan dan prosedur K3 dimengerti persyaratan yang ditetapkan perusahaan.01 Mengoperasikan Instalasi Penyulang (Feeder) Tegangan Menengah Gardu Induk Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi penyulang (Fedeer) tegangan menengah pada gardu induk. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi penyulang TM pada gardu induk 1. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).3 1. Gambar satu garis yang berkaitan dengan pengoperasian dan proteksi dipahami sesuai standar operasi. baik pada jenis busbar terbuka (open type) maupun pada jenis busbar tertutup (kubikel). dapat 1. volt. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar operasi.9 1. kWh meter) dilaksanakan secara periodik dan dilaporkan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).232. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. sesuai 1.6 Pengoperasian peralatan hubung pada instalasi penyulang (Fedeer) dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Pemeriksaan indikasi rerai proteksi yang bekerja pada saat terjadi gangguan penyulang dilaksanakan dan dilaporkan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).5 1.

Instruction Manual dari instalasi penyulang tegangan menengah gardu induk. 5.2 04. 2.5 03. Laporan dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi penyulang tegangan menengah. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian dan pengendalian jaringan tegangan menengah. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan: Gambar satu garis instalasi penyulang gardu induk dan jaringan tegangan menengah.1 Pengetahuan : 226 . Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.3 Pengoperasian peralatan hubung dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 02. Pengoperasian instalasi penyulang dilaporkan dengan sarana komunikasi sesuai Standing Operation Procedure (SOP).11 Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.1 Terminal kabel diperiksa terhadap tegangan balik sesuai prosedur K3 dan SOP.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. 6. Pengoperasian instalasi penyulang sesuai instruction manual. 4. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan kepada personil yang berwenang untuk dianalisa dan dilaksanakan. PANDUAN PENILAIAN 1.2 2. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan penanggulangannya sesuai instruction manual. Mengidentifikasi kelainan operasi 3.4 2.ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 3. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Mengoperasikan instalasi penyulang 2. 3. Membuat laporan pengoperasian 4. 2. dilaksanakan 2. Pengoperasian jaringan tegangan menengah dilaksanakan dan dilaporkan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

1.2.2. 1. tegangan. secara simulasi 3.1. 227 . trafo tegangan.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. segitiga daya dan faktor daya.2. isolator.2.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. sistem fase tiga. 1.1. 1. terminasi.1 Bahan .1 Dasar pengoperasian dan pemeliharaan instalasi gardu induk. Aspek Penting: 3.bahan listrik: Karakteristik dari bahan: konduktor. trafo arus. Bahan isolasi : gas. kubikel pengukuran.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1. 1. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R.1. 1.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. 1.3 Teori listrik dasar: Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik. 3.6 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. hubungan segitiga dan hubungan bintang. perlengkapan JTM. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1.2. kerja paralel transformator. var. autotransformator. daya (watt.2. VA) faktor kerja dan frekuensi. Alat hitung kWh Meter.6 Pengetahuan instruction manual: Prinsip kerja : instalasi kubikel penyulang. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi gardu induk. 1. pembacaan skala dan pembacaan angka. 1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA). 1. L. 3.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya ditempat kerja sesuai standar lingkungan.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur.7 Melaksanakan pembacaan alat ukur besaran listrik alat proteksi. cair. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. mengukur arus. 3. 2.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. isolator dan semikonduktor. kvarh Meter. transformator berbeban. harga rata dan harga efektif. 1. pengaman trafo. besaran sinusoida. 3. 1. isolasi berserat. daya sistem fase tiga. percobaan hubung singkat.4 Teknik Tenaga Listrik: Transformator : percobaan beban nol. CB. kaca dan porselen.1.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. penyambungan dalam sirkuit. isolasi mineral. C.5 Peralatan jaringan distribusi: Material distribus: Trafo. kubikel. alat hubung manual dan otomatis.1.2 Keterampilan : 1.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 1 2 1 1 1 228 .

3 1.01 Mengoperasikan Instalasi Trafo Pemakaian Sendiri Pada Gardu Induk Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian instalasi trafo pemakaian sendiri gardu induk.233. Mengoperasikan instalasi trafo pemakaian sendiri gardu induk 2. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Pengoperasian instalasi trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai instruksi manual.4 1. Mengidentifikasi kelainan operasi 3. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). 1.1 229 .6 02.4 03. Pengoperasian instalasi trafo pemakaian sendiri dilaporkan kepada personil yang berwenang sesuai Standing Operation Procedure (SOP).KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.2 1.2 2. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. Pengoperasian peralatan hubung dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan penanggulangannya sesuai SOP. Alat kerja. baik pada jenis busbar terbuka (open type) maupun pada jenis busbar tertutup (kubikel). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian instalasi trafo pemakaian sendiri gardu induk 1.1 2. Pengoperasian peralatan hubung pada instalasi trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar satu garis sistem instalasi trafo pemakaian sendiri dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Spesifikasi teknik trafo pemakaian sendiri dipahami sesuai instruksi manual.DO25.5 1. Pembebanan trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai langkah/tahapan yang ditentukan dalam Standing Operation Procedure (SOP).3 2.

1. 1. 1.2.1.2 Teori Listrik Dasar: 1.3 Transformator tenaga: 1.2 Pembebanan trafo fase tiga. 1. 230 .1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi trafo pemakaian sendiri.1.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.2.3 Instruksi manual instalasi pemakaian sendiri.4.1.1.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Induktasi. 1.4.3 Hukum Ohm.3 Penggunaan alat ukur listrik.1. 1.2 Keterampilan : 1.1. 1.4 Hukum Kirchhoff I. Kapasitansi dan Impedansi.1.2. 1. Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. 1.5 Rangkaian Resistansi.4 Data spesifikasi kubikel instalasi pemakaian sendiri. 1. 1.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara.4.2 Dasar operasi dan pemeliharaan instalasi gardu induk. 1.ELEMEN KOMPETENSI 3.1.1 Pengetahuan : 1. 1. 1.2 Peralatan / Komponen instalasi pemakaian sendiri. 1.2 KRITERIA UNJUK KERJA Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan kepada personil yang berwenang sesuai SOP.4. 1.3.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.1 Arus bolak balik fase satu. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.1. 04.2.1.5 SOP mengoperasikan instalasi pemakaian sendiri gardu induk sisi tegangan menengah. 2.1.1 Trafo fase tiga.2. 5. PANDUAN PENILAIAN 1.2.1.1.1.1.1.1. 4.1.4 Instalasi pemakaian sendiri gardu induk: 1. 1.1.1.5.3. Instruksi Manual dari instalasi trafo pemakaian sendiri gardu induk.1 Peraturan K3.1 Macam alat ukur listrik.1.1. 1.1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.2. 3. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.2.1 Konstruksi dan type instalasi pemakaian sendiri.1.4. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.5. Membuat laporan pengoperasian 4.2 Arus bolak balik fase tiga. 1.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan instalasi pemakaian sendiri gardu induk sisi tegangan menengah. 1.

3. 3.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Orientasi lapangan pada operasi instalasi gardu induk sisi tegangan menengah.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2. Ruang Lingkup Pengujian: 2.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA).2.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 231 . 3.4 1. 3. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. 2.1. secara simulasi 3. Aspek Penting: 3.

9 232 . Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai standar operasi.3 1. volt.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. Pengoperasian peralatan hubung pada instalasi penyulang (Fedeer) dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).01 Mendeteksi Gangguan Instalasi Penyulang (Feeder) Tegangan Menengah dan Trafo Pemakaian Sendiri Pada Gardu Induk Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur pengoperasian dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mendeteksi gangguan instalasi penyulang (Fedeer) tegangan menengah dan trafo pemakaian sendiri gardu induk. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1. Pemeriksaan indikasi relai proteksi yang bekerja pada saat terjadi gangguan penyulang dilaksanakan dan dilaporkan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). DISKRIPSI UNIT : ELEMEN KOMPETENSI 01. Gambar satu garis yang berkaitan dengan pengoperasian dan proteksi dipahami sesuai standar operasi. baik pada jenis busbar terbuka (open type) maupun pada jenis busbar tertutup (kubikel). Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.7 1.5 1. Alat kerja.234.1 KRITERIA UNJUK KERJA Pembacaan alat ukur ( Amper. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku.4 1.DO25. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 1.6 1.8 1. kWh meter) dan indikasi alat proteksi dilaksanakan sesuai standar operasi. Merencanakan dan menyiapkan deteksi gangguan instalasi penyulang dan trafo pemakaian sendiri 1.

5 2.2 2. 2.10 KRITERIA UNJUK KERJA Perintah yang diterima diperiksa untuk Memastik dan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar operasi. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan.2 04.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Mengidentifikasi kelainan operasi 3. 2. Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format dan prosedur yang ditetapkan oleh perusahaan. 5.3 Pengoperasian peralatan hubung dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Instruction Manual dari instalasi penyulang tegangan menengah gardu induk.7 03. Terminal kabel diperiksa terhadap tegangan balik sesuai prosedur K3 dan SOP. Indikasi gangguan dilaporkan sesuai SOP. Melaksanakan deteksi gangguan instalasi penyulang dan trafo pemakaian sendiri instalasi trafo 2. Pemeriksaan bekerjanya instalasi dilaksanakan sesuai instruction manual. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi penyulang tegangan menengah. Membuat laporan pengoperasian 4. Pemeriksaan trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai standar uji yang ditetapkan perusahaan dan instruction manual. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan kepada personil yang berwenang untuk dianalisa dan dilaksanakan. Pemeriksaan bekerjanya instalasi trafo pemakaian sendiri dilaksanakan sesuai instruction manual. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian dan pengendalian jaringan tegangan menengah. 3. Pengoperasian instalasi penyulang dilaporkan dengan sarana komunikasi sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 2.1 2.ELEMEN KOMPETENSI 1. 233 .6 2. penyulang 02. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan penanggulangannya sesuai instruction manual. 4.1 3.

teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. harga rata dan harga efektif.6 Melaksanakan pembacaan alat ukur besaran listrik dan alat proteksi. percobaan hubung singkat. 1. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. trafo tegangan. secara simulasi 3. 3.1.2.5 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 1. Bahan isolasi : gas.2. daya sistem fase tiga.3 Teori listrik dasar: Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik fase satu.2.1. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur. sistem fase tiga.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. isolasi mineral.2 Orientasi lapangan pada peralatan instalasi gardu induk. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1. Gambar satu garis instalasi penyulang gardu induk dan dan jaringan tegangan menengah. besaran sinusoida. 1. 1.6.4 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. 1. 1. segitiga daya dan faktor daya.2 Keterampilan : 1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. L.5 Pengetahuan instruction manual: Prinsip kerja : instalasi kubikel penyulang. hubungan segitiga dan hubungan bintang. CB. 1. 1.2. 7. penyambungan dalam sirkuit. tegangan. 3. 2.1 Dasar pengoperasian dan pemeliharaan instalasi gardu induk. pengaman trafo. kubikel pengukuran.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA). autotransformator.1 Pengetahuan : 1. pembacaan skala dan pembacaan angka.trafo arus.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 234 . diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R. 3.1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. 1. kaca dan porselen. Aspek Penting: 3.1. VA) faktor kerja dan frekuensi.2. 3.4 Teknik Tenaga Listrik: Transformator : percobaan beban nol. transformator berbeban. isolasi berserat. cair. mengukur arus.2. PANDUAN PENILAIAN 1. 1. kerja paralel transformator.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.3 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. C. daya (watt.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.1 Bahan .bahan listrik: Karakteristik dari bahan: konduktor. var. isolator dan semikonduktor.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 2 1 2 1 1 1 235 .

Merencanakan dan Menyiapkan pengoperasian komputer sistem SCADA 1.4 03.1 2. Rangkaian Master Computer dengan peripheral diperiksa fungsi kerjanya.1 3.2 236 .3 1. sesuai instruksi manual dan standar operasi sistem SCADA.5 02. Memeriksa hasil pengoperasian 3.235. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).1 KRITERIA UNJUK KERJA Alat kerja.01 Mengoperasikan Komputer Sistem SCADA di Pusat Kontrol Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan komputer sistem SCADA di pusat kontrol. Gambar pengawatan Master Computer dan catu daya arus searah dipahami sesuai instruksi manual.3 2.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL. sesuai instruksi manual dan standar operasi sistem SCADA. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku Pengawatan Master Computer dan catu daya dari sistem PHB-UPS diperiksa sesuai instruksi manual. Mengoperasikan komputer SCADA 2. 1. sesuai standar operasi sistem SCADA.4 1. alat ukur (osciloscope) dan alat bantu yang di butuhkan disiapkan sesuai instruksi manual dan standar operasi sistem SCADA. Switch pada Main Distribution Frame Master Computer arah RTU dan Diffuser ditutup sesuai standar operasi sistem SCADA. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Peralatan peripheral diperiksa/dites dalam bekerjanya. Master Computer diloading dengan program.2 2. sesuai standar operasi sistem SCADA. ELEMEN KOMPETENSI 01. Alat loading data. Radio transmisi data dan modem transmisi data ditempatkan pada posisi ON untuk dialog ke RTU dan Diffuser.2 1. Software dari program operasi Master Computer dipahami sesuai instruction manual dan standar sistem SCADA.DO26.

1 Macam alat ukur listrik. Berita Acara Pengoperasian dibuat ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Pengeluaran/pemberian tegangan menengah pada instalasi kubikel dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP).4 Komisioning sistem SCADA secara menyeluruh sampai sisi kubikel.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. 2.1 4.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peripheral system SCADA di pusat control. 3.1. dilaksanakan sesuai standar operasi SCADA hingga selesai. dan 5. 4.1. Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format yang ditetapkan perusahaan. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. Membuat laporan pengoperasian 5.3 Penggunaan alat ukur listrik. 1. 6.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian computer system SCADA di pusat kontrol. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. dilaksanakan sesuai standar operasi sistem SCADA. 237 .1.1 5.1. Mengidentifikasi Penyimpangan dalam pengoperasian 4. Peralatan K3 dan peralatan Bantu yang terkait dengan unit kompetensi ini. 5. Alternatif penanggulangan dilaporkan/dikonsultasikan kepada berwenang. masalah yang 3. PANDUAN PENILAIAN 1.1.3 Alternatif penanggulangan masalah yang telah disetujui.1. 1.1 Pengetahuan : 1.5 04.2 4. Instruksi Manual dari instalasi sistem SCADA dan peralatan sistem SCADA lainnya.ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA SCADA 3. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternatif pemecahannya sesuai standar operasi SCADA.

2 Instalasi peralatan transmisi data. 1. penyearah arus.5 SOP komputer sistem SCADA dan peripheralnya.2 Keterampilan : 1.4 Menginterpretasikan gambar teknik elektronika.2.2. pembangkit gelombang. Elektronika daya dan Dasar Mikroprosesor: 1.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. Gangguan pada sistem komputer SCADA: 1.1.1 Komponen elektronika.1 Instalasi sistem komputer SCADA dan peralatan peripheralnya.4 1.1. 2. 1.1. 1.1.2.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.2.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA). transmisi data.1.1. secara simulasi 3.5. 1.1.4. Ruang Lingkup Pengujian : 2. 1.3.2 Prosedur K3 pada pengoperasian sistem komputer SCADA.5 Dasar operasi dan pemeliharaan sistem SCADA. 238 .1. 1.3 Dasar Mikroprosesor.6 1. sistem catu daya DC dan AC. 1. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.2 1.SOP komunikasi operasi jaringan tegangan menengah Formulir dan chek list yang digunakan. 1.1.5.6.1.1. 1.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.3.2 Arus bolak balik fase tiga.5 1.6.1. 1. pintu logika.1.4.1.1.1 Arus bolak balik fase satu. 1. sistem bilangan.1. Aspek Penting: 3. 1.6 SOP operasi jaringan tegangan menengah. IC.1. 3.2.1 Peraturan K3.3 Hukum Ohm. 1.4 Gambar satu garis jaringan 20 kV.2.2.3. diode.4.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.1. 1.2. pengubah arus.2.3 Teori Listrik: 1. 1. transistor.1 Jenis dan penyebab gangguan pada komputer.1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.2 Mengatasi gangguan sistem komputer SCADA. 1. Instruction manual dan SOP: 1. 3. thyristor.2. Aljabar Boolean.1.1.4.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.4. Kapasitansi dan Impedansi.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2 Rangkaian logika.1. 1.3 Software dari program master komputer.2.4.1.2 Mikroprocessor dan Central Processing Unit (CPU). 1.6 Orientasi lapangan pada sistem informatika dan teknologi informasi.5 Rangkaian Resistansi. Induktasi. 1. 3. 3.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 1 1 1 2 239 .

01 Mengoperasikan Sistem Operasional SCADA. Alat loading data. Mengoperasikan sistem komunikasi data 2. sesuai standar pengoperasian sistem SCADA.4 02.3 03.DO26. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian sistem komunikasi data 1. alat ukur (osciloscope). sistem komunikasi data dan catu daya dari sistem PHB-UPS diperiksa sesuai instruction manual. Radio transmisi data dan modem transmisi data ditempatkan pada posisi on untuk dialog Master Computer ke RTU dan Diffuser. Komunikasi Data Untuk DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan pada pengoperasian sistem komunikasi data untuk operasional SCADA.1 KRITERIA UNJUK KERJA Alat kerja. Pengawatan MODEM. Komisioning sistem komunikasi data untuk mengoperasikan sistem SCADA secara menyeluruh. Rangkaian Master Computer dengan peripheral diperiksa fungsi kerjanya. ELEMEN KOMPETENSI 01. dilaksanakan sesuai standar operasi sistem SCADA.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL. sistem komunikasi data dan catu daya arus searah dipelajari sesuai instruction manual.2 240 . sesuai instruction manual dan standar pengoperasian sistem SCADA. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). digital analiser dan alat bantu yang dibutuhkan disiapkan sesuai instruction manual dan SOP sistem SCADA. sesuai standar pengoperasian sistem SCADA.1 2.2 2. Software dari program operasi sistem komunikasi data dipelajari sesuai instruction manual perakitan sistem SCADA. Memeriksa hasil pengoperasian 3.236.2 1. Gambar pengawatan MODEM. Master sistem komunikasi data diloading dengan program.3 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.1 3. 1.

1. Instruction Manual dari instalasi sistem SCADA dan peralatan sistem SCADA lainnya.4. PANDUAN PENILAIAN 1.3.ELEMEN KOMPETENSI 04.1. terminal.1.1.1. Membuat laporan pengoperasian 5.3. 1.2 Arus bolak balik fase tiga.4 Komunikasi/transmisi data sistem SCADA: 1. 1.2. 1.3 05.1 Macam alat ukur listrik. 2.1 5. 1. DC controller. 1. 1. Berita Acara Pengoperasian dibuat ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. dan 4. dilaksanakan sesuai standar operasi SCADA hingga selesai.1.1 Arus bolak balik fase satu.1. Kapasitansi dan Impedansi.1. komponen jaringan. 1.1.3.3. Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format yang ditetapkan perusahaan. Modem. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. Induktasi.2 Protokol dialog dan sambungan transmisi data.3.1.1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II. 1.3 Teori Listrik: 1.4. Mengidentifikasi Penyimpangan dalam pengoperasian 4. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan sistem SCADA yang berlaku diperusahaan.1 Bahan listrik: 1. 3.1. Alternatif penanggulangan masalah yang telah disetujui.1. 1. 4.2.1. 5.1.1 Bahan Konduktor. 1.5 Resistansi.1 KRITERIA UNJUK KERJA Penyimpangan Penyebabnya Pemecahannya SCADA. 241 .1 Pengetahuan : 1.1.1 Elemen DC.3 Bahan Semi Konduktor. Standar pengoperasian sistem SCADA. 1.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.2.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.1.3 Hukum Ohm. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.2 Bahan Isolator.1.1.3 Penggunaan alat ukur listrik.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/di konsultasikan kepada yang berwenang.1. 1. yang dan sesuai terjadi diidentifikasi ditetapkan alternative standar pengoperasian 4.

5 Formulir check list yang digunakan.5. 3.7. 1.2 Modem komunikasi data. gambar pengawatan sistem radio transmisi data dan catu daya arus searah. 2.2 Keterampilan : 1.1. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.2 Orientasi lapangan pada sistem informatika dan transmisi data.1.7. 1.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.3 Mengoperasikan peralatan sistem komunikasi data SCADA.1 Peraturan K3.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools.2.1. 1.2. 2. Aspek Penting: 3.4 Menginterpretasikan gambar teknik elektronika.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 242 . 1. Ruang Lingkup Pengujian : 2.1 Klasifikasi pendidikan formal : D3 (Informatika.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.2.1. 2. 3. 2.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.1.5.6 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.5 Instruction manual dan SOP: 1. 2.2 Mengatasi gangguan pada sistem transmisi data SCADA. komputer dan transmisi data).6.1. 2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 1. 3.5. 3. 1. 1.7 Gangguan pada sistem komunikasi data: 1. 3.2.2.1.5.5.1. 1. 1. 1.1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.2 Prosedur K3 pada pengoperasian sistem komunikasi data SCADA.6.1 Jenis dan penyebab gangguan pada sistem transmisi.1.4 SOP komunikasi operasi jaringan tegangan menengah.1.3 Kabel kontrol dan terminasi.2.1 Instalasi peralatan transmisi data SCADA.1.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : 2.5 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.1.1 Dasar sistem komputer dan informatika.

yang dilaksanakan sesuai standar operasi sistem SCADA.5 03. Modem transmisi data ditempatkan pada posisi on untuk dialog ke master computer sesuai standar operasi sistem SCADA. ELEMEN KOMPETENSI 01.3 2. Mengoperasikan RTU dan peralatan mekanik kubikel 2.5 02.3 1.1 3.2 2. Switch pada Main Distribution Frame arah mekanik kubikel ditutup sesuai standar operasi sistem SCADA.4 1. Kerja mekanik kubikel dites secara manual sesuai standar operasi. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian RTU sistem SCADA 1. Gambar pengawatan RTU dan catu daya arus searah dipahami sesuai instruction manual.237.26. Memeriksa hasil pengoperasian 3. Software dari program operasi RTU dipahami sesuai instruction manual dan standar sistem SCADA. alat ukur (osciloscope) dan alat bantu yang dibutuhkan disiapkan sesuai instruction manual dan SOP sistem SCADA. 1. Pengawatan RTU dan catu daya diperiksa sesuai instruction manual.1 2. Alat loading data. CPU diloading dengan program yang sesuai untuk RTU dimaksud.01 Mengoperasikan Remote Terminal Unit (RTU) Sistem SCADA Berikut Peralatan Mekanik Kubikel.DO. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan remote terminal unit (RTU) sistem SCADA berikut peralatan mekanik kubikel.1 KRITERIA UNJUK KERJA Alat kerja.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL.2 1.2 243 . Rangkaian rectifire 48V/110V DC untuk pengisian batere diperiksa sesuai instruction manual. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Rangkaian motor elektrik pengisian pegas LBS diperiksa dan dites fungsi kerjanya sesuai instruction manual dan standar operasi.4 2.

3 KRITERIA UNJUK KERJA Mekanik kubikel dites Close/Open melalui software manual sesuai standar operasi sistem SCADA. 3. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada yang berwenang. 7. Standar pengoperasian sistem SCADA. 2.4 04. dan 3. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi tegangan menengah (JTM) yang berlaku diperusahaan. 244 . Laporan pengoperasian dibuat sesuai dengan format yang ditetapkan perusahaan. isolator dan semikonduktor. 5.bahan listrik: Karakteristik dari bahan: konduktor.ELEMEN KOMPETENSI 3. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 Pengetahuan : 1. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.1 5.1 Bahan . Bahan penghantar. 6.1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Alternatif penanggulangan masalah yang Telah disetujui. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan sistem SCADA yang berlaku diperusahaan. 4. bahan magnetik dan bahan pengubah energi (fotocel). dilaksanakan sesuai standar operasi SCADA hingga selesai. Pengeluaran/pemberian tegangan menengah pada instalasi kubikel dilaksanakan sesuai dengan Standing Operation Procedure (SOP) JTM. Mengidentifikasi Penyimpangan dalam pengoperasian 4.1 4.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Berita Acara Pengoperasian dibuat ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. PANDUAN PENILAIAN 1. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternative pemecahannya sesuai standar operasi SCADA.3 05. Instruction Manual dan gambar pengawatan dari instalasi SCADA dan peralatan sistem SCADA. Membuat laporan pengoperasian 5.2 4.

kode ASCI.1. flux magnet. VA) faktor kerja dan frekuensi. 1.2.2.2. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur. tegangan dielektrik.2. Elektromagnetis : medan magnet dari muatan listrik.6 Orientasi lapangan pada sistem informatika dan teknologi informasi. tyristor. 245 . 1. teori node rangkaian.6 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : 2. besaran dan kerapatan arus listrik. hukum Kirchhof II. Teknik Tenaga Listrik: Mesin arus searah : belitan rotor. konduktor didalam medan magnet. rangkaian R.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2. harga rata dan harga efektif. pembangkit gelombang. komutasi. hubungan segitiga dan hubungan bintang. mengukur arus.1. Ruang Lingkup Pengujian : 2. var.5 1.2. transmisi data.3 1.5 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. permitiviti dan konstanta dielektrik. seri dan kompound. garis gaya magnet. terminasi kabel kontrol. medan listrik. komponen logika. 2. pengaturan kecepatan. motor arus searah. komutator pada motor.4 1.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. kapasitansi. penyearah arus. EMF jangkar. sistem bilangan (binari.2. Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik fase satu.1. segitiga daya dan faktor daya. komponen dan sirkuit listrik. motor shunt. diode. dielektrik.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan powertools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan. L.2 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. L. Elektronika daya: Komponen elektronika : transistor. 2. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. daya (watt. Petunjuk pelaksanaan : instalasi dan peralatan SCADA. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R.2 Keterampilan : 1. Rangkaian listrik arus searah : hukum Kirchhof I. Teori listrik dasar: Elektro statis : atom dan molekul. 1. pembacaan skala dan pembacaan angka.1 Dasar operasi dan pemeliharaan sistem SCADA.4 Menginterpretasikan gambar teknik elektronika. potensial dan beda potensial. penyambungan dalam sirkuit. Aspek Penting: 3. daya sistem fase tiga.3 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools dan merapikannya di tempat kerja sesuai standar lingkungan. 1. EMF induksi. 2. teori elektron. tegangan. 1. sistem fase tiga.2. 1. teori superposisi dalam rangkaian. integrated circuit. Mikroprocessor dan Central Processing Unit (CPU).2.2 1. C.2.1. octal). besaran sinusoida. hexa desimal. 2. C.5 Mikroprocessor dan Central Processing Unit (CPU). 2.1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Elektro dinamis : arus listrik.1. pengubah arus.3 Menginterpretasikan gambar teknik elektronika. reaksi jangkar.2. 2. medan magnet dari penghantar lurus. hukum Coulomb. resistansi. transmisi data. Pengetahuan instruction manual. rangkaian logika. medan maknit dari elemen arus (solenoida dan toroida).

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.5 Klasifikasi pendidikan formal : setara D3 (Informatika. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.4 3. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 1 1 1 1 1 2 246 .1 3.3. Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan. Elektronika dan komputer).3 3.2 3.

Perintah yang diberikan kepada pelaksana atau informasi yang diterima sebelum ditindaklanjuti. personal.5 02.4 03. Menanggulangi kelainan operasi 3.4 1. Merencanakan dan menyiapkan pengendalian operasi JTM 1. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai SOP. Mengendalikan operasi JTM tanpa sistem SCADA 2.DO. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.2 1.3 1. Perubahan yang terjadi didalam operasi sistem jaringan tegangan menengah harus diikuti dengan perubahan dalam gambar jaringan mimic board.2 2. sesuai standar operasi dan Standing Operation Procedure (SOP). Pengoperasian radio komunikasi dilaksanakan sesuai SOP komunikasi pengoperasian JTM. sesuai prosedur operasi.01 Mengendalikan Operasi Jaringan Tegangan Menengah Tanpa Sistem SCADA Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengendalikan operasi jaringan tegangan menengah (JTM) tanpa sistem SCADA. sesuai SOP perpiketan JTM.1 247 . diperiksa untuk memastikan bahwa dalam pelaksanaannya tidak bertentangan dengan keamanan sistem jaringan. Pemberian perintah dan penerimaan informasi dicatat secara kronologis sesuai SOP sistem perpiketan. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 2. Jaringan tegangan menengah dioperasikan sesuai normal operasi dan SOP. diidentifikasi alternatif 1.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL.26. ELEMEN KOMPETENSI 01.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan menengah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).3 2.238.

2 Arus bolak balik fase tiga.1 Konstruksi jaringan SUTM dan SKTM. Kapasitansi dan Impedansi.4.1.1.1.2.3 Gambar satu garis. Berita Acara serah terima pengendalianjaringan dibuat dan ditandatangani sesuaiprosedur perusahaan. 1.2.1 Arus bolak balik fase satu.4. 04. 1.2 Kumparan dan vector group dari transformator.1 Macam alat ukur listrik. 1.3.1.1.4. 1.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II.1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi jaringan tegangan menengah (JTM). 3.1. 5.1. 1. PANDUAN PENILAIAN 1.1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1.4 Jaringan distribusi tegangan menengah 1.1.3.1. 1.1 Pengetahuan : 1. data teknis dan non teknis jaringan.2. 1.3 Kerja parallel dua transformator 1. 1.1. 4.2 Peralatan/Komponen jaringan SUTM dan SKTM 1. Membuat laporan pengoperasian 4.2 KRITERIA UNJUK KERJA Alternatif penanggulangan masalah diinstruksikan kepada yang bertanggung jawab untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.2 Teori Listrik 1.3.1. 1.1. simbol gambar.1.1.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Induktasi. 2. Laporan kronologis pengendalian operasi (JTM) dibuat sesuai prosedur perusahaan.4. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan.2.5 Resistansi. 1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik 1.4 Prosedur Operasi jaringan dan komunikasi (SOP). 248 .ELEMEN KOMPETENSI 3.2.3 Teknik tenaga listrik 1.1.1. 1.1. 1.1.1.1 4. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian Jaringan tegangan menengah.3 Penggunaan alat ukur listrik.1 Transformator distribusi.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.3 Hukum Ohm. Standing Operation Procedure (SOP) sistem perpiketan pengendalian operasi jaringan tegangan menengah.

1 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.5.1.1. Ruang Lingkup Pengujian : 2. 1. 3.2 Keterampilan : 1. 3.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2 Menginterpretasikan gambar instalasi dan jaringan tegangan menengah.6.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 1.2.1 Jenis dan penyebab gangguan. 1. 2.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 3.2.2 Orientasi lapangan pada operasi dan instalasi JTM.1 Peraturan K3 1.6 Gangguan pada JTM (SUTM dan SKTM). KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2.1.1.2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 1. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 249 . 3. 2.2 Mengatasi gangguan pada JTM. 3.6. 2.5.2. 1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya 2. 2.1.2 Prosedur K3 untuk mengendalikan JTM.1.3 Melaksanakan tugas pengendalian operasi jaringan tegangan menengah Aspek Penting: 3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.1.

Pemberian perintah dan penerimaan informasi dicatat secara kronologis sesuai sistem perpiketan.1 250 . Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. ELEMEN KOMPETENSI 01.4 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).22.01 Mengendalikan Operasi Jaringan Tegangan Rendah (JTR ) Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengendalikan operasi jaringan tegangan rendah (JTR).2 1.2 2. sesuai prosedur operasi. diidentifikasi alternatif 1. dioperasikan sesuai 1.5 02. sesuai SOP perpiketan JTR. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai SOP.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar single line diagram dan prinsip kerja sistem jaringan tegangan rendah dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Jaringan tegangan rendah normal operasi dan SOP. Pengoperasian radio komunikasi dilaksanakan sesuai SOP komunikasi pengoperasian JTR. Perubahan yang terjadi didalam operasi sistem jaringan tegangan rendah harus diikuti dengan perubahan dalam gambar jaringan.3 1. sesuai standar operasi dan Standing Operation Procedure (SOP). diperiksa untuk memastikan bahwa dalam pelaksanaannya tidak bertentangan dengan keamanan sistem jaringan.239. Mengendalikan operasi JTR 2.4 03. personal. Menanggulangi kelainan operasi 3.3 2.DO. Merencanakan dan menyiapkan pengendalian operasi JTR 1.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL. Perintah yang diberikan kepada pelaksanaatau informasi yang diterima sebelum ditindaklanjuti.1 2. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).

PANDUAN PENILAIAN 1.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. mengukur arus.1. diagram vektor arus dan vektor tegangan dalam rangkaian R. daya (watt.2. Membuat laporan pengoperasian 4. perlengkapan JTR. 1. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian instalasi jaringan tegangan rendah.1 Dasar operasi dan pemeliharaan JTR. percobaan beban nol. Standing Operation Procedure (SOP) sistem perpiketan pengendalian operasi jaringan tegangan rendah. harga rata dan harga efektif.1 Pengetahuan : 1. tegangan.1. isolator. alat hubung manual dan otomatis. segitiga tegangan dan segitiga impedansi. VA) faktor kerja dan frekuensi. var. 3. autotransformator.2 Teori listrik dasar: Arus bolak balik : membangkitkan arus bolak balik fase satu. sistem fase tiga. 2. trafo arus. 1. Penggunaan alat ukur : pemilihan alat ukur. segitiga daya dan faktor daya. hubungan segitiga dan hubungan bintang. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan rendah. terminasi. percobaan hubung singkat. Alat hitung kWh Meter. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. transformator berbeban. transformator fase tiga. trafo tegangan.1. 251 . penyambungan dalam sirkuit. kubikel.2 Keterampilan : 1. Material distribusi : Trafo. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1 4. Laporan kronologis pengendalian dibuat sesuai prosedur perusahaan.ELEMEN KOMPETENSI 3. pembacaan skala dan pembacaan angka.3 Teknik Tenaga Listrik: Transformator : transformator fase satu. kerja paralel transformator. 5. joint sleeve. 1.4 Peralatan jaringan distribusi. C.1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: Prinsip kerja alat ukur. 4.2 KRITERIA UNJUK KERJA Alternatif penanggulangan masalah diinstruksikan kepada yang bertanggung jawab untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. operasi (JTR) 04. 1. kvarh Meter. daya sistem fase tiga. Berita Acara serah terima pengendalian jaringan dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Formulir pelaporan sesuai prosedur Tata Usaha Langganan dan prosedur operasi. L. KUTR dan SKTR. besaran sinusoida.

Aspek Penting: 3.2.2 1.5 Orientasi lapangan pada operasi dan instalasi JTR.2.2.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 2. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 1 1 2 1 1 1 252 . Ruang Lingkup Pengujian : 2.3 1. 3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 3.4 1. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA). Melaksanakan ketentuan mengenai K3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Menginterpretasikan instalasi dan gambar jaringan tegangan rendah. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja 3.2. 3. Melaksanakan sistem perpiketan pengendalian operasi jaringan tegangan rendah.1.

KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT

: : :

KTL.DO.22.240.01 Mengoperasikan Peralatan Deteksi Untuk Menentukan Titik Gangguan Kabel Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan deteksi (mobil atau portable) untuk menentukan titik gangguan pada kabel tegangan menengah, sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP).

ELEMEN KOMPETENSI 01. Merencanakan dan menyiapkan Pengoperasian peralatan deteksi 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Prinsip kerja sistem peralatan deteksi (pembangkit tegangan searah, pembangkit arus searah, pembangkit pulsa) dipelajari sesuai instruction manual. Prinsip kerja sistem peralatan deteksi/alat dipelajari sesuai instruction manual. uji

1.2

1.3

Gambar single line diagram jaringan tegangan menengah yang terganggu dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP) deteksi. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan SOP. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. Bagian jaringan kabel tegangan menengah yang akan dideteksi dibebaskan dari tegangan sesuai prosedur operasi peralatan. Rangkaian peralatan deteksi dipasang sesuai instruction manual dan prosedur operasi peralatan. Pengoperasian peralatan deteksi jaringan kabel dilaksanakan sesuai langkah yang ditetapkan dalam prosedur dan instruction manual.

1.4

1.5

1.6

1.7

1.8

02. Melaksanakan deteksi gangguan kabel

2.1

2.2

2.3

253

ELEMEN KOMPETENSI 2.4

KRITERIA UNJUK KERJA Tahanan isolasi dari jaringan kabel gangguan yang akan dideteksi diperiksa sesuai SOP. Seksi jaringan kabel yang mengalami gangguan diberikan tegangan impuls sesuai instruction manual dan prosedur operasi peralatan. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternative pemecahannya sesuai instruction manual. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/dikonsultasikan kepada yang berwenang. Alternatif penanggulangan masalah yang telah disetujui, dilaksanakan sesuai instruction manual. Berita Acara pelaksanaan deteksi jaringan SKTM dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan. Laporan hasil perusahaan. deteksi dibuat sesuai standar

2.5

03. Menanggulangi kelainan operasi.

3.1

3.2

3.3

04. Membuat laporan pelaksanaan.

4.1

4.2

BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Standing Operation Procedure (SOP) deteksi kabel dan pengujian instalasi tegangan menengah yang ditetapkan oleh perusahaan; 2. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah; 3. Instruction Manual peralatan deteksi dan peralatan uji instalasi/jaringan tegangan menengah 4. Prosedur operasi peralatan deteksi kabel dan pengujian instalasi tegangan menengah; 5. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan; 6. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

PANDUAN PENILAIAN 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 Pengetahuan : 1.1.1 Bahan Listrik: 1.1.1.1 Bahan Konduktor; 1.1.1.2 Bahan Isolator; 1.1.1.3 Bahan Semi Konduktor; 1.1.1.4 Efek panas arus listrik pada Konduktor dan Isolator.

254

1.1.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.1.2.1 Prinsip kerja alat ukur; 1.1.2.2 Macam dan Penggunaan alat ukur; 1.1.2.3 Mengukur hambatan/resistan; 1.1.2.4 Jembatan Wheatstone Kohlrausch dan Thomson; 1.1.2.5 Pembacaan skala pada alat ukur. 1.1.3 Teori Listrik Dasar II: 1.1.3.1 Arus searah (DC); 1.1.3.2 Arus bolak balik (AC); 1.1.3.3 Hukum Ohm; 1.1.3.4 Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II; 1.1.3.5 Resistansi, Induktasi, Kapasitansi dan Impedansi; 1.1.3.6 Membangkitkan tegangan tinggi arus searah (HVDC). 1.1.4 Instruction manual dan SOP: 1.1.4.1 Instruction manual dan gambar pengawatan peralatan deteksi kabel tanah (mobil atau portable); 1.1.4.2 Konfigurasi jaringan tegangan menengah (SKTM); 1.1.4.3 SOP operasi dan komunikasi JTM. 1.1.5 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1.5.1 Peraturan K3; 1.1.5.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan peralatan deteksi. 1.1.6 Gangguan pada peralatan deteksi: 1.1.6.1 Jenis dan penyebab gangguan; 1.1.6.2 Mengatasi gangguan pada peralatan deteksi. 1.2 Keterampilan : 1.2.1 Dasar teknik dan pengujian tegangan menengah; 1.2.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan distribusi tenaga listrik.

2.

Ruang Lingkup Pengujian : 2.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. 2.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya: 2.2.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3; 2.2.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools peralatan deteksi dan uji instalasi; 2.2.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi; 2.2.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. Aspek Penting: 3.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMUIPA); 3.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung; 3.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi; 3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan, teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja; 3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.

3.

255

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 256 .

01 Mengoperasikan Jaringan Peralatan Deteksi Untuk Pengujian DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan deteksi (mobil atau portable) untuk pengujian instalasi dan jaringan tegangan menengah.DO22.2 1. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).241.6 1. Alat kerja.8 1. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing OperationProcedure (SOP) pengujian.3 Gambar single line diagram/gambar teknik instalasi yang akan diuji dipelajari sesuai SOP pengujian. Pengoperasian peralatan deteksi untuk pengujian dilaksanakan sesuai langkah yang ditetapkan dalam prosedur dan instruction manual. Melaksanakan pengujian instalasi/jaringan 2.7 1.5 1.1 KRITERIA UNJUK KERJA Prinsip kerja sistem peralatan uji (pembangkit tegangan searah. sesuai instruction manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi. pembangkit pulsa) dipelajari sesuai instruction manual. Prinsip kerja sistem peralatan dipelajari sesuai instruction manual deteksi/alat uji 1. Prosedur dan peraturan K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. ELEMEN KOMPETENSI 01. pembangkit arus searah. 1.9 02.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL.1 2. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa pelaksanaan akan sesuai dengan standar SOP. Merencanakan dan menyiapkan pengoperasian peralatan deteksi untuk pengujian 1.4 1. Bagian instalasi/jaringan tegangan menengah yang akan diuji dibebaskan dari tegangan sesuai prosedur operasi peralatan.2 257 .

258 . Alternatif penanggulangan masalah yang telah disetujui. Standing Operation Procedure (SOP) deteksi kabel dan pengujian instalasi tegangan menengah yang ditetapkan oleh perusahaan.3 KRITERIA UNJUK KERJA Tahanan isolasi dari instalasi/jaringan yang akan diuji diperiksa sesuai SOP. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan ditetapkan alternative pemecahannya sesuai instruction manual. dibuat sesuai standar 2. 1. Membuat laporan pelaksanaan 4.1.1.2 Bahan Isolator. dilaksanakan sesuai instruction manual.1 Pengetahuan : 1. Prosedur Operasi peralatan deteksi kabel dan pengujian instalasi tegangan menengah.1. 1. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.1 Bahan Listrik: 1. Lembar Laporan/check list yang ditetapkan oleh perusahaan.1.1 3.2 3.3 Bahan Semi Konduktor. Berita Acara pengujian instalasi/jaringan tegangan menengah dibuat dan ditanda tangani sesuai prosedur perusahaan.1. 6.1. 5. Laporan hasil pengujian perusahaan. Menanggulangi kelainan operasi 3.1 4.1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. 1.4 Efek panas arus listrik pada Konduktor dan Isolator. 4. 2. 3.3 04.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.ELEMEN KOMPETENSI 2. Lama waktu pengujian dilaksanakan sesuai dengan SOP pengujian yang ditetapkan oleh perusahaan. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.1 Bahan Konduktor.1. Instruction Manual peralatan deteksi dan peralatan uji instalasi/jaringan tegangan menengah.4 03. PANDUAN PENILAIAN 1.1. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/dikonsultasikan kepada yang berwenang.

1.3. 1.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.1 Dasar teknik dan pengujian tegangan menengah.15 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).2.2 Mengatasi gangguan pada peralatan deteksi. 1. 259 . 1.2. 1. 2.1.41 Instruction manual dan gambar pengawatan peralatan deteksi untuk uji instalasi (mobil atau portable).6 Gangguan pada peralatan deteksi untuk uji in stalasi: 1.2.4 Jembatan Wheatstone Kohlrausch dan Thomson.1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2 Menggunakan peralatan/perkakas kerja hand tools dan power tools peralatan deteksi dan uji instalasi. 1.2. 2.3. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1 Prinsip kerja alat ukur.1.1.3 Hukum Ohm.3.2 Kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya : 2.1 Jenis dan penyebab gangguan. Induktasi.2.2. 2. 1.1.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.1. 3. 1.3 Mengukur hambatan/resistan.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 1.2.4 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik. 3.6.1.42 Konfigurasi instalasi jaringan tegangan menengah.1 Arus searah (DC).1. 1.Hukum Kirchhoff I dan Kirchhoff II. 1.2 Orientasi lapangan pada operasi dan peralatan instalasi jaringan tegangan menengah.1. 1.2 Arus bolak balik (AC). 1. 3. Kapasitansi dan Impedansi.5.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.2 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.3.3. 2. 1.1.1.5. 1.43 SOP operasi dan komunikasi JTM.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan peralatan deteksi untuk uji instalasi. 1.1.6.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung. 3.2.1.2. 1.1. Aspek Penting: 3.2.1. 3.1 Peraturan K3. 1. 1.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.1.1. 2.5 Membangkitkan tegangan tinggi arus searah (HVDC).4 Instruction manual dan SOP: 1.2 Macam dan Penggunaan alat ukur.5 Pembacaan skala pada alat ukur.2.2 Keterampilan : 1.1.3 Teori Listrik Dasar II: 1. Ruang Lingkup Pengujian : 2.4 Resistansi.1.1.1.

menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 2 2 2 2 260 .KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.

Cut Out trafo portal baru yang terpasang dibuka sesuai standar operasi. 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP). Berita Acara hasil pengujian saluran udara tegangan menengah diperiksa hasilnya.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.242. Mengoperasikan jaringan SUTM 2. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Alat kerja. Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).3 261 .7 1. Tegangan pada jaringan diperiksa dengan peralatan tester sesuai SOP dan Ketentuan K3. alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.4 1. Merencanakan dan Menyiapkan pengoperasian SUTM baru 1.2 1. Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP).1 2. ELEMEN KOMPETENSI 01.8 02.6 1.DO23.01 Mengoperasikan SUTM Baru.5 1.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengoperasian SUTM baru diperiksa sesuai SOP dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan saluran udara tegangan menengah baru kedalam sistem jaringan distribusi.3 1. sesuai standar perusahaan.2 2. Nilai tahanan isolasi SUTM diukur sesuai standar operasi.

2. Kapasitansi dan Impedansi.1 Konstruksi jaringan SUTM. data teknis dan non teknis jaringan. 1. 4.1. 262 .1.4 KRITERIA UNJUK KERJA Urutan fase SUTM dan kontinuitas jaringan diperiksa sesuai standar operasi.1.4 SOP mengoperasikan SUTM baru.1. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.3. 1.5 Rangkaian Resistansi. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.1. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai standar operasi. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan hubung instalasi SUTM yang berlaku diperusahaan. 5. Pemberian tegangan pada jaringan SUTM baru dilaksanakan sesuai SOP pengoperasian JTM.1. 1.5 03. 1.1. dibuat sesuai prosedur 04. 1.1. 1. Membuat laporan pengoperasian 4. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1.3.1 Pengetahuan : 1. 1.2 Peralatan/Komponen Jaringan SUTM.2.1.2.2 Teori Listrik Dasar: 1.3.1.1.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. 6.3 Hukum Ohm.2 Arus bolak balik fase tiga. Induktasi.1 Macam alat ukur listrik. 1.3 Penggunaan alat ukur listrik.1.3 Jaringan saluran udara tegangan menengah (SUTM): 1.1 4. Standing Operation Procedure (SOP) mengoperasikan SUTM baru.1. 1.2.3. 1.1.1. Laporan Pengoperasian perusahaan.1 Arus bolak balik fase satu.4 Hukum Kirchhoff I. 3.1.ELEMEN KOMPETENSI 2.2. PANDUAN PENILAIAN 1. Instruksi Manual dari intalasi dan peralatan jaringan tegangan menengah.1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik.3 Gambar satu garis. 1.1 3. Berita Acara Serah Terima Operasi dibuat dan ditandatangani sesuai prosedur perusahaan.2 Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/ dikonsultasikan kepada orang yang berwenang.2. Menanggulangi masalah operasi 3.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.1. diidentifikasi alternatif 2.

1. 1.5 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan SUTM. 2.1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.2.1 Klasifikasi pendidikan formal : setara SLTA (SMK Listrik/SMU IPA).4 1.2 Prosedur K3 untuk mengoperasikan SUTM baru. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1. 1.1 Instruction manual peralatan hubung SKTM (kubikel). menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 1 1 2 2 1 1 1 263 .4.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. 3.1.1.1.5.6.1.1 Peraturan K3.1. 1.2 Keterampilan : 1. 1. 1.5 1.1. 1.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.2.2 Mengatasi gangguan pada SUTM. 1.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.6 Instruction manual peralatan hubung JTM: 1. Gangguan pada SUTM: 1.4 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah. secara simulasi 3.3 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi.1 Jenis dan penyebab gangguan pada SUTM.2 Instruction manual peralatan hubung SUTM (PTS/PT-LBS). Ruang Lingkup Pengujian : 2. KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan.6.2.2.4.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. Aspek Penting: 3.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.5.1.2. 3. 3. 3. 1.2 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.

1. Personil yang terkait dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP). Informasi yang diterima sebelum ditindak lanjuti diperiksa untuk memastikan keamanan system jaringan.4 264 . Sistem distribusi yang dikendalikan memiliki unjuk kerja cakupan wilayah padam sekecil mungkin dengan kecepatan pemulihan dalam waktu yang singkat sesuai SOP pengendalian JTM.2 2. Prosedur kerja sistem SCADA dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP) system SCADA. Merencanakan dan Menyiapkan pengendalian operasi JTM 1. Perintah yang diberikan kepada sistem SCADA sebelum dieksekusi diperiksa agar dalam pelaksanaannya tidak bertentangan dengan keamanan sistem jaringan.5 02.2 1.3 1. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku. personal. personal dan sesuai standar operasi sistem SCADA dan Standing Operation Procedure (SOP). sesuai Standing Operation Procedure (SOP) perpiketan JTM.301.01 Mengendalikan Operasi Jaringan Tegangan Menengah Dengan Sistem SCADA Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mengendalikan operasi jaringan tegangan menengah (JTM) dengan sistem SCADA.1 KRITERIA UNJUK KERJA Gambar satu garis jaringan tegangan menengah yang berkaitan dengan pengendalian operasi JTM dengan sistem SCADA diperiksa sesuai SOP.KODE UNIT JUDUL UNIT DISKRIPSI UNIT : : : KTL.1 2.DO26. Pengoperasian bagian peripheral sistem SCADA dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP) operasi sistem SCADA. Tata cara berkomunikasi pengendalian operasi JTM dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).4 1. sistem SCADA. Mengendalikan operasi JTM dengan sistem SCADA 2.3 2. ELEMEN KOMPETENSI 01.

3 Hukum Ohm. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah.1.1. diidentifikasi alternatif 03. Standing Operation Procedure (SOP) pengoperasian peralatan sistem SCADA untuk pengendalian jaringan tegangan menengah (JTM).2 Alternatif penanggulangan masalah diinstruksikan kepada yang bertanggung jawab untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.1. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara.ELEMEN KOMPETENSI 2.2 Arus bolak balik fase tiga. PANDUAN PENILAIAN 1.1.2. Penyimpangan yang terjadi penyebabnya dan ditetapkan pemecahannya sesuai SOP. 3. Instruksi Manual dari operasi peralatan peripheral pusat kontrol system SCADA. 4.1 4. 1.1 Macam alat ukur listrik. Ketentuan dan Prosedur K3 yang terkait dengan unit kompetensi ini.3 Penggunaan alat ukur listrik. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Laporan kronologis pengendalian operasi (JTM) dibuat sesuai format dan prosedur perusahaan.1.1.1. Menanggulangi kelainan operasi 3.1 3.1. Berita Acara serah terima pengendalian jaringan dibuat dan ditandatangani sesuai SOP.1. 1. Membuat laporan pengoperasian 4. 1.5 Rangkaian Resistansi. 1. Kapasitansi dan Impedansi..5 KRITERIA UNJUK KERJA Pemberian perintah dan penerimaan informasi dicatat secara kronologis sesuai standar operasi dan Standing Operation Procedure (SOP).4 Hukum Kirchhoff I.1.1 Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1. 6.2. Standing Operation Procedure (SOP) pengendalian operasi jaringan tegangan menengah dengan system SCADA.2.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 1. 1.2 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. 04.1. 265 .1. 5. 1. 2.1.2 Teori Listrik Dasar: 1.2.2.1 Pengetahuan : 1. Induktasi.1 Arus bolak balik fase satu.

5.2.1 Transformator fase satu.1 Peraturan K3. 1.2. 1. 1.1.1. harmonik. 1.1.3 Orientasi lapangan pada operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah. 1. 2.1.1.1. arrester.1.2.1. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.1 Gambar satu garis jaringan 20 KV.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.3 Gambar satu garis jaringan 20 kV.5 Peralatan di gardu distribusi.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3. gelombang sinus. Aspek Penting: 3.5. 1. 266 .4.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.7 Formulir yang digunakan.7.1.2 Dasar operasi jaringan tegangan menengah.1 Jenis dan penyebab gangguan pada komputer.4.1.6 SOP komunikasi operasi jaringan tegangan menengah. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.5 SOP operasi jaringan tegangan menengah.1. isolator.1. Peralatan jaringan distribusi: 1.1.4 Menginterpretasikan gambar JTM.1. 1.3 Saluran kabel tegangan menengah.3.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 1.1. 3.3 Power quality.3 1.3. Gangguan pada sistem komputer SCADA: 1.5. 3. secara simulasi 3.1.5. Instruction manual dan SOP: 1. 1. 1.1. 1.2 Kubikel 20 KV dan terminasi.2 Keterampilan : 1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi.2.5. sistem catu daya DC dan AC.2.1. 1.2 Petunjuk pengoperasian komputer di pusat kontrol.4 1.4.3. 1.4.1.2. 1. 1.5.7. 1.7 Teknik tenaga listrik: 1.1. 1.4.1. kedip.1.2 Mengatasi gangguan sistem komputer SCADA. 1. 1.1 Instalasi sistem komputer SCADA dan peralatan peripheralnya.6 1. Ruang Lingkup Pengujian : 2.2 Prosedur K3 pada pengendalian operasi jaringan tegangan menengah dengan sistem SCADA.5 1. 3.1. gardu induk.5.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA) berpengalaman atau D3 Teknik Distribusi.1.2 Transformator fase tiga.6.5 Mengoperasikan peralatan peripheral sistem SCADA di pusat control. 3.4 Saluran udara tegangan menengah.6.4 SOP komputer sistem SCADA dan peripheralnya.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.4 Melaksanakan tugas pengendalian operasi JTM. 1.1.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 3 2 2 2 2 3 3 267 .

4 Data. Ketentuan dan Prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku.1 2.DO.23.5 1. ELEMEN KOMPETENSI 01.1 KRITERIA UNJUK KERJA Prinsip kerja sistem peralatan hubung kubikel dan pengaman transformator dipelajari sesuai instruksi manual. 1. Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). agar pekerjaan dapat 1. Alat kerja.7 1. Tata cara berkomunikasi dipahami sesuai Standing Operation Procedure (SOP).2 268 . alat K3 dan alat bantu disiapkan sesuai SOP dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.6 1. Melaksanakan deteksi gangguan kubikel dan trafo 2. karakteristik hasil uji manufaktur dari transformator dipelajari sesuai instruksi manual dan standar operasi.8 02.3 1. Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah dikoordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainnya sesuai Standing Operation Procedure (SOP).302.KODE UNIT JUDUL UNIT : : KTL.01 Mendeteksi Gangguan Pada Transformator Gardu Distribusi Instalasi Kubikel Dan DISKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan penerapan prosedur dan penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk mendeteksi gangguan pada instalasi kubikel tegangan menengah dan transformator gardu distribusi dari berbagai tipe dan merek. Tegangan masuk pada kubikel incoming diperiksa dengan melihat nyala lampu indikator sesuai instruksi manual. sesuai instruksi manual. sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP) yang berlaku. Merencanakan dan menyiapkan deteksi gangguan pada instalasi kubikel dan trafo 1. Rencana kerja disusun dilaksanakan sesuai SOP.2 1. Pengoperasian kubikel dan kubikel pengaman transformator dilaksanakan tanpa beban dan diperiksa beroperasinya.

Putaran fase R.1 Pengetahuan : 269 .ELEMEN KOMPETENSI 2. dibuat sesuai prosedur 2. sesuai instruction manual Fuse pada PHB-TR masing-masing jurusan diperiksa fisik dan rating arusnya.6 2. Saklar utama pada PHB-TR ditutup tanpa beban dan PHB-TR diperiksa beroperasinya.1 BATASAN VARIABEL Dalam melaksanakan unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.8 03.3 KRITERIA UNJUK KERJA Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai Standing Operation Procedure (SOP). sesuai dengan standar operasi. S dan T diperiksa dengan menggunakan alat pemeriksa putaran. 3. Instruksi Manual dari instalasi kubikel TM.4 2. Alternatif penanggulangan masalah dilaporkan/dikonsultasikan kepada pihak terkait. trafo distribusi dan masing-masing peralatan. Mengidentifikasi kelainan operasi 3. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah. PANDUAN PENILAIAN 1. 2. 6.2 04. Pengoperasian transformator distribusi dilaksanakan sesuai dengan standar operasi. Pengetahuan dan Keterampilan yang dibutuhkan : 1. Peralatan K3 dan peralatan bantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Fuse pada pengaman trafo diperiksa kelayakan fisiknya dan rating arus sesuai dengan standar operasi.7 2.5 2. Membuat laporan 4. Laporan pengoperasian perusahaan. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan Berita Acara. Standing Operation Procedure (SOP) pendeteksian gangguan pada peralatan hubung kubikel dan trafo distribusi yang berlaku diperusahaan. Lembar Laporan/chek list yang ditetapkan oleh perusahaan. 5. Penyimpangan yang terjadi diidentifikasi penyebabnya dan dianalisa untuk menetapkan alternative pemecahannya sesuai standar operasi. sesuai SOP.1 3. 4.

3.3 Pembebanan trafo fase tiga.1 Bahan Konduktor. 270 .5.4 Data spesifikasi kubikel TM. 1.1 1.1.1 Arus bolak balik fase satu.1. 1.2 Peralatan / Komponen kubikel TM.4 Kerja paralel trafo fase tiga.4 Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen Kompetensi dengan menggunakan.1.6 1.2 Fungsi dan prinsip kerja alat ukur listrik. 1.1 Macam alat ukur listrik. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 1.1. Kapasitansi dan Impedansi.2.2.1.7 Bahan Listrik: 1.7.1. 1. Instalasi kubikel tegangan menengah: 1. secara simulasi 3.1.2 Bahan Isolator.1. Transformator distribusi: 1.Hukum Ohm.7.5. 1. 1.1 Jenis dan penyebab gangguan.2 Arus bolak balik fase tiga. 3.5.3.3 Instruksi manual kubikel TM.2 Vektor group transformator.1.1. 1.1 Peraturan K3.4 Dasar operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi tegangan menengah. 1.4 Rangkaian Resistansi.5 SOP mengidentifikasi gangguan pada instalasi kubikel TM dan trafo distribusi.1. 1.3 Hukum Kirchhoff I.1 Melaksanakan ketentuan mengenai K3.1.2 Mengatasi gangguan pada kubikel TM dan trafo distribusi.1.3 Penggunaan alat ukur listrik.1.1. 1.5 1.1.4.2 Prosedur K3 untuk mengidentifikasi gangguan pada instalasi kubikel dan trafo distribusi.1.1. 1.2. 3.4.5 Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut.1.1.5. Ruang Lingkup Pengujian: 2.2. 1.1.3 1.3 Melaksanakan pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen Kompetensi. Gangguan pada kubikel TM dan trafo distribusi: 1.2.4 1.2 Menginterpretasikan gambar teknik dan instalasi. 3. 1.1. 1.1.1.1 Klasifikasi pendidikan formal : Setara SLTA (SMK Listrik atau SMU IPA).2 Keterampilan : 1. Teori Listrik Dasar: 1.1 Trafo fase tiga. 1.1. 1.1. 2.3 Menggunakan peralatan ukur besaran listrik.2 1.1. 1. Aspek Penting: 3. 1.5 Orientasi lapangan pada operasi instalasi jaringan tegangan menengah.4.4. Induktasi.5.1 Konstruksi dan jenis/type kubikel TM.2.2. 1.3.1.6.2 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.1. 1. 3. teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja.3.1. Alat ukur dan pengukuran besaran listrik: 1.2.1.6.1 Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.1.

KOMPETENSI KUNCI NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI Mengumpulkan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan Teknologi TINGKATAN 2 2 2 1 1 1 1 271 .